Posted in Dramalife, Freelance, Hurt, Romance, Sad

[Freelance] Because I’m Woman

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^. Mian baru ngepost soalnya aku baru sempet untuk melakukannya karena faktor kesibukan, jadi maklum ya.

image001

Present by She_ze || Cast : Cho Kyuhyun   Super Junior,  Kwon Yuri  SNSD  || Sub Cast : SNSD  Super Junior

Length : Oneshoot || Rating : PG || Genre : Romance, Sad, Hurt, Drama Life

*******************************

 

“Oppa~ kau jangan sampai lupa ne, nanti siang kau harus datang ke butik”ucap Yuri kepada tunangannya Cho Kyuhyun.

“Ne, aku tak akan lupa”ucap Kyuhyun.

“Ya sudah Oppa aku tutup dulu ne,kau jangan terlalu capek. Aku tak mau jika kita menikah nanti, kau malah sakit”pesan Yuri.

“Ne, keuno”ucap Kyuhyun.

“Apa itu dari Yuri, chagi?”tanya Appa Kyuhyun.

“Ne, dia menelofonku hanya untuk mengingatkanku saja kalau siang ini aku harus ke butik untuk fitting baju pernikahan kami”jawab Kyuhyun datar.

“Waeyo?kenapa kau tak begitu bersemangat, apa kalian sedang ada masalah?”tanya appa Kyuhyun yang heran melihat Kyuhyun tak bersemangat hari ini.

“Aniyo, appa. Hubungan kami baik-baik saja, hanya saja aku merasa akan terjadi sesuatu hal dengan pernikahan kami”jawab Kyuhyun.

“Mungkin itu hanya perasaanmu saja, chagi. Ingat besok adalah hari pernikahanmu, lebih baik kau pulang dan istirahat saja. Biar appa yang menyelesaikan pekerjaanmu”ucap Appa Kyuhyun.

“Aniyo, appa. Ini belum waktunya pulang, appa aku permisi dulu”ucap Kyuhyun.

“Kau jangan berpikir macam-macam, lebih baik kau fikirkan pernikahanmu dengan Yuri”pesan appa Kyuhyun.

“Ne, appa”ucap Kyuhyun sambil pergi meninggalkan ruang kerja appanya.

 

Sepanjang berjalan menuju ruang kerjanya, Kyuhyun memikirkan hal yang terjadi mengganjal dari dalam hatinya. Seolah-olah ada sesuatu yang akan membuat dia dan Yuri akan berpisah.

“Annyeong, Kwangjanim”sapa salah satu karyawan appanya yang kebetulan berpas-pasan dengannya.

“Ne, annyeong Tiffanyssi”balas Kyuhyun.

Blamm…

Kyuhyun mendudukan tubuhnya diatas kursi miliknya begitu sampai di dalam ruang kerjanya, beberapa kali Kyuhyun terlihat melamun. Beberapa kali Kyuhyun mencoba memejamkan matanya namun ia tak bisa, pikiran yang melayang-layang didalam otaknya, hingga suara dering telepon mengusiknya.

“Ne, Yeobseyo eomma”ucap Kyuhyun.

“Chagi~jika kalian selesai fitting baju kau mampir sebentar ne, kerumah eomma. Eomma ngin memberikan sesuatu untuk calon menantuku”ucap Eomma Kyuhyun.

“Ne, eomma. Nanti kami akan mampir kerumah”ucap Kyuhyun.

“Chagi, kau kenapa? Apa kau sakit?”tanya eomma Kyuhyun.

“Aniyo, eomma. Aku tak sakit”jawab Kyuhyun.

“Owh, syukurlah. Eomma kira kau sakit, karena eomma dengar dari suaramu kau seperti orang sakit”ucap eommma Kyuhyun.

“Gwenchana, eomma. Mungkin aku sedikit lelah karena terlalu sibuk mengurusi pernikahan dan pekerjaan sekaligus”ucap Kyuhyun.

“Kau harus menjaga kesehatanmu, ne. ya sudah eomma tutup, eomma harus menyiapkan makanan untuk kalian”ucap eomma Kyuhyun.

Klik……

Setelah menutup ponselnya Kyuhyun segera mengerjakan tugasnya sebelum ia cuti dari kantor, sembari berharap pikiran-pikiran yang menggelayut dalam otaknya.

Pukul 12.30 KST………

Kyuhyun segera mengambil jas yang digantung dan memakainya, ia tak mau terlambat menemui calon istrinya yang mungkin sudah berada di sebuah butik milik teman eommanya.

“Eo, Kwangjanim kau pulang awal?”tanya sekretasisnya.

“Ne, aku akan ke tempat fitting baju. Sooyoungssi, jika ada yang mencariku. Kau segera menghubungiku”ucap Kyuhyun.

“Ne, algesseumnida”ucap Sooyoung.

“Ya, sudah aku permisi dulu”pamit Kyuhyun.

“Kwangjanim, chukkae”ucap Sooyoung.

“Ne, terima kasih”ucap Kyuhyun sembari tersenyum tipis.

“Kenapa kwangjanim aneh sekali, bukannya orang yang akan menikah akan bahagia ketika menjelang pernikahannya”batin Sooyoung begitu Kyuhyun sudah tak ada dihadapannya.

“Ah, molla”ucap Sooyoung.

Butik….

“Apa anda tuan Cho Kyuhyun”tanya pegawai butik tersebut.

“Ne, apa Kwon Yuri sudah ada didalam”jawab Kyuhyun.

“Kwon Agassi sudah ada di dalam, sepertinya ia sedang mencoba gaun pengantinnya”ucapnya.

“Kalau begitu aku juga akan kedalam, agassi gomawoyo”ucap Kyuhyun.

“Ne, cheonmanayo”ucapnya.

Begitu Kyuhyun masuk didalam ruangan tersebut, Kyuhyun tak menemukan sosok Yuri di dalam ruangan itu yang ada hanya beberapa pegawai yang sedang sibuk merapikan jas pengantin milik Kyuhyun yang akan dipakainya di hari pernikahannya nanti.

“Kenapa disini sepi, bukankah agassi tadi bilang Yuri sudah ada disini”batin Kyuhyun.

Srakkkkkkkkkk

Tiba-tiba tirai yang ada didalam ruang tersebut terbuka dan menampakan yeoja dengan berpakaian pengantin sembari membawa seikat bunga yang ada ditangannya.

“Kwon Yuri??”gumam Kyuhyun dan perlahan mendekat kearahnya memastikan apa dia tak salah melihat penampilan Yuri bak bidadari.

“Oppa~, eotte. Apa kau suka dengan gaunnya?”tanya Yuri begitu Kyuhyun sudah dekat dengannya, bukannya menjawab pertanyaan darinya Kyuhyun malah mendaratkan bibirnya di bibir lembut milik Yuri.

CUP~, Yuri yang terkejut karena Kyuhyun mendaratkan ciumannya dibibir miliknya segera menjauhkan badan Kyuhyun.

“Oppa~ kenapa kau tiba-tiba menciumku? Apa kau tak lihat disini banyak orang?”tanya Yuri dengan wajah memerah karena ulah Kyuhyun.

“Memangnya kenapa, bukankah besok pagi kau akan menjadi milikku seutuhnya. Cho Yuri”jawab Kyuhyun sambil membelai lembut pipi Yuri.

“Oppa~ kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Apa kau suka dengan gaun yang aku kenakan ini?”tanya Yuri, namun Kyuhyun hanya memasang wajah seperti orang berpikir.

“Kau tidak suka dengan gaunku ini kan oppa~, baiklah aku akan menggantinya dengan gaun lain”ucap Yuri sambil masuk ke dalam ruang fitting namun tangannya di cegah Kyuhyun dan menarik lengan Yuri membuat tubuhnya kini berada di pelukan Kyuhyun.

“Jangan kau ganti gaunmu itu, kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu”bisik Kyuhyun tepat di telinga Yuri, membuat wajah Yuri yang tadinya suram kembali ceria.

“Oppa~ sudah kubilang banyak orang disini”ucap Yuri sambil melihat beberapa pegawai yang sedang senyum-senyum sendiri.

“Biarkan seperti ini,entah kenapa aku ingin memelukmu”ucap Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya, Yuri merasakan harum aroma tubuh Kyuhyun.

Entah sudah berapa jam Kyuhyun memeluk Yuri dengan eratnya, seolah tak ingin berpisah dari yeoja yang kini nyaman berada di pelukannya. Hingga seseorang mengganggunya.

“Ehemmm”dehemnya, Kyuhyun pun segera melepaskan pelukanya setelah mendengar suara seorang yeoja.

“Yya, mau berapa lama kalian ini berpelukan. Tcih dasar namja tidak sabaran”ucap yeoja tersebut.

“Yya!! Dasar dongsaeng pengganggu, apa kau tak lihat Oppamu sedang apa eoh”cibir Kyuhyun.

“Ishhhhhh, kau bisa melanjutkannya besok pagi bahkan selamanya”ucapnya sambil melemparkan jas pengantin Kyuhyun.

“Cepat kau pakai, ukurannya sudah pas atau tidak”titahnya.

“Ne, Ahra Noona”ucap Kyuhyun.

“Appo, aishhhh Cho Kyuhyun awas kau “ucap Cho Ahra, Yuri yang melihat pertengkaran adik dan kakak tersebut hanya mengulas senyum.

“Yya, Kwon Yuri. Kenapa kau tersenyum? Kau juga cepat bersiap diri karena kau harus melakukan sesi pemotretan”titah Ahra.

“Ne”ucap Yuri sambil menuju ke tempat pemotretan tak jauh dari situ dengan dibantu pegawainya

Setelah berganti pakaian Kyuhyun pun segera menghampiri Yuri yang sedang duduk menunggu di tempat pemotretan. Begitu tiba disana Kyuhyun segera menggenggam tangan Yuri.

“Oppa~ kau sangat tampan hari ini”bisik Yuri.

“Bukankah setiap hari aku tampan Cho Yuri”ucap Kyuhyun.

“Ih Oppa~ kau ini sungguh narsis”ucap Yuri sambil mencubit pinggang Kyuhyun.

“Appo”ringis Kyuhyun.

“Yya, kau ingin bermain-main denganku Nyonya Cho Kyuhyun”seringai Kyuhyun.

Pletakk

“Yya, Cho Kyuhyun kau mau apa eoh. Ini butikku, jangan kalian berbuat mesum di sini”ucap Ahra.

“Ne, aku tahu”ucap Kyuhyun.

“Cha~ cepatlah kalian berdiri disana”titah Ahra Noona.

“Oke, kalian sudah siap. Hana dul set”ucap Ahra Noona sambil membidikan kameranya.

Beberapa menit kemudian…………

“Nuna, gomawoyo”ucap Yuri begitu ia selesai pemotretan.

“Eo, Oppa kau sudah berganti pakaian”ucap Yuri melihat Kyuhyun sudah mengganti pakaianya.

“Ne, kau cepatlah mengganti gaunmu itu. Apa kau tak kepanasan dengan gaun itu?”tanya Kyuhyun.

“Aniyo, entah kenapa aku ingin memakainya terus”jawab Yuri.

“Cepatlah kau ganti, eomma pasti sudah menunggu kita disana. Apa perlu aku membantumu melepas gaun pengantinnya”ucap Kyuhyun.

“Ckk, dasar byeonte”ucap Yuri.

“Chagiya, aku tunggu di depan ne”teriak Kyuhyun.

“Ne, Oppa”sahut Yuri.

****************************************

“Oppa~ mian, membuatmu menunggu”ucap Yuri begitu berada didepan.

“Gwenchana, Kajja”ucap Kyuhyun.

“Nuna kami pergi dulu, ne”pamit Yuri.

“Ne, Ya! Kyuhyun-ah tolong sampaikan ke eomma aku pulang sedikit terlambat”ucap Ahra Nuna

“Ne, akan kusampaikan. Nuna, bye~”ucap Yuri.

“Oppa~””panggil Yuri.

“Hmmm, wae?”tanya Kyuhyun.

“Aniya”jawab Yuri.

“Ne??? aku kira ada apa”ucap Kyuhyun.

“Chagiya, apa bahagia sekarang?”tanya Kyuhyun.

“Kenapa Oppa bertanya seperti itu, apa Oppa tak suka dengan pernikahan ini”jawab Yuri.

“Aniya, bukan begitu. Aku bahagia dengan pernikahan kita, hanya saja apa kau akan tetap disisiku jika suatu saat badai menghantam hubungan kita?”tanya Kyuhyun sambil menggengam tangan Yuri.

“Aku akan tetap berada disampingmu, Oppa”jawab Yuri, mendengar jawaban yang keluar dari bibir Yuri membuat hati Kyuhyun tenang.

“Oppa~”panggil Yuri.

“Ne,ada apa “ucap Kyuhyun sambil fokus menyetir kendaraan.

“Bisakah kau menepikan mobilmu sebentar, aku ingin membeli sesuatu untuk eommonim”ucap Yuri.

“Untuk apa? Bukankah eomma sudah menyiapkan makanan untuk kita?”tanya Kyuhyun.

“Oppa, jebal”pinta Yuri sambil memasang wajah cemberut, Kyuhyun yang menoleh akhirnya mengalah dan memenuhi permintaan Yuri.

“Baiklah, tuan puteri”ucap Kyuhyun sembari menepikan mobilnya di pinggir jalan.

“Oppa~ apa kau mau ikut?”tanya Yuri.

“Aniyo, aku menunggu disini saja. Pasti kau akan lama jika sudah berbelanja”ucap Kyuhyun sambil berdiri dan mennyenderkan badanya di samping mobilnya.

“Yya, sudah jika Oppa tak mau ikut”ucap Yuri.

“Kau sudah selesai chagi?”tanya Kyuhyun begitu melihat Yuri keluar dari sebuah toko.

“Ne, Oppa”jawab Yuri sambil masuk kedalam mobil.

“Kenapa kau repot-repot membelikan sesuatu untuk eomma, apa kau ingin menyuap eommaku dengan itu eoh?”tanya Kyuhyun.

“Ishhh, Oppa kenapa kau berpikiran seperti. Apa tak boleh seorang calon menantu membelikan sesuatu kepada eomma dari calon suaminya”jawab Yuri dengan sedikit emosi, Kyuhyun terhenyak mendengar jawaban Yuri niatannya untuk bercanda dengannya malah berakibat fatal baginya.

“Oppa~ berhenti, aku turun disini saja”titah Yuri, namun bukannya menurutinya Kyuhyun malah tetap melajukan mobilnya.

“Oppa~ apa kau tak mendengarkanku?”tanya Yuri sambil menatap Kyuhyun yang fokus menyetir.

“Mianhanda”ucap Kyuhyun.

“Bukan permintaan maaf yang ingin aku dengar dari mulutmu,Oppa”ucap Yuri.

“Mianhae jeongmal mianhae, chagiya”ucap Kyuhyun.

  1. 5 jam kemudian yang dikemudikan Kyuhyun sampai juga di sebuah rumah, Kyuhyun pun segera menepikan mobilnya tersebut. Kyuhyun mengehela nafasnya ketika melihat Yuri masih marah dengannya.

“Apa kau akan begitu terus sampai didalam, aigo eomma akan bilang apa jika calon menantunya wajahnya tak cantik lagi karena marah dan cemberut”gumam Kyuhyun sambil melirik Yuri yang masih cemberut, apalagi ketika melihat bibir Yuri yang manyun membuat Kyuhyun tersenyum. Sadar dirinya sedang ditatap Kyuhyun, Yuri melirik Kyuhyun.

“Wae? kenapa kau tersenyum. Apa ada yang lucu?”tanya Yuri.

“Hmmm”gumam Kyuhyun sambil menahan tawanya.

“Yya!! Oppa~kau jahat sekali mengatakan aku ini tak cantik”ucap Yuri dengan kesal.

“Hahahahahaha, astaga kau sangat lucu jika sedang marah”ucap Kyuhyun sambil tertawa

“Yya! Beraninya Oppa bilang aku ini lucu, rasakan pembalasanku ini”ucap Yuri sambil menggelitik pinggang Kyuhyun, membuat Kyuhyun geli karenanya.

“Yya, Yya. Hentikan, aigo~”ucap Kyuhyun.

“Shireo, ini balasan dariku”ucap Yuri sambil terus menggelitik pinggang Kyuhyun.

“Astaga~ kalian sungguh pasangan yang serasi”ucap Eomma, melihat calon mertuanya Yuri pun segera menghentikan aktifitasnya mengerjai Kyuhyun.

“Eoh, eomma kau dari mana?”tanya Kyuhyun begitu melihat eommanya ada di depan bukan di dalam rumah.

“Ini eomma habis membeli sesuatu”jawab Eomma.

“Cha~ cepatlah kalian masuk, apa kalian ingin melihat pasangan kekasih iri dengan kalian”titah eomma.

“Ne, Eomma”jawab mereka bersamaan.

Begitu masuk kedalam rumah Kyuhyun langsung duduk di sebuah sofa panjang, sedangkan Yuri mengikuti eomma Kyuhyun didapur.

“Eomma~ kenapa kau begitu memasak makanan begitu banyak? Memangnya akan ada tamu lagi, bukankah hanya aku yang datang. Kenapa kau begitu repot menyiapkan ini semua?”tanya Yuri sambil membantunya.

