Posted in Freelance, Hurt, Romance, Sad

[Freelance] Love Is Silent

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^. Mian baru ngepost soalnya aku baru sempet untuk melakukannya karena faktor kesibukan, jadi maklum ya. Sebelumnya aku sebagai owner blog ini minta maaf untuk para readers atau para author yang mengirimkan ff’y dan berharap dipost disini namun belum bisa terlaksana karena saya sibuk mengurusi kehidupan keluarga saya yang sangat menghabiskan 95% waktu saya. Maaf juga buat yang nunggu lanjutan ff yang belum selesai mungkin akan lama sekali ataupun tidak bisa dilanjutkan. Dan untuk ff multichapter yang dikirimkan belum/ tidak bisa dipost karena akan memakan waktu banyak, tapi bagi yang mau nitip oneshoot akan saya langsung posting secepatnya. mohon pengertiannya, terima kasih ^_^

image001Love Is Silent

Present by

She_ze

Cast :

Cho Kyuhyun   Super Junior || Kwon Yuri  SNSD || Choi Siwon Super Junior

Sub Cast :

 Lee Donghae , Kim Jong Woon, Kangin Super Junior

Length : Oneshoot || Rating : 15 || Genre : Sad, Hurt, Romance & Tragedy

*******************************

            Aku menyusuri jalanan kota kecil seoul dengan menggunakan sepeda yang setia menemaniku mengantarkan ke tempat dimana aku bekerja, angin berhembus sangat sejuk. Seperti biasa hari ini aku harus mengantarkan barang sebelum kembali menuju toko roti milik untuk membantu kakek. Sampailah aku di depan rumah untuk mengembalikan kiriman barang kepada pemiliknya.

“Permisi !, apa ada orang didalam?”teriakku.

“Ne, Chankkaman”ucapnya.

“Aigo~, sepertinya akan hujan” ucapku sembari memandang langit yang tiba-tiba menjadi gelap.

Klek…..

Aku segera membalikan badanku begitu mendengar bunyi kenop pintu dibuka sang pemilik rumah. Aku segera membungkukan badanku begitu melihat sang pemilik rumah keluar.

“Oh, annyeonghaseyo. Apa benar ini kediaman Ny. Hong?”tanyaku.

“Ne, saya sendiri. Ada keperluan apa agassi di depan rumahku dan siapa anda?” jawabnya.

“Oh, mianhae. Perkenalkan nama saya Kwon Yuri ingin mengantarkan barang pesanan nyonya yang anda pesan ”jawab Yuri.

“Omona!! Aku hampir lupa, mianhe”ucap Ny. Hong sembari menerima bungkusan yang dipegang Yuri.

“Gwenchanaseumnida, kalau begitu saya permisi dulu”ucap Yuri.

“Chankkaman, sebaiknya kau mampir dulu. Sepertinya hujan sebentar lagi akan turun “ ucap Ny. Hong

“Aniyo, kakek akan memarahiku jika aku tak segera muncul dihadapannya”ucap Yuri sembari tersenyum.

“ Annyeong” pamit Yuri.

 

 

Yuri pun segera menaiki sepedanya meninggalkan, namun sepertinya hari ini adalah hari sial untuknya karena tiba-tiba ditengah jalan ban sepedanya kempes. Membuat Yuri terkejut dan kehilangan keseimbangan.

“Omo! Omo!” ucap Yuri panik. Brugh……., belum sempat berdiri tiba-tiba hujan turun membasahi jalanan.

Tes….Tes….Tes….

“Aigo~, ada apa denganku. Aku sungguh sial hari ini, aishhhh paboya”rutuk Yuri sembari menuntun sepedanya dan berlari ke sebuah toko untuk berteduh.

Yuri memandang langit dan teringat akan perkataan yang dikatakan oleh kakeknya, kakeknya selalu berkata “ yuri-ya, kau jangan khawatir hujan akan berhenti pada waktunya dan matahari akan bersinar terang kembali, suatu hari kau akan menemukan apa yang kau cari”. Seperti seorang pria, aku berusia 25 tahun sekarang dan aku menunggu cinta pertamaku datang. Hujan pun berhenti, dan aku masih berharap tetap percaya bahwa cinta pertamaku akan datang secepatnya.

Kringg……

“ Kakek~ aku pulang”ucap Yuri begitu sampai di toko miliknya.

“Ya~! Dari mana saja kau, kenapa jam segini baru sampai? Apa kau tidak tahu kakek kerepotan,eoh?” ucap kakek Yuri begitu melihat cucunya muncul.

“Aigo~ apa hareboji tak melihat bajuku basah, sebaiknya haraboji simpan tenaga hareboji untuk hari ini” ucap Yuri.

“Aishh, ya dasar kau ini. Cepatlah kau ganti bajumu”titah kakek Yuri.

“Yes, sir”ucap Yuri.

“Hah~ “ hela kakek Yuri begitu melihat tingkah cucunya.

Yuri pun segera mengganti pakaiannya dan mengucir rambutnya, setelah itu ia segera menuju kedepan untuk membuka teralis toko roti milik kakeknya. Ia memandang takjub semua roti yang dibuat oleh kakeknya, tanpa perlu menunggu lama pelanggan setia toko roti kakeknya mulai berdatangan.

 

“Annyeonghaseyo, selamat datang di bakery kami”sapa Yuri ramah kepada para pembeli.

“Permisi”ucapnya.

“Ne? ada yang bisa saya bantu ahjumma?”tanya Yuri.

“Bisakah, kau pilihkan roti favorit disini?”ucapnya.

“Ne, dengan senang hati”ucap Yuri dengan tersenyum bangga.

Yuri pun segera membantu pelanggannya memilih roti yang menjadi buruan para pembeli di toko roti milik kakeknya itu, semakin siang pembeli mulai memenuhi Kwon Bakery.

“Igeo, terima kasih telah berkunjung di bakery kami”ucap Yuri sembari menyerahkan bungkusan berisi roti.

“Sungguh hari yang melelahkan, igeo” ucap kakek sembari menyerahkan segelas air untuk Yuri.

“Aniyo, ini sungguh menyenangkan bagiku hareboji”ucap Yuri sambil menyesap minumannya.

“Istirahatlah hareboji tak ingin kau sakit”titah kakek.

Cring….

“Flower”ucap seseorang.

“Apa kau memesan bunga?”tanya kakek.

“Aniyo”jawab Yuri.

“Lalu kalau bukan kau, siapa”ucap kakek.

“Molla”ucap Yuri sembari menggidikan bahunya.

“Flower”teriaknya lagi.

“Ya, cepatlah kau ke depan. Siapa tahu dia penggemarmu” goda kakek Yuri.

“Mwo!, aigo~ kakek ini memangnya cucumu ini seorang selebriti?”ucap Yuri sembari memanyunkan bibirnya.

“Flower”ucapnya.

“Ne, Chankkaman”teriak Yuri dari dalam pantry.

Yuri pun segera menuju kedepan, karena berlari tergesa-gesa kaki Yuri tersandung rak display roti.

“Annyeonghaseyo, maaf mengganggu nona”ucapnya.

“Ne, annyeong. Gwenhanaseumnida”ucap Yuri.

“Maaf, apa anda yang bernama Kwon Yuri?”tanyanya.

“Ne, saya sendiri. Waeyo?” Jawab Yuri.

“Ini ada kiriman bunga untuk anda, tolong agashi tanda tangani disini” ucapnya.

“Untukku? Aku tidak memesan bunga, kalau boleh tahu siapa pengirimnya?”tanya Yuri kepada pengantar bunga.

“Mianhae, saya tidak bisa memberitahukannya”jawabnya.

“Geure, igeo”ucap Yuri sembari menyerahkan kertas.

“Kamsahamnida agassi, annyeong”ucapnya.

Yuri bingung dengan sebuah bunga yang seseorang kirimkan untuknnya, tak ada nama maupun kartu yang terselip di buket pot bunga itu. Hingga membuat Yuri mengingat perkataan kakeknya tadi, apa mungkin ada seorang penggemar yang mengaguminya.

“Aisshhh, mollayo siapa pun pengirimnya aku ucapkan terima kasih”ucap Yuri sembari mencium harum bunga dan masuk kedalam.

“Bunga dari siapa?” tanya kakek begitu melihat Yuri masuk membawa bunga di tangannya.

“Aniyo, mungkin penggemar rahasiaku”jawab Yuri sembari tersenyum ke kakeknya.

“Aigo~ memangnya kau selebritis”ejek kakek.

“Ne, memangnya kenapa. Bukankah aku cantik seperti seorang artis?”goda Yuri sembari beraegyo di depan kakeknya.

“Hahahahah”tawa kakek.

 

Tak jauh dari tempat Kwon Bakery berada, diam-diam berdiri seorang pria yang tersenyum memperhatikan Yuri begitu melihat bunga yang dikirimkan telah sampai ke tangannya. Ia memandang sampai Yuri masuk kedalam toko dan seolah mengerti apa yang di ucapkan oleh Yuri bibirnya pun bergerak.

“Cheonma, semoga kau menyukainya”ucapnya.

Ia kembali tersenyum begitu melihat gadis di seberang sana kembali menyunggingkan bibirnya dengan lepas, membuat hatinya tenang.

*********** Love In Silent **********

 

“Bagaimana, apa kau sudah mengetahui siapa di balik dalang semua pembunuhan ini?” tanyanya.

“Ne, yang aku dengar dia adalah seorang warga china yang tinggal di korea. Hanya saja dia tak menggunakan tangannya sendiri untuk membunuh, dia menyewa pembunuh bayaran” jawabnya.

“Begitu, segera cepat selidiki siapa pembunuh bayaran itu “ titahnya.

“Ne, akan segera saya selidiki. Kebetulan aku sudah mendapatkan informasi tentangnya”ucapnya.

“Siapa orangnya?”tanyanya.

“ Lee Donghae, dia adalah seorang intelejen yang bekerja di badan intelejen korea. Dan kebetulan dia adalah teman semasa kecil saya”ucapnya.

“Baiklah kalau begitu, cepat temui dia dan selidiki siapa pelaku di balik pembunuhan ini”titahnya.

“Ne, kalau begitu saya permisi”ucapnya sembari memberi hormat kepada komandannya.

“Kali ini kau tak bisa meghindar lagi dariku”ucapnya setelah keluar dari ruangan.

“Inspektur Kang, temani aku menemui seseorang”titahnya.

“Yes sir”ucapnya.

“Kalau boleh tahu, kita akan menemui siapa? Apa kita akan menagkap penjahat lagi?”tanyanya.

“Ne,memangnya kau mau apa? Apa kau tak mau mematuhi perintahku?”jawabnya.

“Any..aniyo, geurigo aku tak mau mati sekarang. Bukankah komandan tahu aku belum menikah?”ucapnya dengan wajah memelas.

“Kau tenang saja, kita tak akan menangkap penjahat. Jadi kau tak usah mengkhawatirkannya”ucapnya sembari tersenyum.

