Posted in Comfort, Fluff, Hurt, Romance, Sad

Stupid Bet Chapter 4

Stupid bet 4 by Lee Midah

Stupid Bet

Chapter 4

Present by

Lee Midah ( Kyulhae )

Kwon Yuri SNSD || Cho Kyuhyun Super Junior

Sub cast

Sandara Park 2NE1 || Han Eunjung T-ara || Bigbang

Length : Chapter || Rating : + 17  || Genre :  Schoollife, Romance, sad dikit dan banyak lagi

Disclaimer

Story Asli milikku, sedikit terinpirasi dari FF lain yang dulu sekali author baca, namun tidak pernah ada terusannya jadi author tambahin aja dengan ide author yang mulai ngaco hahaha😄. Cast milik diri mereka sendiri & God.

Note :

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiat!!! If You Respect To Me, Leave A Comment After Read!!!

Typo Is Art

®Fanfiction Copyright Kyulhae Fanfiction © Lee Midah

 

Happy Reading!!! ^__^

“ Pulanglah! “, ucapnya meninggalkan Yuri yang masih menangis di kamarnya.

Setelah Kyuhyun memanggilkan taxi, Yuri pun pulang meninggalkan apartement Kyuhyun. Kyuhyun memandangi taxi yang membawa Yuri pergi dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti hanya dialah dan Tuhan yang tahu.

Part 4

Yuri pulang dengan pikiran kacau, tidak tahu jika Kyuhyun akan jadi menakutkan seperti itu. Yuri ingat tatapan Kyuhyun saat dia memaksa Yuri baru saja, hal itu membuatnya tidak bisa tidur. Yuri melihat pergelangan tangannya yang merah oleh cengkraman Kyuhyun, Yuri tidak habis pikir ada apa dengan Kyuhyun? Walaupun sifatnya evil tapi kali ini berbeda.

“ Argh!!!! Kenapa aku memikirnya terus?! “, kesal Yuri menutupi kepalanya dengan bantal.

“ Bahkan aku tidak bisa memejamkan mataku, raut wajah Kyuhyun masih terbayang jelas di otakku “, ucap Yuri.

Yuri membolak – balikan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, namun tetap saja dia tidak bisa memejamkan matanya. Dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun? Walaupun Kyuhyun menyebalkan tapi dia bukan orang jahat. Semuanya membuat Yuri pusing dan dia pun melihat kearah jam.

“ Sudah pukul 4 pagi, tapi aku sama sekali tidak mengantuk “, lirih Yuri.

Yuri memutuskan untuk olahraga pagi, karena dia sama sekali tidak mengantuk. Dia pun bersiap – siap dengan pakaian olah raganya, setelah memakai sepatunya Yuri pun keluar dari rumahnya dan mulai melakukan lari pagi keliling komplek rumahnya. Setelah cukup lelah Yuri pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya, tapi Yuri melihat ada seseorang yang masuk ke pagarnya dari jarak yang lumayan jauh. Yuri segera mempercepat langkahnya untuk melihat siapa orang itu karena ini masih pagi jadi tidak mungkin kan orang itu mau bertamu?Lagi pula sedang apa orang itu di rumahnya? Dan Yuri tidak mengenali siapa orang itu karena dia memakai hoodie.

Setelah sampai didepan pagarnya Yuri melihat orang itu menyimpan sebuah mawar putih di depan pintu rumahnya.

Apa dia pengirim mawar rahasia itu? “, batin Yuri.

“ Cheongyo? Apa yang kau lakukan sepagi ini dirumahku? “, tanya Yuri yang sepertinya membuat orang itu kaget dan langsung diam tanpa menjawab Yuri.

“ Hey? Sebenarnya siapa kau? Dan mengapa kau menyimpan mawar itu didepan pintu rumahku setiap pagi? “, tanya Yuri yang penasaran namun orang itu tetap diam tanpa menjawab pertanyaan Yuri.

“ Ya! Jawab pertanyaanku?! “, ucap Yuri dengan nada tinggi dan terlihat mulai kesal.

Dengan cepat Yuri menghampiri orang itu karena rasa penasarannya selama ini, kini orang itu ada didepannya.

“ Kubilang jawab aku! “, ujar Yuri yang kini ada dibelakang orang itu.

Saat Yuri akan memegang pundak orang itu, tiba – tiba saja dia lari meninggalkan Yuri. Yuri yang merasa inilah kesempatan baginya untuk tahu siapa orang itu sebenarnya segera mengejarnya namun orang itu lebih cepat yang dia kira. Nafas Yuri tersengal – sengal namun ternyata orang itu sudah menghilang.

“ Hey! Jangan lari!!!! “,

“ Hah… hah… hah Aish! Sial! “, umpat Yuri kesal.

Dia melihat kanan kirinya namun tidak melihat tanda – tanda orang itu masih ada. Dengan lemas Yuri kembali ke rumahnya, terlihat orang itu melihat Yuri yang berjalan kembali ke rumahnya. Saat Yuri berbalik orang itu langsung bersembunyi lagi.

“ Kenapa dia bisa berada di luar jam segini? “, ucap orang itu.

~o0o~

Yuri berangkat sekolah menaiki bis karena dia tidak melihat Kyuhyun menjemputnya, memang Kyuhyun tidak pernah setiap hari menjemputnya tapi setidaknya dia cukup sering melakukannya.

