Posted in Freelance, Romance

[Freelance] Stand By Me Part 3

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^. Mian baru ngepost soalnya aku baru sempet untuk melakukannya karena faktor kesibukan, jadi maklum ya.

Stand by me  by LM Artwork

Part 3. LOVE AND FRIEND

Present by Sparkyu || Cast : Choi Yuri | Cho Kyuhyun | Choi Siwon | Lee Donghae | Lee Eunhyuk | Choi Taeyeon | Kim Hyoyeon | Tiffany Hwang | SNSD | Super Junior  |  Krystal  Jung  || Length : Chapter || Rating : PG – 15 || Genre : Romance

Disclaimer : Ff ini berasal dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Indah Hanaco. Mungkin agak berbeda sedikit. Tapi mohon dukungannya.

***Stand By Me***
                Yuri tahu, pasti ada yang akan berubah setelah dia berusia tujuh belas tahun. Tapi apapun bentuknya, dia tidak pernah menduga kalu perubahannya itu melibatkan perasaan dan teman oppanya Donghae. Setelah sorenya memilih kado Donghae sebagai hadiah yang paling disukainya, malamnya Yuri tidak dapat memejamkan mata. Hatinya rusuh dan terganggu. Semua karena Donghae.
                Reaksi awal Yuri adalah menyangkal habis-habisan. Ya, tidak ada yang spesial dengan Donghae selain bahwa pria itu sudah dikenalnya bertahun-tahun. Juga karena Donghae sabar menghadapi Yuri. Serta Donghae menjadi salah satu penghibur terbaik setelah kehilangan appanya.
                Kian lama, justru sederet kelebihan Donghae yang muncul di otaknya. Kamar Yuri yang berukuran empat kali empat itu pun mendadak terasa sempit. Semua benda mati di sekelilingnya memilih menggaungkan nama LEE DONGHAE.
                Setelah memutuskan untuk jatuh cinta pada Donghae. Yuri merasakan efek aneh di tubuhnya. Jantungnya. Seisi dadanya. Perutnya. Bahkan kepalanya. Hanya nama dan wajah Donghae yang melintas. Perasaan ganjil itu menginvasi setiap sel di tubuhnya. Andai dia tahu kalau jatuh cinta itu ternyata menyusahakan. Yuri pasti menunda dulu perasaannya. Apalagi secara mengejutkan nafsu makannya pun lenyap.
                “ Kau kayaknya bete melulu ya sekarang? Baru ulang tahun, dapat kado banyak, masih aja manyun “ tegur Siwon di suatu pagi. Yuri menghadapi sarapannya dengan tidak bergairah dan memilih berpura-pura tidak mendengar kata-kata sang oppa.
                “ Kenapa sih Hyoyeon Onnie gak punya kreatifitas? Sarapannya pasti nasi goreng, atau roti “
                Gerutuan yang tidak pernah meluncur dari bibir Yuri. Membuat Siwon mengernyit mendengarnya karena kedua makanan tersebut adalah menu sarapan favoritnya.
                “ Itukan makanan favoritmu “ uacp Siwon. Lagi-lagi Yuri memutuskan untuk tidak memberikan reaksi.
                “ Omma sudah berangkat ke kantor, ya? “
                “ Sudah, baru saja. Ada kerjaan, katanya. Kau gak sekolah? Kog belum mandi? “
                “ Libur “
                Siwon menatap sang adik dengan tatapan heran. “ Libur? Inikan hari Sabtu, bukan Minggu. Kog bisa? “
                “ Mau acara reinu akbar di sekolah. Acaranya hari ini, agak siangan. Aku malas datang, cuman nonton orang pidato dan kangen-kangenan. Mendingan di rumah “ jawab gadis itu dengan nada datar
                “ Reuni akbar? Memang boleh membolos ya? “
                “ Ih, kayak gak pernah jadi anak SMU! Kalaupun gak boleh, aku masih bisa nyari alasan yang cerdas. Masih ada waktu dua hari buat mikir “ balas Yuri dengan gemas.
                “ Oppa kenapa sih meributkan soal bolosku? Dulukan sering ngerasain ada saatnya juga ogah ke sekolah. Aku mau tidur atau jalan-jalan, bergantung panggilan hati “
                “ Oke, ada aku yang bisa mengantar Yuri jalan-jalan ke mana pun yang dia mau. Tapi, sekarang mau minta jatah sarapan dulu, ya? “
                Jantung Yuri rasanya memompa darahnya dengan antusiasme tinggi begitu mendengat suara tenor yang sudah sangat dihafalnya itu. Suara Donghae. Suara yang sudah menganggunya berhari-hari.
                “ Hai, Oppa… “ Sapa Yuri dengan senyum mengembang. Meski untuk itu dia harus berjuang dengan gigih untuk menyurutkan suara jantungnya yang bergemuru.
                “Hai Yuri “ Donghae menarik kursi di sebelah Siwon. Dan tanpa canggung menjangkau piring bersih yang ada di dekatnya. “ Mau jalan-jalan kemana hari ini? biar aku temani “
