Posted in Angst, Dramalife, Family, Friendship, Romance, Sad

Truth Is Hurt Clip 3

truth is hurt2

Truth Is Hurt Clip 3

Author :

 Lee Midah

Cast :

Lee Donghae || Kwon Yuri / Lee Anna || Wufan Kris

Lee Haeri || Park Hyoyoung Oc

Subcast :

Choi Siwon || Im Yoona

R + 16 || Lenght  Oneshoot || Genre Angst Sad Love, Hurt Romance

Disclaimer

 Cerita Pure milik Author sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita ini muncul dengan tiba – tiba diotak author. So Just for Fun!!! ^.~

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

“ Dimana aku? “, lirihnya sampai ia merasakan sebuah tangan menggenggamnya erat.

“ Anna! Kau sudah bangun? “, tanya Donghae senang.

Anna menatap Donghae dengan seksama membuat Donghae heran, Anna tidak menjawab perkataan Donghae. Donghae mulai bingung sekaligus cemas.

Apa ingatannya sudah kembali? “, batin Donghae menatap Anna sambil menelan air ludahnya.

“ Anna-a, Gwenchana? “, tanya Donghae ragu.

“ Aku… “, jawab Anna.

~o0o~

 

Brakkk!!!

Suara pintu dibuka dengan kasar memperlihatkan wajah seorang yeoja yang marah juga sedih dan membuat seorang namja yang sedang duduk dikursi kerjanya kaget sekaligus heran.

“ Apa yang kau lakukan? “, tanya Kris menatap Hyoyoung heran.

“ Mengapa kau berbohong padaku Oppa?! “, tanya Hyoyoung yang masih terlihat kesal dan marah.

“ Bohong? Apa maksudmu? “, tanya Kris tidak mengerti.

“ Kau bilang padaku kau sedang bertemu dengan klienmu tapi kau tidak melakukannya kan? “, Hyoyoung mulai berkaca – kaca, matanya mulai terasa panas.

“ Itu… aku… “, Kris bingung harus menjawab apa? Tapi memang ia benar – benar berbohong.

“ Jawab aku dengan jujur Oppa “, pinta Hyoyoung yang semakin tidak kuasa menahan air matanya.

“ Neh, Aku berbohong padamu. Aku tidak bertemu dengan klienku “, jawab Kris jujur yang berhasil membuat air mata Hyoyoung jatuh dengan derasnya.

“ Wae Oppa? Mengapa kau masih mencari Yuri? Dia sudah mati! Dan kau tidak mungkin bertemu dengannya lagi! “, ucap Hyoyoung yang merasa kesal dengan nada yang tinggi.

“ Yuri belum mati! Aku yakin dia masih hidup!!! “, Kris merasa emosinya naik saat Hyoyoung mengatakan Yuri sudah pergi.

“ Wae Oppa? Wae? Mengapa kau masih tidak bisa menerima kenyataan itu? Mengapa kau tidak pernah memikirkan perasaanku? Aku yang sekarang disampingmu Oppa bukan Yuri “, ucap Hyoyoung yang semakin deras mengeluarkan air matanya.

“ Aku tahu kau masih mencintainya, tapi bisakah aku memintamu untuk mengerti perasaanku. Aku juga mencintaimu Oppa “, tambah Hyoyoung membuat Kris merasa iba.

“ Aku tidak memintamu melupakan Yuri, tapi aku ingin kau bersikap baik padaku Oppa. setidaknya aku merasa kalau aku masih kau anggap ada “,

“ Mianhae… “, lirih Kris membuat hati Hyoyoung semakin sakit.

“ Apa jika aku mati kau baru akan merasakan tulusnya cintaku Oppa? “, tanya Hyoyoung membuat Kris menatapnya heran.

Hyoyoung hanya menatap kosong ke arah depannya, Kris tidak tahu apa yang dimaksud Hyoyoung.

“ Apa yang kau bicarakan? “, tanya Kris.

“ Lebih baik aku mati dari pada hidup tapi kau tidak pernah memperdulikan aku. Mungkin setelah aku mati kau bisa merasakan kalau cintaku padamu sangatlah besar “, ucap Hyoyoung meninggalkan kantor Kris membuat Kris menatapnya tidak percaya.

“ Ya! Hyoyoung kau mau kemana?! “, tanya Kris namun Hyoyoung tidak memperdulikannya.

Kris merasakan sesuatu tidak enak tentang Hyoyoung, dia pun segera menyusul Hyoyoung yang sudah pergi menjauh dari tempatnya. Saat berada didepan kantornya Kris melihat Hyoyoung yang akan menyeberang tanpa melihat kanan kirinya. Dan Kris juga melihat sebuah truk melaju dengan cepat ke arah Hyoyoung. Kris yang kaget langsung berlari kearah Hyoyoung dengan sekuat tenaga dan mencoba menyelamatkannya.

“ HYOYOUNG!!!! AWAS!!! “,

~o0o~

Donghae terlihat menatap Anna cemas, dia masih memperhatikan gerak – gerik Anna.

“ Aku… “, Donghae menelan air ludahnya mendengar ucapan Anna.