“ Hy Yul! “, sapa Eunjung saat Yuri masuk ke kelasnya.

“ Hy! “, jawab Yuri lemas membuat Eunjung heran.

“ Wae? Kau ada masalah? “, tanya Eunjung penasaran.

“ Ania, aku hanya kurang tidur saja “, jawab Yuri dan Eunjung menganguk – angukan kepalanya.

Dara pun masuk dan duduk disamping Yuri, terlihat wajahnya berseri – seri beberapa hari terakhir ini.

“ Kau terlihat senang sekali? “, ucap Yuri membuat Dara tersenyum.

“ Tentu saja, karena GD akhir – akhir ini menjadi lebih sweet padaku “, jawab Dara membuat Yuri hanya meng -oh- kan saja.

“ Oia Yul, Taeyang menitipkan salam padamu “, ucap Dara.

“ Huh? “,

“ Aku tahu kau bersama Kyuhyun, tapi sepertinya dia menyukaimu Yul “, ujar Dara.

“ Sudahlah aku tidak ingin membahas tentang Kyuhyun ataupun Taeyang. Aku sedang tidak mood “, ujar Yuri yang menopang dagunya di atas meja.

“ Oia Dara-a, tadi aku hampir saja membongkar identitas pengirim bunga rahasia itu! “, ujar Yuri.

“ Jinjja? Nuguya? “, tanya Dara penasaran.

“ Nan molla, dia lari saat aku ingin melihat wajahnya. Dia juga memakai hoodie jadi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas “, ucap Yuri kembali lemas.

“ Aku penasaran siapa sih orang itu? “, kata Dara.

“ Nadoo “,

Dara hanya mengangkat bahunya pada sahabatnya itu. Setelah pelajaran selesai, saat istirahat pun tiba. Yuri sengaja pergi ke atap sekolah siapa tahu Kyuhyun ada disana, namun ternyata tidak ada. Yuri sengaja melewati kelas Kyuhyun sambil sesekali menengok ke dalam membuat teman sekelas Kyuhhyun heran pada tingkah aneh Yuri.

“ Apa kau mencari seseorang ? “, tanya teman sekelas Kyuhyun pada Yuri.

“ A…ania, Eopseoyo “, jawab Yuri meninggalkan kelas itu, orang yang bertanya pada Yuri hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.

Yuri berjalan dengan terburu – buru sampai dia tidak melihat seseorang didepannya.

Buk!

Yuri menabrak orang itu dan jatuh sehingga pantatnya terbentur pada lantai.

“ Aw! “, rintih Yuri.

“ Gwenchana? “, tanya Orang itu sambil mengulurkan tangannya pada Yuri untuk membantunya berdiri.

Yuri mendongkakkan kepalanya untuk melihat orang itu dan ternyata orang itu Taeyang. Yuri langsung berdiri tanpa menerima uluran tangan Taeyang padanya.

“ Neh “, jawab Yuri singkat lalu berniat meninggalkan Taeyang namun Taeyang segera memanggilnya.

“ Yuri-ssi, bisakah kita bicara sebentar? “, pinta Taeyang, sebenarnya Yuri malas tapi akhirnya dia pun mau bicara dengan Taeyang.

Kini keduanya duduk di bangku taman sekolah, terlihat Yuri duduk dengan jarak yang cukup jauh dengan Taeyang. Taeyang tahu kalau Yuri merasa tidak nyaman dengannya, dia hanya tersenyum melihat tingkah Yuri.

“ Apa yang ingin kau bicarakan? “, tanya Yuri.

“ Aku ingin minta maaf soal di club waktu itu, aku tahu aku telah berbuat kurang ajar padamu “, ucap Taeyang membuat Yuri menaikan alisnya sambil menengok ke arahnya.

“ Aku tahu sikapmu padaku yang terlhat tidak suka atau tidak nyaman padaku, seperti sekarang ini. Tapi aku berharap kita bisa menjadi teman “, ujar Taeyang sambil menatap Yuri dengan eye smilenya.

Yuri masih menatapnya tidak percaya.

“ Apa kau tidak berusaha berpura – pura didepanku? Tapi dibelakangku kau merencanakan sesuatu? “, tanya Yuri langsung dari dalam hatinya membuat Taeyang terkekeh.

“ Kau ini orang yang lucu dan selalu to the point. Itulah yang aku suka darimu “, kekeh Taeyang.

“ Maksudmu? “, tanya Yuri tidak mengerti.

“ Dara mengatakan padaku semua tentang dirimu, mungkin aku memang tidak akan menjadi namjacingumu. Tapi bisakah aku jadi temanmu? Just friend! “, jelas Taeyang.

“ Hmm… “, ucap Yuri ragu.

“ Jika kau masih ragu aku akan menunggunya “, ucap Taeyang sambil mengacak rambut Yuri lembut dan pergi meninggalkan Yuri yang masih bingung dengan sikap Taeyang.

“ Apa dia bersungguh – sungguh? “, tanya Yuri menggaruk kepalanya pelan karena masih bingung.

~o0o~

GD membawa Dara ke atap, dia mulai mencium Dara dengan ganasnya. Akhir – akhir ini mereka sering melakukan itu.

