Posted in Angst, Romance, Sad

Vengeance

Vengeance

Vengeance

Present by

 Lee Midah

Cast

Lee Donghae || Kwon Yuri || Jung Jessica || Im Yoona

R + 17 || Lenght  Oneshoot || Genre Angst Sad Love, Revenge

Disclaimer

 Cerita Pure milik sendiri, Castnya pinjam sebentar.  Cast milik diri mereka sendiri & God. Jika terdapat kesamaan alur cerita dan penokohan adalah suatu tindak ketidaksengajaan.

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

“ Oppa, bagaimana gaun yang ini? “, tanya seorang gadis yang sedang mencoba sebuah gaun cantik berwarna peach.

“ Bagus “, jawab pria itu tanpa melihat pada sang gadis karena sedang fokus pada ponselnya.

“ Jinjja?! “, tanya gadis itu yang langsung menoleh namun senyumnya menghilang saat melihat sang pria tersenyum sambil menatap ponselnya.

“ Yak! Oppa! Apa kau tidak memperhatikanku eoh?! “, kesal gadis itu.

“ Sica-ya, tanpa melihatmu aku sudah tahu kalau kau itu pantas dengan semua yang kau pakai “, jawab pria itu dengan tenangnya.

“ Tapi Oppa, gaun ini untuk pertunangan kita minggu depan. Kau tahu hari itu sangat penting? “, tanya  Jessica yang masih memperlihatkan raut wajah kesalnya.

“ Aku yakin kau akan sangat cantik di pertunangan kita, sekarang aku tidak bisa mengantarmu pulang. Kau pulang dengan supir ya “, pamit pria itu yang langsung berlalu begitu saja.

“ Yak! Oppa! “, seru  Jessica namun pria itu sudah berlalu.

“ Aish! Dia selalu seperti itu! “, kesal  Jessica sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

====0000====

“ Yo! Donghae, disini! “, seru seorang pria melihat pria yang dipanggil Donghae memasuki sebuah club.

“ Kemana saja kau ini baru datang? “, tanya pria lainnya saat Donghae mulai duduk di tempat mereka.

“ Biasa, aku harus menemani  Jessica. Kau tahu kan dia sangat cerewet sekali jika aku tidak mau menemaninya “, jawab Donghae.

“ Apa kau sudah yakin kalau kau akan bertunangan dengannya? Dia gadis yang sangat protektif sekali walaupun dia sangat cantik dan sexy “, ucap pria berambut pirang.

“ Kau tahu Hyukie, Donghae tidak bisa menolak keinginan orang tuanya untuk membatalkan pertunangan mereka. Lagian dia akan menikah dengan gadis yang cantik seperti Jesssica, sudah pasti dia tidak akan menolaknya “, ucap pria yang memiliki lesung pipit.

“ Sayang sekali, untung aku dan Leeteuk masih single jadi kami masih bisa mencari gadis lain “, ucap pria yang dipanggil Hyukie dan  bernama lengkap Lee Eunhyuk.

“ Pertunanganku masih seminggu lagi, jadi malam ini sampai minggu depan aku masih bisa bersenang – senang dengan gadis manapun “, jawab Donghae sambil tersenyum penuh arti.

“ Jika saja  Jessica melihatmu, dia pasti sudah murka “, cibir Leeteuk namun Donghae hanya mengangkat bahunya tidak peduli.

Saat itu juga datanglah seorang gadis cantik dengan gaun hitam elegant yang melekat ditubuhnya. Semua mata para pria dibuat tidak berkedip. Rambutnya yang panjang dibuat bergelombang memberikan kesan sexy pada gadis itu. Gadis itu hanya memasang smirknya melihat reaksi para pria yang menatapnya seperti ingin menerkamnya.

“ Guys! Lihat! “, seru Eunhyuk karena matanya menangkap sosok gadis yang terlihat sangat bersinar di club itu.

Mata Leeteuk dan Donghae langsung mengarah kearah pandangan Eunhyuk yang masih menganga. Donghae dan Leeteuk pun tidak bisa berkata – kata. Mata mereka seakan terkunci oleh seorang gadis yang duduk didepan seorang bartender.

“ Vodka “, pinta gadis itu sang bartender pun terpaku pada gadis didepannya sampai sang gadis menyadarkannya.

“ Apa kau akan terus menatapku seperti itu atau kau akan membuatkan satu vodka untukku? “, tanya gadis itu membuat bartender itu merasa malu.

“ Sepertinya hari ini keburuntunganku “, ucap Eunhyuk yang hendak berdiri.

