Posted in Angst, Attention!, Dramalife, Hurt, Romance, Sad

Truth Is Hurt Clip 7

truth-is-hurt2

Present by Lee Midah

Cast : Lee Donghae || Kwon Yuri / Lee Anna || Wufan Kris

Lee Haeri || Park Hyoyoung Oc

Subcast :

Choi Siwon || Im Yoona

R + 16 || Lenght Multichapter || Genre Angst Sad Love, Hurt Romance

Disclaimer

Cerita Pure milik Author sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita ini muncul dengan tiba – tiba diotak author. So Just for Fun!!! ^.~

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

Sebuah mobil melaju kencang dengan kecepatan diatas rata – rata, sang pengemudi masih terisak tak tertahan. Air mata yang terus berjatuhan bebas dipipi mulusnya tidak berniat untuk berhenti. Seorang gadis yang tengah sakit hati karena telah dikhianati. Jalan saat itu begitu sepi karena dia berada di jalanan yang dikelilingi laut terbentang luas. Tiba – tiba saja ponselnya berbunyi dan gadis itu menatap layar ponsel yang menampilkan nama’ MyKris’. Gadis itu mengacuhkannya, dia tidak ingin mendengar suara pria yang menghubunginya saat ini.

“ Mengapa kau melakukan ini padaku, Kris “,

Sang gadis yang pikirannya sedang kacau itu tidak memperhatikan jalanan sehingga saat matanya kembali menghadap ke arah depan, dari arah yang berlawanan muncul sebuah mobil yang melaju sama kencangnya. Dalam beberapa detik mobil itu semakin mendekat membuat sang gadis terkejut dan langsung membantingkan setirnya tanpa arah.

Ckiiiiiittttt!!! Bruakkkkk!!!

Decitan ban dan hantaman pada pagar pembatas pun tak terelakan, mobil gadis itu pun terperosok ke lautan yang luas. Sang gadis hanya mengingat sekilas bayangan dari masa lalunya dan semuanya pun menjadi gelap untuknya.

= Clip 7 =

Donghae kembali ke rumah dengan gontai, pikirannya melayang. Dengan nafas berat Donghae berhenti di hadapan foto isterinya yang tersenyum begitu bahagia.

“ Anna, aku tidak ingin kehilangan Haeri. Aku hanya memiliki dia saat ini. Apa yang harus aku lakukan? “, lirih Donghae.

“ Beri aku kekuatan untuk menghadapi semua ini… aku sangat membutuhkanmu “, Donghae menatap pedih wajah senyum Anna.

“ Aku tidak bisa mengorbankan dia hanya untuk menyelamatkan puteri kita. Aku tidak ingin melukainya… “, Donghae menutup wajahnya frustasi, setelah itu dia masuk ke kamarnya dan duduk di tempat tidurnya.

“ Dia belum pulang? “, Donghae baru ingat, jika dia tidak melihat Anna sejak Haeri masuk rumah sakit.

Donghae mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Anna namun ponsel Anna tidak bisa dihubungi. Donghae mulai cemas, dia khawatir terjadi sesuatu pada Anna.

“ Aku harus ke rumah sakit, mungkin Anna bersama Haeri saat ini “, Donghae pun bergegas kembali ke rumah sakit setelah mengganti pakaiannya.

= Clip 7 =

“ Bagaimana keadaannya Dokter? “, tanya Kris khawatir setelah Dokter memeriksa Anna.

“ Apa anda keluarganya? “, tanya Dokter.

“ Ah… Bukan. Saya hanya temannya “, jawab Kris.

“ Hmm… keadaannya masih kritis. Apa dia pernah mengalami trauma atau semacam hilang ingatan? “, tanya Dokter.

“ Hilang ingatan? “, Kris menoleh pada Anna yang masih terbaring lemas ditempat tidur.

