Diposkan pada Freelance, Romance

[Freelance] Ugly Love Part 2

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^. Mian baru ngepost soalnya aku baru sempet untuk melakukannya karena faktor kesibukan, jadi maklum ya.

Ugly Love by Lm

Ugly Love Part 2 Present by Yurisistable secret’s || Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun||  Length : Chapter || Rating : 17+ || Genre : Romance

“Happy reading …” ^^

Yuri mematut dirinya di sebuah cermin besar di kamarnya yang mewah. Malam ini ia berdandan cantik karena ia sudah berjanji dengan Nickhun untuk makan malam dengannya. Bukan karena ajakan Nickhun, tapi Setiap ada namja tampan yang mengajaknya keluar Yuri pasti akan berdandan cantik yang akan membuat semua orang terpesona dengannya. Yah… walaupun ia tidak berdandan juga akan tetap cantik.

“Perfect” gumam Yuri ketika ia melihat bayangannya di cermin.

Rambut hitam legam dan bergelombang yang terurai. Drees pink soft yang memperlihatkan lekuk tubuh indahnya. High hells berwarna senada dengan dreesnya membuatnya terlihat sangat menawan. Ia yakin, Nickhun tidak akan berkedip melihatnya malam ini.

Tok… tok…tok…

“Agashi… tamu anda sudah datang” panggil seorang pelayan.

“Ne, ahjumma. Aku segera turun. Suruh saja dia masuk.” Balas Yuri dari dalam kamar.

“Prince Thailand? Hah… sepertinya aku akan segera menjadi princess Thailand” gumam Yuri lagi masih melihat bayangannya di cermin.

Sebenarnya Nickhun bukanlah seorang pangeran, hanya saja karena ketampanannya bak seorang pangeran dan juga karena berasal dari Thailand lah yang membuatnya dijuluki Prince Thailand.

Dengan cepat, Yuri menyambar tas kecilnya yang berwarna hitam dari merek terkenal sebagai pelengkap dandanannya malam ini.

Selangkah demi selangkah Yuri menuruni anak tangga rumah mewahnya. Ia bisa melihat Nickhun di bawah menatapnya dengan tatapan terpesona dengan dandanannya malam ini. Yuri sudah biasa melihat tatapan namja yang terpesona dengan kecantikannya.

Namun tidak dipungkiri, Nickhun pun terlihat sangat tampan dengan penampilannya. Penampilannya sangat sederhana namun itulah yang membuatnya terlihat tampan. Dengan jas hitam dan T-shirt di dalamnya. Jam tangan merek Gucci yang terbilang cukup mahal melingkar di tangan kirinya. Rambutnya yang pirang pun tertata rapi. Wajah Yuri sedikit merona melihatnya.

“Wow… You’re so amazing tonight” puji Nickhun saat melihat Yuri.

Dengan perlahan, ia menggapai tangan kanan Yuri kemudian mencium punggung tangannya bak seorang pangeran mencium tangan seorang putri membuat Yuri tersipu-sipu karenanya.

“Aku sangat bangga bisa mengajakmu keluar malam ini” lanjut Nickhun sambil menatap wajah cantik Yuri dengan mata berbinar.

“Ck. Kau berlebihan. Aku merasa biasa-biasa saja” balas Yuri merendahkan diri. “Menurutku kau yang terlihat tampan malam ini” Puji Yuri.

“ Aku tidak berlebihan, kau benar-benar terlihat sangat cantik” puji Nickhun lagi.

“Aishhh… sudahlah. Apa kita akan batal pergi karena kau terus memujiku?” kata Yuri.

“Hahaha… arasseo, kita pergi. Hmm… apa aku tidak perlu minta izin dari orang tuamu dulu?” tanya Nickhn membuat senyum  Yuri  menghilang.

“Hmm… itu, orang tuaku berada di German. Aku hanya tinggal disini sendiri dengan beberapa pelayan” jawab Yuri.

“Oh, Jincca? Jadi, kau anak tunggal?” tanya Nickhun lagi membuat ekspressi Yuri kembali berubah. “Ada apa? Apa aku telah salah bertanya?” kata Nickhun karena melihat ekspresi Yuri yang sedikit tegang.