“ Jiyong-aahhhh…. tidakkah ini masih disekolahhhhh… “, desah Dara karena GD sekarang menciumi lehernya.

“ Aku tidak kuat lagi chagi-a…. setiap melihatmu aku selalu ingin melakukannya “, jawab GD disela – sela ciumannya.

“ Tapi..ahh….bagaima..naaa….kalau…ada ahhhh yang lihaatttthhhhh… “, ucap Dara namun GD tidak peduli yang dia inginkan sekarang adalah Dara.

Saat GD membuka kancing seragam Dara, tiba – tiba saja Yuri datang dan melihat adegan mesra antara Dara dan GD. Yuri kaget dan syok, dia tidak menyangka Dara dan GD akan melakukan sejauh ini. Yuri menelan ludahnya saat GD menciumi dada Dara yang kini terbuka. Yuri berniat pergi dari tempat itu namun tidak sengaja menyenggol sebuah kaleng yang menimbulkan suara berisik membuat Dara dan GD kaget langsung menatap ke arah Yuri. Yuri pun kaget dan tubuhnya langsung diam tak bergerak.

“ Yuri?!!! “, kaget Dara sambil menutup seragamnya yang kini terbuka.

“ Mian… aku tidak tahu kalian berada disini “, ucap Yuri mencoba tersenyum kaku.

“ Gwenchan Yuri-ssi, kami yang salah melakukan ditempat seperti ini “, ucap GD dengan tenang membuat Dara memukul lengannya pelan.

“ Wae? Bukankah dia juga memaklumi kita, iya kan Yuri-ssi? “, tanya GD pada Yuri.

 Yuri mengangguk canggung. Mungkin karena kabarnya dan Kyuhyun sudah menyebar, semua orang menganggapnya sama.

“ Kalau begitu aku pergi dulu, kalian bisa melanjutkannya “, pamit Yuri yang langsung pergi dari tempat itu.

“ Yuri-a, Jakkaman! “, ucap Dara yang kini sudah mengancingkan tubuhnya menyusul Yuri.

“ Chagi-a, kau mau kemana? Ayo kita lanjutkan! “, ucap GD yang tidak dihiraukan oleh Dara.

“ Aish! Aku harus menunggu sampai nanti! “, ucap GD pasrah.

“ Yul! “, panggil Dara membuat Yuri berhenti.

“ Neh? “, ucap Yuri mencoba memasang senyuman seperti biasanya.

Terlihat wajah Dara yang malu sekaligus tidak enak karena Yuri melihat apa yang dia lakukan dengan GD. Yuri tahu kalau Dara merasa tidak enak padanya, ia pun menghampiri Dara dan memegang pundaknya.

“ Gwenchana, jika kalian saling mencintai dan kau tidak menyesali perbuatanmu. Aku selalu menjadi temanmu dan aku akan menerimamu apa adanya “, ucap Yuri membuat Dara menatapnya.

“ Bukankah itu hal wajar di dalam hubungan, asalkan kita tetap memegang prinsip yang kita yakini itu bukan masalah kan? “, tambah Yuri ( readers jangan diikutn ya hehehe ^^v )

“ Aku merasa malu padamu, Yul “, ucap Dara menunduk.

“ Makanya jangan melakukan hal itu ditempat seperti ini, apa kalian tidak bisa menahannya sampai pulang? “, goda Yuri membuat Dara tertawa.

“ Kau ini! “, ujar Dara.

“ Gomawo, karena sudah mengerti aku “, ucap Dara bersyukur memiliki sahabat pengertian seperti Yuri.

“ Itulah sahabat, selalu menerima kekurangan dan kelebihan kita “, ucap Yuri dan kini Dara memeluknya erat. ( nah yang ini patut di contoh😛 )

“ Ya! Jangan berpelukan seperti itu, aku cemburu! “, ucap GD yang menghampiri kedua yeoja itu.

“ Aish! Aku hanya memeluknya! “, umpat Yuri menatap GD kesal.

“ Tapi kan dia yeojacinguku “, ucap GD memeluk Dara.

“ Kwon Jiyoung! Jika kau menyakiti Dara, ingat aku akan membunuhmu, Arraseo! “, peringat Yuri membuat Dara tertawa.

“ Uh… takut! So protective, tentu saja aku tidak mungkin melakukannya karena aku sangat mencintainya “, ucap GD sambil mencium pipi Dara membuat Yuri kesal dan meninggalkan pasangan itu.

“ Aish! Berhenti bermesraan didepan umum! “, ujar Yuri sambil berjalan meninggalkan mereka, Dara dan GD hanya tersenyum pada Yuri.

“ Tapi syukurlah GD mencintai Dara dengan tulus walaupun sedikt geli membayangkan kejadian tadi “, Gumam Yuri sambil bergidik ngeri.

Yuri teringat Kyuhyun, walaupun dia selalu menjahili Yuri tapi tidak tahu kenapa Yuri semakin penasaran pada Kyuhyun, terkadang dekat Kyuhyun membuatnya nyaman. Dia pun berniat pergi ke apartementnya lagi karena berpikir mungkin Kyuhyun masih sakit. Ada rasa ragu dan takut dalam hatinya mengingat terakhir yang mereka lakukan namun Yuri menepis rasa itu dan tetap pergi ke apartementnya setelah pulang sekolah.

