Posted in Dramalife, Marriedlife, Romance, Sad

It Started With Marriage part 2

It Started with Marriage By Lee Midah

It Started With Marriage part 2

Present by

Lee Midah

Kwon Yuri SNSD ||  Cho Kyuhyun Super Junior || Lee Donghae Super Junior || Seohyun SNSD

Sub Cast :

Find Yourself

Length : Multichapter || Rating : 17th || Genre :  Romance, Complicated Love, Rectangle Love

Disclaimer

Cerita mungkin ada beberapa gabungan dari ff yang sudah di publish dan beberapa scene dari drakor. FF ini merupakan requestan dari salah saru readers jugaAyu Pratama. Moga kamu suka dengan ff ini. Cast belong to be they self, They parent, SM and God. Just for fun! ^^

Note :

Don’t BeSiders!!! Don’t Plagiat!!! If You Respect To Me,

Leave A Comment After Read!!! Typo Is Art ^_^

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading!!! ^_^

Yuri tertidur di sofa setelah menonton sebuah drama favoritnya dengan sebuah popcorn yang masih berada diatas pangkuannya. Pintu apartement itu pun terbuka, nampaklah Kyuhyun yang masih memikirkan tentang apa yang terjadi dengan perasaannya yang sekarang terasa bimbang. Saat Kyuhyun akan masuk ke dalam kamarnya, dia pun menoleh ke arah televisi yang masih menyala. Dia pun berjalan mendekati televisi itu untuk mematikannya.

“ Apa Yuri lupa mematikannya? “, gumamnya sambil mencari remot, namun matanya menangkap sosok seorang gadis yang terlihat pulas dengan tubuh yang dipenuhi oleh popcorn yang berjatuhan karena tumpah.

“ Pantas saja televisinya masih menyala rupanya dia tertidur “, ucap Kyuhyun sambil mematikan televisinya lalu menghampiri Yuri di sofa.

“ Aku baru tahu jika dia memiliki kebiasaan lucu saat tertidur “, senyum Kyuhyun terpancar saat melihat Yuri yang pulas sambil menjulurkan lidahnya.

Kyuhyun mulai berjongkok dihadapan Yuri sambil terus memandangi wajah Yuri. Terlihat wajah Yuri berubah, bibirnya mengerucut seperti sedang cemberut. Kyuhyun terkekeh melihatnya, tidak tahu mengapa dia sangat senang melihat raut wajah itu.

“ Neomu Kyeopta! “ lirih Kyuhyun.

Tanpa sadar Kyuhyun mulai menggerakan tangannya ke arah pipi Yuri, dengan sangat lembut di belailah pipi yang halus itu. Kyuhyun juga menyingkirkan rambut Yuri yang menutupi wajahnya, kini wajah cantik gadis yang berstatus isterinya itu terlihat jelas didepan matanya.

“ Kau sangat cantik sekali “, puji Kyuhyun.

Mata Kyuhyun menangkap bibir merah muda Yuri yang terlihat merancau pelan  hampir tak terdengar. Kyuhyun menggerakan ibu jarinya ke bibir itu, membelainya pelan membuat datangnya suatu keinginan untuk merasakan apa bibir itu semanis buah cherry? Semakin Kyuhyun membelainya, keinginan itu semakin kuat. Tanpa sadar, ia mencondongkan tubuhnya kearah wajah Yuri. Perlahan – lahan menghapus jarak antara mereka. Kyuhyun tidak bisa menolak pesona itu, keinginannya semakin meningkat ketika perlahan jarak itu mulai terhapus sedikit demi sedikit. Kini hanya beberapa centi saja jarak wajah mereka, Kyuhyun mulai menutup matanya seakan membayangkan rasa apa yang akan dia dapatkan. Namun tiba – tiba

“ Hachiiiimmmm!!!! “

Duk!

Yuri bersin dan membuat kedua kening mereka berbenturan dengan keras. Merasakan sakit di kepalanya, Yuri membuka matanya sedangkan Kyuhyun terduduk karena kaget dan mengaduh kesakitan sambil memegangi keningnya.

“ Aww!!! “, ringis Yuri yang terbangun sambil memegangi keningnya.

“ Aduh!!! Appayo! “, ringis Kyuhyun.

Mendengar Kyuhyun meringis, Yuri menoleh kearah Kyuhyun yang masih terduduk dilantai.

“ Akh! Kyu? Apa yang kau lakukan? “, tanya Yuri heran .

“ Oh… anu… tadi… aku.. itu… “, Kyuhyun gelagapan menjawab pertanyaan Yuri, dia pun memutar otaknya untuk mencari alasan.

Apa yang harus kukatakan sekarang? “, batin Kyuhyun sambil melirik kearah Yuri yang masih menatapnya dengan tatapan bingung dan menunggu jawaban.

“ Anu… tadi saat aku pulang aku melihat televisi menyala, kupikir kau lupa mematikannya. Tapi saat aku mendekat ternyata kau tertidur di sofa dan… “, ucapan Kyuhyun terhenti membuat wajah Yuri mengangguk penasaran dan menunggu kelanjutan perkataan Kyuhyun.

“ Dan apa? “, tanya Yuri.

“ Dan aku ingin memindahkanmu ke kamar. Saat aku akan menggendongmu, kau bersin dan kepala kita terbentur “, jelas Kyuhyun sambil memasang senyum kaku berharap Yuri akan percaya, namun wajah Yuri terlihat berpikir membuat Kyuhyun merasa gugup.

Apa dia tahu aku ingin menciumnya? “, batin Kyuhyun cemas dan jantungnya berdegup kencang mengamati reaksi dari Yuri.

Yuri menatap ke arah mata Kyuhyun membuat Kyuhyun menelan ludahnya, dia memicingkan matanya semakin membuat jantung Kyuhyun berdegup hebat.

Otte? “, cemas Kyuhyun dengan keringat mulai mengucur di dahinya.

“ Oh begitu, pantas saja kepalaku sakit. Mian, aku ketiduran “, ucap Yuri sambil tersenyum membuat Kyuhyun membuang nafasnya dengan lega.

“ Hampir saja “, desah Kyuhyun sepelan mungkin.

===0000===

Kyuhyun mengusulkan untuk pergi ke sebuah klub pada Yuri dan pasangan mereka masing – masing. Sebenarnya bukan keinginan Kyuhyun atau Yuri, hanya saja keduanya diundang untuk datang ke rumah orang tua mereka dan mereka tidak ingin datang karena orang tua mereka pasti akan membahas tentang cucu atau seorang anak dari mereka. Kyuhyun dan Yuri beralasan memiliki janji dengan teman mereka sehingga orang tua mereka terpaksa membiarkan keduanya untuk tidak datang. Seohyun datang saat Yuri dan Kyuhyun menunggu di taman.

“ Oppa!!! “, seru Seohyun dengan wajah cerianya namun saat melihat Yuri disamping Kyuhyun, senyumannya memudar.

“ Hyun-ah, kau sudah datang? “, tanya Kyuhyun dan Seohyun pun mengangguk.

“ Anyeong Seohyun-ah. Apa kabarmu? “, tanya Yuri ramah.

“ Baik “, jawab Seohyun singkat membuat Yuri merasa tidak enak.

Yuri melihat Seohyun bersikap manja pada Kyuhyun, ada sesuatu dalam hatinya yang merasa kesal. Apalagi saat tangan Seohyun menggandeng mesra lengan Kyuhyun, hatinya terasa panas dan kesal.

Mengapa aku seperti ini? “, batin Yuri, ia pun mulai mengibas – ibaskan tangannya didepan wajahnya.

“ Kau kenapa Yul? “, tanya Kyuhyun.

“ Oh Anio, aku hanya merasa kepanasan disini. Gwenchana “, jawab Yuri memaksakan senyum, Seohyun mengerti arti dari panas Yuri. Dia menebak jika Yuri cemburu melihatnya bersama Kyuhyun.

Aish! Donghae Oppa mana? Aku tidak tahan disini? “, batin Yuri.

