Posted in Dramalife, Fanfiction, Hurt, Marriedlife, Romance, Sad

Truth Is Hurt Clip 6

truth is hurt2

 

Author : Lee Midah

Cast : Lee Donghae || Kwon Yuri / Lee Anna || Wufan Kris

Lee Haeri || Park Hyoyoung Oc

Subcast :

Choi Siwon || Im Yoona

R + 16 || Lenght Multichapter || Genre Angst Sad Love, Hurt Romance

Disclaimer

Cerita Pure milik Author sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita ini muncul dengan tiba – tiba diotak author. So Just for Fun!!! ^.~

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

Preview :

Anna menatap dirinya di cermin, dia menyisir rambutnya lembut sambil tersenyum kearah cermin didepannya. Tiba – tiba Anna melihat raut wajah bayangannya berubah dicermin. Wajahnya yang berawal terlihat sangat sedih namun perlahan berubah dan mulai menampakan senyuman, senyuman bahagia. Anna mengerutkan keningnya heran, saat tangannya hendak menyentuh cermin itu sebuah suara memanggilnya.

“ Anna! “,

 

“ Aku mungkin sudah gila “, ucap Kris menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Yuri.

Hyoyoung membuka amplop itu dan mulai membaca setiap isinya, memahaminya dan matanya membulat kaget saat mendapati sebuah catatan yang tidak bisa ia percaya.

“ Apa maksudnya ini? “,

= Clip 6 =

Meja makan kediaman Donghae pagi itu terasa hening. Anna sibuk menyiapkan makanan dengan ekspresi wajah dingin. Donghae hanya bisa mendesah pasrah karena sepertinya Anna tidak ingin berbicara dengannya saat ini.

“ Apa haeri sudah bangun? “, tanya Donghae ragu mencoba memecahkan keheningan.

“ Belum “, jawab Anna singkat.

Donghae makin menciut untuk memulai pembicaraan namun dia tidak ingin membuat Anna marah lebih lama lagi padanya. Anna mulai membereskan peralatan makan saat Donghae selesai sarapan. Tetap dalam diam, Anna berjalan menuju dapur. Dia tidak menghiraukan Donghae yang menatapnya sedari tadi.

“ Anna “, panggil Donghae lembut sambil berjalan menghampiri Anna yang sedang mencuci piring.

“ Apa kau masih marah padaku? “, tanya Donghae, yang lagi – lagi dihiraukan oleh Anna.

“ Mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu marah seperti ini. Aku hanya khawatir jika terjadi sesuatu padamu “,

Karena aku tahu, itu semua bukan hakku “, dalam batinnya Donghae sangat ingin mengatakan bahwa dia bukanlah suaminya tapi mulut Donghae ragu apa yang akan terjadi nanti jika dia jujur pada Anna.

Anna tahu Donghae memang tidak bermaksud untuk membuatnya marah, hanya saja Anna takut jika Donghae sudah tidak menginginkannya lagi. Kini Anna menatap wajah Donghae yang terlihat sedih, hatinya luluh ketika melihat ketulusan dimata Donghae.

“ Pergilah. Sebelum kau terlambat bekerja “, ucap Anna yang kini mulai melembut sambil menyunggingkan senyuman.

“ Kau tidak melakukan salah, aku saja yang terlalu sensitive “, aku Anna membuat Donghae sedikit lega, namun tetap saja ada yang mengganjal dihatinya.

“ Baiklah. Jaga dirimu. Aku titip Haeri “, Anna mengangguk dan Donghae pun pergi untuk bekerja.

 

= Clip 6 =

Hyoyoung berjalan menyelusuri sebuah lorong gedung untuk memastikan semua informasi yang didapatnya. Dia pun masuk ke sebuah ruangan dimana terdapat lemari kaca yang penuh dengan guci kecil berisi abu seseorang yang sudah tiada bersama fotonya. Tidak cukup lama ia mencari, dia berdiri tepat dihadapan sebuah guci dengan foto seorang gadis sedang tersenyum.

“ Lee…. Anna? “, bisiknya tidak tidak percaya.

“ Ja… jadi… An… Anna benar – benar sudah meninggal? “,

“ Dan… Yuri? “, Hyoyoung merasakan kakinya lemas, dia sangat syok melihat kenyataan ini.

“ Bagaimana bisa? “, Hyoyoung menutup mulutnya masih dengan wajah syok.

