Posted in Friendship, Hurt, Romance, Sad

When Love come from Accident

When Love come from Accident

When Love come from Accident
Present by
LM
Kwon Yuri, SNSD || Cho Kyuhyun, Suju || Choi Sooyoung, SNSD|| Lee Jonghyun. CN Blue
Supporting Cast :
Length : Oneshoot || Rating : 18+ NC || Genre : Sad , Hurt, Romance, Friendship, Bestrayal
Disclaimer
Cerita Pure milik sendiri, inspirated random ff and novel. Castnya pinjam sebentar. This just Story, biasa kita bersomplak – somplak ria.
®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah
Typo is Art  lagi males ngedit maklum ya miss typonya bertebaran ^^v
Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiator!!!
If You Resect To Me, Leave a Comment After Read!!!!
Happy Reading All !!! ^__^

Dia mulai membuka matanya…. Dia merasakan silau mentari mulai menganggu membuatnya harus terbangun dengan tubuh yang lelah.
“ Hmmm… “, desahnya sambil mencoba duduk dan meregangkan tubuhnya.
“ Kepalaku! “, ringisnya yang merasakan pusing dikepalanya.
Dengan setengah mengantuk, dia tepatnya gadis itu mulai berdiri namun ada yang membuatnya merasa aneh. Gadis berambut cokelat kehitaman itu pun semakin memperjelas penglihatannya dan matanya membulat kaget saat mendapati tubuhnya tanpa busana. Sontak gadis itu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya namun dia semakin kaget melihat seorang pria yang masih tertidur dengan tubuh yang sama polosnya.
“ Omo!!! “, kaget gadis itu tidak percaya.
Pria itu pun terganggu dengan silau matahari yang mulai menusuk matanya, perlahan tubuhnya bergerak mencari sebuah selimut karena dia enggan sekali untuk bangun. Karena tidak menemukan selimut pria itu pun terpaksa bangun dan duduk. Setelah beberapa detik pria itu menyadari ada seseorang yang menatapnya mematung, sang pria itu pun menoleh dan melihat dengan jelas seorang gadis yang berdiri terpaku dengan tubuh yang ditutupi selimut.
“ Yuri? “, heran pria itu yang mengenal gadis yang masih menatapnya tidak bergerak.
“ Tidak mungkin! “, sangkal Yuri, tidak ingin mempercayai apa yang terjadi.

=== 00000 ===

“ Mianhae… “, lirih pria itu yang kini duduk bersama Yuri di tepat tidur dengan penuh penyesalan.
Yuri masih terdiam, akal pikirannya masih bergelut dan bertanya mengapa semua ini bisa terjadi?
“ Yuri… aku tidak bermaksud melakukannya. Aku… aku… hanya mabuk dan… “, pria itu mencoba menjelaskan namun Yuri masih terdiam. Tak berapa lama Yuri pun menghela nafasnya perlahan.
“ Kita lupakan apa yang terjadi diantara kita “, ujar Yuri seperti orang bingung membuat pria itu sontak menatapnya kaget dengan apa yang dikatakan Yuri.
“ Mwo?!!! “. Yuri menatap yakin pada pria yang masih memasang raut wajah tidak percaya.
“ Ini semua bukan salahmu, Kyuhyun-ssi. Semua terjadi karena kesalahanku juga dan aku… “, Yuri tidak bisa meneruskan ucapannya karena kini air matanya mulai turun, Kyuhyun pun langsung mendekati Yuri lalu merengkuh tubuh gadis yang sudah dia tiduri tanpa sengaja.
“ Mianhae… “, bisik Kyuhyun dan Yuri semakin menangis pebuh penyesalan.
“ Aku hanya tidak tahu bagaimana menghadapi Sooyoung nanti, aku… “, isak Yuri mengingat pria yang saat ini bersamanya adalah kekasih dari sahabatnya sendiri.
“ Aku tahu perasaanmu, tapi semua telah terjadi. Aku juga merasa telah mengkhianatinya “, gumam Kyuhyun.
Keduanya terlarut dalam penyesalan dengan apa yang terjadi diluar dugaan? Namun semua telah terjadi dan mereka tidak bisa merubahnya.
“ Lebih baik kita membersihkan diri dahulu, aku akan mengantarmu pulang “, Yuri melepaskan diri lalu beranjak ke kemar mandi meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk di tempat tidur.
“ Apa yang telah kau lakukan, Kyuhyun?! Kau meniduri sahabat kekasihmu sendiri?! “, geram Kyuhyun mencengram rambutnya frustasi. Dia mengingat bagaimana semalam bermula sampai akhirnya mereka berada di tepat ini.
Flashback :
“ Kyu-ah, supirku sebentar lagi menjemputku. Bisakah kau antarkan Yuri pulang? Dia sepertinya sudah mabuk? “, pinta Sooyoung saat ketiganya berada di klub malam.
“ Neh, kau tenang saja. Aku akan membawanya pulang dengan selamat “, jawab Kyuhyun membuat Sooyoung tersenyum.
Sooyoung pun mencium kilat bibir Kyuhyun sebelum dia meninggalkan kekasihnya itu.
“ Hati – hati, Chagi-ya “, Sooyoung tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Kyuhyun melihat Yuri yang sudah terlihat sangat mabuk, dia pun hendak membawanya pulang.
“ Yuri, Kajja! Aku akan membawamu pulang “, ajak Kyuhyun sambil mencoba mengangkat tubuh Yuri.
“ Shireo! Aku ingin minum lagi. Ayo Kyu! Minum lagi! “, tolak Yuri yang mengambil botol untuk minum alkohol lagi namun Kyuhyun menarik botolnya dan meminumnya sampai habis.
“ Hahaha… bagus Kyuhyun! Habiskan! Habiskan! “, Yuri bertepuk tangan sambil tertawa dalam pengaruh alcohol.
“ Ok! Selesai! Kajja kita pulanga! “, Kyuhyun mengajak Yuri menuju mobilnya diparkiran, setelah membantu Yuri duduk di kursi Kyuhyun hendak pergi menuju kursi kemudi, namun tiba – tiba Yuri memeluk lehernya lalu mencium Kyuhyun.
Awalnya Kyuhyun berusaha melepaskan ciuman Yuri, namun sepertinya kepalanya juga sedikit terpengaruh alkohol membuatnya membalas ciuman Yuri. Keduanya berciuman sangat keras dan panas sampai mereka memutuskan untuk pergi ke hotel. Rupanya alkohol memang sangat berpengaruh pada mereka sampai akhirnya akal pikiran mereka tidak berjalan. Kyuhyun membaringkan Yuri ditempat tidur, dia bisa melihat wajah cantik Yuri dari jarak yang sangat dekat.
“ Kau cantik sekali “, puji Kyuhyun yang juga mabuk, Yuri tersenyum lalu memeluk leher Kyuhyun dan menciumnya lagi.
“ Aku mencintaimu, Jonghyun-ah… “, lirih Yuri menyatakan cintanya pada kekasihnya, tapi itu tidak membuat Kyuhyun terganggu karena kepalanya sudah tidak bisa berpikir dengan akal sehat.
Kyuhyun mencium Yuri lagi namun kali ini penuh hasrat dan gairah dengan tangannya yang menyentuh seluruh bagian tubuh Yuri yang membuatnya semakin mabuk dalam keinginan nafsunya. Sedangkan Yuri hanya bisa menikmati semua apa yang dilakukan Kyuhyun padanya tanpa protes .
Flashback End
“ Aku janji jika terjadi sesuatu padamu, aku… “, sebelum Kyuhyun menyelesaikan ucapnnya, Yuri menyelanya.
“ Jangan! Jangan katakan apapun lagi. Aku ingin kita bersikap seperti biasanya, aku tidak ingin semuanya mempengaruhi hubunganmu dan Sooyoung. Seperti yang aku bilang, anggap semua ini tidak pernah terjadi. Bye! “, setelah mengucapkannya Yuri langsung keluar dari mobil Kyuhyun tanpa menunggu respon dari Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap punggung Yuri yang mulai masuk ke dalam rumahnya.
“ Bagaimana mungkin aku bisa menganggapnya tidak pernah terjadi? Bahkan aku masih mengingat dengan jelas saat kita melakukannya “, lirih Kyuhyun.
Kemudian Kyuhyun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Yuri, Yuri yang melihat Kyuhyun pergi pun membalikkan tubuhnya. Rasa bersalah pada sahabatnya semakin besar saat Yuri mengingat sentuhan Kyuhyun padanya.
“ Apa yang harus aku lakukan saat menghadapi Sooyoung nanti? “, gumamnya sedih.

