Posted in Angst, Family, Hurt, Romance, Sad

Truth is hurt Clip 1

Truth is hurt

Truth is hurt Clip 1

Author :

 Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

Lee Donghae || Kwon Yuri / Lee Anna || Wufan Kris

Lee Haeri || Park Hyoyoung Oc

R + 16 || Lenght  Chapter || Genre Angst Sad Love, Hurt Romance

Disclaimer

 Cerita Pure milik Author sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita ini muncul dengan tiba – tiba diotak author. So Just for Fun!!! ^.~

Leave a Comment After Read!!!

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

Happy Reading All!!!!

~o0o~

“ Appa!!! “, Teriak seorang yeoja kecil saat menemukan tubuh seorang yeoja di tepi pantai.

“ Waeyo Haeri-a? “, tanya seorang namja yang dipanggil Appa oleh yeoja kecil yang bernama Haeri.

“ Appa, igeo! “, ucap Haeri sambil menunjuk tubuh seorang yeoja.

“ Ma…mayat?! “, ucap namja itu sambil mengecek tubuh yeoja itu.

Dia mencoba memeriksa nadinya, masih terasa walaupun lemah. Detak jantungnya pun masih berdetak. Namun terdapat luka benturan di kepalanya yang cukup parah, wajah yeoja itu masih tertutupi rambutnya yang berantakan.

“ Dia masih hidup! “, ucap namja itu yang berusaha membangunkan yeoja yang terluka itu.

Saat melihat wajahnya dengan jelas, namja itu hampir terperanjat kaget, karena wajah yeoja itu mirip sekali dengan mendiang istrinya yang meninggal 5 tahun yang lalu.

“ Anna…. “, gumam Namja itu berusaha membangunkan yeoja yang pingsan itu.

“ Kita harus membawanya ke rumah sakit. Haeri-a, masuklah ke mobil. Appa akan menggendongnya ke mobil “, perintah namja itu yang mulai tersadar.

Haeri hanya mengikuti perintah Appanya dan mulai berjalan menuju mobil. Namja itu membawa tubuh yeoja itu ke rumah sakit terdekat.

“ Apakah anda keluarganya? “, tanya seorang suster pada namja itu.

“ Aku… aku suaminya. Dia tenggelam karena terpleset saat kami sedang piknik di pantai “, jawab namja itu berbohong  jika tidak, mungkin dia harus berurusan dengan polisi dan masalahnya akan semakin rumit.

“ Geurae, isi datanya dan kami akan segera menanganinya “, ucap suster itu.

“ Appa, apa dia Omma? “, tanya Haeri, yeoja yang berumur 5 tahun kini menarik celana namja itu.

“  Hmmm…. nanti saja Appa jelaskan. Appa harus mengisi formulir dulu “, jawab namja itu ragu.

Haeri masih memandangi wajah yeoja yang kini masih terbaring lemah di rumah sakit. Sedangkan Appanya kini menghadap dokter yang memeriksa yeoja itu.

“ Tn. Lee, sepertinya istri anda mengalami benturan cukup keras di bagian kepalanya. Terlihat ada gumpalan darah didaerah otaknya yang memungkinkan dia akan melupakan masa lalunya atau dalam kedokteran itu dia akan amnesia “, jelas Dokter pada namja yang bernama Tn. Lee.

“ Kira – kira sampai kapan dia akan amnesia Dokter? “, tanya Tn. Lee.

“ Aku tidak bisa memastikannya, tapi amnesia itu bisa berlangsung lama bisa juga lambat pada proses penyembuhannya “,

“ Jadi aku sarankan, jika anda ingin dia segera sembuh. Ingatkan dia tentang masa lalunya. Mungkin itu akan mengembalikan ingatannya perlahan – lahan “, saran Dokter.

“ Kamshamida Dokter “, ucap namja itu pamit dan keluar dari ruangan Dokter.

~o0o~

Yeoja itu perlahan – lahan membuka matanya, dia merasa kesulitan karena cahaya yang begitu menusuk dalam penglihatannya. Setelah berusaha keras, dia pun membuka matanya dengan jelas.

“ Dimana aku? “, lirihnya yang merasa semua disekitarnya serba putih.

“ Omma, kau bangun? “, teriak yeoja kecil dengan raut wajah senang, dia adalah Haeri.

“ Omma? Naya? “, tanya Yeoja itu pada Haeri, Haeri menganggukkan kepalanya.

“ Aku tidak ingat jika aku memiliki seorang anak, apa aku…akh! “, ringisnya saat dia mencoba mengingat sesuatu.

“ Jangan memaksakan dirimu dulu, kau baru saja siuman “, ucap seorang namja yang masuk ke ruangan itu. Yeoja itu melirik kearah namja yang baru masuk.

