Posted in Attention!, Freelance, Hurt, Romance, Sad

[Freelance] Please…Forgive Me

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^

image001

Present by I am Yurisistable | Art/Poster by Jungleelovely

Cast : Kwon Yuri, Kyuhyun | Lenght : Oneshoot | Rating : 18+ nc | Genre : Sad, Romance, Hurt

 

FF ini terinspirasi dari sebuah lagu. Trus aku tambah – tambahin deh ceritanya biar lebih menarik. Semoga suka ya… ^^

HAPPY READING… ^_^

Author pov.

NeungGok High School…

“ Yaaak… kalian mau membawaku kemana?, kenapa kalian menarikku seperti ini?” Tanya yuri pada ketiga temannya yang sedang menyeretnya ke suatu tempat yang yuri tidak tahu.

“ Ishh… diamlah, sebentar lagi juga kamu akan tau yul, ini surprise. Kamu pasti senang.” Ujar salah satu temannya yang bernama hyoyeon. Yoona dan sooyoung yang mendengarnya pun ikut tertawa melihat yuri yang begitu penasaran dan kesal dalam waktu yang bersamaan. Ekspresi wajahnya sangat lucu.

Beberapa menit kemudian sampailah mereka di taman belakang sekolah yang luas dengan banyak pepohonan dan bunga-bunga yang indah. Tapi, tidak hanya itu. Seorang namja terlihat sangat gugup dengan sebuket bunga berwarna warni di tangannya.

“Nah, itu dia surprisenya” ujar yoona sambil tersenyum penuh arti. Yuri melihat kearah yang ditunjukkan oleh yoona. Tapi karena masih dalam jarak yang jauh, yuri belum dapat melihat dengan jelas siapa namja itu. Sedangkan hyoyeon, sooyoung dan yoona masih tetap menariknya mendekati namja itu.

Ketika mereka sudah berada di jarak yang dekat, yuri melebarkan matanya karena kaget dan tidak menyangka ketiga temannya membawanya kepada namja yang diam-diam selalu dia perhatikan dan selalu mengisi hatinya. Yuri kalang kabut ingin melepaskan diri dari cengkraman teman-temanya tapi tidak bisa.

“Kyu, kyuhyun sunbae?, apa yang kalian lakukan? Jangan bawa aku kesana jebal…”. Yuri meronta-ronta mencoba melepaskan diri. Dia benar-benar ingin kabur dan menjauh dari namja itu. Entah kenapa, jika melihat namja itu perasaan yuri terasa kacau balau, Salah tingkah dan hatinya berdebar tidak karuan.

“Sudahlah yuri, jangan meronta-ronta seperti ini. Kami tahu kalau sebenarnya kau menyukai kyuhyun sunbae bukan? Jadi jangan menyiksa dirimu sendiri dengan memendam perasaanmu itu. Ini kesempatan yang bagus arra?” ucap sooyoung yang benar-benar mengerti perasaan yuri yang sebenarnya. “Tapi tidak sekarang sooyoungie… aku malu…” mohon yuri.

Tapi terlambat, sekarang mereka sudah benar-benar berada di hadapan namja itu. Cho kyuhyun, Namja tampan dengan segudang prestasinya di sekolah. Dia juga adalah seorang siswa dari keluarga terpandang. Itulah yang membuat yuri menyembunyikan perasaannya dan mencoba menghindar darinya. Karena yuri tidak mau berharap banyak akan perasaannya. Yuri hanyalah yeoja dari keluarga yang sederhana.

“Sunbae, tugas kami sudah selesai. Kami sudah membawakan yuri kehadapanmu. Selanjutnya lakukan tugas sunbae. Kami pergi dulu nde…” ucap hyoyeon dengan semangat. “ lakukan dengan sebaik-baiknya sunbae, fighting!” ucap yoona sambil tersenyum dan mengangkat tangannya memberi semangat kepada kyuhyun. “ Nde, gumawo yoona-yah, hyoyeon-ah, sooyoung-ah”. Sambil tersenyum dan mengedipkan matanya kepada mereka. Yuri hanya ternganga melihat ketiga temannya dengan santai berbicara kepada kyuhyun karena dia tidak tahu kapan mereka mulai akrab dengannya. “ Yuri-ya… kami tinggal dulu ne, bicaralah dengan kyuhyun sunbae. Kata sooyoung sambil tersenyum kepada yuri dan menepuk bahunya. Lalu terdengar suara yoona dan hyoyeon yang cekikikan tertawa di belakangnya sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.

“Yaaak, tunggu! Kenapa kalian meninggalkan aku…”. Teriak yuri hendak pergi mengejar ketiga temannya. Karena dia malu dan tidak bisa mengontrol debaran jantungnya jika dia hanya berdua saja dengan namja di hadapannya ini.

Tapi, dengan cepat dan lembut kyuhyun menggapai tangan yuri untuk mencegahnya pergi hingga membuat yuri dengan reflex berhadapan dengan kyuhyun. Untuk beberapa detik mata mereka bertemu. Yuri benar-benar tenggelam dalam pesona mata kyuhyun yang tajam namun hangat. Begitupun sebaliknya dengan kyuhyun, Hatinya berdebar dengan kencang ini pertama kalinya mereka bertatapan seperti ini.

Seakan tersadar dari hal itu, yuri langsung menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang ia yakini sudah merah merona sekarang. “ Su, sunbae… a, apa yang kau lakukan?” Tanya yuri dengan gugup.

“Oh, mian… a, aku tidak bermaksud apa-apa” ucap kyuhyun yang kemudian melepaskan tangannya dari tangan yuri . “Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu” lanjut kyuhyun yang juga salah tingkah di hadapan yuri.

“Padaku?, sunbae mau mengatakan apa padaku?” Tanya Yuri bingung.

Kyuhyun terlihat berpikir sejenak kemudian dengan tiba-tiba kyuhyun sudah berlutut di hadapan yuri sambil mengacungkan buket bunga yang dibawanya ke hadapan yuri. Yuri yang melihat itu menutup mulutnya karena kaget dan tidak menyangka seorang Cho kyuhyun sedang berlutut dihadapannya dengan sebuket bunga yang indah ditangannya.

“Su, sunbae. Apa yang kau lakukan?” Tanya yuri terkejut. Ia sempat melirik ke sekelilingnya. Dan terlihat murid-murid lain yang tadi terlihat sedang menikmati waktu istirahatnya sekarang sedang menikmati adegan kyuhyun yang berlutut di hadapannya. Yuri benar-benar merasa malu dan ingin segera melarikan diri dari taman itu. Tapi, tubuhnya tidak bisa digerakkan. Hatinya juga ingin tetap menatap wajah namja itu dari dekat seperti sekarang.

“ Yuri-ah… maukah kau menjadi yeojachinguku? Sudah lama aku memperhatikanmu. Tapi, aku tidak punya nyali untuk mendekatimu. Karena kau selalu menutup diri dan seperti menghindar dariku. Selama ini aku menjadi namja yang cuek kepada wanita karena hatiku tidak bisa berpaling ke yeoja lain selain dirimu. Yuri-ah jeongmal Sahrange…” ucap kyuhyun dengan tegas dan lembut.

“M, mwo?” Jantung yuri terasa berhenti, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Perasaan bahagia, terharu, malu, takut bercampur menjadi satu. Tapi, dia tidak bisa memungkiri bahwa dia juga mencintai namja yang bernama Cho kyuhyun ini.

“Aku tau, kau pasti terkejut dengan pengakuanku yang tiba-tiba ini. Tapi, aku butuh jawabanmu sekarang. Sebulan lagi aku akan lulus dari sekolah ini. Mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi jadi, Aku tidak mau menyesal nantinya. Aku ingin tahu jawabanmu agar aku tahu harus berbuat apa nantinya.”

Yuri dapat melihat keseriusan di mata kyuhyun dan merasa terharu. Di dalam hatinya dia benar-benar sudah berteriak menjawab iya. Tapi entah kenapa mulutnya kelu tidak bisa mengucapkannya.

“Yuri-ah…!. ayo jawab. kami tahu kau juga menyukainya kan? jadi jangan buang kesempatan ini” teriak hyoyeon. “Nde… terima saja… jangan sampai kau menyesal. ayolah…!” lanjut yoona. “ kalau kau tidak menjawab, biar aku yang menjawabnya” sambung sooyoung yang langsung mendapati pelototan dari hyoyeon dan yoona. “ Waeyo??? Aku kan hanya bercanda” jawab sooyoung cuek. Hyoyeon dan yoona hanya menghela nafas melihat tingkah temannya itu. Ternyata mereka tidak langsung pergi tapi malah bersembunyi di balik semak-semak untuk melihat kyuhyun dan yuri.

Setelah mendengar semangat dari teman-temannya, hati yuri terasa lebih ringan. Ia menoleh lagi menatap kyuhyun yang masih berlutut di hadapannya. Kemudian yuri memberikan senyum terbaiknya dan mengambil buket bunga itu. Mencium wanginya dan …

“ Ne, aku mau menjadi yeojachingumu sunbae. Nado sahrange.” jawab Yuri yang segera menutupi wajahnya dengan buket bunga itu karena malu, sedangkan kyuhyun yang masih tidak percaya segera berdiri dan menatap yuri yang menunduk malu dengan wajah yang merah merona. Kyuhyun tersenyum dan reflex memeluk yuri dengan sangat erat. Untuk kesekian kalinya yuri dibuat terkejut oleh kyuhyun. Tapi akhirnya dia tersenyum malu dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang kyuhyun.

Hyoyeon, yoona dan sooyoung berteriak bahagia dan berpelukan. Mereka ikut merasakan kebahagiaan yuri. Murid-murid yang lain tidak mau ketinggalan. Mereka juga memberikan sorakan-sorakan selamat kepada pasangan baru itu.

***

Chung-Ang University…

“Oppa, aku sangat gugup. Bagaimana kalau aku tidak lulus?, aku tidak akan bisa satu kampus denganmu” Ucap Yuri yang terlihat cemas.

“Tenang saja aku yakin kamu pasti lulus. Jangan takut seperti itu chagi…” ucap kyuhyun yang menenangkan kekasihnya Kwon Yuri.

“Ishhh… kenapa oppa yakin begitu? Bagaimana kalau aku tidak lulus? Padahal aku benar-benar balajar dengan giat untuk masuk di universitas ini agar bisa satu kampus denganmu”.

“Kau kan murid yang pintar, jadi optimislah”

“Aku kan pintar waktu di sekolah, berbeda dengan universitas. Banyak orang pintar yang akan mencoba masuk ke universitas ini. Ini kan universitas paling terkenal di korea. Oppa, kenapa kau terlihat tenang-tenang saja? Apa kau senang kalau aku tidak lulus?” yuri sangat sebal dengan kyuhyun yang terlihat cuek padanya.

“Mwo? Anio… siapa bilang aku tidak perduli padamu?. Oke, kalau tidak percaya bagaimana kalau kita taruhan?” tantang kyuhyun pada yuri.

“Maksud oppa apa, taruhan bagaimana?”. Yuri bingung dengan kyuhyun yang tiba-tiba mengajaknya bertaruh.

“Kalau kau tidak lulus, kau boleh minta apapun dariku. Termasuk keluar dari universitas ini dan ikut denganmu masuk universitas lain.”

“Mwo?? Aku tidak mungkin meminta oppa melakukan hal seperti itu, aku bukan yeojachingu yang manja.”

Kyuhyun tersenyum mendengar perkataan yuri. Kemudian mengacak-acak rambut yuri dengan lembut. Dia benar-benar bangga dengan yuri dan hatinya tidak salah mencintai seorang Kwon Yuri.

