Posted in Angst, Family, Fanfiction, Hurt, Romance, Sad

Truth is hurt Clip 2

Truth is hurt

Truth Is Hurt Clip 2

Author :

 Lee Midah

Cast :

Lee Donghae || Kwon Yuri / Lee Anna || Wufan Kris

Lee Haeri || Park Hyoyoung Oc

Subcast :

Choi Siwon || Im Yoona

R + 16 || Lenght  Oneshoot || Genre Angst Sad Love, Hurt Romance

Disclaimer

 Cerita Pure milik Author sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita ini muncul dengan tiba – tiba diotak author. So Just for Fun!!! ^.~

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

~o0o~

Kris kembali ke toko dimana Hyoyoung menunggunya, nafasnya tersengal – sengal karena berlari mengejar Bis itu. Dia masih penasaran dengan yeoja yang dia lihat tadi, apa kah dia benar Yuri atau mungkin karena Kris terlalu merindukan Yuri sampai – sampai melihat yeoja lain sebagai Yuri ? Kris masih berkutat dengan pikirannya sampai dia tersadar oleh panggilan Hyoyoung.

“ Oppa! “, panggil Hyoyoung saat melihat Kris kembali.

“ Kau darimana saja? Aku mencarimu kemana – mana “, keluh Hyoyoung sambil cemberut manja.

“ Aku hanya jalan – jalan saja “, jawab Kris datar.

“ Jinjja? Tapi mengapa kau tidak menungguku dahulu? “, tanya Hyoyoung.

“ Sudahlah tidak perlu dibahas lagi, kita pulang. Aku sudah lelah “, ucap Kris mencoba berjalan meninggalkan Hyoyoung.

“ Ya! Oppa! mengapa cepat sekali? Aku masih ingin jalan – jalan denganmu “, rengek Hyoyoung sambil menggandeng tangan Kris manja.

“ Kalau kau masih ingin jalan – jalan, pergilah sendiri. Aku lelah berjalan dan pekerjaan di kantor masih banyak “, tolak Kris dengan wajah dinginnya.

“ Tapi… “, sebelum Hyoyoung memaksa Kris menatapnya dengan tatapan dingin sekali membuat Hyoyoung tidak berani memaksanya lagi.

“ Arraseo “, ucap Hyoyoung sambil cemberut dan mengikuti Kris menuju mobilnya.

~o0o~

“ Anna masih hidup? “, gumam namja yang dipanggil Ajushii oleh Haeri.

“ Permisi, mengapa kau melihatku seperti itu? “, tanya Anna menyadarkan namja itu dari pikirannya.

“ Dia benar – benar nyata “, pikir namja itu.

“ Ajushii, Appa eodiseo? “, tanya Haeri yang masih dalam pangkuannya.

“ Oh… Appamu didalam. Kajja! “, ajak namja itu membawa Haeri dan Anna menemui Donghae di ruangannya.

“ Donghae-a! “, panggil namja itu pada Donghae yang masih memperhatikan berkas – berkas bangunan yang sedang ia tangani.

“ Oh Siwon-a, waeyo? “, jawab Donghae sambil menoleh pada sahabatnya sekaligus atasannya.

“ Diluar ada yang mencarimu, mereka diruang tunggu “, ucap Siwon.

“ Nuguseyo? “,

“ Haeri dan… Anna “, jawab Siwon ragu saat memanggil nama Anna. Terlihat wajah Donghae juga kaget karena dia tidak mengira Anna akan pergi ke tempatnya bekerja.

“ Mwo?! “, kaget Donghae.

“ Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya? “, tanya Siwon dengan nada meminta penjelasan.

“ Hmmm… baiklah tapi tidak sekarang “, ucap Donghae yang langsung keluar untuk menemui Haeri dan Anna.

