Posted in Freelance, Romance

[Freelance] Stand By Me Part 1

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^. Mian baru ngepost soalnya aku baru sempet untuk melakukannya karena faktor kesibukan, jadi maklum ya.

Stand by me  by LM Artwork

Part 1. Saengil Chukkae Hamnida, Choi Yuri

Present by Sparkyu || Cast : Choi Yuri | Cho Kyuhyun | Choi Siwon | Lee Donghae | Lee Eunhyuk | Choi Taeyeon | Kim Hyoyeon | Tiffany Hwang | SNSD | Super Junior  |  Krystal  Jung  || Length : Chapter || Rating : PG – 15 || Genre : Romance

 Disclaimer : Ff ini adalah remake novel dengan judul yang sama karya Indah Hanaco. Saya cuman mengganti nama tokoh di novel tersebut. Mungkin agak berbeda sedikit. Tapi mohon dukungannya.

Choi Yuri sudah menunggu datangnya hari ini selama berminggu-minggu. Hari ulang tahunnya yang ke Tujuh belas tahun. Bayangan akan mendapat hadiah sekaligus pertambahan usia menuju kedewasaan. Tidak dianggap sebagai anak kecil adalah poin yang paling diidamkannya saat ini.
Mendapat setumpuk kado, kue ulang tahun cantik serta makanan lezat satu meja adalah tradisi di keluarganya. Kekanakan mungkin. Tapi Yuri tidak ingin melewatkan hari lahirnya demi alasan apapun.
” Oppa, jangan lupa siapin hadiah untukku” Yuri mengingatkan Siwon beberapa hari sebelumnya. Saudara Yuri satu-satunya menatap dongsaeng dengan penuh kasih sayang sambil mengangguk.
” Siap, Bos! “
” Jangan yang murahan kadonya! Oppa kan sekarang punya banyak uang, jadi gak boleh pelit sama aku ” gumamnya lagi. Siwon mengangkat tangan. Bersiap untuk mengacak rambut sang adik. Namun Yuri buru-buru menyergap. ” Jangan lagi-lagi berani mengacak rambutku! Aku sudah bukan anak kecil ” gerutunya penuh kejengkelan.
” Ya ampun, ada anak cewek yang makin galak aja ” Eunhyuk bergabung dengan keduanya di teras. Laki itu masih mengenakan seragam kantornya. Eunhyuk duduk di sebelah Siwon sambil menggelengkan kepala menatap Yuri. ” mentang-mentang mau ulang tahun “.
Siwon tertawa geli. ” Dia minta kado, dengan syarat gak mau yang harganya murah. Dan aku dilarang mengacak-acak rambutnya lagi. Ah, ternyata punya adik yang udah remaja itu gak seru, ya? “
” Eunhyuk Oppa, aku juga minta kado ” Yuri mengabaikan gurauan dari oppanya. ” Syaratnya sama, mau yang mahal “. 
Eunhyuk bertukar tatapan dengan sahabatnya sambil menyeringai geli. ” Dia lebih cocok jadi preman, kan? Padahal dulu pas masih kecil lucunya minta ampun. Sekarang? Sudah berubah jadi pemalak “.
” Besok ” tukas Yuri sambil memajukan bibirnya meninggalkan Siwon dan Eunhyuk di teras.
Selama bertahun-tahun Yuri terbiasa melihat tiga pria keluar masuk rumahnya tanpa sungkan. Eunhyuk, pria yang suka menggoda Yuri. Donghae, si penyayang yang sabar dan pengertian, dan Kyuhyun, lelaki paling pendiam yang pernah dikenal Yuri. Ketiganya bersahabat dengan Siwon sejak High School.
Yuri tidak ingat kapan pertama kali dia mengenal tiga pria dengan beragam kepribadian itu. Mereka menjadi oppa-oppa yang baik untuknya. Melengkapi Siwon yang menjadi oppa nya semata wayang. Kecuali Kyuhyun.
Entah kenapa, Yuri tidak bisa dekat dengan Kyuhyun seperti Eunhyuk dan Donghae. Kyuhyun baik tapi seakan menjaga jarak dengan sengaja. Ditambah lagi kebiasaan pria itu yang lumayan irit mengucapkan kata-kata. Membuat Yuri cukup asing dengan Kyuhyun.
Yuri nyaris tidak bisa tidur malam ini. Besok umurnya genap berumur tujuh belas tahun. Dan dia juga tidak sabar menunggu kado yang akan diberikam oppanya, ibunya dan teman-teman oppanya.
Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun ikut repot tiap kali Yuri berulang tahun. Repot dalam arti turut menyediakan kado untuknya. Pertemanan bertahun-tahun Siwon telah membuat ketiganya mirip menjadi bagian dari keluarga Choi. Yuri putri satu-satunya sekaligus buah hati yang sangat di tunggu-tunggu. Sehingga kasih sayangnya meruah untuknya.
Jarak usia Yuri dengan Siwon sekitar sepuluh tahun. Dulu nyonya choi bermimpi memiliki satu anak lagi. Dan berharap kali ini di beri Tuhan seorang putri. Perjuangan bertahun-tahun itu pun akhirnya menghasilkan buah yang manis. Menebus hari demi hari penuh penantian yang sudah terlewati.
                                                                     ***Stand By Me***

