Posted in Angst, Dramalife, Freelance, Sad

[Freelance]You, Me, and Our Memories

FF Ini merupakan FF titipan dari seorang teman sesama Author dan Lee Midah hanya mempublishnya saja ^_^

Title:

You, Me, and Our Memories

Author:

Kwon Nissa

Main Cast:

Cho Kyuhyun | Kwon Yuri

Lenght:

Drabble (Maybe?)

Ratting:

General (Maybe?)

Disclaimer:

Castnya hanya minjem bentar untuk kebutuhan cerita. Jika terdapat kesamaan cerita, alur, dan lain-lain itu hanya suatu kebetulan belaka. Aku nge-Post FF ini sebagai penggembira.

Listen to :

Heora – Under The Moonlight (Ost.The Moon Embraces The Sun)

Hun Gak – Don’t Forget Me (Ost. The Greatest Love)

Lee Seul Bi – The Person I Love (Ost. My Girlfriend Is Gumiho) (?)

Kyuhyun – Love Again, selebihnya tentukan sendiri #plakk.

~Happy Reading~

 “If all it is his destiny, so let it go, although your heart still owned
by that person” – Kwon Nissa.

-You, Me, and Our Memories-

Aku berjalan gontai di sepanjang trotoar jalan. Inilah keputusan yang kupilih dan harus kuterima dengan penuh tanggung jawab. Aku menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Aku mengadahkan kepalaku keatas, menatap langit mendung kota Seoul malam ini. Angin yang berhembus kencang menjalari seluruh tubuhku, menyerbunya dengan semangat, seolah ingin menyerangku saat itu juga.

Tetesan air hujan perlahan-lahan membasahi bumi. Dengan kepala yang masih tertadah diatas, aku bisa merasakan bulir lembut air hujan jatuh di sudut mataku, seakan menjadi pengganti air mataku yang kering.

‘Tuhan, jika semua ini adalah takdirmu, aku akan mencoba merelakannya’

-You, Me, and Our Memories-

“Arrgghhh!!!!!”pekikku penuh amarah sambil memukul tembok ini berkali-kali, tak perduli akan rasa sakit yang menyebar di tanganku. Sungguh, aku sungguh tidak ingin berpisah dengannya.

Bugh!

Aku menjatuhkan tubuhku ke bawah, berlutut bagaikan manusia yang paling tak berdaya di atas bumi ini. Dasar segar semakin deras bercucuran dari tanganku, tapi aku tak perduli, hatiku bahkan lebih sakit karena telah berpisah dengan gadis itu, malaikat penjaga hatiku, manusia sempurna yang memegang kunci cintaku.

Aku tahu, aku tahu, aku sangat tahu. Jika saja waktu itu aku tak memenangkan pikiran dangkalku, mungkin aku tetap bersamanya sekarang.

Aku melangkahkan kakiku ke sebuah Cafe, dimana Yeoja itu menungguku, karena ada yang ingin dia bicarakan padaku.

Aku membuka pintu Cafe dan mendapati Yeoja itu tersenyum padaku. Tapi senyum itu sedikit berbeda, terlihat seperti.. entahlah, aku tak bisa menjalaskannya.

“Sudah lama menungguku?”tanyaku sembari menarik kursi Cafe. Ia menggeleng dengan cepat.

“Tidak, aku juga baru datang”jawabnya dengan senyum termanisnya itu.

“Oh, ada apa kau menyuruhku untuk kemari? Apa kau sangat merindukan Namja-mu ini?”godaku, ia tersenyum simpul lalu menunduk. Aku menatapnya dengan tatapan menyelidik, senyum itu tak perah kulihat sebelumnya, senyum yang penuh dengan keperihan.

“K-kau kenapa, Chagi?”tanyaku khawatir. Ia menggeleng dengan kepala yang masih tertunduk. Isakan dari bibir mungilnya membuatku sadar bahwa ia sedang menyimpan kesedihannya sendiri, kesedihan yang teramat besar.

“O-oppa”panggilnya dengan suara bergetar. Tenggorokanku tercekat, tubuhku menegang. Setiap melihatnya menangis, pasti aku juga terlarut dalam tangisnya.

“Kau tidak apa-apa, Yuri-ah?”tanyaku. Ia mendongkak, menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.

“O-oppa, aku.. Aku akan pergi ke Amerika besok”perkataannya sukses membuatku terbelalak kaget, membuat jantung dan aliran darahku berhenti seketika.

“K-kau tidak bercandakan?”tanyaku memastikan. Fikiran-fikiran aneh menari-nari di kepalaku.

Untuk apa ia pergi ke sana?

Apa mungkin, ia akan meninggalkanku lalu menjalin hubungan dengan lelaki lain?

“Aku tidak bercanda, oppa”jawab Yuri membuatku seperti tertimpa beban seberat 75 ton.

“A-apa?”

“Maafkan aku, Oppa. Aku harus pergi”tambahnya yang membuat hatiku semakin sakit.

“Tapi-”

“Oppa, aku harus pergi sekarang. Anyeong”pamitnya lalu bangkit dari duduknya. Aku menahan tangannya.

“Yuri-ah, bisakah kau jelaskan apa alasanmu untuk pergi ke Amerika?”tanyaku yang berusaha tegar, memendam emosiku dalam-dalam.