“ Neh, dia mengalami syok sehingga membuatnya belum sadar sampai sekarang. Tapi kita harus menunggu sampai dia sadar setelah itu aku bisa melakukan tes untuk memastikannya “, tutur sang Dokter.

“ Kira – kira kapan dia akan sadar Dokter? “,

“ Kemungkinan beberapa hari namun jika ada keajaiban, besok atau lusa mungkin dia bisa kembali sadar “, Dokter pun pamit meninggalkan Kris dan Anna.

Kris berjalan mendekati Anna, dia memandangi wajah Anna yang terlihat begitu damai. Jantungnya berdegup kencang dan Kris tidak tahu mengapa?

Mungkin karena dia mirip dengan Yuri “, pikirnya.

Kris pun memberanikan diri mengusap wajah Anna lembut, sebuah sunggingan muncul dibibirnya. Tak lama Kris pun tersadar dan ingat bahwa saat ini, gadis yang ada dihadapannya adalah isteri orang lain. Dengan cepat Kris menarik tangannya yang baru saja membelai wajah Anna.

“ Apa yang aku pikirkan? “, gumam Kris.

= Clip 7 =

“ Appa! “, seru Haeri saat Donghae masuk ke kamarnya dan Donghae pun tersenyum.

Haeri langsung memeluk Donghae saat Donghae duduk di tempat tidurnya. Donghae melihat sekelilingnya untuk mencari seeseorang namun dia tidak menemukan Anna.

“ Haeri-ah, apa tadi Omma ada disini? “, tanya Donghae pada gadis kecilnya.

“ Anio, saat Appa pulang aku tidak melihat Omma “, jawab Haeri, Donghae kembali khawatir dengan keadaan Anna.

“ Apa Omma tidak akan menemuiku, Appa? “, tanya Haeri sambil cemberut.

“ Anio, mungkin Omma sedang istirahat karena mengkhawatirkanmu. Nanti setelah merasa baik Omma akan menemuimu “, ucap Donghae menenangkan Haeri yang akhirnya membuat Haeri tersenyum.

“ Aku ingin bertemu Omma. Aku ingin segera melihatnya “, Donghae mengusap rambut puterinya dengan lembut.

“ Jika kau ingin bertemu Omma, kau harus sembuh dan makan yang banyak. Jangan lupa minum obatmu tepat waktu. Arra? “, Haeri mengangguk semangat membuat Donghae terkekeh namun Donghae masih khawatir dengan keadaan Anna.

“ Apa kau melihat Anna? “, tanya Donghae pada Yoona dengan ponselnya.

Anio, sejak kemarin aku belum bertemu dengannya. Apa terjadi sesuatu? “, tanya Yoona penasaran.

“ Tidak ada. Aku hanya bertanya saja mungkin hari ini dia menemuimu “, jawab Donghae yang tidak ingin merepotkan Siwon dan Yoona.

Apa semua baik – baik saja? “, tanya Yoona yang sepertinya sadar sesuatu terjadi.

“ Jangan khawatir, semua baik – baik saja “, Donghae pun menutup ponselnya.

“ Dimana kau Anna? “. Gumam Donghae frustasi.

= Clip 7 =

Dua gadis kecil berwajah sangat mirip bak pindang dibelah dua berjalan begitu riang sambil menanutkan tangan mereka. Dibelakangnya sang Ibu hanya menatap bahagia kedua puterinya itu, kehidupan yang sungguh bahagia. Bagaimana tidak? Semuanya terlalu sempurna untuk sebuah keluarga. Kehidupan yang serba ada juga kedamaian yang tak pernah hilang di dalam keluarga itu.

“ Eonni, aku ingin ice krim “, pinta sang adik yang hanya berjarak 5 menit setelah kelahiran kakaknya.

“ Kau tunggu disini. Aku akan mencari penjual es krim. Bilang pada Omma aku pergi sebentar “, sang kakak pun pergi meninggalkan adiknya sampai sang ibu datang mendapati hanya satu puterinya yang tertinggal.

