Posted in Comfort, Dramalife, Friendship, Hurt, Romance, Sad

Heart

Heart by LM

Heart
Present by
Lee Midah
Kwon Yuri || Cho Kyuhyun || Nickhun Horvejkul || Tiffany Hwang
Supporting Cast :
Nam Gyuri
Length : Oneshoot || Rating : 17 || Genre : Sad , Hurt, Romance, Friendship
Disclaimer
Cerita Pure milik sendiri, Castnya pinjam sebentar. This just Story, biasa kita bersomplak – somplak ria.
®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah
Typo is Art  Klo bertebaran maklum ya
= Happy Reading ^_^ =
Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini? Nan mollaseoyo…
Perasaan yang sungguh tidak aku mengerti sama sekali. Hanya dalam 2 detik saja jantungku berdebar saat pertama kali aku bertemu dengannya.
Apa yang salah dengan hati ini? Mengapa harus seperti ini?

= Heart =

“ Yuri, apa kau mendengarkanku? “, tanya Nickhun yang membuat lamunanku buyar karena aku tidak memperhatikan apa yang dia katakana.
“ Ah neh “, sahutku.
“ Apa yang kau pikirkan, Chagi? “, tanyanya sambil membelai rambutku lembut.
“ Anio, aku hanya sedang tidak enak badan “, gumamku sambil mencoba tersenyum.
“ Mwo?! Apa kau sakit lagi? Apa kita harus memeriksakannya ke rumah sakit? Atau ada… “, terlihat kepanikan diwajah Nickhun yang membuatku merasa bersalah karena berbohong.
“ Anio, kau tidak usah khawatir. Aku hanya ingin istirahat “, sela-ku karena tidak ingin membuatnya khawatir.
“ Jinjja? Kau tidak perlu ke rumah sakit? “, tanyanya lagi masih dengan nada khawatir, Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum dan terlihat dia menghela nafasnya lega.
“ Baiklah, jika kau merasakan sakit. Kau harus mengatakannya padaku, Arra? “, tanyanya dan aku mengangguk.
Nickhun tersenyum dia mendekat dan mencium keningku lembut, lalu dia memegang kedua pipiku sambil menatapku dalam.
“ Aku tidak ingin terjadi apa – apa padamu karena aku sangat mencintaimu “, ucapnya terdengar tulus dan meyakinkan.
Aku terkadang merasa bersalah padanya. Nickhun adalah kekasihku selama 3 tahun terakhir, aku juga sangat mnecintainya namun semua itu berubah saat aku pergi ke Jeju dimana aku bertemu seseorang yang baru pertama kali aku temui dalam hidupku namun aku tidak tahu tapi pertemuanku dengannya membuat duniaku menjadi sebuah kebingungan.
Flash back :
Aku dan Tiffany, sahabatku melakukan perjalanan berlibur setelah sebulan pasca sakitku yang harus berakhir dengan sebuah operasi karena sakitku sudah sangat parah, karena jantungku yang memiliki kelainan. Aku pikir umurku sudah di batas akhir namun Tuhan berhendak lain, dia memberikan kesempatan aku untuk menikmati hidupku dan aku bersyukur untuk itu. Aku juga sangat berterima kasih pada gadis yang memiliki hati yang sungguh baik, merelakan jantungnya untukku saat kami berada di rumah sakit yang sama. Dia meninggal karena memiliki kanker yang sudah stadium 4 dirahimnya. Setelah menerima pemeriksaan yang ternyata menyatakan jantungnya sangat cocok denganku dan ternyata hari – hari aku berbicara dengannya itu adalah batas umurnya. Saat tiba di Jeju aku memutuskan untuk pergi jalan – jalan melihat pantai meninggalkan Tiffany yang sedang membereskan pakaiannya di kamar hotel. Aku menghirup udara segar di sore itu yang membuatku merasa bersyukur karena aku masih bisa bernafas saat ini. Aku terlalu asyik dengan pikiranku sampai aku tidak melihat seseorang dan
Buk!
Aku menabraknya hingga aku hampir terjatuh namun kedua tangan kekar dengan sigap menangkap tubuhku.
“ Gwenchana? “, tanya seorang pria yang membuatku menoleh pada pemilik tangan yang kini masih menahan tubuhku.
Aku terpaku sejenak saat aku melihat wajah pemilik tangan itu dan kurasakan jantungku tiba – tiba berdegup kencang seperti ingin keluar dengan paksa. Dia masih menatap khawatir padaku dengan mata cokelat karamelnya dan dia pun bertanya lagi.
“ Apa kau baik – baik saja? “, tanyanya lagi yang kini membawaku kembali ke dunia nyata.
“ Eoh? Ah… neh “, sahutku gugup yang masih mencoba menenangkan jantungku yang terus memberontak.
“ Syukurlah. Mianhae, karena aku tidak melihatmu berjalan kearahku “, ucapnya lagi yang terlihat lega.
Aku menyadari tubuhku yang masih dipegang oleh kedua tangannya, aku mencoba berdiri dan melepaskan diriku dengan lembut.
“ Neh “, ucapku.
Aku tidak sanggup lagi mengatakan apapun, dia pun tersenyum padaku yang langsung membuat jantungku semakin gila. Ada apa ini? Aku memegang tepat dimana jantung itu terus memberontak.
“ Apa kau yakin baik – baik saja? “, dia bertanya lagi, mungkin heran dengan sikapku namun aku tetap diam tanpa menjawabnya.
Saat dia ingin mengucapkan sesuatu lagi, tiba – tiba sebuah suara menyelanya membuatnya terdiam.
“ Yuri!!! “, seruan Tiffany sontak membuatku menoleh kearahnya yang kini berlari menghampiriku.
“ Kau kemana saja? Aku mencarimu kemana – mana “, ujarnya yang terlihat khawatir.
“ Mianhae, aku hanya ingin jalan – jalan sebentar “, ucapku.
Pandangan Tiffany menoleh kearah pria yang kini masih berdiri dihadapanku, pria itu menganggukan kepalanya seakan menyapa Tiffany. Tiffany pun kembali menatapku yang masih memegang dadaku.
“ Yuri-a, Gwenchana? Apa jantungmu terasa sakit lagi?! “, tanyanya terdengar khawatir.
“ Anio, aku baik – baik saja “, jawabku, sekilas aku melihat pria itu menatapku namun aku tidak ingin menatapnya, aku takut jantungku akan berhenti saat ini juga. Aku memutuskan untuk lari meninggalkan Tiffany dan pria itu yang pasti merasa aneh dengan sikapku.
“ Yuri!!! “, Tiffany memanggilku namun aku tidak menghiraukan panggilannya, Aku butuh menenangkan jantungku ini.