“ Kau siapa? “, tanya yeoja itu.

“ Omma, dia uri Appa. Kau uri Omma “, ucap Haeri dengan wajah senang. Yeoja itu mengernyit lalu menatap namja yang kini sudah ada dihadapannya.

“ Berarti kau suamiku? “, tanya Yeoja itu pada Appa Haeri. Dengan ragu namja itu menganggukan kepalanya.

“ Lalu namamu? Dan mengapa aku tidak ingat namaku? “, yeoja itu terlihat bingung.

“ Aku Lee Donghae dan namamu adalah Anna “, jawab namja yang bernama Donghae itu.

“ Lee Donghae? Anna? Kenapa aku tidak ingat sedikitpun? “, ucap yeoja itu sambil memegang kepalanya yang terasa sakit untuk mengingat sesuatu.

“ Dokter bilang kau amnesia karena kepalamu terbentur cukup keras “, ujar Donghae.

“ Omma, aku merindukanmu. Jangan tinggalkan aku dan Appa lagi “, ucap Haeri memeluk yeoja yang kini dipanggil Anna.

Mianhae, jika aku membohongimu. Aku tidak tahu sebenarnya kau siapa? Tapi wajahmu sungguh mirip dengan istriku. Dan aku belum pernah melihat Haeri sebahagia ini karena dia sangat merindukan Anna. Kuharap kau mengerti jika kau mengetahui kejujurannya “, batin Donghae menatap Yeoja itu yang memeluk puterinya.

~o0o~

Seorang namja gelisah karena tunangannya tidak pulang, dia tidak tahu apa yang terjadi padanya? Dia sudah mencoba mencarinya kemana – mana tapi tidak ditemukan.

“ Kris, apa kau sudah menemukan Yuri? “, tanya Tn. Kwon sambil menghampiri namja bernama Kris.

“ Belum, Abeonim. Aku tidak menemukannya dimana pun. Aku sudah mengecek ke rumah teman – temannya tapi dia tidak ada satu pun yang tahu keberadaannya “, jawab Kris.

“ Kemana dia? aku sungguh khawatir terjadi sesuatu padanya “, ucap Tn. Kwon menghela nafasnya berat.

“ Semoga aja, dia baik – baik saja Abeonim “, harap Kris.

Kris kembali ke apartementnya, memang tadi dia dan Yuri sempat mengalami pertengkaran yang cukup hebat karena Yuri melihat Kris sedang berpelukan bersama Hyoyoung. Padahal Hyoyoung yang memeluk Kris karena ingin menghancurkan hubungan Kris dan Yuri. Yuri yang marah langsung pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasan dari Kris, sedangkan Kris tidak mengejarnya karena ingin membiarkan Yuri untuk menenangkan hatinya sebelum Kris menjelaskan semuanya. Namun sampai sekarang dia tidak tahu kabar tentang Yuri.

“ Sebenarnya kau dimana, Yul? “, gumam Kris mengacak rambutnya frustasi.

Tak berapa lama terdengar suara telepon berdering, Kris pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri teleponnya. Kini wajah Kris berubah pucat pasi, terlihat dia langsung diam terpaku dan tak terasa teleponnya pun terjatuh.

“ Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Yuri tidak mungkin meninggal! “, ucapnya tidak ingin percaya bahwa polisi memberitahunya mobil Yuri mengalami kecelakaan dekat jurang , mobil itu jatuh ke laut dan kemungkinan penumpangnya selamat hanya 1 % jika itu bukan karena keajaiban dari Tuhan.

Kris bergegas pergi ke tempat dimana mobil Yuri ditemukan, dia ingin menyaksikannya sendiri kalau Yuri masih selamat. Setelah sampai Kris menyaksikan mobil Yuri yang diangkat dari dasar laut.

“ Kami belum menemukan tubuhnya, tapi kemungkinan korban untuk selamat kami belum bisa memastikannya “, ucap seorang polisi pada Kris.

“ Kalian belum menemukan mayatnya dan kalian mengatakan dia sudah meninggal? Sebelum aku melihat mayatnya dengan kepalaku sendiri, aku tidak akan mempercayainya ! “, ucap Kris dengan penuh emosi.

Aku yakin, aku pasti akan menemukanmu Yuri “, batin Kris .

~o0o~

Donghae membawa Anna pulang bersama Haeri ke rumahnya yang sederhana. semenjak Anna asli meninggal, Donghae dan Haeri hidup berdua. Anna meninggal saat melahirkan Haeri, jadi Haeri tidak tahu kalau sebenarnya Ommanya telah meninggal dunia. Tapi melihat yeoja yang sangat mirip bahkan mungkin dibilang kembar membuat Haeri menyangka kalau yeoja yang kini bersamanya adalah Ommanya.