“ Anio, dia pasti akan menjadi pasanganku malam ini “, timpal Leeteuk.

“ Kalian tidak usah bermimpi, dia pasti akan menjadi milikku “, ucap Donghae yang langsung berdiri dan berjalan menghampiri gadis itu membuat Eunhyuk dan Leeteuk saling memandang.

“ Hey! “, sapa Donghae menghampiri gadis itu.

“ Kau sendirian? Apa mau kutemani? “, tanya Donghae sambil duduk disamping gadis itu.

Gadia itu menoleh pada Donghae dan langsung menatap Donghae dari atas sampai bawah.

“ Sepertinya kau orang baru  disini? karena ini pertama kalinya aku melihatmu “, tebak Donghae membuat gadis itu tersenyum meremehkan.

“ Apa kau sering basa – basi seperti itu pada semua gadis yang kau lihat? “, tanya gadis itu.

“ Mungkin, tapi tidak semua gadis bisa menarik perhatianku “, jawab Donghae membuat gadis itu terkekeh.

“ Jinjja? “,

“ Tentu saja dan kau salah satu gadis yang menarik perhatianku “, ujar Donghae.

“ Sayangnya, aku tidak tertarik denganmu “, gadis itu meneguk vodkanya kemudian beranjak menuju lantai dance.

Donghae tersenyum tidak percaya kalau baru saja dia ditolak, karena Donghae tidak suka penolakkan apalagi dengan gadis yang menarik perhatiannya.

“ Sungguh menarik “, gumamnya sambil tersenyum menyeringai.

“ Donghae-a, apa kau ditolak? “ tanya Leeteuk yang menghampiri Donghae yang masih duduk ditempatnya.

“ Tidak ada yang bisa menolak pesona Lee Donghae, kalian lihat saja nanti “, ucap Donghae meneguk minumannya lalu mendekati gadis itu dan ikut menari menyingkirkan semua pria yang mengelilingi gadis itu.

Gadis itu menyadari keberadaan Donghae namun dia terlihat  tidak terganggu, justru dia malah semakin menggoda Donghae dengan menari sambil bersentuhan dengan Donghae. Donghae mulai tersenyum dan mengikuti semua gerakan gadis itu, bahkan Donghae tak segan – segan untuk menggerakan tangannya ditubuh gadis itu.

Dia semakin membuatku penasaran “, batin Donghae.

“ Siapa namamu? “, tanya Donghae sambil berbisik ditelinga gadis itu.

“ Apa nama itu sangat penting? “, balas gadis itu semakin membuat senyum Donghae mengembang.

“ Sepertinya aku harus ke toilet dulu “, pamit gadis itu meninggalkan Donghae yang masih menari.

Ketika gadis itu berjalan untuk masuk ke toilet, dia merasakan seseorang mendorong dan menyudutkannya ke dinding, membuat gadis itu kaget.

“ Kau?! “,

“ Apa itu isyarat jika kau ingin aku mengikutimu? “, tanya orang yang mendorong gadis itu yang ternyata adalah Donghae.

“ Apa maksudmu? “, tanya gadis itu.

“ Jangan berpura – pura tidak tahu “, ucap Donghae yang mulai mendekatkan wajahnya pada gadis itu  dan hendak menciumnya namun tangan sang gadis menghalangi bibirnya sehingga Donghae hanya mencium telapak tangannya.

“ Aku tidak suka melakukan sesuatu dengan orang asing “, ucap gadis itu meninggalkan Donghae yang masih berdiri didalam toilet, Donghae hanya tersenyum tidak percaya dengan sikap gadis yang kini membuatnya sangat penasaran.

“ Apa yang kau lakukan disini? Ini toilet wanita “, tanya seorang gadis membuat Donghae sadar lalu keluar dari toilet itu.

“ Aish! Sedikit lagi. Rupanya gadis ini benar – benar membuatku penasaran “, gumam Donghae yang kembali menghampiri Eunhyuk dan Leeteuk.

“ Bagaimana? Apa kau mendapatkannya? “, tanya Eunhyuk penasaran.

“ Gadis ini termasuk gadis yang sulit, tapi aku pasti bisa mendapatkannya “, ucap Donghae yakin.

“ Dia pikir gampang untuk menakhlukanku? Aku tidak akan mudah jatuh Lee Donghae “, gumam seorang gadis menampilkan seringaian licik diwajahnya.

====0000====

“ Tuan Lee, Noona Jung sudah menunggu anda di restoran “, ujar sekertaris Donghae yang masuk ke ruangan Donghae.

