Posted in Angst, Family, Hurt, Sad

[Ficlet] You’re Not My Fate

You are not my fate

You’re Not My Fate

Present by

Lee Midah

Xi Luhan Exo-M || Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Sub cast :

Seohyun SNSD ( cameo )

Length : Ficlet || Rating : PG-15|| Genre : Sad, Family, Angst

Disclaimer

Cerita Pure milik sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita yang terinspirasi dari salah satu film yang aku lupa judulnya. Moga berkenan buat readers sekalian😀

^_^ maaf klo ceritanya agak kurang nyambung hehehe ^^v Typo is Art of writting🙂

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiator!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

If You Resfect To Me, Leave a Comment After Read!!!!

Happy Reading All !!! ^__^

Aku berjalan menuju sebuah ruangan dimana seorang gadis sedang memandang bayangannya sendiri di depan cermin. Aku terpaku melihatnya yang begitu cantik dengan gaun putih yang melekat ditubuhnya. Sungguh sangat cantik! Dia tersenyum melihat dirinya, senyuman bahagia yang mungkin paling bahagia yang ia tunjukan. Aku pun ikut tersenyum dibuatnya, karena senyumannya selalu membuat hatiku nyaman. Dia melihat kearahku yang masih berdiri didepan pintu, dengan senyum semakin mengembang dia membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendekatiku.

“ Apa kau begitu terpesona padaku sampai kau hanya terpaku disini? “, tanyanya sambil memicingkan matanya padaku yang membuatku terkekeh.

“ Neomu Yeppenda “, pujiku.

“ Apa kau baru sadar Eoh?! “, cibirnya yang membuat kami berdua tertawa.

Dalam hitungan detik, dia memelukku dengan erat. Aku pun membalas pelukannya, pelukan yang sangat aku inginkan. Rasanya ingin ku hentikan waktu ini untuk bersamanya.

“ Aku sangat bahagia “, ucapnya dalam dekapanku.

“ Kebahagianku sungguh berkali lipat sekarang. Aku harap kita bisa bersama lagi, Luhan “, tuturnya yang mulai menangis haru.

“ Aku sangat senang Tuhan mempertemukan keluarga kita. Omma dan Appa pasti bahagia sekarang “, tambahnya.

Aku memang bahagia, namun aku juga terluka. Mengapa? Mengapa kau yang mesti menjadi Noonaku Yuri? Mengapa kita yang harus menjadi saudara kandung? Mengapa tidak kau menjadi gadisku? Kau gadis yang selalu membuatku tersenyum, kau gadis yang selalu membuat hari – hariku lebih berarti, kau yang selalu mengisi hati dan pikiranku. Kau juga yang menjadi malaikat untukku. Tapi mengapa? Mengapa takdir begitu kejam padaku? Mengapa kau harus lahir dalam rahim yang sama denganku? Aku sungguh mencintainya melebihi aku mencintai diriku. Aku sungguh mencintainya.

“ Aku tidak menyangka sekali, kau adalah dongsaeng kecilku yang hilang “, ujar Yuri yang membuat hatiku sakit, kenyataan pahit ini mengapa harus terjadi padaku?

“ Neh “, hanya kata itu yang bisa aku ucapkan karena aku benar – benar belum atau mungkin tidak bisa menerima ini semua.

“ Ehem! Ehem! “, sebuah suara menyadarkan kami , aku dan Yuri menoleh kearah suara itu dan ternyata suara itu milik seorang  pria yang sangat aku benci.

Yuri menghapus air matanya lalu tersenyum pada pria itu. Pria yang sangat dia cintai juga pria yang akan menjadi suaminya dan dia juga pria yang sempat menjadi sainganku. Sekarang dia akan menjadi kakak iparku. Aku benci kenyataan itu!

“ Apa aku mengganggu kalian? “, tanyanya saat melihat kami saling melepaskan pelukan kami.

“ Anio, Kyu “, jawab Yuri sambil berjalan menghampiri Kyuhyun.

Mereka kini berpelukan dihadapanku, sakit! sungguh sakit hati ini! Tapi apa yang bisa aku lakukan? Dia Noonaku dan aku tidak akan pernah bisa memilikinya seperti perasaan ini menginginannya. Mengapa kami harus memiliki darah yang sama?

