Posted in Freelance, Friendship, Romance, Sad

[Freelance] (Sequel Of Regret) With You Shoot 3 End

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^

With You

[Sequel Of Regret] With You Shoot 3 End

Present by

Kang Hye Won (Fanny)

Cast :

Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Sub cast :

Kwon Boa || Xi Luhan

Length :3/3  || Rating : 15+ || Genre : Frienship, Sad, Romance

Castnya milik diri mereka sendiri & God. Saya hanya pinjam sementara untuk kepentingan cerita. Plot  and story ini pure milik saya, jika pun ada kesamaan dalam kejadian dan lain-lain itu merupakan ketidaksengajaan belaka. And this story just for fun.

Note :

Baca dulu baru beri tanggapan kalian untuk karya saya yang amatir ini. walau karya saya masih amatir tapi dilarang keras untuk mem-PLAGIAT. Don’t be siders. Say what are you think all about. And write it at comment form. It’s Really For  Fun… Be Good Reader !!!

Summary :

Cerita ini merupakan lanjutan dari REGRET.untuk catatan, disini hanya akan menceritakan tokoh utama saja sedang untuk sub couple tidak author ikut sertakan. Di cerita ini akan menceritakan perjalanan mereka selama di Paris. Bagaimana hari-hari yg dilalui KyuRi di Paris ?lalu perkembangan dari terapi Yuri dan kelanjutan hubungan mereka pastinya … itu semua ada di FF “With You” … kalo yg belum baca REGRET mending baca dulu ya … biar masuk sama cerita ini … ^^

Let’s read … Have fun !!!!

 

__++ With You ++__

Yuri duduk manis di sofa ditemani Kyuhyun pastinya. Kyuhyun mulai membuka belanjaannya.Ia membeli beberapa makanan ringan serta keperluan mereka yg hampir habis. Namun barang terakhir sebelum ia keluarkan membuat ia tersenyum. Ia membeli cake coklat berukuran kecil.

“Jha …” seru Kyuhyun sembari merangkul Yuri dalam kurungan tangan kekarnya. Yuri menatap Kyuhyun bingung namun diakhiri dengan senyuman manis di bibir mungilnya.

“Waaahhh…” jawab Yuri tak kalah ikut berseru riang melihat cake favorite nya.Kyuhyun mulai membuka cake tersebut dan menyuapi Yuri.

“Otte ?” tanya Kyuhyun setelah menyuapi Yuri.

“Masysta ….” Seru Yuri yakin.

“Jha … aaa” sekarang giliran Yuri yg ingin menyuapi Kyuhyun. Namun Kyuhyun menahan tangan Yuri dan menggelengkan kepalanya pelan tanda ia menolak.

“Wae ?” tanya Yuri bingung.

“Aku tak makan cake itu … lagi..” jawab Kyuhyun berakhir dengan pelan. Kyuhyun mengerti tatapan aneh juga bingung yg Yuri berikan padanya.

“Sejak kapan ?” tanya Yuri sendu.

“Sejak kau pergi…” jawab Kyuhyun lemah.Peristiwa pahit itu masih teringat jelas untuk keduanya. Yuri tertunduk sebentar menarik napasnya dalam, sungguh ia tak ingin mengingat hal itu lagi yg jelas-jelas akan membuat ia sakit, bahkan Kyuhyun juga.

“Tapi aku sudah kembali…” jawab Yuri sembari menunjukan senyuman manisnya.Namja mana yg tak bahagia melihat yeojanya tersenyum cantik seperti itu, termasuk Kyuhyun.

“Sekarang makan lagi…” rajuk Yuri. Kyuhyun pun mulai memandang cake coklat yg ia beli itu dan menatap Yuri lembut. Hingga akhirnya ia menganggukan kepalanya mau menerima tawaran dari yeoja cantik itu.

Setelah menghabiskan cake kecil itu, kini Yuri duduk bersandar pada dada bidang Kyuhyun.Ia bisa mendengar detak jantung namja tampan di sampinya itu. tangan kiri Kyuhyun mengelus rambut Yuri lembut.

“O…O..Op..pa..” panggil Yuri pelan juga ragu. Kyuhyun dengan jelas mendengar panggilan itu, namun ia masih tak percaya dengan apa yg ia dengar.

“Op..pa..” panggil Yuri sekali lagi. masih belum mendapatkan respon akhirnya Yuri menaikan suaranya agar lebih terdengar.

“Kyuhyun oppa…” panggil Yuri akhirnya.

“NE ???” tanya Kyuhyun kaget. Tentu saja bagaimana tidak ia mendengar yeoja itu memanggilnya oppa –lagi-. terakhir ia mendengar Yuri memanggilnya oppa ketika seblum kejadian itu terjadi. Dan kini ia mendengar yeoja cantik itu memanggilnya seperti itu lagi.

“Kyuhyun oppa. Apa aku bisa memanggil mu seperti itu lagi ?” tanya Yuri malu-malu. Terlihat kepalanya semakin menunduk pada dada Kyuhyun.

“Emh… tentu saja…” jawab Kyuhyun yakin.Sembari mengeratkan pelukannya.Senyuman indah itu terlihat jelas di wajah tampan Kyuhyun sekarang. Siapa pun yg melihatnya pasti mudah menebak bahwa ia sedang bahagia sekarang.

“Aku senang kau mau menanggil ku oppa lagi…” lanjut Kyuhyun dengan senyuman yg belum hilang.

“Emh…” hanya jawaban itu yg Yuri berikan disertai dengan membalas pelukan Kyuhyun tak kalah erat. Wajahnya ia telungkupkan pada dada Kyuhyun, ia menggigit kecil bibir bawahnya. Sungguh ia merasa malu saat ini, tapi juga senang.

“Apa kau lelah ?” tanya Kyuhyun yg kini meletakan pipi kirinya di puncak kepala Yuri.

“Sedikit…” jawab Yuri.

“Istirahatlah dulu… ini masih pagi.Terapi mu akan mulai nanti siang.” Titah Kyuhyun.

“Aniyo…” tolak Yuri.

“Wae ?”

“Aku tak mau tidur disana…” ujar Yuri sembari menatap ranjangnya.

“Ini lebih nyaman…” lanjutnya sembari memeluk Kyuhyun kembali.

“Ok. Kalau begitu tidurlah …” Kyuhyun kembali mengusap kepala Yuri agar ia merasa nyaman. Perlahan Yuri mulai menutup matanya, begitu juga dengan Kyuhyun yg ikut terpejam sembari merengkuh yeoja cantik itu.

Rasanya baru beberapa detik ia terpejam, namun matanya kembali terbuka. Ia melihat Yuri yg masih terlelap dalam rengkuhannya. Ia tersenyum ketika melihat Yuri tertidur lelap, tangan kanannya mengusap pipi Yuri lembut. Membuat Yuri terbangun oleh tindakannya.

“Aku membangunkan mu … ?” tanya Kyuhyun saat melihat Yuri terbangun dengan mata yg masih memicing kearahnya.

“mmmhhh…” hanya erangan malas yg terdengar dari bibir Yuri dan kepalanya menggeleng beberapa kali. Memberikan jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.Yuri kembali menyenderkan kepalanya pada Kyuhyun.Membuat Kyuhyun terkekeh.Tidak biasanya Yuri bersikap manja seperti ini.

“Oppa, jam berapa ini ?” tanya Yuri dengan suara khas orang bangun tidur.

“10.30 … wae ?” jawab Kyuhyun dan balik bertanya.

“Emh… sebentar lagi…aku masih punya waktu dengan mu…” ujar Yuri.

“Bukankah terapi mu akan segera dimulai, lebih baik kau bersiap…” titah Kyuhyun lembut.

“Aniyo…aku malas…” jawab Yuri manja.

“Aish … mau sampaikan kau begini eoh ?” tanya Kyuhyun sembari mencubit hidung Yuri gemas.

“Aaa… baiklah… hihi…” kekeh Yuri.Membuat Kyuhyun tersenyum melihat yeojanya itu.