“ Neh, apa tamu penting dari Thailand sudah datang? “, tanya Donghae.

“ Mungkin siang ini, Tuan “,

“ Geurae, kembalilah bekerja “, suruh Donghae yang merupakan seorang Direktur dari Hotel ternama di Korea Selatan.

Donghae pun keluar dari ruangannya untuk menghampiri Jessica, calon tunangannya. Walaupun Donghae tidak menerima sepenuhnya pertunangan itu tapi memiliki tunangan seperti Jessica  merupakan impian setiap pria. Jessica, gadis cantik berambut blonde itu dibesarkan di California, namun karena dia dijodohkan dengan Donghae oleh orang tuanya sehingga dia harus kembali ke Korea. Saat Donghae melewati lobi, dia menangkap sosok yang sepertinya familiar dengannya. Gadis yang memakai kaos dan celana pendek itu mengucir rambutnya lalu memakai kaca mata hitam dan headset yang terpasang ditelinganya seperti selesai melakukan olah raga pagi.

“ Bukankah dia gadis yang semalam? “, tebak Donghae.

Donghae menghampiri reseptionis di lobi, karena penasaran mengapa gadis itu berada di Hotelnya.

“ Selamat pagi Tuan Lee, ada yang bisa saya bantu? “, tanya reseptionis.

“ Kau lihat gadis yang baru saja pulang berolahraga kan? Apa dia tamu disini? “, tanya Donghae.

“ Maksud anda, gadis yang menginap dikamar 1017 itu? “, tanya reseptionis dan Donghae mengangguk.

“ Tamu itu bernama lengkap Kwon Yuri yang menginap untuk seminggu kedepan. Apa anda mengenalnya? “, tanya reseptionis.

“ Anio, terima kasih “, jawab Donghae sambil tersenyum.

“ Kwon Yuri? Sepertinya takdir kita belum selesai “, gumam Donghae.

Tok! Tok! Tok!

Sebuah pintu diketuk. Seorang gadis yang baru keluar dari kamar mandinya menatap pintu kamarnya. Wajahnya menampakkan raut keheranan karena dia merasa tidak memiliki tamu. Dia pun memutuskan menghampiri pintu dan membukanya.

“ Anyeong! “, sapa Donghae saat pintu kamar itu terbuka.

“ Kau?! Apa yang kau lakukan disini?! “, tanya gadis itu melihat Donghae berdiri dihadapannya.

Donghae menatap gadis itu dari atas kepala sampai ujung kakinya. Walau hanya memakai kimono namun keseksian yang terpancar di dalam diri gadis itu membuat Donghae penasaran.

“ Bukankah ini takdir? Semalam kita bertemu di club dan sekarang aku tahu bahwa kau menginap di hotelku “, ucap Donghae tanpa permisi yang langsung masuk ke kamar gadis yang semalam dia temui dan gadis itu bernama Kwon Yuri.

“ Mwo?! Kau pemilik Hotel ini?! “,

“ Neh, bukankah kita berjodoh? Kwon Yuri-ssi…“, tanya Donghae.

“  Darimana kau tahu namaku? “, tanya Yuri namun dia berpikir sejenak, bagaimana mungkin Donghae tidak tahu karena Hotel yang dia tempati adalah miliknya.

“ Geurae, Tuan pemilik Hotel. Jika anda tidak memiliki urusan lain, silahkan anda keluar karena aku ingin berganti pakaianku “, usir Yuri namun Donghae tersenyum menanggapinya.

“ Donghae, panggil aku Donghae “, ucap Donghae sebelum beranjak keluar dari kamarnya.

“ Ini bukan kebetulan semata kan? “, ucap Donghae sambil mengedipkan matanya sebelum menutup pintu kamar Yuri, Yuri hanya mendesah sambil masuk kembali ke kamar mandinya.

“ Kau kemana saja, Oppa? “, tanya Jessica kesal melihat Donghae yang baru muncul.

“ Ada yang harus aku urus dulu. Mianhae “, jawab Donghae memasang senyum terbaiknya, Jessica yang sempat kesal langsung luluh kembali karena baginya Donghae adalah hidupnya, karena Jessica sudah tergila – gila oleh pesona Donghae.

Semakin hari Donghae selalu mencoba lebih dekat dengan Yuri, bahkan dia selalu mengirim bunga, mengajak Yuri makan malam dan mengantar Yuri untuk belanja. Semakin Yuri menampakkan sikap dinginnya, Donghae selalu tertantang untuk lebih dekat dengannya.