= Heart =

Aku merasakan seseorang mendekatiku saat aku duduk di kamar tidurku, aku tahu siapa dia.
“ Yuri, sebenarnya ada apa denganmu? Kau terlihat aneh? “, tanya Tiffany.
“ Aku tidak apa – apa, aku hanya merasa lelah saja “, bohongku, aku tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaannya karena sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang terjadi denganku.
“ Pria tadi, dia menitipkan maaf untukmu karena dia merasa bersalah telah menabrakmu “, ujar Tiffany.
Mendengar itu jantungku kembali berdebar kencang, padahal aku tidak tahu siapa pria itu namun membayangkannya saja sudah membuat jantungku berdebar seperti ini.
“ Apa kau yakin jantungmu baik – baik saja? “, dia kembali mempertanyakan jantungku karena aku terus memegang dadaku.
“ Kau tidak usah khawatir, jantungku baik bahkan sangat baik “, aku mencoba tersenyum dan dia pun mengangguk.
“ Tadi Nickhun menelepon, dia akan ke sini minggu depan “, aku mengangguk dan Tiffany pun pergi ke kamarnya meninggalkan aku sendiri.
Sebenarnya siapa pria itu? Mengapa aku merasakan hal seperti ini? Aku membaringkan tubuhku dan mencoba istirahat, mungkin aku memang kelelahan saja.
Keesokan harinya aku terbangun dari tidur nyenyakku dan aku membuka tirai yang langsung membiarkan cahaya matahari masuk ke kamarku. Aku tersenyum saat melihat kearah matahari yang mulai menampakkan keindahannya diujung laut sana. Aku pergi ke kamar Tiffany namun dia masih tidur membuatku enggan membangunkannya. Dia pasti sangat lelah setelah perjalanan kemarin dan dia juga pasti lelah karena terlalu mengkhawatirkan aku. Aku memutuskan untuk pergi ke restoran hotel untuk sarapan dan meminta pelayannya untuk mengantarkannya ke kamar Tiffany. Saat sedang menikmati sarapanku aku mendengar seseorang menyapaku.
“ Hai “, sapanya dan aku mengangkat kepalaku untuk memandangnya.
Deg!
Thump! Thump! Thump!
Pria itu lagi! Jantungku kembali berderu dengan cepatnya, aku terdiam diposisiku tanpa melakukan gerak sedikit pun.
“ Apa kau sudah baikan? “, tanyanya seakan menarikku dari kebekuan tubuhku.
“ neh “, sahutku yang begitu sulit keluar dari mulutku.
“ Apa aku boleh duduk disini? Ku rasa tempat yang lain sudah penuh “, pintanya sambil membawa sarapannya, dengan ragu aku menganggukan kepalaku.
“ Gomawo “, ucapnya yang langsung duduk dihadapanku sambil meletakkan piring dan cangkirnya yang berisi kopi.
Aku memperhatikannya saat dia mulai melahap sarapannya. Sungguh tampan! Satu kata yang langsung muncul dari pikiranku. Rambut ikal berwarna hitam kecoklatan, hidungnya yang mancung, mata berwarna cokelat karamel dan kulitnya yang putih pucat sungguh berpadu sempurna diwajahnya. Sepertinya dia merasakan aku ymemperhatikannya karena sekarang dia pun memandang kearahku yang membuat nafasku tercekat.
“ Apa ada yang aneh dengan wajahku? “, tanyanya yang langsung membuatku wajahku panas karena malu, dengan cepat aku menundukan kepalaku dan kembali kearah piringku. Ada apa denganku?
Karena tidak mendapat jawaban dia pun kembali pada sarapannya namun aku bisa merasakan matanya sedang melihat kearahku yang menunduk.
Setelah sarapan aku kembali ke kamarku dan Tiffany sudah menunggu disana dengan wajah cemberut.
“ Mengapa kau pergi sarapan sendiri? “, tanyanya kecewa sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
“ Mianhae, aku tidak tega membangunkanmu. “, ucapku dan dia masih cemberut membuatku tersenyum karena dia terlihat seperti anak kecil sekarang.
Aku beruntung memiliki sahabat sepertinya yang sudah ku anggap sebagai saudara kandungku. Dia sangat baik dan selalu menolongku apalagi saat aku sakit dia selalu menemaniku.
Aku mendengar ponselku berbunyi, saat kulihat rupanya Nickhun yang meneleponku. Aku sampai lupa untuk memberikan kabar padanya, dia pasti khawatir. Aku berjalan keluar hotel dan mengangkat ponselnya.
“ Neh, Yeoboseyo “, sapaku dan aku langsung mendengar suara khawatir Nickhun.
“ Yuri, akhirnya kau mengangkat teleponku. Aku sangat khawatir sekali karena kemarin kau tidak mengangkat teleponku “,
“ Mian “, sahutku dengan penuh penyesalan, kudengar helaan nafasnya yang terdengar dipaksakan karena aku yakin dia marah padaku namun dia selalu menahannya.
“ Lain kali jangan lupa untuk menghubungiku atau mengangkat telepon dariku, kau tahu aku tidak bisa tenang sebelum mendengar suaramu “, ucapnya yang sepertinya mulai tenang.
“ Neh, Mian “, sahutku lagi.
“ Berhentilah meminta maaf, aku merasa bersalah jika kau terus minta maaf seperti itu “,
“ Neh, Mian, maksudku neh “, balasku.
“ Aku akan menemuimu minggu depan, ku harap kau bersabar ya“, ujarnya.
“ Neh, aku sudah mendengarnya. Kau tidak usah khawatir “, aku mencoba menenangkannya yang pasti cemas padaku.
“ Geurae, kalau begitu aku akan menghadiri meeting dengan klienku. Saranghae “, pamitnya dan aku pun membalasnya kemudian mengakhiri sambungan telepon.
Tidak tahu mengapa aku merasa bersalah padanya, tapi aku tidak tahu apa yang membuatku merasakan hal itu. Apa mungkin karena aku tidak memberikan kabar padanya?
“ Kita bertemu lagi “, ucap seseorang membuatku menoleh.
Thump! Thump! Thump!
Lagi – lagi jantungku bereaksi pada pria yang sama, dia tersenyum dan mendekatiku. Aku bingung harus bersikap seperti apa? Apa aku harus lari? Tapi… mengapa aku lari?
“ Sepertinya kita berjodoh ya “, ujarnya yang membuatku langsung menatapnya.
“ Apa maksdumu? “, tanyaku.
“ Anio, hanya saja aku merasa kita memiliki sebuah ikatan takdir “, ujarnya membuatku semakin tidak mengerti.
“ Mianhae, jika membuatmu tidak nyaman. Kenalkan aku Kyuhyun “, ujar pria itu yang sepertinya merasa salah bicara sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat denganku.
“ Aku… “, belum sempat aku memberi tahu namaku dia menyelanya.
“ Yuri “, aku menatapnya seakan bertanya darimana dia tahu dan dia pun mengerti.
“ Temanmu yang kemarin memberitahuku “, aku hanya menganggukkan kepala.
“ Dimana temanmu? Mengapa kau sendirian? “, tanyanya.
“ Dia dikamarnya dan aku ingin berjalan – jalan “, jawabku.
“ Kalau begitu, apa kau keberatan jika aku menemanimu? “, tanyanya dengan senyum penuh harap, apa tidak apa – apa aku menerima ajakannya? Aku menatapnya lagi dan dia masih menunggu jawabanku.
“ Neh, tentu saja “, dia pun tersenyum setelah mendengar persetujuanku.
Kami berdua berjalan menyusuri pantai disekitar Hotel yang kami tempati. Aku baru sadar jika pria bernama Kyuhyun ini selalu membawa kamera dan memotret sekitarnya.
“ Apa kau seorang fotografer? “, tanyaku yang membuatnya berhenti memotret.
“ Hmm… bisa dibilang seperti itu. Tapi ini adalah hobiku, mengabadikan semua ciptaan Tuhan yang terindah “, ujarnya yang membuatku ingin tersenyum.
“ Jakkaman! “, ucapnya membuatku terdiam, kemudian dia mengarahkan kameranya padaku.
Klik!
Dia memotretku yang membuatku menatapnya. Mengapa dia memotretku?
“ Kau sangat cantik saat tersenyum “, pujinya membuatku tersipu dan salah tingkah. Aku langsung mengalihkan pandanganku kearah lain untuk menghindari tatapannya. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, kami berjalan – jalan hingga sore pun tiba.
“ Neomu Yeppeunda “, ucapnya kagum melihat matahari yang mulai turun sedikit demi sedikit, aku pun menoleh kearah matahari terbenam dan rasa kagum pun terpancar diwajahku.
“ Yeppeunda… “, gumamku sambil tersenyum senang.
Klik! Klik! Klik!
“ Neh, Neomu Yeppeunda “, dia pun kembali mengabadikan kejadian alam itu berulang – ulang.

