Posted in Angst, Family, Hurt, Marriedlife, Romance, Sad

Truth Is Hurt Clip 5

Truth Is Hurt Clip 5

Author :

Lee Midah

Cast :

Lee Donghae || Kwon Yuri / Lee Anna || Wufan Kris

Lee Haeri || Park Hyoyoung Oc

Subcast :

Choi Siwon || Im Yoona

R + 16 || Lenght Multichapter || Genre Angst Sad Love, Hurt Romance

Disclaimer

Cerita Pure milik Author sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita ini muncul dengan tiba – tiba diotak author. So Just for Fun!!! ^.~

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

Preview :

“ Dia bukan Anna, Dia Yuri. Kwon Yuri “, gumam Kris.

Kris pun mengambil ponselnya lalu mendial nomor seseorang yang sepertinya sudah akrab sekali dengannya. Setelah terdengar suara diseberang sana Kris memasang wajah serius sebelum mengatakan

“ Aku punya pekerjaan untukmu “,

= Clip 5 =

Donghae dan Anna terlihat cemas menunggu hasil pemeriksaan dari Dokter tentang keadaan Haeri di rumah sakit Seoul. Mereka berharap Haeri baik – baik saja dan dapat disembuhkan. Saat keluar dari ruangan Dokter langsung berjalan ke arah Donghae dan Anna.

“ Apa kalian orang tuanya? “, tanya Dokter.

“ Neh, bagaimana hasilnya Dok? “, jawab Donghae dengan raut wajah penasaran dan cemas yang bercampur aduk.

“ Hmm… keadaan Haeri tidak begitu parah, karena kanker yang dia derita masih stadium awal. Kita bisa mengupayakan dengan pengobatan yang akan menghambat kankernya, jika pengupayaan itu berhasil besar kemungkinan kangkernya bisa disembuhkan “, tutur Dokter membuat Donghae dan Anna menghela nafasnya lega.

“ Terima kasih , Dokter “, Dokter itu tersenyum sebelum meninggalkan Anna dan Donghae.

“ Syukurlah Haeri tidak apa – apa “, gumam Anna yang langsung dipeluk oleh Donghae.

“ Neh, kajja kita lihat dia “, Anna mengangguk lalu masuk bersama Donghae.

“ Omma… Appa… “, lirih Haeri yang melihat kedua orang tuanya datang.

“ Haeri-ah, Gwenchana? Apa kau merasakan sakit? “, tanya Anna khawatir, Haeri menggelengkan kepalanya.

“ Haeri-ah, jika kau merasa pusing atau sakit kau harus mengatakannya pada Appa dan Omma, Arraseo? “, tegur Donghae lembut.

“ Mianhae membuat Appa marah dan Omma menangis “,

“ Appa tidak marah Haeri-ah, Appa hanya khawatir. Appa tidak ingin kehilanganmu “, Donghae mengusap rambut Haeri lalu mencium keningnya.

“ Omma juga menangis bukan karennamu, tapi Omma sangat cemas “, Anna mengusap air matanya lalu tersenyum pada Haeri.

“ Aku sayang Omma dan Appa “, ucap Haeri membuat Donghae dan Anna tersenyum dengan kepolosannya.

Tak berapa lama Siwon dan Yoona pun datang menjenguk Haeri di rumah sakit, mereka merasa lega dengan keadaan Haeri yang membaik dari Donghae.

“ Anna, kau pasti sangat khawatir? “, tanya Yoona pada Anna yang masih duduk disamping Haeri,

“ Ibu mana yang tidak khawatir melihat puteri mereka terbaring dengan penyakit yang berbahaya “, jawab Anna mengusap tangan Haeri lembut.

“ Neh, aku tahu bagaimana rasanya karena aku juga seorang ibu “, sahut Yoona memegang pundak Anna.

Donghae dan Siwon yang berdiri didepan pintu mendengar ucapan Yoona dan Anna yang membuat Donghae merasa bersalah.

“ Sepertinya Anna sangat mencintai Haeri “, ujar Siwon membuat Donghae terdiam.

Siwon menoleh pada Donghae yang masih menundukan kepalanya, dengan pikirannya sendiri.

