Posted in Dramalife, Family, Fanfiction, Romance

Cause Him chapter 14

Cause him 14 copy

Author                  : Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                     : Cho Kyuhyun, Super Junior

Kwon Yuri, SNSD

Other cast           : Im Yoona, SNSD

Nickhun, 2PM.

Choi Siwon, Super Junior

Lee Donghae, Super Junior

Lee EUnhyuk, Super Junior

SNSD

Super Junior

Lenght              : Chapter

Genre              : Family, Dramalife, Romace, Love, Accident sisanya katagoriin sendiri ya ^^

Rated              : +17

Disclaimer      : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Ceritanya pure hasil imajinasi author yang koplak. Jadi Don’t bashing! Don’t Plagiat! Don’t be siders! Baca dulu baru comment.” Sepatah kata atau dua patah kata lebih baik daripada tidak sama sekali “ ^^ Mian klo masih ada Typo, Typo is art hehehe J untuk masalah karakter Mohon jangan dibash karena ini hanya ada dalam cerita saja. Jika tidak suka Pairingannya atau karakter tokohnya lebih baik pikir – pikir dulu deh sebelum baca yak!

 Leave a Comment After Read!!!!!

Happy Reading !!!! ^__^

Dua hari lagi Yuri dan Kyuhyun akan melangsungkan pernikahannya, namun hati Yuri terasa galau sekarang. Kenapa? Yuri masih mempertanyakan perasaannya pada Kyuhyun. Walau bayi ini menjadi alasan utama tapi Yuri masih butuh keyakinan agar dia tidak menyesali di kemudian hari. Yuri masih larut dalam lamunannya, tanpa dia sadari Yoona datang ke kamarnya.

“ Yul “, panggil Yoona membuat Yuri menoleh.

“ Oh kau Yoong, kapan kau masuk? “, ujar Yuri sambil senyum.

“ Baru saja, memangnya kau tidak menyadariku apa? “, tanya Yoona sambil cemberut.

“ Mian, aku sedang memikirkan sesuatu “,

“ Memikirkan apa? Pasti pernikahanmu lusa nanti  ya? “, tebak Yoona.

“ Neh, tapi aku tidak tahu kenapa hatiku rasanya bimbang Yoong “, ucap Yuri.

“ Bimbang? Maksudmu? “, tanya Yoona tidak mengerti.

“ Molla, apakah pernikahan ini bisa berjalan lancar walau tanpa cinta? “, curhat Yuri.

“ Tanpa cinta? Maksudmu kau tidak mencintainya? “,

“ Aku juga bingung dengan perasaanku sendiri padanya “,

“ Aish! Kenapa kau bimbang disaat pernikahanmu dilaksanakan lusa, huh?! “, tanya Yoona kesal.

“ Mau gimana lagi, perasaan itu muncul tiba – tiba “, elak Yuri yang memang tidak tahu mengapa dia seperti itu.

“ Terus kau mau membatalkannya sekarang? “, tanya Yoona.

“ Mwo?!!! Mana mungkin aku melakukan itu?!!! Lagian orang tua kami sudah menyiapkan semuanya “, ujar Yuri dengan nada tinggi.

“ Kau ini sungguh membingungkan, Yul “, ucap yoona pasrah.

*****

Aish! Bagaimana bisa dia seperti ini? Masa pernikahannya besok lusa, dia masih bimbang juga? Sepertinya aku harus berbuat sesuatu. Tapi apa ya? Aku pun pergi meninggalkan rumah Yuri sambil berpikir untuk membantunya. Tapi menurutku Kyuhyun namja yang baik, walaupun kesan awal dia membuatku muak. Tapi melihat perhatiannya pada Yuri, kurasa dia sangat mencintai Yuri. Ah… aku minta bantuan pada Siwon , Donghae dan Eunhyuk saja sekalian Nickhun Oppa juga kuajak. Aku mulai menelepon Nickhun Oppa untuk bertemu di Apartement Siwon karena baru saja aku sudah berjanji untuk bertemu dengan Siwon. Setelah sampai aku menunggu Nickhun Oppa sebelum masuk apartement Siwon.

“ Yonna-a! “, panggil Nickhun Oppa saat dia sudah sampai.

“ Oppa, kau sudah datang? “ ucapku kemudian dia memelukku.

“ Wae geurae? Kenapa tiba – tiba kau menyuruhku ke apartement Siwon? “, tanya Khun Oppa padaku.

“ Nanti saja aku jelaskan setelah kita masuk! “, ucapku dan kami pun menuju lantai Apartement Siwon.

Dan ternyata disana semuanya sudah berkumpul dan aku pun ikut bergabung bersama mereka.

“ Ada apa Yoona? Kenapa kau memanggil kami semua kesini? “, tanya Donghae padaku.

“ Aku ingin meminta bantuan kalian! “

“ Bantuan apa? “, tanya Siwon.

Aku menjelaskan semuanya tentang maksudku pada mereka, dan aku ingin membantu Yuri untuk meyakinkan dirinya karena lusa adalah hari yang penting untuknya.

“ Jadi kau mau kita semua membantumu? “, tanya Eunhyuk.

“ Tentu saja, bukankah kalian sahabatnya Kyuhyun? “, ujarku dan mereka pun mengangguk.

“ iya, tapi bagaimana caranya? “, tanya Donghae.

“ Donghae benar Yoona, apa yang akan kamu lakukan? “, tanya Nickhun Oppa dan aku pun mulai berpikir.

“ Ah… aku ada ide! “, ucapku lalu mereka semua menatapku. Aku pun membisikkan rencanaku pada mereka.

“ Kurasa itu ide yang bagus! “, ucap Eunhyuk lalu dijawab anggukan dari semuanya. Aku pun tersenyum senang. Semoga ini bisa membantumu Yul.

*****

Kyuhyun dalam perjalanan ke rumah Yuri, dia baru saja menghadiri perkenalan dirinya di kantor Appanya yang ada di Seoul. Kyuhyun memang sudah berpikir untuk menerima tawaran Appanya, membayangkan melihat keadaan Yuri dan bayinya nanti. Jika dia tidak bekerja, mau menghidupi mereka bagaimana nantinya? Kalau pun dia punya warisan harta orang tuanya, tapi menurutnya hasil kerjanya sendiri akan lebih bermakna baginya dan juga Yuri. Kyuhyun menyetir dengan sedikit lelah, karena dia memang kurang tidur semalaman. Dia berpikir keras bagaimana cara berbicara didepan seluruh karyawan dan dewan direksi. Padahal lusa dia menikah, tapi hari ini dia masih mengurusi kantor Appanya. Ponsel Kyuhyun berbunyi, saat Kyuhyun melihat pemanggilnya dia heran karena tidak biasanya Siwon meneleponya jam segini. Kyuhyun pun mengangkat teleponnya.