“ Luhan, Kau harus segera membawa Noonamu ini ke altar karena aku tidak sabar untuk menjadikannya istriku “, pinta Kyuhyun yang langsung mendapat cubitan dari Yuri.

Aku hanya tersenyum kecut melihatnya. Mengapa bukan aku yang berada disana? Disampingnya ? Mengapa?

~o0o~

“ Luhan! “, panggil Kyuhyun pada Luhan sebelum acara pernikahan dilaksanakan.

“ Hmm “, sahut Luhan.

“ Mainhae, karena aku sempat berprasangka buruk padamu. Kupikir kau ingin merebut Yuri dariku tapi ternyata semua itu hanya pikiranku saja “, sesal Kyuhyun.

“ Itu bukan pikiranmu tapi aku memang ingin merebutnya darimu “, jawab Luhan membuat Kyuhyun menatapnya heran.

“ Tapi tenang saja, dengan tidak merebutnya pun aku sudah memilikinya sebagai Noonaku “, ucap Luhan tersenyum pahit lalu Kyuhyun menghampiri Luhan dan memegang pundaknya kemudian memeluknya sebentar.

“ Kau harus percaya padaku, aku tidak akan pernah mengecewakan Yuri. Aku janji! “, ucap Kyuhyun.

“ Tentu saja kau harus, jika tidak aku akan langsung mendatangimu dan membunuhmu jika kau membuatnya menangis “, jawab Luhan membuat Kyuhyun tersenyum.

“ Neh, kau tidak usah khawatir dengan hal itu “,

~o0o~

Yuri menggandeng tanganku saat kami akan berjalan di altar, Apa aku harus benar – benar merelakannya? Aku tahu Kyuhyun pria yang baik, tapi rasa egoku tidak ingin melihat Yuri menjadi milik orang lain meskipun aku tahu aku tidak boleh melakukannya. Selangkah demi selangkah, kurasakan hatiku yang tercabik. Perih, sangat perih! Mengapa harus menyakitkan seperti ini? Mengapa perasaan ini begitu menyiksaku? Mengapa cinta yang salah ini harus kurasakan? Kami semakin mendekat dengan Kyuhyun yang sudah menunggu di depan pendeta, aku pun melepaskan tangan Yuri dari tanganku lalu memberikannya pada Kyuhyun.

“ Aku percayakan Noonaku padamu “, kata yang tidak ingin aku ucapkan pun keluar dengan senyum palsu dibibirku.

Namun kulihat wajah Yuri yang sangat bahagia membuatku tidak tega untuk aku rampas jika aku mengikuti egoku.

Kyuhyun mengangguk lalu mereka berdua menghadap pendeta untuk mengucapkan janji suci pernikahan. Dengan secepat kilat, aku meninggalkan tempat itu. Tempat yang akan menjadi saksi bahwa aku akan kehilangannya. Aku tidak ingin melihatnya  lebih jauh, sesak didadaku tidak bisa aku tahan lagi. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, aku tidak peduli jika mobilku terbalik atau masuk jurang sekalipun. Yang aku ingin perasaan ini menghilang dalam hatiku, perasaan terlarang yang membuatku tersiksa.

“ Mengapa kau begitu kejam, Tuhan?!!! Mengapa kau membuatku jatuh cinta jika cinta ini tidak boleh aku rasakan?!!! Mengapa kau mempermainkan aku seperti ini?!!! “, Aku berteriak di hadapan samudera lepas, aku ingin protes padanya yang telah membuat takdirku seperti ini.

~o0o~

“ Luhan, apa kau benar – benar akan pergi? “, tanya Yuri saat Luhan bersiap – siap untuk pergi ke London.

“ Neh, Noona. Aku ingin mencari suasana baru “, jawab Luhan.

“ Tapi mengapa tidak nanti saja? Kau tahu aku masih merindukanku? Aku masih ingin tinggal bersamamu lebih lama? “, tutur Yuri dengan wajah yang sedih.

“ Aku juga ingin Noona, tapi aku ingin menikmati masa mudaku. Siapa tahu aku bertemu gadis cantik disana? “, canda Luhan membuat Yuri cemberut.