“Kau tahu, aku sangat bahagia kau menjadi kekasihku. Kau tidak pernah egois. Kau selalu mendahulukan kepentingan orang dari pada dirimu sendiri. Kau seperti malaikat.

Yuri tersenyum mendengar perkataan kyuhyun kemudian menepuk lengannya.

“Gombal, jangan berkata seperti itu. Cepat katakan, apa mau oppa kalau misalnya aku lulus??” Tanya yuri yang mengalihkan pembicaraan karena ia benar-benar malu dan wajahnya sudah merona mendengar perkataan kyuhyun.

“Hmm…” kyuhyun terlihat berpikir kemudian membisikkan sesuatu kepada yuri.

“Give me a kiss”

DEG…

Jantung yuri terasa berhenti mendengar ucapan kyuhyun. Ia tidak menyangka kyuhyun akan meminta hal itu kepadanya. Selama setahun mereka berpacaran mereka memang tidak pernah melakukannya. Setelah kyuhyun lulus dari SMA, mereka memang jarang bertemu. Kyuhyun melanjutkan studinya di Seoul sedangkan yuri berada di Busan masih melanjutkan sekolahnya. Mereka hanya berkomunikasi lewat handphone atau online. Ketika kyuhyun libur, dia menyempatkan diri untuk pulang dan bertemu dengan yuri.

Setelah lulus sekolah, yuri juga mencoba mendaftarkan diri masuk ke Chung-ang university mengikuti kekasihnya dan disinilah mereka sekarang. di sebuah taman yang sangat luas. Dimana para mahasiswa menghabiskan waktu untuk belajar, berkumpul dan berkencan. Mengingatkan mereka akan taman sekolah mereka dulu.

Beep…Beep..Beep…Beep…

Tiba-tiba suara handphone yuri berbunyi dan menyadarkan yuri dari keterkejutannya. Dengan segera membuka pesan yang masuk.

“Kwon Yuri. No. test O5.411.071. Selamat anda LULUS”

“Kyaaa…. Oppa… aku lulus! Aku lulus! Kyaaaaaa…!”

Yuri berteriak sambil melompat-lompat karena bahagia akhirnya ia bisa masuk di kampus impiannya.

Kyuhyun tersenyum melihat yuri yang masih melompat-lompat seperti anak kecil di depannya. Tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihatnya.

“ehm… jadi, aku menang taruhan?” ucap kyuhyun tiba-tiba membuat tawa yuri menghilang begitu saja.

Yuri yang mengerti maksud kyuhyun langsung tergagap. “Ta, tapi aku belum bilang setuju oppa…” ucap yuri gugup.

“Taruhan tetap taruhan, kau harus memenuhi permintaanku” ucap kyuhyun yang langsung maju mendekati yuri. Melihat kyuhyun yang berjalan ke arahnya membuatnya mundur selangkah demi selangkah hingga ia menabrak pohon dibelakangnya. Kyuhyun semakin maju ke arahnya dan mendekatkan wajahnya kepada yuri. Tapi…

“Oke, oke, tapi biar aku yang menciummu oppa, otte?” Tanya yuri gugup.

Kyuhyun memundurkan wajahnya kecewa lalu menggumam karena sebentar lagi dia pasti sudah dapat mencium kekasihnya itu. “Hmmm… Oke”

“Tapi, oppa tutup mata nde?”

“kenapa aku harus tutup mata?”

“Oppa tutup mata atau No Kiss?”

“Aisshhh… Arasso” kyuhyun menuruti permintaan yuri kemudian menutup matanya.

Yuri tersenyum geli melihat kyuhyun. Kemudian ia pun mendekatkan wajahnya ke kyuhyun pelan-pelan. Jantungnya berdebar dengan cepat dan…

CUP…

Sebuah kecupan mendarat di pipi kyuhyun. Yuri langsung berbalik hendak berlari karena malu, tapi tangannya tertarik secara tiba-tiba hingga membuatnya berbalik lagi dengan cepat dan kemudian ia merasakan benda kenyal dan lembut menempel di bibirnya. Kyuhyun menciumnya tepat di bibir. Jantungnya berdetak dengan cepat. Tubuhnya terasa melayang. Ini adalah ciuman pertamanya dan Waktu terasa berhenti.

Kyuhyun kemudian melepaskan ciumannya dan menatap yuri yang masih shock dan matanya masih terbuka dan lebar. Kyuhyun tersenyum dan memanggilnya.

“Yuri, Yuri, Kwon yuri… chagia… sadarlah, kalau kau tidak sadar juga aku akan menciummu lagi” ucap kyuhyun dengan smirknya.

“A, anio, aku mendengarmu” ucap yuri segera setelah mendengar ancaman kyuhyun padanya. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona.

“Ayo kita makan, setelah itu aku akan mengantarmu pulang.” Ajak kyuhyun masih dengan senyumnya seakan tidak terjadi apa-apa.

“O-oh, nde”, ucap yuri masih dengan kegugupannya.

Kyuhyun segera meraih tangan yuri dan menggenggamnya erat sehingga membuat yuri nyaman.

***

“Tiit…tiit…tit…tit…tit… Ceklek”

“Kenapa gelap?, Apa dia sedang tidak ada?, tadi dia yang menyuruhku ke sini?” gerutu kyuhyun ketika masuk ke apartemen yuri, karena tadi sore yuri menyuruhnya untuk datang ke apartemennya jam 8 malam. Tapi kyuhyun malah mendapatkan apartemen yuri dalam keadaan gelap seperti ini. Kyuhyun mencoba meraba-raba tombol lampu yang ia yakini ada disebelah pintu. Saat menemukannya ia kemudian menekan tombol lampu dan apartemen itu pun menjadi terang benderang.

“DOOR….”

“SURPRISE…!!!”

“Sengil Chukka Hamnida Oppa…!!!”

Kyuhyun benar-benar terkejut dengan yuri yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya dengan kue tart di tangannya sambil bernyanyi lagu ulang tahun untuknya. Yah hari ini adalah hari ulang tahun kyuhyun dan yuri sudah mempersiapkan semuanya.

“Oppa, ayo pakai topinya lalu tiup lilinnya”. Ucap yuri yang lalu membantu kyuhyun memasang topinya. Kyuhyun tersenyum dan mengelus kepala yuri. Dia benar-benar bahagia dengan kejutan ini. Rasa cintanya kepada yuri sepertinya bertambah setiap waktunya. Saat kyuhyun akan meniup lilinnya, tiba-tiba yuri menghentikannya.

“Eitsss… oppa tunggu dulu. Kau harus membuat permintaan dulu baru meniup lilinnya. Ayo, pejamkan matamu oppa kemudian make a wish.” Ucap yuri semangat.

“Arasseo…” kata kyuhyun. Kemudian kyuhyun memejamkan matanya dan membuat sebuah permintaan. Yuri tersenyum melihat kyuhyun yang sedang membuat permintaannya dengan penuh hikmat. Setelah selesai, kyuhyun membuka matanya dan kemudian meniup lilin-lilin itu.

“Yeaaay…. Oppaa… Sengil Chukkae, sekarang ayo kita potong kuenya”.

Yuri mengajak kyuhyun untuk duduk di sofa apartemennya dan menaruh tart itu di atas meja. Kemudian Kyuhyun segera memotong kuenya kemudian menyuapinya ke yuri. Yuri segera membuka mulutnya dan menerimanya dengan senang hati.

“Gumawo oppa…” ucap yuri sambil tersenyum kepada kyuhyun. Kyuhyun balas tersenyun dan mengacak-ngacak rambut yuri penuh sayang.

“Hmmm…Chagiya, kadoku mana?” Tanya kyuhyun tiba-tiba.

“Kado?, bukankah surprise ini adalah kadoku?” jawab yuri bingung.

“Aisshhh… aku juga ingin kado bukan surprise ini saja”. Balas kyuhyun

“Ooh, Mian oppa, aku tidak tahu. Apa kau sedang menginginkan sesuatu?”. tanya yuri.

Kyuhyun pura-pura memasang wajah yang terlihat sedih dan kecewa. Yuri yang melihat reaksi kyuhyun pun merasa tidak enak. “Oppa, mianne… besok aku belikan ya… jangan marah. Jebal…” rayu yuri agar kyuhyun tidak marah dengannya. Kyuhyun ingin sekali tertawa mendengar yuri. Tapi, dia harus tetap melanjutkan aktingnya. Sebenarnya dia tidak mengharapkan yuri memberikan apapun kepadanya. Yuri selalu berada di sampingnya saja itu sudah cukup.

“Oppa, kau masih marah?” Tanya yuri lagi karena melihat kyuhyun yang diam saja kepadanya. Benar saja kyuhyun tetap diam tak menjawabnya.

Tiba-tiba saja dengan penuh keberanian yuri menarik wajah kyuhyun agar melihatnya dan mencium kyuhyun tepat di bibirnya. Kyuhyun membelalakkan matanya karena terkejut. Ia tidak menyangka yuri berani menciumnya duluan. Ini adalah ciuman kedua mereka setelah di taman kampus waktu itu.

Yuri segera menarik wajahnya melepaskan ciumannya kemudian menatap kyuhyun dengan malu-malu.

“Oppa, jangan marah lagi ne? Kau mau apa? Aku akan membelikannya untukmu.” Ucap yuri lagi.

Kyuhyun yang mulai tersadar bahwa yuri sudah melepaskan ciumannya pun kembali menarik tengkuk yuri dan melumat bibir yuri. Bukan ciuman biasa tapi ciuman yang dalam dan panjang.

Kini giliran yuri yang terkejut dengan kyuhyun. Tetapi setelah itu, ia menutup matanya dan membalas setiap lumatan bibir kyuhyun padanya.

“Hmpph… Opph, hmpph…” Yuri berusaha melepaskan ciuman kyuhyun padanya. Tapi kyuhyun tetap saja melumat bibir manis yuri yang hampir kehabisan nafas. Yuri akhirnya mendorong dada kyuhyun hingga ciuman mereka terlepas. Kyuhyun pun melepas ciumannya walau dia merasa enggan. Ia menatap wajah yuri yang tersengal-sengal karena ciumannya. Bibirnya terlihat membengkak tapi itu malah membuatnya gemas dan ingin menciumnya lagi. Tapi, ia tidak mungkin melakukannya. Ia tidak mau yuri takut dan berpikiran yang tidak tidak terhadapnya. Entah apa yang dipikirkan kyuhyun. Ia merasa menjadi namja yang mesum sekarang.

“Eoh… Oppa, kau ingin membunuhku?” tanya yuri yang masih berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

“Mianhe, aku tidak bisa mengontrol diriku. Mianhe, jeongmal mianhe”. Sesal kyuhyun. “Tapi, aku sudah mendapatkan kadoku sekarang” ucap kyuhyun dengan senyumnya. Wajah yuri memanas mendengarnya karena malu. Ia hanya bisa menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merona merah.

Kyuhyun lalu menarik yuri ke dalam pelukannya. Membuat yuri senyaman mungkin dalam dekapannya. Yuri membalasnya dengan melingkarkan tangannya ke pinggang kyuhyun. Ia dapat merasakan dan mendengar suara degup jantung kyuhyun dan menghirup aroma maskulin namja itu yang membuatnya sangat nyaman.

“Oppa, apa aku boleh menanyakan sesuatu?” tanya yuri yang masih dalam dekapan kyuhyun.

“Bukankah kau sedang bertanya?” gurau kyuhyun.

“Oppa, aku serius…”. yuri merenggut kesal dan menepuk dada kyuhyun.

“Arrayo… tanyalah semua yang ingin kau tanyakan kepadaku chagi…”

“Hmm… aku penasaran, kenapa dulu oppa yakin sekali kalau aku akan lulus masuk Chung ah university?” tanya yuri penasaran.