=== 00000 ===

Sooyoung mendekati Kyuhyun yang sedang menunggunya di bangku taman Universitasnya. Kyuhyun memainkan PSP miliknya yang membuatnya tidak menyadari kedatangan Sooyoung. Kyuhyun merasakan seseorang menutup matanya dari belakang dan dia tahu siapa itu.
“ Youngie, aku tahu itu kau! “, ucap Kyuhyun membuat Sooyoung cemberut.
“ Aish! Darimana kau tahu? “, tanya Sooyoung.
“ Karena kau memiliki tangan yang sangat lembut yang membuatku nyaman “, puji Kyuhyun membuat Sooyoung tersenyum malu.
“ Kau ini selalu membuatku malu “, Kyuhyun tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu lalu mengusap lembut rambutnya.
Tiba – tiba Sooyoung berdiri saat melihat seseorang dari jauh, wajahnya terlihat senang karena melihat sahabatnya yang baru terlihat.
“ Yuri!!! “, seru Sooyoung yang sontak membuat Kyuhyun menoleh.
Yuri mendengar seseorang memanggilnya, namun saat dia menoleh dia melihat Sooyoung melambaikan tangannya dan juga Kyuhyun yang sedang duduk didekatnya. Yuri merasa canggung untuk menghampiri Sooyoung bukan pada Sooyoung melainkan Kyuhyun. Namun dengan berat hati, Yuri pun melangkahkan kakinya mendekati sahabatnya itu.
“ Hey! “, sapa Yuri dan Sooyoung langsung memeluknya erat.
“ Ya! Kemana saja kau kemarin? Kau tahu aku kesepian dikelas! “, rengek Sooyoung.
“ Mianhae, aku tidak enak badan dan lupa meneleponmu “, jawab Yuri mencoba tersenyum, matanya mengintip Kyuhyun dari ujung alisnya namun Yuri tidak berani menatapnya langsung.
“ Jinjja?! Apa kau sakit?! “, tanya Sooyoung khawatir, memang terkadang berlebihan namun Sooyoung sangat peduli pada Yuri begitu pun sebaliknya.
“ Anio, aku sudah baikan “, jawab Yuri membuat Sooyoung menghela nafasnya lega.
“ Hi, Yuri “, sapa Kyuhyun yang baru berani bersuara, terdengar canggung untuk Yuri namun Yuri mencoba untuk tersenyum membalasnya.
“ Oia Yul, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita bertiga makan bersama? “, tawar Sooyoung dengan wajah cerianya.
“ Mianhae, aku tidak bisa. Aku punya urusan penting. Kalian pergi berdua saja aku tidak ingin mengganggu “, tolak Yuri dengan tatapan menyesalnya, Sooyoung terlihat kecewa.
“ Yah! Padahal aku ingin menonton film baru bersamamu “,
“ Kita bisa menonton berdua, kasihan Yuri bukankah dia juga baru sembuh “, ucap Kyuhyun menghibur Sooyoung dan Sooyoung pun mengangguk pasrah.
“ Mianhae, Cingu-ya “, sesal Yuri yang langsung pamit meninggalkan pasangan itu, Yuri ingin segera pergi dari hadapan Kyuhyun karena dia tidak bisa menyebunyikan perasaan bersalahnya apalagi melihat Sooyoung seperti barusan.
“ Oh Tuhan! Bagaimana aku menghadapi semua ini? Aku tidak bisa bersikap seperti biasanya “, keluh Yuri saat dirinya bersandar di sebuah pohon sambil menutup matanya.
“ Kajja! “, ajak Kyuhyun membuat Sooyoung langsung menggandeng tangannya walaupun sekarang dia bersama Sooyoung tapi pikirannya masih terarah pada Yuri.
“ Aku ingin menghamprinya tapi aku tidak bisa meninggalkan Sooyoung. Aku tidak bisa menghilangkannya dari pikiranku! “, batin Kyuhyun.
=== 00000 ===
Ponsel Yuri berbunyi, dia melihat layar ponselnya dan mendapati nama seseorang yang tidak dia harapkan untuk saat ini.
“ Mengapa dia harus menelepon disaat seperti ini? “, bisik Yuri, dengan menarik nafasnya dalam Yuri menekan timbol hijau lalu menempelkan ponsel itu ditelinganya.
“ Yoboseyo? “, sapa Yuri, terdengar helaan nafas diseberang telepon.
“ Mengapa kau baru mengangkatnya? Kau tahu aku sudah mencoba menghubungimu sejak kemarin? “, keluh seseorang diseberang sana.
“ Mianhae, aku banyak tugas sehingga aku tidak mengecek ponselku “, sesal Yuri.
“ Gwenchana, aku senang kau baik – baik saja. Aku hanya ingin memastikan keadaanmu, kau tahu aku tidak bisa tenang disini sedangkan kekasihku jauh di sana “, ujar orang itu dengan nada ceria.
“ Aku bukan anak kecil, Lee Jonghyun. Aku bisa menjaga diriku sendiri “, gerutu Yuri pada kekasihnya Jonghyun yang berada di Jepang untuk pertukaran pelajar selama 2 tahun dan sudah 1 tahun berlalu saat Jonghyun pergi ke Jepang.
“ Aku tahu, tapi bagiku kau tetap baby-ku. Aku khawatir saat aku jauh seseorang akan membuatmu merubah hatimu padaku “, Yuri terdiam mendengar ucapan Jonghyun, perasaan bersalah muncul, Yuri sangat sedih mendengar perkataan dari Jonghyun.
“ Mian… “, lirih Yuri yang tidak bisa menahan tangisnya namun sebisa mungkin Yuri mencoba menyembunyikannya dari Jonghyun agar Jonghyun tidak khawatir.
“ Apa kau baik – baik saja, Yuri? “, tanya Jonghyun terdengar khawatir.
“ Anio, Gwenchana “, jawab Yuri menutup mulutnya agar Jonghyun tidak mendengar isakan tangisnya.
“ Apa kau yakin? Aku merasa terjadi sesuatu padamu Chagi-ya. Aku harap aku ada disana bersamamu dan memelukmu erat agar kau tenang “, Jonghyun membuat Yuri semakin sulit menahan perasaannya yang kacau saat ini.
“ Aku hanya lelah, apa kau bisa membiarkan aku tidur sebentar? “, pinta Yuri.
“ Geurae, tapi jika ada masalah. Jangan lupa beritahu aku! Jangan pernah menatap pria lain, Arra! Istirahatlah dan satu lagi kau harus memimpikan aku “,
“ Neh, aku merindukanmu “, ucap Yuri.
“ Nadoo. Saranghae… “, telepon pun terputus dan Yuri langsung membenamkan kepalanya di atas batal.
“ Apa kau akan tetap mencintaiku jika mengetahui keadaanku? “, lirihnya dan kembali menangisi kebodohannya.
Jonghyun menatap ponselnya sambil berdiri menghadap kota Tokyo yang dihiasi lampu di malam yang gelap.
“ Aku merasa terjadi sesuatu padanya. Kuharap dia benar – benar baik “, gumamnya lalu memandangi foto Yuri dan dirinya dilayar ponselnya.