“ Yoboseyo? “, sapa Kyuhyun.

“ Kyu, kau dimana sekarang? “, tanya Siwon diseberang sana.

“ Aku sedang diperjalanan ke rumah Yuri, wae? “,

“ Bisakah kau ke apartementku sekarang?”,

“ Untuk apa? “

“ Ada sesuatu yang ingin aku dan yang lain bicarakan “,

“ Tumben sekali “,

 “ Cepatlah kemari, aku tunggu ya “, ucap Siwon.

“ Geurae, tapi… “, sebelum Kyuhyun mengatakan sesuatu pada Siwon tiba – tiba dia melihat orang menyeberang membuatnya kaget dan dengan panik langsung membantingkan mobilnya sehingga,

Ckiiiiitttttt!!!! Suara ban mendecit karena Kyuhyun menginjak remnya kuat namun tetap saja.

Bruaaakkkk!!!!

Mobil Kyuhyun menabrak pohon, kepala Kyuhyun terbentur setir mobil membuatnya tidak sadarkan diri. Siwon yang mendengar suara mobil tabrakan pun kaget karena Kyuhyun tidak berbicara lagi.

“ Kyu, Gwenchana? Ya! Kau kenapa? Kyu! Yoboseyo?! Kyu! “, panggil Siwon namun tidak juga mendapat jawaban dari pemilik telepon.

@ Apartement Siwon

“ Kyu, Gwenchana? Ya! Kau kenapa? Kyu! Yoboseyo?! Kyu! “, panggil Siwon namun tidak juga mendapat jawaban dari pemilik telepon.

“ Kyu, kenapa Wonie? “, tanya Donghae saat mendengar Siwon memanggil – manggil nama Kyuhyun.

“ Molla, dia tidak menjawabnya. Tadi aku mendengar suara mobilnya menabrak sesuatu “, jawab Siwon.

“ Mwo?!!! “ ucap semua orang yang ada diruangan itu.

“ Jangan – jangan Kyu…. “, ucap Yoona yang tidak berani meneruskan kata – katanya.

“ Lebih baik kita kesana, aku khawatir terjadi sesuatu pada Kyuhyun “, usul Nickhun.

“ Geurae, kajja! Aku masih bisa melacak GPS ponselnya jadi kita bisa tahu lokasinya “, ucap Siwon dan mereka semua bergegas ke lokasi.

*****

Kenapa firasatku tidak enak ya? Kenapa aku khawatir sekali pada Kyuhyun sekarang? Apakah terjadi sesuatu padanya? Nak, kau juga merasakannya kan? Aku mengelus – ngelus perutku seperti menenangkan bayiku juga diriku. Tuhan, semoga Kyuhyun baik – baik saja. Kyu, Cepat pulang! Aku ingin melihatmu sekarang, maksudku bayimu. Aish! Kenapa aku masih menyalahkan bayi ini terus ya? Tapi aku juga bingung apa aku atau bayi ini yang khawatir? Aish! Aku mencoba menelepon Kyuhyun namun tidak diangkat. Kemana sih dia? Membuat orang khawatir saja.

“ Yuri-a, waeyo? Kau terlihat gelisah sekali?! “, tanya Omma yang melihatku mondar – mandir tidak jelas didepan pintu.

“ Anio, gwenchana Omma. Aku hanya menunggu Kyuhyun saja, dari tadi dia belum terlihat “, jawabku mencoba tersenyum.

“ Tenanglah dia pasti pulang kok, kau tidah usah khawatir seperti itu “, ujar Omma sambil tersenyum.

“ Neh, Omma “, ucapku sambil mencoba untuk duduk di sofa.

“ Oia Omma mau pergi ke rumah pamanmu dulu, besok baru pulang untuk mengurus pernikahanmu lagi “, ucap Omma dan aku hanya menganggukan kepalaku. Karena pikiranku sepenuhnya masih pada Kyuhyun.

“ Jaga rumah ya, dan bilang pada Kyuhyun untuk menginap disini saja “, ucap Omma, tanpa disuruh dia juga sudah menginap disinikan? Omma pun pergi dan aku kembali berdiri sambil mondar – mandir lagi.

“ Aish! Namja itu benar – benar! Aku sampai khawatir setengah mati seperti ini! “, umpatku kesal.

*****

Dengan terburu – buru Yoona turun dari mobil Nichkun setelah berhenti dirumah Yuri. Dia pun berlari masuk ke rumah Yuri diikuti Nickhun dari belakang.

Tok! Tok! Tok!

Suara pintu diketuk, Yuri yang dari tadi mondar – mandir dengan cepat membuka pintunya berharap yang datang adalah Kyuhyun, namja yang ditunggu – tunggunya.

“ Ya! Kyu Kau kemana saja?! “, tanya Yuri sambil membuka pintunya berniat marah pada Kyuhyun namun dia mendapati Yoona yang datang bukan Kyuhyun.

“ Lho Kau Yoong, kupikir Kyuhyun “, ucap Yuri kecewa.

“ Yuri-ah!  Kyu … dia… Kyu… “, ucap Yoona yang terlihat panik.

“ Wae? Kenapa kau panik seperti itu? Kyu? Ada apa dengannya? “, tanya Yuri membuatnya semakin gundah dan khawatir.

“ Dia… dia… “, ucap Yoona namun masih tidak jelas.

“ Dia kenapa? Ya! Yang jelas kalau sedang bicara! “, kesal Yuri karena dia juga penasaran.

“ Dia… dia mengalami kecelakaan Yul… “, ucap Yoona yang membuat Yuri membulatkan matanya.

“ Mwo?!!! “ Yuri mendadak lemas seketika, dengan cepat Nickhun menangkapnya karena Yuri hampir jatuh.

“ Gwenchana Yul? “, tanya Yoona khawatir.

“ Di…. dimana dia sekarang? “, tanya Yuri sambil mencoba berdiri tegak.

“ Dia dibawa ke rumah sakit Yeonjeong “,

“ Antar, antarkan aku sekaran juga!!! “, ucap Yuri yang sepertinya ingin ke rumah sakit secepatnya.

“ Tenangkan dulu dirimu, Yul “, ucap Yoona.