“ Dimana kakakmu? “, tanya sang Omma.

“ Dia pergi membeli es krim “,

Sang adik menunjuk ke arah kakaknya pergi, dengan cepat sang ibu menggendong si adik untuk mencari kakaknya. Setelah satu hari penuh berlalu, sang  kakak tidak pernah ditemukan. Sang ibu begitu khawatir dan menangis histeris. Sang Ayah terus menerus menghubungi polisi untuk melaporkan kehilangan puterinya. Sedangkan sang adik, dia berdiri di depan pintu rumahnya menunggu sang kakak membawakan es krim yang dimintanya.

= Clip 7 =

Kris tertidur di sofa saat menunggu Anna siuman. Dia begitu kelelahan karena sejak kemarin menanti kesadaran Anna. Bahkan pakaian yang dia pakai masih sama dengan kamarin. Kris terbangun dari tidurnya, dia melihat jam yang melingkar ditangannya.

“ Ah, aku ketiduran “, gumam Kris sambil meregangkan tubuhnya, matanya pun kembali menatap gadis yang masih terbaring lemas di tempat tidurnya.

“ Sepertinya aku harus pulang dan mengganti pakaianku “, ucapnya.

Kris menghampiri Anna mencoba untuk pamit walaupun dia tahu Anna mungkin tidak akan mendengarnya. Saat tubuhnya mendekat, Kris melihat kening Anna berkeringat. Wajahnya yang semalam terlihat damai pun berubah menjadi sedih dan khawatir. Jari  -jarinya menggenggam kuat seprai tempat tidurnya. Kris pun panik dan segera memanggil Dokter.

“ Bagaimana Dokter? Apa dia baik – baik saja? “, tanya Kris.

“ Sepertinya ada masa lalu yang memaksanya untuk mengingat sehingga memorinya berusaha keras untuk membuka lembaran masa lalu itu. Hal itu bisa menyebabkan sakit yang luar biasa pada pasien jika kenangan itu pernah membuatnya trauma atau syok yang berlebihan. Tapi karena pasien belum sadar aku belum bisa menyimpulkan apapun “, tutur Dokter.

“ Enghhh…. “, terdengar suara Anna membuat Dokter dan Kris langsung menoleh kepada Anna.

“ A….a…… “, mata Anna masih tertutup namun bibirnya sudah mulai bergerak, dengan segera Dokter pun memeriksa tekanan darah Anna.

“ Tidaaakkkkk!!! “, sontak mata Anna terbuka bersama teriakkannya, nafas Anna terengah – engah. Tubuhnya bergetar hebat, Kris yang melihatnya merasa miris dan ingin menolongnya namun dia tidak bisa melakukan apapun.

“ Nona, kau mendengarku? “, tanya Dokter sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Yuri.

“ Nona? “, Dokter memanggilnya lagi, dengan lemas Anna pun mencoba menoleh pada Dokter disampingnya.

“ A… a..aku dimana? “, lirih Yuri.

“ Anda berada dirumah sakit. Apa Anda mengingat sesuatu atau ada yang mengganggu pikiran anda? “, tanya Dokter dan Anna hanya menggeleng pelan.

“ Anna, kau baik – baik saja? ‘, tanya Kris membuat Anna menoleh.

“ Anna? “, Anna mulai merasakan sakit dikepalanya, Dokter pun segera mengusulkan untuk melakukan CT scan pada kepalanya.

Suster membawa Anna menuju ruang CT scan, saat berjalan di lorong dari jauh Donghae berjalan menuju kamar Haeri. Donghae sempat melihat troli dimana Anna terbaring namun karena terburu – buru Donghae tidak sempat melihatnya dengan jelas. Donghae kembali menoleh saat troli Anna masuk ke sebuah ruangan setelah itu dia kembali berjalan tanpa mengetahui jika Anna berada di rumah sakit itu.