= Heart =

“ Ya! Kwon Yuri mengapa kau meninggalkanku lagi?! “, protes Tiffany saat aku kembali ke kamarku.
“ Mianhae, aku lupa karena aku terlalu menikmati suasana yang indah dipantai “, sesalku sambil menunduk.
“ Kau ini! “, decaknya kesal.
Aku menatapnya dengan penuh penyesalan dan diapun akhirnya mendesah pasrah dan mulai tersenyum lagi.
“ Jika besok kau meninggalkanmu, kau akan mati! “, ancamnya dan aku hanya tersenyum menanggapinya.
Keesokan harinya aku bertemu dengan Kyuhyun lagi. Mengapa terasa nyaman bersamanya? Aku lupa semuanya bahkan Tiffany sering marah karena dia harus berjalan – jalan sendiri dan Kyuhyun selalu mengajakku ke tempat yang indah. Jantungku juga mulai merasa terbiasa dengan kehadirannya selama 5 hari ini. Bahkan besok kami berjanji untuk bertemu lagi, malam ini aku tidak bisa tidur karenanya. Pagi pun mulai menyingsing, aku bergegas untuk menemui Kyuhyun yang sudah menungguku sebelum matahari terbit di daerah utara. Tiffany pasti tertidur pulas sekarang, aku menyimpan sebuah kertas dimana aku mengatakan pergi ke suatu tempat. Kyuhyun tersenyum di dekat mobilnya saat aku menghampirinya.
“ Kau siap? “, tanyanya, aku mengangguk antusias.
Kami pun mulai perjalanan dimana kami bisa melihat matahari terbit dan jaraknya cukup jauh sekitar 1 jam untuk sampai disana. Pantas saja dia meminta bertemu pagi sekali. Setelah sampai kami membutuhkan waktu 20 menit untuk berjalan menuju ditempat yang Kyuhyun maksud. Sebuah bukit dimana kita bisa dengan jelas melihat matahari terbit.
“ Udaranya segar sekali “, ucapku dan dia mengangguk setuju.
Matahari mulai naik dengan cahaya yang indah, aku memandang kagum kearahnya. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah.
Klik! Klik! Klik!
Kudengar Kyuhyun memotret lagi namun saat aku menoleh kearahnya dia mengarahkan kameranya padaku.
“ Apa yang kau lakukan? “, tanyaku heran.
“ Aku sedang mengabadikan ciptaan Tuhan yang sangat indah “, jawabnya dan dia memotretku lagi.
“ Ya! Geumanhae! “, pintaku yang langsung menutupi wajahku.
“ Kau tidak usah malu, Yuri. Kau sangat cantik dan senyummu sungguh indah “, pujinya membuat wajahku terasa panas, walaupun dia sering mengatakannya tapi aku tetap malu mendengarnya.
“ Ya! Kalau kau tidak berhenti, aku akan mengambil kameramu! “, aku mulai berjalan kearahnya dan dia mulai mundur dan menghindariku. Kami kejar – kejaran sampai nafasku tersengal – sengal. Aku berhenti dan mengatur nafasku, aku memegang jantungku yang terasa sakit namun tidak lama tapi hal itu berhasil membuat Kyuhyun berhenti dan mendekatiku dengan wajah khawatir.
“ Gwenchana? Apa jantungmu baik – baik saja? “, tanya Kyuhyun khawatir, aku menatapnya heran darimana dia tahu jantungku bermasalah.
“ Darimana kau tahu tentang jantungku? “, tanyaku.
“ Dari temanmu saat pertama kita bertemu. Kau berlari sambil memegang dadamu dan dia menjelaskan semuanya “, aku tidak tahu mengapa Tiffany mengatakan padanya tapi melihat dia terdiam dihadapanku, aku langsung menangkapnya untuk mengambil kameranya namun tiba – tiba keseimbangan kami goyah, kami berdua pun jatuh diatas rerumputan dengan posisi aku berada diatas tubuhnya. Kami berdua kaget dan sempat terdiam beberapa detik, saat aku hendak berdiri dia menahan tanganku seakan melarang aku untuk bangun. Mata kami bertemu dalam diam, aku merasakan tangannya yang berjalan kearah belakang kepalaku. Dia menariknya pelan dan mengangkat kepalanya perlahan mendekatiku. Aku tidak dapat bergerak karena aku tersesat dalam tatapan lembut dan intens darinya. Tanpa sadar aku merasakan sesuatu yang menyentuh bibirku lembut, aku terlalu kaget sehingga aku hanya diam tanpa membalasnya. Dia terus menciumku dan perlahan – lahan menghisap bibirku dan memintaku untuk membuka mulutku namun aku tidak melakukannya. Dia melepaskan ciumannya lalu menatapku.
“ Sepertinya aku mulai menyukaimu, Yuri “, Kyuhyun menyatakan perasaannya padaku, aku semakin kaget namun matanya terlihat tulus dan jujur.
“ Aku tahu pertemuan kita sangat singkat, tapi aku benar – benar menyukaimu “, lanjutnya.
Aku sadar dan mengingat bayangan Nickhun di kepalaku, sontak aku berdiri dan berlari menjauhinya. Kyuhyun terlihat kaget dengan reaksiku, namun aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Apa aku mengkhianati Nickhun? Apa aku juga menyukainya? Aku tidak tahu bagaimana perasaanku ini, aku bingung. Kyuhyun mencoba mengejarku, namun aku sudah menaiki sebuah taxi dan meninggalkannya sendiri. Aku menoleh dari kaca belakang taxi. Kyuhyun menatap kearahku dengan tatapan yang terlihat bingung, heran juga sedih.
“ Mianhae… “, lirihku.
Setelah sampai di Hotel, aku langsung berlari ke kamarku. Aku butuh waktu mencerna semua ini, aku ingin sendiri. Namun saat aku masuk, seorang pria tersenyum padaku dengan senangnya menyambutku.
“ Chagi… “, Nickhun langsung menghampiriku dan memelukku erat.
“ Bogoshipeo “, lanjutnya, menghirup rambutku dan menciumnya, Aku terdiam tanpa menjawabnya. Ini semua terlalu membingungkan dan sekarang dia datang disaat aku sedang kacau.
Dia melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pipiku dan menatap mataku heran karena aku tidak membalasnya.
“ Kau baik – baik saja kan? Apa kau sakit lagi? Wajahmu terlihat pucat “, tanyanya khwatir, ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang?