“ Ani, bagaimana aku bisa tenang sekarang?! Sunbae kajja! Kita ke rumah sakit sekarang. Palli! “, ucap Yuri yang langsung menarik tangan Yoona menuju mobil Nickhun.

Yoona mencoba menenangkan Yuri yang kini sudah meneteskan air matanya. Ternyata perasaan tidak enaknya itu adalah terjadi sesuatu dengan Kyuhyun.

“ Bagaimana keadaannya? “, tanya Yuri yang masih meneteskan air matanya saat berada di mobil, Yoona memeluknya dari samping.

“ Kami belum tahu, karena yang menungguinya disana Siwon, Donghae dan Eunhyuk “, jawab Nickhun.

Yuri semakin cemas bukan kepalang, apalagi dia tidak tahu keadaan Kyuhyun sekarang.

“ Tuhan, tolong selamatkan dia… Aku tidak ingin terjadi apa – apa dengannya….Aku mohon Tuhan… “, batin Yuri yang terus meneteskan air matanya.

*****

Setelah beberapa menit sampailah mereka dirumah sakit, Yuri yang tidak sabaran mencoba untuk lari namun Yoona menahannya.

“ Yuri-a, ingat kau sedang mengandung. Jangan berlari! “, ucap Yoona, Yuri terpaksa berjalan karena kandungannya memang sudah besar.

“ Aku ingin tahu keadaannya sekarang… “, lirih Yuri.

Setelah mereka masuk Yuri, Yoona dan Nickhun langsung ke sebuah kamar dimana Kyuhyun berada. Yuri melihat Donghae dan Eunhyuk yang sedang berada di luar dengan wajah sedih. Yuri pun bergegas menghampiri mereka.

“ Bagaimana keadaan Kyuhyun? “, tanya Yuri namun Eunhyuk mengalihkan pandangannya dari Yuri seperti enggan untuk menjawabnya.

“ Donghae, Gimana keadaan Kyuhyun? “, tanya Yuri dengan nada sangat sedih dan khawatir.

“ Dia… Dia…. “, ucap Donghae yang tak mampu meneruskan kata – katanya.

“ Aish! Ya! Kenapa dengan kalian Huh?!!! “, tanya Yuri emosi lalu segera masuk ke kamar Kyuhyun yang disana ada Siwon sedang berdiri didekat Kyuhyun. Yuri mencoba mendekati Siwon dan namja yang terbaring di tempat tidur. Saat Yuri melihat tubuh Kyuhyun, ternyata tubuh Kyuhyun sudah tertutupi selimut bahkan sampai kepalanya. Yuri semakin terisak melihatnya. Siwon yang sadar bahwa Yuri berada di kamar itu pun menolehkan kepalanya pada Yuri.

“ Yuri-a…. “, lirih Siwon menatap Yuri sedu.

“ Ini… ini Bohong kan? “, tanya Yuri tidak percaya namun tangisannya semakin terdengar.

“ Yang sabar Yuri-a… “, ucap Siwon dan Yuri pun menutup mulutnya dengan tangannya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.

“ Tidak! Ini tidak mungkin! “, ucap Yuri tetap menolak kenyataan jika Kyuhyun sudah pergi.

Yuri segera menghampiri tubuh Kyuhyun yang sudah tertutupi selimut.

“ Kyu, kau tidak boleh pergi secepatnya! “, ucap Yuri sambil membuka selimut itu, dan terlihatlah wajah Kyuhyun yang terlihat pulas seperti tidur namun sangat pucat.

“ Andweh! Kau tidak boleh meninggalkanku! Kau tidak boleh meninggalkan bayi kita! Bangun Kyu! Bangun! “, ucap Yuri sambil menangis dan menggoyang – goyangkan tubuh Kyuhyun namun tidak ada jawaban dari Kyuhyun.

Siwon yang tidak kuat melihatnya pun segera keluar meninggalkan Yuri dan jasad Kyuhyun.

“ Kyu, bukankah lusa kita menikah?! Bangun Kumohon! “, ucap Yuri terisak.

“ Aku… aku tidak bisa membesarkan anak ini sendiri, Kyu…. “

“ Aku… aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tanpamu… “,

“ Jujur aku menyesal selalu marah – marah padamu, aku menyesal menyalahkan semua pada anakmu padahal aku sendiri yang menginginkan hal itu bukan keinginan anak dalam kandunganku. Aku ingin selalu bersamamu kapanpun. Aku merindukanmu jika kau tidak bersamaku, aku khawatir saat kau jauh dariku…. “, aku Yuri.

“ Jebal…. Bangun Kyu! Aku butuh dirimu… “, Yuri pun tak kuasa lagi menahan tubuhnya yang merosot.

“ Kyu… aku belum sempat mengatakan kalau aku mencintaimu, Kumohon bangunlah! “, lirih Yuri yang terduduk di kursi dekat tempat tidur Kyuhyun.

Yuri menundukkan kepalanya, dan menangis terisak dia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana?

“ Kyu, nan saranghae… “,

“ Nadoo Saranghae…. “, lirih sebuah suara membuat Yuri mengangkat kepalanya dan menatapa wajah Kyuhyun yang kini membuka matanya.

“ Kyu? Kau masih Hidup?!! “, tanya Yuri tidak percaya, dia mengerjap – ngerjapkan matanya berulang kali berharap itu bukan mimpi.

“ Neh “, jawab Kyuhyun tersenyum.

“ Tapi… tapi…. mereka…. tadi…. “, ucap Yuri terbata – bata sambil menunjuk arah luar dan Kyuhyun.

“ Hahahahaha…. hahaha…. hahaha…. “, tawa teman – teman Yuri da Kyuhyun.

“ Mianhae, Yuri-ah. Kami membohongimu! “, ucap Yoona yang masuk diikuti Nickhun, Siwon, Donghae dan Eunhyuk.

“ Mwo?!!! “,

“ Kyuhyun, belum meninggal Yuri-a. Kami hanya mengetesmu saja “, ucap Donghae masih tertawa dan yang lainpun sama.

“ Neh?!! “,

“ Mianhae, Yuri kami hanya berakting. Kyuhyun luka ringan karena saat kecelakaan dia memakai sabuk pengamannya jadi dia hanya mengalami benturan kecil dikepalanya “, jelas Siwon.

“ Dan aku tidak menjawabmu tadi, karena aku tidak kuat untuk melihat ekspresi  wajahmu “, ucap Eunhyuk.