“ Inilah rumah kita, Anna “, ucap Donghae saat masuk ke rumah itu. Anna melihat seluruh isi rumah itu namun rumah itu tetap terasa asing untuknya. Tapi mungkin dampak amnesia membuatnya merasakan hal itu, pikir Anna.

Anna menghampiri sebuah bingkai foto dimana dirinya ( Anna yang asli ) dan Donghae menikah. Tapi Anna tetap saja tidak ingat sedikit pun, bahkan hatinya pun merasa asing dengan sosok Donghae dan Haeri.

“ Apa ini foto pernikhan kita? “, tanya Anna yang masih menatap foto itu.

“ Neh “, jawab Donghae singkat, Donghae sangat merasa bersalah sekali tapi dia seperti tidak punya pilihan.

“ Omma, aku membuatkan gambar ini untukmu. Lihatlah! “, ucap Haeri sambil menunjukan gambar yang dia buat dimana seorang Appa dan Omma menuntun puteri mereka, Keluarga yang diinginkan Haeri.

“ Bagus sekali! “, puji Anna sambil mengusap rambut Haeri.

“ Aku senang Omma pulang “, ucap Haeri yang memeluk Anna erat.

“ Memangnya selama ini Omma pergi kemana? “, tanya Anna yang bingung karena Haeri terus mengatakan kalau dirinya sudah pulang dan kembali.

“ Appa, bilang Omma sedang pergi jauh sekali! Tapi Appa tidak mengatakan kapan aku bisa bertemu Omma “, ucap Haeri sambil cemberut.

Anna menoleh pada Donghae yang sedang memandangi mereka, Donghae yang sadar Anna menatapnya kini mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“ Geurae, kalau begitu mulai sekarang Omma tidak akan pergi kemanapun lagi. Omma akan selalu bersamamu “, ucap Anna memeluk Haeri erat.

~o0o~

Setelah memastikan Haeri sudah tidur, Anna menghampiri Donghae yang kini duduk di kursi ruang tengahnya.

“ Donghae, aku ingin bertanya sesuatu padamu “, ucap Anna yang kini duduk disamping Donghae.

“ Hmm? Wae? “,

“ Kenapa aku bisa pergi dan meninggalkan kalian? “, tanya Anna membuat Donghae gelagapan dan bingung mau menjawab apa?

“ Hmmm… kau pergi untuk mencari keluargamu. Kau bilang ingin mencari siapa orang tuamu yang sebenarnya “, jawab Donghae.

“ Jinjja? Aku meninggalkan kalian hanya untuk mencari keluargaku? “, tanya Anna Donghae menganggukan kepalanya tanpa menatap Anna.

“ Mianhae , aku terlihat egois pada kalian “, ucap Anna dengan nada menyesal, Anna menyesal karena melihat Haeri yang begitu merindukannya. Donghae yang mendengarnya langsung menatap Anna yang membuatnya semakin bersalah.

“ Gwenchana, yang penting kau sudah kembali “, ucap Donghae menenangkan Anna.

Mianhae, harusnya aku yang mengatakan hal itu padamu “, batin Donghae.

Donghae membawa Anna ke kamarnya, dia menyuruh Anna untuk beristirahat.

“ Kau harus banyak istirahat, karena kau masih belum sembuh “, ucap Donghae sambil memakaikan selimut untuk Anna.

“ Kau tidak tidur disini? “, tanya Anna heran.

“ Eh?! Anu… aku tidur di sofa saja, kau butuh istirahat. Aku takut mengganggumu “, jawab Donghae dengan gelagapan.

“ Anio, aku rasa kau tidak menggangguku. Apa kau masih marah padaku karena aku meninggalkanmu dan Haeri jadi kau tidak ingin tidur denganku? “, tanya Anna.

Donghae tidak bisa mengatakan apapun, bagaimana mungkin dia bilang kalau mereka bukan suami istri yang sah. Donghae tidak ingin dibilang mengambil kesempatan pada yeoja yang amnesia dan mirip mendiang istrinya.

“ Arraseo, jika kau memang masih marah. Gwenchana “, ucap Anna sambil tidur membelakangi Donghae yang masih berdiri diposisinya.

“ Istirahatlah, semoga kau cepat baikan “, ucap Donghae mematikan lampu kamarnya lalu pergi menuju ruang tengah. Setelah Donghae berbalik, Anna pun melihat ke belakang dan berpikir Donghae memang marah padanya.

“ Apa yang harus aku lakukan sekarang? Cepat atau lambat ingatannya akan kembali. Kenapa wajahnya bisa sama persis denganmu Anna-a? “, lirih Donghae yang semakin tidak karuan.