“A-anio, aku punya seorang eonni dan seorang oppa” jawab Yuri.

“Ohhh… lalu dimana mereka?”

“Hmm… bisakah kita pergi sekarang? Aku sudah sangat lapar” kata Yuri dengan aigonya sambil melingarkan tangannya di lengan Nickhun dengan manja. Ia ingin mengalihkan pembicaraan itu. Yuri merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Nickhun.

“Oh, Mianhe kalau aku banyak bertanya. Kajja kita pergi sekarang” ajak Nickhun merasa tidak enak.

“Gwenchana, aku hanya benar-benar lapar sekarang” kata Yuri.

Mereka pun pergi dari kediaman Yuri yang mewah dengan mobil mahal milik Nickhun.

***

“Hoaaaam….”

Hyo menguap selebar-lebarnya karena tidak tahan dengan buku tebal yang dibacanya. Sekarang mereka Yuri, Sooyoung dan Hyoyeon berada di perpustakaan yang ramai namun penuh dengan ketenangan. Perpustakaan merupakan tempat bagi mereka yang rajin belajar, dapat hukuman dan tukang tidur. Yah… mereka bertiga masuk ke katagori dapat hukuman.

Mereka bertiga mendapatkan hukuman untuk membuat sebuah karya tulis tentang sejarah pada zaman kerajaan Georyo minimal 500 lembar. Siapa yang akan sanggup membuat karya tulis sebanyak itu? Apalagi mereka harus menulis menggunakan tangan bukan computer membuat mereka tambah frustasi di buatnya.

Namun bukan mereka saja yang mendapat hukuman seperti itu. Eunjung dan teman-temannya pun mendapat tugas yang sama hanya saja mereka harus membuat karya tulis tentang sejarah pada zaman kerajaan Joseon minimsl 500 lembar. Hingga membuat mereka harus bertemu setiap hari di Perpustakaan.

“Yak… tutup mulutmu ketika kau menguap. Mulutmu sangat besar” kata Sooyoung sambil menahan suaranya agar tidak berisik. Sejak tadi Mrs. Baek terus melihat kearah mereka dengan tatapan tajamnya.

Rector menyuruh Mrs. Baek untuk terus memantau Yuri cs dan Eunjung cs agar tidak bertengkar di perpustakaan ataupun membuat gaduh lagi. Jika kali ini mereka membuat keributan lagi, maka akan dipastikan bahwa mereka tidak akan diluluskan di semester ini. Tentu saja ancaman itu membuat semuanya ketakutan. Pamor mereka sebagai Queen di kampus akan ternoda karena ketidak lulusan mereka.

“Aishhh… aku tidak peduli. Aku benar-benar sangat lelah dan mengantuk” kata Hyo membaringkan kepalanya di atas meja.

“Kau ini, lihat Yuri dia benar-benar sangat rajin” kata Sooyoung lagi sambil melirik Yuri yang tak terlihat karena tenggelam oleh buku besar. Hanya terlihat tangannya yang sedang menulis di kertas-kertas.

“Yuri ah… kau sudah berapa halaman?” tanya Soo namun tidak ada sahutan dari Yuri. “Ishhh… kau ini sok rajin. Coba aku lihat tugasmu” kata Sooyong tak sabaran sambil menarik buku yang menutup kepala Yuri.

Namun, bukan Yuri yang sedang focus mengerjakan tugas yang ia lihat. Ia malah melihat Yuri yang tertidur sambil menggigit lidahnya. Namun anehnya tangannya bergerak-gerak seperti orang yang sedang menulis sesuatu. Soo melihat kearah tangan Yuri yang sedang menulis ternyata yang ia lihat hanya sebuah garis zig zag.

“What the hell. Yak! Yuri ah. Palli ireona” teriak Sooyoung membangunkan Yuri.

“Sssssst….”

Suara Mrs. Baek membuat Soo terdiam dan melihat kearah wanita paruh baya penjaga perpustakaan itu sedang melotot ke arahnya membuat bulu kuduknya berdiri.

“Jusungeyo sam…” kata Soo sambil menunduk takut.

“Yak, Yuri ah irreona… Baek sam mendatangi kita” kata Hyo membangunkan Yuri yang asyik tidur karena sekarang Mrs. Baek berjalan kearah mereka.