“Itu… karena sebelumnya aku sudah menanyakan kelulusannu pada kenalanku di bagian administrasi. Heheheee…” jawab kyuhyun sambil tertawa.

“M-mwo???” yuri langsung melepaskan pelukannya kepada kyuhyun.

“ Jadi, oppa sudah tahu dan membuatku gugup setengah mati dan… oppa sengaja membuat taruhan itu supaya oppa bisa menciumku? Oppa, kau benar-benar curang”.

“Ha…ha…ha… aku memang sengaja. Aku suka melihat ekspresimu yang merenggut dan gugup” Jawab kyuhyun sambil tertawa yang menyebalkan menurut yuri.

“Yak… Oppa. Kemari kau…!

Yuri memberengut kesal dan memukul-mukul kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa dan berusaha menghindar dari pukulan yuri dengan berlari seputar ruangan apartemen yuri.

***

Tidak terasa 4 tahun telah berlalu. Hubungan yuri dan kyuhyun masih terjalin harmonis. Walaupun kadang-kadang ada saja pertengkaran-pertengkaran kecil terjadi diantara mereka berdua. Itu karena kecemburuan kyuhyun yang tidak suka jika yuri di dekati oleh namja lain. Tapi dengan kesabaran yuri selalu dapat meredam amarah kyuhyun dan setelah amarahnya reda, ciuman panas akan mengakhiri pertengkaran mereka.

Di kampus, mereka terkenal sebagai pasangan yang serasi. Mereka selalu terlihat berdua walaupun jurusan mereka berbeda. Kyuhyun berada di jurusan arsitek, sedangkan yuri memilih jurusan designer. Kadang-kadang jadwal dan tugas-tugas kuliah membuat mereka sibuk. Tapi untungnya apartemen mereka bersebelahan jadi mereka selalu menyempatkan diri untuk bertemu walaupun hanya untuk mengucapkan selamat tidur.

Pada waktu libur dan tidak ada tugas kuliah yang menunggu, mereka menyempatkan diri untuk berkencan ke taman hiburan, pantai atau tempat-tempat romantis lainnya layaknya sepasang kekasih.

***

Hari ini adalah hari dimana kyuhyun akan melepaskan almamater kemahasiswaannya. Terlihat keluarga kyuhyun berkumpul di sebua foto studio. Tak tertinggal yuri juga berada diantara mereka. Yuri sudah diterima dengan baik oleh keluarga kyuhyun. Bahkan, yuri sudah mereka anggap seperti menantu mereka. Begitu juga sebaliknya dengan keluarga yuri yang menerima kyuhyun dengan tangan terbuka. Orang tua kyuhyun mempercayakan anak mereka kepada yuri. Bahkan orang tua kyuhyun menyarankan mereka untuk satu apartemen agar mereka berdua bisa saling menjaga. Tapi, orang tua yuri tidak mengizinkan putrinya tinggal bersama seorang namja yang bukan suaminya. Dan orang tua kyuhyun sangat menghargai keputusan orang tua yuri.

“Oke, semuanya sudah siap? 1…2…3… kimchi…” jepret… (?) Suara kamera dan arahan sang fotographer yang berusaha membuat foto yang bagus di hari yang bahagia itu.

Foto pertama terlihat kyuhyun berada di tengah-tengah orang tuanya. Kemudian di foto yang kedua kyuhyun berada di antara Leeteuk, Hyungnya dan istrinya jessica. Foto yang ketiga fotonya berdua dengan yuri. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi dan bahagia. Yuri terlihat cantik hari itu dengan dress berwarna ungu muda dan rambutnya yang dibiarkan tergerai indah dan bergelombang dibawahnya. Membuatnya terlihat manis dan cute. Sedangkan kyuhyun menggunakan jas hitam lengkap dengan pakaian toganya. Dan foto terakhir, mereka semua berkumpul. Ditengah tengah orang tua kyuhyun duduk di sebuah sofa yang disediakan oleh studio tersebut, kemudian dibelakangnya terlihat kyuhyun dan leeteuk mengapit yuri dan jessica di tengah-tengah. Mereka semua terlihat bahagia.

Setelah itu, mereka pergi ke sebuah restaurant mewah untuk makan siang sambil merayakan kelulusan kyuhyun.

“Kyu, setelah ini kau cepatlah mulai bekerja membantu hyungmu di perusahaan kita, jangan banyak bermain. Kau urus saja dulu cabang perusahaan kita yang disini. Appa tau, kau pasti tidak mau kembali ke busan kan? kau pasti tidak mau jauh-jauh dari yuri”. Ucap ayah yuri sambil mengedipkan matanya kepada kyuhyun. Kyuhyun dan yuri hanya tersenyum malu-malu mendengarnya.

“dan kau yuri, segeralah menyelesaikan kuliahmu. Setelah itu susul oppa dan eonnimu untuk menikah. Aku benar-benar tidak sabar ingin melihat kalian segera menikah” lanjut Ny. Cho.

“Uhuk…”

Mendengar itu, yuri langsung tersedak. Jessica segera mengambilkan yuri minuman. Sedangkan kyuhyun merasa berterima kasih kepada eommanya karena mengatakan hal itu.

“Ahjumma… kau membuatku malu” ucap yuri sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Semua orang pun tertawa melihat tingkahnya.

“Berhubung semua sedang berkumpul, kami juga ingin memberitahu kabar bahagia” ucap leeteuk tiba-tiba.

“Jinja? Apa itu?,” tanya kyuhyun penasaran.

“Eomma, appa, selamat kalian akan segera menimang cucu. Istriku positif hamil 4 minggu” ucap leeteuk semangat.

Mendengar berita itu semua berteriak bahagia. Terutama Ny. Cho dan Yuri yang langsung memeluk Jessica. Sedangkan jessica menunduk malu.

“Chukkae eonni… aku ikut bahagia mendengarnya”

“Gumawo chagi… ini benar-benar berita besar” ucap Ny. Cho berkaca-kaca. Melihat itu, Jessica segera memeluk ibu mertuanya.

“Wah… ternyata aku akan segera menjadi seorang samchon” ucap kyuhyun tiba-tiba. “ Chukkae hyung, kau akan segera menjadi appa.”

“Makanya, kau juga harus segera menikah agar bisa punya anak seperti kami” balas leeteuk membuat yuri membelalakkan matanya karena kaget. Sedangkan kyuhyun mengacungkan 2 jempol tangannya kepada hyungnya itu tanda setuju.

“Óppa…!” seru yuri yang ingin sekali memukul calon kakak iparnya itu. Tapi sayangnya tangannya tidak sampai. Dan sekali lagi tawa lepas terdengar dari keluarga itu karena yuri. Sudah dua kali ia di buat malu oleh keluarga ini. Tapi dalam hatinya yuri bahagia mendengarnya. Karena, Itu berarti dia diterima dengan baik oleh keluarga kyuhyun.

***

“Ting nong… Ting nong…” (?????)

Yuri yang sedang tertidur lelap merasa terganggu dengan suara bel apartemennya. Karena mengantuk dan lelah ia mengacuhkan saja suara bel itu. Ia pikir mungkin orang itu akan berhenti membunyikan bel jika tidak ada yang membukakan pintu. Tapi sayangnya, orang itu sepertinya tetap membunyikan bel apartemen yuri dan membuat tidur yuri terganggu. Akhirnya ia memaksakan tubuhnya untuk bangun dan melirik jam dinding di kamarnya. Waktu menunjukkan pukul 00.15. yuri benar benar kesal dengan orang yang membangunkannya.

“Aissshh… siapa sih malam-malam begini membangunkanku? Aigo… aku benar-benar lelah hari ini” gerutu yuri sambil turun dari ranjangnya.

Dari pagi yuri ikut menghadiri acara kelulusan kyuhyun dikampusnya. Kemudian, keluarga kyuhyun mengajaknya foto bersama, makan siang dan jalan-jalan menikmati kota seoul. Karena sorenya keluarga kyuhyun akan langsung kembali ke Busan. Setelah keluarga kyuhyun pulang, kyuhyun sebenarnya mengajak yuri ke pesta kelulusannya bersama teman-temannya yang lain pada malam harinya. Tapi, karena yuri merasa lelah dan ada tugas kuliah yang harus ia selesaikan, ia akhirnya menolak ajakan kyuhyun. Untungnya kyuhyun mengerti dengan kondisi yuri sehingga ia tidak memaksa kekasihnya untuk ikut bersamanya. Menemani keluarganya seharian itu saja sudah cukup baginya.

Saat ia membuka pintu, ia kaget melihat kyuhyun yang terlihat berantakan dan tiba-tiba jatuh menimpa dirinya. Bau alkohol sangat menyengat dari tubuhnya.

“O-oppa, kau mabuk?” Tanya yuri yang kewalahan berusaha membuat kyuhyun berdiri lagi.

“Cagiyah… kau belum tidur eoh? Bogoshippo…” rancau kyuhyun yang mabuk mencoba memeluk yuri.

“Yak… oppa, kau minum berapa banyak sampai mabuk seperti ini? Dan oppa baru pulang sekarang? aigooo…” heran yuri.

“Ayo aku antar oppa ke apartemen oppa” ucap yuri sambil berusaha menopang tubuh kyuhyun agar tidak jatuh.

Untung apartemen mereka bersebelahan jadi yuri tidak perlu jauh-jauh menopang tubuh kyuhyun yang berat. Yuri berusaha menekan password apartemen kyuhyun dan langsung terbuka. Ia lalu membawa tubuh kyuhyun masuk ke kamarnya.

“Aigoo… kenapa tubuhmu sangat berat oppa. Akhir-akhir ini oppa terlihat gemuk” gerutu yuri yang keberatan menopang tubuh kyuhyun. Ia berjalan terhuyung-huyung hingga akhirnya ia sampai di ranjang kyuhyun. Segera yuri menjatuhkan kyuhyun ke tempat tidurnya.

“Hah…hah…hah… oppa tubuhmu benar-benar berat. Setelah ini kau harus diet. Arra? Ucap yuri tersengal-sengal karena kelelahan sambil memandang kyuhyun yang tertidur pulas di ranjangnya.

Yuri tersenyum memandang kyuhyun yang tertidur dengan polosnya. Merasa kyuhyun tidak nyaman dengan pakaiannya. Yuri membuka dasi, jas dan sepatu kyuhyun kemudian menyelimuti kekasihnya. Ia memandang sejenak wajah kyuhyun yang tampan dari dekat.

“Hah… namjacinguku ternyata sangat tampan” ucap yuri sambil tersenyum. Kemudian ia mencium kending kekasihnya itu.

“Oppa tidur yang nyenyak ya… anyeong, jallja…”. Yuri hendak berbalik meninggalkan kyuhyun yang tertidur tapi tiba-tiba saja tangannya ditarik hingga ia jatuh menimpa kyuhyun. Ia memandang wajah kyuhyun yang masih terpejam.

“O-oppa kau belum tidur?” Tanya yuri hati-hati.

Kyuhyun kemudian membuka matanya dan pandangannya langsung tertuju ke mata yuri yang jaraknya hanya beberapa senti dari wajahnya.

Sinar mata kyuhyun terlihat berbeda seperti biasanya. Hal itu membuat yuri merasa tidak nyaman. Saat ia berusaha bangun, kyuhyun malah balik menindihnya membuat yuri tak bisa berbuat banyak. Kyuhyun masih terdiam dan hanya memandang tajam pada yuri.

“Oppa, a-ada apa denganmu? Kau membuatku takut. Lepaskan aku”. Yuri berusaha mendorong tubuh kyuhyun. Tapi, bukannya melepaskan yuri. Ia malah mencium yuri dengan penuh nafsu. Sedangkan yuri berusaha memberontak. Tapi usahanya sia-sia. Kyuhyun malah semakin memeluknya erat.