Donghae mencoba menutup matanya untuk beristirahat, sepertinya mulai hari ini dia akan semakin lelah. Lelah untuk berbohong pada Anna dan Haeri.

~o0o~

Tiga bulan sudah Yuri menghilang tanpa kabar, Tn. Kwon pun sudah pasrah dan menerima kalau puterinya telah meninggal dunia. Berbeda dengan Kris yang masih meyakini kalau Yuri masih hidup. Dia belum melihat mayatnya, berarti Yuri masih hidup. Kris masih berusaha mencarinya walaupun dia tidak memiliki petunjuk dimana Yuri berada.

“ Kris-a, terimalah jika uri Yuri sudah tiada. Aku tahu kau sangat mencintai puteriku tapi Yuri sudah tenang di alam sana “, ucap Tn. Kwon pada Kris.

“ Abeonim, kita belum melihat mayatnya. Aku yakin dia selamat. Kau orang tuanya harusnya kau menyadari hal itu Abeonim “, sangkal Kris yang masih yakin dengan pendiriannya.

“ Kris, tabahkan dirimu. Lanjutkanlah hidupmu! Lupakan Yuri “, ucap Tn. Kwon sambil mengusap pundak calon menantunya itu.

“ Anio, aku tidak bisa Abeonim. Aku tidak bisa “,

Tn. Kwon hanya menghela nafasnya dengan berat, dia tahu Kris masih terpukul sama sepertinya tapi jika takdir sudah mengaturnya kita tidak bisa mnegubahnya jika hal itu sudah terjadi. Tn. Kwon meninggalkan Kris yang masih duduk diruangannya, sepertinya butuh waktu lebih lama bagi Kris untuk menerima kenyataan itu.

~o0o~

Anna mencoba membuatkan makanan untuk Donghae dan Haeri, walaupun dia tidak masak  dia ingin menjadi istri yang baik untuk Donghae dan Omma yang baik untuk Haeri. Selama 3 bulan ini, Donghaelah yang selalu menyiapkan makanan untuknya walaupun dia lelah setelah pulang bekerja. Haeri membantunya membuat makanan spesial untuk Donghae.

“ Omma, Appa lebih suka makan sayuran. Jadi kita tambahin sayur yang banyak “, ucap Haeri memberitahu Yuri.

“ Geurae, kau bantu Omma mencuci sayurannya ya “, ucap Anna sambil tersenyum pada Haeri.

Saat Yuri mulai memasak terlihat dia sangat kesusahan, bagaimana tidak semua makan yang dia masak gosong. Bahkan sayur saja sangat berantakan sekali. Haeri hanya melihat Ommanya yang sudah belepotan hitam diwajahnya. Dia pun sesekali terkekeh melihat Anna yang sudah seperti badut.

“ Omma, wajahmu lucu sekali “, ucap Haeri sambil terkekeh sedangkan Anna masih fokus dengan makannya yang sudah ancur.

Donghae pun pulang setelah pekerjaannya selesai, dia mendengar suara berisik di dapur dan suara tawa Haeri yang tidak berhenti dia juga mencium bau gosong dari arah dapur. Donghae penasaran dan dia pun menghampiri ke dapur. Terlihat asap hitam bertebaran disana, Donghae melihat Haeri yang duduk di kursi makan sambil tertawa melihat Anna.

“ Omo! Apa yang kau lakukan Anna? “, tanya Donghae kaget.

“ Appa! Lihat Omma! Wajahnya seperti badut “, teriak Haeri mendengar suara Donghae.

“ Haeri-a, disini banyak asap kau tunggu di ruang tamu ya. Biar Appa yang bantu Omma “, perintah Donghae dan Haeri mengangguk.

“ Anna-a, apa yang kau lakukan? “, tanya Donghae menghampiri Anna.

“ Aku menyiapkan makanan untuk kalian tapi malah seperti ini “, kecewa Anna  merasa tidak berguna sambil menunjukan beberapa masakan yang gosong.

“ Matikan dulu apinya, lihatlah asap sudah berada dimana – mana! “, ucap Donghae sambil mematikan api.

“ Sudah kubilang, biar aku saja yang memasak dan menyiapkan makanan. Kau tidak usah melakukan hal ini, lihatlah wajahmu sudah belepotan seperti itu “, ucap Donghae membuat Anna cemberut.

“ Aku kan ingin menjadi istri yang baik untukmu, kau sudah lelah bekerja dan harus memasak juga. Sedangkan aku? Apa yang bisa aku lakukan? Hanya tidur, makan, tanpa melakukan apapun untukmu dan Haeri “, ucap Anna sambil menunduk.

