Posted in Hurt, Romance, Sad, Spesial Brithday

[Special Yuri Birthday] Not All Story

Not All Story

[Special Yuri Birthday] Not All Story Have A Happy Ending

Present Storyline / Art by

Lee Midah

Cast :

Yuri SNSD || Kyuhyun Super Junior || Seohyun SNSD || Luhan Exo || Donghae Super Junior

Support Cast :

Other SM Family

Length : Oneshoot || Rating : 16 || Genre : Romance, sad, Hurt

Disclaimer

Story Pure milik Author,Cast milik diri mereka sendiri & God. Spesial Birthday  Kwon Yuri, Just for fun ^^

Note :

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiat!!! If You Respect To Me, Leave A Comment After Read!!! Typo Is Art ^_^ Yang tidak suka pairingnya jangan baca dari pada ngebashing! Kalau memang mau baca tolong jangan bashing!!!

Happy Reading All!!! ^__^

“ Aku tidak boleh cemburu! Tidak boleh! “, ucap seorang gadis sambil menarik nafasnya dalam – dalam lalu mengeluarkannya perlahan, mencoba menenangkan hatinya yang sangat kalut.

“ Apa yang kau lakukan disini, Yul? “, tanya gadis berambut blonde melihat gadis yang bernama lengkap Kwon Yuri.

“ Oh Sica-ah, anio. Aku hanya melihat – lihat kota Seoul disini? Tapi darimana kau tahu aku disini? “, tanya Yuri.

Siapa yang tidak kenal mereka? Yuri dan Sica atau lebih terkenal dengan nama Jessica, 2 member girlband no 1 di Korsel. Keduanya sekarang tepat berada di atap gedung SM, tempat dimana mereka bernaung. Jessica menatap sahabatnya itu yang mencoba memasang sebuah senyuman namun dia tahu senyuman itu hanya menutupi sesuatu dalam diri Yuri yang selalu dilakukannya akhir – akhir ini.

“ Yul, aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Kau pasti merasa kecewa dengan project SM terhadap Kyuppa dan maknae, kan? “, tebak Sica membuat senyuman di wajah cantik Yuri pudar, namun tak berapa lama senyuman lain pun terlihat lagi.

“ Mwo?! Apa yang kau katakan? Untuk apa aku memikirkan hal itu? Bukankah sudah tidak asing lagi bagi mereka tampil bersama dihadapan publik? “, sangkal Yuri namun Jessica sangat mengenal Yuri, dia tahu bagaimana perasaan Yuri yang selalu mencoba baik – baik saja walaupun sebenarnya tidak.

Kau selalu mencoba terlihat baik – baik saja, padahal aku tahu sebenarnya kalau kau itu tidak “, batin Sica yang hanya bisa menghela nafas karena seberapa keras dia memaksa Yuri, Yuri tidak akan membiarkan semua orang disekitarnya repot dengan masalahnya.

“ Ya sudah, Manager Oppa sudah menyuruh kita kembali. Kajja! “, ajak Jessica yang langsung menggandeng tangan Yuri untuk pergi dari atap gedung sedangkan Yuri hanya mengangguk dan ikut berjalan.

“ Anyeonghaseyo Noona! “, sapa para member Exo yang melihat Jessica dan Yuri yang baru turun dari atap gedung dan berpapasan dengan mereka.

“ Neh, anyeonghaseyo “, sapa kedua gadis itu yang tersenyum pada para juniornya.

“ Mereka benar – benar seperti dewi “, puji Chanyeol yang terkagum – kagum pada 2 gadis yang menjadi pujaan para pria di Korea bahkan mungkin dunia(?).

“ Neh, kau benar. Hanya saja aku tidak melihat Taeyeon Noona disini “, setuju Baekhyun yang langsung menekuk kepalanya.

Saat Jessica dan Yuri melewati sebuah salah satu ruangan di gedung SM, mereka tepatnya mungkin Yuri melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berbicara dengan seorang gadis juga seorang pria. Yuri merasa kenal dengan semua orang yang ada di ruangan itu, dia pun menghentikan kakinya dan tidak menyadari kalau Jessica terus berjalan sambil bercerita  sendiri.

“ Aigo! Kamu tambah cantik, Seohyun-ah. Aku dengar kalian akan mengikuti drama musikal bersama? “, ujar wanita paruh baya itu memuji Seohyun membuat Seohyun tersipu malu.

“ Kamshamida Omonim “, jawab Seohyun malu – malu.