“Gwenchana”jawab Eomma.

“Kau mau mencicipi masakan eomma?”tanya eomma, Yuri pun menganggukan kepalanya.

“Eotte?”tanya Eomma.

“Eunngggg…..masitta, masakan eommonim memang Jjang”jawab Yuri.

Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggang milik Yuri, membuat Yuri terkejut karenanya.

“Oppa~ kenapa kau kesini, bukankah tadi kau sedang menonton TV?”tanya Yuri.

“Aku bosan, memangnya aku tak boleh kesini”jawab Kyuhyun sambil menciumi tengkuk Yuri, membuat Yuri merasa geli.

“Aigo~ Oppa~”ucap Yuri.

Pletakkk

“Appo”ringis Kyuhyun.

“Astaga, apa kau tak bisa sekali saja menahannya. Bukankah besok pagi kalian akan menikah, cepat pergi dari wilayahku atau kau ingin merasakan pukulan dariku”ucap Eomma.

“Ne, Eomma. Aishhh eomma kau ini menggangguku saja”ucap Kyuhyun, sebelum pergi Kyuhyun mencium pipi Yuri.

“Aigo~ dasar anak nakal”ucap eomma.

“Eommonim~ ini mau ditaruh dimana?”tanya Yuri.

“Kau taruh diatas meja makan saja”jawab Eomma.

**************************

“Cha~ makanan sudah siap semua, tinggal menunggu semua pulang”ucap Eomma.

“Eommonim,sepertinya Yoona akan pulang sedikit terlambat”ucap Yuri.

“Kebiasaan, selalu saja sibuk”ucap eomma.

“Yeobo~ aku pulang”ucap Appa.

“Annyeonghaseyo, appanim”sapa Yuri.

“Ne, Annyeong Yuri-ah”balas Appa.

“Yeobo~ apa kau yang membuat ini semua?”tanya Appa kepada istrinya.

“Ne, dibantu dengan calon menantu kita ini”jawab Eomma.

“Yeobo~ sebaiknya kau ganti dulu pakaianmu itu, lalu kita makan bersama”ucap Eomma.

“Ne, baiklah”ucap Eomma.

“Chagi~ kau panggil Kyuhyun ne”ucap eomma.

“Ne, eommonim”ucap Yuri.

Yuri pun segera mencari keberadaan Kyuhyun, namun begitu sampai di ruang tengah ia tak menemukan sosok Kyuhyun.

“Eo, bukankah tadi dia disini? Kenapa sepi, ah~ pasti ia sedang berada di kamarnya”gumam Yuri sambil pergi ke kamar Kyuhyun.

Tok…Tokk..

“Oppa~ apa kau ada didalam?”tanya Yuri, namun sepertinya sepi.

Klekk…

“Astaga~ pantas saja sepi, ternyata pemilik kamar ini sedang tidur”ucap Yuri.

Yuri pun segera berjalan mendekati ranjang Kyuhyun dan duduk diatas kasur, Yuri membelai wajah Kyuhyun mengamati setiap inci wajahnya.

“Kenapa kau hanya memandangiku?”tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne? aku kira kau sedang tidur Oppa”jawab Yuri.

“Aniyo, aku tak tidur. Hanya ingin melepas lelah saja, Chagi kemari”ucap Kyuhyun sambil menepuk-nepuk kasur.

“Shireo, ppali eommonim dan appanim pasti sedang menunggu kita”ucap Yuri sambil menarik tangan Kyuhyun, namun justru Kyuhyun menarik lengan Yuri hingga membuatnya terjatuh disamping Kyuhyun.

“Yya! Oppa~ lepaskan nanti eommonim melihat kita”ucap Yuri.

“Biarkan saja eomma melihatnya, bukankah nanti eomma akan sering melihat kemesraan kita setiap hari”ucap Kyuhyun sambil menciumi rambut Yuri.

“Ya, Oppa bangun. Apa kau ingin membuat eommonim marah”ucap Yuri.

“Gwenchana,aku ingin memmelukmu lebih lama”ucap Kyuhyun sambil memeluk Yuri erat, Yuri bisa merasakan deru nafas Kyuhyun.

“Oppa~”panggil Yuri.

“Hmmm”gumam Kyuhyun.

“Ckkkkk, aigo ternyata kalian berdua disini. Pantas saja kalian tak mendengar panggilanku”ucap eomma sambil berkacak pinggang di depan pintu kamar Kyuhyun yang kebetulan terbuka.

“Eommonim!!”pekik Yuri.

“Cha~cepatlah kalian turun,eomma akan tunggu kalian”ucap eomma Kyuhyun.

“Oppa~ kajja”ajak Yuri sambil mengulurkan tangannya.

“Ne, baiklah”ucap Kyuhyun.

****************************

“Eommonim, jwesonghamnida membuatmu menunggu”ucap Yuri sambil membungkukan badanya.

“Gwenchanayo, eomma mengerti”ucap Eomma.

“Cha~ saatnya kita makan”ucap Eomma.

“Oppa~ apa kau mau ini?”tanya Yuri.

“Ne”jawab Kyuhyun.

“Eotte, apa rasanya enak?”tanya eomma.

“Hmmm, masitta. Apa eomma yang memasaknya”jawab Kyuhyun.

“Bukan, Yuri yang memasakannya khusus untukmu”ucap Eomma.

“Gomawoyo, chagi”ucap Kyuhyun.

“Cheonma, Oppa”ucap Yuri.

Tok…Tok…

“Jung Ahjumma, tolong kau buka pintunya. Barangkali Yoona pulang”titah eomma.

“Ne”ucap Jung Ahjumma.

“Yuri-ya, apa kau mau ini?”tanya Eomma.

“Aniyo, eommonim. Piringku sudah penuh”jawab Yuri.

“Eishhh, kau harus makan banyak. Mulai besok kan kau tidak bisa makan, karena kau harus tampil cantik”ucap Eomma.

“Astaga eomma~ kau bisa membuat calon istriku ini gemuk”ucap Yuri.

“Gwenchanayo, Oppa”ucap Yuri.

Tiba-tiba Jung Ahjumma berlari menuju tempat makan, Jung Ahjumma nampak begitu tergesa-gesa terlihat dari nafasnya yang tak beraturan.

“Jwesonghamnida, mengganggu acara makan anda tuan”ucap jung ahjumma.

“Gwenchana, eoh kenapa Yoona tak bersamamu. Bukankah dia sudah pulang tadi?”tanya Eomma.

“Aniyo, Yoona agassi belum kembali nyonya”jawab Jung Ahjumma.

“Lalu siapa yang mengetuk pintu?”tanya Eomma.

“Jwesonghamnida, ada seorang agassi dengan ibunya yang ingin menemui tuan muda”jawab Jung Ahjumma.

“Mwo?? Ingin menemuiku? Nuguya ?”tanya Kyuhyun.

“Ne, aku tak tahu tapi sepertinya ini sangat penting”jawab Jung Ahjumma.

“Oppa~ lebih baik kita kedepan, barangkali dia ingin menyampaikan sesuatu kepadamu”ucap Yuri.

“Ne, Kajja”ucap Kyuhyun.

“Chakkaman eomma ikut, apa kau juga yeobo”ucap Eomma.

“Ne”jawab Appa.

“Apa kau namja yang bernama Cho Kyuhyun?”tanya seorang ahjumma begitu Kyuhyun tiba di ruang tamu.

“Ne, aku sendiri”jawab Kyuhyun.

Plakssss….., semua yang berada di ruang tamu begitu terkejut melihat apa yang terjadi barusan

“Yya, beraninya kau menampar anaku. Kenapa kau tiba-tiba menamparnya, apa salah anakku hah!!!”bentak Eomma .

“Yeobo~ kau jangan emosi dulu, tenangkan dirimu”ucap Appa.

“Kau suruh tenang Yeobo~, apa kau tak lihat apa yang telah dilakukannya terhadap anak kita”ucap Eomma.

“Ne, aku tahu. Tapi kita tak boleh emosi begini, sebaiknya kita duduk dulu. Agassi silahkan duduk”ucap Appa.

“Ne”ucapnya lirih.

“Oppa~ many appo eodi”ucap Yuri sambil mengusap pelan pipi Kyuhyun.

“Gwenchana, kau tidak usah mencemaskanku. Sakitku ini tak seberapa, asalkan kau tetap disini bersamaku”ucap Kyuhyun sambil menggenggam tangan Yuri.

“Nyonya kenapa kau tiba-tiba menampar anakku, apa dia berbuat salah denganmu?”tanya Appa.

“Ne, bahkan kesalahannya besar dan merusak masa depan anakku”jawabnya.

“MWORAGO??? Apa maksud perkataanmu, kami tak mengerti”ucap Appa.

“Kau tanyakan saja dengan anakmu itu, dia pasti tahu”ucapnya.

“Kyuhyun-ah, apa kau mengenalnya?”selidik Appa.

“Ne??, aku tak mengenalnya. Tapi aku pernah melihatnya di ulang tahun Jung Yonghwa”ucap Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan kepada anakku? Hingga membuatnya hamil”tanyanya.

“MWOOOOOO!! HAMIL!!”pekik kedua orang tua Kyuhyun, Yuri yang duduk disamping Kyuhyun seperti tercabik-cabik begitu mendengar yeoja yang ada di hadapanya itu tengah mengandung anak Kyuhyun.

“MWO!!!, ya ahjumma kau jangan menuduhku sembarangan. Aku bahkan tak mengenal anakmu itu”ucap Kyuhyun.

“Appa, eomma percayalah aku tak mengenalnya. Aku yakin eomma dia merencanakan sesuatu”ucap Kyuhyun.

“Jika kalian tak saling mengenal, kenapa anakku sampai hamil eoh? Apa kau juga lupa melakukannya dengan anakku?”tanyanya.

“Yya!! Ahjumma sudah berapa kali aku bilang, aku tak mengenalnya bahkan menyentuhnya pun tidak”jawab Kyuhyun.

“Kau bisa saja mengelaknya Kyuhyunssi, tapi kau tak bisa mengelak lagi dengan anak yang sedang ada di dalam kandungannya”ucapnya sini.

“Aigo~ yeobo kepalaku. Kenapa masalah tiba-tiba datang disaat seperti ini”ucap Eomma .

“Bibi Jung, tolong kau antar istriku ke dalam”titah Appa.

“Ne, Tuan”ucap Jung ahjumma.

“Shireo, aku mau disini saja” tolak Eomma.

“Oppa~ sebaiknya kau nikahi dia”ucap Yuri yang sedari diam, kini berbicara kepada Kyuhyun.

“MWO!!! “pekik Kyuhyun yang terkejut mendengar ucapan Yuri.

“Chagiya, bagaimana kau bisa menyuruhku menikahinya!! Apa kau tak ingat besok pagi adalah pernikahan kita”ucap Kyuhyun.

“Ne, arraso. Tapi setidaknya dia lebih pantas bersanding dengamu daripada aku, karena dia sedang mengandung anak kalian. Jadi Oppa, aku mohon nikahi dia”ucap Yuri.

Yuri-ya, apa yang dikatakan Kyuhyun benar. Besok adalah hari pernikahan kalian, kau jangan gegabah dalam membuat keputusan”ucap Appa.

“Appanim, keputusan yang sudah kuambil adalah tepat. Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang sebentar lagi menjadi seorang appa, jadi Oppa menikahlah dengannya. Jebal ”ucap Yuri dengan menyunggingkan sebuah senyum, walau ada sebuah rasa sakit yang ia rasakan kini.

“Kau bohong, chagiya”ucap Kyuhyun, membuat dahi Yuri mengernyit.

“Kau bohong, bukankah tadi siang kau sudah berjanji akan berada disampingku apapun yang akan terjadi”ucap Kyuhyun.

“Oppa, geumanhae. Nikahi dia, atau aku akan pergi menjauh darimu”ucap Yuri.

“MWO!!!”pekik Kyuhyun yang terkejut mendengar pernyataan dari bibir Yuri.

“Ne, kau pilih mana Oppa~ menerima pernikahan ini atau aku akan menjauh selamanya darimu”ucap Yuri, Kyuhyun bingung dengan penawaran yang diberikan oleh Yuri.

“Jika aku menerimanya, apa kau akan terus berada disampingku. Chagiya?”tanya Kyuhyun,namun Yuri hanya mengganggukan kepalanya saja sebagai tanda jawaban bahwa ia akan mendampingi Kyuhyun.

“Aku ingin mendengar jawaban dari mulutmu”ucap Kyuhyun.

“Ne, Aku akan tetap berada disampingmu”ucap Yuri.

“Jika itu yang kau inginkan, baiklah aku akan menikahinya”ucap Kyuhyun.

Yuriya, bagaimana dengan kedua orang tuamu. Apa yang akan dikatakan mereka, jika pernikahan kalian dibatalkan?”tanya Appa.

“Appanim, tak usah cemas. Aku akan menjelaskannya kepada mereka dan satu lagi semua yang hadir di pesta pernikahan besok juga tak mengenal denganku jadi appanim tak usah cemas dengan gunjingan-gunjingan atau pun gosip-gosip yang mungkin terjadi”jawab Yuri.

“Jika itu yang terbaik, appa akan menerima keputusan ini”ucap Appa .

“Eommonim, bagaimana denganmu. Apa kau juga menyetujui keputusanku ini?”tanya Yuri sembari menggenggam tangan eomma Kyuhyun seolah memohon.

“Ne, aku menerima keputusanmu”jawab Eomma pasrah.

“Agassi, bisa kita bicara sebentar?”tanya Yuri.

“Ne”jawabnya.

“Aku ikut”ucap Kyuhyun.

“Oppa~ kau tak perlu ikut, tak akan terjadi apa-apa. Aku hanya ingin berbicara berdua dengannya”ucap Yuri.

Mereka berdua pun pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruang tamu menuju taman yang berada di belakang rumah.

“Eonni, mianhae. Karena ulahku, pernikahan kalian jadi batal”ucapnya.

“Gwenchana, kau lebih berhak dan pantas bersanding dengannya daripada aku. Siapa namamu?”tanya Yuri.

“Seo Jo Hyun”jawab Seohyun.

“Kwon Yuri, kau bisa memanggilku dengan Yuri saja”ucap Yuri.

“Senang bertemu denganmu, Yuri eonni”ucap Seohyun.

Hening…., hanya itu yang dirasakan oleh Yuri. Ia memandang yeoja yang sedari tadi menundukan kepalanya. Cantik…, kata itulah yang dibenak Yuri ketika melihat sosok yeoja yang duduk bersamanya kini.

“Chukkae, aku doakan semoga kalian bisa hidup bahagia”ucap Yuri.

“Eonni…, mianhae”ucap Seohyun.

“Untuk apa kau meminta maaf kepadaku, seharusnya aku yang meminta maaf denganmu. Karena aku hampir merampas kebahagianmu”ucap Yuri.

“Apa kau haus?”tanya Yuri.

“Ne, eonni”jawab Seohyun.

“Kau tunggu sebentar, aku akan membawakan minuman untukmu”ucap Yuri.

“Eonni~, kau tak usah repot-repot”tolak Seohyun.

“Aku tak merasa direpotkan,tak apa-apa”ucap Yuri sambil pergi menuju kedalam.

“Agassi, apa tujuanmu. Apa kau ingin uang Hahh”bentak Kyuhyun, Seohyun hanya diam membisu.

“Jika kau menginginkan uang dariku, kau sebutkan berapa yang ingin kau minta. Akan aku penuhi semuanya, termasuk jika kelak dia lahir”ucap Kyuhyun.

“Yya!! Kau jangan diam saja, apa kau tak punya mulut eoh”bentak Kyuhyun, Yuri yang melihat kejadian itu langsung menghampiri keduanya.

“Yya!! Oppa kenapa kau membuatnya menangis!!”bentak Yuri.

Seohyunah, gwenchanayo?”tanya Yuri sambil menghapus air mata yang keluar dari pelupuknya.

“Kenapa kau membelanya, chagiya. Dia orang yang telah menghancurkan hubungan kita”ucap Kyuhyun.

“Kau jangan menyalahkannya Oppa, justru yang seharusnya kau salahkan aku bukan dia”ucap Yuri.

“Eonni~mianhae karenaku, kalian begini”ucap Seohyun.

“Aniyo, ini bukan kesalahanmu”ucap Yuri.

Seohyun-ah, sebaiknya kau masuk. Aku akan berbicara denganya”ucap Yuri.

“Ne, eonni”ucap Seohyun.

“Oppa~, kau harus menerimanya. Apapun yang terjadi, karena dia adalah ibu dari anakmu”ucap Yuri.

“Sudah aku bilang, aku tak mengenal gadis siapa itu…”

“Seohyun,kau harus mengenalnya Oppa. Karena dia calon istrimu sekarang”sela Yuri.

“Chagiya, aku mohon tarik perkataanmu itu. Aku tak bisa menikah dengan orang yang tak kucintai, apalagi aku tak mengenalnya”pinta Kyuhyun.

“Kau akan mencintainya Oppa seiring berjalannya waktu,dan aku akan menganggapmu sebagai teman mulai sekarang”ucap Yuri.