“ Kalian semua bekerja sama membohongiku? Kalian juga? “, tanya Yuri yang sekarang menatap Nickhun dan Yoona.

“ Mianhae, Yuri. Sebenarnya kami sudah merencanakan hal lain tapi kebetulan Kyuhyun mengalami kecelakaan, Yoona mempunyai ide seperti ini “, ucap Nickhun tersenyum dan Yoona hanya memperlihatkan tanda Viss dengan tangannya.

“ Tapi wae? “, tanya Yuri.

“ Kau bilang kau masih bimbang dan bingung. Makanya aku ingin menyadarkanmu apa kau mencintai Kyuhyun atau tidak “, ujar Yoona.

Yuri menahan amarahnya, dia menggelengkan kepalanya sambil mengacak – ngacak rambutnya frustasi. Dia tidak habis pikir mengapa mereka keterlaluan seperti ini.

“ Kalian? Jinjja?! Bagaimana mungkin kalian membohongiku sepertii ini?! Aku sudah ketakutan setengah mati!!! “, Yuri memancarkan aura hitam dibalik tubuhnya semua orang yang ada di ruangan itu terdiam dan suasana terasa mencekam.

“ Kenapa aku jadi merinding ya? “, ucap Eunhyuk sambil mengusap – usap pundaknya.

“ Iya, suasananya jadi menyeramkan begini “, setuju Donghae dan Siwon ikut mengangguk juga.

“ Sepertinya kita harus keluar dulu sekarang, neh “, ucap Yoona sambil menggenggam tangan Nickhun.

“ Iya, disini panas sekali “, ucap Nickhun sambil mengipas – ngipas wajahnya dengan tangannya.

“ Kalian…. “, geram Yuri membuat mereka semua lari keluar saat Yuri akan menyusul mereka tangan Kyuhyun menahan tangan Yuri membuat Yuri menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan tajam.

“ Aku tidak tahu apa – apa Yuri. Sueer sambar petir! “, ucap Kyuhyun mengacungkan tangannya tanda Viss.

****

Yuri mencoba menenangkan pikirannya yang marah sekaligus malu karena dia sudah bicara yang aneh pada Kyuhyun tadi. Setelah tenang Yuri duduk kembali di kursi dekat tempat tidur Kyuhyun. Dia bersikap seolah dia tidak pernah mengatakan apapun.

“ Apa benar semua yang tadi kau ucapkan padaku? “, tanya Kyuhyun sambil tersenyum.

Yuri diam seribu bahasa, dia bingung harus mengatakan apa? Dia juga tidak bisa bilang tidak tahu karena dia mengucapkannya dengan jelas.

“ Ucapan yang mana? “, pura – pura Yuri sambil menghindari tatapan Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba merubah posisinya menjadi duduk.  Kyuhyun memegang dagu Yuri mengarahkannya untuk menatapnya.

“ Ucapan bahwa kau tidak bisa hidup tanpaku dan kau mencintaiku ? “, ucap Kyuhyun yang kini membuat Yuri menatapnya.

“ Itu… itu…. “, jawab Yuri gugup dan salah tingkah.

“ Apa? “, tanya Kyuhyun mencoba membuat Yuri agar mengaku karena dia ingin mendengarnya sekali lagi.

Namun Yuri tetap malu untuk jujur, dia langsung mencubit perut Kyuhyun membuat Kyuhyun melepaskan tangannya dari dagu Yuri.

“ Aw! Aw! Appo Yul! “, ringis Kyuhyun.

“ Itu salahmu karena kau pura – pura tidur tadi! “, geram Yuri.

“ Ampun! Iya Mianhae! Aku hanya disuruh mereka! “, Kyuhyun membela diri lalu Yuri pun melepaskan cubitannya.

“ Tuh kan kau juga ikut dengan rencana mereka! “, ambek Yuri sambil memalingkan wajahnya kearah lain.

“ Setidaknya karena mereka, aku tahu perasaanmu padaku sesungguhnya “, ucap Kyuhyun senang.

Yuri merasa malu sekarang tapi dia juga tidak memungkiri karena ulah teman – temannya itu setidaknya dia memang sangat membutuhkan Kyuhyun dalam hidupnya. Kyuhyun menatap Yuri sambil tersenyum.

“ Ya! Jangan menatapku seperti itu! “, ucap Yuri sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya membuat Kyuhyun tersenyum semakin lebar.

“ Kau tidak usah malu Yuri, disini kan hanya ada aku “, ucap Kyuhyun menarik kedua tangan Yuri yang menutupi wajahnya.

“ Aku sangat bahagia sekali, karena bukan hanya aku saja yang merasakannya tapi kau juga “,

“ Jinjja?! “,

“ Neh, Jeongmal Jinjjayo! Kau satu – satunya wanita yang aku inginkan untuk menemaniku selama aku hidup didunia ini. Saranghaeyo Kwon Yuri “, ucap Kyuhyun semakin membuat wajah Yuri memerah karena tersipu dan kini terlihat sebuah senyuman dibibir indah Yuri.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yuri, dia ingin sekali merasakan kebahagiannya dengan mencium Yuri. Kyuhyun semakin dekat dan dekat, Yuri pun mulai menutup matanya. Kini Kyuhyun mulai mendaratkan bibirnya di bibir Yuri lembut, Kyuhyun menarik lembut kepala Yuri dan memeganginya sedangkan Yuri meletakan tangannya didada Kyuhyun. Mereka terhanyut satu sama lain, sampai mereka harus berhenti oleh sebuah suara

“ Ehem… ehem… “, ternyata Dokter datang membuat Yuri langsung melepaskan ciumannya dengan mendorong Kyuhyun, wajah Yuri mulai merah padam karena malu pada Dokter yang mungkin melihat mereka.

“ Bagaimana perasaan anda Tn. Cho? “, tanya Dokter sambil tersenyum.

“ Saya merasa baikan Dok “, jawab Kyuhyun, Yuri hanya bisa diam tanpa mengeluarkan sepatah kata.

“ Apa karena obat lain? “, goda Dokter membuat Yuri terbatuk., Kyuhyun dan Dokter itu tertawa.

“ Apa sekarang saya boleh pulang Dokter? “, tanya Kyuhyun.

“ Neh, anda bisa pulang sekarang, semua kondisi tubuh anda normal “,

“ Gomawo Dokter “,

“ Neh, Cheonma. Saya tinggal dulu Tn dan Ny Cho. Permisi! “, pamit Dokter lalu meninggalkan ruangan itu.