“ Neh, Omma. SM memberikan kami pekerjaan bersama lagi “, jawab seorang pria sambil tersenyum pada Ommanya, dia adalah Kyuhyun, salah satu member boyband yang sangat terkenal semua pasti mengenalnya karena dia maknae dari Super Junior.

“ Sebenarnya Omma berharap kau segera menemukan seorang pendamping Kyu, Seohyun gadis yang baik dan kalian sangat cocok untuk bersama “, ucap Omma Kyuhyun membuat Seohyun semakin tersipu malu dan Kyuhyun hanya memperlihatkan senyuman menanggapi ucapan Ommanya.

“ Jika aku sudah menemukan gadis itu aku pasti akan mengenalkanmu padanya, Omma. Tapi sekarang belum saatnya “, tutur Kyuhyun tanpa menghilangkan senyuman di wajah tampannya.

“ Aigo! Kau tidak melihat umurmu yang sudah cukup matang? Kau boleh memikirkan pekerjaanmu tapi kau juga harus memikirkan masa depanmu. Kau tidak perlu mencarinya, gadis itu sudah ada disini “, ujar Omma Kyuhyun yang membuat Seohyun merasa tidak mampu menahan wajahnya yang mulai merah merona.

Percakapan mereka terus berlanjut tanpa mereka sadari ada seseorang diluar memandang mereka dengan tatapan sedih, kecewa, iri, dan sesak. Dia Kwon Yuri, yang menyaksikan langsung kekasihnya dan maknae di grupnya sedang mencoba di satukan oleh Omma Kyuhyun. Yuri ingin masuk dan mengatakan kalau dirinyalah yang pantas untuk Kyuhyun pria yang sudah menjadi kekasihnya beberapa tahun terakhir ini, namun semua itu tidak ia lakukan karena masih menghargai Kyuhyun juga Ommanya. Saat Kyuhyun tertawa, tanpa sengaja dia melihat kearah luar dimana seorang gadis berdiri memandang pedih padanya. Yuri sadar Kyuhyun kini melihatnya, dengan cepat dia langsung pergi dari posisinya semula.

“ Omma, jakkaman! Aku akan kembali “, ucap Kyuhyun dengan terburu – buru membuat Ommanya dan Seohyun memandang heran.

“ Kau mau kemana Kyu? “, tanya Omma Kyuhyun.

“ Aku pergi sebentar Omma! “, pamit Kyuhyun yang langsung keluar dari ruangan itu untuk mengejar Yuri.

Yuri berjalan setengah berlari, dia tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun saat ini. Dia tidak ingin memperlihatkan perasaannya yang sedih dan kecewa karena dia sudah berjanji. Apapun pekerjaan yang diterima Kyuhyun walaupun harus berpasangan dengan Seohyun, dia tidak akan pernah cemburu lagi karena dia percaya pada Kyuhyun. Yuri terus berjalan tanpa melihat ke arah depannya sampai dia menabrak seseorang saat membuka pintu tangga darurat untuk menghindari Kyuhyun.

Buk!

Yuri hampir terjatuh jika tidak ada sepasang tangan yang menangkap tubuhnya.

“ Gwenchana, Noona? “, tanya seorang pria membuat Yuri menatapnya.

“ Luhan? “, gumam Yuri.

Yuri langsung berdiri dan mendorong Luhan kearah tembok, dia memberikan isyarat agar Luhan diam karena dia tahu Luhan pasti bingung dengan sikapnya.

“ Stttttt! Sebentar saja “, pinta Yuri dan Luhan mengangguk.

Luhan tidak menyangka kalau dirinya akan sedekat itu dengan Kwon Yuri, salah satu member SNSD. Walaupun dia tidak sempat memperhatikannya karena member SNSD favoritnya adalah Yoona. Tapi dengan jarak sedekat ini, Luhan bisa melihat dengan jelas wajah cantik Yuri.

Apa aku bermimpi? “, batin Luhan.

Yuri terlihat cemas, namun lama – lama dia pun mengeluarkan nafasnya lega setelah yakin Kyuhyun tidak melihatnya.

“ Mianhae, aku jadi merepotkanmu “, ucap Yuri menjauhkan tubuhnya dari Luhan.

“ Anio, Noona. Seharusnya aku yang minta maaf karena tadi menabrakmu “, jawab Luhan.

“ Gwenchana, aku yang salah. Kalau begitu aku pergi dulu. Bye! “, pamit Yuri sedangkan Luhan tidak sempat berbicara apapun, dia hanya tersenyum sambil memandang kepergian Yuri.

~000~

“ Mengapa kau lari, Yuri? “, tanya Kyuhyun saat melihat Yuri masuk ke gedung dormnya.

