Posted in Freelance, Friendship, Romance, Sad

[Freelance] Regret Shoot 2

image002

Regret Shoot 2

Present by

Kang Hye Won (Fanny)

Cast :

Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Sub cast :

Tiffany Hwang SNSD || Jung Jessica SNSD || Im Yoona SNSD

Choi Siwon Super Junior || Lee Donghae Super Junior || Jonghyun CNBlue

SNSD || SUJU

Length😕 || Rating : 15 || Genre : Friendship, Sad, Romance

Desclimer :

Castnya milik diri mereka sendiri & God. Saya hanya pinjam sementara untuk kepentingan cerita. Plot and story ini pure milik saya, jika pun ada kesamaan dalam kejadian dan lain-lain itu merupakan ketidaksengajaan belaka. And this story just for fun.

Note :

Baca dulu baru beri tanggapan kalian untuk karya saya yang amatir ini. like Midah eonni said

Don’t BeSiders!!! Don’t Plagiat!!! If You Respect To Me, Leave A Comment After Read!!! Typo Is Art

~ Usah memaksakan untuk bertahan, jika memang tak ada lagi alasan untuk terus bersama~

Have Fun With This Story !!!

Keberangkatan yuri ke Paris tinggal 2 minggu lagi. Sicca dan fany sudah mendapatkan ijin dari orang tua mereka. Kini mereka akan memberitahukan keputusan mereka pada namja-chingu mereka. Sempat terbersit ragu juga berat memberitahukan ini pada mereka. Tapi mereka sudah memutuskan untuk memberitahukan hal ini pada mereka.

“yuri … “ ucap jiyoung. Sontak teriakan jiyoung membuat semua perhatian tertuju pada yuri.Tangan Yuri bergerak, walau hanya sedikit tapi itu tampak jelas. Mereka segara memanggil dokter. Ketika dokter memeriksa Yuri, semua terlihat harap-harap cemas untuk mendengar penjelasan dari dokter yang belum juga keluar. Setelah 15 menit berlalu, dokter keluar dari ruangan Yuri, dokter memberikan penjelasan secara terperinci, bahwa Yuri selamat dari masa kritisnya, bahkan keadaannya berangsur membaik. Tuhan mendengar doa mereka. Yuri siuman, bahkan sekarang sudah sadar tapi kondisinya masih sangat lemah, jadi dokter menyarankan untuk tidak terlalu menggangu istirahat Yuri dan memberikan ketenangan untuk Yuri. Setelah mendengar kabar baik itu, orang tua Yuri, Jiyoung, Jesicca, Tiffany, dan Yoona yang baru tiba, serta Boa yang sengaja meninggalkan pekerjaannya sementara segera masuk ke kamar Yuri.

“Yul kamu sudah sadar ?!” tanya Sicca dengan nada bicara haru bercampur bahagia.

“emh “ jawab Yuri, sembari mengangguk lemah dan memaksakan senyumnya.

“syukurlah … “

Dan pengobatan Yuri ke Paris pun dipercepat mengingat Yuri sudah sadar. Setidaknya sekarang ia harus mempunyai kondisi yg cukup kuat untuk melakukan perjalanan ke Paris.Dan cedera di kepala Yuri cukup parah, jadi ia harus benar-benar memulihkan keadaannya, sebelum ia melakukan perjalan yg cukup jauh.

Next day

Hari ini Jesicca dan Tiffany pergi sekolah, seperti biasa. Pagi itu nampaknya pagi yang berat sekaligus membahagiakan untuk mereka. Yap mereka harus memberitahukan keputusan mereka yg cukup berat ini pada namja-chingu mereka tapi kebahagian lain menghampiri, sabahat mereka telah berhasil melalui masa kritisnya, ia sadar dari koma.

Yoona orang pertama yang mereka beritahu. Pada awalnya ia kaget dan sempat menolak keputusan kedua eonni sekaligus sahabatnya itu, tapi setelah mendengar penjelasan dari mereka mau tidak mau ia harus menerimanya.

“eonni, kenapa kalian harus ikut pergi ? lalu aku bagaimana ? kalo begitu aku juga ingin ikut bersama kalian …” rengek Yoona.

“kami juga tidak mau pergi, kami juga berat meninggalkan mu yoong. Tapi Yuri lebih membutuhkan kami. Tenanglah, kita masih bisa saling berkomunikasi bukan ?” ucap Tiffany bijak berusaha menenangkan sahabat sekaligus dongseangnya itu.

“Tiffany benar Yoong… orang tua mu tidak akan membiarkan kau ikut pergi bersama kami. Kalau liburan pergilah kesana kita akan berlibur bersama-sama.” Tambah Jessica.

“baiklah …” akhirnya Yoona dengan nada lemas menjawab.

“tapi jaga Yul eonni disana ne ?! jangan sampai ia terluka lebih dalam lagi. Ia sudah mederita disini, setidaknya ia harus sembuh dan bahagia disana.” Ucapnya dengan nada suara yg bergetar.

“pastinya …” jawab Sicca dan Fany

“baiklah, ayo kita ke kantin… aku sudah lapar. Bukankah kalian akan memberitahukan ini pada Siwon dan Donghae oppa ? mereka pasti ada di kantin.” Tutur Yoona sambil menarik tangan kedua eonninya.

“aish … anak ini “ keluh Tiffany.