“ Anna-a, kau sudah menjadi istri dan Omma yang baik untukku juga Haeri. Kau tidak usah melakukan apapun lagi “, ucap Donghae mencoba menenangkan Anna.

“ Kau kecewa padaku kan? “, tanya Anna menatap Donghae.

“ Ania, siapa yang mengatakan seperti itu? “, heran Donghae.

“ Buktinya kau tidak mau tidur denganku, bahkan kau tidak pernah mencium atau memelukku? Apa aku istri yang begitu buruk untukmu? “, tanya Anna, membuat Donghae menelan ludahnya.

“ Ania, bukan itu “,

“ Lalu? “,

“ Aku… aku… “, bingung Donghae sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“ Arraseo, Kau tidak usah menjawabnya. Aku sadar kalau aku tida… “, belum Anna menyelesaikan ucapannya Donghae langsung memeluk erat Anna.

“ Kau istri yang sempurna untukku, jadi jangan bicara apapun lagi “, ucap Donghae memeluk Anna.

Kenapa jantungku mulai berdebar seperti ini? Apa aku benar – benar menganggapnya Annaku? “, batin Donghae.

“ Omma! Appa! Aku lapar! “, ucap Haeri yang kembali ke dapur membuat Donghae dan Anna melepaskan pelukan mereka.

Terlihat keduanya menjadi canggung satu sama lain, Donghae langsung menghampiri Haeri karena tidak mampu menatap Anna.

“ Kau lapar, Haeri-a? Kalau begitu tunggu sebentar Appa akan memasakan sesuatu untukmu “, ucap Donghae mengusap kepala Haeri.

“ Anna-a, bersihkan wajahmu. Biar aku yang membereskannya dan memasakkan makanan untuk kalian “, suruh Donghae dan Anna pun mengangguk.

~o0o~

“ Kris-a, Lihat apa ini cocok untukku? “, terlihat Yuri memamerkan baju yang baru akan belinya pada Kris saat mereka berada disebuah butik.

“ Tentu saja, semua yang kau pakai sangat cocok “, jawab Kris sambil tersenyum.

“ Kau selalu mengatakan hal itu “, cemberut Yuri.

“ Tapi aku jujur, kau selalu cocok dengan apapun yang kau pakai “, ucap Kris sambil mengusap rambut Yuri.

“ Tapi kau membosankan, hanya bilang yang ini cocok yang itu cocok “, ucap Yuri sambil memainkan bibirnya mencibir Kris membuat Kris tertawa dengan tingkahnya.

Kris tertawa mengingat hal itu, bagaimana dia merindukan Yuri. Tapi sekarang, dia harus melupakan Yuri. Kris terpaksa harus bertunangan dengan yeoja yang dia tidak cintai, tapi dia tidak punya pilihan untuk menolaknya karena alasannya sekarang sudah tidak ada yaitu Yuri.

“ Kris, Hyoyoung sudah menunggumu. Ayolah keluar, pertunangan kalian akan segera dimulai “, ucap Omma Kris di depan pintu.

“ Yuri-a, apa aku harus menikah dengan yeoja lain? Mengapa kau pergi Yuri? Kau tahu hanya kau yeoja yang aku inginkan, Yul-a “, gumam Kris memandangi fotonya dan Yuri.

“ Aku seharusnya menjelaskan padamu hari itu juga, mungkin semuanya tidak akan seperti ini “, tambahnya lagi.

 Kris menarik nafasnya dalam – dalam , akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya menemui calon tunangannya.

~o0o~

Anna mencuci piring setelah mereka selesai makan malam yang akhirnya disiapkan oleh Donghae. Sedangkan Donghae mengantar Haeri ke kamarnya untuk tidur karena besok dia harus sekolah. Anna selesai dengan pekerjaannya dan Donghae selesai menidurkan Haeri, mereka bertemu di ruang tengah dan mulai merasa canggung saat mata mereka bertemu.

“ Mianhae, aku membuatmu repot karena membuat dapur berantakan “, ucap Anna menyesal.

“ Sudahlah, jangan dipikirkan. Untung kau tidak membakar rumah kita “, canda Donghae mencoba mencairkan suasana.

“ Donghae-a, kenapa kau ingin menikahiku? Padahal aku tidak bisa masak dan menjadi istri yang baik untukmu? “, tanya Anna.

“ Karena untuk menjadi istri yang baik kau tidak perlu bisa memasak “, jawab Donghae mencoba menghibur Anna.

“ Tapi tidakkah kau lelah harus bekerja lalu memasakkan makan malam untuk kami sedangkan aku hanya bisa diam saja? “,

“ Selama Haeri senang bersamamu, kau tidak perlu melakukan apapun untukku “, ucap Donghae.

