Posted in Angst, Hurt, Romance, Sad

Between Husband And Boyfriend Shoot 2 End

Betwen husband and boyfriend2 by lee midah

Between Husband And Boyfriend Shoot 2 End

Present by

Lee Midah

Cho Kyuhyun Super Junior || Kwon Yuri SNSD

  Kim Jongwoon/ Yesung Super Junior ||Park Luna Fx

Length : 2shoot || Rating : PG-15|| Genre : , Hurt, Angst, Romance, Sad, Married Live

Disclaimer

Cerita requestan dari readers #Aro_Annisa@Dandelion_2512, mungkin ada beberapa perbedaan dari yang kamu request tapi moga kamu suka ya😀 Cast milik diri mereka  sendiri, story my  pure imagination ^__^  Inpirasi selalu datang dari manapun entah itu film, lagu atau bahkan cerita orang lain. Jika kalian menemukan alur dan jalan cerita yang sama, bisa langsung hubungi Aku untuk mengkonfirmasi tidak ada unsur plagiat ^__^

Note

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Typo is Art Of Writting J

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiator!!!

If You Resect To Me, Leave a Comment After Read!!!!

Listen a  Song : Yesung – Is has to be you, Kyuhyun – if it was me

Happy Reading All !!! ^__^

Not treasure and the throne that made ​​us happy but our love and togetherness…

Kyuhyun dan Yuri pun tiba di Apartement mereka, sepanjang perjalanan tidak ada suara yang terucap dari keduanya. Yuri menatap kosong pada jalanan melalui jendela kirinya sedang kan Kyuhyun fokus menyetir namun sesekali melirik kearah Yuri.

“ Aku tidur duluan “, ucap Yuri datar saat mereka sampai di Apartement, Yuri pun langsung masuk kekamarnya tanpa menunggu Kyuhyun mengatakasn sesuatu.

“ Apakah waktunya sudah tiba untukku merelakanmu? “, lirih Kyuhyun menatap pintu kamar Yuri sejenak.

Kyuhyun pun menghempaskan tubuhnya di sofa sambil menyandarkan punggungnya, matanya terpejam untuk menenangkan hatinya. Ia pun mengenang beberapa bulan dimana ia dan Yuri memiliki hubungan yang lebih baik. Yuri sudah mulai tersenyum padanya, mulai berbicara dengan baik dan juga sudah sering bercanda dengannya. Kyuhyun tersenyum mengingat hal itu, Kyuhyun merasa sangat bahagia namun sepertinya kebahagiannya hanya sebentar. Andai saja Kyuhyun bisa menghentikan waktu, mungkin dia akan melakukannya sekarang juga. Rasa takutnya untuk kehilangan Yuri semakin menghantuinya dan membuatnya tidak bisa bernafas dengan normal, sekarang tibalah saat yang paling dia takutkan itu datang. Kyuhyun pun tertidur di sofa dengan pikirannya yang masih belum bisa berpikir jernih .

Yuri didalam kamarnya juga tidak bisa tidur, ia bingung sekarang. Mengingat kekasihnya yang kembali pada kehidupannya. Yuri sempat lupa dengan Yesung beberapa bulan yang lalu dimana dia sudah mulai bersikap baik pada Kyuhyun. Walaupun Yuri dan Yesung masih sering berhubungan tapi tetap saja Yuri mulai menerima sosok Kyuhyun dalam hidupnya.

“ Mengapa aku merasa bingung dan dilema sekarang? “, lirih Yuri.

“ Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Bukankah waktu seperti yang aku inginkan dimana Yesung Oppa menjemputku untuk bersamanya? Tapi mengapa? Mengapa hatiku berat meninggalkan Kyuhyun? “, Yuri tidak tahu apa yang terjadi dengan hatinya, ia terlalu pusing untuk memikirkannya.

Yuri pun memutuskan untuk mencari angin diluar, dia pun keluar dari kamarnya namun Yuri kaget mendapati Kyuhyun yang tertidur di sofa masih dengan kemeja yang dia pakai ke pesta. Yuri kembali ke kamarnya dan mengambil selimut untuk Kyuhyun, setelah Yuri kembali dia pun menyelimuti tubuh Kyuhyun.  Yuri memandangi wajah Kyuhyun yang terlelap namun masih terpancar raut kesedihan dan kekecewaan diwajahnya. Yuri menggerakkan tangannya untuk membelai wajah Kyuhyun dengan sangat lembut seperti takut untuk membangunkan Kyuhyun.

Mengapa rasanya menjadi sulit untukku memilih antara kau dan Yesung Oppa? Apa aku mulai menyukaimu? “, batin Yuri sedih matanya masih menatap sedu pada Kyuhyun.

~o0o~

Yesung kembali kekamarnya dengan senyum yang tidak pernah hilang dari wajahnya sejak pertemuan singkatnya dengan Yuri. Dia merasa bahagia melihat kekasihnya yang sangat ingin dia temui selama setahun ini. Yesung yakin, pertemuan ini awal yang baik untuk kebahagiaannya dan kebersamaannya dengan Yuri.

“ Kau semakin cantik Yuri-a “, gumamnya dengan senyum mengembang membayangkan wajah Yuri dipesta tadi.

Tiba – tiba saja Luna masuk kekamar Yesung dan duduk disampingnya.

“ Dia cantikkan? “, tanya Yesung tanpa menoleh pada Luna sehingga Yesung tidak tahu kalau Luna terlihat sedih sekarang.

Hati Luna sangat sakit mendengarnya, walaupun dia tahu Yesung sangat mencintai Yuri tapi Luna tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia berharap Yesung melihatnya yang sangat mencintai Yesung dengan tulus namun sepertinya harapan Luna sia – sia. Melihat Yesung sebahagia sekarang membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk bersama Yesung.

“ Oppa… “, panggil Luna dengan suara pelan.

“ Wae? “, tanya Yesung masih dengan senyum mengembangnya.

“ Bagaimana kalau seandainya Yuri sudah mulai menerima suaminya? “, tanya Luna membuat senyuman Yesung hilang seketika.

“ Itu tidak mungkin, Yuri hanya mencintaiku dan aku pun sama. Jadi dia tidak mungkin menerima suaminya “, sangkal Yesung yang tidak ingin menerima kenyataan jika seandainya yang Luna katakan benar-benar terjadi.

“ Tapi seandainya dia… “, sebelum Luna melanjutkan kata – katanya lagi Yesung memotongnya.

“ Aku tidak ingin memikirkan hal seperti itu karena aku yakin cinta kami masih kokoh seperti dulu “, ujar Yesung.

“ Mungkin kau benar Oppa “, ucap Luna mencoba ikut senang.

“ Aku mau istirahat dulu, rasanya aku tidak sabar ingin bertemu dengannya “, ucap Yesung yang kembali tersenyum lebar.

“ Neh, aku akan kembali ke kamarku. Malam Oppa “, ucap Luna keluar dari kamar Yesung.

Setelah menutup pintu kamar Yesung, Luna bersandar di pintu itu tak terasa air matanya menetes yang sudah dia tahan selama didalam tadi.

“ Mengapa kau tidak pernah melihat kearahku Oppa? “, lirih Luna sebelum menghapus air matanya lalu kembali kekamarnya.

~o0o~

Kyuhyun sedang membaca buku ditaman, dia pun merasakan sepasang tangan menutup kedua matanya. Tangan yang halus dan membuatnya tersenyum karena dia tahu siapa pemilik sepasang tangan itu.

“ Aku tahu siapa yang melakukannya “, ucap Kyuhyun sambil tersenyum membuat pemilik sepasang tangan itu mendecak kesal.

“ Bagaimana kau tahu? “, tanyanya sambil melepaskan tangannya lalu duduk disamping Kyuhyun.

“ Tentu saja aku tahu, siapa lagi yang memiliki tangan yang lembut seperti tanganmu Yuri “, jawab Kyuhyun tanpa menghilangkan senyumnya. Yuri pun ikut tersenyum dengan pernyataan Kyuhyun.

“ Yuri… “, panggil Kyuhyun membuat Yuri menoleh ke arah suaminya itu.

“ Hmm? “, sahut Yuri.

“ Aku ingin memberikan sesuatu padamu dan kau harus memilih dari kedua tangannku ini “, ucap Kyuhyun membuat Yuri mengernyit.

“ Apapun yang kau pilih nanti, semua itu sudah menjadi jalan hidup kita dan aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku “, tambah Kyuhyun membuat Yuri semakin tidak mengerti.

“ Pilihlah, kanan atau kiri? “, suruh Kyuhyun membuat Yuri menatap kedua tangan Kyuhyun.

Yuri memang tidak tahu apa yang dimaksud Kyuhyun tapi dengan ragu Yuri pun menunjuk tangan kanan Kyuhyun membuat Kyuhyun tersenyum. Yuri kembali menatap wajah Kyuhyun dan penasaran apa yang ada ditangan Kyuhyun.

“ Aku tahu apa pilihanmu Yuri “, Kyuhyun pun membuka tangannya namun tidak menemukan apapun disana. Sedangkan ditangan kirinya ada sebuah cincin, cincin pernikahan mereka.

“ Apa maksudmu? “, tanya Yuri semakin bingung.

“ Kembalilah pada orang yang kau cintai, aku tidak akan menghalangimu lagi “, ucap Kyuhyun dengan nada sedih namun ia tetap mencoba tersenyum, Yuri tidak tahu apa yang harus dilakukan dia hanya menatap Kyuhyun sedu.

“ Yuri-a… “, panggil seorang namja yang sudah berada dibelakang Yuri tanpa Yuri sadari.

“ Yesung Oppa? “, heran Yuri melihat Yesung ada di hadapannya kini.

“ Kajja! “, ajak Yesung sambil mengulurkan tangannya pada Yuri.

Yuri menatap tangan itu lalu kembali menoleh pada Kyuhyun yang sudah tidak menampakan senyum. Wajahnya penuh kesedihan dan terluka. Yuri pun merasa miris, dia menoleh lagi pada Yesung yang masih tersenyum lebar padanya.

“ Ayo! “, ajak Yesung.

Yuri seakan berat untuk melangkah, di sebelah kanan ada suaminya yang terlihat begitu menderita dan kirinya ada pacarnya yang sangat dia cintai sejak dulu. Yuri dalam dilema sekarang. Hatinya masih tidak bisa memutuskan siapa yang akan dia pilih untuk hidupnya.

