Posted in Comfort, Dramalife, Fanfiction, Romance, Sad

(Sequel Love First sight) Run Away To You End

Run Away To You end copy 

Chapter 5 End

 Author :

Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

Lee Donghae

Kwon Yuri

Lee Jaehoon

Sub Cast :

Go Hara

Son Eunseo

Lee Gayounh

Choi Jinhyuk

Choi Siwon

PG :

+ 15

Lenght :

Chapter

Genre  :

Romance, Love, Rivaly, Comfort, Sad

Disclaimer : Castnya Cuma minjem, ceritanya murni dan asli buatanku jadi jangan coba – coba menjiplak ya…..😄 Typo is Art ^_^

“ Your imagination, your dream !!! “

Leave Comment After Read !!!! ^_^

Happy Reading!!!

 

Yuri dibawa keruang gawat darurat, terlihat kecemasan diwajah kedua namja yang menungguinya sekarang. Wajah panik, tidak tenang dan takut kehilangan. Itulah yang dirasakan dua namja itu.

Part 5

Dokter keluar dari ruang dimana Yuri ditangani, kedua namja itu segera menghampiri sang Dokter.

“ Dokter, bagaimana keadaannya? “, tanya Donghae mendahului Jaehoon.

“ Hmmm… benturan dikepalanya cukup keras. Jika sampai besok dia tidak sadarkan diri, kemungkinan dia akan koma dan kami tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar “, ucap Dokter.

“ Dokter lakukan yang terbaik, berapapun biaya yang dibutuhkan aku akan membayarnya. Tapi kumohon selamatkan dia Dokter! “, ucap Jaehoon.

“ Mianhae, hanya itu yang bisa kami lakukan dan kita akan memeriksanya besok pagi. Sekarang dia akan dipindahkan keruang perawatan intensif “, ucap Dokter itu meninggalkan kedua namja itu yang lemas.

Kedua namja itu terdiam di sebuah kamar dimana Yuri terbaring lemah, tidak ada permbicaraan atau perdebatan antara dua namja itu. Mereka hanya fokus pada Yuri yang masih belum membuka matanya. Keheningan mereka terganggu oleh sebuah dering ponsel milik Jaehoon. Jaehoon mengangkatnya sembari meninggalkan ruangan Yuri. Donghae masih duduk menatap Yuri.

“ Yeoboseyo! “, ucap Jaehoon.

“ Tuan Lee, kami sudah mengetahui pelaku penabrakan Nona Yuri “ ucap seseorang diseberang telepon.

“ Mwo?! Jinjja? “, tanya Jaehoon.

“ Neh, kami akan mengirimkan alamatnya sekarang juga “, ucap orang itu, setelah selesai dia menutup teleponnya.

Jaehoon kembali keruangan Yuri, saat dia akan masuk dia melihat Donghae yang menggenggam tangan Yuri. Jaehoon mengurungkan niatnya untuk masuk kemudian dia langsung pergi meninggalkan rumah sakit.

“ Yuri-a,Bangulah! Jebal… “, lirih Donghae sambil meneteskan air matanya.

“ Kau tahu, aku tidak bisa hidup tanpamu Yuri-a… Aku merasa hampa tidak ada kau didekatku. Bangunlah Yuri… “, ucap Donghae menghapus air matanya. Namun tetap Yuri belum memperlihatkan tanda – tanda dia akan bangun.

*****

Jaehoon bergegas pergi ke alamat yang dikirimkan oleh anak buahnya. Jaehoon kaget karena alamat itu sudah tidak asing lagi untuknya. Ini adalah alamat kediaman Gayoung, terlihat raut wajah Jaehoon yang mulai memancarkan kemarahan yang luar biasa. Dia menggertakkan giginya lalu keluar dari mobilnya terburu – buru. Setelah berada didepan pintu, Jaehoon mengetuk pintu Apartement itu dengan kasar. Tak berapa lama keluarlah yeoja yang terlihat tersenyum menyeringai atas kedatangan Jaehoon, Gayoung membuka pintunya.

“ Rupanya kau! Kenapa kau datang kesini? kau rindu padaku? “, tanya Gayoung mengeluarkan smirknya.

Kemarahan Jaehoon sudah diubun – ubun, dengan cepat Jaehoon memegang pipi Gayoung menggunakan tangan kanannya dengan keras dan kasar membuat Gayoung kaget.

“ Apa yang kau lakukan? “, tanya Gayoung mencoba melepaskan tangan Jaehoon.

“ Kau? Kau yang menabrak Yuri kan?! “, tanya Jaehoon geram terlihat wajah Gayoung yang kaget namun dia merasa tidak aneh dengan Jaehoon yang bisa mengetahui apapun.

“ Geurau, memangnya kenapa kalau aku yang menabraknya! Kau mau apa?! “, tanya Gayoung menantang.

“ Wae?! Kenapa kau melakukannya?! Yuri tidak salah apa – apa, kau tahu?! “, tanya Jaehoon semakin emosi.

“ Yeoja itu memang tidak salah, karena kau yang salah! Kau yang membuat anakku mati sebelum lahir Lee Jaehoon!!!! “, benatak Gayoung yang mulai mengeluarkan airmatanya.

Jaehoon terdiam mendengar pengakuan Gayoung, tangannya melemas sesaat membuat Gayoung mudah melepaskan diri.

