Posted in Dramalife, Friendship, Romance

Stupid Bet Chapter 9 End

Stupid bet 9

Stupid Bet

Chapter 9 End

Present by

Lee Midah

Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Sub cast

Song Qian ( Victoria ) || Nickhun 2PM || Sandara Park 2NE1 || Han Eunjung T-ara || Bigbang || Lee Donghae Super Junior

Length : Chapter || Rating : + 17ย  || Genre : Dramalife, Romance Friendship dan banyak lagi

Disclaimer

Story Asli milikku, sedikit terinpirasi dari FF lain yang dulu sekali author baca, namun tidak pernah ada terusannya jadi author tambahin aja dengan ide author yang mulai ngaco hahaha๐Ÿ˜„. Cast milik diri mereka sendiri & God. And mian jika ada yang tidak suka dengan sifat/ karakter dalam cerita ini, jangan dibash ya๐Ÿ˜€ #aku pakai untuk kebutuhan cerita saja. Be friendly ^__^

Happy Reading All!!! ^__^

โ€œ Nan.. Naega… saranghae…… Nickhun… โ€œ, Qian pun terlelap sambil bersandar pada jendela mobil Nickhun meninggalkan Nickhun yang masih tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Qian.

โ€œ Apa aku bermimpi? โ€œ, Tanya Nickhun tidak percaya.

Part 9 End

Yuri terbangun dan merasakan kepalanya yang sangat pusing sekali, dia melihat ke sekelilingnya lalu meregangkan ototnya.

โ€œ Hmm… kemana Kyuhyun? โ€œ, gumam Yuri, diapun menoleh kearah jam dinding dan matanya membulat kaget ketika melihat jam yang menunjukan pukul 1 siang.

โ€œ Omo! Bagaimana bisa aku bangun kesiangan? Lalu bagaimana dengan sarapan Kyuhyun? Aish! Yuri, Kau ini sungguh malas โ€œ, Yuri memaki dirinya sendiri, dia pun bangun dari tempat tidurnya.

Tiba โ€“ tiba ponsel Yuri berbunyi, tertera nama orang tuanya yang mucul, Yuri terlihat heran karena tidak biasanya orang tuanya menghubungi dirinya pada jam โ€“ jam seperti ini.

โ€œ Ada apa Omma menghubungiku? โ€œ, Yuri pun mengangkat ponselnya.

โ€œ Neh, Omma โ€œ, sapa Yuri .

โ€œ Mwo?! Illsan?! Tapi ada apa? โ€œ, terlihat ekpresi Yuri penasaran.

โ€œ Haaaah… Jadi Harabeoji memintaku kesana? Kupikir ada yang gawat โ€œ, lega Yuri.

โ€œ Baiklah Arraseo, aku akan pulang ke Illsan besok. Jaga diri kalian. Saranghae โ€œ, Yuri pun memutuskan sambungan ponselnya. Dia duduk sambil menatap ke arah langit โ€“ langit apartementnya.

โ€œ Illsan? Sudah lama aku tidak kesana โ€œ, gumam Yuri mengingat kampung halamannya.

Ilsan adalah daerah kelahiran Omma Yuri. Semenjak Halmoninya meninggal, disana hanya ada Harabeoji yang tinggal sendiri. Namun terkadang orang tua Yuri juga pergi kesana untuk menjenguknya. Tapi sudah beberapa tahun belakangan ini Yuri belum sempat menengok Harabeojinya karena kesibukan kerjanya.

~o0o~

Nickhun menatap wajah pulas Qian yang masih belum bangun, semalaman senyumnya tidak hilang dari bibirnya. Dia tidak ingin mimpi indah itu berakhir dengan cepat, Nickhun melihat tanda โ€“ tanda Qian sudah bergerak namun ia tidak merubah posisinya yang masih menatap Qian. Perlahan Qian membuka matanya dan mulai merasakan pusing dikepalanya. Qian memijit pelan kepalanya lalu terkaget melihat Nickhun yang menatapnya sambil tersenyum.

โ€œ Omo! Apa yang kau lakukan disini?! โ€œ, kaget Qian yang hampir terjatuh.

โ€œ Memandangimu โ€œ, jawab Nickhun singkat.

โ€œ Apa maksudmu?! Dan bagaimana bisa… โ€œ, Qian pun langsung melihat sekelilingnya, dia pun sadar kalau dirinya ada diapartement Nickhun sekarang.

โ€œ Mengapa aku ada disini?! โ€œ, tanya Qian bingung.

โ€œ Kau semalam mabuk dan aku terpaksa membawamu kesini โ€œ, jawab Nickhun membuat Qian hanya mengangguk โ€“ angguk.

Nickhun terus saja menatap Qian sambil tersenyum, Qian yang merasa ditatap pun menjadi salah tingkah. Qian mnecoba mengacuhkan pandangan Nickhun karena jantungnya kini berdegup kencang, ia bingung dan tidak bisa berpikir apapun sekarang.

โ€œ Apa yang kau lihat? โ€œ, tanya Qian mencoba mengalihkan perhatian Nickhun namun Nickhun semakin melebarkan senyumnya.

โ€œ Kau sangat cantik saat bangun tidur โ€œ, jawab Nickhun membuat wajah Qian memerah.

โ€œ Ya! Jangan menggodaku! Aku mau pergi sekarang! โ€œ, ujar Qian mencoba untuk beranjak namun setelah berjalan beberapa langkah Qian merasakan tangan Nickhun yang melingkar di perutnya.

โ€œ Apa yang kau lakukan? โ€œ, tanya Qian gugup.

โ€œ Aku ingin mendengar lagi ucapanmu semalam โ€œ, jawab Nickhun.

โ€œ Ucapan? Apa ? โ€œ, Qian pura โ€“ pura tidak tahu karena dia merasa sangat malu sekarang.

โ€œ Ucapan kalau kau mencintaiku โ€œ,

โ€œ Mwo? Apa aku mengatakan itu?! โ€œ,

โ€œ Hmm โ€œ, sahut Nickhun menganggukan kepalanya.

Qian bingung sekarang, dia memang mengingat mengucapkan kata itu tapi mengulang didepan Nickhun membuatnya malu dan gengsi. Qian melepaskan tangan Nickhun lalu berbalik menghadapnya, terlihat wajah Nickhun menunggu jawabannya.

โ€œ Ano… itu…. aku…. โ€œ, gugup Qian.

โ€œ Mwoya? โ€œ,

โ€œ Aku… aku mau pergi! โ€œ, pamit Qian yang terburu โ€“ buru keluar dari kamar Nickhun dengan membawa tasnya, Nickhun hanya menatapnya pergi lalu tersenyum.

โ€œ Kau terlihat lucu saat gugup seperti ini โ€œ, gumam Nickhun.

โ€œ Aish! Kenapa aku gugup setengah mati seperti ini? โ€œ, runtuk Qian saat berjalan masuk kedalam lift sambil memukul – mukul kepalanya sendiri.

~o0o~

Yuri merapikan sebuah tanaman bunga yang ia masukan ke dalam pot didepan balkon apartementnya, tanaman itu adalah bunga mawar putih yang sangat dia sukai. Yuri tersenyum saat menyimpan bunga itu di pinggiran balkonnya.

โ€œ Selesai โ€œ, ucapnya sambil tersenyum.

Yuri berdiri lalu membersihkan pakaiaannya dari kotoran tanah yang menempel ditubuhnya, saat dia berbalik dia terkaget melihat Kyuhyun yang berdiri tepat didepannya yang membuatnya hampir jatuh.

โ€œ Omo!!! โ€œ, Kyuhyun langsung menarik tubuh Yuri ke dalam pelukannya.

โ€œ Ya! Dari dulu kau itu selalu saja membuatku kaget! โ€œ, kesal Yuri.

โ€œ Aku suka sekali wajah kagetmu itu โ€œ, jawab Kyuhyun membuat Yuri melepaskan pelukan Kyuhyun dengan kesal lalu berjalan masuk.

โ€œ Tck!ย  Nappeun! โ€œ, cibir Yuri membuat Kyuhyun terkekeh.

โ€œ Bagaimana dikantor? โ€œ, tanya Yuri sambil duduk di sofa.

โ€œ Melelahkan, tapi semuanya bisa ditangani ditangan Cho Kyuhyun โ€œ, jawab Kyuhyun dengan percaya diri lalu mengikuti Yuri duduk di sofa.

โ€œ Percaya diri sekali! โ€œ,

โ€œ Yuri โ€œ, panggil Kyuhyun saat dirinya kini tidur dipangkuan Yuri.

โ€œ Hmm? โ€œ, sahut Yuri sambil mengusap rambut Kyuhyun.

โ€œ Mari kita menikah! โ€œ, ajak Kyuhyun.

โ€œ Mwo?! Mengapa tiba โ€“ tiba sekali? โ€œ,

โ€œ Aku ingin segera hidup bersama denganmu sampai aku tidak bisa bernafas lagi nanti โ€œ,

โ€œ Bukankan kita sudah hidup bersama? โ€œ,

โ€œ Neh, tapi apa kau mau kita hidup bersama tanpa menikah? Setidaknya dengan menikah aku bisa memilikimu seutuhnya tanpa takut ada namja yang akan merebutmu dariku โ€œ, jujur Kyuhyun.

Kyuhyun bangun lalu menatap mata Yuri, tangannya membelai pipinya lembut.

โ€œ Aku tidak tahu โ€œ, jawab Yuri membuat wajah Kyuhyun menatapnya heran.

โ€œ Mwo?! โ€œ,

โ€œ Aku merasa aku belum siap, aku perlu menyiapkan diriku sebelum memutuskan untuk menikah. Karena aku ingin menikah sekali seumur hidupku โ€œ, tutur Yuri.

โ€œ Jadi kau masih ragu untuk menikah denganku? โ€œ, tanya Kyuhyun, Yuri langsung menatap Kyuhyun sambil memegang kedua pipinya.

โ€œ Bukan seperti itu, hanya saja aku ingin memikirkannya dulu sebelum aku memutuskannya โ€œ,

โ€œ Kenapa harus dipikirkan? โ€œ,

โ€œ Aku ingin mempersiapkan diriku untuk menjadi seorang istri juga seorang Omma yang baik untuk keluarga kita nantinya. Karena semua itu butuh pemikiran yang matang untuk dilakukan โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Geurae, jika itu yang kau inginkan. Tapi aku tidak akan menerima jawaban tidak darimu, karena jika kau tidak mau aku akan langsung membawamu ke altar tanpa persetujuan darimu. โ€œ, ujar Kyuhyun sambil memeluk Yuri erat.

โ€œ Ya! Apa kau selalu menggunakan paksaan pada orang lain, eoh?! โ€œ, tanya Yuri sambil memukul pelan bahu Kyuhyun.

โ€œ Tidak pada orang lain, tapi khusus untukmu aku gunakan sedikit pemaksaan! โ€œ, jawab Kyuhyun dan keduanya pun terkekeh.

Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu memandang wajah Yuri lekat, tangannya membelai pipi Yuri lembut. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yuri lalu menarik tekuk Yuri untuk semakin dekat dengannya. Kyuhyun mencium bibir Yuri, mulai menghisap bibir bawahnya. Lalu Kyuhyun mengalungkan tangan Yuri dilehernya, dia mengangkat tubuh Yuri untuk duduk dipangkuannya. Ciuman itu terus berlanjut sampai dering ponsel berbunyi membuat Yuri mendorong tubuh Kyuhyun untuk melepaskan ciuman mereka. Terlihat keduanya tersengal โ€“ sengal setelah ciuman singkat namun cukup dalam baru saja.

โ€œ Aku mau mengangkatnya dulu โ€œ, ucap Yuri berjalan meninggalkan Kyuhyun menuju meja makan dimana ponselnya berada, Kyuhyun hanya menatap kecewa pada Yuri yang menjauh darinya.

โ€œ Yeoboseyo โ€œ, sapa Yuri ditelepon.

โ€œ Mwo?!!! Jinjjja!!! โ€œ, kaget Yuri membuat Kyuhyun langsung menghampirinya.

โ€œ Waeyo?! โ€œ, tanya Kyuhyun.

โ€œ Neh, kami segera kesana! Secepatnya! โ€œ, Yuri pun menutup teleponnya.

โ€œ Dara! Dia mau melahirkan! โ€œ, panik Yuri yang langsung menarik tangan Kyuhyun menuju rumah sakit.

~o0o~

Yuri dan Kyuhyun tiba dirumah sakit, mereka melihat para member Bigbang dan Eunjung sedang menunggu diluar dengan cemas. Sementara GD berada didalam ruangan untuk menemani Dara.