“ A… anio, aku baik – baik saja “, jawabku mencoba tersenyum.
“ Jinjja? “, tanyanya lagi dan aku menganggukan kepalaku. Tidak lama pintuku ada yang mengetuk, apakah itu Tiffany? Aku dan Nickhun menoleh kearah pintu dan aku pamit untuk membukakannya.
Aku kaget mendapati Kyuhyun didepan kamarku, dia terlihat merasa bersalah dan bingung dalam waktu yang sama.
“ Yuri, Mianhae jika membuatmu kaget tapi aku… “, belum sempat Kyuhyun mengatakannya, Nickhun menghampiri kami sambil memeluk pinggangku.
“ Nuguseyo, Chagi? “, tanya Nickhun memandang Kyuhyun.
Aku bisa melihat wajah Kyuhyun yang berubah, dia terlihat… sedih juga bertanya – tanya saat melihat Nickhun memelukku.
“ Dia Kyuhyun, temanku “, jawabku hati – hati dan masih menatap Kyuhyun tanpa ekspresi.
“ Oh perkenalkan, aku Nickhun. Kekasih Yuri “, ujar Nickhun mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.
Kulihat Kyuhyun ragu menerima jabatan tangan Nickhun namun akhirnya dia pun menerima uluran tangan Nickhun.
“ Bangapseumida “, ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.
“ neh, Bangapseumida “, Nickhun tersenyum senang dan Kyuhyun mengalihkan pandangannya padaku. Aku bisa melihat kekecewaan diwajahnya.
“ Mianhae, jika aku mengganggu. Aku permisi “, pamit Kyuhyun pergi, Nickhun mengajaknya untuk mengobrol namun Kyuhyun beralasan memiliki urusan.
“ Apa dia teman sekolahmu? “, tanya Nickhun padaku.
“ Anio, kami bertemu saat aku tiba di Jeju “, jawabku mencoba menahan diri karena sekarang aku memikirkan Kyuhyun, apa yang dia lakukan sekarang? Apa dia sedih? Kecewa atau marah padaku?
Setelah hari itu aku tidak pernah melihat Kyuhyun lagi, aku bertanya pada reseptionis jika Kyuhyun sudah Chek out kemarin malam dan dia tidak memberitahuku sama sekali. Aku kecewa padanya tapi… mungkin juga dia kecewa padaku. Mianhae… Kyuhyun.
Flashback End
= Heart =
“ Chagi, untuk pertunangan kita minggu depan semuanya sudah siap. Kau jangan terlalu lelah “, ucap Nickhun setelah memberitahu jika seminggu lagi hari pertunangan kami.
“ Neh “, ucapku.
Tak berapa lama, Tiffany datang menghampiri kami. Namun aku merasa aneh dengan sikapnya sekarang. Dia terlihat lebih pendiam jika aku bersama Nickhun.
“ Hy Yul “, sapanya dan aku tersenyum padanya.
“ Hy Khun “, sapa Tiffany juga yang terdengar canggung, apa aku salah dengar? Nickhun pun membalasnya tak kalah canggung. Kenapa aku merasa aneh dengan mereka?
Nickhun pun pamit untuk kembali ke kantornya, dia mencium pipiku dan kulihat Tiffany mengalihkan pandangannya seakan tidak ingin melihatnya. Apa aku terlalu berpikir berlebihan? Mungkin hanya perasaanku saja. Setelah Nickhun pergi, Tiffany mulai berbicara padaku.
“ Bagaimana persiapan pertunangan kalian? “, tanyanya.
“ Nickhun sudah menyiapkan semuanya “, jawabku yang tidak terdengar antusias, aku tidak tahu apakah aku senang atau tidak saat ini? Selama sebulan kepulangan dari Jeju pikiranku masih pada Kyuhyun. Apa kabarnya sekarang?
“ Yul, apa kau memikirkan sesuatu? “, tanya Tiffany membuatku membuyarkan lamunanku.
“ neh? “, pekikku.
“ Kau terlihat tidak antusias pada pertunanganmu, apa kau punya masalah? Katakan padaku “, ujar Tiffany.
Apa aku harus jujur? Tapi aku merasa tidak merasa nyaman karena Tiffany teman Nickhun juga.
“ Anio, aku hanya gugup dengan pertunanganku nanti “, bohongku dan terlihat Tiffany hanya menganggukan kepalanya.
Aku dan Tiffany berpisah saat pulang, karena aku ingin sekali jalan – jalan untuk menjernihkan pikiranku. Bagaimana aku bisa bertunangan dengan pria lain namun dalam pikiranku ada pria lain lagi? Aku melihat sebuah gedung yang terlihat baru membuka sebuah gallery foto. Kakiku berjalan menuju gedung itu tapi tidak tahu mengapa aku ingin kesana. Seorang gadis menyambutku dengan tersenyum namun dia sempat terdiam saat melihatku mendekat.
Aku terus berjalan menyusuri setiap hasil foto yang terpajang di dinding, mengapa aku jadi teringat Kyuhyun? Ada beberapa gambar yang mengingatkanku saat kami di Jeju. Aku tersenyum mengingat semua itu. Tiba – tiba beberapa orang yang tidak aku kenal menghampiriku.
“ Apa kau gadis difoto itu? “, tanya salah satu dari mereka.
“ Pantas saja fotonya cantik karena orangnya juga terlihat cantik “, puji salah satu dari mereka membuatku mengerutkan keningku tidak mengerti. Apa maksud mereka? Foto? Aku pun tersenyum menanggapi mereka lalu aku terus melangkahkan kakinya sampai kakiku berhenti dan kini aku melihat fotoku sendiri saat di Jeju. Saat matahari terbenam juga saat matahari terbit. Bahkan saat aku berada didepan jendela kamar hotelku menikmati udara pagi. Bagaimana mungkin foto – foto itu ada disana? Aku langsung menemui gadis yang menyambutku di depan tadi dan aku tidak percaya apa yang aku dengar.
“ Mungkin yang anda maksud karya milik Cho Kyuhyun? Dia adalah pemilik gallery ini sekaligus fotografernya “, jelas gadis berambut hitam lurus itu ramah, aku menganga tidak percaya. Bukankah dia mengatakan hobi? Tapi… gallery ini miliknya? Jantungku berdegup kencang lagi sama seperti pertama bertemu dengannya.
Aku pun melangkahkan kakiku keluar dari gedung itu dengan tatapan tidak percaya, namun aku terhenti saat melihat seorang pria turun dari audy hitamnya. Aku manatapnya dan dia pun menatap kearahku. Dia membuka kaca mata hitamnya dan berhenti dengan jarak beberapa meter dariku.