” Bangun ” seseorang bergabung di atas ranjang Yuri dan menarik selimutnya. Gadis itu berusaha mempertahanka benda yang berjasa menghangatkan tubuhnya itu. Tapi gagal.
” Mau apa sih gangguin aku pagi buta kayak gini ” Yuri mengomel dengan mata setengah terpejam. Tapi tampaknya mata kantuknya tidak membuat Siwon merasa iba. Pria itu malah mencubit pipinya gemas. Tidak puas, Siwon membuat tepukan untuk memaksa Yuri terjaga.
” Yang ulang tahun gak boleh bangun kesiangan. Ayooo banguuuun… ” kata Siwon lagi.
Yuri akhirnya membuka mata dengan malas-malasan. ” Kadonya mana? ” ucap gadis itu sambil menguap.
” kamu itu benar-benar cewek matre, ya? ” Siwon tertawa. ” begitu buka mata yang diingat cuma kado “. Lalu sorot matanya melembut dan di penuhi kasih sayang. ” Selamat ulang tahun Choi Yuri. Semoga semua mimpi-mimpimu dapat tercapai “. 
Suara lembut Siwon membuat mata Yuri terasa panas dan nyaris menumpahkan air mata. Tidak mau Siwon melihatnya menangis di pagi itu, Yuri buru-buru menubruk sang oppa dan memeluknya.
” Gomawo, Oppa ” hanya kalimat itu yang mampu meluncur dari bibirnya. Dan terpujilah Siwon yang sangat ,mengerti adiknya dan dengan bijaksana memilih untuk tidak mengoda adiknya.
Pagi itu lebih riuh dibanding dengan pagi yang lainnya. Omma sudah bangun entah sejak pukul berapa. Sibuk di dapur untuk menyiapkan beragam makanan untuk si bungsu. Yuri berhenti mengundang teman-temannya sejak kelas 4 sd. Jadi hanya tiga wajah familier yang datang sebagai tamunya yaitu Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun.
” Omma tidak bekerja? ” tanya Yuri curiga, setelah mengucapkam selamat ulang tahun yang nyaris meruntuhkan air matanya lagi. Biasanya omma memang membolos demi memastikan beragam makanan di hari lahir Yuri. ” Omma sedang cuti “katanya sambil mengaduk sesuatu di panci.
Aroma makanan yang lezat menyerbu hidung Yuri begitu dia keluar kamar sambil mengandeng lengan oppanya.
” aku boleh bolos sekolah juga, nggak? ” Yuri mencoba peruntungannya. ” Eh salah, cuti ” imbuhnya.
Omma berpura-pura marah ” Maaf ya, tidak ada kesempatan untuk bolos. Kamu sudah mau naik kelas, harus belajar lebih rajin dibanding biasa “.
” Makin dewasa harusnya makin bertanggung jawab. Katanya bukan anak kecil lagi ” sindir Siwon.
” Yaahhh, dewasa kan bukan berarti gak boleh bolos sekolah. Oppakan lebih ngerti kalau sekolah itu kadang membosankan ” balas Yuri cerdik. Ya, Siwon adalah orang yang berkali-kali pernah ingin berhenti sekolah karena merasa tidak betah dan tersiksa.
” Itu masa lalu, waktu aku masih bodoh ” tangkis Siwon
Yuri tidak mau menyerah. ” anggap saja aku juga lagi melewati fase orang bodoh itu “.
Omma tertawa geli namun menolak kehilangan wibawanya. Dengan gerakan tangan yang tegas omma ” mengusir ” Yuri dari dapur. ” mandilah Yuri! Kamu harus berangkat ke sekolah, kan? “
Yuri masih mencoba untuk meminta restu agar tidak perlu berangkat ke sekolah. Tapi Omma bergeming dan menolak keinginannya. Membuat gadis itu melangkah gontai menuju kamar mandi.
Saat air hangat menyirami tubuhnya . Yuri tidak bisa menahan air matanya lagi. Hingga tiga tahun yang lalu, Dia selalu merayakan hari ulang tahun bersama Appa. Mereka berdua memang lahir di tanggal dan bulan yang sama. Hingga Appa meninggal karena serangan jantung. Yuri yang paling kehilanggan kerena kedekatannya dengan Appa tergolong luar biasa. Namun Siwon tidak membiarkan adiknya tergelincir dalam kesedihan terlalu jauh. Pria itu berusaha menggantikan posisi sang Appa sebagai Kepala Keluarga.
Untungnya Tuhan menciptakan Lee Donghae di dunia ini. Donghae, dalam banyak hal mengingatkan Yuri kepada sang Appa. Donghae memiliki kesabaran yang sama. Donghae juga mempunyai perhatian yang tidak jauh berbeda. Donghae yang banyak menghibur Yuri setelah kepergian sang Appa yang tanpa pamit itu. Pelan tapi pasti. Yuri merasa hatinya membaik dan mulai menerima kehilangan itu dengan lapang dada.
Kecuali di hari ulang tahunnya.
Di satu sisi Yuri selalu gembira dan tak sabar menunggu hari ini tiba. Di sis lain, ketiadaan Appa membuat kegelapan menaungi jiwanya.
“ Yuri, jangan nangis di kamar mandi!. Udah siang, nih! “ suara Siwon terdengar menginterupsi kesedihan di hati Yuri. Inilah satuhal yang paling di benci Yuri dari oppanya. Siwon seakan tahu apa saja yang ada di benaknya. Di depan pria itu, Yuri bagaikan deretan soal matematika untuk anak SD. Kesulitan yang rendah dengan jawaban yang sangat mudah di tebak.
“ Siapa bilang aku nangis di kamar mandi? “ Yuri mengomel
“ Ya sudah, gak masalah kalau gak mau ngaku. Meski matamu lumayan bengkak dan merah. Jangan bilang kalau barusan kena sampo atau sabun. Alasan yang sama sekali gak keren! “
Yuri tidak berkutik dan memilih masuk kamar dan segera bersiap ke sekolah. Ketimbang menghadapi Oppanya yang memiliki insting setajam anjing pemburu.
                                                                         ***Stand By Me***