“ Aku… aku tidak tahu mengapa kepalaku tiba – tiba sakit “, ucap Anna yang membuat Donghae bernafas lega.

“ Tapi… “, Donghae langsung menatap Anna lagi dengan wajah tegangnya.

“ Tapi apa? “, tanya Donghae gugup.

“ Dimana Haeri? Apa dia terluka? Aku tidak sengaja mendorongnya dengan keras saat di jalan tadi “, sesal Anna membuat Donghae langsung lemas.

“ Kau menakutiku Anna-a….Haeri baik – baik saja, dia tidak terluka “, jawab Donghae yang hampir saja jantungnya keluar. Donghae tersenyum sambil mengusap rambut Anna.

“ Mianhae, membuat kalian khawatir . Aku tidak tahu mengapa kepalaku tiba – tiba sakit seperti tadi “,  sesal Anna membuat semua orang repot.

“ Jangan merasa bersalah, yang penting kau tidak apa – apa “, ujar Donghae membuat Anna tersenyum.

“ Tapi… aku tadi bermimpi aneh sekali “,

“ Mimpi apa? “, tanya Donghae penasaran.

“ Mimpi… Akh! Kepalaku! “, ringis Anna.

“ Gwenchana? Apa aku harus memanggil Dokter? “, panik Donghae melihat Anna kesakitan.

“ Anio, gwenchana “, tolak Anna sambil menahan tangan Donghae.

“ Istirahatlah, kau pasti lelah. Jangan memaksakan diri untuk mengingat sesuatu jika itu menyakitimu “, suruh Donghae sambil membantu Anna berbaring.

“ Donghae… Apa kau menyesal menikah denganku? “, tanya Anna membuat Donghae mengernyit.

“ Mengapa kau berpikir seperti itu? “, tanya Donghae heran.

“ Anio, aku hanya bertanya saja “, Anna pun tersenyum pada Donghae.

“ Jangan berpikir aneh, satu – satunya kebahagianku adalah menikah denganmu “,

Anna semakin melebarkan senyumnya mendengar jawaban dari Donghae, tapi hatinya masih merasakan sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan pada Donghae.

“ Oia bagaimana aku bisa sampai kesini? “, tanya Anna.

“ Yoona yang membawamu kesini, dia tidak sengaja melihatmu dan Haeri dijalan tadi “, jawab Donghae.

“ Yoona? “,

“ Neh, dia isteri Siwon dan dia juga sahabatmu saat di panti asuhan “,

“ Jinjja? Kemana mereka sekarang? “, tanya Anna sambil melihat keseluruh ruangan.

“ Mereka sudah pulang karena Luhan putera mereka terlihat kelelahan “, jelas Donghae dan Anna hanya menganggukan kepalanya.

“ Hmm kau tidak bekerja? “,

“ Anio, aku sudah meminta ijin pada Siwon untuk menemanimu “, jawab Donghae.

“ Mian… “, sesal Anna yang merasa tidak enak.

“ Berhenti meminta maaf, kau tidak seharusnya mengatakan itu “, ucap Donghae.

“ Omma! “, panggil Haeri yang terbangun sambil mengucek – ngucek matanya.

“ Haeria… “, panggil Anna membuat Haeri langsung melihat kearah Anna yang tersenyum padanya. Haeri langsung berlari dan memeluk Anna dengan erat.

“ Omma!!! Jangan tinggalkan aku! Aku takut Omma pergi lagi, aku tidak mau Omma pergi “, tangis Haeri sambil mempererat pelukannya pada Anna.

“ Uljima, Omma tidak akan kemana – kemana. Dan Omma juga tidak akan meninggalkanmu lagi “, ucap Yuri sambil mengusap rambut Anna lembut.

“ Omma Saranghaeyo!!! “,

“ Nadoo… “, Yuri tersenyum lalu menatap Donghae, Donghae juga membalasnya senyumnya.

Donghae merasa bahagia melihat Anna dan Haeri sekarang, dia tidak tega untuk melihat Haeri kecewa jika suatu hari Anna akan pergi setelah ingatannya kembali. Tapi Donghae juga merasa takut, takut jika hal itu terjadi karena didalam dirinya dia berharap Anna selalu ada bersama mereka.

Anna-a…  Mianhae, karena aku sudah mencintai yeoja lain. Bukan karena aku menganggap dia adalah dirimu tapi hatiku mengatakan aku mencintainya sama seperti aku mencintaimu “, batin Donghae.

~o0o~

“ Apa kau sudah gila Huh?!!! “, bentak Kris yang berhasil menyelamatkan Hyoyoung tepat waktu, jika tidak mungkin tubuh Hyoyoung sudah hancur terhantam truk itu.

“  Untuk apa kau menyelamatkanku? Aku hidup atau mati pun kau tidak akan pernah peduli!!! “, jawab Hyoyoung putus asa, perasaannya memang sakit karena Kris tidak pernah peduli padanya.

Hyoyoung kembali menangis tersedu – sedu membuat Kris semakin bersalah, memang tidak adil untuk Hyoyoung tapi Kris tidak ingin memberi harapan kosong padanya karena rasa cintanya masih milik Yuri, Kris pun memeluk Hyoyoung erat membenamkan wajahnya pada dada bidangnya. Kris memang bersalah karena menerima pertunangan ini yang semakin membuat Hyoyoung terluka.

