Posted in Comedy, Fluff, Freelance, Friendship

[Freelance] My Dongsaeng, My Fortune

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^

Request to Jung Yong Ra My Dongsaeng, My Fortune

My Dongsaeng, My Fortune

Author :

Jung Yong Ra (@normayuf_KBY)

Cast :

Kwon Yuri || Xi Luhan || Seohyun

Subcast :

All Member SNSD || All Member Exo || Jung Yonghwa

R General || Lenght  Oneshoot || Genre school life, friendship, comedy, romance,etc

Luhan Pov
Hari ini hari yang sangat cerah untuk joging dan bermain di taman kompleks bersama adikku tercinta seohyun. Dia adikku satu-satunya sekarang dia berumur 5 tahun.
“oppa ayo teman aku bermain di taman”kata seohyun
“ne tunggu di depan aku akan kesana”
Aku berganti baju dengan baju olahraga dan membawa air minum untukku. Aku keluar dari kamarku dan menuju ke halaman rumah untuk menemui seohyun.
“oppa kau sudah selesai, ayo kita ke taman”kata seohyun menarik tanganku
“ne…”kataku mengikuti langkah seohyun. Sesampainya di taman kompleks ada beberapa pedagang makanan, minuman dan mainan.
“oppa aku mau itu”kata seohyun sambil menunjuk gula kapas yang di jual disana.
“ah..ne ayo kita kesana”
Aku dan seohyun berjalan kearah pedgang itu dan memesan 1 gula kapas untuk seohyun.
“ini..sudah selesai”kata pedagang itu memberikan pada seohyun.
“berapa ajhussi”
“10 ribu aja”kata pedagang.
Aku meraba kantong celana ku agar aku dapat menemukan dompetku. Aku taru mana dompetku jangan sampai aku lupa membawanya. Ah babo aku meninggalkannya di celana jeans ku.
“apa ada masalah”tanya pedagang itu
“oppa cepat bayar”kata seohyun
“ah..ah..”kata ku terpotong oleh seorang yeoja
“ini ajhussi 10 bukan”kata yeoja itu.
“ne..gamsahamida”kata pedagang.
Aku melihat yeoja itu dan langsung membungkukan badanku.
“ah..gamsahamida, aku lupa membawa dompetku”
“ne..aku hanya kebetulan lewat dan aku juga pernah di situasi seperti mu”kata yeoja itu.
Yeoja ini udah cantik,manis,sexy baik lagi, terbuat dari apa hatinya bisa sebaik itu.
“gamsahamida….eunni yeppo”kata seohyun
“ah..ne..aku pergi dulu ne”kata yeoja itu meninggalkan aku dan seohyun.
“eh..tunggu..namamu siapa”teriakku yang mungkin sudah tak terdengar lagi olehnya karena banyak sekali orang disini.
“oppa…oppa kenapa ceroboh bisa lupa membawa dopet, jika saja eunni itu tak membantu pasti aku tak memakan gula kapas”kata seohyun memakan gulu kamasnya.
Aish..dasar anak kecil bisanya menyalahkan, kalau juga kamu gak beli aku juga gak akan susah dasar anak kecil
~OoO~
Tok…tok…tok.tok suara ketukan pintu itu membuatku terbangun dari tidur lelapku. Siapa lagi ini yang membangunkanku.
“oppa..oppa ayo bangun aku hari ini sekolah apa oppa juga tak sekolah”kata seseorang di balik pintu itu
Kenapa setiap pagi aku harus di bangunkan oleh suara kecil itu yang bertiak-teriak.
“ne..ne…aku akan siap 5 menit lagi, jadi makanlah dulu seohyun bersama eomma dan appa”
“ne..oppa aku tunggu jangan sampai lama aku gak mau aku telat hari ini”kata seohyun
Selalu saja begini kenapa selalu mengulangi kata-katanya setiap hari dasar anak kecil.
5 menit kemudian aku keluar dari kamarku dan turun menuju ruang makan yang sudah ada eomma,appa dan seohyun yang sudah makan.
“kau mau makan appa luhan”tanya eomma
“aku mau roti dan susu saja”
“oppa ini selalu tak mau makan nasi, nasi itu baik buat oppa yang masih sekolah”kata seohyun
“bisakah kau diam, itu selalu saja kau ulangi saat waktu sarapan”
“sudalah luhan diakan masih anak-anak”kata appa
“luha oppa jahat, kau sudah tak sayang lagi kepadaku”kata seohyun yang hampir menangis. Sungguh aku tak bisa melihat seohyun meangis karena aku.