Ada apa dengan Yuri? Apa dia resah karena Donghae belum datang? “, batin Kyuhyun yang melihat kearah Yuri, Seohyun melihat tatapan Kyuhyun pada Yuri. Ada sedikit kesal dalam hatinya.

Oppa, Kumohon jangan tatap dia seperti itu “, batin Seohyun sedih.

Tiba – tiba sebuah mobil berhenti, turunlah seorang pria yang terlihat terburu – buru. Dengan jalan cepat dia menghampiri Yuri, Kyuhyun juga Seohyun yang sudah menunggu lama.

“ Yuri, mianhae. Tadi ada meeting mendadak yang membuatku terlambat untuk kesini “, sesal Donghae yang masih memakai pakaian kantornya lengkap.

“ Gwenchana, Oppa. yang penting kau sudah ada disini “, jawab Yuri sambil tersenyum, Donghae pun ikut tersenyum sambil mengusap rambut Yuri lembut penuh.

Tiba – tiba muncul rasa kesal dihati Kyuhyun, apalagi melihat Donghae yang kini membelai pipi Yuri. Seohyun menggenggam tangan Kyuhyun seakan menyadarkan Kyuhyun kalau dirinya ada disana, tepat disampingnya.

“ Lebih baik kita pergi sekarang, kajja! “, ajak Yuri membuat Donghae mengangguk.

Yuri dan Donghae berjalan menuju mobil Donghae sedangkan Kyuhyun hanya menatap marah pada pasangan itu.

“ Oppa, kajja! “ ajak Seohyun menyadarkan Kyuhyun yang langsung berjalan menuju mobilnya diikuti Seohyun dari belakang.

Yuri memandang kearah mobil Kyuhyun yang kini mulai menyala, dia merasa sedih karena kini dia merasa jauh dengan Kyuhyun.

“ Yul, gwenchana? “, tanya Donghae melihat Yuri terdiam.

“ Neh, Gwenchana Oppa “, jawab Yuri memaksakan senyum.

Suasana klub terasa ramai, banyak orang yang terlihat bersenang – senang. Ada yang mabuk, ada yang menari – nari bahkan ada juga yang mencari pasangan dan banyak juga yang menjual obat – obatan terlarang. Yuri merasa tidak nyaman dengan suasana itu begitu dengan Seohyun yang anti dengan klub. Namun Kyuhyun yang mengusulkan untuk pergi kesana karena dia dulu pernah datang bersama teman – teman kampusnya. Donghae melihat Yuri yang tidak nyaman, dia mendekati Yuri untuk mengajaknya pergi namun Yuri menolak karena tempat ini tempat yang diusulkan Kyuhyun dan Yuri tidak ingin meningglkan  Kyuhyun dan Seohyun berdua.

“ Aku ingin ke toilet dulu “, pamit Yuri.

“ Apa mau aku antar? “, tawar Donghae.

“ Anio Oppa, aku bisa sendiri. Kau tidak usah khawatir “, jawab Yuri sambil tersenyum, Kyuhyun meneguk minumannya menahan hatinya yang panas.

Setelah kepergian Yuri, Kyuhyun pun pamit untuk ke tolet. Walaupun Seohyun tahu Kyuhyun tidak berniat untuk pergi kesana.

“ Donghae-ssi, apa kau tidak merasa cemburu dengan Kyuhyun? “, tanya Seohyun memulai pembicaraan saat disana hanya ada dirinya dan Donghae.

“ Neh?! Cemburu?! “, sahut Donghae.

“ Apa kau tidak takut Yuri berpaling pada Kyuhyun? “, tanya Seohyun lagi.

“ Hehe… kau bercanda. Bukankah mereka hanya menikah pura – pura? Lagi pula Yuri sudah mengatakan mereka akan bercerai akhir tahun ini “, ujar Donghae sambil tertawa.

“ Tapi apakah kau tidak takut jika sebelum hari itu tiba, Yuri akan meninggalkanmu? “,

Donghae terdiam beberapa menit kemudian dia pun tersenyum menanggapi apa yang dikatakan Seohyun.

“ Jika hal itu terjadi padamu, apa yang akan kau lakukan? “, Donghae balik bertanya membuat Seohyun terdiam.

“ Aku tidak akan melepaskan Kyuhyun Oppa, apapun yang terjadi “, jawab Seohyun membuat Donghae menggangguk.

“ Jika hal itu terjadi padaku, aku akan menyerah jika Yuri memang sudah tidak lagi merasakan kenyamanan disampingku karena bagiku kebahagian dan senyumnya  adalah yang terpenting “,ucap Donghae tenang.

Seohyun menatap Donghae tidak mengerti, karena Donghae tidak terlihat takut atau cemas jika suatu saat Yuri akan berpaling darinya.

Dia naïf sekali “, batin Seohyun sambil meneguk  orange juice miliknya.

===0000===

Yuri  keluar  dari toilet setelah melakukan urusannya, saat diamelangkah keluar terlihat beberapa orang menghadangnya. Dia bersikap biasa dan mencoba untuk melewati mereka namun orang – orang yang terdiri dari beberapa pria itu tidak menyingkir.

“ Permisi! Aku mau lewat “, pinta Yuri dengan sopan.

“ Ya! Apa yang kalian lakukan eoh? Dia bilang mau lewat “, ucap seorang pria yang terlihat seperti bos dari orang – orang itu membuat beberapa pria itu menyingkir.

“ Gomawo “, ucap Yuri yang hendak pergi namun pria itu langsung menghalangi arah jalan Yuri.

“ Kau mau kemana? Jangan buru – buru, lebih baik kita bersenang – senang dulu “, ucap pria itu sambil mencoba merangkul Yuri, sontak Yuri menangkisnya.

“ Apa yang kaulakukan?! “, marah Yuri yang tidakterima.

“ Ayolah! Aku tahu kau juga maukan? Jangan berpura – pura seperti itu “, ujar pria itu mencoba merangkul Yuri lagi namun Yuri langsung menendang selangkangan pria itu membuat pria itu meringis.

“ Akh! Shit! Bitch! Kalian tunggu apa? Cepat bawa dia! “, perintah pria itu yang masih memegangi tempat yang ditendang Yuri.

“ Ya! Lepaskan aku! “, hardik Yuri namun dua pria disampingnya tetap memeganginya dengan kuat, Yuri terus berontak melepaskan diri namun apa daya kekuatan seorang gadis sepertinya dibandingkan 2 orang pri bertubuh cukup besar.

“ Hey! Lepaskan dia! “, seru seorang pria membuat para pria – pria itu menoleh begitu juga dengan Yuri.

“ Kyuhyun… “, lirih Yuri melihatkearahKyuhyun .

“ Jangan ikut campur! Jika kau tidak ingin terkena masalah. Apa kau tidak tahu siapa kami Eoh?! Kami yang memegang daerah ini! “, ucap pria yang ditendang Yuri dengan sombongnya.

“ Apa kau juga tidak tahu siapa aku?!!! “, Tanya Kyuhyun dengan smirk miliknya.

“ Memangnya siapa kau?! “, Tanya pria itu terlihat penasaran.

Kyuhyun mendekati pria itu lalu menatapnya dengan pandangan meremehkan.  Dia melirik kearah Yuri yang masih dipegangi 2 pria.

“ Aku….Bos Ayahmu! “

Buk!

Kyuhyun langsung menendang pria itu membuat pria itu tersungkur. Kedua pria yang memegangi Yuri langsung melepaskan Yuri dan menyerang Kyuhyun. Terjadilah perkelahian diantara mereka. Yuri ingin membantu namun dia tidak bisa berbua tapa – apa.

Prang!

Salah  satu dari pria itu memecahkan sebuah botol dan hendak menyerang Kyuhyun namun Yuri yang melihatnya langsung memukul pria yang memegang pecahan botol itu dengan tas miliknya. Kyuhyun melihat kearah Yuri yang mulai di serang pria lain dan ia pun membantu Yuri.

“ Sial! Kalian ingin bermain – main dengan kami eoh?!!!“, Tanya pria yang terlihat seperti bos itu dengan luka lebam di wajahnya.