= Heart =

Thump! Thump! Thump!
Suara jantungku yang terus mendesakku ingin keluar dari tempatnya saat duduk dihadapan pria yang sudah mengisi pikiranku selama sebulan ini.
“ Apa kabarmu? “, tanyanya memecah keheningan diantara kami.
“ Baik “, jawabku singkat, kami pun hening kembali dan fokus pada minuman kami masing – masing.
Aku bingung apa yang harus aku katakan? Apa aku harus minta maaf? Tapi apa dia mau memaafkanku?
“ Mi… “, belum aku mengatakan sesuatu dia langsung mendahuluiku.
“ Mianhae… “, gumamnya.
“ Neh?! “, aku kaget.
“ Mianhae, karena aku memasang fotomu di galleryku “, lanjutnya masih dengan nada yang sama.
“ Oh Itu gwe… “, saat aku ingin mengucapkan sesuatu dia kembali menyelanya.
“ Mianhae, karena aku menciummu saat itu “, ucapnya lagi yang membuatku terdiam masih menatapnya.
“ Aku bodoh karena mengira kau juga menyukaiku, padahal aku tahu jika kita hanya bertemu selama seminggu. Seharusnya aku tahu jika kau memiliki seorang kekasih. Untuk masalah fotomu, Jika kau ingin aku membayar untuk foto – foto itu katakan saja berapa yang harus aku bayar “, ujarnya, tiba – tiba hatiku sakit mendengar ucapan terakhirnya. Apa dia pikir aku akan meminta ganti rugi padanya karena foto itu? Apa dia pikir aku ingin uangnya saat menerima ajakannya ini? Aku marah, kesal, kecewa juga sedih. Apa dipikirannya aku orang seperti itu?
“ Anio, kau tidak usah membayarnya. Aku tidak akan menuntut apapun! Terima kasih undangan minum kopinya, aku permisi! “, pamitku menahan amarahku dan beranjak dari tempat dudukku.
Kupikir dia akan mengejarku dan meminta maaf, tapi yang dia lakukan hanya duduk tanpa bergerak dari tempat duduknya. Mengapa aku sedih? Mengapa aku harus kecewa? Kwon Yuri, lupakan dia! Lupakan! Tanpa terasa air mataku menetes keluar padahal aku mencoba menahannya sekuat hatiku. Aku merasakan dadaku sakit dan sesak, nafasku sulit kuatur dengan baik. Sesampai di sebuah gang, aku berhenti dan mulai menyandarkan tubuhku di sebuah dinding. Aku berjongkok sambil memeluk kedua lututku dan aku pun menangis disana, tanpa aku tahu mengapa aku harus menangis seperti ini?
Seminggu aku lalui dengan tidak semangat, orang tuaku merasa cemas namun aku tetap mengatakan aku tidak apa – apa. Beberapa kali Tiffany mencoba menemuiku namun aku tidak ingin bertemu siapapun. Nickhun terus menghubungi namun aku tetap tidak ingin diganggu. Aku hanya diam dikamar sampai aku tidak sadar jika malam ini adalah pertuananganku dengan Nickhun.
“ Yuri, ini gaunmu sayang “, ucap Omma memberikan sebuah gaun berwarna silver dengan permata yang indah di sepanjang gaun ini, Nickhun telah memesannya khusus untukku. Apa aku benar – benar harus menerima semua ini? Apa ini adil untuk Nickhun karena hatiku memikirkan pria lain? Tapi Nickhun terlalu baik, dia sangat mencintaiku selama beberapa tahun ini. Dia tidak pernah menyakitiku atau melakukan kesalahan padaku. Aku menatap diriku dicermin, melihat wajahku yang dihiasi make up, tapi kenapa aku tidak bahagia? Bukankah ini yang aku impikan? Omma menyuruhku untuk keluar karena mereka sudah siap dengan mobil yang akan membawa kami ke gedung tempat pertuanganku. Aku hanya menatap kosong jalanan sampai 30 menit kami sampai. Aku berjalan bersama kedua orang tuaku dan Nickhun beserta keluarganya menyambut kami dengan ramah. Kulihat Tiffany juga ada dengan gaun hitam elegannya.
“ Kau sangat cantik, Yuri “, puji Nickhun sambil mencium pipiku dan aku hanya tersenyum.
Kami berjalan bergandengan, semua orang memuji kami dan mengatakan kami pasangan serasi.
“ Chukae, Yuri “, ucap Tiffany yang langsung memelukku dan aku membalasnya.
“ Gomawo “, balasku.
Aku dan Nickhun berjalan lagi, sampai kakiku berhenti melihat seseorang berjalan kea rah kami dengan jas berwarna abu – abu. Aku terdiam, menatapnya yang tersenyum.
“ Chukae, Nickhun-ssi, Yuri-ssi “, ucap Kyuhyun yang membuat hatiku merasa tidak karuan lagi, Mengapa dia ada disini? Mengapa dia datang?
“ Gomawo Kyuhyun-ssi. Yuri kau pasti kaget melihatnya disini. Ternyata Kyuhyun ini adalah CEO dari Cho Enterprsise “, ujar Nickhun membuatku tidak percaya.
Cho Enterpraise adalah sebuah grup yang sudah menduduki dunia usaha di Korea bahkan diakui dunia, karena mereka memiliki beberapa usaha yang sangat sukses dibidangnya dan Kyuhyun adalah CEO-nya? Aku pamit sebelum acara dimulai, aku butuh udara untuk bernafas sekarang. Aku pergi ke taman di belakang gedung itu yang terlihat sepi dan mungkin tidak akan ada yang tahu tentang aku disini. Aku duduk disebuah bangku dan mencoba menghirup udara sebanyak – banyaknya seakan aku hampir mati kekurangan oksigen. Aku memegang dadaku yang masih terasa sesak.
“ Mengapa kau berada disini? “, tanya seseorang membuatku menoleh dan dia Kyuhyun. Mengapa dia kesini?
“ Mengapa kau mengikutiku? “, tanyaku kesal, apa dia tidak mengerti jika aku menghindar darinya.
“ Aku hanya khawatir terjadi sesuatu denganmu “, jawabnya yang membuatku menatapnya tidak percaya.
“ Kau khawatir? Jika kau khawatir seharusnya kau tidak menemuiku “, ucapku terdengar sarkasme.
Aku ingin pergi, aku beranjak dari tempat dudukku namun sebuah tangan menghentikanku dan mendekapku erat.
“ Apa kau menyukaiku, Yuri? “, tanyanya yang membuatku tersentak. Aku membeku beberapa saat sampai aku tersadar dan memberontak untuk melepaskan diri.
“ Kyuhyun-ssi, malam ini aku akan menjadi tunangan dari Nickhun “, tegasku.
“ Apa kau yakin mencintainya? “, pertanyaan itu berhasil membekap suaraku, namun apa yang sebenarnya dia inginkan sekarang? Aku tidak bisa bertahan lama bersamanya, tanpa menjawabnya aku berjalan meninggalkannya yang berdiri mematung ditempatnya.