Pulang sekolah Yuri mengajak tiga sahabatnya untuk makan siang. Tiffany, Sooyoung dan Sunny tidak dapat menyembunyikan kegirangan mereka karena Yuri membebaskan ketigannya memilih sendiri restoran yang diinginkan. Yuri juga menunjukkan kebahagiannya mendapat kado dari sahabat-sahabatnya itu. Ketigannya sepakat membelikan Yuri sebuat tas ransel cantik yang di taksirnya sejak lama dan juga sebuak kalung berinisialkan namanya yang dipesan secara khusus.
Tapi kado yang paling di tunggu-tunggu yuri adalah kado dari Siwon dan Ommanya. Oleh karena itu dia tidak sabar untuk segera pulang ke rumah.
Hari sudah beranjak sore saat Yuri sampai di rumah. Seperti biasa, Setumpuk kado sudah memenuhi ranjangnya. Entah kapan teman-teman setia oppanya datang kerumah dan menitipkan kado-kado mereka. Hal ini sudah menjadi rutinitas Yuri setiap tahunnya. Dia sangat menikmati posisi sebagai adik Siwon yang di sayang dan diperhatikan teman-teman Oppanya.
“ Omma kadonya sudah boleh dibuka sekarangkan? “ Yuri mengedipkan matanya ke arah Omma.
“ kamu kayaknya suka sekali di kasih kado, ya? “ cetus Omma sambil tertawa.
“ Iya. Apalagi setelah Oppa dan teman-temannya bekerja. Mereka sekarang banyak uangnya, kadonya suka bagus-bagus. Makanya aku selalu suka gak sabar nungguin hari ini datang “ akunya jujur.
Yuri melirik meja makan. Biasanya Omma mengundang ketiga teman Siwon untuk makan malam. Yuri sangat yakin Omma sangat menyayangi pria-pria itu. Bagaimana pun boleh dibilang kalau Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun menghabiskan setengah besar waktu mereka di rumah keluarga Choi. Termasuk masa remaja yang pernuh gejolak.
“ Ya sudah, silahkan bersenag-senang dengan kado-kadomu “.
Kembali kekamar, Yuri buru-buru membuka satu per satu hadiah yang terbungkus rapi. Parfum dari Eunhyuk. Aroma kayu-kayuan yang unik segera tercium begitu Yuri membuka penutup botol. Gadis itu harus mengakui kalau dia menyukai parfum pilihan Eunhyuk.
Jam tangan dari Kyuhyun, Yuri mengernyit , bertanya-tanya bagaimana Kyuhyun tahu kalau jam tangannya rusak. Gadis itu cuman punya satu jam tangan yang sudah menemaninya satu tahun terakhir. Dan dua minggu yang lalu jam tangan favoritnya rusak dan tidak bisa diperbaiki. Yuri baru saja berniat ingin minta dibelikan jam baru.
Sepatu berhak runcing dari Siwon yang membuatnya tertawa. Ini hadiah yang paling tidak terduga. Tadinya Yuri menebak Swon akan menghadiahinya ponsel baru. Mengingat kalau Oppanya selalu mengejek telepon genggam Yuri yang menurutnya sangat ketinggaln jaman.
Sebuah jaket dari Omma. Yuri nyaris terguling dari ranjang saat melihat jaket dengan aksen tali pinggang itu. Dia pernah menunjukkan sebuah gambar jaket impiannya kepada Omma. Gambar yang sama persis dengan benda di tangannya. untuk hadiah ini Yuri berjanji akan menghadiahi Omma ciuman berdurasi seumur hidup.
Voucher belanja dari Donghae. Pupil mata Yuri membesar melihat angka yang tertera di situ. Donghae memang istimewa. Jika yang lain memilih untuk membelikannya hadiah, Donghae sebaliknya. Pria itu memberikan kebebasan Yuri untuk memilih hadiahnya sendiri.
Saat itu, Yuri memutuskan untuk lebih menyukai hadiah Donghae dibanding yang lain. Termasuk jaket dari Omma.