“ Aku tidak bisa… “, gumam Yuri sambil menggelengkan kepalanya berkali – kali.

Lalu Yuri pun terbangun dan mendapati dirinya berada dikamarnya. Yuri menghapus keringat yang membasahi keningnya.

“ Haaah…. untung hanya mimpi “, lega Yuri, namun tetap ada kenyataan yang harus dia hadapi setelah nanti dia bertemu dengan Yesung.

“ Apa yang seharusnya aku lakukan? “, tanya Yuri pada dirinya sendiri.

Kyuhyun sudah siap dengan pakaian kantornya, dia pun keluar dari kamarnya dan melihat Yuri yang sedang menyiapkan sarapan untuknya. Kyuhyun merasa heran karena Yuri hanya melakukan hal ini jika moodnya sedang baik.

“ Kau sudah siap? Sarapan dulu “, ujar Yuri sambil memperlihatkan senyumnya.

Apa ini pertanda kau akan meninggalkanku Yuri-a? Atau kau senang bertemu dengan kekasihmu lagi? “, batin Kyuhyun.

“ Apa yang kau tunggu? Duduklah, kau tidak akan bisa bekerja jika perutmu kosong “, ucap Yuri lagi.

“ Neh “, Kyuhyun pun duduk didepan Yuri.

Kyuhyun merasa senang diperlakukan seperti ini tapi untuk saat ini hatinya sakit, karena mungkin dia tidak akan merasakan keadaan seperti ini lagi. Setelah selesai makan Kyuhyun pamit untuk berangkat kerja namun saat beberapa langkah meninggalkan meja makan Yuri memanggilnya.

“ Kyu, Jakkaman! “, Kyuhyun menoleh kearah Yuri yang menghampirinya dan berdiri didepannya.

“ Dasimu kurang rapi “, ucap Yuri sambil membetulkan dasi Kyuhyun.

Saat tangan Yuri menyentuh dasi Kyuhyun, tiba – tiba saja Kyuhyun langsung memeluk Yuri erat seakan itu terakhir kalinya dia akan memeluk tubuh Yuri. Yuri merasa kaget dan jantungnya berdegup kencang sekali, bahkan mungkin saja jika Kyuhyun terus memeluknya selama satu jam dia akan mengalami serangan jantung. Yuri membeku dan tidak melakukan apapun, dia hanya merasakan tubuh hangat Kyuhyun mendekapnya. Kyuhyun mulai sadar atas apa yang dia lakukan, dengan cepat Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Yuri. Ada sedikit kekecewaan diwajah Yuri karena dia sangat menikmati pelukan itu.

“ Mianhae, aku berangkat dulu! “, pamit Kyuhyun yang langsung meninggalkan Yuri tanpa menunggu sepatah kata dari Yuri.

Yuri hanya memandangi punggung Kyuhyun yang semakin jauh dan hilang dibalik pintu, dia pun memegang dadanya dan merasakan jantungnya yang masih berdegup kencang.

“ Jalja “, gumamnya.

~o0o~

Yuri mendengar ponselnya berbunyi, Yuri melihat nama Yesung tertera di ponselnya.

“ Neh, Oppa “, sapa Yuri setelah menekan tombol hijau.

“ Besok? “,

“ Geurae, aku akan datang. Bye Oppa “, ucap Yuri sambil menutup teleponnya.

Yuri pun menghirup nafasnya dalam – dalam dan merasakan udara yang menerpanya ditengah taman kota. Yuri memang sedang berjalan – jalan untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedang kacau. Tiba – tiba saja ada seorang namja paruh baya yang duduk disampingnya.

“ Terkadang hidup memang harus memilih antara yang satu dengan yang lainnya dan kita dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Pilihan itu memang tidak mudah tapi jika kita mengikuti kata hati maka kita akan tahu mana jalan yang harus kita ambil. Pikirkanlah baik – baik karena semua ada ditanganmu “, Yuri pun menoleh ke arah namja paruh baya itu membuat namja itu tersenyum ke arahnya.

“ Cinta memang rumit tapi jika kita memakai hati menghadapinya maka hati itu yang akan membawa kita pada pilihan yang terbaik untuk kita “, tambah namja paruh baya itu seakan tahu masalah yang sedang dihadapi Yuri.

“ Bagaimana jika aku tidak memilih? “, tanya Yuri, namja paruh baya itu semakin melebarkan senyumnya.

“ Jika kau memilih melarikan diri, maka bukan satu atau dua yang tersakiti tapi semua orang yang berada disekitarmu “, jawab namja paruh baya itu membuat Yuri berpikir.

“ Tapi aku… “, saat Yuri akan berbicara lagi namja itu sudah menghilang, Yuri menengokkan kepalanya untuk mencari sosok namja itu namun dia tidak menemukannya.

“ Kemana Ajushii itu? “, tanya Yuri yang masih mencari sosok namja paruh baya itu.

Yuri pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin sore dan dia harus pulang sebelum Kyuhyun tiba dirumah, karena Yuri takut merasakan getaran aneh di dadanya lagi.

~o0o~

“ Akhirnya kami akan bertemu lagi Luna-a, setelah satu tahun berpisah aku tidak sabar untuk memeluknya “, senang Yesung setelah Yuri menyetujui untuk bertemu dengannya.

“ Geurae? Chukae Oppa “, ucap Luna mencoba ikut bahagia dan memaksakan untuk tersenyum.

“ Aku sangat senang sekali Luna-a “, tambah Yesung sambil memeluk Luna erat.

“ Gomawo, ini semua berkatmu. Aku tidak akan melupakan semua yang telah kau lakukan untukku “,  ujar Yesung yang membuat hati Luna semakin sakit.

Luna tidak dapat menahan air matanya lagi yang sudah mendesak keluar dipelupuk matanya.  Saat Yesung melepaskan pelukannya, dia kaget melihat air mata Luna yang mengalir deras.

“ Waeyo Luna-a? Apa aku menyakitimu? “, tanya Yesung kaget.

Yesung memang tidak pernah sadar akan perasaan Luna yang sesungguhnya padanya. Karena selama ini Yesung menganggap Luna sebagai dongsaeng dan malaikat yang telah membantunya untuk menjadi sekarang ini.

“ Anio, Oppa. aku menangis karena bahagia. Semua usahamu akhirnya bisa membuahkan hasil hiks… hiks… “, jawab Luna mencoba menahan isakannya namun semakin dia tahan hatinya semakin sesak dan sakit.

Luna mencoba menghapus air matanya sambil tersenyum namun Yesung langsung menghapus air mata Luna dengan kedua ibu jarinya.

“ Uljima. Kau akan selamanya menjadi dongsaeng yang terbaik untukku “, ucap Yesung sambil menarik Luna ke dalam dekapannya dan Luna pun semakin terisak didalam dekapan Yesung.

Mengapa sakit Oppa? mengapa dadaku sakit sekali untuk membiarkanmu bahagia dengan yeoja yang kau cintai? “, batin Luna.

Yesung tidak sabar menunggu hari esok dimana dia akan bertemu Yuri. Yuri masih memikirkan kata – kata namja paruh baya tadi yang entah dari mana datangnya. Dia mengunci dirinya dikamar sambil memantapkan hatinya. Sedangkan Kyuhyun dikantornya masih enggan pulang karena dia tidak ingin semakin berat membiarkan Yuri pergi dari hidupnya, namun janji adalah janji Kyuhyun tidak bisa mengubah apapun sekarang. Luna menangis terus – terusan dikamarnya untuk meluapkan perasaan sakitnya merelakan Yesung bersama yeoja yang dicintainya.

~o0o~

Hari ini Kyuhyun tidak fokus dengan pekerjaannya, dia terus saja melamun tentang bagaimana hidupnya nanti ketika Yuri sudah tidak bersamanya. Akankah dia bisa merasa bahagia lagi? Akankah hidupnya bisa menyenangkan lagi? Akankah… akankah…. semua itu mengganggu pikirannya. Karena Kyuhyun sudah mencintai Yuri sepenuh hatinya sampai – sampai untuk dirinya pun tidak tersisa. Mungkin hal itu berlebihan, tapi apakah cinta mengenal logika? Apakah cinta bisa di cegah kapan, pada siapa, seberapa besar rasa yang kita serahkan pada orang yang sudah kita cintai? Cinta memang gila, cinta memang buta dan Kyuhyun sekarang pun mengalami hal itu.

Tok! Tok! Tok!

Sebuah ketukan pintu menyadarkan Kyuhyun untuk kembali kedalam dunia nyata.

“ Masuklah! “, suruh Kyuhyun pada orang yang mengetuk pintu ruangannya.

Ternyata yang mengetuk pintu adalah sekertarisnya yang datang membawa sebuah berkas yang harus dia tanda tangani.

“ Tn. Cho sore ini ada pertemuan dengan Tn. Park di restoran Myungdong “, ucap sang sekertaris setelah Kyuhyun menandatangani berkasnya.

“Arraseo “, jawab Kyuhyun singkat.

“ Kalau begitu saya permisi dulu “, pamit sekertaris itu meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun memukul – mukul pipinya untuk kembali fokus pada pekerjaannya.

~o0o~

Sebelum mengadakan pertemuan dengan Yuri, Yesung menghadiri sebuah pertemuan para pengusaha ternama. Yesung merasa terhormat bisa ikut serta dalam pertemuan tersebut karena dia juga salah satu pengusaha sukses sekarang. Saat Yesung masuk ke ruangan itu semua mata langsung tertuju padanya, termasuk sepasang mata yang menatapnya kaget dan tidak percaya.

“ Ini tidak mungkin! “,

“ Ada apa Tn. Kwon? “, tanya Tn. Cho yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

“ Anio “, jawab Tn. Kwon masih tidak percaya.

“ Selamat datang Kim Jongwoon –ssi, kami merasa sangat senang anda bisa menghadiri pertemuan kecil ini “, ucap Tn. Han selaku pemilik acara tersebut.

“ Kalian pasti tahu, dia adalah Pengusaha muda dari LA yang bisa sukses dalam setahun dengan kerja kerasnya “, ucap Tn. Han memperkenalkan Yesung pada tamu yang hadir.

