Posted in Freelance, Friendship, Romance, Sad

[Freelance] Regret Shoot 7a

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^ Tapi berikan beberapa apresiasi berupa saran atau kritik kalian pada ff ini sebagai penghargaan untuk sang Author ^_^

Regret 7a

Regret (Shoot 7a)

Present by

Kang Hye Won (Fanny)

Cast :

Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Sub cast :

Tiffany Hwang SNSD || Jung Jessica SNSD || Im Yoona SNSD

Choi Siwon Super Junior || Lee Donghae Super Junior || Jonghyun CNBlue

SNSD || SUJU || BigBang

Length : ? || Rating : 15 || Genre : Frienship, Sad, Romance

Castnya milik diri mereka sendiri & God. Saya hanya pinjam sementara untuk kepentingan cerita. Plot  and story ini pure milik saya, jika pun ada kesamaan dalam kejadian dan lain-lain itu merupakan ketidaksengajaan belaka. And this story just for fun.

Note :

Baca dulu baru beri tanggapan kalian untuk karya saya yang amatir ini. walau karya saya masih amatir tapi dilarang keras untuk mem-PLAGIAT. Don’t be siders. Say what are you think all about. And write it at comment form. It’s Really For  Fun…

Be Good Reader.

“Finally …”

Have fun with this story … ^^

Pagi yg bersahabat di akhir pekan, membuat hari yg ditunggu setiap orang itu terasa lebih menyenangkan. Banyak orang meenghabiskan waktunya dengan jalan-jalan di luar, berkumpul dengan teman dan keluarga, atau hanya bermalas-malasan di rumah. Itu seperti jadwal mutlak untuk dilakukan untuk setiap orang di akhir pekan.

“Kyu kau sudah siap ?” tanya Gyuri. Gadis itu rela jauh-jauh pergi dipagi hari hanya untuk mengunjungi rumah Kyuhyun.

“Emh …” jawab Kyuhyun malas.

“Ayolah, kau sudah janji akan membantu ku. Aku benar-benar tidak mengerti materi itu, jadi aku harus membeli bukunya.” Ujar yeoja itu yg melihat wajah Kyuhyun yg malas.

“Arraseo …” masih dengan nada yg sama. Sang yeoja hanya tersenyum simpul.

Aku tahu bagaimana perasaan mu, tapi aku tak akan menyerah dengan mudah Kyu…” bisik Gyuri dalam hati, menyemangati dan mengingatkan diri sendiri.

“Oh … annyeonghaseo …” sapa yeoja itu sopan serta sedikit membungkuk, ketika melihat sosok yeoja paruh baya keluar dari dalam rumah megah itu.

“Annyeonghaseo …” jawabnya ramah namun berlalu begitu saja tanpa ada kesan apa pun. Hati yeoja itu terhenyak.

“Sepertinya eomma mu akan pergi Kyu …” ucap Gyuri.

“Hem … “ jawab Kyuhyun singkat dengan anggukan kecil. Tak lama eomma Kyuhyun pun memanggilnya

“Kyu …” panggil eomma Kyuhyun.

“Ne eomma …”

“Apa kau bisa antarkan eomma dulu sebelum kau pergi ?” tanya eomma dan sedikit menatap Gyuri namun sedetik kemudian mengalihkan pandangannya lagi pada Kyuhyun.

“Tentu … memang eomma akan pergi kemana ?” tanya Kyuhyun.

“Eomma ada janji dengan seseorang…” jawab eomma Kyuhyun dengan wajah yg bersemangat.

“Jeongmal ? nugu ?” tanya Kyuhyun.

“Yuri …”jawab eomma Kyuhyun.

“Ne ?!” kaget Kyuhyun.

“Ayo cepat… nanti dia menunggu terlalu lama…” ujar eomma Kyuhyun.

“N…ne” Kyuhyun masih kaget dengan jawaban eommanya. Hatinya senang tapi perasaannya tak bisa ia gambarkan dengan baik. Terlalu banyak warna yg mewakili setiap rasa yg ia rasakan. Ia berusaha sebisa mungkin menyadarkan hati dan pikirannya, mengusai pikirannya sendiri. Sementara disudut lain seorang yeoja semakin tersudut oleh rasanya sendiri. Mencoba mengendalikan diri sebaik mungkin agar tak menjatuhkan air matanya.

***

Disebuah tempat empat yeoja sedang asik dengan kegiatan mereka diakhir pekan. 2 diantara mereka sedang mencoba melenturkan badan dan 2 orang yg tersisa mencoba melatih suara mereka mulai dari nada terendah hingga tertiggi. Yuri dan Yoona dengan lentur meliuk-liukkan badan mereka. Mereka terbiasa melatih tubuh mereka dengan dance-dance ringan atau yoga. Sama seperti saat ini. terlebih Yuri telah kembali, Yoona teramat senang dengan kembalinya sahabatnya itu. sementara Jessica dan Tiffany melatih vocal mereka. Diruangan yg nampak seperti aula itu mereka asik dengan kebersamaan mereka. Setelah merasa sedikit lelah mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Mereka berkumpul layaknya beberapa orang yeoja berkumpul bersama, berbincang dan bercanda adalah hal yg sangat wajar jika mereka sudah bersama. Perhatian mereka sedikit pecah ketika seseorang berteriak.

“Chagiiiii….” Teriak seorang namja. Yoona yg amat hafal dengan suara itu yg sudah menjadi sebuah ciri khasnya lalu ia segera melihat kearah datangnya suara.

“Oppaaaaa…” jawab Yoona. Yuri, Jessica dan Tiffany pun hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.

Jonghyun ikut bergabung dengan empat yeoja cantik itu. Yoona dan Jonghyun menjadi sasaran empuk untuk Yuri, Jessica dan Tiffany menggoda habis pasangan itu. yg membuat keduanya mati kutu tak bisa melawan. Tak jarang pipi putih Yoona memerah, semerah merahnya dan Jonghyun yg terus tersenyum kaku menahan malu. Habis sudah pasangan ini.

Sementara disudut lain dua namja tampan memperhatikan mereka tak jauh dari tempat mereka berkumpul. Keduanya menunjukan senyum indah yg telah lama hilang. Mencerminkan hatinya dalam keadaan yg baik. Dinding es dihati mereka seolah mulai mencair walau hanya dengan melihat senyuman yeoja itu.

“Senyumnya tetap hangat. Sama seperti dulu…” ujar Donghae. Ia memperhatikan Jessica dari jarak yg terbilang aman.

“Matanya semakin indah jika ia tersenyum, sudah lama aku tak melihat senyuman dimatanya…” kini Siwon yg bicara.

Mereka pun memutuskan untuk memberanikan diri mendekat pada mereka. Ketika mereka masih sibuk dengan candaan mereka kedua namja itu –Donghae dan Siwon- mulai mendekat menampakan diri mereka. Suasana berubah menjadi hening ketika Tiffany dan Jessica melihat kedua namja itu mendekat. Jonghyun pun segera berdiri menyapa hyung-hyungnya itu.

“Annyeonghaseo hyung…” sapa Jonghyung ramah. Yoona hanya melongo menatap kedua sahabatnya dan kedua namja yg baru saja datang itu dengan bergantian. Dan Yuri hanya tersenyum simpul, setidaknya ia telah merasakan perasaan tak karuan yg sedang kedua sahabatnya ini rasakan terlebih dahulu.

“Annyeong …” jawab Donghae dan Siwon hangat. Untuk sejenak masih hening. Tak ada yg buka suara. Yuri pun melirik jam yg melilit indah di tangan kirinya, matanya membulat ketika melihat jam tangan tersebut.

“OMO … aku terlambat…” teriak Yuri membuat semua menatapnya.

“Waeyo Yul ?” tanya Jessica.

“Aku terlambat… aku ada janji …” sontak Yuri membereskan barang-barangnya dan menuju keruang ganti.

“Yuulll kau mau pergi kemana ?” teriak Tiffany.

“…” sementara yg dipanggil sudah lari dengan jurus seribu langkah.

Yoona dan Jonghyun asik bercanda, dengan Jonghyun yg terus menggoda Yoona. Sementara Tiffany dan Jessica siap untuk melanjutkan latihan vocal mereka.

“Aish anak itu benar-benar …” gerutu Tiffany melihat tingkah Yuri.

“Fany-ah dimana minum ku ?” tanya Jessica.

“Molla…” jawabnya.

“Aish habis, siapa yg menghabiskannya ?” rutuk Jessica melihat botol minumnya kosong.

“Aku pergi beli minuman dulu …” teriak Jessica.

“Perlu aku antar…” tawar Tiffany.

“Tidak perlu, aku pergi sendiri saja…” tolaknya halus.

“Baiklah … “ jawab Tiffany.

***

Jessica pergi keluar untuk memberi minuman, berlalu begitu saja melewati dua namja tampan yg masih berdiri mematung disana. Tak jauh disekitar aula tempat mereka berlatih terdapat café dan mini market ketika Jessica hendak memasuki mini market tersebut tangan Jessica tertarik kebelakang. Ia kaget melihat siapa yg menggenggam tangannya.

“Lepaskan…” ujar Jessica tegas.

“…” tak ada jawaban.

“Lee Donghae… aku bilang lepaskan…” Jessica tak henti menggerakan tangannya agar terlepas. Donghae pun berhenti lalu berbalik menatap Jessica dan tersenyum hangat. Senyuman yg lama tak pernah ia tunjukan pada siapa pun. Senyuman itu membuat Jessica tak berkutik. Donghae pun melanjutkan langkahnya menarik Jessica menuju café.

“Lemon tea…” ujar Donghae memesankan minuman untuk mereka. Jessica hanya menatap Donghae dingin. Tak ada yg buka suara. Donghae hanya menaruh kedua tangannya di meja dan menatap lembut yeoja dihadapannya tanpa bicara sepatah kata pun. Sementara Jessica terlihat gusar dan tak nyaman, karena ia di perhatikan dalam jarak yg begitu dekat.