Yuri berhasil memalingkan wajahnya hingga ciuman kyuhyun terlepas. Tapi, ciuman kyuhyun berpindah ke leher dan pundaknya yang sudah terekspose.

“Oppah hiks, andwe… hah… isshh… sadarlah. Kau sedang mabuk. Hiks, O-oppa jebal…ahh…” mohon yuri. Yuri mulai menangis akibat perlakuan kyuhyun. Ia tetap berusaha mendorong kyuhyun dari tubuhnya. Merasa tangan yuri membuatnya terganggu, kyuhyun menggenggam kedua tangan yuri dengan erat, meletakkanya disamping yuri hingga terlentang dan melanjutkan aktifitasnya yang sempat terganggu.

Yuri ingin sekali berteriak. Tapi suaranya tidak bisa keluar. Ia hanya bisa menangis dan menggigit bibirnya untuk menahan desahannya karena perbuatan kyuhyun. Kyuhyun benar-benar sedang dikuasai oleh pengaruh alkohol hingga ia tidak sadar telah menyakiti kekasihnya sendiri.

Satu persatu pakaian yuri terlepas dari tubuhnya. Kyuhyun mulai menggerayangi tubuh yuri. Yuri masih meronta dan memohon kepada kyuhyun untuk menghentikannya tapi, seakan kyuhyun sedang dalam hipnotis tidak memperdulikan tangis yuri. Ini seperti bukan kyuhyun yang seperti biasanya.

Yuri merasa harga dirinya terinjak-injak. Ia tidak menyangka orang yang paling dicintainya sedang mencoba menodainya. Selama ini ia sudah berusaha menjaga diri agar tidak berbuat lebih dengan kyuhyun tapi nyatanya sekarang semuanya sia-sia. Semuanya hancur Hanya karena kyuhyun dalam pengaruh alkohol.

“Aaaakh… Oppaaaah…! Hiks” yuri berteriak kesakitan ketika sesuatu melesak masuk ke tubuhnya. Ia menangis tak berdaya terhadap Kyuhyun sedang dipenuhi oleh nafsu. Kesuciannya sudah terenggut. Walaupun kelak kesuciannya ini akan ia persembahkan kepada kyuhyun tapi tetap saja bukan seperti ini caranya.

Kyuhyun masih tetap memasuki dan mengeluarkan dirinya ke dalam tubuh yuri tanpa peduli dengan tangisan yuri. Entah sudah berapa kali ia memasuki tubuh yuri dan menumpahkan cairannya ke dalam tubuh yuri tapi belum ada tanda-tanda ia sudah terpuaskan.

Suara tangisan dan desahan bercampur jadi satu. Kesucian yang sebenarnya ingin ia berikan secara indah dan penuh cinta kepada kekasihnya. Malah direnggut paksa dan tanpa adanya kesadaran.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Di kamar itu, Yuri sedang menangis sambil memeluk kedua lututnya. Tubuh polosnya hanya terbungkus selimut putih. Rambut dan wajahnya terlihat berantakan. Bibirnya bengkak dan sedikit berdarah. Bercak-bercak merah terlihat di leher dan pundaknya.Tubuhnya terasa sakit dan remuk tapi tidak seberapa dengan rasa kecewa dan sakit hati yang ia rasakan.

“Hiks, hiks, hiks, … Omma, appa… eotokhhe???”. Lirih yuri meratapi nasibnya. Entah kenapa tiba-tiba ia mengingat orang tuanya dan merindukan mereka.

Ia melirik kesampingnya dan melihat kyuhyun tertidur dengan sangat lelap. Walaupun kyuhyun telah memperlakukannya dengan kasar, entah kenapa ia tidak bisa membencinya. Ingin sekali rasanya ia membencinya, memakinya dan memukulnya tapi ia tidak bisa. Air mata kembali mengalir dari matanya yang sudah membengkak. Sepertinya malam itu air matanya tidak pernah berhenti mengalir. Yuri menutup mulutnya untuk meredam suara tangisnya. Ia tidak mau kyuhyun bangun karena suara tangisnya karena ia tidak tahu harus berbuat dan berkata apa kalau dia terbangun. Rasa marah, kecewa dan sakit hati bercampur jadi satu membuat dadanya menjadi sesak.

Perlahan yuri bangun dari ranjang kyuhyun sambil mendekap selimut yang menutupi tubuh polosnya. Saat ia sudah berdiri, tiba-tiba saja rasa sakit menyerang daerah sensitivnya. Membuatnya menggigit bibir untuk menahan rasa sakitnya itu. Kemudian, Ia memungut pakaiannya di lantai yang dilepas paksa oleh kyuhyun semalam lalu memakainya kembali. Setelah itu, dengan tanpa suara dan perasaan yang remuk redam ia meninggalkan kyuhyun yang masih tertidur pulas di ranjangnya dan kembali ke apartemennya.

Author Pov End

Kyuhyun Pov

“Aishhh… kepalaku sakit sekali.” Gumam Kyuhyun yang baru terbangun dari tidurnya.

Saat ia mencoba untuk bangun entah kenapa badannya terasa aneh. Ia memperhatikan kemejanya yang yang masih menempel ditubuhnya terlihat berantakan. Lalu ia sadar ternyata ia tidak memakai celananya. Ia juga melihat bercak-bercak darah di seprai putihnya. Barulah ia sadar bahwa semalam telah terjadi sesuatu. Dengan begitu cepat otaknya mengingat apa yang telah ia lakukan pada yuri semalam. Suara tangisan dan permohonan yuri untuk dilepaskan berdengung di telinganya. Tubuhnya bagaikan tersiram air es. Jantungnya berdegup kencang. Perasaan takut meliputi dirinya.

“Shit, Cho Kyuhyun kau benar-benar brengsek!” umpat kyuhyun yang menyumpahi dirinya sendiri karena mengingat kejadian semalam.

Dengan cepat ia bangun dan memakai kembali celananya yang masih tergantung dibawah kakinya. Ia segera keluar dari apartemennya menuju apartemen Yuri. Yang ada dipikirannya saat ini adalah Yuri . Ia tidak mau Yuri membencinya dan meninggalkannya. Ia benar-benar takut jika ia benar-benar kehilangan Yuri karena kebodohannya. Ia tidak tahu bagaimana hidupnya jika tanpa Yuri di sisinya.

Kyuhyun segera menekan password apartemen yuri, berharap yuri belum mengganti passwordnya. Setelah pintu apartemennya terbuka, ia melesat masuk dengan cepat. Mencari keberadaan Yuri. Ia berharap Yuri masih ada di apartemennya.

“Yuri-ah… Yuri-ah… Kau ada dimana?” kyuhyun berteriak memanggil nama Yuri sambil mencoba mencari keberadaan yuri. Tidak ada suara Yuri yang menjawabnya, Membuatnya semakin ketakutan. Kemudian ia berlari ke arah kamar yuri dan mencoba membuka kamar yuri yang ternyata terkunci. Kyuhyun tahu yuri sedang berada di dalam kamarnya sekarang. kemudian ia mencoba mengetok pintu kamar yuri dengan resah.

“Yuri-ah… buka pintunya, aku tahu kau ada di dalam. Aku mohon buka pintunya.” Teriak kyuhyun sambil menggedor pintu kamar itu. Tapi tidak ada suara yang menjawab dari dalam. Itu malah membuat kyuhyun semakin cemas.

“Yuri-ah, aku mohon buka pintunya. Aku akan menjelaskan semuanya, biarkan aku melihatmu” lirih kyuhyun. Ia benar-benar takut sekarang. tapi, hanya keheningan yang menjawabnya.

“Jika kau tidak membukanya, maka aku akan mendobrak pintunya. Aku tidak main-main yuri” teriak kyuhyun emosi.

Setelah itu terdengar suara kunci pintu yang diputar. Dengan perlahan pintu itu akhirnya terbuka. Kyuhyun melihat yuri dengan wajah tertunduk dihadapannya. Rambutnya terlihat basah. Sepertinya ia habis mandi. Perlahan yuri mengangkat wajahnya dan memandangnya. Hati kyuhyun kembali diliputi rasa bersalah melihat keadaan yuri dengan mata sembab dan air mata yang mengalir di wajahnya. Bibirnya terlihat membengkak. Ini pertama kalinya ia melihat yuri menangis. Semua hal yang ingin ia katakan sudah menguap entah kemana. Hanya perasaan menyesal yang ada dihatinya kini.

“Hiks… w-waeyo? Kau menyakitiku oppa. Hiks,,, K-kenapa kau tega melakukannya padaku, hiks?” tangis yuri kepada kyuhyun.

Mata kyuhyun memanas. Air matanya menggenang di pelupuk matanya. Ia benar-benar menyesal, marah dan kecewa kepada dirinya sendiri. Ia hendak maju untuk mendekati yuri tapi yuri malah mundur untuk menjauhinya. Yuri benar-benar takut padanya.

“Mi-Miane, jeongmal mianhe chagi. A-aku benar-benar tidak sadar. Jebal…”. Kyuhyun berjalan mendekati yuri lagi, tapi yuri malah mundur lagi. Ia takut kyuhyun akan menyakitinya lagi.

“Jebal chagia… kau boleh memarahiku, memukulku atau memakiku. Tapi jangan tinggalkan aku, jangan membenciku. Nan, jeongmal sahrange. Aku tidak bisa hidup tanpamu”.

Yuri menatap mata kyuhyun yang merah menahan tangis. Terlihat wajah penuh penyesalan dan rasa bersalah disana. Membuat hati yuri tak tega melihatnya seperti itu. Ia benar-benar tidak bisa membenci namja yang sudah menyakitinya itu. Tiba-tiba saja tangisnya meledak dan berteriak memaki-maki kyuhyun.

“Hiks.. CHO KYUHYUN. Kau benar-benar brengsek…! Kenapa kau tega melakukannya kepadaku…! Aku sangat membencimu. Aku saaaangat membencimu! Huaaaa….” Yuri berteriak menumpahkan tangisnya.

Kyuhyun segera menarik yuri ke dalam pelukannya. Ia membiarkan yuri memaki-maki dan memukulnya. Terserah apa yang yuri mau lakukan terhadapnya ia tidak perduli. Mati pun ia rela asalkan yuri bisa melampiaskan kemarahannya. Kyuhyun mendekap yuri semakin erat. Air matanya ikut jatuh mendengar suara tangis kekasihnya. Ia benar-benar merasa sangat jahat sekarang. Seandainya waktu bisa diputar. Ia ingin memperbaiki semuanya.

Kyuhyun pov end

***

Author pov

Setelah kejadian itu, hubungan mereka tak seperti dulu lagi. Walaupun mereka selalu menyempatkan diri untuk bertemu, Mereka terlihat canggung satu sama lain. Sudah tidak ada lagi tawa canda diantara mereka seperti biasanya. Terutama dengan Yuri. Ia hanya merasa malu berada disamping kyuhyun. Sebenarnya, ia juga sudah memaafkan kyuhyun, hanya saja untuk bersikap seperti biasanya sepertinya sangat susah.

Kyuhyun sudah mulai bekerja di perusahaan ayahnya. Sedangkan yuri mulai sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya karena ia sudah masuk di tahun terakhir kuliahnya. Walaupun mereka sama-sama sibuk, tapi kyuhyun selalu memberikan perhatian lebih kepada yuri. Ia ingin hubungan mereka kembali seperti semula.