=== 00000 ===

Hari demi hari berlalu, sebulan ini Yuri berusaha menghindari Kyuhyun. Entah apa yang terjadi dengan hatinya, Yuri tidak ingin bertemu atau melihat Kyuhyun. Setiap Sooyoung mengajaknya untuk jalan – jalan atau sekedar minum, Yuri selalu menolaknya. Bahkan Sooyoung harus ke rumahnya hanya untuk bertemu dengan Yuri. Kyuhyun merasa aneh dengan dirinya, karena sebulan tidak melihat Yuri membuatnya semakin ingin bertemu dengan gadis itu. Mungkinkah Kyuhyun memiliki perasaan pada Yuri? Walaupun dalam hatinya dia masih menyayangi Sooyoung dengan sepenuh hati tapi mengapa Yuri selalu mengisi seluruh kepalanya? Bahkan Kyuhyun selalu memancing Sooyoung hanya untuk mendengar kabar tentang Yuri.
“ Apa yang terjadi padaku? “, Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
“ Apa aku mulai menyukainya? Apa kejadian itu membuat perasaanku berubah? “, tanyanya pada dirinya sendiri, Kyuhyun merasa sekarang dia tidak menjadi dirinya sendiri.
Kyuhyun berkali – kali mencoba menghubungi Yuri namun Yuri tidak pernah mengangkat telepon darinya. Semakin Yuri menghindarinya semakin Kyuhyun berusaha untuk bertemu dengannya.
“ Sepertinya aku sudah gila! “, gumam Kyuhyun.
Kyuhyun melihat Yuri memasuk ke perpustakaan sendiri, otaknya menyuruh Kyuhyun untuk mengikuti Yuri. Dia pun mulai melangkahkan kakinya menyusul Yuri masuk ke dalam perpustakaan yang mulai sepi karena hari semakin sore. Kyuhyun mencari Yuri dan dia melihat Yuri duduk di sudut dengan bukunya.
“ Apa yang kau lakukan disini?! “, kaget Yuri mendapati Kyuhyun berdiri dihadapannya.
“ Aku ingin bertemu denganmu, mengapa kau menghindariku? “, tanya Kyuhyun duduk disamping Yuri.
“ Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dan aku tidak menghindarimu “, sangkal Yuri.
“ Lalu mengapa kau tidak mengangkat teleponku? Mengapa kau selalu menolak saat Sooyoung mengajakmu jalan bersama? “, tanya Kyuhyun lagi menatap Yuri intens, bagaimana dia bisa dibuat gila seperti ini oleh seseorang yang bukan kekasihnya.
“ Sudah kubilang aku tidak punya sesuatu untuk dibicarakan “, Yuri mencoba menghidar dan meninggalkan Kyuhyun namun dengan cepat Kyuhyun melingkarkan tangannya ditubuh Yuri membuat Yuri terkejut.
“ Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku! “, berontak Yuri namun semakin Yuri bergerak semakin Kyuhyun mengeratkan pelukannya.
“ Aku merindukanmu Yuri. Sangat merindukanmu “, bisiknya parau membuat Yuri berhenti memberontak.
“ Apa yang baru saja aku dengar? “, pikir Yuri.
“ Kumohon! Jangan hindari aku. Aku tidak tahu mengapa, tapi aku tidak bisa menahannya lagi “,
“ Ini salah! Semua ini adalah kesalahan “, gumam Yuri membuat Kyuhyun membalikkan tubuh Yuri untuk menatapnya.
“ Aku tahu. Tapi aku tidak bisa berpikir apa – apa lagi. Kau selalu datang dikepalaku tanpa aku minta. Aku sungguh tidak tahan dengan perasaan ini “, rasa frustasi terdengar dari ucapan Kyuhyun, Yuri pun tidak bisa berbuat apa – apa, karena dia juga selalu memikirkan Kyuhyun sebulan terakhir ini.
“ Mengapa kau membuatnya sulit seperti ini? Kita tidak bisa “, Yuri tetap menyangkalnya walaupun hatinya merasakan apa yang Kyuhyun rasakan saat ini.
Kyuhyun menatap mata Yuri intens dan Yuri pun sama, keduanya tidak memungkiri perasaan membutuhkan satu sama lain. Perlahan Kyuhyun semakin mendekat pada Yuri sehingga jarak mereka semakin dekat satu sama lain. Kyuhyun membelai pipi Yuri dengan jari – jarinya, Tiba – tiba darah Yuri berdesir dengan sentuhan itu, Kyuhyun terus membelai pipi Yuri sampai ibu jarinya membelai lembut di bibir Yuri. Bibir itu membuatnya ingin merasakannya lagi. Dalam hitungan detik Kyuhyun mendaratkan bibirnya dengan lembut, mencecap dan menghisap pelan bibir Yuri. Yuri tidak dapat menolak karena alam bawah sadarnya juga menginginkan sentuhan itu. Ciuman itu semakin panas dan keras, bahkan Kyuhyun mendorong Yuri hingga membentur dinding. Keduanya terhanyut oleh gairah masing – masing, darah mereka naik hingga kepala seiring detak jantung yang semakin kencang.
“ Aku rindu perasaan ini “, bisik Kyuhyun disela – sela ciumannya, Yuri menggulung tangannya dirambut Kyuhyun saat Kyuhyun menciumi dan menjilat leher Yuri yang terpampang jelas, erangan dan desahan mucul dibibir Yuri. Kyuhyun membuka resleting jeansnya yang sudah sesak, dia pun mengangkat salah satu kaki Yuri setelah berhasil menurunkan celana dalam Yuri dan mulai memasukan bagian dirinya yang kin menyatu dengan Yuri. Keduanya benar – benar dikuasi nafsu dan gairah yang semakin membuat mereka tidak tahan setelah kejadian malam itu. Kyuhyun melakukannya dengan pelan dan mulai menaikan gerakannya semakin cepat hingga keduanya merasakan sesuatu yang mendesak, Yuri merasakan pelepasannya dan tak lama Kyuhyun semakin erat memeluk Yuri dalam pelepasannya. Yuri ambruk dan Kyuhyun menahan tubuhnya. Nafas keduanya tersengal – sengal sampai akhirnya mulai kembali normal.