โ€œ Eunjung-a Otte?! โ€œ, tanya Yuri yang langsung menghampiri Eunjung.

โ€œ Mollaseoyo, mereka masih didalam โ€œ, jawab Eunjung.

โ€œ Semoga mereka baik โ€“ baik saja โ€œ, harap Yuri.

Kyuhyun pun langsung memeluknya karena Yuri terlihat sangat cemas sekali.

โ€œ Arhg!!!!! โ€œ, terdengar teriakan Dara yang membuat mereka semua lebih cemas.

โ€œ Tarik nafas, buang perlahan! โ€œ, suruh Dokter.

โ€œ Akh!!!!! โ€œ, sekarang teriakan GD yang terdengar karena tangannya digigit oleh Dara.

โ€œ Mengapa GD hyung berteriak?! โ€œ, heran Seungri diikuti anggukan oleh Daesung.

โ€œ Mungkin dia ikut melahirkan? โ€œ, tebak Daesung dengan wajah begonya (?) *langsung di gampar VIP ^^V

โ€œ Ya! Bagaimana mungkin GD ikut melahirkan?! โ€œ, jawab Top yang langsung menjitak kepala Daesung.

โ€œ Aw! Appayo! Aku akan hanya menebak โ€“ nebak โ€œ, ringis Daesung mengusap kepalanya.

โ€œ Mungkin GD berteriak karena dia gugup dan takut. Kau tahu dari tadi dia sangat gugup sekali saat pulang rekaman โ€œ, ujar Taeyang membuat Seungri dan Daesung mengangguk.

โ€œ Mengapa lama sekali? Apa bayinya masih betah didalam kandungan? โ€œ, heran Eunjung membuat Taeyang langsung menatapnya aneh.

โ€œ Chagi, jangan ikut โ€“ ikutan seperti Daesung โ€œ, ucap Taeyang membuat Eunjung tersenyum polos.

โ€œ Oakkk!!!!Oakkkk!!!Oaakkkkk! โ€œ, terdengar suara bayi dari dalam membuat semua orang yang menunggu bernafas lega.

โ€œ Bayinya sudah lahir! โ€œ, seru Yuri yang langsung memeluk Kyuhyun senang. Eunjung yang langsung memeluk Taeyang, juga Seungri dan Daesung sedangkan Top hanya diam karena tidak ada yang bisa dipeluk.

Setelah beberapa menit keluarlah GD dengan wajah yang lelah dan berantakan. Tangannya penuh luka cakaran dan gigitan. Rambutnya berantakan dengan keringat yang mengucur didahinya.

โ€œ Hyung, kau itu habis menemani Dara Noona atau berkelahi didalam? โ€œ, tanya Daesung heran diikuti tatapan penasaran dari yang lain.

โ€œ Aku… hah hah hah….โ€, GD terlihat tersengal โ€“ sengal membuat semua mata menatapnya.

โ€œ Aku… aku jadi seorang Appa!!! โ€œ, teriak GD girang lalu diapun pingsan karena kehabisan tenaga.

โ€œ GD! Bangun! โ€œ, semua orang panik melihatnya namun beberapa detik GD langsung bangun lagi.

โ€œ Aku sangat bahagia… โ€œ, desahnya lalu kembali tak sadarkan diri.

โ€œ Apa kita harus bawa ke rumah sakit? โ€œ, tanya Daesung.

โ€œ YA! Kita sudah di rumah sakit! โ€œ, ujar Top.

Akhirnya GD pun dibawa keruang perawatan karena terlihat butuh pertolongan dari suster.ย  Kemudian mereka semua masuk ke ruang inap Dara dan melihat Dara yang masih terbaring lemah.

โ€œ Dara-a! Chukae! โ€œ, seru Eunjung dan Yuri sambil menghampiri Dara membuat Dara tersenyum.

โ€œ Gomawo โ€œ,

โ€œ Noona, Chukae! โ€œ, ucap Seungri dan Daesung girang.

โ€œ Akhirnya kita memiliki keponakan juga โ€œ, ucap Top sambil tos dengan Taeyang.

โ€œ Dimana Jiyoung? โ€œ, tanya Dara.

โ€œ Dia pingsang, sekarang masih ditangani suster โ€œ, jawab Taeyang.

โ€œ Ny. Kwon, ini bayi anda โ€œ, datang seorang suster membawa bayi milik Dara.

Semua orang langsung menyerbu bayi itu dan terlihat berebutan ingin menggendongnya.

โ€œ Ya! Kalian ini seperti memperebutkan makanan saja! โ€œ, ucap Dara sambil terkekeh melihat tingkah teman โ€“ temannya.

โ€œ Lucu sekali! Menggemaskan! โ€œ, ucap semuanya.

โ€œ Ah…. aku ingin punya bayi juga โ€œ, iri Yuri saat menggendong bayi Dara.

โ€œ Kalau kau ingin, kita bisa membuatnya โ€œ, canda Kyuhyun membuat Yuri mencibirnya.

โ€œ Dimana anakku? โ€œ, tanya GD yang baru sadar dan langsung masuk.

โ€œ Akhirnya kau sadar juga Hyung โ€œ, ucap Seungri.

โ€œ Wah dia tampan sekali, sepertiku! โ€œ, puji GD membuat orang mencibirnya.

โ€œ Diakan mirip aku, Hyung! โ€œ, seru Daesung.

โ€œ Anio, dia mirip denganku! โ€œ, sanggah Seungri.

โ€œ Kalian ini jangan ngaku โ€“ ngaku. Sudah jelas dia mirip denganku โ€œ, ucap Top ikut โ€“ ikutan.

โ€œ Kalian salah, tentu saja mirip denganku โ€œ, Taeyang tidak mau kalah.

โ€œ Ini bayiku, pastinya dia mirip denganku โ€œ, ucap GD menegaskan.

โ€œ Mengapa jadi saling mengaku seperti itu? โ€œ, heran Eunjung membuat Yuri hanya mengangkat bahunya.

Terlihat semuanya tertawa bahagia dengan kelahiran bayi Daragon. GD mencium kening Dara lembut karena dia bahagia kelahirannya lancar walaupun memakan waktu yang sangat lama.

โ€œ Gomawo Chagi, kau memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk hidupku โ€œ, ucap GD membuat Dara tersenyum bahagia.

โ€œ Mereka sungguh pasangan bahagia sekarang! โ€œ, ucap Yuri dan Eunjung bersamaan.

~o0o~

Qian bersiap โ€“ siap untuk pulang, tiba โ€“ tiba saja pintu kantornya terbuka dan menampakkan sosok yang seharian ini dia rindukan padahal pagi hari mereka bertemu bahkan bermalam bersama.

โ€œ Mengapa kau ada disini? โ€œ, tanya Qian.

โ€œ Menjemputmu โ€œ, jawab Nickhun sambil menghampiri Qian, terlihat Qian menjadi salah tingkah karena sekarang dia mulai berdebar sekarang, ia juga bingung harus bersikap bagaimana pada Nickhun.

โ€œ Aku bisa pulang sendiri, jadi kau tidak usah repot โ€“ repot menjemputku โ€œ, Ucap Qian sambil membelakangi Nickhun namun dia langsung memukul โ€“ mukul bibirnya pelan, karena menyesal mengatakan hal itu.

โ€œ Aish! Mengapa aku menolaknya? โ€œ, batin Qian.

โ€œ Jadi kau tidak mau aku jemput? โ€œ, tanya Nickhun yang kini ada dibelakang Qian.

โ€œ Ani, bukan seperti itu. Aku.. โ€œ, Qian semakin terlihat gugup.

โ€œ Aku apa? โ€œ, tanya Nickhun yang langsung menyimpan dagunya di bahu Qian.

Perlahan Nickhun membalikkan tubuh Qian untuk menghadapnya, wajah Qian semakin malu dan tidak berani menatap Nickhun yang kini tersenyum padanya.

โ€œ Mengapa kau diam? โ€œ, Nickhun mengangkat dagu Qian lalu menatap matanya.

Kedua mata mereka bertemu, Nickhun mulai mendekatkan wajahnya pada Qian sedangkan Qian langsung menutup matanya. Dalam sekejap jarak antara wajah mereka pun menghilang, Nickhun menyapu bibir Qian dengan bibirnya. Dia mencurahkan perasaannya yang terpendam selama ini, Qian pun membalasnya karena dia mulai menyukai perasaannya saat Nickhun menciumnya seperti ini. Nickhun menarik tangan Qian untuk menggantung dilehernya sedangkan tangannya memeluk pinggang Qian lalu menariknya untuk lebih dekat tanpa melepaskan ciuman mereka.

โ€œ I Love you โ€œ, ucap Nickhun disela โ€“ sela ciumannya.

โ€œ I Love you too โ€œ, balas Qian dan mereka pun melanjutkan ciuman mereka lagi.

Tuan Song yang ingin menemui puterinya merasa kaget melihat Qian dan Nickhun yang berciuman di kantor.

โ€œ Ehem! Ehem! โ€œ, suara Tuan Song mengagetkan Qian dan Nickhun yang langsung melepaskan ciuman mereka.

โ€œ App… Appa! โ€œ, gugup Qian beracampur malu karena Appanya harus melihat apa yang dilakukannya dengan Nickhun.

โ€œ Anyeonghaseyo, Tuan Song! โ€œ, sapa Nickhun dengan canggung.

โ€œ Neh, sepertinya aku mengganggu kalian โ€œ, ucap Tuan Song sambil tersenyum membuat Qian menunduk dan Nickhun menggaruk tekuknya yang tidak gatal.

โ€œ Apa kalian akan pergi makan malam bersamaku sekarang? โ€œ, tawar Tuan Song membuat Qian dan Nickhun mengikutinya.

~o0o~

Yuri berbaring ditempat tidurnya setelah pulang dari rumah sakit, terlihat wajahnya masih menyunggingkan senyum bahagia dengan kelahiran bayi Daragon. Kyuhyun yang baru masuk pun menghampirinya lalu berbaring di sampingnya.

โ€œ Kehidupan mereka sungguh terasa komplit dengan adanya bayi mungil itu โ€œ, gumam Yuri sambil tersenyum.

โ€œ Neh, karena itu kita juga harus segera membuatnya untuk kita sendiri โ€œ, jawab Kyuhyun membuat Yuri langsung menatapnya tajam.

โ€œ Aku juga ingin โ€œ, setuju Yuri membuat Kyuhyun terbangun.

โ€œ Jinjja?! โ€œ,

โ€œ Hmm, tapi setelah kita menikah nanti. Melihat Dara dan GD tadi, membuatku merasa yakin dan siap untuk menikah denganmu โ€œ,

โ€œ Wah… kau cepat sekali berubah pikiran โ€œ,

Yuri pun tersenyum sambil menghadap ke arah Kyuhyun disampingnya. Kyuhyun membelai pipi Yuri dengan jarinya. Mereka bertatapan sambil tersenyum penuh arti. Kyuhyun pun menarik tubuh Yuri kedalam pelukannya kemudian dia mencium kening Yuri penuh kasih.

โ€œ Aku tidak bisa membayangkan jika tidak ada kau dalam hidupku. Mungkin selamanya aku akan kesepian tanpa dirimu, Yuri โ€œ, gumam Kyuhyun.

โ€œ Aku juga tidak akan pernah bisa merasakan kebahagian ini, tanpamu Kyu โ€œ, balas Yuri membuat Kyuhyun semakin erat memeluknya.

โ€œ Oia aku lupa, aku akan ke Ilsan untuk menemui Harabeoji. Omma dan Appa sudah ada ย disana โ€œ, ujar Yuri.

โ€œ Ke Ilsan? Kapan? Berapa lama? โ€œ, tanya Kyuhyun melepaskan pelukannya.

โ€œ Besok, mungkin aku disana selama seminggu โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Mwo? Lama sekali! Tidak bisa kah kau hanya pergi satu hari? โ€œ,

โ€œ Anio, Harabeoji tidak akan membiarkan aku pulang jika hanya sehari โ€œ,

โ€œ Kalau begitu, aku ikut denganmu. Kau tahu aku tidak bisa jauh darimu โ€œ,

โ€œ Ya!ย  Kenapa kau jadi seperti anak kecil seperti ini? Lagian kau pasti sibuk dikantor โ€œ,

โ€œ Anio, aku bisa menyuruh assistantku mengerjakannya. Jadi aku bisa pergi bersamamu โ€œ, ucap Kyuhyun.

โ€œ Kau ini selalu saja seenaknya! โ€œ, cibir Yuri.

โ€œ Tapi kau suka kan? โ€œ, Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya.