Donghae merasakan sepasang tangan melingkar di perutnya, dia tahu Anna kini memeluknya dengan erat. Jantungnya mulai berdegup kencang lagi dan Donghae kini hanya diam tidak bergerak.

“ Aku beruntung memiliki suami yang baik dan pengertian sepertimu, Gomawo “, ucap Anna semakin mempererat pelukannya.

“ Anna-a, sebaiknya kau tidur sekarang. Kau pasti lelah! “, ucap Donghae yang mulai tersadar dan melepaskan tangan Anna diperutnya.

“ Aku ingin tidur bersamamu, kau selalu tidur di sofa. Itu tidak baik untuk kesehatanmu “, ucap Anna.

“ Kau tidak usah khawatir Anna-a, aku sudah terbiasa “, tolak Donghae halus.

“ Kau sudah lelah bekerja, tidur di sofa akan membuat badanmu sakit “, ucap Anna menarik tangan Donghae menuju kamarnya.

“ Aku tidak… “, sebelum Donghae mengatakan sesuatu, Anna langsung menarik Donghae ke kamarnya tanpa menunggu Donghae menolaknya.

“ Donghae, istirahatlah. Aku tahu kau lelah “, pinta Anna dan Donghae pun menurut.

Anna berbaring disamping Donghae sambil memeluknya, terlihat Donghae merasa tidak nyaman. Tapi Donghae juga tidak memilki pilihan untuk menolaknya.

Anna-a, Mianhae. Padahal aku sudah berjanji tidak akan menggantikanmu dengan yeoja manapun dihatiku. Tapi apa aku sudah mengkhianatimu? “, batin Donghae sesekali menatap Anna yang sudah memejamkan mata disampingnya.

Donghae manatap wajah Anna dengan seksama, dia pun mulai menggerakkan jarinya mengelus pipi Anna dengan lembut.

“ Mengapa kalian begitu mirip? “, lirih Donghae sepelan mungkin.

Saat Donghae ingin mencium kening Anna, mata Anna terbuka dan menatap matanya. Aksi tatap mata itu berlangsung beberapa detik sampai akhirnya tanpa sadar Donghae berinisiatif mendekatkan wajahnya pada Anna. Anna menutup matanya seakan tahu kalau Donghae akan melakukan sesuatu padanya. Benar saja Anna merasakan bibir lembut Donghae kini menyapu bibirnya. Ciuman itu begitu lembut, bahkan sangat lembut. Anna mengalungkan tangannya di leher Donghae, membuat Donghae merubah posisinya yang kini berada di atas Anna. Donghae mulai menghisap bibir bawah Anna pelan, begitupun Anna yang menyesap bibir atas Donghae. Saat Donghae mulai menurunkan ciumannya di leher, pikirannya langsung teringat saat yeoja  dihadapannya ini terbaring dipinggir laut. Dengan cepat Donghae menarik tubuhnya untuk menjauhi Anna membuat Anna menatapnya kecewa.

“ Wae? “, tanya Anna heran.

“ A… anio, aku hanya lelah saja. Besok aku harus berangkat pagi – pagi sekali. Kau istirahatlah dulu. Nanti aku menyusul setelah aku mengambil air minum “, ucap Donghae dan Anna pun menganggukkan kepalanya walaupun masih sedikit kecewa.

“ Aish! Hampir saja aku melakukan kesalahan “, gumam Donghae mneyadarkan dirinya lalu meminum air putih untuk menenangkan pikirannya.

Saat Donghae kembali ke kamar ternyata Anna sudah tertidur, Donghae menyelimuti Anna kemudian kembali ke ruang tengah namun sebelum itu Anna menahan tangannya.

“ Jebal, temani aku disini “, lirih Anna seakan tidak ingin ditinggalkan, terpaksa Donghae pun tidur di samping Anna dengan menjaga jaraknya.

“ Apa aku jatuh cinta lagi pada yeoja yang berwajah sama? “, gumam Donghae memperhatikan wajah Anna yang pulas.

Donghae pun menutup matanya dan tertidur disamping Anna.

~o0o~

“ Oppa, temani aku belanja! “, pinta Hyoyoung pada Kris manja.

“ Aish! Aku sedang banyak kerjaan. Tidak bisa kah kau belanja sendiri? “, kesal Kris karena Hyoyoung terus memaksanya untuk menemaninya belanja.

“ Aku kan tunanganmu Oppa, harusnya kau menemaniku. Ayolah Oppa “, paksa Hyoyoung terus menarik lengan Kris.