“ Anda terlalu melebih – lebihkan Tn. Han “, ucap Yesung tersanjung memperlihatkan senyumnya, matanya kini menangkap mata Tn. Kwon yang masih tidak percaya, Yesung membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai sapaan karena mereka sudah lama tidak bertemu.

“ Sangat jarang sekali seorang namja muda yang bisa sukses seperti anda Kim Jongwoon-ssi. Kalau bukan bakat dan kemampuan yang sudah anda miliki sejak lahir “, Tn. Han semakin memuji Yesung.

“ Anio, bukan hanya bakat dan kemampuan yang harus dimiliki seseorang  tetapi tekad yang sangat kuat untuk merubah jalan hidupnya sendiri “, ujar Yesung membuat Tn. Kwon semakin menggertakan giginya karena Yesung terlihat angkuh didepannya.

“ Salam kenal, Aku Cho Hyungjin dari Cho company. Sepertinya kau seumuran dengan puteraku “, ucap Tn. Cho mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yesung.

“ Neh, Bangapseumida. Jinjja? Sepertinya aku harus bertemu putera anda “, ujar Yesung sambil tersenyum penuh arti.

“ Lama tidak jumpa Tn.Kwon “, ucap Yesung membuat Tn. Cho heran.

“ Kalian saling kenal? “, tanya Tn. Cho.

“ Kami sangat mengenal dengan baik dulu, iya kan Tn. Kwon? “, ucap Yesung dengan menyeringai.

“ Jinjja? “,

“ Neh “, jawab Tn. Kwon singkat.

Yesung melanjutkan mengobrol dengan Tn. Cho sedangkan Tn. Kwon hanya diam tanpa mengatakan sesuatu.

“ Senang bertemu dengamu lagi abeonim “, ucap Yesung saat dia dan Tn. Kwon berada di toilet.

“ Apa maumu? “, tanya Tn. Kwon sinis.

“ Aku hanya ingin bertanya, apa kau sekarang mengakui kalau aku pantas bersama puterimu “, jawab Yesung.

“ Mwo?! “,

“ Bukankah kau bilang aku harus sukses dan bisa menjamin kehidupan Yuri. Jadi sekarang aku sudah memenuhi syaratmu kan? “, Yesung tersenyum menyeringai.

“ Itu dahulu, tapi alasan utamaku menolak hubungan kalian bukan karena kau yang tidak memiliki apa – apa. Alasan aku tidak menerimamu karena Yuri sudah aku jodohkan sejak dulu dengan Kyuhyun. Jadi sukses atau tidak aku tetap akan menolak hubungan kalian “, jelas Tn. Kwon membuat Yesung mulai marah namun dia mencoba tetap tenang dan tersenyum kembali.

“ Geurae jika itu alasanmu, tapi bukan berarti aku tidak bisa mendapatkan puterimu kan? “,

“ Apa maksudmu? “, tanya Tn. Kwon tidak mengerti.

“ Suatu hari ini kau pasti akan menerimaku sebagai menantumu “, ucap Yesung  sambil meninggalkan Tn. Kwon yang masih tidak mengerti maksud perkataan Yesung.

~o0o~

Kyuhyun melihat jam tangannya yang sebentar lagi waktu pertemuannya dengan Tn. Park. Kyuhyun memainkan poselnya karena ingin mendengar suara Yuri, tapi dia enggan untuk menghubunginya. Kyuhyun hanya memandangi foto Yuri di layar ponselnya yang dia ambil tanpa Yuri tahu. Setelah cukup memandangi foto Yuri, Kyuhyun pun bergegas menuju Restoran di Myungdong. Tidak lupa dia membawa berkas – berkas yang diperlukan pada pertemuannya.

Yuri sudah siap untuk bertemu dengan Yesung, Yuri tidak sengaja melihat foto pernikahannya bersama Kyuhyun yang terpajang didinding. Kyuhyun tersenyum bahagia sedangkan dirinya menyembunyikan perasaan tidak suka dalam senyum paksa. Yuri meyakinkan dirinya untuk memilih sesuai kata hatinya, ternyata perkataan dari namja paruh baya itu membuatnya yakin akan pilihannya walau dia akan menyesali suatu saat nanti yang terpenting sekarang adalah hatinya sudah memilih. Seharian kemarin Yuri mengurung diri dikamarnya, dia juga tidak bertemu dengan Kyuhyun atau mungkin Yuri tidak tahu kalau Kyuhyun tidak pulang ke apartement mereka. Yuri tiba di sebuah restoran dimana dia dan Yesung berjanji untuk bertemu. Seorang pelayan menyapa Yuri ramah, lalu Yuri masuk diantar oleh pelayan itu ke meja yang sudah dipesan oleh Yesung.

“ Silahkan Agashii “, ucap pelayan itu membuat seorang namja yang sedang memandangi pemandangan menoleh.

Mereka kini ada di balkon restoran favorit Yuri yang dulu sering mereka kunjungi, bahkan Yesung khusus memesan tempat favorit Yuri yang dikhususkan untuk mereka berdua. Yesung tersenyum lebar mendapati Yuri yang kini ada dihadapannya, bagaimana tidak? Dia sangat merindukan yeoja itu setengah mati. Yesung mulai berjalan menghampiri Yuri yang sedang berjalan menuju kearahnya seakan tidak ingin menunggu Yuri yang mencoba mendekatinya.

“ Oppa… “, ucap Yuri sambil tersenyum, sontak Yesung langsung memeluk tubuh Yuri dengan erat melampiaskan rasa rindunya yang dia tahan selama setahun ini. Yesung benar – benar merindukan Yuri, walaupun dipesta mereka sempat bertemu tapi ia tidak memiliki waktu untuk memeluk Yuri.

“ Bogoshipeo “, ucap Yesung disela – sela pelukannya.

“ Nadoo… “, balas Yuri.

Yesung pun melepaskan pelukannya dan memandang wajah Yuri lekat – lekat, wajah yang dia rindukan selama hidup di LA.

“ Kau baik – baik saja Oppa? “, tanya Yuri saat keduanya sudah duduk dan menikmati hidangan restoran itu.

“ Sangat baik “, jawab Yesung senang membuat Yuri tersenyum.

“ Syukurlah kalau kau baik – baik saja “,

“ Sepertinya kau terlihat lebih kurus? Apa kau tidak makan karena merindukanku? “, canda Yesung membuat Yuri terkekeh.

“ Kau sendiri semakin gemuk Oppa “, balas Yuri kali ini Yesung yang terkekeh.

“ Aku merindukan saat – saat seperti ini, ditempat ini “, ucap Yesung membuat Yuri mengangguk.

“ Dan disini juga kau menyatakan perasaanmu padakukan? ”, ujar Yuri membuat mereka mengingat masa lalu saat mereka mulai pacaran .

Yesung mulai memegang tangan Yuri membuat Yuri kaget karena dia sedang melihat pemandangan langit saat itu. Yesung tersenyum melihat wajah kaget Yuri.

“ Yuri, kapan kau akan bercerai dengan Kyuhyun? “, pertanyaan Yesung membuat senyum Yuri menghilang, bagaimana dia bisa lupa dengan tujuannya kesini.

“ Keugae… “ ucap Yuri ragu.

“ Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tidak sabar untuk hidup bersamamu. Aku ingin menjadikanmu milikku seutuhnya Yuri “, papar Yesung.

“ Oppa…. aku… A-aku ingin mengatakan sesuatu padamu Oppa “, ucap Yuri gugup yang langsung merubah suasana yang tadinya hangat berubah menjadi dingin.

“ Waeyo? “, Yesung mencoba tersenyum manis walaupun dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan Yuri.

“ Aku… Mianhae Oppa “, ucap Yuri sambil menunduk.

“ Ha.. haha… ha… kenapa kau minta maaf Yuri? Apa kau melakukan kesalahan? “, Yesung mencoba mencairkan suasana yang terasa semakin kelam.

“ Aku memang melakukan kesalahan Oppa, aku tidak bisa menepati janji kita dulu “, ucap Yuri membuat senyum Yesung hilang seketika.

“ Mwo?! “

“ Aku tidak bisa bersamamu Oppa, aku… “, Yuri tidak bisa menjelaskan alasannya pada Yesung.

Hening sejenak diantara keduanya, namun tak lama kemudian terdengar suara tawa dari Yesung yang membuat Yuri heran.

“ Hahahaha… hahaha…. hahaha…. leluconmu bagus Yuri hahaha… aku tidak menyangka kau bisa mengatakan lelucon seperti itu hahaha “, tawa Yesung semakin keras sedangkan raut wajah Yuri masih tetap serius.

“ Aku tidak bercanda Oppa dan yang aku katakan itu bukan lelucon “, ucap Yuri yang langsung membuat tawa Yesung hilang dalam sekejap.

“ Apa yang kau katakan Yuri? Bukankah kita berjanji untuk bersama setelah aku sukses? Bukan kah kau akan bercerai dan kita hidup bersama seperti impian kita dulu. Kita akan membangun rumah dan membesarkan anak – anak kita. Apa kau lupa itu? ‘, tanya Yesung mengingatkan janji dan mimpi mereka dahulu.

“ Aku tahu aku sudah melanggar janjiku Oppa, tapi aku tidak bisa… jeongmal mianhae “, lirih Yuri merasakan panas di matanya.

“ Tidak Yuri, kita sudah berjanji dan kau lihat sekarang, aku sudah sukses dan kita bisa mewujudkan impian kita untuk hidup bersama “, ucap Yesung memegang kedua pipi Yuri.

“ Oppa… aku tidak bisa karena… “

“ Cukup! Hentikan omong kosong ini! Kau tahu aku sudah menunggu selama setahun untuk bersamamu. Tapi sekarang… “, ucap Yesung

“ Kita saling mencintai Yuri, aku yakin kau merasakan hal yang sama denganku kan? Perasaanmu masih sama seperti dulu kan? “, Yesung tetap tidak ingin menerima kenyataan ini.

“ Yuri-a, aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau tahu aku mencintaimu melebihi apapun. Ku mohon tetaplah disisiku “, pinta Yesung dengan wajah memelas membuat Yuri semakin bersalah.

“ Minhae… “, hanya kata itu yang terucap dari bibir Yuri karena tidak kata lain lagi yang bisa menggambarkan perasaan bersalahnya, tapi sekarang Yuri juga tidak bisa apa – apa.

