Posted in Dramalife, Family, Marriedlife, Romance, Sad

Naega Shireho!!!

Naega Shirheo

Naega Shireho!!!

Present/ Artwork by

Lee Midah

Cho Rikyu  || Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Park Chorong Apink || Kim Joonmyun aka. Suho Exo-K || Lee Donghae || Luhan, Kris, Chanyeol, Baekhyun ( cameo )

Length : Oneshoot || Rating : PG-16|| Genre : MarriedLife , Sad, Family

Disclaimer :

Story pure mine, ada beberapa scene yang sengaja mengambil dari film “ Homeless “ untuk kebutuhan cerita. Cast belong They self Except Cho Rikyu😛 , They Parent, SM and God. If you don’t like pairing don’t read!!! Don’t Bashing!!! Be Friendly ^__^

Typo is art of writting!!!

Happy Raeding ^__^

Disebuah rumah yang cukup megah itu terlihat seorang anak berusia 6 tahun yang menutup telinganya dengan rapat, dia merasa sedih dengan keadaan seperti ini yang sudah beberapa bulan terjadi. Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman tapi tidak bagi anak laki – laki itu. Karena setiap hari dia hanya bisa melihat kedua orang tuanya yang selalu bertengkar dengan masalah kecil. Anak itu hanya bisa menangis menyaksikan kedua orang tuanya.

“ Sudah kubilang aku lelah, kalau kau mau minta saja Min Ajumha melakukannya!!! “, bentak sang wanita.

“ Ya! Isteri macam apa kau tidak bisa melayani suamimu sendiri?!!! Aku hanya memintamu untuk memasak untukku? Sudah kubilang keluar dari pekerjaanmu. Apa aku kurang menafkahimu?!!! Apa uangku belum cukup untukmu?!!! “, bentak sang pria tidak mau kalah.

“Ini bukan masalah uang, tapi aku tidak mau hanya diam saja dirumah. Kau tahu bosannya aku menunggumu pulang dan berdiam diri tanpa melakukan apapun?!!! “, sang wanita tetap tidak mau kalah.

“ Aish!!! “, umpat sang pria sambil membanting sebuah guci kecil yang terpajang di meja tepat disampingnya.

Prang!!!

“ Ya! Kau tidak seharusnya melakukan itu. Ini guci kesayanganku!!! “, sang wanita semakin marah dibuatnya.

“ Kau bahkan lebih sayang gucimu dibanding suamimu sendiri “, cibir sang pria yang langsung meninggalkan isterinya yang masih kesal.

“ Appa… Omma…. hiks hiks hiks “, isak anak laki – laki itu yang bersembunyi dibalik pintu melihat kedua orang tuanya.

~o0o~

Pagi harinya, kediaman Cho itu hening. Cho Kyuhyun selaku kepala rumah tangga terlihat fokus dengan korannya dan Cho Yuri pun keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi seperti biasanya.

“ Omma, apa kau bisa menemaniku ke sekolah? Disana akan membuat sebuah pentas seni dan semua orang tua… “, pinta Cho Rikyu namun sebelum menyelesaikan ucapannya Yuri menyelanya.

“ Rikyu-a, Mian ya Omma tidak bisa. Omma harus menghadiri acara penting jadi kau minta saja Appamu melakukannya “, tolak Yuri yang memang sudah janji menghadiri acara penting bersama atasannya, Rikyu terlihat kecewa dan dia pun menoleh pada Kyuhyun yang masih fokus dengan korannya.

“ Appa… “, belum Rikyu memintanya Kyuhyun sudah menyelanya.

“ Mianhae Rikyu, Appa ada rapat dengan klien. Kau minta saja Ommamu untuk menemanimu “, ujar Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari koran.

“ Ya! Aku sudah bilang aku tidak bisa, mengapa tidak kau saja yang pergi?!!! Kau tidak pernah sekalipun menghadiri acara sekolah Rikyu! “, protes Yuri sambil menatap Kyuhyun kesal.

“ Kau itu Ommanya, seharusnya Ommanya yang pergi. kau juga sering lihat kalau menemani anak itu tugas seorang Omma! “, ucap Kyuhyun sambil melipat korannya.

“ Aku memang Ommanya, tapi kau juga kan Appanya seharusnya kau sedikit memperhatikannya!!! “, marah Yuri.

“ Kau yang tidak pernah memperhatikannya semenjak kau mulai bekerja, jangan menyalahkan orang lain karena kesalahanmu “,

“ Mwo?!!! Kesalahanku?!!! Aku masih sering memperhatikannya tapi Kau?! Kau hanya pergi pagi pulang malam. Kapan kau memperhatikannya!!! “,

Pertengkaran pun tak terelakkan, Rikyu anak laki – laki yang berusia 6 tahun itu harus menyaksikan lagi kedua orangnya yang tidak akur. Rikyu berjalan meninggalkan orang tuanya yang masih beragument yang tidak pernah ada akhirnya. Dia berjalan sambil menundukan kepalanya menuju sekolahnya.

“ Rikyu-a!!! “, panggil seorang gadis dengan senang, Rikyu menoleh mendapati bibinya yang merupakan sepupu Yuri.

“ Apa kau mau sekolah? “, tanya gadis itu dan Rikyu mengangguk.

“ Wae? Kenapa dengan wajahmu ditekuk? Apa kau bersedih? “, tanya gadis itu.

“ Chorong Ajumha, apa Appa dan Omma akan berpisah? “, tanya Rikyu membuat kening gadis yang bernama Chorong itu mengerut.

“ Mengapa kau bertanya seperti itu? “, tanya Chorong heran.

“ Aku takut mereka berpisah, ajumha “, Rikyu memasang wajah sedih membuat Chorong iba.

“ Anio, mereka tidak akan berpisah. Bagaimana kau bisa berpikir mereka akan berpisah? “, tanya Chorong.

“ Temanku Jira sering bercerita kalau orang tuanya sering bertengkar, lalu mereka berpisah. Aku takut Omma dan Appa juga seperti itu. Aku ingin mereka bersama lagi “, ujar Rikyu, Chorong menatap anak itu dengan prihatin. Tidak seharusnya anak seumuran Rikyu mencemaskan hal seperti ini.

“ Percaya padaku, Omma dan Appamu tidak akan berpisah “, ucap Chorong sambil mengacak rambut Rikyu membuat anak itu tersenyum.

“ Chagi!!! “, panggil seorang pria membuat Chorong dan Rikyu menoleh.

“ Joonmyun-a “, Chorong melambaikan tangannya pada Kim Joonmyun kekasihnya.

“ Rikyu-a, kau mau sekolah? “, tanya Joonmyun.

“ Neh, Samchon “, jawab Rikyu.

“ Bagaimana kalau kami yang akan mengantarmu? “, tawar Chorong membuat Rikyu mengangguk.

“ Kalau begitu Kajja! Kita pergi! “, ajak Joonmyun sambil memangku Rikyu menuju mobilnya.

~o0o~

Tok! Tok! Tok!

Pintu ruangan Yuri diketuk,, Yuri pun mempersilahkannya masuk. Saat pintu terbuka terlihatlah Chorong yang tersenyum pada Yuri.