“Hehehehe”

 

********* Love In Silent *********

Ckrek….

“Omo! Hareboji,kenapa memotretku tiba-tiba?”tanya Yuri.

“Waeyo? Aku hanya sedang mencoba kamera ini,apa hareboji tak boleh memotret cucu sendiri?”

“Aniyo, hanya saja kenapa hareboji memotretku di saat aku bekerja begini. Apa hareboji tak melihat kalau aku terlihat jelek”dengus Yuri.

“Bagaimanapun juga kau terlihat cantik di depan kakek, jadi tanpa kau berhias pun tetap cantik. Kau ini bagaikan sebuah barang antik, jadi biarpun di poles maupun tidak asal pemiliknya menyukainya akan tetap terlihat cantik baginya”

“Jadi~ hareboji menganggapku sebagai barang antik?”ucap Yuri sembari memanyunkan bibirnya.

“Aniyo, ya! Kau jangan seperti itu, kau terlihat jelek. Sekarang bergayalah, hareboji akan memotretmu”

Ckrek….

“Kau lihat hasilnya, kau memang seperti barang antik?”ucap kakek sembari memperlihatkannya ke Yuri. Yuri hanya memanyunkan bibirnya.

***********Love In Silent *********

“Permisi, bisa kami bertemu dengan Lee Dong Hae?”tanyanya.

“Boleh saya tahu, ada perlu apa kau ingin menemuinya”jawabnya.

“Ada sesuatu yang perlu saya berbicara dengannya, katakan saja fish hyung ingin menemuinya pasti dia akan mengerti”titahnya.

“Ne”ucapnya mengerti begitu melihat ID card yang di perlihatkan kepadanya.

“Wuah~ benar-benar luas sekali tempatnya, beda sekali “gumam inspektur jang.

“Siwon Hyung”teriaknya, seseorang yang dipanggil hyung pun menoleh begitu pula inspektur jang

 

“Orenmaniya”ucap Siwon memeluk temannya itu

“Ada angin apa, sampai kau datang ke sini?”tanya Donghae.

“Aku ingin menyelidiki kasus pembunuhan dan dalang dibalik semua ini, bukankah kau memiliki informasinya?” jawab Siwon.

“Ne, memang aku memiliki informasinya. Hanya saja aku belum yakin, a…aku hampir lupa sebaiknya kita membicarakan ini di ruanganku saja”ucap Donghae.

“Baiklah, kajja”ucap Siwon.

Klek….

“Silahkan masuk, mianhae ruanganku terlalu sempit”ucap Donghae.

“Omo! Ruangan sebesar ini di bilang sempit, ini jauh berbeda dengan ruang kerjaku”sela inspektur Kang.

“Hyung, siapa dia?”tanya Donghae.

“Mianhae, aku lupa mengenalkannya padamu. Dia adalah inspektur jang, dia yang selalu membantuku menangkap penjahat. Hanya saja kelemahan dia hanya satu yaitu takut mati”ucap Siwon.

“Aigo~ kenapa komandan Choi malah menghinaku”protesnya.

“Hahahahaha, bukankah sekarang ini dia bekerja diambang kematian”ucap Donghae.

“Aishhhh, kalau bukan komandanku. Akan kuhajar kalian berdua”?ucapnya.

“Ya, sudahlah. Kalian ingin minum apa?”tanya Donghae

“Aniyo, kau tak usah repot-repot. Aku hanya ingin informasinya”jawab Siwon.

“Geuraemyeon, kalau itu maumu hyung”ucap Donghae.

“Apa benar dibalik semua kasus pembunuhan ini, dilatar belakangi persaingan? Dan apa benar orang yang melakukan semua ini adalah seseorang yang berasal dari negeri china?” tanya Siwon.

“Maja, itulah informasi yang aku dapatkan dari seseorang yang aku tugaskan untuk memata-matainya. Hanya saja informasi itu belum cukup bagiku, sepertinya….” Donghae tidak melanjutkan pembicaraan karena seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.

Tok…Tok…

“Ne, silahkan masuk”ucap Donghae.

“Jwesonghamnida, maaf mengganggumu detektif lee. Aku hanya ingin memberitahukan informasi penting yang kudapatkan, bisakahkah kita berbicara diluar?” tanyanya ketika melihat dua orang asing yang ada di ruang kerja detektif Lee.

“Kenapa kita harus berbicara diluar, lebih baik kita berbicara di ruangan ini saja”jawab Donghae.

“Aniyo, ini informasi penting. Aku tak mau orang lain mengetahui informasi ini”ucapnya, seolah mengerti apa yang dikatakannya. Donghae pun tersenyum

“Gwenchana, mereka adalah temanku. Mereka dari kepolisian distrik nam, mereka juga membutuhkan informasi yang kau dapatkan itu” jawab Donghae.

“Annyeonghaseyo, Choi Siwon imnida. Dan ini adalah inspektur Kang”ucap Siwon.

“Ne, annyeong. Kim Jong Woon imnida”ucap detektif Kim.

“Informasi penting apa yang kau dapatkan hari ini detektif Kim?”tanya Donghae.

“Informasi yang saya dapat,bahwa selain pembunuhan didalangi seorang warga china ternyata dia juga menggunakan seorang pembunuh profesional yang menggunakan senjata canggih”ucap Jong woon

“Apa ia juga berasal dari china”sela Siwon.

“Aniyo, dia berasal dari korea. Hanya saja belum mendapatkan informasi tentangnya, tapi menurut keterangan yang saya peroleh dari saksi ciri-ciri dia persis dengan seseorang di sketsa ini”timpal Jongwoon.

“Siapa dia”timpal Donghae.

Kring…Kring…..

“Jwesonghamnida,sepertinya orang yang ditugaskan saya mendapatkan informasi”ucap Jongwoon.

“Ne, kau loudspeakerkan agar kami mengetahuinya”ucap Donghae.

“Yeobseyo, detektif Kim. Aku mendapatkan informasi pembunuh bayaran itu, aku mendapatkannya dari seorang penjual bunga”ucapnya.

“Apa kau mengetahui namanya dari penjual bunga itu?”tanya Donghae.

“Aniyo, detektif lee. Hanya saja dia sering membeli bunga di tempat itu”jawabnya.

“Apa kau yakin dia orangnya?”tanya Donghae.

“Ne, penjual bunga yang mengatakannya ketika kutunjukan sketsa foto”jawabnya.

“Apa kau juga mengetahui, kemana dia kirimkan bunga itu?”tanya Donghae.

“Aniyo,dia sudah pergi lebih dulu ketika kami datang”jawabnya.

“Baiklah, sebaiknya kau beristirahat. Besok pagi kau lanjutkan penyelidikannya”ucap Donghae.

Klik….Tut…tut….

“Detektif Kim, sebaiknya besok pagi kau juga ikut dengan bawahanmu”titah Donghae.

“Ne, kalau begitu saya permisi”ucap Jongwoon.

“Kalau begitu kami juga permisi, maaf aku merepotkanmu”ucap Siwon.

“Aniyo, hyung. Aku akan menghubungimu, jika aku mendapatkan informasi baru”ucap Donghae.

********* Love In Silent **********

“Maaf, membuatmu datang kemari lagi”ucap seseorang dalam bahasa china.

“Tidak apa-apa, justru ini membuatku tenang”ucapnya.

“Ini pekerjaanmu, lakukan dengan baik”titahnya.

“Apa dia pesaingmu lagi?, kenapa kau harus menyingkirkannya”tanyanya.

“Justru jika aku tak menyingkirkannya, aku tidak bisa menguasai bisnis haram ini”jawabnya.

“Aku dengar akhir-akhir ini kau sering membeli bunga, apa itu untuk seorang wanita?”tanyanya.

“Aniyo, aku hanya ingin menanam bunga agar bau bubuk mesiu yang menyengat di hidungku hilang”jawabnya.

“Ah~ aku pikir bunga itu untuk seorang wanita. Kau ingat wanita itu bisa membuatmu berubah arah”ingatnya.

********** Love In Silent *********

Seperti biasanya Yuri menjalani rutinitas membantu kakeknya menjual roti, dia masih memikirkan siapa pengirim bunga. Kenapa dia tak mencantumkan nama, maupun menampakan sosoknya.

“Selamat pagi, hareboji”sapa Yuri sembari mencium pipi kakeknya.

“Aigo~ masih pagi begini kau bersikap mesra dengan kakek. Apa kau tak takut, jika kau punya kekasih akan cemburu dengan hareboji?”tanyanya.

“Aniyo, bukankah hareboji itu kakekku sendiri”ucapnya sembari membantu kakeknya menguleni adonan.

Ting…..

“Sepertinya rotinya sudah matang”ucap kakek.

Begitu oven dibuka aroma roti jahe yang baru matang memenuhi ruangan dapur, kakek pun langsung menaruh roti tersebut diatas meja.

“Apa yang kau lakukan dengan adonan itu?”tanyanya.

“Aku ingin membuat sesuatu yang berbeda”jawab Yuri.

“Apa itu akan membuat toko hareboji ramai?”tanyanya lagi

“Ne, ini pasti akan membuat laris toko kakek” ucap Yuri.

“Aku harap begitu”ejeknya

********* Love In Silent **********

 

Seorang pria tiba di sebuah hotel dengan membawa sebuah keranjang bunga, tujuannya kali ini adalah membunuh seseorang sesuai dengan perintah. Tak berapa lama, ia sampai di depan kamar yang dituju.

Tok….Tok….

“Housekeeping”teriaknya.

Klek…., Brakk…..

Ddorr…..Ddorrr……

Ia memandang orang yang baru saja di bunuhnya itu, kemudian ia melirik jam dan meninggalkan kamar tersebut.

*********** Love In Silent ***********

 

“Annyeonghaseyo, ahjumma”sapa Siwon.

“Oh, apa kau ingin membeli bunga?”

“Aniyo, aku kesini hanya ingin menanyakan sesuatu kepadamu ten….”

“Oh~kau kesini lagi anak muda”

“Ne, ahjumma”ucapnya sembar tersenyum.

“Igo”

“Gomawoyo, annyeong”ucapnya lalu pergi dari tempat itu.

“Jwesonghamnida, apa dia sering kesini?”tanya Siwon.

“Ne. Maaf, tuan. Tadi kau kesini ingin menanyakan sesuatu kepadaku? Apa itu?”

“Oh, aniyo. Sepertinya aku lupa, mianhae”ucap Siwon sembari mengeluarkan sesuatu dari saku.

Klik….

“ Kanginssi, kau masih menungguku disana?”tanya Siwon.

“Waeyo, apa terjadi sesuatu kepadamu”ucap Kangin.

“Aniyo, apa kau lihat seorang pria membawa bunga?”tanya Siwon.

“Ne, aku melihatnya. Wae?”ucap Kangin.

“Cepat kau ikuti pria itu, kemana dia mengirimkan bunga itu”titah Siwon.