“ Kenapa denganmu Yuri-a? “, tanya Kyuhyun melihat Yuri aneh.

“ Ani, Gwenchana “, jawab Yuri sambil menggelengkan kepalanya.

*****

Akhirnya hari yang ditunggu – tunggu pun tiba dimana Kyuhyun dan Yuri akan melaksanakan pernikahan mereka. Yuri sudah nampak cocok dengan gaun pengantin yang khusus dibuat Kim Wong dan dia sangat terlihat cantik walau dengan perutnya yang sudah terlihat membesar namun tidak mengurangi daya tariknya. Yuri gugup sekali sama halnya dengan Kyuhyun. Ini pengalaman pertama bagi mereka berdua, Yuri di tuntun oleh Appanya menuju altar dimana Kyuhyun menunggunya dengan jas putih yang dia pakai. Yuri berjalan anggun seiring dengan langkah Appanya saat sudah dekat Appa Yuri menyerahkan tangannya pada Kyuhyun.

“ Aku titip puteriku padamu, anak muda. Jika kau menyakitinya atau menyia – nyiakannya kau tahu kan apa yang akan aku lakukan padamu? “, ucap Appa Yuri yang terdengar seperti ancaman.

“ Neh, Abeonim. Aku tidak akan melakukan apa yang kau katakan barusan? Karena aku hanya akan menggunakan nyawaku untuk membuatnya bahagia bukan untuk diakhiri karena menyakitinya “, jawab Kyuhyun membuat Appa Yuri tersenyum.

Lalu Appa Yuri meninggalkan mereka berdua di altar. Kyuhyun menatap Yuri sebelum mengucapkan janji.

“ Yuri, mungkin aku belum pernah melakukan hal ini padamu tapi sekarang aku akan mengatakannya padamu. Maukah kau menikah denganku? “, ujar Kyuhyun sambil berlutut dihadapan Yuri membuat Yuri menatapnya tidak percaya.

“ Jika aku tidak menerimamu, anakmu pasti akan marah padaku “, jawab Yuri sambil tersenyum lebar.

“ Gomawo “, ucap Kyuhyun seraya bangkit dan berdiri menghadap pendeta. Setelah mereka mengucapkan janji, saatnya mereka berciuman sebagai sahnya menjadi pasangan suami istri.

Kyuhyun membuka kain transparan yang menutupi wajah Yuri. Kyuhyun merasa bersyukur yeoja cantik dihadapannya ini menjadi pendamping hidupnya.

“ Kau sangat cantik Yuri-a “, Yuri pun tersenyum lebar menanggapi ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun mencium bibir Yuri tanpa menunggu Yuri siap, awalnya Yuri kaget namun dia pun merespon ciuman itu. Semua orang terlihat bahagia melihat pasangan bahagia itu.

“ Akhirnya mereka bersama juga “, ucap Yoona diikuti anggukan oleh Nickhun yang berdiri disampingnya.

“ Haaaah… Aku iri dengan mereka “, keluh Jessica membuat Donghae menatapnya.

“ Kau ingin menikah? Aku bisa mengajakmu menikah sekarang juga “, ucap Donghae membuat Jessica tersipu malu.

“ Mereka so Sweet sekali! “, ucap Tiffany sambi tersenyum bahagia.

“ Neh “, jawab Siwon sambil memeluk yeojacingunya itu.

“ Aku tidak menyangka Kwon Yuri akan berhenti dance, apa lagi dengan perut buncitnya itu. Aku tidak memiliki rival latihan lagi “, ucap Hyoyeon sambil cemberut karena patner terbaiknya sekarang sudah menikah.

“ Apa kau ingin aku menemanimu ngdance menggantikannya? “, tawar Eunhyuk.

“ Boleh, asalkan kau memakai pakaian yeoja “, jawab Hyoyeon membuat Eunhyuk menatapnya aneh.

“ Yuri-a,Kyuhyun-a, Chukae!!! “, ucap mereka semua.

“ Gomawo yorobeun “, ucap Yuri sambil tersenyum dan Kyuhyun pun tersenyum sambil memeluk pinggang Yuri.

“ Yuri-a, lempar bunganya padaku dan Sica ya “, pinta Donghae membuat semua orang tertawa.

Kini saatnya pelemparan bunga yang dilakukan oleh Yuri, semua orang termasuk teman – temannya juga ikut berkumpul untuk menangkap bunga.

“ Hana… Dul… Set….!!!! “, ucap Yuri lalu melemparkan bunganya kebelakang.

Semua orang berusaha mendapatkan bunga itu dan ternyata Tiffany lah yang menangkapnya. Siwon yang berdiri disampingnya langsung tersenyum bahagia memperlihatkan lesung pipitnya.

“ Chukae, kalian selanjutnya! “, Ucap Kyuhyun sambil tersenyum bahagia.

“ Aish! Harus nunggu Sifany dulu deh! “, keluh Donghae.

“ Terima nasib aja, Hae. Berarti kau belum berjodoh untuk menikah dengan Jessica selanjutnya “, ucap Eunhyuk membuat semua menertawakan Donghae.

*****

Sekarang Yuri dan Kyuhyun berada disebuah ruangan seperti bioskop namun ruangan itu lebih kecil bersama teman – temannya. Masih dalam suasana resepsi namun acara formalnya sudah selesai kini mereka melaksanakan acara bersantai bersama ( alah apalah ini? #plakk).

“ Aku akan memutarkan sebuah Video seru! “, ucap Hyoyeon.

“ Video apa? “, tanya Yoona.

“ Video yadong ya? “, harap Eunhyuk namun langsung mendapat jitakan dari Siwon yang berada disampingnya.

Buk!

“ Kenapa pikiranmu selalu yadong?!! “, kesal Siwon.

“ Ya! Aku kan hanya menebaknya. Lagian video itu bagus untuk pengantin baru “, ucap Eunhyuk sambil mengusap kepalanya.

“ Ani, ini Video kami waktu memenangkan kompetisi dance “, ucap Hyoyeon yang membuat Yuri membulatkan matanya.

“ Andweh Hyo! Jangan! “, tolak Yuri.

“ Waeyo? Kenapa tidak boleh di putar? “, tanya Kyuhyun disampingnya.

“ Itu… anu…. “, Yuri bingung harus menjawab apa.

“ Dia malu karena dia menari sangat sexy “, goda Yoona sambil mengedipkan matanya.