“Kau membuat ku tak nyaman …” ujar Jessica dingin. Donghae belum menghentikan aktifatasnya ia hanya tersenyum untuk menanggapi celotehan Jessica. Sungguh ia –Donghae- tak ingin diganggu oleh siapa pun. Ia sedang menikamati perasaan hangat yg kembali ia rasakan. Jessica mulai geram dengan tingkah Donghae yg terus saja menatapnya lekat tanpa henti terlebih jarak mereka yg terbilang cukup dekat.

“Jika tidak ada hal penting, aku pergi…” ujar Jessica dan mulai beranjak pergi meninggalkan kursi yg ia duduki. Tanpa basa-basi Donghae menarik lembut tangan Jessica dan mendekapnya erat. Donghae tak mampu untuk berkata-kata.

“Bogoshiposeo…” lirih Donghae yg kini mendekap Jessica. Sementara Jessica hanya mematung, ia terlalu kaget dengan kejadian yg tiba-tiba seperti ini. tak ada suara untuk sementara, Jessica sedikit menggerakan tubuhnya karena merasa tak nyaman dengan kegiatan ini. namun itu malah semakin membuat Donghae mengeratkan pelukannya. Untunglah dicafe itu belum banyak pengunjung datang, karena memang masih pagi. Kegiatan mereka terhenti ketika suara pelayan menyapa mereka sopan.

“Permisi tuan, ini pesanannya…” ujarnya sopan.

“Oh … ne. Kamshamida…” jawab Donghae dan melepaskan pelukannya. Ia memang melepas pelukannya tapi ia segera menyambar tangan Jessica menggenggamnya erat. Mereka terlihat salah tingkah. Hingga akhirnya Donghae menyuruh Jessica duduk disebelahnya. Mereka duduk berdampingan tanpa melepas genggaman satu sama lain. Mungkin belum banyak perbincangan yg mereka lakukan namun setidaknya suasana sedikit lebih baik dari pada tadi.

“Aku harus kembali…” ujar Jessica akhirnya.

“Emh, baiklah. Kajja…” ujar Donghae lembut. Genggaman Donghae semakin erat menuntun Jessica. Ketika diperjalan menuju aula

“Aku antar pulang.” Ujar Donghae lembut namun terdengar tegas.

“Ani… tidak perlu.” Jawab Jessica singkat namun tidak sedingin tadi.

“Tidak ada penolakan…” ujar Donghae sembari tersenyum manis. Senyuman yg ia tujukan hanya untuk yeoja dihadapannya sekarang.

“Ta…tapi…” Donghae tak mau mendengar apa pun alasannya. Itu adalah keputusannya.

***

Donghae dan Jessica memasuki aula, genggaman tangan keduanya belum terlepas. Donghae berjalan dengan tingkat percaya diri yg cukup tinggi, seolah ia memberitahu semua orang ada yeoja cantik dalam genggamannya dan dia –Jessica- adalah miliknya. Yoona melihat dua sosok memasuki aula, matanya mulai memicing, dan setelah ia melihat jelas objek pandangannya ia tak bisa menahan teriakkan nyaringnya.

“OMO….EOOOONNNNNIIIIIIIIIIII…” teriak Yonna. Jonghyun yg berada disampingnya kaget bukan main mendengar teriakan yeojanya itu. segera ia melihat arah pandang yeojanya itu. setelah melihat itu Jonghyun pun menutup mulut Yoona dengan tangannya karena Yoona masih belum berhenti berteriak.

“Eonmmmmpppt….” Dengan terpaksa Jonghyun melakukan itu agar Yoona tak membuat keributan yg membuat semua orang berada dalam aula menatap kearah mereka.

“Ssssttt…” tenang Jonghyun berbisik pada Yoona. Tiffany menyadari hal itu, terlebih ada sosok namja tampan berdiri dengan tegap disampingnya. Tiffany hanya menatap Jessica, tersenyum sesaat sebelum namja disebelahnya melihat reaksinya. Sementara Siwon tak bisa menyembunyikan seringaiannya melihat sahabatnya, setelah itu ia memandang Tiffany lekat dan semakin mendekat.

Sementara Jessica masih berusaha berontak, agar Donghae mau melepaskan genggamannya itu. Donghae tersenyum mengembang menuju tempat SiFanny dan YoonHyun tanpa ada rasa terganggu dari tindakan Jessica.

“Fany-ah, Jessica akan pulang bersama ku sekarang…” ujar Donghae santai. Tiffany masih menatap sahabatnya.

“MWO ?” kaget Jessica.

“Ya… apa-apaan kau ini…siapa bilang aku akan pulang bersama mu, eoh ?” lanjut Jessica. Sementara Dongahae mulai melangkah pergi dan menyambar tas Jessica.

“YA LEE DONGHAE …” teriak Jessica sembari menarik-narik tangannya dan memukul lengan Donghae ringan. Dan Donghae tak merasa terganggu sedikit pun, justru sebaliknya sekarang ia merasa senang, perasaan yg terkunci selama ini akhirnya bisa ia lepaskan. Hatinya terasa ringan jika ia berada disamping yeoja itu.

Setelah keduanya berada dimobil Lamborghini Reventon hitam milik Donghae, belum ada yg membuka pembicaraan. Kedua sibuk dengan hati dan pikiran masing-masing. Donghae masih terlena dengan perasaanya sekarang, senang disertai dengan rasa tidak percaya kini mendominasi perasaannya. Dan Jessica ia masih mencoba mengendalikan diri dengan detak jantungnya yg berdegup tak beraturan. Berada disamping namja ini –Donghae- membuatnya susah untuk bernapas.

“Sica-ah …” panggil Donghae akhirnya. Panggilan itu membuat jantung Jessica kembali berdegup lebih kencang, sapaan yg sudah lama tak ia dengar. Jessica menoleh memandang sosok yg menyapanya dengan lembut itu. ia tak menjawab, ia hanya memandang namja itu lekat dari samping. Donghae menyadari kegiatan Jessica ia segera menghentikan mobilnya tiba-tiba. Dan membuat Jessica terkaget olehnya.

Donghae pun menatap Jessica lembut, tak ada kata yg terucap dari keduanya hanya saling memandang satu sama lain.

“SARANGHAE…SARANGHAE JUNG JESSICA …” ujar Donghae yakin sembari menatap manik mata Jessica. Belum ada jawaban, hingga Donghae merengkuh Jessica dalam pelukannya. Untuk beberapa detik Jessica masih mematung, namun di detik berikutnya ia mulai membalas dekapan hangat Donghae. Air matanya mulai mengalir begitu pun dengan Donghae tanpa ia sadari air matanya mengalir. Deru napas Donghae menyapa leher Jessica hangat membuat Jessica sedikit merinding.

“Jangan menangis…” ucap Donghae.

“Hikss…Hikss…” isak Jessica malah semakin terdengar.

“Aku benci melihat mu menangis, terakhir aku membuat mu menangis dan sekarang… aku tak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya…” papar Donghae, Jessica masih terisak.

“Kau tahu betapa khawatirnya aku ketika kau jauh dari ku ? kau begitu mudah untuk kesepian, aku khawatir kau sering menangis…” lanjut Donghae. Mereka terhanyut untuk suasana saat itu. saling melepas rindu yg selama ini mereka pendam. Jessica tak menampik ia juga begitu merindukan sosok namja yg tengah memeluknya kini.

Donghae mulai melepaskan pelukannya, namun jarak mereka sama sekali tak berkurang sedikit pun. Donghae menyeka sisa air mata yg mengalir di pipi putih Jessica dengan lembut. Jarak keduanya semakin terkikis ketika Donghae terus mendekatkan wajahnya pada wajah Jessica. Hingga bibir lembut Donghae menyapa hangat bibir Jessica. Suasana yg tadinya begitu dingin mulai menghangat. Begitu pun dengan hati Donghae, kini hatinya kembali mencair, sosok yeoja yg ia cintai telah kembali padanya.

“Saranghae …” ujar Donghae ketika tautan diantara mereka telah terlepas.

“Emh …” jawab Jessica sembari menganggukan kepalanya yakin. Jawaban singkat itu membuat Donghae merengkuh yeoja itu lagi, mencurahkan isi hatinya. Ungkapan dari semua isi hati mereka.

***

Tiffany menggerakan badannya namun gerakannya terhalang ketika tangan kanannya tak sengaja menyentuh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon. Namja tampa yg sedari tadi menatapnya. Dengan gerakan cepat Siwon menangkap tangan Tiffany yg menyentuhnya. Menatap yeoja cantik itu tajam dalam jarak yg amat minim.

“Lancang kau …” bentak Tiffany dan menghempas tangan Siwon kasar. Tak menunggu lama Tiffany segera menyambar tas nya menuju ke ruang ganti.

“Yoong, aku pulang duluan … “ ucap Tiffany singkat tanpa menunggu jawaban sahabatnya itu. Siwon tak mau kalah ia segera menyusul yeoja cantik itu dengan langkah setengah berlari agar tak kehilangan jejaknya.

Sementara Yoona dan Jonghyun hanya menatap keduanya bingung.

“Apa mereka akan baik-baik saja oppa ?” tanya Yoona pada Jonghyun.

“Mereka sudah dewasa, terlebih mereka sudah belajar dari kesalahan mereka… aku yakin semua akan baik-baik saja …” ujar Jonghyun lalu tersenyum manis.

“Huuft… lalu aku harus pulang dengan siapa ?” gumam Yoona pelan namun Jonghyun mendengar dengan jelas kalimat Yoona itu.

“YA … jadi kau tak mau pulang dengan ku ? eoh ?” bentak Jonghyun tepat dihadapan Yoona membuat yeoja cantik dan polos itu membelalakan matanya dan mengedipkannya beberapa kali.

“A..ani..yo bukan seperti itu maksud ku …” gugup Yoona.

“Tunggu, apa kau punya janji dengan namja lain sehingga tak mau pulang bersama ku ?” tanya Jonghyun menyelidik.

Bukk

Yoona memukul kepala belakang Jonghyun. Membuat namja tampan itu meringis.

“Kau gila… eoh ?” tanya Yoona kesal dengan tingkah namja itu.

“Ya appo …” rintih Jonghyun. Yoona yg  melihat Jonghyun merintih pun merasa bersalah.