~o0o~

Yuri pun tiba di apartement Kyuhyun, seperti kemarin dia mengatur nafasnya berulang – ulang. Yuri mulai memijit bel apartement Kyuhyun, namun tidak ada jawaban. Dia mencoba lagi tetap tidak ada jawaban.

“ Apa mungkin dia pingsan seperti kemarin? “, tanya Yuri pada dirinya sendiri.

Yuri mencoba membuka pintu kamar Kyuhyun karena apartement Kyuhyun menggunakan password. Yuri mencoba memasukan semua angka yang menurutnya berhubungan dengan Kyuhyun namun selalu saja gagal. Sudah satu jam dia mencoba membukanya namun tetap gagal. Dia pun pasrah, namun entah kenapa dia ingin mencobanya sekali lagi.

“ Walaupun tidak yakin, akan ku coba sekali lagi! “, ucap Yuri memasukan 6 angka yang ada dalam pikirannya.

Ceklek!

Pintu itu terbuka membuat Yuri menutup mulutnya tidak percaya. Ini sungguh tidak terduga.

“ Bagaimana mungkin?! “, ucapnya masih tidak percaya karena yang dia masukan adalah tanggal kelahirannya yaitu 051289.

Yuri pun masuk dengan wajah masih tidak percaya, dia mengelilingi semua tempat di apartement itu namun dia tidak menemukan tanda – tanda keberadaan Kyuhyun. Yuri masuk ke kamar Kyuhyun namun kamarnya masih terlihat rapi bahkan seperti tidak terpakai. Yuri melihat lemari Kyuhyun yang kosong hanya tersisa jacket berbentuk hoodie.

“ Kenapa lemarinya kosong? “, tanya Yuri namun matanya masih melihat jacket hoodie itu, Yuri merasa kenal dengan jacket itu.

“ Rasanya jacket ini familiar sekali? “, tanya Yuri pada dirinya sendiri.

Setelah mencoba mengingatnya dengan keras Yuri membulatkan matanya dan kembali menatap jacket itu.

“ Ini kan…… “,

“ Ini jacket yang dipakai pengirim bunga itu? “, ucap Yuri tidak percaya.

“ Jadi yang mengirim bunga itu selama beberapa bulan ini…. Kyuhyun?!!! “,

“ Aku tidak percaya, bagaiman bisa? “, ucap Yuri terduduk lemas.

“ Tapi mengapa dia hanya mengirimkannya diam – diam? “, ujar Yuri.

“ Dan sekarang kemana dia? Kenapa dia membuatku bingung seperti ini? Dasar evil! Jau selalu membuat hati dan pikiranku kacau karenamu “, ucap Yuri yang tidak tahu kenapa kini meneteskan air matanya.

Yuri keluar dari apartement Kyuhyun dan pulang ke rumahnya, dia ingin menenangkan dirinya karena semua yang Kyuhyun lakukan sungguh membuatnya bingung. Yuri masih bisa membayangkan wajah evilnya saat dia selalu menggoda Yuri. Yuri mengingat saat dia mencoba mengejar pengirim bunga rahasia yang ternyata adalah Kyuhyun. Sungguh kepribadian 2 orang yang berbeda tapi dalam satu tubuh.

~o0o~

Keesokan harinya Yuri menanyakan tentang Kyuhyun pada teman sekelasnya, walaupun Kyuhyun tidak memiliki teman dekat tapi setidaknya mungkin bertanya pada temannya bisa mengetahui apa yang terjadi pada Kyuhyun?

“ Kyuhyun? Hmmm… bukankah dia sudah pindah sekolah? “, ucap Sungmin salah satu teman sekelas Kyuhyun.

“Pindah? Kemana? “, tanya Yuri kaget.

“ Aku kurang tahu, tapi kau bisa menanyakannya pada pihak administrasi “, saran Sungmin.

“ Geurae, Kamshamida “, pamit Yuri dan menuju ruang administrasi.

Yuri pergi ke ruang administrasi untuk menanyakan tentang ke pindahan Kyuhyun yang masih membuatnya bertanya – tanya.

“ Cho Kyuhyun? Oh murid pemenang olympiade matematika itu. Kemarin dia mengurus kepindahannya ke China. Karena orangtuanya akan pindah ke China “, jawab seorang staff administrasi membuat Yuri lemas.

“ Ke China? “, tanya Yuri.

“ Neh, walaupun dia sebentar lagi lulus tapi dia memaksa untuk mengurus kepindahannya “, jelas Staff administrasi itu.

“ Kamshamida, sosaengnim “, ucap Yuri lalu keluar dari kantor administrasi.

Entah kenapa hatinya sakit sekali mendengar Kyuhyun pindah, terlebih lagi Kyuhyun tidak mengatakan apapun padanya. Yuri tidak tahu mengapa matanya terasa perih dan panas. Air matanya jatuh mengalir, dia sendiri bingung mengapa dia merasa sedih seperti ini? Apa karena kepergian Kyuhyun?