Flashback :

Yuri memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh, air matanya masih mengalir deras dipipinya. Dia sedih, kecewa dan marah pada saat yang sama. Bagaimana bisa tunangannya, pria yang dia cintai bermain dengan gadis lain yang tak bukan adalah sahabatnya sendiri. Dia menyusuri jalan yang tak tentu arah dengan kecepatan yang masih sama. Saat menyusuri jalan perbukitan yang dikelilingi lautan luas. Tak sadar, dihadapannya terdapat mobil silver yang berjalan berlawanan arah, namun mobil itu berada tepat di jalanan dimana mobil Yuri berpacu saat ini. Yuri yang kaget tiba – tiba langsung menurunkan kecepatannya dan membelokkan stir membuatnya menabrak penghalang jalan dan mobil Yuri pun jatuh ke laut.

Ckiiiittttttt!!!! Bruakkkkkkk!!!!

Mobil Silver itu berhenti dan sang pengemudi menengok kearah mobil Yuri yang jatuh. Dia pun menatap wajahnya di kaca spion mobilnya.

“ Mianhae Yuri. Aku tidak bermaksud melakukan ini. Hanya saja, kau memiliki hidup yang terlalu sempurna. Aku bahkan tidak bisa mendapatkan pria yang aku cintai “,

Flashback End.

= Clip 6 =

Siwon menatap wajah Donghae yang baru saja datang terlihat begitu murung. Dia pun penasaran apa yang terjadi padanya.

“ Sepertinya terjadi sesuatu “, ujar Siwon mendekati Donghae yang duduk di kursi kerjanya, Donghae hanya menghela nafas mendengar ucapan Siwon.

“ Kenapa? Soal Anna? “, Donghae mengangguk, dia begitu frustasi dengan masalah ini.

“ Aku tidak kuat Siwon “, ucap Donghae lemah, Siwon memegang pundak Donghae prihatin.

“ Semalam aku hampir saja hilang kontrol “, mata Siwon membulat kaget mendengar pengakuan Donghae.

“ Mwo?! “,

“ Aku tidak tahu apa yang merasukiku, aku hilang akal “, lanjut Donghae.

“ Kau dan dia… ? “, belum Siwon memperjelas apa yang ada dibenaknya Donghae sudah tahu maksudnya.

“ Ani, belum. Aku takut aku tidak bisa menahan diri lagi “, Siwon tahu bagaimana frustasinya Donghae, sebagai seorang pria Donghae sudah terlalu lama kesepian dan ia mengerti jika saja Donghae tidak bisa menahan dirinya pada gadis yang mirip dengan belahan jiwanya.

“ Apa kau menyukainya? “, tanya Siwon tiba – tiba membuat Donghae menoleh.

“ Maksudku, apa kau menyukainya bukan sebagai bayangan Anna? “, Donghae menatap keatas sejenak, dia juga menanyakan hal itu pada hatinya.

“ Molla “,

“ Aku sudah biasa dengan keberadaannya dan semakin hari aku semakin takut jika saja ingatannya kembali “, jujur Donghae, Siwon menerawang wajah Donghae dan dia tahu Donghae sudah menyukai Anna baru.

“ Apa kau takut karena Haeri? Atau… “,

“ Keduanya “, Siwon semakin yakin dengan perasaan Donghae.

“ Menurutku kau harus secepatnya mengatakan yang sejujurnya pada dia sebelum semuanya terlambat. Apapun yang terjadi itulah yang terbaik untuk kalian “, ucapan Siwon masuk kedalam pikiran Donghae.

Inikah saatnya bagi Anna mengetahui kejujurannya? Apa Donghae kuat mengatakannya? Apa Haeri akan baik – baik saja? Tapi jika tidak sekarang, harus berapa lama dia menunggu?

Aku harus melakukannya “, batin Donghae meyakinkan diri.

= Clip 6 =

Kris memandangi foto Yuri dari laptopnya, dia sungguh merindukan tawa, senyum dan canda Yuri. Bahkan sesekali dia tertawa mengingat masalalu indahnya bersama Yuri.

“ Aku tidak bisa melupakanmu, Yul “,

“ Aku sungguh merindukanmu “,

“ Mengapa kau pergi? Mengapa kau meninggalkan aku? “, rintih Kris sambil memegang layar laptopnya dimana Yuri tersenyum bahagia.