“Oppa apa ada yeoja lain selain aku yg kau sukai ?” tanya Yuri ringan. Kyuhyun menatap Yuri bingung.

“MWO ?tentu tidak… pertanyaan bodoh apa itu …kau masih tak percaya pada ku ?” tanya Kyuhyun sedikit kesal.

“Ani… bukan seperti itu.hanya berpikir bagaimana jika aku tak kembali pada mu ? apa kau akan kembali pada Seohyun… atau kau akan memilihi Gyuri ?” masih dengan nada ringan pertanyaan itu terlontar dari bibir Yuri.

“Aku tak akan memilihi siapa pun…” ujar Kyuhyun datar dan mulai melepas rangkulannya dari Yuri. Jujur ia merasa itu bukan pertanyaan yg masuk akal untuknya.

“Jadi kau lebih memilih hidup sendiri ?begitu ?pabo…” maki Yuri setengah bercanda. Dan kembali menggerakan tangan Kyuhyun agar memeluknya lagi.

“Lebih baik sendiri…” ujar Kyuhyun datar, tanpa melihat Yuri yg kini berada disampingnya menatapnya nanar.

“Mana boleh seperti itu… kau harus hidup bahagia oppa, tak bisa seperti itu…” ujar Yuri lembut.

“Apa yg membuat ku bahagia adalah orang yg berada disamping ku sekarang…” ujar Kyuhyun yakin menatap Yuri tajam, namun mengelus pipinya lembut.Kalimat itu membuat Yuri tersenyum tipis. Hatinya bahagia, tapi masih ada rasa yg mengganjal dari satu sudut yg tak dapat ia sentuh karena itu benar-benar menyakitkan.

“Kau harus bahagia oppa, dengan atau tanpa aku.Mengerti ?” tanya Yuri menuntut jawaban. Kyuhyun menggeleng yakin.Ia ingin Yuri tahu bahwa hidupnya tak akan bahagia tanpanya.

“Berjanjilah…” pinta Yuri dengan suara lirihnya.

“Ada apa ini sebenarnya eoh ?kau bertanya hal-hal yg aneh dan memilih, serta hidup bahagia tanpa mu ?? sedang kau tahu pasti apa dan bagaimana jawabannya Kwon Yuri…” Kyuhyun sedikit terbawa emosi.Ini membuat sakit terlebih kenapa perasaan takut itu harus menghiggapinya lagi.perasaan takut apa ini ? pikir Kyuhyun.

“Kenapa kau begitu serius ?eoh ?hehe..” ujar Yuri lalu terkekeh melihat namja dihadapannya itu.

“Ini sungguh tidak lucu …” ujar Kyuhyun dingin. Yuri tahu jika Kyuhyun mengeluarkan nada seperti itu ia benar-benar merasa kesal.

“Arraseo … mianhe …” ujar Yuri lalu memeluk Kyuhyun erat.

“Jangan ulangi lagi…” ujar Kyuhyun kembali lembut sembari mengelus rambut Yuri halus.

“Tak akan…” ucapYuri. ‘karena aku tak yakin mempunyai lebih banyak waktu dengan mu oppa..’ lirihnya dalam hati. Ia menenggelamkan kepalanya dalam dada bidang Kyuhyun, setetes air matanya menetes jatuh tanpa bisa ia kendalikan.

“Hey… kenapa mengangis eoh ?” ujar Kyuhyun menghapus bekas lairan air mata Yuri.

“Apa aku berkata kasar pada mu ?” tanya Kyuhyun merasa bersalah. Yuri hanya menggeleng.

“Ini tangis bahagia oppa …” bohongnya dengan memasang senyuman palsunya. Kyuhyun tahu Yuri berbohong padanya, tapi untuk kali ini kenapa ia bisa kehabisan kata-kata untuk yeoja itu ?bahkan ia mengutuk dirinya sendiri tak bisa menghentikan tangis dan mengetahui apa yg Yuri sembunyikan. Ia hanya memeluk Yuri lebih erat. Yuri balas memeluknya tak kalah erat seperti ia tak bisa memeluk Kyuhyun lagi, seperti ini adalah untuk…terakhir kalinya.

“Jha sudah saatnya …” ujar Kyuhyun mengakhiri pelukannya.

“Shireo…” ujar Yuri.

“Kenapa lagi…?” tanya Kyuhyun.

“Jika aku masuk ruangan itu aku tak bisa memeluk mu lagi… disana pasti sangat dingin,gelap dan sepi…aku tak suka…” ujar Yuri manja pada Kyuhyun. Sebenarnya ruangan apa yg Yuri bicarakan ?itu tak seperti ruangan terapinya, pikir Kyuhyun.

Tok tok tok

Ketukan pintu itu menyita perhatian keduanya, pintu mulai terbuka dan menampakan dokter muda itu.Luhan dengan ragu masuk ke ruangan itu.

“Terapinya akan segera dimulai …” ujarnya kaku.Ia masih belum terbiasa melihat Yuri dirangkul erat juga mesra oleh namja lain dihadapannya.

“Baiklah …” jawab Yuri lemah pada akhirnya.

“Kami tunggu di ruang terapi…” ujar Luhan dan kembali menutup pintu.

Yuri berjalan dengan terus merangkul lengan Kyuhyun. Tepat didepan ruangan terapi Yuri tertunduk dan sama sekali tak menatap Kyuhyun. Kyuhyun menangkupkan tangannya pada kedua pipi Yuri agar ia bisa dengan jelas melihat mata indah milik yeoja itu. Kyuhyun mencoba tersenyum manis, namun entah kenapa itu terasa begitu berat melihat Yuri yg menatapnya sendu. Kyuhyun benar-benar tak tahu apa yg harus ia katakan. Dengan gerakan pasti ia mulai memiringkan kepalanya di ikuti Yuri yg mulai menutup matanya. Tak butuh waktu lama untuk Yuri merasakan sentuhan lembut dari bibir Kyuhyun.

Cukup lama mereka melakukan itu, saling memberi dan menerima satu sama lain. Oksigen yg menipis terpaksa membuat mereka mengakhiri kegiatan itu.sebelum benar-benar Yuri masuk Kyuhyun kembali mencium seluruh wajah Yuri yg berakhir pada bibirnya lagi. terakhir ia peluk erat juga hangat membuat Yuri merasa nyaman berada dalam pelukkannya.

“Oppa…” panggi Yuri.

“Kyuhyun oppa…SARANGHAE …” ucap Yuri.Membuat Kyuhyun semakin memeluk Yuri erat.

“I LOVE YOU MORE YURI …” jawab Kyuhyun yakin. Membuat Yuri tersenyum manis. Namun terasa perih untuk Kyuhyun ketika ia melihat senyuman indah itu. ada perasaan takut luar biasa yg menggelayuti hatinya saat ini.setelah itu Yuri mulai memasuki ruangannya.

Kejadiannya begitu cepat, Luhan keluar dengan wajh tertekuk muram.Keringat terlihat memenuhi keningnya.Kyuhyun menangkap ada yg tak beres dengan tatapan Luhan.

“Mana Yuri ?” itulah kalimat pertama yg keluar dari mulut Kyuhyun.

“Yu-Yu-Yuri…” jawab Luhan gugup dan lebih mirip seperti orang bingung.Luhan semakin tertunduk.

“Maaf aku tak bisa menolongnya …” ujar Luhan tiba-tiba.

“MWO ???apa yg kau katakan ?”

“Yuri kehabisan tenaganya dan membuat daya tahannya menurun drastis.Hingga ia tak bisa bertahan lagi …” sesal Luhan.

“Kau bohong, tak mungkin..itu tak mungkin…” ujar Kyuhyun yg mulai tak bisa mengontrol diri.

“Tadi dia baik-baik saja dokter Xi… bahkan dia masih tersenyum manis pada ku… kau bohongkan dia pasti sedang tertidurkan ?benarkan ?“ cecar Kyuhyun pada Luhan.