“ CHO KYUHYUN!!! NEO BABOYA!!!! Mengapa kau pergi tanpa memberitahuku?!!! Kau bahkan belum minta maaf karena perlakuanmu malam itu!!!! Dasar namja Evil!!!! Bagaimana kau membuatku seperti ini!!! “, teriak Yuri diatap sekolah yang sudah sangat sepi kemudian dia pun menangis sambil terus mencaci Kyuhyun.

“ Mengapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau membuatku bingung? Bahkan perasaanku saja tidak bisa aku mengerti mengapa aku sedih sekarang? “, isak Yuri sambil berjongkok.

Semenjak hari itu Yuri tidak pernah melihat Kyuhyun lagi juga tidak mendapat bunga mawar putih lagi. Dia sering menunggu setiap pagi didepan rumahnya berharap Kyuhyun akan datang membawa bunga untuknya tapi tidak sama sekali, tidak ada yang datang mengirim bunga lagi. Yuri pun merasa kehilangan dan dia tidak sadar kalau dia sudah mencintai Kyuhyun. Dan dia tahu mengapa malam itu Kyuhyun melakukan sesuatu yang salah. Dia baru menyadari kalau hari itu hari terakhirnya bertatap muka dengan Kyuhyun. Terkadang dia menyesal karena menampar Kyuhyun, tapi dia juga tidak menyesal dengan hal itu, mencegah Kyuhyun berbuat lebih jauh padanya. Setelah semua sekolah mendengar tentang kepindahan Kyuhyun terdengarlah gosip mengatakan kalau Kyuhyun pergi karena tidak mau tanggung jawab pada Yuri. Entah siapa yang menyebarkan kabar itu, namun hal itu membuat geger satu sekolah.

“ Yuri-a, apakah benar gosip itu? “, tanya Eunjung duduk dikursi depan Yuri dan Dara yang duduk disampingnya pun penasaran.

“ Apa kalian percaya padaku atau pada gosip itu? “, tanya Yuri malas.

“ Aish! Aku ingin sekali menghajarnya jika saja Kyuhyun ada didepanku! “, kesal Dara.

“ Ania, Kyuhyun bukan namja seperti itu “, bela Yuri, mendengar semua orang menjelekkan Kyuhyun membuatnya tidak suka.

“ Tapi bukankah kau dan Kyuhyun… “, Eunjung tidak meneruskan ucapannya karena Yuri menatapnya tajam.

“ Kalian percaya padaku, Kyuhyun bukan namja tidak bertanggung jawab seperti kalian pikir “, ucap Yuri yang masih membela Kyuhyun, Eunjung dan Dara saling menatap dan mengangkat bahu.

Saat di kantin semua orang membicarakan Yuri sambil bisik – bisik, mereka terkadang merasa iba dan kasihan pada Yuri. Mereka semua mengumpat pada Kyuhyun, ada yang menyumpahinya ada yang menjelekkannya dan hal itu membuat Yuri tidak tinggal diam. Dia mulai jengah dengan semua orang yang membicarakannya dengan Kyuhyun.

Brakkkk!!!

“ CUKUP!!!! “, teriak Yuri sambil menggebrak meja karena kesal membuat semua orang di kantin diam dan menatapnya.

Bahkan Dara dan Eunjung yang duduk bersamanya pun tidak kalah kagetnya dengan tingkah Yuri sampai – sampai mereka hampir jatuh dari kursinya.

“ Tahu apa kalian soal aku dan Kyuhyun?!!! “, tanya Yuri membuat semua orang menatapnya.

“ Kalian tidak tahu apapun kan?!!! Jadi jangan pernah membicarakan sesuatu yang belum tentu benar adanya?!!! “, Bentak Yuri.

“ Tapi bukankah Kyuhyun meninggalkanmu karena tidak ingin tanggung jawab? “, tanya seorang yeoja membuat Yuri menatapnya tajam.

“ Kau tahu darimana berita itu? Apa kalian mendengar langsung dariku atau dari Kyuhyun?!!! “, tanya Yuri membuat yeoja itu diam.

“ Dan asal kalian tahu, semua hubunganku dan Kyuhyun hanya pura – pura!!! Kalian dengar!!! Kami tidak pernah melakukan apapun yang kalian pikirkan!!! Neh, aku berbohong pada kalian semua demi taruhan dengan Eunjung!!! Terserah kalian mau mengatakan apapun tentangku. Tapi satu hal jangan pernah menjelek – jelekan Kyuhyun!!! Kalian tidak tahu apapun tentangnya!!! “, ujar Yuri panjang lebar yang langsung meninggalkan kantin dan pergi ke atap sekolah untuk menenangkan hati dan pikirannya yang panas.

“ Hah… hah … hah… “, nafas Yuri terlihat terengah – engah.

“ Kenapa kau membuat aku meghadapinya sendiri? Kenapa? “, tanya Yuri sambil menangis mengingat Kyuhyun kembali.

Dara dan Eunjung menyusul Yuri dan mencoba menenangkannya.

“ Mianhae, Eunjung-a. Aku berbohong pada kalian “, ucap Yuri yang langsung dipeluk oleh kedua sahabatnya itu.

“ Gwenchana, kami mengerti “, ucap Eunjung dan Dara pun menganggukan kepalanya.