***

“Sajangnim, ini sudah waktunya pulang. Apa sajangnim mau pulang bersama?” gurau kangin yang sudah berdiri di depan pintu. Kangin adalah sepupu kyuhyun yang bekerja di perusahaan appa kyuhyun untuk membantu kyuhyun mengelola perusahaan ayahnya.

“Aishh… hyung, kau masih saja memanggilku seperti itu. Panggil saja aku seperti biasanya. Aku tidak nyaman kau memanggilku seperti itu” ucap kyuhyun kesal.

“ Hahahaa… arasso, aku hanya sedang bercanda” kekeh kangin. “ Jadi kau mau pulang bersama atau tidak? Tanya kangin lagi.

“Heee… mianhe hyung. Aku sudah berjanji akan menjemput yuri di kampusnya”. Jawab kyuhyun sambil tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan. Kau juga harus segera pulang. Jangan terlalu bekerja keras, Arra? Aku titip salam untuk yuri juga” kata kangin.

“Ne hyung, ini juga aku akan pulang. Nanti aku sampaikan salammu kepada yuri” balas kyuhyun kemudian.

Saat kyuhyun berjalan keluar dari perusahaannya, ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang yeoja yang sepertinya sedang terburu-buru. Yeoja itu segera menunduk dan meminta maaf kepada kyuhyun tanpa memperlihatkan wajahnya atau melihat wajah kyuhyun dan langsung pergi begitu saja. Kyuhyun hanya menatap kepergiannya dengan heran.

Saat hendak melanjutkan jalannya, tak sengaja ia melihat dompet yeoja tergeletak di tanah. Kyuhyun mengambilnya dan Tanpa pikir panjang kyuhyun tahu pasti yeoja tadi yang menabraknyalah yang menjatuhkannya. Kyuhyun segera mengejar yeoja itu yang sepertinya berlari kearah pemberhentian bus. Benar saja, yeoja itu terlihat sedang berdiri menunggu bus disana sambil mencari-cari sesuatu ditasnya.

“Agasshi… apa ini dompetmu?” Tanya kyuhyun saat menghampiri yeoja yang menabraknya tadi. Yeoja itu kemudian berbalik karena mendengar seseorang sepertinya sedang bertanya kepadanya. Pada saat itulah mata mereka bertemu. Yeoja itu tak berkedip karena terpana dengan ketampanan kyuhyun dan begitu sebaliknya dengan kyuhyun ia begitu tertarik dengan kecantikan yeoja di hadapannya kini. Saat berapa lama mereka saling memandang yeoja itu tersadar dan memutuskan kontak matanya dengan kyuhyun. Rona merah menjalar diwajahnya karena malu. Kyuhyun pun ikut tersadar dan kemudian menanyakan lagi perihal dompet yang ia temukan tadi.

“Oh, agasshi. Apa ini dompetmu? Tadi aku menemukannya di jalan saat kita bertabrakan tadi.” Tanya kyuhyun kemudian.

Yeoja itu terlihat kaget sekaligus senang melihat dompetnya kembali.

“Iya, itu dompetku. Syukurlah ketemu…“ lega yeoja itu. “Aku jadi tidak jadi naik bus tadi karena dompetku tiba-tiba tidak ada di tas. Padahal aku sedang terburu-buru” ucap wanita itu.

“Memangnya agasshi mau kemana?” Tanya kyuhyun basa-basi.

“Aku mau ke rumah sakit, oppaku kecelakaan” Ucapnya sedih.

“Jinjja?, Kalau kau mau aku bisa mengantarmu kesana. Kalau kau menunggu bus, mungkin setengah jam lagi baru datang. Memangnya rumah sakitnya ada di mana?” tawar kyuhyun.

“Jeongmal? Tapi, apa nanti aku tidak merepotkanmu? Tanya yeoja itu.

“Oh…Tentu saja tidak, kebetulan aku sudah pulang bekerja” jawab kyuhyun cepat.

“Gamsahamnida tuan. Anda sudah menemukan dan mengembalikan dompetku. Dan sekarang anda mau mengantarku ke rumah sakit. Jeongmal gamsahamnida” ucap gadis itu sambil membungkuk berterima kasih kepada kyuhyun

“Jangan panggil aku tuan, panggil saja aku Kyuhyun. Cho Kyuhyun imnida” ucap kyuhyun memperkenalkan diri.

Yeoja itu tersenyum dan balas memperkenalkan diri. “Seo hyun, Seo jo hyun imnida” ucap yeoja itu kemudian.

Mereka saling bertatap sejenak kemudian kyuhyun permisi untuk mengambil mobilnya di parkiran dan menyuruh seohyun menunggunya disana. Tapi ia lupa bahwa kekasihnya sedang menunggu jemputannya di kampus.

***

“Tuuut… tuuut… tuuut…”

“Oppa, kau ada dimana? Kenapa tidak mengangkat teleponku?” gumam yuri sendiri berdiri di depan gerbang kampusnya menunggu sosok kyuhyun menjemputnya dengan cemas. Sudah 2 jam ia menunggu sambil menggigil kedinginan tapi kyuhyun belum juga datang menjemputnya. Dan hari juga sudah semakin gelap.

“Sebaiknya aku pulang saja, mungkin kyuhyun oppa masih sibuk dengan pekerjaanya, dia kan masih baru di kantornya” pikir yuri karena tidak mau berpikir tidak-tidak pada kekasihnya itu.

“Hah… tau begini sebaiknya tadi aku pulang saja bersama tiffany” ucap yuri lagi. Ia pun berlalu pergi menuju halte bus. Sepertinya hari ini ia pulang dengan naik bus saja.

***

Kyuhyun baru saja masuk ke dalam mobilnya dan pandangannya langsung menuju handphonenya yang terletak di jok mobilnya. Sepertinya handphonenya jatuh dari saku celananya.

Ia mengambil handphonenya kemudian mencoba membukanya. Ia begitu terkejut saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari yuri. Barulah ia sadar bahwa ia lupa menjemput yuri di kampusnya.Segera ia menyalakan mesin mobilnya dan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Chung Ah University.

“Aissh… kyuhyun pabbo. Kenapa kau bisa sampai lupa?” gumam kyuhyun merutuki kebodohannya. Ia mengantar seohyun sampai rumah sakit yang kemudian seohyun menawari kyuhyun melihat keadaan oppanya. Entah apa yang dipikirannya hingga mengiyakan ajakan seohyun. Ternyata keadaan oppa seohyun sangat kritis sehingga membuat kyuhyun tidak tega meninggalkan seohyun yang sangat sedih. Ia pun menemani seohyun di rumah sakit.

Kyuhyun segera keluar dari mobilnya mencari keberadaan yuri setelah tibanya di Chung Ah University. Tapi yuri tak terlihat di kampus yang terlihat lengang karena hari sudah beranjak malam. Ia mencoba menghubungi yuri tapi yuri tidak juga mengangkat panggilannya.

“Aigoo… yuri pasti marah lagi kepadaku. Pabbo… pabbo… aku memang pabbo” umpat kyuhyun pada dirinya sendiri. Kemudian ia kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen yuri dan berpikir ia harus mengatakan apa kepada yuri nantinya.

Setelah sampai di depan apartemen yuri, kyuhyun segera menekan password apartemen yuri dan masuk mencari yuri. Saat ia masuk ke dalam apartemen yuri, ia langsung bertemu dengan yuri yang baru keluar dari kamarnya dengan handuk yang masih membungkus rambut basahnya.

“Oh, Oppa. Kau sudah pulang?” Tanya yuri terkejut karena tiba-tiba kyuhyun masuk ke apartemennya dengan tergesa-gesa.

“Yuri-ah mianhe… tadi aku lupa menjemputmu. Aku suda mencarimu ke kampus tapi, kau sudah pulang.” Sesal kyuhyun

“Gwenchanayo oppa. Oppa pasti sibuk di kantor, apa lagi oppa masih baru belajar dan menyesuaikan diri di perusahaan ahjussi kan? Oppa tidak perlu merasa bersalah seperti itu” ucap yuri sambil memberikan senyum manisnya kepada kyuhyun agar kyuhyun tidak merasa bersalah lagi.

Hati kyuhyun tertohok mendengar perkataan yuri. Perasaan bersalah menghampirinya lagi. Karena bukan itu alasan ia lupa menjemput kekasihnya itu. Ia tidak menampik perasaannya sendiri bahwa ia memang tertarik dengan seohyun, tapi bukan berarti ia sudah tidak mencintai yuri lagi, karena hatinya masih sepenuhnya untuk yuri.

“Kau pulang dengan siapa? Tadi aku menelponmu tapi kau tidak mengangkat teleponku” kata kyuhyun lagi.

“Jinjja?, mianhe oppa. Sepertinya HPku masih di dalam tas. Tadi mungkin aku sedang mandi hingga tidak mendengar suara Hpku” jelas yuri.

“Aku kira kau marah dan tidak mau mengangkat teleponku” rajuk kyuhyun.

“M-mwo? Hahahaaa…. Jadi itu yang membuatmu tergesa-gesa seperti tadi?, Aishh oppa, kau ini lucu sekali. Mana mungkin aku marah hanya gara-gara hal sepele seperti itu. Aigo… hhahaaaha…” yuri tertawa mendengar penuturan kekasihnya itu.

Kyuhyun terpana melihat yuri tertawa keras seperti itu. Ini pertama kalinya ia tertawa seperti itu lagi setelah kejadian waktu itu.

Yuri seketika berhenti tertawa ketika ia melihat kyuhyun memandangnya seperti itu.

“Oppa, kau kenapa terdiam begitu eoh?” Tanya yuri.

“anio, hanya saja aku benar-benar merindukan suara tawamu itu. Sepertinya sudah lama aku tidak mendengar suara tawamu itu.” Ucap kyuhyun kemudian dan membuat yuri tertunduk malu. Suasana hening seketika karena perkataan kyuhyun tadi. Untuk memecahkan keheningan itu, yuri segera menawari kyuhyun untuk makan malam.

“O-oppa, apa kau sudah makan malam? aku akan memasakkan makan malam untuk oppa. Oppa mau makan apa?” Tanya yuri memecahkan keheningan diantara mereka. Yuri kemudian melepas handuk yang masih membungkus rambutnya dan menyampirkannya di sofa kemudian ia berjalan menuju dapur dan mengambil beberapa bahan makanan di dalam kulkas.

Saat yuri sedang sibuk memilih-milih bahan makanan, Tiba-tiba sepasang tangan melingkar di perutnya hingga membuatnya terkejut. Kyuhyun memeluknya dari belakang dan menaruh dagunya di pundak yuri sambil menghirup aroma shampoo dari rambut yuri yang masih basah.

Yuri sangat merindukan pelukan kyuhyun ini. Karena semenjak kejadian malam itu. Kyuhyun tidak pernah memeluk atau menggenggam tangannya lagi. Yuri tahu, bahwa kyuhyun sangat merasa bersalah kepadanya hingga ia agak menjaga skinship dengannya karena takut ia akan menyakitinya. Begitupun dengan kyuhyun ia benar-benar sangat merindukan memeluk tubuh kekasihnya dan menghirup aroma wangi dari rambut yuri.

“Mianhe, aku juga mengacuhkan panggilanmu. Sebenarnya, aku lupa menjemputmu bukan karena aku sibuk di kantor. Tapi, itu karena aku mengantar temanku ke rumah sakit karena kakaknya kecelakaan. Sampai disana ternyata kakaknya dalam keadaan kritis. Aku jadi tidak enak meninggalkannya dan lupa menghubungimu. Hpku juga tertinggal di dalam mobil.” Jelas kyuhyun panjang. Ia tidak berbohong hanya saja ia menutupi bagian kalau ia baru bertemu dengan yeoja cantik dan menawarkan yeoja itu untuk diantarnya sampai ke rumah sakit. Kyuhyun tidak mau yuri berpikiran macam-macam padanya.