Tiba – tiba ponsel Kris berbunyi, dilihatnya Hyoyoung yang menghubunginya. Sesaat Kris merasa malas untuk mengangkatnya namun dia pun mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau.

“ Neh “,

Oppa, aku ingin bertemu denganmu. Temui aku di café biasa “, ucap Hyoyoung.

“ Aku sedang sibuk, kalau kau perlu bicara. Bicaralah “, jawab Kris yang tidak ingin kemana – mana.

Oppa, aku tahu kau tidak pergi kerja hari ini. Pokoknya aku akan tunggu sampai kau datang “, Hyoyoung memutuskan sambungan sebelum Kris menolaknya lagi.

“ Aku tidak bisa melanjutkan ini dengannya Yuri-ah. Aku tidak ingin menyakitinya lebih dalam lagi “, ujar Kris berbicara dengan layar laptopnya.

“ Baiklah, aku akan memutuskannya hari ini. Aku tidak ingin memberikannya harapan yang lebih karena cintaku hanya untukmu tidak ada yang lain “, Kris memutuskan untuk mengakhiri hubungan pertunangannya dengan Hyoyoung.

Kris sudah mencoba membuka hatinya, namun pikirannya belum bisa melupakan Yuri. Setiap memikirkan Yuri, Kris merasa bersalah pada Hyoyoung dan dia ingin mengakhiri semua itu. Saat ini juga, demi kebaikan Hyouyoung.

= Clip 6 =

Anna pulang setelah mengantar Haeri ke sekolahnya namun langkahnya terasa berat untuk pulang ke rumah. Dia pun memutuskan untuk berjalan – jalan sebelum pulang ke rumah. Anna menyusuri jalanan kota itu sambil sesekali membayangkan apa Donghae sering mengajaknya jalan – jalan dulu? Anna ingin sekali mengingat saat pertama kali dia bertemu Donghae, bagaimana Donghae menyatakan cinta padanya? Tiba – tiba saja, terlintas seseoerang di pikiran Anna yang membuat kepalanya sakit.

“ Akh! “, Anna tidak tahu siapa sosok itu, namun dia melihat sosok itu memberikan bunga padanya.

“ Gwenchana Agashii? “, tanya seseorang yang melihat Anna kesakitan.

“ Anio, Gwenchana. Aku hanya merasa pusing “, jawab Anna lalu berjalan kembali, tak lama Anna melihat sebuah café yang terlihat tidak asing untuknya.

“ Aku merasa pernah kesini “, ucap Anna mencoba mengingatnya.

Anna pun masuk ke dalam café yang tidak terlalu sepi itu, namun terlihat nyaman untuk Anna. Saat Anna akan mencari tempat duduk, dia melihat seseorang yang pernah dilihatnya. Anna pun memberanikan diri untuk menghampirinya.

“ Anyenghaseyo “, sapa Anna dengan senyum ramah, membuat orang yang Anna kenal itu menoleh padanya.

Terlihat wajah syok dari orang itu melihat sosok Anna didepannya, dia tidak percaya akan bertemu Anna disini.

“ Yuri “, gumam orang itu yang ternyata adalah Hyoyoung.

“ Mwo?! “, tanya Anna.

“ A…anio “, ucap Hyoyoung yang mencoba menenangkan diri, dia sungguh tahu siapa gadis dihadapannya kini.

“ Kita pernah bertemu di bandara dan di Jeju “, ucap Anna

“ neh “, Hyoyoung mencoba tersenyum kaku.

Tiba – tiba saja Kris muncul melihat Anna dan Hyoyoung di café itu, dengan mempercepat langkahnya Kris menghampiri kedua gadis itu.

“ Anna-ssi? “, ucap Kris membuat Anna dan Hyoyoung menoleh.

Oh tidak! Jangan sekarang! “, batin Hyoyoung.

“ Kris-ssi? “,

Ketiganya kini duduk dimeja yang sama, Hyoyoung menatap Kris yang sedang memandangi Anna sedangkan Anna melihat buku menu ditangannya sambil membalikkan tiap halaman buku menu itu.

“ Aku ingin es krim cokelat dengan taburan almond “, pesan Yuri saat pelayan, menunggunya memesan sesuatu.