“Ne”ucap Kangin.

“Akhirnya aku menemukanmu”ucap Siwon sembari menatap sketsa yang di pegangnya.

 

 

Tepat pukul 10.00 ia menuju sebuah toko dimana ia biasa berdiri, kali ini ia memberanikan diri untuk mengirim bunga tersebut.

“Flower”

“Ne,Chankkaman”teriak Yuri dari dalam.

Klek…., begitu Yuri keluar dari dalam toko yang ia dapatkan hanya sebuah bunga. Tak ada seorang pun yang berdiri dihadapannya, hanya sebuah bunga lily putih yang tergeletak di depan toko

 

Yuri Pov.

Kenapa ada kiriman bunga lagi, siapa yang mengirim bunga kepadaku. Aku bukanlah seorang artis yang mempunyai penggemar, kakekku berpikir aku ini seperti barang antik karena di usiaku sekarang aku belum pernah berpacaran dan mengenal laki-laki. Mungkinkah dia kelak akan menjadi kekasihku.

Yuri Pov End.

“Bunga lagi?”tanya kakeknya begitu melihat Yuri masuk membawa bunga.

“Ne, haraboji. Tapi sama seperti kemarin, tak ada kartu nama didalamnya”ucap Yuri.

“Hmmm, mungkin belum saatnya ia menampakan dirinya dihadapanmu”

“Apa mungkin dia berasal dari luar angkasa? Seperti drama my love from the star?”tanya Yuri sembari membantu melayani pembeli.

Pletakk……

“Appo” ringis Yuri.

“Yya!! Kau ini sudah terpengaruh drama itu, mana mungkin ada kisah seperti itu”

********** Love In Silent **********

Ckittttttttt

“Otte, apa kau mendapatkan informasinya?”tanya Siwon.

“Aniyo, hanya saja sepertinya ia sering kesini dan mengantarkan bunga ke toko roti diseberang sana”jawab Kangin.

“Ne, kau benar kanginssi. Ahjumma penjual bunga juga bilang, ia sering membeli bunga disitu. Katanya untuk seseorang”ucap Siwon.

“Omo!!”

“Wae…Wae, kenapa kau berteriak seperti itu”ucap Siwon yang kaget mendengar pekikan Kangin.

“Andwae, apa mungkin…..” sejenak kemudian Kangin memikirkan sesuatu.

“ Yya! Kanginssi, kenapa kau tak melanjutkan bicaramu”ucap Siwon.

“Yeoja…Yeoja itu pasti ada hubungannya”

“Ye?, yeoja siapa?” tiba-tiba ponsel milik Siwon berdering.

Klik….

“Yeobseyo, Donghae. Waeyo?”tanya Siwon.

“Kau ada dimana sekarang?”ucap Donghae.

“Aku ada di sebuah jalan,wae? Apa ada sesuatu yang penting?”tanya Siwon.

“Sebaiknya kau cepat kesini”

“Ne, keuno”ucap Siwon.

“Call, kanginssi”titah Siwon.

“Eodi?”

“Ke kantor intelejen”ucap Siwon singkat.

“Yes, sir”

********** Love In Silent *********

“Waeyo,kenapa kau menyuruhku kesini?”tanya Siwon sesampai di tempat kerja Donghae.

“Aku mendapatkan informasi tentangnya”

 

“Jinjja, jadi kau tahu siapa pelakunya?” Donghae menggangguk.

“Ne, aku sudah mendapatkan informasi. Pembunuh bayaran itu bernama Cho Kyuhyun, dia lahir di korea. Dia pernah bekerja di sebuah perusahaan game terkenal, hanya saja dia di pecat karena terbukti menggelapkan uang perusahaanya. Dan informasi yang aku dapatkan dari detektif Kim, akhir-akhir ini dia sering berdiri sebuah toko roti ”

“Apa mungkin…..” tiba-tiba Kangin berteriak menyela pembicaraan Siwon dan Donghae.

“Andwae!!!”pekik Kangin.

“Yya, kenapa kau mengaggetkan kami”

“Jwesonghamnida, seperti aku tahu alasan dia datang dan berdiri saja di seberang toko roti itu”ucap Kangin.

“Apa yang kau ketahui, Kanginssi?”tanya Donghae.

“Membeli bunga, mengantarkanya tapi dia pergi, memandang dari jauh. Bukankah itu tanda seseorang terpikat, yang sedang aku pikirkan adalah mungkin ada kaitanya gadis itu”ucap Kangin.

“Jadi, maksudmu. Dia menyukai gadis penjual roti itu”ucap Siwon.

“Ne”ucap Kangin.

“Jwesonghamnida, aku menyela pembicaraan kalian. Aku mempunyai ide untuk menangkapnya, sepertinya ide ini akan membuahkan hasil. Hanya saja harus ada seseorang yang menjadi tokoh disini” sela Jongwoon.

“Hmmmm, sepertinya aku tahu”ucap Donghae.

“Siapa? Tak mungkin detektif Kim dan Kangin”ucap Siwon.

“Kau..kau hyung yang akan melaksanakan rencana ini”ucap Donghae.

“Mworago, aku??”

“Ne, hanya kau yang bisa melakukannya”

“Waeyo, bukankah komandan sering menaklukan para gadis ketika beraksi?”goda Kangin.

“Yya!!, Aish” ucap Siwon sembari hendak memukul bawahannya itu.

“Eotte? Apa kau setuju dengan ide ini?tanya Donghae.

“Baiklah, akan aku lakukan tugas ini”

“Oke, sebaiknya kita menyusun rencana untuk besok pagi”ucap Donghae.

******** Love In Silent *********

Kyuhyun memutuskan untuk pindah ke sebuah rumah di areal dekat kwon bakery, agar ia bisa melihat Yuri setiap hari. Dan setiap hari Yuri selalu berada di toko itu untuk membantu kakeknya, untung saja tempat tinggalnya sekarang persis berhadapan dengan toko tersebut.

Seperti sekarang kyuhyun sedang menikmati secangkir kopi, dan menghadap kearah toko tersebut dan kebetulan Yuri dan kakeknya sedang menikmati secangkir kopi.

 

 

Kyuhyun Pov.

Mianhae membuatmu penasaran karena aku mengirimkan bunga kepadamu, dan tidak pernah menampakan diriku di hadapanmu.

Kyuhyun Pov End.

********* Love In Silent *******

“Kau sudah siap hyung?”tanya Donghae

“Ne, kau tenang saja dan berdoa agar rencana yang kita jalankan berhasil”

“Komandan, apa kau ingin aku temani?”tanya Kangin.

“Aniyo, kau tak perlu menemaniku. Kau awasi saja dari luar, arraso?”

“Yes, sir”

“Sekarang kau masuklah ke toko itu”titah Donghae

“Hyung!! Chankkaman”panggil Donghae, membuat Siwon berbalik.

“Waeyo?”tanya Siwon.

“Kau melupakan ini” ucap Donghae sembari menyerahkan bunga kepadanya.

“Astaga, aku hampir lupa. Gomawo”

“Cheonma, semoga kau berhasil Hyung”

Siwon pun segera berjalan masuk kedalam bakery tersebut, sementara donghae dan kangin mengawasi dari dalam mobil. Sedangkan Jongwon menyamar sebagai pembeli minuman tak jauh dari bakery itu. Siwon menghembuskan nafasnya begitu di dalam bakery tersebut,disaat Yuri sedang membantu anak kecil Siwon menghampiri Yuri dan tersenyum kepadanya, Yuri pun balik membalas senyuman hangat Siwon.

Senyum Yuri berubah begitu melihat seorang pelanggannya membawa pot bunga kecil yang sering ia dapatkan, Yuri merasakan sesuatu yang berbeda pada pelanggan yang baru dilihatnya itu.

“Annyeonghaseyo”sapa Yuri

“Oh, ne annyeong”balas Siwon

“Apa anda mencari sesuatu? Sepertinya aku baru melihat anda datang ke sini?”ucap Yuri.

“Eungg, apa disini menjual waffle?”tanya Siwon.

“Mianhae, kami tak menyediakan roti tersebut di toko kami” jawab Yuri sambil terus memandangi Siwon.

“Begitu”ucap Siwon

“Jwesonghamnida, apa anda tak mau mencoba selain waffle?”tanya Yuri.

“Hmmmm, baiklah”ucap Siwon sembari menyunggingkan senyumannya.

Yuri pun beranjak meninggalkan Siwon menuju counter, sesekali dia memandang Siwon dari jauh. Sadar seseorang sedang menatapnya, Siwon membalas tatapan itu dengan senyum khasnya. Yuri terkejut karena ketahuan memandanginya secara diam-diam, segera memalingkan wajahnya dan berpura-pura merapikan sesuatu.

Beppp…Beppp

“Waeyo, apa kau menemukan sesuatu yang mencurigakan diluar”tanya Siwon, sembari sibuk memilih roti agar tak ada orang yang curiga.

“Ne, pria itu sudah menampakkan dirinya. Apa kau melihatnya dari dalam, dia hanya beberapa jarak dari tempatmu berdiri”ucap Donghae

 

“Ne,aku melihatnya. Apa yang harus kita lakukan sekar…….’Siwon berhenti bicara, ketika mengetahui sesorang berdiri disampingnya.

“Jwesonghamnida, apa kau ingin membeli cake itu”tanya Yuri, yang sedari tadi melihat Siwon hanya berdiri disitu terus.

“Oh.., Ne. Chogi bisakah kau pilihkan? “tanya Siwon.

“Apa ini untuk kekasihmu?”ucap Yuri sembari membantu Siwon.

“Yya, Hyung apa kau masih mendengarku?”tanya Donghae

“Jwesonghamnida, agassi. Aku pilih ini saja”ucap Siwon tiba-tiba

“Ne, chankkaman. Akan kubungkuskan”ucap Yuri

“Ya, Hyung apa kau mendengarku”teriak Donghae.

“Jwesonghamnida, agassi aku harus pergi. Igeo”ucap Siwon sembari menyerahkan uang dan mengambil cake yang dibelinya dan pergi meninggalkan bakery itu tanpa memperdulikan panggilan Yuri.

Cring..

“Tuan ini kembaliannya dan bunganya!!”panggil Yuri, namun terlambat karena Siwon masuk kedalam mobil.

Yuri terus memandangi sosok Siwon yang mulai menjauh dan melihat bunga yang ditinggalkan oleh Siwon di bakery milik kakeknya.

*********** Love In Silent *********

“Eonni, bisakah kau ambilkan coklat itu?” ucap seorang gadis kecil sembari menarik-narik ujung baju miliknya.

“Oke, kajja”ucap Yuri .

“Nona manis, kau ingin coklat rasa apa?”tanya Yuri.

“Itu, yang berwarna pink eonni”jawabnya.

“Igeo”ucap Yuri, gadis kecil itu pun mengangguk.