“ Kupikir kau hanya merindukan aku, ternyata tubuhku juga “, sindir Yuri yang membuat Kyuhyun tersenyum.
Keduanya berdiri dan merapikan pakaian masing – masing, Kyuhyun melingkarkan tangannya di perut Yuri.
“ Aku tidak peduli kau akan membenciku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu mehindariku lagi “,
“ Aku tidak ingin melihat Sooyoung bersedih, kumohon. Jangan membuatnya lebih sulit “,
“ Yuri, dengar! Aku akan bicara padanya dan membuatnya mengerti. Kau tidak usah khawatir “,
“ Bagaimana aku tidak khawatir? Dia mencintaimu Kyu, kau tahu itu. Dia menunggu 1 tahun sampai kau mau berkencan dengannya, kau juga mencintainya kan?! “, tanya Yuri berbalik menatap Kyuhyun.
“ Aku tahu, aku memang mencintainya sampai malam itu terjadi. Malam itu merubah semuanya Yuri dan sekarang kau juga merasakan hal yang sama kan? Kalau tidak, kau pasti menolakku barusan “, Yuri tidak bisa menyangkal mengapa dia membiarkan Kyuhyun melakukan itu lagi padanya.
Keduanya terdiam, sampai mereka mendengar beberapa orang masuk. Mata Yuri membulat kaget dan Yuri terlihat panik dan Kyuhyun pun sama.
“ Otteokeh?! “, panik Yuri,
Kyuhyun langsung menarik Yuri ke sebuah sudut diantara deretan rak yang dipenuhi buku cukup untuk mereka berdua bersembunyi. Kyuhyun terus mendesakan tubuhnya pada Yuri membuat Yuri bisa merasakan bagian tubuh Kyuhyun yang membuat gairah itu muncul lagi.
“ Mengapa aku ingin merasakannya lagi dalam diriku? “, batin Yuri.
Kyuhyun menatap Yuri yang menggelengkan kepalanya seakan mengusir pikiran – pikiran aneh dikepalanya. Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Yuri.
“ Kau merasakannya juga kan ? “, bisik Kyuhyun membuat Yuri hampir berteriak namun Kyuhyun langsung menciumnya membuat Yuri terdiam.
“ Sepertinya sudah tidak ada orang “, terdengar suara seseorang masuk mendekati tempat dimana Yuri dan Kyuhyun berada semakin membuat jantung Yuri berdebar.
Setelah orang itu keluar, Yuri bisa bernafas lega lalu memukul lengan Kyuhyun.
“ Dasar Byeontae! “, cibir Yuri meninggalkan Kyuhyun yang terkekeh, dia pun membereskan semua bukunya untuk pulang dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Sejenak mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling bersenda gurau.
=== 00000 ===
“ Yul! “, panggil Sooyoung saat memasuki kamar Yuri dan mendapati Yuri sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
“ Oh Sooyoung-ah, kau kesini? “, tanya Yuri membalikan tubuhnya dari kursi meninggalkan layar komputernya.
“ Kau akhir – akhir ini sibuk sekali sampai tidak bisa menemaniku jalan – jalan. Kyuhyun juga sama, dia sering menolak jika aku ajak pergi “, keluh Sooyoung membuat Yuri menelan ludahnya.
“ Apa mungkin Kyuhyun sudah bosan padaku? “, Sooyoung terlihat murung membuat Yuri semakin bersalah, bagaimana dia tidak memikirkan sahabatnya ini dan malah menikamati kebersamaannya dengan Kyuhyun.
“ Mianhae, Sooyoung-ah… aku sahabat paling jahat didunia ini “, batin Yuri sedih.
“ Menurutmu bagaimana Yul? “, tanya Sooyoung.
“ Ah… menurutku mungkin dia sedang sibuk atau mungkin dia memiliki urusan lain yang tidak bisa dia tinggalkan “, Yuri merasa canggung mengucapkannya.
“ Mungkin saja. Tapi… apa menurutmu dia memiliki gadis lain? “, tanya Sooyoung curiga.
“ Neh?! “, kaget Yuri.
“ Ah tapi Itu tidak mungkin. Kyuhyun bukan pria seperti itu kan? “, Yuri mengangguk kaku, sulit baginya bersikap biasa pada sahabatnya itu.
“ Aku senang memiliki sahabat sepertimu yang bisa mendengarkan semua curhatanku, Gomawo Yul “, Sooyoung memeluk Yuri.
“ Kalau begitu, aku tidak akan mengganggumu lagi. Kerjakan tugasmu! Aku akan berbicara dengannya “, pamit Sooyoung meninggalkan Yuri yang menatapnya penuh rasa bersalah.
“ Aku tidak bisa membayangkan reaksinya jika tahu aku mengkhianatinya “, Yuri mengusap kepalanya frustasi, dia tidak mungkin seperti ini terus – menerus.
“ Aku harus mengakhiri semuanya sebelum terlambat, kebahagiaan Sooyoung adalah kebahagianku. Kesedihannya juga adalah kesedihanku. Aku harus bisa walaupun sulit untuk saat ini , aku harus melakukannya “, Yuri meyakinkan dirinya untuk mengambil keputusan sesuai hatinya.