                Yuri memperhatikan Donghae, lidahnya mendadak terasa kelu.
” jangan melotot gitu! Aku ini masih Donghae Oppa favouritmu ” canda Donghae dengan nada riang. Lalu pria itu mulai terlibat pembicaraan dengan Siwon. Soal Seohyun dan Kyuhyun. Tapi Yuri tidak tertarik ingin tahu.
Dia lebih suka terbenam dalam pikirannya yang makin menggila.dan Melihat gelagat yang di tunjukkan Donghae, pria itu pasti menganggapnya sebagai anak kecil yang sudah dikenalnya sejak masih minum susu dari botol. Yuri tidak menginginkan itu. Yuri merasa harus mengambil tindakan drastis. Bicara tentang perasaannya. Bahwa perasaannya kepada Donghae memang nyata. Bukan perasaan semu yang pantas diabaikan. Tidak perlu lagi menunda-nunda dan memikirkan berbagai pertimbangan yang bisa membuat keberaniannya pupus.
” oppa, mau gak nganterin beli roti? ” pinta Yuri tiba-tiba. Anggukan Donghae segera terlihat.
” aku mandi dulu… ” Yuri pamit.Dengan gerakan cekatan, yuri buru-buru mandi tidak sabar akan pergi berdua dengan Donghae. Di masa lalu, bahkan tiga hari sebelumnya, aktivitas ini tidak istimewah tapi sekarang? Bahkan nyawanya pun seakan terancam. Bahkan setelah mandi dan keramas pun tidak ada perubahan berarti. Mendengar Samar-samar suara Donghae yang berada di ruang tamu, membuat darah Yuri terasa memanas.
” Yuri jadi pergi gak? donghae sebentar lagi mau pulang ” suara Siwon menembus pintu kamarnya. Yuri tergagap dan buru-buru merapikan rambutnya untuk yang terakhir kalinya. Gadis itu mempertahankan langkahnya agar tidak oleng.
Di mobil yang di kemudikan Donghae, Yuri kehabisan kata-kata. Biasanya dia adalah gadis yang bawel, suka mengajukan protes, dan nyaris tidak pernah berhenti bicara. Apalagi jika teman bicaranya Eunhyuk dan Donghae. Tapi yang terjadi kali ini sungguh di luar kelaziman.
Dan Donghae menyadari kondisi itu hanya dalam hitungan detik.
” kamu kenapa? Tumben diam aja?” laki itu melirik sekilas
” aku… Gak papa “
” sariawan? “
” bukan! “
” sakit gigi? “
” bukan! “
Donghae tertawa geli ” kamu itu gak cocok tampil pendiam dan duduk rapi kayak gitu. Biasanya sudah heboh ngoceh segala macam “
” aku… ” rasa ragu menyergap Yuri.
” ada apa? ” Donghae akhirnya menanggapi dengan serius ” berantem lagi? “
” gak. Aku cuma… “
” kamu kayaknya punya masalah, ya? Ngomong sama aku, siapa tahu bisa bantuin. Kalau kau diam mana mungkin bisa… “
” aku jatuh cinta sama seseorang “
Yuri menyambar kesempatan itu tanpa pikir panjang.
” jatuh cinta? Oh… Hmmm… Sama siapa? ” nada pengertian Donghae terasa menenangkan Yuri.
Kali ini, yuri tidak mampu mengejakan namanya. Akhirnya dia hanya mampu mengangkat tangan dan mengarahkan telunjuknya pada Donghae. Pria itu tampak terkejut, meski hanya selama satu kejapan mata. Yang selanjutnya terdengar adalah tawa geli Donghae
” aku memang jatuh cinta sama Lee Donghae ” tukas Yuri susah payah
” kamu serius? “
” iya “
tawa donghae membahana lagi. Membuat Yuri mulai di jalari rasa gemas dan menjengkelkan
” Oppa, aku gak bercanda! “
tawa Donghae masih bersisa. Saat akhirnya pria itu berhenti.
” kamu gak jatuh cinta sama aku, Yuri! Kamu cuma binggung mengartikan perasaanmu. Mana mungkin kamu bisa jatuh cinta sama aku? Kita sudah kenal bertahun-tahun “
Yuri cemberut. Ada rasa sakit yang mencengkeram dadanya.
” aku serius! Aku akan buktikan kalau Oppa gak percaya! ” jawab Yuri penuh tekad
” ah, dasar anak kecil! ” cetus Donghae
seketika, Yuri merasa semua organ di tubuhnya berhenti bekerja mendengar kata-kataitu. Anak kecil?
***Stand By Me***
Yuri tidak tahu sama sekali tentang konsep ” waktu yang tepat ” untuk bicara jujur. Semua berjalan alamiah. Perasaannya sudah terasa kian kuat dan menyiksa.
Tapi apa pun respon yang Donghae berikan, menertawainya bukanlah salah satu diantaranya. Apalagi mengodanya sebagai anak kecil. Seakan anak kecil tidak berhak memiliki perasaan khusus untuk seseorang. Aturan dari mana itu?.
Kesal, selesai membeli roti. Yuri langsung mengurung diri di kamar. Ommanya sempat mendatangi kamarnya sepulang kerja. Dan bertanya penuh heran kenapa dia tidak keluar kamar. Omma bahkan khawatir kalau Yuri sakit. Tapi gadis itu mengatakan semuanya baik-baik saja.
Yuri baru keluar dari kamar menjelang jam makan malam. Perutnya tidak mau berkompromi. Dan gadis itu sudah bertekat akan makan.