Siwon hanya menatap Donghae yang sudah hilang dibalik pintu, dia masih penasaran bagaimana Anna bisa hidup kembali? Donghae dan Siwon sahabat dari jaman kuliah dulu tapi Siwon pindah ke luar negri untuk mendalami kuliah arsiteknya sedangkan Donghae harus berhenti kuliah karena tidak bisa membayar biaya kuliahnya lagi. Mereka kembali bertemu setelah Siwon lulus dan Donghae sudah bekerja disebuah restoran. Saat itu Donghae sudah berpacaran dengan Anna sehingga Siwon mengenal Anna dengan baik. Lagipula Siwon juga menjalin hubungan dengan sahabat Anna di panti asuhan yaitu Yoona yang sekarang berstatus sebagai istrinya.

“ Haeri-a “, panggil Donghae membuat yeoja kecil itu menoleh.

“ Appa! “, seru Haeri senang sambil menghampiri Appanya.

“ Tumben sekali kalian kesini? “, tanya Donghae.

“ Apa kau tidak suka kami mengunjungimu? “, tanya Anna merasa kalau Donghae terlihat tidak senang.

“ Aanio, bukan begitu. Aku hanya kaget saja melihat kalian disini. Lagian kau seharusnya banyak istirahat Anna-a “, jawab Donghae yang tahu Anna terlihat kecewa.

“ Ya! Tuan Lee, aku ini sudah sembuh! Ya… walaupun ingatanku belum kembali tapi lihatlah aku sudah sehat “, ucap Anna sambil cemberut mengembungkan pipinya dan melipat tangannya diatas dada.

“ Omma? Mengapa Omma cemberut seperti itu? “, tanya Haeri.

“ Appamu menganggap Omma masih sakit, padahal Omma kan sudah sehat. Iyakan Haeri? “, jawab Yuri sambil melirik pada Donghae.

“ Appa, Omma itu sudah sembuh. Omma sudah bisa menjemputku dari sekolah “, bela Haeri membuat Yuri tersenyum.

Donghae hanya pasrah dan tersenyum pada tingkah Anna dan puterinya itu yang sekarang melakukan higfive.

“ Arra… Arra… aku kalah jika dilawan kalian berdua seperti ini “, pasrah Donghae membuat Anna dan Haeri terkekeh.

Siwon melihat keluarga kecil itu dari pintu, dia mencoba memahami sahabatnya walaupun Donghae belum menjelaskan apapun setidaknya Donghae punya alasan yang kuat mengapa ia melakukan hal itu. Siwon baru melihat wajah Donghae lagi yang tersenyum seperti sekarang ini semenjak Anna meninggalkannya untuk selamanya.

“ Kau melakukan ini untuk Haeri kan Donghae? “, gumam Siwon sebelum kembali menuju ruangannya.

~o0o~

“ Aku yakin dia Yuri, Abeonim “, ujar Kris mencoba meyakinkan Tn. Kwon yang kini sedang berada diruangannya.

“ Kris-a, sudahlah. Biarkan Yuri tenang dialam sana “, ucap Tn. Kwon yang terus menyadarkan Kris kalau Yuri sudah tidak ada didunia lagi.

“ Abeonim, kumohon percaya padaku. Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri “, Kris yang masih tetap pada pendiriannya kalau Yuri masih hidup.

“ Hanya saja waktu aku mencoba mengejarnya dia sudah naik bis “, tambah kris mencoba menjelaskan kalau dia melihat Yuri.

“ Aku yakin ia masih hidup dan berada disuatu tempat yang kita tidak tahu “, Kris masih mencoba meyakinkan Tn. Kwon.

Tn. Kwon merasa prihatin dengan Kris, ia tahu bahwa Kris masih sangat mencintai Yuri sampai – sampai Kris masih menganggap Yuri masih hidup. Tapi Tn. Kwon juga tidak ingin melihat Kris terus – terusan seperti ini. Dia ingin melihat Kris bahagia walau bukan dengan Yuri, karena untuk Tn. Kwon Kris sudah menjadi bagian dari keluargannya.