“ Aku baru bertemu dengan gadis yang sulit sepertimu, Yuri “, ucap Donghae saat dirinya duduk di kursi besar yang berada di kamar Yuri.

“ Jinjja? Memangnya butuh berapa lama kau menakhlukan seorang gadis? “, tanya Yuri sambil menyesap moccacino di cangkirnya.

“ Semenit “, jawab Donghae.

“ Dan kau satu – satunya gadis yang tidak terpengaruh oleh pesonaku selama beberapa hari ini “, jujur Donghae.

“ Apa dengan berkata jujur seperti itu kau bisa membuatku luluh? “, tanya Yuri.

“ Anio, karena aku tahu kau bukan gadis biasa “, jawab Donghae membuat Yuri tertawa.

“ Kau benar – benar perayu yang hebat, Lee Donghae “,

“ Kuanggap itu pujian “,

Keduanya tertawa, tanpa Yuri sadari kalau dirinya dan Donghae semakin dekat sampai Donghae menyentuh dagu Yuri lalu menyapunya lembut. Donghae tidak tahu ada dorongan darimana yang membuatnya lebih berani padahal selama proses pendekatannya dengan Yuri, Donghae selalu menahan dirinya namun berbeda kali ini. Bahkan yang membuatnya senang adalah Yuri tidak menolaknya, bahkan Yuri membalas ciumannya dan memeluk leher Donghae untuk merasakan semakin dalam tautan bibir mereka. Donghae menarik tubuh Yuri untuk duduk dipangkuannya, ciuman itu semakin lama semakin membuat tubuh keduanya panas. Tangan Donghae pun tidak tinggal diam. Meraba tubuh gadis yang selalu mengganggu pikirannya walaupun dia sedang bersama Jessica, bahkan saat Donghae bermesraan dengan Jessica pun pikirannya dipenuhi oleh Yuri. Donghae membaringkan Yuri di sofanya kemudian dia berada diatas Yuri.

“ Kau pasti sangat tersiksa selama ini kan? “, tanya Yuri disela – sela ciuman mereka.

Donghae hanya tersenyum lalu menciumnya lagi, Donghae membuka resleting baju Yuri dan menurunkan sedikit demi sedikit. Tautan bibir mereka tidak lepas karena suasana kamar itu sudah terpengaruh oleh nafsu birahi mereka. Rasa ingin saling memiliki dan memuaskan pun tak luput dari perasaan mereka namun tiba – tiba

Brakkk!!!

“ Oppa!!! “, seru seorang gadis membuat kegiatan keduanya terhenti, terlihat wajah cantik seorang gadis blonde dengan raut kecewa dan terkhianati.

“ Je… Jessica?! “, kaget Donghae mendapati calon tunangannya berdiri didepan pintu menyaksikan pria yang di cintainya dalam posisi diatas tubuh gadis lain yang pakaiannya sedikit terbuka.

“ Kau jahat, Oppa! “,

“ Kau wanita Jxxxxg! Menyinglkir dari Calon tunanganku! “, suruh Jessica dengan wajah marah sambil mendekati Yuri yang membereskan pakaiannya.

“ Kau berani – beraninya menggoda Donghae Oppa! “, ucap Jessica yang hendak menampar Yuri namun Donghae menghalanginya sehingga Donghae yang terkena tamparan.

Plakkk!!!

“ Oppa?!!! “, kaget Jessica karena Donghae membela Yuri.

“ Sepertinya aku harus pergi, kalian urus saja masalah kalian “, ucap Yuri dingin lalu mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya meninggalkan Donghae dan Jessica.

“ Yak! Kau mau kemana?!!! “, teriak Jessica.

“ Sudahlah Sicca-a, biarkan dia pergi “,

“ Oppa, bagaimana kau melakukan ini padaku?! Kau tahu aku sangat mencintaimu?! Kau tahu aku sudah menyerahkan diriku padamu. Tapi wae Oppa? Wae? “, Jessica menangis sambil menatap wajah Donghae yang terlihat bersalah dan memukul – mukul dada Donghae.

“ Mianhae… “, lirih Donghae.

“ Mengapa kau jahat, Oppa? mengapa?! “, tanya Jessica terjatuh sambil menangis.

Donghae tidak bisa berkata apa – apa lagi karena dia memang bersalah telah melukai hati Jessica tapi sekarang dia sadar kalau dia benar – benar mencintai Yuri dengan sepenuh hatinya. Hari – hari yang dia lalui saat mendekati Yuri dan mencairkan hati Yuri yang sekeras baja membuatnya tahu bahwa perasaannya pada Yuri adalah cinta.