“Apa kau rela jika kelak aku melupakanmu?”tanya Kyuhyun sambil menatap wajah Yuri.

“Aku ikhlas jika Oppa melupakanku”jawab Yuri.

Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Yuri, Yuri terkejut melihat sesuatu yang lembut menekan bibirnya. Perlahan Kyuhyun mencurahkan segala isi hatinya yang sedang berkecamuk, perlahan mata Yuri terpejam. Kyuhyun membuka kedua matanya, begitu merasakan sesuatu yang asin seketika Kyuhyun melepaskan tautanya begitu melihat Yuri menangis.Kyuhyun pun segera menarik Yuri ke dalam dekapannya.

“Ini bukan sebuah ciuman terakhir untukmu,tapi awal bagiku”batin Kyuhyun.

*********************************************

“Oppa~ sebaiknya kau antar Seohyun pulang, kasihan dia”ucap Yuri.

“Chagiya”ucap Kyuhyun.

“Oppa~ kau jangan memanggilku Chagiya, bukankah sekarang kita berteman. Yang harus kau panggil chagiya adalah dia”ucap Yuri.

“Eonni,gwenchana. Aku dan eomma bisa naik taksi”ucap Soehyun.

“Aniyo, kau harus diantar”ucap Yuri, Kedua orang tua Kyuhyun yang menyaksikan ketegaran yang ditunjukan oleh Yuri menjadi terharu.

Kyuhyun-ah, cepat kau antar seohyun dan eommanya. Kami tak mau terjadi apa-apa dengan mereka”ucap Appa Kyuhyun.

“Ne,aku juga akan mengantarmu pulang. Chagi”ucap Kyuhyun sambil menggenggam tangan Yuri, namun dengan segera Yuri melepasnya.

“tidak usah, Oppa~ aku bisa pulang dengan taksi”ucap Yuri.

“Jika kau menolak, aku juga tak mau mengantarkannya pulang”ancam Kyuhyun.

“Oppa~ geumanhae, kau jangan bersikap seperti ini”ucap Yuri.

“Baik, jika kau tak mau lebih baik ak…..”

“Baiklah,aku akan ikut denganmu”sela Yuri.

“Eommonim, Appanim. Aku pulang dulu, kalian tak usah mencemaskanku dan kedua orang tuaku”ucap Yuri.

“Ne, hati-hati”ucap Eomma Kyuhyun sambil memeluk erat Yuri.

“Kajja”ajak Kyuhyun.

“Seohyunssi, kenapa kau duduk di belakang. Sebaiknya kau duduk di depan saja”ucap Yuri begitu melihat Seohyun hendak duduk di belakang.

“Tapi eonni, aku tak enak denganmu”ucap Seohyun.

“Justru jika aku duduk didepan, aku akan merasa bersalah”ucap Yuri.

“Oppa~ kau tak apa-apa kan jika Seohyun duduk di depan?”tanya Yuri.

“Terserah,jika itu membuatmu senang”jawab Kyuhyun.

“Eonni~”panggil Seohyun.

“Gwenchana”ucap Yuri.

Blammm…..

“Eonni~”panggil Seohyun dengan agak sedikit takut.

“Ne?? waeyo??”tanya Yuri.

“Eonni~ apa besok pagi kau akan hadir di pesta pernikahanku”ucap Seohyun.

“Eonni~ kenapa kau diam saja? Apa besok kau akan hadir?”tanya Seohyun lagi.

“Ne, aku akan hadir di pesta pernikahan kalian. Kebetulan aku juga ingin memberikan sesuatu untukmu”jawab Yuri.

“Ahjumma, chukkae “ucap Yuri.

“Ne, gomawo agassi”ucapnya.

“Dimana alamat rumahmu?”tanya Kyuhyun dingin.

“Kau lurus saja, sebentar lagi kita akan sampai”jawab Seohyun.

Beberapa menit kemudian…………

“Eonni~ kau tak akan lupa kan dengan janjimu”ucap Seohyun.

“Ne, aku tak akan lupa”ucap Yuri.

“Ahjumma, Seohyun-ah. Kami permisi dulu”ucap Yuri.

“Ne, kalian hati-hati”pesan Seohyun.Perlahan mobil yang dikendari Kyuhyun meninggalkan pemukiman tersebut.

“Apa kau sudah puas dengan rencanamu itu, eoh?”tanya Seohyun.

“Hahahaha, ne aku puas. Aku akan hidup menjadi seorang kaya raya sekarang, kerja yang bagus anaku”jawab Ahjumma yang ternyata ibu tiri Seohyun.

“Eonni mianhae~ aku telah menghancurkan kebahagianmu demi eomma yang sudah kuanggap ibu kandungku sendiri.Eonni aku harap kau memaafkanku “ucap Seohyun lirih

**************************************

“Apa kau bahagia sekarang?”tanya Kyuhyun.

“Ne, aku bahagia. Oppa~ turunkan aku disini saja, aku ingin mampir ke suatu tempat”ucap Yuri.

“Shireo, aku akan mengantarkanmu ketempat yang ingin kau kunjungi”ucap Kyuhyun.

“Oppa~ kali ini bisakah kau memenuhi permintaanku?”pinta Yuri.

“Gomawoyo, Oppa”ucap Yuri begitu mobil Kyuhyun berhenti.

 

Kyuhyun pun segera melajukan kendaraannya dengan kencang begitu Yuri keluar dari mobilnya, Yuri yang melihat hanya menghela nafas panjangnya dan menatap mobil Kyuhyun yang semakin jauh dari pandangannya dengan wajah sedih.

“Oppa~ mungkin besok adalah hari terakhir aku melihat wajahmu sebelum aku meninggalkan kota ini entah sampai kapan, aku harap jika suatu saat aku kembali kau bahagia hidup dengannya”batin Yuri.

Perlahan kaki Yuri berjalan meninggalkan tempat tersebut, langit yang tadinya begitu cerah tiba-tiba menjadi gelap dan selang kemudian hujan pun turun seolah ikut menangis dengan apa yang dirasakan Yuri sekarang.

“OMO!! Agassi kenapa kau basah kuyup begini”pekik Park Ahjumma.

“Tadi Aku kehujanan sewaktu ke hotel tempat appa dan eomma menginap”ucap Yuri.

Brughh…….

“Agassi, irreona”teriak Park Ahjumma begitu melihat anak majikannya ambruk dihadapannya.

Dengan susah payah Park Ahjumma membawa tubuh Yuri yang sudah basah kuyup tersebut menuju kamarnya, untung saja kamar nonanya ini tak berada diatas.

“Omo!! Kenapa badanya panas sekali”pekik Park Ahjumma begitu menyentuh keningnya, secepat kilat ia pun segera mengganti pakaian Yuri yang basah.

“Aigo, agassi kenapa bisa begini? Apa yang sebenarnya terjadi denganmu”ucap Park Ahjumma sambil sesekali mengganti kain lap dikening Yuri.

“Apa aku harus menghubungi tuan Kwon, ah Aniyo bisa-bisa aku kena marah”ucap Park Ahjumma.

“Yeobo, apa kita harus menghubungi tuan dan nyonya Kwon?”tanya Park Ahjumma kepada suaminya.

“Aniyo, kita tunggu saja sampai besok. Jika besok agassi siuman, maka kita tak usah menghubungi orang tua agassi”jawab Park Ahjussi

Keesokan harinya……..

“Eungggg…..”erang Yuri.

“Owh, Syukurlah kau sudah siuman agassi”ucap Park Ahjumma.

“Ne??”ucap Yuri sedikit bingung.

“Aigo, aku lupa. Semalaman agassi pingsan aku sendiri juga mencemaskanmu, Agassi cepatlah bukankah hari ini adalah hari pernikahanmu?”ucap Park Ahjumma.

“Ne, seharusnya ini hari pernikahanku. Tapi sayangnya aku sudah membatalkannya”ucap Yuri.

“MWORAGO, agassi kau jangan bercanda”ucap Park Ahjumma.

“Aku tak bercanda, ahjumma”ucap Yuri.

“Terus bagaimana dengan kedua orang tua agassi, apa mereka sudah mengetahuinya?”tanya Park Ahjumma.

“Ne, seperti reaksimu ahjumma mereka juga tak percaya dengan ucapanku. Dan menganggapku sedang bercanda”jawab Yuri.

“Jadi agassi kehujanan gara-gara menemui orang tua agassi di hotel?”tanya Park Ahjumma.

“Ne, aku menemui mereka dihotel dan menjelaskan apa kepada mereka. Untunglah mereka mengerti dan mendukung keputusanku jika hal itu yang terbaik”jawab Yuri.

“Ahjumma, sudah jam berapa sekarang?”tanya Yuri sambil beranjak dari tempat tidurnya.

“Jam 07.00 pagi, wae?”ucap Park Ahjumma.

“Syukurlah, masih ada waktu. Ahjumma, tolong kau masukan semua pakaianku kedalam koper tanpa kecuali”ucap Yuri .

“Memangnya agassi mau kemana, menyuruhku memasukan semua pakaian agassi kedalam koper?”tanya Park Ahjumma.

“Aku akan ikut pulang dengan eomma dan appa ke Jeju”jawab Yuri.

“Apa dia tahu anda akan pergi?”tanya Park Ahjumma, Yuri yang mengerti maksud ucapan Park Ahjumma hanya menggelengkan kepalanya.

“Oppa tak tahu aku akan pergi hari ini juga, jadi ahjumma jika suatu saat Kyuhyun Oppa datang kesini dan menayakanku. Aku mohon kau jangan mengatakan apapun, arraso”pesan Yuri.

“Ne, algesseumnida agassi”ucap Park Ahjumma.

“Aku percaya denganmu, ahjumma”ucap Yuri.

“Agassi mau pakai gaun untuk menghadiri pesta pernikahan?”tanya Park Ahjumma.

“Aku pakai dress yang simpel itu saja, agar dibandara nanti tak mencolok”jawab Yuri.

“Baiklah, akan kusiapkan bubur special untukmu selagi agassi mandi”ucap Park Ahjumma.

“Ahjumma, gomawoyo”ucap Yuri.

“Ne, cheonmanayo agassi”ucap Park Ahjumma.

“Oya, apa ahjussi sudah siap mengantarkanku?”tanya Yuri.

“Ne, suamiku sudah siap dari tadi”jawab Park Ahjumma.

“Baiklah, aku juga harus bersiap-siap sekarang”gumam Yuri.

1 jam kemudian…..

Tok…Tok….

“Agassi, makanan sudah siap”teriak Park Ahjumma.

“Ne”ucap Yuri.

“Agassi, Igeo makanlah”ucap Park Ahjumma.

“Masitta”ucap Yuri.

“Agassi~”ucap Park Ahjumma.

“Ne, Ahjumma” sahut Yuri.

“Apa agassi akan pergi selamanya?”tanya Park Ahjumma.

“Ne, selamanya”jawab Yuri.

“Aku akan merindukanmu nona”ucap Park Ahjumma.

“Ne, aku juga akan merindukanmu dan juga masakan buatan ahjumma. Tapi jika aku punya waktu, aku akan datang berkunjung kerumah ahjumma”ucap Yuri.

“Jinjja”ucap Park Ahjumma.

“Ne, jadi ahjumma tak usah bersedih lagi karenaku”ucap Yuri.

“Ahjumma, apa ahjussi sudah siap”tanya Yuri.

“Ne, dia sudah menunggumu di depan. Koper agassi juga sudah aku masukan kedalam bagasi”jawab Park Ahjumma.

“Apa ahjussi menayakannya kepadamu ahjumma?”tanya Yuri.

“Ne, bahkan dia terkejut mendengarnya”jawab Pak Ahjumma.

Tin….Tin….

“Agassi, Kajja”ucap Park Ahjumma.

“Ne”ucap Yuri.

“Ahjumma, gomawoyo untuk makanannya. Ahjumma jaga diri baik-baik”pesan Yuri.

“Kau juga agassi”ucap Park Ahjumma.

“Ahjumma,annyeong”pamit Yuri.

“Agassi, kita mau kemana?”tanya Park Ahjussi

“Ahjussi, sebelum ke Agoda hotel bisakah ahjussi mengantarkanku daerah ini”ucap Yuri.

“Baiklah agassi”ucapnya

Seohyun Home………

“Ahjussi, kau tunggu sebentar. Aku akan masuk kedalam”ucap Yuri.

“Ne, agassi”ucapnya

Beberapa menit kemudian Yuri keluar dari rumah tersebut bersama dengan Seohyun dan Eomma Seohyun yang memakai hanbook pemberian darinya, menuju sebuah taksi yang sudah menuggu kedatangannya.

“Ahjussi, agada hotel”titah Yuri.

“Ne, algesseumnida”ucapnya.

“Eonni~ kenapa kau repot-repot menjemput kami?”tanya Seohyun.

“Gwenchana”jawab Yuri.

“Eonni~ kau cantik memakai gaun itu”puji Seohyun.

“Gomawoyo, kau juga akan menjadi pengantin tercantik hari ini”ucap Yuri membuat Seohyun tersipu malu.

“Agassi, kita sudah sampai”ucapnya.

“Ahjumma Seohyunah, kalian masuk dulu nanti aku menyusul kalian”titah Yuri.

“Tapi eonni~”ucap Seohyun.

“Tenanglah, aku akan bersamamu”ucap Yuri.

“Baiklah Eonnni”ucap Seohyun.

Blammmm…………

“Ahjussi, bisakah ahjussi menunggu beberapa menit saja?”pinta Yuri.

“Ne, baiklah agassi”ucapnya.

Agada Hotel, 08.30 KST

“Omo!! Kenapa kalian malah menungguku disini? Bukannya masuk kedalam ruangan itu”ucap Yuri.

“Mianhe, kami ingin menunggumu eonni”ucap Seohyun.

“Aigo~ kajja, kau harus segera di rias. Ahjumma, kau sebaiknya menuggu diruang sana, pasti keluarga Kyuhyun Oppa sudah menunggumu”ucap Yuri.

“Ne, agassi”ucap eomma Seohyun.

Seohyun-ah, kajjja”ajak Yuri.

“Ne, eonni”ucap Seohyun.

“Omo!! Yuri-ya, kenapa kau baru datang seharusnya dari tadi kau sudah duduk manis disini. Nuguseo “tanya Ahra nuna begitu melihat Seohyun.

“Mianhae, tapi hari ini bukan aku yang akan mendampingi Kyuhyun Oppa. Namanya Seohyun dialah yang akan menjadi pendamping Kyuhyun Oppa,bukan aku”jawab Yuri.

“MWORAGOOOO, yya!! Kwon Yuri kau jangan bercanda”pekik Ahra nuna.

“Aku tak bercanda nuna, aku serius. Cepat kau rias dia sekarang, nanti aku akan menjelaskannya kepadamu”titah Yuri.

“Tapi , seharusnya k….”

“Geumanhae, nuna”pinta Yuri.

“Ne, baiklah. Tapi kau berhutang penjelasan kepadaku, juga Appa dan eomma kenapa mereka menyembunyikan semua ini kepadaku”ucap Ahra nuna.

  1. 5 Jam Kemudian…….

“Yeppo”ucap Yuri begitu melihat wajah Seohyun yang sudah dirias.

“Dangsineun maeu yeppoyo”ucap Yuri.

“Gomawoyo, Eonni”ucap Seohyun.

“Yoong~ bisakah kau meninggalkan kami berdua”ucap Yuri.

“Ne, aku akan meninggalkan kalian berdua. Tapi sehabis ini, kau harus menjelaskan kepadaku”ucap Yoona.

Blammmm…..

“Eonni, gwenchanayo?? Kenapa mukamu sangat pucat, apa kau sedang sakit?”tanya Seohyun.

“Aniyo, aku baik-baik saja. Kau jangan mencemaskanku, o’ya sesuai janjiku kemarin aku ingin memberikan sesutu untukmu. Kemarikan tanganmu”ucap Yuri, Seohyun pun mengulurkan tangannya.

“Ini cincin yang di berikan Kyuhyun Oppa untukku, sekarang aku tak berhak lagi memakainya atau pun menyimpannya”ucap Yuri sambil memasangkan cincin berlian dari Kyuhyun di jari manis Seohyun.

“Eonni~ ini bukan milikku, aku tak mau memakainya”ucap Seohyun sambil melepas cincin tersebut, namun Yuri mencegahnya.

“Geumanhae,Seohyunah”pinta Yuri.

Kriettttttttttt….

“Pengantin wanita kau harus segera bersiap-siap”teriaknya.

“Ne”ucap Seohyun.

Seohyunah, Chukkae”ucap Yuri sambil pergi meninggalkan Seohyun.

“Eonni~ kenapa kau begitu baik denganku seharusnya kau yang lebih pantas mengenakan gaun ini dari pada aku yang bukan siapa-siapa, sebenarnya anak yang sedang aku kandung bukanlah anak dari Cho Kyuhyun, mianhae seharusnya aku tak melakukan ini dan menghancurkan kebahagianmu. Aku hanya bisa pasrah mengikuti keinginan ibu tiriku, Eonni aku tak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini darimu”batin Seohyun.