“ Kris, pikirkanlah Hyoyoung. Walau aku tahu kau masih mencintai Yuri, kenanglah ia dihatimu saja. Jalani hidupmu yang berharga itu, jangan kau habiskan untuk meyakini apa yang tidak mungkin terjadi “, ujar Tn. Kwon membuat Kris lemas.

“ Mengapa kau tidak mempercayaiku Abeonim? “, gumam Kris sedih.

“ Aku juga ingin percaya Kris, tapi itu tidak mungkin. Polisi sudah mencarinya tapi hasilnya nihil. Yuri sudah tenang sekarang “, Kris semakin lemas dengan ucapan Tn. Kwon.

Tn. Kwon menepuk pundak Kris sebelum keluar dari ruangannya untuk menghadiri rapat.

“ Tapi hatiku mengatakan ia masih hidup, aku yakin itu “, lirih Kris sambil menutup matanya dan menengadahkan kepalanya keatas.

Mengapa kau meninggalkan aku Yuri? “, batinnya sedih.

~o0o~

“ Jadi seperti itulah ceritanya “, ujar Donghae setelah menceritakan semua tentang pertemuannya dengan yeoja yang mirip Anna pada Siwon.

“ Walaupun aku bisa memahami apa alasanmu, tetap saja aku tidak bisa membenarkan apa yang kau lakukan ini “, ucap Siwon dengan tenangnya.

“ Aku tahu aku salah melakukan hal ini, tapi aku tidak bisa berbuat apa – apa. Karena Haeri masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini “, papar Donghae sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi ruangan Siwon.

Donghae pun berdiri lalu melihat Anna dan Haeri dari ruangan Siwon, Siwon pun mengikuti Donghae memandangi yeoja yang mirip Anna terlihat bahagia bersama Haeri.

“ Tapi bagaimana jika suatu saat dia mengingat masa lalunya? Apa yang akan kau lakukan? “, tanya Siwon membuat Donghae menoleh.

“ Aku tahu mungkin dia akan marah padaku karena aku membohonginya, tapi sampai saat itu tiba semoga Haeri sudah bisa merasakan sosok Omma yang tidak pernah ia rasakan sejak lahir kedunia ini “, jawab Donghae membuat Siwon hanya bisa mendukung sahabatnya itu.

“ Tapi aku ingin bertanya padamu Hae,  bagaimana perasaanmu melihat yeoja yang sama persis dengan Anna? “, tanya Siwon membuat Donghae mengernyitkan dahinya tidak mengerti dan Siwon tahu itu.

“ Maksudku apa perasaanmu saat kau melihat Anna dan yeoja itu sama? “, jelas Siwon dan terlihat Donghae mengerti maksud pertanyaan Siwon.

“ Molla, walaupun aku terkadang menganggapnya Annaku. Tapi dia bukan, dia sangat berbeda dengan Anna “, jawab Donghae sambil mengalihkan pandangan lagi pada Anna dan Haeri yang berjalan menghampirinya ruangan Siwon.

“ Donghae, aku dan Haeri pulang dulu. Kami tidak ingin mengganggu pekerjaanmu lebih lama lagi  “, pamit Anna.

“ Kalau begitu aku akan mengantar kalian “, ucap Donghae namun Anna menolaknya.

“ Tidak usah, kami bisa naik bis. Kau juga pasti lagi sibukkan? “,

“ Kalau begitu hati – hati. Hubungi aku saat kalian tiba dirumah “, pesan Donghae membuat Anna tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

“ Kerjalah dengan semangat, kami akan menunggumu di rumah. Fighting! “, ucap Anna sambil mengepalkan tangannya dengan semangat diikuti oleh Haeri, Donghae hanya terkekeh dengan tingkan kedua yeoja itu.

“ Anyeong Appa! Ajushii!!! “, ucap Haeri sambil melambaikan tangannya senang.

“ Mianhae, kedatangan kami mengganggu kerja kalian. Siwon-ssi “, ucap Anna.