“ Jinjja?! Putar sekarang Hyo! “, suruh Kyuhyun yang sudah tidak sabaran.

“ Ya! “, protes Yuri namun Hyoyeon sudah memutar Videonya.

Yuri menutupi wajahnya selama video itu diputar. Team Hyoyeon dan Yuri menari lagu Sircus dari Britney Spears. Terlihat Kyuhyun menontonnya dengan mulut ternganga, dia tidak pernah menyangka Yuri akan terlihat sexy seperti di video. Yang lainnya hanya mendecak kagum melihatnya.

“ Ya! Jangan menontonnya dengan wajah seperti itu! Kau terlihat seperti orang byeontae! “, ucap Yuri membuat Kyuhyun tersenyum pada Yuri.

“ Habisnya kau sexy sekali… “, puji Kyuhyun berisik ditelinga Yuri membuat wajah Yuri memerah.

“ Pantas saja kalian Juara pertama, dance kalian sangat bagus “, puji Tiffany.

“ Gomawo “, ucap Hyoyeon.

“ Hyo, bisakah aku minta salinan kasetnya? “, pinta Kyuhyun membuat Yuri menatapnya.

“ Untuk apa? “, tanya Yuri.

“ Tentu saja untuk di tonton, memang mau diapain lagi “, jawab Kyuhyun membuat Yuri cemberut.

“ Aish! “

“ Geurae, ambil saja. Aku masih punya stok di rumah “, ujar Hyoyeon.

*****

Kyuhyun dan Yuri masuk kekamar mereka karena mereka sudah sangat lelah dengan pernikahan mereka. Yuri berbaring ditempat tidur karena merasa seluruh tubuhnya lemas sekali.

“ Yuri-a…. “, panggil Kyuhyun sambil duduk disamping Yuri.

“ Hm? “, Yuri meresponnya namun dengan mata tertutup.

“ Hmmm…. Kita kan sudah menikah, bisakah…. “, Kyuhyun ragu untuk mengucapkannya.

“ Wae? “, tanya Yuri yang kini sudah membuka matanya dan menatap Kyuhyun heran.

“ Aku… “,

“ Sebenarnya kau ingin bicara apa? Aku lelah ingin beristirahat! “, ujar Yuri mulai merasa kesal.

“ Ya sudah, tidurlah sekarang. Kasihan bayi kita! “, ucap Kyuhyun dingin lalu meninggalkan Yuri ditempat tidur.

“ Ada apa dengannya? Apa dia marah? Aish! Bicara tidak jelas, tiba – tiba marah seperti itu “, ucap Yuri yang entah kenapa menjadi sensi mungkin karena dia sangat lelah jadi dia tidak mengerti apa yang dimaksud Kyuhyun.

Kyuhyun kembali dan mendapati Yuri sudah tertidur lelap.

“ Kenapa kau tidak mengerti Yuri-a, aku kan ingin malam pertama denganmu “, gumam Kyuhyun kesal.

Namun saat melihat wajah Yuri tertidur, Kyuhyun mulai mendekati Yuri dan mengusap rambutnya lembut. Kyuhyun juga membelai pipi Yuri.

“ Baiklah untuk malam ini kau istirahat, dan kau nak bantu Appa supaya Ommamu lebih baik pada Appa ne “, ucap Kyuhyun mengelus perut Yuri kemudian menciumnya.

Kyuhyun menyelimuti dirinya dan Yuri dengan selimut dan diapun memejamkan matanya untuk tidur. Yuri membuka matanya dan mendapati Kyuhyun yang tertidur disampingnya. Yuri tersenyum melihat wajah Kyuhyun dan dia pun mulai membelai pipi Kyuhyun.

“ Aku tidak menyangka akan memiliki nampyeon tampan sepertimu “, gumam Yuri.

“ Aku juga tidak menyangka akan memiliki anae secantik dirimu “, jawab Kyuhyun sambil membuka membuat Yuri kaget dan malu.

“ Kau sudah bangun? “, tanya Yuri.

“ Neh “,

“ Pagi anakku didalam sana “, ucap Kyuhyun sambil mencium perut Yuri membuat Yuri terkekeh.

“ Dan kau juga yeobo “, ucap Kyuhyun mencium kening Yuri.

“ Yeobo? “

“ Neh, Yeobo “, mereka pun tertawa lagi.

“ Ya sudah aku ingin membuat sarapan dulu untukmu “, ucap Yuri mencoba bangkit namun Kyuhyun menahannya.

“ Apa kau akan pergi begitu saja? “

“Eh? “,

“ Kau tahu Yuri semalam kau meninggalkan aku tidur, sekarang bisakah aku… “, ujar Kyuhyun sambil tersenyum menyeringai.

“ Ya! Ini masih pagi, jika Omma dan Appaku melihat bagaimana? “, ucap Yuri karena mereka masih tinggal dirumah orang tua Yuri.

“ Tidak akan, kau lihat pintunya terkunci kan? “, ucap Kyuhyun sambil mencoba mencium Yuri.

Kyuhyun mencium Yuri rakus, sepertinya hasratnya semalam akan dia keluarkan pagi ini juga. Yuri pun mulai merespon ciuman Kyuhyun sesekali menghisap bibir Kyuhyun, dia mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun. Saat ciuman berlangsung Kyuhyun membuka piyamanya dengan tangannya sendiri. Dia pun kini dalam keadaan toples, Kyuhyun mulai membuka celananya meninggalkan boxer yang melekat ditubuhnya. Yuri pun melepas ciuman mereka karena dia harus menghirup udara.

“ Hah… hah hah… “, suara nafas mereka terengah – engah.

Saat Kyuhyun akan membuka pakaian Yuri, tangan Yuri menahan tangan Kyuhyun membuat Kyuhyun menatapnya.

“ Wae? “

“ Aku rasa, aku ingin… “

“ Ingin apa? “, tanya Kyuhyun yang sudah tidak sabar lagi.

Yuri perlahan bangkit dari tempat tidurnya, sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan anaenya itu.

“ Aku ingin…. “, ucap Yuri yang mulai menjauhi Kyuhyun.

“ Aku ingin memasak dulu, bye! hahaha “, kekeh Yuri sambil berjalan menuju arah pintu Kyuhyun hanya melongo melihat Yuri pergi.

“ Ya! Bagaimana urusanku?!! “, teriak Kyuhyun namun Yuri hanya tertawa diluar kamar.

“ Aish! Kau membuatku gila Yuri! “, ucap Kyuhyun frustasi sambil mengacak – acak rambutnya.