                                                                         ***Stand By Me***

Cho Kyuhyun menjadi tamu terakhir yang datang ke rumah Yuri. Gadis itu menyambutnya dengan awajah cembrut parah yang menggambarkan perasaan kesalnya.
“ Maaf… Tadi…. “
“ Jangan bilang kalau kamu terjebak macet. Seoul rasanya belum separah itu “ tukas Eunhyuk dengan seringai jahil di bibirnya.
“ Ah, dia pasti berkencan dulu sebelum ke sini. Padahal udah tau kalau ini momen istimeqa Yuri “ Donghae menimpali dengan santai. Semuanya duduk di teras menunggu kedatangan Kyuhyun.
“ Aku gak berkencan “ bahkan lampu teras pun menunjukkan wajah Kyuhyun memerah.
“ Kamu itu sudah telat hampir setengah jam! “ Yuri bersungut-sungut. “ Eunhyuk oppa bahkan sudah datang sejak hampir sejam yang lalu. Kenapa sih kencannya gak besok aja? “
Kyuhyun gelagapan dan tidak siap menghadapi kejengkelan Yuri yang di suarakan denagn jelas. Eunhyuk, Siwon dan Donghae tidak terlihat iba melihat itu. Mereka bertiga malah tertawa terbahak-bahak.
“ Yuri, aku minta maaf… “
“ Hak untuk dimaafkan sudah berakhir saat kamu membuat mood Yuri memburuk “ cetus Eunhyuk Jahil.
“ Kyuhyun, kayaknya aku akan mikir lagi untuk mengundangmu tahun depan “ omel Yuri sambil meninggalkan teras.
“ Rasain! Sudah tahu kalau yang ulang tahun itu si bawel, kamu malah sengaja nyari masalah “ gumam Eunhyuk dengan pelan lalu mengikuti Yuri.
“ Apa gak capek gonta-ganti pacar terus, Kyuhyun? Sudah setua itu masih juga labil. Aku kelaparan gara-gara nungguin kamu” 
Siwon memeluk bahu Kyuhyun “ Kamu punya pacar baru, kan? Aku tadi melihat mobilmu di daerah gangnam. Dan.. Aku belum pernah ketemu cewek itu. Apa yang terjadi sama Seohyun? Kalian benar-benar putus? “
“ Aku kan sudah bilang, dia pindah ke busan dan gak mau menjalani hubungan jarak jauh. Ya suadah, aku bisa apa “ Kyuhyun tampak pasrah.
Donghae menjajari keduanya. “ Seohyun sudah terlalu lama jadi pacarnya, Siwon! Saatnya untuk cari yang lebih Fresh “ gurau Donghae
Kyuhyun mendengus. “ kenapa kalian sepakat untuk membuatku jengket? Dan kenapa kalian harus menungguku? Harusnya jangan sampai yang ulang tahun jadi bete kayak tadi “
Siwon mengangkat bahu “ Yuri yang maksa mau nunggu kamu. Padahal sudah dari tadi kami membujuknya untuk memulai makan malam. Katanya gak lengkap kalau kamu gak ada”
Kyuhyun menyumpah pelan. “ sialan! Kamu pasti sengaja mau membuatku merasa bersalahkan? “
“ Tanya aja Eunhyuk kalau kamu gak percaya! “Nada suara Donghae berbah penuh kesungguhan.
Makan malam itu cukup menyenangkan. Dalam sekejap Yuri terlihat melupak kekesalannya karena Kyuhyun yang datang terlambat. Suasana di meja makan begitu hangat. Obrolan terdengar dari segala arah, saling bersahut-sahutan.
Eunhyuk seperti biasa mendominasi percakapan. Pria itu mudah selaki melompat dari satu topik ke topik yang lain dengan lugasnya. Siwon nyaris hampir sama dominanya denga Eunhyuk. Donghae lebih santai namun tetap aktif memberi komentar. Omma dan Yuri lebih nyaman jadi penonton dan sesekali memberi opini. Sementara Kyuhyun nyaris tidak bersuara.
Entah kenapa, tatapan Yuri nyaris tidak beranjak dari wajah Donghae yang duduk tepat di depannya. Seakan dia belum benar-benar melihat Donghae selama bertahun-tahun.
“ Kenapa malah bengong? “ Siwon menangkap basah Yuri yang terlihat tidak fokus
“ Aku kagum lihat kalian ngobrol tanpa henti “ Yuri beragumen. “ oh ya, terimakasih untuk semua kadonya. Aku suka “ Yuri mengejap perlahan dan tanpa sadar menatap Donghae lagi.
Mendadak, Sebuah ide menyerbu kepala Yuri. Gadis itu menelan ludah, bersusah payah untuk tetap tenang. Hingga kemudian dia menambil kesimpulan penting.
Sejak detik itu, Yuri memutuskan untuk jatuh cinta pada Donghae.
TBC…!!!!