“Jinjjah ? dimana ? disini ?” tanya Yoona khawatir. Ia memegang bagian kepala Jonghyun yg tadi di pukulnya itu. Jonghyun hanya tersenyum menyeringai ia berhasil mengejai yeoja nya sendiri.

Yoona yg melihat Jonghyun tak bergerak lagi mulai menatap namja itu dan mendapatinya sedang tersenyum senang.

“Kau mengerjai ku ? aishhhh…” ketika Yoona akan melepaskan tangannya dari kepala Jonghyun, ia –Jonghyun- menahannya. Dengan sigap ia mengarahkan tubuhnya agar berhadapan langsung dengan Yoona. Perlahan ia semakin mendekat dan semakin mendekat hingga jarak diantara mereka tinggal beberapa centi lagi.

Wajah Yoona memerah melihat tindakan namja dihadapannya. Jonghyun masih mencoba mengahabiskan sisa jarak diantara mereka.

“STOOPPP…” teriak Yoona menahan bibir Jonghyun yg semakin mendekat dengan telapak tangannya.

“Beraninya kau mau mencium ku setelah mengerjai ku …” ujar Yoona.

“Cih… nappen namja …” lanjut lalu berdiri dan membawa tasnya. Jonghyun tersenyum, kini giliran dia yg dikejai oleh yeojanya sendiri. Ia segera menyusul Yoona dan menyamakan langkahnya.

“Tapi kau suka kan ?” goda Jonghyun dan sedikit menggelitiki pinggang Yoona.

“Ya.. haha… lepaskan …” tawa Yoona menahan geli.

“Siapa bilang aku suka ?” lanjutnya.

“Im Yoona … wajah mu memerah…” ujar Jonghyun santai dan berjalan mendahuluinya.

“MWO ? YA … !!! LEE JONGHYUN … AWAS KAU…” teriak Yoona nyaring.

***

Tiffany memasuki ruang ganti ia mencoba menghindar dari rasa aneh ketika ia berada bersama namja itu – Siwon-. Ia duduk di kursi panjang disebelah tas nya. Jantungnya yg terus berdetak tak beraturan, nafasnya memburu, ia mencoba mengendalikannya, untuk membuat keadaan lebih baik.

Siwon nekad masuk menyusul Tiffany diruang ganti. Tak sopan memang, karena itu tempat para yeoja. Namun itu tak menjadi halangan untuk namja tampan itu. Siwon mendapati Tiffany duduk tertunduk.

“Jadi kau ingin menghindari ku lagi ?” tanya Siwon tenang. Namun dadanya terasa perih melihat yeoja dalam keadaan seperti itu. Tiffany masih terdiam tak bergerak atau pun menatap Siwon, ia masih dengan posisinya semula.

“Apa belum cukup kau menghukum ku 3 tahun ini ?” tanya Siwon lagi, nada bicaranya mulai bergetar. Menahan rasa sakit. Melihat Tiffany yg terus menunduk dan tak menjawab pertanyaannya membuat ia memutuskan untuk medekatinya –Tiffany-. Setelah tepat dihadapannya Siwon berlutut menyamakan tingginya dengan yeoja itu yg terduduk.

Siwon memberanikan diri untuk menyentuh tangan Tiffany. Disentuhnya lembut tangan yeoja cantik itu. namun bahunya bergetar. Siwon kaget mendegar isakan kecil keluar dari mulut Tiffany. Siwon menyentuh dagu Tiffany dan mengangkatnya agar ia bisa melihat mata cantik yeoja itu.

Namun mata cantik yeoja itu basah berair, sembab dan sedikit merah. Tangan Siwon naik menuju menuju pipi halus Tiffany. Kini kedua tangan Siwon sudah terpelungkup di pipi Tiffany. Tiffany hanya diam memandang Siwon dari jarak sedekat ini. sudah lama ia tak melihat namja itu dari jarak sedekat ini. Siwon hanya tersenyum manis dan mulai menghapus sisa air mata Tiffany.

“Kenapa menangis ? eoh ? cengeng … Hikss” ujar Siwon masih dengan aktifitasnya membersihkan air mata Tiffany. Namun tak ia sadari ia juga menangis mengeluarkan air matanya ketika ia melihat Tiffany menangis.

“Apa ketika aku tak ada kau selalu menangis seperti ini ?” tanyanya lagi. Bibirnya memang tersenyum manis namun matanya tetap mengeluarkan cairan bening itu.

“Hikks…” Tiffany belum menjawab satu pun pertanyaan Siwon ia masih terisak. Tak kuat melihat itu Siwon pun berdiri dan segera menarik Tiffany ke dalam pelukannya. Tiffany masih diam tak membalas pelukan itu.

“Apa kehadiran ku membuat mu tak nyaman ? hingga kau terus menangis ?…” tanya Siwon.

“Baiklah … aku pergi…” putusnya yg tak mendapat respon dari Tiffany. Sedetik sebelum Siwon melepas pelukannya Tiffany membalasnya, ia membalas pelukannya erat sangat erat bahkan. Meluapkan rasa yg pendam selama ini sama seperti kedua sahabatnya. Tangan Tiffany terkepal dibelakang punggung Siwon, ia sedikit meremas kaos yg Siwon pakai.

Tiffany mulai memukul-mukulkan kepalan tangannya di punggung Siwon. Sementara Siwon hanya mengeratkan pelukannya, tangan kanannya ia lilitkan dipinggang Tiffany untuk menjaga jarak keduanya dan tangan kirinya melilit di sekitar punggung dan kepala Tiffany. Ia sentuh kepala Tiffany lembut mencoba menenangkannya.

“Kau jahat … aku benci … benci …” ujar Tiffany dalam pelukan Siwon dan memukul punggung namja tampan itu.

“Aku benci kau Choi Siwon … aku benci kau …” lanjut Tiffany.

“Aku tahu …” lirih Siwon.

“Aku benci kau … hiks..” pukulan Tiffany semakin melemah.

“Aku tahu …” jawab Siwon yg mulai merenggangkan pelukannya dan menatap Tiffany.

“Mianhae, jeongmal mianhae …” ujar Siwon.

“SARANGHAE Tiffany Hwang …” lanjutnya. Tanpa menunggu lama ia segera menyentuh bibir mungil Tiffany. Siwon tahu kalau Tiffany masih mempunyai perasaan yg sama dengannya. Ungkapan benci hanya untuk meluapkan emosinya saja.

“Bukankah ini lebih baik ? kau menghajar lalu mencium ku, ketimbang harus meninggalkan ku pergi … he “ kekeh Siwon setelah melepaskan ciumannya dan menatap Tiffany lembut.

“YA…” teriak Tiffany. Ia berusaha agar tak menunjukan wajahnya yg memerah dihadapan Siwon karena malu. Mereka hanya saling bertatapan dan tersenyum hangat. Dan ada satu yg mereka lupakan. Mereka melakukan itu diruang ganti yeoja. Cinta dapat membuat orang lupa segelanya, ya mereka contohnya.

“Keluarlah … aku akan ganti pakaian dulu…” titah Tiffany.

“Boleh aku ikut ?” goda Siwon

“Kau ingin mati ? eoh ? bagaimana jika ada yeoja-yeoja lain ?” jawab Tiffany.

“Itu lebih bagus …” jawabnya. Tiffany memicingkan matanya dan menatapnya tajam.

“A..a..arraseo … aku hanya bercanda …” gugup Siwon mendapi Tiffany menatapnya seperti itu. sebelum beranjak keluar

“Aku tunggu diluar…” ujar Siwon.

“Emh …” jawab Tiffany dengan anggukan kecil. Namun tangannya kembali digenggam ketika ia akan melanjutkan aktifitasnya

“Kau tak akan pergi lagi kan ?” tanya Siwon sendu. Terakhir ia melepaskan Tiffany ia tak bisa bertemu dengannya selama 3 tahun. Itu yg membuatnya ketakutan sekarang.

“Aniyo …” jawab Tiffany lembut dengan eye smile nya. Senyuman yg sama, sama seperti 3 tahun yg lalu membuat hati Siwon tenang.

***

“Yobseo … chagia… eodiga ?” sapa eomma Kyuhyun hangat.

“…”

“Whe ? kenapa harus di halte ? eomma akan menjemputmu ke rumah…”

“…”

“Emh … baiklah. Hati-hati disana, eomma akan segera tiba, ne “ ucap akhir eomma Kyuhyun.

“Kyu tolong antarkan eomma ke halte…” pinta eomma Kyuhyun.

“Ne ?! whaeyeo eomma ? “ tanya Kyuhyun bingung.

“Yuri menunggu disana, dia sendirian disana sekarang…”

“Mwo ? sendirian eomma ?” kaget dan tanya Kyuhyun khawatir.

“Ne … makanya cepatlah.”

“Ne eomma, arraseo”

“Oh iya Kyu, kalian akan pergi kemana ? eomma akan pergi membawa Yuri jalan-jalan di department store sekitar sini, jadi sebelum kalian pergi antarkan eomma dan Yuri dulu ne…” pinta eomma Kyuhyun.

“Kami hanya akan pergi membeli buku eomma …” jawab Kyuhyun tak bersemangat. Gyuri yg mendengar Kyuhyun meliriknya sejenak, ia menggenggamkan tangannya erat pada tali tas yg ia pegang, menahan rasa yg ia tak kuasai saat ini. ingin rasanya ia berteriak, namun keadaan tak mendukung untuk ia melakukan hal itu. mereka pergi dengan mobil keluarga dan Kyuhyun harus meninggalkan mobil mahalnya itu. mereka bergegas masuk mobil dengan posisi Kyuhyun mengambil alih sisi kemudi dan Gyuri duduk manis disampingnya, lalu eomma Kyuhyun duduk dengan anggun di belakang, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di halte dimana Yuri menunggu.

“Chagia …” sapa eomma Kyuhyun hangat, yg sukses membuat Gyuri kembali pada kesadarannya, karena beberapa menit ini terlena dengan pikiran dan perasaannya sendiri.