“ah..minhane seohyun aku hanya bercanda”kataku sambil memeluk seohyun
“ne..awas jika kau ulangi lagi”kata seohyun.
“ne..oppa janji ayo berangkat”
Aku dan seohyun berpamitan pada eomma dan appa untuk berangkat kesekolah, memang setiap hari aku harus mengantarka adik kecilku ini kesekolah.
Mobilku berhenti tepat di depan pintu gerbang sekolah seohyun.
“oppa aku ingin kau menjemputku nanti”kata seohyun
“ne..”
“aku masuk dulu ayeong oppa semoga hari ini hari keberuntunganmu”kata seohyn turun dari mobil sport berwarna biruku. Dasar abak kecil masih saja mengucapka hal gak penting itu.
Aku bejalan menuju kelasku yang berada di dekat ruang musik. Aku berjalan menelusuri koridor sekolah, seperti biasa aku selalu menjawab sapaan dari teman-teman meskipun aku tak kenal mereka.
“hei…sepertinya hari ini kau sangat senang”kata seseorang yang mengagetiku dari belakang.
“setiap ahari aku selalu sengan bukan”
“ais..kau terlihat berbeda, auramu menunjukan kau lebih senang hari ini”kata namja itu yang ternyata sehun.
“udalah gak usah ngarang cerita, ayo masuk kelas”
“ais..pasti ini karena dongsengmu yang cantik itu”kata sehun
“ne..dia sangat lucu”
“ah..seandainya dia sudah dewasa mungki akan kuu pacari dia”kata sehun
“dan mungkin juga aku tak mengijinkannya”kataku sambil memukul kepala sehun
“aish…kau sangat kejam”kata sehun.
~oOo~
Yuri Pov
Ini hari pertama aku masuk kesekolah ini semenjak aku baru pindah dari canada. Suasana sekolah ini sangat berbeda dengan sekolahku di canada. Aku berjalan mencari dimana ruang guru dan aku menemukannya.
“itu dia ruang gurunya”kataku sambil berjalena menuju ruang guru.
Aku berjalan menuju ruang guru dan saat aku sampai ada seseorang yang keluar dari ruang guru tersebut yang membuat kita sama sama kaget.
“ah..minhane aku tak tau kalau kau akan keluar”
“ne..aku juga minta maaf”kata yeoja itu
“oh..ya namaku yuri, namamu siapa”
“namaku tiffany, kau murid baru”kata yeoja itu yang ternyata tiffany
“ne..aku pindahan dari canada”
“oh..nice to meet you yuri”kata tiffany
“me too, can you speak inggris”
“yae i can because i life in newyork”kata tiffany
“wa…baiklah aku akan masuk dulu sampai ketemu lagi”
“ne…aku senang kau berada disini yuri”kata tiffany yang juga berjalan meninggalkan ruang guru. Aku memasuki ruang guru dengan senang karena kau sudah mempunyai teman walaupun Cuma satu.
“minhane..bisa aku bertemu dengan taeyeon seongsemin”
“ah..kau anak baru yang baru pindah dari canada itu ya”kata seorang guru
“ne..seongsemin”
“itu seongsemin taeyeon yang disana itu”kata guru itu sambil menujuk seorang seongsemin muda yang sedang membaca sesuatu. Aku berjalan menuju meja taeyeon seongsemin saat aku sudah sampai lalu memberikan salam.
“ayeong..kwon yuri iminda”
“ah..kau sudah datang ku kira kau akan terlambat”kata taeyeon
“minhane, terlambat adalah kebiasaan yang buruk”
“ne..kalau begitu bagus. Perkenalkan nama saya taeyeon seongsemin saya mengajar musik di kelasmu dan juga wali kelasmu”kata taeyeon
“ne taeyeon seongsemin, mohon bimbingannya”
“ne..sekarnag sudah bel masuk jadi ikuti aku”kata taeyeon
“anak-anak kalian semua mempunyai teman baru yang baru saja pindah dari canada, masuklah yuri dan perkenalkan dirimu”kata taeyeon
“anyeong kwon yuri iminda aku pindahan dari canada, mohon bantuannya”
“anyeong kwon yuri”kata semu anak di kelas dengan seremapak. Aku melihat semua temanku yang ada di kelas pandanganku tertuju pada seorang yeoja yang melambaikan tanganya kepadaku. Ah bukankah itu tiffany.
“yuri apa kau sudah kenal salah satu dari mereka semua”kata taeyeon
“ne..aku kenal tiffany”