“ Neh, kau telah membunuh anakmu sendiri! Padahal dia belum menginjakkan kakinya didunia “, ucap Gayoung yang mulai terisak.

“ Tapi kenapa kau membalasnya pada Yuri? “, tanya Jaehoon dengan datar tidak menampakan emosinya lagi.

“ Aku hanya ingin kau merasakan apa yang aku rasakan, kehilangan orang yang paling kau cintai. Walaupun anak ini belum lahir tapi aku sangat menyayanginya dan kau, kau telah membunuhnya! “, ucap Gayoung menatap Jaehoon tajam.

Jaehoon tidak dapat berbuat apa – apa lagi. Semua adalah salahnya, dari yang terjadi pada Gayoung, calon bayinya dan juga Yuri yeoja yang sangat dia cintai. Jaehoon meninggalkan kediaman Gayoung dengan penuh penyesalan.

*****

Donghae masih menunggui Yuri di rumah sakit berharap Yuri agar secepatnya sadar. Tiba – tiba Hara masuk dan menyentuh pundak Donghae.

“ Lee Donghae-ssi… Apa anda tidak akan pulang? “, tanya Hara.

“ Aku ingin menemaninya disini “, ucap Donghae sambil menatap Yuri lagi.

“ Kau tahu Donghae-ssi, Nona bilang dia sangat mencintai anda dan Nona percaya bahwa anda bukan orang yang memberitahukannya pada Tuan Lee “,

“ Maksudmu? “, tanya Donghae.

“ Nona, dia tahu anda tidak mungkin melakukan hal itu. Dia hanya tidak tega melihat anda dipukuli saat itu. Makanya Nona memutuskan untuk kembali pada Tuan Lee, itu semua dia lakukan untuk  anda “, jelas Hara.

“ Jinjja?! “,

Flasback

Saat Hara membawa Yuri ke kamarnya, Hara membantu Yuri untuk duduk di tempat tidurnya karena Hara melihat Yuri seperti orang yang kehilangan jiwanya.

“ Nona, kenapa kau kembali? Bukankah Nona lebih memilih untuk tinggal jauh dari Tuan Lee? “, tanya Hara.

“ Aku tidak punya pilihan lain Hara, aku sangat mencintainya. Jika aku tetap bersamanya Lee Jaehoon tidak akan melepaskan Donghae begitu saja “, jawab Yuri dengan tatapan pilu.

“ Donghae? Apa dia namja yang membantu Nona? “

“ Neh, aku pernah bilang padamu aku bertemu seseorang kan? Dia adalah Lee Donghae “, ucap Yuri mencoba tersenyum mengingat Donghae namun tiba – tiba dia menangis membuat Hara memeluknya.

“ Tapi aku tidak bisa bersamanya lagi… hiks… hiks… hiks… aku tidak tega melihatnya terluka karena aku “, isak Yuri sambil memeluk Hara erat.

“ Tenanglah Nona, aku yakin kau pasti akan bertemu dengannya lagi “, ucap Hara mencoba menenangkan Yuri, dia juga ikut merasa kesedihan yang Yuri rasakan.

Flashback End

“ Nona memang orang yang tidak bisa melihat orang yang dia cintai terluka atau menderita, bahkan dia rela untuk mengorbankan dirinya sendiri “, Ucap Hara kini Donghae menatap Yuri lagi dan mengusap keningnya lembut.

“ Kenapa kau melakukan itu Yuri? Aku tidak peduli dengan diriku, karena yang terpenting untukku adalah kebahagianmu. Saranghae… “, ucap Donghae mencium kening Yuri.

“ Lebih baik anda pulang dulu Donghae-ssi karena pakaian anda penuh darah. Aku yang akan menjaganya selama anda pergi “, ucap Hara.

Donghae pun memutuskan untuk pulang karena pakaiannya memang penuh dengan darah Yuri. Sebelum dia pergi dia menatap Yuri dan berharap semoga Yuri akan cepat sadar. Donghae pun meninggalkan rumah sakit dan kembali ke restoran.

*****

Eunseo menunggu Donghae didepan restoran, dan saat dia melihat Donghae dia langsung berdiri dan berlari menghampirinya.

“ Oppa! Ada apa denganmu? Kenapa bajumu banyak sekali darah? “, tanya Eunseo kaget melihat keadaan Donghae.

“ Gwenchana, ini darah Yuri “, ucap Donghae sedih.

“ Yuri?! “,

“ Neh, dia mengalami kecelakaan dan sekarang dia koma di rumah sakit “, ujar Donghae dengan ekspresi bersalah.

“ Dia tertabrak karena ingin menemuiku… “, ucap Donghae sambil menunduk.

“ Dan dia rela menderita hanya untukku… “, sesal Donghae.

Eunseo belum pernah melihat Donghae seperti ini, dia tidak pernah melihat Donghae menangis. Tapi sekarang Donghae menangis karena Yuri, Yuri yeoja yang baru beberapa bulan ini memasuki kehidupannya.

“ Apa kau begitu mencintainya Oppa? “, lirih Eunseo.

“ Aku sangat mencintainya, dia yeoja yang membuat hidupku bahagia dan tanpa dia hidupku terasa hampa “, ucap Donghae seraya menjawab pertanyaan Eunseo padahal dia tidak mendengar apa yang dikatakan Eunseo.

“ Apakah tidak ada tempat untukku di hatimu Oppa? “, tanya Eunseo yang kini mulai terdengar oleh Donghae.