Di saat Yuri tengah membantu seorang anak kecil, Siwon datang dan tersenyum padanya. Yuri pun membalas senyuman Siwon, dan segera menyelesaikan masalah dengan anak kecil tersebut.

“Eonni. Gomawoyo”ucapnya.

“Cheonmma”balas Yuri.

“Oh, anda datang lagi? Kemarin anda meninggalkan sesuatu di bakeryku”ucap Yuri.

“Aku minta maaf atas kejadian kemarin”ucap Siwon.

“Gwenchana, igeo uang kembaliannya”ucap Yuri.

“Tidak usah, kembaliannya lebih baik kau taruh di kotak donasi itu”tolak Siwon.

“Chogi, apa disini menyediakan secangkir kopi?”tanya Siwon.

“Ne, waeyo?”tanya Yuri.

“Kalau begitu, aku minta esspreso dan cake itu sepertinya enak”ucap Siwon sembari menujuk ke sebuah counter cake.

“Arraso, kau ingin dibawa atau minum disini?”tanya Yuri.

“Aku akan minum didepan sana”jawab Siwon.

“Ne, kalau begitu akan kuantarkan”ucap Yuri.

“Gomawoyo, agassi”ucap Siwon.

Beberapa menit kemudian……

“Jwesonghamnida, membuat anda menunggu”ucap Yuri.

“Aniyo,gomawo”ucap Siwon.

“Kalau anda butuh sesuatu, silahkan panggil saya”ucap Yuri sembari melangkah pergi

“Chankkaman agassi”

“Ne”

“Bisakah kau menemaniku minum coffe, itu pun kalau tidak sibuk”tanya Siwon

 

 

sementara itu dari balik jendela sebuah apartement, Kyuhyun melihat seorang pria duduk bersama dengan Yuri. Kyuhyun marah ketika pria itu membuat Yuri tersenyum untukknya, Kyuhyun yang sesungguhnya pembunuh bayaran segera mengambil sebuah senapan yang ia simpan di lemari khusus dan membidikan senapannya ke arah Siwon.

beberapa menit kemudian dan seperti biasanya, ia mengatakan harus pergi sekarang. Namun kali ini Yuri menahannya untuk menunggu sebentar saja.

“Chankkaman”ucap Yuri sembari masuk kedalam.

“Igeo, kembaliannya”ucap Yuri.

“Aigo~”ucap Siwon sembari mengulum senyumnya.

“Ehmm, Jwesonghamnida. Ada krim di wajah anda”ucap Yuri sembari menunjuk-nunjuk

“Apa sudah bersih?”tanya Siwon

“Opso”ucap Yuri sembari mengulurkan tangannya ke arah Siwon.

Keduanya pun menjadi salah tingkah dan merasa canggung, untung saja tak begitu lama Siwon mencairkan suasana canggung itu.

“Jwesonghamnida, apa besok aku boleh datang kesini lagi?”tanya Siwon ragu.

“Ne??”ucap Yuri bingung.

“Aniyo, kau jangan salah paham dulu. Aku hanya ingin mengobrol denganmu saja”ucap Siwon.

“Ne, dengan senang hati”ucap Yuri.

 

Kyuhyun Pov.

Siapa pria itu yang membuat dia tersenyum dan tertawa.

Kyuhyun Pov End.

Siwon pun meninggalkan Yuri, dan perlahan Kyuhyun menurunkan senjata miliknya.

Keesokan harinya…….

Sepertinya hari ini akan turun, dilihat dari langit yang sedari tadi pagi sudah mendung. Yuri memandang ke depan berharap pria itu datang lagi. Beberapa menit kemudian, hujanpun turun dengan derasnya.

Yuri Pov.

Hujan turun deras, apa mungkin dia akan datang kesini? Mungkin jika hujan tak turun dia akan datang dan mengobrol denganku seperti hari kemarin.

Yuri Pov End.

image002

Yuri tak menyadari bahwa dari kejauhan dua orang terlihat memandangi Yuri, dua pria itu tak lain Siwon dan Kyuhyun. Tiba-tiba Siwon melihatnya, melihat sesuatu Kyuhyun pun lekas segera pergi dan berjalan memasuki sebuah lorong. Siwon pun segera berlari mengejarnya, ia tak mau kehilangan kesempatan langka seperti ini namun baru beberapa langkah mengejarnya Kyuhyun sudah menghilang. Ketika Siwon hendak berbalik, tiba-tiba sebuah pukulan menghantamnya dan membuatnya seketika roboh menyadari lawannya tak sadarkan diri Kyuhyun pun segera mengambil dompet dari kantung celananya. Kyuhyun begitu terkejut begitu mengetahui siapa pria itu, ia pun menaruh kembali dompet itu dan segera pergi meninggalkannya.

Pov Kyuhyun.

Jadi pria itu bernama Choi Siwon, dan dia adalah seorang polisi

Kyuhyun Pov End.

 

Seminggu kemudian……

Hari ini Yuri sedang sibuk mondar-mandir melayani pembeli yang meminta bantuannya, sesekali matanya melirik ke arah jendela berharap pria itu datang, namun hampir dua jam lebih orang itu tak menampakan batang hidungnya. Yuri yang tengah merapikan sesuatu tanpa sadar tak menyadari kedatangannya, pria itu pun berdehem dan sontak membuat Yuri terkejut.

“Annyeonghaseyo”sapa Siwon. Yuri menundukan kepalanya

“Jwesonghamnida, apa kau ingin minuman seperti biasanya?”tanya Yuri.

“Ne”jawab Siwon singkat.

“Baiklah, akan ku….”tiba-tiba Siwon menyela

“Jwesonghamnida, dari kemarin aku belum memperkenalkan diriku. Jhoneun Choi Siwon imnida”ucap Siwon.

“Yuri, Kwon Yuri imnida”balas Yuri.

“Mianhae, waktu itu aku tak menepati janjiku. Yurissi”ucap Siwon.

“Aniyo, gwenchana. Lagian waktu itu kau mungkin sibuk dan kebetulan juga hujan turun sangat deras”ucap Yuri.

“Apa toko ini milikmu?”tanya Siwon.

“Aniyo, toko ini milik kakekku. Aku hanya membantunya saja”jawab Yuri sembari sibuk membuat kopi

“Apa kau menyukai bunga itu?”tanya Siwon

“Ne,aku menyukainya sejak dulu. Hanya saja aku tak tahu siapa pengirimnya, tapi waktu itu kau juga meninggalkan pot bunga itu disini”jawab Yuri, Siwon hanya tersenyum mendengar jawaban dari bibir Yuri. Tujuan Siwon kesini adalah hanya mengenal Yuri, tak mungkin dia mengatakan kalau dia bukan pengirimnya. Alih-alih ia memilih diam

“igeo”ucap Yuri membuyarkan pikiran Siwon.

“gomawo”ucap Siwon sembari menyesap kopinya.

Siwon Pov.

Mianhae, menjadikanmu alasanku kesini. Karena dari toko ini aku bisa melihatnya dan mengetahui tempat persembunyiannya dan tidak khawatir dia mengetahui identitasku, kali ketiga aku kesini sepertinya dia menyukaiku dan mengira aku adalah si pengirim bunga itu. Aku tahu aku salah menempatkannya dalam situasi bahaya seperti ini, tapi hanya dengan rencana inilah aku bisa menangkapnya.

Siwon Pov End.

********** Love In Silent ***********

Seminggu setelah Siwon mengunjungi bakery milik kakek Yuri , ia jadi sering kesana dan hubungan mereka semakin akrab. Kali ini siwon datang membawa sebuah bunga bukan bunga Lily yang dulu ia jadikan penyamarannya melainkan bunga mawar, hadiah untuk Yuri karena bersedia menjadi temannya.

“sudah satu minggu, sepertinya tak ada kiriman bunga lagi”ucap Yuri.

“mungkin dia takut karena ada aku,hahaha”ucap Siwon tertawa.

“mungkin yang ucapkan, ada benarnya”ucap Yuri.

Siwon dan Yuri tak menyadari bahwa bahaya sedang mengintai mereka, beberapa orang pria mendekat kearah bakery seorang pria terlihat membawa pistol yang disembunyikannya. Kyuhyun yang sedari tadi melihat Yuri dari sebuah atap menyadari hal tersebut, Kyuhyun dengan senjata yang digenggamnya dengan sigap menembak tepat sebelum pria itu masuk.

Suasana pun menjadi kacau dan orang yang berada di dalam dan dijalanan menjadi histeris akan kejadian hal itu, melihat itu Siwon dengan sigap menarik Yuri untuk bersembunyi dan berjalan keluar serta mulai menembaki mereka satu persatu, Kyuhyun pun tak tinggal diam ia pun memabntu Siwon dari atas.

“Eomma~ hiks…”ucap seorang gadis cilik.

Yuri yang melihat seorang gadis kecil sedang menangis di depan bakerynya, keluar dari persembunyiannya dan berniat menolong gadis kecil tersebut. Namun naas tragedi pun menimpanya.

Siwon berusaha sekuat tenaga menembaki orang yang tak dikenalnya, tanpa sengaja kedua matanya menangkap sosok Kyuhyun dari atas atap sebuah apartemen Siwon mengarahkan pistolnya kearah Kyuhyun, namun tembakannya meleset. Ia pun segera masuk kedalam apartemen tersebut dan menaiki tangga, namun naas sebuah peluru mengenai tangannya dengan sekuat tenaga Siwon berusaha bertahan dan mengejar ke atas namun ia tak mendapati sosok Kyuhyun disana. Dari atas Siwon melihat kejalanan dan melihat banyak orang mati dan melihat Yuri sedang dikerumuni beberapa orang.

Dua bulan kemudian………..

Aku kehilangan suaraku karena peluru yang nyasar kepadaku dan membuatku shock karena itu, dokter mengatakan suaraku tak bisa kembali seperti semula dan seorang teman Choi Siwon mengatakan kalau dia terluka dan dikirim keluar negeri. Yuri hanya memandangi dan mengingat kembali kejadian tersebut dari dalam kamarnya. Sementara di tempat lain, Kyuhyun memandangi lokasi dimana orang yang dicintainya itu terluka.

Seperti hari ini kakek menyemangatiku untuk kembali bekerja, dan melupakan kejadian yang kelabu itu karena masa depan tak akan berubah jika kita tak bisa merubahnya sendiri. Seorang pria mendekati bakery itu yang tak lain adalah Kyuhyun.

Cring…..

“Annyeonghaseyo”sapa Kyuhyun, Yuri hanya tersenyum melihatnya namun ada gurat kesedihan di wajah Yuri.

 

Kyuhyun Pov.

Dia terlihat sedih, sekarang ini aku tak bisa terus diam dan hanya bersembunyi sebagai pria misterius dalam kehidupannya.aku harus berada disampingnya, sampai dia menyadari siapa aku sebenarnya

Kyuhyun Pov End.