***

“seharusnya kita tidak melalukan ini sejak awal.” Sahut seorang namja. Tifanny mendengar suara yang tak asing lagi baginya. Ia berjalan lebih dulu meninggalkan Jesicca dan Yoona di belakang.

“benar … ini seharusnya tidak terjadi.” Sahut namja yang lain.

“ini semua salah ku, seharusnya aku tidak membohongi Yuri.” Yang setelah diketahui lebih dekat, itu suara Kyuhyun.

Tiffany, Jesicca dan Yoona berdiri di belakang tiga namja yang sedang asik berbincang, mendengarkan apa yang mereka bicarakan karena ada hal yang menarik perhatian mereka, mereka mendengar nama Yuri di sebut.

“aku akan segera mengakhiri hubungan ku dengan Hyorin.” Sahut Donghae. Seketika Jesicca membulatkan matanya menatap namja didepannya.

“aku juga, aku juga akan mengakhiri hubungan ku dengan Stella.” Ucap Siwon. Kini giliran Tiffany yang kaget setengah mati. Mendengar namjanya mengucapkan hal tersebut, membuat makanan yang ia pegang jatuh dan menimbulkan sedikit keributan. Sehingga tiga namja tadi –Kyuhyun, Donghae, Siwon- menoleh kebelakang. Betapa terkejut mereka melihat siapa yang berada dibelakang mereka. Mereka langsung berdiri dan menghampiri yeoja-yeojanya. Tapi sepertinya itu terlambat.

Tak ada satu pun dari mereka yang mau mendengarkan penjelasan dari namja-namja itu. Bagi Jesicca dan Tiffany itu semua sudah jelas. Semua yang di ucapkan oleh Siwon dan Donghae merupakan pengakuan. Tak perlu penjelasan. Mereka langsung pergi dari tempat itu tak mendengar teriakan dari namja yang meneriaki namanya.

“GREAT … KALIAN HEBAT … KALIAN LAKI-LAKI YANG LUAR BIASA. BISA MEMBUAT SEMUA SAHABAT KU PERGI. Sepertinya keputusan mereka untuk pergi memang benar. Tadinya aku berat membiarkan sahabat sekaligus eonni ku untuk pergi, tapi sekarang aku mendukung mereka. CHUKAE, KALIAN BENAR BENAR BERHASIL. CHUKAE SIWON-SHI, DONGHAE-SHI DAN KAU KYUHYUN-SHI.” Ucap Yoona geram dengan nada dingin dan tanpa memperdulikan lagi kata-katanya pada ke tiga namja tersebut yang notabane adalah sunbaenya.

“pergi ? maksud mu ?” tanya Siwon penasaran.

“sepertinya tak penting juga untuk ku jelaskan pada kalian.” Ucap Yoona sinis.

“jelaskan apa maksud mu ?” kini giliran Donghae yang tak bisa diam saja mendengar hal yang aneh terucap dari Yoona.

“heh … mereka kesini untuk memberitahu kalian, mereka akan pergi dari sini.” Ucap Yoona sambil pergi meninggal mereka.

“shitt …” umpat Donghae.

“apa maksudnya ini ?” tambah Donghae.

Sementara Kyuhyun hanya diam membeku di tempat. Ia merasakan akan ada hal buruk yang akan terjadi. Ia seperti akan kehilangan sesuatu. Tapi ia sendiri bingung, kehilangan apa ? dan rasa aneh apa ini ? ia sendiri belum mengerti sepenuhnya.

***

Kyuhyun berada di kelas, beberapa minggu belakangan ini ia tidak mengikuti pelajaran dengan baik. Pikirannya tertuju pada yeoja yang sedang terbaring lemah. Bagaimana dia sekarang ? bagaimana keadaannya ? apakah dia sudah siuman ? siapa yang menjaganya ? bagaimana perkembangannya ? dan masih banyak pertanyaan yang bergelayut dipikiran Kyuhyun. Sepulang sekolah ia selalu menyempatkan diri menjenguk yeoja-nya yang masih terbaring lemah. Tapi beberapa hari ini jadwal di sekolahnya begitu padat, mengingat sebentar lagi ia akan mengadapi ujian akhir sekolah. Secara otomatis ia tak dapat menjenguk Yuri di rumah sakit.

***

 

Flashback

“Kyu …. Banguuunnn ” ucap yeoja manis membangunkan seorang namja yg masih betah di bawah selimutnya.

“emhhh….” sang namja hanya mengerang tanda ia masih belum mau untuk bangun.

Kini yeoja itu menyentuh kening,hidung,dan bibir sang namja dengan jari telunjuknya, dan terakhir memegang pipi namja itu lembut. Sontak sang namja mulai membuka matanya. Inilah kebiasaan Yuri membangunkan Kyuhyun yg susah untuk bangun pagi. Hanya Yuri yg membangun Kyu seperti itu.

Dengan gerakan cepat sang namja-Kyu- langsung memeluk erat tubuh yeojanya itu. Dan kembali menutup matanya. Yg membuat Yuri berteriak-teriak dalam dekapan Kyuhyun. Sedangkan Kyu hanya tersenyum menanggapi teriakan dari yeojanya itu, alih alih melepaskan malah semakin ia eratkan pelukannya pada yeoja yg telah memenuhi ruang hatinya itu.

“ya …!! Bangun…. Dan le… lepaskan Kyu… aku susah bernapas” ucap Yuri.

“andweh …”

“YA !!!”