“ Apa maksudmu? “, tanya Donghae.

“ Apa tidak pernah sedikit pun kau menyadari aku mencintaimu? “, tanya Eunseo.

“ Kau mencintaiku? “, tanya Donghae tidak percaya.

“ Kau memang tidak pernah menyadarinya Oppa, bahkan setelah ada Yuri kau semakin tidak menyadari perasaanku padamu. Mianhae Oppa, akulah yang memberitahu keberadaan Yuri pada tunangannya dan memakai namamu “, ucap Eunseo tersenyum getir.

“ Mwo?!!! “

“ Kupikir Yuri telah membohongimu makanya aku memberitahukannya pada tunangannya “,

“ Dia tidak pernah berbohong padaku, hanya saja dia tidak ingin menceritakannya padaku “, ucap Donghae yang sebenarnya merasa marah sekarang namun Eunseo juga tidak bersalah karena dirinya lah yang membuatnya seperti ini.

“ Apa kau membenciku, Oppa? “, tanya Eunseo.

“ Ani, aku tidak membencimu. Aku membenci diriku sendiri “, ucap Donghae dingin.

“ Mianhe Oppa… “, ucap Eunseo sambil memeluk Donghae dari belakang.

“ Gwenchana, aku tahu ini bukan salahmu. Tapi mianhae karena aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku sudah menganggapmu sebagai Dongsaengku sendiri “, ucap Donghae sambil berbalik membalas pelukan Eunseo.

“ Mian Oppa… “

“ Kau pasti mendapat namja yang baik untukmu Eunseo-a “, ucap Donghae melepaskan pelukannya.

Eunseo hanya menangis, menyesali apa yang telah dia perbuat. Apapun yang dia lakukan tidak akan membuat Donghae menjadi miliknya. Itulah yang ada dipikirannya sekarang.

*****

Sudah seminggu Yuri masih belum sadarkan diri, Donghae sering menjenguknya bahkan menungguinya semalaman. Jaehoon juga sama hanya saja Jaehoon tidak pernah menginap di rumah sakit. Dia hanya datang melihat keadaan Yuri dan balik lagi ke kantornya. Hara yang selalu setia disamping Yuri pun terus berdoa agar Yuri cepat sadar dan sehat kembali. Hari ini Donghae tidak bisa ke rumah sakit karena dia harus membantu Jinhyuk yang kembali membuka restorannya, beberapa hari ini Donghae hanya menemuinya dimalam hari sampai pagi. Sebenarnya Jinhyuk mengijinkan Donghae agar menunggu Yuri di rumah sakit tapi Donghae tidak melakukannya. Jaehoon juga sedang sibuk dengan pekerjaannya, biasanya siang atau pagi sebelum ke kantor dia menyempatkan diri untuk melihat Yuri. Hanya Haralah yang berada disamping Yuri. Tiba – tiba datang seorang namja dengan pakaian jas rapi berwarna hitam yang dipadukan dengan kemeja biru tua. Hara yang kaget langsung berdiri menatap orang itu.

“ Permisi, anda siapa? “, tanya Hara namun namja itu hanya berjalan dan memandangi wajah Yuri yang masih terbaring tak sadarkan diri.

“ Dia masih cantik seperti dulu “, guman orang itu membuat Hara menatapnya heran.

“ Apa yang anda inginkan disini? “, tanya Hara lagi.

“ Aku akan membawanya untuk berobat ke New York “, ucap orang itu membuat Hara kaget.

“ Neh?! “

“ Kau tenang saja, aku yakin dia akan sembuh setelah mendapatkan pengobatan disana “,

“ Tapi Anda siapa? Anda tidak berhak membawa Nona pergi tanpa ijin dari Tuan Lee “, ujar Hara.

“ Tuan Lee? Justru dia yang tidak berhak memberikan ijin padaku atau tidak. Karena dia bukan siapa – siapa untuk Yuri “, jawab orang itu yang masih dengan wajah tenangnya.

“ Kalau kau ingin ikut, ikutlah karena hari ini juga aku akan segera membawanya “,

“ Neh?! “

“ Tapi bagaimana dengan… “, belum Hara bicara dia sudah memotongnya.

“ Kau tidak usah khawatir, aku sudah menyiapkan semuanya. Sekarang bersiap – siaplah! “, ucap Namja itu membuat Hara tidak punya pilihan lagian tidak mungkin Hara membiarkan Yuri dibawa oleh Orang asing tanpa tahu siapa orang asing itu.

“ Baiklah saya akan ikut anda “, putus Hara.

“ Geurae, bersiap – siaplah kau tidak usah membawa pakaianmu. Kita akan langsung berangkat “, ucap namja itu dan Hara pun mengangguk.

*****

Donghae pergi ke rumah sakit seperti biasanya. Dia membawakan bunga mawar putih untuk Yuri. Terlihat senyumannya yang mengembang menghiasi wajahnya. Dia tak sabar untuk melihat Yuri walaupun dia tahu Yuri belum sadar dari komanya. Saat Donghae membuka pintu kamarnya senyumannya tiba – tiba menghilang karena kamar itu sudah kosong hanya terlihat seorang perawat yang sedang membersihkannya.

“ Suster, kemana pasien di ruangan ini? “, tanya Donghae.

“ Oh Nona Kwon, dibawa pulang oleh seorang namja “, jawab Suster.