Yuri mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya, ia menuliskan sesuatu di ponsel tersebut. Kyuhyun yang melihat hal itu hanya memperhatikannya dari dekat. Beberapa menit kemudian, Yuri menyodorkan ponselnya di hadapan Kyuhyun, dan Kyuhyun membaca tulisan tersebut.

 

“Ne, ingin membeli roti”ucap Kyuhyun, kemudian Yuri menulis lagi di ponselnya.

“Aniyo, aku bisa memilihnya sendiri”ucap Kyuhyun sembari beranjak pergi.

“Igeo, tolong kau bungkuskan untukku”ucap Kyuhyun, Yuri pun membalasnya dengan anggukan

“Gomawoyo”ucap Kyuhyun, saat hendak pergi Yuri menahan lengannya dan menuliskan sebuah kata

“Terima kasih, anda telah mampir di toko kami”

“Ne, cheonmma”balas Kyuhyun.

Waktu beranjak sore Yuri bersiap untuk pulang, ia terkejut begitu berbalik tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihadapannya perlahan kaca mobil diturunkan. Yuri mengenal pria itu, ia pun segera turun dan menawarkan diri untuk memberikan tumpangan.

Kyuhyun Pov.

Sekarang aku bahagia bisa dekat dengannya, aku mengantarkan pulang

Kyuhyun Pov End.

Sepanjang perjalanan hanya terdengar sebuah alunan music ballad dari audio yang Kyuhyun nyalakan, sesekali ia melirik ke arah Yuri begitupun sebaliknya. Begitu sampai didepan rumah Yuri,Kyuhyun berpamitan kepada Yuri dan mengatakan kepadanya bahwa dia tinggal disebuah apartement tak jauh dari toko roti milik kakeknya itu.

Sekarang hari-hari Kyuhyun di penuhi rutinitas menjemput dan mengantarkan Yuri, namun kali ini berbeda Yuri mengajak Kyuhyun makan malam sebagai ucapan terima kasih kepadanya. Ia pun menulis di ponsel miliknya.

“Maukah anda makan malam hari ini”tulis Yuri pada ponselnya.

“Ne, tentu saja dengan senang hati. Aku akan menjemputmu nanti malam”ucap Kyuhyun antusias

Yuri pun melambaikan tangannya ke arah mobil Kyuhyun yang mulai menjauh dari rumahnya, malam harinya Kyuhyun menempati janjinya untuk menjemput Yuri. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah restoran, rasa canggung menyelimuti keduanya selain Yuri tidak bisa bicara Kyuhyun pun malam ini mendapat sebuah tugas.

Flashblack.

Sepanjang perjalanan mengantar Yuri, senyum tak lepas dari bibirnya. Sesampainya di depan apartementnya, ia menemukan sebuah bunga mawar hitam dan amplop berwarna hitam yang terselip di depan pintu. Kyuhyun pun mengerti dan segera membuka amplop hitam yang berisi target sasaran berikutnya.

Flashblack End.

“Maaf, bisakah kau menunggu sebentar? Aku hanya keluar sebentar dan akan kembali lagi kesini secepatnya “pinta Kyuhyun, Yuri pun hanya diam

“ini tidak akan lama, tapi tolong kau jangan pergi”titah Kyuhyun

Yuri Pov.

            Lagi…, sekali lagi aku menunggu. Tapi kali ini aku bukan menunggu Choi Siwon, melainkan seseorang yang tak aku kenal sebelumnya. Dan karena mereka aku harus menunggu lagi, entah berapa lagi aku harus menunggu. Aku tahu dia menyukaiku, tapi aku harus menjelaskan kepadanya bahwa aku masih menunggu Siwon kembali

Yuri Pov End.

Kyuhyun berlari sekencang mungkin menuju sebuah hotel, tepat setelah kedatangannya datang sepasang suami istri yang masuk dan berjalan menuju tangga tanpa menyadari kehadirannya. Kemudian sepasang suami istri tersebut masuk kedalam lift, Kyuhyun melihat angka kemana mereka tuju. Tepat setelah lift terbuka Kyuhyun menghujani mereka dengan timah panas, dan seketika lampu menjadi padam.

Beberapa jam kemudian Kyuhyun datang lagi ke restoran itu sembari membawa sebuah pot kecil bunga Lily putih yang sering ia kirimkan untuk Yuri.

“Maaf membuatmu menunggu terlalu lama”ucap Kyuhyun.

“Gwenchana, tapi maaf sebaiknya makan malam ini kau anggap sebagai pertemanan saja”tulis Yuri pada ponselnya.

“Ne, jika itu maumu”ucap Kyuhyun

 

Kyuhyun Pov.

Aku tahu…., aku tahu dalam hatimu kau masih menyimpan perasaanmu untukknya. Tapi bisakah aku berharap kau menyisakan sedikit ruang dalam hatimu untukku?

Kyuhyun Pov End.

Hari pun berlalu dengan cepatnya dan hubungan antara Kyuhyun dan Yuri menjadi semakin akrab, Yuri mengajak Kyuhyun kedalam sebuah ruang pribadinya di dalam toko milik kakeknya dan menunjukan kepadanya beberapa pot bunga lily yang sering ia dapatkan tertata rapi disana. Kyuhyun terpana melihat semua itu, tapi kini ada sebuah jembatan yang memisahkan keduanya karena saat ini hati Yuri sudah terisi oleh Siwon. Yuri memberikan buku catatan miliknya kepada Kyuhyun yang berisi curahan hati Yuri selama ini.

“Apa kau ingin terus menunggunya?”tanya Kyuhyun, namun Yuri hanya diam saja.

“Tak ada gunanya kalau terus menunggu, sebaiknya kita ke tempat kerjanya”ajak Kyuhyun.

Kyuhyun pun mengajak Yuri ke tempat dimana Siwon bekerja, disana ia bertemu dengan rekan kerja Siwon yaitu inspektur kangin.

“Kenapa anda tak bisa memberitahukan kepada kami, dimana dia berada”ucap Kyuhyun.

“Dia hanya terluka kecil, hanya saja aku ragu di bisa kembali kekorea atau tidak”ucap Kangin.

“Bisakah kau memberitahukan kepada kami alamat dia sekarang tinggal”

“Aniyo, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa memberitahukan kepada kalian alamat dia sekarang tinggal, jika kalian ingin menitipkan pesan akan aku sampaikan kepadanya” ucap Kangin sembari melihat kearah Yuri yang sedari tadi hanya menunduk.

“Gwenchanayo?”tanya Kangin,Yuri pun hanya mengangguk.

“Kajja,aku akan mengantarkanmu pulang”ajak Kyuhyun sembari menggenggam tangan Yuri.

Sepanjang perjalanan pulang Yuri terus menundukan kepalanya, pikirannya melayang entah kemana yang hanya ia dengar saat ini adalah alunan musik. Sesampainya di rumah Yuri berusaha sekuat tenaga menenangkan diri dengan membuat segelas teh hangat, namun sepertinya itu tak membuahkan hasil saat menaruh gula ke dalam minuman air mata Yuri menetes. Ia tak percaya bahwa dia tak bisa bertemu dengannya lagi, Kyuhyun yang berada disitu hanya bisa memandangnya dan berusaha mencoba berbagai cara agar Yuri terhibur termasuk mengajaknya ke rumah keduanya yang terletak di dekat sebuah danau.

“Apa kau senang sekarang? Maaf rumahku memang tak sebesar milikmu”ucap Kyuhyun sembari mempersilahkan Yuri masuk. Yuri melihat bunga mawar putih didalam sana, seakan tahu Kyuhyun mengatakan ia hobi menanam bunga.

“Bisakah kau mengirimkan bunga mawar ini, untuk perayaan ulang tahun bakery kakekku nanti?”tulis Yuri.

“Ne”ucap Kyuhyun.

*************** Love In Silent *****************

Sebuah pesawat mendarat di landasan, tampak seseorang turun dari pesawat disana sudah menunggu Kangin dan Donghae yang datang untuk menjemputnya.

 

“Apa kabarmu, hyung?”tanya Donghae sembari memeluk Siwon.

“Baik, apa disini baik-baik saja selama aku tak disini?”ucap Siwon.

“Ne, hanya saja gadis yang bernama Yuri menanyakan keberadaanmu kepadaku”ucap Kangin.

“Jinjja?”ucap Siwon.

“Apa kau ingin kekantor langsung?”tanya Donghae ketika di dalam mobil.

“Aniyo, aku ingin menemui Yuri. Bisakah kau mengantarkanku Donghaessi”ucap Siwon.

“Yya!! Kau gila hyung, aku sama sekali tak mengerti apa yang ada di pikiranmu sekarang. Apa kau tahu seberapa keras aku berusaha dalam tugasku dan rencana yang kita susun”bentak Donghae.

“Ne, apa yang dikatakan detektif lee benar. Sebaiknya kau tak usah menemuinya”ucap Kangin

“Aku akan mengatakan sejujurnya kepadanya, semuanya agar aku tak merasa bersalah kepadanya”ucap Siwon

“Aissshhh,kau benar-benar membuatku gila Hyung”ucap Donghae frustasi

“Tapi kau terlambat, ada seorang pria yang sedang dekat dengannya sekarang”sela inspektur Kangin, dan membuat Siwon terkejut.

Dan benar saja sesampainya disana Siwon melihat Yuri bersama dengan seorang pria dengan posisi membelakangi di bakery kakeknya dan pria tersebut terlihat sangat dekat dan akrab dengan kakek Yuri.

Sore Harinya…….

Yuri menghabiskan waktunya dengan berdiam diri dan melamun, namun bunyi telepon membuyarkan lamunannya. Ia pun segera mengangkat namun tak ada suara yang ia dengar, Yuri pun meletakan gagang telepon secara perlahan

“Aku tahu kau yang sedang menelponku, tapi kenapa kau tidak bicara”batin Yuri

Tok…Tok….

Yuri pun segera keluar dari kamarnya, dan membuka pintu saat ada di depan pintu Yuri merasakan bahwa yang ada dibalik pintu adalah seseorang yang dia tunggu selama ini. Namun yang ia harapkan tak seperti yang dibayangkan, Kyuhyun tersenyum dan memberikan satu tangkai bunga Yuri tersenyum orang yang diharapkannya datang bukan Kyuhyun melainkan Siwon.

Disaat Yuri sedang membuatkan minuman untuk Kyuhyun, kembali ia mendengar sebuah ketukan. Yuri terpaku di depan pintu begitu melihat Siwon berdiri dihadapannya, begitu pun dengan Kyuhyun yang melihat dari balik badan Yuri.

“Maaf, lama tak bertemu denganmu. Aku sibuk dengan pekerjaanku di luar negeri”ucap Siwon, Yuri yang tak bisa bicara bergegas mengeluarkan ponselnya.

“Bagaimana kabarmu”tulis Yuri

“Aku baik-baik saja”jawab Siwon. Tiba-tiba Yuri menutup pintu dan mendekat kearah Siwon, sementara didalam Kyuhyun hanya bisa berdiam diri karena ia tahu bagi Yuri ini adalah saat yang dinantikannya.