“ Oh Chorong-a, waeyo kau datang kesini? “, tanya Yuri yang sempat menoleh lalu melihat beberapa sketsa pakaian yang akan dia buat.

“ Eonni, apakah aku mengganggu? “, tanya Chorong sambil duduk didepan Yuri.

“ Tumben kau bertanya? biasanya juga kau selalu mengganggu kan? “, canda Yuri sambil terkekeh.

“ Aku ingin berbicara tentang Rikyu Eonni “, ucap Chorong membuat Yuri berhasil teralihkan dari sketsanya.

“ Wae? Ada apa dengan Rikyu? “, tanya Yuri serius.

“ Eonni, aku tidak tahu masalahmu dengan Kyuhyun Oppa. Tapi bisakah kalian tidak bertengkar didepan Rikyu? Dia sangat terpukul Eonni “, jelas Chorong mencoba membuat Yuri mengerti.

“ Bukan aku yang menyebabkan pertengkaran itu, dia yang selalu merasa benar dan tidak pernah mau mengakui kesalahannya “, jawab Yuri dengan datar.

“ Tapi Eonni, setidaknya jangan didepan Rikyu. Aku kasihan dengannya “,

“ Chorong-a, sekarang aku sibuk. Biar nanti aku yang berbicara pada Rikyu kau tenang saja “, ucap Yuri.

“ Geurae, kalau begitu aku permisi Eonni. Bye “, pamit Chorong meninggalkan ruangan Yuri.

Yuri berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan Chorong, namun beberapa detik kemudian dia kembali pada sketsa fashionnya yang harus dia kerjakan.

~o0o~

Kyuhyun sedang fokus pada rapat yang sedang membahas tentang proyek besar yang akan dia tangani. Proyek ini menjanjikan keuntungan yang sangat besar, makanya dia bertekad untuk mendapatkannya karena bukan hanya perusahaannya yang akan mengambil proyek itu melainkan perusahaan yang menjadi saingannya selama beberapa tahun ini.

Aku yakin pasti proyek ini akan aku dapatkan “,  batin Kyuhyun percaya diri.

Setelah sang pemilik proyek itu mendengar persentasi dari kedua perusahaan yang akan bekerja sama dengannya, dia pun terlihat sudah mendapat keputusan untuk memlih antara perusahaan Kyuhyun dan saingannya itu.

“ Terima kasih atas persentasi kalian, aku cukup terkesan dengan semua rencana kalian. Tapi sayangnya aku hanya bisa memilih salah satu diantara kalian dan aku memilih Buck company untuk melanjutkan kerja sama ini “,

Mendengar nama saingannya disebut, Kyuhyun terlihat kecewa. Bagaimana mungkin dia kalah setelah bertahun – tahun menang dari perusahaan Buck. Kyuhyun semakin terlihat kesal saat Nickhun Buck menatapnya sambil menyunggingkan senyum kemenangannya. Dia pun beranjak pergi dengan kesal meninggalkan ruangan itu.

“ Akhirnya Cho corporation  yang tidak terkalahkan itu bisa kalah oleh Buck company “, ucap Nickhun membuat hati Kyuhyun semakin panas.

“ Jangan berpikir kau sudah memang, karena kau hanya mendapatkannya sekali “, ucap Kyuhyun.

“ Jika kalah mengaku saja, kau tidak usah mengelak  “, ucap Nikchun membuat Kyuhyun semakin emosi. Saat Kyuhyun hendak menghampiri Nickhun, Joonmyun yang merupakan assistentnya menahan tangan Kyuhyun untuk tidak terpancing oleh Nickhun.

“ Hyung, sudahlah. Jangan menambah semuanya menjadi rumit. Ini tempat klien Hyung bukan tempat kita “, Joonmyun mengingatkan Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafasnya lalu membuangnya kesal. Mereka pun kembali ke Cho Corporation.

Brak!!!

Bunyi beberapa berkas yang dibanting Kyuhyun keatas meja kerjanya.

“ Sial! Bagaimana mungkin aku bisa kalah dengan perusahaan itu!!! “, umpat Kyuhyun kesal.

“ Hyung, tenangkan dirimu! Menang atau kalah, itu sudah biasa dalam dunia bisnis “, ucap Joonmyun.

“ Aku memang tidak merasa kesal karena aku kalah dengan perusahaan lain, tapi jika kalah dengan perusahaan Buck itu sama saja membiarkan kita di ejek seenaknya oleh Nickhun itu “,

“ Lebih baik tenangkan dirimu dulu Hyung, kau terlihat lelah “, ucap Joonmyun sambil meninggalkan Kyuhyun yang masih marah dengan kejadian barusan.

~o0o~

Kyuhyun pulang dengan wajah frustasinya, dia masih kesal dengan kejadian tadi. Saat dia keluar dari mobilnya, Kyuhyun melihat Yuri yang keluar dari mobil atasannya yaitu Lee Donghae. Mereka terlihat akrab walaupun Kyuhyun tahu Donghae adalah sunbae Yuri saat kuliah dulu. Hatinya yang kesal bertambah dengan rasa tidak suka melihat Yuri dan Donghae yang tertawa bersama. Yuri pun pamit dan berjalan untuk masuk kedalam rumah. Yuri melihat Kyuhyun yang berada didepan rumah namun dia mencoba mengacuhkan Kyuhyun lalu masuk kerumahnya.

“ Ya! Tidak bisa kah kau menghargai suamimu?! “, tanya Kyuhyun dengan nada tinggi.

“ Apa maksudmu? Jika kau ingin mengajakku bertengkar aku sedang tidak mood “, jawab Yuri, Kyuhyun menahan tangan Yuri untuk bicara padanya.

“ Kenapa kau diantar oleh Lee Donghae? Kemana mobilmu? “, tanya Kyuhyun dengan tatapan tajam.

“ Lepaskan! Sakit tahu! “, Yuri menepis tangan Kyuhyun yang mencengkram tangannya.

“ Mobilku masuk bengkel! Puas?!!! “, jawab Yuri sambil mengusap tangannya.

“ Jika mobilmu masuk bengkel, mengapa kau tidak menghubungiku huh?! Oh aku tahu, kau sengaja ingin diantar oleh Donghae itu karena kau tahu dia menyukaimu kan? “, tutur Kyuhyun membuat Yuri menatapnya tidak percaya.

“ Apa yang aku bicarakan? “, tanya Yuri.

“ Sudahlah, aku sudah tahu kalau kau sedang dekat dengannya lagi. Kau menyesalkan menolaknya saat itu “, ucap Kyuhyun membuat nafas Yuri memburu kesal.

“ Kau mencurigaiku tanpa alasan “, ucap Yuri.

“ Tanpa alasan?! Aku melihat isteriku diantar oleh pria lain kau bilang tanpa alasan?! “,

“ Sudah cukup! Aku sudah muak dengan sikap egomu itu! “, Yuri sudah merasa diambang batasnya, bagaimana mungkin Kyuhyun berikir sempit seperti itu.