โ€œ Dasar genit! โ€œ,

Kyuhyun hanya terkekeh lalu memeluk Yuri kembali dan mereka pun memejamkan mata mereka untuk beistirahat. Kyuhyun merasakan disampingnya kosong saat matahari mulai menyorot ke arahnya. Dia pun membuka matanya lalu melihat kesekelilingnya.

โ€œ Dimana Yuri? โ€œ, gumamnya sambil beranjak bangun.

Saat berjalan keluar dari kamarnya, Kyuhyun mendengar Yuri sedang berbicara didepan pintu. Dia pun penasaran dan menghampiri ke arah pintu.

โ€œ Neh, jika ada yang kau butuhkan bisa kau bilang padaku โ€œ, ucap Yuri ramah.

โ€œ Gomawo, aku senang sekali memiliki tetangga yang baik sepertimu โ€œ, suara namja terdengar yang membuat Kyuhyun penasaran.

โ€œ Dengan siapa Yuri bicara? Sepertinya dia seorang namja? Tapi siapa namja itu? โ€œ, batin Kyuhyun.

โ€œ Kalau begitu aku permisi dulu, sekali lagi gomawo Yuri-ssi โ€œ, pamit namja itu.

โ€œ Neh, cheonmaneyo โ€œ, jawab Yuri.

Kemudian namja itu pergi meninggalkan apartement Yuri, saat Yuri berbalik dia kaget melihat Kyuhyun yang berada dihadapannya.

โ€œ Omo!!! โ€œ,

โ€œ Nuguseyo? โ€œ, tanya Kyuhyun.

โ€œ Ya! Kenapa kau muncul tiba โ€“ tiba? Aku hampir jantungan kau tahu?! โ€œ, kesal Yuri sambil mengusap dadanya.

โ€œ Kau belum menjawabku. Nuguseyo?! โ€œ, tanya Kyuhyun sambil mendekati Yuri dan menyudutkannya ke pintu.

โ€œ Namja itu? โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Ah… dia… โ€œ, melihat wajah Kyuhyun yang penasaran Yuri mendapat ide untuk menjahilinya.

โ€œ Hmm… dia itu pengagumku โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Mwo?! โ€œ,

โ€œ Neh, dia bilang dia menyukaiku saat pertama melihatku. Rasanya aku berpikir untuk menerima perasaannya karena terlihat sekali dia menyukaiku โ€œ, ucap Yuri sambil pura โ€“ pura terlihat berpikir, Yuri melihat wajah Kyuhyun yang mulai kesal.

โ€œ Mwo?! Apa maksudmu memikirkannya? Berani โ€“ berani sekali dia mengatakan dia menyukaimu! Kalau aku bertemu dengannya, dia pasti mati ditanganku! โ€œ, tutur Kyuhyun dengan wajah cemburunya.

โ€œ Waeyo? Memangnya mengapa jika dia menyukaiku? โ€œ, tanya Yuri polos membuat Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

โ€œ Wae? Kau tanya wae?! Ya! Kau itu milikku! Aku tidak suka ada namja mendekatimu, Arra?! โ€œ, tiba โ€“ tiba saja Yuri tertawa melihat sikap Kyuhyun yang menurutnya lucu. Kyuhyun menatap Yuri yang heran mengapa Yuri tertawa, beberapa detik kemudian dia menyadari kalau Yuri mengerjainya.

โ€œ Ya! Kau hanya mengerjaiku, Eoh?! โ€œ, tanya Kyuhyun pada Yuri yang masih tertawa.

โ€œ Wajahmu terlihat lucu saat kau cemburu seperti itu! Hahaha! โ€œ, tawa Yuri semakin tidak tertahan.

โ€œ Berani โ€“ beraninya kau menggoda macan tidur, Yuri! Kau harus mendapat balasan yng setimpal sekarang! โ€œ, terlihat Kyuhyun melukiskan sebuah smirknya yang membuat Yuri langsung terdiam, Yuri merasakan aura hitam yang keluar dari tubuh Kyuhyun.

Yuri menelan ludahnya dan mulai merasakan gugup, โ€œ Hmm… sepertinya aku harus membuat sarapan dulu sekarang โ€œ.

Saat Yuri berjalan ke pinggirnya, tangan Kyuhyun langsung menghalanginya. Yuri semakin tidak berkutik dibuatnya.

โ€œ Kau tidak bisa lari kemanapun, Yuri. Terimalah hukumanmu! โ€œ, ucap Kyuhyun lalu semakin mendekat pada Yuri.

โ€œ Otteokeh? Ini buruk! Aku harus segera kabur โ€œ, batin Yuri.

Saat jarak Kyuhyun semakin mendekat, tiba โ€“ tiba ponsel Yuri berbunyi membuat Yuri langsung bernafas lega.

โ€œ Sepertinya aku harus mengangkat ponselku dulu โ€œ, senang Yuri, namun Kyuhyun tidak terlihat terganggu.

โ€œ Kyu, ponselku berbunyi. Aku harus mengangkatnya! โ€œ, seru Yuri sambil menahan tubuh Kyuhyun yang sudah menempel dengan tubuhnya.

โ€œ Tidak sampai kau mendapat hukumanmu! โ€œ, tolak Kyuhyun namun Yuri langsung menginjak kakinya membuat Kyuhyun meringis kesakitan.

โ€œ Akh! Aw! โ€œ, ringis Kyuhyun memegangi kakinya, sedangkan Yuri hanya tersenyum sambil menjulurkan lidahnya kemudian menghampiri ponselnya yang berada di meja.

โ€œ Neh, Omma! โ€œ, sapa Yuri setelah menekan tombol hijau diponselnya.

โ€œ Arraseo, hari ini aku akan kesana. Jangan khawatir, ne โ€œ, Yuri merasakan Kyuhyun yang melingkarkan tangannya dipinggangnya lalu meletakan kepalanya dibahunya.

โ€œ Geurae, Bye Omma! โ€œ, Yuri pun menutup sambungannya.

โ€œ Kau jadi ke Ilsan? โ€œ, tanya Kyuhyun semakin memeluk Yuri erat.

โ€œ Neh, Omma hanya memastikan aku akan kesana โ€œ, jawab Yuri sambil memegang tangan Kyuhyun.

โ€œ Aku ikut! โ€œ,

โ€œ Tapi bagaimana pekerjaanmu? โ€œ,

โ€œ Sudah kubilang tidak usah kau pikirkan, aku bisa mengurusnya. Yang penting aku akan meminta ijin pada orang tuamu untuk meminta puterinya untuk menjadi pendamping hidupku โ€œ, ujar Kyuhyun membuat Yuri tersenyum.

โ€œ Apa kau yakin mereka akan mengijinkannya begitu saja, eoh?! โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Tentu saja, mana mungkin mereka menolak namja tampan dan baik sepertiku? โ€œ,

โ€œ Mwo?! Jinjja! Kau itu percaya diri sekali! โ€œ, cibir Yuri.

โ€œ Kalau tidak, mana mungkin kau terpesona dan jatuh cinta padaku kan? โ€œ,

Yuri pun tertawa mendengar ucapan Kyuhyun, tapi walaupun semua yang dikatakan Kyuhyun dusta (?) namun Yuri tidak menyangkal kalau dirinya memang sangat mencintai Kyuhyun dengan segala yang dimilikinya entah itu kekurangan atau kelebihannya.

~o0o~

โ€œ Sudah lama? โ€œ, tanya Yuri saat dia menghampiri Qian yang menunggunya di cafe.

โ€œ Anio, baru saja! โ€œ, jawab Qian dengan sikapnya yang belum berubah namun Yuri tidak terganggu dengan hal itu.

โ€œ Ada apa kau memanggilku kesini? โ€œ, tanya Yuri seakan tidak pernah merasakan ada masalah diantara mereka.

โ€œ Apa kau membenciku? โ€œ, tanya Qian membuat Yuri menatapnya heran.

โ€œ Benci? Anio, aku tidak pernah merasa membencimu. Hanya terkadang aku merasa tidak suka dengan sikapmu โ€œ, jawab Yuri jujur.

โ€œ Jinjja?! โ€œ,

โ€œ Hmm… karena membenci itu hanya membuat kita lelah, apalagi jika kita membenci seseorang yang tidak bersalah โ€œ,

โ€œ Apa kau menyindiriku?! โ€œ, tanya Qian kesal yang terlihat tersindir.

โ€œ Ani, karena dulu hanya karena sebuah kebencian persahabatanku hancur tapi saat rasa benci itu menghilang rasanya hati ini seakan bebas dari beban yang membuat dadaku terasa tidak nyaman โ€œ, tutur Yuri.

โ€œ Itulah yang aku benci darimu! โ€œ, ucap Qian membuat Yuri menoleh padanya.

โ€œ Neh?! โ€œ,

โ€œ Kau selalu menjadi protagonis dalam hidupku dan aku menjadi antagonis yang selalu memiliki peran yang jahat โ€œ, Yuri menatap Qian tidak mengerti.

โ€œ Teradang aku iri, apa yang Guฤซxiรกn lihat darimu? Cantik? Menurutku aku lebih cantik. Sexy? Kurasa itu lebih terlihat padaku. Tapi saat aku mengenalmu semua itu terasa jelas. Aku tidak pernah punya teman seperti yang kau miliki, aku pun sadar sesuatu saat kau mengajakku ke karaoke hari kemarin. Sebaik ataupun seburuk apa teman itu, tergantung dari cara kita menganggap mereka dan aku belajar hal itu darimu. Keberuntunganmu membuatku semakin membencimu, mengapa aku tidak bisa seberuntung dirimu? Mengapa aku tidak bisa sepertimu โ€œ, tutur Qian membuat Yuri terdiam.

Qian menatap Yuri yang kini terlihat berkaca โ€“ kaca, Yuri terlihat menahan tangisnya.

โ€œ Wae? Mengapa kau menangis? Apa kau mengasihani aku? โ€œ, tanya Qian merasa tidak suka dipandang seperti itu apalagi dikasihani.

โ€œ Anio, aku hanya terharu. Ceritamu membuatku ingin menangis โ€œ, jawab Yuri sambil menghapus air matanya.

โ€œย  Kau tenang saja, aku akan menjadi temanmu. Kau tidak akan merasa kesepian lagi karena aku akan selalu ada untukmu โ€œ, ucap Yuri sambil memegang kedua tangan Qian membuat Qian semakin menatapnya aneh.

โ€œ Ya! Siapa bilang aku mau kau jadi temanku?! Kau itu sungguh menyebalkan! โ€œ, cibir Qian namun Yuri tersenyum mendengarnya.

โ€œ Dasar yeoja aneh! โ€œ, cibir Qian namun Yuri semakin melebarkan senyumnya dan tidak lama Qian pun ikut tersenyum.

Tiba โ€“ tiba saja Nickhun muncul lalu duduk di samping Qian, Yuri yang heran menatap mereka dengan tatapan aneh saat Nickhun memeluk Qian mesra.

โ€œ Anyeong Yuri-ssi! โ€œ, sapa Nickhun.

โ€œ Ah… neh, Anyeong! โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Kalian? โ€œ, tanya Yuri sambil menunjuk keduanya bergantian.

โ€œ Neh, gomawo karena malam itu kau membuat Qian mabuk sehingga aku tahu bagaimana perasaannya padaku โ€œ, jawab Nickhun yang langsung mendapat cubitan dari Qian.

โ€œ Aku?! โ€œ, Yuri bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.

โ€œ Jangan dengarkan dia, Yuri โ€œ, ucap Qian membuat Nickhun terkekeh.

โ€œ Kalian terlihat sangat serasi sekali โ€œ, puji Yuri.

โ€œ Kau mengatakan itu agar aku tidak mengganggu Guฤซxiรกn lagi kan?! โ€œ, tanya Qian dengan memicingkan matanya.

โ€œ Mungkin โ€œ, jawab Yuri sambil tertawa, membuat Qian dan Nickhun juga ikut tertawa.

โ€œ Apakah ada yang aku lewatkan? โ€œ, tanya seorang namja yang tiba โ€“ tiba datang dan langsung duduk disamping Yuri.

โ€œ Neh, menurutmu mereka terlihat serasi tidak? โ€œ, tanya Yuri pada Kyuhyun sambil menunjuk Nickhun dan Qian.

โ€œ Anio โ€œ, jawab Kyuhyun membuat semua mata menatap kearahnya.

โ€œ Ya! Mengapa kau mengatakan tidak? โ€œ, tanya Nickhun tidak terima.

โ€œ Aku kan belum selesai, kalian tidak serasi tapi cocok sekali โ€œ, jawab Kyuhyun sambil tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.