“Ma-Maaf …” hanya itu yg terucap dari dokter muda itu.kyuhyun terjatuh bahkan ia tak kuasa untuk menahan bobot badannya sendiri. Yeoja itu kenapa selalu bertindak sesuka hati, kenapa ia selalu dengan mudah meninggalkannya. Apa sebenarnya yg ia inginkan ?keluh Kyuhyun yg kini hanya bisa bersuara dalam hati.

“YUUUUURRRRRIIIII…..” teriaknya yg tak bisa lagi menahan gempuran pada hatinya yg secara tiba-tiba itu. Dan

__++ With You ++__

 

“YUUUUURRRRRIIIII…..huh… huh…huh…” napas Kyuhyun memburu. Keringatnya bercucuran dan dengan gerakan tiba-tiba ia terbangun.

“Wae ?” tanya seseorang dengan suara lembut menyadarkan Kyuhyun.

“Yu…Yuri…” suara Kyuhyun bergetar dan tangnnya terangkat untuk menyentuh pipi Yuri. Namun ia takut, takut jika itu hanya bayangannya. Jemari tangannya mulai mendarat pada pipi itu, ia dapat menyentuhnya. Setelah yakin itu bukanlah bayangannya dengan cepat ia mendekap Yuri erat.

“Oppa waeyo ?” tanya Yuri bingung.

“Jangan coba kau tinggalkan aku mengerti …?” suara serak Kyuhyun menuntut jawaban.

“Emh…” hanya gumaman yg keluar dari bibirnya.

“Jawab aku …” tegas Kyuhyun.

“Aku janji oppa …” jawab Yuri tenang.

“Huuh…syukurah itu hanya mimpi…” lirih Kyuhyun. Yg menyadari bahwa kejadian pahit yg paling tak mau ia terima itu hanya mimpi buruknya disiang bolong. Bahkan yeoja yg ia tangisi itu masih bernapas dengan baik dalam pelukannya saat ini. ia bersumpah tak akan membiarkan Yuri pergi barang sedetikpun dari hidupnya. Tak akan. Tak akan pernah.

“Apa kau bermimpi buruk ?kau sampai berteriak seperti itu tadi…” tanya Yuri penasaran. Kyuhyun hanya mengagukan kepalanya menjawab pertanyaan Yuri.

“Memangnya apa yg kau impikan ?” tanya Yuri lagi. Kyuhyun tak menjawab, ia hanya mengeratkan pelukannya.

“YA…aku sulit bernapas… kau ingin aku mati eoh ?”ujar Yuri.

“Jangan ucapkan kalimat itu, ku mohon…” pinta Kyuhyun raut wajahnya berubah menjadi ketakutan.

“Oppa sebenarnya ada apa ?apa yg oppa impikan ?” tanya Yuri lembut.

“…”belum ada jawaban hanya ada tatapan dalam dari Kyuhyun.

“Eoh ?”

“Aku bermimpi kehilangan mu …” ujar Kyuhyun pelan.Sudut matanya mulai memerah.Sungguh walau pun itu mimpi namun terasa begitunyata baginya.Yuri membalas pelukan Kyuhyun.Ia tahu Kyuhyun benar-benar ketakutan sekarang. Tangannya yg mendakap tubuh Yuri bergetar bukan main.

“Tenanglah itu hanya mimpi …” ucap Yuri lembut berusaha menenangkan Kyuhyun.

“Itu terasa nyata, sungguh menakut… benar-benar menakutkan…” lirih Kyuhyun yg belum melepaskan pelukannya.

Setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu mereka, dengan Yuri yg terus memeluk Kyuhyun dan Kyuhyun yg tak mau dipelaskan.Akhirnya kegiatan itu harus berakhir setelah suara ketukan pada pintu ruangan Yuri terdengar.Dan muncullah dokter muda itu, siapa lagi jika bukan Xi Luhan.

“Maaf menggangu… terapinya akan segera di mulai…” ujar Luhan kaku. Karena ia harus melihat Yuri dan Kyuhyun dalam keadaan saling memeluk sekarang.

“Ne …” jawab Yuri ringan. Setelah mendapat jawaban dari Yuri Luhan pun menutup pintu dan pergi menuju ruangan terapi Yuri. Namun tidak dengan Kyuhyun.Ia justru terlihat tegang, jeringat dingin meluncur deras dari keningnya.

“Ti-tidak bisakah kau menghentikan terapi mu ?” tanya Kyuhyun pelan. Yuri menyernyit mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Ya !!mana boleh seperti itu…” jawab Yuri sedikit berteriak.

“Aku serius …” jawab Kyuhyun dengan nada yg terdengar tegas.

“Oppa sebenarnya ada apa eoh ?” tanya Yuri lembut. Kejadian yg ia hadapi barusan sama persis seperti apa yg ada dalam mimpinya, itulah yg membuat Kyuhyun ketakutan setengah mati. Bagaimana jika mimpi itu benar-benar jadi nyata ?pikir Kyuhyun dalam hati. Tidak ia tak dapat membiarkan itu terjadi pada Yuri, apa jadinya ia tanpa Yuri. Tak akan ia tak akan membiarkan Yuri pergi dari hidupnya.

“Ku mohon hentikan …” pinta Kyuhyun.

“Oppa bukankah oppa yg selalu menyemangati ku ?untuk selalu bisa bertahan sampai akhir ? kini tinggal selangkah lagi, dan semuanya akan berakhir…” tutur Yuri lembut.

“Berakahir ???” pikir Kyuhyun dalam hati. Otak dan hatinya bergelut mengenai satu kata itu.

“Tidak aku tidak ingin ini berakhir…” ujar Kyuhyun sedikit terdengar frustasi dari nada bicaranya.

“MWO ??” kaget Yuri.

“Kau tak ingin aku sembuh ?” tanya Yuri.

“…” Kyuhyun diam, ia masih sibuk dengan ketakutannya sendiri.

“YA OPPA JAWAB AKU …” Kyuhyun masih diam tak memperdulikan kicauan-kicauan dari bibir Yuri.

“OPPA…” bentak Yuri akhirnya.

“AKU TAK INGIN KAU BERAKHIR DI RUANG TERAPI ITU…” bentak Kyuhyun tak kalah mengagetkan Yuri.

“Ne ?” suara Yuri melemah.

“Aku tak ingin kau berakhir disana dan meninggalkan ku… KAU MENGERTI ?apa kau akan bertindak egois dan sesuka hati lagi ? meninggalkan ku lagi EOH ?” nada bicara Kyuhyun tak terkendali naik turun dengan sudut mata yg mulai memerah.

“Apa yg oppa bicarakan ?” tanya Yuri.

“A-aku … aku hanya takut…” lirij Kyuhyun.

“Aku hanya takut mimpi ku jadi nyata…” susulnya.

“Aku takut kau memmpptt…” sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya Yuri lebih cepat memotong kalimatnya. Tak perlu banyak tenaga, ia hanya perlu menempelkan bibirnya tepat dibibir Kyuhyun. Tepat seperti dugaannya, Kyuhyun diam tak meneruskan kaimatnya.Yuri tahu Kyuhyun diliputi rasa takut.Namun rasanya itu berlebihan pikir Yuri.

“Aku akan baik-baik saja oppa … kau percaya pada ku ?” tanya Yuri lembut. Kyuhyun menatap Yuri lekat dari jarak sedekat ini, membuat ia bisa dengan jelas menatap manik mata hitam milik Yuri. Walau rasa cemasnya belum sepenuhnya hilang namun Kyuhyun menaggukkan kepalanya lemah.

“Apa itu ?” tanya Yuri yg ingin mendengar jawaban dari mulut Kyuhyun langsung.

“Aku percaya…” jawab Kyuhyun pelan.

“Jha… aku harus segera ke ruang terapi, mereka telah menunggu ku…” ujar Yuri sembari menarik Kyuhyun untuk berdiri dan mengikuti langkahnya.