“ Dongsaeng, sabar ne! “, ucap Kyuhyun pada “ miliknya”. ( poor Kyuppa )

****

Kini Yuri dan Kyuhyun pindah ke apartement yang dihadiahkan Appa Kyuhyun sebagai hadiah pernikahan mereka. Karena saat Tuan Cho menyuruh mereka tinggal di rumahnya yang besar, Yuri menolaknya dengan alasan ingin mandiri. Kyuhyun pun setuju dengan keputusan Yuri.

“ Haaaaah…. lelahnya…. “, keluh Yuri sambil duduk di sofa ruang tengah apartement baru mereka.

“ Neh, “, setuju Kyuhyun yang melakukan hal yang sama.

“ Yuri! “, panggil Kyuhyun.

“ Hmmm? “

“ Gomawo “, Yuri pun menoleh kearah Kyuhyun.

“ Untuk? “

“ Melengkapi hidupku dan bayi ini juga “, Yuri pun tersenyum menatap Kyuhyun.

“ Neh, cehonma “, jawab Yuri.

Kyuhyun mendekati Yuri lalu Kyuhyun memegang kepala Yuri dengan tangannya. Kyuhyun mengecup bibir Yuri kilat. Membuat Yuri merasa aneh, karena dia berharap Kyuhyun melakukan lebih.

“ Istirahatlah, bayi kita pasti juga lelah “,

“ Hanya itu? “,

“ Mwo? “

“ Kenapa kau menciumku sebentar? “

“ Jadi kau ingin lebih? “ Yuri menganggukan kepalanya malu – malu. Dan Kyuhyun langsung menggendong tubuh Yuri ke kamarnya. ( Mian Skip Nc, Author lagi males bikin Nc hehehe ^^v )

*****

Hari demi hari mereka lalui, kini Yuri dan Kyuhyun semakin dekat satu sama lain walau terkadang emosi Yuri tidak stabil karena kehamilannya. Jika dia sedih, dia tidak akan berhenti menangis sampai dia lelah melakukannya. Jika dia marah. dia belum bisa tenang sebelum menjambak atau memukuli Kyuhyun ( poor Kyuppa #plakk) Jika dia senang, itulah yang paling di inginkan Kyuhyun karena Yuri akan 100% membuatnya senang. Malam ini Yuri menunggu Kyuhyun diruang tengah, Kyuhyun memang sudah bilang akan pulang terlambat tapi entah kenapa dia sangat rindu sekali dengan sosok Kyuhyun disampingnya. Sudah dua hari Kyuhyun pulang malam, dan ini hari ketiga.

“ Sebenarnya apa yang dia lakukan sampai malam seperti ini? “, tanya Yuri pada dirinya sendiri.

Yuri mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun namun tidak ada jawaban. Yuri mencoba menghubungi kantornya namun tetap saja tidak ada jawaban.

“ Apa aku harus menyusulnya kekantor? “ pikir Yuri.

“ Aish! Aku tidak tenang, aku ingin bertemu dengannya sekarang juga!!! “, Yuri pun memutuskan untuk pergi ke kantor Kyuhyun dengan menggunakan taxi.

*****

Lelahnya…. aku harus menyelesaikan tugasku sampai selarut ini karena besok aku harus mengadakan persentasi. Kalian pasti berpikir mengapa aku tidak menyuruh sekertarisku? Ya sebenarnya bisa saja, hanya saja aku selalu kurang merasa puas jika tidak turun tangan. Aku memang masih baru dalam dunia bisnis tapi aku juga harus memikirkan Yuri dan calon bayi kami yang akan lahir. Mungkin sebulan lagi, itu pendapat Dokter yang memeriksanya. Aku tidak sabar menunggunya. Setelah kupastikan semua beres aku pun beranjak pulang, kulihat semua karyawanku sudah pulang semua. Aku masuk ke mobilku dan menjalankannya, apa Yuri masih menungguku? Dia selalu tertidur di sofa saat aku pulang. Setelah sampai aku bergegas ke apartement, aku sangat rindu sekali dengannya.

“ Yuri-a….! “, panggilku saat aku masuk kedalam namun tidak ada sahutan.

“ Yuri-a!!! “, panggilku lagi, aku mencoba mencarinya keseluruh ruangan namun tidak ada.

“ Aish! Kemana dia malam – malam seperti ini? “, umpatku.

Aku mencoba menghubungi ponselnya, tapi mengapa suaranya begitu jelas? Dan kulihat ponsel Yuri berbunyi dan tergeletak di sofa. Aku semakin khawatir, kucoba menghubungi keluarganya, tetap tidak ada. Yoona dan yang lainnya pun tidak ada yang tahu dimana Yuri, mereka bertanya ada apa namun aku tidak menjawabnya. Aku semakin cemas, kuputuskan untuk mencarinya keluar, siapa tahu dia sedang jalan – jalan malam walau kutahu itu tidak mungkin. Aku mulai menyalakan mesin mobilku menyulusuri jalanan.

“ Yuri, dimana kau sekarang? “,

*****

Yuri yang pergi ke kantor Kyuhyun mendapati kantornya kosong. Dia mencoba menelepon Kyuhyun namun saat dia memeriksa ponselnya disaku di lupa membawanya. Yuri bingung sekarang, bahkan dompet pun dia tidak bawa. Saat membayar taxi itulah uang yang dia temukan disaku bajunya.

“ Bagaimana aku bisa lupa dengan ponsel dan dompetku? “, ucap Yuri bingung.

Dia pun berjalan kaki menyulusuri jalan.

“ Otteoke? “, bingung Yuri.

Yuri hampir menangis karena bingung bagaimana caranya dia untuk pulang. Hari sudah sangat malam. Namun Yuri melihat ada telepon umum didekat halte bis. Dia beranjak menuju telepon umum itu. Tapi bagaimana dia menggunakannya? Uang tidak ada? Kartu telepon juga tidak ada. Yuri pun duduk di kursi halte bis sambil menangis.

“ Hiks… hiks… hiks… Kyu, kau kemana? “, isak Yuri.

Kyuhyun masih menyulusuri jalan berharap dia menemukan Yuri. Dia terus memperhatikan jalan. Namun tiba – tiba ponselnya berbunyi. Saat Kyuhyun melihat penelepon nomor pemanggil itu tidak memiliki nama.

“ Yoboseyo? “, sapa Kyuhyun.

“ Oh Yoboseyo, apa ini dengan Cho Kyuhyun? “, tanya sang penelepon.