“ Anio, kami tidak terganggu sama sekali “, jawab Siwon sambil membalas senyuman Anna.

Anna dan Haeri pun pergi meninggalkan tempat kerja Donghae untuk pulang, sedangkan Donghae dan Siwon masih menatapnya yang mulai menjauh.

“ Aku masih tidak percaya ada orang yang begitu mirip, tapi tidak memiliki hubungan darah sama sekali “, ucap Siwon.

“ Jangankan kau, aku juga masih belum mempercayai sepenuhnya “, ujar Donghae meninggalkan Siwon untuk kembali bekerja.

~o0o~

Pada jam yang sama Kris kembali ketempat dimana ia melihat Yuri naik bis, Kris mencoba menunggu di dekat mobilnya berharap ia bisa bertemu lagi dengan Yuri dan memastikan Yuri masih hidup. Kris terus melirik jam yang melingkar ditangannya, tak terasa dia sudah menunggu selama satu jam tapi yang ditunggu tidak menunjukan tanda – tanda ia akan datang atau lewat dijalan itu lagi. Ponsel Kris berbunyi, terlihat nama Hyoyoung yang tetera dilayar ponselnya. Awalnya Kris tidak menghiraukannya tapi ponselnya tidak kunjung mati. Dengan malas Kris mengangkat ponselnya

“ Yoboseyo? “, sapa Kris dengan nada dingin.

“ Oppa, Eodiseo? “, tanya Hyoyoung manja pada Kris.

“ Aku sedang bekerja, wae? “, tanya Kris malas.

“  Kerja? Aku baru saja dari kantormu. Tapi kau tidak ada dan sekertarismu bilang kau keluar dari pukul 10 tadi ? “, tanya Hyoyoung penasaran.

“ Aku sedang ada meeting dengan klien diluar “, jawab Kris berbohong.

“ Jinjja? Apa sudah selesai? Aku ingin makan siang denganmu Oppa “, pinta Hyoyoung.

“ Aku tidak bisa, sekarang aku masih bersama klienku “, tolak Kris.

“ Tapi Oppa…. “,

“ Sudah Hyoyoung aku…. “, sebelum Kris melajutkan perkataannya dia melihat seorang yeoja yang perawakkannya mirip sekali dengan Yuri. Yeoja itu berjalan sambil menuntun seorang namja kecil berumur 6 tahunan.

Dengan cepat Kris mencoba mengejar yeoja itu dan melupakan kalau ia sedang berbicara dengan Hyoyoung.

“ Halo Oppa! Oppa! “, panggil Hyoyoung yang tidak menerima jawaban dari Kris dan sambungan pun terputus.

Hyoyoung menatap ponselnya kesal, ia pun mengalihkan padangan kearah jendela taxi yang dia naiki sekarang. Tiba – tiba saja Hyoyoung melihat sosok Kris sedang berlari mengejar seseorang. Hyoyoung merasa penasaran dan memberhentikan taxi yang ia tumpangi. Hyoyoung pun mengkuti Kris yang sekarang tidak terlalu jauh dengan dirinya. Sedangkan Kris masih mencoba untuk mengejar yeoja yang mirip dengan Yuri. Saat Kris sudah lumayan dekat dengan yeoja itu, dia pun memegang pundak yeoja itu. Membuat yeoja itu berhenti dan berbalik.

“ Yuri! “, panggil Kris dengan nafas tersengal – sengal.

Yeoja yang dipanggil Yuri pun berbalik, namun terlihat kekecewaan diwajah Kris walaupun sosoknya sama persis dengan Yuri tapi yeoja ini bukanlah Yuri.

“ Yuri? “, heran yeoja itu sambil mengernyitkan dahinya.

“ Jeosowamida, aku salah orang. Kau mirip dengan seseorang yang ku kenal “, ucap Kris dengan nada menyesal.