“ Aku bersalah padamu, Sicca-a. Tanpa sadar aku mulai mencintainya “, lirih Donghae menatap Jessica yang masih menangis tersedu – sedu.

====0000====

Setelah hari itu, Jessica meminta orang tuanya untuk membatalkan perjodohannya dengan Donghae. Dengan hati yang terluka, Jessica berniat mengubur kenangan pahitnya bersama Donghae dan kembali ke California. Donghae yang sudah menerima keputusan Jessica mencoba mencari Yuri namun Yuri menghilang bagaikan ditelan bumi. Bahkan Donghae tidak tahu kalau Yuri sudah tidak menginap di Hotelnya lagi.

“ Mengapa dia tidak memberi kabar padaku? “, ucap Donghae.

“ Apa kau sudah mencarinya ketempat biasa dia pergi? “, tanya Eunhyuk.

“ Aku sudah mencobanya, namun hasilnya nihil “, jawab Donghae lemas.

“ Lalu alamat rumahnya? Atau teman – temannya? “, tanya Leeteuk dan Donghae menggelengkan kepalanya tanda tidak ada hasil.

“ Sabarlah Hae-a, jika kalian berjodoh. Takdir pasti akan mempertemukan kalian lagi “, ucap Leeteuk menepuk pundak Donghae.

“ Semoga saja “, balas Donghae.

Donghae mengendarai mobilnya untuk kembali ke Hotelnya namun dijalan dia melihat Yuri yang sedang menunggu taxi. Donghae pun langsung memutar balik mobilnya untuk menghampiri Yuri. Yuri melihat sebuah mobil berhenti didepannya dengan wajah heran karena dia merasa familiar dengan mobil itu. Donghae keluar dari mobilnya membuat Yuri kaget dan hendak pergi namun Donghae segera mengejarnya dan menahan tangannya.

“ Yuri! Tunggu! “, seru Donghae.

“ Aku tidak memiliki urusan apa – apa lagi denganmu. Lepaskan aku! “, pinta Yuri namun tangan Donghae mencengkram erat tangan Yuri.

“ Mwo?! “,

 “ Neh, kita tidak memiliki urusan apapun lagi. Sekarang lepaskan aku! “, Yuri mencoba melepaskan tangannya namun Donghae tidak membiarkannya.

Donghae menarik tangan Yuri untuk mengikutinya masuk ke dalam mobilnya, awalnya Yuri menolak namun Donghae terus memaksanya sampai Yuri tidak bisa melawannya.

“ Kau mau membawaku kemana? “, tanya Yuri namun Donghae mengacuhkannya, dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Bagaimana ini? Mengapa aku harus bertemu dengannya? “, batin Yuri cemas melihat raut wajah Donghae sekarang.

Donghae berhenti disebuah pantai lalu menarik Yuri paksa untuk turun dari mobilnya. Yuri tidak tahu apa yang akan dilakukan Donghae setelah apa yang dia lakukan pada Donghae. Donghae manatap tajam Yuri yang kini terlihat salah tingkah, namun Yuri tetap memasang wajah angkuhnya. Tiba – tiba saja Donghae memeluk Yuri erat membuat Yuri kaget.

“ Aku merindukanmu, Yuri “, ucap Donghae.

“ Kau kemana saja Eoh? Kupikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi “, tambahnya membuat Yuri terdiam.

“ Kau tahu aku sangat tersiksa saat tahu kau tidak menginap lagi do Hotelku. Aku sudah mencarimu kesemua tempat namun aku tidak menemukanmu “,

“ Lepaskan Donghae “, pinta Yuri.

“ Yuri, aku ingin kau bersamaku. Kau mau kan? “, pinta Donghae dengan wajah penuh harap.

Yuri menatap mata Donghae yang terlihat bersungguh – sungguh, tatapan matanya berbeda saat pertama kali mereka bertemu.

“ Aku tidak bisa “, jawab Yuri.

“ Mwo?! “,

“ Neh, aku tidak mau bersama denganmu. Kau dengar kan? “, ulang Yuri membuat senyum Donghae menghilang.

“ Apa kau masih ragu dengan perasaanku? Aku tahu aku playboy tapi saat mengenalmu aku tahu perasaanku padamu berbeda “, ujar Donghae.