Kyuhyun dan Yuri terlihat panik saat beberapa pria lainnya berdatangan lebih banyak karena sepertinya pria yang berurusan dengan mereka itu seorang bos mafia penguasa tempat itu. Kyuhyun semakin mendekat pada Yuri, tangannya langsung menggenggam erat tangan Yuri.

“ Apa yang akan kita lakukan sekarang Kyu? Mereka banyak sekali “, panik Yuri dengan raut wajah ketakutan.

“ Tenanglah, kau ikuti aba – abaku “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menatapnya tidak mengerti.

“ Apa maksudmu? “, Tanya Yuri.

“ Kalian tidak tahu berurusan dengan siapa? Sekarang kalian tidak akan bisa lolos “, ucap pria itu dengan senyum liciknya.

“ Hana…dul…set… “, ucap Kyuhyun yang langsung menarik Yuri untuk melarikan diri dan berlari membuat Yuri kaget.

“ Sial! Tangkap mereka! Jangan biarkan lolos atau kalian akan mati! “, perintah pria itu pada seluruh anak buahnya.

Sementara itu Donghae dan Seohyun terlihat heran mengapa Yuri dan Kyuhyun belum kembali. Sesekali Donghae melihat jam yang melingkar ditangannya sedangkan Seohyun terus melihat kearah toilet.

“ Mereka lama sekali? “, ucap Seohyun mulai resah.

“ Neh, apa kita cek saja “, usul Donghae membuat Seohyun menatapnya.

“ Geurae “, setuju Seohyun tanpa berpikir.

Mereka berdua pun pergi ke toilet, Seohyun yang mengecek Yuri sedangkan Donghae mengecek Kyuhyun. Setelah sampai keduanya tidak menemukan orang yang mereka cari.

“ Kau tidak melihat Yuri? “, Tanya Donghae.

“ Anio, bagaimana dengan KyuhyunOppa? “, ujar Seohyun kemudian Donghae menggelengkan kepalanya.

Keduanya mencoba menghubungi kekasih masing – masing namun tidak ada yang mendapat jawaban dari kekasih mereka.

Kyuhyun dan Yuri terus berlari menghindari kejaran dari anak buah pria tadi, mereka pun bersembunyi di sebuah lorong kecil dan sempit yang hanya cukup untuk satu orang sehingga membuat tubuh keduanya berhimpitan. Kyuhyun menyudutkan tubuh Yuri ke arah tembok karena orang – orang yang mengejar mereka masih ada disekitar tempat itu.

“ Sttttt “, suruh Kyuhyun yang masih mengamati sekelilingnya.

Yuri merasakan sesuatu yang aneh saat tubuh Kyuhyun terus mendekat sampai ia bisa merasakan tubuh mereka yang bersentuhan. Jantung Yuri berdegup kencang dan nafasnya mulai memburu.

Mengapa tiba – tiba aku tegang seperti ini? “, batin Yuri yang sesekali memandang wajah Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa centi.

Kyuhyun menyadari kegugupan Yuri, namun dia menyangka jika Yuri gugup karena orang – orang yang masih mengejar mereka.

Tenanglah Yul, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu sedikitpun “, batin Kyuhyun.

Keduanya masih bersembunyi, diam – diam Yuri memperhatikan wajah Kyuhyun. Dia mulai mengagumi wajah suaminya itu. Yuri juga memperhatikan leher Kyuhyun yang tepat sejajar dengan keningnya. Terlihat tenggorokan Kyuhyun yang sesekali menelan ludahnya sambil memperhatikan sekitarnya. Pandangan Yuri beralih ke bibir Kyuhyun yang terlihat sexy. Yuri menggoyangkan kepalanya mencoba menyadarkan diri dari pikiran aneh yang melintas dikepalanya.

Apa yang aku pikirkan? “, batin Yuri.

Kyuhyun pun menghela nafasnya lega setelah yakin semua orang yang mengejar mereka pergi.

“ Huft… akhirnya mereka pergi juga “, desah Kyuhyun yang kini mengalihkan pandangannya pada Yuri yang sedang menatapnya.

Yuri terlihat kaget, dia pun mencoba menengok ke arah lain untuk menghindari tatapan Kyuhyun. Kyuhyun melihat kegugupan Yuri yang tertangkap memandanginya, dia tidak bergerak dan tetap berhimpitan dengan Yuri.

“ Sepertinya kita sudah aman “, ucap Yuri menahan gugupnya mencoba meminta Kyuhyun menyingkir darinya.

Yuri pun menatap Kyuhyun karena Kyuhyun tidak bergerak sedikitpun. Saat matanya menangkap manik mata cokelat milik Kyuhyun tiba – tiba…

Chu~~~

Kyuhyun mengecup bibir Yuri, membuat sang pemilik bibir manis itu kaget dan membulatkan matanya seperti ingin keluar. Kyuhyun melepaskan ciuman singkat itu dan melihat ekspresi Yuri yang masih kaget. Kini tangan Kyuhyun memegang kedua sisi kepala Yuri lalu menciumnya lebih lama. Dia mulai mengecup perlahan – lahan, menghisapnya lembut dan menjilat bibir Yuri. Tanpa sadar Yuri menutup matanya seakan menikmati ciuman itu. Dia pun membuka mulutnya membiarkan Kyuhyun memasuki rongga mulutnya. Ciuman itu terjadi beberapa saat sampai akhirnya suara ponsel berbunyi menyadarkan keduanya.

Ring! Ring! Ring!

Kyuhyun melepaskan tangannya dari kepala Yuri sedangkan Yuri menunduk malu. Ternyata ponsel Kyuhyun yang berbunyi, dilihatnya nama Seohyun yang tertera di layar ponselnya.

“ Neh, Seohyun-ah “, jawab Kyuhyun setelah menekan timbol hijau, wajah Yuri berubah mendengar nama Seohyun.

Dia pun berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih menjawab telepon dari Seohyun tanpa menyadari Yuri yang melangkah pergi. Tak lama ponsel Yuri berbunyi dan ternyata Donghae yang menghubunginya.

“ Mian Oppa, tadi aku mendapat panggilan dari Omma yang menyuruh kami untuk segera pulang “, bohong Yuri yang tidak ingin mengatakan yang sejujurnya pada Donghae.

Setelah sambungan itu terputus, Yuri menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.

“ Ya! Tunggu aku! “, pinta Kyuhyun yang berlari ke arah Yuri.

“ Bukannya kau harus menjemput Seohyun? Pergi saja, Aku bisa pulang sendiri “, ucap Yuri ketus.

“ Wae? Mengapa kau sepertinya marah? “, tanya Kyuhyun heran melihat sikap Yuri yang berubah, Yuri pun melangkah lebih cepat meninggalkan Kyuhyun.

“ Ada apa dengannya? “, heran Kyuhyun.

“ Apa kau yakin bisa pulang sendiri? Tidakkah kau takut para pria tadi menangkapmu? “, goda Kyuhyun membuat langkah Yuri terhenti.

Dia benar bagaimana jika mereka melihatku, tapi… “, batin Yuri yang merasa takut.

“ Seohyun sudah pulang bersama Donghae karena terlalu lama menunggu kita “, ujar Kyuhyun, mendengar hal itu Yuri berbalik menatap Kyuhyun tidak percaya.

“ Jika kau tidak percaya tanya Donghae saja “, lanjut Kyuhyun yang berjalan kearah Yuri, Yuri pun tidak mampu mengucapkan apapun karena merasa malu sudah marah pada Kyuhyun.

“ Kajja, kita pulang. Sebelum mereka menemukan kita lagi “, ajak Kyuhyun yang langsung menggenggam tangan Yuri menuju mobil mereka.

Yuri tidak menolak, dia malah tersenyum melihat Kyuhyun menggenggam tangannya erat.

===0000===

Seohyun mulai merasa kesal dengan sikap Kyuhyun. Kyuhyun tidak pernah lagi menyisakan waktu untuk berduaan bersamanya dan sikap Kyuhyun yang tidak memperhatikannya seperti dahulu. Bahkan Seohyun tak sengaja melihat Kyuhyun yang berjalan berdua bersama Yuri ditaman kota. Mereka terlihat seperti layaknya sepasang kekasih, hal itu semakin membuat hatinya merasa cemburu. Yang membuatnya merasa lebih marah saat dia menghubungi Kyuhyun dan Kyuhyun menjawab jika dirinya sedang rapat. Kini Seohyun menunggu seseorang disebuah tempat makan dipinggiran Cheondamdong.