Yuri yang kaget sontak menoleh dan mendapati Kyuhyun yang berdiri sambil bersandar dia sebuah tembok besar apartementnya.

“ Kyu?! Apa yang kau lakukan disini?! “, kaget Yuri mendapati kekasihnya itu di tempatnya sekarang.

“ Waeyo? Apa aku tidak boleh menemui kekasihku? “, tanya Kyuhyun.

“ Bukan seperti itu, tapi jika wartawan melihatnya dan muncul skandal. Semua rahasia kita akan terbongkar “, ujar Yuri terlihat cemas sambil melihat kanan – kirinya takut ada sebuah kamera yang mengintai mereka.

“ Kau tenang saja, aku selalu hati – hati. Kau belum menjawab pertanyaanku, Yuri. Mengapa kau lari saat aku mengejarmu? “, tanya Kyuhyun membuat Yuri bingung.

“ Aku tidak lari, aku hanya mengejar Jessica yang sudah berjalan duluan “, sangkal Yuri mengacuhkan pandangan Kyuhyun.

“ Jinjja? Lalu mengapa kau mengacuhkan tatapanku? “, tanya Kyuhyun sambil mendekati Yuri membuat Yuri berjalan mundur.

“ Mengapa kau mundur? Apa kau takut padaku? “, tambah Kyuhyun.

“ Anio, aku hanya… hanya… “, Yuri tidak bisa menjawab, dengan cepat Kyuhyun mendorong Yuri ke arah tangga darurat dan menyudutkannya ke dinding, Kyuhyun langsung melumat bibir Yuri tanpa menunggu protes dari Yuri.

Kyuhyun terus merapatkan tubuhnya pada Yuri membuat jarak keduanya terhapus, tangan kanan Kyuhyun memeluk pinggang Yuri erat, tangan kirinya mengarahkan tangan Yuri supaya memeluk lehernya. Yuri yang memang merindukan kekasihnya itu pun tak kuasa menolak ciuman yang lumayan passionate, dia terlarut dan membiarkan Kyuhyun membimbingnya untuk bermain semakin dalam. Keduanya terlarut dalam ciuman lembut namun panas itu. Kyuhyun pun mulai melepaskan tautannya sedikit demi sedikit dari bibir Yuri karena merasakan nafas Yuri yang sepertinya sudah mulai menipis.

“ Saranghae, My pearl “, Kyuhyun menarik Yuri ke dalam dekapannya erat, dia mengusap rambut Yuri lembut.

Yuri bisa merasakan cinta yang ada dalam diri Kyuhyun padanya, perlakuan Kyuhyun sekarang membuat perasaannya nyaman dan tenang. Dia pun menyunggingkan sebuah senyuman yang tulus dari hatinya. Senyuman yang selalu terpancar saat dia bersama Kyuhyun.

“ Jika ada sesuatu yang kau rasakan, kau harus bicara padaku. Entah itu senang, sedih, ataupun marah. Jangan pernah menyimpan apapun yang akan membuatmu tidak nyaman, karena aku ingin kau selalu nyaman saat bersamaku  “, ujar Kyuhyun melepas pelukannya lalu menatap dalam manik mata Yuri.

“ Saranghae, my evil “, jawab Yuri membuat Kyuhyun tersenyum lalu mencium kening Yuri lembut.

Yuri tidak bisa memberitahu tentang perasaan yang sebenarnya kalau dia meras khawatir dan juga ingin mendapat pengakuan dari Omma Kyuhyun. Tapi Yuri kembali berpikir bahwa dirinya tidak ingin egois dengan semua itu. Kecemasan, kekhawatiran, rasa cemburu juga perhatian Kyuhyun yang mulai terasa berkurang akhir – akhir ini terkadang membuat hati Yuri sedih juga kecewa namun ia selalu merasa kalau semua itu hanya perasaannya saja dan dia harus lebih memahami Kyuhyun yang lebih sibuk dengan karirnya di bandingkan dengannya.

~000~

Yuri menatap sebuah kalender yang terpajang di kamarnya, dia melihat sebuah tanggal yang sudah ia lingkari karena dia sudah memiliki janji di tanggal itu. Bahkan dia menolak semua jadwal di hari itu, dia meminta semua kegiatannya di cancel karena ada sesuatu yang sudah dia siapkan bersama orang yang sangat dia sayangi.

“ Yuwreee!!!! Saengil Chukae!!!! “, teriak para member SNSD yang masuk ke kamar Yuri membuat Yuri kaget dan langsung menoleh.