= Heart =

Acaranya pun dimulai, semua tamu berkumpul dan menunggu kedatanganku. Disana sudah ada Nickhun yang menungguku. Dia tersenyum padaku, aku menolehkan kearah semua tamu. Tidak ada Kyuhyun juga Tiffany, dimana Tiffany? Aku mencoba mencarinya namun tidak ada.
“ Selamat datang pada semua tamu, kami merasa terhormat dengan kehadiran kalian di acara penting untuk putera kami ini. Hari ini akan menjadi hari yang membahagiakan bagi anak – anak kami yang akan mempererat ikatan keluarga Horvejkul dengan keluarga Kwon “, ucap Mr. Horvejkul, semua orang bertepuk tangan dengan meriah.
“ Silahkan bertukar cincin nak “, pinta Mr. Horvejkul pada Nickhun yang memasang senyum bahagianya.
Saat Nickhun mengambil cincin dan memintaku untuk mengulurkan jariku padanya, yang aku lakukan hanya diam tidak mengulurkan jariku padanya. Semua orang bertanya – tanya dengan sikapku, aku hanya menatap Nickhun yang juga heran dengan sikapku.
“ Yuri, ulurkan tanganmu “, bisik Appa padaku namun aku masih tetap terdiam, dari jauh aku melihat Tiffany yang baru bergabung. Kulihat dibelakangnya ada Kyuhyun yang bersamanya.
“ Yuri, ada apa? “, tanya Nickhun heran padaku.
Aku menghela nafasku sebelum aku menjawabnya, aku berjalan menjauhi Nickhun dan berjalan mendekati Tiffany. Pandangan semua orang mengikutiku dan aku berdiri tepat dihadapan Tiffany yang terlihat kaget dengan kedatanganku.
“ Yuri… “ lirih Tiffany dengan matanya yang sembab, aku tahu dia habis menangis. Aku melihat kearah Kyuhyun sekilas yang juga menatap kearahku.
“ Yuri, apa yang kau lakukan? Acara akan segera dimulai sayang “, Omma memanggilku namun aku pun bicara.
“ Gadis yang seharusnya bersanding di sana bukanlah aku “, ujarku membuat semua orang kaget,
“ Apa maksudmu, Yuri? “, tanya Appa.
“ Gadis yang seharusnya bertunangan dengan Nickhun bukanlah aku tapi… Tiffany, sahabatku “, lanjutku.
“ Mianhae, jika aku membuat kalian semua kaget. Nickhun, aku berterima kasih karena kau selalu bersikap baik dan perhatian padaku selama beberapa tahun ini. Aku sangat menghargai semua itu, karena kau selalu setia bersamaku walaupun aku sedang sakit bahkan kau tidak pernah sekalipun meninggalkan aku. Aku tidak tahu apakah itu cinta atau perasaan ibamu, aku tak tahu pasti. Pada awalnya mungkin kau memang mencintaiku namun… hati seseorang bisa berubah kapanpun “, Nickhun terlihat kaget dengan pernyataanku.
“ Tiffany, kau sahabatku yang baik. Aku bahagia bisa memiliki sahabat sepertimu yang sudah ku anggap sebagai saudaraku “, Tiffany menatapku sedu.
Aku menghela nafasku panjang dan semua orang terlihat menunggu apa yang akan aku katakana.
“ Jika kalian saling mencintai, seharusnya kalian tidak mengorbankan cinta kalian untukku. Tuhan mengijinkan aku mendengar langsung dari kalian apa yang sebenarnya kalian rasakan. Aku tidak mengerti mengapa kalian membohongi aku dan menyembunyikan kebenaran. Apa karena aku sekarat dulu? Tapi semuanya sudah berlalu, aku tidak ingin menebak apa sebenarnya maksud kalian tidak jujur padaku. Jadi berbahagialah, karena melihat kalian bahagia membuatku merasa bahagia juga. Aku bukan lagi seseorang yang sekarat dan butuh belas kasihan, aku sudah sehat. Jadi tidak ada alasan bagi kalian untuk menyembunyikannya lagi “, aku memegang tangan Tiffany dan membawanya pada Nickhun yang masih berdiri didepannya.
“ Ini tempatmu bukan tempatku “, ucapku.
“ Yuri, tapi… “, ucap Tiffany namun aku menggelengkan kepalaku.
“ Nickhun, Jaga dia baik – baik! Jangan menyakiti hatinya, karena dia gadis yang sangat baik. Hatinya terlalu lembut untuk tersakiti “, aku tersenyum pada Nickhun.
“ Gomawo Yuri, aku tidak tahu apa yang harus aku katakana padamu. Tapi… gomawo “, Nickhun tersenyum, dia terlihat bahagia tanpa beban begitu juga Tiffany yang meneteskan air matanya bahagia lalu memelukku.
“ Gomawo, Yuri “, bisik Tiffany.
“ Cheonma, Chingu-ya “, ucapku.
Semua orang menerima keputusanku, begitu juga keluargaku dan keluarga Nickhun. Aku tersenyum saat mereka berdua bertukar cincin lalu berpelukan. Aku bersyukur aku mengetahui kenyataan itu sebelum terlambat.
Flashback :
Aku berjalan meninggalkan Kyuhyun menuju ruangan dimana semua tamu sudah menunggu namun aku terdiam didepan sebuah ruangan dimana dua orang yang sangat aku kenal bicara.
“ Apa harus seperti ini? Mengapa kita tidak jujur sekarang? “, tanya Nickhun pada Tiffany yang menangis tersedu – sedu.
“ Khun, kau tahu Yuri sahabatku satu – satunya. Aku tidak ingin mengecewakannya, kau lihat beberapa hari ini dia terlihat murung? Apa jadinya jika dia tahu tentang hubungan kita? “, ujar Tiffany sambil menangis, aku menutup mulutku mendengar semuanya.
“ Tapi sekarang yang ada dihatiku hanya kau, aku tidak ingin membohongi Yuri lagi “ Nickhun mendekap Tiffany erat membiarkan Tiffany menumpahkan air matanya, Apa yang aku lakukan? Sahabatku harus terluka karena aku? Dan Nickhun, dia juga menahan perasaannya padahal aku juga sudah memiliki pria lain dihatiku?
Mengapa semua menjadi seperti ini? Mengapa mereka merahasiakannya dariku? Apa karena kasihan padaku?
Aku melihat Tiffany menyuruh Nickhun pergi untuk melanjutkan pertunangan ini, dengan cepat aku bersembunyi. Nickhun terlihat berat hati meninggalkan Tiffany namun dia tetap pergi.
Aku tidak ingin melihat sahabatku menderita seperti ini, aku harus melakukan sesuatu. Aku pun berjalan kembali keruangan geduang dengan keputusan yang harus aku ambil sekarang.
Flashback End
= Heart =
Aku merasakan seseorang berjalan dan berhenti tepat disampingku, walaupun aku tidak melihat siapa dia tapi jantung ini seakan tahu siapa yang bisa mendebarkannya. Aku mencoba melangkah pergi namun sebuah tangan menghentikanku.
“ Kau mau kemana? “, tanyanya, aku tidak ingin melihatnya sekarang.
“ Lepaskan aku. Aku … “, aku tidak tahu harus mengatakan apa.
“ Kau sahabat yang baik “, gumamnya.
“ Aku tahu! “, aku menghempaskan tangannya pelan, kukira dia akan menggenggam tanganku lebih erat namun ternyata tidak. Ada rasa kecewa dihatiku namun aku memilih untuk pergi meninggalkannya dan pulang.
“ Mengapa aku masih tidak bisa mengendalikan debaran jantung ini? “, aku menatap langit – langit kamarku dengan tatapan heran.
“ Apa Kyuhyun ada hubungannya dengan pemilik jantung ini? “, aku jadi penasaran dengan asal usulnya, mengingat semua hal ini terus mengganggu pikiranku.
Keesokan harinya, aku memutuskan untuk menemui rumah sakit dimana aku dirawat dulu bersama pemilik jantung ini.
“ Mianhae, Agashii. Tapi kami tidak bisa memberikan informasi pasien itu “, tolak seorang suster saat aku meminta data pasien yang bernama Nam Gyuri.
“ Tapi aku penerima donor jantungnya, aku ingin berterima kasih pada keluarganya “, ucapku meyakinkan suster itu dan dia pun akhirnya memberikan alamat pasien itu dengan berat hati.
Aku kembali ke mobil dimana Tiffany sudah menungguku di mobilnya, dia terlihat penasaran namun menunggu aku duduk di kursi sampingnya.
“ Bagaimana? Kau mendapatkannya? “, tanya Tiffany dan aku menganggukan kepala dengan senyum terpancar di wajahku.
Diapun menjalankan mobilnya menuju alamat yang kami dapatkan, setelah menempuh perjalanan 1 jam. Kami tiba di sebuah rumah panti asuhan yang berada didaerah Incheon. Kami masuk dengan penasaran siapa sebenarnya gadis baik hati ini. Kami bertemu dengan pemilik panti yang menyambut kami ramah, lalu aku menanyakan tentang Nam Gyuri. Wajah pemilik panti itu berubah sedih mendengar namanya, dia terlihat begitu kehilangan. Setelah mendengar cerita tentang gadis itu, Gyuri masuk ke panti ini ketika berumur 4 tahun. Dia anak yang baik dan cantik juga ramah, namun setelah mencapai umur 22 tahun dia mengetahui kalau dirinya memiliki kanker dirahimnya namun Gyuri tidak ingin menyusahkan orang – orang disekitarnya. Dia menyimpan penyakitnya sendiri selama satu tahun sampai akhirnya penyakit itu semakin parah dan berakhir di rumah sakit dan bertemu denganku. Aku mengingat betul bagaimana Gyuri memberiku semangat padahal dirinya juga sekarat. Dia gadis yang sangat istimewa sekali. Pemilik panti menunjukan pada kami kamar yang pernah ditempati oleh Gyuri. Aku melihat foto – fotonya sampai salah satu foto itu membuatku penasaran, aku mengambil fotonya sedang bersama seorang pria yang tidak asing denganku. Walaupun pria ini memakai seragam tapi senyum itu, sangat aku kenal.
“ Kyuhyun? “, lirihku dan Tiffany segera mendekat padaku dan mengambil foto itu ditanganku.
“ Maksudmu Kyuhyun CEO Cho Enterpraise? “, tanya Tiffany dan aku mengangguk.
“ Tapi mereka tidak terlihat mirip? “, gumam Tiffany karena difoto Kyuhyun ter;ihat masih sangat muda, apa Gyuri mencintai Kyuhyun? Itu yang ada dipikiranku saat ini.
“ Walaupun kau evil sunbae, tapi saranghae Kyuhyun sunbae… “, ucap Tiffany yang membuatku menatapnya dan ternyata Tiffany melihat sebuah tulisan di belakang foto itu.
“ Ternyata benar mereka berhubungan “, bisikku dan Tiffany menatapku lalu memegang bahuku membuatku tersenyum kearahnya.