โ€œ Jinjja! โ€œ, cibir Yuri.

โ€œ Sepertinya kami harus pamit dulu, karena Appa Qian ingin kami menemuinya sekarang โ€œ, pamit Nickhun.

โ€œ Geurae, kami juga akan pergi sekarang โ€œ, ucap Kyuhyun.

โ€œ Kalau begitu sampai jumpa, lain kali kita harus mengadakan double date โ€œ, ajak Nickhun.

โ€œ Neh, ide yang bagus โ€œ, setuku Kyuhyun.

Yuri menghampiri Qian lalu memeluknya, Qian merasa aneh namun hatinya merasa senang dengan kehangatan yang dia rasakan dari Yuri.

โ€œ Ya! Mengapa kau memelukku? โ€œ, tanya Qian yang masih gengsi mengakui kebahagiannya memiliki teman seperti Yuri.

โ€œ Hanya memastikan bahwa mulai sekarang kita akan menjadi teman โ€œ, jawab Yuri.

Lalu mereka pun berpisah, Nickhun dengan Qian menemui Appanya Qian yang menunggu mereka di restoran. Sedangkan Yuri dan Kyuhyun yang bersiap โ€“ siap untuk ke Ilsan.

~o0o~

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Yuri dan Kyuhyun tiba di Ilsan. Wajah Yuri terlihat sangat senang melihat kampung halamannya.

โ€œ Kau terlihat senang sekali? โ€œ, tanya Kyuhyun.

โ€œ Neh, sangat. Karena aku sudah lama sekali tidak kesini โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Jakkaman! Hentikan mobilnya! โ€œ, pinta Yuri dan Kyuhyun pun menghentikan mobilnya didekat sebuah taman disana terdapat taman bermain untuk anak โ€“ anak.

โ€œ Tempat ini tidak berubah โ€œ, ucapnya.

โ€œ Wae? Ada moment spesialkah disini? โ€œ, tanya Kyuhyun heran sambil menghampiri Yuri.

โ€œ Ani, hanya dulu aku sering ke sini jika liburan tiba dan aku juga memiliki sahabat di tempat ini โ€œ,

โ€œ Sahabat? Namja? โ€œ, tanya Kyuhyun.

โ€œ Neh โ€œ, mendengar jawaban Yuri, wajah Kyuhyun menjadi cemberut.

โ€œ Apa kau yakin hanya sahabat? โ€œ, selidik Kyuhyun membuat Yuri memicingkan mata sambil menatapnya.

โ€œ Ya! Apa kau cemburu? โ€œ, tanya Yuri yang menyadari kalau Kyuhyun terdiam sambil cemberut.

โ€œ Gemanhae, dia sudah lama meninggal karena penyakitnya ย โ€œ, ucap Yuri sambil memegang pipi Kyuhyun.

โ€œ Jinjja?! โ€œ,

โ€œ Neh, dia sakit leukimia, makanya kau tidak usah cemburu padanya. Aku heran kenapa akhir โ€“ akhir ini kau selalu cemburu padaku? โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Karena kau tidak bilang akan menikah denganku โ€œ, jawab Kyuhyun.

โ€œ Bukan tidak mau, tapi kan aku hanya bilang belum siap. Sudahlah, Kajja! โ€œ, ajak Yuri menghampiri mobil Kyuhyun lagi, Kyuhyun sempat menoleh ke arah ayunan itu kemudian dia pun berbalik dan menyusul Yuri.

Saat mobil berjalan, Yuri melihat seorang namja yang sedang membantu seorang Halmoni yang membawa barang berat. Namja itu mengingatkannya sosok sahabatnya yang sudah tiada.

โ€œ Oppa? โ€œ, lirih Yuri.

โ€œ Oppa? Nuguseyo? โ€œ, tanya Kyuhyun yang mendengar Yuri.

โ€œ Eh?! Oppa, sahabat yang aku tadi ceritakan. Jangan bilang kau cemburu lagi? โ€œ, jawab Yuri sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum polos.

Mereka pun sampai di rumah Harabeoji Yuri, terlihat kedua orang tua Yuri sudah berada didepan halamannya.

โ€œ Omma! Appa! โ€œ, panggil Yuri sambil berlari ke arah orang tuanya.

โ€œ Yuri-a, kau sudah datang? โ€œ, tanya Omma Yuri sambil memeluk puterinya.

โ€œ Anyeonghaseyo, Abeonim! Omonim! โ€œ, sapa Kyuhyun membuat kedua orang tua Yuri menoleh kearahnya.

โ€œ Oh! Kau kan namja waktu itu! โ€œ, ucap Appa Yuri melihat Kyuhyun dan Omma Yuri terlihat senang melihat Kyuhyun.

โ€œ Aigo! Kau tambah tampan saja! โ€œ, puji Omma Yuri membuat Kyuhyun tersenyum malu.

โ€œ Yah tidak jauh beda dengan Appamu ini saat muda Yuri โ€œ, timpal Appa Yuri membuat Omma Yuri mencibirnya.

โ€œ Ehem! Ehem! โ€œ, sebuah suara terdengar dari namja yang sudah berumur, semua yang ada disana langsung menoleh.

โ€œ Harabeoji! โ€œ, panggil Yuri yang langsung memeluk namja itu.

โ€œ Yuri-a! Akhirnya kau datang juga โ€œ, senang Harabeoji melihat cucu satu โ€“ satunya itu.

โ€œ Neh, Harabeoji bogoshipeo โ€œ, ucap Yuri.

โ€œ Appa, kenalkan dia ini namjacingu Yuri, dia dari Seoul โ€œ, ujar Omma Yuri memperkenalkan Kyuhyun.

โ€œ Anyeonghaseyo, Harabeoji. Joneun Cho Kyuhyun Imnida โ€œ, sapa Kyuhyun sambil membungkukkan tubuhnya.

โ€œ Namjacingu, Yuri? โ€œ, Harabeoji langsung menatap Kyuhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki.

โ€œ Kau tidak terlihat namja yang baik โ€œ, komentar Harabeoji setelah mengamati Kyuhyun.

โ€œ Neh?! โ€œ, sahut Kyuhyun.

โ€œ Aku tidak akan semudah itu memberikan cucu tersayangku padamu. Kau harus masuk kualifikasiku jika kau ingin aku merestuimu karena tidak hanya kau yang menjadi calon untuk Yuri. Aku sudah menyiapkan calon untuknya โ€œ, papar Harabeoji membuat Yuri dan kedua orang tuanya kaget.

โ€œ Mwo?! โ€œ, kaget Yuri.

โ€œ Appa, apa maksudmu? โ€œ, tanya Omma Yuri, Yuri langsung menatap Kyuhyun yang juga memandangi dirinya.

โ€œ Anyeonghaseyo, Harabeoji! โ€œ, sapa seorang namja dengan ramah membuat semua orang menoleh.

โ€œ Ah! Donghae-a, kau sudah datang! โ€œ, balas Harabeoji dengan ramah pada namja yang bernama Donghae itu.

Namja yang bernama Donghae itu langsung membungkukkan tubuhnya pada orang tua Yuri juga Yuri dan Kyuhyun. Terlihat dia adalah namja yang sopan dan santun.

โ€œ Bukankah dia namja tadi yang aku lihat dekat taman? โ€œ, batin Yuri menatap namja itu, Kyuhyun yang melihat pandangan Yuri pada namja itu menjadi kesal.

โ€œ Mengapa Yuri memandangi namja itu? Apa dia menyukai namja itu? โ€œ, batin Kyuhyun kesal, Yuri menyadari Kyuhyun memandanginya langsung menoleh.ย  Tatapan Kyuhyun menjadi tajam saat mata Yuri mengarah padanya.

โ€œ Yuri , dia Donghae. Cucu sahabatku yang baru lulus dari Harvard โ€œ, ucap Harabeoji memperkenalkan Donghae.

Donghae membungkukkan tubuhnya pada Yuri begitu juga sebaliknya, setelah itu Orang tua Yuri menyuruh Kyuhyun masuk sedangkan Harabeoji mengajak Donghae juga masuk.

โ€œ Firasatku buruk sekarang โ€œ, batin Yuri yang mengikuti mereka masuk.

~o0o~

Yuri menghampiri Kyuhyun yang berdiri melihat pemandangan bukit, Yuri merasa tidak enak dengan perkataan Harabeojinya apalagi mengingat Kyuhyun yang cemburuan. Dia pun duduk disamping Kyuhyun lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun.

โ€œ Mianhae โ€œ,

โ€œ Waeyo? Mengapa kau minta maaf? โ€œ, tanya Kyuhyun merangkul Yuri.

โ€œ Tentang Harabeoji โ€œ,

โ€œ Gwenchana, walaupun dia bilang kau akan dijodohkan tapi aku tidak akan membiarkan namja itu merebutmu. Aku akan berusaha untuk mendapatkan restu darinya, apapun yang terjadi โ€œ, ujar Kyuhyun.

โ€œ Hmm… aku tahu kau tidak mungkin membiarkannya โ€œ,

โ€œ Tapi kenapa tadi kau menatap namja itu? Apa kau tertarik padanya? โ€œ, kini Kyuhyun terdengar marah.

โ€œ Aku tidak menatapnya, aku hanya merasa familiar saja karena dia mirip sahabatku โ€œ, elak Yuri.

โ€œ Sahabatmu yang meninggal itu? โ€œ, tanya Kyuhyun menyelidik.

โ€œ Hmm. Sudahlah jangan dibahas lagi. Dia sudah senang disana โ€œ, ucap Yuri sambil memandangi langit malam.

โ€œ Kita kembali saja sekarang, kau tidak ingin Harabeojiku marah padamu kan? โ€œ, ajak Yuri sambil beranjak pergi Kyuhyun pun mengikutinya.

โ€œ Appa, apa kau yakin akan menjodohkan Yuri? Yuri kan sudah memiliki namjacingu? โ€œ, tanya Omma Yuri.

โ€œ Waeyo? Dia kan hanya namjacingu bukan suami Yuri. Dan aku tidak yakin namja itu cocok untuk Yuri. Harusnya kalian tidak langsung memberikan restu kalian begitu saja โ€œ, jawab Harabeoji dengan tegas.

โ€œ Tapi Abeonim, dia namja yang baik. Kami sudah mengenalnya saat mereka di Seoul โ€œ, timpal Appa Yuri ikut membela Kyuhyun.

โ€œ Donghae juga namja yang baik dan dia juga calon suami ideal untuk Yuri โ€œ,

โ€œ Tapi Appa, Yuri mencintai Kyuhyun begitu juga sebaliknya. Apa kau akan memisahkan mereka? โ€œ, tanya Omma Yuri membuat Harabeoji diam.

โ€œ Sudahlah, Kita akan membahasnya nanti. Sekarang aku lelah โ€œ, ucap Harabeoji membuat kedua orang tua Yuri keluar dari kamarnya.

Yuri dan Kyuhyun tertawa saat mereka kembali ke rumah Harabeoji, keduanya saling bercanda satu sama lain.

โ€œ Kalian terlihat bahagia sekali? โ€œ, sapa Donghae yang melihat Yuri dan Kyuhyun kembali.

โ€œ Donghae-ssi? Kau belum tidur? โ€œ, jawab Yuri, Kyuhyun hanya menatap Donghae tidak suka bagaimana pun Donghae adalah saingannya sekarang.

โ€œ Anio, aku belum mengantuk โ€œ, jawab Donghae yang memamerkan senyum dari wajah tampannya.

โ€œ Oia Donghae-ssi, apa kau juga akan menginap disini? โ€œ, tanya Kyuhyun basa โ€“ basi.

โ€œ Neh โ€œ, jawab Donghae sambil tersenyum, Kyuhyun semakin kesal pada Donghae.

โ€œ Hmmm… sebaiknya kita masuk karena hari sudah malam โ€œ, ajak Yuri yang tidak ingin berada dalam suasana mencekam itu.

~o0o~

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Donghae selalu diajak oleh Harabeoji melakukan pekerjaan sebagai petani. Mereka disuruh mencangkul, menanam berbagai sayuran pokoknya semua hal yang berhubungan dengan pertanian. Donghae mengerjakannya dengan senang karena dia memang senang melakukannya sedangkan Kyuhyun tidak ingin kalah karena dia harus mengambil hati Harabeoji agar merestui dirinya dengan Yuri.

โ€œ Abeoji, apa itu tidak berlebihan? Mereka harus bekerja seperti itu? ย โ€œ, tanya Appa Yuri.