“ Aku pasti akan merindukanmu, Luhanie “, Yuri langsung memeluk Luhan sambil meneteskan air matanya.

“ Aku juga. Tapi aku janji, aku akan mengirimimu surat “, Luhan membalas pelukan Yuri erat, seakan pelukan itu terakhir kali untuknya.

Mianhae Noona, aku sebenarnya ingin bersamamu tapi aku harus pergi agar aku tidak berpikir jahat untuk menghancurkan rumah tanggamu seperti saat kau dan Kyuhyun Hyung pacaran “, batin Luhan.

Luhan melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pipi Yuri, tanpa Luhan sadari dia pun mencium bibir Yuri kilat. Bagi Luhan ciuman itu sangat berarti walaupun hanya sebentar tapi bagi Yuri apa yang dilakukan hal wajar sebagai dongsaeng pada Noonanya.

“ Ya! Mengapa kau mencium istriku? Kau tahu bibir Yuri hanya milikku “, protes Kyuhyun yang melihat kejadian itu sambil cemberut. Yuri dan Luhan hanya tertawa dengan tingkah Kyuhyun.

“ Jaga diri baik – baik! Jika kau butuh teman bicara, jangan lupa telepon aku. Terus jangan sampai kau lupa makan. Kalau kau sakit beritahu aku! Pokoknya kau harus memberi kabar padaku setiap hari, Arra?! “, pesan Yuri yang sepertinya sudah dia ucapkan dari kemarin.

“ Arraseo Noona, kau juga. Bila Kyuhyun Hyung membuatmu menangis, kau panggil aku! Aku pasti menghajarnya “, ucap Luhan.

“ Ya! Sepertinya kau ingin sekali menghajarku?! “, ucap Kyuhyun yang langsung mendekati Yuri.

“ Neh, aku hanya ingin memastikan kau pantas atau tidak untuk Yuri Noona “, jawab Luhan membuat Kyuhyun mencibirnya.

“  Kalau tidak pantas aku tidak akan menikahinya. Kau tenang saja, Noonamu aman di tanganmu “, ujar Kyuhyun sambil memeluk Yuri.

“ Kalau begitu, aku pergi Noona!  “, pamit Luhan sambil membawa tasnya menuju pesawat yang sebentar lagi take off.

“ Jangan lupa, hubungi aku Luhanie!!! “, teriak Yuri yang dijawab lambaian tangan oleh Luhan.

Yuri pun menangis dipelukan Kyuhyun karena masih berat berpisah lagi dengan Luhan setelah 10 tahun mereka berpisah semenjak kedua orang tuanya meninggal dunia dan mereka dipertemukan dengan tidak sengaja oleh takdir ketika Luhan pindah ke universitas dimana Yuri juga menuntut ilmu disana. Walaupun banyak hal terjadi diantara mereka, tapi Tuhan menguak sebuah rahasia diantara kakak beradik itu. Kyuhyun memeluk istrinya dengan erat sambil mengusap pundaknya lembut.

“ Dia akan baik – baik saja, Chagi “, ucap Kyuhyun membuat Yuri mengangguk.

“ Semoga kau bahagia, Yuri “, lirih Luhan saat dia merasakan pesawat sudah mulai take off.

~o0o~

Sudah 6 bulan ini Yuri tidak mendapat kabar dari Luhan, dia sungguh khawatir sekali. Yuri sudah mencoba menghubungi nomor ponsel Luhan namun tetap tidak ada jawaban bahkan ponselnya pun tidak aktif. Yuri semakin dibuat tidak karuan karena takut terjadi apa – apa dengan Luhan.

“ Sudahlah chagi, jangan terlalu cemas. Mungkin Luhan sedang sibuk “, ucap Kyuhyun menenangkan istrinya.

“ Tapi seharusnya dia meneleponku kan?tapi sudah 6 bulan ini tidak ada kabar apapun darinya. Aku takut, Kyu  “, wajah Yuri semakin cemas dibuatnya.

“ Atau kita susul saja dia ke London? “, usul Yuri membuat Kyuhyun menatapnya tidak percaya.