“ Mianhae… “, gumamnya dan tangisan Hyoyoung semakin tumpah didalam dekapan Kris.

Kris mengantar Hyoyoung ke rumahnya, untuk saja orang tua Hyoyoung tidak dirumah sekarang jika mereka melihat puteri satu – satunya menderita seperti ini mungkin dampak bagi Kris adalah rasa malu untuk orang tuanya karena memang pertunangan mereka dilandasi bisnis. Kedudukan orang tua Hyoyoung lebih tinggi dibandingkan orang tua Kris. Awalnya Kris marah dengan perjodohan ini, tapi dia tidak bisa menolak karena dia tidak bisa memberi alasan lagi mengapa dia menolaknya. Sekarang perasaan iba muncul setelah melihat kondisi Hyoyoung seperti ini, dia semakin tidak tega untuk menyakitinya.

“ Walaupun aku tidak bisa menghilangkan rasa cintaku pada Yuri, tapi aku akan mencoba menerimamu dan membuka hatiku untukmu “, gumam Kris sambil menatap wajah Hyoyoung yang tertidur dengan wajah yang sedih juga terluka.

Kris melihat foto dimana Hyoyoung dan Yuri sedang memakai seragam dan tersenyum bahagia.

“ Yuri-a, jika saja kau masih disini bersamaku. Mungkin semua ini tidak akan terjadi “,

Kris mengusap rambut Hyoyoung lembut, dia bertekad untuk lebih memperhatikan Hyoyoung walaupun dalam hatinya dia menganggap Hyoyoung adalah dongsaeng baginya.

“ Istirahatlah, kau pasti sangat lelah “, lirih Kris.

“ Oppa…. Saranghaeyo…. “, rancau Hyoyoung.

Kris hanya tersenyum lalu beranjak meninggalkan kamar Hyoyoung dan kembali ke kantornya.

~o0o~

Yoona dan Siwon dalam perjalanan menuju rumah sakit, mereka berniat untuk menjenguk Anna lagi.

“ Yoona-a, kau tahu apa yang harus kau lakukan nanti kan? “, tanya Siwon memastikan.

“ Tentu saja Wonie, kau tidak usah khawatir. Tapi aku masih merasa aneh, apa mereka bukan saudara kembar? “, ucap Yoona sambil mencoba berpikir.

“ Neh, aku juga sama. Hanya saja kita tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya sebelum Anna yang ini bisa mengingat masa lalunya “, Siwon juga memang tidak bisa mengira – ngira karena dia memang tidak tahu apapun.

“ Tapi bukankah kau sangat dekat dengan Anna? Apa kau tidak mengetahui apapun tentang keluarganya? “, tanya Siwon yang juga kepikiran.

“ hmmm… Molla, walaupun kami dekat tapi Anna juga tidak tahu tentang keluarganya. Kau tahu sendiri Anna itu pemalu, aku saja butuh waktu 2 tahun untuk bisa akrab dengannya. Dia sangat tertutup sekali dan dia juga tidak tahu mengapa dia bisa berada dipanti asuhan “, ujar Yoona.

“ Memang kita harus menunggu sampai dia ingat, baru semuanya akan jelas “, pasrah Siwon sambil menghela nafasnya.

“ Oia Wonie, kira – kira apa Donghae jatuh cinta dengan Anna? “, tanya Yoona.

“ Mengapa kau bertanya seperti itu? “, Siwon malah balik bertanya.

“ Anio, aku hanya membayangkan jika Donghae jatuh cinta padanya. Apa yang akan terjadi jika Anna mengingat masa lalunya? “,

“ Jangan berpikr macam – macam, jika hal itu terjadi mungkin memang seharusnya terjadi karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok “, ujar Siwon membuat Yoona menatapnya.

“ Wae? “, tanya Siwon heran.

“ Apa yang baru saja kau katakan aku tidak mengerti? “, bingung Yoona mencerna kata – kata Siwon.

“ Aish! Kau ini mulai lemot (?) nya. Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi. Hidup ini bukan drama yang sering kau tonton “, ucap Siwon.

“ Apa hubungannya dengan drama? “, tanya Yoona membuat Siwon hanya menghela nafasnya berat, terkadang dia menemukan kalau isterinya itu sering lemot (?).

“ Omma! Appa! Apa yang kalian bicarakan? “, tanya Luhan yang sedari tadi menatap kedua orang tuanya yang sedang bicara.

“ Bukan apa – apa Luhanie, kau belum cukup umur untuk mengerti “, ucap Siwon sambil melirik Luhan dari spion mobilnya.

Beberapa menit berlalu, mereka pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju kamar Anna.

“ Anyeonghaseyo “, sapa Yoona ramah yang masuk ke kamar Anna.

“ Oh Yoona! Siwon! “, ucap Donghae melihat keluarga sahabatnya yang datang bersamaan.

“ Luhan, ajak Haeri bermain tapi jangan jauh – jauh ya “, suruh Yoona.