“ Donghae, yang ku khawatirkan jika ingatan Anna kembali apa yang akan terjadi pada Haeri? Apa kau sudah memikir bagaimana kau memberitahunya nanti? “, tanya Siwon membuat Donghae menghela nafasnya berat seakan melebaskan beban yang sedang menyerang hatinya.

“ Molla, aku tidak dapat berpikir. Melihat keadaan Haeri membuatku sulit berpikir apa yang akan terjadi nanti. Haeri sudah tergantung pada Anna, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya nanti “, gumam Donghae sambil mengusap wajahnya frustasi.

“ Semua ini sulit diperkirakan “,

Siwon dan Yoona pun pulang meninggalkan Donghae dan Anna yang masih menunggui Haeri. Mereka berharap masalah Donghae, Anna dan Haeri bisa terpecahkan.

“ Aku merasa Anna itu Ibu kandung Haeri “, ucap Yoona membuat Siwon menoleh.

“ Aku bisa merasakan naluri seorang ibu saat anaknya sakit keras, aku bisa melihatnya dari sorotan mata kekhawatirannya “, tutur Yoona.

“ Mungkinkah dia Anna? “, tanya Yoona.

“ Yoong, kita melihat sendiri kan pemakaman Anna saat itu. Kau bahkan pingsan tidak tahan melihat kepergiannya “, ujar Siwon membuat Yoona mengangguk.

“ Apa yang akan terjadi pada Donghae dan Haeri saat Anna mengingat masa lalunya? “,

“ Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka “, Siwon pun kembali melihat kearah depan.

“ Semoga saja “, gumam Yoona setuju.

= Clip 5 =

Seorang pria menyerahkan sebuah amplop cokelat pada Kris di kantornya, dia pun mendapatkan uang setelah pekerjaannya selesai.

“ Jika anda membutuhkan tenagaku lagi, anda tinggal menelepon saya “, ucap pria itu sambil tersenyum kearah Kris yang menatap kearahnya.

“ Geurae, jika aku ingin aku akan langsung menghubungimu “, orang itu pun langsung pergi keluar dari ruangan Kris.

Kris pun mulai membuka isi dari amplop cokelat itu. Dia mengeluarkan beberapa kertas juga beberapa foto dari dalamnya. Kris mulai membaca setiap kertas dengan seksama tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Terlihat raut kekecewaan diwajah tampannya yang langsung mengerutkan keningnya.

“ Choi Anna? “, gumam Kris lalu meneruskan membaca isi data itu.

“ Tanggal lahirnya sama dengan Yuri, 5 December namun dia tumbuh di sebuah panti asuhan sejak kecil. Dan setelah dewasa dia menikah dengan pria bernama Lee Donghae “, Kris menatap sebuah foto dimana Anna atau gadis yang menurutnya Yuri tersenyum bahagia dengan gaun putih dan dipeluk oleh Donghae.

“ Apa aku salah? Apa mungkin mereka hanya mirip? “, gumam Kris.

“ Tapi mengapa aku merasakan jika dia itu Yuri, Yuriku “, Kris menatap foto Anna lainnya yang tersenyum bersama gadis yang mirip dengannya.

“ Gadis ini? Bukankah dia gadis yang pernah aku temui dan kukira dia adalah Yuri? “, Kris mengerutkan keningnya lagi memperhatikan foto Yoona dan Anna .

“ Mereka saja mirip, apa ini sebuah kebetulan? “,

Tiba – tiba saja pintu ruangan Kris terbuka dan menampakkan sosok Hyoyoung yang masuk tanpa mengetuk pintu. Sontak Kris membereskan semua data tentang Anna dan mencoba memasukannya kembali kedalam amplop cokelat. Hyoyoung menatap aneh pada tingkah Kris yang tidak biasanya.

“ Apa yang kau sembunyikan itu Oppa? “, tanya Hyoyoung menyelidik.

“ Anio, bukan apa – apa. Hanya berkas kerjaan. Ada apa kau kesini? “, tanya Kris mencoba bersikap biasa.