“ Lalu kau mau apa? Kau mau kita bercerai?!!! “, tanya Kyuhyun dengan emosinya.

“ Kau mau menceraikanku? Geurae, silahkan. Aku juga sudah tidak tahan dengan sikapmu “, ucap Yuri sambil meninggalkan Kyuhyun.

“ Ya! Kau mau kemana kita belum selesai bicara?!!! “, tanya Kyuhyun namun Yuri tidak memperdulikannya.

“ Omma… “, lirih Rikyu dengan air matanya yang mengalir dengan deras, Yuri yang mendengarnya menoleh pada Rikyu.

“ Rikyu-a…. “, lirih Yuri sambil menghampiri Rikyu lalu memeluknya.

“ Omma… apa kalian akan berpisah? “, tanya Rikyu sambil terisak, Yuri bingung untuk menjawabnya dia tidak ingin membuat Rikyu semakin sedih.

“ Anio, kau salah dengar. Lebih baik kau tidur ya, Omma akan menemanimu tidur “,  ucap Yuri sambil membawa Rikyu ke kamarnya.

Kyuhyun duduk di kursi kerjanya dan menyesali apa yang dia katakan pada Yuri. Sebenarnya dia tidak bermaksud berkata seperti itu tapi masalah kantor juga masalah cemburunya pada Donghae membuat Kyuhyun tidak bisa menahan emosinya. Sekarang hanya penyesalan yang dia rasakan, bagaimanapun dia tidak ingin bercerai dengan Yuri. Kyuhyun sangat mencintai Yuri tapi akhir – akhir ini komunikasi mereka tidak lancar membuat keduanya hanya bisa saling salah paham atau tetap mempertahankan ego masing – masing. Kyuhyun masuk ke kamarnya namun dia tidak menemukan Yuri, dia pun ke kamar Rikyu. Kyuhyun melihat Yuri yang tertidur sambil memeluk Rikyu, Kyuhyun menghampiri mereka lalu manatap wajah pulas mereka.

“ Mianhae… “. lirih Kyuhyun.

~o0o~

“ Mwo cerai Eonni? Kau serius? “, tanya Chorong tidak percaya apa yang dia dengar.

“ Aku tidak tahu Chorong-a, tapi sepertinya hubungan kami tidak bisa dipertahankan lagi “,

“ Tapi bagaimana dengan Rikyu? Kau tahu Rikyu pasti sedih sekali dengan hal ini “, ujar Chorong benar – benar tidak habis pikir.

“ Aku tahu ini sulit untuk aku, Rikyu juga Kyuhyun. Tapi aku tidak tahan lagi dengan sikapnya yang sudah keterlaluan “,

“ Eonni, aku tahu perasaanmu. Tapi kau harus memikirkannya lagi, pikirkan Rikyu. Dia sangat khawatir dengan kalian. Dia bahkan takut jika kalian berpisah. Eonni, bicaralah baik – baik dengan Kyuhyun Oppa. cari penyelesaian yang baik untuk kalian bukan berpisah seperti ini “, ujar Chorong.

Yuri hanya diam mendengar sepupunya itu berbicara, ini juga berat untuknya. Tapi kekecewaannya pada sikap Kyuhyun membuatnya tidak bisa bertahan lagi.

“ Hyung, kau serius? Apa aku tidak salah dengar? “, tanya Joonmyun tidak percaya.

“ Aku keceplosan mengatakan hal itu, Joonmyun-a. Kepalaku tidak bisa berpikir dengan jernih malam itu, belum masalah perusahaan dan lagi masalah Yuri yang membuat hatiku panas “,

“ Hyung, bukankah Yuri Noona mengatakan mobilnya ke bengkel terus mengapa kau cemburu? Dan seharusnya kau tidak membawa masalah kantor ke rumah “, ujar Joonmyun.

“ Aku memang mengerti jika mobilnya ke bengkel, tapi dia bisa meneleponku kan? Bukannya pulang diantar pria yang dulu mencintainya “,

Joonmyun menghela nafasnya menanggapi Hyungnya itu, walaupun dia mengerti dengan sikap Kyuhyun tapi terkadang dia tidak habis pikir dengan jalan pikirannya.

“ Lalu apa kau akan menceraikannya? “, tanya Joonmyun.

“ Apa kau gila?! Jika aku melakukan itu, aku akan menyesal seumur hidupku “, ucap Kyuhyun yang membuat Joonmyun ikut stress memikirkannya.

~o0o~

“ Kasihan Rikyu, dia harus menghadapi masalah pelik seperti ini “, desah Chorong sambil meletakkan dagunya di atas meja.

“ Neh, aku juga tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kyuhyun Hyung dan Yuri Noona “, setuju Joonmyun yang melakukan hal yang sama.

“ Bagaimana kalau kita menyiapkan sesuatu untuk mereka? Sekalian kita membantu Rikyu mengembalikan keharmonisan orang tuanya? “, saran Chorong membuat Joonmyun menatapnya.

“ Maksudmu? “,

“ Kita buat saja makan malam romantis untuk mereka, setidaknya membuat mereka ingat saat mereka pacaran dulu “, jelas Chorong.

“ Ide bagus Chagi, dengan begitu mereka akan baikan dan tidak berpisah. Kau jenius Chagi-a “, ucap Joonmyun sambil memeluk Chorong erat.

“ Ya Ya Ya… aku tidak bisa bernafas “, protes Chorong membuat Joonmyun nyengir lalu mencium pipinya.

“ Aish! Kau ini! “, Chorong tersenyum dengan tingkah kekasihnya itu.

Yuri datang ke sebuah restoran yang cukup mahal karena Chorong yang menyuruhnya, walaupun dia tidak mengerti apa maksudnya tapi karena Chorong memaksanya dia tidak bisa menolaknya. Yuri duduk ditempat yang telah siapkan untuknya, dia duduk sambil menunggu Chorong muncul. Setelah beberapa menit menunggu, Chorong tidak memperlihatkan batang hidungnya. Yuri terlihat bosan sambil menatap menu makanannya sampai ada suara seseorang membuatnya menoleh.

“ Yuri! “, Saat Yuri menoleh dia mendapati Donghae yang kini berdiri dihadapannya.

“ Donghae-ssi “, ucap Yuri sambil berdiri.

“ Aish! Sudah kubilang berapa kali panggil Donghae saja  atau Oppa “, canda Donghae membuat Yuri terkekeh.

“ Oia sedang apa kau disini? “, tanya Yuri.

“ Aku sedang bertemu dengan teman lamaku, kau sendiri? “, jawab Donghae.

“ Aku sedang menunggu Chorong, dia yang memaksaku untuk kesini “, ujar Yuri.

Mereka pun berbincang – bincang sejenak sambil menunggu Chorong datang, karena Yuri sudah bosan sendirian disana. Kyuhyun yang datang atas permintaan Joonmyun melihat Yuri yang sedang tertawa bersama Donghae, hatinya kembali kesal dan marah.

“ Jadi ini yang dia lakukan dibelakangku? “, gumam Kyuhyun menahan emosinya.