“ Yuri, kau sedang hamil muda dan Dokter juga mengatakan kalau kau tidak boleh melakukan perjalan jauh dulu karena kandunganmu sangat lemah. Percayalah Luhan pasti akan menghubungimu nanti “, tolak Kyuhyun mengingat ucapan Dokter kalau kandungan Yuri sangat rentan keguguran jika dia terlalu lelah apalagi melakukan perjalanan jauh.

“ Kau tidak mengerti Kyu, aku sangat merindukannya. Dia satu – satunya keluarga yang aku miliki sekarang “,

“ Aku tahu, tapi ingat juga sekarang kau tidak sendiri Yul. Ada bayi kita yang butuh perhatian darimu “, ujar Kyuhyun sambil memeluk Yuri dan mengusap rambutnya lembut.

Tiba – tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, Kyuhyun dan Yuri saling bertatapan.

“ Biar aku yang buka! Kau duduklah dulu “, suruh Kyuhyun dan Yuri pun mengikutinya.

Setelah beberapa menit, Kyuhyun kembali dengan sebuah amplop yang berukuran cukup besar.

“ Apa itu , Kyu? “, tanya Yuri penasaran.

“ Molla, tapi ini untukmu dari…. Luhan “, jawab Kyuhyun setelah membaca nama pengirimnya.

“ Mwo?! Luhan?! Sini, berikan padaku! “, pinta Yuri dengan tidak sabaran.

Yuri pun membuka amplop itu yang ternyata berisi kaset, hanya sebuah kaset rekaman.

“ Kaset? “,

Yuri pun memutar kaset rekaman itu dan memandangi layar kaca dengan wajah penasarannya, Kyuhyun duduk disamping istrinya yang juga ingin melihat isi kaset itu.

Saat rekaman itu mulai berputar terlihatlah Luhan yang sedang duduk disebuah taman sambil tersenyum, Yuri pun tersenyum melihatnya karena dia begitu merindukan dongsaengnya itu.

Anyeong Noona! Mianhae, aku tidak menghubungi beberapa bulan ini. Hmm… aku sangat sibuk sekali jadi aku tidak bisa menghubungimu hehehe “, tawa Luhan membuat Yuri cemberut memandang layar televisi itu.

“ Nappeun! Kau tega membuat Noonamu ini cemas, eoh?! “, umpat Yuri membuat Kyuhyun tersenyum melihat ekspresinya.

Kau pasti penasaran mengapa aku sibuk kan Noona? “, tanya Luhan.

“ Anio “, jawab Yuri kesal.

Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu Noona. Dia adalah gadis cantik yang berhasil merebut hatiku. Kau pasti penasarankan? “, Luhan terlihat menarik seseorang dari samping kanannya.

Ini dia Noona, gadis yang berhasil merebut hatiku. Namanya Seohyun “, tambah Luhan sambil merangkul seorang gadis cantik disampingnya.

Anyeonghaseyo, Seohyun Imnida “, ucap gadis itu di layar televisi.

“ Jadi hanya karena seorang gadis kau lupa dengan Noonamu, huh?! “, cibir Yuri namun dalam hatinya Yuri merasa ikut senang.

Mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan saat ini Noona karena…uhuk! uhukk! Ah… cuaca disini sangat dingin sehingga aku Flu. Tapi kau jangan khawatir Noona karena sudah ada yang menjagaku disini. Kau juga jaga kesehatanmu Noona dan calon keponakanku. Aku akan selalu menyayangimu Noona, sampai kapanpun. Saranghaeyo Noona “, ucap Luhan yang mengakhiri videonya.

Yuri meneteskan air matanya  setelah video itu selesai, dia pun  menoleh kearah Kyuhyun yang disampingnya.

“ Sudah kubilang dia baik – baik saja “, ucap Kyuhyun mengusap air mata Yuri.

“ Neh, tapi… ada yang aneh dengannya “, jawab Yuri.

“ Aneh? Mwoya? “, tanya Kyuhyun.

“ Anio, mungkin hanya perasaanku saja”,.

~o0o~

Tiga hari kemudian bel rumah Yuri dan Kyuhyun berbunyi, kali ini Yuri yang menghampiri pintu dan membukakannya. Saat pintu itu terbuka, Yuri melihat seorang gadis cantik yang sepertinya familiar sekali dengannya.