“Andweh … morning kiss ?!”

“mwo ? Ya ?! Jinjjah ?! Kyu bangun…”

“aku akan bangun, tapi kau cium aku dulu ?!” rajuknya

“andweh … shireo …” tolak Yuri

“baiklah, berarti kita akan seperti ini sampai siang … jadi kau tak bisa ke sekolah..”ancamnya

“m…mwo ?”

“otte… ?”

 

“geuree….”

 

Chup …

 

Satu kecupan mendarat di pipi Kyu.

 

“YA!!!” teriak Kyu

 

“whe ?” tanya Yuri dengan wajah innocent nya

 

“bukan di situ, di sini..”sambil menunjukan bibirnya

 

“andewh …mmmppttt” belum sempat Yuri membantah atau melawan Kyu, Kyu lebih cepat menyambar bibir mungil Yuri. Untuk beberapa saat mereka terlena dengan kegiatan mereka di pagi itu. Hingga stok oksigen mereka menipis dan melepas tautan di antara mereka. Mereka kini saling memandang satu sama lain. Tangan kiri Kyu menyentuh pipi kanan Yuri.

“kau cantik Yul …” puji Kyu

“aish… gombal. Kyu ini masih pagi.”

Bukan menjawab Kyu malah mendekap Yuri di dadanya.

 

“apa kau dengar detak jantung ku ?” tanya Kyu. Telinga Yuri kini menempel di dada Kyu, detak jantungnya terdengar aneh, detak jantungnya lebih cepat dan tak beraturan.

 

“saranghae…” lanjut Kyu

 

“nadoo saranghae Kyu … ” jawab Yuri.

***

 

“hyung dimana dongsaeng mu ?” tanya Kyu yg rela datang pagi-pagi ke rumah Yuri, hanya untuk membangunkan Yuri.

 

“ah dia masih tidur, bangunkan dia Kyu, aku sudah lelah membangunkan ia dari tadi.” jawab Jiyoung

 

“baiklah ….” sambil melangkah pergi ke kamar Yuri yg berada di lantai 2.

Ketika sampai di kamar Yuri, Kyu duduk di sisi ranjang Yuri, ia terkekeh sendiri melihat yeojanya masih tertidur lelap. Ia memandangi Yuri, memandangi lekuk wajah Yuri. Tak lama ia menepuk nepuk pipi Yuri pelan. Bukan bangun, tapi Yuri membalikan badannya, dan membelakingi Kyu dan berkata “emh … sebentar lagi oppa”. Karena tak kunjung bangun, akhirnya Kyu pun ikut berbaring dan memeluk Yuri dari belakang. Yuri mulai sadar, karena tak biasanya oppa nya bersikap seperti itu.

 

“oppa ?” panggilnya

 

“emh ” jawab Kyu, yg di kira Yuri Jiyong.

 

“ya… sadarlah aku ini adik mu, tidak pantas kau goda.”

 

“makanya bangun ini sudah siang…” lanjut Kyu

 

“KYU ?” setelah beberapa saat baru ia sadar bahwa yg memeluknya adalah Kyu bukan oppa nya.

 

“whe ? Kenapa kau lama sekali menyadari ini aku ?”

 

“whaaaaaa … apa yg kau lakukan di sini ?” histeris Yuri sambil mendorong Kyu.

 

“ya … kau ini, sebenarnya yeoja apa namja ? Hampir saja aku terjatuh.” kesal Kyu.

Dengan gerakan cepat Kyu memeluk Yuri lagi.

 

“Kyu lepaskan….”

 

“biarkan begini beberapa menit saja, aku rindu pada mu”

 

“nappen” kini mereka terhanyut dalam perasaan masing-masing. Hingga kyu memegan dagu yuri dan mengangkatnya untuk melihat ke arah matanya. Semakin lama jarak mereka semakin dekat, tak perlu waktu yg lama Kyu mendaratkan bibirnya pada bibir Yuri.

 

“Kyu…mmmmppptt”

 

“whe Yul …mmmpptt”

 

“ah hentikan… Kyu ahh”

 

“hemm emmppptt” untuk waktu itu tak ada yg dapat mengganggu mereka.

 

“Kyu aku harus pergi ke sekolah …” kini kedua tangan Yuri memegang pipi Kyu supaya menghentikan aktifitasnya.

“baiklah …”ucapnya “ cepatlah ! Aku menunggu mu” tambahnya dengan menunjukan smirk dan wink nya

 

“nappen”

 

“hehe”

 

Itulah kebiasaan mereka, jika salah satu diantara mereka mempunyai waktu senggang mereka akan membuat kejutan satu sama lain. Mengukir memori mereka berdua.

***

Bayangan ketika bersama Yuri terus menghantui Kyuhyun. Kenangan dari setiap peristiwa dan kegiatan yang mereka lakukan bersama terus melayang-layang dalam otaknya. Ia tidak bisa fokus dalam pelajarannya. Dan akhir-akhir ini ia selalu mendapat teguran dari songsaengnim yang mengajar dikelas. Berjalan dengan lesu, tatapan kosong, tak ada semangat hidup sama sekali. Itulah Kyuhyun selama beberapa minggu ini. beda halnya ketika bersama Yuri dulu sebelum kejadian itu terjadi, Kyuhyun adalah anak yang aktif, mempunyai semangat hidup, pecaya diri itulah Kyuhyun. Tapi itu dulu, dunianya kini berbalik. Seolah gelap dan tak menemukan cayahanya. Cahaya hangat dari senyuman seorang yeoja yang selalu menemani, menghiasi, memenuhi, dan mewarnai hatinya juga hari-harinya.