Semenjak itu sampai hari kelulusan mereka tidak ada gosip lagi tentang Yuri dan Kyuhyun. Semuanya bagai ditelan waktu, namun Kyuhyun masih terkenang di hati dan pikiran Yuri. Mungkin memang Yuri sudah mencintai Kyuhyun karena sampai saat ini dia sudah lulus kuliah pun ia masih belum memiliki seorang namjacingu.

Flashback masa sekolah End

~o0o~

7 tahun kemudian…

“ Yuri-a, umurmu sudah hampir 24 tahun dan kau masih belum memiliki namjacingu, apa kau tidak bosan hidup sendiri? “, tanya Omma Yuri kini sedang mengunjungi Yuri yang tinggal diapartementnya.

“ Omma, sudah kubilang. Aku terlalu sibuk untuk memikirkan hal itu. Pekerjaanku saja sudah membuatku pusing “, jawab Yuri yang sudah malas dengan pembahasan Ommanya yang terus saja mengenai masalah sama.

“ Tapi Omma dan Appa ingin segera menimang cucu, kau tahu kami sudah sangat tua. Menikahlah secepatnya “, ujar Omma Yuri.

“ Omma, jika aku sudah menemukan namja yang baik untukku. Aku pasti akan menemuimu langsung dan mengenalkannya padamu. Aku janji! “, janji Yuri agar Ommanya tidak terus menerus memaksanya untuk menikah yang berakhir dengan perjodohan.

“ Baiklah, tapi jika dalam 3 bulan ini kau tidak mendapatkannya. Omma tidak mau tahu kau harus mau dengan anak teman Appamu itu. Arraseo! “, ucap Omma Yuri yang langsung pamit meninggalkan apartement Yuri.

“ Selalu saja seperti itu “, gumam Yuri.

“ Ini semua karenamu Evil!!! Setiap aku kencan dengan seorang namja kau selalu muncul dikepalaku dengan senyum menyebalkan milikmu seperti melarangku untuk kencan dengan namja lain. Aku tidak tahu sihir apa yang kau gunakan, tapi aku tidak bisa menghilangkanmu dari pikiranku “, ucap Yuri memandang langit dari jendela apartementnya.

Kriiing!!!!!

Jam weeker Yuri berbunyi dengan keras membuat sang empunya terganggu dan membantingnya. Namun dia melihat jam dindingnya dan langsung membuka matanya.

“ Omo!!! Pukul 07.00! aku terlambat, hari ini Presdir baru dari China akan datang! Aku harus cepat! “, ucap Yuri sambil terburu – buru ke kamar mandi dan bersiap – siap secepatnya.

Neh, perusahaan dimana dia bekerja beralih kepemimpinan karena saham perusahaan itu telah di beli sepenuhnya oleh pengusaha dari China yang akan di pimpin oleh puteranya. Dengan kecepatan penuh mengendarai mobilnya, Yuri mnerobos lampu merah dan sesekali melihat jam tangannya.

“ Aigo! 10 menit! “, ucap Yuri semakin menggas mobilnya sampai dia tiba di perusahaanya dengan tepat waktu. Yuri pun menghela nafasnya lega.

“ Untung saja kau tidak telat Yul! “, sapa Tiffany teman kerja Yuri.

“ Neh, hampir saja “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Oia Presdir baru sudah datang? “, tanya Yuri pada Tiffany.

“ Anio, kurasa belum “, jawab Tiffany.

“ Oia Yul, nanti pulang kau ingin ikut denganku kencan buta? Mereka semua tampan dan masih muda lho “, ajak Tiffany yang hanya dibalas tatapan malas oleh Yuri.

“ Aku rasa aku tahu jawabanmu “, tambah Tiffany .

Yuri bekerja sebagai manager di perusahaan itu, dia baru bekerja selama 2 tahun namun  karna kemampuannya membuatnya naik ke posisi itu dalam waktu singkat.

“ Sebentar lagi pengenalan Presdir baru akan segera dilaksanakan, kita semua akan menunggu diruang rapat “, ucap Wakil Direktur.

“ Yul, menurutmu dia seperti apa? “, bisik Tiffany.

“ Molla, aku tidak tahu dan tidak mau tahu “, jawab Yuri cuek.

“ Kalau dia masih muda dan tampan? Apa yang akan kau lakukan? “, tanya Tiffany lagi.

“ Memangnya apa yang akan aku lakukan? “,

“ Kau tahu siapa namanya? “,

“  Cá… Cá…. Cáo Guīxián, kalau aku tidak salah “, jawab Yuri

“ Cá… Cá apa? “,  tanya Tiffany yang susah mengejanya.

“ Cáo Guīxián. Sudahlah kajja nanti Wakil Direktur itu akan marah pada kita “, ulang Yuri namun sepertinya Tiffany masih susah mengejanya dan langsung pergi ke ruang rapat.

“ Fany-a, aku ingin ke toilet sebentar ya “, ucap Yuri pada Tiffany.

“ Tapi sebentar lagi kan acaranya di mulai Yul “,

“ Aku tidak kuat! “, ucap Yuri yang langsung keluar dengan terburu – buru, Yuri tidak melihat kanan kirinya karena sangat tidak kuat ingin ke toilet.

Duk!

Yuri menabrak seseorang namun dia hanya meminta maaf dan tidak melihat siapa orang itu.