“ Neh, neoneun Nuguseyo? “, tanya Kyuhyun.

“ Oh anaemu menyuruhku menghubungimu… “

“ Mwo ? Anae? Dimana dia sekarang?! “, potong Kyuhyun.

“ Dia ada dihalte myeong dong “,

“ Geurae, kamshamida “, setelah itu Kyuhyun langsung bergegas kesana.

Dalam waktu 15 menit Kyuhyun sampai, karena dia mengendarai dengan kecepatan penuh. Dia takut terjadi apa – apa dengan Yuri. Setelah sampai Kyuhyun langsung turun dari mobilnya dan menghampiri halte itu karena berada diseberang jalan.

“ Yuri!!! “, panggil Kyuhyun saat sudah dekat.

Yuri dan seorang Ajumha pun menoleh kearah Kyuhyun.

“ Kyu! “, ucap Yuri langsung berdiri, setelah dekat dia memeluk Kyuhyun erat sekali sambil menangis.

“ Tenanglah Yuri, aku sudah datang “, ucap Kyuhyun mengusap – usap punggung Yuri.

“ Apa anda yang menghubungiku tadi? “, tanya Kyuhyun pada seorang ajumha.

“ Neh, aku hanya kasihan padanya yang sedang hamil, seharusnya kau tidak membiarkannya keluar malam – malan begini! “, ujar Ajumha itu sambil menceramahi Kyuhyun.

“ Neh saya menyesal, kamshamida Ajumha “, ucap Kyuhyun lalu Ajumha itu pun pergi.

“ Yuri-a, apa yang kau lakukan diluar sini? “, tanya Kyuhyun yang masih memeluk Yuri.

“ Aku tadi ke kantormu tapi kantornya kosong, saat aku mau pulang aku lupa ponsel dan dompetku “,jawab Yuri sambil cemberut.

“ Untuk apa kau kekantor? “,

“ Karena… karena…. aku rindu sekali padamu “, ucap Yuri sambil membenamkan wajahnya pada dada Kyuhyun.

“ Kau pergi jam segini hanya karena kau rindu padaku? “, tanya Kyuhyun tidak percaya.

“ Bukan aku saja, anakmu juga “, bela Yuri.

“ Arra, arra Mianhae karena aku selalu sibuk di kantor. Sebaiknya kita pulang sekarang neh, lihatlah kau sudah beku seperti itu “, canda Kyuhyun membuat Yuri tersenyum dan menggangguk.

“ Mianhae, jika aku berlebihan. Aku tidak bisa menahan diriku yang sangat rindu sekali padamu “, ucap Yuri menyesal.

“ Gwenchana, tapi lain kali jangan lupa bawa ponsel dan dompetmu. Juga pakai jaketmu agar kau tidak kedinginan “, ucap Kyuhyun sambil membelai pipi Yuri dan Yuri pun mengangguk.

“ Dia semakin membuatku gemas, ternyata orang hamil memang selalu aneh – aneh ya “, batin Kyuhyun sambil tersenyum senang.

*****

Aku ingin membuat kejutan untuk Kyuhyun, tapi apa ya? Hmmm…. apa aku buatkan makan siang dan mengantarkannya ke kantornya ya? Tapi apa tidak akan mengganggunya nanti? Biar sajalah, lagian aku tidak tahan lagi jika tidak bertemu dengannya. Walau dia sering meneleponku atau video call tetap saja aku tidak tahan dengan rasa ingin bertemu dengannya. Sudahlah lebih baik aku buatkan makan siang untuknya dan kuantarkan langsung padanya. Aku pun mulai membuat masakan – masakan yang dia suka. Sea food dan jjajangmuyun. Setelah selesai aku pun sudah siap dengan pakaian casualku yang muat untuk orang hamil. Ya kandunganku sekarang sudah menginjak 7 bulan dan hampir menginjak 8 bulan. Bukankah Dokter bilang aku akan melahirkan bayi ini 7 atau 8 bulan? Tapi mengapa belum terasa apa – apa? Sudahlah mungkin nanti juga keluar kalau sudah waktunya ( wealah pasrah amat #plakk ) Aku pun pergi menuju kantor Kyuhyun dengan wajah gembira berharap Kyuhyun akan senang dengan kedatanganku. Setelah sampai aku masuk ke kantornya dan kulihat banyak sekali orang, berbeda saat malam itu aku kesini. Aku pun menanyakan pada reseptionist ruangan Kyuhyun, ini memang pertama kalinya aku kesini semenjak Kyuhyun mulai bekerja disini. Sampailah aku di departement yang katanya ruangan Kyuhyun  ada disana. Kulihat beberapa yeoja sedang bergosip, samar – samar kudengar sedikit apa yang mereka bicarakan.

“ Eh… Cho sajangnim tampan sekali ya? “

“ Iya, selain tampan dia juga berwibawa dan cerdas lagi “,

“ Menjadi anaenya pasti sangat beruntung “, tak terasa aku pun tersenyum mendengarnya, tentu saja aku beruntung.

“ Neh, gimana kalau kita dekatin dia? Lumayan kan kalau kita bisa kencan dengannya? “,

Mwo?! Berkencan?! Aish! Apa mereka tidak tahu dia sudah punya anae? Membuatku kesal saja. Dengan sengaja aku melewati mereka dengan kepala terangkat. Mereka hanya melihatku dengan tatapan aneh. Aku pun membuka ruangan dimana Kyuhyun berada tanpa mengetuknya dahulu tapi aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya aku lihat. Kyuhyun berpelukan dengan seorang yeoja?!!! Tiba – tiba darahku naik! Lalu aku membanting bekal makanan membuat mereka menyadari aku ada disana.

“ Yuri!!!! “ Ucap Kyuhyun kaget sambil melepaskan pelukannya dari yeoja itu.

To Be Continue….

Part 14 udah selesai tapi rasanya aneh dengan part ini, Readers Mian ya jika part ini mengecewakan. Author udah ada ide tapi campur aduk jadi aja kaya gini. Tapi author pasrah deh gimana tanggapan dari readers2 sekalian. Tapi tetep RCL ya seperti biasa Don’t Plagiator!!! Don’t be Silent Reader!!!! Respect to me Okay!!! ^^d

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

113 thoughts on “Cause Him chapter 14

  1. mian oeni, bru bz coment, ff ini bikin ketagihan bgt pokokny..
    tp og nanggung bgt
    part15. g bza ditemuin..
    nangiz berat

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s