 

Tempat Pernikahan, Agoda Hotel……

Kyuhyun menyambut para tamu yang memberikan ucapan kepadanya, sedari tadi Kyuhyun menantikan yeoja yang seharusnya dia sudah datang namun Kyuhyun belum melihatnya.

Kyuhyun-ah, cepat kau harus masuk dan berdiri di depan altar”titah Appa Kyuhyun.

“Ne, appa sebentar lagi”ucap Kyuhyun.

“Kenapa kau membohongiku, Chagiya. Kenapa kau tak ada disini bersamaku, bukankah kau bilang akan menemaniku walaupun dari jauh”batin Kyuhyun.

“Jwesonghamnida, anda harus segera berdiri di depan altar. Sebentar lagi pengantin wanita akan segera datang”ucapnya.

“Ne”ucap Kyuhyun.

Kyuhyun pun segera masuk kedalam dan berdiri di depan altar menunggu kedatangan pengantin wanita, tepat sesudah Kyuhyun masuk Yuri berjalan menuju ruang pernikahan tersebut dan duduk di barisan belakang.

“Pengantin wanita memasuki ruangan”ucapnya.

Kyuhyun pun menghadap kedepan menyambut pengantin yang wajahnya tertutup tudung, ketika tangan Kyuhyun menerima tangan Seohyun. Kyuhyun tak melihat sosok yang sedari tadi ia nantikan, Yuri dari jauh melihat Kyuhyun sangat tampan menggunakan tuxedo warna putih. Begitu mereka menghadap kedepan sang pendeta, perlahan Yuri bangkit dari tempatnya dan meninggalkan tempat tersebut sembari berdoa untuk kebahagiaan mereka.

“Oppa~ aku doakaan semoga kau bisa hidup bahagia selamanya, dan aku mohon lupakanlah aku untuk selamanya”batin Yuri.

Blammmmm…………….

“Ahjussi,incheon”ucap Yuri.

“Ne, agassi”ucapnya.

**********************************

3 Tahun kemudian…..

“Chagiya, apa kau yakin akan pulang ke seoul?”tanya Eommanya

“Ne, eomma aku yakin”jawab Yuri sambil memasukan pakaiannya kedalam koper.

“Chagi, apa tak sebaiknya kau tinggal disini saja dan mengurusi bisnis appa?”tanya Appanya.

“Aniyo, appa aku ingin hidup mandiri dan mencari uang dari hasil keringatku sendiri. Kebetulan aku ingin mengajar lagi , untung saja kepala sekolah disana masih baik menerimaku lagi”jawab Yuri.

“Appa, eomma kau tak usah mencemaskanku. Aku juga sudah melupakannya, dan mungkin dia sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang”ucap Yuri.

“Chagiya~ apa kau ingin eomma temani?”tanya Eommanya.

“Tidak perlu, eomma jaga appa saja disini. Aku bukan anak kecil lagi, bukankah disana ada Park ahjussi dan ahjumma yang akan menemani dan menjagaku”jawab Yuri.

“Ya sudah jika itu maumu, eomma dan appa akan mengantarmu kebandara”ucap eommanya.

“Ne, Kajja”ucap appa.

  1. 5 Jam kemudian…..

“Appa, eomma jaga diri kalian. Appa aku akan merindukanmu”ucap Yuri sambil memeluk appanya.

“Eomma~, mianhae”ucap Yuri.

Pesawat dengan nomor xxxxx dengan tujuan seoul akan segera berangkat………………

“Eomma, appa annyeong”ucap Yuri.

“Chagiya, kau jaga diri baik-baik selama disana dan jangan lupa kau segera telepon begitu sampai disana”pesan eommanya.

“Ne”teriak Yuri sambil melambaikan tanganya.

“Semoga selama dia disana, anak kita tak bertemu dengannya”harap eomma Yuri.

“Ne, semoga saja Yeobo”timpal Appa Yuri.

Seoul…,

“Appa~, ireonayo”ucap gadis kecil tersebut sambil menarik selimut yang menutupi namja yang dipanggilnya appa itu.

“Eungg….,sebentar lagi ne”ucap namja tersebut.

“Omo!! Hyuri-ya, apa appamu belum bangun juga?”tanya yeoja berambut panjang tersebut sambil berkacak pinggang.

“Opsoyo, Yimo”jawab Hyuri.

“Geure, sebaiknya kau kedapur saja bersama halmeoni. Appamu biar Yimo saja yang tangani”ucap Ahra nuna.

“Ne, Yimo”ucap Hyuri gadis cilik berumur 3 tahun tersebut.

“Ckckckck,aku akan gunakan cara ini agar kau bangun Cho Kyuhyun”ucap Ahra nuna.

“Yuri~ kaukah itu!!!”teriak Ahra, seketika Kyuhyun pun bangun dari mimpinya.

“Yuri? Kwon Yuri eoddi?”tanya Kyuhyun setengah sadar.

“Heol, Yurii tak ada disini. Ya Cho Kyuhyun~ cepatlah bangun, hari ini bukankah kau berjanji akan menemaniku dan Hyuri mendaftar ke sebuah sekolah”ucap Ahra.

“Yya!! Nuna sudah berapa kali aku bilang, kau jangan menggunakan nama dia lagi agar aku bangun. Aku sudah tak ingin mendengar maupun mengingatnya lagi”bentak Kyuhyun.

“Tapi dengan cara itulah yang bisa aku gunakan untuk membangunkanmu, Oppa”ucap Ahra.

“Mwo??,tapi aku mohon jangan sebut lagi nama dia”pinta Kyuhyun.

“Ne, arraso. Kyuhyu-ah~ apa kau begitu membencinya, bukankah kau ingin bertemu dengannya dan menjelaskan kepadanya?”tanya Ahra.

“Mollayo, Yya! Sebaiknya kau tunggu saja diluar, aku akan mandi sekarang”ucap Kyuhyun untuk mengalihkan pembicaraan dengan adiknya tersebut.

“Yimo, appa eoddi?”tanya Hyuri kepada Ahra.

“Appamu sedang mandi, kita tunggu saja. Kau makan yang banyak, ne”titah Ahra.

“Ne, Yimo”ucap Hyuri.

“Eoh, itu appamu. Hyuri-ya”ucap halmeoninya.

“Annyeong, eomma”ucap Kyuhyun.

“Hmmmm”gumam eommanya.

Hyuri-ya, kenapa makanmu belepotan. Lihat bajumu jadi kotor”ucap Kyuhyun sambil mengelap noda yang ada di mulutnya dan baju.

“Eomma~, kenapa appa tak ikut makan dengan kita?”tanya Kyuhyun begitu melihat bangku yang biasanya ada penghuninya sudah tak ada batang hidungnya.

“Owh, Appamu sudah pergi dari tadi katanya dia harus menyelesaikan pekerjaannya”jawab Eommanya.

“OMO!!”pekik Kyuhyun sambil menepuk keningnya.

“Waeyo?”tanya Ahra.

“Mianhe, Nuna sepertinya aku tak bisa mengantarmu dan hyuri. Aku lupa bahwa hari ini aku mau membantu appa menyelesaikan berkas yang harus dikirim”jawab Kyuhyun.

“Aigo~ kenapa bisa begini”ucap Ahra kesal.

“Mianhae, kau saja yang mengantar Hyuri. Kau gunakan saja mobilku, aku akan naik taksi”ucap Kyuhyun.

Hyuri-ya, kau tak apa-apa kan jika appa tak ikut denganmu?”tanya Kyuhyun.

“Ne, appa”jawab Hyuri.

“Kau memang anak pintar, Hyuri-ya”ucap Kyuhyun sambil membelai lembut rambutnya.

Hyuri-ya, appa berangkat dulu ne. kau jangan nakal dan merepotkan yimo, arraso?”ucap Kyuhyun.

“Arra”jawab Hyuri.

*******************************

“Ahjussi, seoul nursery”titah Yuri.

“Ne, agassi”ucapnya.

“Agassi, apa kau baru datang kesini?”tanyanya.

“Aniyo, aku pernah tinggal kesini. Tapi itu tiga tahun yang lalu”jawab Yuri.

Selama di perjalanan menuju tempat nursery, Tak terasa 30 menit perjalanan, akhirnya Yuri sampai juga di depan sebuah nursery.

“Ahjussi, bisakah kau menungguku sebentar?”tanya Yuri.

“Ne, agassi”jawabnya.

Tok….Tok……

“Ne, silahkan masuk”titahnya.

“Yuri!! Kwon Yuri, apa ini kau?”pekiknya begitu melihat Yuri masuk kedalam ruang kepsek tersebut.

“Ne, ini aku Yoong”ucap Yuri sambil menghampiri Yoona.

“Oraenmaniya, Yoong”ucap Yuri sambil memeluk sahabatnya itu.

“Yya! Kenapa kau pergi begitu saja, tanpa memberitahukan alasan yang jelas?”tanya Yoona.

“Mianhae, Yoong. Aku tak bisa menceritakannya padamu”jawab Yuri.

“Ne, aku mengerti”ucap Yoona.

“Yoong~ apa aku boleh mengajar lagi disini?”tanya Yuri.

“Ya! Tentu saja,bahkan kau boleh mengajar sekarang”jawab Yoona.

“Gomawoyo, Yoong”ucap Yuri.

“Ne, cheonma. Tapi kali ini kau tak boleh pergi lagi dari sini, atau aku tak akan menerimamu lagi”ancam Yoona.

“Ne, aku janji”ucap Yuri.

“Kau mau minum apa?”tanya Yoona.

“Aniyo, kau tak perlu repot-repot. Aku hanya mampir sebentar saja, Yoong gomawo sudah menerimaku kembali”jawab Yuri.

“Yoong, aku permisi. Annyeong”pamit Yuri.

“Ne, kau jangan sampai lupa besok pagi kau sudah mulai mengajar”ucap Yoong.

“Ne, arraso”ucap Yuri.

“Yuri ?”gumam Ahra.

“Sedang apa dia disini?”ucap Ahra yang mengenal sosok yang berjalan ke arah sebuah taksi.

“Yimo~ apa itu eomma?”tanya Hyuri sambil menunjuk sosok yang masuk kedalam sebuah taksi.

“Oh, aniyo dia bukan eommamu. Bukankah Yimo pernah bilang, Hyuri eomma masih ada di luar negeri”jawab Ahra.

“Kajja, sebaiknya kita masuk kedalam”ajak Ahra sambil menggandeng keponakannya itu.

*****************************************

Blammmm…..

“Yuri Agassi, apakah itu kau?”tanya Park Ahjumma begitu melihat sosok Yuri keluar dari dalam taksi.

“Ne, ini aku ahjumma. Astaga ahjumma kau sudah tak ingat denganku lagi”jawab Yuri sambil mengerucutkan bibirnya.

“Hahahaha, aku hanya bercanda saja agassi”ucap Park Ahjumma.

“Ahjumma, apa kau membuat makanan?”tanya Yuri sambil masuk kedalam rumah yang tiga tahun dia tinggalkan.

“Aniyo, memangnya agassi lapar?”jawab Park Ahjumma.

“Ne, Baegopa”ucap Yuri.

“Kalau begitu aku akan memasakan sesuatu untukmu, agassi. kau tunggu disini sebentar, aku akan menaruh kopermu di kamar”ucap Park Ahjumma.

“Heol~ tak ada yang banyak berubah”gumam Yuri sambil bersandar disofa kesayangannya.

“Agassi, jwesonghamnida membuatmu lama”ucap Park Ahjumma.

“Gwenchana, ahjumma”ucap Yuri.

“Agassi”panggil Park Ahjumma.

“Ne, ahjumma”ucap Yuri.

“Eunggg, sebelumnya aku ingin minta maaf dulu. Tuan Cho Kyuhyun pernah datang kesini dan menanyakan keberadaanmu, agassi”ucap Park Ahjumma.

“Lalu ahjumma, bilang apa?”tanya Yuri sambil memainkan sendok yang ada dihadapanya.

“Sesuai dengan perintah agassi”jawab Park Ahjumma.

“Bagaimana reaksinya, apa dia percaya yang diucapkan ahjumma?”tanya Yuri lagi.

“Aniyo, dia tak percaya dengan apa yang aku katakan. Bahkan dia sampai bersimpuh dihadapanku, agar aku memberitahukan keberadaanmu”jawab Park Ahjumma.

“Untuk apa dia datang kesini?”tanya Yuri.

“Molla, aku sendiri tak tahu. Tapi sepertinya dia ingin sekali bertemu denganmu, agassi”jawab Park Ahjumma.

“Ahjumma, sepertinya aku tak lapar. Aku ingin istirahat”ucap Yuri sambil beranjak meninggalkan dapur.

“Ne?? bagaimana dengan makananya, sebentar lagi hampir matang?”tanya Park Ahjumma.

“Ahjumma, buang saja”jawab Yuri.

“Aigo, kenapa aku malah membicarakanya”ucap Park Ahjumma sambil memukul mulutnya.

****************************

“Appa~”teriak Hyuri, Kyuhyun yang kebetulan sedang mengobrol dengan sekretarisnya langsung berhenti, dan menoleh ke arah Hyuri.

“Appa~”ucap Hyuri sambil memeluk kaki milik Kyuhyun.

Hyuri-ya, kau masuk ke ruang kerja appa dulu ne. appa sedang berbicara dengan sekretaris appa”titah Kyuhyun.

“Anyyeong, Sooyoungssi”sapa Ahra.

“Ne, Annyeong”balas Sooyoung.

“Yya! Kau sama saja dengan Hyuri, sebaiknya kau masuk dan temani Hyuri selama aku berbicara dengan sekretaris Soo”ucap Kyuhyun.

“Ne. Arraso, kau tak usah menyuruhku juga aku sudah tahu”ucap Ahra sambil masuk kedalam ruang kerja Kyuhyun.

“Aishhh, neo jinja”desis Kyuhyun.

“Mianhae, sampai dimana tadi?”tanya Kyuhyun, mereka pun melanjutkan obrolan yang tertunda akibat ulah Yoona.

“Ne, Algesseumnida”ucap Sooyoung.

“Kalau begitu, Kwangjanim. Aku permisi”pamit Sooyoung.

Blammmm…..

“Kenapa jam segini kalian baru pulang, darimana saja kalian?”tanya Kyuhyun begitu masuk kedalam ruangannya.

“Membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan Hyuri, bukankah besok Hyuri sudah mulai masuk. Karena Hyuri telat untuk didaftarkan”jawab Ahra.

“Dimana kau mendaftarkan Hyuri?”tanya Kyuhyun.

“Di Seoul Nursery, kau tenang saja. Hyuri pasti suka dengan sekolahnya itu”jawab Ahra sambil tersenyum simpul.

“Waeyo? Kenapa kau senang sekali?”tanya Kyuhyun yang heran melihat tingkah Nunanya itu.

“Hehehehe, nanti kau juga tahu”jawab Ahra.

“Kajja, kita pulang. Sepertinya Hyuri sangat lelah, mana kunci mobilku”ucap Kyuhyun.

“Igeo”jawab Ahra.

“Astaga, kau mengajak kemana saja sampai Hyuri lelah begini?”tanya Kyuhyun sambil menggendong Hyuri.

“Aku mengajak Hyuri berkeliling, dan juga pergi ke wahana bermain”jawab Ahra.

“Pantas saja”ucap Kyuhyun.

“Eomma~”igau Hyuri.

“Ne??”gumam Kyuhyun.

“Yya!! Apa Nuna cerita lagi ke Hyuri tentang eommanya, kenapa dia menggigau memanggil eommanya?”tanya Kyuhyun.

“Ani~”jawab Ahra.

“Jeongmal?”tanya Kyuhyun ragu akan jawaban Nunanya itu.

“Aishhh, Yya! Untuk apa aku bohong ”jawab Ahra.

“Ne, Arra”ucap Kyuhyun.

“Ya, Kyuhyun-ah~”panggil Ahra.

“Hmmmmm”gumam Kyuhyun.

“Apa kau benar-benar melupakannya?”tanya Ahra, namun Kyuhyun tak mau menjawabnya.

**********************************

Kyuhyun Home, 19.00 KST…..

“Appa~ eotte, apa hyuri cantik?”tanya Hyuri sambil bergaya memakai seragam nurserynya.

“Ne, kau sungguh cantik”ucap Kyuhyun sambil meraih putrinya.

“Aigo, cucu halmeoni cantik sekali”puji Eomma Kyuhyun.

“ Yimo. Gomawoyo sudah menemaniku seharian”ucap Hyuri.

“Cheonmanayo, Hyuri-ya”ucap Ahra.

“Eomma juga sangat cantik”ucap Hyuri tiba-tiba, membuat semua yang berada disana terdiam.

“Darimana kau tahu eomma sangat cantik, bukankah Yimo pernah bilang eomma Hyuri pergi begitu Hyuri dilahirkan?”tanya Ahra.

“Dari foto yang ada di dompet appa”jawab Hyuri dengan wajah polosnya.

“Ne??, aigo~ hyuri-ya kau tak boleh membuka barang yang bukan milikmu. Itu tak sopan”ucap Ahra.

“Hyuri tak membuka dompet appa, foto itu terjatuh dan Hyuri memungutnya”ucap Hyuri sambil pergi masuk kedalam kamarnya dan kembali lagi dengan membawa sebuah foto.