“ Jinjja? “, Hyoyoung terlihat tidak percaya namuan dia mencoba untuk tidak terlihat ingin tahu.

“ Aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja. Aku rasa pekerjaanmu tidak sedang sibuk hari ini kan? “, Kris mengangguk, setuju tanpa berpikir.

“ Geurae, tapi ada yang harus aku urus dulu. Kau bisa belanja dan pukul 1 siang kita bertemu di restoran biasanya “, Hyoyoung merasa aneh karena Kris langsung menyetujuinya, dia pun tersenyum memperlihatkan kesenangannya.

“ Kalau begitu aku akan belanja dulu, sampai jumpa nanti siang “, Hyoyoung menghampiri Kris lalu mencium pipi Kris tapi matanya masih menatap amplop yang berada diatas meja Kris. Setelah Hyoyoung keluar Kris pun mendesah lega, dia tidak ingin melihat kekecewaan pada Hyoyoung lagi setelah kejadian di Jeju.

Hyoyoung memperhatikan Kris yang baru saja keluar dari ruangannya untuk bertemu kliennya. Setelah yakin Kris pergi dengan diam – diam dia masuk lagi ke ruangan Kris dan mulai mencari amplop yang sempat dilihat Kris tadi namun sepertinya Kris sudah menyimpannya. Hyoyoung mencari di laci – laci meja Kris sampai akhirnya dia menemukannya di laci paling bawah. Sambil melihat kanan – kirinya dia membuka amplop itu dan wajahnya merasa kaget sekaligus sedih.

“ Jadi dia masih penasaran dengan gadis itu sampai – sampai dia mencari tahu tentangnnya? “, Hyoyoung tersenyum tidak percaya semua data didalam amplop itu tentang Anna, gadis yang memiliki wajah yang sama dengan Yuri.

“ Sialan kau Kris! “, maki Hyoyoung kesal lalu memasukan kertas juga foto kedalam amplopnya lagi.

= Clip 5 =

Anna melihat Donghae yang sedang bertelepon di depan kamar Haeri, Donghae terlihat serius karena itu mengenai pekerjaannya dalam pembangunan yang sedang dia tangani.

“ Sepertinya tidak bisa karena anakku masih di rawat, mungkin besok aku akan kesana “, ucap Donghae.

Anna mendekati Donghae yang baru saja menyelesaikan teleponnya dan menyimpan ponselnya kembali di sakunya. Anna memegang bahu Donghae membuatnya menoleh.

“ Ada apa? “, tanya Anna.

“ Anio, hanya urusan proyek, tapi tidak apa – apa “, jawab Donghae.

“ Jika pekerjaanmu sangat penting, pergilah, biarkan aku yang menjaga Haeri kau tidak usah mencemaskannya “, Anna mengusap dada Donghae sambil tersenyum menatap suaminya itu.

“ Tapi… “

“ Tidak ada tapi – tapian, jika terjadi sesuatu dengan Haeri aku pasti akan langsung menghubungimu “, Donghae terlihat ragu namun Anna mencoba meyakinkannya karena Donghae terlalu sering tidak masuk kerja.

“ Pergilah “, ucap Anna lembut yang akhirnya membuat Donghae yakin untuk pergi bekerja.

“ Baiklah, tapi ingat kau harus memberi kabar padaku tentang Haeri. Arra? “, Anna mengangguk lalu mencium bibir Donghae lembut.

Donghae sempat kaget dan membeku sejenak, namun dia menyadarkan dirinya dari kekagetannya dengan cepat.

“ Hati – hati, Donghae “, ucap Anna saat Donghae selesai mencium kening Haeri dan beranjak keluar dari ruangan inap Haeri.

Anna kembali dari ruangan Dokter setelah Dokter mengijinkan Haeri untuk pulang, dengan senyum mengembang Anna mendapati Haeri yang sedang duduk di tempat tidurnya.

“ Haeri-ah, kau sudah bangun? “, tanya Anna membuat Haeri mengangguk.

“ Kau tahu ada kabar baik, kau bisa pulang hari ini! “, seru Anna membuat mata Haeri melebar sambil tersenyum.

“ Jinjja Omma? “, Anna mengangguk dan Haeri langsung memeluk leher Anna dengan tangan mungilnya.