“ Jeosowamida! “, ucap Yuri singkat lalu lari ke dalam toilet sedangkan orang itu hanya tersenyum melihat tingkahnya.

“ Kau masih tidak berubah, ceroboh seperti dulu “

~o0o~

Seorang pemuda masuk keruangan dimana para staff karyawan sudah berkumpul, dia menaiki podium untuk menyampaikan pidato singkat pada seluruh staff yang akan dipimpinnya.

“ Anyeonghaseyo, Nan Cáo Guīxián imnida, tapi itu namaku di China. Disini kalian semua bisa memanggilku dengan Cho Kyuhyun. Semoga kita bisa kerja sama dengan baik “, ucap pemuda itu yang ternyata adalah Kyuhyun Presdir baru diperusahaan itu.

Semua staff bertepuk tangan, para yeoja mulai berbisik – bisik tentang Kyuhyun. Bagaimana tampannya Kyuhyun dan gagahnya ia dengan jas hitam melekat ditubuhnya. Setelah perkenalan Kyuhyun kembali duduk karena wakil Direktur akan menjelaskan sedikit tentang peningkatan tentang perusahaan dan kemajuan proses kerjanya. Yuri yang baru dari toilet langsung masuk tanpa tahu kalau Kyuhyun yang menjadi atasannya sekarang. Kyuhyun tidak mendengarkan penjelasan wakil direktur karena dia sibuk mencari keberadaan Yuri yang sempat bertemu karena tabrakan tadi.

“ Yul, ternyata dia tampan sekali “, ucap Tiffany.

“ Mana? “, tanya Yuri mencoba melihatnya namun karena lampunya mati untuk menampilkan proyektor jadi Yuri tidak bisa melihat Kyuhyun dengan jelas.

Setelah selesai, semua staff bersalaman dengan Kyuhyun untuk memulai kerja sama. Saat Yuri berhadapan dengan Kyuhyun, Yuri terdiam. Dia tidak percaya siapa yang dihadapannya kini, rasanya tubuh Yuri membeku seketika. Kyuhyun hanya menatapnya sambil tersenyum. Tiffany menyadarkan Yuri untuk segera bergantian bersalaman dengan Kyuhyun.

“ Tidakkah dia tampan Yul? “, tanya Tiffany saat mereka kembali ke tempat masing – masing namun sepertinya Yuri melamun,

“ Yul! “.

“ Neh? “,

“ Kau itu kenapa? “,

“ Anio, eopseoyo. “,

“ Oia kau tahu Presdir memiliki nama Korea, Cho… Cho Kyuhyun. Neh “, ucap Tiffany membuat Yuri menatapnya.

“ Jinjja? “, tanya Yuri.

“ Neh “,

“ Jadi dia kembali “, gumam Yuri yang tidak tahu harus senang atau marah.

“ Nona Kwon! “, panggil wakil Direktur pada Yuri membuatnya menoleh.

“ Tuan Cho ingin bertemu denganmu, dia menunggumu di ruangannya sekarang “, ucap Wakil Direktur pada Yuri.

“ Kenapa dia memanggilmu? “, tanya Tiffany.

“ Molla “, jawab Yuri yang langsung pergi ke ruangan Kyuhyun.

Sebelum masuk Yuri menarik nafasnya dalam, dan mengeluarkannya karena dia takut emosinya akan muncul didalam nanti.

Tenang Yuri-a, kau harus tenang. Anggap saja kau tidak pernah mengenalnya! “, batin Yuri sebelum mengetuk pintu.

Tok! Tok! Tok!

“ Masuk! “, ucap Kyuhyun dari dalam, Yuri pun masuk lalu membungkukkan tubuhnya dan melihat Kyuhyun yang duduk di kursinya.

“ Neh, sajangnim! “, ucap Yuri membuat Kyuhyun merasa ingin tertawa mendengarnya dan Kyuhyun pun terkekeh.

“ Ada yang bisa saya bantu? “, tanya Yuri dengan formal.

“ Hmmm… bisakah kau menunjukanku seluruh tempat di perusahaan ini? “, pinta Kyuhyun.

“ Mengapa anda tidak meminta wakil direktur untuk menemani anda? “, tanya Yuri masih mencoba formal.

Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Yuri yang masih berdiri didepannya.

“ Karena aku menrindukanmu “, bisik Kyuhyun di telinga Yuri.

Yuri mengatur nafasnya yang mulai menunjukkan emosinya mulai naik, dia ingin marah sekarang juga bahkan dia ingin memukul namja didepannya sekarang.

“ Jika anda tidak memiliki urusan lagi, saya permisi “, ucap Yuri sambil mencoba meninggalkan ruangan Kyuhyun namun Kyuhyun menarik tangannya dan memeluknya.

“ Kau benar – benar tidak merindukanku? “, tanya Kyuhyun memeluk tubuh Yuri semakin erat, Yuri yang mencoba berontak namun tidak bisa karena Kyuhyun memeluknya sangat erat sekali.

“ Lepaskan aku! “, ucap Yuri namun Kyuhyun tidak bergerak sama sekali.

“ Aku tahu kau sangat merindukanku, Yuri “, ucap Kyuhyun membuat Yuri tidak berontak lagi.

“ Aku sangat membencimu! “, ucap Yuri sambil membalas pelukan Kyuhyun.