“Igo, benar kan eomma Hyuri cantik”ucap Hyuri sembari memperlihatkan foto Yuri dan Kyuhyun dengan gaun pengantin.

Glek….Ahra menelan salivanya begitu Hyuri meperlihatkan sebuah foto prewed Kyuhyun dan Yuri tiga tahun yang lalu, yang kini sudah terlihat lusuh.

“Yimo, kenapa kau diam saja. Benar kan eomma Hyuri cantik, Yimo saja sampai diam begitu”ucap Hyuri, Ahra tak bisa berkutik mendengar celotehan keponakannya itu, ia melirik ke arah Kyuhyun seolah meminta bantuan.

Hyuri-ya, eommamu memang cantik. Apa Hyuri merindukan eomma?”tanya Kyuhyun

“Ne, appa. Hyuri ingin bertemu dengan eomma”jawab Hyuri.

“Appa~ kenapa eomma meninggalkan kita? Apa eomma sudah tak sayang lagi denganku?”tanya Hyuri sedih.

“Aniyo,eomma sangat sayang dengan Hyuri. Mungkin eomma punya alasan sendiri, kenapa eomma meninggalkan kita”jawab Kyuhyun, beberapa menit kemudian Hyuri sesekali menguap dihadapan Kyuhyun.

“Kajja, kau harus tidur sekarang. Bukankah besok pagi Hyuri berangkat ke sekolah”ucap Kyuhyun sembari menggendong putri kecilnya itu ke kamar tidurnya.

20 menit kemudian Kyuhyun keluar dari kamar tidur putrinya, disana masih ada adik perempuannya yang duduk di ruang tengah.

“Kyuhyun-ah~ kenapa kau berbohong tentangnya kalau sebenarnya Yuri bukan eomma kandungnya?”tanya Ahra.

“Ini permintaan dari Seohyun sebelum ia meninggal setelah melahirkan Hyuri, ia ingin anaknya kelak jika terjadi sesuatu dengannya agar Yuri menjadi eomma bagi putrinya. Bahkan dia sendiri memilih nama Hyuri sebagai nama anaknya. Dan memang benar kalau Yuri adalah eommanya, kau lupa bukankah aku menikah dengan Kwon Yuri bukan Seo Jo Hyun?”jelas Kyuhyun.

“Ne, aku ingat. Walaupun bukan Yuri yang melahirkan Hyuri, tapi memang kau menikah dengan Yuri. Hanya saja yang berdiri disampingmu bukan sosok Yuri tapi Seohyun. Bahkan nama mereka hampir sama”ucap Ahra.

“Apa kau sudah menemukan ayah kandung Hyuri?”tanya Ahra.

“Mollayo, aku sendiri tak tahu keberdaan Yonghwa sekarang”jawab Kyuhyun sambil beranjak pergi.

“Ya! kau mau kemana, diluar sangat dingin”ucap Ahra.

“Aku mau pergi ke suatu tempat, kau temani Hyuri selagi aku pergi aku takut dia terbangun”ucap Kyuhyun.

“Aishhh, selalu begini. Aku tahu kau akan kemana ,apa kau tak lelah dengan semua ini”gumam Ahra yang sedih melihat keadaan Kyuhyun walaupun dia terlihat sangat tegar namun hatinya sangat rapuh

******************************

“Ahjumma, mobil siapa itu?”tanya Yuri yang melihat sebuah mobil yang terpakir di depan rumahnya dari balik tirai.

“Mollayo, aku sendiri tak tahu kenapa mobil itu sering di depan rumahmu. Jangan-jangan dia mau merampok rumah agassi”jawab Park Ahjumma.

“Astaga, kau ini jangan berpikir yang aneh-aneh. Mungkin saja dia sedang parkir di rumahku”ucap Yuri.

“Aku sendiri curiga selama agassi pergi, mobil itu setiap malam pasti akan ada di depan rumah agassi”ucap Park Ahjumma.

“Agassi makan malam sudah siap”ucap Park Ahjumma.

“Ne, nanti aku akan kesana”ucap Yuri sembari mengintip dari tirai jendela kamarnya, hati Yuri mencelos begitu melihat sosok yang turun dari mobil tersebut dengan tatapan sedih.

“Oppa”gumam Yuri

“Oppa~ kenapa kau begini,tak seharusnya kau ada di depan rumahku. Apa selama aku pergi kau juga terus datang mengunjungi rumahku berharap kau dapat bertemu denganku”ucap Yuri sedih.

“Ahjumma~ tolong kau usir pemilik mobil tersebut, apa dia tak sayang dengan dirinya”titah Yuri.

“Ne, algesseumnida”ucap Park Ahjumma.

“Mianhae, Oppa aku harus melakukan ini. Aku tak ingin membuatmu kembali kepadaku, aku tak ingin merusak kebahagianmu dengannya”batin Yuri.

“Ahjumma, apa dia sudah pergi?”tanya Yuri begitu melihat Parh ahjumma sudah kembali.

“Ne, agassi”jawab Park ahjumma.

“Syukurlah,ahjumma kau temani aku makan ya”pinta Yuri, Park Ahjumma pun menuruti agassinya itu.

******************************

Keesokan Harinya……………

Hyuri-ya, apa kau senang dengan sekolah yang ditunjukan Ahra Yimo kepadamu?”tanya Kyuhyun.

“Ne, Appa. Hyuri sangat senang dengan sekolah itu”jawab Hyuri.

“Selama di sekolah, kau jangan mempersulit para saem yang ada disana ne”pesan Kyuhyun.

“Ne, appa. Hyuri akan menuruti perintah Appa”ucap Hyuri

“Geuremyeon, Appa tenang meninggalkanmu disana”ucap Kyuhyun sambil memberhentikan mobil miliknya di depan gedung tersebut. Kyuhyun bergegas turun dari kendaraannya bersama dengan Hyuri dan masuk kedalam bersama Hyuri menuju sebuah ruangan.

“Anda orang tua dari Cho Hyuri?”tanya Yoona.

“Ne, Cho Kyuhyun imnida”jawab Kyuhyun.

“Karena putri anda masih kecil, akan kami tempatkan di kelas khusus sesuai dengan umurnya. Kebetulan guru yang biasa mengajar di kelas tersebut sudah kembali”ucap Yoona.

“Kau tunggu sebentar, akan aku panggil guru kelasnya”ucap Yoona

“Ne”ucap Kyuhyun.

Cklek….., Kyuhyun dan Hyuri langsung berdiri begitu pintu ruangan tersebut terbuka.

“Tuan Cho, ini dia guru yang akan membimbing putrimu”ucap Yoona sambil berjalan kesamping, agar sosok seseorang yang akan membantu putrinya bisa dilihat Kyuhyun.

“Yuri”batin Kyuhyun begitu melihat sosok Yuri yang berjalan di belakang taeyeon, sementara Yuri begitu terkejut begitu melihat sosok yang selama 3 tahun tak dilihatnya berada di tempat kerjanya dengan seorang anak kecil.

“Tuan Cho, perkenalkan dia guru disekolah kami yang kebetulan baru kembali dari pulau jeju. Mulai sekarang ia yang akan menjadi orang tuanya selama berada di sekolah ini”jelas Yoona, sedangkan Kyuhyun hanya termangu menatapnya tapi lain halnya dengan Hyuri. Ia langsung berlari kearah Yuri dan memanggilnya dengan sebutan eomma.

“Eomma~ bogoshipeo”ucap Hyuri sambil memeluk kaki jenjang milik Yuri, kontan saja membuat Taeyeon terkejut.

“MWO!!! Eomma”pekik Yoona, Kyuhyun yang melihat tersebut langsung menarik tubuh kecilnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan Hyuri.

Hyuri-ya!!, bukankah Appa dan Yimo pernah bilang bahwa eomma Hyuri sedang pergi jauh. Dan apa Hyuri lupa yang dikatakan appa sewaktu di dalam mobil kalau Hyuri tak boleh menyulitkan para saem disini”bentak Kyuhyun, Hyuri yang terkejut mendengar ucapan Kyuhyun seketika menangis.

“Uljima,mianhae. Appa tadi membentakmu”ucap Kyuhyun sambil menenangkan Hyuri, namun bukannya mereda tangisan Hyuri semakin keras membuat Yuri tak tega melihatnya. Perlahan Yuri menghampiri Hyuri dan berdiri disamping Kyuhyun.

“Uljima”ucap Yuri sambil memeluk tubuh mungilnya dan menepuk-nepuk punggung Hyuri.

“Eomma~ appa jahat dia bilang eomma pergi jauh, tapi sekarang eomma ada dihadapanku”ucap Hyuri ditengah isak tangisnya, Yuri pun menoleh ke arah Kyuhyun.

“Jika eomma sudah kembali,kenapa kau menangis sayang. Anak manis sepertimu tak seharusnya menangis, lihat kau jadi tak lagi cantik seperti eomma eoh”ucap Yuri sambil menghapus air mata dengan sapu tangan miliknya.

“Eomma~ apa ini kau, aku tak sedang mimpi kan?”tanya Hyuri sambil memegang wajah Yuri.

“Ne, ini eomma. Apa kau ingin jalan-jalan sebentar dengan eomma?”ucap Yuri.

“Eungg”gumam Hyuri.

“Kajja”ajak Yuri sambil menggandeng tangannya.

“Yoong aku permisi “pamit Yuri sambil membungkukan badanya.

“Tuan Cho, sebaiknya kau juga ikut dengannya”titah Yoona.

“Jwesonghamnida, merepotkanmu”ucap Kyuhyun dari arah belakang Yuri .

“Gwenchana, semua anak disini juga memanggilku eomma”ucap Yuri.

“Eomma~”panggil Hyuri.

“Hmmmm”gumam Yuri.

“Kenapa eomma meninggalkanku, apa eomma sudah tak sayang lagi denganku?”tanya Hyuri sambil menatap Yuri.

“Aniyo,eomma sayang denganmu. Hanya saja kau masih terlalu kecil untuk mengetahuinya”jawab Yuri sambil menoleh kearah Hyuri.

“Eomma~ kenapa eomma ada disini?”tanya Hyuri.

“Eomma bekerja disini,eo kita sudah sampai”jawab Yuri yang berhenti di depan sebuah kelas.

“Hyuriya~ kajja kita masuk kedalam, didalam sana kau akan mendapat teman baru”ucap Yuri.

“Jadi aku akan berada disana bersama dengan eomma?”tanya Hyuri.

“Ne, tapi kau juga harus berbagi dengan teman-temanmu. Karena eomma, juga milik mereka”jawab Yuri.

“Shireo”ucap Hyuri.

“Hyuriya~”sahut Kyuhyun yang sedari tadi diam memperhatikan dua yeoja yang ada dihadapannya itu.

“Lihat, appamu jadi marah lagi kan”ucap Yuri.

“Appa~”panggil Hyuri.

“Hyuriya~ apa yang dikatakan eommamu benar, selama ada disini kau harus membaginya dengan temanmu. Bukankah eomma bekerja disini”ucap Kyuhyun sambil berdiri disamping Yuri, membuat Yuri menjadi sedikit canggung.

“Ya sudah, kau masuk kedalam bersama eomma ne. ingat pesan appa tadi, selama disini kau tak boleh mempersulit saem dan eommamu”ucap Kyuhyun sambil sesekali melirik ke arah Yuri.

“Ne, Appa~ annyeong”ucap Hyuri sambil mengecup pipi Kyuhyun dan masuk kedalam kelasnya.

“Yu…”

“Jwesonghamnida, tuan Cho aku harus segera masuk kedalam kelas”sela Yuri.

Blammmm………

“Heol~ jadi ini alasanmu, nuna”gumam Kyuhyun lirih.

***********************************

Kringggggggggggggg…….

“Waktunya kalian beristirahat, baris satu persatu”teriak Yuri.

“Ne, saem”teriak murid kelas Yuri.

“Eo, Hyuriya~ kenapa kau tak ikut berbaris dan makan bekalmu?”tanya Yuri yang melihat Hyuri masih duduk di bangku kursinya.

“Apa kau lupa membawa bekal ?”tanya Yuri, namun yang dilakukan Hyuri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Yuri pun tersenyum seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Hyuri, ia pun segera membuka tas milik Hyuri dan mengeluarkan bekal makan siangnya.

“Apa kau ingin saem, menyuapimu?”tanya Yuri, Hyuri pun segera mengganggukan kepalanya.

“Aaaaaaa”ucap Yuri, Hyuri pun segera menerima suapan dari Yuri.

“Eomma~ aku senang sekali eomma menyuapiku”ucap Hyuri dengan mulut masih penuh makanan.

“Astaga, Huyri-ya kalau sedang makan jangan berbicara nanti tersedak. Kunyah dulu makananmu, arra?”pesan Yuri.

“Ne, Arrasso eomma”ucap Hyuri.

“Hyuri, bisakah kau tak memanggilku dengan sebutan eomma?”pinta Yuri.

“Waeyo,eomma? Apa kau tak suka aku memanggilmu eomma?”tanya Hyuri.

“Aniyo, bukan begitu hanya saja aku memang bukan eommamu. Lebih baik kau memanggilku dengan panggilan Yuri saem. Eotte?”ucap Yuri.

“Shireo, kau memang eommaku”ucap Hyuri, Yuri pun hanya bisa menghela nafas dengan kasar.

“Ya sudah, habiskan makan siangmu ne”titah Yuri namun sepertinya Hyuri menolak.

******************************

“Ne,Yeobseyo. Waeyo ?”tanya Ahra.

“Nuna bisakah kau menjemput Hyuri di nurserynya, aku harus menemui client dari china”jawab Kyuhyun.

“Aigo~ apa kau tak tahu, aku juga sedang sibuk menangani para pelanggan di butikku. Kau suruh eomma saja untuk menjemput Hyuri”ucap Ahra.

“Astaga,kau ini kan yimonya Hyuri. Jebal kali ini saja, aku tak membuat eomma repot”pinta Kyuhyun.

“Heol~ ya sudah aku akan menjemput Hyuri, jam berapa dia pulang?”tanya Ahra.

“Jam 11 siang”jawab Kyuhyun.

“Oke, tapi aku tak bisa menjemputnya tepat waktu. Paling telat 1 jam aku menjemputnya”ucap Ahra.

“Tak apa-apa, yang penting kau menjemput Hyuri. Keuno…”ucap Kyuhyun.

“Aigo Cjo Kyuhyun~ apa kau tak tahu pelangganku sedang banyak begini?? Jika aku bangkrut, aku akan menyalahkanmu dan menuntutmu ”gumam Ahra sebal.

“Agassi, apa pesanan baju milik Ny. Lee sudah jadi?”tanya salah satu karyawan butiknya itu.

“Ne, chakkaman akan kuambilkan”sahut Ahra.

Beberapa Jam kemudian……

“Omo!! Sudah jam 12 siang, astaga aku bisa kena marah oppa karena telat menjemputnya”pekik Ahra begitu jam sudah menunjukan pukul 12 siang.

“Sunnyssi, aku harus menjemput keponakanku. Aku titip butikku sebentar, jika ada seorang pelanggan suruh dia menghubungiku”pesan Ahra.

“Ne, algesseumnida”ucap Sunny.

***********************

“Astaga, kenapa sudah sepi”gumam Ahra melihat nursery sudah sepi, karena sibuk melayani pelanggan ia sampai telat menjemput ponakannya itu. Ahra berharap semoga Hyuri masih berada di sekolahnya,kalau sampai dia tak ada matilah.

Begitu Ahra memasuki sebuah taman bermain di nursery ini, dilihatnya Hyuri bersama dengan Yuri yang tengah duduk di sebuah ayunan sambil berbicara.

Hyuri-ya” Yuri berhenti berbicara begitu mendengar suara yang tak asing didengarnya, Yuri pun segera menoleh kebelakang dan mendapati Yoona sedang berdiri tak jauh tempatnya.

“Eoh, Yimo wasseo”ucap Hyuri sambil bangkit berdiri dari ayunannya.

“Ehmmm, Hyuri-ya bisa kau tinggalkan yimo dengan saemmu ini? Kau tunggu yimo di mobil saja, yimo janji tak akan lama”pinta Ahra.

“Shireo, aku mau disini dengan eomma”ucap Hyuri.

Hyuri-ya, Yimo mau berbicara sesuatu dengan eomma. Kau tunggu saja di mobil ne”titah Yuri.

“Kau dengar kan apa yang dikatakan eommamu, cha~ masuk ke mobil”ucap Ahra.

“Ne,yimo”ucap Hyuri.

“Kau mau bicara apa denganku, nuna?”tanya Yuri langsung ke pokok permasalahan.

“Yuri-ya~ kenapa kau tega meninggalkan adiku begitu saja eoh”ucap Ahra.

“Jika kau ingin membicarakan hal itu, lebih baik aku pulang saja”ucap Yuri.

“Chakkaman, Baiklah aku tak akan membicarakan masalahmu dengan adiku, apa kau tak mau tahu tentangnya?”tanya Ahra.

“Aniyo, aku tak perlu tahu tentang anak itu. Aku sudah tahu semuanya”jawab Yuri dengan sinisnya.