Mendengar kata-kata Hyo membuat Yuri terbangun cepat dan segera merapikan dirinya.

“Kalau kalian tidak sanggup menyelesaikan tugas kalian sebaiknya kalian berhenti kuliah” kata Mrs. Baek tegas namun pelan.

“A-anio sam. Kami akan mengerjakannya” jawab Yuri cepat. Mrs.Baek pun berlalu meninggalkan mereka kembali ke tempat duduknya.

Setelah itu mereka mendengar suara beberapa yeoja terkikik. Saat Yuri, Soo dan Hyo melihat kearah sumber tawa, terlihat Eunjung cs sedang menertawakan mereka membuat mereka semakin geram. Namun, mereka tidak bisa membalasnya sekarang. Jika mereka sedang berada di luar kampus, mereka pasti sudah menjambak rambut Eunjung dan teman-temannya itu.

“Aku kira kau sedang mengerjakan tugas kita ternyata kau sedang tertidur” kesal Soo pada Yuri karena ia merasa kesal hanya ia sendiri yang berusaha keras mengerjakan tugas mereka.

“Hah… semalam Nickhun mengantarku pulang hampir tengah malam. Aku benar-benar ngantuk” jawab Yuri.

“Oh iya, bagaimana kencan kalian semalam?” tanya Hyo antusias.

“Malam yang sangat romantis” jawab Yuri sambil tersenyum mengingat kejadian semalam. “Aku benar-benar merasa seperti seorang princess”

“Jincca? Memang Nickhun membawa kalian kemana?” tanya Soo penasaran.

“Nickhun membawaku ke sebuah resort mewah di pinggir pantai. Tempatnya benar-benar sangat indah. Dia memboking resot mewah itu khusus untuk kami sehingga tidak ada pengunjung lain disana. Dia benar-benar romantis” jawab Yuri masih dengan senyum manisnya.

“Uwaah… kau benar-benar beruntung. Lalu, apa dia mengajakmu berkencan?” tanya Hyo.

Kembali Yuri hanya tersenyum dan membayangkan kejadian semalam.

Flashback …

“Nickhun ssi, Gumawo sudah mengajakku kemari. Tempat ini benar-benar sangat indah” kata Yuri sambil mengagumi keindahan pemandangan laut di hadapan mereka. Mereka baru saja selesai menyantap hidangan makan malam mereka kemudian berdansa disana.

“Bukan tempat ini yang indah, tapi kau yang membuat tempat ini indah” gombal Nickhun.

“Yak, kau selalu saja berlebihan. Jangan menggodaku seperti itu” kata Yuri.

“Hahahha… wajahmu memerah”

“Cih, ini karena aku minum wine” kata Yuri memukul lengan Nickhun pelan.

“Hahaha… Arasseo, arasseo…” kata Nickhun kemudian menangkap tangan Yuri yang memukulnya. Dan setelah itu, ia mengambil tangan Yuri yang sebelahnya lagi kemudian digenggamnya erat.

“Yuri ssi, mungkin ini terlalu cepat bagimu. Namun, bagiku inilah saat yang tepat aku menyatakan perasaanku padamu” kata Nickhun yang berubah serius menatap Yuri lembut.

“Nickhun ssi…”

“Yuri ssi, jebal dengarkan aku baik-baik. Sejak pertama kali aku melihatmu setahun yang lalu, aku benar-benar jatuh cinta padamu. Tapi kau begitu popular dan dikelilingi banyak namja membuatku harus menunggu untuk dilirik olehmu. Dan kemarin ketika aku tahu kau sudah putus dari Young kwang, aku benar-benar senang dan aku langsung memberanikan diri untuk mendekatimu” kata Nickhun. “Saranghae Kwon Yuri ssi. Jeongmal saranghae…”

“Nickhun ssi… kau tahu sendiri kan aku baru putus dengan Young kwang. Aku…”

“Aku mengerti, kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku tahu kau pasti masih sedih dengan berakhirnya hubunganmu dengan Young kwang. Jadi, aku akan memberimu waktu sampai kau bisa menerimaku. Aku benar-bear menunggu sampai hari itu tiba saat kau menerima cintaku”.