“Eommonim … OH “ sapa Yuri namun ia kaget melihat siapa yg bersama dengan eomma Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun bersama yeoja cantik disebelah kursi kemudinya. Lagi-lagi Yuri harus melihat yeoja itu. yeoja yg sama tempo hari, yg ia lihat di rumah Kyuhyun. Hatinya semakin bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan Kyuhyun dengan yeoja itu. apakah sudah seserius itu ? apakah aku terlambat ? pikir Yuri. Setelah ia sibuk bergelut dengan pikirannya selama beberapa detik akhirnya ia duduk berdampingan dengan eomma Kyuhyun, dan langsung mendapat pelukan hangat dari eomma Kyuhyun.

“Bogosiposeo …”

“Nadoo eommomin …”

“Chagi kenapa kau bisa berada disana ? bukankah eomma bilang akan menjemput mu di rumah ?” tanya eomma Kyuhyun

“Ah aku baru selesai latihan eommomin… makanya aku hanya bisa pakai pakaian ini eommomin, kalau aku pulang dulu pasti akan terlambat…” keluh Yuri pada eomma Kyuhyun. Karena ia hanya bisa menggunakan pakaian bersih yg ia bawa untuk pakaian ganti setelah selesai latihannya. Sesaat kemudian eomma Kyuhyun menatap Yuri dari atas sampai bawah. Seolah memastikan pakaian yg dipakai Yuri saat ini.

“Memang apa yg salah dengan pakaian mu chagi ?” eomma Kyuhyun tidak melihat ada yg salah dengan pakaian yg Yuri pakai. Walau sekarang Yuri hanya memakai short pants hitam, kaos putih yg dilapis cardigans dengan rambut yg ia gerai tidak lupa sepatu catsnya. Membuat ia terlihat casual.

“Tidakkah ini aneh eommomin ?” tanya Yuri.

“Aniyo … gwenchana … kau tetap cantik chagi.” Puji eomma Kyuhyun.

“Jinjjah ?” tanya Yuri memastikan sembari tertesenyum hangat

“Emh …” jawab eomma Kyuhyun sembari mengusap lembut kepala Yuri dengan senyum tak pernah luntur diwajahnya.

“Gumawo …” senyum hangat menemani ucapan terima kasih yg terucap dari bibir mungil Yuri.

***

Dalam perjalanan menuju tempat yg mereka tuju, hanya keheningan yg tercipta didalam mobil mewah itu. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sendiri, memikirkan Yuri yg berada tepat dibelakang kursi kemudi. Sedang Yuri masih menyimpan ribuan pertanyaan dibenaknya, antara hubungan Kyuhyun dengan yeoja yg berada disebelahnya sekarang. Bahkan Yuri belum mengetahui nama yeoja yg duduk manis didepan itu. hati Yuri seperti dipanggang, ia merasa panas melihat yeoja itu duduk berdampingan dengan Kyuhyun. Pikirannya sempat melayang, membayangkan seharusnya ia yg duduk bersebelahan dengan Kyuhyun. Perasaan Yuri semakin menjadi dan nampaklah ekspresi gelisah dan tak nyaman dari raut wajah cantiknya.

Kyuhyun diam-diam memperhatikan Yuri lewat kaca spion depan. Ia melihat raut wajah Yuri yg menunjukan rasa tak nyamannya berada disana. Sejenak Kyuhyun berpikir apa yg membuatnya tak nyaman. Detik berikutnya Kyuhyun melirik Gyuri dan akhirnya Kyuhyun mengerti atas apa yg terjadi pada Yuri sekarang. Walau pun hanya tebakannya saja, tapi itu cukup membuat hatinya senang, karena Yuri cemburu padanya pikir Kyuhyun singkat. Namun ada rasa takut dan bersalah juga dalam benaknya. Takut Yuri pergi meninggalkannya lagi.

“Bukankah disina juga ada toko buku?” tanya Kyuhyun pada Gyuri, memecah keheningan dalam mobil.

“Ne …” jawabnya singkat.

“Ya sudah sekalian saja…” ujar Kyuhyun ringan. Sorot mata Gyuri kembali sendu.

Sementara Yuri yg duduk di kursi belakang sempat tertunduk sesaat kemudian ia menatap kearah luar jendela. Eomma Kyuhyun yg melihat Yuri menggenggam tangan Yuri hangat, membuat Yuri menatapnya dengan bingung. Yuri tidak mau menunjukan perasaannya yg sedikit kacau saat ini. namun itu terbaca jelas oleh mata eomma Kyuhyun, ia mengetahui perasaan Yuri. Dan eomma Kyuhyun pun memutuskan untuk memecahkan keheningan itu.

“Yul, apa ada yg ingin kau beli ?”

“Molla eommonim … “

“Masa kau hanya menemani eomma saja ?”

“Gwenchana eommonim lagi pula aku senang melakukannya… tapi sepertinya aku ingin membeli sepatu eomma “ jawab Yuri dan tampak sedikit berpikir.

“Emh, baiklah nanti kita keliling saja … siapa tahu menemukan yg bagus” saran eomma Kyuhyun.

“Ne eommonim…”

***

Sesampainya mereka di department store yg mereka tuju, tangan Yuri langsung ditarik lembut oleh eomma Kyuhyun.

“Yul, sebaiknya kita pergi kearah sana…” ujar eomma Kyuhyun menunjuk beberapa jajaran toko baju. Bukan maksud eomma Kyuhyun untuk menjauhkan Yuri dengan putra tunggalnya itu, namun sebaliknya eomma Kyuhyun tahu pasti bahwa Yuri akan semakin terluka dan ia tak ingin Yuri terluka lagi, kerana Kyuhyun sekarang sedang bersama orang lain disisinya.

“Baiklah eommonim…” jawab Yuri yakin. Karena ia juga tak nyaman harus terus melihat kedekatan mereka –Kyuhyun dan Gyuri-.

“Ta…tapi eomma …” ujar Kyuhyun tersela.

“Kau temani dulu saja teman mu. Nanti setelah selesai segera temui kami.” Jujur eomma Kyuhyun sedikit jengah dengan keberadaan Gyuri diantara mereka. Karena eomma Kyuhyun ingin membuat putranya itu kembali dengan Yuri. Dengan tatapan sedikit tajam ia melirik Gyuri. Sementara yg ditatap hanya tersenyum simpul.

“Apa ini artinya sudah tak ada kesempatan untuk ku ?” lirih Gyuri dalam hati.

“Ayo chagi …!” ujar eomma Kyuhyun sembari merangkul Yuri penuh kasih.

“Ne …” jawab Yuri.

Eomma Kyuhyun dan Yuri sedang asik memanjakan mata mereka dengan pemandangan yg disukai para yeoja kebanyakan. Apalagi jika bukan T-shirt, tas, sepatu, high heels, mantel musim dingin dan masih banyak lagi yg membuat mereka tak pernah bosan berkeliling.

Sementara ditempat lain tak jauh dari tempat Yuri dan eomma Kyuhyun berada, Kyuhyun dan Gyuri sedang asik memilih buku di toko buku yg bisa disebut besar itu. tapi Kyuhyun hanya berjalan mengikuti Gyuri tanpa ada rasa tertarik sedikit pun dengan aktifitas yg sedang mereka lakukan sekarang. Dan Gyuri menikmati moment itu sendiri.

“Kyu… menurut mu buku yg ini ? apa yg ini ? yg harus ku beli…” tanya Gyuri dengan mata berbinar antusias menunjukan buku yg akan ia beli. Sementara Kyuhyun menatap buku-buku itu dengan malas.

“Yang ini saja.” Ujar menunjuk buku yg dipegang Gyuri. Lalu mulai bergegas pergi.

“Cepatlah aku tak bisa berlama-lama disini.” Ujar Kyuhyun dingin tanpa menatap Gyuri yg menatap punggung Kyuhyun yg terus menjauh.

“Heh …” senyum luka itu terpancar lagi dari wajah Gyuri. Sedetik kemudian ia mengangkat kepalanya dan berkata

“Aku tak akan menyerah…” ujarnya yakin. Lalu mulai mengejar Kyuhyun yg sudah berdiri didepan kasir. Terlihat mereka tersenyum sedikit bercanda, ya walau bagaimana pun Gyuri merupakan gadis yg pandai mencairkan suasana, membuat suasana lebih mencair. Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap menatap mereka dengan luka dihatinya. Matanya mulai memanas, tangannya bergetar menandakan ia menahan amarah dalam dirinya. Logika dan hati harus berperang. Untunglah ada sosok yg mampu menenangkannya saat ini, memang bukan kedua sahabatnya yg seperti biasa, yg selalu setia menemani. Namun sosok kali ini lebih dewasa dan dapat membuatnya hati Yuri hangat. Eomma Kyuhyun memegang tangan Yuri lembut.

“Gwenchana … percayalah pada eomma …” ujarnya lembut.

“Ne ?!” jawab Yuri kaget.

“Eomma tahu Yul… tapi percayalah dia tidak berubah sedikit pun…” jelas eomma Kyuhyun mengelus kepala Yuri lembut, memberi Yuri kehangatan dan ketenangan atas kerisauan hati yg ia rasakan saat ini. mereka berdua kembali menatap kearah yeoja dan namja itu –Kyuhyun dan Gyuri-. Setelah membayar buku tersebut mereka bergegas keluar dari toko tersebut. Namun Kyuhyun kaget ketika melihat Yuri dan eommanya yg sedang memperhatikannya seketika langkah Kyuhyun terhenti sejenak. Gyuri pun menatap Kyuhyun lalu melihat arah pandangannya.

“Eomma …” panggil Kyuhyun akhirnya. Lalu menghampiri eommanya dan Yuri. Sementara Gyuri, bahkan ia tak ingat lagi keberadaan yeoja itu. sedikit kejam memang. Namun itulah yg ada dalam pikiran Kyuhyun saat ini. ia tak akan mempedulikan apa pun lagi jika sudah melihat yeoja cantik yg berada beberapa langkah dihadapannya kini. Semua dunianya hanya dipenuhi oleh yeoja itu. yap Yuri, selalu Yuri dan Yuri. Ia meninggalkannya sendiri, alhasil dia –Gyuri- hanya mengikuti Kyuhyun dari belakang. Aneh memang, yg ia panggil adalah eommanya namun arah pandangannya tertuju pada yeoja cantik disebelah eommanya itu.