“ Tapi aku tidak mencintaimu, apa kau tahu mengapa aku bisa ke klub? Apa kau tahu mengapa aku memilih menginap di Hotelmu? “, tanya Yuri membuat Donghae menatapnya bingung.

“ Aku sudah merencanakan itu semua, bahkan aku yang menghubungi tunanganmu untuk pergi ke kamarku “, Yuri mengakui semuanya.

“ Neh?! “, Donghae masih tidak mengerti.

“ Kau pasti tidak percaya kan? Sekarang kau sudah mengetahui kejujurannya, apa kau masih ingin bersamaku? “, tanya Yuri sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“ Aku tidak mengerti “, ucap Donghae.

“ Dengarkan aku Donghae, aku sengaja membuatmu penasaran padaku setelah kau masuk perangkapku aku menghancurkan hubunganmu dengan tunanganmu. Apa kau belum mengerti juga? “, tanya Yuri.

“ Mengapa? “, tanya Donghae.

“ Karena kau harus merasakan perasaan dicampakkan dan ditinggalkan begitu saja oleh orang yang kau cintai “, jawab Yuri.

“ Ditinggalkan oleh orang yang aku cintai? “,

“ Neh, kau merasakannya kan setelah tunanganmu meninggalkanmu? “, jawab Yuri dengan senyum meremehkan.

“ Kau salah, Yuri. aku tidak merasa sakit hati karena Jessica meninggalkanku. Yang membuatku merasa sakit adalah saat kau tidak memberiku kabar “, tutur Donghae membuat Yuri terdiam.

“ Kau tahu, setelah kau pergi aku baru mengetahui bahwa aku mencintaimu Yuri “,

Yuri merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan Donghae, dia menguatkan hatinya untuk tidak luluh oleh ucapan playboy seperti Donghae.

Bagaimana mungkin ini terjadi? “, batin Yuri yang ternyata salah mengira.

“ Cinta? Sejak kapan kau mengerti artinya cinta?! “, tanya Yuri sambil tersenyum getir.

“ Pria yang hanya bisa mempermainkan hati seorang gadis dan mencampakkannya begitu saja saat dia bosan, apa pria itu bisa mengetahui arti cinta? “, ucap Yuri.

“ Apa maksudmu? “, tanya Donghae tidak mengerti.

“ Yoona, Im Yoona. Apa kau mengenal nama itu? “, tanya Yuri.

“ Yoona? “, Donghae mencoba mengingat nama yang terasa familiar ditelinganya.

====0000====

3 tahun yang lalu.

“ Sunbae, mengapa kau ingin menemuiku sekarang? “,tanya seorang gadis cantik yang sangat polos.

“ Yoona, ada yang ingin aku katakan padamu. Mari kita putus “, ucap pria yang dipanggil Sunbae.

“ Neh?! “,

“ Aku rasa aku tidak cocok lagi menjadi kekasihmu. Kau terlalu baik untukku dan kau juga terlalu polos. Aku sangat menyukai gadis – gadis yang agresif sedangkan kau untuk ciuman saja kau terlihat takut. Kurasa kau lebih baik mencari pria lain “, tutur Pria itu jujur tanpa memikirkan perasaan Yoona.

“ Tapi Donghae Sunbae, aku sangat mencintaimu. Aku rela berubah untukmu. Jebal, jangan putuskan aku “, mohon Yoona namun Donghae terlihat tidak lagi tertarik pada Yoona.

“ Donghae, sedang apa kau disini? Yang lain sudah menunggu “, ajak seorang gadis menggandeng tangan Donghae sambil menatap Yoona yang menangis.

“ Sebentar lagi, Sunye-ah. Yoona, ku yakin kau akan mendapat pria lebih baik dariku. Jangan menangis lagi, Bye “, ucap Donghae  sambil menghapus air mata Yoona lalu meninggalkan Yoona yang masih menangis tersedu – sedu.

Yoona mengalami depresi karena hubungannya dan Donghae berakhir, Donghae adalah cinta pertama Yoona dan Yoona mencintai Donghae dengan sepenuh hati makanya Yoona sangat terpukul dengan permintaan Donghae. Yoona memutuskan memotong urat nadinya karena terlalu sedih. Dia pun sempat kritis selama beberapa hari dan akhirnya meninggal. Yuri yang baru pulang dari Swiss, datang untuk menemui sepupunya langsung mendapat kabar duka karena sepupunya telah meninggal dunia. Yuri merasa dihujam ribuan pisau karena sepupu yang sudah dianggapnya sebagai kembarannya harus berakhir karena seorang pria playboy. Yuri mencari tahu tentang masa lalu Yoona sampai akhirnya dia menemukan bahwa Donghae adalah kekasih Yoona yang memutuskannya begitu saja. Yuri bersumpah untuk melakukan balas dendam pada orang yang bertanggung jawab atas kematian sepupu tercintanya itu.