“ Saengil Chukahamnida… Saengil Chukahamnida…Saranghaeun uri Yuri. Saengil Chukahamnida… “, semua member SNSD bernyanyi sambil bertepuk tangan.

Yuri hanya tersenyum melihat para membernya yang kini membawa satu kue kecil yang dipasang satu lilin di atasnya. Mereka menyodorkan kue itu menyuruh Yuri untuk meniupnya.

“ Gomawo, Yeorobeun “, ucap Yuri senang sekaligus haru lalu meniup lilin yang berada di beberapa kue itu.

“ Semoga kau lebih baik dan sukses di masa depan “, ucap Taeyeon yang memeluk Yuri.

“ Semoga kau tetap sehat, Yul “, ucap Tiffany, dan yang lainnya juga bergantian memeluk Yuri.

“ Semoga kau bisa lebih terbuka tentang dirimu Yul, karena kami menyayangimu “, ucap Jessica sambil memeluk Yuri erat.

“ Gomawo, Sica “,

Yuri bersyukur memilik teman, sahabat sekaligus keluarganya itu. Namun ada yang kurang diruangan itu, Yuri tidak melihat sang maknae disana.

“ Dimana Seohyun? “, tanya Yuri.

“ Oh tadi dia bilang mau latihan untuk drama musikalnya, jadi dia menitipkan ucapan selamat ulang tahun padamu “, jawab Taeyeon membuat Yuri mengangguk.

Yuri pun melihat ponselnya dan mendapati sebuah pesan singkat yang muncul dilayarnya.

To My Pearl

Chagi, aku sepertinya akan terlambat karena latihan. Tidak apa – apa kan? Mianhae, tapi aku akan secepatnya kesana setelah semuanya selesai. Bye Chagi, Saengil chukae ??❤

From My Evil.

Yuri tersenyum lalu membalasnya, walaupun dia ingin Kyuhyun bersamanya saat ini juga tapi Yuri tahu pekerjaan adalah pekerjaan. Dia pun harus bersikap profesional.

Yuri menyiapkan sebuah makan malam romantis untuknya dan Kyuhyun, dia sudah menyiapkan wine dan 2 gelas kosong juga sebuah kue tart untuk mereka. Dia ingin ulang tahunnya kali ini hanya di rayakan berdua, para member yang lain sempat protes tapi mereka mencoba mengerti keinginan Yuri.

“ Semuanya sudah siap, tinggal menunggu kedatangan Kyuhyun “, gumam Yuri senang melihat semua sudah ia siapkan.

Yuri duduk di kursi sambil sesekali melihat jam yang melingkar ditangannya, waktu terus berjalan dan berlalu. Jarum jam masih berputar berulang – ulang, tak terasa Yuri pun tertidur di atas meja karena terlalu lama menunggu. Dia tidak sadar kalau dirinya sudah tertidur selama 3 jam. Yuri terbangun dengan kaget, dia melihat jam yang menunjukan hampir tengah malam namun belum ada tanda – tanda Kyuhyun yang datang ditempat rahasia mereka. Sebuah apartement yang di beli Kyuhyun khusus untuk pertemuan mereka karena terlalu beresiko jika mereka harus pergi ke tempat umum.

“ Aku ketiduran! “, seru Yuri yang langsung melihat jam tangannya.

“ Mengapa Kyuhyun belum datang? “, heran Yuri.

Yuri melihat ponselnya namun tidak ada kabar apapun dari Kyuhyun. Yuri mencoba menghubungi Kyuhyun namun ponsel Kyuhyun tidak aktif. Yuri panik tapi dia memutuskan untuk  menunggu beberapa lama lagi tetap saja tidak ada tanda – tanda Kyuhyun.

“ Kemana Kyuhyun? Apa dia lupa janjinya? “,

Tak berapa lama Yuri pun memakai mantelnya karena Desember sudah masuk musim dingin sehingga membuatnya harus lebih menjaga tubuhnya, setelah siap dia menyetop sebuah taxi dan masuk.

“ SM entertaiment “, ucapnya dan supir taxi itu langsung menjalankan taxinya menuju SM entertaiment.

~000~

Setelah menmpuh waktu beberapa menit, Yuri pun keluar dari mobilnya. Dia melihat gedung SM yang terlihat sudah mulai sepi tapi beberapa lampu ruangan masih menyala. Yuri masuk karena penasaran mengapa Kyuhyun belum juga datang. Seorang security menyapa Yuri karena memang sering melihatnya. Yuri hanya tersenyum membalas sapaan security itu. Yuri berjalan menyusuri setiap lorong SM menuju tempat latihan. Terlihat beberapa orang yang bersiap pulang karena hari sudah malam.