“I shouldn’t have saved the words

“I love you” but said it more to you

Even if I was lazy, even if I was tired,

I should’ve ran to you because I missed you

I should’ve dropped you off

at your home every single day

Instead of meeting friends on the weekend,

I should’ve been with you

 

Why am I regretting now?

Why didn’t I know back then?

I’m sorry (I’m sorry),

I’m sorry, baby (I’m sorry, baby)

Why am I regretting now?

You are so precious to me

I hoped that I would remain

as a good memory to you

 

Because I was young back then,

because I didn’t know any better

Will you at least hear my excuses?

And will you hold my hand again?

Even if it’s not now,

even if it takes a little time

I will keep your spot empty,

I will continue to stay here

 

I hope it’s not too late to bring you back

(I will keep your spot empty)

I hope you won’t get so far that I can’t reach you

(I will continue to stay here)

 

I didn’t even hear it but

the finishing bells have rung, I can’t believe it

Without even a safety device, you broke up with me

and now you’ve become my yesterday and not my today

When I look back, instead of understanding you,

I put my pride forward and gave you a hard time

I’m sorry, I’m probably not in your heart anymore,

I’m probably just a memory to you

 

I know I should get over you

but it’s not that easy

I’m sorry (I’m sorry),

I’m sorry, baby (I’m sorry, baby)

I’m not used to anything without you,

you know me better

I wanted to give you

only good memories

 

Because I was young back then,

because I didn’t know any better

Will you at least hear my excuses?

And will you hold my hand again?

Even if it’s not now,

even if it takes a little time

I will keep your spot empty,

I will continue to stay here

 

After days pass and time flows,

you become clearer

Why are the words “I love you”

lingering in my mouth now?

I think I know now, I can be much better

But it’s too late for these regrets,

you’re already so far away

 

Because I was young back then,

because I didn’t know any better

Will you at least hear my excuses?

And will you hold my hand again?

Even if it’s not now,

even if it takes a little time

I will keep your spot empty,

I will continue to stay here

 

I hope it’s not too late to bring you back

(I will keep your spot empty)

I hope you won’t get so far that I can’t reach you

(I will continue to stay here)”

Lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Hyunseung untuk pra-test minggu depan pun berakhir, suaranya terdengar merdu. Lantunan lagu berakhir namun tidak dengan aktifitas Kyuhyun, ia masih bergelut dengan dunianya sendiri. Lantunan lirik tersebut seolah gambaran Kyuhyun sekarang, seolah menjadi sound track untuk kehidupannya sekarang ini, dan lagi-lagi ia melamun dikelas. Pikiran dan raganya tak menyatu dengan baik.

Jam pulang sekolah elit itu sudah berlalu beberapa memenit yang lalu, namun tidak untuk siswa tingkat akhir, persiapan ujian akhir dan persiapan masuk institute pun masih harus mereka lakoni, walau matahari pun sudah terlihat lelah dan akan segera pulang menyembunyikan diri. Setiap siswa di Seoul Internasional Academy of Art harus melanjutkan pendidikan mereka di Seoul Internasional Institue Academy of Art yang merupakan tingkat lanjutan dari Seoul Internasional Academy of Art.

Seorang yeoja manis duduk manis di cafeteria sekolah elit tersebut, namun ia nampak risih dengan keadaan disana. Bagaimana tidak, ia bukan bagian dari murid disana tapi kini ia duduk di cafeteria yang menurutnya ini bukan cafeteria melainkan restoran mewah yang ada ada di hotel-hotel berbintang. Bahlan ia tak berhenti berdecak kagum, namun terkadang tertunduk malu, karena beberapa murid disana memperhatikannya.

“Seo …” sapa seorang namja.

“o..oppa …” jawabnya. Ia pun berdiri membungkuk memberi hormat.

“ada apa ?” tanya sang namja sambil mencoba duduk di hadapan yeoja itu, ya namja itu tak lain adalah Kyuhyun.

“a … aku … kemari i… i… ingin…” katanya ragu bercampur gugup.

“bicaralah …”

“aku ingin minta maaf … mianhe oppa …” ujarnya menunduk.

“sudahlah itu semua sudah berlalu… kita sama. Jadi tak ada yang salah” ucapnya menenangkan.

“emh, …”

“apalagi ?”

“o..oppa mianhe, karena aku tak jujur pada mu. Harusnya aku tak menerima pernyataan mu saat itu. Sekarang a … aku menyesal oppa.”

“whe ? apa terjadi sesuatu dengan hubungan mu dengan Yonghwa ?”

Yang ditanya hanya tersenyum kecil. Ah ia tak ingin membahas itu disini, tujuannya hanya untuk mengucapkan maaf yang sempat tertunda dari mulutnya. Yeoja itu tak bisa menutupi rasa sesal dalam hatinya, tapi disisi lain ia juga menyukai Kyuhyun. Ia bingung dengan perasaannya kini. Tapi perasaan sesak lebih mendominasi daripada rasa sukanya itu. Ia bingung pada dirinya sendiri. Apa benar ia mulai mencintai Kyuhyun ? lalu perasaannya pada namja-chigunya –Yonghwa- itu apa ? ah itu semua belum bisa ia jawab. Tapi disisi lain ia tahu sekarang betapa Kyuhyun mencintai Yuri, serasa tak tega menghancurkan itu ia memilih mundur. Ia bukan yeoja yang tega menghancurkan 2 hati manusia sekaligus.