“ Semoga kau bisa menemukan yeoja yang lebih baik dariku Oppa “, ucap Yuri sambil terisak dan hendak meninggalkan Yesung namun dengan sigap Yesung memeluk Yuri dari belakang.

“ Jangan pergi Yuri, Jebal. Tetaplah bersamaku, jangan tinggalkan aku “, lirih Yesung di telinga Yuri membuat hati Yuri semakin terasa miris. Yuri juga terluka sekarang tapi luka yang Kyuhyun dapatkan selama setahun membuat hatinya tidak bisa kembali pada Yesung walau hatinya masih terisi oleh Yesung.

“ Mian Oppa… “, Yuri membiarkan Yesung memeluknya dari belakang sebagai ucapan perpisahan.

Kyuhyun berpamitan dengan Tn. Park didepan restoran. Mereka selesai melakukan diskusi tentang rencana proyek yang akan Kyuhyun tangani. Setelah Tn. Park pergi, Kyuhyun pun tersenyum karena proyek yang dia tangani sudah disetujui. Namun senyumnya hilang seketika saat Kyuhyun mengalihkan pandangan ke sebuah restoran sederhana yang berada tak jauh dari restoran tempatnya melakukan pertemuan. Hati Kyuhyun sungguh hancur, sekarang sudah saatnya dia kehilangan Yuri. Kyuhyun menyaksikan bagaimana Yesung memeluk Yuri dan Yuri hanya diam membuatnya berpikir mereka akan kembali bersama. Kyuhyun hancur, sedih, kecewa, marah. semuanya bercampur aduk didalam hatinya yang sudah menjadi ribuan keping. Kyuhyun tidak kuat melihatnya lebih lama lagi. Dia pun segera pergi meninggalkan tempat itu dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“ Arrrrggghhhhhh!!!! “, Kyuhyun menjerit meluapkan rasa sakit dan sesak dihatinya.

~o0o~

Yuri menunggu Kyuhyun yang sampai tengah malam belum pulang padahal jam sudah menunjukan pukul 23.30. Biasanya paling telat Kyuhyun pulang pukul 10 malam itu pun selalu menghubungi Yuri dahulu walaupun Yuri tidak pernah memperdulikannya. Yuri merasa cemas sekarang, dia takut terjadi apa – apa dengan Kyuhyun. Yuri menghubungi ponselnya namun tidak aktif, hal itu membuat Yuri semakin khawatir.Yuri terus mondar – mandir di depan pintu berharap Kyuhyun akan pulang secepatnya. Tak terasa Yuri sudah satu jam menunggu Kyuhyun namun tidak ada tanda – tanda Kyuhyun akan pulang, Yuri pun merasa lelah dan tertidur di sofa. Yuri terbangun mendengar suara bel yang berbunyi, dia pun menghampiri pintu dan membukanya. Yuri terlihat kaget melihat keadaan Kyuhyun yang sangat kacau dan lebih parahnya Kyuhyun dalam keadaan mabuk berat.

“ Kyu… “, lirih Yuri.

“ Oh… istriku Yuri “, ucap Kyuhyun yang menyadari Yuri menatapnya tidak percaya.

“ Mengapa kau seperti ini? “, tanya Yuri.

“ Anio, kau bukan istriku lagi “, ucap Kyuhyun meralat ucapannya membuat Yuri mengernyitkan keningnya.

“ Apa maksudmu? “, tanya Yuri namun Kyuhyun tidak menjawabnya, Kyuhyun mencoba masuk dan melewati Yuri namun karena Kyuhyun mabuk berat sehingga Kyuhyun tidak bisa berjalan dengan benar dan hampir jatuh , sontak Yuri menahan tubuh Kyuhyun namun Kyuhyun menepisnya.

“ Ani! Ani! Ani! Jangan membantuku “, tolak Kyuhyun mencoba berjalan lagi dan hampir jatuh lagi.

“ Kau mabuk Kyu, biar aku membantumu ke kamar “, tawar Yuri yang mencoba membantu Kyuhyun lagi.

“ Berhenti bersikap baik padaku Yuri “, ucap Kyuhyun dingin dan merubah wajahnya menjadi serius.

Yuri hanya menatap Kyuhyun tidak mengerti, apa yang terjadi pada Kyuhyun? Mengapa dia bersikap seperti ini padanya? Itulah yang ada dipikiran Yuri sekarang.

“ Jangan membuatku sulit untuk melepaskanmu, Yuri “, ucap Kyuhyun sambil menatap Yuri penuh rasa sakit, matanya memancarkan kesedihan yang amat mendalam. Yuri tidak berbuat apa – apa karena dia tidak tahu harus bersikap bagaimana?

“ Sebenarnya ada apa denganmu? “, tanya Yuri dengan suara parau.

“ Ada apa denganku? “, Kyuhyun tersenyum getir.

“ Kau tanya ada apa denganku? Berhenti seolah kau peduli padaku! Berhenti membuatku semakin mencintaimu! Berhenti membuatku semakin tidak bisa melepaskanmu! “, bentak Kyuhyun membuat Yuri kaget karena baru kali ini Kyuhyun melakukan hal itu.

“ Berhentilah membuatku berharap Yuri, berhenti membuat hatiku semakin tidak bisa hidup tanpamu. Aku tahu dari awal kau tidak pernah mencintaiku, tapi aku… aku tidak bisa berhenti mencintaimu “, tambah Kyuhyun dengan suara melemah.

“ Aku ingin marah, aku cemburu, aku kesal melihatmu berbicara bahkan berpelukan dengan namja yang kau cintai. Tapi… tapi apa hak ku untuk melakukan itu? Aku hanya suamimu diatas kertas tidak lebih “, ucap Kyuhyun semakin melemah mengeluarkan semua isi hatinya yang terasa hancur, dia pun meneteskan air matanya membuat Yuri ikut bersedih dengan keadaan Kyuhyun sekarang.

Kyuhyun yang terlihat rapuh, kacau juga menderita. Bahkan Yuri tidak menyangka Kyuhyun akan menangis karenanya. Selama ini Kyuhyun yang dia kenal adalah Kyuhyun yang baik, ramah dan selalu tersenyum padanya walaupun Yuri tahu selama ini Kyuhyun menahan diri untuk menerima semua perlakuan Yuri.

“ Kyu… aku… “, bibir Yuri yang bergetar membuatnya sulit untuk mengatakan sesuatu.

“ Mianhae, karena aku memaksamu untuk menjalani pernikahan yang tidak kau sukai ini dan berharap kau akan membuka hatimu untukku walau hanya sedikit. Mianhae, karena aku membuatnya berpisah dengan orang yang kau cintai. Seharusnya aku sadar dari awal kalau kau… “, sebelum Kyuhyun meneruskan kata – katanya Yuri langsung memegang kedua pipi Kyuhyun dengan tangannya lalu mencium Kyuhyun untuk membuatnya diam.

Yuri tidak ingin mendengar kata – kata Kyuhyun lagi, dia sudah cukup tahu dan mengerti rasa sakit dan kecewa Kyuhyun yang tidak pernah mendapat balasan cinta darinya. Kyuhyun kaget, bahkan rasa mabuknya seakan hilang begitu saja dengan apa yang dilakukan Yuri. Tubuhnya seakan membeku tidak percaya. Yuri pun melepaskan ciumannya dan menatap Kyuhyun.

“ Berhentilah berbicara, aku tidak ingin mendengarnya lagi “, ucap Yuri yang masih menatap mata Kyuhyun.

Kyuhyun tidak mengerti apa maksud tindakan dan ucapan Yuri, namun menyadari Yuri yang masih memegang pipinya dan menatapnya Kyuhyun langsung menarik kepala Yuri lalu menciumnya dengan lebih ganas seakan dia ingin melupakan semua perasaannya pada Yuri. Perasaan cinta, sedih, terluka, dan keinginannya untuk memiliki Yuri. Yuri pun mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun dan membalas ciumannya membuat Kyuhyun semakin memeluknya erat. Keduanya semakin panas sampai akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri yang selama setahun ini belum pernah mereka lakukan.

~o0o~

Prang!!! Prang!!! Prang!!!

Semua barang berceceran di lantai tidak beraturan. Semua hancur berantakan dalam sekejap oleh seorang Kim Jongwoon yang merasa marah, kecewa dan patah hati. Semuanya sia – sia sekarang, semua kerja keras dan usahanya untuk menjadi orang sukses tidak berarti apa – apa sekarang. Satu – satunya yang menjadi alasan untuk tetap berusaha menjadi orang sukses adalah Yuri. Tapi apa yang dia dapat sekarang? Setelah semua harta dan kedudukan terhormat yang dia perjuangkan setahun ini semuanya sudah tidak berarti lagi, Yuri memilih namja lain daripada dirinya.  Hampa… ya itulah yang Yesung rasakan sekarang.

Luna masuk keruangan Yesung karena dia penasaran tentang pertemuannya dengan Yuri, walaupun Luna akan merasa sakit tapi dia sangat peduli pada Yesung. Namun Luna terlihat kaget saat melihat kamar Yesung yang sudah seperti kapal pecah. Pandangannya pun teralih pada sosok namja yang sedang meminum soju dan terlihat botol – botol kosong yang sepertinya sudah habis mengelilingi tubuh Yesung yang sekarang terlihat sangat kacau.

“ Oppa! “, seru Luna membuat Yesung menoleh ke arah Luna.

Yesung pun tersenyum melihat Luna yang berdiri menatapnya miris.

“ Duduklah Luna-a, kita minum bersama “, ajak Yesung yang menyuruh Luna duduk disampingnya.

“ Oppa, hentikan! Kau sudah minum terlalu banyak, sudah cukup Oppa “, ucap Luna menghampiri Yesung dan mencoba merebut botol yang ada ditangan Yesung.

“ Ania, aku belum cukup Luna-a. Sakit… sakit ini belum hilang “, ucap Yesung sambil menujuk dadanya dimana hatinya yang hancur karena harus menerima kenyataan pahit yeoja yang ia cintai memilih namja lain.

“ Oppa, apa yang terjadi? “, tanya Luna menatap Yesung sedih.

“ Wae? Wae? Wae?!!! Mengapa dia lebih memilih bersama dengan namja itu?!!! Mengapa dia meninggalkanku?!!! Aku punya segalanya sekarang, aku bisa membahagiakannya. Tapi mengapa dia tidak memilihku? “, Yesung terlihat depresi.