Kris dan Hyoyoung sempat terhenyak, bagaimana mungkin Anna menyukai es krim yang sama dengan Yuri.

“ Bagaimana dengan tuan? “, tanya pelayan. Yang menyadarkan Kris dan beralih pandangan pada pelayan itu.

“ Aku juga sama “, jawab Kris, setelah pelayan itu pergi, Kris kembali mengalihkan pandangannya pada Anna.

“ Kau menyukai es krim almond? “, tanya Kris.

“ Neh? Ah… itu karena aku sangat suka saat rasa cokelat berpadu dengan renyahnya almond dilidahku. Tidak tahu kenapa rasanya sangat nikmat sekali “, jawab Anna sambil tersenyum, lagi – lagi kesamaan itu muncul lagi, Hyoyoung menggigit bibir bawahnya dia takut jika Anna semakin memperlihatkan kemiripannya dengan Yuri.

“ Oppa, tidakkah kau kesini untuk berbicara denganku? “, ucap Hyoyoung, Anna menatap Hyoyoung yang terlihat tidak nyaman dengan keberadaannya.

“ Oh? Apa aku mengganggu? “, tanya Anna merasa tidak nyaman.

“ Ani, kita bisa bicara nanti “, jawab Kris, Hyoyoung kesal dan dia ingin Anna pergi dihadapannya saat ini.

“ Oppa! “, seru Hyoyoung, dia beranjak lalu meninggalkan café itu, Kris tidak ingin menyia – nyiakan pertemuannya dengan Anna saat ini. Dia membiarkaan Hyoyoung pergi begitu saja.

“ Kau tidak bisa membiarkan pergi begitu saja. Ketika seorang gadis pergi, dia ingin kekasihnya untuk mengejarnya “, ucap Anna.

“ Tapi bagaimana denganmu? “, tanya Kris.

“ Aku tidak apa – apa “, Kris tidak punya pilihan walaupun dia ingin lebih lama bersama Anna namun akhirnya dia pergi menyusul Hyoyoung.

“ Baiklah, tapi aku akan membayar semua pesanan itu “, Kris menyimpan beberapa lembar puluhan ribu won dimeja sebelum berlalu pergi, Anna tidak sempat untuk menolaknya.

= Clip 6 =

Donghae masih meyakinkan dirinya untuk mengatakan yang sejujurnya, dia terus berpikir bagaimana caranya agar Anna mengerti walaupun dia yakin Anna akan sangat marah padanya.

“ Kau yakin, Donghae? “, tanya Siwon yang melihat dengan jelas keresahan di wajah Donghae.

Donghae menghembuskan nafasnya tidak yakin, namun cepat atau lambat semua kejujuran itu akan terungkap.

“ Aku merasa jantungku akan berhenti melihat jarum jam itu, seakan – seakan aku mempertaruhkan hidupku saat ini “, Siwon mengerti itu, Donghae ada diposisi sulit.

“ Jika kau tidak yakin…. “,

“ Ani, aku tidak ingin menundanya lagi. Semakin cepat akan semakin baik “, Siwon tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi, dia hanya berharap yang terbaik untuk sahabatnya itu.

Tiba – tiba saja ponsel Donghae berbunyi, Donghae melihat ada nomor tanpa nama tertera diponselnya. Dia sedikit mengerutkan keningnya namun dia pun menjawab panggilan itu.

“ Yeoboseyo “,

“ Lee Donghae-ssi? “, suara seorang gadis terdengar diseberang sana.

“ Neh. Nuguseyo? “, tanya Donghae.

“ Bisakah kita bertemu? “,

“ Jeosongeyo. Tapi siapa ini? “, tanya Donghae.

“ Temui aku di café xxx, ini menyangkut isterimu atau gadis yang kau anggap isterimu “, mata Donghae membulat kaget. Siapa dia? Mengapa dia membawa nama isterinya? Apa dia mengenalnya? Jantung Donghae berdegup kencang, bahkan terasa sulit untuk bernafas.

“ Baiklah. Aku akan kesana “,

= Clip 6 =

Kris kembali menghampiri Anna didalam café yang sedang menikmati es krimnya karena tidak sempat mengejar Hyoyoung.

“ Kau kembali? “, tanya Anna.

“ Neh, dia sudah pergi. Kurasa aku akan menemuinya nanti “, Anna mengangguk dan mereka pun saling bicara. Tidak tahu kenapa Kris merasa nyaman bersama Anna entah itu karena dia merindukan Yuri atau tidak Kris sudah tidak peduli.