Yuri kemudian berbalik dan menatap langsung kedalam mata kekasihnya itu. Ia tersenyum dan membingkai wajah kyuhyun dengan kedua tangannya.

“Oppaku ternyata baik sekali, aku bangga kepadamu oppa. Dan aku akan selalu percaya padamu. Jadi, berhentilah meminta maaf. Arra? Ucap yuri dengan senyumnya.

Kyuhyun menatap lekat yuri, begitu sebaliknya dengan yuri. Entah siapa yang memulai duluan bibir mereka sudah bertemu. Walau yuri sempat ragu, tapi melalui tatapan matanya kyuhyun meyakinkan yuri untuk mempercayainya hingga yuri pun menutup matanya mengizinkan kyuhyun menciumnya. Kyuhyun melumat bibir manis yuri dengan sangat lembut seakan tidak ingin menyakiti kekasihnya itu lagi. Yuri pun melingkarkan tangannya ke leher kyuhyun dan membalas ciuman kekasihnya itu. Hingga malam itu, yuri tanpa sadar menyerahkan dirinya lagi kepada kyuhyun. Tapi bedanya, kali ini ia tidak dalam keadaan dipaksa seperti waktu itu. Mereka melakukannya karena sama-sama saling membutuhkan dan merindukan.

***

Hari demi hari pun berlalu, Yuri semakin sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Sedangkan kyuhyun, ia sudah mulai jarang bertemu dengan yuri lagi karena kesibukan di kantornya. Tapi ia tak pernah lupa untuk selalu memberi perhatiannya kepada yuri dengan menelponya atau mengiriminya pesan. Selain itu tanpa sepengetahuan yuri, Kyuhyun mulai dekat dengan yeoja yang bernama Seohyun yang ternyata adalah karyawan diperusahaan appanya. Kyuhyun mulai sering tidak bisa menjemput Yuri dikampusnya dan ia juga sering pulang larut malam. Kyuhyun melanjutkan ketertarikannya kepada seohyun dengan mendekatinya dan sering mengajaknya jalan berdua di belakang Yuri. Tapi, sedikitpun Yuri tidak curiga kepadanya karena ia juga tengah disibukkan oleh tugas-tugas kuliahnya. Hingga suatu hari …

“Fanny-ah… kau kenapa? Wajahmu terlihat pucat. Gwenchanayo?” Tanya Yuri yang menghampiri tiffany yang terlihat meringis kesakitan di bangkunya saat mata kuliah mereka berakhir.

“Aigoo… perutku sakit sekali Yuri-ah. Sepertinya aku tidak akan ikut mata kuliah selanjutnya. Aku mau pulang saja dan beristirahat di rumah”. Jawab tiffany sambil memegang perutnya yang sakit itu.

“Memangnya tadi kamu makan apa sampai kesakitan begini, atau mahgmu kambuh?” Tanya yuri lagi. Ia cemas sekali melihat wajah pucat teman dekatnya itu.

“Aniyoo… ini hari pertamaku datang bulan jadi perutku pasti akan sakit begini. Aku cukup minum obat dan istirahat nanti juga rasa sakitnya akan hilang” jawab tiffany cepat.

Mendengar perkataan Tiffany, Yuri jadi berpikir kapan ia terakhir menstruasi. Sepertinya ini sudah lewat bulan yang seharusnya. Biasanya ia juga akan kesakitan seperti tiffany ketika hari pertama menstruasinya.

Tiba-tiba saja perasaan takut meliputinya ketika ia mengingat bahwa ia pernah tidur dengan kyuhyun sebanyak dua kali. Dan mereka melakukannya tanpa pengaman. Jantungnya berdebar dengan cepat. Tapi, ia menepis pikiran itu. Ia berusaha mencoba berpikir dengan tenang.

“Andwae… tidak mungkin. Selama ini aku tidak mendapatkan gejala-gejala seperti orang hamil bukan? Tenanglah Yuri itu tidak akan terjadi. Ini pasti karena kamu lelah dengan tugas-tugas kuliah hingga menstruasimu terlambat” batin yuri berusaha menenangkan diri.

Tiffany yang melihat yuri seperti sedang melamun memikirkan sesuatu pun menegurnya. “Yuri-ah, kau kenapa? Seperti kau sedang melamunkan sesuatu saja.” Tanya tiffany.

“N-nde?, a-anio… Aku tidak sedang memikirkan apa-apa. Hanya saja aku bisa membayangkan bagaimana rasa sakitmu itu karena aku juga sering mengalaminya ketika hari pertama menstruasiku datang.” Jawab yuri cepat. Kemudian tiffany hanya mengangguk mengerti saja.

Tapi di dalam hatinya, sebenarnya Yuri merasakan kecemasan yang luar biasa. Ia benar-benar takut bagaimana kalau dia benar-benar hamil? Bagaimana dengan kuliahnya? Orang tuanya? Dan kyuhyun, bagaimana reaksinya? Banyak sekali pertanyaan yang berputar diotaknya.

***

Yuri menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Terlihat 2 buah garis muncul di benda yang ada ditangannya itu. Ternyata apa yang ia takutkan akhirnya terjadi.

Setelah mata kuliahnya selesai, yuri memberanikan diri pergi ke apotik untuk membeli sebuah testpack. Ia meyakinkan dirinya bahwa apa yang ia takutkan tidak akan terjadi. Sesampainya di apartemen ia langsung mencoba menggunakan benda itu dan ternyata hasilnya adalah positif. Karena masih belum percaya dengan hal itu, Ia lalu mencoba membeli beberapa testpack lagi dengan merek yang berbeda tapi ternyata semuanya sia-sia hasilnya tetap sama.

Air mata mengalir begitu saja dari kedua mata indah yuri. Ia benar-benar shock dan tidak menyangka hal ini bisa terjadi padanya. Ia telah mengecewakan kedua orang tuanya dan Sebentar lagi kuliahnya juga akan selesai. Tapi, di dalam kesedihan itu juga ada rasa bahagia karena ia mengandung anak kyuhyun, kekasihnya. Orang yang sangat ia cintai.

Mengingat kyuhyun, ia segera meraih Hpnya kemudian mencoba menghubungi kyuhyun. Ia harus segera memberi tahu kyuhyun tentang hal ini. Ia yakin sekali bahwa kyuhyun akan sangat bahagia mendengar berita kehamilannya. Tetapi panggilannya tidak diangkat-angkat. Lalu, ia segera pergi ke apartemen kyuhyun berharap ia sudah pulang bekerja. Yuri menekan nomor password apartemen kyuhyun dan masuk kedalam mencarinya. Tapi nihil, kyuhyun tidak ada di sana. Ia melirik jam dinding di ruang tamu apartemen kyuhyun yang menunjukkan pukul 5 sore.

“Aissh… oppa ternyata belum pulang juga. Apa dia masih sibuk dengan pekerjaannya ya? Tapi inikan sudah jam 5 sore? Aku akan coba menelponnya lagi siapa tahu ia mengangkatnya” pikir yuri.

Ternyata usaha yuri berhasil. Saat deringan ketiga kyuhyun mengangkat teleponnya hingga membuat yuri girang.

“Yeobsseo…?” jawab kyuhyun diseberang sana.

“Oppa… kau ada dimana sekarang? apa masih di tempat kerja?” Tanya yuri cepat.

“Nde chagi… aku baru selesai meeting dengan klient. Waeyo? Tanya kyuhyun yang merasa aneh.

“Apa oppa akan segera pulang sekarang? aku ingin mengatakan sesuatu kepada oppa.”

“Hmm… arasseo, aku akan segera pulang. Tunggulah di apartemenmu chagi”

“Andwae, jangan di apartemen. Aku akan menunggu oppa di taman dekat kampus. Tidak jauh dengan kantor oppa kan?”

“Memang tidak jauh, tapi kau ingin bicara tentang apa hingga harus bertemu disana? Kau ingin melamarku” canda kyuhyun sambil terkekeh.

Blussh… wajah yuri langsung memerah mendengar candaan kyuhyun padanya.

“Aissh oppa kau percaya diri sekali. Nanti oppa akan tahu, pokoknya oppa harus datang. Aku benar-benar tidak bisa mengatakannya lewat telepon” kata yuri cepat.

“Arasseo… aku pasti akan datang chagiya…” jawab kyuhyun meyakinkan yuri.

“Oppa…” panggil yuri lagi.

“Nde chagiya…?” Tanya kyuhyun

“Nan jeongmal sahrange…” ucap yuri tiba-tiba.

Kyuhyun terkejut mendengar yuri mengatakan cinta padanya. Ini pertama kalinya Yuri mengatakan cinta lebih dahulu. Biasanya ia yang selalu mengatakannya lebih dahulu.

“Nado sahrange chagi … neomu, neomu sahrange” jawab Kyuhyun kemudian.

Yuri segera menutup teleponnya dengan perasaan bahagia. Wajahnya merah karena malu saat ia mengucapkan cintanya pada kyuhyun. Kemudian ia segera kembali ke apartemennya untuk bersiap-siap menemui kyuhyun. Hari ini ia ingin terlihat cantik dihadapan kyuhyun.

Di tempat lain, terlihat kyuhyun memandang Hpnya sambil tersenyum. Ia merasa bahagia ketika yuri mengungkapkan rasa cintanya. Tapi itu tak berlangsung lama. Suara ketukan pintu membuatnya menoleh dan menghentikan senyumnya.

“Masuk…” perintah kyuhyun.

Saat pintu terbuka, terlihat wajah cantik Seohyun tersenyum manis kepadanya dan memasuki ruangannya.

“Sajangnim apa kau sibuk? Tanya seohyun kepada kyuhyun. Kyuhyun dan seohyun memang belum resmi pacaran menjadi sepasang kekasih tapi, kedekatan mereka berdua akan membuat orang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.

Kyuhyun membalas tersenyum pada seohyun. “Aniyo, aku sudah selesai jadi sekarang aku tinggal pulang” jawab kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, maukah kau menemaniku makan malam? Akhir-akhir ini aku sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor hingga aku lupa makan. Belum lagi dengan keadaan oppaku yang harus aku jaga di rumah. Dan sepertinya mahgku kambuh.” Tanya seohyun memohon.

Mendengar hal itu kyuhyun malah merasa khawatir, memang terlihat wajah lelah seohyun matanya pun agak memerah. Tapi, ia sudah berjanji dengan yuri untuk bertemu di taman.

“Mianhe hyun-ah, aku sudah janji dengan seseorang.” Jawab kyuhyun terpaksa.

“Hanya sebentar saja kyu, aku janji setelah makan kau boleh pergi. Atau aku akan makan dengan cepat. Otthe? Mohon seohyun lagi.

Kyuhyun pun terdiam sejenak. Karena tidak tega, akhirnya ia pun mengangguk mengiyakan. “kalau begitu aku akan menghubungi temanku dulu. Aku akan mengundur waktu kami bertemu.” Jawab kyuhyun. Seohyun tersenyum senang mendengar jawaban kyuhyun. Rencananya hari ini ia ingin mengungkapkan perasaanya pada kyuhyun. Dan ia merasa yakin kyuhyun akan menerimanya.

Kyuhyun segera menghubungi yuri untuk mengundurkan waktu bertemunya, tapi ia tidak mengangkat panggilan darinya. Karena terburu-buru, akhirnya ia hanya mengirimkan pesan untuk yuri.

Tapi kyuhyun tidak tahu bahwa Yuri sudah dalam perjalanannya menuju tempat mereka berjanji untuk bertemu dengan perasaan bahagia sambil mengenggam sebuah kotak kecil ditangannya. Senyum indah merekah di bibir Yuri. Saking bahagianya, ia sampai lupa membawa Hpnya yang tertinggal di kamar apartemennya.