Kyuhyun pun menghampiri Yuri dan Donghae, wajahnya sungguh terlihat sangat marah. Yuri kaget melihat Kyuhyun dan langsung berdiri saat Kyuhyun ada didepannya.

“ Oh Kyuhyun-ssi, apa kabar? “, tanya Donghae ramah mengulurkan tangannya untuk berjabatan.

“ Huh, sekarang aku tahu mengapa kau ingin aku menceraikanmu “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menatapnya heran.

“ Kau menyesal menikah denganku dan kau ingin bersamanya kan? “, tanya Kyuhyun.

“ Apa maksudmu? “, tanya Yuri.

“ Sudahlah jangan berpura – pura bodoh, Yuri. Kau sudah bosan bersamaku kan? “, tanya Kyuhyun.

Plakkk!!!

Sebuah tamparan dari Yuri berhasil melesat dipipi Kyuhyun dengan cukup keras membuat semua orang kaget begitu pun Donghae.

“ Cukup! Aku benar – benar merasa kita sudah cukup! “, ucap Yuri yang langsung meninggalkan tempat itu dengan air mata yang turun dari kedua pipinya, dia pergi begitu saja tanpa menghiraukan sekelilingnya.

“ Kau salah Kyuhyun-ssi, aku dan Yuri tidak memiliki hubungan apapun selain teman dan rekan kerja “, ujar Donghae mencoba menjelaskan, namun Kyuhyun tidak memperdulikannya dia langsung keluar berniat menyusul Yuri.

Kyuhyun mencoba mencari Yuri namun tidak menemukannya dimana pun, bahkan dia sudah menyelusuri jalanan yang mungkin dilalui Yuri tapi dia temukan. Kyuhyun pun memutuskan untuk pulang dan berpikir Yuri sudah pulang.

~o0o~

Rikyu tertidur di sofa karena belum melihat Yuri ataupun Kyuhyun yang datang. Saat terdengar pintu terbuka, Rikyu mengerjap – ngerjapkan matanya sambil menoleh kearah pintu.

“ Appa! “, panggil Rikyu melihat Kyuhyun yang baru pulang.

“ Omma, apa kau melihat Omma sudah pulang? “, tanya Kyuhyun dan Rikyu menggelengkan kepalanya.

“ Omma eodiseo? “, tanya Rikyu.

“ Omma ada urusan, kau tidur dengan Appa neh “, ucap Kyuhyun sambil memangku Rikyu menuju kamarnya.

Kyuhyun menatap wajah Rikyu yang tertidur lelap di dekapannya, dia merasa kasihan melihat Rikyu yang harus melihatnya bertengkar dengan Yuri setiap hari. Tapi Kyuhyun juga bingung dengan dirinya sendiri mengapa emosinya labil akhir – akhir ini.

“ Apa yang salah denganku? Yuri, dimana kau? “, gumam Kyuhyun sambil mengusap – usap rambut Rikyu.

Setelah Yuri meninggalkan restoran itu, dia tidak tahu kemana dia pergi. Dia hanya mengikuti arah kakinya yang berjalan mengikuti jalanan malam kota Seoul.

“ Mengapa harus seperti ini? Mengapa kau berubah Kyu? “, isak Yuri yang terus saja menangis, bukan hanya kejadian baru saja melainkan kejadian beberapa minggu terakhir ini.

Tiba – tiba saja sebuah mobil berhenti disampingnya dan ternyata Donghae yang melihat Yuri.

“ Yuri, Gwenchana? “, tanya Donghae khawatir.

“ Mian. Karena aku, kau dan Kyuhyun salah paham “, sesal Donghae.

“ Anio, ini bukan salahmu. Aku yang harusnya meminta maaf karena aku, kau dituduh macam – macam oleh Kyuhyun “, jawab Yuri.

“ Apa kau mau ku antar pulang? “, tanya Donghae.

“ Bolehkah aku mneginap ditempatmu? “, pinta Yuri.

“ Eh?! “, kaget Donghae dengan permintaan Yuri.

“ Hanya malam ini, jika pulang aku takut Rikyu akan melihat kami bertengkar lagi “,

“ Arraseo “, jawab Donghae yang merasa kasihan melihat Yuri.

“ Kau tidur dikamar aku akan tidur di sofa “, ucap Donghae saat mereka sudah ada di apartementnya.

“ Gomawo dan Mian aku membuatmu tidur di sofa “, ucap Yuri merasa tidak enak tapi dia tidak ingin pulang.

“ Gwenchana, kau istirahatlah pasti kau sangat lelah “, Donghae pun meninggalkan Yuri dan duduk di sofa sambil membaringkan tubuhnya.

“ Aku tahu kau telah memilihnya Yuri, jika saja aku yang kau pilih aku pasti akan berbuat lebih baik padamu “, gumam Donghae mengingat dahulu saat Yuri memutuskan untuk menerima Kyuhyun dan menolak cintanya.

Perasaan itu masih ada, hanya saja Donghae tidak ingin berharap yang tidak pasti walaupun dia tahu hubungan Yuri dan Kyuhyun sedang kacau.

Pagi – pagi sekali Yuri masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya untuk pergi ke kantor, dia melihat Kyuhyun yang kini menatapnya namun Yuri tidak perduli dan menganggap Kyuhyun tidak ada.

“ Kemana saja kau semalam? “, tanya Kyuhyun mencoba bersikap biasa.

“ Bukan urusanmu “, jawab Yuri singkat.

“ Aku bertanya baik – baik Yuri, jangan membuat pertengkaran lagi “, ucap Kyuhyun mash menahan dirinya.

“ Jadi kau pikir aku yang menyebabkan pertengkarang kita?! Harusnya kau sadar diri siapa yang memulainya?! “, tanya Yuri meninggi.

“ Yuri, mari kita hentikan “, ajak Kyuhyun dengan suara rendah.

“ Mari kita berpisah “, ucap Yuri dingin.

“ Mwo?! “,

“ Itu lebih baik, hubungan kita sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Aku lelah Kyu “,

“ Tapi perpisahan juga bukan jalan terbaik Yuri “,

“ Lalu apa yang harus aku lakukan? Memaklumi sikapmu yang selalu berubah – ubah? “,

Kyuhyun terdiam begitu juga Yuri, mereka tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Tiba – tiba terdengar suara isak tangis seorang anak, seorang anak laki – laki yang berada didepan pintu kamar mereka dengan air mata yang mengalir di matanya. Kyuhyun dan Yuri menoleh mendapati Rikyu yang sedang menangis.

“ Apa kalian akan berpisah? Hiks hiks hiks “, tanya Rikyu terisak.

“ Rikyu, mianhae…  “, ucap Yuri yang menghampiri Rikyu.

“ Aku tidak mau kalian berpisah, jebal… “, Yuri memeluk Rikyu dan melirik Kyuhyun yang memandangi mereka dengan tatapan sedih.

“ Rikyu-a, kau tahu terkadang perpisahan merupakan keputusan yang harus diambil. Meskipun kita tidak menginginkannya “, ucap Yuri mencoba memberi pengertian. Tiba – tiba Rikyu melepaskan dirinya dari pelukan Yuri.