= Heart =

Selama perjalanan pulang, aku hanya menatap kearah luar jendela. Tiffany sesekali menengok kearahku namun aku tetap tidak bicara satu patah kata pun.
“ Nickhun, mengajakku makan siang. Apa kau ingin ikut Yuri? “, tanya Tiffany ragu, aku menoleh dan mengangguk padanya tanpa suara. Dia pun diam kembali, aku terlalu malas untuk bicara. Pikiranku masih teringat apa Kyuhyun dan Gyuri memiliki hubungan lebih sekedar Sunbae-Hoobae? Tapi aku tidak pernah sekalipun melihat Kyuhyun mengunjunginya di rumah sakit.
Tak terasa kami tiba disebuah restoran cukup berkelas karena Tiffany mengatakan jika Nickhun baru selesai meeting dengan kliennya. Kami masuk dan pelayan sudah berdiri menyambut kami. Kami tiba dimeja dimana Nickhun duduk dengan seorang pria, aku tidak tahu siapa karena aku berjalan sambil menundukan kepalaku masih memikirkan Kyuhyun dan Gyuri.
“ Khun “, sapa Tiffany.
“ Sayang “, jawab Nickhun tersenyum.
“ Yuri, kau datang juga? “, tanya Nickhun padaku dan aku mengangkat kepalaku, aku yang harusnya membalas Nickhun dengan senyum ramah namun tidak dapat mengucapkan apapun saat melihat pria yang duduk disampingnya.
“ Hy Yuri “, sapa Kyuhyun padaku.
Kami duduk dengan hening, bukan Tiffany dan Nickhun karena mereka terus saja berbicara tapi aku dan Kyuhyun hanya diam, mengapa disaat seperti ini jantungku masih berdegup kencang? Gyuri-ssi, jika semua ini karena perasaanmu padanya tolong hentikan. Aku tersiksa dengan semua ini.
“ Yuri, kami pamit dulu. Kami harus melakukan fitting baju pengantin “, pamit Tiffany membuyarkan lamunanku.
“ Ah neh. Tentu saja “, sahutku.
“ Semoga hari kalian menyenangkan “, ucap Nickhun yang menyadarkan aku, jika hanya tinggal kami berdua disini.
“ Eh? “, pekikku, namun Tiffany dan Nickhun sudah meninggalkan kami berdua. Apa yang harus aku lakukan sekarang?
“ Sudah lama aku tidak melihatmu “, ucapnya membuatku semakin gugup.
“ N… neh “, sahutku, dia menatapku membuat jantung ini semakin menggila dibuatnya.
“ Bisakah kau ikut aku sebentar? “, pintanya, aku ragu untuk menerimanya namun tanpa sadar aku mengganggukan kepalaku.
Aku masuk ke mobilnya dan dia membantu aku memakai sabuk pengamannya, aku bisa menghirup bau tubuhnya. Aku sudah gila sekarang! Dia membawaku ke gedung gallerynya yang membuatku heran. Aku hanya mengikutinya tanpa suara, kami masuk dan terlihat semua orang yang bekerja di gallery itu hormat padanya,
“ Kau ingat semua gambar itu? “, tanya Kyuhyun membuat kepalaku mengangkat dan melihat kearah foto yang dia pandangi.
“ Neh “, sahutku.
Dia melanjutkan berjalan menyusuri foto – foto lain sampai kami berhenti di mana foto – fotoku terpajang disana yang membuatku sedikit malu.
“ Mengapa kau memasang foto itu? “, tanyaku penasaran membuatnya menoleh dan tersenyum.
“ Karena foto itu sangat indah, kau tahu ada beberapa orang yang menawar foto itu “, ujarnya, aku tidak mengerti apa maksudnya?
“ Maksudmu? “, tanyaku dan dia terkekeh.
“ Orang – orang itu menawar foto – fotomu dengan harga 100rb dollar “, jawabnya membuat mataku membulat kaget.
“ Mwo?!!! “, aku tidak bisa menyembunyikan kagetku.
“ Semua fotoku 100rb dollar? “, aku sungguh tidak percaya.
“ Tidak semua, hanya satu foto “, Kyuhyun tersenyum melihat ekspresiku yang sulit aku katakan.
“ Bagaimana bisa? “,
“ Karena mereka menyukainya “, ujarnya, aku menatapnya. Jika benar seharga yang dia katakan lalu mengapa dia tidak menjualnya?
“ Kau pasti bertanya mengapa aku tidak menjualnya? “, dia seakan tahu apa yang terlukis diwajahku.
“ Karena aku tidak ingin mereka memilikinya “, aku mengerutkan keningku semakin tidak mengerti.
“ Terkadang uang tidak bisa menilai sesuatu yang sangat berharga “, dia mendekat padaku membuat jantungku mulai berdebar lagi.
Matanya mulai menghipnotisku, dia lebih mendekat dan menggerakan tangannya pada rambutku yang terurai. Membelainya lembut membuat nafasku terasa sulit, tangannya kini membelai pipiku lembut membuat darahku naik dan sesuatu berterbangan di perutku.
“ Aku ingin menciummu, Yuri. Sekarang “, ucap Kyuhyun seakan meminta ijin padaku, aku terdiam namun mataku tertutup memberi isyarat jika dia bisa melakukannya saat ini juga padaku.
Dalam persekian detik, kurasakan bibirnya menyentuh bibirku lembut, dia mulai menghisap bibir bawahku seakan menyuruhku membuka mulutku, aku tidak menolak. Aku membiarkannya melakukan apa yang dia suka padaku. Dia mulai mendorongku dan menyudutkan aku ke dinding, semakin menciumku dalam membuatku lupa segalanya. Apa yang dilakukannya sekarang, seakan menghipnotisku sampai suara ponselnya menyadarkan kami dan membuat kami melepaskan ciuman kami yang hampir saja membuat kami berdua khilaf. Aku terengah – engah begitu juga Kyuhyun yang langsung menerima teleponnya.
“ Neh, Cho Kyuhyun Imnida “, sapanya yang masih terengah mengatur nafasnya.
“ Tunda saja, aku sibuk sekarang “, Kyuhyun pun menutup ponselnya kembali menatapku, tatapan kali ini lebih intens dan dia mulai mendekat lagi.
“ Aku ingin bersamamu, Yuri “, ucapnya namun aku teringat foto yang aku temukan dipanti aku menunjukannya dan wajahnya terlihat menegang seakan menahan amarah atau sedih aku tidak tahu pasti.

= Heart =

Kami terdiam didepan sebuah nisan dengan foto seorang gadis cantik sambil tersenyum dan tertulis sebuah nama yang tidak asing untukku, Nam Gyuri. Kyuhyun hanya menatap nisan itu tanpa mengucapkan apapun. Apa yang dipikirkannya sekarang aku tidak tahu? Apa dia marah? Apa dia menyesal? Apa dia merasa bersalah? Setelah 25 menit berlalu, Kyuhyun mulai bergerak seakan cukup mencurahkan apa yang dia rasakan pada Gyuri. Apa Kyuhyun mencintai gadis itu juga?
“ Gomawo, Gyuri-ah… “, gumam Kyuhyun.
Aku hanya memperhatikan tubuh Kyuhyun dari belakang, apa sebenarnya maksud Kyuhyun berterima kasih?
“ Karena kau, aku bisa bertemu dengan Yuri. Karena kau dia bisa hidup sampai saat ini “, aku tidak menyangka mengapa dia berbicara seperti itu, apa Kyuhyun tidak marah padaku karena memakai jantung ini?
“ Terima kasih karena jantungmu, dia akhirnya mencintaiku. Walaupun dia tidak mencintaiku, tapi berkat jantungmu dia harus merasakan cinta itu “, aku semakin tidak habis pikir dengan ucapannya.
Kyuhyun berbalik kearahku dan menghampiriku. Wajahnya tidak terlihat sedih ataupun berduka, apa dia senang dengan kematian Gyuri?
“ Kajja! “, ajaknya menarik tanganku untuk pulang.
“ Apa kau tidak sedih? Apa kau tidak merasa kehilangan? “, tanyaku heran Kyuhyun saat kami berada didalam mobil.
“ Jika kau ingin tahu tentu saja aku merasakan semua itu. Gyuri, adalah hoobae yang paling baik saat disekolah dulu. Kami sangat dekat dan dia selalu merawatku saat aku terluka setelah berkelahi “, jawabnya yang menoleh sambil tersenyum.
“ Lalu? “, aku masih bingung.
“ Gyuri, memilihmu untuk menjadi pendampingku karena itu dia memberikan jantungnya padamu. Agar cintanya tetap hidup untukku “, paparnya membuatku merasa sedikit kecewa karena mungkin Kyuhyun bukan mencintaiku namun mencintai Gyuri yang hidup didalam tubuhku.
“ Apa kau mencintainya? “, gumamku dengan sangat pelan namun sepertinya Kyuhyun mendengarku.
“ Jika kau berpikir aku mencintaimu karena Jantung Gyuri kau salah besar “, ucapnya yang sepertinya bisa membaca pikiranku.
“ Yang membuatku senang adalah walaupun kau tidak bisa mencintaiku, namun jantungmu tetap merasakan cinta untukku. Aku mencintaimu sebelum aku tahu ada jantung Gyuri didalam dirimu. Jadi bukankah ini sebuah keuntungan untukku “, aku menatapnya tidak menyangka jika pikirannya akan sepicik itu.
“ Kau… licik sekali “, gumamku.
“ Untuk mendapatkanmu, tentu saja aku bisa menjadi apapun. Termasuk licik “, dia menyeringai ke arahku.
Aku memutar bola mataku namun dia malah tersenyum bahkan terkekeh, tapi… yang dirasakan jantung ini memang cinta. Walaupun cintaku dan cinta Gyuri ada disini, aku merasa tidak ingin kehilangan pria disampingku ini. Aku memegang dadaku yang berdebar kencang lalu tersenyum.
“ Gomawo, Gyuri-ssi. Aku akan menjaga jantung ini dan juga cinta pertamamu untuk tetap hidup “,