= Clip 7 =

Hyoyoung terus mencoba menghubungi Kris, namun sejak kemarin Kris tidak pernah bisa ia hubungi. Terakhir kali mereka bertemu dicafe saat bertemu dengan Anna. Hal itu membuat Hyoyoung marah apalagi saat dia mengingat keputusan Donghae tempo hari yang menolak tawarannya.

“ Sial! Dimana dia?! “, maki Hyoyoung.

“ Apa dia sedang bersama gadis itu? “,

“ Aku masih tidak percaya, jika dia adalah Yuri. Yuri sudah mati “, Hoyoung melemparkan ponselnya, dia benar – benar frustasi saat ini.

“ Aku tidak bisa membiarkannya ingat kembali. Aku harus melakukan sesuatu “, Hyoyoung berjalan mondar – mandir sambil berpikir, dia tidak ingin kehilangan Kris. Tidak akan pernah.

“ Apa yang harus aku lakukan? Si bodoh Donghae tidak bisa diajak kerja sama “, cibirnya kesal.

“ Apa aku harus menemui orang tua Kris Oppa dan meminta mereka mempercepat pernikahan kami sebelum Yuri mengingat semuanya? “, gumam Hyoyoung.

“ Yah! Itu cara satu – satunya. Kris Oppa tidak akan menolak jika orang tuanya yang minta. Aku harus segera menemui mereka “, Hyoyoung bergegas mengambil tasnya dan pergi menuju kediaman orang tua Kris.

= Clip 7 =

“ Bagaimana Donghae? Kau tahu keberadaan Anna? “, tanya Siwon dan Donghae menggelengkan kepalanya.

“ Aku tidak tahu. Ponselnya tidak bisa aku hubungi “, jawab Donghae.

“ Aku bahkan sudah mencoba menyusuri jalan yang sering di laluinya tapi aku tidak menemukan apapun “, Siwon memegang pundak Donghae.

“ Apa kau tidak mencoba melaporkannya pada polisi? “, tanya Siwon yang membuat Donghae menatapnya kaget.

“ Po.. polisi? A… aku belum berpikir untuk menghubungi mereka “, Donghae tidak tahu apa dia harus melaporkannya atau tidak? Karena menurutnya jika sampai dia melaporkannya, dia juga harus siap untuk masuk penjara dan hal itu tidak mungkin dia biarkan dengan keadaan Haeri saat ini.

“  Aku belum siap. Apalagi saat ini Haeri sangat membutuhkan aku “, Siwon mengerti keadaan Donghae, dia tahu  apa yang Donghae pikirkan saat ini.

“ Mungkin kita hanya bisa berdoa. Semoga Anna baik – baik saja “, ucap Siwon sambil merangkul Donghae.

“ Neh, kau benar. Semoga tidak terjadi apapun padanya “, harap Donghae.

= Clip 7 =

Dokter melihat hasil CT scan kepala Anna, memang disana terlihat ada bekas benturan yang cukup keras namun tidak menyebabkan Anna geger otak. Tapi Dokter bisa menyimpulkan jika Anna kemungkinan besar menderita Amnesia. Dokter memeriksa mata Anna dengan senternya.

“ Nona, apa anda ingat nama anda? “, tanya Dokter, Anna mencoba mengingat namanya namun dia menggelengkan kepalanya.

“ Anda yakin? “, Anna kembali berpikir, namun Kris pun masuk untuk melihat keadaan Anna saat ini.

“ Anna? “, panggil Kris, Anna menoleh memandangi sosok Kris yang terlihat berantakan setelah bergadang menjaga Anna namun pria itu tetap terlihat tampan.

Anna memicingkan matanya seolah mencoba mengingat sesuatu sampai akhirnya dia membisikkan sebuah nama

“ Yoohee… “, Dokter dan Kris bertukar pandang mendengar Anna mengatakan sesuatu.