“ Mian, membuatmu menunggu lama “, ucap seorang pria dengan nada menyesal yang duduk dihadapannya.

“ Gwenchana, Donghae-ssi. Aku hanya menunggu beberapa menit saja “, jawab Seohyun mencoba tersenyum.

“ Ada apa kau ingin menemuiku? “, tanya Donghae yang penasaran karena Seohyun tiba – tiba mengajaknya bertemu.

“ Aku ingin berbicara soal Yuri dan Kyuhyun “, Donghae mengerutkan keningnya mendengar nama Yuri dan Kyuhyun.

“ Memangnya ada apa dengan mereka? “, tanya Donghae.

“ Apa kau tidak tahu dengan hubungan mereka? Apa sikap Yuri tidak berubah padamu akhir – akhir ini? “, tanya Seohyun.

“ Anio, tidak ada yang aneh. Kami memang jarang bertemu sebulan ini karena aku harus mengurus pekerjaanku di luar kota “, ujar Donghae membuat Seohyun tersenyum sinis.

“ Kau benar – benar naif, Donghae-ssi. Kau bahkan tidak tahu jika kekasihmu sudah berpaling pada pria lain. Kau membiarkannya mencintai pria lain dan meninggalkanmu “, tutur Seohyun.

Donghae terdiam mendengar ucapan Seohyun, dia tahu maksud Seohyun. Hanya saja Donghae hanya akan percaya jika dia mendengarnya langsung dari mulut Yuri sendiri.

“ Jika tidak ada yang penting lagi, aku pamit karena aku harus menemui klienku. Aku permisi “, pamit Donghae membuat Seohyun hanya menatapnya dengan senyum getir.

Dia berniat mengajak Donghae untuk mengembalikan kekasih mereka namun Donghae sama sekali tidak merasa terganggu dengan perubahan Yuri padanya. Seohyun hanya menghabiskan minumannya lalu meninggalkan tempat makan itu.

Didalam mobil pikiran Donghae mulai terganggu, semua ucapan Seohyun terngiang – ngiang di kepalanya. Memang sudah sebulan ini mereka jarang bertemu mungkin hanya 3 kali yang dia ingat. Donghae mengambil ponselnya dan mendial nomor Yuri, namun nomornya tidak aktif. Donghae terus mencobanya dan hasilnya tetap sama. Dia pun memutuskan untuk menemui Yuri di apartementnya.

Ting tong!

Bunyi bel diapartement Yuri, membuat gadis berambut panjang nan lurus itu beralih dari kegiatannya yang sedang memasak.

“ Jakkaman! “, teriak Yuri dari dalam dan mulai melangkah ke arah pintunya.

Ceklek!

Yuri membuka pintunya dan kaget melihat Donghae kini berdiri didepannya. Senyuman indah terpancar diwajah pria yang masih berstatus sebagai kekasihnya.

“ Oppa?! “,

“ Bogoshipeoh! “, ucap Donghae yang langsung memeluk Yuri erat.

“ Mianhae, karena aku terlalu sibuk sehingga aku tidak bisa sering – sering menemuimu. Tapi tiba – tiba saja aku merindukanmu makanya aku kesini “, sesal Donghae sambil melepaskan pelukannya dari Yuri.

“ Kapan kau pulang dari Ilsan Oppa? “, tanya Yuri mencoba tersenyum.

“ Tadi pagi, apa kau tidak akan menyuruhku masuk? “, tanya Donghae.

“ Oh neh, silahkan masuk. Oppa mau minum apa? “, tawar Yuri.

“ Apa saja “, jawab Donghae sambil tersenyum.

Donghae melihat – lihat seluruh isi apartement saat Yuri membuatkan minuman untuknya. Donghae berhenti dihadapan sebuah foto besar dimana Yuri dan Kyuhyun tersenyum dengan gaun pengantin mereka.

Walaupun hanya pura – pura, tapi aku masih merasa cemburu dengannya, Yul “, batin Donghae menatap foto itu miris.

Donghae duduk di sofa dan beberapa saat Yuri pun datang dengan secangkir teh untuk Donghae.

“ Oppa, seharusnya Oppa menghubungi aku dulu sebelum kesini “, ucap Yuri.

“ Aku sudah mencoba menghubungi beberapa kali tapi ponselmu tidak aktif “, jawab Donghae.

“ Jinjja?! “, kaget Yuri sambil merogoh ponsel disakunya, dilihatnya ponsel itu mati kehabisan batre.

“ Mian, Oppa. ternyata ponselku lowbet “, sesal Yuri sambil tersenyum garing.

“ Gwenchana, aku hanya khwatir saja makanya aku memutuskan untuk langsung menemuimu kesini. Oia bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun? “, tanya Donghae membuat Yuri kaget.

“ Neh?! “,

“ Oh kami baik – baik saja “, jawab Yuri dengan senyum paksa miliknya.

“ Kau tahu aku tidak sabar menunggu 2 bulan lagi hingga perjanjian kalian selesai. Aku ingin selalu ada disisimu dan melihatmu saat pertama aku membuka mataku “, tutur Donghae membuat Yuri terdiam, dia baru ingat perjanjian pernikahan mereka hanya tinggal 2 bulan.

Donghae Oppa benar, 2 bulan lagi batas perjanjian kami, tapi mengapa aku merasa seperti ini?  “, batin Yuri sedih mengingat hal itu.

“ Kau kenapa Yul? “, tanya Donghae heran melihat reaksi Yuri.

“ A… anio Oppa, Gwenchana “, jawab Yuri.

Donghae mendekati Yuri lalu memegang tangan Yuri, saat Donghae akan mencium Yuri tiba – tiba wajah Yuri berpaling seakan tidak ingin dicium oleh Donghae. Donghae pun sadar akan hal itu lalu mengecup kening Yuri. Dia pun pamit untuk pulang dan Yuri terlihat diam dan mulai murung. Sampai Kyuhyun pulang dan mendapati Yuri yang terlihat melamun saat mereka makan malam.

“ Apa yang sedang kau pikirkan, Yul? “, tanya Kyuhyun.

“ Anio, Eopseoyo “, jawab Yuri sambil memasukan makanannya ke dalam mulutnya.

Saat mencuci piring Yuri tetap memikirkan batas waktu kebersamaannya bersama Kyuhyun, selama ini dia tidak sadar kalau pernikahannya dan Kyuhyun hanya tinggal beberapa bulan lagi. Mungkin karena hubungannya dan Kyuhyun semakin dekat dan perasaan itu sudah muncul dalah dirinya. Tanpa sengaja gelas yang ada ditangannya hampir jatuh namun dengan cepat Kyuhyun menangkapnya.

“ Omo! “,

“ Untung saja aku langsung menangkapnya “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menoleh padanya.

“ Apa yang sedang kau pikirkan Yul? Aku lihat – lihat kau melamun terus sejak tadi? “, tanya Kyuhyun penasaran.

“ Anio, aku hanya memikirkan sesuatu “, jawab Yuri yang mempercepat mencuci piring itu lalu berjalan kekamarnya.

“ Aneh “, gumam Kyuhyun melihat sikap Yuri yang tidak seperti biasanya.

===0000===

Kyuhyun duduk bermain dengan PSPnya, tiba – tiba Yuri duduk disampingnya yang membuatnya menghentikan permainannya.

“ Hmmm…  “, Yuri bergumam sambil tersenyum namun senyumnya tidak terlihat seperti biasanya.

“ Mengapa kau tersenyum? “, tanya Kyuhyun heran yang menatap Yuri heran.