Terlihat seringaian diwajah Kyuhyun, dia pun melonggarkan pelukannya pada Yuri.

“ Aku membencimu, karena kau pergi tanpa bilang apapun padaku! “

“ Aku membencimu, karena kau tidak meminta maaf padaku! “,

“ Aku membencimu, karena kau aku harus membelamu mati – matian didepan semua orang disekolah! “

“ Aku membencimu, karena aku tidak bisa pacaran dengan namja lain! “

 “ Aku membencimu karena kau tidak memberiku mawar putih setiap pagi! Padahal aku selalu menunggumu datang! “, ucap Yuri yang kini memukul dada Kyuhyun dengan tangannya.

“ Aku membencimu karena kau membuatku menunggu selama 7 tahun tanpa menghubungiku! “,

“ Aku sangat membencimu Cho Kyuhyun!!! “,

“ Aku juga membenci diriku karena tidak mengatakan aku mencintaimu “, ucap Kyuhyun membuat Yuri menghentikan pukulannya didada Kyuhyun.

“ Geotjimal! “, ucap Yuri.

Kyuhyun mendekati Yuri lalu memegang kedua pipi Yuri dengan tangannya dan mengangkatnya untuk menatap matanya.

“ Apa kau mau bertaruh? “, tantang Kyuhyun.

“ Bertaruh? Apa? “, tanya Yuri.

“ Jika aku menciummu sekarang dan kau membalasnya, itu berarti kau harus menjadi mainanku. Dan jika kau tidak membalasnya aku yang akan menjadi mainanmu. Otte? “, tantang Kyuhyun.

Yuri menatap wajah Kyuhyun yang kini melukiskan smirk dibibirnya, wajah menyebalkan yang dia rindukan selama 7 tahun terakhir ini. Tapi Yuri tidak ingin kalah darinya, kali ini dia harus memastikan dia yang akan menang .

“ Geurae jika itu yang kau mau! “, ucap Yuri yakin, smirk diwajah Kyuhyun semakin mengembang.

Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya pada Yuri, Yuri mencoba menutup matanya untuk tidak melihat mata Kyuhyun karena dia tidak ingin larut dalam kerinduannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mulai mencium bibir Yuri dengan lembut.

Aku sungguh merindukan bibir ini! Yuri! Sadar kau tidak boleh membalasnya kalau kau tidak ingin kalah! “, batin Yuri yang masih mencoba menahannya.

Kita lihat seberapa lama kau kuat menahannya Yuri “, batin Kyuhyun masih dengan senyum evil khasnya.

Kyuhyun terus menghisap pelan seluruh sudut bibir Yuri, dia mencoba memasukan lidahnya ke dalam mulut Yuri namun Yuri tetap menutup rapat mulutnya. Kyuhyun mulai menurunkan tangannya untuk memeluk pinggang Yuri, menariknya semakin merapat padanya. Rupanya keduanya tidak ada yang mau mengalah. Saat Kyuhyun mulai mengusap punggung Yuri tiba – tiba suara pintu menghentikan aksi mereka dengan cepat Yuri mendorong tubuh Kyuhyun karena kaget. Kyuhyun hanya mendecak kesal karena momentnya terganggu.

Tok! Tok! Tok!

“ Masuk! “, ucap Kyuhyun dengan nada kesal, sedangkan Yuri masih sibuk menenangkan jantungnya yang mulai berdegup kencang lagi setelah 7 tahun tidak dia rasakan ketika dekat dengan seorang namja.

“ Mianhae Sajangnim, ini semua berkas yang anda butuhkan untuk mulai mengetahui tentang perusahaan ini “, ucap wakil Direktur

“ Neh, letakan saja di mejaku “, ucap Kyuhyun yang sesekali melirik ke arah Yuri.

“ Kalau begitu saya permisi “, pamit Wakil Drektur.

“ Saya juga pamit Sajangnim! “, ucap Yuri namun saat Kyuhyun mau menahannya Yuri sudah keluar dari ruangannya.

“ Aish! Padahal sedikit lagi! “, umpat Kyuhyun kesal dan langsung duduk di kursinya.

“ Huft hampir saja! Jika aku meneruskannya aku pasti akan kalah padanya! “, ucap Yuri sambil menghela nafasnya lega.

“ Tapi apa dia sungguh – sungguh dengan ucapannya? Tapi kenapa dia tidak memberiku alasan kenapa dia pergi? “, gumam Yuri.

“ Aish! Kenapa aku jadi luluh seperti ini? Harusnya aku kan marah padanya, tidak membiarkannya mempermainkanku seperti dulu! “, ucap Yuri.

Kyuhyun diruangannya kini tersenyum mengingat kejadian baru saja, dia merasa Yuri tidak berubah masih polos seperti dulu.

To Be Continue…..

Wah ceritanya semakin rumit hehehe😛 Gimana nih yang nunggu ff ini? Apa kalian puas? Mian jika ceritanya melenceng kemana – mana, cos author memang akan segera menamatkannya saat mereka sudah menjadi dewasa. Oia bagi yang ingin Nc, Mian author belum dapet feel bikin nc jadi sabar ya xixixixix ^__^

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

196 thoughts on “Stupid Bet Chapter 4

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s