โ€œ Waeyo? Sebagai seorang namja, mereka harus bisa melakukan apapun kan? โ€œ, jawab Harabeoji.

โ€œ Tapi mereka terlihat tidak biasa mengerjakan pekerjaan berat itu Harabeoji โ€œ, Appa Yuri terlihat cemas melihat Donghae dan Kyuhyun.

โ€œ Kita akan lihat siapa namja yang pantas untuk, Yuri โ€œ, jawab Harabeoji.

Yuri dan Ommanya menghampiri para namja yang sedang bertani, mereka membawakan minuman juga makanan. Yuri melihat Kyuhyun yang bekerja keras dan juga dia melihat Donghae yang terlihat kelelahan.

โ€œ Harabeoji, lihatlah mereka sudah kelelahan. Biarkan mereka istirahat dulu โ€œ, pinta Yuri.

โ€œ Ya! Kalian berdua, kesinilah! โ€œ, panggil Harabeoji pada Kyuhyun dan Donghae.

โ€œ Makanlah untuk tenaga kalian nanti! Karena kalian akan melakukannya lagi setelah ini โ€œ, suruh Harabeoji membuat Kyuhyun bernafas lega dan Donghae hanya tersenyum menanggapinya.

โ€œ Gwenchana? โ€œ, tanya Yuri pelan pada Kyuhyun.

โ€œ Sepertinya Harabeojimu memang tidak menyukaiku. Dia selalu memarahiku sedangkan pada Donghae dia malah memujinya terus โ€œ, jawab Kyuhyun kesal yang langsung meneguk minumannya.

โ€œ Sabar ya, Harabeoji memang seperti itu โ€œ, ucap Yuri sambil mengusap pundak Kyuhyun.

โ€œ Apa maksud perkataanmu anak muda? โ€œ, tanya Harabeoji membuat Kyuhyun kikuk.

โ€œ Anio, aku hanya bilang sangat menyenangkan melakukan pekerjaan ini โ€œ, Kyuhyun tersenyum kaku.

Donghae sempat melirik pada mereka, dia tersenyum melihat pasangan itu. Walaupun dalam hatinya merasa iri tapi Donghae merasa tidak memiliki hak untuk melakukan itu.

โ€œ Sepertinya aku tidak akan mendapat kesempatan โ€œ, batin Donghae

Pada malam hari, Donghae melihat Yuri yang duduk sendiri dihalaman rumah. Dia pun menghampiri Yuri dan duduk disampingnya.

โ€œ Kau belum tidur? โ€œ, tanya Donghae.

โ€œ Anio, kau sendiri? Bukankah kau lelah setelah melakukan pekerjaan berat tadi? โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Aku tidak bisa tidur dan berniat jalan โ€“ jalan. Sepertinya hubunganmu dan Kyuhyun sangat dekat sekali ya? โ€œ, jawab Donghae, Yuri hanya tersenyum dan mengiyakan perkataan Donghae.

โ€œ Apa kehadiranku mengganggu? โ€œ, tanya Donghae.

โ€œ Anio, Gwenchana. Hanya saja ada sesuatu yang harus kau tahu โ€œ,

โ€œ Arraseo. Tentang perjodohan Harabeoji kan? Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku jika kau tidak ingin. Aku tidak ingin pernikahan dengan cinta sepihak โ€œ, jawab Donghae yang mengerti maksud Yuri.

โ€œ ย Kau itu namja yang baik Donghae-ssi ย โ€œ, ucap Yuri.

โ€œ Tapi tidak membuatmu menyukaiku kan? โ€œ, tanya Donghae dan keduanya pun tertawa.

Harabeoji mendengar perbincangan mereka, ia pun mulai berpikir tentang apa yang dilakukannya. Apakah dia bisa membuat Yuri lebih memilih Donghae di banding Kyuhyun? Atau dia akan membiarkan Yuri bersama Kyuhyun? Harabeoji pun kembali ke kamarnya.

โ€œ Sepertinya aku mulai mengantuk โ€œ, pamit Donghae.

โ€œ Neh, aku juga sama โ€œ, setuju Yuri.

Keduanya berdiri lalu hendak berjalan masuk, namun tiba โ€“ tiba kaki Yuri tersandung membuatnya hampir jatuh namun Donghae menariknya membuat Yuri berada di dalam pelukan Donghae. Keduanya terdiam sejenak dengan posisi mereka sampai sebuah suara menyadarkan keduanya.

โ€œ Ehem! Ehem! โ€œ,

Sontak keduanya saling melepaskan satu sama lain, saat menoleh Yuri merasakan sebuah tatapan tajam mengarah padanya dan pada Donghae.

โ€œ Kyu?! โ€œ, kaget Yuri mendapati Kyuhyun yang melihat kejadian baru saja.

โ€œ Ah! Mianhae, jika aku mengganggu moment kalian โ€œ, ucap Kyuhyun namun terlihat menyindir.

โ€œ Kyuhyun-ssi, ini tidak seperti kau lihat. Kami… โ€œ, Donghae berusaha menjelaskan.

โ€œ Tenang saja Donghae-ssi. Kau tidak usah menjelaskannya lagian kalian kan sudah dijodohkan โ€œ, jawab Kyuhyun sambil tersenyum pahit.

โ€œ Kalian bisa melanjutkannya, aku permisi โ€œ, pamit Kyuhyun.

โ€œ Kyu, tunggu dulu! Aku bisa menjelaskannya โ€œ, kata Yuri namun Kyuhyun terus berjalan tanpa menghiraukan Yuri.

Yuri menghampiri Kyuhyun ke kamarnya, dia tidak peduli Kyuhyun akan marah padanya atau tidak yang terpenting sekarang menjelaskan kalau yang dilihat Kyuhyun itu hanyalah salah paham.

โ€œ Kyu, kau tidak usah marah. yang kau lihat tadi itu hanya kecelakaan โ€œ, jelas Yuri namun Kyuhyun masih memunggungi Yuri.

โ€œ Kyu… โ€œ, panggil Yuri yang mendekati Kyuhyun.

โ€œ Jangan marah, semua itu tidak seperti yang kau pikir โ€œ, Yuri pun memeluk Kyuhyun dari belakang.

โ€œ Tapi tetap saja, dia namja yang akan dijodohkan denganmu โ€œ, jawab Kyuhyun sepertinya terluka dengan kenyataan itu.

โ€œ Ya! Sejak kapan kau menjadi pesimis seperti ini eoh?! Bukankah kau itu Cho Kyuhyun yang selalu percaya diri dari siapapun dan selalu berusaha keras untuk memperjuangkan apa yang kau ingin? โ€œ, tutur Yuri.

โ€œ Au tidak pesimis, hanya saja Harabeojimu lebih memilih Donghae daripada aku. Apa aku harus menculikmu agar dia tidak jadi menjodohkanmu dengan Donghae? โ€œ, tanya Kyuhyun sambil berbalik menghadap Yuri.

Yuri terawa mendengar ucapan Kyuhyun, โ€œย  Ya! Apa gunanya kau berusaha keras jika akhirnya kau menculikku? โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Lalu apa yang akan kau lakukan jika Harabeoji tetap menjodohkanmu dengan Donghae? โ€œ, tanya Kyuhyun membuat Yuri terlihat berpikir.

โ€œ Kalau seperti itu, aku akan memintamu menculikku โ€œ, jawab Yuri sambil tertawa dan Kyuhyun pun ikut tertawa.

ย โ€œ Kau tahu kan aku hanya menyukaimu? โ€œ, tanya Yuri sambil memeluk Kyuhyun erat.

โ€œ Neh, aku tahu โ€œ, jawab Kyuhyun semakin mendekap Yuri pada dadanya.

ย โ€œ Kalau begitu sekarang kau cium aku! โ€œ, pinta Kyuhyun.

โ€œ Mwo?! โ€œ,

โ€œ Ya! Hari ini kau belum melakukannya. Bukankah kau harus menciumku setiap hari? โ€œ, ucap Kyuhyun.

โ€œ Mwo?! Peraturan darimana itu?! โ€œ, kaget Yuri.

โ€œ Peraturanku! Jadi mau tidak mau kau harus mengikutinya โ€œ, jawab Kyuhyun.

โ€œ Kalau aku tidak mau? โ€œ, tanya Yuri menantang.

โ€œ Kalau kau tidak mau, aku tidak akan melepaskanmu sekarang โ€œ, Kyuhyun mengunci tubuh Yuri dengan tangannya erat.

โ€œ Ya! Lepaskan aku! โ€œ, pinta Yuri namun Kyuhyun enggan untuk melepaskannya.

โ€œ Ya! โ€œ,

โ€œ Cium aku dulu, baru aku lepaskan โ€œ, suruh Kyuhyun membuat Yuri menyerah.

โ€œ Geurae, tapi lepaskan dulu tanganmu โ€œ, Kyuhyun pun melepaskannya.

Yuri mulai berjalan mendekati Kyuhyun, dia menatap Kyuhyun dan Yuri pun menjinjitkan kakinya untuk mensejajarkan dirinya dengan Kyuhyun. Dia pun mencium pipi Kyuhyun.

Chu~

โ€œ Sudahkan? โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Anio, bukan disana tapi disini โ€œ, jawab Kyuhyun sambil menunjukan bibirnya.

โ€œ Mwo?! โ€œ,

Dengan ragu Yuri semakin menjinjitkan kakinya, tangannya menopang pada bahu Kyuhyun. Saat Yuri menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Tangan Kyuhyun memeluk pinggang Yuri erat dan mengangkatnya sedikit. Yuri kaget yang langsung memeluk leher Kyuhyun. Kyuhyun semakin menciumnya lebih dalam dan mulai lebih menggairahkan membuat Yuri terhipnotis. Mereka saling menatap disela โ€“ sela ciuman mereka, keduanya tersenyum lalu melanjutkan ciuman penuh hasrat itu. Yuri hanya membiarkan Kyuhyun terus membawa dirinya memasuki permainan battle lidah mereka, sampai Yuri tidak sadar Kyuhyun menyudutkan dirinya ke dinding. Keduanya terlarut dalam permainan mereka masing โ€“ masing. Tangan Kyuhyun pun mulai menjelajah ke seluruh tubuh Yuri lalu memasuki kaos Yuri, meraba seluruh tubuh Yuri, merasakan mulusnya kulit Yuri. Yuri pun hanya bisa meraba โ€“ raba punggung Kyuhyun merasakan sensasi yang hanya dia rasakan saat bercumbu dengan Kyuhyun. Tiba โ€“ tiba terdengar suara langkah kaki membuat mereka kaget dan menghentikkan kegiatan mereka.

โ€œ Sttttttt…. โ€œ, Yuri menutup mulut Kyuhyun sedangkan posisi mereka masih sangat intim dimana Yuri melingkarkan kakinya dipinggang Kyuhyun.

โ€œ Apa anak ini sudah tidur? Tapi dilihat keadaan kamarnya sepertinya anak ini sudah tidur โ€œ, sebuah suara dari luar tedengar seperti milik Harabeoji.

Kemudian langkah itu pun mulai menjauh dari tempat Kyuhyun, setelah memastikan tidak ada orang keduanya menghela nafas lega.

โ€œ Hah… hah… hampir saja! โ€œ, lega Yuri.

โ€œ Apa itu Harabeoji? โ€œ, tanya Kyuhyun dan Yuri mengangguk.

โ€œ Apa yang dia lakukan disini? โ€œ, tanya Kyuhyun sedangkan Yuri hanya mengangkat bahunya.

Yuri menyadari posisinya dengan Kyuhyun sekarang, dia pun merasa malu karena bajunya sedikit terbuka sekarang. Yuri mendorong Kyuhyun lalu berdiri sambil membetulkan bajunya.

โ€œ Tidakkah kita akan meneruskannya? โ€œ, tanya Kyuhyun.

โ€œ Apa kau ingin mati, Eoh?! โ€œ, Jawab Yuri sambil memasang wajah jutek.

Kyuhyun menarik Yuri kedalam pelukannya, dia pun mencium kening Yuri lembut.

โ€œ Aku percaya padamu, tapi aku tidak bisa menahan rasa cemburuku apalagi melihatmu dipeluk namja lain โ€œ, ucap Kyuhyun.

โ€œ Tapi kan kau tidak seharusnya gampang sekali cemburu! โ€œ, jawab Yuri kemudian melepaskan pelukan Kyuhyun.

โ€œ Apapun yang akan Harabeoji lakukan padamu aku akan selalu disisimu. Kau jangan mau kalah dengan Harabeoji. Arra?! โ€œ, ucap Yuri lalu memegan pipi Kyuhyun sebelum kembali kekamarnya.