“ Anio, aku hanya merasa lucu saja. Tak terasa pernikahan kita sudah berjalan selama 10 bulan. Bahkan aku tidak sadar jika semua ini hanya kebohongan semata. Aku ingat saat pertama kita dipertemukan, tidakkah menurutmu itu lucu? “, tutur Yuri membuat Kyuhyun terdiam, dia juga seakan sadar dengan status mereka dan perjanjian itu.

“ Setelah semua ini berakhir, kita akan kembali pada pasangan masing – masing. Kau pasti sudah tidak sabar untuk mengakhirinya kan? “, tanya Yuri sambil menoleh kearah Kyuhyun yang kini menatapnya.

“ Haaahhh… apa yang aku bicarakan? Sudah pasti jawabannya iya “, tawa Yuri garing yang merasa bodoh dengan pertanyaannya sendiri.

Yuri pun berdiri berniat untuk masuk ke kamarnya namun Kyuhyun juga berdiri dan menarik tangan Yuri. Dengan cepat Kyuhyun sudah melumat bibir Yuri, Yuri terdiam namun dia pun menutup matanya menikmati ciuman itu.

Mungkin ini terakhir kalinya aku merasakan kehangatan ini “, batin Yuri.

Kyuhyun melepaskan ciumannya lalu menatap mata Yuri dengan dalam. Bibirnya bergerak seakan ingin mengucapkan sesuatu namun Yuri menyelanya.

“ Gomawo, atas semuanya “, ucap Yuri lalu melepaskan tangan Kyuhyun dari pipinya.

Yuri masuk ke kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam, dia tidak menyangka reaksi Yuri akan seperti itu.

Seharusnya aku mengatakan jika aku mulai menyukainya, anio aku mulai mencintainya dan aku tidak ingin pernikahan kami berakhir “, lirih Kyuhyun menatap pintu kamar Yuri sedih.

Keesokan harinya Yuri menyiapkan makan siang untuk Kyuhyun, dia berniat membawakan makanan itu langsung ke kantor. Karena Yuri ingin menikmati hari – harinya bersama Kyuhyun yang terhitung beberapa minggu lagi. Dengan kotak makanan yang sudah siap, Yuri pun segera mengganti pakaiannya dan segera menghentikan taxi di ujung jalan apartementnya. Yuri tersenyum sambil menatap kotak makanan ditangannya, dia berharap Kyuhyun akan senang dengan kedatangannya. Setelah sampai senyuman manis masih terhias diwajah cantiknya. Sang reseptionis menyapanya dengan senyum hangat dan Yuri membalasnya. Saat didepan ruangannya Sekertaris Kyuhyun menghampirinya.

“ Nyonya Cho, baru saja Tuan Cho keluar bersama tamunya. Apa anda mau menunggu? “, ucap sang Sekertaris yang sudah mengenal Yuri dengan baik, terlihat ada sedikit kekecewaan diwajah Yuri namun Yuri mencoba tetap tersenyum.

“ Aku akan menunggunya didalam “, ucap Yuri yang langsung masuk ke ruangan Kyuhyun.

Yuri melihat sekitar ruangan itu, dia pun duduk di kursi Kyuhyun sambil sesekali meniru gaya Kyuhyun jika sedang berada dikantor. Dia tertawa setelahnya, aneh memang tapi itulah dia sekarang. Yuri melihat sebuah bingkai di meja Kyuhyun , dia mengambil bingkai itu lalu menatapnya dengan senyuman yang tidak bisa diartikan sebagai senyum bahagia atau senyum kesedihan. Disana foto dirinya bersama Kyuhyun yang sejak awal di pajang untuk mengelabui orang tuanya.

“ Seandainya foto ini disimpan berdasarkan keinginanmu, Kyu. Bukan hanya untuk perjanjian kita “, gumam Yuri.

Waktu terus bergulir, Yuri pun mulai bosan sampai – sampai dia tertidur pulas. Tanpa sadar Yuri pun terbangun sampai pukul 6 sore karena sekertaris Kyuhyun yang membangunkannya.

“ Nyonya bangunlah, sebaiknya anda pulang karena Tuan Cho berpesan akan langsung pulang “,

“ Hmmm…. jam berapa ini? “, tanya Yuri sambil terbangun.

“ Pukul 6 sore. Tadi aku sempat masuk namun melihat Nyonya tertidur pulas aku merasa takut untuk mengganggu Nyonya “, ucap sekertaris itu.

“ 6 sore?! Ya sudah aku akan pulang dulu “, pamit Yuri yang keluar dari ruangan Kyuhyun dengan kecewa, dia kembali menenteng kotak makanan ditangannya yang pasti makanannya sudah dingin.

Yuri ingin membuangnya namun dia merasa sayang dan berniat menghangatkannya kembali untuk makan malam. Setelah sampai didepan gedung apartement,  Yuri melihat sosok yang dia kenal di depan gedung apartement itu. Yuri melihat Kyuhyun dan Seohyun yang terlihat berbicara serius. Seohyun mengalihkan pandangannya pada Yuri yang berdiri jauh. Yah, Seohyun kini melihat Yuri yang sedang memandanginya bersama Kyuhyun, dia pun langsung mendekatkan diri pada Kyuhyun dan mencium bibirnya. Kotak makanan ditangan Yuri pun terjatuh membuat sebuah suara yang menyadarkan Kyuhyun.

Brak!

Sontak Kyuhyun melepaskan ciuman Seohyun dan menoleh kearah sumber suara benda jatuh yang cukup keras.

“ Yuri?! “, kaget Kyuhyun melihat Yuri.

Tanpa berkata – kata Yuri berlari menjauh dari gedung apartementnya, Kyuhyun mencoba mengejarnya namun tidak terkejar. Yuri sudah menghilang dari pandangannya, Kyuhyun melihat kanan – kirinya namun tetap tidak menemukan Yuri. Yuri menutup mulutnya sambil menahan isakan tangisnya. Dia tidak tahu mengapa dia harus lari? Mengapa dia tidak ingin bertemu Kyuhyun sekarang?

Kyuhyun kembali kepada Seohyun yang masih berdiri didekat mobilnya.

“ Mengapa kau melakukan hal itu? “, tanya Kyuhyun.

“ Aku hanya ingin menciummu untuk terakhir kalinya dan aku tidak tahu jika Yuri ada disana Oppa “, jawab Seohyun dengan wajah menyesalnya.

“ Aish! Kemana kau Yul? “, frustasi Kyuhyun mengacak rambutnya.

Flashback

Seohyun mendatangi kantor Kyuhyun untuk berbicara, mereka pun memutuskan untuk bicara disebuah restoran karena waktu hampir menunjukan waktu makan siang.

“ Oppa, kau tahu akhir – akhir ini aku merasa kalau kau sudah berubah? “, tanya Seohyun memulai bicara.

Kyuhyun terdiam, dia memang merasa kalau dirinya sudah tidak memperhatikan Seohyun lagi.

“ Aku tahu alasannya Oppa. kau mulai menyukainya kan? “, tanya Seohyun membuat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan bersalah.

“ Yang aku cemaskan terjadi juga, kau sudah merubah hatimu Oppa “, Seohyun meneteskan air matanya sambil tersenyum.

Hati Kyuhyun merasa sakit melihatnya namun jika dia mengatakan tidak, hal itu akan menjadi kebohongan besar.

“ Mianhae… “, tangisan Seohyun semakin terdengar, karena jawaban itu tidak ingin dia dengar.

“ Jangan minta maaf Oppa, aku membencinya. Aku tidak ingin mendengar kata itu darimu. Kata maaf hanya membuatku merasa kau sudah tidak mencintaiku lagi “, isak Seohyun.

“ Mian… “, lirih Kyuhyun lalu menarik Seohyun kedalam dekapannya, tangisan Seohyun pun tumpah didalam dekapan Kyuhyun.

Setelah puas menangis, Seohyun menghapus air matanya. Dia mencoba tersenyum kembali walaupun Kyuhyun tahu hatinya masih menangis.

“ Bisakah aku meminta sesuatu padamu Oppa? aku ingin kau menemaniku ke tempat – tempat dimana kita menyimpan memori indah kita… “, pinta Seohyun, terlihat keraguan di wajah Kyuhyun mengingat sekertarisnya yang menghubungi dirinya kalau Yuri kini berada dikantornya.