“itu, itu.. hmm.. aku… aku tak bisa menjelaskannya. Mianhae”jawabnya lalu menepis tanganku kemudian berlari ke luar dari Cafe ini. Aku berdiri, lalu mengejarnya hingga di perempatan jalan.

“Tunggu, kau harus menjelaskannya padaku!”ucapku dengan nada tinggi. Nada yang tidak seharusnya ku tunjukkan padanya. Ia menatapku tak percaya, dengan mulut sedikit terbuka.

“Ayo jawab! Kenapa kau tak bisa menjelaskannya, heh?! Apa kau sudah punya Namja lain, lalu-”

Plakkk!

Kepalaku terputar ke arah kiri, menghadap ke bawah. Dapat kudengar isakan Yuri semakin keras, seolah berpacu untuk menjadi pemenang. Aku memegangi pipiku yang kutahu itu pasti memerah.

“Aku tak pernah punya Namja lain selain dirimu! Aku tak pernah memberi cintaku pada orang lain selain dirimu! Bisakah kau tak mengucapkan kalimat menyakitkan? Seakan kau tak percaya padaku? Aku ini wanita yang memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh! Kau tahu, aku ke Amerika untuk apa?! Kau tahu, aku-”

Brugh!

Dapat kulihat bahwa tubuh Yuri merosot ke bawah, ia bertumpu pada tangan kanannya yang menyentuh dasar trotoar jalan.

“Aku, aku kanker darah sadium akhir..”jelasnya sambil memelankan nada terakhir.

Aku terbelalak, aku menatapnya tak percaya, seluruh darahku berdesit naik menuju ubun-ubun. Laju jantungku tak teratur, berdetak dengan cepat, tanpa bisa ku kendalikan.

“A-apa?”pekikku. ia bangkit, lalu menghapus kasar air matanya dengan punggung tangannya.

“Maafkan aku, kurasa hubungan kita cukup sampai disini. Sampai jumpa”ucapnya lalu berjalan dengan cepat untuk menjauh dariku.

Tubuhku membeku seketika, otakku seperti diikat oleh kain raksasa, membuatku merasakan sakit kuar biasa pada bagian kepalaku.

‘Kurasa hubungan kita cukup sampai disini’, kalimat itu, kalimat paling menyakitkan yang pernah kudengar, begitu menusuk relung hatiku, merobeknya dengan pasti, lalu memusnahkannya pada saat yang bersamaan.

Rintik-rintik hujan mulai turun ke bumi, membasahi secara perlahan, membuatku terhanyut dalam suasana ini. aku memejamkan mataku, bayangan Yuri menari-nari di fikiranku, lalu memudar, menjauh, dan semakin menjauh. Aku membuka mataku, lalu mengadahkannya ke atas, menatap sendu langit malam kota seoul.

Aku menghela nafas perlahan lalu mulai melangkah dengan berat. Seolah menanggung beban yang tidak bisa kupikul sendiri. Yuri-ah, aku akan selalu mengingatmu, mengingat semua ini. Kau, aku, dan kenangan kita.

Walaupun kita telah berpisah, tapi percayalah, hatiku selalu untukmu.

-The End-

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

36 thoughts on “[Freelance]You, Me, and Our Memories

  1. unniee…Yul unnie blumm mti kann..
    Kok kyu oppa ngannggap yul unnie sdah mti sihh…kn yul unnie k amrik mau nyembuhin pnyakitnya kann…iyaa kann eon…??
    aaa…nyeseekk bngett kokk Kyuri gak Happyend sihh….
    Unnie bkinn Sequel donkk..^^

    #Fighthing^^

    1. Hmm.. insyaallah belum. #pletak..
      Iya, Saeng. Yul Eon mau nyembuhin penyakitnya. doain aja moga lancar *eh?
      Hehehe😀, mian, tpi klo ada idenya ntar aku bikin sequel yang mudah mudahan, Kyurinya bersatu *amin,,
      Iya, Gomawo ^^

    1. Kaya ada, tpi berbentuk sequel, hehe😀.
      Aduh! aku hampir lupa ama FFku yang MGIP, untung kmu ngomen, insyaallah klo ada idenya ntar aku lanjutin yang itu.
      Ehmm, mian , Love in Plane bukan punya ak, mungki milik author lain ^^V
      Gomawo🙂

  2. ceritanya singkat dan ngegantung ya? hihi ada beberapa typo disana~ well, kamu sedikit terlalu terburu-buru ya waktu nulis ini? ada beberapa kata yg dipaksa (?) hihi kritik komen yaa tapi nice job kok buat kamu nis ^^b semangat yaa buat selanjutnyaa kkk~

    1. Hehehe, iya, emang sengaja ngegantung #plakk..
      Jinjja? hihihi Mian ^^. Kyaa~ kok tau #pletakk. woaa~ makasih Yura, makasih bgt🙂, lgi pla komet kmu ngebangun kok (?). Iya, Makasih banyak Yura😉

  3. Mian ne baru baca.. Lama nggak mampir.
    Daebakk bagus thor. Nyesek😥
    Kasian kyupa, ini gantung deh. Yuri eonnie gak mati kan?

    Bikin sequel ya.. Nanti harus happy ending haruss hehe
    Fighting keep writing

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s