“ Gwenchana “, jawab yeoja itu dan berbalik meninggalkan Kris yang hanya mendesah putus asa.

“ Omma, Siapa ajushii itu? “, tanya namja kecil yang dituntun oleh yeoja itu.

“ Omma juga tidak tahu, Luhanie “, jawab yeoja itu pada puteranya.

Kris berbalik untuk kembali pada mobilnya dan berpikir apa mungkin ia terlalu merindukan Yuri sampai – sampai ia melihat yeoja lain adalah Yuri?

Hyoyoung yang mendengar pembicaraan Kris dengan yeoja itu pun akhirnya tahu apa yang dilakukan Kris.

“ Jadi Kris berbohong padaku? Yuri?”, Hyoyoung tersenyum getir.

“ Padahal sudah tiga bulan lebih Yuri mati, tapi mengapa Kris masih mencarinya? “, kesal Hyoyoung sekaligus sedih.

Sejak dulu Hyoyoung memang mencintai Kris bahkan saat Yuri masih menjadi kekasih Kris. Yuri dan Hyoyoung adalah sahabat namun hubungan mereka hancur saat Yuri dan Kris resmi menjadi sepasang kekasih. Tanpa sepengetahuan Kris dan Yuri, Hyoyoung mencoba untuk menghancurkan hubungan mereka. Dan sebelum Yuri kecelakaan Hyoyoung memang sengaja memeluk Kris dengan mesra karena ia melihat Yuri yang datang. Awalnya Kris tidak sadar akan kedatangan Yuri, namun Kris mendengar benda jatuh sehingga membuatnya sadar kalau Yuri ada dibelakangnya. Kris juga tidak mengetahui kalau Hyoyoung mencoba menghancurkan hubungannya dengan Yuri, makanya Kris tidak mengejar Yuri yang berlari karena menurutnya itu salah paham dan tidak disengaja sehingga ia berpikir bisa menjelaskannya nanti setelah emosi Yuri membaik.

“ Yuri! Yuri! Yuri! Mengapa dipikiranmu hanya ada Yuri?! Dia sudah mati! “, kesal Hyoyoung

“ Sudah mati pun kau masih mengganggu hubungan kami “, decak Hyoyoung sambil beranjak meninggalkan tempat itu.

~o0o~

“ Haeri-a, apa kau ingin es krim? “, tawar Anna saat dia selesai menjemput Haeri dari sekolahnya.

“ Joha! “, senang Haeri sambil loncat – loncat gembira.

“ Geurae, kalau begitu kita ke kedai es krim diujung jalan sana “, ucap Anna dan Haeri pun mengangguk.

Saat Anna dan Haeri berjalan menuju kedai es krim, Anna melihat seorang yeoja kecil berumur 6 tahunan sedang menangis sambil berjalan dan memanggil Ommanya. Kemungkinan anak itu tersesat atau tidak tahu kemana Ommanya pergi. Anna pun menghampiri yeoja kecil itu.

“ Kamu kenapa? “, tanya Anna sambil berjongkok didepan yeoja kecil itu.

“ Omma!!! Aku kehilangan Omma!!! “, isak yeoja kecil itu sambil terus mengucek – ucek air matanya.

Tiba – tiba saja muncul bayangan yeoja kecil sedang menangis dan memanggil Ommanaya dikepala Anna.

“ Omma!!! “, rengekan yeoja kecil didepannya semakin memperjelas bayangan itu yang membuat kepala Anna merasakan sakit yang amat luar biasa.

“ Akh! “, erang Anna memegangi kepalanya yang semakin sakit saat ia mencoba untuk mengingat bayangan yeoja kecil dikepalanya.

“ Omma! “, panggil Haeri yang melihat Anna kesakitan.

“ Akh! “, Anna semakin mengaduh karena kepalanya seperti akan pecah.

“ Jieun-a! “, panggil seorang yeoja paruh baya pada yeoja kecil didepan Anna.