“ Untuk terakhir kalinya, Oppa. Aku ingin mengenang jika aku pernah memiliki seseorang yang sangat aku cintai… “, ucapan Seohyun membuat Kyuhyun tidak punya pilihan, akhirnya dia memberitahu pada sekertarisnya untuk menyuruh Yuri pulang.

Kyuhyun dan Seohyun pun pergi ke semua tempat dimana mereka sering pergi bersama atau kencan, Seohyun berpikir kalau hal itu bisa membuat Kyuhyun berubah pikiran namun berbeda dengan Kyuhyun yang berpikir memberi kenangan terakhir indah pada Seohyun sampai akhirnya mereka pulang dan Seohyun meminta Kyuhyun untuk mengantarkan Kyuhyun ke apartementnya karena mereka kini memakai mobil milik Seohyun yang merupakan hadiah dari Kyuhyun.

Flashback End

===0000===

Hujan turun dengan derasnya membuat Kyuhyun semakin cemas, dia mencoba menghubungi Yuri namun tidak diangkatnya. Seohyun terus menenangkan Kyuhyun dengan menemaninya didalam apartementnya.

“ Aku yakin dia baik – baik saja Oppa, dia hanya butuh waktu menerima kejadian tadi. Jika kau butuh bantuanku, biar aku yang menjelaskan padanya “, ucap Seohyun.

“ Diluar hujan deras dan aku tidak tahu Yuri dimana? “, cemas Kyuhyun.

Mianhae Oppa, tapi aku masih belum rela kau lebih memilihnya dibanding aku “, batin Seohyun yang memegang pundak Kyuhyun yang terlihat depresi.

Ting! Tong!

Sebuah bel berbunyi, seorang pria langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya. Dia terlihat kaget melihat sosok seorang gadis dengan keadaan basah kuyup berdiri didepan pintu apartementnya.

“ Yuri?! Apa yang terjadi? “, tanya pria itu yang tidak lain adalah Donghae.

“ Oppa… “, Yuri langsung memeluk Donghae erat membuat Donghae kaget.

“ Mengapa kau basah kuyup seperti ini? Gantilah pakaianmu lalu kau katakan apa yang terjadi padaku “, suruh Donghae dan Yuri pun mengangguk.

Donghae membuat secangkir teh hangat kesukaan Yuri, teh hijau yang di campur madu. Yuri pun keluar dengan kemeja Donghae yang kini melekat ditubuhnya dan dia pun duduk disamping Donghae.

“ Minumlah! Kau pasti kedinginan “, Donghae memberikan teh itu dan Yuri pun meminumnya.

“ Sekarang ceritakan apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa basah kuyup seperti itu? “, tanya Donghae membuat Yuri terdiam, namun air matanya mulai menetes.

Donghae mencoba membaca raut wajah sedih Yuri, dia pun bisa menebak alasan mengapa Yuri seperti ini.

“ Apa karena Kyuhyun? “, tebak Donghae membuat Yuri menatapnya.

“ Benar, kau seperti ini karena Kyuhyun? “, Yuri tidak menjawabnya, dia hanya menundukan kepalanya.

Kau benar – benar mencintainya kan, Yul? “, sedih Donghae dalam hatinya, tidak perlu mendengar jawaban dari pertanyaannya sikap Yuri sudah menjawabnya.

“ Mian Oppa… “, lirih Yuri yang semakin terisak, selain sakit dihatinya kini hatinya dirundung rasa bersalah pada pria dihadapannya kini. Mendengar kata maaf hati Donghae terasa kecewa dan sakit bagaikan terkena busur panah yang langsung menancap tepat di jantungnya, dia pun menatap langit – langit apartementnya sejenak sambil menghembuskan nafasnya.

“ Kau marah padaku, Oppa? “, tanya Yuri takut, Donghae mengalihkan arah matanya pada Yuri yang masih menunduk. Semua ini bukan sepenuhnya salah Yuri, dirinya juga salah karena membiarkan perasaan Yuri berpaling darinya.

“ Anio, aku tidak marah “, jawab Donghae mencoba terlihat tenang membuat Yuri langsung menatap Donghae dengan matanya yang berair dan merah.

“ Jinjja?! “,

“ Neh, semua ini bukan salahmu. Aku yang terlalu sibuk sehingga membuatmu merasa kesepian dan kurang perhatian sehingga dengan mudahnya kau menerima itu dari suamimu… “, tutur Donghae dengan senyum pahitnya.

“ Anio, Oppa. aku yang salah. Aku tidak seharusnya menyukainya karena dia tidak menyukaiku. Rasanya sakit dan sesak sekali Oppa… hiks… hiks… hiks…. Dia tidak mencintaiku kembali… Hiks hiks hiks “, tangis Yuri semakin keras, Donghae langsung menarik tubuh Yuri kedalam dekapannya.

“ Aku memang pantas merasakan sakit ini karena aku telah menyakitimu Oppa…. Mian… Mian…. “, isak Yuri dan Donghae mengusap rambut Yuri lembut.

“ Jangan bicara seperti itu Yul. Tidak ada yang pantas merasakan sakit hati termasuk dirimu “, ujar Donghae menenangkan Yuri.

“ Apa kau sudah mengatakan perasaanmu padanya? “, tanya Donghae sambil melepaskan pelukannya pada Yuri lalu menatap manik mata gadis itu yang merah dan sembab, Yuri menggelengkan kepalanya.

“ Bagaimana kau tahu dia tidak menyukaimu jika kau saja tidak mengatakannya eoh? “, ucap Donghae membuat Yuri berpikir.

“ Aku yakin, Kyuhyun juga merasakan hal yang sama denganmu. Hanya saja dia mungkin berpikir seperti apa yang kau pikirkan saat ini “,

“ Tapi… tadi aku melihatnya sedang ber… berciuman “, sangkal Yuri.

“ Apa kau melihatnya sampai akhir? Apa kau menanyakan langsung tentang ciuman itu? “, lagi – lagi Yuri menggelengkan kepalanya membuat Donghae tersenyum.

“ Aish! Kau ini naif sekali Yuri. Apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang kita pikirkan. Bisa saja ciuman itu tidak sengaja atau mungkin ciuman terakhir?  Ya banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi jika kita tidak benar – benar tahu kejadian sesungguhnya “, Yuri terlihat berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Donghae.

“ Sudah jangan dipikirkan terus. Istirahatlah! Besok kau bicaralah dengannya “, suruh Donghae.

“ Tapi… Oppa tidur dimana? “, tanya Yuri.

“ Aku akan tidur di sofa. Masuklah! “, suruh Donghae.

“ Oppa! “, panggil Yuri.

“ Hmm? “,

“ Gomawo sudah menjadi kekasih terbaik dalam hidupku… Mian, karena aku mencintai pria lain. Kau boleh membenciku karena sudah menyakitimu, Oppa “, ucap Yuri sambil memeluk Donghae erat.

Bagaimana aku bisa membencimu jika aku terlalu mencintaimu, Yul? “, batin Donghae, namun Donghae tetap memasang senyuman diwajahnya.

“ Tidurlah, kau pasti lelah “, Yuri mengangguk dan berjalan menuju kamar Donghae.

Setelah Yuri masuk ke dalam kamarnya, Donghae menyandarkan tubuhnya di sofa. Bulir – bulir krystal mengalir indah dipipinya, ya dia menangis. Donghae menangis sekarang, semua ucapan dan kata – kata yang dikeluarkan tadi adalah cambuk untuk hatinya yang sedang terluka. Ingin rasanya dia menahan Yuri, tapi apa hal itu bisa membuat Yuri bahagia dengan keegoisannya yang ingin mempertahankan Yuri disisinya?

“ Mengapa seperti ini Yul? Tidak bisakah kita tetap bersama? “, lirihnya sambil menutup matanya membuat bulir – bulir itu semakin mengalir.