Setelah perbincangan kecil terjadi diantara mereka, Seohyun pun pergi. Ini adalah hari pertama mereka bertemu setelah hampir 1 bulan mereka tak bertemu. Tepatnya setelah kecelakaan itu terjadi, Kyuhyun memutuskan hubungan mereka dan menjelaskan semua permasalahannya pada Seohyun. Dan Seohyun pun menerima keputusan Kyu, karena ia juga sama seperti Kyuhyun, ia juga melakukan kesalahan. Pertemuan keduanya pun berakhir. Kyuhyun pun kembali ke aktifitas sekolahnya yang padat dan melelahkan.

***

“ternyata keputusan kita tidak salah Sicca-ah”ucap Tiffany dengan suara bergetar menahan rasa sesak didada sekarang.

“he … akhirnya aku merasakan apa yang sahabat ku rasakan… aku mengerti sekarang kenapa Yuri begitu lama tertidur, sekarang aku merasakan benar apa yang Yuri rasakan, rasanya aku pun ingin melakukan hal yang sama. Ia mengurangi rasa sakitnya, ia menyembuhkannya sendiri. Apa kita bisa Fany-ah ?” sahut Sicca.

“entahlah … kamu benar. Yuri menyembuhkan lukanya sendiri dengan tidur begitu lama. Setidaknya dengan ia tertidur ia bisa mengurangi sedikit rasa sakit yang ia rasakan.” Jawab Fany.

“sebaiknya kita segera mengurus surat-surat kepindahan kita, lebih cepat lebih baik. Aku sudah tidak bisa tinggal disini.” Ucap Sicca dengan nada dingin yang mendapatkan anggukan tanda setuju dari Tiffany.

“sebaiknya kita merahasiakan kemana kita akan pergi. Aku tak yakin jika mereka hanya akan tinggal diam.”saran Tiffany.

“emh, kau benar. Kau tahu apa kan yang harus kau lakukan ?” tanya Sicca.

“tentu …” jawab Tiffany yakin.

***

Kyuhyun belum mengetahui bagaimana keadaan Yuri sekarang. Ia belum mengetahui Yuri telah sadar dari komanya sejak kemarin. Ia masih sibuk dengan jadwal sekolah yang ia pun tak mengerti untuk apa ia berada disekolah. Jika saja diberikan pilihan, ia lebih memilih kabur dari aktifitas sekolahnya ini. semua jam pelajaran yang akan di ujikan di tambah 2 kali lipat. Jadi mau tak mau ia harus pulang lebih sore dari biasanya. Lelah, tapi ia begitu ingin melihat Yuri sekarang ini. setelah 2-3 hari belakangan ini ia tak sempat untuk menemuinya.

Kelelahan yang dirasakan Kyuhyun seakan punah, ia dengan semangat melangkah menuju rumah sakit. Ia sempatkan untuk membeli bunga mawar putih untuk Yuri. Kini Kyu telah sampai didepan ruangan Yuri namun ketika hendak membuka pintu tangannya ditahan oleh tangan seorang namja. Jiyoung, ia menahan Kyu untuk masuk.

“untuk apa kau datang kemari ?” tanyanya dingin.

“aku … aku ingin menemui Yuri hyung.” Jawab Kyu.

“tak perlu… pergilah” masih dengan nada yang sama Jiyoung berbicara pada Kyu.

“aku mohon hyung, ijin aku menjenguknya…” mohon Kyu.

“aku yakin ia tak mau menemui mu, biarkan ia hidup tenang. Kau tak perlu menemuinya lagi.” Kata-kata Jiyoung seolah memadamkan semangat dan menghilangkan kekuatan dalam hatinya yg sekarang menjadi sumber kekuatan untuknya, bahkan sekarang Kyu merasa lelahnya datang kembali dan bertambah berkali-kali lipat.

“aku tak akan membiarkan kau menemui Yuri lagi.” Ucap Jiyoung sambil membuka pintu ruangan Yuri, tapi ketika Jiyoung akan menutup pintunya Kyu berkata

“aku tak akan pergi kemana pun sampai aku menemui Yuri. Aku akan tetap menunggunya disini.” Ucap Kyu sedikit berteriak membuat membuat sedikit kegaduhan dilorong rumah sakit.

Jiyoung yang mendengar itu langsung menutup pintu kamar Yuri dengan kasar. Dengan tubuh yang masih lemah dan dibantu robot-robot rumah sakit itu, Yuri melihat oppanya, menatapnya sayu. Bagaimana pun Jiyoung, semarah apa pun dia, tapi ketika dihadapan Yuri ia tak pernah dan tak akan berlaku kasar.

“mian Yul … apa kau terbangun karena aku ?” tanya Jiyoung khawatir.

“oppa …” lirih Yuri.

“aku tak ingin oppa seperti itu, itu bukan kau oppa.” Lanjutnya.

“apa kau mendengarnya ?” tanya Jiyoung.

Yuri hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum lemah.

“aku hanya tidak ingin dia menyakiti mu lagi…” lanjut Jiyoung.