“ Namja? Tapi bukankah dia masih koma? “, tanya Donghae.

“ Neh, tapi katanya Nona Kwon akan di bawa untuk pengobatan ke New York “,

“ Mwo? New York? “,

Donghae pun pergi kekediaman Jaehoon dengan wajah emosi. Dia merasa kalau Jaehon ingin memisahkannya lagi dengan Yuri. Semenjak Yuri masuk rumah sakit, Donghae berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak meninggalkan Yuri apapun yang terjadi. Donghae mengetuk pintu rumah itu kasar tak lama keluarlah seorang pelayan yang membukakan pintu.

“Dimana Jaehoon?! “, tanya Donghae dengan emosi yang sudah tidak bisa dia tahan.

“ Tuan Lee belum pulang “, jawab pelayan itu takut melihat raut wajah Donghae.

“ Jangan bohong! Aku tahu dia didalam kan?! “, tanya Donghae dengan nada tinggi.

“ A…Anio Tuan, Tuan Lee memang belum pulang “, jawab pelayan itu.

“ Ada yang kau inginkan disini? “, tanya Jaehoon yang baru saja pulang membuat Donghae membalikkan tubuhnya.

Donghae segera menghampiri Jaehoon dan langsung mencekram kerah baju Jaehoon.

“ Apa – apan kau ini?!!! “, tanya Jaehoon sambil mencoba melepaskan tangan Donghae.

“ Dimana Yuri?! Dimana kau sembunyikan dia?!!!HUH?!! “, bentak Donghae membuat Jaehoon menatapnya heran.

“ Yuri?! Apa maksudmu?! Bukankah dia masih dirumah sakit?! “, jawab Jaehoon bingung dia memang tidak tahu apa yang dimaksud Donghae.

“ Aish! “,

Bukkk!!!!

Donghae memukul wajah Jaehoon membuat Jaehoon tersungkur.

“ Jangan pura – pura bodoh! Aku tahu kau menyembunyikannya kan?!!! “, bentak Donghae lagi.

“ Ya! Aku tidak mengerti apa maksudmu! Aku tidak menyembunyikan Yuri! “, bentak Jaehoon yang tidak terima atas perlakuan Donghae.

“ Kau sengaja ingin memisahkan kami, iya kan?! “

“ Ya! Lee Donghae, apa yang sebenarnya kau bicarakan?! Aku memang tidak suka kau bersama Yuri tapi aku tidak pernah menyembunyikannya “, ucap Jaehoon.

“ Lalu selain kau, siapa lagi yang akan membawanya pergi, Huh?! “,

Jaehoon masih bingung dengan Donghae, membawa Yuri pergi? Bagaimana mungkin dia membawa Yuri pergi sedangkan dia sendiri belum menjenguknya hari ini?

“ Jakkaman! Membawanya pergi?! Aku masih bingung! “, ujar Jaehoon seraya bangkit.

Donghae menatap wajah Jaehoon yang menampakkan kebingungan. Apa benar dia tidak membawa Yuri? Lalu siapa lagi yang melakukannya?

“ Jadi kau tidak tahu Yuri dibawa seseorang dari rumah sakit? “, tanya Donghae yang mulai menurunkan emosinya.

“ Yuri dibawa seseorang? “, tanya Jaehoon.

“ Neh, tadi aku kerumah sakit dan ruangannya kosong “,

“ Mwo?!!! Bagaimana bisa?!!! “, tanya Jaehoon kaget.

“ Apa kau benar – benar tidak tahu? “, tanya Donghae menatap Jaehoon tajam.

“ Kalau aku tahu aku tidak mungkin bertanya padamu! “, jawab Jaehoon yang sama menatap Donghae tajam.

“ Kalau bukan kau lalu siapa lagi? Bukankah Yuri tidak punya saudara lagi di Korea? “, tanya Donghae yang masih tetap menuduh Jaehoon.

“ Dari pagi aku hanya mengurus urusan kantor dan aku belum sempat untuk menjenguknya “, ujar Jaehoon jujur.

Akhirnya Donghae pun memutuskan untuk meninggalkan rumah itu, walau hatinya masih tidak percaya dengan Jaehoon tapi melihat ekspresi Jaehoon yang benar – benar tidak tahu membuatnya merasa percuma. Jaehoon yang mencoba menghubungi Hara namun hasilnya nihil berulang kali dia mencobanya tetap saja tidak ada jawaban.

“ Apa yang terjadi dengan mereka? “, tanya Jaehoon dalam hatinya.

*****

Sudah setahun berlalu Donghae dan Jaehoon tidak mendapatkan kabar dari Yuri. Bahkan Jaehoon pun sudah mengerahkan seluruh bawahannya untuk mencari tahu keberadaan Yuri, tapi Yuri dan Hara bagaikan ditelan bumi. Akhirnya Jaehoon menyerah, dia pun sepenuhnya menyadari jika Yuri masih hidup pun tetap dia tidak mungkin memilikinya. Dan Jaehoon memutuskan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Gayoung dengan mencoba menerima Gayoung dalam hatinya walau sampai kapanpun Yuri akan selalu mengisi relung hatinya. Gayoung menyesali perbuatannya pada Yuri, seandainya saja dia masih bisa bertemu Yuri mungkin dia akan berlutut dan meminta maaf karena bagaimana pun Yuri bukan orang yang patut disalahkan atas semua yang terjadi pada hidupnya.