~o0o~

Harabeoji menyuruh Kyuhyun untuk menemaninya pergi ke Balai desa dimana para petani berkumpul. Kyuhyun merasa heran karena Harabeoji malah menyuruhnya yang ikut bukan Donghae karena Kyuhyun yakin kalau Harabeoji lebih menyukai Donghae dibandingkan dirinya.

โ€œ Harabeoji, mengapa kau tidak pergi dengan Donghae? โ€œ, tanya Kyuhyun.

โ€œ Wae? Kau keberatan ikut bersamaku? โ€œ, tanya Harabeoji dingin.

โ€œ Anio, bukankah kau tidak menyukaiku โ€œ, Jujur Kyuhyun.

โ€œ Memangnya kalau aku tidak menyukaimu, aku tidak boleh mengajakmu? Kalau kau keberatan kembali saja. Tapi jangan harap aku akan merestui hubunganmu dengan Yuri โ€œ, ancam Harabeoji membuat Kyuhyun langsung tersenyum dan mencoba gembira.

โ€œ Anio, Harabeoji. Tentu saja aku mau ikut denganmu โ€œ, rayu Kyuhyun memasang wajah angelnya namun Harabeoji membalasnya dengan wajah dinginnya.

Setibanya di balai desa, Harabeoji menyuruh Kyuhyun untuk membantu para petani ย yang akan melakukan panen. Dia tidak membiarkan Kyuhyun istirahat walau hanya beberapa menit.

โ€œ Ya! Anak muda! Jangan malas dan hanya duduk saja! Cepat kembali bekerja! โ€œ, teriak Harabeoji membuat Kyuhyun yang baru saja duduk terpaksa berjalan lagi.

โ€œ Rasanya Harabeoji itu benar โ€“ benar membenciku โ€œ, runtuk Kyuhyun sambil kembali bekerja.

โ€œ Abeonim, kau terlalu keras padanya โ€œ, ucap Appa Yuri yang juga ikut serta.

โ€œ Biar saja, dengan begitu dia tidak akan menjadi namja malas! โ€œ, jawab Harabeoji yang lagi โ€“ lagi memarahi Kyuhyun.

Donghae dan Yuri pergi ke pasar tradisional untuk membawakan barang โ€“ barang hasil panen yang sudah siap dipasarkan. Mungkin Harabeoji sengaja menyuruh mereka untuk pergi bersama sekalian mendekatkan mereka.

โ€œ Seharusnya kau pergi bersama Kyuhyun kan? โ€œ, tanya Donghae .

โ€œ Anio, aku tahu Harabeoji sengaja menyuruh kita untuk mendekatkan kita. Aku tahu sifat Harabeoji โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Neh, kau benar โ€œ, setuju Donghae.

โ€œ Donghae, apa tidak apa โ€“ apa? Maksudku… itu… anu…. โ€œ,

โ€œ Maksudmu perasaanku? Sejujurnya aku memang menyukaimu saat pertama Harabeoji menunjukkan fotomu. Aku merasa beruntung karena bisa dijodohkan denganmu tapi saat melihatmu bersama Kyuhyun, kurasa aku sudah tidak memiliki kesempatan itu โ€œ, tutur Donghae membuat Yuri semakin bersalah.

โ€œ Sudahlah jangan kau pikirkan, aku tidak ingin kau merasa bersalah padaku โ€œ, Donghae pun memperlihatkan senyumnya, Yuri pun ikut tersenyum dan mengangguk.

Kyuhyun berjalan gontai dengan lelahnya, rasanya tenaganya sudah dikuras habis.

โ€œ Mengapa Harabeoji begitu kejam padaku? โ€œ, batin Kyuhyun.

Saat duduk didepan rumah, Kyuhyun melihat Yuri dan Donghae yang baru pulang dan mereka sangat senang. Mereka terlihat begitu bahagia dan bercanda bersama.

โ€œ Sial sekali! Aku harus bekerja bagaikan kuda eh Si namja ikan itu enak โ€“ enakan pergi dengan Yuri โ€œ, kesal Kyuhyun menatap kedua orang yang baru turun dari mobil itu.

โ€œ Kau baru pulang juga? โ€œ, sapa Donghae senang namun Kyuhyun hanya menanggapinya dengan wajah jutek.

โ€œ Kelihatannya kalian senang sekali? Apa ada yang aku lewatkan? โ€œ, tanya Kyuhyun sarcastic.

โ€œ Apa โ€“ apaan kau ini, Kyu? Donghae kan tanya baik โ€“ baik โ€œ, kata Yuri yang merasa tidak enak pada Donghae.

โ€œ Gwenchana, Yul โ€œ, ujar Donghae yang berjalan masuk.

โ€œ Ya! Bisakah kau bersikap baik padanya? โ€œ, kesal Yuri.

โ€œ Baik?! Apa kau tahu apa yang dilakukan Harabeojimu padaku? Kau tahu badanku hampir remuk dan si namja ikan itu enak โ€“ enakan bersenang โ€“ senang denganmu! โ€œ, marah Kyuhyun.

โ€œ Siapa yang senang โ€“ senang Eoh?! Kami disuruh Harabeoji untuk mengantarkan hasil panen ke pasar โ€œ, bela Yuri.

โ€œ Sepertinya Harabeojimu memang membenciku, giliran yang enak dia kasih Donghae. Tapi giliran yang susah dia memberikannya padaku โ€œ, runtuk Kyuhyun.

Yuri hanya menghela nafasnya, dia pun melihat pakaian Kyuhyun yang kotor. Dia tahu Kyuhyun pasti bekerja keras dan sangat lelah, sedangkan dia dan Donghae hanya mengantarkan hasil panen saja. Wajah Kyuhyun pun penuh dengan keringat.

โ€œ Geurae, Mianhae jika kau harus bekerja keras dengan Harabeoji โ€œ, sesal Yuri mencoba tersenyum namun Kyuhyun terlihat masih jengkel. Yuri pun menghapus keringat yang bercucuran di kening Kyuhyun.

โ€œ Ayolah Kyu, jangan seperti anak kecil โ€œ, bujuk Yuri.

โ€œ Aku akan memaafkanmu jika kau mau memijit seluruh badanku โ€œ,

โ€œ Aish! Kau manja sekali! โ€œ, cibir Yuri, Kyuhyun hanya tersenyum polos.

Donghae melihat Yuri dan Kyuhyun dari jauh. Donghae merasakan sebuah tangan memegang pundaknya saat dia menoleh ternyata Harabeoji yangย  melakukannya, Donghae tersenyum pada Harabeoji.

~o0o~

Donghae pun duduk di samping Harabeoji yang terlihat ingin berbicara serius. Donghae mengerti apa yang akan dibicarakan Harabeoji sekarang.

โ€œ Tentang kau dan Yuri โ€œ,

โ€œ Harabeoji, bisakah kau dengarkan pendapatku? โ€œ, tanya Donghae membuat Harabeoji mengangguk.

โ€œ Geurae, silahkan โ€œ,

โ€œ Sebenarnya aku keberatan dengan perjodohan ini. Aku sudah memiliki seseorang yang kusukai namun karena merasa tidak enak padamu aku pun mencoba menerima perjodohan ini. Tapi bukan hanya aku yang keberatan, kuharap Harabeoji bisa mengerti โ€œ, tutur Donghae yang sedikit berbohong tentang seseorang yang dia sukai.

โ€œ Apa kau yakin tidak menyukai cucuku? โ€œ, tanya Harabeoji memastikan.

โ€œ Siapa yang tidak menyukai yeoja cantik seperti Yuri? Hanya saja cinta tidak bisa dipaksakan kan? โ€œ, jawab Donghae.

โ€œ Sayang sekali, padahal aku ingin Yuri memiliki suami sepertimu. Tapi anak muda itu juga tidak begitu buruk untuknya โ€œ, komentar Harabeoji membuat Donghae tertawa.

โ€œ Mereka sangat cocok sekali, aku saja iri dengan mereka. Aku juga tidak ingin merusak hubungan mereka karena niatmu dan Harabeojiku โ€œ, timpal Donghae membuat Harabeoji mengangguk setuju.

Keesokan harinya, Donghae pamit pada keluarga Yuri juga Harabeoji. Dia akan kembali ke Busan tempat orang tuanya karena sepertinya perjodohan antara dirinya dan Yuri tidak akan berlanjut.

โ€œ Harabeoji, terima kasih atas semuanya. Mianhae, jika aku tidak bisa meneruskan perjodohan ini. Aku ingin mengejar cintaku di Busan โ€œ, pamit Donghae.

โ€œ Seharusnya aku yang minta maaf karena aku tidak bisa menjadikanmu sebagai cucu menantuku โ€œ, ucap Harabeoji penuh penyesalan.

โ€œ Anio, lagian kau sudah memiliki calon yang baik untuk cucumu. Tapi aku tetap menganggapmu sebagai keluargaku sendiri โ€œ, ucap Donghae.

โ€œ Kau anak yang sangat baik, kejarlah kebahagianmu! โ€œ,

โ€œ Neh, tentu saja โ€œ, jawab Donghae.

Donghae juga pamit pada kedua orang tua Yuri, mereka menyesalkan karena mereka telah memilih Kyuhyun lebih dahulu. Mereka yakin dengan pilihan puterinya. Donghae juga meminta maaf pada Kyuhyun tentang apa yang terjadi antara dirinya dan Yuri.

โ€œ Sebenarnya aku tidak ingin mengalah padamu, tapi dia tidak memberikan kesempatan untukku โ€œ, ucap Donghae.

โ€œ Bukankah itu berarti kau sudah kalah? โ€œ, jawab Kyuhyun penuh keyakinan kemudian keduanya tertawa.

โ€œ Donghae-ssi, Gomawo โ€œ, ucap Yuri membuat Donghae heran.

โ€œ Gomawo untuk apa? โ€œ, tanya Donghae.

โ€œ Karena kau mau mengerti โ€œ, Donghae pun tersenyum mendengarnya.

โ€œ Sebenarnya dari awal aku tidak pernah berpikir kalau perjodohan ini akan berjalan lancar. Jadi aku sudah mempersiapkan diri menerima apapun yang akan terjadi โ€œ, jawab Donghae.

โ€œ Jadi jangan merasa bersalah. Karena jika kau melakukannya, aku akan mengurungkan niatku untuk mundur โ€œ, canda Donghae membuat Yuri tertawa.

โ€œ Semoga kalian bahagia โ€œ, kata terakhir Donghae yang langsung mendapat pelukan dari Yuri.

โ€œ Semoga kau juga mendapat kebahagianmu, Donghae-ssi!!! โ€œ, teriak Yuri sebelum Donghae menaiki mobilnya, Donghae hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.

ย โ€œ Apa yang kau bicarakan dengannya? Terus mengapa kau memeluknya? โ€œ, tanya Kyuhyun penasaran sekaligus kesal.

โ€œ Anio, bukan apa โ€“ apa โ€œ, jawab Yuri.

โ€œ Eish! Jelas โ€“ jelas kau berbicara lama ย dan aku juga ย melihat kau memeluknya tadi โ€œ,

โ€œ Kau tidak perlu tahu lagian itu kan hanya pelukan perpisahan โ€œ, ucap Yuri menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.

โ€œ Ya! โ€œ, kesal Kyuhyun.

โ€œ Hei Anak muda! โ€œ, panggil Harabeoji pada Kyuhyun membuat Kyuhyunyang mau mengejar Yuri langsung berbalik.

โ€œ Neh, Harabeoji โ€œ, sahut Kyuhyun sambil menghampiri Harabeoji.

โ€œ Karena Donghae sudah pergi, sekarang kau harus menggarap ladang itu sendiri lalu menebar benih tanaman. Jika kau sanggup mengerjakannya sampai sore nanti, aku akan merestuimu dengan cucuku โ€œ, suruh Harabeoji membuat Kyuhyun langsung melihat ladang yang harus dia garap.

โ€œ Mwo?!!! โ€œ, kaget Kyuhyun.

Tanah seluas 500 hektar terbentang luas didepannya, Kyuhyun menelan ludahnya membayangkan dirinya harus menggarap tanah itu.

ย โ€œ Harabeoji, tidakkah itu keterlaluan? โ€œ, rengek Yuri yang merasa kasihan pada Kyuhyun.

โ€œ Kalau kau mau, bantu saja dia. Pokoknya hari ini semua ladang itu harus beres dia garap dan benihnya harus dia tanam! โ€œ, ujar Harabeoji membuat Yuri mengembungkan pipinya.

โ€œ Harabeoji… โ€œ, ucap Yuri.