“ Apa ruangan itu sudah kosong? “, tanya seseorang.

“ Anio, Kyuhyun dan Seohyun masih di sana “, jawab temannya.

Hati Yuri mulai merasa tidak enak, apalagi mendengar Kyuhyun dan Seohyun hanya berdua di sebuah ruangan di malam seperti ini. Yuri menghirup nafasnya berkali – kali sambil melangkahkan kakinya.

“ Tenang Yul, mereka hanya latihan “, gumam Yuri menghibur diri.

“ Bukankah kau sudah pernah melakukannya Seohyun-ah?”, terdengar suara Kyuhyun membuat jantung Yuri semakin berdegup kencang.

“ Memang Oppa, tapi… “, jawab Seohyun.

“ Begini saja, tutup matamu biarkan aku yang melakukannya “, suruh Kyuhyun.

Semakin berat langkah Yuri melangkah namun kakinya terus saja bergerak menuju pintu yang terbuka sedikit. Yuri berhenti didepan pintu itu, dia mengarahkan matanya pada sepasang insan yang saling berhadapan dengan pria yang memegang kedua pipi chubby milik seorang gadis. Pria itu mendekatkan wajahnya pada sang gadis, dalam hitungan detik bibir mereka bertemu dan bertautan. Yuri menutup mulutnya melihat adegan itu, dia menyaksikan kekasihnya dan seorang yang sudah dianggapnya sebagai seorang adik berciuman dihadapannya. Ciuman itu terjadi beberapa saat kemudian Kyuhyun melepaskan bibirnya dari Seohyun.

“ Seperti itu “, ucap Kyuhyun menatap Seohyun sambil tersenyum.

Seohyun membuka matanya lalu menatap Kyuhyun yang kini menatapnya, dia merasakan sesuatu yang belum hilang dalam hatinya. Perasaan suka pada Kyuhyun yang sempat dia coba hapus karena Eonninya namun sekarang perasaan itu menyeruak kembali. Seohyun langsung memeluk leher Kyuhyun dan mencium Kyuhyun. Kyuhyun sempat kaget namun entah kenapa Kyuhyun membalas ciuman Seohyun, bahkan tangan Kyuhyun memeluk pinggang ramping Seohyun. Yuri semakin tidak kuasa melihat pemandangan itu, hatinya hancur seketika. Dadanya mulai merasakan sesak yang membuatnya sulit bernafas, dia ingin menahannya namun nafasnya tercekat dan air mata pun tak kuasa ditahannya. Yuri merasakan lemas dikakinya, dia hampir terjatuh jika tidak menopang pada dinding. Mendengar sesuatu Seohyun dan Kyuhyun sadar lalu melepaskan ciuman mereka dan melihat kearah pintu. Yuri langsung bersembunyi di balik tembok agar tidak terlihat. Kini Kyuhyun dan Seohyun saling bertatapan dan terlihat wajah Seohyun mulai merona merah, entah malu atau senang. Kyuhyun hanya tersenyum pada Seohyun karena menurutnya Seohyun terlihat lucu. Yuri segera beranjak dengan hatinya yang hancur, ciuman pertama mungkin latihan karena hanya sebentar tapi yang kedua tidak disangkanya dan lebih parahnya Kyuhyun membalas ciuman itu dan memeluk Seohyun. Yuri sulit bernafas, dia langsung berlari tanpa memperdulikan panggilan security yang terlihat cemas melihat keadaannya. Yuri menangis sambil terus berlari tidak tahu arah di tengah malam yang sangat dingin, air matanya terus mengalir tak terbendung lagi.

“ Mengapa sakit? Mengapa sesak? “, lirihnya disela – sela tangisannya.

“ Aku bahkan tidak tahu yang mana akting atau bukan. Jika didepan semua orang aku bisa menahannya tapi mereka hanya berdua dan…. “ gumam Yuri yang diakhiri oleh isakannya.

Yuri berjongkok di sebuah taman yang sepi, dia mulai meluapkan seluruh perasaan pedihnya. Dia menangis sejadi – jadinya, akhir – akhir ini hatinya memang selalu cemas karena hubungannya dengan Kyuhyun. Tapi dia membiarkannya dan berpikir kalau hal itu hanya perasaannya saja. Tapi sekarang dia merasa kalau dirinya tidak akan pernah bisa menjadi pilihan Kyuhyun.

“ Noona! “, seru seseorang membuat Yuri mengangkat kepalanya dan menoleh.