“ Neh, Omma. Haeri-a kita main diluar yuk! “, ajak Luhan dan Haeri pun mengikutinya.

“ Bagaimana keadaanmu Anna-a? “, tanya Yoona sambil tersenyum pada Anna.

“ Gwenchana, Gomawo Yoona-ssi. Donghae bilang kau yang membawaku kesini “, ucap Anna.

“ Cheonma, bukankah sudah seharusnya aku menolong sahabatku. Tapi jangan panggil aku Yoona-ssi, panggil saja Yoong atau Yoona seperti dulu “,

Donghae menoleh ke arah Siwon dengan tatapan anehnya, namun Siwon membalasnya dengan senyum khasnya yang memperlihatkan lesung pipitnya.

“ Mianhae, aku tidak bisa mengingat kalian “, ucap Anna dengan nada sedih.

“ Gwenchana, cepat atau lambat kau pasti mengingatnya “, Yoona kembali tersenyum sambil duduk disamping Anna.

“ Sepertinya kami akan ke kantin untuk minum kopi “, pamit Siwon sambil merangkul Donghae.

“ Wonie, jangan terlalu banyak minum kopi tidak baik untuk kesehatanmu “, perintah Yoona.

“ Arraeso Deer “, jawab Siwon  sambil tersenyum membuat Anna dan Donghae tersenyum.

~o0o~

 “ Bagaimana keadaanmu? “, tanya Yoona yang duduk disamping Anna.

“ Lebih baik, jika bukan kau yang membawaku kesini mungkin aku tidak tahu keadaanku seperti apa “, jawab Anna.

“ Kebetulan saja aku sedang lewat didaerah itu jadi tidak mungkin kan aku membiarkanmu kesakitan di jalanan “, canda Yoona membuat Yuri tertawa.

“ Yoona-a, kau dekat sekali denganku kan? “, tanya Anna membuat Yoona mengangguk.

“ Bisa kau ceritakan tentang masa laluku? Siapa tahu dengan mendengar masa lalu kita aku bisa mengingatnya sedikit demi sedikit “, pinta Anna membuat Yoona kaget.

“ Eh?! “,

“ Iya, bagaimana aku dulu? Dan bagaimana aku bertemu dan menikah dengan Donghae? pokoknya semuanya “, ucap Yuri membuat Yoona berpikir sejenak.

“ Geurae, akan kuceritakan “, akhirnya Yoona pun terpaksa menceritakan masa lalu mereka padahal menurutnya hal itu tidak akan membantu sama sekali karena yeoja didepannya itu bukanlah Anna.

“ Siwon-a, semakin Anna merasa sakit karena ingatannya hatiku semakin takut. Aku takut Anna mengingat masa lalunya “, curhat Donghae sambil menyesap kopi lathe miliknya.

“  Memangnya apa yang kau takutkan? Bukankah itu sudah menjadi resiko untukmu karena Anna yang bersamamu bukanlah Anna isterimu yang sudah tiada “, ujar Siwon.

“ Aku tahu, tapi melihat Haeri yang sangat menyayanginya membuatku takut melihat Haeri akan terluka saat Anna meninggalkannya “,

“ Kau takut melihat Haeri terluka atau kau sendiri yang terluka? “, tanya Siwon membuat Donghae menatapnya.

“ Apa yang kau katakan? “, tanya Donghae heran.

“ Kau mulai menyukainya kan? “, tanya Siwon lagi.

“ Aku… A… Anio “, sangkal Donghae sambil mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“ Aku bisa melihatnya, kau mulai jatuh cinta pada Anna dan kau takut Anna meninggalkanmu juga Haeri “, Siwon menatap Donghae menyelidik.

“ Aku tidak tahu tentang perasaanku, tapi yang jelas aku memang takut Haeri terluka. Dia sangat bahagia dengan kehadiran Anna. Semua ini memang salahku yang memulai kebohongan ini “, Donghae terlihat menyesal.

“ Sudahlah, percuma disesali. Semua sudah terjadi, cepat atau lambat hari itu akan tiba dan kau harus mempersiapkan dirimu Donghae “, kata Siwon sambil menepuk pundak Donghae.

“ Kau benar, aku harus siap kapan pun hal itu akan terjadi “, gumam Donghae sedih.

Setelah keadaan Anna membaik, Dokter pun mengijinkan Anna pulang dan istirahat di rumah.

“ Haaahhh… nyamannya pulang ke rumah. Aku tidak suka dengan bau rumah sakit “, ucap Anna sambil duduk bersandar di sofa, Donghae yang berjalan menyusulnya hanya tersenyum melihat tingkah Anna.

“ Omma, aku ambilkan minum ya? “, tawar Haeri semangat.

“ Gomawo Haeri-a, tapi hati – hati ya “, ucap Anna sambil mengusap kepala Haeri membuat Haeri mengangguk.

“ Anak baik! “, puji Yuri yang semakin melebarkan senyumnya.

“ Dia sangat senang kau sudah baikan Anna-a “, ucap Donghae yang ikut duduk disamping Anna.