“ Aku tidak mau!!! Aku tidak mau kalian berpisah!!! Aku benci Omma! Aku benci Appa!!! “, teriak Rikyu yang berlari meninggalkan Yuri dan Kyuhyun.

“ Rikyu!! “, panggil Yuri.

Mereka mencoba mengejar Rikyu tapi Rikyu tidak tahu pergi kemana, keduanya panik saat tidak menemukan Rikyu. Terlihat Kyuhyun dan Yuri mulai lelah mengejar Rikyu.

“ Kemana dia? “, tanya Kyuhyun sambil melihat kanan kirinya.

“ Aku takut terjadi apa – apa dengannya “, ucap Yuri sambil mengatur nafasnya yang terengah – engah.

~o0o~

Sampai sore menjelang Rikyu tidak ditemukan, Yuri dan Kyuhyun terlihat sangat khawatir. Mereka benar – benar tidak tahu dimana dan bagaimana keadaan Rikyu.

“ Sabar Eonni, kita pasti menemukan Rikyu “, ucap Chorong sambil mengusap punggung Yuri.

“ Tapi sekarang dia dimana? Aku takut terjadi sesuatu padanya “, jawab Yuri sambil menangis.

“ Kita harus lapor polisi “, ucap Kyuhyun yang hendak pergi namun Joonmyun menahannya.

“ Kita belum bisa Hyung, Rikyu belum hilang selama 24 jam “, ujar Joonmyun.

“ Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku tidak mungkin diam saja seperti ini! “, kesal Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Keesokan paginya, dering kediaman Cho itu berbunyi. Kyuhyun terbangun karena ketiduran di sofa, Yuri juga tidak bisa tidur memikirkan Rikyu yang masih belum pulang.

“ Yoboseyo “, sapa Kyuhyun mengangkat teleponnya.

“ Neh, aku Kyuhyun. Ada kepentingan apa kau mencariku “,

“ Mwo?! Rikyu bersamamu?! “, kaget Kyuhyun membuat Yuri, Chorong dan Joonmyun langsung menoleh pada Kyuhyun.

“ Apa yang kau inginkan? “, tanya Kyuhyun, Yuri yang cemas langsung merebut teleponnya dari tangan Kyuhyun dan mengangkatnya.

“ Dimana Rikyu?! Kembalikan anakku! “, ucap Yuri yang sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.

“ Kalian ingin uang? Berapa yang kalian minta?! “,

“ 50 juta Won?! “, Kyuhyun langsung merebut kembali teleponnya dari tangan Yuri.

“ Berapa pun kalian minta akan kami berikan tapi jangan sakiti anakku “, ucap Kyuhyun yang setuju.

“ Neh, aku mengerti. Baiklah jika itu yang kalian mau “, telepon pun terputus terlihat wajah Yuri menatap penasaran pada Kyuhyun begitu juga dengan Chorong dan Joonmyun.

“ Oppa, apa yang mereka katakan? “, tanya Chorong.

“ Neh, Hyung apa Rikyu baik – baik saja ? “, Joonmyun juga penasaran.

“ Mereka meminta uang 50 juta won. Aku dan Yuri yang harus menyerahkannya langsung “, jawab Kyuhyun.

“ Apa kita tidak seharusnya melapor pada polisi? “, tanya Chorong.

“ Anio, jika kita melakukannya mereka akan menyakiti Rikyu “, sela Kyuhyun.

“ Rikyu…. “, lirih Yuri yang lemas namun di bantu oleh Chorong.

“ Apa yang harus kita lakukan Hyung? “, tanya Joonmyun.

“ Kita harus melakukan apa yang mereka suruh jika kita ingin menyelamatkan Rikyu “, jawab Kyuhyun.

“ Kapan kau akan menyerahkan uangnya? “, tanya Joonmyun.

“ Besok pukul 9, kami harus ke taman dekat sungai Han “,

Mereka menunggu hari esok dimana mereka harus menyerahkaan uang 50 juta won. Yuri terlihat tidak nafsu makan, Chorong berusaha untuk memaksanya tapi Yuri tetap saja tidak mau makan. Kyuhyun menghampiri Yuri yang masih terlihat menangis dia pun duduk disamping Yuri.

“ Yuri… Mianhae, karena aku semuanya jadi seperti ini “, sesal Kyuhyun.

“ Anio, aku juga bersalah karena aku yang menyebabkan Rikyu pergi dari rumah “,

“ Kita pasti akan menemukannya, aku janji! “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menoleh.

“ Neh, karena aku tidak bisa hidup tanpanya “, Kyuhyun menarik Yuri ke dalam pelukannya.

 “ Aku ingin melihat Rikyu sekarang “, ucap Yuri yang sangat cemas dengan Rikyu.

~o0o~

“ Oppa, Eonni. Hati – hati ya! Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku dan Joonmyun “, ucap Chorong saat Yuri dan Kyuhyun bersiap – siap untuk pergi.

“ Neh, Hyung. Kami akan segera lapor polisi jika terjadi apa – apa “, ucap Joonmyun.

“ Gomawo “, ucap Kyuhyun.

Yuri dan Kyuhyun pun naik ke mobil dan pergi menuju tempat yang dikatakan oleh penculik itu. Setelah sampai mereka mencoba mencari dimana penculik itu berada namun tidak ada orang yang mencurigakan disana. Ponsel Kyuhyun berbunyi dengan nomor asing yang tertera di layar ponselnya. Kyuhyun segera mengangkatnya dan ternyata benar nomor itu milik penculiknya.

“ Kami sudah datang, dimana anakku? “, tanya Kyuhyun.

“ Mwo? Naik sepeda? “, Kyuhyun menoleh kearah pinggirnya dan mendapati sepeda.

“ Apa yang dikatakannya? “, tanya Yuri setelah Kyuhyun menyelesaikan teleponnya.

“ Mereka ingin kita memakai sepeda ini ke arah barat “, jawab Kyuhyun.

“ Geurae, kita kesana sekarang “, Yuri terlihat tidak sabaran.

Mereka pun menaiki sepeda yang diperintahkan oleh penculik itu. Yuri memeluk erat pinggang Kyuhyun saat sepeda itu mulai di ayuh. Setelah beberapa puluh meter mereka pun berhenti.

“ Kemana lagi kami harus pergi? “, tanya Kyuhyun saat penculik itu meneleponnya.

“ Mwo? Kami harus melakukan pingpong? Tapi bagaimana kami melakukannya? “, tanya Kyuhyun sambil menatap Yuri yang melihat kearahnya.

Kyuhyun menoleh ke arah kanannya, disana ada dua orang pemuda sedang bermain pingpong. Kyuhyun pun menutup teleponnya lalu mengajak Yuri menghampiri dua orang pemuda itu.

“ Apa yang akan kita lakukan Kyu? “, tanya Yuri saat Kyuhyun membawanya mendekati dua pemuda itu.

“ Permisi, bisakah kita bermain pingpong? Aku dan isteriku harus melawan kalian karena ada sesuatu yang penting “, pinta Kyuhyun pada kedua pemuda itu.