“ Omma!!! “, panggil yeoja kecil yang bernama Jieun yang tersesat tadi.

“ Omma! Omma! Gwenchana? “, tanya Haeri memegang tangan Anna namun Anna yang masih merasakan sakit menepis tangan Haeri membuat Haeri jatuh lalu menangis.

“ Akh!!! “, teriak Anna menahan sakit sambil menjambak rambutnya sendiri dengan sangat kuat.

“ Omma….hiks hiks “, isak Haeri yang mencoba mendekati Anna lagi.

“ Ommamu kenapa? “, tanya Omma dari Jieun sambil mendekati Haeri.

“ Mollaseoyo, Ajumha tolong Omma hiks hika hiks “, jawab Haeri sambil menangis melihat Anna.

“ Omma! Itu Haeri! “, teriak namja kecil sambil menunjuk kerumunan orang.

“ Eodiseo? “, tanya Yeoja yang dipanggil Omma.

“ Itu! “, tunjuk namja kecil itu lagi.

“ Apa kau yakin Luhan? “, tanya yeoja itu. Namja kecil yang dipanggil Luhan pun menganggukan kepalanya.

“ Kalau begitu kita pergi kesana untuk melihatnya “, ajak yeoja itu bersama Luhan menghampiri kerumunan orang. Setelah dekat ternyata benar yang dikatakan Luhan bahwa Haeri ada disana sambil menangis.

“ Haeri-a! “, panggil yeoja itu pada Haeri yang masih menangis.

“ Yoona Ajumha, hiks hiks hiks “, ucap Haeri sambil terisak.

“ Wae geurae? “, tanya Yoona menghampiri Haeri dan mengusap rambutnya.

“ Omma! Omma! Appayo! “, jawab Haeri masih terisak.

“ Omma? “, heran Yoona sambil mengernyitkan dahinya dan menoleh ke arah Anna yang tergeletak tak sadarkan diri.

“ Agashii, apa kau mengenalnya? “, tanya Omma Jieun yang berusaha membangunkan Anna.

“ Ah… neh, dia keponakanku “, jawab Yoona.

Sejak kapan Donghae menikah lagi? “, pikir Yoona yang merupakan istri dari Siwon.

“ Gomawo Ommonim “, ucap Yoona pada Omma Jieun.

“ Ajumha, tolong Omma “, pinta Haeri.

“ Kau tenang saja Haeri-a, Ommamu pasti baik – baik saja “, ucap Yoona menenangkan Haeri.

“ Haeri-a, ommaku bilang Ommamu akan baik – baik saja. Uljima “, ucap Luhan menghibur Haeri.

Saat Yoona mencoba membangunkan Anna dia terkaget saat melihat wajah Anna, raut wajahnya sama seperti raut wajah Siwon waktu pertama kali melihat Anna, yaitu kaget dan tidak percaya. Bagaimana tidak? Yoona adalah sahabat Anna saat mereka tumbuh dipanti asuhan dulu dan Yoona menyaksikan sendiri tubuh Anna yang dimakamkan dengan kedua matanya sendiri. Bahkan Yoona sampai pingsan saat pemakaman Anna berlangsung.

“ Maldo Andweh! “, seru Yoona tidak percaya tapi ini nyata, karena Yoona menyentuh langsung tubuh Anna.

“ Omma, kita panggil Appa dan Donghae Ajushii “, ucap Luhan menyadarkan Yoona dari kekagetannya.

“ Ah! Neh! Tapi Omma harus memanggil ambulan dulu “, ucap Yoona yang langsung menelepon ambulan.

Selang beberapa menit ambulan pun datang dan membawa Anna dan Yoona juga Haeri dan Luhan yang ikut ke rumah sakit. Setelah itu Yoona pun memberi kabar pada Donghae dan Siwon.

~o0o~

Donghae dan Siwon yang tiba dirumah sakit segera menghampiri Yoona yang sedang menunggu diluar ruangan dimana Anna sedang diperiksa.