“ Anyeonghaseyo “, sapa gadis ramah itu membuat Yuri membalasnya.

“ Kau mencari siapa? “, tanya Yuri membuat gadis itu tersenyum.

“ Aku mencari anda, Yuri-ssi “, jawab gadis itu.

Yuri pun  menyuruh gadis itu masuk dan duduk di ruang tamu, Kyuhyun yang melihatnya ikut bergabung dengan mereka.

“ Sebelumnya joneun Seohyun Imnida “, ucap gadis yang bernama Seohyun itu.

Seohyun? Sepertinya aku mengenal nama itu? “, pikir Yuri.

“ Kau pasti bingungkan Yuri-ssi? Aku tahu tentangmu dari Luhan “, ujar Seohyun membuat Yuri ingat.

“ Ah neh, kau gadis yang bersama Luhan di video itu kan? Wah… kau cantik sekali! Tapi dimana Luhan? Mengapa dia tidak ikut? “, tanya Yuri penasaran membuat wajah Seohyun berubah menjadi sedu.

“ Sebenarnya maksud kedatanganku kesini, untuk memberitahukan kalau Luhan…. “, Seohyun seakan ragu mengatakannya.

“ Kalau Luhan apa? “, tanya Yuri yang menoleh ke arah Kyuhyun lalu kembali pada Seohyun.

“ Luhan…. dia…. sudah meninggal dunia… “, jawab Seohyun membuat Yuri langsung terdiam.

“ Neh?! “, Kyuhyun yang disamping Yuri pun ikut kaget dibuatnya.

“ Dia mengalami kanker hati stadium akhir “, tambah Seohyun.

“ Anio, kau bohong!  3 hari yang lalu dia mengirimkan videonya padaku dan dia masih terlihat sehat “, elak Yuri yang tidak percaya.

“ Video itu aku yang mengirimkannya karena Luhan menyuruhku untuk memberikannya setelah dia meninggal “,

“ Anio, itu tidak benar. Kau pasti berbohongkan. Dia masih hidup dan dia juga masih sehat. Kau bohong! “, sangkal Yuri yang membuat Kyuhyun memeluknya untuk menenangkannya.

“ Video itu di ambil sebulan yang lalu dan sebenarnya aku bukanlah kekasihnya. Aku hanya seorang gadis buta yang bertemu dengannya tidak sengaja saat kami berada dirumah sakit. Luhan mencoba mengobati kankernya namun sepertinya kankernya sudah semakin parah dan Luhan mengatakan akan memberikan matanya padaku setelah dia meninggal “, tutur Seohyun semakin membuat Yuri menolak untuk percaya.

“ Kau bohong! Bagaimana mungkin dia tidak memberitahuku?  “,

“ Dia tidak memberitahumu karena dia tidak ingin kau bersedih, dia tidak ingin melihatmu menangis Yuri-ssi. Selama 6 bulan terakhir dia di suruh oleh Dokter untuk mengikuti pengobatan namun Tuhan berkehendak lain. Dia sangat menyayangimu “,

“ Luhan… Luhan… Lu.. “, Yuri langsung tak sadarkan diri.

“ Yuri! Yuri! Bangun! “, Kyuhyun panik mencoba membangunkan Yuri, tapi Yuri pingsan.

Setelah beberapa jam kemudian Yuri pun terbangun dan melihat Kyuhyun juga Seohyun menatapnya cemas.

“ Yuri, Gwenchana? “, tanya Kyuhyun khawatir.

“ Luhan? Dimana dia? “, tanya Yuri membuat Kyuhyun dan Seohyun menatapnya sedih.

“ Dia tidak pergi kan Kyu? Dia masih ada kan? “, tanya Yuri namun Kyuhyun enggan menjawabnya.

“ Kyu, jawab aku! Jawab aku! Hiks… hiks… hiks… “, Yuri mulai terisak dan Kyuhyun menariknya ke dalam dekapannya.

“ Sabar Chagi, semua ini sudah menjadi takdir. Kau harus tabah “, ucap Kyuhyun.

“ Dia keluarga satu – satunya yang aku miliki dan sekarang dia juga pergi… Hiks… hiks… hiks…. “, tangis Yuri membuat Kyuhyun semakin memeluknya erat.