“baiklah tiffany sebelah bangkumukan kosong biar yuri duduk disana ya”kata taeyeon
“baik seongsemin dengan senang hati”kata tiffany menyuruhku duduk di sebelahnya.
“hy..yuri ketemu lagi kita”kata tiffany
“ne..mungkin ini hari keberuntunganku karena aku sudah mengenalkau”
“ne…sekarang kit harus kerung musik, taeyeon seongsemin akan mengajarkan kita bermain alat musik”kata tiffany
“ah..jinja aku senang sekali musik”
~oOo~
Luhan pov
Hujan siang itu turun begitu saja. Menebarkan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang.Dalam cuaca seperti ini, bagusnya berdiam diri di rumah sambil meninum coklat panas. Dengan membayangkannya saja sudah membuatku kelaparan. Namun apa daya. Hujan mengurungku di sekolah. Kutatap langit kota Seoul melalui kaca jendela kelasku. Mendung hitam bergelantungan di atas sana. Sepertinya hujan ini akan lama. Aku menghela napas berat. Untuk mengusir kebosanan, aku kemudian mengambil rubik yang berada di dalam tasku. Sebenarnya aku ingin pulang sekarang dan menjeput seohyun, tapi apa boleh buat aku tak mungkin ke tempat parkir dengan hujan-hujan seperti ini.
Saat aku sudah keasikan main rubik tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang. Siapa yang berani menggangu konsentrasiku ini. Aku menatap orang itu yang ternyata seorang yeoja dengan rambut hita dengan tubuh ramping dan juga mempunyai senyuman yang indah. Tubuhku serasa tak bergerak….ternyata dia.
“kamu..”hanya itu yang bisa aku katakan
“apa kau masih ingin disini”kata yeoja itu dengan tersenyum di hadapanku.
“ah..aku tak bawa payung”
“bukankah kau bawa mobil”tanya yeoja itu
“ne..tapi aku tak bawa payung untuk ke parkiran”
Dia tersenyum mendengar ucapanku. Apa ada yang lucu.
“kebetulan aku bawa payung kamu mau ke parkiran bersamaku”tawarnya
Ha..dia menawariku mana mungki aku tolak gitu. Dia sudah membantuku 2 kali.
Aku dan yeoja itu berjalan menuju parkiran mobil sepayung berdua. Saat itu aku memulai pembicaraannya.
“ehmm aku belum tau namamu”
“ah..ne namaku Kwon Yuri aku baru pindah dari canada”kata yeoja itu yang ternyata namanya yuri.
“oh ya aku Xi Luhan”
“aku tau itu, kau sangat terkenal di sekolah ini. Jadi aku tau kau”kata yuri dengan tersenyum yang membuatku salah tingka.
“tak seterkenal yang kau bayangkan”
“ah…..kau selalu merendah”kata yuri
Aku dan yuri sampai di depan mobilku dan aku bertanya pada yuri.
“kau pulang dengan siapa”
“aku..aku..aku pulang naik bus”kata yuri gugup
“kau sudah tau jurusan bus mana yang kau tumpangi”
“maybe…sudah jangan khawatirkan aku”kata yuri tersenyum
“sudalah pulang sama aku aja, rumah mu di komplek di dekat komplek taman itu kan”
“ne..tapi aku takut merepotkanmu”kata yuri yang lagi-lagi tersenyum
Senyuman itu  selalu membuatku tersenyum, yuri kenapa kau memikirkan itu dasar babo.
“baiklah…luhan aku harus pergi dulu”kata yuri yang menyadarkaku. Refleks aku langsung memegang tangannya yang membuatnya berhenti.
“sudah ayo naik…yuri”kataku yang langsung membawa yuri untuk masuk mobilku.
“ah..ah.luhan”kata yuri yang langsung aku paksa masuk mobilku. Yes..aku bisa ajak dia pulang bersamaku.
“yuri…minhane..bolehkan aku jemput adikku yang kemarin”
“jinja…baiklah  gawaechana”kata yuri yang selalu tersenyum
Kenapa senyuman itu selalu membuatku tenang dan melupakan semua masalah yang aku alami selama di sekolah, apa ini yang di namakan cinta. Ha dasar kenapa kau berfikir seperti itu.
“yuri aku turun dulu untuk menjemput adikku”