“ Kau dan isterimu akan melawan kami? Chanyeol-a, apa kau mau? “, tanya salah satu pemuda itu.

“ Sepertinya menarik, Baeky “, jawab Chanyeol.

“ Baiklah, kami menerimanya “, ucap pemuda yang dipanggil Baeky yang bernama lengkap Baekhyun.

“ Bermainlah seperti waktu kita mengalahkan Yoona dan Siwon dulu, Yul “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menatapnya.

“ Mereka ingin kita melakukannya jika kita ingin Rikyu selamat “, tambahnya membuat Yuri mengangguk saat mendengar nama Rikyu.

Mereka pun mulai bermain melawan Baekhyun dan Chanyeol. Yuri dan Kyuhyun dulu sempat bertanding dengan Yoona dan Siwon sahabat mereka saat kuliah. Saat itu keduanya masih belum mengakui perasaan masing – masing. Kyuhyun dan Yuri bekerja keras melawan dua pemuda yang terlihat seperti mahasiswa. Saat pukulan terakhir yang dilakukan Yuri, bola pingpong pun mengenai ujung meja membuat mereka menang dalam pertandingan itu. Yuri yang senang langsung memeluk Kyuhyun begitu pun Kyuhyun. Namun saat mereka sadar kalau sekarang bukan waktunya bermain – main, Rikyu masih harus mereka temukan.

Aku mengingat saat dulu kau juga memelukku saat menang dari Siwon dan Yoona “, batin Kyuhyun memandang Yuri.

Rasanya kami kembali ke masa kuliah dulu “, batin Yuri.

Telepon pun berbunyi lagi, Kyuhyun langsung mengangkatnya. Yuri langsung menatap Kyuhyun untuk mengetahui apa yang diminta oleh penculik itu lagi.

“ Kami sudah melakukan apa yang kalian minta, sekarang dimana Rikyu? “, tanya Kyuhyun.

“ Mwo? Kalian ingin kami bernyanyi? “, tanya Kyuhyun.

“ Lakukan saja apa yang mereka minta, aku tidak ingin mereka menyakiti Rikyuku “, mohon Yuri membuat Kyuhyun mengangguk.

“ Baiklah, kami mengerti! “,

“ Mereka ingin kita menyanyi diatas panggung itu “, ucap Kyuhyun sambil menunjuk sebuah panggung dimana orang – orang sedang melakukan lomba menyanyi.

“ Kalau begitu kajja! Kita lakukan! “, ajak Yuri menarik tangan Kyuhyun mendekati panitia perlombaan itu untuk meminta mereka mengijinkan dirinya dan Kyuhyun bernyanyi di panggung itu.

“ Kami mohon, karena ini sangat penting untuk kami “, mohon Yuri sambil memelas pada panitia itu.

“ Kris, sepertinya kita harus membiarkan mereka “, bujuk salah satu panitia pada temannya.

“ Neh, Luhan. Aku tahu. Baiklah anda berdua bisa langsung menaiki panggung “, putus pria yang bernama Kris.

Yuri dan Kyuhyun mulai menaiki panggung, terlihat semua penonton menatap mereka penasaran karena perlombaan ini untuk penyanyi solo. Musik pun berputar memainkan sebuah lagu yang sangat berkesan untuk Yuri juga Kyuhyun saat mereka hampir terpisah karena orang ketiga dihubungan mereka, lagu itu berjudul “ 7 years of Love “. Kyuhyun menatap Yuri begitu juga Yuri, keduanya seakan kembali pada hari setelah wisuda mereka. Kyuhyun mulai bernyanyi sambil menutup matanya, Yuri masih menatap Kyuhyun penuh arti. Bait kedua Yuri pun ikut menyanyikan lagu itu, tak terasa air matanya menetes mengingat hubungannya dan Kyuhyun yang hampir hancur. Kyuhyun memegang tangan Yuri sambil menatap mata Yuri penuh cinta.

We had the most pure love
Back then we thought that kind of love couldn’t be done again se we saved it in out memories
Often I feel a cold feeling from you
But now I know you can not ask anything
“I’m getting married” is what you said to me
After that for a long time I was speechless
Then I cried they were your last words to me
For the only words I wanted to hear was that you loved me…

Semua penonton yang melihat penampilan mereka bertepuk tangan meriah karena kedunya membuat para penonton itu terlarut dalam lagu tersebut. Kyuhyun dan Yuri menjadi canggung saat mereka menyadari kalau mereka kini dilihat oleh puluhan pasang mata.

~o0o~

“ Mengapa mereka menyuruh kita melakukan hal – hal aneh, tapi mereka tetap tidak memberikan Rikyu kembali “, keluh Yuri saat mereka duduk di sebuah bangku taman karena kelelahan.

Kyuhyun menoleh kearah Yuri yang sudah berkeringat, Kyuhyun mengeluarkan sapu tangannya lalu menghapus keringat Yuri yang mengucur. Yuri menatap wajah Kyuhyun dari dekat. Dia merindukan scene ini dimana Kyuhyun bersikap gentle dan lembut.

“ Mianhae, karena aku sudah menjadi orang yang egois akhir – akhir ini “, ucap Kyuhyun dengan nada penuh penyesalan.

“ Aku tidak tahu mengapa aku seperti ini. Aku merasa diriku selalu merasakan stress apalagi saat dikantor masalah terus saja muncul sehingga aku membawa rasa stressku ke rumah. Aku seharusnya bisa lebih menahan amarah dan emosiku. Aku juga tidak seharusnya membawanya ke rumah dan melampiaskannya padamu. Mianhae Yul “, tutur Kyuhyun membuat Yuri tersenyum.

“ Mianhae juga, karena aku selalu sibuk di kantorku, seharusnya aku mengerti keadaanmu bukan memperkeruh keadaan. Aku seharusnya menjadi isteri yang selalu ada untukmu. Aku… “, Kyuhyun menyentuh bibir Yuri dengan telunjuknya.

“ Jika semua ini selesai, kau mau kan memulainya dari awal? “, tanya Kyuhyun menatap dalam bola mata Yuri berharap Yuri mau menerimanya lagi.

“ Neh, kita bangun lagi keluarga kita yang bahagia, seperti dulu “, ucap Yuri membuat Kyuhyun menariknya dan mendekapnya dalam dada bidangnya.

“ Aku janji akan menjadi suami yang baik “, ucap Kyuhyun mengecup kening Yuri.

“ Aku juga akan menjadi isteri yang baik untukmu dan Omma yang baik untuk Rikyu “, ujar Yuri.

Tiba – tiba saja ponselnya berbunyi lagi, Kyuhyun melepas pelukannya pada Yuri dan melihat layar ponselnya ternyata penculik itu yang menghubunginya.

“ Cepat  jawab! Aku ingin melihat Rikyu “, suruh Yuri dan Kyuhyun pun mengangkatnya.

“ Apalagi yang kalian ingin kami lakukan sekarang? “, tanya Kyuhyun dengan nada tenang.

“ Kami harus kemana? “, tanya Kyuhyun.