Lagi.Kyuhyun dibuat cemas, Yuri bergelayut manja pada tangannya di sepanjang jalan menuju ruangan terapi.Mimpi itu, pikir Kyuhyun teringat mimpi buruknya.Entah sejak kapan namja itu mempercayai hal yg berbau tahayul seperti itu. Kyuhyun hanya menatap Yuri sendu, Yuri menyadari itu ia hanya tersenyum lembut kearahnya mencoba membuat namja tampan itu merasa tenang.

“Jha… aku masuk dulu…” pamit Yuri ringan.Tepat sebelum Yuri masuk Kyuhyun menarik tangannya lembut.Membuat Yuri tertarik dan mendarat dengan sempurna di pelukan Kyuhyun.Erat, hangat dan nyaman.Itulah yg Yuri rasakan.Merasakan pelukan Kyuhyun yg tak kunjung memepaskannya,

“Aku akan segera keluar oppa …” ujar Yuri yakin.Kyuhyun menangkup wajah Yuri, kepalanya mulai mendekat dan ciuman itu pun mendarat sempurna.Yuri hanya bisa memejamkan matanya ketika Kyuhyun menyapa setiap sudut bibir mungilnya.

“Aku pegang kata-kata mu …” ujar Kyuhyun tegas namun tetap dengan nada lembut.

__++ With You ++__

Kyuhyun berdiri tegang didepan ruangan terapi Yuri. Dua jam berlalu, namun Yuri tak kunjung keluar dari ruangan itu.

“Apa saja yg mereka lakukan pada Yuri…” gumam Kyuhyun tak mau diam. Ia bahkan melupakan makan siangnya untuk menunggu Yuri, jangankan makan ia bahkan lupa hanya untuk sekedar minum untuk menghilangkan dahaganya. Bisa dilihat dari bibirnya yg sedikit mengering. Kyuhyun mencoba merilekskan sejenak tubuhnya untuk duduk di kursi tunggu di depan ruangan Yuri.

“Ya Tuhan … oppa …” pekik Yuri.Suara itu membuat Kyuhyun melirik kearah suara, kedua sudut bibirnya pun tertarik menunjukan senyuman manisnya.Ia lega melihat yeojanya keluar dari ruangan itu. akhirnya mimpi buruk itu, benar-benar hanya sekedar mimpi.

“Yuri …” panggil Kyuhyun melihat Yuri mendekat kearahnya.

“Astaga …” pekik Yuri lagi.membuat Kyuhyun bingung dengan tatapan Yuri.

“Wae ?” tanya Kyuhyun ringan. Yuri menyentuh kening Kyuhyun.Panas.Kening Kyuhyun panas wajahnya pucat, bibirnya kering.

“Kau demam oppa … ayo ke kamar …” ujar Yuri panic sembari menarik Kyuhyun menuju kamar inapnya. Kyuhyun bahkan baru menyadari suhu tubuhnya memang terasa panas dan kepalanya sedikit pening.Dan tenggorokannya kering.

“Uhuk…” Kyuhyun terbatuk.

“Kau benar-benar sakit …” lirih Yuri menatap Kyuhyun cemas.

“Aku baik-baik saja…”

“APANYA YANG BAIK … SUHU TUBUH MU PANAS, WAJAH MU PUCAT…kau bilang kau baik-baik saja …??” ujar Yuri menaikan nada bicaranya, ia tak habis pikir namja yg selalu mengkhawatirkannya justru lalai menjaga dirinya sendiri.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat Yuri yg terlihat marah sekarang.Yuri membaringkan Kyuhyun diranjangnya dan menyelimutinya.

“Istirahatlah …” ujar Yuri yg kembali lembut.

“Emh …” hanya itu yg keluar dari mulut Kyuhyun

“Uhuk…” Kyuhyun kembali terbatuk.

“Igeo, minumlah …” ujar Yuri sembari memberikan minum pada Kyuhyun.

“Gomawo …” Yuri hanya menganggukan kepalanya lemah menjawab Kyuhyun.

“Aku akan panggil eonni untuk memeriksa mu…” ujar Yuri.

“Andweh… istirahat saja sudah cukup…” larang Kyuhyun.Namun Yuri menatapnya tajam.Kyuhyun hanya bisa menelan ludahnya melihat tatapan itu.

“Arraseo…” ujar Kyuhyun akhirnya.

Boa pun tiba di kamar Yuri dan segera memeriksa Kyuhyun. Setelah selesai ia menyuruh suster untuk membawakan obat untuk Kyuhyun.

“Ia hanya kelelahan juga masuk angin …” ujar Boa.

“Syukurlah…” ucap Yuri yg mendengar Boa menjelaskan kondisi Kyuhyun.

“Kau tak perlu secemas itu Yul…” kekeh Boa yg melihat Yuri gusar ketika Kyuhyun di periksa.

“Kau bisa pastikan sendiri, perutnya mengeras… itu tandanya ia terlalu banyak makan angin…” canda Boa.Kyuhyun hanya tersenyum lemah mendengar itu begitu pun dengan Yuri.

“Kurasa dia akan segera sembuh, melihatnya tersenyum seperti itu … aku jamin itu …” papar Boa lagi menggoda keduanya.

“Eonni gomawo …” ujar Yuri.

“Kenapa kau yg berterima kasih ?apa kau istrinya ?” ujar Boa membuat wajah Yuri memerah.

“N-ne ?!!!” kaget Yuri bercampur gugup.

“Harusnya dia yg berterima kasih …” goda Boa lagi melihat Kyuhyun yg tak jauh beda dengan Yuri.

“HAHAHAHA …” tawa Boa pecah melihat dongsaengnya mati kutu akibat permainannya.

“Aku pergi dulu, masih banyak pasien yg harus ku tangani…” Boa mulai meninggalkan ruangan Yuri, namun sebelum itu

“Noona gomawo …” Kyuhyun sedikit berteriak.

“Eoh …” jawabnya sembari terus berlalu, tanpa mereka ketahui Boa pun tersenyum mengembang melihat mereka berdua.

Kini berbalik Yuri yg merawat Kyuhyun.Mulai dari menyuapi, makan obat hingga menyuruhnya istirahat.Namun buka Kyuhyun namanya jika tidak keras kepala.

“Sekarang oppa bisa tidur…” ujar Yuri sembari merapikan selimut Kyuhyun setelah Kyuhyun meminum obat yg diberikan suster tadi.

“…”Kyuhyun hanya menggeleng lemah dan menatap Yuri intens yg kini duduk di sisi ranjang.

“Mwo ?’ tanya Yuri yg melihat Kyuhyun yg terus memandangnya.

“…” lagi, Kyuhyun kini hanya tersenyum menjawab pertanyaan Yuri.Yuri yg dipandang seintens itu pun dibuat malu.

“Kenapa kau senang sekali membentak ku … ?” tanya Kyuhyun ringan, masih dengan memperhatikan Yuri. Tangannya menggenggam tangan Yuri hangat.

“Aku tak membentak mu…” jawab Yuri malu dan semakin menundukan kepalanya.Kyuhyun terkekeh dengan tingkah Yuri.Kyuhyun menyentuh pipi putih Yuri lembut.

“Kemarilah …” ujar Kyuhyun menepuk ranjang sebelahnya tempat dimana Yuri biasa tidur.Yuri hanya mengikuti perintah Kyuhyun.Yuri duduk bersandar pada headbed di samping Kyuhyun yg tengah berbaring lemah.Kyuhyun menarik Yuri agar ikut berbaring dengannya. Perlahan Kyuhyun memeluk Yuri erat, dan mulai menutup matanya ketika ia berada dalam pelukan Yuri. Yuri hanya tersenyum hangat ketika Kyuhyun tertidur dalam dekapannya.Hangat.Tubuh Kyuhyun yg tengah demam benar-benar terasa jelas ketika Kyuhyun berada dalam pelukannya.Yuri membelai rambut Kyuhyun dengan lembut dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya dijadikan bantalan untuk Kyuhyun.

“Apa terapi mu melelahkan ?” tanya Kyuhyun dengan mata terpejam dan memeluk Yuri.