Kata-kata Nickhun membuat Yuri merasa tersentuh namun di dalam hatinya, Yuri benar-benar puas bisa membuat seorang Nickhun jatuh cinta padanya.

‘I got You Prince’ batin Yuri senang.

Flashback end.

“Uwaaaahhh…”

Hyoyeon dan Sooyoung benar-benar  kagum dengan keromantisan Nickhun. Bahkan ia rela menyewa resort yang pasti sangat mahal hanya untuk mengungkapkan perasaannya pada Yuri.

“Dia benar-benar romantis. Apa kau tidak tersentuh olehnya?” tanya Sooyoung.

“Tentu saja aku merasa tersentuh” jawab Yuri.

“Lalu, apa kau akan menerimanya?” giliran Sooyoung yang bertanya.

“Yak, neo pabboya? Aku tidak mungkin melepaskannya”

“So, apa dia adalah pelabuhan terakhirmu?” tanya Sooyoung lagi.

“Tergantung apa dia bisa mengikuti peraturanku atau tidak. Kalau tidak, dia harus di cut” jawab Yuri.

“Aigoo… aigoo… lama-lama kau tidak akan mendapat namja satu pun. Ingat, kau bisa kena karma karena sering menyakiti hati namja” kata Hyo.

“Yak, mereka yang menyakitiku duluan”

“Hah… whatever”

“KWON YURI! KIM HYOYEON! CHOI SOOYOUNG! Kalian harus membersihkan perpustakaan sore nanti” teriak Mrs Baek karena lelah mendengar suara Yuri dan teman-temannya yang berisik.

“MWO???”

***

“Hahahaahhaaa…”

Suara tawa Eunjung dan teman-temannya karena menertawakan Yuri, Hyo dan Soo yang sedang membersihkan perpustakaan meledak di luar perpustakaan karena saat di dalam perpustakaan tadi mereka menahannya karena takut Mrs. Baek akan memarahi mereka dan ikut terkena hukuman.

“Kau lihat wajah mereka tadi? Mereka benar-benar kesal pada Mrs. Baek” kata Bora sambil tertawa keras.

“Hahaha… iya. Waktu aku mengejek Yuri tadi matanya seperti akan meloncat dari tempatnya karena kesal denganku” kata Eunjung.

“Rasakan. Memang enak di suruh membersihkan perpustakaan sebesar lapangan bola?”

“Hahahaha…”

“Eh, tapi… kalian dengar mereka bicara tadi kan? Nickhun menyatakan perasaannya pada penggoda itu” kata Jiyeon tiba-tiba membuat yang lain berhenti tertawa karenanya.

“Ne, aku juga mendengarnya. Aishhh ternyata Yuri hebat juga ya? Seorang seperti Nickhun pun jatuh cinta padanya” kata Hyomin membuat semuanya melotot ke arahnya.

“Yak, apa maksudmu dia hebat?” bentak Eunjung.

Sadar akan ucapannya membuat Eunjung marah, Hyomin pun dibuat sangat takut karenanya.

“Ah, i-itu, m-mianhe Eunjung ah. Maksudku…”

“Ishhh sudahlah, aku mau pulang” kata Eunjung kemudian berlalu pergi meninggalkan teman-temannya yang sekarang memandang Hyomin dengan pandangan menyalahkan.

“Yak, kau ini. Kenapa mengatakan Yuri itu hebat. Kau tahu sendiri kan Eunjung tertarik pada Nickhun, kau malah membuatnya marah” kesal Jiyeon.

“Aku tidak sengaja. Eotthokke?” sesal Hyomin.

“Sudahlah, ayo kita kejar Eunjung” ajak Bora kemudian mereka mengejar Eunjung yang sudah berjalan jauh.

***

Beberapa hari kemudian…

“Donghae ya… ternyata kau ada disini. Aku mencari-carimu dari tadi” kata Kyuhyun yang dari tadi mencari Donghae ternyata Donghae sedang enak-enak berbaring di atas rumput sambil mendengarkan lagu menggunakan headsetnya.

“Waeyo?” tanya Donghae yang sedikit kesal karena keasyikannya diganggu Kyuhyun.

“Kajja temani aku ke perpustakaan” kata Kyuhyun.