“ Ya! Apa kau tidak bisa belanja sendiri Huh?!!! Aku sedang banyak pekerjaan! kau lihat ini !!! “, bentak Kris sambil menunjukan beberapa berkas yang bertumpuk dimejanya membuat Hyoyoung mulai menangis.

“ Kau jahat, Oppa. aku kan hanya ingin kau temani belanja saja Hiks hiks hiks “, isak Hyoyoung membuat Kris tidak punya pilihan.

“ Aish! Berhentilah menangis, aku akan menemanimu “, pasrah Kris membuat Hyoyoung cerah kembali.

“ Jinjja? Gomawo Oppa “, girang Hyoyoung yang ingin memeluk Kris namun Kris menepisnya.

“ Kajja! “, ajak Hyoyoung menggandeng tangan Kris.

Yuri-a, jika bersamamu kau pasti tidak mau aku temani karena aku yang selalu memaksamu untuk ikut. Aku sangat merindukanmu Yuri-a “, batin Kris.

Setelah sampai di butik yang dulu pernah dia datangi bersama Yuri, Kris hanya membayangkan dirinya masih bersama Yuri.

“ Oppa, apa ini cocok untukku? “, tanya Hyoyoung namun Kris melihat bayangan Yuri saat Hyoyoung menunjukan salah satu pakaian padanya.

“ Tentu saja, apapun yang kau pilih pasti cocok untukmu “, ucap Kris sambil tersenyum.

“ Jinjja? Kalau begitu aku akan membelinya “, girang Hyoyoung membuat Kris sadar kalau dia tidak bersama Yuri melainkan tunangannya sekarang Hyoyoung.

Ku pikir aku masih bersamamu Yuri “, pikir Kris mengalihkan pandangannya pada jendela.

Kris melihat sosok seorang yeoja yang sangat familiar dengannya, Kris tidak yakin namun semakin jelas dia melihat yeoja itu semakin membuatnya yakin kalau yeoja itu adalah yeoja yang dia kenal. Saat Hyoyoung masuk kekamar ganti dengan cepat Kris keluar dari butik itu dan berniat untuk mengejar yeoja itu. Kris melihat ke arah yeoja itu yang kini mulai jauh dengannya. Yeoja itu menaiki bis dan Kris masih mencoba mengejarnya. Bis mulai berjalan tapi Kris masih mengejar bis itu dengan berlari.

“ Yuri-a!!! “, panggil Kris sambil terus mengejar bis itu.

Kris berusaha sekuat tenaga mengejarnya namun bis itu melaju lebih cepat. Saat sampai di perempatan jalan Kris hampir tertabrak karena masih berusaha mengejar bis itu.

Tiiiiiiiittttttt!!!!!!!

Suara klakson mobil terdengar dan Kris mencoba menghindarinya. Akhirnya Kris kehilangan bis itu dan yeoja yang dia kejar.

“ Yuri…. “, lirihnya dengan nafas tersengal – sengal..

Didalam mobil Anna merasa ada yang memanggilnya, dia menoleh ke belakang namun tidak melihat siapapun.

“ Mungkin hanya perasaanku saja “, gumam Anna sambil mengalihkan pandangannya lagi ke depan.

~o0o~

“ Omma!!! “, panggil Haeri saat Anna menjemputnya di sekolah kanak – kanak.

“ Haeri-a “, ucap Yuri sambil melambaikan tangannya.

“ Bagaimana sekolahmu? “, tanya Anna pada Haeri.

“ Sangat menyenangkan! “, jawab Haeri girang.

“ Kajja! Kita pulang! “, ajak Anna sambil menuntun tangan Haeri.

“ Neh “, Haeri menganggukan kepalanya dan berjalan gembira karena dia sangat menginginkan Ommanya yang akan menjemputnya saat pulang sekolah dan impiannya menjadi kenyataan.

“ Bagaimana kalau kita membelikan makan siang buat Appa? Kita kasih kejutan! “, saran Anna pada Haeri.

“ Neh, aku juga ingin melihat Appa “, jawab Haeri senang.

“ Jinjja? Kalau begitu, kita beli makanan dulu “, Ucap Anna.

Anna dan Haeri pun pergi ke tempat kerja Donghae dengan membawa bekal makanan, Donghae bekerja sebagai mandor sebuah pembangunan untuk pendirian Mall. Anna dan Haeri berjalan dengan gembira sambil bernyanyi – nyanyi dan tibalah mereka ditempat Donghae bekerja.

“ Haeri-a!!! “, panggil seorang namja pada Haeri.

“ Ajushii!!! “, sapa Haeri kemudian lari menuju namja yang memanggilnya.

“ Ah.. bogoshipeo. Kau sudah besar sekarang  “, ucap namja itu memeluk dan mencium pipi Haeri.