“ Yoohee? “, Kris merasa familiar dengan nama itu, dia mencoba mengingat nama siapa yang didengarnya itu.

“ Yoohee… Yoohee…. “, Kris membeku saat mengingat sesuatu, dia mencoba meyakinkan ingatannya namun dia tidak begitu yakin dengan ingatannya itu.

“ Sebentar Dokter. Aku ingin memastikan sesuatu “, Kris segera pergi menuju receptionis, dia memimta sang receptionis untuk meminjamkan teleponnya karena ponsel Kris saat ini sedang tidak aktif kehabisan baterai.

Kris pun mengetikan sebuah nomor, dia menunggu sambungan itu sambil mengetukan jarinya di meja beberapa kali. Tak lama akhirnya terdengar suara seseorang diseberang telepon.

Yoboseyo? “, sapa orang diseberang sana.

“ Ajushii, ini aku Kris “, ujar Kris.

Ah… Kau Kris. Ada apa? Mengapa kau tiba – tiba menghubungiku? “, tanya orang yang dipanggil Ajushii.

“ Aku ingin menanyakan sesuatu. Apa kau ingat saat kau menceritakan tentang saudara kembar Yuri padaku. Siapa namanya ? “, tanya Kris.

Saudara kembar? Mengapa kau bertanya tentang saudara kembar Yuri? “, Kris tidak bisa menjawabnya dengan pasti namun dia menunggu jawaban dari Ayah Yuri.

Namanya Yoohee. Kwon Yoohee “, mata Kris membulat kaget mendengarnya, dia tidak percaya namun pendengarannya masih sangat normal untuk mendengar hal itu.

Apa yang terjadi Kris? Mengapa kau menanyakan tentang Yoohee? “,

“ Ajushii, datanglah ke rumah sakit Yangji sekarang “, ucap Kris sebelum menutup sambungan teleponnya.

Kris segera kembali ke ruangan dimana Anna atau gadis yang dia kira adalah kembaran Yuri yang hilang beberapa puluh tahun lalu. Kris mendekati gadis itu, kemudian berhenti dihapannya.

“ Apa kau ingat Yuri. Kwon Yuri? “, tanya Kris, Anna atau kembaran Yuri itu mengerutkan keningnya mendengar nama Yuri.

“ Yuri? “, sekelebat ingatan dimasa kecilnya muncul, dua gadis kecil berwajah sama berjalan dengan bahagia di sekitar jalanan kota.

“ Akh! “, gadis itu meringis, membuat Kris panik dan Dokter pun segera memeriksanya.

Tak lama Dokter pun menyuntikan obat penenang untuk sementara dan membuat gadis itu tertidur kembali sementara waktu.

“ Kita harus membiarkan dia beristirahat dahulu “, ucap Dokter dan Kris mengangguk setuju.

“ Pantas saja  kalian begitu mirip. Mungkinkah kau kembaran Yuri? “, gumam Kris menatap gadis yang terlelap di hadapannya.

= Clip 7 =

“ Appa, Omma kemana? Aku ingin bertemu dengannya. Mengapa Omma belum juga datang? “, rengek Haeri yang belum melihat Anna lagi.

“ Omma sedang kurang sehat. Dia belum bisa menemuimu “, ucap Donghae berbohong.

“ Omma sakit? Mengapa tidak dibawa kesini? Dokter bisa mengobatinya dan aku bisa melihat Omma “, ucap Haeri yang membuat Donghae merasa sedih.

“ Omma hanya butuh istirahat di rumah. Setelah baikkan, dia akan segera menemuimu “, Donghae terus membujuk Haeri namun Haeri terlihat tidak percaya.

“ Appa, bohong. Appa bilang jika aku makan yang banyak dan minum obat Omma akan datang. Tapi Omma tidak pernah menjengukku. Aku ingin bertemu Omma! Aku ingin bertemu Omma! “, rengek Haeri mulai menangis, Donghae langsung memeluknya dan mencoba memberi pengertian hatinya sakit melihat keadaan Haeri yang ingin bertemu Anna.