Eomma Kyuhyun tersenyum mengembang melihat tingkah konyol putra tunggalnya itu. hati Yuri bergetar melihat senyum dari namja yg tak jauh berada dihadapannya kini. Darahnya serasa mendidih dan naik keubun-ubun dengan cepat. Sama halnya dengan yg dilakukan Kyuhyun, Yuri pun melakukan hal yg sama. Ia pun menatap kedatangan namja itu yg semakin mendekat kearah dirinya dan eommanya. Eomma Kyuhyun melirik Yuri dan Kyuhyun secara bergantian, setelah itu senyumnya semakin mengembang.

“Ya Kyu… sebenarnya siapa yg kau panggil ?” goda eomma Kyuhyun pada putranya itu yg sekarang sudah berada tepat dihadapannya dan Yuri.

“N..Ne ?!” tanya Kyuhyun kaget bercampur gugup.

“Eomma atau Yuri …?” goda eomma Kyuhyun lagi. Kyuhyun menggaruk tengkuknya yg tak gatal tanda ia menyembunyikan rasa malunya. Sementara Yuri hanya tertnduk menyembunyikan warna merah dipipi putihnya.

“Ah … kenapa eomma yg merasa malu ?” ujar eomma Kyuhyun dengan nada aegonya. Sontak itu membuat Yuri dan Kyuhyun saling menatap dan menatap eomma Kyuhyun secara bersamaan.

“OMONA … apa eomma jatuh cinta lagi ? ah eottoke ?” lanjutnya menggoda Yuri dan Kyuhyun.

“Ya eomma hentikan …” ujar Kyuhyun pada eommanya.

“Eommonim…” ujar Yuri dengan nada malu. Entah mereka sadari atau tidak sesosok yeoja menatap mereka dengan tatapan pilu. Ia seperti patung, tak pernah dilihat keberadaannya. Hanya sebagai manekin hidup yg memasuki kehidupan mereka. Menyadari itu eomma Kyuhyun menatap Gyuri dengan tatapan yg sulit dimengerti oleh Gyuri.

“Kyu apa kau sudah selesai dengan urusan mu ? “ tanya eomma Kyuhyun pada putranya itu lalu melirik Gyuri sekilas.

“Ne eomma, Gyuri sudah mendapatkan bukunya…” jelas Kyuhyun.

“Oh jadi nama yeoja itu Gyuri…” ujar Yuri dalam hati lalu memperhatikan Gyuri.

“Cantik…” lanjut Yuri dalam hati menilai Gyuri.

“Tak mungkin Kyuhyun tak menyukainya …” ujarnya mengambil kesimpulan sendiri lalu menatap pada manik mata Kyuhyun.

“Apa masih ada aku dihati mu Kyu ?” tanya Yuri masih dalam hati.

“Nah kalo begitu kau ajak Yuri ke restoran, ia pasti lapar. Sekalian kita makan siang. Tapi eomma harus kemar kecil dulu.” Ujar eomma Kyuhyun

“Aku antar eommonim …” ucap Yuri, namun dengan cepat eomma Kyuhyun menolak.

“Andweh Yul, pergilah dengan Kyuhyun cari tempat yg nyaman ne ?! eomma akan pergi dengan ? dengan ?” papar eomma Kyuhyun yg nampak berpikir dan menggantungkan kata-katanya.

“Ah eomma akan pergi bersama Gyuri…” lanjut eomma Kyuhyun dengan senyum penuh arti.

“Apa kau mau Gyuri-ssi ?” tanya eomma Kyuhyun.

“N…Ne ?!” kagetnya.

“Ne tentu.” Lanjutnya sopan.

“Baiklah …” ujar Kyuhyun antusias. Sungguh ia tak akan mensia-sia kan kesempatan dengan Yuri sekecil apa pun.

“Eommonim hati-hati …” ujar Yuri.

“Cepat kembali eomma …” ujar Kyuhyun. Eomma Kyuhyun hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman hangatnya. Setelah itu mereka pergi berlawanan arah. Dan baru beberapa langkah berjalan dengan Gyuri eomma Kyuhyun mengeluarkan ponselnya yg bergetar tanda pesan masuk. Entahlah apa yg ia lakukan namun setelah itu ia memasukannya lagi pada tas yg bergelayut ditangan kanannya.

“Usaha mu sia-sia …” ujar eomma Kyuhyun tiba-tiba. Membuat mata Gyuri terbelalak tak percaya.

“Maksud eommonim…?” tanyanya.

“Kyuhyun. Kau menyukainya kan ?” tanya eomma Kyuhyun sengit pada yeoja dihadapannya.

“…” Gyuri tak mampu berkata apa-apa, ia hanya tertunduk diam.

“Kuberi tahu, menyerahlah agar kau tak semakin terluka.” Papar eomma Kyuhyun dingin.

“Andweh eommonim, aku tak akan menyerah semudah itu.” ujar Gyuri yakin.

“Terserah. Aku sudah memberitahu mu. Dan bersiaplah melihat dan menerima kenyataan pahit. Ya setidaknya kau bisa bersiap mencari namja lain…” ujar eomma Kyuhyun acuh dan meninggalkan Gyuri di toilet wanita sendiri.

Tanda tak setuju telah diucapkan eomma Kyuhyun secara langsung pada yeoja yg dianggapnya akan menghancurkan kebahagian Kyuhyun dan Yuri. Bagaimana pun sebagai seorang eomma, eomma Kyuhyun tahu pasti apa yg menjadi sumber kebahagian bagi putranya. Ia tak mau melihat Kyuhyun terpuruk untuk  kedua kalinya karena kehilangan orang yg ia cintai. Karena itulah eomma Kyuhyun mencoba bersikap tegas pada Gyuri. Ia juga memikirkan perasaannya Gyuri, walau bagaimana pun ia seorang perempuan ia tahu betul seperti apa perasaan Gyuri, namun demi kebaikannya agar tak tersakiti lebih ia harus melakukan ini.

Ketika eomma Kyuhyun dan Gyuri pergi ke toilet, Kyuhyun dan Yuri menikmati kebersamaan mereka. Walau pun masih terasa canggung dan kaku. Namun setidaknya sekarang mereka tidak seperti sedang berjalan dengan orang asing lagi. Gesture mereka terlihat natural.

***

“Kita duduk disini saja …” saran Kyuhyun menghampiri meja di restoran yg eomma Kyuhyun sebutkan tadi.

“Tapi itu untuk berdua, sedangkan kita berempat …” timpal Yuri mengingatkan Kyuhyun.

“Ah aku hampir lupa … he” ujarnya lalu tersenyum.

“Bagaimana kalo disana ?” tunjuk Yuri pada meja yg cukup untuk 5-6 orang disana.

“Emh …” jawab Kyuhyun dan reflek ia menarik tangan Yuri lembut sama seperti kebiasannya  3 tahun lalu. Kyuhyun belum menyadari tindakannya begitu pun dengan Yuri yg merasa nyaman akan genggaman hangat tangan Kyuhyun.

Sampai di meja yg mereka tuju pun tangan Kyuhyun masih menggenggam tangan Yuri. Sampai mereka akan memesan makanan pun tangan kanan Kyuhyun masih menggenggam tangan kiri Yuri. Dan membuat pelayan yg akan mencatat pesanan mereka merasa malu sendiri melihat adegan itu dihadapannya. Ia harus melihat ibu jari Kyuhyun mengelus halus, lembut dan manja punggung tangan Yuri, terkadang saling menatap tanpa suara hanya senyuman malu yg terukir dari keduanya. Layaknya sepasang kekasih. Belum juga mereka selesai memesan makan eomma Kyuhyun dan Gyuri tiba dimeja makan mereka. Mata eomma Kyuhyun kaget dan tersenyum senang namun lain halnya dengan Gyuri yg harus melihat pemandangan menyesakkan dada itu.

“OMO …” teriak eomma Kyuhyun malu bercampur gemas. Kyuhyun dan Yuri yg sedang asik memilih menu dikagetkan dengan teriakan eomma Kyuhyun itu dan menatap eomma Kyuhyun bingung.

“Waeyo eomma ?” tanya Kyuhyun bingung.

“Eommonim gwenchana ?” tanya Yuri khawatir karena melihat ekspresi eomma Kyuhyun. Eomma Kyuhyun kaget melihat Kyuhyun yg terus menggenggam tangan Yuri meskipun mereka sekarang tengah memilih menu dan duduk berhadapan.

“Ah eottoke ? eomma jadi ingin muda kembali …” ucap eomma Kyuhyun dengan nada aegonya lagi, dan membuat Kyuhyun dan Yuri semakin tidak mengerti. Senyum eomma Kyuhyun semakin mengembang dan menatap Gyuri dengan tatapan ‘See ?’ dan Gyuri tertunduk lagi menekan rasa itu. sementara Kyuhyun masih melanjutkan aktifitasnya, ia seperti berada di 3 tahun yg lalu sebelum kejadian itu terjadi. Bahkan keduanya saling menatap satu sama lain lalu tersenyum malu. Percaya atau tidak belum ada salah satu dari mereka yg menyadari hal itu. karena mereka serasa berada di keadaan 3 tahun yg lalu. Serasa hal itu bukanlah hal yg aneh untuk mereka.

Pelayan pun selesai mencatat semua pesanan mereka. Anehnya mereka –Kyuhyun dan Yuri- masih belum tersadar dan masih terlarut dengan perasaan nyaman yg lama tak mereka rasakan.

“OMO …” kaget Yuri karena tiba-tiba matanya ditutup oleh tangan seseorang. Sementara Kyuhyun dan eommanya hanya tersenyum melihat hal itu. Yuri mencoba meraba tangan yg menutup matanya itu. sedetik kemudian bibir Yuri tersenyum.

“Abeonim … sudahlah aku tahu.” Ujar Yuri.

“Ya bagaimana kau tahu ?” ujar appa Kyuhyun pura-pura kesal.