Kyuhyun bersiap – siap pulang setelah Seohyun pamit karena di jemput sang manager, dia membawa peralatannya menuju lobi. Kyuhyun melihat ponselnya yang mati atau sengaja dia matikan supaya tidak mengganggu latihan. Saat menyala dia melihat beberapa miscall dari nomor yang sama yaitu Yuri dan Kyuhyun baru ingat akan janjinya dengan Yuri.

“ Omo!!! Aku lupa! “, seru Kyuhyun yang langsung mencoba menghubungi Yuri namun tidak diangkat.

Saat Kyuhyun akan keluar, seorang security menghampirinya. Dia mendekati Kyuhyun membuat Kyuhyun berhenti.

“ Kyuhyun-ssi, tadi Yuri menjatuhkan ponselnya saat dia berlari. Bisakah kau mengembalikannya, aku tadi sempat memanggilnya tapi dia tidak mendengarnya “, ucap security membuat Kyuhyun kaget.

“ Mwo?!!! Yuri kesini?!!! “, kaget Kyuhyun.

“ Neh, sekitar setengah jam yang lalu “, jawab security itu.

“ Gomawo Ajushii, aku akan mengembalikannya “, ucap Kyuhyun terlihat terburu – buru, dia segera masuk ke mobilnya dan pergi menuju apartementnya.

“ Mengapa dia tidak masuk ke dalam ruangan? ”, gumam Kyuhyun. Setelah berpikir beberapa saat Kyuhyun menyadari sesuatu.

“ Shit! Dia pasti salah paham! “, umpat Kyuhyun semakin mempercepat laju mobilnya.

~000~

“ Noona! “,

Yuri menoleh pada seorang pria yang kini menghampirinya, dia pun sedikit demi sedikit melihat pria itu dengan jelas.

“ Luhan? “, gumam Yuri.

“ Apa yang kau lakukan malam – malam seperti ini disini? “, tanya Luhan namun dia terkaget melihat mata Yuri yang sembab dan merah, air mata pun masih mengalir dipipinya.

“ Noona waeyo? “, tanya Luhan kaget dan heran.

“ Bisakah aku memelukmu Luhan? Aku kedinginan “, pinta Yuri dengan suara parau, Luhan terkaget lalu mengangguk.

Yuri langsung membenamkan wajahnya didada Luhan. Luhan ragu untuk memeluknya namun melihat Yuri yang menangis lagi, Luhan pun melingkarkan tangannya ditubuh Yuri. Getaran dibibir Yuri yang menandakan dia kedinginan sekaligus tangis yang belum bisa dia hentikan. Luhan mengusap punggung Yuri lembut, memberikan kenyamanan agar hati Yuri menjadi lebih baik.

Brak!

Kyuhyun membuka pintu apartementnya dan mendapati apartementnya kosong, dia melihat sebuah meja yang sudah dihiasi dengan lilin dan terpampang jelas wine dan kue tart disana. Ada penyesalan dalam hatinya karena dia harus mematikan ponselnya, dia mulai cemas dan menghubungi semua member SNSD namun tidak ada satu pun yang tahu karena mereka mengira Yuri bersama Kyuhyun. Kyuhyun semakin panik lalu menjalankan mobilnya untuk mencari Yuri.

“ Igeo Noona! “, Luhan menyerahkan sekaleng minuman hangat untuk Yuri.

“ Gomawo, Luhan “, ucap Yuri dengan senyum tipisnya.

Keduanya duduk didepan sebuah supermaket yang buka 24 jam. Tidak ada suara dari keduanya, Luhan pun tidak kuasa bertanya apa yang terjadi. Namun keheningan itu membuatnya merasa  tidak nyaman.

“ Noona “, ucap Luhan yang membuka suaranya membuat Yuri menoleh dengan mata sayupnya.

“ Hmm “,

“ Saengil Chukae… bukankah sekarang hari ulang tahunmu? “, ucap Luhan dengan wajah cerianya.

“ Neh, memang sekarang ulang tahunku. Gomawo “, ucap Yuri

“ Hmm… apa kau tidak merayakannya dengan Kyuhyun hyung? “, tanya Luhan membuat senyuman tipis diwajah Yuri menghilang saat mendengar nama Kyuhyun.

“ Mianhae, Noona. Aku tidak bermaksud menyinggungmu “, sesal Luhan yang melihat reaksi Yuri.

“ Gwenchana, seharusnya memang kami sekarang bersama “, jawab Yuri, Luhan tidak mampu bertanya lagi. Dia tahu suasana hati Yuri yang kalut.