“ Kau senang Haeri-ah? “,

“ Neomu neomu haengbokae “, Anna semakin melebarkan senyumannya lalu membereskan pakaian Haeri yang bersiap – siap untuk pulang.

“ Omma, aku ingin makan es krim “, pinta Haeri saat keduanya naik taxi.

“ Boleh kan Omma? “, bujuk Haeri dengan puppy eyesnya membuatnya semakin cute dengan tangannya saling mengepal.

“ Kau sangat menginginkannya? “, tanya Anna dan Haeri menganggukan kepalanya berkali – kali.

“ Geurae, tapi jangan terlalu banyak karena kau baru sembuh “, Senyum Haeri mengembang dan diapun langsung mencium pipi Anna membuat Anna tersenyum bahagia.

Aku merasa beruntung memiliki hidup sempurna. Suami yang baik dan anak yang lucu. “, pikir Anna.

Anna dan Haeri berhenti di depan sebuah restoran, mereka melangkahkan kakinya masuk sambil tersenyum bahagia. Anna membantu Haeri duduk dan dia pun memesan es krim vanilla untuk Haeri dan cokelat ditaburi almond untuk dirinya setelah itu mereka menunggu sambil bersenda gurau.

= Clip 5 =

Kris menjemput Hyoyoung yang baru selesai belanja, mereka pun mulai berjalan menuju sebuah restoran. Hyoyoung tidak bersikap manja seperti biasanya dia lebih banyak diam dari pada bicara. Kris merasa aneh dengan sikapnya namun dia tidak mengucapkan apapun.

“ Apa yang ingin kau pesan? “, tanya Kris pada Hyoyoung.

“ Seperti biasa, kau tahu kan apa yang suka Oppa? “, sahut Hyoyoung membuat Kris menatapnya.

“ Jangan bilang kau tidak tahu apapun tentangku? “, tanya Hyoyoung membuat Kris terdiam, Hyoyoung tersenyum menahan rasa marahnya.

“ Omma! Aku ingin rasa cokelat dan almond milik Omma “, suara seorang anak terdengar membuat Kris langsung menoleh.

“ Cokelat almond? “, bisiknya sambil mengedarkan pandangannya keseluruh restoran, Hyoyoung menatap gelagat Kris, dia pun mengikuti arah pandangan Kris.

“ Geurae, makanlah! “, suruh gadis yang dipanggil Omma yang ternyata adalah Anna.

“ Yuri? “, gumam Kris dan Hyoyoung bersamaan namun pelan sehingga mereka tidak saling mendengarnya.

Kris menatap keceriaan Anna yang sedang menyuapi Haeri, Hyoyoung menatap Kris yang masih memandangi Anna dan Haeri. Emosinya naik sampai – sampai Hyoyoung pergi meninggalkan Kris namun Kris tidak menyadarinya karena terlalu asyik memandangi Anna.

“ Jika saja Yuri masih ada, mungkin kami juga akan bahagia sekarang “, gumam Kris, Kris seakan tersadar dengan Hyoyoung namun saat menoleh Hyoyoung sudah tidak ada di tempatnya.

“ Kemana dia? “, heran Kris.

“ Ajushii!!! “, seru Haeri saat melihat Kris membuat Kris menoleh.

“ Ajushii? “, heran Anna menoleh kearah Kris.

Mata Anna bertemu dengan Kris, mereka terpaku satu sama lain selama beberapa detik membuat Haeri menatap keduanya bergantian.

“ Omma! “, suara Haeri menyadarkan Anna membuat Anna menghetikan aksi tatap menatapnya.

“ Neh “, sahut Anna, Kris pun langsung sadar dan berdiri sambil tersenyum ke arah Anna dan Haeri.

Ketiganya duduk di mobil Kris karena Kris menawarkan untuk mengantar mereka pulang. Haeri duduk dipangkuan Anna sambil menatap kagum jalanan kota. Kris mencuri – curi pandang ke arah Anna yang tersenyum dengan celotehan Haeri.

“ Mianhae tentang di pulau Jeju “, sesal Kris mencoba berinteraksi.