“ Jadi dia itu tunanganmu? “, tanya Anna dan Kris mengangguk.

“ Tapi aku memiliki gadis lain dihatiku. Aku tidak bisa menggantikannya dengan gadis manapun “, ucap Kris sambil tersenyum nanar.

“ Kalau begitu kenapa kau menerima pertunangan itu? Kau tahu Hyoyoung-ssi pasti terluka “, Kris tahu itu, ucapan Anna memang benar.

“ Neh, aku sudah memutuskan untuk mengakhiri pertunangan kami. Aku harap itu yang terbaik “, Anna melihat Kris memang tidak ingin memberi harapan pada Hyoyoung, dalam hati Anna berharap yang terbaik untuk Kris.

“ Mianhae, aku harus pulang. Sudah terlalu lama aku pergi sebentar lagi Haeri harus aku jemput “, pamit Anna saat melihat jam tangannya.

“ Aku akan mengantarmu “, ajak Kris, Anna sebenarnya ingin menolak, tapi entah kenapa dia tidak bisa.

“ Neh “

= Clip 6 =

“ Lee Donghae-ssi? “, Donghae menoleh kearah suara, disana terlihat seorang gadis yang menggunakan kacamata hitam melambai padanya, dengan dada yang bergemuruh Donghae menghampiri gadis itu.

“ Silahkan duduk “, titah gadis itu dan Donghae menurutinya.

Gadis itu membuka kacamatanya sambil tersenyum pada Donghae, Donghae masih terlihat tegang dengan situasi saat ini. Apa yang diketahui gadis ini.

“ Kau tidak usah gugup. Aku hanya ingin membuat perjanjian denganmu Donghae-ssi “,

“ Perjanjian? Apa maksudmu? Dan siapa kau ini? “, tanya Donghae beruntun membuat si gadis itu tertawa.

“ Wow! Kau sungguh tidak sabar ya “,

“ Aku tidak punya waktu untuk main – main “, Donghae berdiri namun tawa gadis itu terhenti, wajahnya terlihat serius.

“ Aku tahu siapa yang kini tinggal bersamamu dan berstatus isterimu itu “, Wajah Donghae tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, namun dengan tenang Donghae mencoba kembali duduk.

“ Apa kau mengenalnya? “, tanya Donghae.

“ Neh. Tapi kau tenang saja, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun jika itu yang kau khawatirkan “, dahi Donghae mengernyit.

“ Kau boleh menganggapnya sebagai isterimu dan kalau bisa kalian pergi ke tempat yang jauh agar dia tidak bisa mengingat kembali masa lalunya “, Donghae tidak percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu, bagaimana bisa dia menyuruhnya untuk membawa Anna pergi? Untuk apa? Dan kenapa?

“ Apa maksudmu? “,

“ Aku tahu kau menyukainya kan? Bahkan kau juga berharap kalau dia bisa menggantikan isterimu yang sudah meninggal “,

“ Itu tidak benar. Aku… “, sebelum Donghae bicara gadis itu memotongnya.

“ Kalau yang aku katakana itu tidak benar, kau tidak akan menunggu selama ini untuk mengatakan siapa dia sebenarnya? Kau kasihan pada anakmu yang merindukan ibunya dan kau juga menginginkannya untuk ada disisimu “, Gadis itu benar, Donghae tidak menyangkalnya.

“ Tapi hari ini aku berniat untuk mengatakan yang sejujurnya “, ucap Donghae yang membuat gadis itu terkejut.

“ Mwo?! “,

“ Neh, aku memang sudah melakukan kesalahan tidak memberitahu yang sebenarnya tapi aku akan mengakuinya hari ini “, ucap Donghae.

“ Apa kau gila?! Jika kau melakukannya kau akan masuk penjara, kau tahu?! “, Gadis itu terlihat marah, Donghae dibuat tidak mengerti dengan sikap gadis asing itu.

“ Apa kau pikirkan tentang anakmu?! “, Donghae tahu apa yang mungkin akan terjadi, tapi hatinya ingin mengungkapkan kejujuran itu.