“ Oppa… “, lirih Luna menatap Yesung iba.

Luna merasakan apa yang Yesung rasakan, karena dia juga merasakan sedih dan terluka saat Yesung selalu membicarakan tentang Yuri. Luna menidurkan Yesung dipangkuannya karena Yesung terlihat lelah dan mabuk berat. Luna membelai rambut Yesung lembut.

“ Jangan seperti ini Oppa, kau tidak sendirian masih ada aku yang selalu ada di sampingmu “, gumam Luna sambil memandangi wajah Yesung yang tertidur. Luna pun membiarkan Yesung untuk tidur dipangkuannya semalaman.

~o0o~

Yuri terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya yang polos tanpa pakaian berada dipelukan Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun juga tidak jauh beda dengannya yaitu polos, yang lebih parahnya mereka melakukannya bukan dikamar melainkan di lantai yang dilapisi karpet di ruang tengah. Yuri mencoba bergerak untuk kekamar mandi, dia berusaha sepelan mungkin untuk tidak membangunkan Kyuhyun. Setelah lepas Yuri memunguti semua bajunya yang berserakan dilantai, dia pun melihat kearah Kyuhyun yang masih tertidur. Tiba – tiba saja wajah Yuri memerah karena ini pertama kalinya dia melihat seorang namja dengan keadaan polos. Walaupun semalam mereka berhubungan tetap saja untuk Yuri itu hal yang tidak lazim. Yuri segera lari ke kamarnya dan menguncinya. Dia pun menatap dirinya dicermin, seluruh bagian lehernya penuh dengan tanda merah. Yuri pun tersenyum lalu menutup wajahnya malu dengan kedua tangannya mengingat kejadian semalam.

“ Aku sudah menjadi milik Kyuhyun seutuhnya “, ucap Yuri yang semakin melebarkan senyumnya.

Kyuhyun terbangun dan mendapati dirinya tertidur di karpet ruang tengah, ia merasakan pusing karena efek alkohol yang masih terasa. Saat Kyuhyun bangun dia mendapati dirinya tidak memakai apapun, hanya sebuah selimut yang menutupi bagian bawahnya. Kyuhyun mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Sedikit demi sedikit gambaran kejadian kemarin malam berputar di kepalanya membuat Kyuhyun kaget.

“ Apa aku dan Yuri…. “, ucap Kyuhyun melihat lagi sekelilingnya.

“ Tapi dimana Yuri? Apa dia marah padaku? “, khawatir Kyuhyun.

“ Babo! Mengapa kau melakukan itu pada Yuri? Dia akan kembali pada kekasihnya dan kau malah melakukan itu padanya. Apa yang aku lakukan? “, Kyuhyun terlihat menyesal dan mengacak rambutnya frustasi, mungkin karena pengaruh alkohol membuatnya lupa diri dan kehilangan kontrol itulah yang dia pikir.

Kyuhyun bangkit dengan menutupi tubuhnya dengan selimut yang Yuri berikan sebelum dia bangun. Kyuhyun masuk ke kamarnya dan tepat Yuri keluar dari kamarnya. Yuri melihat tempat dimana Kyuhyun berada namun tidak ada.

“ Sepertinya dia sudah bangun “, pikir Yuri.

“ Aku akan memasakkan sarapan dulu untuknya “, ucap Yuri sambil tersenyum senang menuju dapur.

Yuri menyiapkan makanan spesial untuk Kyuhyun , sepertinya moodnya sedang baik. Walaupun kemarin hari yang sangat berat untuknya tapi Yuri sudah mengambil keputusan berdasarkan kata hatinya. Dan pilihannya adalah suaminya. Kyuhyun keluar dari kamarnya dan mendapati Yuri yang masih menyiapkan makanan.  Kyuhyun bingung harus bersikap atau bicara apa karena mengingat kejadian semalam.

“ Yuri… “, panggil Kyuhyun dengan nada pelan namun cukup untuk Yuri dengar.

Entah kenapa Yuri enggan untuk menoleh, rasanya dia masih malu dengan Kyuhyun. Wajahnya sedikit memanas dan membuatnya merah membayangkan sikap Kyuhyun padanya setelah malam yang tidak terlupakan itu.

“ Mianhae… “, ucap Kyuhyun penuh penyesalan.

Deg!

Hati Yuri seakan tertimpa batu yang sangat besar, senyum dibibirnya langsung hilang setelah Kyuhyun mengatakan maaf. Maaf untuk apa? Bukankah mereka suami istri yang memang seharusnya melakukan hal itu?

“ Maaf untuk apa? “, tanya Yuri mencoba menyembunyikan perasaan kecewanya.

“ Mianhae, karena semalam kita… tidak seharusnya melakukan hal itu “, jawab Kyuhyun membuat hati Yuri merasa sakit.

“ Aku terlalu mabuk sehingga tidak bisa mengontrol diriku. Aku… “, sebelum Kyuhyun melanjutkan ucapnnya Yuri berbalik dengan wajah sedih juga kecewanya.

“ Jadi kau merasa meyesal melakukan hal itu? “, tanya Yuri menahan emosinya.

“ Neh, aku tidak seharusnya melakukan hal itu padamu “, jawab Kyuhyun membuat Yuri tersenyum getir.

Tiba – tiba saja air matanya menetes keluar, Yuri mencoba untuk tidak menangis tapi air mata itu keluar begitu saja. Yuri masih mencoba membelakangi Kyuhyun agar tidak melihatnya menangis.

“ Kalau begitu lupakan saja kejadian semalam, anggap saja tidak pernah terjadi apa – apa diantara kita! “, ucap Yuri kesal lalu meninggalkan Kyuhyun masuk ke kamarnya, Yuri menutup pintu kamarnya dengan kasar lalu menguncinya sedangkan Kyuhyun tidak mengerti ada apa dengan Yuri?

Kyuhyun melihat meja makan yang penuh dengan makanan, ini pertama kalinya Yuri memasaka sebanyak dan spsesial  seperti ini. Kyuhyun menatap pintu kamar Yuri yang tertutup rapat. Dia pun duduk dikursi dengan hati dan pikirannya yang bercampur aduk.

Apa aku mengecewakannya? Mana mungkin aku bisa melupakan kejadian semalam? “, batin Kyuhyun.

Yuri menangis dikamarnya, dia kecewa dengan Kyuhyun. Apakah Kyuhyun tidak sadar kalau Yuri merelakan dirinya semalam pada Kyuhyun dengan suka rela? Tapi mengapa Kyuhyun malah meminta maaf seakan mereka bukan siapa – siapa. Apa Kyuhyun sudah menyerah padanya? Apakah Kyuhyun udah tidak mengharapkannya? Yuri benar – benar tidak habis pikir dengan apa yang ada dibenak Kyuhyun. Dia tidak menyangka kalau Kyuhyun akan bersikap seperti ini.

~o0o~

“ Oppa, apa ini tidak keterlaluan? “, tanya Luna saat Yesung selesai membeli semua saham perusahaan Cho serta aset – asetnya.

“ Anio, aku rasa dengan seperti ini Yuri akan kembali padaku. Setelah Kyuhyun tidak memiliki apapun Yuri pasti kembali padaku “,

 “ Tapi Oppa, aku pikir Yuri bukan orang seperti itu “, ucap Luna.

“ Yuri memang bukan yeoja seperti itu, tapi apalagi yang akan dia harapkan dari namja yang tidak memiliki apapun seperti Cho Kyuhyun sekarang ini? “, ujar Yesung dengan seringaiannya.

“ Aku yakin dia pasti kembali padaku Luna-a, aku yakin itu “, ucap Yesung membuat Luna terdiam.

Kau berubah Oppa. Apa yang ada dipikiranmu hanya Yuri? Mengapa kau rela melakukan hal sejauh ini untuk mendapatkannya? “, batin Luna.

“ Aku tidak sabar melihat wajah Kyuhyun saat mengetahu dia bukan lagi Direktur diperusahaan Cho “,

“ Oppa, kau sudah terlalu jauh “, ucap Luna.

“ Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan yeoja yang aku cintai. Bukankah kau pernah bilang dengan usaha yang keras kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan “,

Luna tidak mengerti mengapa Yesung berubah seperti ini. Dia tidak pernah membayangkan Yesung  menjadi orang yang egois seperti ini.

“ Sudahlah Luna, aku akan ke Cho Company untuk melihat Kyuhyun jatuh dengan kedua mataku “, ucap Yesung meninggalkan Luna yang menatapnya sedih.

“ Mengapa kau tidak pernah menyadariku Oppa? “, lirih Luna menatap kepergian Yesung.

~o0o~

Kyuhyun memasuki gedung kantornya, sudah beberapa hari ini Yuri tidak bicara padanya. Hubungan mereka bahkan lebih parah dari awal saat Yuri masih bersikap dingin padanya. Kyuhyun masuk ke ruangannya namun dia kaget melihat seseorang yang duduk di kursi kerjanya.

“ Anyeong Kyuhyun-ssi “, sapa Yesung membalikkan kursi kerjanya.

“ Apa yang kau lakukan diruanganku? “, tanya Kyuhyun kaget mendapati Yesung yang duduk seenaknya di kursinya.

“ Sepertinya kau belum tahu kalau mulai sekarang ini adalah ruanganku “,

“ Mwo?!!!” , kaget Kyuhyun.

“ Neh, semua saham perusahaan ini seerta aset – asetnya sudah tertulis atas namaku dan mulai sekarang aku yang akan menggantikamu “, papar Yesung.

“ Tidak mungkin! “, Kyuhyun merasa tidak percaya apa yang dikatakan Yesung.

“ Kalau kau tidak percaya, bacalah berkas itu. Dan setelah itu kau bisa kembali pulang “, ucap Yesung.

Kyuhyun mulai mengambil berkas itu dan membacanya dengan teliti, dia sungguh tidak percaya. Padahal dia sudah berusaha untuk menjalankan perusahaan ini dengan baik. Tapi semua telah menjadi milik Yesung dan Kyuhyun tidak memiliki apapun lagi.

“ Apa sekarang kau percaya? “, tanya Yesung.

“ Mengapa kau melakukan semua ini? “, tanya Kyuhyun manatap Yesung tajam.