“ Baiklah, kami akan segera kembali ke mobil kami “, ucap Kyuhyun.

“ Kita harus kembali ke mobil “, ajak Kyuhyun membuat Yuri mengangguk.

Ponselnya masih terhubung karena dia harus mengikuti arahan penculik itu untuk pergi ke tempat dimana Rikyu berada. Yuri melihat arah jalan yang merasa familiar dengannya.

“ Bukankah ini jalan ke sekolah Rikyu? “, gumam Yuri membuat Kyuhyun menoleh lalu melihat kearah jalanan dan benar saja ini menuju sekolah Rikyu.

Saat keduanya sampai mereka melihat sekolahan itu sangat ramai. Dan penculik itu menyuruh Yuri dan Kyuhyun menuju sebuah ruangan dimana semua penonton sedang menunggu penampilan seorang anak yang belum muncul diatas pentas. Yuri dan Kyuhyun berjalan perlahan – lahan mendekati pintu ruangan itu. Muncullah seorang anak laki – laki yang berjalan keatas panggung. Yuri dan Kyuhyun terdiam saat melihat anak itu, anak yang mereka khawatirkan kini berada di atas panggung itu.

“ Anyeonghaseyo, Cho Rikyu Imnida “,

“ Rikyu-a… “, lirih Yuri melihat puteranya berdiri diatas panggung yang langsung dipeluk oleh Kyuhyun.

“ Omma! Appa! Aku tidak tahu mengapa kalian selalu bertengkar. Setiap malam aku tidak bisa tidur mendengar pertengkaran kalian,  aku sangat takut. Aku takut kalian berpisah. Aku tidak mau kalian berpisah. Omma! Appa! Aku akan menjadi anak baik, aku tidak akan nakal, aku akan menjadi anak patuh tapi aku tidak ingin kalian berpisah. Aku ingin kita tinggal bersama seperti dulu. Ada Appa, Omma dan aku. Aku selalu berdoa pada Tuhan agar kita selalu bersama “, tutur Rikyu membuat Yuri menangis dan Kyuhyun pun ikut terharu. Mereka menyadari kalau pertengkaran mereka membuat putera tercinta mereka begitu menderita.

“ Untuk Omma dan Appa, ini untuk kalian “, ucap Rikyu.

Tiba – tiba lampu ruangan itu mati dan suasana menjadi gelap, dibelakangnya muncullah sebuah layar proyektor yang mulai menyala. Semua orang melihat kearah layar video itu begitu juga Yuri dan Kyuhyun. Setelah film mulai berputar, Yuri dan Kyuhyun kaget karena film itu ternyata kegiatan mereka ditaman saat para penculik itu menyuruh mereka berbagai macam hal dari mulai bersepeda sampai mereka menuju sekolah karena ternyata di mobil Kyuhyun sudah dipasang kamera. Disaat Kyuhyun memeluk Yuri, wajah Rikyu memancarkan kebahagian dan juga harapan kalau orang tuanya akan kembali bersama. Film pun selesai, semua orang merasa terharu dengan apa yang terjadi dilayar tersebut.

“ Aku sangat bahagia memiliki keluarga yang utuh. Appa! Omma! Bogoshipeo! Aku mencintai kalian, Saranghae! “, ucap Rikyu sambil membuat lambang love dengan kedua tangannya membuat Yuri langsung berlari ke atas panggung dan memeluk Rikyu dengan erat.

Yuri menciumi wajah Rikyu dengan air mata yang terus mengalir di wajah cantiknya. Dia juga bahagia bisa melihat Rikyu baik – baik saja. Kyuhyun menyusul mereka ke atas panggung lalu memeluk Yuri dan Rikyu. Semua orang bertepuk tangan dengan meriah pada keluarga kecil itu. Joonmyun dan Chorong tersenyum bahagia akhirnya melihat keluarga Rikyu utuh kembali.

“ Kita berhasil! “, ucap Chorong membuat Joomyun menoleh lalu tersenyum, mereka pun melakukan highfive.

~o0o~

“ Omma! Appa! Kalian tidak akan berpisahkan? “, tanya Rikyu.

Yuri dan Kyuhyun saling bertatapan lalu tersenyum dan mengangguk. Senyuman Rikyu semakin lebar.

“ Hore!!!! “, teriak Rikyu sambil melompat tinggi membuat Yuri dan Kyuhyun terkekeh.

“ Rikyu-a, kau senang kan? “, tanya Chorong menghampiri Rikyu.

“ Neh, Ajunmha. Kamshamida! “, jawab Rikyu.

“ Hey! Jagoan! Apa kau tidak akan berterima kasih padaku? “, tanya Joonmyun sambil mengangkat tubuh Rikyu.

“ Neh, Samchon. Juga para samchon itu! “, tunjuk Rikyu pada beberapa pemuda yang datang mendekati mereka.

Yuri dan Kyuhyun menatap heran pada para pemuda itu yang merasa mereka kenal.

“ Kalian kan? “, tunjuk Yuri pada para pemuda itu.

“ Anyeonghaseyo Noona, Hyung! “, sapa para pemuda itu membuat Yuri dan Kyuhyun saling bertatapan.

“ Bagaimana bisa? “, tanya Kyuhyun heran.

“ Eonni, Oppa. Mianhae, Rikyu sebenarnya tidak di culik. Kami sengaja melakukan semua ini hanya ingin melihat kalian kembali akur seperti harapan Rikyu “, jelas Chorong.

“ Neh Noona, Hyung. Aku meminta bantuan mereka untuk melakukan semua rencana ini. Semua ini atas permintaan Rikyu “, timpal Joonmyun.

“ Hyung, Noona. Apa kalian ingin bertanding pingpong lagi? “, tanya Chanyeol dan diikuti anggukan oleh Baekhyun .

“ Atau kalian ingin bernyanyi lagi? “, tawar Kris juga Luhan.

“ Pantas saja aku merasa aneh dengan permintaan mereka “, ucap Yuri membuat para pemuda itu tertawa juga Chorong.

“ Walaupun kami merasa kesal, tapi Gomawo karena kalian kami bisa membuka hati dan pikiran kami kalau Rikyu sangat membutuhkan kami berdua “, ucap Kyuhyun lalu mereka semua pun kembali meninggalkan kediaman Cho.

“ Joonmyun-a, jika kau butuh bantuan untuk mneyatukan sebuah keluarga lagi . hubungi kami ya! “, ucap Baekhyun lalu para pemuda itu tertawa.

“ Neh, kami akan menghubungi kalian “, jawab Joonmyun dan mereka semua pergi.

“ Appa, kasih Omma ppopo “, suruh Rikyu pada Kyuhyun.

“ Eh? Ya! Rikyu! Darimana kau tahu hal seperti itu? “, tanya Yuri kaget dengan permintaan Rikyu.

“ Chorong-a! Joonmyun-a! Apa ini juga ulah kalian? “, tanya Yuri memicingkan matanya menatap pasangan itu namun pasangan itu menggelengkan kepalanya.

“ Omma! Palli! “, suruh Rikyu yang tidak sabaran.