“ Aku tahu, tapi aku tidak bisa menahannya hanya karena keadaan anakku, itu haknya untuk kembali pada jati dirinya lagi “,

“ Jangan! Jangan lakukan itu! Aku akan memberikanmu biaya untuk pengobatan anakmu di Singapore. Aku akan mengenalkanmu pada Dokter ahli disana “, tawar gadis itu terdengar putus asa, Donghae merasa ada yang salah dengan gadis ini.

“ Siapa kau sebenarnya? Dan mengapa kau tidak ingin dia kembali? “, tanya Donghae.

“ Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang jelas aku bisa menjamin kesembuhan puterimu “

Sebenarnya siapa dia? Mengapa dia ingin Anna tidak kembali? “,batin Donghae.

“ Bagaimana? Apa kau akan melakukan apa yang aku suruh? “, tanya gadis itu melihat Donghae yang terdiam, dia yakin Donghae pasti menerimanya.

“ Anio, aku menolaknya “, ucap Donghae, membuat raut wajah gadis itu kecewa dia pun kini berdiri untuk pergi dari tempat itu.

“ Ya! Kau tidak ingin puterimu sembuh? Kau ingin dia menyusul ibunya? “, Donghae berhenti sejenak, dia ingin Haeri sembuh tapi tidak dengan mengorbankan kehidupan Anna walaupun dia berharap Anna bisa bersamanya.

“ Aku yakin kau akan berubah pikiran. Kau bisa menghubungiku lagi “, ucap gadis itu seraya dengan menghilangnya Donghae di balik pintu café.

“ Sial! Lee Donghae kau bodoh! Kau pasti menyesal jika tidak menuruti ucapanku “, maki gadis itu.

= Clip 6 =

Anna melihat Donghae yang terus memikirkan sesuatu, dia merasa Donghae pasti memiliki masalah di tempat kerjanya. Dengan secangkir teh hangat ditangannya, ia menghampiri Donghae yang masih terlihat bingung.

“ Apa yang kau pikirkan? “, tanya Anna sambil duduk disamping Donghae.

“ Neh?! “, seakan tersadar Donghae menoleh kearah Anna.

“ Sejak pulang kau terlihat murung, apa ada masalah di tempat kerjamu? “, Anna menatap lembut Donghae seakan meminta Donghae untuk membagi masalahnya.

“ Ani, aku hanya sedang memikirkan sesuatu “,

“ Apa itu? “, Tanya Anna penasaran.

Inikah waktunya untuk aku mengatakan semuanya? “, batin Donghae menatap wajah Anna yang menunggu jawaban darinya, tapi perkataan gadis dicafe itu masih terngiang di kepalanya. Donghae bergelut dengan hati kecilnya sampai dia yakin apa yang akan dia katakana saat ini.

“ Anna, aku ingin mengatakan yang sejujurnya padamu. Aku harap kau bisa mengerti dengan semua yang aku katakan nanti. Aku tidak berharap kau akan memaafkanku. Tapi sebenarnya… “, belum Donghae mulai bicara tiba – tiba terdengar suara Haeri yang berteriak membuat keduanya kaget.

Tanpa pikir panjang, keduanya menghampiri Haeri dan menemukan Haeri yang terlihat kesakitan memegang kepalanya erat.

“ Appa! Sakit! “, seru Haeri.

“ Waeyo Haeri?! Kepalamu sakit?! “,

“ Appayo! “,

“ Donghae, kita harus membawa Haeri ke rumah sakit saat ini juga “, ucap Yuri cemas.

“ Baiklah, kita pergi sekarang. Bertahanlah Haeri! “, Donghae menggendong Haeri dan membawanya ke rumah sakit, mereka menunggu dengan cemas Dokter yang menangani Haeri.

“ Puteri anda tidak apa – apa, sakit kepala yang dirasakannya hanya sebentar itu hanya efek dari kankernya. Namun saya menyarankan agar kalian bisa membawanya ke rumah sakit yang memiliki Dokter ahli sehingga Haeri bisa sembuh sebelum kankernya semakin parah “, Hati Donghae bak di hantam mendengar penjelasan Dokter, dia menoleh pada Anna yang juga sedih mendengar berita itu apalagi melihat keadaan Haeri yang kesakitan membuat hatinya semakin sakit.

Apa yang harus aku lakukan? “, batin Donghae.