“ Haeri-ah, kau tidak ingin Omma tambah sakit kan?  Kau tahu kesehatan Omma akhir – akhir ini tidak baik. Kau ingin Ommamu sehat lagikan? “, tanya Donghae dan Haeri mengangguk.

“ Kalau begitu jangan menangis , kau doakan Omma agar cepet sembuh dan kau juga harus sehat kembali jadi kita bisa berkumpul bersama lagi “, Donghae memeluk erat tubuh mungil itu, dia berharap semuanya segera membaik dan dia bisa tahu keberadaan Anna saat ini.

= Clip 7 =

Tuan Kwon segera menemui Kris di kamar yang diberitahukan Kris. Dia pun masuk dan mendapati Kris bersama gadis yang masih tertidur pulas. Wajahnya sangat terkejut melihat wajah gadis itu.

“ A… Apa…. Di… dia…. “, Tuan Kwon terbata tidak bisa mengucapkan apapun, dia pun menatap Kris seakan bertanya.

“ Aku belum tahu jika dia adalaha saudara kembar Yuri tapi dia menyebutkan nama Yoohee “, tutur Kris.

Tuan Kwon seakan merasakan lemas dikakinya, dia menatap gadis itu dengan tatapan haru, sedih juga bahagia. Jika dia benar – benar kembaran Yuri, berarti puterinya itu masih sehat. Dia juga merasa menyesal karena tidak bisa menemukan puterinya itu selama puluhan tahun.

“ Benarkan kau Yoohee? “, bisiknya sambil memegang tangan gadis yang dia kira Yoohee.

Tangan gadis itu mulai bergerak, sepertinya obat penenang yang diberikan Dokter padanya sudah mulai menghilangkan efek tidurnya. Perlahan matanya terbuka dan menangkap sosok pria paruh baya menatap bahagia padanya.

“ A… Appa? “, Kris dan Tuan Kwon terkejut, apa gadis itu benar – benar mengenalinya?

“ Kau mengenalnya? “, tanya Kris membuat gadis itu menoleh.

“ Tentu saja, Kris. Kami hidup bersama lama sekali “, jawab gadis itu masih dengan suara lemah.

“ Mwo? Kris? Kau mengenalku? “, tanya Kris tidak percaya.

“ Kepalaku sakit, bisakah kau berhenti bertanya “, ucap gadis itu terlihat kesal dan masih mencoba menyadarkan dirinya.

“ Yoohee? “, ucap Tuan Kwon.

“ Yoohee? Siapa dia? “, tanya Yuri, Tuan Kwon dan Kris saling bertukar pandang heran dengan gadis yang baru sadar itu.

“ Aku dimana? Mengapa kepalaku sakit sekali? “, gadis itu mencoba duduk dan sontak Tuan Kwon membantunya.

“ Rumah sakit? Apa yang terjadi? Mengapa aku bisa sampai disini? “, Kris dan Tuan Kwon tidak bisa menjawab karena mereka masih terlihat kebingungan.

“ Nona, katakan pada saya. Siapa nama anda? “, tanya Dokter.

“ Yuri, Kwon Yuri “, jawab gadis itu tanpa berpikir.

“ Anda ingat kapan anda lahir? “,

“ 5 december 1989 “,

“ Siapa nama orang tua anda? “, Yuri mengerutkan keningnya menatap sang Dokter.

“ Kwon Daeyong dan Lee Yejin “, ujar gadis yang mengaku Yuri membuat sang Dokter terdiam sejenak.

” ” Apa anda ingat saat kecelakaan mobil yang anda alami? “, Yuri terdiam mencoba mengingatnya namun dia tidak bisa mengingat apapun tentang kejadian naas yang hampir merenggut nyawanya itu.