***

Di sebuah taman, terlihat Yuri duduk di sebuah bangku dengan dress putih selututnya. Rambutnya yang coklat dibiarkan tergerai dengan ikal-ikal dibawahnya. Ia sudah berdandan dengan cantik hari ini. Ia ingin tampil sempurna saat memberitahukan berita kehamilannya kepada Kyuhyun. Senyum cerah tak terlepas dari bibirnya. Ia pun merasa sangat gugup, ia sangat penasaran kira-kira bagaimana ekspresi Kyuhyun saat ia memberitahu tentang kehamilannya. Walaupun memang agak memalukan mengingat bahwa ia hamil sebelum menikah. Memikirkan itu ia juga merasa sangat sedih. Tapi, semuanya sudah terlanjur.

1 jam… 2 jam… 3 jam… yuri menunggu kedatangan Kyuhyun. Tapi yang ditunggu-tunggu itu tak kunjung datang juga. Yuri mulai cemas dan berpikir yang tidak-tidak.

“Aissh… oppa. Kau kemana? Kenapa belum datang juga? Apa terjadi sesuatu padamu? Andwae. Kau tidak boleh berpikiran macam-macam Yuri. Kyuhyun oppa pasti baik-baik saja.” Batin yuri meyakinkan diri.

“Apa mungkin ia masih sibuk dengan pekerjaanya? Tapi, tadi dia bilang mau segera pulang. Apa mungkin tiba-tiba ada pekerjaan yang harus dikerjakannya? Aisshhh… yuri kau benar-benar paboo. Salahku kenapa aku sampai lupa membawa handphoneku. Pasti Kyuhyun oppa menghubungiku.” Rutuk yuri lagi dalam hati.

“Apa sebaiknya aku ke kantornya saja untuk melihatnya? Benar, sebaiknya aku kesana saja untuk memastikannya.” Ucap yuri lagi sambil tersenyum dan melirik lagi kotak yang ada ditangannya itu. Ia pun melangkahkan kakinya menuju perusahaan Kyuhyun yang memang tidak terlalu jauh dari taman itu.

Tapi saat dalam perjalanan ke perusahaan Kyuhyun, tiba-tiba saja hujan turun dengan lebat. Yuri yang terkejut langsung mencari tempat untuk berteduh. Kemudian ia berteduh di depan sebuah restaurant yang tak jauh dari tempatnya. Setelah sampai di depan restaurant tersebut,Yuri segera membersihkan baju dan rambutnya yang basah karena air hujan tadi.

“Aigoo… kenapa tiba-tiba turun hujan? Penampilanku jadi berantakan begini. Hujannya lebat sekali pasti akan lama redanya. Mana aku tidak bawa Hp lagi? Ishhh… Yuri pabbo”. Yuri merutuki lagi kebodohannya karena lupa membawa Hpnya.

Saat ia sedang membersihkan pakaiannya, tak sengaja yuri menoleh ke dalam restaurant yang hanya di tutupi dinding kaca Sehingga dari luar ia bisa melihat orang-orang yang ada di dalamnya. Matanya langsung menuju sosok kekasihnya yang sedang duduk disana. Yuri tersenyum bahagia melihat kekasihnya ada disana. Segera ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri kekasihnya itu. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti. Ternyata disana kyuhyun tidak sendiri. Ia sedang bersama dengan seorang yeoja yang cantik. Tatapan kyuhyun pada yeoja itu terlihat sama saat kyuhyun menatap dirinya. Dan yang membuatnya lebih terkejut lagi. Yuri melihat tangan kyuhyun yang menggenggam tangan yeoja itu dengan lembut lalu perlahan menariknya ke wajahnya dan mencium tangan yeoja itu.

Deg…

Jantung yuri terasa berhenti. Tubuhnya menegang. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kini. Matanya memanas menahan air mata. Tangannya menggenggam erat kotak kecil yang dari tadi ia genggam. Tanpa sadar, ia melangkahkan kakinya perlahan menuju tempat kyuhyun dengan yeoja itu berada. Matanya tidak lepas dari gerak-gerik dua insan itu. Terlihat yeoja itu menunduk malu ketika kyuhyun mengatakan sesuatu padanya. Hati yuri benar-benar sakit sekarang.

“O-oppa…” hanya itu yang keluar dari mulut yuri saat ia sudah berada di hadapan kyuhyun. Dengan susah payah yuri mengeluarkan suaranya. Tapi bisa membuat dua orang dihadapannya menoleh.

Kyuhyun membelalakkan matanya terkejut karena tidak menyangka ia melihat yuri kini dihadapannya dengan tubuh basah dan mata memerah menahan tangis. Ia reflex langsung berdiri dan menghadap yuri. Kini giliran tubuh kyuhyun yang menegang seperti orang yang baru tertangkap selingkuh oleh istrinya. Sedangkan yeoja yang bernama Seohyun itu bingung melihat mereka berdua.

“Kyuhyun-ah… apa kau mengenal yeoja ini?” Tanya Seohyun tiba-tiba.

Mendengar itu, Yuri langsung melirik kearah Seohyun sebentar lalu kembali melihat kekasih di hadapannya yang terlihat pucat masih memandangnya dengan shock.

“Yu-yuri, a-aku bisa menjelaskan semuanya” ucap kyuhyun dengan takut-takut.

Air mata Yuri jatuh tak tertahankan, ia benar-benar kecewa pada kyuhyun. Hatinya benar-benar terasa sakit. Malah lebih sakit dari saat kyuhyun menodainya. Ia yang berniat memberikan kejutan untuk kyuhyun malah sebaliknya ia yang mendapat kejutan yang menyakitkan dari kyuhyun.

Tiba-tiba saja yuri menarik taplak meja restaurant tempat kyuhyun duduk dengan yeoja itu dengan kasar hingga semua hidangan di atas meja itu terjatuh. Piring dan gelas pun pecah berkeping-keping sama dengan hati yuri saat ini. Sedangkan seohyun hanya bisa berteriak kaget dengan kelakuan yuri yang tiba-tiba itu.

“Kyaa… apa yang kau lakukan?” teriak seohyun pada Yuri.

Yuri meliriknya sebentar dengan tatapan tajamnya dan membuat seohyun merinding. Lalu ia menoleh kepada kyuhyun lagi. Memandang wajah kekasihnya itu dengn penuh rasa kecewa dan amarah.

“Hiks… oppa, aku sangat kecewa padamu”. Setelah mengatakan itu, yuri berbalik pergi meninggalkan kyuhyun yang masih berdiri terdiam karena shock dan tak bisa berpikir. Yuri berlari menerobos hujan, Tidak perduli dengan hujan yang turun semakin lebat sama dengan air matanya yang mengalir tanpa henti.

Melihat itu, Kyuhyun segera tersadar dari shocknya dan langsung mengejar yuri meninggalkan Seohyun dengan tatapan bingung padanya. Kyuhyun ikut menerobos hujan untuk mengejar yuri, ia sadar bahwa ia tidak bisa hidup tanpa yuri. Ia memang sempat tertarik kepada seohyun tapi itu hanya ketertarikan semata bukan cinta yang seperti ia rasakan kepada yuri. Dan ia ingin meminta maaf menjelaskan semuanya dan ia rela berlutut memohon padanya agar yuri tak meninggalkannya.

“Yuri, Berhenti…!!! dengar penjelasanku dulu”. Kyuhyun berteriak memanggil-manggil yuri ditengah derasnya hujan tapi yuri tetap berlari dari kyuhyun. Kyuhyun segera menangkap lengan yuri dan membalikkan badannya dengan cepat.

PLAAAK…

Satu tamparan keras hinggap di pipi kyuhyun. Ini pertama kalinya yuri menamparnya. Tapi kyuhyun tetap tak melepaskan tangannya dari tangan yuri. Ia tak mau yuri berlari menjauh lagi darinya.

“LEPASKAN AKU… LEPAS…!!!” teriak yuri menarik-narik tangannya dari genggaman kyuhyun.

“Andwae, aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mendengarkanku”. Jawab kyuhyun tegas. Ia benar-benar tidak bisa kehilangan yuri.

“Penjelasan apa lagi? Kau mau bilang bahwa kau menyukai yeoja itu dan sudah bosan padaku? Iya kan?” balas yuri lagi. Ia menumpahkan tangisannya di hadapan kyuhyun.

“Anio, aku memang sempat tertarik kepadanya. Tapi aku tidak mencintainya seperti aku mencintaimu yuri. Aku mohon percayalah padaku”. Kata kyuhyun.

“KAU BOHONG…!!! Aku benar-benar kecewa padamu hiks, hatiku sakit sekali. Setelah aku memberikan semuanya padamu hiks… Kau tega berkencan dengan yeoja lain dibelakangku. Aku sudah menunggumu selama 3 jam di taman itu dan kau asyik berkencan dengannya. Kau benar-benar JAHAT Cho kyuhyun”. Yuri jatuh terduduk menangis di trotoar pinggir jalan itu.

Perasaan kyuhyun bercampur aduk. Ia benar-benar merasa bersalah. Ia telah menghianati cinta mereka yang terjalin 4 tahun lamanya.

“Mian, jeongmal mian. Aku bersalah, aku mengaku bersalah. Tapi aku mohon kita bicarakan semuanya baik-baik ne?” mohon kyuhyun.

Ketika kyuhyun menariknya untuk berdiri dan hendak memeluknya. Yuri menepis tangan kyuhyun dan segera berlari menjauh. Namun, saat Yuri menyebrang jalan, ia tidak melihat ada mobil dengan kecepatan tinggi menuju arahnya. Yuri merasakan sinar sorot lampu terang menyilaukan matanya hingga membuatnya berhenti melangkah ditengah jalan. Ia menoleh dan melihat sebuah mobil melaju ke arahnya, kakinya terasa kaku. Tubuhnya tak bisa digerakkan. Reflex ia memegang perutnya dan memejamkan matanya pasrah. Hingga ia mendengar suara teriakan kyuhyun meneriaki namanya dan merasakan tubuhnya terpelanting dengan keras.

“YURI-AH… AWAS…!!!”

BRAAAAAAAK…

“ANDWAE…..!!!”

Tubuh kyuhyun terasa lemas saat melihat tubuh yuri terpelanting jauh. Darahnya terasa berhenti mengalir. Ia segera melompat berlari menuju tubuh yuri yang sudah tergeletak dijalan. Kyuhyun menggapai tubuh yuri dan memeluknya histeris. Darah mengalir dari kepala dan hidung yuri namun air hujan yang lebat menyapunya.

“SESEORANG CEPAT HUBUNGI AMBULANS….!!!” Teriak kyuhyun putus asa. Ia menangis sambil memeluk erat tubuh yuri. Orang-orang sudah mulai mengerumuni mereka.

“Hiks… Yuri-ah jebal, jangan tinggalkan aku hiks… mianhe, jeongmal mianhe. aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu. Jebal… jebal… jebal….” Tangis kyuhyun tumpah. Ia menciumi seluruh wajah yuri seakan dengan ciumannya yuri akan bangun dan sembuh.

“O-oppah…” suara yuri terdengar lemah.

“Sssst… chagi-ah, diamlah… ambulans akan segera datang. Kau akan sembuh, pasti sembuh. Kau akan segera kembali kepadaku dan menghukumku”. Kyuhyun menangis meyakinkan dirinya sendiri.