“ne..pakailah payungku agar kau dan adikmu tak kebasahan”kata yuri menyodorkan payung bermotif micky mouse. Aku langsung mengambil payung itu dan turun dari mobil. Aku mencari seohyun yang aku tak tau di mana dia. Aku mencari-carinya di kelasnya dan ternyata dia ada di blangkon kelasnya.
“seohyun….ayo pulang”
“oppa kenapa kau lama sekali”kata seohyun manghampiriku
“ah..minhane oppa tak bawa payung tadi”
Dasar anak kecil banyak tanya apa dia tak tau kalau hujan deras, dasar anak kecil.
“tapi itu payung”kata seohyun
“ah..sudalah ayo cepat”
“ah..gendong biar aku yang membawa payungnya”kata seohyun
“baiklah kemarilah”kataku sambil megulurkan tangaku agar di naik di pelukanku.
~oOo~
Yuri pov
Aku melihat luhan mengendong seorang anak kecil yang kemarin dia belikan gula kapas. Sepertinya dia sayang pada adiknya itu. Luhan membuka pintu bangku belakang dan mendudukan adiknya di bangku belakang.
“oppa kenapa aku duduk di belakang dan siapa eonii ini”kata adik luhan dengan rengekannya. Tapi luhan langsung menutup pintu mobil belakang.
“kamu masih ingat eonni..”kataku mencoba mengingatkannya
“ah…eonni bukannya yang bantu oppaku kemarinkan”kata adik luhan
“ne…namaku Kon Yuri namamu siapa”kata ku sambil mengulurkan tanganku.
Tapi saat itu luhan masuk dan mambuka pintu mobilnya dan manyalakan mobilnya.
“aku Xi Seohyun…gamsahamida kemarin telah membantu oppaku dan aku eonni”kata adik luhan yang ternyata namanya seohyun sambil menjabat tanganku
“ah yuri minhane..dia selalu banyak bicara”kata luhan yang berhasil menolehkan kepalaku untuk menghadapnya.
“ah..ani dia sangat lucu”
“sudalah eonni jangan dengarkan dia, dia juga banyak bicara”kata seohyun tak mau kalah.
Aku hanya tertawa mandengar ucapan mereka berdua yang selalu bertengkar.
“seohyun kau akan aku antarka kerumah dulu karena kamu ada les”kata luhan
“aku mau ikut mangantarkan yuri eonni”kata seohyun
“seohyun…sudalah”kata luhan
“apa aku ingin berdua dengan yuri eonni, manamungkin dia mau denganmu yang selalu banyak bicara dan banyak peraturan”kata seohyun yang lagi-lagi membuatku tertawa.
“dasar…”kata luhan
“sudahlah, apa kau mau mengantarkaku”kataku pada seohyun
“ne.eonni tapi aku ada les”kata seohyun
“baiklah aku akan menunggumu selesai les baru kamu anterin aku pulang”
“ah…gak perlu yuri dia memang manja biar aku antarkan kamu pulang setelah mengantarkan seohyun”kata luhan
“ani…tak apa luhan aku juga mau main kerumahmu, apa itu tak apa”
“baiklah…”kata luhan yang gugup
“yeah…eonni baik deh”kata seohyun
Aku hanya tertawa mendengar apa yang di ucapkan oleh seohyun
Mobil luhan berhenti di rumah berwarna coklat yang bernuansa alam sekali, ah dia sangat beruntung mempunyai rumah bernuansa alam padahal aku pingin punya seperti ini tapi eommaku suka dengan warna biru seperti di lagit saja.
“eonni ayo masuk”kata seohyun yang langsung menarik tanganku untuk mengikutinya. Aku berjalan mengikuti seohyun dan menoleh ke belakang untuk melihat luhan. Saat aku melihatnya sepertinya dia sangat malu dan gugup.
“eomma..aku pulang”kata seohyun pada eommanya dan langsung memeluknya.
“he..anak eomma sudah pulang, kenapa lama sekali sudah sana mandi dan siap-siap les ya”kata eomma seohyun dan luhan.
“ah…siapa yeoja cantik ini”kata eomma luhan dan seohyun yang membuatku malu.
“ah…dia temanku dan dia juga yang membantu ku kemarin dan sekarang”kata luhan
“siapa namamu”tanay eomma luhan
“aku Kwon Yuri teman luhan”
“ah..dia bukan teman luhan oppa sepertinya luhan oppa menyukainya eomma”kata seohyun dari lantai atas
~oOo~
Luhan pov
Dasar anak kecil kau membatku malu di depan yeoja yang aku sukai.
“hei…jaga omonganmu, ani eomma dia temanku”
“hahahah anak appa sudah besar sekarang sudah membawa yeojanya ke rumah”kata appa yang baru pulang.