“ Sepertinya ingatan anda memang sudah kembali, walapun belum semuanya bisa anda ingat tapi syukurlah ini merupakan sebuah keajaiban “, Yuri tidak mengerti dengan ucapan Dokter namun dia tidak bertanya lebih lagi.

“ Kejadian seperti ini sangatlah langka, tapi Nona Yuri benar – benar sudah mengingat dirinya. Mungkin tidak semua ingatannya kembali, tapi perlahan dia pasti akan mengingat masa lalunya “, jelas Dokter pada Tuan Kwon dan Kris.

“ Jadi kau benar Yuri? “, tanya Kris meyakinkan.

“ Aish! Kau pikir aku ini siapa? Appa, mengapa tadi kau mengatakan Yoohee? Siapa dia? “, tanya Yuri yang masih penasaran.

“ Dia…  “, Tuan Kwon merasa ragu, apalagi mengingat keadaan Yuri yang baru kembali setelah hilang setelah kecelakaan.

” Hmm nanti saja Appa ceritakan. Kau baru saja kembali dan Appa tidak ingin kau terlalu banyak berpikir. Pikirkan saja untuk kesembuhanmu dahulu“, Tuan Kwon mengusap lembut rambut puterinya ia merasa bahagia, walaupun gadis ini bukan Yoohee tapi puterinya ternyata masih hidup. Seharusnya dia percaya saat Kris mengatakan Yuri masih hidup.

Kris mendekati Yuri setelah Tuan Kwon pamit untuk bertemu dengan Dokter, dia menatap gadis itu tanpa berhenti. Yuri yang merasa ditatap pun kembali menatap Kris yang tatapan aneh.

“ Mengapa kau menatapku seperti itu? “, tanya Yuri, namun bukannya menjawab Kris langsung memeluk tubuh Yuri erat.

“ Ya…ya… ya mengapa tiba – tiba kau memelukku? “, tanya Yuri mencoba melepaskan diri namun Kris semakin mengeratkan pelukannya.

“ Aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Aku pikir aku akan kehilanganmu. Terima kasih kau masih hidup “, bisik Kris ditelinga Yuri membuat Yuri tersenyum dan berhenti memberontak.

= Clip 7 =

Donghae berjalan setelah menemui Dokter yang menangani Haeri, dia terlihat lega karena kondisi Haeri mulai membaik. Walaupun dia masih belum bisa mengetahui kabar tentang Anna, tapi dia berharap yang terbaik buat Anna. Saat akan kembali menuju kamar Haeri, Donghae tidak sengaja menabrak seorang gadis dengan pakaian pasien.

Buk!

“ Jeoseowamida, aku tidak sengaja “, ucap Donghae mencoba meminta maaf dengan sopan sambil menundukan kepalanya karena pikirannya sedang kacau sehingga dia tidak melihat arah jalannya.

“ Tidak apa – apa, aku juga tidak memperhatikan jalanku dengan baik “, ucap gadis itu yang suaranya Donghae kenal.

Donghae mencoba menatap gadis yang kini tepat dihadapannya, dia terpaku saat melihat jelas wajah gadis itu.

“ Anna? “, ucap Donghae.

“ Anna? “, gadis itu adalah Yuri, Yuri menatap Donghae yang masih terpaku melihatnya dia merasa aneh dengan sikap Donghae saat ini.

“ Maaf Tuan, anda mungkin salah orang. Nama saya Yuri bukan Anna “, Yuri mencoba menjelaskan namun Donghae masih berdiri tanpa mengatakan apapun.

“ Tuan, anda tidak apa – apa? “, tanya Yuri.

“ A… anio, Gwenchana “, jawab Donghae, Yuri kembali tersenyum dan pamit pada Donghae.

“ Kalau begitu saya permisi “, Yuri pun berjalan meninggalkan Donghae yang masih terpaku ditempatnya.