“A-ani…” jawab Yuri bohong.Karena memang terapinya masih terasa menyakitkan juga melelahkan namun kali ini dokter tak memberinya obat tidur seperti biasa, justru membiarkan tenaga Yuri pulih dengan sendiri tanpa obat tidur.Namun sepertinya Kyuhyun tahu bahwa Yuri berbohong.

“Seberapa sakit ?” tanya Kyuhyun lagi, seolah tak mendengar jawaban Yuri.

“Aku bilang tidak…” jawab Yuri lagi.

“Dimana sekarang yg sakit ?” masih di posisi yg sama Kyuhyun bertanya.

“Aku bilang tidak oppa …” jawab Yuri mencoba bersabar.

“Kepala bagian belakang mu ?”

“YA ….!!!” Teriak Yuri.

“Heh… semakin kau mengelak aku semakin tahu seberapa sakit dan melelahkan terapi itu…” jawab Kyuhyun tenang.

“Tapi syukurlah ini yg terakhir …” susulnya. Baru juga Yuri akan berteriak lagi

“Jangan berteriak lagi… bukankah kau ingin akuberistirahat ?” tanya Kyuhyun lalu mengeratkan pelukannya.

“Kau juga istirahatlah … “ titah Kyuhyun.

“Tidak… kau lebih butuh istirahat.Aku baik-baik saja.Bagaimana jika oppa butuh minum atau makan…?” papar Yuri.

“Aku bilang istirahat…” jawab Kyuhyun dengan sedikit mendongkakan kepalanya dan menatap Yuri tajam.

“Arraseo …” jawab Yuri lemah dan kembali mengelus rambut Kyuhyun lembut. Kyuhyun mulai tertidur, mungkin pengaruh obat atau mungkin… nyaman ketika berada dalam pelukan yeoja yg ia cintai ?siapa yg tahu. Yuri masih mengelus kepala Kyuhyun lembut, namun tak lama ia pun merasakan kantuk karena lelah akibat terapinya tadi. Yuri eratkan lagi pelukannya pada Kyuhyun sebelum ia terlelap mengikuti Kyuhyun.

Malam semakin larut membuat keduanya semakin terlelap hingga cahaya matahari yg mulai muncul membangunkan salah satu diantara mereka.Kyuhyun masih tertidur dalam pelukan Yuri lelap.Yuri yg pertama terbangun tersenyum hangat mendapati Kyuhyun masih tertidur dalam dekapannya.Mungkin efek obat itu benar-benar berpengaruh pada Kyuhyun. Membuat ia benar-benar harus istirahat. Yuri kembali mengelus kepalanya halus dengan ragu-ragu dan mungkin bercampur malu, Yuri mengecup puncak kepala Kyuhyun pelan. Setelahnya ia tersenyum geli menyadari perbuatannya sendiri. Tanpa Yuri ketahui seringaian itu muncul dari bibir namja yg tengah ia peluk itu. Ya, Kyuhyun sudah bangun dan ia tahu apa yg Yuri lakukan. Namun ia memejamkan matanya kembali seolah ia masih tertidur.

“Kyu…” suara lembut Yuri menyapa Kyuhyun.Berniat membangunkan namja itu.belum ada respon dari namja itu.

“Bangunlah … ini sudah siang …” bisiknya lagi tepat pada telinga Kyuhyun.

“Emmmhhh…” hanya erangan yg kecil yg keluar darinya.

“Bangun…”

“Ini sudah pagi ?” tanyanya. Berlagak tak tahu sembari mengucek matanya khas orang bangun tidur dan merenggangkan pelukan Yuri.

“Emh …” Yuri menganggukan kepala pelan.Tapi Kyuhyun malah menarik selimutnya lagi dan kembali berbaring.

“Wae ?masih demam ?” tanya Yuri khawatir.

“Eoh …” jawab Kyuhyun membenarkan.

“Dimana yg sakit ?”

“Disini…” Kyuhyun mengarahkan tangan Yuri pada kepalanya.

“Disini…” sekarang pada pipinya.

“Dan disini …” dan terakhir tepat berada di dadanya.

“Aigoooo… jadi sebenarnya siapa yg pasien disini …?”tanya Yuri mencibir.

“Aku yg pakai baju pasien, dank au yg dirawat ?lucu sekali…” tambahnya lagi.

“Aku sungguh sakit ,…” bela Kyuhyun menggenggam tangan Yuri dan mengarahkannya di dadanya lagi. dengan nada yg dibuat-buat. Membuat Yuri sadar Kyuhyun hanya bermain-main.

“Aisshh… bilang saja kau ingin malas-malasan … wajah mu sudah menunjukan kau sudah baikan sekarang…aku tak bisa kau tipu …” yakin Yuri.Kyuhyun dibuat bingung, kenapa Yuri bisa mengetahuinya, pikir Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi senyum celotehan Yuri.

“OMO…” pekik Yuri sembari menyikap selimutnya membuat Kyuhyun menatapnya.

“Wae ?” tanya Kyuhyun.

“Aku ada jadwal rontgen sekarang …” pekik Yuri dari kamar mandi.

“Au temani …” ujar Kyuhyun sembari mencoba duduk dan bangun. Tepat ketika Yuri keluar dari kamar mandi ia melihat Kyuhyun yg masih meringis memegang kepalanya.

“Oppa wae ?gwenchana ?” tanya Yuri khawatir.

“Emh gwenchana …” ujar Kyuhyun mencoba bangkit, namun karena masih lemas dan pusing di kepalanya membuat ia hampir terjatuh.

“OMO … istirahatlah dulu oppa …”

“Ani aku ingin menamani mu…”

“Tapi kau butuh istirahat… aku bisa sendiri…”

“Shireo… Andweh…” ujar Kyuhyun tegas.

“Tapi …”

“Aku baik-baik saja …” ujar Kyuhyun lagi mencoba membuat Yuri yakin.Apa yg bisa Yuri lakukan jika melihat namja itu bersikeras dengan keinginannya.

Yuri berjalan didampingi Kyuhyun menuju ruangan dimana ia akan diperiksa hari ini. jika harus jujur Kyuhyun masih lemas dengan kondisinya saat ini. namun ia tak mau membiarkan Yuri menjalani terapi mau pun pemeriksaannya sendiri. Bagaimana pun ia harus menemani Yuri.

Mereka duduk di kursi tunggu menunggu Yuri yg akan masuk ke ruangan tersebut. Namun sepertinya ruangan itu sedang memeriksa yg pasien yg lain.

“Oppa aku boleh meminta sesuatu ?” tanya Yuri lembut.

“Apa ?” jawab Kyuhyun dan balik bertanya.

“Aku ingin kau istirahat di kamar… aku hanya menjalani pemeriksaan biasa, ku mohon kembalilah istirahat…” pinta Yuri lembut.Namun Kyuhyun menggeleng yakin.

“Ku mohon …” lagi Yuri meminta.Ia ingin Kyuhyun beristirahat dan segera sembuh, hanya itu. Kyuhyun yg melihat tatapan khawatir itu pun akhirnya luluh.

“Baiklah… tapi jika kau sudah beres dengan semua cepat kembali…” ujar Kyuhyun menerima keinginan Yuri membuat yeoja cantik itu tersenyum.

“Pasti …” jawab Yuri.

“Apa kau yakin bisa kembali ke ruangan sendiri ?” tanya Yuri.

“Eoh…” jawab Kyuhyun lemah.

Yuri menyelesaikan pemeriksaannya sendiri.Setelahia selesai ia kembali ke ruangan dan mendapati Kyuhyun yg tengah duduk di sofa.

“Kau kembali …” ucap Kyuhyun.

“Emh..bagaimana keadaan mu …?” tanya Yuri.

“Jauh lebih baik …” seru Kyuhyun dengan senyumannya.

“Syukurlah…” ujar Yuri menatap Kyuhyun tenang.