“ Yuri-ssi, sebelum dia meninggal. Dia menitipkan surat padaku untukmu “, ucap Seohyun membuat Yuri langsung menoleh kearahnya.

Yuri melihat sebuah kertas yang diulurkan oleh  Seohyun, dia pun mengambilnya lalu membukanya.

Dear My Love Noona

Anyeong Noona!

Jika kau membaca surat ini berarti aku sudah pergi. Mianhae, karena selama ini aku tidak menghubungimu. Seohyun pasti sudah menceritakannya padamu kan? Apa kau merindukanku Noona? Aku sangat merindukanmu😀

Aku juga ingin minta maaf padamu tentang apa yang terjadi antara kau dan Kyuhyun Hyung yang hampir berpisah karena aku. Sebenarnya Kyuhyun Hyung tidak melakukan apa – apa dengan Victoria Noona, mereka tidak sengaja bertabrakan. Mianhae, karena aku tidak mengatakan sejujurnya padamu Noona dan membuatmu salah paham padanya.

Kau tahu alasanku Noona?

Karena aku mencintaimu Noona, aku sangat mencintaimu.

Namun hatiku hancur saat mengetahui kenyataan bahwa kau adalah Noonaku.

Aku bahkan tidak ingin mempercayainya karena aku telah jatuh cinta padamu Noona.

Aku tidak bisa menghilangkan perasaan itu begitu saja, itulah alasanku meninggalkanmu dan pergi ke London. Aku ingin membuang perasaan ini Noona, aku tidak ingin perasaan ini semakin membuatku nekad untuk memilikimu. Jujur perasaanku padamu tidak berubah walaupun aku sudah jauh darimu, bahkan rasa rinduku semakin menyiksaku. Kau tahu? Aku bahkan lebih merasakan sakit dengan perasaanku dibanding dengan penyakitku ini.

Mianhae, Noona. Aku tidak bisa menganggapmu seperti Noonaku, aku hanya menganggapmu seorang gadis yang sangat aku cintai.

Tapi Tuhan mungkin tahu betapa menderitanya aku sehingga dia memberikan jalan untukku agar aku terbebas dari penderitaan ini lewatpenyakit kankerku. Walaupun aku sudah tidak disampingmu aku masih bisa melihatmu dengan mataku Noona karena aku memberikannya pada gadis baik hati yang aku temui disini. Aku masih bisa melihat wajah cantikmu yang aku rindukan selama ini.

Semoga, kau bisa bahagia tanpa aku Noona. Jika dikehidupan nanti kita diciptakan lagi, aku ingin Tuhan tidak menjadikanmu sebagai Noonaku lagi. Aku ingin kau menjadi pendampingku sampai kehidupan mendatang tercipta lagi.

Sarenghaeyo Noona, jeongmal saranghaeyo…..

Love You

Luhan.

Yuri menangis tersedu – sedu setelah membaca surat itu, dia semakin bersalah membiarkan Luhan merasakan rasa sakitnya sendiri. Dia merasa bersalah karena mengira Luhan juga bahagia bersamanya. Dia merasa bersalah karena Luhan menyimpan penderitaannya sendiri. Dia merasa bersalah tidak ada disampingnya disaat – saat terakhirnya. Kyuhyun hanya bisa memeluk Yuri untuk menenangkannya. Dia juga tidak menyangka kalau Luhan memiliki perasaan lebih dari sekedar dongsaeng.

“ Mengapa kau begitu menderita, Luhan? Mengapa kau tidak jujur bahwa selama ini kau terluka? “, tangis Yuri dalam dekapan Kyuhyun.

“ Nadoo… saranghaeyo Luhannie…. “, lirih Yuri.

The End

Keep RCL!!! Hargai karya orang lain apalagi kalian begitu menikmatinya😀 Kamshamida.

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

39 thoughts on “[Ficlet] You’re Not My Fate

  1. omoo !! Ituh sngat mnyakitkan , thor😦 bt , saia ttap suka🙂 kau tau kann thor ? Saia suka dgn kryamu . D.tggu Yulhan yg happy ending ne ? Gomawo ..