Anna menatap Donghae membuat senyum yang baru saja terpancar di wajahnya menghilang karena Donghae tiba – tiba gugup di tatap oleh Anna. Anna mulai mendekatkan dirinya pada Donghae, Donghae menjadi salah tingkah dibuatnya.

“ Kau kenapa Anna-a? “, tanya Donghae gugup, bukannya menjawab Anna malah tersenyum pada Donghae.

Chu~

Anna mengecup pipi Donghae lembut membuat Donghae membeku seketika.

“ Gomawo, sudah menjadi suami dan Appa yang baik untukku dan Haeri “, ucap Anna setelah melepaskan kecupannya di pipi Donghae.

“ A… anio, itu sudah kewajibanku sebagai kepala rumah tangga “, jawab Donghae yang benar – benar salah tingkah.

Donghae menoleh pada Anna yang masih menatapnya sambil tersenyum, dia melihat Anna sangat cantik tanpa make up setelah pulang dari rumah sakit. Walaupun wajahnya masih sedikit pucat, tapi hal itu tidak membuat kecantikannya berkurang. Donghae semakin dibuat terpesona saat Anna memegang pipi Donghae, pikiran Donghae seakan melayang entah kemana. Tanpa sadar Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Anna begitu juga Anna. Sedikit demi sedikit jarak diantara mereka berkurang sampai jaraknya mencapai beberap centi, saat Anna menutup matanya dan Donghae hendak menghapus jarak itu, Haeri datang membawa segelas air untuk Anna.

“ Omma! Igeo! “, ucap Haeri membuat keduanya kaget dan saling menjauhkan diri mereka masing – masing.

Donghae dan Anna terlihat salah tingkah dan canggung, mereka saling memandang ke arah yang berlawanan, Haeri hanya menatap heran pada orang tuanya itu.

“ Appa, Omma. Apa yang terjadi? “, tanya Haeri memasang wajah polosnya sekaligus bingung.

“ Anio, tidak apa – apa Haeri-a “, jawab keduanya bersamaan.

Haeri menghampiri Yuri dan memberikan segelas air pada Yuri. Yuri pun meminumnya dan berterima kasih pada Haeri.

~o0o~

Hyoyoung menghampiri Kris ke kantornya, wajahnya terlihat senang karena akhir – akhir ini Kris mulai bersikap baik padanya tidak dingin seperti dulu. Kris tidak pernah menolak jika Hyoyounhg ingin ditemani makan atau belanja walaupun Hyoyoung tahu Kris terpaksa melakukannya namun hatinya tetap senang dengan perubahan sikap Kris. Inilah kesempatan bagi Hyoyoung untuk masuk ke dalam hati Kris dan berharap bisa menggantikan Yuri. Hyoyoung mengetuk pintu ruangan kerja Kris, setelah mendengar perintah masuk Hyoyoung pun membuka pintunya sambil tersenyum manis pada Kris.

“ Oppa, apa kau sibuk? “, tanya Hyoyoung masih memasang wajah manisnya.

“ Hmm… Anio, hanya sedikit lagi yang harus aku kerjakan. Waeyo? “, tanya Kris.

“ Anio, hanya ingin berbicara denganmu saja “, jawab Hyoyoung.

Kris menyimpan berkasnya lalu mengalihkan pandangannya pada Hyoyoung yang duduk didepannya.

“ Waeyo? Bicaralah “, suruh Kris.

“ Hmm… Minggu depan Appa mengundang kita untuk ke Pulau Jeju karena disana akan ada pertemuan tentang proyek pembangunan perusahan baru. Appa bilang kau harus pergi Oppa karena perusahaan yang akan dibangun itu akan menjadi kantormu nanti “, tutur Hyoyoung dan Kris hanya mendengarkannya.

“ Jadi apa kau mau Oppa? “, tanya Hyoyoung.

“ Minggu depan ya? “, ucap Kris mencoba berpikir membuat Hyoyoung menatapnya penasaran karena dia ingin pergi kesana sekaligus berlibur untuk memperbaiki hubungannya dengan Kris.

“ Geurae, aku ikut “, putus Kris membuat Hyoyoung tersenyum senang.

“ Sekalian aku juga ingin berlibur bersamamu Oppa “, ujar Hyoyoung yang masih memasang wajah bahagianya, Kris hanya tersenyum tipis namun dia juga tidak mau menyakiti Hyoyoung lagi.

~o0o~

Donghae pulang seperti biasanya, saat masuk dia disambut oleh Anna dan Haeri.

“ Selamat datang Appa!!! “, teriak Haeri senang sambil berlari ke arah Donghae, dengan senyum Donghae menyambut Haeri lalu memangkunya.

“ Gomawo, Haeri-a “, ucap Donghae sambil mencium pipi chuby Haeri.

“ Kau pasti lelah, sini akau bawakan tasmu “, ucap Anna sambil mengambil tas dari Donghae.

“ Gwenchana, aku sudah terbiasa “, jawab Donghae.

“ Appa, kita ke ruang makan sekarang! “, ajak Haeri antusias, Donghae merasa heran dengan Anna dan Haeri namun dia pun menghampiri meja makan diikuti Anna dan tetap memangku Haeri.