=== 00000 ===

Kyuhyun tersenyum saat Yuri datang ke apartementnya, dia mempersilahkan Yuri masuk.
“ Apa yang ingin kau minum? “, tanya Kyuhyun.
“ Apa saja “,
Kyuhyun masuk berjalan kearah dapurnya dan membawakan Yuri segelas orange juice dan meletakkannya di meja.
“ Gomawo “, Kyuhyun tersenyum lalu duduk disamping Yuri.
“ Tumben sekali kau ingin bertemu, apa kau merindukanku? “, canda Kyuhyun namun terlihat Yuri tidak datang untuk bercanda dan menatapnya serius.
“ Waeyo? Ada yang salah? “, tanya Kyuhyun membelai rambut Yuri.
“ Aku ingin bicara tentang… “, belum sempat Yuri bicara Kyuhyun sudah memotongnya dengan ciuman lembut.
“ Kyu… “, bisik Yuri namun Kyuhyun malah menarik Yuri ke pangkuannya dan mencium Yuri lagi semakin dalam.
Yuri merasakan tubuhnya mulai panas dan semua desiran – desiran membuat darahnya naik. Kyuhyun meraba seluruh tubuh Yuri bahkan tangan Kyuhyun mulai meremas kedua payudara Yuri membuat Yuri mengerang, Yuri tidak dapat menolak hasrat itu, hasrat yang dia rasakan saat Kyuhyun mulai menyentuhnya.
“ Aku ingin merasakanmu sekarang, Chagi “, Kyuhyun membaringkan Yuri disofanya dan mulai membuka kemeja biru milik Yuri.
Tangannnya mulai meraba seluruh bagian sensitive Yuri membuat desahan Yuri semakin jelas terdengar,
“ Kau membuatku tidak berhenti memujamu, Yuri “, Kyuhyun mulai menciumi dada Yuri memainkan puncak dada Yuri membuat tubuh Yuri semakin panas.
“ Kyu-ah…. “,
Kyuhyun tersenyum melihat respon Yuri, dia pun langsung menyikap rok Yuri yang menampakan celana dalam putih milik Yuri, Kyuhyun menariknya perlahan dan menciumi perut Yuri hingga turun terus sampai akhirnya di pangkal paha Yuri. Yuri menjerit saat lidah Kyuhyun bermain dengan lincahnya di bagian sensitive itu membuatnya mengangkat kepalanya keatas.
“ Kau membuatku candu akan dirimu Yuri “, bisik Kyuhyun lalu mencium bibir Yuri lagi.
Dia mulai memasuki tubuh Yuri dengan ereksinya yang sudah tidak tertahankan lagi, Yuri hanya bisa pasrah dengan kenikmatan yang dia rasakan itu. Bagaimana mungkin dia tidak bisa berdaya didepan pria ini yang membuatnya selalu merasakan sensasi luar biasa. Nafas keduanya terengah – engah dengan seiringnya gerakan Kyuhyun yang intens dari pelan hingga kecepatannya meningkat, Yuri mencengkram tangan Kyuhyun membiarkan pria itu membawanya lagi ke puncak kenikmatan surgawi. Yuri menegang saat mersakan kedutan dipangkal pahanya lalu dia pun mencapai puncak pelepasannya sedangkan Kyuhyun masih bergerak sebelum dirinya benar – benar menegang dan mengikuti Yuri melepaskan kenikmatan itu. Kyuhyun ambruk diatas tubuh Yuri dan kini dia menciumi dada Yuri lembut.
“ Aku mencintaimu, Yuri “, bisiknya.
Yuri merapikan bajunya dan memakai celana dalamnya lagi, Kyuhyun tersenyum melihat pemandangan itu. Yuri meneguk orange juice yang disiapkan Kyuhyun untuknya. Yuri mulai menutup matanya sebelum beralih kearah Kyuhyun yang masih tersenyum memandanginya.
“ Kyu, aku ingin kita mengakhiri semuanya “, ucap Yuri merubah raut wajah Kyuhyun.
“ Mwo?! “, senyum diwajah tampan Kyuhyun hilang seketika.
“ Aku tidak ingin seperti ini lagi. Sooyoung sangat mencintaimu dan aku tidak ingin dia sakit hati jika tahu aku telah mengkhianatinya “,
“ Tapi Yuri, aku tidak bisa melakukannya “,
“Kumohon ini semua demi kebaikan kita semua “,
“ Yuri, kau tahu aku mencintaimu. Aku tidak mungkin mengakhiri hubungan kita ini “, tolak Kyuhyun.
“ Tapi Sooyoung sahabatku! Aku tidak ingin egois! Kembalilah padanya Kyu, cintailah dia seperti kau mencintainya dulu “, bentak Yuri penuh harap namun hatinya sakit meminta Kyuhyun untuk melakukan itu.
“ Itu tidak mungkin! Aku tidak bisa “,
“ Apa kau ingin aku merasa berdosa pada sahabatku sendiri? Kau tahu kau masih kekasih Sooyoung dan kita belum memastikan hubungan kita. Aku harap kau mengerti “, Yuri melemah, karena dalam hatinya sedang bercambuk mengikuti dewi batinnya atau alam bawah sadarnya seakan mengadakan gencatan senjata yang bertolak belakang.
Kyuhyun mendekati Yuri lalu membelai pipinya lembut menatap matanya dalam seakan mengunci pandangan Yuri hanya padanya.
“ Aku tahu kita melakukan kesalahan, tapi aku benar – benar tidak bisa berpaling darimu meskipun orang itu Sooyoung “, Kyuhyun melembut seakan menghipnotis Yuri, Yuri menjadi lemah sangat lemah. Perasaannya bercampur membuat kepalanya seakan berputar – putar.
Kyuhyun menarik Yuri kedalam dekapannya, ia pun mengusap rambut Yuri dan mencium puncak kepalanya.
“ Tenanglah, aku pasti akan mencari jalan keluarnya “, bisik Kyuhyun lembut ditelinga Yuri seakan memberi ketenangan bagi hati Yuri yang bimbang.