“ Neh?! Ah… tentang kau salah orang? Gwenchana. Aku mengerti “, jawab Anna dan Kris menganggukan kepalanya.

“ Apa gadis yang mirip denganku itu orang yang sangat penting untukmu? “, tanya Anna penasaran membuat Kris langsung menatapnya.

“ Yuri, namanya Kwon Yuri. Dia bukan hanya penting untukku tapi dia adalah belahan jiwaku “, jawab Kris sambil tersenyum menatap jalanan depannya.

Mendengar hal itu Anna merasa ada sesuatu yang tiba – tiba muncul dibenaknya tapi semua itu masih blur dan tidak jelas. Anna menggelengkan kepalanya berulang – ulang mencoba menghilangan bayangan – bayangan itu didalam kepalanya karena takut berdampak buruk untuk kondisinya.

“ Waeyo? Gwenchana? “, tanya Kris melihat tingkah Anna.

“ Gwenchana, aku hanya merasa sedikit pusing saja “, jawab Anna mencoba tersenyum.

“ Haeri juga kelelahan sampai dia tertidur sangat pulas “, gumam Anna membuat Kris menatap gadis kecil dipangkuan Anna.

“ Kalian sangat mirip sekali dan dia anak yang baik “, ucap Kris membuat Anna mengusap Haeri sambil tersenyum.

Kris pun berhenti di rumah Donghae dan dia membantu Anna menggendong Haeri yang masih terlelap masuk.

“ Mianhae, merepotkanmu Kris-ssi “, sesal Anna yang merasa tidak enak.

“ Gwenchana, lagi pula Haeri sangat ringan. Dimana kamarnya? “, Anna menunjukkan kamar Haeri dan dengan hati – hati Kris membaringkan Haeri di tempat tidurnya.

Anna mengikuti Kris keluar setelah menyelimuti Haeri, dia mendapati Kris sedang menatap foto pernikahannya bersama Donghae.

“ Kau mau minum? “, tanya Anna membuat Kris menoleh.

“ Boleh, jika tidak merepotkan “,

“ Tentu saja tidak. Kau sudah mengantar kami dan membantu membawa Haeri ke kamarnya “, Anna tersenyum, bagaimana Kris tidak merindukan senyum itu. Senyum yang sama dengan Yuri.

“ Mengapa kalian begitu mirip? “, bisik Kris pelan, dia pun terduduk sampai Anna kembali dengan secangkir teh ditangannya.

“ Aku membawakanmu teh. Apa kau suka? Teh sangat baik untuk tubuhmu, apalagi saat kau lelah “, Kris terpaku dengan ucapan Anna bagaimana mungkin ucapannya dan Yuri sama persis.

“ Kris-ssi, waeyo? “, tanya Anna dan Kris menggelengkan kepalanya.

“ Anio, Gwenchana “, Kris pun meneguk minumannya, dia kembali teringat teh buatan Yuri yang hampir terasa sama dilidahnya.

Apa karena aku merindukan Yuri, sehingga menganggap Anna sebagai Yuri, bahkan teh buatan mereka pun terasa sama dilidahku “, batin Kris.

“ Sepertinya aku harus kembali ke kantor “, pamit Kris.

“ Geurae, kalau begitu gomawo dan mianhae telah merepotkanmu “, ujar Anna dan dia pun mengantarkan Kris keluar dari rumahnya.

“ Aku mungkin sudah gila “, ucap Kris menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Yuri.

= Clip 5 =

Anna menatap dirinya di cermin, dia menyisir rambutnya lembut sambil tersenyum kearah cermin didepannya. Tiba – tiba Anna melihat raut wajah bayangannya berubah dicermin. Wajahnya yang berawal terlihat sangat sedih namun perlahan berubah dan mulai menampakan senyuman, senyuman bahagia. Anna mengerutkan keningnya heran, saat tangannya hendak menyentuh cermin itu sebuah suara memanggilnya.

“ Anna! “,

Anna menoleh dan mendapati seseorang menggerakkan tubuhnya, dia pun membuka matanya dan menemukan Donghae yang baru pulang bekerja.