  2. Luhan oppa knp meninggal?
    Ga boleh ga boleh (╥╯﹏╰╥)
    Masih ada aku oppa,jangan sedih*plakk
    Kasian luhan oppa nya eon, ga tega
    Pasti tersiksa bgt luhan oppa
    Luhan oppa ottokhae

    Ff nya keren tp sedih bingit(┎_⌣̀)
    Aku tggu ff lainnya ya eonnie#elapingus

  3. Wahhh nice pisan,, sebernya sad tp karna kyu ttp jd sama yuri aq tt bahagia hehehe, ohh mian luhan😦
    Ditgg stupid bet nya ya oen, udh gak sabar nii

  4. Kenyataan yg menyakitkan untuk luhan oppa T^T
    kasian dia, yulnie ga peka si hehe
    Seru eon, feelnya ngena. Keren, aku nungguin appa bogoshipta ama stupid bet nih. Cepet di post ya, fighting eon! ;D

  5. huua kasian luhan harus sakit kaya gtu..amiin mudah”n d khdupan mndatang luhan bkal ma yuri🙂
    trus kyu d kmna’n..heheh
    feel ffnya dapet banget chingu..
    daebak🙂

  6. Terinspirasi dr flm korea kn? Q lupa judulny apa…. Hehehh klo d.flm itu c.adek’a bikin video d.atas kapal laut dan ngedonorin mata’a klo g salah ke c.cewek’a??
    Heheh

  7. jarang- jarang ada cerita cinta segitiga antara Kyulhan..
    bagus.. kasihan Luhan…hiks..hiks..
    ayo buat lagi yang ceritanya mereka bahagia…*maaf banyak maunya

  8. Uwaa~ nyesek Eon, aa~ Luhan Oppa kenapa meninggal?
    Eonni-ya, Luhan oppa kayanya kesiksa bener, hiks.. hiks.. mending Oppa ama aku aja #plakk
    Daebakk Eonni, bikin FF lainnya ya? Fighting Eon!

  9. sedih sebenernya liat luhan kyk gitu rada ga tega gimana gitu (?) semangat unni buat selanjutnyaa jangan terlalu terburu-buru kkk~ semangat ya unn buat selanjutnyaa good job ^^b hihi

  10. jd mrka sdra yg tlh lm pisah tp luhan ud jtuh hati am yuri . aw aw aw\
    cinta tdk knal bulu y ????
    ksian luhan ny , yuri jd sndri . untng ad kyu nd bayinya
    sedih crtany .. bagus

  11. Ya ampuun sedih banget yahh luhan mencintai seseorang yang ga seharusnya (˘ε˘ƪ) bagusnya Yuleon bahagia sm kyuppa. \(´▽`)/

  12. yaaahhh luhan kenapa harus meninggal,, seenggaknya biarin dia nemuin cinta yg baru sbg pengganti yuri..klo luhan meninggal kasian yuri,, yaaa meskipun masih ada kyu yg nemenin yul..
    haaaaahhh thor,, sedih bacanya..
    cuman kyu dikit yaa part nya..hehehe

    stupid bet mana nih sama truth is hurt belum.lanjut aja nih…

  13. Wahh lama gak mampir disini.. Mian ya eon. Jadi kepo apa ffnya ni.

    Bagusss thor.. Lanjut dah!!
    Haduh ikutan nyesek. Sumpah nyesek nyesek banget. Aduh itu kontroversi hati ya “kata abang vicky” horok horok😀

    Lanjut ya eon. Fighting tetep semangat. Tetep berkarya.
    Ditunggu ya stupid bet nya. Udah lama banget

  14. Yaampun thor sumpahh pengen nangis baca ni ff, daebak thor ff ini dapet banget feelnya^^. ditunggu ff yulhan slanjutnya

  15. Poor Luhan ToT

    Sabat bgt ya jdi Luhan, aku jg smp ga bisa bayangin.
    Tapi Kyuri selalu bersatu, hahaha.
    Kyuri Jjang!

    Dan knp selalu ada nama vic eon sama seohyun? Rasanya gmn gtu klo berhubungan sama ff Kyuri

  16. Sepertinya aku pernah baca ff ini..
    Tp aku lupa, dulu aku udah komen apa blum ya?
    Hehehe, disini aku akan komen lagi eon.
    Haaahhh, kasian Lulu gege ;-(

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s