“ani appa dia hanya temanku”
“ah..namamu siapa”tanya appa
“anamku Kwon Yuri”kata yuri sambil tersenyum dan kulihat wajahnya memerah.
“ah..nama yang bagus, ayo jangan sungkan-sungkan anggap rumah sendiri ya. Ajhussi amau ke kamar dulu”kata appa
“oh..ya, eomma mau buati kalian semua makan malam dulu”kata eomma
Dasar orang tua juga dapat mangatur rencana ini semua karena seohyun dasar dongsaeng babo. Aku mengajak yuri duduk di taman belakang rumahku. 10 menit berlalu tapi tak ada satupun yang membuka pembicaraan. Baiklahh aku akan mengajaknya berbicara.
“yuri…apa kau tak apa kau tak di cari oleh eommamu”
“ani eomma dan appaku di canada”kata yuri menoleh kearahku yang membuatku membeku dan tak mampu berkat-kata.
“luhan….kau tak apa”tanya yuri sambil melabaikan tangannya di depan mukaku.
“ah..ani gawaechana, jadi di rumah ada siapa”
“di rumah hanya ada oppaku dan beberapa pelayan”kata yuri tersenyum manis
“apa oppamu tak khawatir?”
“dia setiap hari pulang malam dan aku sudah izin padanya saat kamu memarkir mobilmu di car port”kata yuri
“oh..ya maafkan adikku ya sudah merepotkanmu”
“ani aku suka dengan anak kecil”kata yuri tersenyum lebar
“ah..ya minta saja pada eomma dan appamu bikini adik”kataku sambil tertawa
“ah..kemu itu mereka pasti sibuk, dasar babo”kata yuri memukul kepalaku pelan
“aku hanya bercanda”kata ku sambil mengacak-ngacak rambutnya. Tapi saat aku mengacak-ngacak rambutnya tak sengaja mata kita bertemu dan tanpa sadar aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, saat aku melihat yuri dia ternyata sudah memejamkan matanya. Aku harus melakukan apa ini ya udah laukukan aja karena aku yang memulai. Pelan-pelan aku mendekatkan bibirku ke bibir yuri, bibir kita hanya berjarak 2cm saja tapi saat aku mau menempelkan bibirku ke bibir yuri suara itu membuatku dan yuri tersadar dan lagsung menjahu.
“oppa apa yang kau lakukan pada yuri eonni”kata seohyun
Kenapa selalu saja dia yang membuatku gagal melakukan itu aish..dasar anak ini.
“ah..dia tak melakukan apa-apa”kata yuri yang mukanya memerah karena kejadian tadi.
“dasar anak kecil kenapa selalu mengganggu momen indah ini”kata ku dalam hati
“sudah…apa kau sudah selesai”
“ne..tapi aku masih penasaran apa yang oppa lakukan pada yuri eonni”kata seohyun
“sudalah ayo sekarang ke mobil dan duduk di belakang”kataku sambil menaikan alis kananku
“ne…kutunggu kalian berdua”kata seohyun yang langsung menuju ke mobil
Aku harus bilang apa ini atas keajdian tadi..aish..dasar babo kenapa kau memulainya. Aku melihat yuri berjalan menuju mobil dengan muka merah dia berpamitan dengan appa dan eommaku dan menuju ke mobil.
~oOo~
Yuri pov
Mobil yang di kendarai luhan tidak begitu kencang aku melihat keluar jendela untuk melihat sekeliling kompleks yang sudah sepi seperti kuburan. Sesekali seohyun mengajak aku ngobrol dan membahas yang tadi hampir terjadi. Sungguh aku malu saat itu sampai bisa di lihat oleh anak kecil sepolos seohyun.
“yul apa itu rumahmu”kata luhan
“ah..ya yang bercat warna biru itu”kataku sambil menunjuk rumah berwarna biru
“seohyun…seo”panggil luhan tapi tak di jawab
Aku langsung menolehkan kepalaku mengahdap seohyun dan ternyata dia sudah tidur. Aduh selalu saja terjebak dalam suasana canggung.
“yuri sudah sampai..”kata luhan
“ah…ne, seohyun eonni pulang dulu, saranghaehyo”kataku sedikit berbisik agar seohyun tak bangun.
Aku turun dari mobil dan luhan sudah ada di sampingku
“apa kau mau di antar sampai rumahmu”kata luhan
“ani..gamsahamida…sampai bertemu besok”
“ah..yuri~ah”panggil luhan yang membuatku menoleh ke arahnya.