 

__++ With You ++__

 

Kemarin merupakan hari paling melelahkan untuk Yuri.Ia harus merasakan sakit luar biasa di kepala bagian belakangnya. Itu karena terapi untuk terakhir kalinya.Setidaknya sampai hasil tes keluar itulah yg Yuri ketahui.Juga keadaan Kyuhyun yg sempat drop dan terkena demam. Namun untunglah sekarang keadaannya jauh lebih baik setelah beristirahat.

Kini Yuri sedang beristirahat di ruangannya sambil membaca novel kesayangannya.Ia duduk manis dengan suasana tenang yg menemaninya. Sementara Kyuhyun, ia sedang membersihkan diri di kamar mandi.

Drrrttt drrrttt drrrttt

Geraran itu terdengar jelas. Yuri melirik kecilpada ponsel yg terus bergetar itu, namun itu bukanlah ponsel miliknya, melainkan milik namja tampan yg belum juga keluar dari kamar mandi.

“Kyu… ponsel mu bergetar…” teriak Yuri.

“Biarkan saja, paling pesan masuk …” jawab Kyuhyun sedikit berteriak karena posisinya masih di dalam kamar mandi.

“Ani, karena ini terus bergetar…”

“Bisa kau terima panggilan itu ?” tanya Kyuhyun.

“Baiklah …” jawab Yuri.Yuri pun berniat menjawab panggilan itu.ia beranjak dari tempatnya lalu mengambil ponsel itu, setelah ia mendapatkan ponsel itu, mata Yuri terpaku pada nama kontak tersebut. Ponsel itu masih bergetar dan Yuri masih memegangnya dengan tatapan tak percaya.Hatinya kembali di hinggapi rasa sakit juga pilu.Ia kini hanya menatapnya dengan tatapan sendu dan pikirannya yg entah pergi kemana membawa kesadarannya.

“Siapa ?” suara itu akhirnya menyadarkan Yuri dari aktifitasnya. Yuri masih berdiri mematung ketika Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Yuri mendekat kearah Kyuhyun yg masih mengeringkan rambutnya yg basah, setelah tepat dihadapannya Yuri memberikan ponsel itu pada sang pemiliknya. Tanpa menatap Kyuhyun dan menjawab pertanyaannya, Yuri tersenyum getir lalu meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun merasa ada yg aneh, ia pun melihat siapa yg menelponnya. Kyuhyun dibuat menelan ludahnya sendiri ketika melihat siapa yg menelponnya.

“Dia pasti berpikiran yg lain …” pikir Kyuhyun.

“Yoboseo …” akhirnya Kyuhyun menerima panggilan itu sembari menatap punggung Yuri yg kini berdiri di balkon kamarnya di rumah sakit.

Yuri melirik kecil tanpa membalikan badannya mendengar Kyuhyun menjawab panggilan itu.ia mulai tertunduk menahan semua rasa yg kembali berkecamuk dalam hatinya. Berusaha untuk menahan cairan itu agar tak kembali keluar ternyata tak berhasil. Selang beberapa menit ia sudah tak mendengar percakapan itu, yg ada hanya suara derap langkah yg semakin mendekat kearahnya. Namun ia sama sekali tak tertarik untuk melihat kearah datangnya suara itu.

“Kenapa keluar malam-malam eoh ?” tanya Kyuhyun hangat sembari memasangkan mantel untuk Yuri. Lalu ia dekap yeoja itu. tangan kanannya mengalung dengan sempurna mengunci bahu Yuri dan tangan kirinya tepat di perutnya.

Masih belum ada jawaban.Yuri masih diam, membuat Kyuhyun semakin erat memeluknya.

“Seohyun menelpon hanya untuk mengundang ku ke acara ulang tahunnya… dia juga mengundang mu…” ujar Kyuhyun yg mengetahui kenapa Yuri diam seperti ini. Yuri mencoba menggerakan badannya tanda ia tak nyaman dalam posisinya kali ini, tapi Kyuhyun malah semakin erat merengkuhnya dan menempatkan wajahnya di pundak Yuri hingga kedua pipi mereka saling bersentuhan.

“Emh…” hanya itu respon yang Yuri berikan tak lebih.Kyuhyun masih mencoba membuat Yuri berbicara tapi Yuri hanya diam dan selalu mengalihkan pandangannya ketika Kyuhyun menatapnya.

Setelah beberapa saat hanya keheningan yg menyelimuti mereka…

“Haahh …” Yuri membuang napas beratnya.Kyuhyun tahu Yuri masih dalam pikirannya, berbicara saat ini tak tepat waktu pikir Kyuhyun. Lebih baik ia melakukan sesuatu yg dapat membuat yeojanya itu lebih tenang.

“Paris indahkan Kyu… ?” tanya Yuri tiba-tiba. Kyuhyun tersenyum karena akhirnya Yuri berbicara setelah beberapa saat ia bungkam.

“Emh…” jawab Kyuhyun sembari mengeratkan pelukannya, dan tersenyum hangat lebih mendekatkan pipinya pada pipi Yuri.

“Sepertinya aku enggang untuk pulang…” gumam Yuri.

“Ne ?!” Kyuhyun tak mengerti dari kalimat yg baru saja Yuri lontarkan.

“Emh, sepertinya aku tak ingin pulang… aku…” ucap Yuri menggantung, membuat Kyuhyun menunggu dengan penasaran apa yg akan di ucapkan yeojanya itu.

“Aku tak ingin kembali… aku ingin tetap disini …” ujar Yuri lemah.

“MWO ??” kaget Kyuhyun mendengar kalimat itu keluar dari mulut Yuri.

“Kenapa tiba-tiba seperti ini ?eoh ?” tanya Kyuhyun dan membalikan tubuh Yuri agar menghadapnya. Nampak wajahnya menunjukan rasa tak percaya juga sedikit ketakutan. Belum ada jawaban dari Yuri ia masih diam memandang Kyuhyun datar.

“Kalo begitu aku juga ikut …” putus Kyuhyun karena tak juga mendapat jawaban dari Yuri.Tatapan Yuri berubah menjadi sendu.

“Ani… Kau harus pulang …” wajab Yuri lemah sembari menyentuh pipi Kyuhyun hangat.

“Apa-apaan ini ?apa maksudnya ini Yul … ?” tanya Kyuhyun yg mulai menaikan nada bicaranya. Yuri hanya tersenyum perih menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Aku tak bisa terus begini, aku egois Kyu… aku tak bisa melihat mu dengan yeoja lain. Aku ingin merubah sifat buruk ku ini tapi tak bisa… mianhae. Perasaan sakit itu membuat ku tak ingin kau dekat orang lain…terlebih ‘dia’, kurasa… ini lebih baik…” gumam Yuri dalam hati.

“Apa ini karena telepon tadi ?jika iya, itu tak ada apa-apanya, itu tak berarti apa-apa…” ujar Kyuhyun.

“Kau harus tahu, aku tak pernah berhubungan dengannya lagi sejak saat itu …” masih tak ada jawaban dari Yuri.

“Bukan, bukan karena itu Kyu …” sangkal Yuri.

“Lalu ?” tanya Kyuhyun.

“…” Yuri diam.

“Apa karena dokter muda itu …?” tanya Kyuhyun pada Yuri.

“Ini tak ada hubungannya dengan Luhan, Kyu…”

“Lalu ?” tanya Kyuhyun sengit. Kyuhyun menundukan kepalanya, rasa pening yg sudah hilang kini kembali mendera kepalanya. Selanjutnya, ia mulai menatap Yuri lagi, namun kali ini dengan tatapan tajamnya.

“Aku bisa memohon sesuatu ?” tanya Kyuhyun datar, namun tersirat keinginannya. Membuat Yuri menatap Kyuhyun penasaran.

“Tampar aku … jika kau ingin aku benar-benar pergi…”Yuri diam. Sungguh ini juga terasa perih untuk hatinya saat ini.

“Kau tak mampu untuk menampar ku kan ?kau pengecut Yul… jadi benar, ini semua untuk dokter muda itu … eoh ?” ujar Kyuhyun menantang Yuri dan menyimpulkan sesukanya.