“Perpustakaan? Kau mau apa?” tanya Donghae.

“Tentu saja mencari buku pabbo”

“Arra… tapi buku apa?” tanya Donghae yang kesal dikatai Pabbo oleh Kyuhyun.

“Aku mau mencari buku sejarah. Kau tahu sendiri kan, Aku sudah tinggal di Jepang sejak lahir? Jadi, aku agak kesulitan dengan pelajaran Sejarah Korea. Aku mau mencari buku tentang sejarah Korea. Itu akan membantuku di mata kuliah Sejarah” jelas Kyuhyun.

“Aisshh… kau ini menggangguku saja”

“Ayolah… kau bisa melanjutkan kegiatanmu lagi disana. Kau sendiri yang bilang kalau perpustakaan juga adalah tempat untuk bersantai. Benarkan?”

“Kau ini bisa saja. Arraseo, arraseo… kajja” ajak Donghae yang kemudian bangkit dari tidurnya kemudian pergi kearah perpustakaan bersama Kyuhyun.

.

.

Kyuhyun terus saja mencari buku sejarah di rak buku yang sudah tersedia di perpustakaan. Buku demi buku ia telusuri kemudian ia ambil jika judulnya membuatnya tertarik. Sedangkan Donghae asyik menyepi di sudut perpustakaan sambil mendengarkan lagu.

Tiba-tiba, Kyuhyun melihat sebuah buku yang berjudul ‘Sejarah Kerajaan Georyo’ dan membuatnya tertarik. Saat ia akan menarik buku tebal dengan sampul berwarna merah hati itu, Kyuhyun berusaha menariknya namun sangat sulit seperti buku itu tak bisa ditarik olehnya. Namun Kyuhyun tidak putus asa. Dengan sekuat tenaga, ia menarik buku tersebut hingga akhirnya ia mendapatkan buku itu ditangannya namun…

“Awww…kukuku”

Kyuhyun tidak sengaja mendengar suara teriakan seorang yeoja ketika menarik buku tersebut.

Yeoja itu hendak berteriak marah namun, ia kaget ketika melihat wajah Kyuhyun yang cupuk itu muncul disela rak buku. Ternyata yang membuat Kyuhyun kesulitan menarik buku itu karena yeoja itu juga sedang menarik buku itu namun dari arah sebaliknya.

“K-kau lagi? Yak, makhluk jelek. Mengapa kau ada disini huh? Cepat berikan buku itu padaku!” teriak yeoja itu yang ternyata adalah Yuri.

Kyuhyun benar-benar kesal karena telah dipanggil makhluk jelek oleh Yuri namun ia berusaha menahan dirinya.

“Kau tidak mendengarku? Cepat berikan buku itu padaku. Aku yang mengambilnya duluan” teriak Yuri namun Kyuhyun hanya diam tidak menjawab.

“Aishhh… benar-benar makhluk menyebalkan” kesal Yuri kemudian berjalan menghampiri Kyuhyun yang berada di sebelah rak buku tersebut.

“Cepat berikan padaku” kata Yuri dengan tangan mengarah pada Kyuhyun namun ia memalingkan wajahnya karena tak mau melihat wajah aneh Kyuhyun.

Rasanya Kyuhyun ingin meledak saat itu juga namun sekali lagi ia menahannya.

Merasa tidak ada pergerakan dari Kyuhyun, Yuri pun terpaksa menoleh ke arahnya dan melihat wajah Kyuhyun yang menatapnya ekspresi datar.

“Kau tidak mau memberikan buku itu padaku huh?” kesal Yuri.

“Tidak”

“Mwo?”

“Kau tidak dengar noona? Aku bilang Tidak” jawab Kyuhyun tegas.

Yuri ternganga mendengarnya. Ini pertama kalinya seorang namja menolak permintaannya.

“K-kau berani sekali padaku”

“Buku ini ada di tanganku, Jadi buku ini aku yang mengambilnya lebih dulu” kata Kyuhyun pelan namun menusuk bagi Yuri.

“Yak! Kau tidak mengenalku huh? Berani sekali makhluk buruk sepertimu melawanku. Dengar, aku membutuhkan buku itu jadi cepat berikan buku itu sebelum aku membuatmu jera” ancam Yuri.