“Tangan abeonim itu sama seperti tangan Kyuppa…” ujar Yuri. Membuat Kyuhyun menatap Yuri tak percaya karena panggilan itu mereka gunakan 3 tahun lalu. Eomma dan appa Kyuhyun saling melirik dan tersenyum. Gyuri semakin hancur seperti ia akan pingsan saat itu juga namun ia tetap menegarkan hatinya sendiri.

“Apa kabar chagi ?” tanya appa Kyuhyun pada eomma sambil mencium keningnya. Membuat Kyuhyun dan Yuri tertunduk malu harus melihat adegan itu. Lalu appa Kyuhyun duduk disamping Yuri dan pandangan appa Kyuhyun beralih pada sisi meja dan ia melihat pemandangan yg membuatnya terkejut sama seperti eommanya tadi.

“OMO …” dan lagi Kyuhyun dan Yuri menatap kearah suara kaget itu.

“Ya tidak bisakah kalian lakukan itu ditempat lain ? atau setidaknya jangan sekarang ?” ujar appa Kyuhyun dengan nada bercanda. Benar-benar tak mengerti hal itu Kyuhyun dan Yuri hanya memandang appanya dengan tatapan bingung.

“Aish, dasar anak muda. Apa kita harus melakukannya juga chagi ?” goda appa Kyuhyun pada eommanya.

“Ya… kita ini sudah tua tak pantas untuk melakukan hal romantic itu didepan umum.” Ujar eomma Kyuhyun.

“Aku tak peduli…” ujar appa Kyuhyun lalu menarik tangan kiri eomma Kyuhyun dan melakukan hal yg sama dengan apa yg Kyuhyun lakukan dengan Yuri. Setelah melihat itu Kyuhyun dan Yuri saling menatap satu sama lain dan perlahan pandangan mereka tertuju pada tangan masing-masing. Mata keduanya terbelalak kaget melihat apa yg mereka lakukan.

“Bagaimana aku tidak sadar melakukan itu ?” rutuk Kyuhyun dalam hati malu dengan tindakannya.

“OMO… kenapa aku tak menyadarinya…”batin Yuri. Keduanya baru tersadar mengapa reaksi orang disekitar aneh seperti itu. mulai pelayan yg tersenyum malu sendiri, eommanya dan appanya yg berteriak. Setelah menyadari itu keduanya melepaskan genggaman itu.

“Hahahaha….hahaha…” tawa itu terdengar dari appa dan eomma Kyuhyun ketika melihat putranya dan Yuri yg salah tingkah.

Kyuhyun duduk dengan gelisah tak mampu menyembunyikan rasa malunya dan Yuri meremas tangannya dibawah dan tertunduk ia sama halnya dengan Kyuhyun. Sama-sama menahan malu. Eomma dan appa Kyuhyun kembali terkekeh melihat tingkah prince dan princess nya itu. untunglah makanan yg mereka pesan segera tiba dan mengalihkan perhatian mereka pada makanan yg siap mereka santap tersebut.

Untuk beberapa saat suasana hening menemani mereka menikmati makan siangnya. Namun tak lama kemudian eomma Kyuhyun membuka pembicaraan.

“Bagaiman keadaan perusahaan di China chagi ?” tanya eomma pada appa Kyuhyun.

“Baik, karena itulah aku bisa cepat pulang.” Ujarnya.

“Oh iya Yul, appa bertemu dengan orang tua mu disana…” ujar appa Kyuhyun pada Yuri.

“Jinjjah ?” tanya Yuri memastikan padahal beberapa hari yg lalu mereka masih berada di Paris.

“Emh … dan appa mengetahui sesuatu yg selama ini appa tidak tahu…” ujar appa Kyuhyun menatap Kyuhyun dan eommanya secara bergantian.

“Mak… maksud mu ?” tanya eomma Kyuhyun yg merasakan ada hal aneh dalam pembicaraannya.

“Masalah 3 tahun lalu…”

“Kenapa kau tak memberitahu ku yg sebenarnya ?” tanya appa Kyuhyun pada eomma.

“Bukan begitu maksud ku…”

“Jika saja aku tak memaksa orang tua Yuri menceritakan kepergian Yuri 3 tahun lalu, mungkin aku tak akan pernah tahu yg sebenarnya…” ujarnya sembari menatap Kyuhyun tajam. Dan Kyuhyun tertunduk lemah sedang Yuri mulai mengerti apa yg sedang dibicarakan orang tua Kyuhyun.

“Jujur appa kecewa pada mu Kyu…”

“Mianhae appa …” ujar Kyuhyun lemah.

“Minta maaflah pada Yuri…” sebelum appa Kyuhyun melanjutkan ucapannya Yuri mendahului appa Kyuhyun.

“Abeonim… sudahlah. Aku tak apa-apa…” ujar Yuri menenangkan appa Kyuhyun. Appa Kyuhyun menarik napas dalam membuangnya kasar.

“Baiklah …” ujarnya dan kembali tersenyum hangat.

“Gumawo Yuri-ah. Memang hanya kau yg mampu membuat dia luluh dengan mudah.” Ujar eomma Kyuhyun dalam hati dan tersenyum melihat Yuri dan appa Kyuhyun.

“Aku bodoh Yul, telah melukai mu… aku pantas mendapatkan hukuman itu. Kau terlalu baik Yul… aku semakin mencintai mu… sungguh” gumam Kyuhyun dalam hati.

Gyuri semakin jelas terlihat seperti manekin hidup. Otaknya tak dapat berpikir dengan baik sekarang. Bahkan ia tak mampu untuk menatap pemandangan dihadapannya sekarang. Ternyata ini lebih sakit dari sebelumnya benak Gyuri.

“Oh iya ini sudah pukul 02.30 P.M … apa kau sudah minum obat mu ?” tanya appa Kyuhyun membuat eomma dan Kyuhyun menatap Yuri kaget.

“Belum aboenim, nanti setelah makan siang ini selesai baru akan aku makan.” Jawab Yuri kaku.

“Obat ?” tanya eomma Kyuhyun penasaran.

“Ne.” jawab appa Kyuhyun.

“Obat apa Yul ?” tanya eomma Kyuhyun.

“O..obat…” belum sempat Yuri menjelaskan appa Kyuhyun mendahuluinya.

“Obat yg harus Yuri konsumsi, untuk membantu menyembuhkan cedera di kepala bagian belakangnya.benarkan Yul ?” tanya appa Kyuhyun lembut sembari mengelus kepala Yuri penuh kasih.

“Ne …” jawabnya dengan senyuman hangat.

“Maksud mu ?” eomma Kyuhyun masih belum mengerti sepenuhnya.

“Akibat kecelakaan itu, Yuri mengalami cedera yg serius dibagian belakang kepalanya, ada beberapa saraf yg terluka akibat benturan keras jadi untuk memulihkannya kembali Yuri harus terapi secara rutin dan meminum obat itu dengan teratur….” Papar appa Kyuhyun panjang lebar.

“Abeonim mengetahui semuanya ?” tanya Yuri tak percaya.

“Tentu. Aku yg memaksa orang tua mu menceritakan semua pada ku…”

“Sekarang cepat minum obatnya agar kau bisa benar-benar pulih. Arrachi ?” lanjut appa Kyuhyun.

“Ne …” jawab Yuri yakin. Kyuhyun tak percaya akan apa yg ia dengar, ternyata yeojanya itu benar-benar terluka dan itu karenanya. mengingatkan Kyuhyun pada kata-kata Yoona bahwa Yuri memang harus berjuang dua kali lebih keras dari yg lain.

“Mianhae Yul… mianhae…aku tak berada disamping mu saat kau terluka padahal akulah yg menyebabkan kau terluka. Menanggung itu semua sendiri. Jeongmal mianhae Yul… aku akan menebus semua itu seumur hidup ku Yul, aku janji” gumam Kyuhyun dalam hati menguatkan tekadnya untuk terus berjuang mendapatkan Yuri lagi dan memperhatikan Yuri sedang meminum beberapa obatnya.

***

Setelah menyelesaikan makan siangnya, terlihat appa dan eomma Kyuhyun berbincang hangat dan sesekali bercanda. Yuri pun ikut dalam perbincangan itu, pada awalnya Kyuhyun hanya ikut tersenyum tanpa ikut berpatisipasi dalam obrolan hangat mereka tapi akhirnya dia tak dapat lagi menahan diri untuk ikut berbincang. Orang tua Kyuhyun melihat Kyuhyun sudah mulai tak kaku lagi dengan suasana disana, sesekali mereka menggoda Yuri membuat Yuri malu di ikuti dengan menggoda Kyuhyun. Sepertinya orang tua Kyuhyun sengaja membuat Kyuhyun lebih dekat lagi dengan Yuri. Setelah puas berbincang dan bercanda orang tua Kyuhyun pamit pulang.

“Oh iya chagi appa harus segera kembali ke kantor…” ujar appa Kyuhyun sembari mengelus kepala Yuri dan membereskan pakaiannya yg sedikit kusut.

“Jinjjah ? bukannya ini akhir pekan ?” tanya Yuri bingung.

“Kau seperti tak tahu saja Yul…” ujar eomma Kyuhyun mengikuti tindakan appa Kyuhyun. Membuat Kyuhyun dan Yuri menatapnya.

“Eomma mau pergi kemana ?” tanya Kyuhyun bingung.

“Karena appa mu sudah pulang, jadi eomma harus menemaninya Kyu…” ujar eomma Kyuhyun lembut.

“Oh iya … antarkan Yuri pulang, ne !” lanjut eomma Kyuhyun.

“Antarkan dia dengan selamat, jika aku mendengar dia tergores sedikit pun… awas kau!” ujar appa Kyuhyun dengan nada bercanda.

“N…Ne. arraseo…” jawab Kyuhyun.

“Ah tak perlu begitu abeonim … eommonim…”ujar Yuri.

“Aku bisa pulang sendiri… tenang saja. Lagi pula Kyuhyun harus mengantar pulang…” Lanjutnya lagi namun terpotong oleh eomma Kyuhyun.

“Tak bisa. Kau harus diantar, eomma tak mau kau pulang sendiri…” ujar eomma Kyuhyun khawatir.

“Kyu eomma tak mau tahu, kau antarkan chingu mu dulu lalu antarkan Yuri sampai rumahnya. Arraseo ?” peringat eomma Kyuhyun.