Tiba – tiba Donghae teringat akan ucapan gadis tadi siang yang dia temui, haruskan dia menerimanya atau tidak? Anna menggenggam tangan Donghae mencoba memberinya kekuatan. Donghae butuh itu, dia bersyukur saat ini ada Anna disampingnya. Dia pun mencium tangan Anna dan Anna bisa merasakan bagaimana beratnya apa yang dihadapi Donghae saat ini.

“ Terima kasih, karena kau menemaniku disini “, gumam Donghae menarik bahu Anna dan memeluknya erat menumpahkan semua beban yang sedang ditanggungnya Anna membalas pelukan Donghae, dia berharap bisa meringankan beban Donghae walau hanya sedikit.

Maafkan aku “, batin Donghae sedih.

= Clip 6 =

Anna mendengar pembicaraan Donghae dengan Siwon, dia juga mendengar Donghae mencoba meminta bantuan pada Siwon untuk memberikan gajinya dimuka. Anna ingin membantu, dia ingin mencoba mencari pekerjaan untuk membantu Donghae. Karena bagaimana pun Haeri juga anaknya yang harus dia perjuangkan untuk kesembuhannya. Saat Anna duduk di bangku halte sambil menunggu bis, tiba – tiba sebuah mobil yang tidak asing untuknya berhenti tepat didepannya.

“ Anna-ssi? “, si pemilik mobil itu keluar menghampiri Anna.

“ Kris-ssi? “,

“ Kau sedang apa disini? “, tanya Kris, Anna bingung harus menjawab apa karena dia juga tidak tahu apa yang akan dia lakukan.

Didalam mobil, Kris mencuri – curi pandang pada Anna yang sedang larut dalam pikirannya, dia tahu Anna pasti memikirkan sesuatu.

“ Jika kau ingin cerita, aku bisa mendengarkannya “, ucap Kris memecahkan keheningan.

“ Neh?! A… anio “, Kris tahu mereka tidak saling dekat untuk bercerita tentang masalah pribadi tapi hatinya ingin sekali mengetahui banyak tentang gadis yang mirip Yuri itu.

“ Apa ada yang bisa aku bantu? “, tanya Kris berharap Anna ingin bercerita sedikit tentang masalahnya.

“ Hmm “, Anna menggigit bibir bawahnya, dia tidak enak hati jika harus meminta bantuan pada Kris, tapi dia sangat butuh sekali bantuan saat ini.

“ Kris-ssi, apa kau memiliki pekerjaan? “, tanya Anna membuat Kris mengernyitkan dahinya,

“ Anio, maksudku. Aku sedang mencari pekerjaan tapi aku tidak tahu harus kemana “, Kris akhirnya mengerti maksud Anna.

“ Jadi kau ingin bekerja? “, Anna mengangguk, Kris berpikir sejenak namun dia akhirnya tersenyum.

“ Aku memiliki seorang teman baik, dia memiliki sebuah Hotel. Aku akan coba bertanya padanya, siapa tahu dia bisa memperkerjakanmu “, ucap Kris membuat Anna tersenyum penuh harap.

“ Jinjja?! “, Kris mengangguk dan entah kenapa dia sangat bahagia melihat senyum merekah dibibir Anna.

Aku merindukan senyum itu “, batin Kris.

Keduanya pun pergi ke hotel dimana teman Kris berada, dia pun menjelaskan maksud dan tujuannya pada temannya itu. Anna terlihat gugup melihat wajah teman Kris itu yang menatapnya dari atas kepala hingga kaki.

“ Baiklah. Mulai besok kau bisa bekerja disini Anna-ssi “, ucap teman Kris yang bernama Kim Suho.

“ Neh, kamshamida Mr. Kim “,

“ Panggil saja aku Suho, karena kau teman Kris berarti kau temanku juga “, ucap Suho dengan raut wajah yang ramah.

“ Gomawo “, ucap Kris yang dibalas kedipan mata dari Suho.

“ Aku benar – benar terima kasih, Kris-ssi. Berkatmu aku bisa mendapat pekerjaan “. Anna terlihat sangat senang, Kris hanya membalas dengan senyuman karena dia juga merasa senang.

“ Anna-ssi, bisa kau tunggu sebentar. Aku akan ingin ke toilet  “, pamit Kris membuat Anna mengangguk.