“ Anna, kalian sudah pulang? Mengapa kau tidak mengabariku? “, tanya Donghae duduk disamping Yuri sambil melonggarkan dasinya.

“ Aku hanya tidak ingin mengganggumu, makanya kami ingin memberi kejutan tapi aku malah ketiduran. Haeri, juga baru selesai minum obat dan tidur “, ujar Anna dan Donghae menganggukkan kepalanya.

“ Kau ingin mandi atau makan terlebih dahulu? “, tanya Anna membawa jas dan tas Donghae.

“ Aku ingin mandi karena badanku sangat lengket dan lelah “, Anna meninggalkan Donghae dan menyiapkan air hangat untuk Donghae.

Setelah selesai Anna berjalan melewati cermin, dia menatap bayangannya seperti di mimpinya.

“ Apa arti dari mimpi itu? “, gumamnya mengarahkan tangannya menyentuh cermin.

“ Kau sedang apa, Anna? “, tanya Donghae membuat Anna menoleh kaget, Anna menatap Donghae yang toples dengan handuk melingkar di pinggangnya,

Tiba – tiba pipinya bersemu merah dan menunduk malu. Donghae yang melihat Anna menyadari keadaan dirinya.

“ Oh aku mau mandi, kau bisa keluar “, pinta Donghae dan Anna menganggukan kepalanya dan keluar sambil menutup pintu kamar mandi.

“ Mengapa aku merasa malu melihat tubuhnya? Seharusnya aku tidak seperti ini karena aku sudah melihat semuanya kan? “, Anna mengibaskan tangannya didepan wajah seakan mengipasi kulit wajahnya yang terasa panas.

“ Aish! Mengapa aku ceroboh sekali? Mungkin saja Anna tidak pernah melihat seorang pria yang toples? “, Donghae menjambak rambutnya sambil merasakan air hangat diseluruh tubuhnya.

Setelah selesai Donghae mendapati Anna yang sedang menyiapkan makanan dan meletakannya diatas meja. Donghae memakai kaos putih dengan celana piyamanya, dia pun duduk di kursi dan Anna langsung memberinya semangkuk nasi. Donghae mulai merasa Anna semakin mahir dalam memasak, dia sangat cepat dalam belajar sesuatu. Anna memandangi wajah Donghae yang terlihat tampan dan bersih setelah mandi bahkan bau sabunnya masih tersium segar ditubuh Donghae, dia memperhatikan semua bagian wajah pria itu sambil tersenyum.

Dia sangat tampan sekali “, batin Anna, Donghae yang merasa di perhatikan menatap Anna yang tersenyum padanya.

“ Wae? Mengapa kau menatapku seperti itu? “, tanya Donghae membuat senyuman Anna semakin lebar.

“ Kau sangat tampan “, puji Anna membuat Donghae tersenyum.

“ Apa kepalamu baru terbentur? Bukankah sejak dulu aku memang tampan? “,canda Donghae membuat Anna terkekeh.

“ Neh, aku terbentur sehingga aku menerima lamaran untuk menjadi isterimu “, jawab Anna membuat senyuman Donghae memudar.

Anna menyadari perubahan wajah Donghae, dia menatap heran wajah Donghae yang terlihat sedih.

“ Waeyo? “, tanya Anna membuat Donghae menatapnya.

“ Anio, Gwenchana “, Donghae memasukan makanannya lagi lalu mengunyahkan pelan.

Donghae merasakan pelukan saat dia mencuci semua piring kotor karena dia tidak ingin Anna terlalu lelah setelah menyiapkan semua keperluannya. Donghae menyelesaikannya lalu berbalik menatap Anna yang tersenyum padanya.

“ Istirahatlah Anna! Kau pasti lelah “, Donghae memegang kedua bahu Anna sambil menatapnya intens.