“Mian, tapi aku juga membutuhkannya” jawab Kyuhyun mengacuhkan ancaman Yuri.

Sekali lagi Yuri ternganga karenanya. Ia benar-benar tidak menyangka namja cupuk dan jelek dihadapannya ini sedang melawannya.

“K-kau?”

Prok…prok…prok…prok…

“Wow…wow…wow… daebak!” kata Eunjung tiba-tiba muncul dari belakang rak buku tempat Kyuhyun dan Yuri berdiri.

“Wah… ternyata kau sudah bosan dengan namja tampan hingga kau sekarang mendekati namja hmm… aneh sepertinya huh?”.

“Mwo? Aku tertarik dengannya? Cuih… kalau kau tertarik ambil saja. Aku berikan untukmu” kata Yuri.

“Anyeong Hasseo,  Eunjung imnida” sapa Eunjung ramah pada Kyuhyun.

“Anyeong hasseo, Kyuhyun imnida” jawab Kyuhyun dengan ekspresi datar.

“Kalian berdua terlihat sangat cocok. Kalian akan menjadi pasangan favoritku jika kalian benar-benar menjadi pasangan” ejek Eunjung membuat darah Yuri mendidih.

“Yak! Ham eunjung kau…”

“Mianhe, tapi aku tidak tertarik dengan yeoja kepiting seperti dia. Aku permisi dulu” kata Kyuhyun kemudian berjalan meninggalkan Yuri dan Eunjung dengan wajah terkejut mendengar perkataannya.

“Mwo? Yeoja kepiting? Huahahahaha….Huahahaaa…”

Eunjung tertawa dengan sangat keras karena mendengar perkataan Kyuhyun yang baru saja menskak mat Yuri.

“Hahaha… Yuri ah, kau pasti sangat sakit hati sekali. Kau baru saja ditolak oleh namja cupuk dan jelek seperti dia. Oh My God. Aku rasa pamormu sudah turun. Dan apa tadi dia menyebutmu? Yeoja kepiting? Hahaha…”

Yuri benar-benar sangat marah mendengar perkataan Eunjung padanya. Dan namja itu benar-benar telah melukai harga dirinya sebagai yeoja terpopuler di kampus. Dan lagi apa tadi? Dia menyebutnya yeoja kepiting? Hal itu benar-benar membuat darah Yuri mendidih.

“Tertawalah sepuasmu sampai mulutmu yang lebar itu robek” kata Yuri kemudian meninggalkan Eunjung yang masih tertawa.

“Yuri ah… kau kenapa? Mengapa kau bertengkar dengan namja aneh itu?” tanya Sooyoung pada Yuri karena suara mereka sangat keras hingga membuat pengunjung lain menatap mereka dengan kesal. Namun, siapa yang berani menegur seorang kwon Yuri?

“Hah… untung saja, Baek sam tidak ada disini. Kalau ada, Kau pasti akan mendapat hukuman lagi” kata Hyo.

“Kurang ajar, makhluk jelek itu benar-benar membuatku kesal. Aisshhh… aku tidak pernah merasa dipermalukan seperti ini. Berani-beraninya dia melawanku” geram Yuri sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya karena suhu tubuhnya terasa panas karena marah.

“Memangnya apa yang telah dia lakukan?” tanya Hyo.

“Pokoknya dia telah menginjak harga diriku. Aku tidak terima. Guys, aku butuh bantuan kalian untuk menjahili makhluk cupuk itu” kata Yuri dengan mata berkilat-kilat penuh dendam.

“Wah, jadi sekarang sasaran kita berubah? Biasanya orang yang selalu kita jahili itu kan Eunjung dan yang lainnya karena hanya mereka yang berani melawan kita” kata Sooyoung.

“Untuk sementara, kita tidak usah melakukan apapun pada mereka. Lagi pula Kita dan mereka sama-sama sedang sibuk dengan hukuman karya tulis sialan itu. Kita fokuskan pada makhluk kuno itu sampai dia benar-benar minta maaf padaku. Aku harus membalas perlakuannya padaku”.

“Tapi Yuri ah, aku dengar dia itu hanya seorang namja miskin yang pintar. Dia bisa kuliah disini karena beasiswanya. Apa perlu kita mengerjainya?” kata Hyo.