=== 00000 ===

Sooyoung berjalan dengan cepat, wajahnya muram dan terlihat sangat marah. Dia menghampiri Yuri yang sedang membaca sebuah novel di taman kampusnya.
“ Yuri! “, seru Sooyoung geram membuat Yuri menoleh, Yuri tersenyum sambil berdiri menyambut Sooyoung.
“ Aku tadi… “, belum sempat Yuri bicara tangan Sooyoung melayang dipipi Yuri dengan keras sampai bergetar setelahnya,
Plakkk!!!!
Semua orang yang berada disekitar tempat itu sontak kaget, karena Yuri dan Sooyoung dikenal sahabat baik oleh seluruh penghuni kampus. Yuri merasakan perih dipipinya yang kini memerah. Sooyoung menggertakkan giginya menatap Yuri tajam.
“ Tega sekali kau padaku Yuri! Kau benar – benar jahat! “, maki Sooyoung dengan penuh amarah, Yuri hanya menunduk karena dia tahu penyebab Sooyoung murka seperti ini.
“ Aku tidak menyangka kau menusukku dari belakang. Bagaimana mungkin sahabat yang sudah kuanggap saudaraku mengkhianatiku eoh?!!! “, teriak Sooyoung mengambil semua perhatian orang – orang yang mulai tertarik dengan pertengkaran mereka.
“ Apa salahku sehingga kau melakukan ini padaku? Waeyo Yuri? Waeyo? “, Sooyoung mulai meneteskan air matanya sedih dan kecewa.
“ Mianhae… “, lirih Yuri.
Melihat Yuri yang terus menunduk membuat Sooyoung ingin menamparnya lagi, namun Sooyoung berhenti mengingat kebersamaannya dengan Yuri.
“ Aku sangat membencimu! Aku tidak ingin melihatmu lagi!!! Persahabatan kita berakhir sampai disini “, Sooyoung berjalan meninggalkan Yuri sendirian yang mulai menangis, hatinya sakit melihat sahabatnya terluka tapi dia tahu kesalahan memang ada padanya yang tidak termaafkan.
“ Mianhae, jeongmal mianhae “.
Semua orang mulai membicarakan semua hal jelek tentang Yuri, mereka menganggap Yuri sebagai orang yang paling jahat karena menusuk sahabatnya dari belakang. Yuri tahu mereka hanya penonton yang akan merasa benar dengan apa yang mereka pikirkan tentang dirinya bahkan banyak yang mulai mengucilkannya, membully-nya dan tidak segan – segan menyakitinya.
“ Lihatlah gadis tidak tahu diri itu! Sok suci! “, cibir gadis – gadis dengan tatapan sinis pada Yuri, Sooyoung sering melihat Yuri di bully yang terkadang ingin menghampiri mereka dan menolongnya tapi tidak… dia hanya membiarkannya seperti itu karena hatinya masih merasakan kekecewaan yang mendalam.
Kyuhyun melihat Yuri sedang di bully oleh para gadis yang membencinya, dengan cepat dia mendekati Yuri lalu menolongnya membuat gadis – gadis itu meninggalkan Yuri.
“ Gwenchana? “, tanya Kyuhyun khawatir.
Yuri menggeleng dan melepaskan tangan Kyuhyun yang membantunya berdiri, dia merasa marah pada Kyuhyun dan dirinya sendiri.
“ Yuri… “,
Yuri mengangkat tangannya untuk mencegah Kyuhyun mendekatinya, dia sudah cukup menerima amarah dari semua orang yang menghakiminya.
“ Tinggalkan aku sendiri! “, pinta Yuri.
“ Aku ingin membantumu, aku tidak mungkin meninggalkanmu seperti ini. Ini semua salahku juga “, ujar Kyuhyun.
Sooyoung melihat Yuri bersama Kyuhyun, wajahnya menatap mereka penuh benci. Yuri yang melihat kearah Sooyoung hanya menatapnya sedu, mengapa semua ini harus terjadi padanya?
“ Kau tidak membantu sama sekali! “, ucap Yuri ketus meninggalkan Kyuhyun namun sebelum beberapa langkah, dia pun merasa pusing dikepalanya dan sekejap Yuri langsung tidak sadarkan diri membuat Kyuhyun berlari kearahnya dan mencoba membangunkannya.
“ Yuri! Yuri! Bangun! “, seru Kyuhyun.
Sooyoung ingin menolong Yuri saat Yuri jatuh pingsan, namun langkahnya terhenti saat Kyuhyun menghampiri Yuri dengan wajah panik yang membuat hatinya merasa marah lagi.
“ Mengapa harus Yuri, Kyu? “, batin Sooyoung sedih lalu pergi dari tempat itu.
Kyuhyun membawa Yuri ke rumah sakit dan Kyuhyun bisa melihat wajah pucat Yuri yang terlihat menyedihkan. Kyuhyun merasa menyesal dengan apa yang terjadi pada Yuri namun dia tidak ingin membohongi dirinya sendiri yang kini sangat mencintai gadis itu.
“ Mianhae Yuri, seharusnya aku melindungimu “, bisik Kyuhyun.

=== 00000 ===

“ Apakah anda telat datang bulan? “, tanya Dokter membuat Yuri sadar bahwa 2 minggu yang lalu seharusnya dia datang bulan.
“ Neh, seharusnya 2 minggu yang lalu “, jawab Yuri lemah.
“ Selamat anda hamil “, Dokter tersenyum member selamat.
“ Mwo?!!! Aku hamil? “, Yuri sangat terkejut saat dokter memberitahu tentang kondisinya.
“ Usia kandungan anda 3 minggu. Apa anda tidak merasa mual? “, Dokter menatap Yuri yang menggeleng kepalanya.
“ Mungkin karena anda stress makanya anda bisa pingsan. Anda harus menjaga kondisi pikiran dan tubuh anda untuk bayi anda, Yuri-ssi “, saran Dokter sedangkan Yuri terdiam tanpa kata.
“ Sekarang semuanya tambah kacau, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengatakannya pada Kyuhyun? Tapi… “, pikiran Yuri melayang sampai ucapan Dokter tidak didengarnya.
“ Apa pria diluar itu suami anda? “, tanya Dokter membuat Yuri kembali dari lamunannya.
“ Neh?! “,
“ Anio, dia hanya teman “, sangkal Yuri membuat Dokter itu mengangguk.
“ Sebaiknya anda memberitahu suami anda agar beliau bisa memperhatikan kondisi anda lebih baik lagi “, saran Dokter.
“ Dokter, bisakah saya minta tolong? “, Dokter mengerutkan keningnya menatap Yuri yang sepertinya tidak ingin Kyuhyun tahu tentang kondisinya.
“ Geurae “, jawab Dokter.
Kyuhyun mengantar Yuri pulang, sepanjang perjalanan Yuri hanya terdiam memandang kearah jendela.
“ Mianhae, karena aku mengatakan sejujurnya pada Sooyoung “, gumam Kyuhyun.
“ Aku tidak menyangka kau akan mengalami hal ini “, lanjut Kyuhyun namun tidak ada tanggapan dari Yuri.
“ Yuri, aku janji aku akan melindungimu dan kau tidak akan mengalami hal seperti ini lagi nantinya “,
“ Hmmm “, sahut Yuri membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat.
Yuri berjalan masuk kedalam rumahnya tanpa menghiraukan Kyuhyun yang terus memanggilnya, yang dia inginkan hanya menjernihkan pikirannya.
“ Yuri, mengapa sulit untukmu menerimaku? Aku yakin kau merasakan apa yang aku rasakan “, bisik Kyuhyun sedih sebelum memasuki mobilnya untuk pergi dari rumah Yuri.
Yuri merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikirannya sungguh kacau dan sekarang keadaannya menambah situasi yang begitu sulit. Dia pun merasakan matanya perih dan panas. Cairan bening itu pun mengalir mengiringi perasaannya.
=== 00000 ===
Kyuhyun terlihat kelabakan karena dia tidak tahu dimana Yuri berada, dia mencoba mencari ke rumahnya namun orang – orang di rumah Yuri juga tidak tahu kemana Yuri pergi karena Yuri hanya pamit untuk liburan. Kyuhyun menekan bel sebuah rumah berharap akan ada kabar dari pemilik rumah itu.
Ceklek!
Pintupun terbuka menampakan gadis tinggi yang terlihat malas untuk bertemu Kyuhyun.
“ Apa lagi yang kau inginkan? Tidak cukup kau menghancurkan hatiku dan persahabatanku? “, tanya Sooyoung ketus.
“ Sooyoung-ah, aku ingin kau memberitahuku dimana Yuri berada sekarang. Aku mencoba mencarinya namun dia tidak ada dimana pun. Bahkan keluarganya juga tidak tahu kemana Yuri. Aku harap kau mau memberitahuku “, tutur Kyuhyun, hati Sooyoung sedih karena Kyuhyun hanya menanyakan dimana Yuri. Seharusnya dia meminta maaf dan meminta Sooyoung kembali, tapi semua hanya harapan dalam lubuk hati Sooyoung semata.
“ Mengapa kau tidak peka terhadap perasaanku, Kyu? “, batin Sooyoung sebelum dia mengangkat kepalanya untuk terlihat kuat.
“ Kau bilang keluarganya saja tidak tahu, lalu mengapa aku harus tahu dia kemana? “, tanya Sooyoung tersenyum meremehkan.
“ Kau itu sahabatnya, mungkin kau tahu “, Sooyoung semakin terkekeh mendengar ucapaan Kyuhyun.
“ Yuri memang sahabatku, tapi itu dulu sebelum dia merebutmu dariku “, Sooyoung terlihat geram mengencangkan rahangnya.
“ Bukan Yuri yang merebutku, tapi aku yang berpaling padanya. Mianhae Sooyoung-ah, semua itu salahku. Yuri selalu menyuruhku untuk kembali padamu, tapi aku tidak ingin membohongimu dan diriku sendiri “, aku Kyuhyun semakin membuat Sooyoung emosi.
“ Terserah siapapun yang salah, aku tidak peduli! “, Sooyoung menutup pintu rumahnya kasar meninggalkan Kyuhyun yang masih terlihat frustasi.
“ Mengapa? Mengapa kalian melakukan ini padaku? Apa salahku? “, tangis Sooyoung yang mulai merosot terduduk di lantai.
Kyuhyun melangkahkan kakinya berat, dia putus asa. Dia merasa buntu untuk tahu dimana Yuri berada. Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi dan mulai menjalankan mobilnya.