“ Yuri? Mungkinkah…. “,

To Be Continue

Satu lagi FF-ku yang baru sempat dilanjut. Gimana banyak yang baper gak di chapter ini?!!! Rumit bangetkan ceritanya #aku juga pusing but jangan lupa tinggalkan jejak mumpung semangat buat lanjut FF yang terabaikan ini. Makasih atas responnya yang begitu berharga, see you❤

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

20 thoughts on “Truth Is Hurt Clip 7

  1. Kalo yuri udah inget trus gmna donghae sma haerinya?
    Hehe, maaf ya ka aku bcanya ngacak gnii
    ah, yuri kris dongahe. Cinta segitiga mungkin ya?
    Rumit saangat
    d tunggu nextnya ka midah, fighting

  2. Yeah akhirx ff ini dilanjut jga.. Udah kangen banget sama ff yg satu. Ini gomawo Midah eonnie uda mw dilanjutin…!!
    ingatan Yul uda balik jujur aku senang liat moment KrisYul.. Berharap smpai end tetap KrisYul…

  3. Wahhh akhirnya ff ini dlanjut juga.,Wahhh makin rumit nihh ceritanya.,Yuleon sekarang udah sembuh dari amnesianya,Jadi anna itu kayaknya saudaranya yuleon kwon yoohe yng dulu hilang,Si hyoyoung itu ngebet bnget sihh pengen nikah sama kris next eonni dtunggu part slanjutnya fighting

  4. yeay setelah lama menanti akhirnya pecah telor juga. bagaimana nasib dongek sama haeri setelah yuri sembuh? mungkinkah mereka berdua bersatu? hanya author yang bersatu, ayolah kris mengalah saja biar haeri sama dongek bersatu

  5. udah hampir lupa ma fg ini….. tapi makin seru unnie …yuri unnie nya udah inget tapi kasian donghae oppa

  6. Kalo yuri udh ingt lg trus donghae sma haeri gimna dong..tpi spertiny yuri bru ingt stngh deh buktinya dia msih mau sma kris wlaupun dlu pernah disakitin smpe akhirnya kecelakaan itu..yohee itu pst anna..smg yuri ntr ingt sma donghae jdi sekalian bisa tau soal saudra kembarnya yg ilng..next part ditunggu ne eonni😊

  7. Keyeeen abizz 😀😀. Emg bkin baperr ni ff. Duhh, gk nhan sifat keayahan donghae bkin ak mewek,huhuhu 😢😢😣. Pnsaran bget ama klnjutanny. Aplgi ama kmbranny yuri. Smpet bingung ama nama kmbran ny yuri😯. Moga yulkris brsatu deh, donghae cari mama bri aja buat haeri,ikhlasin yuri buat kriss. Ttp smangat eonni kuhh 😘😘

  8. Wah… kayakx Lee midah comback neh. Ff lama akhrx dlanjtkan jg. smoga ff smua cpt dselesaikan y mbak, hwaiting ^^

  9. Wah wah yuri udah inget semua nya lagi, terus donghae gimana? terus haeri gimana? huhu penasarannnn.
    cepet dilanjut ne unnie. Fightingg!

  10. Wah akhirnya lanjutan ff ini keluar juga…. cerita makin seru aja semangat eonni bikin lanjutan nya ditunggu ya next clip nya …..

  11. yahhhh padahal lebih suka yuri hilang ingatan ,,tapi sekarang ingatannya sudahh kembali trus bgaimana dg donghae dan haeri kasihan,,,

  12. Yah udah udahan aja, padahal kutunggu momet romancenya yulhae. Setelah sekian lama ff ini di update uu. Kakak tolong tamatin ff ini cepetan krn udah ga sabar aku. Dagdigdugsher hatiku

  13. Akhirnyaaa,, ff favorit ada kelanjutannya..
    Huua~ceritanya malin greget dan rumit..
    Nasib haeri dan yurinya gimana?? Di tunggu banget kelanju tannya unnie,,

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s