“Mengapa? Kenapa kau tak mengatakan sebenarnya kepadaku?” tulis Yuri.

“Mianhae, itu…..aku tak mengatakan sebenarnya kepadamu. Aku…aku adalah seorang polisi, mianhae aku memanfaatkanmu selama aku melakukan penyeilidikan hingga membuatmu terluka. Aku merasa bersalah kepadamu aku tak punya keberanian untuk menemuimu,tapi aku berpikir inilah saatnya aku berkata yang sesungguhnya kepada aku benar-benar menyesal”ucap Siwon sedih dan pergi meninggalkan Yuri.

Yuri ingin sekali mencegah Siwon pergi, namun ia tak bisa. Yuri pun menangis kencang, Kyuhyun yang mendengar Yuri menangis dari dalam ingin rasanya menghiburnya namun ia tak bisa, bagi Yuri ia adalah seorang teman bukan siapa-siapa untuknya.

 

********* Love In Silent ************

Siwon diberitahu detektif Lee kalau ciri-ciri orang yang menembaknya sudah ditemukan dan pelakunya sama dengan kejadian yang selama ini terjadi baik di hotel maupun di bakery, kemungkinan seratus persen yang melakukan ini adalah Cho Kyuhyun. Detektif Kim mempunyai ide, bagaimana kalau ia menyewa jasa pembunuh bayaran yang tak lain adalah Kyuhyun untuk melaksanakan tugas membunuh, hanya saja ia bingung siapa yang akan dijadikan umpan atau korban dalam misi ini.

“Tak mungkin aku kan? Aigo bukankah kalian tahu, aku belum mau mati sekarang”ucap Kangin.

“Aku…aku saja yang menjadi umpannya, kau bisa menyewanya dan membunuhku”ucap Siwon.

 

“Mworago?? Yya, hyung mana mungkin aku menjadikanmu sasaran”ucap Donghae sedikit terkejut.

“Kenapa tidak, dengan menjadikanku umpan dia mudah tertangkap”ucap Siwon.

“Apa dengan menjadikanmu sebuah umpan, masalah akan selesai? Aniyo, hyung. Tak semudah itu yang kau pikirkan”ucap Donghae.

“Kau jangan bersikap gegabah seperti hyung”ucap Donghae.

“Sebaiknya, kau ikuti rencanaku”ucap Siwon

“Yya!!, hyung. Kau mau kemana”panggil Donghae

Ditempat Lain.

Kali ini Kyuhyun mengajak Yuri kembali kerumahnya, langkah Yuri berhenti ketika melihat sebuah pot bunga dan amplop hitam pintu rumah Kyuhyun. Mengetahui hal itu, kyuhyun segera membawanya.

“Yurissi, ini hadiah dari temanku. Sepertinya ia tak tahu kalau aku didalam”cegah Kyuhyun, saat Yuri akan menyentuh bunga itu.

“Mianhae, rumahku sedikit berantakan”ucap Kyuhyun.

“Mau kubuatkan teh hangat?”tawar Kyuhyun

“Chankkaman”ucap Kyuhyun.

Kyuhyun meletakan pot bunga diatas pantry kemudian ia membuka amplop tersebut, pikiran Kyuhyun menjadi kalut saat melihat target sasarannya adalah Choi Siwon.

“ini tak mungkin, dia seorang polisi”batin Kyuhyun.

Sekali lagi tanpa sepengetahuan Yuri, Kyuhyun diam-diam meninggalkannya menuju tempat bosnya berada. Sesampainya disana Kyuhyun melemparkan foto Siwon ke wajahnya.

“Apa kau gila, dia seorang polisi”pekik Kyuhyun.

“Aku tahu itu tak mudah, tapi klien itu memintamu untuk membunuhnya”ucapnya

“Kita berada di bisnis dimana kita, tidak bisa mengatakan tidak pada klien kita”ucapnya lagi sembari menyesap cerutu

“Kau jangan khawatir, aku akan berada di belakangmu untuk melindungimu”ucapnya

“Aku dengar kau memiliki seorang pacar? Kau pasti membutuhkan banyak uang untuk berkencan dengannya”ucapnya

“Kumohon, jangan kau sakiti dia. Dia tak tahu apa-apa tentang ini”ucap Kyuhyun.

************* Love In Silent ************

Sementara di tempat lain Siwon sedang mempersiapkan diri untuk menjadi korban sasaran Kyuhyun,ia tahu pasti Kyuhyun akan muncul pada perayaan di bakery milik kakek Yuri. Detektif Lee dan inspektur kangin datang kerumahnya. Mereka menyiapkan segala sesuatu, mulai dari memasangkan rompi anti peluru di badannya dan menyiapkan senjata.

Hari yang ditunggu pun tiba dimana detektif lee dan polisi lainnya sudah berada di sebuah taman kota sudah bersiap-siap di setiap sudut dengan perlengkapan senjata, Siwon yang berada di dalam mobil di kejutkan dengan ketukan dari kaca jendela mobil

 

“Tersangka mendekat”, semua polisi pun segera mendekat. Namun begitu tahu Kyuhyun yang datang, Siwon pun segera menjawab melalui alat pendengar yang di tempel di telinganya.

“Gwenchana, dia seorang temanku”ucap Siwon.

“Mworago??”pekik Donghae yang juga mendengar hal itu.

“Annyeonghaseyo”sapa Kyuhyun

“Oh, annyeonghaseyo” balas Siwon.

“Tak kusangka aku bertemu denganmu disini”ucap Kyuhyun.

“Ne”ucap Siwon

“Bolehkah aku berbicara denganmu sebentar?”tanya Kyuhyun

“Tentu, masuklah”ucap Siwon

“Donghaessi, sebaiknya kalian makan siang. Aku akan kembali”ucap Siwon.

“Yya…Yya, Choi Siwon. Hajima ”teriak Donghae

Siwon pun segera melajukan mobilnya, dan meninggalkan taman tersebut ke sebuah tempat yang tak begitu banyak orang.

“Aku hanya perlu bicara sedikit denganmu”ucap Kyuhyun.

“Gwenchana, disana terlalu berbahaya”ucap Siwon

“Biasakah kau mengganti musikmu?”tanya Kyuhyun

“Ne, silahkan”ucap Siwon

“Kau orang baik, dan aku orang jahat. Kenapa kau mau mengorbankan dirimu?”tanya Kyuhyun

“Ah~jadi kau tahu bahwa ini adalah jebakan untukmu”ucap Siwon sembari menodongkan pistol ke kepala Kyuhyun

“Kau harus datang ke perayaan itu”ucap Kyuhyun yang juga menodongkan senjata ke perut Siwon

“Kau tak berani membunuhku, kenapa?”tanya Siwon

“Ini untuk Yuri”jawab Kyuhyun

“Bukan untukmu?”ucap Siwon

“Aniya, bagiku aku hanya dibelakangnya dan tak berani muncul dihadapannya”ucap Kyuhyun

“Apa kau yang menggirim bunga mawar itu?”ucap Siwon

“Ne, bahkan dia belum tahu tentang itu”ucap Kyuhyun sedih

“Apa kau tahu, berapa lama Yuri menunggumu?”ucap Siwon

“Hanya sebelum kau datang, kau harus menghadiri perayaan itu”ucap Kyuhyun

“Dan bagaimana denganmu, apa kau akan datang?”ucap Siwon

“Jika kau tidak menangkapku aku akan menghilang dari hadapannya”jawab Kyuhyun

“Mianhae, jika kau tak bisa membunuhku. Bosmu akan marah, mianhe aku tak bisa melakukannya”ucap Siwon

“Kita akan menghadiri perayaan itu, tak peduli jika masa depan dia memilihmu atau sebagai teman baiknya. Sesungguhnya yang ingin aku tangkap adalah bosmu”ucap Siwon

“Tapi kau lebih baik, untuk mendapatkan hati Yuri”ucap Kyuhyun

Siwon pun tersenyum dan menepuk bahu Kyuhyun, kemudian ia keluar dari mobil, ia tak tahu bahaya sedang mengintainya. Sementara di dalam mobil Kyuhyun hanya memainkan senjata miliknya dan memandang kedepan.

*********** Love In Silent ***********

Hari ini adalaha hari perayaan ulang tahun berdirinya toko bakery Kwon, Kyuhyun datang ke toko itu yang sudah ramai pengunjung. Kyuhyun berjalan menuju Yuri yang sepertinya sedang bersama dengan detektif Lee dan inspektur Kangin, bahkan Kyuhyun melihat Yuri sedang gelisah

“Yurissi”ucap Kyuhyun

“Ada apa dengannya, kenapa dia menangis”tanya Kyuhyun kepada detektif Lee

“Aku menjelaskan kepadanya bahwa Choi Siwon sudah meninggal, karena tertembak di suatu tugas”ucap Donghae

Seketika tangis Yuri menjadi-jadi, ia berjalan kearah Kyuhyun dan mencengkram jaket yang di pakai oleh Kyuhyun. Yuri tak bisa menyembunyikan kesedihannya itu

“Uljimma”ucap Kyuhyun

1 tahun kemudian….

Kyuhyun membantu Yuri mengemasi barang dari rumahya, Yuri yang tahu akan hal itu segera mencegah Kyuhyun.

“Aniya, gwenchana”ucap Kyuhyun, namun Yuri merebut bungkusan itu

“Aniya, gwenchana biar aku saja”ucap Kyuhyun lagi,namun Yuri merebut kantong plastik itu

“Sebaiknya kau istirahat saja”ucap Kyuhyun, namun Yuri tak mengubrisnya

“Yuri-ya, kucing dicintai oleh orang-orang. Mereka akan menurut, jika kau menyayanginya tapi jika kau tak peduli maka mereka akan menyerangmu. Kyuhyun sepertinya orang baik, lebih baik kau lebih menghargainya”pesan kakek, Yuri hanya tersenyum begitu mendengar pesan kakeknya.

………………..

Yuri Pov.

Aku tahu dia orang baik tapi aku belum yakin untuk bisa menerimanya, kebaikan hatinya untukku….hanya kebaikan yang kurasakan. Setiap kali aku merasa sedih aku selalu memandangi bunga mawar yang ada dijendela kamarku, ini satu-satunya hal yang bisa aku lakukan.

Yuri Pov End.

Sementara di tempat lain hal yang sama juga dilakukan oleh Kyuhyun, ia memandangi bunga mawar yang ada di belakang rumah miliknya.

Kyuhyun Pov.

Aku tidak pernah menginginkan sesuatu atau perasaan lebih darinya, baik dimasa lalu sekarang ataupun masa yang akan datang. Tapi dia telah memberiku banyak hal, aku berharap hidupku terus berlanjut seperti ini selamanya

Kyuhyun Pov End.