“ne..waehyo”kata ku menghampiri luhan lagi
“ah…mi.mihane”kata luhan gugup
“untuk apa”
“untuk yang tadi, minhane aku memang kurang ajar”kata luhan
“ani..aku juga menginginkannya” (opps apa yang kau bilang yuri~shi dasar babo)
“jinjja…”kata luhan yang mukannya mulai memerah
Aku harus berani melakukan ini untuknya karena aku juga menginnginkannya. Aku berjalan mendekat ke luhan dan berdiri tepat di depannya. Aku menjinjitkan kakiku agar aku dapat menjangkaunya aku memejamkan mataku dan langsung mencium bibir luhan. Ciuman itu sangat lembut sampai kita kehabisan nafas dan mengakhirinya. Aku sungguh malu karena aku yang memulainya.
~oOo~
Luhan pov
Ha..yuri menciumku dan aku juga menikmatinya, sungguh aku sangat menikmatinya.
“luhannie gamsahamida”kata yuri yang langsung meninggalkanku dan memasuki rumahnya.
“ah..gamsahamida”kataku yang mukaku saat ini mulai memerah.
“yuri saranghaehyo”
Aku juga masih heran kenapa cinta datang secepat kilat, ish ini memang dream love banget deh. Aku langsung menaiki mobilku dan melihat seohyun sudah terbangun dan menatapku dengan tatapan menggoda.
“kau apa yang kaulihat..ha”
“aku melihatmu berciuman dengan yuri eonni”kata seohyun polos sambil tersenyum.
“aish…seharusnya kau tak melihatnya”
“jika kau tak ingin aku melihatnya kenapa kau melakukan itu di depanku”kata seohyun sambil tersenyum
“ne..ne minhane”kataku yang langsung mencium kening seohyun.
“ais…kau memang mencari kesempatan saja”kata seohyun menghapus ciumanku.
Dasar anak kecil selalu saja membuatku menjadi seseorang yang bodoh di depannya.
~oOo~
Yuri pov
Aku melihat mobil luhan yang mulai meninggalkan rumahku dan saat aku menolehkan muka ku ke arah rumah ternyata yonghwa oppa sudah menunggu ku. Dan menatapku dengan tatapan aneh.
“apa yang kau lihat”
“aku melihat mu mencium namja”kata yonghwa oppa dengan polos
Sungguh saat yonghwa oppa mengataka itu aku sungguh malu dan ingin saja pergi ke kamar dan menutup mukaku dengan bantal.
“ah..jinja aku tak melakukan apa-apa”
“aish..aku melihatnya, dan namja itu juga tampan”kata yonghwa oppa menggodaku.
“aish…sudah aku sangat malu saat ini jadi jangan membuatku makin malu”kataku berlari menuju kamarku.
“jangan lupa kenalkan namjamu ke oppa”kata yonghwa oppa yang masih aku dengar.
“ne..jika itu maumu”(ha apa yang aku katakan akukan bukan yeoja luhan)
“ah..berarti kau berpacaran dengannya”kata yonghwa oppa
“ani..sudah aku mau tidur dulu”
Aku memasuki kamar dan langsung melihat keluar jendela dan melihat sebuah bulatan besar yang menyinari bumi. Seandainya saja kau tau perasaanku, aku sudah mengenalmu 15 tahun luhan tapi apa kau lupa dengan ku, aku yeoja kecil yang selalu membuntutimu saat sd. Tapi kau tak peka atas kehadiranku.
Dan saat ini karena dongsaeng luhan aku menjadi beruntung.
~oOo~
Luhan pov
Aku melihat kebelakang mobil dan ternyata seohyun sudah tidur, aku langsung menggendongnya dan membawanya ke dalam kamarnya dan menidurkannya dengan sangat hati hati agar dia tidak terbangun.
“seohyun…kau memang dongsaeng keberuntunganku, memang benar kata sehun, my dongsaeng my fortune. Seohyun my dongsaeng saranghae”kataku sambil mencium kening seohyun. Aku berjalan menuju kamarku dan melihat bulan yang sangat terang hari ini. Aku beruntung hari ini, karena aku sudah menemukan cintaku satelah aku kehilangan yeoja kecil yang selalu membuntutiku. Yuri saranghaehyo.
END
Akhirnya selesai juga ff ini
Seomga kalian semu suka sama ff buatanku ini
Meskipun agak geje atau jelek *LOL
Sarangaheo^^
Jangan lupa komentarnya ya..
^_^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