“aku mengerti. Gumawo oppa. Aku tahu kau khawatir. Tapi aku tak akan terluka lagi karena oppa selalu bersama ku, oppa akan selalu menjaga dan melindungi ku. Iya kan ?” ujar Yuri.

“tentu oppa akan selalu bersama mu.” Jawab Jiyoung dan mendekat memeluk Yuri penuh kasih. Ia teramat menyayangi dongsaengnya itu, apa pun akan ia lakukan untuk membuat Yuri bahagia. Ia rela menukar nyawanya untuk Yuri. Begitu pun Yuri ia begitu menyayangi kakak laki-lakinya itu.

Flashback

Dulu ketika mereka kecil mereka selalu bermain bersama, mereka sangat dekat, mungkin dikarenakan umur mereka yang tidak terlalu jauh, mereka hanya terpaut satu setengah tahun. Suatu hari Yuri dan Jiyoung sedang asik bermain kejar-kejaran. Jiyoung tak henti mengerjar Yuri. Yuri pun masuk ke ruang kerja appanya dan mereka berkejaran-kejaran mengelilingi meja kerja appanya, dan tanpa sengaja Jiyoung menumpahkan kopi appanya ke berkas-berkas yang ada di meja. Sontak itu membuat Jiyoung dan Yuri terkejut dan takut. Takut appanya marah besar.

“wah … bagaimana ini Yul ?” tanya Jiyoung panik.

“molla oppa.” Dengan bingung Yuri menjawab.

“bagaimana jika appa marah. Matilah aku ?!” kata Jiyoung.

Yuri merasa kasihan melihat oppanya yang tengah panic dan ketakutan. Ketika mereka sedang berusaha mencari cara membereskan masalah ini, appa mereka masuk ke ruangan itu.

“apa yang kalian lakukan ? “tanya appa sambil menatap kedua putra dan putrinya, sedangkan yang dipandang hanya menunduk ketakutan. Mereka tahu appanya akan marah, sekarang mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.

“jawab ?!” tegas appa

“siapa yang melakukan semua ini ? “ tanya appa masih dengan nada dan mimic yang bisa dibilang menakutkan untuk anak usia 9 dan 7 tahun.

“baiklah jika tidak ada yang mengaku, maka appa akan hukum kalian berdua…” ucap appa dan hendak membawa kemoceng untuk memukul Yuri dan Jiyoung. Ketika appa akan memukul Jiyoung

“aku appa… aku …” aku Yuri. Membuat Jiyoung menatapnya. Bukan Jiyoung tak mau membela atau melindungi Yuri, ia masih terkejut dengan apa yang dilakukan dongsaengnya itu. Dan kemoceng yang tadinya akan memukul Jiyoung malah terkena Yuri karena Yuri menghalangi appanya untuk memukul oppanya.

“aaahhhh” teriak Yuri.

Appanya pun tak kalah terkejut, ia menyakiti putrinya. Yuri hanya menangis, tak lama eomma dan Boa pun datang, appa dapat tatapan tajam dari eomma, karena ia sudah memukul Yuri.

Yuri pun dibawa eomma dan Boa menuntun Jiyoung untuk keluar dari ruang kerja appanya.

“noona… “ panggil Jiyoung.

“whe ?” tanya Boa.

“yang melakukan itu semua itu aku bukan Yuri.” Aku Jiyoung dengan menundukan kepala merasa bersalah.

“mwo ?” tanya Boa tak percaya.

Jiyoung hanya menganggkan kepala memberikan jawaban.

“lalu kenapa kau tak mengaku ?”

“karena Yuri mendahului ku”

“emh, ini semua telah terjadi, jadi jangan disesali terus. Lebih baik kau mengakuinya secara jantan. Juga ucapkan terima kasih untuk Yuri, bagaimana pun ia telah mencoba membela mu. Arrachi ?” saran Boa bijak sambil mengelus kepala Jiyoung.

“neh…” jawab Jiyoung mantap. Tanpa noonanya minta pun ia akan melakukan itu. Semenjak kejadian itu Jiyoung berjanji pada dirinya sendiri dia akan selalu melindungi Yuri. Menjaganya dari apa pun dan siapa pun yang akan menyakitinya. Cukup sekali ia membuat Yuri menangis karena kelalaiannya sebagai oppa, ia tak akan membiarkan itu terjadi lagi.

“apa sakit ?” tanya Jiyoung pada Yuri. Kini ia sedang mengobati memar di tangan Yuri akibat kejadian tadi.

“tahan ne … ini agar kau cepat sembuh.” Ujar Jiyoung menenangkan. Yuri hanya meringis menahan perih ditangannya.

“masih sakit ?”tanya Jiyoung khawatir.

“anio … gwenchana oppa.” Jawab Yuri dengan senyumnya yang manis, menghiasi bibir mungilnya.

“jangan melakukan hal bodoh lagi. Arrachi ?” ujar Jiyoung.

“aku hanya tak ingin oppa dipukul oleh appa.” Ujar Yuri dengan menundukan kepalanya.

“ya … pabo ! aku ini namja. Tak apa jika appa menghukum ku. Sedangkan kau ? aku lebih kuat dari mu. Mengerti ? pokoknya berjanjilah tak mengulanginya lagi ?! yakshok ?”

“ne … yakshoke “ janji Yuri sambil menautkan jari kelingkingnya dengan Jiyoung.

Di depan pintu kamar Yuri, orang tua mereka tersenyum. Bangga pada mereka. Mereka saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Walau appanya masih mendapatkan tatapan tak suka dari eomma karena kejadian tadi.