Tempat Pemakaman…

Sore harinya Kyuhyun berjalan menuju sebuah pemakaman,ia mengunjungi makam Choi Siwon dan meletakan sebuah bunga di depan nisannya. Ia memandang nisan tersebut dan kembali teringat akan masa lalu dan tragedi dimana Siwon tewas dihadapannya, Kyuhyun pun segera beranjak pergi dari tempat pemakaman itu menuju sebuah taman kota.

Sama dengan halnya Kyuhyun, Yuri pun mengunjungi makam Siwon sesampainya disana ia mengusap batu nisan marmer bertuliskan nama Siwon.

“Ia seharusnya tak kesepian lagi, seharusnya sekarang sudah bahagia disana” Yuri menoleh dan membungkukan padanya begitu tahu bahwa yang datang adalah detektif Lee.

“Dia pasti senang, karena ia tahu kau berada disini”ucap Donghae

“Yya, Hyung aku bawakan minuman dan makanan favoritmu”ucap Donghae

“Apa kau mau?”tanya Donghae, Yuri pun hanya melambaikan tangan saja

“Sudah setahun dia meninggal, tapi aku tak tahu mengapa dia dibunuh. Sebelum dibunuh dia bilang bertemu dengan seseorang dan mereka pergi bersama entah kemana lalu mereka hilang setelah itu. Bahkan aku memeriksa semua nomor panggilan dan catatan terakhirnya, tapi aku tak tahu siapa yang dianggapnya teman itu satu-satunya pentunjuk adalah bunyi alunan musik di dalam mobilnya ketika kita sampai di TKP. Tape radio itu sedang mengalunkan musik balad, Siwon tak pernah menyukai musik tersebut”jelas Donghae

Mendengar penjelasan dari Donghae, Yuri memikirkan sesuatu. Ia pun berpamitan kepada Donghae dan menuju sebuah rumah dekat danau tak lain adalah kediaman Kyuhyun, Yuri membuka pintu gerbang rumah Kyuhyun. Seperti merasakan sesuatu, Yuri berbalik

“Yurissi”sapa Kyuhyun

“Apa kau kesini untuk bertemu denganku?”tanya Kyuhyun

“Tunggu sebentar”titah Kyuhyun

Kyuhyun pun mempersilahkan Yuri masuk kedalam rumahnya dan menyuruhnya duduk, kemudian Kyuhyun menyalakan televisi

“Lihatlah, drama saeguk ini sangat bagus. Aku sudah menontonnya puluhan kali, bahkan ketika aku menontonnya sampai menangis “ucap Kyuhyun, Yuri pun hanya melihat reaksi yang ditunjukan Kyuhyun.

“Coba kau perhatikan”ucap Kyuhyun

“Yurissi, aku bisa membaca bibirmu”ucap Kyuhyun lagi

Yuri sedikit ragu atas ucapan Kyuhyun, ia pun perlahan mencoba menggerakan bibirnya dan berkata kepada Kyuhyun.

 

“Jeongmollayo? Kau bisa membaca bibirku?”ucap Kyuhyun, Yuri hanya terperangah melihat Kyuhyun

Sore harinya Kyuhyun mengantar Yuri, Yuri keluar dari mobil diikuti oleh Kyuhyun. Namun beberapa Yuri melangkahkan kakinya ia dikejutkan dengan sebuah pot bunga mawar berwarna hitam, Kyuhyun yang tahu hal itu segera memanggilnya

“Yurissi!!”cegah Kyuhyun dan segera mengambil pot tersebut

“Ini untukku”ucap Kyuhyun

“Aku mengatak kepada seorang teman, bahwa aku berada disini”ucap Kyuhyun panik dan berjalan mundur

“Sebaiknya kau masuk dahulu”titah Kyuhyun

Kyuhyun pun segera masuk kedalam mobil dan memutar kendaraannya, Yuri yang tahu sepertinya ada yang tak beres. Satu jam kemudian Kyuhyun sampai disebuah bangunan besar,ia menyusuri lorong dengan tergesa-gesa yang membawanya ke sebuah tempat. Ia pun segera membuka sebuah loker, dimana ia sering mendapat tugas namun begitu dia membuka loker tersebut tak ada amplop didalamnya.

Kyuhyun menjadi cemas dan panik akan hal itu, ia memikirkan sesuatu akan terjadi pada Yuri maupun sebaliknya. Kyuhyun pun segera bergegas menuju sebuah apartement milik bosnya tak jauh dari lokasi itu.

“Kau memiliki tahun yang cukup damai, bagaimana?”ucapnya dalam bahasa cina

“Baik, aku sangat baik”jawab Kyuhyun

“Lalu, bagaimana dengan kekasihmu. Apa ia baik-baik saja dengan bakerynya?”tanyanya lagi

Kyuhyun melangkah kearahnya ketika ia menyinggung soal Yuri, ia melirik begitu melihat ada seseorang duduk di seberang sana sembari mengetuk-ngetukan jarinya.

“Sudah aku katakan sebelumnya, untuk mencoba berhati-hati”ucapnya sembari berjalan menuju Kyuhyun dan berdiri dihadapannya

“Ini adalah misi dan tugas terakhirmu, dan ketika kau melakukannya aku tidak akan pernah mengirimkan mawar hitam lagi untukmu”ucapnya sembari menyerahkan sebuah amplop

Kyuhyun pun menerima amplop tersebut, bos Kyuhyun tersenyum begitu Kyuhyun menerima amplop tersebut dan memeluknya

“Kau memang selalu bisa diandalkan, Kyuhyunssi”bisiknya

Setelah menerima tugas dan amplop tersebut Kyuhyun keluar dari gedung bosnya itu, ia berdiri di sebuah sungai kemudian ia membuka amplop tersebut didalamnya terdapat foto sasaran korban selanjutnya beserta tempat dan jamnya.

********** Love In Silent **********

Kyuhyun mempersiapkan segala sesuatunya, ia mengambil tas yang berisi senjata yang akan digunakannya nanti. Setelah memeriksa kelengkapannya, Kyuhyun bersiap pergi dari rumahnya. Tanpa Kyuhyun ketahui, ternyata Yuri datang kerumahnya dan memeriksa segala sesuatu yang ada didalamnya mata Yuri tertuju pada sebuah compact disc yang tergeletak Yuri pun segera memasukan CD tersebut dan memutarkanya.

Alunan musik yang mengalun terdengar di seluruh ruangan, Yuri memutari seluruh ruangan mulai dari perabotan yang Kyuhyun miliki. Yuri kembali teringat sebuah kamar yang pernah dilihatnya, sepertinya itu kamar rahasia milik Kyuhyun. Yuri pun akhirnya masuk kedalam kamar rahasia tersebut, namun ia juga tak menemukan apa-apa tiba-tiba ia menemukan sesuatu yang mencurigakan di bawah meja sebuah kotak hitam berwarna hitam.

Yuri pun segera membawa kotak hitam tersebut kerumahnya, Yuri terkejut begitu ia membuka pintu rumahnya. Kyuhyun sudah berada di dalam rumahnya dan menyambutnya dengan senyuman hangat.

“Masuklah, makan malam hampir siap”ucap Kyuhyun, Yuri pun segera masuk dan mengikuti Kyuhyun kedapur

“Minumlah, teh hangat ini baik untukmu”ucap Kyuhyun, Yuri hanya memandanginya

“Cepatlah kau minum, sebelum teh ini menjadi dingin”ucapnya lagi

Akhirnya Yuri menerima secangkir teh hangat yang dibuat Kyuhyun untuknya, dan meminum teh tersebut dengan wajah curiga. Yuri meminum teh tersebut sembari memperhatikan gerak-gerik yang dilakukan Kyuhyun

“Kakekmu bilang, sepertinya dia akan terlambat dan dia menginginkan kita untuk mengadakan makan malam bersama disini”ucap Kyuhyun dengan tubuh membelakangi

Tiba-tiba Yuri meletakan cangkir yang dipegangnya diatas meja dengan kerasnya, hingga membuat Kyuhyun menghentikan aktifitasnya kemudian berbalik sembari membawa sepiring makanan ke meja makan.

“Apa kau suka daging sapi?”tanya Kyuhyun

“Aku harap kau menyukai masakanku ini”ucap Kyuhyun sembari berjalan ke arah dapur lagi

Yuri yang melihat Kyuhyun tak menujukan reaksi apa-apa, Yuri segera menuju ruang tengah dan menyalakan radio player dan memutarkan sebuah musik ballad. Kyuhyun yang tahu akan hal itu, menghentikan kegiatannya tetapi ia kemudian melanjutkan kegiatannya lagi. Yuri yang marah akan sikap yang ditujukan Kyuhyun mendekat dan memukul-mukulkan tangannya ke meja dan meletakan kotak hitam tersebut diatas meja dan membukanya serta memperlihatkan isi kotak hitam tersebut kepada Kyuhyun.

Yuri mengambil sebuah pistol yang terdapat di kotak tersebut dan menodongkan pistol tersebut ke arah Kyuhyun. Kyuhyun mendekat kearah Yuri namun Yuri berjalan mundur dan memperlihatkan sebuah koran kepada Kyuhyun, Kyuhyun semakin mendekat kearahnya Yuri yang tengah emosi menghentak-hentakkan kakinya seolah meminta penjelasan dari mulut Kyuhyun.

Yuri merasakan sesuatu kepalanya terasa sedikit pusing dan matanya mulai sedikit kabur, namun Yuri mencoba bertahan.

“Kau akan tahu semuanya besok”ucap Kyuhyun

Tiba-tiba Yuri sedikit oleng dan meletuskan tembakannya ke arah Kyuhyun, namun bukannya Kyuhyun yang dilihatnya ambruk melainkan dirinya yang jatuh. Kyuhyun yang melihat Yuri pingsan segera menangkap tubuh Yuri.

“Maafkan aku”ucap Kyuhyun

************** Love In Silent **************

Esok harinya detektif Lee dan seluruh anggota intelejen serta polisi sudah bersiaga di tempat yang dituju Kyuhyun, karena semua ini adalah rencana detektif Lee. Di setiap sudut anggota intelejen menyamar sebagai tukang kebersihan dan lainnya, disebuah mobil detektif Lee beserta anggotanya duduk dan melihat layar monitor yang telah menghubungkan kegiatan di luar.

“Perhatian!!, sembilan menit seluruh unit siaga. Segera laporkan status kalian”ucap detektif Kim

“Oke, 86. Ambil alih dan berlindung di zona aman”

Detektif Lee yang melihat kemunculan Kyuhyun dari balik layar monitor, kembali mengingat akan kematian Choi Siwon. Ia pun kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan mengeluarkan senjata dari balik jasnya.