=== 00000 ===

Yuri merasakan tangan seseorang memegang bahunya saat dia membaca sebuah novel, dia pun menoleh mendapati seorang pria yang tersenyum padanya.
“ Jonghyun-ah “,
Yuri hendak berdiri namun Jonghyun menahannya karena kondisi Yuri yang tengah berbadan dua.
“ Duduklah Yuri “, suruh Jonghyun.
Kini usia kandungan Yuri mencapai sembilan bulan dan Yuri harus melalui semua itu sendiri. Sejak dirinya tinggal di Jepang, Jonghyun selalu merawatnya dengan setia. Walaupun Yuri menolak tapi Jonghyun tetap memaksa Yuri untuk menerimanya. Yuri sangat merasa bersalah pada kekasihnya itu atau mungkin mantan kekasihnya, namun dia mengatakan semuanya dengan jujur. Jonghyun terluka saat mendengar pengakuan Yuri namun dia bisa menerimanya dengan lapang dada. Bahkan Jonghyun menawarkan diri untuk menjadi Appa dari bayi Yuri tapi Yuri menolaknya. Dia tidak ingin membebani Jonghyun dengan semua masalahnya tapi Jonghyun selalu menawarkan diri untuk menolongnya membuat Yuri semakin merasa bersalah.
“ Apa kata Dokter? “, tanya Jonghyun duduk di samping Yuri.
“ Bayinya sehat dan kemungkinan beberapa hari lagi akan lahir “, Yuri mengelus perut buncitnya sambil tersenyum kearah Jonghyun.
“ Hey! Jagoan! Apa kau tidak sabar untuk melihat dunia? “, tanya Jonghyun sambil mengelus perut Yuri.
“ Omo! Dia menjawab! “, seru Jonghyun merasakan bayi dalam perut Yuri bergerak.
“ Sepertinya dia sangat menyukaimu “, ucap Yuri sambil mengusap perutnya lagi.
“ Tentu saja, siapa yang tidak akan menyukaiku? “, canda Jonghyun membuat Yuri memukul lengannya pelan.
“ Ah iya, satu – satunya orang yang tidak menyukaiku hanya kau “, ucap Jonghyun memasang wajah kecewa.
“ Kau ini! Jinjja! Siapa bilang aku tidak menyukaimu eoh? “, cibir Yuri.
Keduanya tertawa bersama, Jonghyun memandangi Yuri yang masih tertawa dan Yuri sadar akan hal itu. Yuri langsung terdiam dan suasana diantara mereka menjadi serius.
“ Yuri, aku bersedia menjadi Appa dari bayi ini. Apa kau tidak bisa memikirkannya lagi? “, tanya Jonghyun dengan wajah serius.
“ Ini tidak adil untukmu Jonghyun-ah, aku tidak bisa menyakitimu lebih dalam lagi “, gumam Yuri.
“ Aku akan menerima semua keadaanmu. Aku hanya ingin selalu ada disisimu dan selalu menjadi orang yang bisa melindungimu dan bayi ini “,
“ Jonghyun-ah, kau pantas mendapatkan gadis yang lebih baik. Aku tidak pantas untukmu. Aku sudah menyakitimu, mengkhianatimu. Aku sudah… “, Jonghyun menempelkan jarinya dibibir Yuri membuat Yuri diam.
“ Kau sempurna dan akan selalu menjadi yang terbaik untukku “, Jonghyun membelai pipi Yuri dengan jarinya sambil tersenyum.