“ Yoona!!! “, panggil Siwon dan Donghae bersamaan membuat Yoona yang masih memikirkan bagaimana bisa Anna hidup kembali menoleh pada kedua namja yang kini mulai mendekatinya.

“ Appa! “, panggil Haeri membuat Donghae memangku dan memeluk Haeri yang terlihat cemas.

“ Appa, Omma appayo “, isak Haeri lagi.

“ Uljima, Omma pasti baik – baik saja “, ucap Donghae mengusap punggung Haeri.

 “ Bagaimana bisa hal ini terjadi? “, tanya Siwon menghampiri Yoona.

“ Aku juga tidak tahu tapi saat aku dan Luhan pulang dari supermarket kami melihat kerumunan orang dan Luhan melihat Haeri. Saat aku mendekati mereka ternyata memang Haeri dan…. Anna “, papar Yoona dan terlihat ragu menyebut nama Anna.

Donghae melihat Dokter keluar dari ruangan dimana Anna baru saja diperiksa.

“ Bagaimana keadaannya Dokter? “, tanya Donghae terlihat sangat khawatir.

“ Anda bisa ikut saya sebentar “, pinta Dokter itu membawa Donghae keruangannya.

“ Siwonie, apa yeoja itu benar – benar Anna? “, tanya Yoona yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi?

“ Ceritanya panjang “, jawab Siwon.

@ ruangan Dokter

“ Apa yang terjadi padanya Dokter? Apa ingatannya sudah kembali? “, tanya Donghae penasaran.

“ Memang sepertinya pikirannya memaksakannya untuk mengingat sesuatu “, jawab Dokter membuat Donghae tidak mengerti.

“ Maksud Dokter? “, tanya Donghae bingung.

“ Ada masa lalu yang ingin istri anda lupakan dan setelah ia bisa melupakannya tiba – tiba masa lalu itu muncul memaksanya untuk ia ingat yang mengakibatkan sakit luar biasa dikepalanya karena terlalu keras berpikir “, jelas Dokter.

“ Masa lalu? “, ucap Donghae.

“ Neh, apa anda tahu apa terjadi dimasa lalunya? “, tanya Dokter membuat Donghae gugup untuk menjawabnya.

“ A… anio Dokter, dia sangat tertutup bahkan padaku juga “, jawab Donghae.

“ Geurae, jika begitu. Tapi usahakan supaya dia tidak mencoba mengingat masa lalunya terlalu keras karena hal itu bisa merusak syaraf otaknya karena dipaksa untuk mengingat sesuatu “, saran Dokter dan Donghae pun mengangguk mengerti.

“ kamshamida Dokter “, ucap Donghae meninggalkan ruangan Dokter itu.

“ Bagaimana Donghae-a? “, tanya Siwon saat melihat Donghae kembali.

“ Dia tidak apa – apa, hanya terlalu keras mengingat masa lalunya “, jawab Donghae.

“ Donghae-a, apa benar dia bukan Anna? Kenapa wajah mereka sangat mirip? Apa dia kembaran Anna? “, tanya Yoona dengan tebakan – tebakan yang memenuhi otaknya setelah mendengar cerita dari Siwon.

“ Yoona-a, jangan bertanya yang aneh – aneh. Donghae juga tidak tahu identitas sebenarnya dari Anna yang ini “, ucap Siwon.

“ Tapi tidakkah ini aneh, lagi pula saat di panti aku dan Anna dibilang kembar padahal wajah kami berbeda. Sedangkan yeoja ini wajah dan perawakan semuanya mirip bahkan tinggi mereka pun sama. Apa namanya jika bukan kembar? “, tanya Yoona lagi namun Donghae sepertinya tidak mendengarnya dia hanya menatap Anna yang terbaring di tempat tidur.

“ Yoona-a, geumanhae. Lebih baik kita pulang. Lihatlah Luhan sudah tertidur karena kelelahan “, ajak Siwon karena ingin memberi waktu pada Donghae.