“Dari mana kau tahu?” tanya Yuri heran.

“Semua orang sedang membicarakannya. Dia pindahan dari Universitas Jepang. Sepertinya sesuatu terjadi padanya disana hingga ia pindah kemari” Jawab Hyo.

“Sesuatu seperti apa?” tanya Yuri.

“Entahlah, aku tidak tahu” jawab Hyo.

“Mungkin, di jepang dia juga dikucilkan karena penampilannya. Makanya dia pindah kemari” sahut Sooyoung.

“Ne, benar. Mungkin saja seperti itu”.

“Hah… sudah tahu seperti itu, kenapa dia sok sekali dihadapanku. Membuatku tambah marah saja. Aku tidak peduli. Pokoknya kalian harus membantuku untuk mengerjainya. Kita susul rencana nanti sore kalian kerumahku. Okey?”

“Okey” jawab Hyo dan Sooyoung serempak. Kejahilan mereka memang sudah sangat terkenal dikampus. Begitulah cara mereka menindas orang-orang yang melawan mereka.

***

Keesokan harinya …

First planning …

“Hyo cepat habiskan pisangnya. Dia sudah hampir dekat” bisik Yuri pelan.

Hyo segera memberikan kulit pisang itu pada Yuri sambil berbicara tidak jelas karena mulutnya penuh dengan isi pisang tadi.

Saat Kyuhyun berjalan mendekati mereka, Yuri dengan sengaja melempar kulit pisang itu hingga membuat Kyuhyun menginjaknya dan terpeleset.

Syuuut…

“Arrggghhh…!”

Bruk.

“Hhaahahaa… yak makhluk kuno mengapa kau tidur disana? Kau tidak punya rumah ya?” ejek Yuri sambil tertawa terbahak-bahak dengan Sooyoung dan Hyo. Setelah mengatakan itu, mereka pun langsung pergi meninggalkan Kyuhyun dengan kemarahan yang hampir meledak.

“Aaaargh! Dasar yeoja sialan” teriak Kyuhyun kesal. Pantatnya sakit karena sukses mencium lantai kampus.

Second planning (Next day).

Bruuk…

“Ups, mianhe. Kakiku terpleset” kata Hyo ketika Ia berpura-pura menabrak punggung Kyuhyun yang sedang berjalan dengan Donghae. Mereka tidak menyadari bahwa Hyo sudah menempelkan sebuah kertas di punggung Kyuhyun.

“Aww… sakit” teriak Kyuhun karena tiba-tiba seorang datang padanya sambil tertawa kemudian mencubitnya keras. Bukan hanya satu orang. Namun semua orang yang berada disekitarnya mencubitnya sangat keras”.

“Aww…! Yak, ada apa dengan kalian. Aww… Yak appo…! Aww…”

Kyuhyun terus menadapat cubitan bertubi-tubi dari setiap orang disekitarnya membuatnya kebingungan. Donghae yang berada di dekatnya pun ikut heran mengapa Kyuhyun dicubit seperti itu. Bahkan wajahnya sampai merah karena kena cubitan. Hingga akhirnya Donghae menyadari bahwa ada secarik kertas di punggung temannya.

‘Apa ini?’ batin Donghae. Ia pun mengambil kertas itu dan membacanya.

“Cubit aku dengan keras jika menurut kalian aku kuno” baca Donghae.

“Yak, mengapa kau menaruh ini di punggungmu?” tanya Donghae pada Kyuhyun yang masih berusaha menghindar dari orang-orang yang terus mencubitnya.

Kyuhyun pun segera mengambil kertas itu dan membacanya. Kemudian ia ingat kalau tadi teman Yuri menabrak punggungnya.

“Kamu pikir aku gila menaruh kertas ini di punggungku huh?Aissshhh… jincca. Ini pasti ulah teman yeoja kepiting itu. Akkhh… mereka benar-benar rubah berekor Sembilan” teriak Kyuhyun frustasi dan menatap tajam 3 yeoja yang mengerjainya dari kejauhan sedang tertawa terbahak-bahak.