=== 00000 ===

Yuri dan Jonghyun berbelanja di Supermarket, mereka terlihat bahagia dengan Jonghyun yang selalu membuat Yuri tertawa.
“ Ya! Berhenti bercanda! Kau ingin aku melahirkan dengan cepat karena sering tertawa eoh?! “, ujar Yuri,
“ Terdengar bagus, karena aku bisa bertemu dengan jagoan kecil itu “, ujar Jonghyun sambil menunjuk kearah perut Yuri.
“ Aish! Jika aku melahirkan ditempat ramai seperti ini bagaimana? “, tanya Yuri.
“ Hmm… aku akan langsung menelepon ambulan hahaha “, tawa Jonghyun membuat Yuri ikut tertawa.
Tiba – tiba ponsel Jonghyun berbunyi, Jonghyun meminta ijin untuk mengangkatnya dan Yuri mengangguk. Yuri berjalan memasuki supermarket itu sendirian dan mendorong keranjang belanjaan menuju barang – barang yang akan dia beli. Yuri ingin mengambil saus yang berada dia rak yang cukup tinggi, dia merasa kesulitan untuk menggapai saus itu. Yuri menjinjitkan kakinya namun tidak cukup tinggi untuk menggapainya.
“ Aish! “,
Yuri merasakan ada sebuah tangan panjang yang menggapai saus yang ingin dia ambil, dia pun bernafas lega karena ada seseorang yang baik hati menolongnya. Saat Yuri akan berterima kasih, dia terkejut melihat orang itu yang terlihat terkejut juga melihat dirinya.
“ Yuri… “, lirih orang itu yang ternyata Kyuhyun.
Yuri terpaku dan tidak bisa mengatakan apapun, dia terlalu terkejut melihat orang yang sudah berbulan – bulan dia hindari namun ada kerinduan yang mendalam tiba – tiba menyeruak dari hatinya.
“ Kyu… “, Kyuhyun senang melihat gadis yang selama ini dia cari dan sekarang dia sudah menemukannya. Namun mata Kyuhyun menangkap sesuatu yang berbeda dari Yuri, perutnya yang membuncit.
Yuri tahu Kyuhyun melihat kearah perutnya, dia pun mengusap perutnya dengan canggung. Terlihat kekecewaan dimata Kyuhyun yang membuat Yuri enggan untuk menatap wajahnya.
“ Bagaimana kabarmu? “, tanya Kyuhyun saat keduanya duduk bangku sebuah taman.
“ Baik. Kau sendiri? “, tanya Yuri balik.
“ Apakah aku terlihat baik? “, sahut Kyuhyun membuat Yuri tidak nyaman dengan suasana ini.
“ Ada urusan apa kau di Jepang? “, tanya Yuri mengalihkan arah pembicaraan mereka.
“ Orang tuaku menyuruhku menemui rekan bisnisnya disini “, jawab Kyuhyun dan Yuri mengangguk.
“ Mengapa suamimu membiarkan kau belanja sendiri? “, tanya Kyuhyun membuat Yuri langsung menoleh dengan kaget.
“ neh?! “, sejenak Yuri mencerna ucapan Kyuhyun.
“ Ah… dia memiliki urusan “, Yuri tersenyum kaku.
“ Kau sendiri bagaimana? Apa kau sudah memiliki seseorang? “, tanya Yuri membuat Kyuhyun tersenyum kecut.
“ Sepertinya aku akan trauma jatuh cinta. Karena gadis yang aku cintai meninggalkan aku tanpa kabar apapun “, Yuri menelan ludah mendengar pengakuan Kyuhyun, suasana menjadi semakin canggung diantara mereka.
“ Yuri, apa ka… “, belum sempat Kyuhyun bicara, seseorang memanggil Yuri membuatnya terdiam.
“ Yuri!!! “, Jonghyun menghampiri Yuri dengan berlari kecil.
“ Mengapa tiba – tiba kau menghilang? “, tanya Jonghyun dengan wajah cemas.
“ Mianhae, tadi aku bertemu dengan… “, Yuri menoleh kearah Kyuhyun membuat Jonghyun ikut menoleh.
“ Teman lama “, lanjut Yuri membuat hati Kyuhyun merasa kecewa, jadi Yuri hanya menganggapnya sebagai teman?
“ Cho Kyuhyun “, Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Jonghyun dan Jonghyun menyambutnya dengan senang.
“ Lee Jonghyun imnida “, balas Jonghyun sambil tersenyum.
“ Eh jakkaman! Kau Kyuhyun? “, tanya Jonghyun yang merasa ingat dengan nama itu, mata Yuri membulat kaget,
“ Kau… “
“ Jonghyun-ah, kita belum membeli keperluan kita. Mianhae Kyuhyun, kami harus kembali “, pamit Yuri menyela Jonghyun.
“ Neh, aku juga harus kembali. Selamat tinggal, Yuri. Selamat atas pernikahan kalian juga anak kalian “, Kyuhyun pamit lalu berjalan menjauh dari Yuri dan Jonghyun.
Semua harapannya sia – sia, Kyuhyun putus asa. Tidak ada kesempatan lagi untuknya bersama dengan Yuri karena Yuri sudah bahagia dengan pria lain.
“ Yuri, bukankah dia Appa dari anak yang kau kandung? Tapi mengapa dia mengucapkan selamat untuk pernikahan padamu? “, tanya Jonghyun menatap Yuri yang menunduk, ternyata Yuri tidak bisa menahan air matanya karena pertemuan tak terduga itu.
Jonghyun mendengar tangisan Yuri lalu menarik Yuri kedalam dekapannya. Dia mengusap lembut punggung Yuri untuk menenangkannya.
“ Mengapa kau tidak memberitahunya? “, tanya Jonghyun.
“ Aku tidak bisa, aku tidak ingin merusak kehidupannya lagi “, jawab Yuri dalam isakan tangisnya membuat Jonghyun semakin memeluknya erat. Kyuhyun sempat berhenti lalu menoleh kearah Yuri lagi dan melihat adegan pelukan itu, hati Kyuhyun terasa sakit dan hancur.
“ Semoga kau selalu bahagia Yuri. Saranghae “, gumam Kyuhyun kembali berbalik dan melangkahkan kakinya semakin jauh dan jauh sampai dirinya menghilang di kumpulan orang – orang yang berjalan kaki.

The End

Haaaaah rada somplak nih, tapi gak parah bgt. Lagi pengen bikin sad plus adegan nc’nya tapi dikit hehehe ^_^ Moga kalian suka, jangan lupa meninggalkan RCL ya ^_^ *wink

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

69 thoughts on “When Love come from Accident

  1. Eon, aku new reader yg terpeleset ke sini(?). Aku suka gaya bhsanya. Dan ini bkn air mata menggenang(?). Eonni bikin sequel jebal :” gantung bngt masa. Lope eon :”*

  2. Ini end kah eon? Huaaaaaaaaahhh ga terima, wajib sequel eon. Please, Jeballlll….

    Nasib Kyuri gmn? Hua sedih banget ToT.
    Apa Jonghyun yg bakal jd appa anaknya Kyuri? Aduh kasian sama Yuleon.

    Aku jd ga fokus sama nc-nya, tp malah fokus ke konfliknya. Kerasa banget >.<

    Daebak, wajib sequelnya eon, aku rela nunggu smp lebaran tahun depan, tp kasih info yaaaa.

  3. Yaps !!
    Ff ini harus ada sequel thor*soalnya ngegantung banget
    Seorang penulis harus membuat cerita yang bisa memuaskan para readersnya.Contohnya jangan membuat para readers kecewa dengan cerita yg penulis itu buat.
    Cerita ini bagus krna feelnya sangat mudah di dapat,tetapi endingnya yg membuat para readers kecewa dan bahkan diantaranya ada yang nge bash ataupun jadi siders*bukan bermaksud menghina , aku cuma mau kasih saran
    Sebagai author sejati,seharusnya author membuat cerita yg membuat hati dan perasaan para readers berkecamuk.
    Ayo,semangat !!! Buat sequel tentang kehidupan Kyuhyun,Sooyoung dan Yuri selanjutnya sampai para readers benar2 puas dengan hasil ending ceritanya.
    BUAT SEQUEL !!!! BUAT SEQUEL !!!! BUAT SEQUEL !!!! BUAT SEQUEL !!! BUAT SEQUEL !!!! BUAT SEQUEL !!! HARUS DAN WAJIB BUAT SEQUEL !!!! HARUS MENJADI AUTHOR SEJATI !!!JANGAN BUAT CERITA YANG TIDAK BERMAKNA DAN MENGGANTUNG !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. Ahhhh ujung2 kok gitu.. Gantung thor….
    Aku kira kyuhyun mikir bhw itu anaknya eh tw2nya… Gak nyadar bgt sich… Coba gitu eh jangan2 itu anakku…ehe
    ahhhhh gantung……
    Sequel thor

  5. sakit banget pas bacanya. asequel boleh thor? 5 tahun kemudian gt tes dna anaknya.. apalah. gantung thor ceritanya.. nikah gt kyuri…

  6. keren thorrr
    sequel donggg
    gantung nih akhirannya….
    jadiin dong kyuriinya…
    trus yuri sahabatan lagi ama sooyoung
    jonghyun nemu pasangannya
    kalo bisa thor lanjutin ama anaknya lahir trus gede trus punya pasangan deh
    hehehe
    mian thor….
    semoga ada sequelnya ya thor :*

    lope lope buat author dehh :*

  7. Andwae kok kyuri ga bsama pdahal mreka sm2 saling cinta 😢, author sequelnya please 😢😢😢😢
    Btw maaf ya izin bacanya telat n makasih 😊

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s