“ Jjang!!! “, seru Haeri memperlihatkan makanan yang dimasak Anna karena Anna sudah meminta Yoona mengajarinya sedikit.

“ Siapa yang memasaknya? “, tanya Donghae dan Haeri menunjuk Anna, Anna hanya tersenyum saat Donghae menoleh padanya.

“ Mianhae kalau rasanya mungkin sedikit aneh, aku ingin belajar membuatkan makanan untukmu karena aku tidak ingin merepotkanmu terus. Aku seorang isteri dan aku yang seharusnya melakukan hal ini kan? “, ujar Anna.

“ Appa, cobalah! “, pinta Haeri, dengan senang Donghae pun duduk lalu mengambil satu sendok masakan Anna. Setidaknya masakan itu tidak hancur seperti pertama kali Anna mencoba memasaknya.

Donghae memasukan satu sedok makanan kemulutnya, dia mulai mengunyah perlahan – lahan.  Anna menatapnya gugup, dia takut kalau Donghae tidak menyukainya.

“ Appa Otte? “, tanya Haeri yang juga penasaran.

“ Hmm… “, gumam Donghae seakan berpikir membuat Anna semakin gugup dan Donghae bisa melihatnya dari tatapan Anna sekarang.

“ Makanan ini enak “, jawab Donghae membuat Anna tersenyum.

“ Jinjja?! “, tanya Anna tidak percaya dan Donghae menganggukan kepalanya.

“ Yey! Omma berhasil! Padahal tadi hampir membakar dapur kita “, ucap Haeri jujur m jujur membuat Anna langsung menutup mulut Haeri dan tersenyum pada Donghae. Donghae hanya terkekeh melihat tingkah Anna dan Haeri.

Anna dan Haeri pun langsung melakukan high five karena Anna berhasil memasak, dalam hati ini walaupun dia tidak tahu mengapa tapi ada rasa bahagia karena dia telah berhasil membuat makanan untuk Donghae.

“ Hanya saja Anna-a, lain kali jangan terlalu banyak memasukan garamnya ya “, ucap Donghae membuat senyuman Anna menghilang seketika.

“ Mwo?! “,

“ Jadi kau mengatakan enak hanya untuk mneghiburku saja? “, kecewa Anna membuat Donghae merasa tidak enak.

“ Bukan begitu, hanya saja ketika seseorang telah berusaha melakukan sesuatu. Kita harus menghargainya “, jawab Donghae.

“ Tapi tidak dengan berbohong, aku paling benci dengan pembohong “, marah Anna membuat Donghae merasa bersalah.

“ Omma, jangan marah pada Appa “, ucap Haeri sambil menarik baju Anna.

“ Omma tidak marah, Omma hanya kesal “, jawab Anna sambil berjalan menuju depan rumah mereka, Donghae hanya menghela nafasnya lalu menyusul Anna.

“ Anna-a bukan itu maksudku. Aku hanya tidak ingin kau kecewa “, jelas Donghae.

“ Tapi kau membuatku kecewa “,

“ Arraseo, Mianhae aku salah “, aku Donghae membuat Anna menatapnya sambil cemberut.

“ Katakanlah sejujurnya walaupun perkataan itu akan menyinggung orang tersebut karena dengan berkata jujur kita dapat memberikan kebaikan agar orang itu menjadi lebih baik “, ujar Anna membuat Donghae mengangguk, lalu Anna memeluk Donghae membuat Donghae kaget.

“ Aku ingin menjadi isteri yang baik, jadi jika memang tidak enak katakanlah “, ucap Anna membuat Donghae membalas pelukannya.

“ Arraseo, Mianhae. Oia minggu depan Aku dan Siwon akan ke pulau Jeju untuk pertemuan tentang proyek yang sedang kami kerjakan “,

“ Pulau Jeju? “, tanya Anna melepaskan pelukannya dari Donghae.

“ Neh, sekalian aku ingin mengajak kau dan Haeri pergi bersama. Bukahkah minggu depan Haeri libur? Luhan dan Yoona juga akan ikut “, jawab Donghae, senyum manis pun terpancar diwajah Anna.

“ Jinjja? Jeongmal? “, Donghae mengangguk.

Sekali lagi Anna memeluk Donghae namun kali ini Anna pun mencium pipi Donghae senang. Donghae hanya tersenyum dengan tingkah Anna.

~o0o~

Terlihat Donghae, Anna dan Haeri sudah siap untuk pergi. Siwon dan keluarganya sudah menjemput mereka karena mereka berniat untuk pergi bersama.

“ Anna! “, sapa Yoona menghampiri Anna lalu mereka berpelukan.

“ Donghae-a, Kajja “, ajak Siwon dan mereka pun naik ke mobil milik Siwon.

“ Jarang sekali kita bisa pergi berlibur bersama “, ucap Yoona Antusias.

“ Neh, terakhir kita melakukannya sebelum kau melahirkan Haeri “, jawab Yoona.

Terlihat Siwon dan Donghae saling bertatapan, Siwon langsung berpura – pura mendehem (?) dan sesaat Yoona sadar apa yang dikatakannya.

“ Memangnya selama itu kita tidak pergi bersama? “, tanya Anna.