Bagaimana dengan Eunseo?

Eunseo tidak bisa berbuat apa – apa justru dia merasa bersalah karena melihat Donghae menderita. Melihat kehidupan Donghae yang seperti berharap sesuatu yang tidak pasti menantikan seseorang yang dicintainya. Eunseo hanya bisa berdo’a semoga Donghae bisa seperti dulu walau bukan bersamanya.

Bagaimana dengan Donghae?

Donghae masih menunggu kabar tentang Yuri, walaupun dia tidak punya ide kemana dia harus mencarinya. Tapi satu hal yang Donghae percaya cintanya dan Yuri masih bisa dia jaga sampai kapanpun. Donghae pun mulai memperdalam fotografinya lagi yang sempat tertunda. Dia percaya dengan apa yang dikatakan Yuri saat pertama kali mereka bertemu.

“ Neh, tapi suatu hari nanti aku pasti bisa menjadi seorang fotografer “, kata Donghae optimis.

“ Mungkin, karena kulihat dari foto – fotomu kau punya bakat “, kata Yuri yang membuat Donghae senang.

Dan kemudian Donghae juga mengingat kata – kata terakhir Yuri saat mereka berpisah pertama kali.

“ Jika takdir mengijinkannya, mungkin kita akan bertemu kembali “,

Dan Donghae percaya takdir akan membawanya pada Yuri, yeoja yang sangat dia cintai melebihi apapun.

*****

 Donghae sedang membereskan seluruh pakaiannya, saat dia memasukan pakaiannya ke dalam tas tiba – tiba sebuah foto jatuh ke lantai. Donghae mengambil foto itu dan ternyata itu adalah foto Yuri yang dia ambil saat pertama dia bertemu dengan Yuri disungai Han.

“ Yuri-a, apa kau baik – baik saja disana? Kuharap takdir masih berpihak pada kita “, gumam Donghae menatap foto itu.

“ Donghae, apa kau yakin akan pergi ke New York? “, tanya Jinhyuk menghampiri Donghae sekaligus membuyarkan lamunan Donghae.

“ Ini impianku Hyung, aku yakin aku bisa memulainya dengan kompetisi ini “ jawab Donghae sambil tersenyum dan menruskan kegiatannya.

“ Apa kau masih mengingat Yuri? “, tanya Jinhyuk membuat Donghae tersenyum.

“ Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya Hyung, dia adalah belahan jiwaku? “, Jawab Donghae.

“ Kau ini sungguh tergila – gila dengannya “, goda Jinhyuk membuat Donghae terkekeh.

“ Neh, aku memang gila karenanya “, setuju Donghae.

“ Geurae, sebenarnya aku sedih kau pergi. Bagaimanapun juga aku sudah menganggapmu sebagai Dongsaengku “, ucap Jinhyuk yang sepertinya berat merelakan Donghae.

“ Kau juga sudah kuanggap Hyungku sendiri  “, kata Donghae membuat Jinhyuk memeluknya erat.

“ Gomawo, sudah mengijinkan aku tinggal disini “, ucap Donghae sambil menepuk pundak Jinhyuk.

“ Kau harus baik – baik disana ya. Jangan lupa memberi kabar padaku! “, ujar Jinhyuk yang tak kuasa menahan tangisnya.

“ Tenang saja Hyung, pasti! “, ucap Donghae sambil melepaskan pelukannya.

“ Oppa! “, panggil Eunseo di depan pintu membuat Donghae menoleh kepadanya.

“ Apa kau benar – benar akan pergi meninggalkanku dan Jinhyuk Oppa? “, tanya Eunseo.

“ Mianhae. Eunseo-a, tapi inilah jalan yang harus aku ambil “, jawab Donghae sambil tersenyum.

“ Aku pasti merindukanmu Oppa! “, ucap Eunseo yang langsung memeluk Donghae dan dia pun tidak kuasa menahan tangisnya.

“ Aku juga. Berjanjilah kau akan menemukan namja yang baik saat aku kembali. Neh! “, ujar Donghae membalas pelukannya, Eunseo pun menganggukan kepalanya.

“ Jika kau bertemu dengan Kwon yuri, sampaikan maafku padanya ya Oppa “, ucap Eunseo saat Donghae melepas pelukannya.

“ Neh, tentu “, Ucap Donghae sambil mengacak rambut Eunseo pelan.

Donghae pun pamit menuju bandara. Sebenarnya Donghae pergi ke New York untuk mengikuti kompetisi Fotografer, awalnya dia tidak berniat ikut namun dia teringat suster yang bekerja di rumah sakit tempat Yuri dirawat, bahwa seseorang membawa Yuri untuk berobat ke New York. Maka dari itu Donghae meyakinkan dirinya untuk mengikuti kompetisi itu berharap dia bisa bertemu Yuri disana.

“ Pesawat menuju New York akan segera take Off, bagi para penumpang silahkan memasuki kabin pesawat!!! “,

Terdengar panggilan dari pusat informasi tentang pesawat menuju New York. Donghae pun bersiap – siap menuju pesawatnya dengan meenggenggam foto Yuri di tangannya.

*****

Saat Donghae menaiki pesawat ternyata disampingnya sudah ada seorang namja yang berpakaian jas abu dengan kemeja putih.

“ Joseowamida “, ucap Donghae yang menyimpan tasnya di bagasi atas.