Setelah Kris pergi Anna berjalan melihat sekeliling Hotel itu, dia senang karena mulai besok dia akan bekerja disini. Anna berjalan menyusuri lobi menuju taman Hotel dimana terdapat kolam renang yang begitu besar. Tentu saja, Hotel itu adalah Hotel bintang 5 yang biasa datangi turis local dan asing yang sedang liburan disana. Tiba – tiba seorang anak berlari kearah Anna dan tidak sengaja mendorong Anna membuatnya terjatuh kedalam kolam renang besar itu. Anna masuk kedalam air, tiba – tiba saja bayangan mobil yang berlaju kencang dihadapannya muncul,

Ckiiiiiittttt!!! Bruakkkkk!!!

Suara hantaman itu terdengar jelas ditelinga Anna. Anna yang panik tidak bisa mengatur nafasnya, dia meronta meminta pertolongan, bayangan demi bayangan muncul dikepalanya membuatnya semakin lepas kendali. Anna seperti tercekik didalam air sampai seseorang menarik tangannya dan Anna tidak tahu siapa dia. Anna pun merasakan seseorang mencoba membangunkan, tenaganya habis dan nafasnya sungguh sulit sampai dia pun hilang kesadaran.

“ Anna! “

“ Anna! Bangun! “,

“ Anna! “,

To Be Continue

Huuaaaahhhhhhh lamanya lanjut ff ini, sampai nunggu setahun hahahaXD Mian ya para readers, aku baru bisa melanjutkannya. Maklum sebagai ibu, saat ini sulit untuk menulis ff lagi. Namun aku sudah bertekad melanjutkan semua ff on going yang belum tamat, Moga suka jangan lupa RCL ya.See you All ^^V

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

18 thoughts on “Truth Is Hurt Clip 6

  1. aahh akhirnya dilanjut jg eon ff-nya🙂 … kyknya yuri bakal inget nih setelah jatuh k kolam … itu c hayoung jahat amat c dasar siluman rubah ckcckckck ..d tunggu part selanjutnya ya eonni🙂

  2. hampir lupa sama critanya…sih eon..jd baca ulang part sblmnya…
    aduh…apa jgn2…yuri bakaln inget lagi semuanya…
    eon…kok bnyk ff yg g bisa d buka..
    ok eon…ditunggu lnjutanny

  3. Hallo unnie aku readers baru salam kenal🙂😀
    ffnya keren unnie, tapi agak bingung ama alurnya, soalnya belum baca dari awal😀
    next unnie, di tunggu kelanjutannya…🙂

  4. Akhirnya ni ff ada kelanjutannya😀
    Aaah makin greget eonni ffnya, haduh padahal bentar lagi Donghae jujur eh haeri malah menjerit kesakitan.
    Huuaa next eonni, di tunggu kelanjutannya,,,

  5. akhirnya setelah sekian lama nunggu, chapter selanjutnya di post hehe🙂
    penasaran akhirnya Yuri sama siapa hehe🙂
    eonni aku udaj ngirim lanjutan ff aku ke eonni hehe makasih🙂
    eonni fighting haha😀

  6. Akhirnyaaaa update juga eonnie 😁
    Udah lama banget yahhh 😢
    Yuri sama donghae aja pleaseeee
    Kasian haerinyaaa
    Good job eonnie, next chapter jangan lama2 ya eonnie

  7. Yehet ,,akhirnya ada kelanjutannya ni ff😀
    u,u makin seru eonni ,kasian haenya pasti dia bingung banget tuh antara Haeri atau jujur.,
    pas baca kaya ada baper2nya😀
    Next eonni, di tunggu chap selanjutnya🙂

  8. aduh… lagi seru serunya malah tbc… aku kasian banget sama kris, berharap yuri bakal balik lagi sama kris. tapi, donghae juga kasian banget… arghhh bingung! anna nggak mungkin balik lagi kan? aku berharap happy ending aja deh. ditunggu next chapter. Fighting!!! ^^

  9. Aduh ~ Hae pasti bingung bgt😐
    klw misalkan ingatannya Yuleon kembali, kasihan dong Hae+HaeRi, tpi Kris kasihan jg sih😐
    d.tnggu nextnya eon ^^

  10. wah welcomeback. seneng aq semua author ff yuri pada kambek… aq nungguin ff ini bgd ni sama yg yulhae satu lagi. semangat ya lanjutinnya… endingnya yulhae apa yulkris ni? lagi ngefeel ama yulkriss saiia. haha

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s