“ Geurae, kita pulang sekarang. Tapi aku ingin menjenguk lagi nanti “, ucap Yoona membuat Siwon hanya menganggukan kepalanya.

Mereka pun pamit pada Donghae dan meninggalkan rumah sakit. Haeri juga terlihat lelah sampai – sampai ia tidur di kursi panjang di ruangan itu. Donghae pun berjalan mendekati Anna yang masih belum sadar.

“ Apa kau sudah mulai mengingat sesuatu Anna-a? “, gumam Donghae sambil menatap wajah pulas Anna.

“ Mengapa aku takut kau mengingat masa lalumu? Apa karena Haeri? Atau aku yang takut kehilanganmu? “, lirih Donghae.

“ Aku tahu aku jahat dan egois, tapi bisakah kau tinggal bersama kami lebih lama lagi? Haeri masih membutuhkanmu dan aku juga “, tambah Donghae mengusap rambut Anna lembut.

~o0o~

Anna membuka matanya dan mendapati dirinya berada dikeramaian kota Seoul. Dia terlihat bingung sambil sesekali memperhatikan sekelilingnya. Matanya menangkap sosok yeoja kecil yang berjalan sambil menangis memanggil Ommanya. Anna menghampiri yeoja kecil itu dan ingin membantunya. Namun saat dia bertanya yeoja kecil itu seakan tidak melihat Anna.

“ Kau kenapa? Apa kau tersesat? Dimana orang tuamu? “, tanya  Anna namun yeoja kecil itu masih menangis.

“ Omma!!! Omma!!! “, isak yeoja kecil itu.

Saat Anna mencoba memegang tangannya, Anna kaget karena ia tidak bisa menyentuh yeoja kecil itu seakan dirinya hanya sebuah roh.

“ Ada apa denganku? “, tanya Anna pada dirinya sendiri sambil melihat tangannya yang nampak transparan.

Saat Anna melihat yeoja kecil itu lagi, tiba – tiba saja sebuah mobil mengerem dan menghantam tubuh yeoja kecil itu.

Brak!!!

Dengan cepat Anna menoleh kearah suara itu dan mendapati tubuh yoeja kecil itu berlumuran darah namun terlihat ia masih hidup. Pengemudi itu membawa yeoja kecil untuk dibawa kerumah sakit. Saat yeoja kecil itu dipangku matanya menatap pada Anna seakan tatapannya penuh kesedihan. Anna tidak tahu mengapa yeoja kecil itu menatapnya seperti itu, Anna mulai merasakan sakit lagi di kepalanya. Dia mencoba memejamkan matanya berharap sakit kepalanya menghilang dan ia pun kembali membuka matanya dan melihat sekelilingnya menjadi putih.

“ Dimana aku? “, lirihnya sampai ia merasakan sebuah tangan menggenggamnya erat.

“ Anna! Kau sudah bangun? “, tanya Donghae senang.

Anna menatap Donghae dengan seksama membuat Donghae heran, Anna tidak menjawab perkataan Donghae. Donghae mulai bingung sekaligus cemas.

Apa ingatannya sudah kembali? “, batin Donghae menatap Anna sambil menelan air ludahnya.

“ Anna-a, Gwenchana? “, tanya Donghae ragu.

“ Aku… “, jawab Anna.

To be Continue….

Clip 2 selesai, bagaimana dengan Part ini para readers? Apakah memuaskan atau mengecewakan? Atau kurang feel? Kurang panjang? Kurang2 lainnya? Jangan lupa RCL ya ^__^

 Comment support to me ^__^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

99 thoughts on “Truth is hurt Clip 2

  1. Aigoo semuanya pasti bingung knp Ana bs hidup kembali apalagi Yoona sahabatnya sgt tahu kalau Ana sdh meninggal.. Mudah2an nantinya saat mengingat semua Yuri tdk marah kpd Donghae oppa dan Haeri

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s