Tangan Yuri bergetar hebat.Ia tak mau menampar namja itu, sekali pun ia telah disakiti. Tidak pikirnya. Namun setelah mendengar kalimat itu,

PLAAKK

Suara tamparan itu mendarat pada pipi kiri Kyuhyun.Wajahnya sedikit terhempas dan rahangnya mengeras menahan tamparan itu.

“Itu untuk kau yg telah mengkhianati ku, menghancurkan kepercayaan ku, membohongi ku, dan menduakan cinta yg ku lindungi…” ujar Yuri sedikit berteriak setelah menampar pipi kiri Kyuhyun.

PLAAKK

Suara itu lagi, dan kini tamparan itu mendarat di pipi kanan Kyuhyun.

“Itu untuk kau yg telah membuat ku sakit… tidak hanya sakit di hati yg kuderita, tapi aku juga harus menanggung sakit fisik ku. Dan aku harus menerima fonis dokter bahwa aku cacat pada saat itu…” Kyuhyun tahu ini salahnya, dan ia merasa pantas merasakan itu.

“KAU PUAS ?” kini nada menantang itu terucap dengan lantang dari bibir Yuri. Ia memang menampar Kyuhyun, tapi sungguh jika harus jujur ia tak ingin Kyuhyun pergi. Tapi …

.

.

.

Dan …

CHUP

Untuk tindakan terakhir ini membuat Kyuhyun kaget.Yuri menciumnya, menyentuh bibir itu dengan lembut. Bahkan ia tak ragu untuk menutup matanya, seluruh bibir Kyuhyun di sentuh dengan lembut, hangat juga basah oleh bibir mungil Yuri. Walau hanya untuk beberapa detik tapi hati Kyuhyun benar-benar di buat hangat olehnya.

“Ini untuk kau yg masih mencintai ku sampai sekarang, setia menemani, menjaga dan melindungi ku …” ucap Yuri setelah tautan singkat itu terlepas.

“Aku tahu … aku menampar mu tapi bukan berarti aku ingin kau…” ucap Yuri terputus ketika Kyuhyun memulai permainannya.

Namun setelah itu Kyuhyun memeluk pinggang Yuri agar jarak keduanya tetap terjaga.Ia menarik tengkuk Yuri dan kini Kyuhyun yg mulai permainannya. Sekarang Kyuhyun yg mulai menciumnya dalam, ditengah udara dingin Paris di malam hari tak membuat mereka merasakan dinginnya malam itu. Kyuhyun tak akan dengan mudah melepas Yuri jika sudah seperti ini. semua rasa kini ia curahkan hanya untuk yeojanya itu seorang.

“Dengan mu aku tahu rasa kecewa …”

“Dengan mu aku tahu rasanya sakit …”

“Dengan mu aku tahu rasa hangat yg mengaliri setiap tubuh ku…”

“Dengan mu aku tahu rasa kesepian yg amat menakutkan…

“Dengan mu aku bisa tersenyum …”

“Dan Dengan Mu aku tahu arti mencinta …” ujar Yuri sembari menatap Kyuhyun hangat dengan tangannya yg mengalung pada leher Kyuhyun.

“Dan Dengan Mu aku bisa kembali hidup …” susul Kyuhyun melengkapi kalimat-kalimat Yuri sembari mengeratkan pelukannya pada pinggang Yuri.

“Harus kau tahu, seberapa pun ingin aku pergi… aku tak akan pergi… tak akan…” ujar Kyuhyun menatap Yuri lembut.

“Aku akan bersama mu… camkan itu…” lanjutnya.Sementara Yuri tersenyum hangat.Ia sadar terlalu egois. Pada Kyuhyun bahkan pada dirinya sendiri. Kening dan hidung mereka saling bersentuhan dengan posisi saling memeluk membuat suasana malam dingin di Paris yg sempat dingin akan situasi mencekam beberapa saat tadi kini menjadi suasana hangat, tenang dan nyaman untuk kedua insan itu. ketika Kyuhyun mulai mendekat lagi…

“A-ayo masuk … nanti kau demam lagi…” ujar Yuri menghentikan kegiatan Kyuhyun dan melapas pelukan Kyuhyun malu.

“YA …” pekik Kyuhyun tak terima.Dan suasana hangat itu semakin terasa ketika candaan dan keributan yg mereka buat.Namun berakhir dengan pelukan hangat dari keduanya.Tak ada lagi tangis pilu atau pekikan dan kalimat tajam yg menghujam hati keduanya.

Tanpa mereka sadari dari dua sudut yg berbeda, dua sosok menatap mereka dengan senyuman. Senyuman sang yeoja terlihat tulus menggambarkan ia bahagia untuk dua orang itu –Kyuhyun Yuri-. Dan satu orang yg tersisa, namja itu juga tersenyum, namun sarat dengan senyuman lemah untuk sesaat, tapi untuk detik berikutnya ia tersenyum manis melihat keduanya.Ikut berbagia untuk keduanya –Kyuhyun Yuri-.

 

__++ With You ++__

THE END

Sebenernya amanat yg mau Fan sampein itu, : Menggantikan waktu yg pernah terlewati karena sebuah kesalahan, bentuk tanggung jawab bukan hanya materi. FF “With You” ingin menceritakan bagaimana Kyuhyun menebus kesalahannya pada sosok yeoja yg ia cintai –Yuri-. Dengan selalu bersama.Itu bentuk tanggung jawab yang Kyuhyun gambarkan, karena tanggub jawab secara psikis juga dibutuhkan.Ketika keadaan seseorang tidak hanya memerlukan materi, tapi melainkan bentuk dukungan semangat dengan selalu setia bersama.

Gimana nyampe gk amanatnya ?kalo nyamper syukur, tapi kalo nggak mianhae… mudah-mudahan next story bisa lebih bermakna dan menyenangkan ya … ^^

Fan sengaja mengakhiri ‘WITH YOU’ lebih cepat.Dari pada reader pada penasaran dengan ketidak jelasan cerita absurd yg Fan buat. Haha … selain itu keterlambatan Fan yg amat sangat, dari pada lama publish mending kita akhiri ya gak ? hihi… mianhae untuk kertelambatannya, kegiatan di dunia nyata tak bisa terelakan, selama hampir 1 bulan ini Fan bener-bener gak bisa main di dunia FF. jangankan nulis baca juga jarang, huft bangetlah … hihi. Okeoke cukup sekian cuap2 gk jelasnya ^^

Ini hadiah Fan sebelum Ramadhan … kke, Selamat menunaikan Puasa bagi yg menjalankan… ^^

Fanny akan merasa sangat senang jika reader mau meninggalkan jejaknya … bentuk apresiasi reader terhadap karya seseorang … Be Good Reader, RCL kalian semangat untuk para author loh (bukan Fan aja) … he

So RCL please … Gomawo …

And Good Bye …^^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

47 thoughts on “[Freelance] (Sequel Of Regret) With You Shoot 3 End

  1. Yeyyy akhirnyaa haapyy ending!!^^ selamat menunaikan ibadah puasa jugaa:)
    Oh ya td pas baca sempet berenti, takutnya sad ending. Eh ternyata itu mimppi kyuhyunn fiuuuuhh. Buat bang evil jgn maenin perasaan yuri lg yee. Kapok kan ditinggalin hehehe. Pengen bgt bisa punya kyuhyun yg nedampingingg, ngesupport yuri slaluuu~~
    Buat ff kyuri lg yaa eonni yg romantis sad apalah tp yg pentin happy endingg *eh kkkkk Hwaiting^^

  2. akhirrrnya ini ff udah keluar
    mwooo ?!!! udah selesai ???
    aaaa eonnie… padahal aku berharap sampe dia balik lagi sampe jakarta eh salah korea deh…
    hehehe
    tapi daebak eonnie… bagus bangettttt…

  3. FF yang dibuat sama kamu selalu berisi amanat ga cuma sekedar cerita.. Tadi diawal cerita takut ih kirain bakal sad ending-,- ditunggu ff yang lainnya.. Fightiinngg!!!