“Dan ini perintah…” lanjutnya.

“Hehe…” kekeh appa Kyuhyun.

“Kau tahukan Kyu, perintah eomma mu adalah mutlak…”lanjut appa Kyuhyun.

“Ne…arraseo eomma, appa…” jawab Kyuhyun yakin.

“Ya sudah kami duluan…”pamit orang tua Kyuhyun.

“Ne… jaljha…”ucap Yuri dan Kyuhyun bersamaan.

“Ayo aku antar pulang…” ujar Kyuhyun bersemangat sembari menatap Gyuri.

“Emh…” jawabnya lemah. Sedang Yuri, perasaannya kembali tak menentu, badannya lemas seketika melihat sikap Kyuhyun pada Gyuri. Dimata Yuri Kyuhyun begitu perhatian pada Gyuri. Dan itu membuat hatinya menjadi tak nyaman, ada rasa yg membuat sesak di dadanya. Kyuhyun dan Gyuri bangkit dari duduknya bersamaan mereka mulai melangkah pergi dan Yuri mengikuti mereka dari belakang. Sungguh ia tak mau melihat itu. Kyuhyun menyadari Yuri berjalan sedikit tertinggal dibelakangnya, ia berbalik dan menatap Yuri yg berjalan lunglai dan beberapa kali menundukan kepala dan menarik napas dalam. Kyuhyun tak berhenti menatap Yuri lalu tersenyum hangat dan indah. Gyuri yg menyadarinya pun melihat Kyuhyun, dan ia semakin mengagumi Kyuhyun. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Kyuhyun tersenyum seperti itu. namun detik berikutnya ia sadar bahwa senyuman itu bukan untuknya tapi untuk yeoja yg sedang Kyuhyun tatap dengan intens.

Kyuhyun berjalan kearah Yuri dengan langkah lebar, membuatnya semakin cepat berada dihadapan Yuri. Tanpa menunggu lama ia tarik tangan Yuri lembut, ia genggam kuat agar tak terlepas. Yuri masih kaget dengan tindakan tiba-tiba ini. jika tadi Kyuhyun tidak sadar dengan tindakannya menggenggam tangan Yuri, berbeda dengan kali ini. ia melakukan itu dengan keadaan benar-benar sadar. Yuri mulai menggerakan tangannya sedikit menarik tangannya kebelakang membuat Kyuhyun menatapnya.

“Kyu…” panggil Yuri pelan. Namun yg dipanggil hanya tersenyum hangat dan tak ragu untuk semakin mengeratkan genggammannya. Mereka berjalan melewati Gyuri yg menatap mereka luka. Ia harus melihat pemandangan seperti itu lagi dan lagi dan terlebih Kyuhyun melewatinya tanpa menganggap kehadirannya sama sekali. Dan kenyataan itu semakin membuatnya hancur. Dengan cepat Gyuri menyusul langkah Kyuhyun dan Yuri yg sudah beberapa meter di depannya. Ketika tiba ditempat parkir Gyuri mendahului Kyuhyun dan Yuri lalu duduk disamping kursi kemudi Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya bingung dan mulai jengah pada Gyuri, dan Yuri hanya menatap arah Kyuhyun dengan tatapan sulit untuk dijelaskan.

“Apa yg kau lakukan ?” tanya Kyuhyun dingin, yg masih mencoba menekan rasa amarahnya. Karena ia ingin Yuri yg duduk disana, hanya Yuri bukan orang lain.

“Memangnya kenapa ? tadi aku duduk disini, dan pulang pun akan begitu…” ujar Gyuri ngeyel.

“Maaf aku harus melakukan ini, aku hanya ingin kau melihat ku, Kyu…” ujarnya Gyuri dalam hati.

Kyuhyun memandang Yuri, sedang Yuri hanya tersenyum simpul dan perlahan melepaskan genggamannya.

“Gwenchana …” ucap Yuri.

“Tapi Yul…”ujar Kyuhyun tak berlanjut setelah melihat senyuman hangat Yuri.

“Sudahlah …”ujar Yuri menenangkan. Kyuhyun pun menuruti kemauan Yuri, bukan karena ia senang Gyuri duduk disampingnya, tapi karena Yuri yg memintanya. Lalu ia bukakan pintu belakang untuk Yuri.

“Gumawo …” ujar Yuri.

“Emh …” jawab Kyuhyun. Beberapa saat dimobil mewah itu hanya hening, tak ada yg bersuara dan Kyuhyun terus melirik sosok yeoja cantik yg duduk sendiri di kursi belakang. Gyuri menyadari dan mulai merasa jengah. Ia pun memutuskan untuk mencairkan suasana dengan bercanda dan terus mengoceh. Seolah ia mengumbar kedekatannya dengan Kyuhyun pada Yuri. Yuri sempat terbawa suasana, ia kesal bukan main. Tapi hatinya membaik ketika ia melihat ekspresi Kyuhyun yg dingin tak menunjukan ia menikmati atau pun tertarik pada hal yg Gyuri lakukan, ia tersenyum simpul. Bagaimana pun ia jauh lebih lama dan dulu mengenal Kyuhyun dari pada Gyuri. Dan tentunya ia amat tahu bagaimana Kyuhyun luar dan dalam.

“Kau tak berubah, kke…”gumam yuri dalam hati dan terkekeh.

“Ya namja dingin, setidaknya hargai dia yg merayu mu tapi, …” gumam Yuri menggantung.

“Tapi gumawo … kau masih menganggap keberadaan ku…”blanjutnya dalam hati menatap Kyuhyun dari belakang.

Sementara Gyuri belum juga berhenti mengoceh, tapi melihat Kyuhyun yg tak menghiraukannya akhirnya membuat mulut yeoja itu diam dan membuat suasana disana kembali hening beberapa saat. Yuri mendapati ponselnya bergetar segera ia menjawab panggilan itu setelah melihat nama eonni nya.

“Yeobseo …” ujar Yuri menjawab panggilan di ponselnya.

“Yul eodiga ?” tanya eonninya khawatir.

“Aku diperjalanan pulang, waeyo ?” tanyanya.

“Apa kau sudah menerima tiketnya ?” tanya Boa.

“Tiket ?” tanya Yuri bingung.

***

To Be Continue

Wah kira-kira tiket apa yg dibicarakan Yuri dan Boa ? masalah KyuRi belum selesai, so tetep setia bareng REGRET ne … ^^ !!!!!

Masih ada yg ingat dengan REGRET ? hi … Regret is back readers …

Mianhae reader… ini dikarenakan kelabilan dari author. Tadinya ini memang akan menjadi last shoot, tapi ketika diproses ceritanya melebar jadi last shoot dari REGRET dibagi menjadi dua bagian. Dan ini bagian 7a, untuk shoot 7b sedang tahap penyelesaian. So, ending nya di cancel… he

Semoga reader semua suka, kritik saran dan masukannya masih Fanny tunggu. Fan harap reader ninggalin jejaknya di shoot-shoot terakhir REGRET … *he memberi sedikit apresiasi untuk Fan sebagai author dan Midah eonni sebagai admin…

Untuk kalimat aneh, kaku, janggal, ampe gk nyambung juga disertai typo yg menjadi virus akut di FF ini mianhae … Fan masih harus banyak belajar lagi dan lagi.

Untuk itu RCL please …^^

So Keep Read… Keep Comment and Keep Like

Comment = protein dan Like = vitamin

Fan tunggu reader di comment form ne …

Annyeong … see ya in shoot 7b … Gumawo *bow

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

76 thoughts on “[Freelance] Regret Shoot 7a

  1. Annyeong eonni akhirnya di post juga ceritanya daebak deh eonni dan bikin penasaran aja gmna akhirannya kyuhyun sma yuri ditunggu ya eonni kelanjutannya jgn lama-lama eonni ^_^
    keep writing eonni
    fighting
    gomawo

  2. Daebak ,, eonn .. Kangen banget sama ff ini ..

    Kyuri bikin gemes aku aja ,, umma+appa kyuhyun juga ,,hahaha

    Tiket ,, tiket apa yaa ??? Akhh eonni kau membuatku kepo ..hehehe🙂

    Next part aku tunggu ,, jangan lama yaa ,,🙂

    1. gumawo saeng … ^^
      hihi… udah mau end jadi bikin yg gemes-gemes
      tiket apa coba ? *he … whehehe ada yg kepo …😆
      sip, selalu berusaha untuk cepet ng-publish… *hi
      keep RCL di last shoot saengi … gumawo🙂

  3. Yakss~ Fanny-yaa !! Suka , suka , sllu suka deh sama kamu🙂
    Makin kesini beneran makin bkin deg-deg serr gitu . Hha~
    YoonHyun~ udh dr part awal mreka emng pasangan manis & lucu . Pasangan bkin ngakak😀
    HaeSica~ aigoo .. Si ice princess akhir’x menghangat jg . Emng si ikan jago yee .. ^^
    SiFany~ ciee ,, ciee ,, sweet moment’x di t4 ganti nih yee ..😄
    KyuRi~ pair kedemenan eonnie🙂 paling suka sama moment” mreka dsni . Msh shy-shy cat gitu . Hihhi~ eomma Kyu jg jjang banget !! Blom lg appa Kyu .. Duhh~ smw sayang Yuri dehh .. /emangpelmdiRCTI?!/slap
    O’ow~ si Gyuri trnyata gak nyerah jg yaa .. Biarin dehh ! Kalo makin ancur + patah hati , trma ajah yaa .. Slh sndiri ngeyel bin maksa . Suka dehh pas adegan di mobil ber3 -Kyu , Yul , Gyuri- gak kebayang gmna berat’x jd Gyuri . Yg mencoba sok akrab bt dicuekin xD

    Fanny-yaa ,, always loving you dehh .. Kalo bisa publish’x jgn kelamaan banget yaa😥 soal’x penasaran banget . Apalagi skrg minim ff’x Kwon Yul eonnie😦
    Sllu smangat buatmu , sllu brsinar , sllu bawa bahagia buat para readers🙂 you’re jjang !!