“Geure?? Memang kau tahu semuanya ??”tanya Ahra.

“Ne, semuanya. Jadi kau tak perlu menjelaskan kepadaku, annyeong!!”jawab Yuri sambil pergi meninggalkan Cho Ahra di taman bermain nursery tersebut.

“Yuri-ya~ chakkaman, apa kau tak ingin mengetahui siapa dia lebih jauh?”tanya Ahra sambil menyamai langkah Yuri.

“Tidak perlu,dan aku mohon sangat kau katakan kepada keponakanmu itu jangan memanggilku dengan sebutan eomma. Bukankah dia punya eomma kandung sendiri”jawab Yuri dengan sedikit emosi.

“Kau memang eommanya”ucap Ahra, seketika Yuri langkahnya terhenti begitu mendengar ucapan Ahra.

“Yya!! Kau jangan bercanda, nuna. Yang seharusnya dia panggil eomma adalah yeoja bernama Seo Jo Hyun, bukan aku!!!”bentak Yuri.

“Ne, memang Seo Jo Hyun adalah eomma biologisnya. Tapi yang dia ingat kau adalah eommanya bukan Seo Jo Hyun!!”ucap Ahra.

“Hiks…Hiks…”

“Yimo kenapa kau membentak eommaku”ucap Hyuri yang entah kapan berada di tengah-tengah mereka sambil menangis.

“Aigo~ kenapa kau kesini? Bukankah yimo menyuruhmu menunggu yimo di dalam mobil saja”ucap Ahra sambil menghampiri keponakannya yang sedang menangis itu.

“Shireo, aku ingin pulang dengan eomma”ucap Hyuri sambil berlari menghampiri Yuri.

“Eomma~”panggil Hyuri.

“Jangan memanggilku dengan sebutan eomma lagi, kau harus tahu Hyuri aku BUKAN EOMMAMU, ARRA!!”bentak Yuri, Hyuri langsung terkejut mendengar teriakan dari mulut Yuri seketika langsung berlari.

“Hyuri~ya”panggil Ahra sambil mengejar keponakannya itu, untung saja dia bisa menangkap keponakannya itu sebelum terjadi apa-apa dengannya.

“Hiks….Hiks….Hiks…, Yimo kenapa eomma membentakku. Apa sekarang eomma sudah tak menyayangiku lagi?”tanya Hyuri di tengah isak tangisnya.

“Uljimma”ucap Ahra sambil menggendong keponakannya itu.

***********************************

“Hyuri-a, kau sudah pulang. Bagaimana dengan sekolahmu, apa kau suka?”tanya halmeoninya begitu melihat Hyuri berada di depan rumah,namun Hyuri tak menggubris pertanyaan halmeoninya. Dia malah lari dan masuk kedalam kamarnya.

“Yya! Cho Ahra, kenapa dengan Hyuri. Apa terjadi sesuatu denganya?”tanya Eommanya itu.

“Yya!! Cho Ahra, kenapa kau diam saja. Apa yang terjadi dengan Hyuri!”bentak Eommanya.

“Apa yang harus aku jelaskan eomma, jika pun aku menceritakannya pasti eomma tak akan percaya dengan ucapanku. Lebih baik kita kedalam, aku takut terjadi sesuatu dengan Hyuri”ucap Ahra sambil menuju kamar Hyuri.

“Aigo,apa yang sebenarnya terjadi?”gumam Eomma.

Tok….Tok…

“Hyuri-ya, jebal buka pintunya”ucap Ahra.

“Shireo!”teriak Hyuri dalam kamarnya.

“Hyuri-ya, buka pintunya ne”pinta Ahra.

“Ya, apa sebaiknya eomma menghubungi adikmu saja?”tanyanya.

“Tidak perlu eomma, kita tunggu saja. Jika Hyuri belum keluar, baru eomma menghubungi Kyuhyun”jawab Ahra.

********************************

Kyuhyun sedang berbicara dengan seorang klientya dari china, tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar. Ia pun segera meminta ijin ke kliennya untuk mengangkat panggilan tersebut.

“Ne, yeobseyo”ucap Kyuhyun.

“……………………………………………….”

“MWO!!!” pekik Kyuhyun.

“……………………………………………..”

“Ne, aku akan segera pulang”ucap Kyuhyun.

“Mr. Chen, saya minta maaf sepertinya aku harus segera pulang”ucap Kyuhyun sambil membungkukan badanya.

“Ya, saya mengerti. Kita bisa berbicara lain waktu”ucap Mr. Chen.

“Xie…Xie”ucap Kyuhyun.

*******************************

Bunyi decitan dari sebuah ban mobil terdengar cukup keras, Kyuhyun langsung keluar dari dalam mobilnya dan berlari menuju ke dalam rumahnya.

“Eoh~ syurkurlah kau pulang Kyu”ucap eommanya itu.

“Nuna~ sudah berapa lama Hyuri didalam kamarnya?”tanya Kyuhyun kepada nunanya itu.

“Sepulang aku menjemputnya di sekolah”jawab Ahra.

“Apa terjadi sesuatu selama Hyuri di nursery?”tanya Kyuhyun.

“Aniyo, hanya saja dia mendengarkan pembicaraan aku dengannya”jawab Ahra.

“Maksudmu Yuri?”tanya Kyuhyun lagi.

“Ne, Yuri meminta Hyuri untuk tak memanggilnya dengan panggilan eomma”jawab Ahra.

“Arraso”ucap Kyuhyun.

Tok….Tok…

“Chagiya~ buka pintunya, ini appa sayang”ucap Kyuhyun.

“Shireo”ucap Hyuri.

“Chagiya~ buka pintunya, ne”ucap Kyuhyun.

Hiks…..Hiks……, kini yang terdengar suara isak tangis dari dalam kamar Hyuri. Karena Hyuri tak segera membuka pintu kamarnya, Kyuhyun berinisiatif mendobrak pintu kamarnya. Ia takut terjadi apa-apa dengan putrinya itu, begitu Kyuhyun hendak mendobrak pintu kamar Hyuri

Klek…..

“Gwenchanayo?”tanya Kyuhyun begitu melihat Hyuri keluar dari kamarnya.

“HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”tangis Hyuri pun pecah begitu melihat Kyuhyun, dengan segera Kyuhyun memeluk putrinya itu.

“Uljima”ucap Kyuhyun.

“Apa teman-temanmu mengganggumu?”tanya Kyuhyun, Hyuri hanya menggelengkan kepalanya.

“Lalu kenapa kau mengunci kamarmu? kau membuat appa,yimo dan halmeoni cemas”ucap Kyuhyun.

“Eomma~”ucap Hyuri.

“Waeyo dengan eomma?”tanya Kyuhyun.

“Eomma~ menyuruhku untuk tak memanggilnya dengan sebutan eomma lagi, Huaaaaaaaaa”jawab Hyuri dan kembali tangisnya pecah.

“Uljima, mungkin eomma belum bisa menerima kehadiranmu. Bukankah eomma baru kembali ke Seoul?”ucap Kyuhyun.

“Aku membenci eomma!!!”teriak Hyuri, Kyuhyun pun hanya bisa menghela nafasnya melihat putrinya.

“Ne,appa mengerti”ucap Kyuhyun.

“Cepat ganti bajumu ne,lalu kau makan siang dengan halmeoni”titah Kyuhyun, Hyuri pun segera masuk kedalam kamarnya.

“Eunggg”gumam Hyuri.

“Kyu, sebaiknya kau ceritakan saja yang sebenarnya kepada Hyuri. Tentang siapa eomma dia sebenarnya”ucap Ahra.

“Hyuri masih terlalu kecil untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi nuna,lebih baik dia menganggap Yuri sebagai eommanya walaupun Yuri menolaknya”ucap Kyuhyun.

“Ne, kau benar Kyu. Sepertinya Yuri sudah tak mau lagi mendengar apaun tentang Hyuri maupun kau”ucap Ahra.

“Sebenarnya apa yang terjadi disana?”tanya Kyuhyun sambil melepas dasinya.

“Aku bertanya kepadanya kenapa dia tega sekali meninggalkanmu”jawab Ahra.

“Lalu apa jawabanya nuna”ucap Kyuhyun.

“Dia tak mau membahasnya,apa Yuri benar-benar ingin menghapus semua kenangan tentang dirimu”tanya Ahra.

“Mollayo, nuna”jawab Kyuhyun, sambil berlalu meninggalkan nunanya menuju kamar.

*******************************

“Agassi, kau habis berbelanja?”tanya Park Ahjumma begitu melihat Yuri menenteng barang belanjaannya.

“Ne, bukankah persediaan sudah habis”jawab Yuri sambil meletakan barang belanjaannya diatas meja.

“Agassi, apa kau sudah makan?”tanya Park Ahjumma.

“Opso”jawab Yuri sambil mengeluarkan barang belanjaannya itu.

“Baiklah, sebaiknya agassi mengganti baju dulu saja. Biar aku saja yang memasukan bahan makanan kedalam kulkas”ucap Park Ahjumma.

“Gwenchana,biar aku saja. Lebih baik ahjumma menyiapkan makanan untukku”ucap Yuri.

“Ne”ucap Park Ahjumma.

********************************

Hyuri-ya, kenapa kau tak memakan makanmu?”tanya Ahra, begitu melihat Hyuri sama sekali tak menyentuh makananya.

“Shireo”jawab Hyuri.

“Kau tak boleh begitu, nanti kau sakit. Apa mau yimo yang suapi?”tanya Ahra, namun Hyuri masih kekeuh tak mau makan.

Hyuri-ya, cepat kau makan. Apa yang dikatakan yimo benar, nanti kau sakit. Kalau kau sakit nanti eomma akan pergi lagi, igo buka mulutmu”suruh Kyuhyun, namun mulut Hyuri tetap bungkam.

“Heol~ baiklah jika kau tak makan, appa tak mau mengurusimu jika kau sakit”ucap Kyuhyun.

Hyuri-ya, halmeoni suapi ne. Aaaaaaaaaaa “ucapnya.

“Anak baik”ucapnya, begitu melihat Hyuri menerima sesuap nasi.

“Halmeoni,aku tak mau makan lagi”ucap Hyuri sambil turun dari kursi.

“Hyuri-ya, habiskan makananmu dulu”ucap Kyuhyun.

“Sudahlah, kau jangan terlalu keras dengannya”ucap eommanya.

******************************

Malam Harinya…………….

“Kenapa kau berdiri disitu?”tanya Kyuhyun yang melihat putrinya berdiri di depan pintu kamarnya sambil membawa boneka kesayangannya.

“Appa~, besok pagi aku tak mau berangkat”jawab Hyuri sambil duduk diatas pangkuan Kyuhyun.

“Waeyo?”tanya Kyuhyun.

“Aku tak mau bertemu dengan eomma lagi”jawab Hyuri.

“Bukankah Hyuri pernah bilang ingin selalu bersama eomma”ucap Kyuhyun, namun tak terdengar jawaban dari mulut putrinya itu. Kyuhyun pun tersenyum begitu melihat putrinya sudah tertidur dalam pangkuannya, dengan sangat pelan Kyuhyun membaringkan Hyuri diatas tempat tidurnya.

“Hyuri-ya, kau jangan membencinya. Karena dia juga sangat berharga untukku”batin Kyuhyun sembari memandangi wajah tenang putrinya.

“Jaljaseo”ucap Kyuhyun.

****************************

“Agassi, kau sedang melihat apa?”tanya Park Ahjumma, begitu melihat Yuri sedang berdiri didepan jendela.

“O..Oh, aniyo. Aku sedang melihat bintang”jawab Yuri.

“Ahjumma, kenapa kau belum tidur?”tanya Yuri.

“Aku tak bisa tidur agassi”jawab Park Ahjumma.

“Kalau begitu, apa ahjumma mau menemaniku minum teh?”tanya Yuri.

“Ne”jawab Park Ahjumma.

“Agassi tunggu disini saja, aku akan menyiapkannya”ucap Park Ahjumma.

“Igo, teh hangat untukmu agassi”ucap Park Ahjumma sembari meletakan minuman.

“Gomawo, Ahjumma”ucap Yuri sambil menerima cangkir berisi teh hangat dan menyesapnya.

“Ahjumma~ apa dia selalu berdiri didepan pintu setiap hari?”tanya Yuri.

“Ne?? apa yang kau maksud agassi Cho Kyuhyun”jawab Park Ahjumma.

“Ne, apa dia sering kesini?”tanya Yuri.

“Ne, tuan Kyuhyun itu sering kesini. Hampir setiap hari, dia menunggu didepan sana”jawab Park Ahjumma.

*********************************

“Chagi~ ireonayo, nanti kau terlambat”ucap Kyuhyun.

“Eung…”lengguh Hyuri.

“Annyeong, Hyuri-ya”sapa Kyuhyun begitu Hyuri membuka kedua matanya.

“Annyeong, Appa”balas Hyuri sambil mencium pipi Kyuhyun.

“Apa tidurmu nyenyak chagi?”tanya Kyuhyun sambil menggendong putrinya menuju kamar mandi.

“Ne, appa”jawab Hyuri.

“Cha~ sekarang buka bajumu,kau harus segera mandi dan memakai seragammu”ucap Kyuhyun.

“Appa~ chuwo”ucap Hyuri.

“Omo!! Apa lupa”pekik Kyuhyun.

“Sekarang sudah tak dingin lagi kan?”tanya Kyuhyun.

“Eunggg”

Hyuri-ya, nanti baju appa basah”ucap Kyuhyun.

“Kyu, kau sedang apa?”tanya Ahra.

“Eoh, aku sedang memandikan Hyuri nuna”jawab Kyuhyun.

“Nuna, tolong bantu aku menyiapkan seragam Hyuri”ucap Kyuhyun.

“Ne, akan kusiapkan”ucap Ahra.

“Cha~ sudah selesai,kajja”ucap Kyuhyun.

“Appa~”panggil Hyuri.

“Ne, waeyo?”tanya Kyuhyun sambil memakaikan seragam nursery Hyuri.

“Appa~ aku tak mau ke nursery”jawab Hyuri.

“Jika kau tak berangkat, siapa yang akan menjagamu dirumah?”tanya Kyuhyun.

“Halmeoni”jawab Hyuri.

“Apa Hyuri tak kasihan dengan halmeoni,dia pasti capek menjagamu”ucap Kyuhyun.

“Kalau begitu aku ikut dengan Yimo saja”ucap Hyuri.

“Hari ini yimo sibuk mengurusi butik, jika yimo sibuk siapa yang akan menjagamu selama kau berada dengan yimo”

“Yeppo”ucap Kyuhyun begitu Kyuhyun melihat Hyuri sudah cantik dengan seragam nurserynya.

 

“Kau tunggu appa di meja makan ne, appa mau ganti baju dulu”titah Kyuhyun.

“Ne”ucap Hyuri.

“Kenapa kau belum memakan sarapanmu?”tanya Kyuhyun.

“Aku tak lapar appa”jawab Hyuri sambil memainkan sendoknya diatas tempat makan.

Tiba-tiba Hyuri merasa tak enak dengan perutnya, ia pun segera berlari ke kamar mandi. Begitu sampai di kamar mandi, Hyuri langsung muntah-muntah. Kyuhyun yang melihatnya, langsung menghampiri putrinya sambil membantu mengelus punggungnya.

“Neo gwenchana”ucap Kyuhyun.

“Eungg”ucap Hyuri.

“Apa kau sakit chagiya?”tanya Kyuhyun sambil menempelkan tangannya ke kening Hyuri.

“Tak panas”ucap Kyuhyun.

“Appa~ appo”ucap Hyuri sambil memegang perutnya.

“Many Appo eoddi?”tanya Kyuhyun.

“Jika kau sakit, lebih baik kau dirumah saja ne. biar appa yang akan menjagamu”ucap Kyuhyun.

“Aniyo, aku ingin bertemu dengan eomma”ucap Hyuri.

“Ya sudah”ucap Kyuhyun.

Beberapa menit kemudian………….

“Eomma~ aku berangkat dulu”ucap Kyuhyun sambil mencium eommanya.

“Ne, hati-hati”ucap eommanya.

“Halmeoni, annyeong”ucap Hyuri sambil melambai-lambaikan tangannya dari dalam mobil.

****************************

“Annyeonghaseyo, saem”sapa anak-anak seoul nursery, begitu melihat Yuri berjalan ke dalam nursery.

“Ne, annyeong”balas Yuri.

 

 

Yuri berhenti melangkahkan kakinya begitu melihat Kyuhyun bersama dengan Hyuri, namun dengan segera Yuri melanjutkan langkahnya dan tak mempedulikan mereka. Kyuhyun yang melihat hal itu, hanya bisa menghela nafasnya.

“Wah kasihan dimana ibunya, kenapa samchonnya yang harus mengantarkannya”bisik ibu-ibu begitu Kyuhyun masuk kedalam nursery,namun Kyuhyun tak menghiraukannya.

“Hyuri-ya, kita sudah sampai didalam kelasmu. Ingat jangan mempersulit para saemu”pesan Kyuhyun sembari mensejajarkan tubuhnya denga Hyuri.

“Ne, Appa. Cup”ucap Hyuri sembari mencium Kyuhyun sebelum masuk kedalam kelasnya.