====0000====

“ Apa kau ingat sekarang? “, tanya Yuri yang kini berada didepan foto seorang gadis yang tersenyum bahagia dengan polosnya.

“ Apa kau tahu perasaan Yoona saat kau memutuskannya? “, tanya Yuri dengan matanya yang mulai berkaca – kaca.

“ Aku tidak tahu semuanya akan menjadi seperti ini, kupikir dia akan mencari pria lain lagi “, sesal Donghae menatap nisan Yoona.

“ Pikiran seorang wanita berbeda dengan pikiran seorang pria. Kau sangat jahat dan egois. Bagaimana bisa kau melakukan itu padanya padahal dia sangat tulus padamu “, ucap Yuri.

“ Yoona-a, mianhae. Aku tidak tahu kalau semua yang aku lakukan membuatmu pergi seperti ini. Aku tahu ini sangat terlambat, tapi aku benar – benar menyesal… Yoona, aku benar – benar menyesal “, Donghae terlihat sangat menyesal sampai Yuri meneteskan air matanya.

Yuri memutuskan untuk meninggalkan Donghae dan dia berniat untuk kembali ke Swiss dimana orang tuanya berada. Donghae menyadari Yuri sudah pergi, dia segara beranjak untuk mengejar Yuri namun Yuri sudah naik taxi. Dengan cepat Donghae pun mengejar taxi yang ditumpangi Yuri sampai taxi itu berhenti di Airport. Yuri turun dan berjalan tergesa – gesa masuk ke dalam bandara.

“ Apa dia mau pergi? “, gumam Donghae.

Donghae pun mencoba mengejar Yuri, dia melihat sekelilingnya sampai dia melihat Yuri di loket. Donghae berlari dan langsung menarik Yuri menuju keluar bandara membuat Yuri kaget.

“ Yak! Apa yang kau lakukan?! “, tanya Yuri mencoba melepaskan tangannya.

“ Kau tidak boleh pergi! “, ucap Donghae.

“ Wae?! Tidak ada alasan lagi bagiku untuk ada disini “, ucap Yuri.

“ Ada. Aku! “, ucap Donghae lalu menarik Yuri dan menciumnya didepan umum membuat semua para pengunjung juga petugas bandara kaget melihat aksi mereka.

Yuri hanya diam mematung saat Donghae terus melumat bibirnya tanpa ampun, dia bahkan tidak bergerak sedikit pun atau berusaha menolaknya. Yuri tidak memungkiri hatinya yang juga memiliki perasaan pada Donghae namun bayangan Yoona selalu muncul di pikirannya. Yuri langsung mendorong tubuh Donghae membuat ciumannya terlepas.

“ Aku harus pergi! “, ucap Yuri berbalik dan hendak berjalan namun sebuah pasang tangan melingkar ditubuhnya membuatnya terhenti.

“ Aku tahu kau membenciku, tapi ku mohon jangan pergi. Aku mencintaimu, Yuri “, ucap Donghae.

“ Mianhae Donghae, aku belum bisa menghapus bayangan Yoona di pikiran dan hatiku. Melihatmu seperti melihatnya yang sangat menderita. Aku tidak bisa memikirkan kebahagianku sendiri jika bayangan Yoona masih melekat di kepalaku “, jawab Yuri yang tidak kuasa menahan air matanya lagi.

“ Tapi beri aku kesempatan, Yuri. Karena kau yang membuatku berubah, kau yang membuatku merasakan artinya cinta. Kau juga yang membuatku sadar kalau selama ini aku telah melakukan kesalahan yang sangat fatal “,

“ Jika kau memang sudah berubah, kau minta maaf pada semua gadis yang kau sakiti. Jika sampai saat aku kembali lagi kau masih mencintaiku. Aku mungkin akan menerimamu “, ucap Yuri lalu mendekati Donghae dan mencium bibirnya kilat.

“ Good Bye, Donghae “, pamit Yuri lalu berjalan menuju pesawatnya.

“ Sampai hari itu, aku akan menunggumu Yuri. Aku janji “, ucap Donghae sambil menatap punggung Yuri yang sudah menghilang.