Flashback off

***

Kyuhyun masih berdiri didepan ruangan Yuri. Tak beranjak kemana pun. Hatinya sekarang benar-benar ingin bertemu dengan Yuri. Sampai saat ini ia belum mengetahui bahwa Yuri sudah sadar. Kini ia masih menatap pintu masuk ruangan Yuri.

Sementara Yuri yang didalam ruangan yang sempat mendengar suara Kyuhyun pun terus melirik pintu. Ia merindukan Kyuhyun, walau bagaimana pun ia masih memiliki rasa itu. Ia ingin bertemu dengan namja itu –Kyuhyun- tapi rasa ingin bertemu karena rindu dan rasa sakit serta kecewa tak kalah besar. Kedua rasa yang bertolak belakang ini sekarang sedang bergelut dalam hati dan pikiran Yuri. Yuri menundukan kelapanya dan meremas baju pasiennya dibagian dadanya.

Jiyoung yang menyadari Yuri seperti itu, ia mendekat dan mencoba menenangkan Yuri.

“haruskah aku menyuruhnya masuk ?” tanya Jiyoung yang mengerti perasaan Yuri.

Bukannya menjawab Yuri malah memeluk Jiyong erat, seolah menyalurkan rasa sakitnya. Dan benar dia –Jiyoung- memang merasakan apa yang Yuri rasakan. Bahkan terasa dua kali lipat karena ia merasakan hal yang Yuri rasakan dan melihat Yuri yang menangis.

“tenanglah semua akan baik-baik saja. Oppa bersama mu…” Ucap Jiyoung sembari mengelus kepala Yuri lembut.

Karena masih lemah dan Yuri menangis menguras energy di tubuhnya, itu membuat Yuri tertidur. Satu jam sudah Yuri tertidur. Jiyoung pun berniat keluar sebentar untuk membeli beberapa makanan ringan. Tapi ia terkejut ketika melihat …

To Be Continue

Annyeong … Regret is Back … he

Oh iya perkenalkan jhonen Fanny imnida… salam kenal… Fan line95

Jadi buat reader gak usah panggil author lagi, gak enak terasa aneh … hehe. Bisa panggil Fanny aja itu lebih baik  ^__^ … sekali lagi salam kenal

Untuk Midah Eonni gumawo udah mau publish FF ini … Untuk reader semua juga gumawo, masih mau baca FF abal-abal tingkat akut ini…

Gimana shoot 2dari “REGRET” ? membosankan kah ? flat kah ceritanya ? emh bagi reader yang merasa flat mianhe, shoot ini cerita penyambung untuk masuk ke cerita inti. Dan sepertinya typo pun masih bertebaran, kata dan kalimat aneh atau pun kaku masih berkeliaran, mianhe. Untuk itu reader dan author sunbae-nim yg udah baca bisa kasih kritik, saran dan masukan cos semua itu masih saya butuhkan. Demi memperbaiki tulisan saya di next shoot … so Keep RCL Please …

Sekali lagi Gumawo … *bow

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

68 thoughts on “[Freelance] Regret Shoot 2

  1. aish dasar namja sama aja,,,# lirik kyu, hae ,won
    ini blum masuk ke cerita inti kan? soalnya aku blm liat ada puncak konfliknya
    ceritanya uda mkin bagus kok,,aku jg uda mulai dpt feelnya..cuma saran aja lgunya jgn pnjang2 ya,,hehe biar critanya juga bisa mkin bnyak..
    tpi aku pnsran sma kyuhyun,donghae,siwon…mreka lgi taruhan apa emng awalnya mreka cuma main2 aja pcaran sma yuri,tiffany,jessica??
    next part ditnggu ya🙂 ,,fighting!!!

  2. Hallooo, aku 97line jd panggilnya eonni aja yaa^^. Penasaraan, sama nantinyaa. Smoga kyuhyun dan yuri tetep bersatu aminn. Hehhehe
    Lanjut yaa eonnn:-*

  3. maav tdi cman ngasih jjak.coz Lgi sibuk#CeileeSokSibukLoch.^_^Kekeke

    Ok..Naneun Tari Imnida Bangaepsimida Fanny Unnie?Cingu?Saeng ? #WhatEverLah yg pnting aq Salut ma Ff yg 1 in.^^
    Oia…Trnyta OppaDeul slingkuhin Unniedeul yahh.kokk gtuu sihh..#Nappeun:-P
    Trus Kyuppa udh putus ma seo ..#Syukurlah:-P
    ap Kyuppa msih nunggu yuleon?
    apkah Jiyong oppa ngizinin kyuppa msuk untk jnguk yuleon?
    ap yuleon udh mau nemuin kyuppa??
    ataw atw atww ….
    kyaaakkkkk.~~~~~ pnsarannn><
    pleaseee jgan klmaan dongg next partnya ya ya yaa..
    fanny fanny fannyyy unniee ?cingu??saeng??^_^
    kekekeke:-D

  4. Suka suka suka. Gak abal” ko tenang aja hehe. Kesian sii sama kyu tp biarlah dy agak” menderita dl hahaha.
    Ditgg next shoot nya ya. Jgn lama” kalo bsa hehehe *plakkk