“ Aku tidak bermaksud apapun, bukankah perusahaanmu sedang diambang kebangkrutan? Makanya aku membelinya “, ucap Yesung dengan santai.

Kyuhyun tidak bisa berbuat apa – apa lagi, dia tidak memiliki kuasa untuk mempertahankannya karena semua sudah berada ditangan Yesung. Jika saja Kyuhyun tahu orang tuanya menjual saham perusahaan itu pada Yesung, dia mungkin akan mencegahnya dengan keras. Kyuhyun pergi meninggalkan kantornya yang sudah menjadi milik Yesung dengan pikirannya yang stress dan frustasi.

“  Akhirnya aku bisa melihatmu hancur. Dan aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan. Hidup ini memang kejam. Yang kuatlah yang akan menang “, ucap Yesung sambil memandangi Kyuhyun yang masuk kedalam mobilnya dari jendela kantornya.

Kyuhyun pulang dengan wajah stress, dia benar – benar frustasi. Bahkan orang tuanya langsung pindah ke luar negri karena rumahnya sudah disita. Kyuhyun melihat Yuri yang keluar dari kamarnya, terlihat mereka masih menjaga jarak hubungan mereka.

“ Yuri! “, panggil Kyuhyun memberanikan diri.

“ Wae? “, jawab Yuri singkat.

“ Bisakah kita bicara sebentar? “, pinta Kyuhyun yang terlihat serius, Yuri tahu Kyuhyun memiliki masalah karena wajahnya terlihat sangat frustasi.

“ Aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku lagi Yuri, aku akan melepaskanmu dan membiarkanmu kembali pada orang yang kau cintai “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak mengerti setelah keduanya duduk di sofa.

“ Apa maksudmu? “, tanya Yuri.

“ Maksudku, jika kau ingin meminta bercerai sekarang. Aku akan menerimanya “,

“ Mwo?!!! “,

“ Bukankah itu yang selama ini kau inginkan? Lepas dariku dan kembali pada kekasihmu “, tambah Kyuhyun membuat hati Yuri merasa di tusuk anak panah.

Yuri merasakan matanya mulai panas, dia mencoba menenangkan dirinya dan menahan emosinya. Tidakkah Kyuhyun sadar kalau dia sudah membuka hatinya untuk Kyuhyun?

“ Jadi kau sudah menyerah? “, tanya Yuri membuat Kyuhyun menatapnya.

“ Kau menyerah setelah kau membuatku mencintaimu? Kau menyerah setelah aku menyerahkan hidupku padamu? Dan kau menyerah setelah aku memutuskan untuk memilihmu?! “, papar Yuri membuat Kyuhyun terpaku.

“ Apa maksud perkataanmu Yuri? “, tanya Kyuhyun sambil berdiri mendekati Yuri.

“ Aku mencintaimu Kyu, aku sudah memilihmu “, ucap Yuri dengan air matanya yang mulai mengalir mulus dipipinya.

“ Kau mencintaiku? “, tanya Kyuhyun tidak percaya.

“ Neh, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu “, aku Yuri membuat Kyuhyun tiba – tiba tersenyum bahagia, Kyuhyun pun langsung memeluk Yuri.

Hatinya benar – benar berbunga sekarang, pengakuan yang tidak pernah dia bayangkan kini terjadi. Kyuhyun bingung harus melakukan apa, dia terlalu senang mendengar ucapan Yuri.

“ Aku tidak percaya ini Yuri, aku bahagia mendengarnya “, ucap Kyuhyun.

“ Aku juga bahagia bersamamu Kyu. Kau mengajarkan aku arti ketulusan, kau bahkan terluka selama satu tahun ini. Aku baru sadar kalau cintaku padamu terus tumbuh seiring waktu yang kita lalui bersama “, ujar Yuri membuat Kyuhyun memegang pipinya lalu menciumi seluruh wajah Yuri.

“ Aku juga sangat mencintaimu Yuri “, ucap Kyuhyun lalu mencium bibir Yuri lembut dan Yuri pun membalasnya.

“ Terima kasih Tuhan, kau memberikan kebahagian disaat kesulitan datang menghampiriku “, batin Kyuhyun memeluk Yuri erat.

~o0o~

“ Oppa, hentikan semua ini. Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri “, ucap Luna pada Yesung yang duduk di kusri kerjanya.

“ Aku yakin Yuri akan kembali padaku Luna, aku hanya butuh menunggu sebentar lagi “, ucap Yesung sambil memainkan ponselnya.

“ Tapi Oppa, Yuri sudah menentukan pilihannya dan itu bukan kau Oppa “, ucap Luna yang sudah tidak tahan melihat Yesung yang sudah melewati batas.

“ Itu karena suaminya masih kaya, sekarang suaminya sudah tidak memiliki apa – apa lagi. Jadi tidak ada alasan bagi Yuri untuk bersama dengan suaminya itu “,

“ Bukankah kau bilang Yuri bukan yeoja yang terpegaruh oleh harta, mengapa kau yakin Yuri akan kembali padamu? “, tanya Luna membuat Yesung terdiam.

Memang benar Yuri bukan yeoja yang memikirkan harta, dia yeoja yang menjungjung tinggi cinta. Bahkan dulu dia meminta Yesung untuk membawanya lari sebelum hari pernikahannya, tapi Yesung yang keras kepala tidak ingin mengabulkan permintaan Yuri. Sekarang muncul perasaan menyesal dihati Yesung, seharusnya dulu dia mengikuti keinginan Yuri mungkin sekarang hidupnya dan Yuri bahagia walau hidup pas – pasan.

“ Kenapa kau diam Oppa? aku benarkan? “, tanya Luna.

“ Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya lagi “, ucap Yesung yang sudah tidak mood membicarakan hal itu lagi.

“ Lebih baik kau menerima kenyataan Oppa “, ucap Luna sebelum keluar dari ruangan Yesung.

“ Aku tidak bisa Luna-a, aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku tidak bisa merelakannya untuk namja lain “, lirih Yesung menatap foto Yuri yang selalu dia bawa di dompetnya.

~o0o~

Bel apartement berbunyi, Kyuhyun dan Yuri yang tertidur pun terbangun karena hal itu. Kyuhyun menatap wajah Yuri lalu tersenyum dan Yuri yang merasa malu menutupi wajahnya dengan selimut. Kebersamaannya dengan Yuri membuatnya lupa dengan masalah perusahaannya yang sudah beralih pada Yesung.

“ Kau tidak usah menutupi wajahmu Yuri, kau sangat cantik “, ucap Kyuhyun.

“ Makanya jangan menatapku seperti itu “, ucap Yuri membuat Kyuhyun terkekeh.

“ Baiklah Arraseo, kalau begitu aku akan melihat siapa yang datang mengganggu kita “, ucap Kyuhyun sambil beranjak dari tempat tidur.

“ Kyu! “, panggil Yuri membuat Kyuhyun menoleh.

“ Kau lupa memakai pakaianmu “, ucap Yuri mengingatkan membuat Kyuhyun tertawa.

“ Tidakkah aku lebih hot dengan keadaan seperti ini? “, goda Kyuhyun membuat wajah Yuri langsung memerah.

“ Ya! “, teriak Yuri semakin membuat Kyuhyun tertawa.

Kyuhyun pun membuka pintu dan mendapati 3 orang berjas hitam, Kyuhyun mengernyit. Apa yang mereka inginkan?

“ Ada yang bisa saya bantu? “, tanya Kyuhyun setelah mempersilahkan mereka masuk.

“ Tn. Cho maksud kedatangan kami kesini untuk meminta anda mengosongkan apartement ini. Karena apartement ini tertulis dalam aset perusahaan sehingga anda tidak memiliki hak lagi atas kepemilikan apartement ini “, jelas salah seorang dari mereka yang terlihat seperti pengacara.

“ Mwo?!!! “, kaget Kyuhyun.

“ Anda bisa membaca berkasnya dan pemilik yang baru ingin anda mengosongkan rumah ini secepatnya “, tambah pengacara itu lagi memberikan sebuah berkas.

Yuri yang tidak sengaja mendengarnya langsung keluar, dia pun melihat raut wajah Kyuhyun yang terlihat muram. Yuri menghampiri Kyuhyun lalu memegang pundak Kyuhyun membuatnya menoleh.

“ Jadi bereskan barang – barang anda sekarang, karena pemilik yang baru akan menempati apartement ini “, suruh Pengacara itu.

“ Ada apa Kyu? Mengapa kita harus mengemasi barang – barang kita? “, tanya Yuri.

“ Apartement ini bukan milik kita lagi begitu juga dengan perusahaan “, jawab Kyuhyun.

“ Mwo?! Bagaimana bisa terjadi? “, tanya Yuri.

“ Baiklah, kami akan memberikan waktu pada anda sampai sore ini untuk mengosongkannya. Kami permisi “, pamit Pengacara itu meninggalkan Yuri dan Kyuhyun.

Kyuhyun menceritakan semuanya tentang dia yang kehilangan perusahaan bersama aset – asetnya. Namun Kyuhyun merahasiakan kalau orang yang melakukan ini adalah Yesung. Kyuhyun tidak ingin Yuri merasa bersalah atau sedih karena mungkin Yuri akan berpikir semua itu terjadi karenanya.

“ Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal Kyu? Kenapa kau menyimpannya sendiri? “, tanya Yuri sedih.

“ Bukan begitu Yul, aku terlalu bahagia saat kau mengatakan kau mencintaiku. Aku tidak ingin merusak suasana bahagia itu “, jawab Kyuhyun.

“ Mianhae, aku sudah tidak memiliki apa – apa lagi. Mungkin kau akan menderita bersamaku dengan hidupku yang sekarang “, ucap Kyuhyun menyesal.

“ Anio, kau tidak usah meminta maaf. Karena aku merasa bahagia bersamamu dan selalu disisimu walaupun dalam keadaan yang sangat sulit. Aku yakin kita berdua bisa melewati ini bersama – sama “, ucap Yuri sambil menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun.

“ Gomawo, karena kau sekarang disisiku aku merasa lebih kuat Yuri “, ucap Kyuhyun mengusap rambut Yuri lembut.

Kyuhyun dan Yuri pun mengemasi barang – barang mereka untuk keluar dari apartement itu. Mereka berjalan keluar sambil menunggu taxi untuk pergi ketempat tinggal baru.