 

Sementara di tempat lain Yuri tertidur lelap disebuah kursi, kemudian tiba-tiba Yuri bangun dan terkejut melihat sebuah pot bunga dan sebuah note diatas meja. Yuri mengambil note tersebut dan membacanya

 

“Mianhae, aku telah berbohong kepadamu selama ini. Aku berpikir kau akan berada dalam bahaya, jika kau tahu siapa aku. Aku adalah seorang pria yang hidup di dunia keras dan kematian dan seharusnya aku tak mendekatimu serta mengenalmu,aku memang bodoh menyembunyikan kebenaran akan melindungimu tapi aku rasa aku salah justru sekarang aku tahu bahwa itu akan menyakitimu. Yurissi, terima kasih kau mau menerimaku sebagai teman aku akan mengingat saat bahagia-bahagia bersamamu selamanya. Yurissi, sekarang aku kembalikan bunga ini kepadamu cobalah untuk melupakan semua kesedihan dan semoga kau menerima seseorang yang layak mendapatkan bunga ini dan hatimu kelak, sehingga kau benar-benar bahagia dengannya. Annyeong”

 

 

Yuri berlari sekencang mungkin ke sebuah taman yang ditumbuhi banyak bunga dan kembali teringat akan kenangan masa lalunya dan perjumpaannya dengan seseorang di masa kecilnya dulu. Mengingat bahwa Kyuhyun adalah orang yang dijumpainya sewaktu masih kecil, dan yang sering mengirimkan bunga untuknya menangis dan berlari menuju jalanan dan berusaha menghentikan kendaraan yang sedang melaju. Namun usahanya sia-sia karena tak satu pun kendaraan yang mau berhenti dan memberikannya tumpangan untuknya, begitu melihat kendaraan lagi Yuri berdiri di tengah jalan dan merentangkan kedua tanganya.

“Yya!! Gadis bodoh apa kau mau mati”teriaknya, Yuri pun segera mengeluarkan ponselnya dan menulis sesuatu dan menujukan kepada pengemudi mobil tersebut.

 

Donghae berjalan menyusuri jalanan kecil, disisi lain penembak-penembak jitu telah bersiap-siap dengan posisi masing-masing. Donghae akhirnya sampai di sebuah taman kota yang ramai akan penduduk dan berdiri di tengah-tengah taman tersebut sembari melihat sekeliling gedung-gedung tersebut.

“Yoyoung set”

“Alfha set”

“Kangin, apa kau mendengar”ucap detektif Kim

“Kangin set” ternyata bukan kangin yang menjawab melainkan Kyuhyun, kangin sudah ditumbangkan oleh Kyuhyun sedari tadi.

Yuri terus saja berlari melewati lorong-lorong jalan sembari membawa bunga lily ditangannya, sementara Kyuhyun terus saja membidikan senjatanya ke arah detektif lee.

 

akhirnya Yuri sampai di taman kota, ia menabrak detektif lee yang sedang berdiri di tengah taman kota tersebut. Kyuhyun yang melihat tersebut seketika terkejut melihat Yuri ada disitu

“Omo! Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Donghae, namun Yuri tak menjawab pertanyaan tersebut malah terlihat Yuri mengedarkan matanya ke penjuru arah sembari memegang jaket milik Donghae.

“Yurissi, disini terlalu bahaya. Menjaulah dari tempat ini, Palli”titahnya

“Siapa gadis itu?”tanya salah satu anak buahnya

“Gwenchana, aku kenal dengannya. Jangan khawatir, aku mendapatkanya”ucap Donghae

Yuri mencoba berteriak walau ia tak bisa mengeluarkan suaranya, Kyuhyun yang melihatnya tetap membidikan senjatanya kearah mereka

“Geumanhae”ucap Kyuhyun, sembari memperhatikan Yuri

Detektif Donghae mencoba menenangkan Yuri dan menyuruhnya untuk pergi dari tempat ini, namun Yuri tetap tak mau pergi dari tempat itu. Ia berusaha sekuat tenaga bahkan mengayun-ayunkan pot bunga tersebut berharap agar Kyuhyun melihatnya.

“Dapatkah kau melihat bunga itu?”ucap Kyuhyun

“Kau membuatku senang dan memberikanku kebahagian walau hanya sebentar” ucap Kyuhyun lagi

“Bunga itu, akulah yang mengirimkannya untukmu”ucapnya lagi

*********

“Detektif Kim aku butuh bantuan! Seseorang tolong bantu aku!”ucap Donghae

“Tolong bawa dia pergi dari sini!”titah Donghae, kepada seorang intelejen wanita

Namun Yuri tetap tak mau beranjak pergi dari situ, ia bahkan berontak dan membuat dirinya terjatuh

“Semua orang, kembali ke posisi kalian masing-masing”titah Donghae

Tiba-tiba Kyuhyun turun dari persembunyianya dan berjalan menghampiri Yuri sembari tersenyum dan kemudian memanggil namanya

“Yurissi”panggil Kyuhyun

“Aku disini”ucapnya lagi

“Biarkan mereka”titah Donghae kepada anak buahnya itu

“Maafkan aku”ucap Kyuhyun

“Semua tetap siaga!!”ucap Donghae sembari pergi, membiarkan Yuri dan Kyuhyun berbicara

Yuri dan Kyuhyun berdiri berhadapan, namun jarak mereka sangat jauh. Nafas Yuri sedikit terengah-engah

“Mianhe, seharusnya aku tak mencintaimu. Aku tidak layak untukmu” ucap Kyuhyun, namun Yuri tak mempedulikan ucapan Kyuhyun bahkan kini ia mendekat kearahnya

“Mianhae, aku telah menyakitimu dan untuk Siwon. Aku menyesal membiarkan dia meninggal”ucapnya sembari meneteskan air mata mengingat kejadian itu

“Yang aku inginkan selama ini adalah membuatmu bahagia, mianhaeyo”isak Kyuhyun

Tiba-tiba sebuah mobil melintas di taman itu, dan memantulkan cahaya silau dari kaca mobil tersebut dan terlihat seseorang dari balik sebuah tirai gedung bersembunyi dan bersiap menembakan peluru. Yuri yang tahu akan hal itu segera mendekat dan memeluk Kyuhyun

Prang…, seketika bunga yang sedari Yuri pegang jatuh dan pecah hingga membuat bunga lily yang tadinya berwarna putih kini berubah menjadi merah karena terkena percikan darah. Seketika badan Yuri menjadi limbung, Kyuhyun yang terkejut akan hal itu memeluk Yuri erat agar ia tak jatuh.

Suasana di taman kota itu menjadi ricuh, detektif Donghae dan petugas lainnya berjaga-jaga dia areal itu dan menembakan beberapa peluru ke arah seseorang. Kyuhyun menggendong tubuh Yuri yang terkulai dan berlari untuk mencari tempat berlindung. Kyuhyun masih saja memeluk Yuri begitu ia samapi ditempat yang aman, ia bahkan terisak-isak melihat kondisi Yuri sekarang

“Mianhae, aku benar-benar menyesal”ucap Kyuhyun

“Andwae, kau jangan pergi”teriak Kyuhyun

“Kita bisa memulainya dari awal, aniyo..kau tidak boleh pergi secepat ini. Jebal bukalah matamu, mari kita memulainya dari awal lagi”pinta Kyuhyun

Namun sia-sia kini Yuri telah pergi, Kyuhyun menangis sejadi-jadinya dengan masih mendekap tubuh Yuri yang sudah tak bernyawa itu.

******** Love In Silent **********

Setelah kematian Yuri hari-hari Kyuhyun digunakan untuk menyendiri dan merenung saja, ingatannya kembali dimana pertemuannya pertama kali dengan Yuri. Seperti sekarang ia duduk disebuah sudut ruangan sembari memainkan butir peluru, kini ia berdiri dan mengambil pistol dan mengisi selongsong dengan peluru

Kyuhyun pun keluar dari rumahnya dan berjalan menuju sebuah gedung , dimana ia sering bertandang kesana begitu ia masuk ia menembakan senjatanya kepada orang yang sudah tahu kedatangannya itu

Bunyi deru peluru terdengar di dalam gedung tersebut, disebuah ruangan telah menunggu seseorang yang tak lain adalah bos Kyuhyun. Dengan perjuangan kerasnya Kyuhyun akhirnya berhasil menumbangkan semua anak buah bosnya itu, dan berjalan menuju ruangan bosnya. Begitu masuk kedalam ruangan tersebut mereka saling menodongkan senjata masing-masing dan bersiap-siap menarik pelatuk senjata.

 

THE END

Annyeong author balik lagi, mianhae author muncul bukan membawa kelanjutan FF Yeoja Pabo With Evil Boss. Tapi author muncul bawa FF oneshot, karena author belum dapat inspirasi untuk melanjutkan FF tersebut. Sekali lagi author ucapkan maaf,semoga kalian suka dengan FF ini

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

28 thoughts on “[Freelance] Love Is Silent

  1. ceritanya daebakkk… walaupun sebelumnya aku udah pernah baca ni ff.. tapi ga bosenn soalnyaa alurnya baguss eon..
    aku menanti karyamu selanjutnya eon.. fighting !

  2. unnie!! miss you so much! T.T lama ngetss nggak update >.< keren bgt deh pokoknya ^_^ ku tunggu kelanjutan ff lainnya yaa unn ^^

  3. makasih untuk author dah dipost, chukkae dah punya baby mian baru tahu soalnya. berarti sekarang cuma nrima oneshoot aja ya? padahal q pengin publish FF Love Contratc ( Full House Versi Kyuri ) Thor, tapi ga pa2 tak simpen dulu di blog pribadi dulu

    1. Makasih eonni 😄klo udah full atau end bisa ko dikirim yg chapter jg. asal jgn yg belum tamat soalnya yg udah2 mlh jd ribet n lama bahkan ada yg g da kabarnya sama sekali, mian ya eonni😊

  4. ini terinspirasi dari film lama-nya jun ji hyun kan? Udah pernah nonton jdi pas bacanya kyk ga asing walaupun ada sdkt yang diubah.
    Bagus kok. Aku suka sm prbhnnya, jdi ga trkesan jiplak. Malah kreatif jdinya🙂

  5. She_ze unnnie ff nya bagus kasian yul unnie :”’ kyu opp alone deh…….

    Horeeeeeeeee midah unnie punya baby(liat comment nya she_ze unnie) waaaahh chukkae unnnieeee:3 h

  6. Iya ini terinspirasi dari filmnya jun ji hyun, hehehe coz filmnya bagus. oya bagi reader yang masih mau baca kelnajutan ff pabo yeoja udah aku publish di blog pribadi aku

      1. udah aku publish pabo yeoja part 7 & 8 di blog pribadi. coz kalau di blog kyulhae, nanti sekalian tak tamatin ceritanya jadi nanti baru aku kirim ke author lee midah

      2. author midah aku dah kirim ff tapi bukan kelanjutan pabo yeoja, coz masih dalam pengerjaan🙂, tapi yang aku kirim udah final tapi mungkin agak beda dengan versi yang ada di blog aku

  7. aigooo aigoo aigoo, akhirnya midah eonni back.. lanjutin FF yg belom kelar donk eonni tp kalo lg ada waktu ajah eonni jgn dipaksakan .. ehehehe . izin baca yak .

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s