19 thoughts on “[Freelance] My Dongsaeng, My Fortune

  1. crinyaa krenn.tpii trllu cpat k inti.jdi bingung.tpi overall suka kok^^

    anw leemidah unnie kpan bkin ff lgi.
    lnjutin yg yulhae donk.^^

  2. Sequeel dong thoorr.. pas sequel djlsin scara lengkap masa laluny yuri-luhan, pasti sweet bgt!! Trus abis itu yulhan pacaran bnran deeh.. #ngayal babyseo lucuu, ceplas ceplos.. hehehe
    Keep writing..

  3. Hihhi~ lucu , manis , romantis ..
    fluff banget dehh crta’x . Suka banget ><
    YulHan love at first sight😀
    bhkn trnyata mreka sling suka dr kecil -meski Lulu gak sadar kalo Yul yeoja kecil yg suka buntutin dy di SD dulu-
    Seororo imut deh . Suka banget ledekin oppa'x .. Apalagi pas dy abis liat YulHan ciuman . Dy jg seneng sama Yul .
    Ahh ,, appa-eomma Lulu jg nerima Yul dgn tangan terbuka ..
    Yonghwa jd oppa'x Yul trnyata . Dy liat YulHan ciuman , bhkn dy ngegodain Yul .
    Pkok'x neomu daebak dehh !! ^^
    bisakah ini disequelin ? Smpe YulHan'x pacaran . & biar Lulu jg tau kalo Yul ituh gadis di SD dulu ..

    Terakhir , keep spirit & hwaiting !!🙂

  4. Oooo pantas eonni yuri kenal luhan gege.. Hehhehehe dan ternyata luhan gege inget lo anak kecil itu meskipun dy gtw klo itu yuri eonni.. Hehehehehe
    Dtgu ff selanjutx..

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s