Tapi kakinya malah berbelok menuju teras. Yuri berdiri tegak di salah satu sudut teras. ” pokoknya, aku pasti menikah sama temannya Siwon Oppa ” sumpah Yuri sambil memandang langit berharap kepada Tuhan.
” temannya yang mana? Teman Oppamu kan ada banyak “
Yuri merasakan tubuhnya di samabar petir. Ada orang yang mendengar ucapan bodohnya barusan. Yuri sudah menebak siapa yang bicara meskipun tidak terlalu yakin. Dengan gerakan mirip robot, yuri akhirnya berbalik.
Dan berahadapan dengan Kyuhyun yang sedang duduk di salah satu sofa yang ada di teras. Yuri memaki dalam hati, bagaimana mungkin Yuri tidak memperhatikan motor Kyuhyun yang terpakir di halaman.
Mengenakan celana jeans gelap dan kaos polos putih, pria itu terlihar santai. Tangan kanannya memegang Psp, namun mata Kyuhyun memperhatikan Yuri dengan penuh konsentrasi. Tahu kalau hanya Kyuhyun yang harus di hadapinya, yuri menarik napas penuh kelegaan.
” ada yang pernah ngasih tahu kalau nguping itu gak sopan? ” kata Yuri ketus
” aku gak nguping! Aku duduk disini menunggu Eunhyuk dan Siwon yang masih belum datang, mendengarmu mengucapkan kata-kata aneh dengan suara kencang. Dimana salahku? “
Yuri mengernyir mendengar argumen Kyuhyun yang lumayan panjang.
” salahmu ya… Kenapa duduk di situ! ” balas Yuri akhirnya.
” lho? Aku sudah duduk di sini hampir setengah jam. Kamu yang tiba-tiba nongol dan ngoceh gak karuan “
Yuri bersumpah, dia bisa melihat pandangan geli melompat di mata milik Kyuhyun.
” Kyu… ” Yuri kehilangan kata-kata lagi. Rasa malunya sudah terlupakan, dan kini sudah menjadi perasaan kesal.
” wah, pasti mau marah sama aku ” tebak Kyuhyun. Senyumnya tiba-tiba mengembang.
” tumben kau ngomong lebih dari satu kalimat dan tumben juga bisa becanda. Selama ini, kayaknya kau gak punya selera humor? ” tanya Yuri melongo
kini, gantian Kyuhyun yang terlihat kaget. ” ya… Apa ya… ” Kyuhyun tampak berpikir ” bukan aku yang irit bicara, tapi kau yang selalu menjauh. Menjaga jarak. Kau.. ” Kyuhyun tampak susah payah menemukan kalimat yang tepat.
” apa? Aku kenapa? Kog kayaknya semua jadi salahku? ” Yuri mendekat dengan wajah penuh tanda tanya. Hingga akhirnya gadis itu duduk di sebelah kiri Kyuhyun.
” kau itu… Aku gak mau kau marah. Barusan sudah mau ngamuk. Kalau aku salah ngomong, pasti makin parah. Aku sudah terbiasa melihat kau ngomel-ngomel sama Eunhyuk. Aku gak mau bernasib naas kayak dia ” yuri terlihat heran.
” hari ini kau makan atau minum sesuatu yang gak biasa ya? Kog mendadak ngomongnya lancar ” kyuhyun tersenyum tipis mendengarnya.
” aku kan sudah bilang. Kau yang menjaga jarak sama aku bertahun-tahun ini “
Yuri tidak tahan menghentikan seringai geli di bibirnya. Setelah bertahun-tahun kali ini dia dan Kyuhyun bisa bicara lebih dari satu kalimat. Dan bukan sekedar sapaan atau pertanyaan tentang kabar. Bukan kalimat basa-basi. Untuk sesaat, yuri terlupa akan masalahnya. kyuhyun mengalihkan pikirannya dari Donghae.
” aku gak menjaga jarak, kog! “
” kau gak nyaman dekat aku. Kamu juga gak… ” Kyuhyun tiba-tiba terdiam.
” apa?aku kenapa? ” tanya Yuri ingin tahu.
Kyuhyun tidak segera menjawab, laki itu tampak memikirkan sesuatu. Hingga Yuri tidak sabar dan mengulangi kalimatnya sekali lagi.
” sudah, aku gak mau ngomongin hal-hal kayak gitu. Apa untungnya? Yang ada, kau pasti marah kalau aku jujur. Dan aku mungkin akan tersinggung kalau kau juga jujur. Anggap aja itu semua sudah berlalu, setuju? ” Kyuhyun mendadak mengulurkan tangan. ” berdamai? Gak cuman ngobrol denagn satu kalimat ” usulnya.
Yuri merasa apa yang terjadi sangat aneh. ” oh… Baiklah… ” Yuri akhirnya bersedia menyambut uluran tangan Kyuhyun ” berteman… “
” oh ya, tadi sumpahmu itu belum lengkap. Teman Siwon kan banyak, jadi harus disebutkan namanya dengan spesifik. Supaya Tuhan tidak salah menegrti ” cetus Kyuhyun tiba-tiba
bibir Yuri terbuka. Tidak mengira kalau Kyuhyun bisa juga melontarkan kalimat menggelitik seperti itu. Apalagi kemudian dia mendengar suara tawa pelan Kyuhyun. Seakan diingatkan pada apa yang terjadi hari ini, rasa kesal Yuri pun terpantik lagi dengan sempurna
” hei, kamu kira ini lucu? Aku sekarang lagi…. “
” namanya belum disebut, Yuri! Namanya! ” balas Kyuhyun mengabaikan kemarahan Yuri.
 