The End

Akhirnya bisa buat Yulhae lagi ^_^ Kebetulan yang lain belom bisa jadi aku bikin yang ini untuk pelibur lara. Jangan Lupa RCL ya😀

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

51 thoughts on “Vengeance

  1. Yee, unni update ff baru lagi!
    Seneng…;)

    btw, editan header.a lucu dech.

    Nampang trio kwek2 gitu.. *loh
    kidding. Bercanda. Abaikan ya unni.

    Yg bener nongol 3 cast utama yg oke bngett! 😀
    bneran loh, headernya lucu bngett! Suka bnget sm headernya.. Warna juga.a bgus.8-)
    *apa ini, kok malah comment header

  2. Sprti bysa , eonnie jjang ! crta’x daebak !! Trnyatta si Hae-ppa yg playboy bisa luluh sma Yul-eon🙂
    Poor Yoong-eon😦 poor Sica-eon😦
    Bt , gomawo buat Yoong-eon🙂 krna eonnie , Hae-ppa bisa ktmu Yul-eon & mngrti apa arti cinta sbenar’x .. O:)
    Eonnie ,, sequelin ne ? Jebal .. Kllo bisa , masukin Kyu-ppa disequel’x . Biar ntar Kyu-ppa patah hty di akhir” krna YulHae bersatu😀 *blzdendam*pletakk
    Baiklah eon ,, sprti bysa . Hwaiting sllu !! ^^

  3. Donghae jahat tuh jadi playboy,, bikin yoona patah hati dan akhirnya bunuh diri,,
    Yuri sebenernya juga tertarik sama donghae,, cuman dia masih kebayang wajah yoona dan masih ngerasain saakit hatinya yoona..
    Ada sequel dong ini,, soalnya kan donghae masih nunggu yuri pulang dari swiss..hahaha

  4. nemo oppa bad boy bgt dah,yul eonni kya na cnta jga 2 ama nemo oppa,thor nnggung bgt bwt crta,ada seq ga nih,yulhae na hrus b’1 and bwt mrka bhagaia klo bsa sampe punya anak,#readerngaco
    D’tnggu seq na,keep writing author..^^

  5. omona..Sadis Banr Yonna Unnie D tinggalin Haeppa Lngsung Bnuh Diri.
    ohh.Trnta Yuleon Udh mrncnakan smuanya Yahh..Aa Suka deh Karakter yuleon Sexy,Angkuh n Cntik^^#BlackPearl^^
    Unniee aaaa~~~~ Bkinn Sequel donkk.Kngenn Ma Yulhaee^^

  6. yeyeyye akhirnya setelah sekian lama bolak balik ke blog2 nemu juga ff YulHae eonni daebakk!!!
    apalagi mengingat moment mereka di SMTOWN Beijing sama Tokyo yayayayaya jadi Senyum2 sendiri hehe next eonni ff YulHaenya ne..?😀
    Hwaiting !!!!

  7. Hae jahat ya d sn. Tp kl buat cerita yg kaya gn aq lbh suka bkn ending yg mengenaskan buat yg jahat hahaha *evil mode on*
    Kaya ny enak bgt gt kl dy jahat trus gak dpt balesan apa” tu
    Hehe, ditgg next ff nya. Smangat!!!

  8. Sequel dong eonnnn..😀 iya aku jga kangen sma yulhae..
    Kasian yoona😦 kasian juga sih sama jessica😦
    Tapi aku bahagia karna endingnya yulhae😛
    Lanjut ya eon ke semua fanficnya😉

  9. Biar kapok tu si donghae.. Biar th gmn prsaan cew2 yg slma ni dy skiti. Tp tu donghae bnr2 kapok g ya?? Smoga aj bnr2 kapok.

  10. Waaahhhh …. keren banget thor , daebak daebak daebak daebak !!!😀 Thor udh ada next partnya belum ?? penasaran nih , kalau udah ada calling calling nae ya😀 hahahah … ya thor ?? soalnya ini keren bangettttt …
    mianhe thor baru comment !!🙂

  11. Donghae oppa playboy? O.o (emang cocok sih). Hayo Donghae oppa sih playboy, jd kena imbasnya kan. Wahahah

    Keren eonni ceritanya, jarang liat Donghae oppa tersiksa. Wkwkwk

    Ada sequelnya kah? (Berharap ada)

  12. Donghae oppa playboy? O.o (emang cocok sih). Hayo Donghae oppa sih playboy, jd kena imbasnya kan. Wahahah It’s Okay lah

    Keren eonni ceritanya, jarang liat Donghae oppa tersiksa. Wkwkwk

    Ada sequelnya kah? (Berharap ada)

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s