“ Anio, kami tidak mung… “, belum Yuri menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun menarik Yuri lalu menciumnya membuat semua orang kaget.

“ Woooooah “, reaksi mereka kaget, Rikyu lalu highfive dengan Joonmyun.

“ Ya! Mereka melihat kita! “, teriak Yuri sambil memukul pelan lengan Kyuhyun karena malu setelah ciuman mereka terlepas.

“ Wae? Mereka kan yang menyuruh kita “, jawab Kyuhyun polos.

“ Omma! Appa! Aku ingin seorang dongsaeng! “, pinta Rikyu membuat Yuri membulatkan matanya.

“ Mwo?! “, kaget Yuri membuat Chorong dan Joonmyun terkekeh.

“ Ya! Park Chorong! Kim Joonmyun! Mati kalian! “, ucap Yuri dengan emosinya membuat Chorong dan Joonmyun langsung lari dan Rikyu mengikuti mereka.

“ Aish! Apa – apan mereka?! “, cibir Yuri kesal.

“ Sudahlah biarkan saja mereka, Kajja! “, ajak Kyuhyun.

“ Kemana? “, tanya Yuri.

“ Tentu saja membuat dongsaeng untuk Rikyu “, jawab Kyuhyun polos.

“ Ya!!! “, teriak Yuri kesal namun Kyuhyun malah menggendong Yuri membuat Yuri memberontak tapi tidak membuat Kyuhyun menurunkannya.

Kyuhyun membawa Yuri ke kamar lalu mengunci pintunya. Chorong, Joonmyun dan Rikyu mengintip dari balik pintu rumah menuju pintu kamar Kyuhyun dan Yuri. Mereka saling terkekeh lalu highfive lagi.

The End

Anyeong, ini oneshoot lagi dari Author saraf hahaha😄 Gak banyak cingcong deh, moga kalian suka dan jangan lupa RCL’y ya😀 Gomawo atas kesediaan kalian membaca ff kacrut ini dan menghargai nya dengan Comment ^_^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

34 thoughts on “Naega Shireho!!!

  1. keren tapi kurang bed scene nya thor wkwkwkwkwkk….
    sekian lama aku menunggu ff kyurimu akhirnya publish juga. Biasanya Author publish myungso luhan yuri couple. Seneng deh sekarang publis yang kyuri
    ♡♡author

  2. Ceritax campur aduk thor. ada tegang, sedih, lucu etc… tp keren bgt dah… hehehe, Klanjutan need u in my lifex slalu d tungg thor… aq slalu ngcek tiep hr loh😦

  3. Mewek deh.. Ga tega kalo ngebayangin anak kecil nangis..
    Chorong sama joonmyun berhasil nyatuin yuri sama kyu lagii..horee
    Kasian rikyu klo kyuri cerai,,
    Gara” stress sama kerjaan anak jadi korban,,ckckckck
    Untung deh ga jadi cerai nya..hahahha

    NYIML chapter 3 dong manaaaaa ??

  4. aigoo ,, eonnie jjang !! Saia suka bnget alur kisah’x . Feel’x dpet smw . Sedih , galau , lucu , sneng , dll .. Pkok’x daebak dehh🙂 gomawo deh bwt Chorong , Suho , dkk . Krna udh bntuin Rikyu nyatuin lg Yul-eon sma Kyu-ppa .. Eonnie , d.tggu OS yg lain dan jgn lupa bwt nerusin ff chapternya jg😉 hwaiting !!

  5. sedih bgt…hikz tumben bca yuri sma kyu brntem smpe sgitunya…ga tega bgt liat rikyu sedih terus…
    thanks bgt deh buat suho, chorong yg uda nyatuin kyuri lgi…udah aku duga itu krjaan mreka…hehehe
    feel critanya dpt bgt eon,mnyentuh…haha kyu maunya aja tuh baru disruh buat dongsaeng…sukses trus ya eon buat ff2nya…

  6. kata-katanya rikyu itu loh … waaahhhhh
    ff-nya eon always daebak, keren suka suka… !!!!
    familiynya dpet bgt …🙂

    boleh saran gk ?
    kenapa eon gk coba bikin genre mistery,action tapi romance …
    kayaknya seru tuh eon, apa lagi KyuRi couple-nya …
    hehe maaf banyak ngemeng … cuma saran aja, eon kalo masalah romance sama merried lif udah keren … kenapa gk coba yg baru …🙂

    keep writting ya eon … fighting !!! (y)

  7. ya ampun kocaknya mereka berdua, wkwkwk bagus thor ffnya seperti biasa😀 feelnya dapet pas mereka lagi bertengkar aigoo kasihan Rikyu. Keep writing thor~

  8. aq ikut nangiss..airmtaq tiba” jatuh dgan sndrinya..tpi snyumanku lngsung mmbludak(apaansih) pas kyuppa lngsung mncium yuleon n trnyata Chorng n suhooppa yg mrencnkan smuaa..waahh..
    wahh.crintnya Daebakk..

    ^_^
    unnie kpan need u in my life d post.
    udhh pnsran bngett ma critnya^^

  9. aku nangis thor
    paas ending ketawa gaje hahaha
    kanget bgt ff KyuRi
    bagus eon idenya,ceritanya keren (y)
    dongsaeng ?? mereka ngintip tuh #ikut #plakk

  10. Huaah kasiaan nasibnya rikyu ngelist ortunya pada berantem, kirain aku ini lanjutan stupid bet eonn bukan ysh? Hehe😀
    Tapi untung aja gajadi cere hehe, tapi kenapa gaada cerita pas rikyunya punya dongsaeng lg eonn? Hehe😀 ceritanya tetep keren eonni ;;)

  11. Ya ampun, brtengkarny smpe parah gt. Ksian bgt rikyu. Tp untung aj dy anak yg cerdas. Mlh bs bwt ayah ibuny baikan lg. Bnr2 so sweet deh akhirny.. Waaahhh rikyu mnt adik, lgsg dbuatin tuuu. Hahahaha..

  12. Aigoo… Dasar epil… Klo udah ‘menjurus’ jd semangat…. Kkkk

    hahahh ngakak asli… Tpi q udah ketebak unn itu skenario….. Tpi ttp keren kok… Q suka…..

  13. kasian Rikyu hrz liat ortu’a b’tngkar😦
    huufftt untung ga smpai cerai
    aigo Rikyu kmu pntar bgttt sih bkin skenario’a
    sumpahhhh aq ngakak pas scene KyuRi hrz nglakuin skenario yg Rikyu buat wkwkwkwk😄
    fighting eonni ^^
    d tunggu next ff KyuRi🙂

  14. Wah daebakk eon..
    Gak nyangka eonni bakal bikin ff kyuri kayak gini, biasanya kan yang happy”…
    Feelnya dapet eon, aduh ini ada air mengalir “kelilipan apa ini” plakk
    Keren banget eon, gak kebayangin anak 6 thn hidup kayak gitu. Rikyu love you. Gomawo juga.
    Sekalian bayangin kyuhyun waktu nyanyiin 7 years of love. Itu lagunya keren banget, bikin nyesek.
    Lanjut terus eon.

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s