โ€œ Sudahlah Yul, biarkan aku melakukannya. Aku akan membuktikan pada Harabeoji kalau aku bisa dan serius denganmu โ€œ, ujar Kyuhyun .

โ€œ Kalau begitu aku akan membantumu, kau tidak akan sanggup melakukannya sendiri. Kau lihat, ladang Harabeoji itu sangat luas sekali โ€œ, ucap Yuri, Kyuhyun pun tersenyum melihat wajah Yuri yang khawatir padanya.

โ€œ Appa, apa kau benar โ€“ benar menyuruhnya melakukan itu sendiri? โ€œ, tanya Omma Yuri pada Harabeoji.

โ€œ Kau tenang saja, kita lihat seberapa keseriusannya pada Yuri โ€œ, jawab Harabeoji.

โ€œ Tapi Abeonim, itu sangat sulit sekali โ€œ, timpal Appa Yuri.

โ€œ Kalian itu jadi orang tua jangan lemah, kalian harus melihat keseriusan calon menantu kalian sebelum merestui mereka. Lagian bukankah dulu kau juga seperti itu โ€œ, ucap Harabeoji yang mengamati Kyuhyun.

Kyuhyun pun mulai menggarap ladang itu dengan sebuah traktor, dia menjalankannya dengan lancar karena merasa sama dengan menaiki sebuah mobil. Yuri yang ikut naik pun merasa senang karena dia bisa naik traktor lagi setelah terakhir melakukannya 14 tahun yang lalu.

โ€œ Ternyata kau bisa juga mnegendarai traktor ini? โ€œ, kagum Yuri.

โ€œ Rasanya sama seperti naik mobil โ€œ, jawab Kyuhyun.

โ€œ Apa kau pernah menaikinya? โ€œ, tanya Yuri.

โ€œ Anio โ€œ, jawab Kyuhyun.

Setelah selesai menggarapnya, Kyuhyun dan Yuri beristirahat sejenak. Harabeoji yang sempat melihat mereka berdua pun tersenyum. Tak terasa waktu sudah menunjukan tengah hari sedangkan keduanya harus menebar benih tanaman yang belum mereka lakukan.

โ€œ Otteoke? Kita belum menebarkan benih tanamannya โ€œ, Yuri terlihat panik karena waktu terasa begitu cepat berlalu.

โ€œ Tenanglah, kita pasti bisa melakukannya โ€œ, ucap Kyuhyun yakin, sedangkan Yuri merasa pesimis.

Mereka berdua mulai menebarkan benih dengan gembira, terkadang mereka bercanda dengan saling melempar benih yang akan mereka tanam. Omma dan Appa Yuri tersenyum saat melihatnya, mereka seakan melihat masa muda mereka dulu.

โ€œ Mereka mengingatkanku saat aku akan melamarmu pada Appamu โ€œ, ucap Appa Yuri.

โ€œ Neh, dia juga menyuruhmu melakukan itu kan? โ€œ, jawab Omma Yuri yang semakin melebarkan senyumnya.

โ€œ Tapi bagaimana jika Kyuhyun gagal? โ€œ, tanya Omma Yuri khawatir.

โ€œ Kau tenang saja, Abeonim itu punya maksud tertentu โ€œ, jawab Appa Yuri tenang.

Waktu yang ditentukan pun sampai, namun Kyuhyun dan Yuri baru menebar benih ยพ ladang itu. Terlihat wajah Yuri cemas dan khawatir, apalagi melihat wajah Harabeojinya dengan raut dingin dan kejam kini mendekati mereka.

โ€œ Apa kau sudah menyelesaikannya? โ€œ, tanya Harabeoji.

โ€œ Kami sudah melakukannya namun, mianhae karena kami tidak sempat menebar semua benih tanaman ini โ€œ, jawab Kyuhyun.

โ€œ Harabeoji, kami tidak sempat karena lahan ini terlalu luas aku dan Kyuhyun…. โ€œ,

โ€œ Diamlah Yuri! Aku tidak ingin dengar alasanmu! โ€œ, sela Harabeoji membuat Yuri terdiam.

Kyuhyun dan Yuri terdiam, mereka gugup dengan apa yang akan diputuskan oleh Harabeoji. Kyuhyun menggenggam tangan Yuri erat, seakan keduanya mempersiapkan diri dengan keputusan Harabeoji. Jantung Kyuhyun berpacu dengan cepat, sebetulnya dialah yang paling gugup dibanding Yuri namun Kyuhyun bisa menguasai dirinya untuk tetap terlihat tenang.

โ€œ Apa ada yang ingin kau katakan, anak muda? โ€œ, tanya Harabeoji.

โ€œ Anio, aku akan menerima semua yang kau putusakan Harabeoji โ€œ, jawab Kyuhyun membuat Yuri menoleh padanya.

โ€œ Baiklah, jika itu yang kau ingin. Aku mengijinkanmu untuk menikahi cucuku โ€œ, ujar Harabeoji membuat Kyuhyun dan Yuri kaget.

โ€œ Neh?! โ€œ,

โ€œ Walaupun kalian tidak menyelesaikannya tapi melihat usaha kalian yang begitu gigih, bagaimana mungkin aku bisa melarang kalian. Aku akan memberikan restuku pada kalian berdua โ€œ, Harabeoji pun akhirnya tersenyum.

Terlihat wajah kebahagiaan pada Yuri dan Kyuhyun, mereka saling berpelukan girang mendengar ucapan Harabeoji.

ย โ€œ Gomawo, Harabeoji. Saranghae! โ€œ, Yuri memeluk Harabeoji erat.

โ€œ Gomawo Harabeoji! โ€œ, ucap Kyuhyun yang mau memeluk Harabeoji namun Harabeoji menatapnya tajam membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk memeluk Harabeoji. Namun tiba โ€“ tiba saja Harabeoji langsung memeluk Kyuhyun dengan erat.

โ€œ Jaga cucuku! Jangan pernah melukainya atau menyakitinya. Jika hal itu terjadi kau akan mati ditanganku! โ€œ, pesan Harabeoji pada Kyuhyun.

โ€œ Neh, Tentu saja Harabeoji. Kamshamida! โ€œ,

~o0o~

โ€œ Akhirnya puteri kita akan menikah juga โ€œ, Senang Omma Yuri yang menggandeng tangan suaminya melihat Yuri dengan pakaian pengantin.

โ€œ Neh, aku masih tidak percaya puteri kita yang kecil sudah dewasa โ€œ, jawab Appa Yuri.

โ€œ Yuri!!!!! โ€œ, teriak Eunjung dan Dara yang masuk ke tempat dimana Yuri baru selesai di rias.

โ€œ Kalian! โ€œ, seru Yuri dengan senyum bahagianya.

โ€œ Aigo! Jira-a, neomu kyeopta! โ€œ, ucap Yuri melihat bayi yeoja yang di gendong oleh Dara.

โ€œ Hah! Kau cantik sekali, Yuri. Aku jadi iri โ€œ, rengek Eunjung.

โ€œ Mintalah Taeyang melamarmu โ€œ, suruh Dara membuat Eunjung cemberut.

โ€œ Tapi kan Taeyang akan merelese album solonya, jadi pasti dia belum memikirkan pernikahan โ€œ, kecewa Eunjung.

โ€œ Sabar saja, Taeyang pasti akan melamarmu โ€œ, hibur Yuri sambil mengusap pundak Eunjung.

โ€œ Anyeong! โ€œ, sapa seorang yeoja cantik yang masuk ke ruangan Yuri.

โ€œ Qian-ssi! โ€œ, senang Yuri melihat Qian juga hadir.

โ€œ Selamat Yuri! โ€œ,Qian memeluk Yuri.

โ€œ Neh, Gomawo โ€œ,ย  mereka pun mulai bercerita sebelum pernikahan itu dimualai. Dara yang menceritakan pengalamannya membuat Eunjung dan Qian iri mendengarnya karena untuk Yuri hal itu akan segera dia rasakan jadi dia hanya menanggapinya biasa saja.

Kyuhyun masih membetulkan jasnya didepan cermin, Nickhun yang baru datang hanya tersenyum melihatnya.

โ€œ Jangan terlalu lama didepan cermin, nanti cerminnya protes karena takut dengan wajah evilmu! โ€œ, sindir Nickhun membuat Kyuhyun berbalik.

โ€œ Kau ini ! ada juga cermin itu senang aku disini. Karena cermin itu akan mengatakan akulah satu โ€“ satunya namja tampan baginya โ€œ, cibir Kyuhyun membuat Nickhun terkekeh

โ€œ Kau tidak berubah sama sekali โ€œ,.

โ€œ Chukae, akhirnya kau akan menikah juga โ€œ,

โ€œ Gomawo. Jadi kau tidak akan takut lagi kehilangan Song Qian kan? โ€œ, canda Kyuhyun.

โ€œ Tanpa kau menikah pun, Qian sudah merubah hatinya padaku โ€œ, balas Nickhun lalu keduanya tertawa.

Omma Kyuhyun muncul lalu menghampiri puteranya yang sudah gagah dengan pakaian pengantinnya.

โ€œ Omma, ikut bahagia denganmu Kyu. Mianhae, karena selama ini Omma tidak pernah membuatmu bahagia โ€œ, haru Omma Kyuhyun yang langsung dipeluk oleh Kyuhyun.

โ€œ Anio, Omma. Aku bahagia saat kau mengambilku kembali dari panti. Hal itu sudah cukup untukku โ€œ, jawab Kyuhyun.

โ€œ Semoga kau dan Yuri bahagia selamanya โ€œ, ucap Omma Kyuhyun lalu meneteskan air matanya. Kyuhyun mengusap air mata Ommanya lalu tersenyum kembali.

โ€œ Gomawo, Omma โ€œ,

Pernikahan pun lancar sampai mereka mengucapkan janji pernikahan yang mengesahkan hubungan mereka menjadi suami istri, semua orang ikut bahagia dengan pasangan itu. Dara berdampingan dengan GD, Eunjung dan Taeyang. Daesung sudah menemukan pasangannya karena dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Tiffany yang ikut hadir. Seungri dan Top masih sendiri karena mereka belum menemukan pasangannya masing – masing. Nickhun dan Qian saling tersenyum bahagia dan Nickhun langsung memeluk pinggang Qian saat melihat Yuri dan Kyuhyun melakukan kiss. Omma dan Appa Yuri juga Omma Kyuhyun bertepuk tangan melihat kebahagian putera dan puteri mereka.

โ€œ Ayo lempar bunganya Yuri!!! โ€œ, seru Dara membuat teman โ€“ temannya bersiap โ€“ siap dalam posisinya.

โ€œ Siap โ€“ siap ya! Hana… Dul…. Set! โ€œ, Yuri melemparkan bunganya kebelakang, terlihat para muda mudi yang masih lajang berebut bunga itu sampai akhirnya sebuah tangan menangkapnya diudara, seorang nama tinggi yang menangkap bungan itu.

โ€œ Eunjung-a, Kau akan segera menyusul! โ€œ, teriak Dara membuat Eunjung tersenyum malu karena Taeyang yang menangkap bunga itu.

โ€œ Keinginanmu akan tercapai Eunjung-a โ€œ, goda Yuri.

Saat Taeyang akan memberikan bunganya pada Eunjung, tiba โ€“ tiba Eunjung bersin โ€“ bersin sontak Taeyang membuang bunga itu yang akhirnya berada ditangan Nickhun.

โ€œ Ha… Ha… Haachimmmm!!!! โ€œ, Taeyang lupa kalau Eunjung alergi bunga, semua orang tertawa melihat pasangan itu.

โ€œ Wah ternyata Qian kau selanjutnya โ€œ, ucap Yuri membuat Qian tersenyum senang.

โ€œ Chukae, Bro! โ€œ, ucap Kyuhyun pada Nickhun.

Setelah resepsi dimulai, Yuri bersama para yeoja lainnya berkumpul di sebuah ruangan sedangkan Kyuhyun beserta para namja terpisah diruangan yang lainnya. Saat Yuri pamit pada teman โ€“ temannya ke toilet. Eunjung dan Dara terlihat saling bertukar pandang lalu tersenyum, Qian yang bingung hanya menatap penasaran.

โ€œ Apa yang kalian lakukan?โ€, tanya Qian.

โ€œ Kami ingin memberikan kado spesial untuk pernikahan mereka โ€œ, jawab Eunjung yang langsung high five pada Dara.

โ€œ Kado? Kado apa? โ€œ, tanya Qian semakin penasaran.

Dara mengeluarkan sebuah serbuk dalam kemasan plastik, Qian mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang direncanakan Dara dan Eunjung. Dara pun memasukan serbuk itu ke dalam minuman Yuri. Qian menatap kaget sekaligus tidak percaya.