  5. ApAkAh KyuRi akn BeRsaTu kEmbALi?SAtuin Lgi ya,,and cPt d’LanJut ya eoNNi(?).mmg aUtHor Lhr’y kPn kLw boLeH AQ TaU…

  6. Sedih bacanya -_-
    ono trnyata donghae ama siwon jg selingkuh -_-
    tapi aq kasian ma kyu disini..
    dia bner” cinta ma yul..
    semoga mereka bisa bersatu lagi..🙂
    uc aq tnggu part 3 nya yaa fanny ^^

  7. FF yg ckup elit🙂
    Manzila imnida 98 line
    Aigoo! -_-
    Ada part ****** nya -_-

    Wah td ada kata ” elit ” nice diksi🙂
    *plak abaikan

    Pokok.a lanjtkn , ini FF yg sdh bgus,mslh typo mgkn pd bakor.a

  8. Kyu dong won memang hrus dks’ pelajaran biar mrk menyesal. sapa suruh jd playboy. trnyt seohyun jg uda px cow y… yuri, perg ja k paris have fun deh ma fansic. ^^

  9. Annyeong , Fanny-yaa !! Tetta imnida , 91line😉
    ahh ,, dr part 1’x aku udh suka banget sama crta ini ..
    Di awal , emng bnyk nangis’x sihh .
    nahh ,, kllo dsni udh ckup brkurang .
    Bt ttep ajah sesek’x msh berasa . Hha~
    apalagi pas tau kllo Won-ppa sama Hae-ppa tuhh pnya klakuan yg sama ku’ Kyu-ppa ..
    Mereka tuhh beneran sahabatan yaa ?! Saking brshbt’x , pnya selingkuhan pun sama .. Aishh !!
    bt , kasian jg sama Kyu-ppa . Smpe ky’ zombie bgtuh klakuan di sekolah’x .. Ckckkck . Ituh konsekwensi oppa ! Brani brbuat , brani brtnggungjwb ! *helanafaspnjng*
    Suka jg ngeliat gmna GD oppa mnjaga & melindungi Yul-eonn .. Oppa is the best dehh !😀
    Ayo , YulSicFanny-eonnie pergilah secepat’x ! Biarkan para oppa-deul merasakan sdkt khlngn org paling brhrga dlm hdup mreka😄 *ktawaevil*
    Soal typo , inget sllu kata Midah eonnie ! Ituh adlh seni dlm menulis🙂 soal bhsa yg kaku atau smcam’x , ituh mah gak trllu mslh koqq . Slma msh bsa dimengerti . & truslah mmperbaiki . Hhe~
    Waduuhh ,, pnjng bener yakk komen’x ?! Hha~ gak sadar .
    trakhir , keep spirit & hwaiting Fanny-yaa ..😉 ditunggu lohh klanjutan’x . Jgn lama” kllo bsa , ne ? Chayyo !

    1. annyeong Tetta eonni, panggil eonni aja ya … he
      gumawo eonni-yaa udah suka sma FF fan🙂
      iya mereka bersahabat bgt =D itu akibat kesalahan mereka eon, jadi mau gk mau mereka harus tanggung sendiri … hehe
      emh iya eonni, selalu berusaha memperbaiki walau dikit2 masih step by step …
      haha gumawo eonni-ya … iya di usahakan cepet publish lagi masih tahap editing eon ceritanya masih ada yg blum fix …
      sekali lagi gumawo eonni-ya …🙂

  10. Annyeong eonni akhirnya keluar juga regret shoot 2 nya makin seru aja ceritanya eonni dan bikin tambah penasaran ditunggu ya eonni kelanjutannya
    Jgn lama2 ya eonni
    Keep writing
    Gomawo
    Fighting

  11. ff bagus kaya gini fanny bilang abal-abal? Yang abal-abal aja udah bagus banget gimana yang ga abal-abal/? Omg fanny author daebak loh*menurut aku hehe
    Feelnya itu loh yg kena banget. Ditunggu ya next chapternya

  12. Ffnya sukses mengaduk2 hati .. Waktu fany and sica denger pengakuan sihae .. Aku ikutan geregetan ama KyuSiHae … Apa sih maksud mereka, pake selingkuh2 segala.. Waktu Yuri nangis sambil peluk Jiyoung, aku ikutan mewek.. Sakit bgt pasti😦

  13. Ya ampun tryt siwon & donghae jg selingkuh??? Aigoooo.. Bnr2 cowok jahaaaaaaaaat!!!! Biar kapok mreka stlh kekasih mreka pindah ke luar negeri!! Ikutan sebel jdiny.. Huuuuhhh!!!

  14. kenyataan terkadang pahit tapi mau gymana lagy. Ya itulah hidup.. Hehehe sbar ya buat tiff unie sma jess uni.. ok ditnggu kelanjtanya eon

  15. Kerennnnnn ffnya, ternyata mereka bertiga namja hidung belang hahaha dasar laki laki, semoga yulsicfany bisa kuat dan tabah/?
    penasaran sama next partnya, izin baca lagi ya thor😀

  16. jiyoung yuri kakak adek yg bnr2 salut, sling mlindungi stu sma laen hehe SALUT ….
    Kyuhyun ksian bbgett yahh😦 penyesalan emg dtg blkangann bang, jalani ajah😀
    Judulny aj penyesalan udh psti intinya Seseorang yg bnr2 mnyesal org itu Kyuhyun😦 tp sbnernya dia cinta bget sm yuri.. Ok deh dripda bnyk cingcong mending lgsung cus part3 ny

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s