Kyuhyun merasakan tangan yuri menyentuh tangannya. Kemudian ia melirik ke tangan yuri. Ada sesuatu di dalam genggaman tangan yuri. Kembali kyuhyun menatap mata yuri, seperti sebuah isyarat bahwa yuri menyuruhnya mengambil benda yang ada ditangannya itu. Tanpa menunggu lama, Kyuhyun mengambil kotak kecil itu dari tangan yuri dengan sebelah tangannya yang bebas karena sebelah tangannya masih memeluk tubuh yuri yang ada di pangkuannya. Saat ia membuka kotak itu, betapa terkejutnya kyuhyun melihat sebuah testpack dengan 2 garis melintang tertera disana. Kemudian ia kembali menatap mata yuri yang masih menatapnya. Walau terlihat samar, Kyuhyun bisa melihat senyum bahagia yuri menatapnya.

“O-oppah… m-mian… S-sahrange…”. Setelah mengucapkan 3 kata itu yuri menghembuskan nafas terakhirnya di dalam pelukan kyuhyun. Sekarang sudah tidak ada lagi Kwon Yuri yang akan selalu berada di samping seorang Cho Kyuhyun dan tidak ada lagi Kwon Yuri yang akan selalu tersenyum manis kepadanya.

“AAARRRGHHHHHHH…. YURI ANDWAE…………!!!!!!!!!!!!”

Kyuhyun berteriak sekencang-kencangnya. Dunianya terasa hancur, ternyata ini yang akan dikatakan yuri kepadanya. Dia hamil dan mengandung anaknya. Seandainya saja waktu bisa kembali, maka ia akan memperbaiki semuanya. Seandainya Ia langsung menemui yuri waktu itu. Seandainya ia menolak tawaran seohyun mengajaknya makan. Seandainya… maka sekarang pasti mereka sedang berbahagia. Tidak ada kwon yuri yang menangis karenanya. Tidak ada kwon yuri yang sedang tergeletak kaku di pelukannya. Penyesalan memang selalu datang terlambat.

“Hiks, Chagiah irreonna… jebal irreona… palli… Hiks, mianhe… mianhe… mianhe…” rancau kyuhyun dibawah derasnya hujan. Orang-orang yang mengerumuninya ikut bersedih dan prihatin melihat kyuhyun yang menangis meraung-raung sambil memeluk tubuh yuri yang sudah tak bernyawa. Suara tangisnya teredam oleh hujan lebat.

***

Flashback on

“Oppa… apa aku boleh bertanya sesuatu?” Tanya yuri pada kekasihnya kyuhyun yang sedang memeluknya dari belakang. Sekarang mereka sedang berada di pinggir pantai menatap matahari yang mulai terbenam di ufuk barat.

“Bukankah sekarang kau sedang bertanya?” balas kyuhyun sambil menghirup aroma shampoo dari rambut yuri.

“Issshhh… oppa aku serius. Kau selalu saja begitu” ucap yuri kesal. Kyuhyun hanya terkekeh mendengarnya.

“Tanyalah apa yang ingin kau tanyakan chagi… aku pasti menjawabnya” jawab kyuhyun kemudian sambil mengeratkan pelukannya kepada Yuri.

“Hmm… apa harapan Oppa ketika meniup lilin ulang tahun oppa waktu itu?” Tanya yuri kemudian.

“Kenapa kau menanyakan itu?” Tanya kyuhyun heran.

“Ani, hanya saja aku berharap harapan oppa akan terkabul. Itu saja” jawab yuri sambil memandang matahari yang semakin terbenam.

“Andwae, itu RA HA SI A…” bisik kyuhyun di telinga yuri.

“Aishhh… oppa, kau pelit sekali, ayo beri tahu aku. Tadi oppa sendiri yang bilang aku boleh bertanya apapun.” Yuri melepaskan pelukan kyuhyun karena kesal.

“Hahahaaa… arraseo, arraseo… aku akan mengatakannya” ucap kyuhyun sambil menarik tubuh ramping itu ke dalam pelukannya lagi seperti posisi tadi.

“Kalau begitu ayo cepat beri tahu aku” Tanya yuri tak sabar.

“Hmmm… harapanku adalah agar semua yang kamu harapkan menjadi terkabul”. Kata kyuhyun

“Ne? kenapa harapan oppa seperti itu? Oppa sedang tidak bercanda kan?” Tanya yuri heran.

“Ani, aku tidak bercanda. Karena apapun yang kau harapkan adalah harapanku juga.” Jawab kyuhyun yang membuat wajah yuri memerah.

“Jinjja? Kalau begitu, aku berharap kita akan selalu bersama selama-lamanya sampai kakek-nenek. Otte?” Tanya yuri girang.

Tiba-tiba saja kyuhyun melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh ramping itu agar menghadapnya dan menatapnya lekat.

“Yuri-ah, apa kau sedang melamarku?” Tanya kyuhyun tiba-tiba.

“M-mwo? Anio… siapa yang sedang melamar? Tanya yuri heran karena tiba-tiba saja kyuhyun bertanya seperti itu padanya.

“Tadi kau bilang, kau ingin kita bersama-sama selamanya sampai kakek-nenek berarti kau mau menikah denganku bukan?” goda kyuhyun.

“I-itu… a-aku tidak bermaksud bilang seperti itu. Oppa salah paham kepadaku” balas yuri gugup sambil menunduk menahan malu.

“Wah… daebak! Aku tidak menyangka kau akan seagresif ini chagi” gurau kyuhyun yang menahan tawa karena melihat kegugupan yuri.

“Aissh… oppa, aku sudah bilang aku tidak bermaksud seperti itu”

“Lalu, kau tidak ingin menikah denganku?”

“Tidak seperti itu juga…”

“Lalu maksudmu apa?”

“Oppa… kau saaaaaangat menyebalkan”. kesal yuri lalu pergi berlalu meninggalkan kyuhyun.

“Hahahaaa… chagiya… aku hanya bercanda. Jangan marah nde?” kata kyuhyun sambil mengejar yuri. Tapi yuri hanya diam karena kesal.

Tiba-tiba saja kyuhyun mengangkat tubuhnya dan menggendong yuri ala bridal dan berlari sambil berputar-putar membawanya menuju ombak pantai.

“Kyaaaa… oppa cepat turunkan aku… turunkan aku…” teriak yuri yang takut bajunya basah terkena ombak. Tapi kyuhyun tidak menghiraukannya. Ia segera menceburkan tubuh yuri ke dalam air dan mereka pun bermain ombak hingga pakaian mereka basah.

Flashback end

***

Epilog

Disebuah padang rumput yang indah dengan banyak bunga berwarna-warni tumbuh disana, Terlihat seorang yeoja cantik dengan dress putihnya berdiri di bawah pohon yang rindang sambil memandangi pemandangan yang indah dihadapannya itu. Rambut coklatnya bergoyang-goyang karena tertiup semilir angin. Wajah cantiknya terlihat begitu tenang.

Tiba-tiba saja sepasang tangan kekar melingkar di pinggang ramping yeoja itu. Tapi, yeoja itu sama sekali tak terlihat terkejut sama sekali.

“Mian, apa kau menunggu lama?” Tanya namja itu sambil mencium pundak yuri yang tidak tertutup kain.

“Hah… oppa, kenapa kau datang?”

“Itu semua karena harapanmu, dan aku tersiksa sendirian disana”

Yuri kemudian berbalik menghadap namja itu yang ternyata adalah kyuhyun. Ia memegang wajah kyuhyun dan menatapnya dengan penuh kerinduan.

“Oppa.. jeongmal mianhe…”

“Ani, seharusnya aku yang bilang seperti itu. Nan, jeongmal bogoshippo…” ucap kyuhyun dan langsung melumat bibir indah yuri dengan penuh cinta dan kerinduan yang mendalam. Yuri membalas ciuman kyuhyun dengan melingkarkan tangannya di leher kyuhyun.

***

“Breaking news hari ini. Seorang lelaki tewas bunuh diri dengan terjun dari sebuah apartemen. Diduga ia tewas bunuh diri karena depresi kehilangan kekasihnya yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas 6 bulan lalu yang bernama Kwon Yuri yang setelah di autopsi ternyata dalam keadaan hamil 6 minggu. Korban tewas ini ternyata adalah anak bungsu dari Tuan Cho Ji young seorang arsitek ternama di Seoul yang bernama Cho Kyuhyun. Menurut informasi, korban selalu mengurung diri di apartemen kekasihnya karena ia masih belum terima dengan kepergian kekasihnya yang tiba-tiba itu hingga ia nekat bunuh diri dengan melompat dari apartemen kekasihnya itu. Sekian breaking news dari kami”.

THE END

(Hahahaaa… gimana FFku lebay ato norak nggak? Ini terinspirasi dari lagunya KD yang “Cobalah untuk setia”. Aku lagi di caffe. Eh, tiba-tiba lagu itu di play. Ga’ tahu kenapa ngena banget di hati terus kepikiran deh buat FF Kyuri)

 

 

 

 

 

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

32 thoughts on “[Freelance] Please…Forgive Me

  1. yaaahh kenapa harus meninggal dua2nya tp happy ending d dunia yg berbeda .. kyu c tertarik sesaat ama cwe laen pdhal udh ada yuri yg smpurna jd nyeselkan sampe bunuh diri buat nyusul yuri tp aq seneng kyu lbh milih nyusul yuri dripd ngelanjutin hidup ama seo hehehhe nggk terima … ffnya udh bgus kok eonni n oia buat eonni midah udh lama bgt baru nongol lg d blog ini🙂

  2. Kyaaa sad ending😥
    keren ff.nya eonni ,,sampe kebawa perasaan bacanya *tisumanatisu😥😀
    di tunggu karya~karya yang lain.nya eonni🙂

  3. Whooaaa,, sumpah ,, ini kereen banget,,
    bener2 cinta mati, sempet kesel banget sama kyuhyun yg tertarik sama seohyun,,
    padahal pengen banget liat mereka menikah,, ga nyangka endingnya bakal kayak gini,

    daebaakk !!
    Keep writing🙂

  4. Keren ff.nya eonni ,walaupun alurnya kek di paksain😀
    Kyuhyun jahat banget ,udah ngrenggut harga diri yuri malah selingkuh lg -_- ,,sukses bikin baper ff.nya😀
    di tunggu ff~ff lainnya eonni🙂

  5. ampe lumutan nunggun update an ff di blog ini.. ampun dah…. authornya pada kemana yak?? lee midah eonni juga. kemana??
    but over all ini ff daebak… bingits… bingitss… bingits….

  6. annyeong new reader imnida, ffnya bagus sempet buat baper, yuri meninggal, tapi seketika bapernya ilang gitu aja ketika baca bagian epillog dan mereka bersama, hahaha. keep writing and fighting!!

  7. Astaga… aq br ngecek ternyata uda publish. Jeongmal Gamsahamnida mbak… ^_^
    Oh ya mbak, aq minta pw unconditional lovex dong?

  8. wuahh akhirnya muncul lagi setelah sekian lama. kekeee selalu keren, makanya kyu jngan mainin perasaan wanita dong jadinya nyesel sendiri kan ? oh iya eonni blh minta pw unconditional love ngga ?

  9. bagus ko.kasian yuri.kyu knp jahat sama yuri pdhl yuri mau bilang kalau dia itu hamil tpi kyu malah pergi sama seo.
    penyesalan memang selalu datang terakhir.

  10. huaaa eonni.. kerenn.. kenapa sad ending..
    midah eonni..llama tak berjumpa.. kemana aja???hehe kangenn baca ff eonni..
    ditunggu ya..keep writing and fighting!

  11. aakhirnya midah eonni udh nulis ff lagiiii,,,horeeee…kangen bgt sma ff eonni.Ini ff keren bgt,,karya2 yg lainnya ditunggu yah eonni,,& selamat atas kehadiran baby nya

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s