    1. Tettaa eeoonnnniiiii !! gumawo eonni ^__^
      ahiiiy deg-deg serr, haha ~~ comment one shoot mu kembali eon .. He suka suka🙂
      iya eonn, YoonHyun emang couple gokil disini… 2 2 nya suka teriak kalo eonni perhatiin dari shoot awal.. Hehe
      Sicca eonni meleleh tuh … * hi secara Hae oppa yg buat anget … Kke~
      ya begitulah SiFany eon … *hehe ide udah keburu buyar alhasil tempat ganti yg jadi pilihan …hihi😆
      KyuRi always Jjang eon … eomma appa nya Kyuppa juga … Gyuri ngenes sendiri tuh …😆

      gumawo eonni buat spirit.nya *hi selalu berusaha cepet eon, tapi temen.nya Kyuppa *evil* mampir menggoda jadi telat deh…
      gumawo eonni … ^__^
      keep RCL di last shoot eonni-ya … gumawo🙂

  4. Hih, itu gyuri knp sih keras kepala bgt..
    Uda tau kyu gak suka, masi aja nempel trs.
    Berharap hepi ending, mereka smua kembali bersama ky dulu lg.
    Tapi itu tiket apa ya? Kyaknya serius gt
    ditunggu next partnya ya thor uda ga sabar😄

  5. Woahh!kirain ini shoot terakhir,ternyata msh tbc?tpi itu tiket apa eonni?yuri tak akn pergi lagikan?mdh2an tdk^_^slmt untuk couple haesica & sifany yg udh baikan!slmt berjuang u/ kyuppa!& selamat u/ fany eonni yg ff’y smakin daebakk!truslah tunjukkan karya-karyamu eonni!^_^

    1. ceritanya melebar saeng jadi ending.nya dicancel … *hehe iya masih tbc… itu tiket ???? tunggu last shoot ne..
      iya tinggal Kyuppa tuh yg blum, Kke~
      gumawo saengi … iya mudah2n bisa terus nulis🙂
      keep RCL di last shoot saengi … gumawo🙂

  6. asiik2 smuanya uda pada baikan…lega bgt akhirnya deh bcanya…
    duh ga kebayang deh jdi gyuri,,klo jdi dia mnding pulng deh dripda jdi patung gt…spa sruh ganggu kyuri,,,mna dia ga nyerah2 lg..bkin mkin ksel liatnya
    wuah tiket apa tuh yg dibrain sma boa?? bkin pnasaran aja…
    btw tulisannya mkin kren aja,,mkin mnarik dan bkin mkin sneng bcanya…
    keep writing ya,,fighting!!!🙂

  7. wah regret nya udah lanjut^^ jujur yah regret tu salah satu series kyuri favoritku baru” ini apalagi ff kyuri langka bgtt._. Hehehe…
    Konfliknya krasa feelnya dapet(jujur sifany,yoonhyun,haesica feelnya kurang)hehe gk biasa bc ff slain cast yuri.
    Moment pas pegangan tangan yg gk sadar itu moment favoritku d ff ini..
    Lanjutannya,Semangattt!!!!

    1. uwaah gumawo udah jadiin regret FF favorit chingu … iya FF KyuRi langka hampir punah mungkin saking jarangnya *hihi
      gumawo … gwenchana, yg penting KyuRi masih disukai … Kke~
      keep RCL di last shoot chingu-ya … gumawo🙂

    1. ok …
      gumawo … ^^ iya typo itu virus akut di FF ini chingu, masih harus sering di scan … Kke~ gumawo itu jadi bahan koreksi buat next shoot *he
      selalu berusaha cepet ng-publish … he
      keep RCL di last shoot chingu-ya … gumawo🙂

  8. Kayaknya perjuangan kyu 2x lebih berat
    Blm ditambah si ngeyel yg ngak sadar klo ngak ada yg dukung dia
    Eh diending malah ada masalah tiket, apalagi itu
    Ngak sabar tgu kelanjutannya….

  9. uwaaaa skrg kyunya udh brni pgang tgn yul..:) #udh gyuri relakan saja dr pd htimu mkn skit kyu hny tuk yul
    eonni bnyakin lg moment kyuri nya..
    eonni d tggu chap slanjutnya

  10. gumawo reader yg masih setia RCL di REGRET … mudah mudahan pada suka ya … ^^
    kritik,saran dan masukannya masih di tunggu loh … untuk memperbaiki tulisan2 Fan dan agar bisa membuat para reader lebih puas lagi… Fan masih harus banyak belajar lagi jadi mohon bantuan reader atau bahkan author sunbaenim yg mampir … *bow *hehehe
    untuk reader semua juga Midah eonni, GUMAWO …🙂

  11. Makin greget dan penasaran nih ma endingnya. . . Hiyaa haepa ma sica eonni akhrnya blikan lg bgtupun ma Sifany. . . Tinggal nunggu kyupa ma yul eonni nih😀 di tunggu kelanjutan nya thor🙂

  12. Wiiiihhh TBC lagi nih..
    Syukurlah sifany dan haesicca baikan lagi mereka..
    Fany agak galak ya dibanding sica,, tapi siwon ga gentar buat dapet perhatian fany lagii..
    Donghae juga sukses banget nih dpetin hatinya sica buat ke2 kalinya..
    Sweet bngt 2couple ini..
    Agak kasihan liat gyuri yg dijudesin abis”an S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ eoma kyu,, harusnya ngasih taunya itu agak lembut..meskipun niatnya baik tapi cara nyampeinnya salah..takutnya gyuri dendam terus ngelakuin hal jahat😦
    Kyuri koq sampe ga sadar klo mereka pegangan tangan begitu lama,, saking terbawa suasana kali ya..Hαª☺Hαª☺Hαª☺◦°˚☺
    Tinggal nunggu kyuri balikan aja nih,, ff selesai..begitu bukan ?
    Ditunggu bangeeeeettt lanjutannya..okee

    1. yap SiFany + HaeSica udah succes … KKe~
      eomma Kyuhyun udah kesel di ubun-ubun(?) tuh, hi jadi begitu …
      ya saking terhanyut sama suasana nyaman seperti itulah mereka, hihi😆
      Kyuri balikan ??? selesai ? hihi …
      keep RCL di last shoot chingu-ya… gumawo🙂

  13. Akhir.a muncul jg regret 7
    Stlh menunggu sekian lama,,,
    Aduh moment.a Empat Serangkai(YulSicTiNa)” bertbran dmn”😀
    Like it!😉

    Btw, tiket apa itu? Apa tiket audisi? Atau berobat? #bkin greget

    Tetep semangat dan semakin berkarya!! ^-^)/

  14. Annyeong fany Eonnie ^^ jeoneun Kwon Hyerin imnida ^^ aku reader lama tapi baru kenalan sama eonnie tp aku juga koment kok di ff yang lain ^^ hehe eonnie ga nyangka regret udh part 7A :’) kyaaaaaa berarti dikit llagi regret done dong?😥 hwaaaaa kalo hyerin inget2 itu hye nungguin regret dari part 1 sampai sekarang dan kyaaaaa next this part is last part? Ommo ganyangka eonnie nunggu dari bula desember awal part 2 sampe sekarang, jadi inget setiap ngeliat ff regret new part pasti selalu loncat2an gaje di kamar kalo engga dance gaje (?) Wkwk itu real hehehe^^ Fany Eonnie Hwaiting Ok ^^)9 Hwaiting for make regret last part 7B :’) wish= fast to share last part ^^HWAITING EONNIE!!!! ^^)9

    1. annyeong Hyerin-ah … *hihi
      iya sedikit lagi done saeng, iya ya regret dari akhir november ampe sekarang #wow … hi
      jeongmal ampe ng-dance gaje ?? hehe
      sip sip gumawo saengi … selalu berusaha untuk cepet nge-publish … he
      keep RCL di last shoot saengi… gumawo🙂

  15. Woaaah, akhirny kluar jg lnjtan ff nyaa.. aku br bacaa.. sifany sm haesica balikaaann!! Yeaaay.. trus kyuriny kapaan inii?? Itu restu mama papany kyuhyun udah turun, syg bgt mreka sm yuri.. jd irii.. #loh

    Agak kasian liat gyuri dcuekin gt, tp dia ngeyel siih.. kan cm ad yuleon di hati kyuppa.. lanjuut next partny y authornim.. penasaraan.. btw, itu tikeet apaa??? Jgn blg yuri mau pergi lg?? Andweee!!! Kyuppa bs stress klo gt..

    Update soon yaa.. keep writing n hwaiting!!

    1. KyuRi nya ??? *hihi
      iya dy ngeyel sih … hehe bener juga cuma Yuleon yg ada di hati Kyuppa😆 … sip pasti dilanjut, itu tiket ???? tunggu last shoot ne … ^^
      selalu berusaha untuk cepet nge-publish… he
      keep RCL di last shoot chingu-ya… gumawo🙂

  16. Aaaaa… Kentang bgt eonni ceritanyaa:( greget sama kyuhyun yuri, smoga cpt balikan sma kyk haesica sifany^^ omg eomma appa kyuhyun seneng bgt yaa ngegodain anaknya hahaha. Aduhh last chapt ditunggu loh eonni^^ Hwaiting!~~

  17. Wah bikin penasaran banget
    feelnya dapet banget jingkrak2 sendiri bacanya wåkå°•°•°•°°wåkå°•°•°•°°™

  18. Duhhh ga sabar liat kyuri balik lagi, gyurinya buang aja –v hehe itu tiket apa? Jangan jangan yuri mau pergi lagi? Huaaa pokoknya keren thor, ditunggu next partnya thor, semangat thor ‘-‘)9

  19. Yeeeei seneng liat sifanny ma haesica uda balik kan kpn neh kyuri ayo dong omma dan appa kyu uda beri restu tuh eonnie endingnya lngsng aja buat kyuri nikah eon ya2 kan lbh bgs lngsng nikah dripd pacaran jd buat mereka menikah ya eon *puppy eyes

  20. Eonni,ni part final. Tar pas ini buatin sequel si buat kebersamaan mreka njalanin png0batan yuri.
    kn dri awal gak ada part r0mants kbarsamaan mreka. Cma pas flast back kyuppa aja.

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s