  4. wuueeh happy ending :g, kyuri moment nya wow bngt wkwk

    keren deh Kyu nya wkwk😀

    ahh ya selamat bulan Ramadhan juga eonnie ;;)
    lanjutin nulisnya ya eon😉
    fighting!! ;;)

  5. wuueeh happy ending :g, aku kira tadi yul eon emang bakalan pergi ToT
    kyuri moment nya wow bngt wkwk

    keren deh Kyu nya wkwk😀

    ahh ya selamat bulan Ramadhan juga eonnie ;;)
    lanjutin nulisnya ya eon😉
    fighting!! ;;)

  6. Ahhhh!! Aku kira yuri bnran meninggal pas awal2, trnyt kyu cm mimpi.. syukurlah.. *udah deg2an #sigh
    Gr2 mimpiny kyu jd paranoid sendiri yaa, takut klo yuri meninggal.. pdhl walaupun terapiny menyakitkan selama ad kyu pasti yul bakal berusaha.. asal jgn kyu mainin perasaan yuri lg aj, nti bnran ditinggal loh sm yuri..
    Wkt adegan yuri nampar kyu lg2 aku pikir ini couple bakal pisah jgn2, trnyt 2x tamparan yuri buat nyadarin kyu akan kesalahan masa laluny daaannn yg terakhir ciuman biar kyu tau klo yuri tuh slalu ad dsamping kyu mulai skrg.. omoo! So sweetny..

    Romance n fluff nya dpt bgt authornim, aku jd blushing2 sndr bacany.. finally happy ever after buat kyuri! Dtunggu next ff nya y.. hwaiting!

    1. Yup… Kyuppa parno sendiri gara2 mimpinya…
      hahaha Kyuppa gak bakal berani ninggalin Yul eon lagi, udah cinta mati dia.. hi😀

      Gomawo…ahihihi sama Fan juga malu sendiri *mulai gaje* … Iya semoga masih bisa nulis ya chingu …

      Gomawo chingu-ya udah tinggalkan jejak … ^^

  7. omegat, ni epep ngejebak, kirain Yul eon beneran gak ada trus mereka putus, ternyata enggak syukurlah🙂 KyuRi Jjang!! eon bikin epep KyuRi lagi waktu pertemuan pertama mereka. ,jebal !!!

  8. waah sangat bgus bnget ceritanya chingu ^^
    iia amanat d ff ini bgus bnget ^^
    kyu bnger” beri waktu dia buad yuri..
    aq suka bnget..
    aq bngung mau comment apa lagi..heheh
    d tunggu ff mu yg lain yaa chingu ^^

  9. Selamat menunaikan ibadah puasd jga fan eonn..
    Hem q nyampe kok,tpi kurang.ada sdkit gantung,blum tau ahir kshatan yuri gmana.butuh sequel tambahan ni.

    nd q jga gak mw pisah ma ff ini ;-(

  10. Annyeong eonni akhirnya publish juga ffnya so sweet banget yul eon sma kyu oppa nya dikirain yul eon nya meninggal tpi untung nya cuma mimpi pokok nya daebak deh ffnya ditunggu ya eonni ff yg lain nya
    Keep on writing eonni
    Fighting eonni ^_^

  11. Selamat menunaikan ibadah puasd jga fan eonn..
    Hem q nyampe kok,tpi kurang.ada sdkit gantung,blum tau ahir kshatan yuri gmana.butuh sequel tambahan ni.

    nd q jga gak mw pisah ma ff ini ;-( buat lagiiiii

    1. Iya sama2 …🙂
      gantung ya ? tambahan ? belum ada ide nya saeng … kke kalo masih bisa nulis, mungkin2 aja … he
      waeyo ? KyuRi nya udah happy kok … hihi😀
      semoga masih bisa nulis ya saeng …🙂

      Gomawo saengi udah tinggalkan jejak … ^^

  12. Lucu skali…tadinya yuri yg dirawat kyuhyun,,tpi skrg mlah sebaliknya hahaha…sempat tegang ketika kyuhyun telah menjawab telpon seohyun,aq kra kyuri akan segera berpisah.tpi dugaanku salah.lanjutin ya chingu critanya sampai kyuri menikah!!pkok.y ff author fanny sngat hebat.hwaithing!^^

  13. ANNYEONG ALL …
    udah lama ini Fan gk sapa2 … hihi
    mumpung week end + alhamdulillah ada waktu jadi Fan bisa sapa chingu-deul, eonni deul + saengi deul(?) … hihi😀

    Gimana With You nya ? haha… rata2 pada takut bacanya ya … ? hi
    Semoga masih pada suka deh ma FF absurd nya Fan, walau telat .. hi😀
    Kalo ada yg bingung masalah kesembuhan Yuri, Fan serahin sama reader deh sisa nya… buat selanjutnya reader bisa tentuin sendiri … hihi😆

    semoga last shoot nya with you bisa ngehibur ya, buat nemenin reader semua…
    bagi yang hari ini start puasa, kita figthing ya … hihi *hari pertama itu sesuatu bgt*😆

    last word, THANK’S TO ALL GOOD READER … LOVE YOU SO MUCH❤🙂
    MIDAH EONNI GOMAWO … masih mau nampung FF absurd nya Fanny … ^^ saranghae❤ … hihi😀

  14. Waduuuhh dikira yuri beneran meninggal..ternyata mimpi buruk aja yaa..untunglah yuri berhasil ngejalanin terapi nyaa..legaa deh kyuhyun..diakhir akhir yuri timbul juga tuh cemburunya ama seo..hahahaha..takut kehilangan kyu lagi yaa..aahhh couple ini kapan yaa ketangkep dating bareng..kalo jadi kenyataan..semoga banyak yang respect sama mereka..yeeee

  15. Woahh~ Fanny-chan, udh the end aja?🙂
    bt gpp-lahh, yg penting kan happily ever after ya?
    Duhh~ maaf ya Fan, mgqn kalo kmu gak ngasih note soal hikmah apa yg bisa diambil dr kisah ini, mgqn eonnie gak bakal mikir. Soal’x trllu fokus sama lika-liku kisah’x KyuRi. Bt kaka setuju sama pemikiran kmu soal tanggung jwb.
    Kali ini gak bnyk comel eonnie’x🙂 kmu psti udh tau alesan’x? Smw ini trllu cakep buat dijabarin satu/satu. Inti’x eonnie sngt menikmati tulisan kmu, meskipun kmrn pas regret bener2 nguras aer mata. Yg kali ini biarpun ada ingatan soal masa lalu yg suka bkin sedih, bt kenyataan’x Kyu beneran menyesali prbuatan’x dlu.
    Smoga kmu msh smpat & pnya wktu disela kesibukanmu yaa~ buat ttep menulis & membahagiakan readers dgn tulisan2mu yg sarat makna ^^ ttap smangat & sllu bersinar ..

  16. Aaaaaaaa
    kenapa q selalu terlambat kalau ada ff baru yang dipost

    q beneran mikir yuri meningal,g taunya cuma mimpi kyu aja

    so…..
    Siapa yang ngintip mereka ber 2 ?
    Kalau yang cwek mungkin Boa,yang cwok apakah luhan?

  17. mian mian Mian eon ak bru koment😦 , . . Kyaaa kyuri happy end🙂 asyik (y) ,, keren ff nya >3 aku suka yg romantis2 kek gtuh😀 . .

    Eonni d tggu FF slanjutnya yah , Fighting !! Oh iya slamat menunaikan ibadah puasa Jga mga puasa Kta d trma oleh Allah aamiin

  18. Aku kira pas di awal tadi yul eoni nya meninggal bneran ehh syukur gajadi, bgus ff nya author bner-bner hbat salut sama author🙂
    ditunggu ff slanjutnya dan salam kenal dari reader baru😀

  19. Huaaa akhirnya mereka bahagia haha hampir kaget pas kyu mimpi yurinya meninggal fiuh ternyata cuma mimpi, kaget juga pas yuri nampar kyu tapi akhirnya mereka bisa bersatu lagi, keren thoorrr *thumbs up*

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s