Anna mengalungkan tangannya dileher Donghae, dia pun mencium bibir Donghae lembut, memancingnya untuk mengikuti apa yang dia lakukan. Donghae ingin menghindar namun godaan itu terlalu sulit untuknya. Donghae mendorong tubuh Anna, menyudutkannya dengan memegang kepala Anna dan tangan satunya memeluk pinggang Anna. Donghae rindu akan moment itu. Sedangkan Anna menikmati semua sentuhan Donghae. Mereka berciuman sambil berjalan menuju kamar mereka. Donghae sudah tidak bisa berpikir, semuanya blur yang ada hanya gairah dan hasrat yang selama beberapa tahun ini dia pendam. Anna mulai membuka kaos putih Donghae membuat tubuh Donghae terekspos, Donghae memasukan tangannya kedalam baju Anna dan membuatnya semakin ingin merasakan lebih. Anna menggulung tangannya di rambut Donghae dan menegakkan kepalanya keatas saat Donghae mencium lehernya, membuat Anna merasakan geli.

“ Aku mencintaimu, Donghae “, bisik Anna.

“ Aku mencintaimu, Ann… “, Donghae terdiam dia menghetikan apa yang dia lakukan lalu menatap Anna yang menatapnya bingung.

“ Waeyo? “, bingung Anna.

“ A… anio, hanya saja tiba – tiba aku merasa ngantuk dan ingin istirahat. Mianhae Anna “, Donghae mengangkat tubuhnya dari Anna yang terlihat kecewa.

“ Apa kau sudah tidak menginginkan aku? “, tanya Anna membuat Donghae menatapnya terkejut.

“ Anna, bukan seperti itu. Aku hanya lelah, itu saja “, Donghae mencoba meyakinkan.

Anna membalikkan tubuhnya membelakangi Donghae, semua alasan Donghae untuk menolaknya membuatnya merasa tidak di inginkan.

“ Aku menginginkanmu, sangat. Tapi aku lelah, aku mohon kau mengerti “, bisik Donghae memeluk Anna dan mencium puncak kepalanya, Anna hanya diam dan menutupkan matanya untuk tidur.

Donghae semakin mempererat pelukannya dan mengikuti Anna menutup matanya untuk beristirahat.

= Clip 5 =

Hyoyoung menunggu seseorang di mobilnya, terlihat seorang pria menghampirinya dan masuk ke mobilnya.

“ Kau sudah dapat? “, tanya Hyoyoung, pria itu menyeringai sebelum menunjukan sebuah amplop cokelat.

“ Bagus, ini bayaramu! “, Hyoyoung menyerahkan setumpuk uang pada pria itu, pria itu tersenyum sambil mencium tumpukan uang itu.

“ Jika kau ingin apapun , katakana saja padaku “,

“ Untuk sekarang cukup! Pergilah! “, Hyoyoung mengusir pria itu dan pria itu pun keluar dari mobilnya.

Dia membuka amplop itu dan mulai membaca setiap isinya, memahaminya dan matanya membulat kaget saat mendapati sebuah catatan yang tidak bisa ia percaya.

“ Apa maksudnya ini? “,

To Be Continue….

Akhirnya setelah berbulan – bulan, ada kesempatan juga buat lanjutin. Mian ya readers yang sudah menunggu lama soalnya aku baru sempet. Moga suka dengan ceritanya ya ^_^ Keep RCL ok🙂

 

 

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

29 thoughts on “Truth Is Hurt Clip 5

  1. Yay ini lanjutan akhirnya dateng juga hehehe sampe lupa gimana ceritanya, daebak bikin penasaran ditunggu lanjutannya eon jangan lama2😀

  2. ah kasihan semua..
    Pengennya sih YulHae tapi Kris dikemanain??
    Kayaknya nih ya, Yul-eon juga udah suka tuh sama Hae-ppa
    Jadi pilihan saya YulHae aja deh #gakadayangnanya

    eon, saya tunggu next partnya
    fighting!!