===0000===

Sebuah ponsel berbunyi membuat seorang pria terbangun dari tidurnya. Terlihat wajahnya yang lelah dan lingkaran hitam dimatanya terpampang jelas. Bagaimana tidak? Dia tidak tidur semalaman bahkan mungkin baru beberapa menit saja matanya terpejam. Dengan cepat dia mencari ponselnya yang berbunyi, matanya langsung membuka lebar melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“ Yuri! “,

Dengan cepat pria itu yang tidak lain adalah Kyuhyun langsung mengangkatnya karena ia benar – benar cemas.

“ Yuri-a, kau kemana saja? Apa kau baik – baik saja? Semalam kau menginap dimana? “, tanya Kyuhyun berurutan dengan nada cemasnya.

“ Aku tidak apa – apa “, jawab Yuri membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya lega.

“ Syukurlah. Sekarang kau ada dimana? Aku akan menjemputmu. Soal kemarin aku dan Seohyun…. “, belum Kyuhyun menjelaskan Yuri menyelanya.

“ Kau tidak usah menjelaskan hal itu sekarang. Kini aku sedang berada di taman Cheongdamdong, bisakah kau datang? “,

“ Tentu saja. Tunggu aku! Aku akan segera kesana “, ucap Kyuhyun dan sambungan pun terputus.

Seohyun mendengar pembicaraan Kyuhyun dan Yuri di telepon karena semalaman dia menemani Kyuhyun yang seperti orang gila karena cemas pada Yuri.

Mengapa secepat itu kau menggantiku dihatimu Oppa “, sedih Seohyun yang langsung meninggalkan apartement Kyuhyun dengan perasaan kecewanya sedangkan Kyuhyun tidak menyadari Seohyun yang baru saja pergi karena dipikirannya sekarang hanyalah Yuri.

“ Apa kau mau pergi sekarang? “, tanya Donghae saat Yuri keluar dari kamarnya.

“ Neh, Oppa “, jawab Yuri dan Donghae hanya menganggukkan kepalanya.

“ Apa kau ingin kuantar? “, tawar Donghae.

“ Anio, kau kan harus ke kantor Oppa. aku tidak ingin merepotkanmu lebih lama. Gomawo atas semuanya, Oppa. aku harap hubungan kita akan tetap baik walaupun kita bukan kekasih lagi “,

“ Neh, Tentu saja. Jika Kyuhyun berbuat macam – macam atau menyakitimu lagi. Jangan sungkan untuk mengatakannya padaku karena aku janji akan merebutmu kembali darinya “,

“ neh, oppa. kau orang pertama yang akan ku temui jika dia melakukan hal buruk padaku “, ucap Yuri dan keduanya tertawa.

“ Kau harus mendapatkan kebahagianmu juga, Oppa “,

“ Hmm “, sahut Donghae.

Yuri memeluk Donghae dan Donghae membalasnya. Donghae mencium kening Yuri lembut, hatinya berat namun dia harus tetap melepaskannya. Donghae hanya menatap Yuri yang kini berjalan menjauh sampai tubuhnya hilang dibalik pintu apartementnya.

Apa aku bisa bahagia melanjutkan hidupku sekarang saat kau sudah pergi pada pria lain? “, lirih Donghae dengan nada sangat terluka.

Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak peduli jika jalan raya sudah mulai macet. Sesekali ditengoknya sebuah jam yang melingkar ditangannya.

“ Kali ini aku tidak boleh terlambat. Ini kesempatanku untuk mengatakan perasaanku padanya “, gumam Kyuhyun yang tidak sabaran.

Tiba – tiba muncul sebuah mobil dari arak kanannya yang hampir saja menabraknya, namun karena kaget Kyuhyun langsung membanting stir dan menginjak remnya dengan cekatan.

Ckiiiiiitttttt!!!!

“ Huft! Hampir saja! “, desah Kyuhyun lega saat mobilnya berhenti.

Kyuhyun mulai menjalankan mobilnya lagi setelah menyadari jam menunjukan kalau dia sudah telat untuk menemui Yuri. Setelah sampai dan memarkirknya mobilnya Kyuhyun langsung berlari ke tempat dimana Yuri mengajaknya bertemu. Kyuhyun pun melihat sekelilingnya untuk mencari sosok Yuri yang tidak terlihat. Kyuhyun mencari ke sekitar tempat itu namun tetap tidak melihatnya. Dia melihat jam tangannya dan benar saja dia telat 30 menit, mungkin karena kecelakaan tadi.

“ Apa dia sudah pergi karena aku terlambat? “, tanya Kyuhyun.

Dia pun kembali berkeliling taman itu untuk mencari isterinya, namun tidak ada tanda – tanda Yuri terlihat. Kyuhyun kembali ke tempat dimana Yuri dan dirinya sempat berkencan walaupun mereka tidak menganggapnya sebagai kencan.

“ Kau dimana Yul? “, tanya Kyuhyun sambil duduk dibangku itu dan menghela nafasnya dengan berat.

Kyuhyun tertunduk, dia merasa menyesal telah datang terlambat. Padahal dia ingin menjelaskan hubungannya yang sudah berakhir dengan Seohyun. Kyuhyun mencoba menghubungi ponsel Yuri, namun tidak diangkat malah ponsel Yuri sama sekali tidak aktif hal itu membuat Kyuhyun merasa semakin putus asa. Saat mata Kyuhyun melihat ke arah tanah, pandangannya menatap sebuah benda yang sepertinya sangat familiar dengannya. Kyuhyun berdiri lalu mendekati benda yang cukup besar itu, sebesar ponsel. Atau benda itu memang benar – benar ponsel? Kyuhyun segera mengambilnya dan benar benda itu sebuah ponsel yang sangat dia kenal. Terutama gantungan ponsel itu yang mirip dengan gantungan ponsel miliknya.

“ Ini milik Yuri! “, seru Kyuhyun yang mengenali ponsel itu.

“ Jadi dia memang datang kesini? “, ucapnya sambil melihat sekeliling tempat itu lagi berharap bisa menemukan Yuri.

Kyuhyun mencarinya lagi, bahkan dia menanyakan pada setiap orang yang berada disana. Namun tidak ada yang tahu kemana dan dimana keberadaan Yuri. Saat masuk ke sebuah cafe dan menanyakannya, seorang pelayan mengatakan dia melihat Yuri saat gadis itu membeli 2 coffe late dan langsung pergi dari cafe itu. Kini kecemasan semakin menghantui Kyuhyun, ditambah dengan ponselnya yang terjatuh di taman dalam keadaan mati.

“ Sebenarnya dimana kau Yul? Apa yang terjadi padamu? “, frustasi Kyuhyun.

Dengan lemas Kyuhyun keluar dari cafe itu, dia tidak bisa berpikir atau menerka kemana Yuri pergi namun perasaannya sungguh tidak enak. Dia takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Yuri. Tiba – tiba ponselnya berbunyi, Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat  nomor tak bernama di layar ponselnya. Dia pun segera menekan tombol hijau.

“ Yoboseyo? “, ucap Kyuhyun saat ponselnya tepat menempel ditelinganya.

“ Tolooong!!! Lepaskan Aku! “, teriak seorang gadis dari seberang telepon. Kyuhyun mengenal suara itu dan suara itu adalah suara….

“ Yuri?!!!! “,

To Be Continue…..

Akhirnya bisa juga buat lanjutan ff ini, mian para readers baru bisa update lagi hehehe ^_^ Ada yang kangen ff ini kah? Mian jika ceritanya gaje, soalnya emang alur ini yang mengalir dikepalaku. Moga berkenan untuk memberikan sepatah dua patah kata untuk ff gaje ini. See You… ^^

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

50 thoughts on “It Started With Marriage part 2

  1. akhirnya di post juga nih ff kirain ga bakalan di lanjut lagi,gomawo dah di posting lagi, next partnya jangan kelamaan thor tar jamuran nungguinnya,hehehehehehhe. tetep semangat aja thor

  2. huaahhh akhirnya eonnie update lg kkkk~ sbnernya pertama baca aku agak lupa yg part 1 tp makin ksini inget deh critanya.. Tp mnurutku alur nya agak kcepetan tp gk papa kok…update lagi ya eon trutama appa bogoshipta yg YulHan..fighting!!