โ€œ Ya! Apa yang kalian lakukan pada minuman Yuri?! โ€œ, tanya Qan.

โ€œ Stttttt…. nanti kau juga tahu โ€œ, ucap Eunjung.

โ€œ Mengapa kalian bisik โ€“ bisik? โ€œ, tanya Yuri membuat ketiga temannya menatapnya kaget.

โ€œ Anio, kami sedang ingin bersulang. Kajja, Yuri! Ambil minumanmu! Ini kan hari pernikahanmu โ€œ, ujar Dara sambil memberikan minuman yang sudah dia campur tadi.

โ€œ Bersulang!!! โ€œ, mereka beradu gelas lalu meminumnya.

Eunjung dan Dara saling mengedipkan mata, lalu tersenyum penuh arti. Sedangkan Qian hanya menatap mereka aneh. Beberapa menit kemudian Yuri merasa pusing sekali, dia pun pamit pada teman โ€“ temannya untuk kembali ke kamarnya dulu.

โ€œ Sebenarnya apa yang kalian lakukan pada Yuri? Dan apa yang kalian campurkan pada minumannya? โ€œ, tanya Qian yang sudah penasaran tingkat akut.

โ€œ Kami hanya memberikan kado spesial yang tidak akan pernah mereka bayangkan โ€œ, jawab Eunjung yang masih membuat Qian tidak mengerti.

โ€œ Lalu bubuk itu? โ€œ, tanya Qian lagi.

โ€œ Obat perangsang โ€œ, jawab Dara dengan nada berbisik.

โ€œ Mwo?! Perangsang?!!! โ€œ, kaget Qian yang langsung ditutup mulutnya oleh Dara dan Eunjung.

Eunjung dan Dara menghampiri Kyuhyun yang sedang minum bersama para member Bigbang juga Nickhun. Mereka memberitahu Kyuhyun kalau Yuri sudah kembali ke kamar mereka.

โ€œ Kyu, kau pasti senang dengan kado kami โ€œ, ucap Eunjung saat Kyuhyun hendak menghampiri Yuri.

โ€œ Kado? โ€œ, heran Kyuhyun.

โ€œ Neh, kado spesial. Cepatlah! Yuri menunggumu! โ€œ, suruh Dara membuat Kyuhyun hanya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.

Kyuhyun masuk ke kamarnya setelah Dara dan Eunjung menyuruhnya. Karena mereka mengatakan bahwa mereka memberikan kado spesial dipernikahannya dengan Yuri. Saat masuk Kyuhyun melihat Yuri yang terbaring ditempat tidurnya.

โ€œ Apa maksud mereka kado spesial? Dimana kadonya? โ€œ, bingung Kyuhyun melihat sekitarnya namun Kyuhyun tidak melihat apapun selain kado โ€“ kado biasa yang menumpuk di kamarnya.

Kyuhyun pun menghampiri Yuri dan duduk disampingnya, dia melihat Yuri yang memejamkan matanya dan masih memakai gaun resepsinya. Kyuhyun tersenyum lalu mengusap rambut Yuri lembut.

โ€œ Aku sangat bahagia sekali โ€œ, ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Tiba โ€“ tiba mata Yuri terbuka membuat Kyuhyun kaget, karena Kyuhyun berpikir Yuri sangat lelah dan tertidur.

โ€œ Kau belum tidur, Yuri? โ€œ, tanya Kyuhyun.

( Bed scene untuk para readers yang berumur diatas + 20th, jadi yang dibawah umur lanjut aja bacanya ke bawahย  ya hehehe ^^ )

~o0o~

Pagi harinya Yuri terbangun dari tidur panjangnya, Yuri mulai mengangkat tubuhnya namun dia merasakan sakit di bagian selangkangannya (?)

โ€œ Akh! โ€œ, ringis Yuri.

โ€œ Mengapa selangkanganku begitu sakit? โ€œ, heran Yuri mencoba duduk dengan hati โ€“ hati.

โ€œ Kau sudah bangun, Yuri? โ€œ, tanya Kyuhyun sambil tersenyum membawakan segelas teh jahe hangat untuk Yuri.

โ€œ Minumlah! Kau pasti butuh tenaga kan setelah semalam? โ€œ, suruh Kyuhyun memberikan teh itu pada Yuri.

โ€œ Tumben sekali kau membuatkan minuman untukku? โ€œ, heran Yuri sambil mengambil teh itu lalu meminumnya.

โ€œ Aku tahu karena kau sudah bekerja keras semalam, Saranghae โ€œ, Kyuhyun tidak menghilangkan senyuman diwajahnya, dia mengusap rambut Yuri yang masih terlihat berantakan lalu menciumnya keningnya.

โ€œ Semalam, kau sangat hebat Yuri โ€œ, puji Kyuhyun.

โ€œ Neh?! โ€œ,

โ€œ Ternyata kau memiliki sisi liar yang benar โ€“ benar membuatku terkejut โ€œ, Yuri menatap Kyuhyun tidak mengerti.

โ€œ Akh! โ€œ, Yuri meringis lagi saat merasakan sakitnya lagi.

โ€œ Waeyo? โ€œ, tanya Kyuhyun khawatir.

โ€œ Selangkanganku sakit sekali! โ€œ, jawab Yuri namun terdengar malu.

โ€œ Tidak apa โ€“ apa, itu karena kita melakukannya lebih dari 10 kali โ€œ,

โ€œ Mwo?!!! 10 kali? โ€œ, kaget Yuri.

โ€œ Neh, bukankah kau yang memintanya semalam โ€œ, jawab Kyuhyun.

โ€œ Aku?! โ€œ, Yuri menunjuk dirinya tidak percaya.

โ€œ Kalau kau tidak bisa berjalan, aku akan menggendongmu ke kamar mandi โ€œ, tawar Kyuhyun yang mengangkat tubuh polos Yuri yang terbalut selimut, sedangkan Yuri masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kyuhyun.

โ€œ 10 kali? Tidak mungkin! โ€œ, batin Yuri.

โ€œ Lihatlah! Pengantin baru kita sudah datang! โ€œ, seru Eunjung senang.

โ€œ Benar โ€“ benar lupa waktu sampai siang begini baru bangun โ€œ, sindir Dara sambil tersenyum.

โ€œ Yuri, Kau tidak apa โ€“ apa? Kau terlihat pucat dan lelah โ€œ, tanya Qian yang terlihat polos.

โ€œ Gwenchana โ€œ, jawab Yuri sambil tersenyum.

โ€œ Kyu, kau suka kan kado dari kami? โ€œ, tanya Dara.

โ€œ Kado? โ€œ, Kyuhyun terlihat belum mengerti maksud kado dari Dara dan Eunjung.

โ€œ Memangnya kalian memberikan apa? โ€œ, tanya GD.

โ€œ Rahasia donk! โ€œ, jawab Eunjung.

โ€œ Mengapa harus kau rahasiakan chagi? โ€œ, tanya Taeyang.

โ€œ Pokoknya rahasia โ€œ, Eunjung pun tersenyum penuh arti.

โ€œ Yuri-a, gimana malam pertamamu? โ€œ, tanya Dara sambil berbisik.

Yuri merasa curiga dengan sikap Eunjung dan Dara yang terlihat senyum โ€“ senyum tidak jelas. Sepertinya yang terjadi antara dia dan Kyuhyun adalah perbuatan mereka.

โ€œ Kami hanya memberikan sedikit bantuan, agar Kyuhyun merasa puas dengan servicemu โ€œ, bisik Dara lagi.

โ€œ Mwo?!! Jadi semua itu ulah kalian?!!! โ€œ, teriak Yuri membuat semua orang menatapnya.

โ€œ Waeyo? โ€œ, semua orang bertanya โ€“ tanya dengan reaksi Yuri.

โ€œ Ya! Awas kalian!!! โ€œ, geram Yuri membuat Dara dan Eunjung langsung lari meninggalkan yang lainnya.

โ€œ Kami hanya membantumu, Yuri! โ€œ, bela Eunjung sambil berlari.

โ€œ Membantu apa eoh?!!! โ€œ, tanya Yuri kesal mengejar kedua temannya itu walaupun dengan jalan yang masih menahan sakit di selangkangannya.

โ€œ Ada apa dengan mereka? โ€œ, tanya Nickhun heran.

โ€œ Itu karena mereka memberikan obat perangsang pada minuman Yuri semalam โ€œ, jawab Qian polos membuat Kyuhyun, GD, Taeyang dan Nickhun ada menyemburkan minuman yang baru saja mereka teguk, ada juga yang tersedak saat mengunyah makanan.

โ€œ Hmmmp,…. ohok! Ohok! โ€œ,

โ€œ Wae? Ada apa dengan kalian? โ€œ, tanya Qian heran menatap para namja itu bergantian sedangkan para namja itu pura โ€“ pura tidak mendengar ucapan Qian.

Epilog

Kyuhyun menarik Yuri masuk kekamarnya, dia pun menciumi Yuri tanpa ampun. Mereka berdua semakin larut dalam suasana mereka, sampai mereka lupa kalau mereka lupa menutup pintu kamar mereka. Saat Kyuhyun membuka baju Yuri satu per satu tiba โ€“ tiba saja

โ€œ Omma!!! Appa!!! โ€œ, teriak namja kecil berumur 6 tahun masuk ke kamar itu tanpa mengetuknya.

โ€œ Apa yang sedang Omma dan Appa lakukan? โ€œ, tanya namja kecil itu yang merupakan putera mereka.

โ€œ Rikyu, kami sedang sibuk. Kau main saja diluar bersama Jira juga Taejung, neh? โ€œ, suruh Kyuhyun pada Rikyu.

โ€œ Shirheo โ€œ, tolak Rikyu.

โ€œ Rikyu-a, bukankah kau ingin dongsaeng? Nah, Omma dan Appa ingin membuatkan dongsaeng untukmu โ€œ, ujar Kyuhyun mencoba mengusir Rikyu karena dirinya sedang tanggung dengan Yuri.

โ€œ Membuat dongsaeng? Apa aku boleh ikut?! โ€œ, tanya Rikyu membuat Kyuhyun dan Yuri saling bertatapan.

โ€œ Mengapa kau mengatakan itu padanya? โ€œ, tanya Yuri kesal sambil memukul lengan Kyuhyun.

โ€œ Aku tidak tahu jika Rikyu ingin ikut โ€œ, bela Kyuhyun.

โ€œ Omma! Appa! Ayo buat dongsaeng! โ€œ, ajak Rikyu membuat Kyuhyun memukul kepalanya sendiri lalu terbaring disamping Yuri sedangkan Yuri hanya mendesah pasrah .

The End

Akhirnya The End juga nih cerita, Gaje ya? Hehehe ^^ biasa author labil jadi wajar aja kalau ceritanya nyapruk ya kekekeke…. Akhirnya berahir juga nih cerita๐Ÿ˜€ Terima kasih buat para readers yang setia menunggu dan menantikan ff gaje ini sampai akhir. Semoga kalian terhibur dengan ff ini, jika ada scene yang tidak baik jangan diikuti ya, ini hanya cerita fiktif dan karangan Author belaka yang kadang – kdang somplak gak ketulungan. Kalau ada yan positif, silahkan diambil buat pelajaran *yang mana ya, yang positif? #plakkk

Sampai Jumpa lagi!!! Pay Pay!!!! ^^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

74 thoughts on “Stupid Bet Chapter 9 End

  1. Huahahahahahahahaha… Ending yg bnr2 hooottttt… Kapok tuh g jd krn dgngguin anak.. Wkwkwkwkwkwk.. Tp syukur deh mreka smw bhgia.. Mmbntu bgt itu kado dr tmn2 yuri.

  2. wagghhh, keren akhirnyyaaa happy ending juga, ceritanya seru thor dan feelnya dapet….๐Ÿ™‚
    walau telat baca tapi yang penting tahu gmna akhirnya ceritanya…๐Ÿ˜€

  3. aigoooo. . . ff’y daebak eon,, haraboeji’y yul kejem amat, tpi suka… hh.. yak, dara ma eunjung nappeun bgt, tpi ide’y bguz tuh, ckck… rikyu ganggu aja ya’… ha ha…
    nc’y bner” hot dah… ampek 10x… emng dsar psangan epil…. wkwk

  4. Sebenernya udh lama baca ini, tpi belum ninggalin jejak ๐Ÿ˜„
    Keren ini eon, banget malah ๐Ÿ˜„ dari mereka masih sekolah sampe punya anak, kyuhyunnya bikin melting ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s