=The End=

Akhirnya bisa bikin Kyuri lagi ditambah pasangan Khunfany padahal aku suka Khunri tapi apa boleh buat Yurinya ma Kyu aja dah hehehe😉 #abaikan, setelah sekian lama menunggu si Ilham muncul, datanglah cerita aneh bin absurt. Semoga readers berkenan memberikan apresiasi berbentuk komen yang bermanfaat bagi seluruh rakyat Kyulhae Art & Fanfiction ahahahahah😄

 

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

33 thoughts on “Heart

  1. yosh … yosh …. ada KyuRi lagi … asiiikkkk… eonni chukae ilham selalu menghampiri mu😆

    ff KhunFany pertama yg fan baca pasca mereka go public kemaren… hihi😀
    karena fan adalah rakyat Kyulhae, jadi fan mau komen kalo ceritanya aseekkk eon … tapi sedikit kehilangan Kyuppa yg evil, walau dia masih evil di sini tapi kerasa kurang eon, karena di ambil dari sudut pandang Yuri semua mungkin ya ? ini udah romance eon, tapi tambah lagi dong romance nya ?! ya ? hihi *bawel *banyak maunya lagi*

    eonni semangat ne buat next story … fighting🙂

  2. Aigoo~ eonnie-yaa !! Ff’x mmbwt jantungku merasakan sesuatu .. Hha~ /kebawasuasana/
    Eonnie~ gak bisa ngomong apa” lg . Trllu indah smw’x . KhunFany~ pasangan baru jg muncul dsni .
    Awal’x smpet down pas tau kalo Gyuri sama Kyu udh saling kenal sjak dlu . Tkut’x emng ky’ yg Yul pkir . Kalo Kyu bahagia krna jantung Gyuri msh ada meski ditubuh org lain -Yuri- . Trnyata eh trnyata~ brbanding trbalik .
    KyuRi jjang !! Feel manis-romantis yg eonnie bkin sllu ngena’🙂
    Eonnie-yaa ,, ttap smangat ! Truslah brkarya ! Aku sama readers lain akan sllu menunggu krya” daebak-mu ..

  3. critanya manis bgt tp karakter Yuri sma Kyuhyun kurang suka hehehe aku lbih suka Kyuhyun yg evil gk ktulungan sama Yuri yg bodoh eh,clumsy girl maksudnya*sama aja/plakk
    Ah pokoknya smangat deh buat karya-karyanya dan buat khunfany slamat!

  4. KYAAAAA~~~~
    Khunfany kan udh konfirmasi, tinggal Kyuri doang nih belum konfirmasi hahaha /apaandah._.
    Feel nya kerasaaa! Aku udh nebak dr awal kalo yang ngedonorin jantung buat Yuri pasti ada hubungan nya sama Kyuhyun. And eng ing eng!!!!!! Tebakan ku ga meleset. Hahahahahahaha

    Bikin lagi unn ff kyk gini hahaha lopelopelope banget dah:****
    Kan khunfany udh jadi real couple, tinggal nunggu Kyuri/? Mereka jadi real couple atau engga(?) atau yuri sama abang ikan/? Hahaahahah tinggal nunggu SM aja niiii

  5. Woaa, kangen kangen kangen sm ff buatan midah eonni! dan ad kyuriii pula!! Yeaay! plus pasangan yg lg hot2ny khunfany.. kyuppa evil iih, pdhl dia cm nganggap gyuri hoobae doang tp krn dia tau gyuri suka sm dia makany dia mengambil kesempatan dlm kesempitan.. yuri jd ikutan suka sm kyuppa gr2 terima donor jntg dr gyuri kan? Cb klo gak, dia pasti setia sm nichkhun.. tp gpp toh khun kan udh ad fany.. itu si kyuppa falling in love for the 1st sight y k yuri?? Omooo!! Sweetnyaa..

    Eonniii!! I’ll wait ur next fanfic project yaa.. hwaiting!!

  6. ad ap sma komen guaa smlamm…kokk gakk Ad ..prsaann guaa udhh komenn pnjang .tpi pas bukaa komen guaa gk ad.:-(
    #GuaKennaLagiDeh:-(
    baiklahh….Gua komenn ulng aj..
    smogaa Kyurii bsaa Brsma dehh..
    N kak midahh gakk hiatus lgii..smoga d berii ilhamm untkk bsa bkinn ff kyurii lgi.
    n hmm..bsa ngelanjitin ff yg kyurii dlu.^_^

    maaf unnie aq komenya gak kena ma ff in.coz aq udh lupa mau komen ap.coz smlam gua udh komen tpi pas buka ff in.kok komen gua gak nongoll yahh..:-(

  7. setelah gosip.a khunfany ,,,,,,,,, ehhhh keluar ff.a ………….
    chukkae untk khunfany ………
    so to the sweet kyuri

  8. huaa keren bgt eonni,,,sneng bgt deh bcanya…awlnya uda smpt mkir sih yg donorin jantung buat yuri ada hbungannya sma kyu,,ternyta bner…
    kyuri pkoknya sllu so sweet deh..wlaupun kyu nya agk kurng evil sih eon,,hhee…tp pst ga bkal bosen2 bca ttg kyuri,,,chukkae jg buat khunfany…
    smngat trus ya eonni,,,fighting!!! ditnggu ff2 yg lain ya..hhe

  9. Daebak!! ffnyaaa ngena bgt. Sampe2 jantungku ikut2an deg degann:D
    Lanjutin ff kyurinya dong yg lebih sweeeeeeetttttttt:* fighting authorrr!

  10. Wah…. udh lm gk bc FF kyuri lg …
    Feel’a ngena bngt ….
    Wkt Kyu majang foto yul di gallery kyk moment di film ina tp it udh dlu bngt…
    OKE EONNI FIGHTING!!! AND KEEP WRITING!!!

  11. Yalah kan tifany dah ma nichun juga di dunia nyata.
    hehe
    lagian saya sudah terlalu cinta ma KYURI. jdi kalo bukan mereka seneng si,tpi gak terlalu menggebu. Di tunggu ff slanjutnya🙂

  12. suka . . . Suka . . . Suka . . . Suka . . . Slalu ska ma krya2 mu eon🙂 crita yg luar biasa (y)

  13. Co cweeet bgt thor, aq kr yuri bkalan hianati nickhun. trnyt, khunfanny mang uda sling cinta y… ada sequelx ga thor? aq suka kt2x kyuhyun ttg jantng gyuri yg memaksa yuri utk cinta sm kyu. hahaha…

  14. Eonniii~ helloo xoxo😀
    Ff ini walau ngga begitu ngerti di awal tp kesini-sininya ngerti kok hehe well, rada janggal pas dibagian kyuhyun sama yuri ketemu gitu aja. terlalu cepet juga hoho tapi so sweet bgt diakhir hahaha *evil laugh*
    nice job! keep writing eon! ^^9

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s