  3. TBC ganggu ajjah … ye ye kyuri so swiitan tdi. . poor buat haeppa ma seo.. haeppa ma aq jja, he he.. wah kacian yul, mga kyu cpet balikan ma yul … d’tunggu part 3’y eon .. keep writing🙂

  4. Kyaaaa.. Yulnnie ninggal’in haeppa..!! Kan kasihan haeppa, yaudah kalo kaya gitu haeppa buat nae aja *Lah O.o ffnya makin seru..!! Kira2 yulnnie diculik sama siapa ya??😦 part selanjutnya di percepat oke😀 Fighting eonnie..!!😀

  5. Yeee akhirnya di post nih ff nya eon, makasihh banget ya🙂 ih ceritanya kok sama ya sama yg aku bayangin eon wkwk
    Feelnya dapet eon.. Ngena bgt :3 kasian liat bang ikan😦 kyuri juga
    Ditunggu next nya ya~ pastii lebih seru.. Keep writing ya~

  6. cpet bgt mrka jtuh cntany . hahaha cinta kilat tp mga ajh abadi .
    aww donghae oppa “gua” emg bnr2 the best y baik hati ramah rajin menabung ??? hahahha
    wlw sakit tp ttp ajh mrelakn yuri bahagia .
    aggny yuri cm mau ngjebak kyu deh . hrehehehe

  7. Thoor, aku binguung.. baik kyuri atau yulhae dua2ny pairing fav akuu!! kasian sm haeppa.. tp pngn yuri sm kyuppa jg, lagian mreka udh keburu nikaah.. aargh, my yulhae n kyuri feels.. itu yg nyulik yuleon antara seobaby atau kim jun deehh, bnr kan?? *soktau..

    Dtunggu part selanjutny y thoor, sm update-an ff yg lainny.. keep fighting!!

  8. Aku hampir lupa sama part sebelumnya ,, tapi pas di baca kesininya jadi inget ,,

    Aku kira ff ini gk bakal di lanjut tapi ternyata ,, nongol juga ,hehe

    Daebak ,, tapi sedih juga liat donghaenya patah hati ,,Yuri di culik wahhh gawatt nihhh ,,

    Ayo eonn next part nya jangan terlalu lama nanti aku lupa lagi sama part2 sebelumnya ,hehe

  9. Annyeong eonni akhirnya lanjutan nya keluar juga
    cerita nya daebak deh eonni ditunggu ya kelanjutan
    nya eonni jgn lama2 eonni
    keep writing eonni
    fighting
    gomawo

  10. Unni .. Aku hampir lupa ama ff ini *jujur amat*

    Gomawo author unni udah nyuguhin ff ditengah kegalauanku karna kyuhyun…

  11. yoohoo eonni update lagi “it’s started with marriage” nya …
    itu yg nyulik yul eon antara :
    kim joon,mafia yg klub, seo eonni atau bahkan Haeppa *wahJanganHaeppaDong… #hiBanyakBGToptionnya…

    moment KyuRi nya asik eon, tapi kyak kecepetan yah, coz perjalanan KyuRi nya kurang detail gitu eon … itu menurut fan *hihi

    next part fighting eon…🙂
    dan semoga next part nya juga gk lama, sama buat story yg lainnya juga … eonni fighting… *he

  12. huwaaaa kasian haeppa #haeppa udh ma aku aj, it yuri ny d culik ? Pzti ulh seo nih , adduh pnasaran eon next chap ny d tggu ya

  13. Padahal tinggal selangkah lagi mereka bisa bersama, yang nyulik yuri kim jun? Semoga yuri ga kenapa kenapa, lanjut next part thor hehe

  14. Aq hampir lupa sm ff ney. jd aq buka dl part 1 nya. ceritax makn seru, donghae oppa kasian bgt. sini, sm aq aja. certx smakin seru, kr2 yg culik yuri tu preman2 yg d club itu y thor??? next chapterx dtungg y… ^^

  15. Waah kangen banget sama ff ini,😀
    Seperti biasa eon selalu suka sama karya2mu hehe. Ditunggu part selanjutnya ^^

  16. Eonnie-yaa !! Ini beneran lama apa cuma prasaanku ajah krna sllu gak sabar nunggu tulisan” eonnie ?😄
    Eonnie ,, cakep bener dehh ahh ..
    biarpun d.blg mrip sama drakor / ff sblum’x ..
    Pkok’x ini neomu daebak eon🙂 feel’x berasa banget .
    Galau liat KyuRi yg udh saling suka bt blum smpet ngungkapin & trnyata udh dpt kbar Yul diculik .
    Kesel liat si Seororo yg lg patah hati . Sbnr’x wajar kali yaa .. Cuma ttep ajah sebel . /gigitguling/
    Terakhir , tntu ajah sedih liat Hae . Udh khlngn org yg sngt dicintai & disayangi -berharga- .. Ditambah lg ngenes pas liat gmna dy ngomong kalo apa yg Yul liat bisa jd slhpaham . Ahh~ poor Hae oppa /eluspunggungHae/

    Eonnie ,, ditunggu kelanjutan’x yaa ? Smoga dpt wktu’x buat bkin lanjutan’x🙂 sllu smangat yaa , eonnie .. Ttap bersinar dgn smw ff”mu . Hwaiting !! ^^

  17. Donghae akhirnya М̣̣̥̇̊a̶̲̥̅̊ªªʊ̈̇ berbesar hati buat nerima yuri yg sekarang udah jatuh cinta S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ kyuhyun..gentle banget laaahhh hae..
    Seohyun juga,, dia sebenernya udah nerima ªƿƏ belum sih ?
    Waaahhh yuri diculik pasti S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ kim jun deh..
    Aduuhh М̣̣̥̇̊a̶̲̥̅̊ªªʊ̈̇ diapain tuh yuri,,

    Lanjuuuutt

  18. Yeyy akirnya bisa baca lanjutan nya.
    Keren”!! Keren banget.
    Tp kasian bgt sii mreka. Mw sama” aja susah skalii. Okaii deh, ditgg next chap nya yaa.

  19. mau sama siapa aja terserah deh eonni
    yg penting happy ending
    ceritanya menarik , konfliknya seru
    kalau diselipin komedi juga bagus . gomawo dah diberi hiburan . aq suka kyuri couple , tapi bukan berarti gk suka couple yg lain

  20. sk sm kt haepa walaupun sangat naif bskh hal sperti itu terjadi d khdpan nyata???entahlah…
    d setiap ff kyuri seo sm haepa emang paling co2k jd orang ke 3 kynya pas bgt mungkin krn dlm khdpan nyata yul plng dkt sm haepa sdngkan kyu sm seo…klu kyuri g tau aslinya ky gmn krn mrk g pernah d pasangin coba main drama brng ceritanya kaya need you in my life pasti seru ngebayangin yuri jutek dan galak,,bc ff kyuri feelnya slalu dpt gmnapun ceritanya,,ff need you clip 5 nya d tunggu soalnya wktu tbc nya lg seru,,!!!4

  21. haduh,
    yul eon knpa ?? Apa dia diculik musuh kyuhyun ya.
    Akh kak aku penasaqan bnget liat lanjutanya.
    Hehehe oke hwaiting kak

  22. Aduuuh eonni serius part 3 nya aq penasaran bngt spa sih yg berani bngt culik yuri apa jgn2 yg culik yuri seo dia pasti ga mudah gitu aja utk melepaskan kyu makanya yuri d culiknya di sisi lain donghae baik bngt walaupun hatinya sakit tp demi kebahagiaan yuri dia rela melepaskan yuri org yg d cintainya 10 jempol deh utk mu hae

  23. Ngrasain sakitnya d0nghae tpi mw gmana lg..
    Sebel bgt ma seohyun..knpa jhat bgt si pkrannya? Y wlw pun dy gak slah tetep aja.

    Yuri d culik ma musuh kyuhyun kah?

  24. salut ma hae yg bs legowo ma yuri… walaupun emang menyakitkan
    aku penasaran sapa yg culik yurri yaa??? anntara seohyun ma musuh kyu itu kali ya???

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s