Yesung yang memperhatikan dari jauh didalam mobilnya merasa marah karena Yuri tidak terlihat sedih atau marah pada Kyuhyun. Yuri terlihat bahagia bersama Kyuhyun walaupun Kyuhyun sudah tidak memiliki apapun.

“ Kita lihat seberapa lama kalian akan bersama “, gumamnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

~o0o~

Kyuhyun membawa Yuri ke apartement yang kecil dan sangat kotor. Tabungan Kyuhyun sekarang hanya bisa menyewa tempat itu dan mereka juga butuh bahan – bahan lainnya yang harus membuat mereka lebih hemat dalam menggunakan uang.

“ Mianhae Yuri, hanya tempat ini yang bisa aku berikan padamu “, sesal Kyuhyun saat mereka melihat – lihat apartement itu.

“ Sampai kapan kau akan meminta maaf padaku? Lagipula tempat ini tidak terlalu buruk, kita bisa mendekornya sedikit pasti terlihat bagus “, ucap Yuri membuat Kyuhyun merasa bersyukur memiliki Yuri sekarang.

“ Kajja! Kita bersihkan semua ini! Agar kita cepat istirahat “, ajak Yuri.

Mereka pun membersihkan seluruh isi apartement itu. Walaupun hanya memiliki satu kamar, tapi apartement itu bisa melindungi mereka dari hujan dan panas. Terlihat mereka saling bercanda sambil menempelkan hiasan pada dinding. Sesekali Yuri menjahili Kyuhyun membuat Kyuhyun mengejarnya. Mereka terlihat bahagia di apartement yang sederhana itu.

Yesung masuk ke apartement yang dulu di huni oleh Yuri dan Kyuhyun. Dia pun berkeliling melihat semua ruangannya yang masih utuh dengan barang – barangnya. Yesung pun masuk kekamar dimana dia berpikir disanalah Yuri dan Kyuhyun tidur bersama. Yesung menatap tempat tidur itu dengan amarah karena dia membayangkan Yuri yang sedang bercumbu dengan Kyuhyun. Hatinya sungguh sakit dan terbakar amarah. Yesung langsung mengambil serpei lalu membuangnya kesembarang arah. Dia benci membayangkan bagaimana Kyuhyun menyentuh Yuri, yeoja yang dia cintai.

Luna pun menyusulnya dan melihat Yesung seperti orang gila. Mengacak – acak kamar itu.

“ Apa kau merasa lebih baik Oppa? “, tanya Luna.

“ Anio, aku tidak merasa baik sekarang “, jawab Yesung

“ Lalu untuk apa kau melakukan semua ini? Merebut semua milik Cho Kyuhyun, tapi tetap saja itu semua tidak membuat Yuri kembali padamu Oppa “, ujar Luna membuat Yesung semakin emosi.

“ Pergilah Luna-a, aku tidak sedang mood “, usir Yesung karena dia benar – benar marah sekarang.

“ Sampai kapan kau akan sadar kalau Yuri tidak akan kembali padamu Oppa?! “, tanya Luna dengan nada tinggi.

“ Sudah kubilang pergilah!!! Aku tidak mood sekarang!!! “, bentak Yesung membuat hati Luna sakit.

“ Kau membentakku Oppa?! Padahal aku berharap kau bisa melihatku Oppa! aku berharap kau sadar akan perasaanku! Tapi aku salah karena kau terlalu buta oleh Yuri! “, ucap Luna yang sudah tidak tahan lagi, Yesung sadar apa maksud perkataan Luna tapi sekarang dia benar – benar tidak bisa mengendalikan emosinya sekarang.

“ Sudahlah kalau kau ingin disini, biar aku yang pergi “, ucap Yesung meninggalkan Luna yang menangis sambil terduduk.

“ Kau bahkan tidak bertanya tentang perasaanku Oppa “, isak Luna yang juga sedih melihat Yesung menjadi seperti sekarang ini.

~o0o~

Kyuhyun mencoba mencari pekerjaan kesetiap perusahaan yang cocok dengan keahliannya. Tapi tidak ada yang menerimanya, bukan karena Kyuhyun tidak masuk kualifikasi justru Kyuhyun memiliki nilai plus. Hanya saja berita tentang bangkrutnya perusahaan Cho Company yang lumayan terkenal saat Kyuhyun masih menjadi Direktur membuat para Perusahaan itu tidak menerimanya. Kyuhyun pulang mendapati Yuri yang tersenyum padanya setidaknya saat dia merasa sulit dengan melihat senyum Yuri membuat hatinya tenang dan optimis ada hari esok yang menunggunya.

“ Otte? “, tanya Yuri.

“ Belum ada yang menerima lamaranku, sepertinya aku harus lebih keras lagi mencarinya “,

“ Aku yakin kau bisa, aku akan selalu mendoakan dan mendukungmu “, ucap Yuri membuat Kyuhyun tersenyum.

“ Melihat kau tersenyum menyambutku pulang, sudah membuat hatiku tenang Yuri. Gomawo sudah berada disisiku “, ucap Kyuhyun sambil membelai rambut Yuri.

“ Itulah tugas seorang istri “, ucap Yuri.

Tiba – tiba saja ponsel Kyuhyun berbunyi, saat Kyuhyun melihatnya ternyata Appanya yang menghubunginya.

“ Appa “, ucap Kyuhyun pada Yuri kemudian mengangkatnya.

“ Neh, Appa. Aku baik dan Yuri juga. Neh “, tiba – tiba saja Kyuhyun pamit pada Yuri untuk berbicara di luar, awalnya Yuri heran tapi Yuri pun mengijinkannya.

“ Neh, Aku tahu Appa. Ini bukan salahmu. Aku tidak bisa menjalankan perusahaan dengan baik sehingga perusahaan itu harus jatuh ke tangan Kim Jongwoon. Appa juga melakukan itu untuk perusahaan kan? Neh, aku bisa menghadapinya bersama Yuri. Salamkan aku pada Omma, sampai nanti Appa. Jaga kesehatanmu “, ucap Kyuhyun lalu menutup sambungannya, dia pun menghela nafas sebelum kembali pada Yuri.

Namun saat Kyuhyun masuk di kaget Yuri berdiri dibelakang tembok sambil menyandarkan tubuhnya.

“ Yuri? Sejak kapan kau disana? “, tanya Kyuhyun.

“ Mengapa kau menyembunyikannya dariku Kyu? mengapa kau tidak mengatakan kalau Yesung Oppa yang melakukan semua ini? “, tanya Yuri dengan nada sedih.

“ Mianhae Yuri, aku hanya tidak ingin kau kecewa atau sedih “, jawab Kyuhyun.

“ Tapi sekarang aku kecewa karena kau menyembunyikannya dariku. Aku seakan menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa – apa padahal semua ini karena aku “, Yuri semakin terlihat merasa bersalah.

“ Stttt… jangan bicara seperti itu Yuri. Itulah kenapa aku tidak mengatakannya padamu karena aku tidak ingin kau merasa bersalah “, ucap Kyuhyun sambil menarik Yuri kedalam dekapannya.

“ Tapi semua ini karena aku Kyu “,

“ Anio, ini semua sudah menjadi takdir kita. Jangan menyalahkan dirimu sendiri “, Kyuhyun semakin mempererat pelukannya.

“ Kita pasti bisa melewati ini semua bersama – sama. Bukankah itu yang kau katakan? “, ujar Kyuhyun membuat Yuri mengangguk.

~o0o~

Yuri menatap wajah Kyuhyun yang tidur lelap disampingnya, dia bisa melihat wajah lelah Kyuhyun. Yuri membelai lembut rambut Kyuhyun penuh kasih.

“ Mengapa tidak dari dulu aku menyadari bahwa kau namja yang terbaik yang pernah aku miliki Kyu? “, lirih Yuri.

“ Aku akan menemuinya untuk terakhir kali. Aku harus membuatnya mengarti kalau hubungan kami sudah berakhir “, ucap Yuri sambil mencium kening Kyuhyun.

Yuri beranjak untuk bersiap – siap, saatnya dia menjelaskan dan memberi pengertian bahwa dirinya dan Yesung hanyalah masa lalu. Memang terdengar egois, tapi Yuri terlanjur memilih Kyuhyun. Yuri tiba di perusahan Yesung yang dulu pernah menjadi perusahaan Kyuhyun.

“ Bisakah saya bertemu dengan Tn. Kim? “, tanya Yuri pada resepsionis.

“ Apa anda sudah membuat janji Agashii? “ tanya resepsionis itu.

“ Katakan saja Yuri ingin bertemu dengannya “, ucap Yuri.

“ Tapi Tn. Kim tidak bisa diganggu jika anda belum membuat janji “, ucap resepsionis itu.

“ Katakan saja padanya, jika tidak aku akan langsung masuk dengan paksa “, ancam Yuri membuat resepsionis itu mengangkat teleponnya menghubungi Yesung.

“ Ada apa? “, tanya Yesung malas di seberang sana.

“ Tn. Kim ada seorang yeoja yang ingin bertemu anda “, ucap resepsionis itu.

“ Sudah kubilang jika ada yang menanyakan atau ingin bertemu denganku, bilang  saja aku sibuk “, ucap Yesung kesal.

“ Tapi dia bilang namanya Yuri “,

“ Mwo? Nugu? Yuri? “,

“ Neh, Tn. Kim “,

“ Suruh dia masuk! “, perintah Yesung yang terlihat berubah moodnya.

“ Tn. Kim meminta anda untuk langsung masuk keruangannya agashii “, Yuri pun langsung menuju ruangan Yesung setelah diberitahu oleh resepsionis itu.

Luna masuk keruangan Yesung dan melihat wajah Yesung yang terlihat bahagia. Senyuman yang tidak pernah diperlihatkannya beberapa hari ini terpancar di bibirnya.

“ Ada apa Oppa? sepertinya kau terlihat senang sekali? “, tanya Luna.

“ Luna-a, aku sudah bilangkan padamu. Yuri, dia untuk menemuiku. Aku yakin dia pasti kembali padaku. Aku yakin dia merubah keputusannya. Kau lihat sekarang? Dia datang menemuiku “, ucap Yesung senang dan terlihat semangat sekali.

“ Jangan terlalu berharap Oppa, nanti kau akan kecewa lagi “, ucap Luna namun Yesung tidak peduli.