Kyuhyun pun segera meninggalkan nursery tersebut, menuju kantornya. Ketika hendak berbelok Kyuhyun tak sengaja berpas-pasan dengan Yuri.

“Annyeong”sapa Yuri

“Ne, annyeong”balas Kyuhyun sambil memandangi Yuri yang berjalan menuju kedalam kelas.

“Selamat pagi, anak-anak”sapanya.

“Selamat pagi saem”teriak murid-murid nursery itu.

“Saem, kemana Yuri sonsaengnim. Apa Yuri sonsaengnim tak masuk?”tanya salah satu murid.

“Aniyo, Yuri saem pindah ke kelas sakura. Mulai hari ini saemlah yang akan mengajar kalian”jawabnya.

“Cha~ sekarang keluarkan buku gambar kalian, hari ini kita akan menggambar”titahnya.

“Cho Hyuri, kenapa kau belum menggambar, apa kau sakit?”tanyanya begitu melihat Hyuri hanya diam saja.

“Aniyo, saem”jawab Hyuri.

“Lalu kenapa buku gambarmu masih kosong?”tanyanya lagi.

“Aku tak tahu apa yang harus aku gambar, saem”jawab Hyuri dengan raut muka sedih.

“Bagaimana jika kau menggambar keluargamu”ucapnya.

“Ne??”ucap Hyuri bingung.

“Misalnya appa dan eomma”ucapnya.

“Maja”ucap Hyuri.

“Cha~ sekarang kau bisa mulai menggambar”ucapnya.

Bel pelajaran sudah berbunyi tandanya semua murid akan pulang kerumah masing-masing, namun beda halnya dengan Hyuri. Dia menunggu didepan gerbang menantikan kedatangan Yuri yang belum keluar dari gedung tersebut. Bibir Hyuri terangkat begitu melihat sosok Hyuri keluar dari dalam gedung tersebut.

“Eomma~”panggil Hyuri, membuat langkah kaki Yuri berhenti.

“Hyuri-ya, sudah aku bilang jangan memanggilku eomma. Aku bukan eommamu”ucap Yuri dengan kasar.

“Shireo, memang kau eommaku”ucap Hyuri sambil mengikuti Yuri dari belakang, Yuri yang tahu Hyuri mengikutinya berhenti dan langsung menoleh kebelakang.Yuri pun segera melanjutkan langkahnya, Hyuri pun mengikuti lagi.

“Aigo, kenapa dia terus mengikutiku”gerutu Yuri sambil mempercepat langkahnya.

Namun tepat di sebuah persimpangan jalan, Hyuri sudah tak kuat lagi dengan rasa sakit yang menderanya kini. Ia kembali merasakan mual, bahkan wajahnya pucat pasi. Hyuri hendak melangkahkan kakinya namun baru beberapa langkah dia langsung tergeletak di pinggir jalan.

“OMO!!”pekik ahjumma yang melihat Hyuri tergeletak.

“Aigo, kenapa wajahnya pucat begini. Dimana orang tuanya”ucap ahjumma dengan wajah bingung.

Yuri menghela nafas lega begitu melihat Hyuri tak mengikutinya lagi, namun Yuri heran melihat orang yang berlari ke arah belakang.Yuri pun yang penasaran, bertanya kepada seorang yeoja yang kebetulan melintas didepannya.

“Agassi, boleh aku bertanya. Kenapa semua orang berlari kearah sana?”tanya Yuri sambil menunjuk.

“Ada seorang anak kecil jatuh pingsan”jawabnya sambil berlari meninggalkan Yuri.

“Anak kecil?? Maldo Andwae!!”pekik Yuri, ia pun segera berlari.

“Permisi”ucap Yuri, sambil berjalan ke tengah kerumunan orang.

“Omo!!”pekik Yuri begitu melihat Hyuri yang ada di pangkuan ahjumma.

“Hyuri!!”teriak Yuri sembari menghampiri Hyuri.

“Apa agassi orang tua dari anak ini?”tanyanya.

“Bukan, aku saem dari anak ini”jawab Hyuri.

“Hyuri! Cho Hyuri, irreona”ucap Yuri sambil menepuk-nepuk pipi Hyuri berharap Hyuri bangun.

“Agassi, sebaiknya anak ini dibawa ke rumah sakit saja”titahnya.

“Ne, Ahjumma tolong kau jaga anak ini sebentar. Aku akan memanggil taksi”ucap Yuri.

1 menit kemudian……

“Ahjussi tolong kau angkat anak ini kedalam taksi”titah Yuri.

“Ne, agassi”ucapnya sambil mengangkat tubuh Yuri.

“Ahjumma, gamsahamnida”ucap Yuri sambil membawa tas gendong milik Hyuri.

Blammm………

“Agassi, kita mau kemana?”tanyanya.

“Ahjussi, kita cari rumah sakit terdekat”jawab Hyuri.

“Aigo~ kenapa kau sampai pingsan begini, Hyuri-ya”ucap Yuri sambil memeluk erat dalam pangkuannya.

“Ahjussi, apa kau bisa cepat?”tanya Yuri.

“Aniyo, di depan sedang terjadi perbaikan jalan”jawabnya.

“Ahjussi apa rumah sakitnya masih jauh?”tanya Yuri.

“Aniyo”jawabnya.

“Ya sudah aku turun disini saja, ahjussi igo “ucap Yuri sambil menyerahkan beberapa lembar uang.

Yuri pun segera berlari sekencang mungkin agar Hyuri selamat, untung saja hari ini dia tak memakai sepatu high heels jadi memudahkannya untuk berlari walau ia sendiri sangat kerepotan.

“Uisa~tolong kau selamatkan anak ini”titah Yuri sambil mengatur nafasnya begitu sampai di rumah sakit.

“Ada apa dengannya, agassi?”tanya Uisa.

“Mollayo, aku menemukannya sudah dalam keadaan pingsan.

“Ne, baiklah agassi. kau tunggu disini, aku akan memeriksanya”ucap Uisa.

“Ne, gomawoyo uisa”ucap Yuri.

“Apa aku harus menghubunginya?”gumam Yuri ragu.

“Ah~ aku harus menghubunginya”ucap Yuri sambil menyentuh layar ponselnya.

Tut…….Tut……….Tut….

“Astaga kenapa tak diangkat”ucap Yuri, Yuri pun segera menghubungi orang lain yaitu Ahra nuna.

*****************************

“Kenapa sudah sepi?”gumam Ahra begitu memasuki gedung nursery.

“Ahjussi, apa semua murid sudah pulang?”tanya Ahra kepada penjaga nursery tersebut.

“Ne, satu jam lalu agassi”jawabnya.

“Gomawo Ahjussi”ucap Ahra.

“Jika semua murid sudah pulang 1 jam yang lalu, kenapa Hyuri tak ada. Biasanya dia akan menungguku di ayunan ini”gumam Ahra.

“Jangan-jangan, aniyo ini tak boleh terjadi”ucap Ahra dengan begitu paniknya.

“Eotteokhae”gumam ahra sambil menggigit bibir bawahnya.

Kring…………………

Ahra semakin panik begitu mendengar bunyi dering ponselnya, Ahra pun segera mengambil ponsel miliknya dari dalam tas. Ahra berdoa dalam hati berharap bukan Kyuhyun yang menelefon dirinya, Ahra menghembuskan nafasnya begitu melihat nama id dilayar ponselnya.

“Ne, Yeobseyo”ucap Ahra.

“Nuna, ini aku Kwon Yuri”ucapYuri.

“Ne, Yuri-ya. Ada apa kau menelefonku?”tanya Ahra.

“Nuna~ apa kau bisa kerumah sakit……….?”tanya Yuri.

“Untuk apa aku ke rumah sakit”jawab Ahra.

“Hyuri~ Hyuri sekarang berada di rumah sakit”ucap Yuri.

“MWORAGOOOOO!!!!!”pekik Ahra begitu mendengar keponakannya sedang berada di rumah sakit.

“Yya!! Kwon Yuri, apa yang kau lakukan kepada keponakanku?”tanya Ahra.

“Nuna~ nanti akan aku jelaskan nanti, lebih baik nuna segera ke rumah sakit”jawab Yuri.

“Ne, baiklah aku akan segera ke rumah sakit”ucap Ahra.

“Aku harus menghubungi Kyuhyun, dia harus mengetahuinya”ucap Ahra.

Tut…………..Tut……………..

“Aigo, Cho Kyuhyun pabo. Angkat ponselmu”gerutu Ahra.

“Aishh neo jinja kenapa tak diangkat juga”ucap Ahra dengan kesalnya, ahra pun mencoba menelefon Kyuhyun.

Tut…..Tut……..

“Mwoya!! Kemana dia, kenapa ponselnya tak segera diangkat”desis Ahra, ia pun segera meninggalkan nursery tersebut menuju rumah sakit.

*****************************

“Sooyoungssi, besok kau jangan lupa untuk mengantar Mr. Chen ke bandara”pesan Kyuhyun ke sekretarisnya.

“Ne,Algesseumnida”ucap Sooyoung.

“Omo!! Kenapa banyak panggilan tak terjawab”pekik Kyuhyun begitu melihat ponselnya yang diletakan diatas meja.

“Yeobseyo, nuna kenapa kau menelefonku?”tanya Kyuhyun.

“Yya!! Kyu, kenapa kau tak mengangkat panggilan dariku. Memangnya kau habis dari mana?!!”bentak Ahra.

“Aigo~ nuna kenapa kau berteriak,memangnya ada apa nuna sampai menelefonku beberapa kali?”tanya Kyuhyun.

“Hyuri~, sekarang dia berada di rumah sakit”jawab Ahra.

“MWO!!”pekik Kyuhyun.

“Kenapa Hyuri berada dirumah sakit, apa yang sebenarnya terjadi?”tanya Kyuhyun panik.

“Mollayo,aku juga tak tahu sebab Hyuri ada dirumah sakit. Aku sendiri tahu Hyuri berada di rumah sakit dari Yuri”jawab Ahra.

“Yuri??”gumam Kyuhyun.

“Ne, dia yang memberitahukan kepadaku Hyuri sekarang berada di rumah sakit dengannya. Awas saja kalau dia berbuat sesuatu dengan keponakanku”ucap Ahra kesal.

“Ya sudah nuna, aku akan kerumah sakit sekarang. Dimana rumah sakitnya?”tanya Kyuhyun.

“Rumah Sakit……………………………”jawab Ahra.

“Ne, baiklah”ucap Kyuhyun mengambil kunci mobilnya.

“Eo, Kwangjanim kau mau pergi kemana?”tanya Sooyoung.

“Aku harus ke rumah sakit”jawab Kyuhyun.

“Siapa yang sakit??”tanya Sooyoung.

“Putriku”jawab Kyuhyun.

“Sooyoungssi, aku tinggal sebentar”ucap Kyuhyun.

“Ne, Kwangjanim. Aku doakan putrimu tak apa-apa”ucap Sooyoung.

******************************

Yuri sedang menunggu di sebuah kursi panjang di lorong rumah sakit, ia menungggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Hyuri di dalam sana. Yuri terlihat cemas begitu melihat wajah Hyuri yang sangat pucat,apalagi Ahra nuna belum sampai di rumah sakit. Yuri yang sedari menudukan wajahnya, langsung mendongkakan wajahnya begitu mendengar derap langkah kaki menuju kearahnya.

“Nuna~ syukurlah kau sudah datang”ucap Yuri.

 

 

Plakss….Plakss….., tiba-tiba saja Ahra melayangkan tangannya ke arah Yuri dan mengacak rambut Yuri.. Membuat Yuri sedikit terkejut dengan apa yang terjadi dengannya sambil memegangi pipinya yang terasa sakit karena tamparan tersebut.

“Kau apakan keponakanku sampai kerumah sakit?”tanya Ahra.

“Nuna~ aku sendiri tak tahu apa yang terjadi dengan Hyuri”jawab Yuri.

“Aku tak mau mendengar alasanmu, Kwon Yuri”ucap Ahra.

Tak sampai 1 jam Kyuhyun akhirnya sampai juga di rumah sakit, dengan sedikit tergesa-gesa Kyuhyun berlari masuk kedalam rumah sakit. Langkahnya terhenti begitu tiba dilorong dan melihat nunanya dan Yuri berdiri di sebuah kamar.

“Nuna~ dimana Hyuri sekarang?”tanya Kyuhyun begitu tiba di depan nunanya.

“Hyuri sedang ada didalam, uisa sedang memeriksa keadaannya”jawab Ahra.

“Kenapa Hyuri sampai ke rumah sakit, apa yang terjadi dengannya?”tanya Kyuhyun.

“Kau tanyakan saja kepadanya, mungkin dia telah melakukan sesuatu dengan Hyuri”jawab Ahra sambil menunjuk Yuri.

“Yurissi,sebenarnya apa yang terjadi?”tanya Kyuhyun.

“Aku sendiri juga tak tahu, sewaktu pulang dia menungguku di depan gerbang nursery dan mengikutiku dari belakang. Tapi tepat di jalan persimpangan aku tak melihatnya lagi, aku baru tahu dari seorang agassi bahwa ada anak kecil yang tergeletak di pinggir jalan. Akupun langsung berlari kepersimpangan itu untuk memastikanya, begitu aku sampai disana Hyuri sudah pingsan dipangkuan seorang ahjumma”jelas Yuri, namun sepertinya Ahra tak mempercayai penjelasan Yuri.

“Kau jangan percaya dengannya Kyu, pasti dia mendorong Hyuri dan menyuruhnya untuk tak mengikutinya”ucap Ahra.

“Nuna~ apa yang aku katakan benar,aku bahkan tak mendorongnya. Aku menemukan Hyuri sudah dalam keadaan pingsan”ucap Yuri.

“Aku tak percaya denganmu sekarang, jika terjadi seuatu dengannya. Aku akan melakukan sesuatu padamu, Kwon Yuri!!!”bentak Ahra.

“GEUMANHAE!! Kalian tak usah bertengkar disini, kita tunggu saja uisa”bentak Kyuhyun.

“Jwesonghamnida, sebaiknya aku pergi dari sini”ucap Yuri sambil pergi meninggalkan Kyuhyun dan Ahra.

“Chakkaman, Yurissi”ucap Kyuhyun, membuat langkah Yuri berhenti.

“Kenapa dengan pipimu?”tanya Kyuhyun begitu melihat pipi Yuri memerah dan rambut sedikit berantakan.

“Eo, ini aku terpentok”jawab Yuri sambil melanjutkan langkahnya tanpa memandang Kyuhyun.

“Nuna~ apa kau melakukan sesuatu terhadap Yuri, kenapa keadaannya seperti itu?”tanya Kyuhyun sambil menatap tajam nunanya.

“Yya!! Beraninya kau menuduh nunamu sendiri”jawab Ahra.

“Terus kenapa pipinya sampai merah begitu, nuna!!!”bentak Kyuhyun, membuat Ahra tersentak kaget.

“Sudah ku bilang aku tak melakukannya, bukankah tadi Yuri sudah menjelaskannya bahwa di terpentok”ucap Ahra.

Klek……..

“Uisa bagaimana keadaannya?”tanya Kyuhyun begitu melihat dokter keluar dari dalam kamar tersebut.

“Apa anda orang tua pasien?”tanya Uisa.

“Ne, aku appanya. Bagaimana keadaannya uisa?”jawab Kyuhyun.

“Syukurlah keadaanya tak begitu parah, dia hanya terkena gejala radang lambung”ucap Uisa.

“Radang lambung?”tanya Kyuhyun.

“Ne, radang lambung adalah gejala dimana seseorang akan mengalami mual dan bahkan muntah. Bahkan ketika seseorang makan, dia akan memuntahkannya kembali makanan tersebut. Apakah dia sering makan telat”jelas Uisa.

“Aniyo, dia tak pernah makan telat. Hanya saja sudah dua hari ia tak mau makan”ucap Kyuhyun.

“Anda tak perlu cemas kami sudah menanganinya, untung saja agassi tadi segera membawanya kesini”ucap Uisa.

“Gomawo uisa, apa kami boleh masuk kedalam?”tanya Kyuhyun.

“Ne, silahkan”jawab Uisa.

********************************

“Astaga, agassi kenapa dengan pipimu?”tanya Park Ahjumma.

“Gwenchana, ahjumma kau siapkan es sekarang”jawab Yuri.

“Ne, agassi”ucap Park Ahjumma.

“Igo”ucap Ahjumma Park.

“Gomawo, ahjumma”ucap Yuri sembari mengambil kain lap dan menempelkannya dipipinya yang merah itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu agassi?”tanya Park Ahjumma.

“Tidak terjadi apa-apa ahjumma, aku hanya terpentok”jawab Yuri.

*********************************

“Hyuri-ya, kenapa kau begini. Mianhae seharusnya appa, tak menuruti permintaanmu”ucap Kyuhyun sambil menggenggam tangan mungilnya.

“Kyu, sepertinya aku harus meminta maaf kepada Yuri”ucap Ahra membuat Kyuhyun bingung.

“Memangnya apa yang kau lakukan terhadap Yuri?”tanya Kyuhyun.

“Mianhae, Kyu. Nuna sudah bertindak kasar dengan Yuri”jawab Ahra.