Tanpa sengaja foto Yuri yang dia pegang tadi jatuh sehingga namja disampingnya mencoba mengambilnya. Namja itu terpaku melihat foto di tangannya.

“ Apa ini milikmu? “, tanya namja itu sambil menyodorkan foto itu pada Donghae yang sudah duduk disampingnya.

“ Ah, neh. Kamshamida “, ucap Donghae sambil tersenyum.

“ Apa dia yeojacingumu? “, tanya namja itu.

“ Hmmm… dulu setahun yang lalu sebelum dia menghilang “, jawab Donghae.

“ Menghilang? “ tanya namja itu.

“ oh bukan apa – apa “, ucap Donghae.

“ Kau sendiri yang memotretnya? “, tanya namja itu lagi.

“ Neh “,

“ Kau suka fotografi? “

“ Neh, awalnya hanya hobi tapi lama – kelamaan aku menikmatinya “,

“ Geurae, hasilnya bagus! “ puji namja itu.

“ Kamshamida “,

“ Oia aku Kwon Jiyong “ , namja itu memperkenalkan diri.

“ Lee Donghae “, jawab Donghae sambil berjabat tangan, Jiyong pun tersenyum pada Donghae.

*****

Setelah pesawat lepas landas Jiyong dan Donghae pun berpamitan.

“ Senang bertemu denganmu Donghae-ssi “, ucap Jiyong.

“ Neh, nadoo “, jawab Donghae dan mereka pun berjalan berlawanan arah.

Donghae mencoba mencari alamat temannya saat kuliah yang tinggal di New York. Dia mengetahuinya karena temannya itu yang memberitahu ada kompetisi fotografi di New York. Setelah cukup lama mencari akhirnya Donghae menemukannya dia pun mengetuk pintu sebuah rumah yang berbentuk seperti apartement. Keluarlah seorang namja tinggi dari rumah itu.

“ Lee Donghae! “, ucap namja itu.

“ Neh, naya Choi Siwon “ dan merekapun berpelukan satu sama lain.

“ Wah sudah lama sekali ya kita tidak bertemu, ayo masuk! “, ajak Siwon pada Donghae.

“ Neh, sudah hampir 2-3 tahun “, jawab Donghae.

“ Berapa lama kau akan di New York? “, tanya Siwon.

“ Mungkin 2-3 minggu sampai kompetisi itu berakhir, kau tidak keberatan kan? “, jawab Donghae.

“ Tentu saja tidak, kapan pengumuman pemenangnya? “, tanya Siwon.

“ Pengumumannya mungkin sekitar 2 minggu lagi “,

“ Wah sebentar lagi impianmu bakal tercapai! “

“ Neh, moga saja “,

“ Istirahatlah, mianhae aku tidak bisa menemanimu jalan – jalan. Kau tahu aku harus bekerja kan? “, ucap Siwon.

“ Gwenchana, lagian aku tidak ingin merepotkanmu “,

“ Good Luck, bro! “

Siwon pun pergi meninggalkan Donghae. Setelah Donghae tinggal beberapa hari dengan Siwon, hari ini dia memutuskan untuk jalan – jalan lagian sekarang masih sore dan di rumah pun tak ada Siwon. Donghae berjalan menyusuri kota New York seorang diri. Dia pun membawa kameranya sambil memotret apa yang menurutnya menarik. Sampailah Donghae Central Park yang merupakan taman terbesar di tengah kota New York. Saat Donghae memotret kesembarang arah dia menangkap sosok seseorang yang sepertinya dia kenal. Donghae melepaskan kameranya dan memperjelas penglihatannya. Donghae mencoba mendekati perlahan – lahan orang yang duduk di rerumputan sambil membaca sebuah buku. Setelah dekat Donghae manatap orang itu membuat orang itu balik menatap Donghae.

“ Excuse me? “

“ Yuri… “, lirih Donghae.

“ Who are You? “,

“ Kau Kwon Yuri? “,

“ How do you know my name? “, ujar Orang yang pastinya itu seorang yeoja sekarang berdiri dihadapan Donghae.

“ Kau Kwon Yuri, aku yakin kau itu Yuriku ! “ Donghae langsung memeluk yeoja itu membuat yeoja itu kaget.

“ Bogosipheo! “ ucap Donghae memeluknya semakin erat.

Yeoja itu memang Kwon Yuri tapi dia tidak ingat dengan Donghae dan masa lalunya. Namun walaupun Yuri merasa heran dan bingung dengan namja ini tapi kenapa Yuri merasakan ketenangan dan ketentraman saat berada dipelukannya.

“ Syukurlah aku bisa bertemu denganmu lagi, aku yakin takdir mempertemukan kita lagi “, senang Donghae.

Yuri masih memandangi wajah namja asing ini setelah dia melepaskan pelukannya, namun di kepalanya muncul bayangan – bayangan yang tiba – tiba membuat kepalanya pusing.

“ Aw! My Head! It’s Hurt “ , ucap Yuri memegang kepalanya.

“ Yuri-a, Gwenchana?! “, tanya Donghae panik.

Saat Yuri masih merasakan sakit dikepalanya tiba – tiba Hara datang.

“ Miss Yuri, it’s time to go home “, ucap Hara namun Hara kaget melihat Donghae sedang memegang tubuh Yuri.

“ Lee Donghae-ssi! “, ucap Hara kaget.