“ Gomawo, Luhan “, ucap Yuri saat dirinya sudah ada di gedung dormnya.

“ Neh, cheonma Noona. Aku senang bisa menemanimu “, jawab Luhan.

Yuri pun masuk ke dalam dormnya, terlihat wajah cemas terpancar dari semua member SNSD yang menunggunya diruang tengah.

“ Yuri!!! “, seru mereka semua menghampiri Yuri.

“ Kau kemana saja? Kami sangat cemas padamu “, tanya Sica yang terlihat sangat khawatir.

Yuri melihat kearah Seohyun yang menatapnya cemas, dia tidak marah pada Seohyun dia hanya sedang malas utuk bertemu Seohyun ataupun Kyuhyun.

“ Aku baik – baik saja. Mianhae, membuat kalian cemas. Aku lelah, aku duluan ya “, jawab Yuri dengan lemas lalu berjalan menuju kamarnya.

Tiba – tiba saja dia pingsan setelah berjalan beberapa langkah dari para member SNSD membuat semua membernya panik dan cemas. Mereka semua membawa Yuri kekamarnya karena tubuhnya panas dan demam tinggi.

Yuri membuka matanya saat merasakan cahaya yang masuk melalui jendela kamarnya, disamping dia merasakan seseorang yang tertidur  sambil memegang tangannya. Kyuhyun merasakan tangan Yuri bergerak, dia bangun lalu menatap Yuri yang kini memandanginya dengan wajah lemas.

“ Yuri-ah, gwenchana? “, tanya Kyuhyun dengan khawatir.

“ Hmmm “, sahut Yuri sambil menganggukkan kepalanya.

“ Kau kemana saja semalaman? Aku sangat cemas mencarimu kemana – mana, saat bertanya pada membermu mereka tidak ada yang tahu tentang keberadaanmu. Aku benar – benar tidak tahu lagi harus mencarimu kemana. Tapi untunglah saat mereka…. “, cerocos Kyuhyun namun Yuri segera menyelanya.

“ Kyu… “, Kyuhyun terdiam saat mendengar Yuri memanggilnya.

“ Neh?! “,

“ Mari kita akhiri hubungan ini… “, ucap Yuri membuat mata Kyuhyun terbelalak.

“ Mwo?!!! “,

“ Aku sangat bahagia setelah beberapa tahun ini menjadi kekasihmu, walaupun kita harus berhubungan secara diam – diam… “, Yuri tersenyum namun matanya terlihat berkaca – kaca.

“ Aku sangat bahagia. Mianhae…. “,

“ Apa yang kau bicarakan Yuri? Jika kau melihat kejadian semalam, itu semua tidak berarti apa – apa. Itu hanya latihan “, bela Kyuhyun.

Seohyun dan member yang lain mendengarnya di luar, karena saat mereka mendengar Kyuhyun memanggil nama Yuri mereka tahu Yuri sudah bangun. Seohyun merasa bersalah karena semalam dia tidak bisa mengendalikan perasaannya pada Kyuhyun, walaupun hatinya merasa kecewa saat Kyuhyun mengatakan semua itu hanya latihan.

“ Anio, bukan itu “, sangkal Yuri.

“ Lalu wae?! Kau tahu aku tidak bisa hidup tanpamu Yul. Kau tahu aku hanya mencintaimu? Bagaimana kau bisa mengatakan untuk mengakhiri semuanya? Jika kau ingin hubungan kita di ketahui oleh media atau management, aku bisa mengakuinya pada mereka “, tutur Kyuhyun.

Yuri pun memasang senyuman di wajahnya saat Kyuhyun menunggu reaksi Yuri, Yuri menghela nafasnya sebelum bicara lagi.

“ Kau tidak perlu melakukan hal itu. Aku sudah memikirkannya semalaman dan kurasa perpisahan adalah jalan terbaik yang harus kita ambil “,

“ Tidak ada perpisahan yang baik! Aku tidak mau mengakhiri hubungan kita. Yul, please jangan pernah mengatakan itu lagi “, mohon Kyuhyun.

Yuri pun bangun lalu berdiri sejajar dengan Kyuhyun, dia memegang kedua pipi Kyuhyun lalu mencium bibirnya Kyuhyun lembut. Hanya beberapa detik saja dan Kyuhyun pun tidak sempat membalasnya.

“ Mianhae, aku tidak pernah bisa menjadi kekasih yang baik untukmu. Sekarang kau bebas berhubungan dengan siapapun, aku tidak akan keberatan“, ucap Yuri yang langsung berbalik membelakangi Kyuhyun.