“Aku sudah tahu dari awal, nuna kenapa kau berbuat kasar dengannya?”tanya Kyuhyun.

“Kau sendiri tahu, jika nuna sedang kalut maka nuna tak bisa berpikir jernih”jawab Ahra.

“Kyu, apa Yuri akan memaafkanku?”tanya Ahra.

“Molla”jawab Kyuhyun.

“Nuna~ kau membuat hubunganku dengan Yuri semakin menjauh, apa dia mau kembali denganku lagi setelah kejadian ini”batin Kyuhyun.

“Eungg….”lengguh Hyuri.

“Eo..Hyuri-ya, kau sudah siuman?”tanya Kyuhyun begitu melihat Hyuri sudah siuman.

“Eomma~eoddi?”tanya Hyuri, Kyuhyun terkejut yang dicari Hyuri adalah Yuri bukan dirinya.

“Eunggg, eomma sedang berbicara dengan uisa”jawab Kyuhyun, raut wajah Hyuri langsung berubah.

“Kenapa kau mencari eomma?”tanya Kyuhyun.

“Aku ingin menunjukan sesuatu kepada eomma”jawab Hyuri.

“Apa itu?”tanya Ahra.

“Aku tak mau memperlihatkannya, aku ingin hanya eomma saja yang melihatnya”jawab Hyuri.

“Appa~ kenapa eomma belum kesini?”tanya Hyuri.

“Mollayo”jawab Kyuhyun.

“Appa~ aku ingin eomma disini menemaniku”ucap Hyuri.

“Hyuri-ya, biar Yimo yang menemanimu ne”ucap Ahra.

“Shireo!! Aku ingin ditemani eomma”teriak Hyuri.

“Kyu, eotteokhae”ucap Ahra.

“Aku akan kerumahnya, nuna kau jaga Hyuri”ucap Kyuhyun.

“Appa~ kau mau kemana?”tanya Hyuri.

“Appa, mau menemui seseorang”jawab Kyuhyun.

*****************************

Tok…..Tok…..

“Eo,ahjumma tolong kau buka pintunya”titah Yuri.

“Siapa yang datang ahjumma?”tanya Yuri begitu melihat Park Ahjumma kembali.

“Eung~ jwesonghamnida, Tuan Cho Kyuhyun yang datang agassi”jawab Park Ahjumma.

“Cho Kyuhyun, mau apa dia kesini”gumam Yuri.

“Apa agassi ingin aku mengusirnya?”tanya Park Ahjumma.

“Tidak perlu ahjumma, aku akan menemuinya”jawab Yuri.

“Mau apa kau kesini Oppa?”tanya Yuri, bukannya menjawab pertanyaan Yuri Kyuhyun malah menarik lengan Yuri.

“Yya!! Lepaskan”teriak Yuri.

“Aniyo, aku tak akan melepaskan tanganmu sebelum aku menjelaskan sesuatu”ucap Kyuhyun.

“Jebal!! Lepaskan tanganmu, Cho Kyuhyun!! Atau aku akan berteriak”teriak Yuri, tapi Kyuhyun sepertinya tak menghiraukan ucapan Yuri.

“Appo”ringis Yuri begitu Kyuhyun mendorongnya masuk kedalam mobil.

“Yya!! Kau mau membawaku kemana?”tanya Yuri.

“Nanti kau juga akan tahu, Yuri-ya”jawab Kyuhyun.

**************************

“Kyuhyunssi, kenapa kau membawaku ke tempat pemakaman?”tanya Yuri.

“Aku akan menunjukan sesuatu kepadamu”jawab Kyuhyun sambil terus berjalan, langkahnya berhenti tepat di sebuah makam.

“Yya, kenapa kau berhenti di makam ini?”tanya Yuri.

“Apa kau tahu makam siapa itu?”tanya Kyuhyun balik.

“Mollayo, memangnya aku kenal dengannya. Yya!! Jika tak ada yang kau bicarakan lebih baik aku……”

“Seohyun, itu makam seohyun”sela Kyuhyun, membuat Yuri ta percaya dengan omongan Kyuhyun barusan.

“Yya, Kyuhyunssi. Kau jangan mengada-ngada itu makam Seohyun, apa kau ingin aku mempercayaimu eoh”ucap Yuri.

“Aku tak mengada-ngada bahkan aku tak berniat membohongimu, memang benar ini adalah makamnya. Kau belum tahu kan apa yang terjadi 3 tahun yang lalu?”tanya Kyuhyun, Yuri hanya mengangkat bahunya.

Kyuhyun pun menceritakan kejadian 3 tahun yang lalu kepada Yuri, sesekali Yuri tampak terkejut mendengar penjelasan dari Kyuhyun. Namun air mata Yuri tumpah begitu menceritakan tentang kisah seohyun kepada dirinya, Yuri tak menyangka bahwa Seohyun mengalami penderitaan yang begitu menyedihkan. Bahkan sampai ketika ia melahirkan seorang aegy, dia ingin memberikan nama anaknya mirip dengannya dan meminta Kyuhyun agar Yuri menjadi eomma bagi anaknya kelak.

“Sekarang kau mengerti kan, kenapa namamu dengan Hyuri sedikit sama dan satu lagi Seohyun menitipkan sesuatu kepadaku untuk diberikan kepadamu jika aku bertemu denganmu”ucap Kyuhyun sembari memberikan sebuah amplop ke Yuri.

“Apa ini Oppa?”tanya Yuri.

“Mollayo, aku sendiri juga tak tahu apa isi amplop tersebut. Aku menjalankan amanat yang diberikan Seohyun untukku”jawab Kyuhyun, Yuri pun segera merobek amplop tersebut.

Ting… tiba-tiba sesuatu yang berkilauan jatuh dari amplop tersebut, Yuri pun segera memungut benda tersebut. Bukankah ini cincin yang diberikan Yuri untuk Seohyun di hari pernikahannya dulu. Yuri membaca surat yang diberikan Seohyun untuknya, bahunya bergetar hebat begitu membaca surat tersebut. Tangisnya pun pecah di depan makam Seohyun, Kyuhyun yang berdiri disamping Yuri segera menariknya kedalam pelukanya.

“Uljimma” ucap Kyuhyun.

“Chagiya~kau tahu sekarang kan apa yang dirasakan oleh Seohyun tiga tahun yang lalu. Karena dia juga merasakan apa yang kau rasakan saat itu”ucap Kyuhyun begitu tangis Yuri mereda.

“Sekarang dihadapan makam Seohyun, aku Cho Kyuhyun memintamu Kwon Yuri sebagai istriku. Kwon Yuri maukah kau menikah denganku,dan memulai kehidupan baru lagi denganku dan Hyuri?”tanya Kyuhyun.

“Shireo, aku tak mau menikah denganmu Oppa. Bukankah di surat yang ditulis Seohyun, kau memang sudah menikah denganku. Untuk apa Oppa memintaku menjadi istrimu, jika aku memang sudah menjadi istrimu?”tanya Yuri, Kyuhyun pun langsung tersenyum dan menarik Yuri kedalam pelukannya.

“Gomawoyo,Yuri”ucap Kyuhyun sambil mencium puncak kepala Yuri.

“Oppa~”panggil Yuri.

“Hmmmmm”gumam Kyuhyun.

“Bisakah Oppa meninggalkanku sendirian disini, aku ingin mengatakan sesuatu di depan makam Seohyun”pinta Yuri.

“Ne, baiklah aku akan menunggumu di mobil “ucap Kyuhyun.

“Seohyun-ah, gomawoyo kau sudah memberikan putri yang cantik untukku, aku berjanji akan menjaga Hyuri layaknya putri kandungku sendiri. Aku berharap sekarang kau bahagia dan tenang disana, tapi aku juga harus memberitahukan kepada Hyuri siapa eomma kandungnya jika kelak dia sudah dewasa”ucap Yuri.

“Eo, kau sudah selesai Chagi?”tanya Kyuhyun.

“Ne, Oppa”jawab Yuri.

*****************************

“Yimo kenapa appa belum kembali”rengek Hyuri kepada Ahra.

“Yimo sendiri tak tahu,kau bersabar ne. Mungkin sebentar lagi, appa akan kesini”ucap Ahra.

“Ne, apa yang dikatakan Yimo benar. Bukankah sekarang ada halmeoni dan hareboji yang menemanimu”ucap nya.

Klek…

“Eoh mungkin itu appamu”ucap Ahra dan benar saja,yang muncul adalah Kyuhyun.

“Tuh kan apa yang Yimo katakan benar”ucap Ahra.

“Waeyo, Hyuriya. Bukankah appa bilang akan menemui seseorang sebentar”ucap Kyuhyun sambil mendekat kearah Hyuri yang sedang berbaring.

“Appa, menemui siapa. Dan mana eomma, kenapa dia tak bersama dengan appa?”tanya Hyuri.

“Menemui seseorang yang sangat special”jawab Kyuhyun.

“Apa dia kekasih appa, terus eomma bagaimana?”tanya Hyuri dengan polosnya.

“Ne, dia kekasih appa sekaligus eommamu”jawab Kyuhyun.

“Shireo, aku tak mau mempunyai dua eomma. Aku hanya mau eommaku yang sekarang”teriak Hyuri.

“Yya!! Cho Kyuhyun, kenapa kau bilang seperti itu kepada Hyuri”pekik Ahra.

“Nuna kau tenang saja”ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

“Aigo~ jadi eomma tak bisa menjadi eommamu lagi? Lebih baik eomma pergi dari sini”tanya Yuri dari balik pintu dengan wajah cemberut

 

 

“Eomma~!!”pekik Hyuri.

“Yuri!! Kwon Yuri apa ini kau”ucap Eomma Kyuhyun begitu terkejut melihat Yuri.

“Annyeonghaseyo, eommonim appanim”ucap Yuri sambil membungkukan badanya.

“Astaga, Oraenmaniyo Yuri-ya”ucap Eomma Kyuhyun sambil memeluk Yuri.

“Annyeonghaseyo, nuna”ucap Yuri.

“Ne, annyeong Yuri-ya”ucap Ahra.

“Mianhae, eomma baru menemuimu sekarang. Tadi eomma pulang sebentar”bohong Yuri.

“Appa~ kenapa kau membohongiku?”tanya Hyuri.

“Heh?? Appa tak membohongimu, bukankah appa benar kekasih appa sekaligus eommamu”jawab Kyuhyun sambil mencubit pipi Hyuri.

“Hyuri-ya, bukankah kau ingin menunjukan sesuatu untuk eommamu?”tanya Ahra.

“Maja!! Yimo~ bisakah Yimo membawakan tasku kesini?”pinta Hyuri.

“Ne, permintaan dari tuan putri akan Yimo laksanakan”ucap Ahra.

“Memangnya apa yang akan kau tunjukan kepada eomma?”tanya Yuri.

“Igo, tas milik tuan putri”ucap Ahra, Hyuri pun segera membuka tas miliknya dan mengambil buku gambar.

“Eomma~ aku ingin eomma selalu bersama-sama denganku dan appa setiap hari dan selamanya”ucap Hyuri sambil memperlihatkan gambar coretan Hyuri.

Yuri terharu begitu melihat gambar yang ada di buku gambar milik Hyuri, tanpa Yuri sadari air matanya kembali menetes dari pelupuk matanya.

“Eomma~ kenapa kau menangis”ucap Hyuri sambil mengusap air mata Yuri dengan tangan mungilnya.

“Eomma hanya terharu, chagi”ucap Yuri.

“Eomma~ eomma mau berjanji kan tak akan meninggalkanku dan appa?”tanya Hyuri.

“Ne, eomma janji tak akan meninggalkan kalian lagi”jawab Yuri.

“Eomma~ aku sayang eomma”ucap Hyuri sambil memeluk erat Yuri.

“Ne, eomma juga sangat sayang denganmu”ucap Yuri sambil mencium kening putrinya.

“Astaga~ Hyuriya apa kau hanya menyayangi eomma saja. Apa kau tak sayang lagi dengan appa?”tanya Kyuhyun.

“Aniyo Hyuri, juga sayang Appa”ucap Hyuri sembari memeluk Kyuhyun.

– FIN –

                Mumpung lagi dapat ide pas lagi ngerjain tugas di kantor n gara-gara liat sebuah video Yuri, akhirnya author tuangin saja lewat tulisan. Jangan lupa tinggalkan komen kalian, dan author ingin mengucapkan minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

24 thoughts on “[Freelance] Because I’m Woman

  1. Eonni mianhe sebelumnya.tp menurutku agak nggak jelas castnya. Abis kadang namanya ahra kadang jg yoona. Mianhe banget ya eonni udh ngekritik. Hahay😄

    1. Ya maklum coz ngebut, sebenarnya cast Yoona disini mo author jadikan adiknya Kyuhyun tapi ga pas jadi author ubah eh mungkin karena kurang teliti

  2. Bagus cingu ceritanya,,akhirnya kyu oppa blikan lg sma yuri unnie.ditunggu karya” lainnya ya,,keep writing:)

  3. Pas di pertengahan yuri kejam bgt ya
    Gak kebayang tuh jdi kyuhyun sama yuri yg sama” cinta jdinya kek itu
    But at last, the one should together in ending always together
    Pkkny keep writing ne thor
    Fighting and selamat lebaran

  4. Walau td kiranya akan sad ending for kyu-yuri..tp syukurlah jd happy end…emangnya klo ud true love..akan slmanya..

  5. FFny cukup Bagus…tapi msh bnyk Typo sm penjelasan tokoh yg bikin bingung ahra itu sebenernya Kakak / adiknya Kyuhyun Oppa ? Terus kok panggilan Yuri ke ahra itu nuna ? Tapi aku suka alurnya

  6. Mian thor sbelumx. Ceritax sbenarx bgus tor, tp bnyk bgt typox. alurx jg kecepatan trus ada lebayx jg mnrutq. tp, smoga karya2 lainx lebh bgus n rapi y thor. fighting…!!! ^^

  7. Mian thor sbelumx. Ceritax sbenarx bgus tor, tp bnyk bgt typox. alurx jg kecepatan. tp, smoga karya2 lainx lebh bgus n rapi y thor. fighting…!!! ^_^

  8. eonni-yaa ,, dtg dgn sbuah OS?! daebak!! bt eonni, ini kurang dr tg biasa’x eonni bkin. mgqn kurang greget krna ada hal yg bkin bingung & bkin aku kudu lbh mikir itu dibanding ngena’-in feel. ky’ yg Ahra, dy itu sbnr’x kaka apa adek’x Kyu? kdg Kyu manggil’x nunna. bt kdg jd Ahra yg nyebut oppa ke Kyu. trus sbnr’x mau Ahra apa Yoona? sbntr2 Yoona, sbntr2 jd Ahra. oyaa eon, sama panggilan Yul ke Ahra sharus’x kan eonni bkn nunna ..
    bt yaudahlah eon, toh diatas eonni blg bkin’x dikantor .. jd aku ngerti lah yaa knpa eonni ky’ gak fokus. bt makasih banget loh eon .. lg sibuk2’x dikantor eonni msh aja peduli readers😀 kita jd trhibur deh.
    bt fwwl ttep kerasa kok eon. aku bhkn smpe nangis yg bagian Hyuri pingsan ditngh jln. ngerasa Yuri’x jahat aja xD
    okeh eon, sgtu dr aku yaa .. see u next ff. ttap smangat ^^

  9. Kenapa harus ada Seohyun? -_-
    Padahal Yuleon sama Kyuhyun oppa dah mau nikah, tapi malah datang pengganggu yg tak diharapkan >_<

    Yuleon kok baik banget ya? Mau nyerahin Kyuhyun oppa ke Seohyun -_-

    Yonghwa oppa udh ngehamilin anak org tp kok ga mau tanggung jawab?! Malah Kyuri yg kena imbasnya, padahal mereka ga ada sangkut pautnya ToT

    Terharu sma scene Hyuri dan Yuleon. Tp waktu liat Hyuri, knp aku kebayangnya Hyuna ya? O.o

    Daebak deh author, walau typo masih merajalela •_•v

  10. Happy end! Yeaay! Suka sm ceritany, tp masih bnyk typo yg bertebaran authornim.. *maaf mengkritik

    Mamany seo jahat iih, pdhl papa kandungny hyuri kan yonghwa.. cm gr2 harta dia maksa2 seo buat nikahin kyu.. pdhl kan kyu pny yuri.. untung yuriny pny hati emas.. sabar n tegar luar biasa.. hyuriny lucuu! Dia syg bgt sm yuri yaa.. seandainy dia tau klo org tua kandungny bukan kyuri..

    Keep writing authornim, hwaiting ne!

  11. Agak bingung sih..castnya kadang jadi ahra,kadang jadi yoona..
    Trus yuri kalau mangil ahra harusnya eonnikan bukan noona
    maaf ya banyak komplainnya
    ok trus berkarya fighting

  12. wah pas bacanya bahagia banget dgn pernikannya,, dan tiba ad gangguan datang melanda pernikanya kyuri jadi sedih banget dan ngk rela.. tpi akhirya happy ending jga I like ff kyuri ya… next cerita yg lainnya eonni tentang kyuri ya… gomawo

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s