“ Yuri bangun! Bangun yuri! “, panggil Donghae yang mendapati Yuri pingsan dipelukannya.

“ Nona! “, panggil Hara.

“ Kita bawa ke rumah sakit sekarang Donghae-ssi! “, ucap Hara dan Donghae pun menggendong Yuri.

Dan merekapun pergi ke rumah sakit terdekat untuk memeriksa keadaan Yuri.

*****

Setelah cukup lama akhirnya Dokter keluar dari tempat perawatan Yuri.

“ How is her condition, Doctor? “, tanya Hara cemas.

“ She is fine but She tried too hard to remember her past “, ucap Dokter.

“ It’s better if you two let her take rest  “, ucap Dokter lalu pergi meninggalkan Donghae dan Hara.

“ Hara-ssi, sebenarnya apa yang terjadi dengannya? “, tanya Donghae penasaran.

“ Dia mengalami hilang ingatan setelah sadar dari komanya 6 bulan yang lalu…. “ jawab Hara.

“ Hilang ingatan? “,

Dan Hara pun menceritakan semuanya pada Donghae apa yang terjadi selama setahun yang lalu dan sampai sekarang. Saat mereka sedang bercerita tiba – tiba datanglah seorang namja yang berlari dengan wajah paniknya.

“ Hara, bagaimana Yuri? Dia baik – baik saja kan? “, tanya namja itu yang sepertinya Donghae kenal.

“ Jiyong-ssi? “

“ Donghae-ssi? “

Dan mereka pun berbicara tentang siapa Jiyong sesungguhnya dan apa hubungannya dengan Yuri.

“ Jadi kau sepupunya? “, tanya Donghae.

“ Neh, aku membawanya dulu karena aku tahu Jaehoon memaksanya untuk menikahinya. Dan aku berniat menjauhkannya dari Jaehoon “, ucap Jiyong.

“ Sebenarnya aku ingin memberitahu padamu yang sejujurnya dipesawat, tapi aku mengurungkan niatku untuk melihat apakah kau masih mencintainya atau tidak. Dan aku tidak mengira kalian dipertemukan sendiri oleh takdir  “, ujar Jiyong.

“ Jadi kau sudah tahu aku? “

“ Neh, saat kau menjatuhkan foto Yuri “,

“ Hara juga sudah memberitahuku tentangmu namun aku masih tidak percaya padamu “ kekeh Jiyong.

“ Lalu sekarang? “, tanya Donghae.

“ Molla, kita lihat nanti setelah Yuri sadar “, jawab Jiyong sambil tersenyum.

*****

“ Oppa! “ panggil Yuri saat Jiyong masuk kekamarnya.

“ Are you Ok? “,  Yuri menganggukkan kepalanya.

“ Don’t force your head to remember anything. Arraseo! “,

“ Arraseo Oppa! “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Nona “, panggil Hara memang jika di rumah atau bukan diluar mereka berbicara dengan bahasa Korea.

“ Gomawo, Hara. Kau selalu ada untukku “, ucap Yuri namun senyum Yuri menghilang saat dia melihat Donghae dibelakangnya.

“ Yuri, berbicaralah dengannya “, ucap Jiyong.

“ Dia siapa Oppa? “, tanya Yuri penasaran karena sebelum pingsan terakhir kali dia melihat wajah itu.

“ Nanti juga kau akan tahu “, jawab Jiyong sambil tersenyum.

Yuri hanya mengangguk dan akhirnya kini tinggal Yuri dan Donghae yang ada diruangan itu.

“ Gwenchana? “, tanya Donghae.

“ Neh, apa kau yang membawaku kesini? “, Donghae mengangguk.

“ Apa kau dari masa laluku? “,

“ Hmm “, Donghae kembali mengangguk.

“ Bisakah kau memelukku lagi? “

“ Huh?! “

“ Aku ingin meyakinkan diriku… jebal…“ Donghae pun mengangguk dan menghampiri Yuri lalu memeluknya erat.

“ Aku merasa tenang dan damai…. “,

“ Apa kau tidak ingat sekali padaku? “ tanya Donghae.

“ Anio, tapi… aku bisa merasakannya bahwa kau pernah menjadi orang yang terpenting dalam hidupku “, ucap Yuri semakin mendalami pelukannya , Yuri mencoba mendengarkan detak jantung Donghae yang seirama dengan detak jantungnya.

“ Aku sangat merindukan moment seperti ini “, bisik Donghae.

“ Gomawo, kau masih tetap mencintaiku sampai sekarang. Walaupun aku tidak ingat masa laluku tapi aku yakin masa depan nanti kau akan selalu ada di kehidupanku “,

“ Tentu saja, aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Saranghae! “, ucap Donghae sambil mencium puncak kepala Yuri.

“ Haaaah…. aku tidak usah repot – repot menyusul dan mencarinya ke Korea, ternyata dia yang datang sendiri kesini “, ucap Jiyong yang melihat Yuri dan Donghae dari luar.

“ Neh, Nona pasti bahagia sekarang! Karena sudah terlalu lama dia menderita, mereka berhak untuk bahagia “, ujar Hara yang juga ikut tersenyum.