“ Ah… neh “, jawab Yoona.

“ Wae? “, tanya Anna.

“ Itu… hmmm… karena… “, Yoona bingung menjawabnya.

“ Itu karena kami sibuk jadi tidak ada waktu untuk pergi bersama lagi “, ucap Donghae membantu Yoona yang kebingungan.

Mian, Anna-a. Aku berbohong lagi “, batin Donghae menyesal.

“ Ah… geurae “, Anna mengangguk mengerti.

Siwon melirik Donghae, lalu tersenyum mengingat Donghae yang harus kuat mengatakan kebohongan padahal sejak dulu Donghae paling benci berbohong atau dibohongi.

Kris dan Hyoyoung sudah bersiap – siap untuk pergi bersama, terlihat Hyoyoung melingkarkan tangannya di lengan Kris seperti tidak ingin melepaskannya. Mereka segera mengecek ticket pesawat mereka dan menunggu pesawat yang akan take off dalam waktu setengah jam lagi.

“ Oppa, aku ingin ke toilet dulu sebentar “, pamit Hyoyoung membuat Kris mengangguk.

Anna juga pamit pada Donghae dan yang lainnya karena ingin pergi ke toilet. Saat berjalan Anna tidak sengaja menabrak seseorang lalu Anna membungkukkan badannya meminta maaf, saat itu juga Kris yang ada di sekitar tempat itu menoleh namun dia tidak melihat Anna karena Anna sedang membungkukkan tubuhnya. Kris pun kembali memandang benda kecil ditangannya dan mendial nomor seseorang lalu meneleponnya. Yuri pun melanjutkan langkahnya ke toilet melewati Kris yang sedang menelepon seseorang sambil membalikkan tubuhnya. Hyoyoung merapikan make upnya  dicermin setelah melakukan kebutuhannya di toilet. Saat menatap kearah cermin dia melihat seseorang yang baru masuk, mata Hyoyoung membulat kaget tidak percaya. Dia pun berbalik melihat yeoja yang baru masuk itu dengan memasang wajah yang masih kaget. Yeoja yang baru masuk itu hanya tersenyum pada Hyoyoung lalu masuk ke kamar kecil. Badannya terasa lemas sehingga dia harus berpegangan pada wastafel. Hyoyoung masih mencoba mencerna apa yang baru saja dia lihat.

“ Yuri?! “,

“ Tidak mungkin! “, gumamnya masih tidak percaya bak melihat hantu.

“ Anio, aku pasti salah. Mataku pasti salah! “, ucap Hyoyoung mengingatkan dirinya kalau baru saja yang dia alami adalah mimpi atau ilusi.

Hyoyoung masih penasaran apa yang baru saja dia lihat, dia ingin memastikan kalau yang dia lihat itu salah. Yuri sudah meninggal dan yang dia lihat itu pasti orang lain. Setelah Anna selesai, Anna pun keluar dari kamar kecil yang membuat Hyoyoung membeku. Anna menatap Hyoyoung yang terlihat kaget dan seperti syok, Anna pun menghampiri Hyoyoung dengan wajah khawatirnya.

“ Agashii, gwenchana? “, tanya Anna mendekati Hyoyoung.

Suara Anna seakan lebih meyakinkan Hyoyoung kalau yang dihadapannya adalah Yuri karena suaranya sangat Hyoyoung kenal.

“ Yuri, bagaimana bisa? “, tanya Hyoyoung mencoba mengatur nafasnya membuat Anna mengerutkan keningnya.

“ Agashii, apa kau sakit? “, tanya Anna lagi, kali ini Hyoyoung yang menatap Anna aneh.

Agashii? Apa dia tidak mengenaliku? “, batin Hyoyoung.

Tiba – tiba saja masuk seorang yeoja kecil memanggil Anna dengan sebutan Omma, ya anak itu Haeri.

“ Omma! “, panggil Haeri membuat Anna menoleh.

“ Haeri-a “, balas Anna sambil tersenyum pada Haeri.

“ Omma? Haeri? “, Hyoyoung semakin bingung melihat Anna dan yeoja kecil itu.

“ Omma, Appa dan ajushii sudah menunggu diluar. Kajja! “, ajak Haeri senang.

“ Neh, sebentar ya Omma mau mencuci tangan dulu “, jawab Anna sambil menghampiri wastafel.

“ Agashii, apa kau benar  baik – baik saja? “, tanya Anna lagi.

“ Ah neh “, jawab Hyoyoung singkat membuat Yuri menghela nafasnya lega.

Setelah mencuci tangannya Anna dan Haeri pun keluar meninggalkan Hyoyoung yang masih berdiri di posisinya.

“ Dia bukan Yuri, ya dia bukan Yuri “, gumam Hyoyoung sebelum keluar dari kamar kecil.

Saat keluar Hyoyoung melihat lagi Anna yang kali ini bersama Donghae dan yang lainnya. Donghae mengusap rambut Anna membuat Hyoyoung yakin kalau Donghae itu suami dari Anna. Ada kelegaan dihatinya setidaknya walaupun mereka mirip, dia bukan Yuri. Sebenarnya Hyoyoung senang jika Yuri masih hidup, namun ego cintanya pada Kris membuat dia takut Kris akan meninggalkannya lagi. Hyoyoung menghampiri Kris yang menunggunya, Kris menatap Hyoyoung heran karena wajah Hyoyoung terlihat tidak secerah tadi.