Maaf bila banyak typo.. haahh akhirnya part 1 nya selesai juga.Ini sungguh melelahkan. Selama ini saya selalu menjadi reader. Ternyata membuat fanfic tidak lah mudah. Saya berharap dapat kritik dan sarannya. Ini adalah fanfic pertama saya. Terimakasih ^^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

22 thoughts on “[Freelance] Stand By Me Part 1

  1. aq salah kira . waktu liat prolognya aq kira yuri ma siwon . ternyata dia jadi dongsaengnya . mian gk koment waktu di prolog . aq lupa .
    moga part 2 cepet dipublish .

  2. enak ny pny kk yg ganteng trus dkt sm tmn2 kk nya jg haha
    asikk ny dpt prhatian bnyk dr mreka . ahh yul bruntng nya kau

  3. Waduhhhhhhh….
    Yuri memutuskan untuk jatuh cinta ama donghe???? Trus kyuhyun gimana dong????
    Cinta bersegi berapa nih thor…..🙂
    Ditunggu part 2 nya ya…

  4. Keren bgt cingu,,yuri unnie beruntung bgt pnya oppa yg gnteng” dan prhatian^^ ditunggu next part nya cingu,,keep writing!!

  5. woahh~ suka kok sama crta & tntu cast’x. cuma bhsa yg dipake emng bhsa gak baku yaa? jd brasa baca novel indonesia bt tnpa lo-gue. bt otu gak ngurangin rasa trtarik sama isi crta kok🙂
    haha~ Yul’x super duper lucu tingkahnya. blom lg 4serangkai yg tampan & pnys karakter brbeda. aduh, jgn2 ntar ada cinta segi3 KYulHae nihh.. mana Yul udah memutuskan buat jatuh cinta sama Hae xD Kyu jg udah ada pacarnya. makin penasaran nih. moga cpet publish part 2’x yaa~ keep spirit & hwaiting ^^

  6. Suka sm jln ceritany dan terutama cast nyaa!! Beruntungny jd yuri dikelilingi 4 oppa yg tampan.. siwon yg kakak kandungny, dan 3 lainny.. hemm, kira2 nanti yuri sm siapa yaa? Donghae yg baik atau si cuek kyu?? Atau malah sm eunhyuk?

    Dtunggu part 2 nya y authorniim.. fighting!

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s