“ Kau datang untuk bertemu Appamu? Tapi kau datang bersama siapa? “, tanya namja itu.

“ Neh, aku datang bersama Omma “, jawab Haeri senang membuat namja itu mengernyit.

“ Omma? “,

“ Neh, itu! “, tunjuk Haeri pada seorang yeoja yang kini menghampiri mereka dengan senyuman terpancar.

Namja itu kaget, matanya terbelalak tidak percaya. Terlihat raut wajah yang sangat horror kini terpancar di wajahnya. Sulit dipercaya! Itulah yang ada di pikirannya.

“ Anyeonghaseyo “, sapa Anna sambil tersenyum ramah pada namja itu.

“ Apa ini nyata! “, kaget namja itu yang masih menatap Anna tidak percaya.

“ Bagaimana bisa? “, tanya Namja itu tidak berkedip memandang Anna.

Anna merasa aneh dengan tatapan namja itu padanya, terlihat badan namja itu seakan membeku diposisinya. Anna hanya menatapnya heran dan tidak mengerti.

“ Anna, masih hidup! “.

To Be Continue…

FF Baru dengan ide aneh di otak Author, Cerita gaje berbelat – belit. Semoga readers tidak bingung ya Hahaha ^__^ Jangan Lupa RCL ya , Comment support utama bagi Author ^.~

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

122 thoughts on “Truth is hurt Clip 1

  1. hay,,, hay eonni ff’y keren ko di awal fart aja uda seru apa lagi fart selanjutnya….jadi gk sbr ni nunggu next fart sama stupid bet’y juga ya….
    mianhae selama ini aku jadi pembaca glp ;)soal baru bisa komen mian ne oenni #Gomawo

  2. kasian bgt kris,.. tp uda pasti donghae yg dpt y? moga aj ada keajaiban dr author dan endingx jd KRISYUL. hehehe…

  3. Donghae Oppa bohong buat kebaikan , gpp deh Oppa pasti ntar di maafin sama Yuri kok.. #soktaubanget #hahaha
    Kris jangan berhenti cari Yuri yaa , semoga ntar bisa ketemu sama Yuri… #amin

  4. Yul sma Hae aja..lg pula smua udah ada psangannya msing2, Kris jg udah tunangan, moga ktika amnesianya smbuh Yuri g cinta lg sma Kris..
    Next part dtunggu ya..

    Gomawo^^v

  5. wah seruuuu
    hehe suka sama ide ceritanya
    ni klw difikirin pasti bakalan panjang n ribet konfliknya
    haish donghae… Yuri bukan istri sah mu jangan sampai di apa2in akakak bisa dibogem ama kris #eh
    syukurnya peran istri donghae dsini namanya anna, jadi gampang bayangin wajahnya tu wajah yuri..lanjut ya thor..keren niy hehe

  6. Baru part 1 aj udh seru..dipart slnjutny pasti lebihh seru lgi.
    Ide ceritanya keren eon🙂
    brhrp sih akn jd yulhae tpi kasian juga kris oppa..
    Lnjut eon.. Semangat ya, n stupid betny jga dtunggu🙂

  7. kasian haeri tar kalo yuri dah inget,,,
    kris juga kasian dipaksa tunangan ma orang yang gak dicintainya…hoho
    next ….

  8. Aigoo sbtlnya kasihan banget Yuri dan Kris hrs berpisah krn bertengkar dan krn melihat mobil Yuri ada di pinggiran jurang semua beranggapan Yuri sdh meninggal.. Kasihan sekali kalau nanti Yuri ingat semuanya kalau dia bukan Ana dan bukan istri dari Donghae oppa krn pd kenyataannya Ana sdh meninggal tp demi melihat Haeri anaknya bahagia ia rela berb8hong apalagi Yuri aka Ana sdg amnesia

  9. Annyeong LeeMidah unni ,,bangapta🙂
    Mianhae baru ninggalin jejak sekarang ,,😀
    ff.nya keren eonni ,,
    ditunggu karya~karya lain.nya🙂

  10. Annyeong eonni aku reader baru ,salam kenal🙂
    mianhae eonni baru ninggalin jejak ,,😀😀
    ff.nya keren eonni ,,aku gak bosen~bosen baca ff ini padahal udah 3X ini.
    Di tunggu karya~karya yg lain.nya😉

  11. annyeong eonni aku reader baru disini.
    ahh akhirnya nemu ff yang castnya yulhae ☺
    ffnya keren eonni ditunggu karya karya selanjutnya 😊

  12. annyeong eonni aku reader baru disini salken ya eon
    ahh akhirnya nemu ff yang castnya yulhae
    keren banget ffnya eonni ditunggu karya-karya selnjutnya
    fighting

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s