TBC!!!
Maafya part ini benar-benar pendek soalnya lagi gak mood ngetik jadi banyak yang di singkat dan di potong… maaf bila ada yang typo… seklai lagi mohon saran atau kritiknya. Terima kasih ^^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

22 thoughts on “[Freelance] Stand By Me Part 3

  1. Ahhh, yuri lucu banget dsini.. kelakuanny masih kya bocah, pantes donghae g percaya klo yuri suka sm dia.. pasti siwon dan tmn2ny masih nganggap yuri anak kecil deeh.. gemes liatny.. smoga doany yuri biar bs menikah sm tmnny siwon jd kenyataan y, entah itu kyu atau hae.. bnykin kyuri moment authorniim..

    Waiting for ur next update.. fighting!

  2. aduuh kyu luchu bnget siih bisa bnget godain yuri..hehehe
    aduuh yg sabar yaa yuri donghae oppa cuma nganggep kmu ade nya aja..
    d tunggu next partnya yaa ^^

  3. haha. KiddYul!! dasar msh bocah. lucu kali yee kalo bisa liat Yul ngemeng gak pake rem begono. aigoo~ jujur amad dy sama Hae. bt syg, Hae gak prcaya xD mau prcaya gmna coba? org Yul’x bocah banget gitu. dr kelakuan sama gaya bicaranya jg udh nunjukkin banget. walopun yaa Yul sbnrnya brusaha serius.
    lucu jg tuh pas adegan Yul ngomong diteras & trnyata kedgr Kyu. brasa ky’ dy tuh lg pngen buang angin, brusaha dikecilin suaranya bt trnyata yg keluar mlah ky’ suara bom. jd ngakak dehh.. Kyu akhirnya bisa ngomong pnjng x lebar sama Yul. bhkn Yul sndiri smpe kaget. xixi.
    jd pnasaran apa Yul bkal ngasih tau ke Kyu soal tmen oppa yg dy mksd.. yah walopun mgqn Kyu sndiri udh bisa nebak siapa.. ditunggu klanjutannya & keep spirit^^

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s