  3. waah makin seru bnget niih ceritanya🙂
    yaa ampun kris dh mulai curiga sama kesamaan anna ma yuri..
    aq pnasaran siapa yg bakal d pilih yuri klo dia dj ingat suanya..donghae pha kris yaa..
    hmmm..d tnggu yaa eon next part nya🙂

  4. Akhirnyaaa ni ff lanjut jugaaa..berbulan bulan nunggu lanjutannya dan puas bgt sama lanjutan ceritanya ini..kris lagi nyoba yakinin dirinya klo yg dia liat itu bukan yuri tapi memang anna..donghae kasian dia,, semakin terbebani sama kebohongan yg dia buat..yaa meskipun dia bohong demi kebaikan toh tetep aja salah yaa kaan..aduuuhh sebenarnya apa sih hubungan yuri sama anna..apa mereka itu memang sodara kembar yg terpisah waktu kecil..kalaupun nnti ingatan anna dan semua kebenarannya terungkap semoga aja anna/yuri lebih milih donghae..ahahahaha..mian kriss

  5. Wah ni ff muncul lg, saya sempet bgung pas bca judulnya ,ech ternyata ni ff lama,hehe
    hadew cewet next partnya ya eonn..

  6. Yulhae or krisyul ..

    Akhh itumah terserah sama authornya hehe .. Mau ikutin jalan ceritanya aja sampai akhir ..

    Jadi next chapternya bener2 di tunggu ..🙂❤

  7. Annyeong eonni akhirnya publish juga
    pokoknya daebak banget deh ffnya eonni jdi
    penasaran gimana kelanjutannya
    ditunggu ya eonni next chapternya jgn lama-lama eonni ^_^
    Keep on writing eonni
    Fighting!

  8. Wua makin seruu..
    Berharap yuri balik sama kris😀 kalo tetap sama bang donghae ceritanya malah jdi mirip kdrama.. *lupajudulnya*
    tapi whateverlah, mau bang hae atau kris tetap suka ff ini..
    Fighting,eonni!!

  9. Aaahh, midah eonni!!! Akhirny lanjutan ff ini dipublish jg.. suka suka suka!!! #sambilteriak

    Aku masih bingung mau milih antara haeppa atau kris, abis suka dua2ny sih.. tp pas baca aku koq lbh condong ke haelpa y, kasian haeri kl9 ditinggal yuleon.. tp kalaupun yuri milih hae, kris g boleh sm hyoyoung!! #maksa
    Kyany hyoyoung jahat deh, dia pasti pny rencana ngejauhin yuri sm kris.. itu catatan ap yg diliat hyoyoung yg bikin dia kaget?? Penasaraann sm lnjtanny eonni..

    Ur ff is soooo daebaakk.. neomu neomu joahe.. please update soon y midah eonni, dont be so long.. hehehe.. fighting!

  10. Cant choose between krisyul or yulhae…
    Poor kris..he miss yuri so much..
    As well as donghae,he miss anna so much..
    Its yuri will fall in love with donghae?
    Its hyoyoung already know anna is yuri??
    Hope hyoyoung will not harm yuri..
    I hope yuri will be back with kris though..
    Thanks for updated^^
    Cant wait for next chap^^

  11. Aq nunggu2 bgd FF ini. Akhirnya dilanjut. Sbnernya cukup penasaran apa anna n yuri punya hubungan ya. Apa mrka saudara kembar yg terpisah. Hmm maybe. Ommo donghae…hampir saja nyaris saja keke tapi udah terlanjur dapat chemistry YulHae di FF ini. kriss relain yuri aja ya axixixix

  12. Kyaaaa….. *teriakhisteris*plakk keren unn…. Mkin dilema antra krisyul atw yulhae… Tp feel’a lbih dpt yulhae klo mnrt q… Okelah next part slalu dtnggu unn…🙂

  13. hmpir lpa am critanya yg laluu.untung ad preview nya jdi bsa d ingat”.coz postnya lma bngett😦
    but….syukurlahh kanker haeri bru stadium 1 smoga kankernya bsa d smbhkan#Amin^^
    aq ksihan am kris ampe skrng msih gak bsa lpa am yuleon,kpan yuleon akn ingat kris oppa???:-(#KangenMomenMreka

    Omona …tdii ad adegan nc wlau d cut am hae oppa..coz dy lngsung anna yg asli^^
    hyoyong knpa? ap dy udh tau identitas yuleon yg luoa ingatann..?andaee dy jahat:-(

  14. lbih ngeh ke krisyul, tp kyknya yulhae deh akhrnya . . . Dya kan cast utama nya . . Eon d tggu next chap nya🙂

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s