Yuri pun masuk keruangan Yesung dan melihat Yesung tersenyum senang ke arahnya dan disampingnya ada Luna yang menampakan wajah sedih. Yuri menyadari sesuatu kalau Luna memiliki perasaan pada Yesung.

“ Yuri! Aku senang kau datang padaku! ‘, seru Yesung .

“ Apa kau merubah keputusanmu? Apa kau akan kembali padaku? “, tanya Yesung  menghampirinya berdiri dihadapan Yuri.

“ Aku kesini hanya ingin mengatakan sesuatu padamu Oppa “, ucap Yuri membuat Yesung semakin tersenyum lebar.

“ Apa? “,

“ Aku ingin menjelaskan padamu kalau hubungan kita tidak bisa kembali lagi “, ucap Yuri membuat senyum Yesung hilang.

“ Aku tahu aku melanggar janjiku padamu, tapi aku tidak bisa bersamamu lagi Oppa. Hatiku sudah tidak bisa kembali seperti dulu. Dan aku juga ingin mengatakan kumohon jangan menyakiti Kyuhyun, Oppa. Aku juga tahu kau melakukan semua ini agar aku kembali padamu kan? Tapi semua ini tidak akan merubah keputusanku walaupun Kyuhyun sudah tidak memiliki apa – apa tapi aku akan tetap bersamanya. Harta dan jabatan tidak berarti apa – apa jika kita tidak memiliki cinta. Aku tidak menyalahkanmu saat kau ingin sukses dan membuktikan pada Appaku kalau kau pantas bersamaku. Tapi bukan itu yang akan membuat kita bahagia. Bagaimanapun keadaan kita, jika kita bersama – sama  hal itu sudah lebih dari cukup. Itulah yang kini terjadi antara aku dan Kyuhyun. Kuharap kau mengerti Oppa “, ujar Yuri panjang lebar membuat cairan bening di mata Yesung menetes namun Yesung tidak mengatakan apapun.

“ Oppa, carilah kebahagianmu. Disana ada orang yang tulus padamu. Aku tidak pantas menerima cintamu lagi. Ada orang yang lebih berhak dengan cintamu itu. Jangan lakukan kesalahan kedua kalinya Oppa. jangan biarkan kau menyesalinya lagi, membiarkan orang yang mencintaimu tulus namun pada akhirnya kau tidak bersamanya. Aku harap kau mengerti Oppa. semoga kau bisa menemukan kebahagiaanmu Oppa “, tambah Yuri meninggalkan Yesung yang masih terdiam dengan semua perkataan Yuri.

Yesung  tidak bisa berbuat apapun, walau hatinya menginginkan Yuri tapi sekarang dia sudah kehilangannya untuk selamanya. Luna menghampiri Yesung lalu memegang pundaknya.

“ Oppa… “,  lirih Luna

“ Aku kalah Luna… aku kalah… “, ucap Yesung yang langsung menyandarkan kepalanya di bahu Luna.

“ Aku sudah kehilangannya, aku yang membuatnya meninggalkan aku “, tangis Yesung membuat Luna merasa miris.

“ Aku tidak bisa bersamanya lagi, dia pergi dariku untuk selamanya… “,

“ Oppa, masih ada aku yang selalu disisimu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku janji akan selalu bersamamu sampai kapanpun “, ucap Luna semakin memeluk Yesung yang terlihat hancur dan terluka. Tapi kali ini Luna tidak ingin berpura – pura, dia sudah merasa cukup menyembunyikan perasaannya pada Yesung. Yesung terduduk lemas membuat Luna mengikutinya. Luna memegang kedua pipi Yesung yang menatap wajahnya yang penuh kepedihan.

“ Biarkan aku menyembuhkan lukamu Oppa, biarkan aku menggantikannya dihatimu “, ucap Luna langsung memcium bibir Yesung membuat Yesung menarik tubuhnya dan membalas ciumannya.

~o0o~

Kyuhyun bangun dari tidurnya, dia melihat jam yang sudah menujukkan pukul 12 siang. Bagaimana mungkin dia bisa tidur selama itu? Dan dimana Yuri? Mengapa dia tidak membangunkannya? Kyuhyun pun beranjak dari kasur lantainya dan mencari Yuri. Dia berkeliling di seluruh ruangan itu namun tetap tidak menemukan Yuri.

“ Kemana Yuri? “, tanyanya pada diri sendiri.

Tak berapa lama Yuri pun kembali ke apartementnya, setidaknya hatinya sedikit lega walaupun tidak dia pungkiri jika dia juga merasakan luka yang sama dengan Yesung. Tapi semua itu demi kebaikannya dan juga Yesung. Yuri merasakan sebuah pasang tangan memeluk pinggangnya membuatnya kaget dan langsung menoleh.

“ Kyu?! Kau mengagetkanku saja “, ucap Yuri.

“ Kau dari mana? Mengapa kau tidak membangunkan aku? “, tanya Kyuhyun.

“ Aku hanya ingin membiarkanmu istirahat lebih lama, kau kan sudah lelah mencoba mencari pekerjaan “, jawab Yuri.

“ Apa kau lapar? “, tanya Yuri.

“ Neh, aku sangat lapar dan ingin memakanmu “, jawab Kyuhyun sambil mencoba menggigit telinga Yuri membuat Yuri kegelian.

“ Ya! Hentikan! Geli! “, suruh Yuri namun Kyuhyun tidak berhenti.

“ Ya! Kyuhyun! Ah…..!!! “, teriak Yuri namun Kyuhyun semakin gencar membuat Yuri tertawa karena geli yang dia rasakan. Namun moment itu terhenti saat suara ponsel Kyuhyun berbunyi.

“ Ya! Ponselmu berbunyi! angkat sana! “, perintah Yuri.

“ Shirheo! “, jawab Kyuhyun semakin memeluk Yuri dan berusaha menciumi leher Yuri.

“ Kyu, siapa tahu penting. Angkat sekarang! “, suruh Yuri lagi yang akhirnya  membuat Kyuhyun berhenti.

Dengan malas Kyuhyun mengangkat ponselnya, setelah beberapa detik berlalu wajah Kyuhyun terlihat kaget dan tidak percaya. Hal itu membuat Yuri cemas karena ekspresi Kyuhyun.

“ Neh, Algeusimida “, ucap Kyuhyun menutup ponselnya.

“ Ada apa Kyu? Apa yang terjadi? “, tanya Yuri penasaran.

“ Aku tidak percaya Yuri! Aku sungguh tidak percaya “, ucap Kyuhyun.

“ Wae?”,

“ Aku… aku diterima kerja dan mulai besok aku kan berkerja lagi! “, ucap Kyuhyun lalu memeluk Yuri dan mengangkat tubuh Yuri.

“ Jinjja?! “,

“ Neh, kita bisa segera pindah dari sini! “, ucap Kyuhyun tersenyum bahagia begitu pun dengan Yuri.

“ Semoga, ini awal yang baik untuk memulai semuanya. Kebahagian kita terasa semakin sempurna saat kita menghadapi kondisi apapun bersama “, ucap Yuri.

“ Neh, kau benar. Gomawo sudah berada dalam hidupku dan Saranghae Yuri “, Kyuhyun semakin bahagia dan memutar – mutar tubuh Yuri yang masih dipeluknya. Setidaknya semua bisa mereka lalui dengan kebersamaan dan selalu ada jalan dimana kita berusaha dengan keras.

The End

Waw sekali!!! Part terpanjang dari semua FF yang pernah aku bikin . Tapi mungkin rada gaje ceritanya juga alurnya terlalu cepat hehehe ^_^ moga kalian suka readers-nim. Yang baru sempet aku kerjain baru ff yang ini, sisanya mohon bersabar dan tidak memaksaku untuk melanjutkannya lebih cepat karena aku butuh waktu, mood juga ide dan semua hal itu tidak datang langsung bersamaan. Jangan Lupa RCL!!! Comment if you resfect to me😀 Hargai karya seseorang apalagi kalian menikmatinya ^__^ See You….. Mmmmuach❤

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

116 thoughts on “Between Husband And Boyfriend Shoot 2 End

  1. eh’ udah end
    hehehhe
    certa.y bagus , alurnya ky permen NANO ^^
    akhirnya happy ending juga, .
    lanjut
    Hwaiting (Y)

  2. Udah selesai ya? Cepet bangeeetttt? Lagi menikmati kebahagiaan kyuri eh malah end. Tapi BAAAGGGUUUUSSS eon..
    Yah yesung oppa kenapa kamu seperti ini ya? Tapi gak apa kan hanya cerita..
    Eon ff ini bagus banget deh. Makasih udah buat ff yg bikin aku ketagihan dan selalu mampir di blog eonni.
    Senangnya…
    Fighting eon.. Oya appa bogoshipta cepetan ya eon… Nunggu nih hehe
    Fighting🙂

  3. kyuri ny gi baru j bhgia eh,,,, dh end hiks
    but all daebak cingu-a
    1 j saran q dialog ny kurang greget dikit,,, hehehe
    plak# sok tw lw hihihi
    mian mian cingu-a
    peace,,,, ^_^

  4. Yeeeeeeee happyy endiiiiiing.. Huuuuhh kcwa sm yesung. Cm krn obsesi pgn jdiin yuri milikny, dy mnghalalkan sgla cara. Tp syukur deh akhirny dy sadar jg. Chukae unt kyu & yuri.. Cinta mmg bs mngalahkn sglany.

  5. yeaaah,, kyuri bersatu… seru eon,,, happpy ending…. tapi momen kyuri bersatunya kurangggg banyak eon….😀
    #### eon,,, kalau boleh pengen sequelnya dong… hehehehe

  6. Yeeei, kyuri nya hapy ending.. thoor, ini aku br baca looh.. smua ff bikinanny baguus.. sukaa! Suka! Sukaa! Ijin liat yg lainny yaa.. klo bs bikin kyuri lg yg bnyk y.. fighting!

  7. Wah daebak,perjuangan dan kesabaran kyuhyun patut d tiru.
    Yesung ahrnya bsa trima ma kenyataan nd mw trima luna.
    Kyuri m0ga cpet ada baby cho di tetangah2 mereka

  8. ceritanya happy ending kyuri berstuu :)) tapi knpa kyk yuri jg msih ad prsaan sma yesung:/ tp BAGUS kok crtanyaaa :DDD

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s