“ Ada apa? Apa ada yang terjadi? “, tanya Kris.

“ Anio, gwenchana “, jawab Hyoyoung mencoba tersenyum, Kris pun hanya mengangguk lalu membawa kopernya untuk masuk kedalam pesawat karena pesawat sebentar lagi akan take off.

“ Aku tidak boleh menceritakannya pada Kris Oppa, aku akan menganggapnya hanya ilusiku saja “, batin Hyoyoung sambil berjalan mengikuti Kris.

To be Continue….

Akhirnya part 3 selesai juga, readers ada yang nunggukah? Mianhae lama cos aku sering bermasalah sama ide dan mood, kalian pasti bosan mendengar alasan yang sama tapi memang itulah alasannya. Semoga kalian suka dengan part ini, jangan lupa RCL ya😀 Gomawo.

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

33 thoughts on “Truth Is Hurt Clip 3

  1. waaaaaahhh akankah terjadi pertemuan yg dramatis di pulau jeju antara kris dan yuriii ??
    omaigat,,,ga sabar nunggu lanjutannya…
    part ini lama bgt yaaa di post nyaaaa…hehehehe
    tapi aku setia menunggu😀

    ayoo lanjut lagiii…

  2. Wow makin rumit nih ceritanya,jadi penasaran gmn kalau nanti si kris tau ya si yuri masih hidup,can’t wait for the next chapter chingu ^^

  3. kayaknya donghae dah mulai suka ma yuri,,,
    anna ma yuri saudara kembar bukan??
    penasaran tar gimana pertemuan mereka di jeju,,hoho
    ditunggu kelanjutannya ^_^

  4. wuahh makin seru niy, ini FF yg aq tunggu2 kekeke…haish gregettt harusnya kris ngeliat yuri…tapi ntar galau juga ya liat donghae, kkkk kok aq tu jadi mikir ntar donghae kilaf eh dy malah ajak yuri berhubungan akakak #plak otak aq lagi senglke’ xixixixi
    lanjutin yaa..ditunggu2

  5. Kris oon ah😄 #kaburr
    Yaelah anna kamu gk ckk jdi eomma -_-😄 ckckck
    Aku bingung mw dukung spa yulhae at yulkris jdi ak dukung KyuRi😄

  6. Eoni aq selalu menunggu kelanjutan ff ini,jd tolong di lanjut terus ya^^ ceritanya makin seru… Semoga kriss bs melupakan yuri dan mecintai hyoyoung

  7. Ktmu engga??? Engga ktmu????? #mikirkeras….. Klo ktmu ntar terungkap smua ny ksiab haeri ama donghae. Klo ga ktmu, kebhongan ny ga kelar2. Ah molla tngguin aja klnjutan ny. Keep writing dan gomawo eonni ^^

  8. Yaaaa… akhirx publish jg. aq lamaaaa bgt nunggux thor. kr2 ana ma yuri bner2 kembar ga y??? hehe jd pensarn sm crt slanjtx.

  9. kokk agk lama yahh klnjutannnyaa.
    tpii tk ap lahh yg pnting d lnjutin.
    hehehe..

    anw…Thor jgan bkinn Readers srngann jntungg donkk..lgii tgang” bcaa eehhh.mlahh TBC….
    thorr next prtnya jgan lma” yahh..
    #Fighting+KeepWritting^^

  10. Ada lah eon yg nunggu, akuuuhhh!!!
    Wah ceritanya makin seru aja, kyknya kris oppa ama yulnie bakalan ketemu di jeju ya eon? *sok tau -_-*
    Yaudah deh drpd sok taunya makin menjadi, ditunggu aja part 4nya. Mangat ya eon😉

  11. Wah… Release juga ini ff. Waktu baca agak lupa kalau pernh baca ini ff. Tapi ketika nyebut nama anna sama donghae langsung inget.. Haha “juhut
    Bagus kok..
    Fighting eon

  12. Eonni….. aku belum baca chaps ini….
    Aku mau nyelesein stupid bet nya dulu /nagih/emotserem/
    pokoknya harus dilanjut /maksa/
    Hehe. becanda…. paham kok gimana rasanya dikejer deadline dan readers tapi otak lagi mentok.
    kalau aku bermasalah di bagian teknisnya /alias males ngetik/
    hohoho.
    Tapi semangat eon ‘menelurkan’ karya karya lain /emang ayam/
    hwaiting

  13. Mian eonn baru mampir ..😀 makin seru ceritanya … Eonn.. Sempil’in nc dikit donk yuri ama donghae’a … Wkwkwkw *abaikan permintaan sesat

  14. Iya eonn…. Readers jg mngrti…. Yg pnting ttp d.lanjut aja…. Hehehe semangat!

    Next chap bakal seru nih…. Udah kris ma hyoyoung z…. Kasian dia…. *modus biar anna sama hae* kkk

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s