“Huahaha……”

Third planning (Next day)

“Ughh… Donghae yah… kenapa perutku mulas terus” keluh Kyuhyun yang dari tadi terus bolak-balik keluar toilet hingga ia tidak konsentrasi mengikuti mata kuliahnya.

“Memangnya tadi kau makan apa?” tanya Donghae yang juga heran.

“Aku hanya minum kopi yang diberikan Eunhyuk padaku” jawab Kyuhyun.

“Tapi mengapa kau sakit perut? Eunhyuk juga memberikanku kopi yang sama tapi perutku tidak sakit” kata Donghae.

“Aishhh… molla. Arhh… aku harus ke toilet lagi” teriak Kyuhyun lagi.

“Hahaha…. Rasakan. Dia akan terus bolak balik ke toilet selama beberapa jam” kata Yuri senang. “Eunhyuk sunbae, ini hadiah untukmu” kata Yuri sambil memberikan Eunhyuk sebuah kupon gratis di restaurant ternama.

“Gumawo Yuri ah, aku pergi dulu” kata Eunhyuk yang ternyata, Kopi yang diberikan pada Kyuhyun dan Donghae adalah dari Yuri. dan kopi untuk Kyuhyun telah diberikan obat yang membuat Kyuhyun harus bolak balik ke toilet.

Duk…duk…duk…

“Yak! Bukakan aku pintu!” teriak Kyuhyun dari dalam toilet karena Eunhyuk telah mengunci pintu toilet itu dari luar atas permintaan Yuri.

“Siapapun di luar, bukakan aku pintu!” teriak Kyuhyun lagi namun tak ada yang mau membukakannya karena di pintu tersebut telah ditempeli sebuah kertas dengan tulisan ‘Jangan dibuka. Kalau dibuka akan berurusan dengan Kwon Yuri’. Sehingga tak ada yang berani membukakan pintu itu sama sekali.

“Aisshhh… mengapa aku bisa terkunci? Ponselku tertinggal di kelas lagi. Sial!”

Fourth planning (Next day)

“Yak, cupuk” panggil Sooyoung pada Kyuhyun yang sedang asyik membaca buku di Perpustakaan.

Kyuhyun hanya melihatnya sebentar kemudian mengacuhkannya.

“Baek sem memanggilmu” kata Sooyoung lagi.

“Wae?” jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca.

“Molla…” jawab Sooyoung singkat.

Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun pun langsung berdiri untuk menemui Mrs. Baek, namun yang dia cari tidak ada.

“Dimana dia?” tanya Kyuhyun pada Sooyoung.

“Ada di dalam. Langsung saja masuk” kata Sooyoung menunjuk sebuah pintu kayu berwarna coklat.

Tanpa curiga apapun Kyuhyun langsung membuka pintu itu kemudian ia sangat terkejut ketika mendengar sebuah teriakan.

“Kyaaaaaaaaa…! Dasar Byuntae! Mengapa kau tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk hah?” teriak Mrs. Baek yang ternyata sedang mengganti bajunya di dalam ruangannya.

“M-mianhe sem. A-aku tidak t-tahu” kata Kyuhyun masih terkejut dengan apa yang dilihatnya dan segera menutup pintu itu kembali.

“Huahahaha…”

Semua orang di perpustakaan pun menertawakannya terutama dengan 3 orang yeoja yang punya kerjaan itu.

“Awas kalian rubah-rubah kepiting” geram Kyuhyun. Wajahnya merah karena marah. “Tunggu saja pembalasanku” lanjut Kyuhyun dengan mata berkilat penuh amarah. Sepertinya ia akan meledak sekarang juga.

Tbc…

Comment please… biar ceritanya tambah seruuu… ^_^ Gumawo.

 

 

 

 

Iklan

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

2 tanggapan untuk “[Freelance] Ugly Love Part 2

  1. Aargh,neomu joaheyo😀. Akhirny ff yg dtggu dipublish juga. Suka bnget ama jlan ceritanya. Yuri dblng yeoja kepiting,haha. Gk sbar ama jlan cerita slnjutnya. Kira2 kyuhyun blas dendam apa ya ama yuri cs ??

  2. duh kyuri bertengkar mulu nhy,, yul eonni iseng bnget dech ma kyupa,, ciee yul eonni jadian ma nickhun,, next d.tnggu eonni

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s