Air matanya turun dengan mulusnya, Yuri memang tidak ingin semuanya berakhir tapi dia juga sudah lelah dengan semuanya. Apalagi harus cemburu dengan seseorang yang sudah di anggapnya sebagai adik. Yuri tahu perasaan Seohyun pada Kyuhyun, dia tidak ingin dongsaengnya itu semakin menderita karenanya.

“ Yuri-ah, ku mohon… pikirkan lagi tentang hubungan kita “, gumam Kyuhyun sambil memeluk Yuri dari belakang, dia pun tidak kuasa menahan air matanya karena harus berpisah dengan gadis yang sangat dia cintai.

“ Mianhae…. “, lirih Yuri yang masih memegang teguh keputusannya.

Kyuhyun semakin merasa sakit dan hancur, dia bahkan mempererat pelukannya pada Yuri dan mencium bagian belakang kepala Yuri.

~000~

Sesakit apapun hatinya ini, semenderita apapun hidup Yuri kini. Dia tidak merubah keputusannya, bahkan Kyuhyun sudah mengatakan tidak akan melepaskannya kalau pun sekarang hubungan mereka harus berakhir dan Kyuhyun percaya bahwa perasaan Yuri padanya tidak berubah. Dia berjanji akan terus berusaha meyakinkan Yuri bahwa dirinya selalu mengharapkan Yuri kembali dengannya.

“ Hey! Ladies! Sedang apa sendirian di sini? “, tanya seorang pria membuat gadis yang sedang duduk memandangi sungai Han menoleh.

Gadis itu tersenyum melihat seorang pria dengan wajah ceria menghampirinya.

“ Bagaimana kabar gadisku ini? “, tanya pria itu sambil duduk disamping gadis itu.

“ Hentikan Fishy Oppa! “, ucap gadis itu sambil tertawa.

“ Aish! Kau tidak meridukan Oppa no 1 mu ini Yul? “, cibir pria itu yang ternyata adalah Donghae.

“ Tentu saja aku merindukan Oppaku ini “, jawab Yuri sambil memeluk Donghae.

“ Saengil Chukae Pearl, Mianhae aku baru sempat mengucapkannya “,

“ Gwenchana Oppa, apa mana hadiahku sekarang? “, pinta Yuri.

“ Hmm… aku akan memberikanmu kupon untuk menjadi kekasihku selama sehari.. eh… anio, seminggu “, jawab Donghae membuat Yuri mencibirnya.

“ Aish! Itu sih maumu saja Oppa “,

“ Aku sudah mendengarnya tentang hubunganmu dengan Kyuhyun “, ucap Donghae membuat senyuman Yuri memudar, tak lama Yuri pun tersenyum getir.

“ Aku tahu ini sulit, tapi aku akan selalu ada disampingmu Yul “, ucap Donghae membuat Yuri tersenyum.

“ Hmmm “, sahut Yuri yang membuat Donghae langsung mengusap rambutnya perlahan.

“ Kalau begitu Kajja! Kita jalan – jalan. Kau bebas melakukan apapun karena kau masih memiliki kuponku “, ajak Donghae sambil berdiri semangat.

“ Neh, Kajja “, jawab Yuri yang berdiri lalu menggandeng tangan Donghae meninggalkan tempat itu.

“ Mengapa harus seperti ini, Yuri? “, lirih Kyuhyun dibalik kaca mata hitamnya yang kini memperhatikan Yuri dan Donghae yang berjalan bersama.

“ Aku tidak akan pernah melepaskanmu, My pearl. Tidak akan pernah “, gumam Kyuhyun sebelum menjalankan mobilnya untuk meninggalkan tempat dimana dia mengikuti Yuri dan kembali menuju jadwal pekerjaan yang menunggunya.

The End

Aduh Mianhae, ceritanya nyampruk gini. Wajar sih soalnya ngedadak ngejar deadline ultahnya Yuri. Moga readers suka dengan jalan ceritanya dan gak bingung -_- Btw Happy Birthday Kwon Yuri, My Only Bias girl. Semoga tahun selanjutnya punya moment ma Bang Kyu, Bang Fishy atau Luhan juga *ngarep

Gomawo ^_^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

57 thoughts on “[Special Yuri Birthday] Not All Story

  1. Sedih,ultah malah d suguhin pemandangan kya gtu,
    lgian kyu hyun jga jahat kenapa mbales ciuman seohyun,wlau ahrnya blang cma latian tetep aja..beda kalo ada acara mbales nd nikmatin..

    kenapa gak ma luhan si?

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s