Apapun yang terjadi! Seberat apapun cobaan mereka hadapi, jika takdir sudah menyatukan mereka hal itu tidak dapat diubah. Cinta yang tulus memberi mereka kekuatan untuk terus menghadapi cobaan dan rintangan yang menghadang. Itulah takdir yang mereka miliki yaitu bersama dan bahagia.

~~~~ The End ~~~~

Part terakhir ini, mungkin terkesan ngebut soalnya author lagi sutck ide jadi author udahin saja ff yang ini. Mian kalau kecewa heheh ^^v Readers tercinta jangan lupa Don’t Siders!!! Don’t Plagiator!!! Don’t forget RCL😛

Saranghaeyo!!!!!! ^____^

See You All ^_-

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

40 thoughts on “(Sequel Love First sight) Run Away To You End

  1. Author korban sinetron yah? Kkk
    tapi tetep bagus lah😀
    cpet bgt end? Tpi gpp lh dri pd nganggur aja ff ny belum di next
    cause him 15 di tunggu thor😉

  2. bingung mau komen darimana,, baca yg mana duluan. cuz author sering update hehe tp aku suka😄
    aku baca dr awal smpe ending woahhhh YulHae ;D suka karakter yuri yang polos2 gimnaaaaa gitu plus ada nc nya muahaha aplagi yuri sma donghae di kehidupan nyata deket bgt dr awal debut ^^
    terusss update n lanjut biikin ff thor YulHae, KyuRi dll \(^-^)/ #jiwasemuashipperdgnyurikumat

  3. End ?? End ??
    Yaaaahhhh,, masih pengen lanjut..Haaha
    Akhirnya donghae sama yuri bersatu,, meskipun yuri harus berusaha biar dia inget donghae sepenuhnya dimasa lalu..
    Jaehoon kasian juga ditinggal yuri,, tpi untung masih ada gayoung,,
    Tapi kurang puas ah thor..soalnya yuri belum inget bener sama donghae..
    Sequel lagi dong,,

  4. Ceritanya bagus chingu ^_^
    Hehehehe
    Aku kirain ntik ceritanya siwon sama yuri teman terus akhirnya ketemu sama donghae hehehehe😀
    Semangat bikin ffnya chingu😀
    Di tunggu ff selanjutnya chingu ;D

  5. Huuua (╥﹏╥) endingkah? Epilog dong eonnie.. Jebal, oneshoot ajah, spesial YulHae moment, kesian endingnya Yul nggak ingat Donghae.. *tapiterserahautorsih* hehe

    Perjuangan Yulhae bener-bener deh ( ื▿ ืʃƪ)
    Nice FF.. ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ

  6. Happy endng,,tp krang puaz thor
    .,bkin sequel lgi thor
    ,,,buat yuri ingt 5 Donghae,truz mrka bza brsatu,,,,,,
    Yg cause him chap 15 dtunggu thor,,,,

    #keep writing

  7. ga nyangka udah end aj ni eon…
    alurnya agak kcepetan sih,tp akhirnya happy ending jg…
    cuma kasian eon,yuri nya ga inget donghae…
    tp gpp deh eon,memori di otak bisa ilang tp di hati ga bkal ilang…wkwkwk
    ditunggu ff yulhae slnjutnya ya eon, yg pstinya cause him nya jg

  8. wahhhhhh daebak alhamdulilah banget berakhir happy ending. terharu + bahagia rasanya. daebak thor!!! keep wraiting!!^^

  9. Waaa keren”.. Tp sayang yuri ny belon inget bener sama hae. Ehmm mungkin ingg ny aja x ya mesti dipratiin, sama alur d akir kecepetan gak si thor? Tp smuany yg laen” okeh punya deh😀

  10. Uwaa… akhirx selesai jg. ceritax keren bgt thor, kiraen yuri sm donghae bkalan mati brdua trnyt akhrx happy ending.
    dtungg ffx yg laen y… fighting!!!

  11. cuma sampe chapter 5 doang ternyata ya eon, kirain bakal panjang eon. tapi kok endingnya udah kebaca eon bakal kaya gitu. soalnya ini kaya drama korea banget hihihhihi😀. tapi after all ini bagus kok eon eon. semangaaaattt😀

  12. Baru nyadar itu jaehoon fashion kingkan
    Hahaha likr this yo like this jaehoon ny kasian
    Ypi gpp deh obat galau krna fashion king hahaha

  13. Ya eonn agak terburu”… Kurang greget gitu… Heheh tpi tak apa ttp bgus kok… Dan happy ending pastinya… ^^

  14. rasanya ya eon .. gak pengen end ini cerita , pengennya di lanjutin sampe jd kakek nenek …. heheheh
    daebak daebak😀

  15. Pas baca castnya kaget jga ada nama ‘Choi Siwon’. Awalnya aku kira Siwon oppa itu jg suka sama Yuri eonni dan Siwon oppa yg bawa Yuri eonni ke New York.

    Ternyata eh ternyata ada Jiyong oppa yg jd sepupu Yuleon. Aduh seneng bgt deh klo ff yg berhubungan dgn Kwon siblings. Kwon Yuri and Kwon Jiyong! Jjang!!!

    Siwon oppa ternyata cuma nyempil, hehehe.

    Seneng akhirnya happy ending, tp karna Yuleon hilang ingatan jd rasanya nyesss gmn gtu, walau happy ending. Hehe

    Kwon Siblings Jjang!
    YulHae Jjang!
    KYURI JJANG!!! (Padahal ga ada kyuri di ff ini #plak)
    Kyulhae Saranghae!
    Midah Eonni Hwaiting!!!

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s