Posted in Angst, Comfort, Dramalife, Fanfiction, Psycology, Romance

(Sequel Love First sight) Run Away To You

Chapter 4

Run Away To You 4 copy 

Author :

Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

Lee Donghae

Kwon Yuri

Lee Jaehoon

Go Hara

Son Eunseo

PG :

+ 15

Lenght :

Chapter

Genre  :

Romance, Angst, Rivaly, Comfort

Disclaimer : Castnya Cuma minjem, ceritanya murni dan asli buatanku jadi jangan coba – coba menjiplak ya…..😄

“ Your imagination, your dream !!! “

Leave Comment After Read !!!! ^_^

Happy Reading!!!

Donghae mengajak Yuri untuk jalan – jalan karena memang sekarang restoran itu masih tutup jadi mereka masih punya waktu untuk pergi keluar.

“ Yuri-a, apa kau ingin pergi kesuatu tempat? “, tanya Donghae yang membuat Yuri menoleh.

“ Jinjja?! “, jawab Yuri antusias Yuri menganggukan kepalanya berkali – kali membuat Donghae tertawa.

“ Uri Yuri neomu Kyeopta! “, ucap Donghae sambil mencubit hidung Yuri membuatnya memerah seperti buah Cherri.

“ Apooo!! “ ringis Yuri sambil mengusap – usap hidungnya.

“ Ya sudah kau bersiap – siaplah, aku akan menunggumu dibawah “, ucap Donghae meninggalkan Yuri keluar dari kamarnya.

Yuri segera mengganti bajunya, dia sangat antusias sekali. Karena dia memang belum pernah lagi keluar untuk jalan – jalan. Donghae pun terlihat senang sekali, karena menurutnya ini kencan pertamanya dengan Yuri walaupun mereka sudah sering bersama.

“ Aku siap! “, ucap Yuri yang sudah turun. Donghae menoleh ke arahnya dan tersenyum, seperti biasa Yuri kelihatan cantik walaupun hanya berpakaian biasa yang Donghae belikan untuknya.

“ Geurae, Kajja! “, ajak Donghae dan mereka pun keluar dengan Yuri menggandeng tangan Donghae.

Awalnya Donghae merasa jantungnya berdegup kencang, namun karena dia senang dengan keadaan seperti itu dia mencoba untuk bersikap biasa. Mereka pergi menggunakan bus umum dan terlihat sekali kalau Yuri begitu antusias karena sepanjang perjalanan dia selalu tersenyum gembira. Donghae menggenggam tangan Yuri saat mereka duduk di dalam bis, Yuri pun menoleh kearah Donghae dan merasakan jantungnya berdegup kencang sama dengan yang dirasakan Donghae. Yuri menyentuh dadanya dengan tangan yang satunya lagi.

“ Waeyo? Gwenchana? “, tanya Donghae khawatir melihat wajah Yuri berubah.

“ Aku merasa jantungku seperti ingin keluar sekarang “, jawab Yuri polos.

“ Kau rasakan dadaku… “, ucap Donghae sambil menempelkan tangan Yuri didadanya.

“ Eh?! “

“ Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, jadi Gwenchana “, ucap Donghae tersenyum dan kini Yuri pun ikut tersenyum juga.

***

Jaehoon menemui anak buahnya yang dia utus ke Yonggwang untuk menemukan Yuri.

“ Bagaimana? Apa kalian sudah menemukannya? “, tanya Jaehoon.

“ Jeosowamida, Tuan. Kami belum menemukannya “, jawab orang suruhan Jaehoon.

“ Mwo?! Aish! Ya! Apa yang kalian lakukan selama seharian kemarin? Dasar tidak berguna! “, maki Jaehoon sambil memukul orang suruhannya itu.

“ Kalian pake otak! Kenapa kalian tidak menyebarkan tentang iklan itu?! “, ucap Jaehoon lagi.

“ Mianhae Tuan, kami akan melakukannya sekarang “, jawab orang itu.

“ Geurae, aku beri waktu 3 hari untuk menemukannya, jika kalian tidak bisa bersiap – siaplah! “, Ancam Jaehoon kemudian menyuruh mereka pergi.

“ Jaehoon-a, sampai kapan kau mencari yeoja itu? Sudahlah lupakan dia! “, kata Gayoung yang menghampiri Jaehoon.

“ Aku tidak bisa, Aku terlalu mencintainya! “, jawab Jaehoon.

“ Kau mencintainya atau mencintai hartanya?”, sindir Gayoung yang membuat Jaehoon menatapnya tajam.

“ Keduanya, dan aku bisa pastikan aku akan mendapatkan keduanya “, ucap Jaehoon.

“ Kau terlalu terobsessi dengannya pantas saja dia kabur darimu “, ucap Gayoung sambil tersenyum sinis.

“ Dan itu bukan urusanmu! Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya! “, kata Jaehoon sambil menyeringai, terlihat wajah Gayoung berubah kesal.

***

Eunseo pergi ke restoran berniat untuk menemui Donghae, namun dia tidak menemukannya. Eunseo mencoba mencari kemana – mana, tetap saja dia tidak menemukannya.

“ Aish! Mereka pasti pergi berdua! “, umpat Eunseo kesal.

“ Kenapa Donghae Oppa lebih memilihnya dibanding aku? Apa kelebihan Yuri? Dia hanya yeoja yang kabur dari pernikahannya dan datang kesini tanpa diundang “, ucapnya lagi.

“ Jakkaman, jika aku mengatakannya pada Donghae Oppa bahwa Yuri sudah memiliki tunangan. Dia pasti memutuskan Yuri “, pikir Eunseo.

Eunseo pun berjalan kembali ke rumahnya namun diperjalanan dia melihat seseorang yang membagikan sebuah brosur .

“ Apa itu? “, tanya Eunseo penasaran. Eunseo pun menghampiri orang itu dan meminta brosurnya.

“Ini kan? “, ucap Eunseo yang melihat wajah Yuri terpampang di kertas brosur itu.

“ Siapa pun yang menemukannya akan mendapatkan 1 juta Won!!! “, kata nya kaget.

***

Yuri dan Donghae pergi ke sebuah pantai. Yuri senang melihat karena pantai adalah salah satu tempat favoritnya yang bisa membuatnya tenang setiap memiliki masalah.

“ Indah sekali, Donghae-a “, ucap Yuri kagum.

“ Neh, kau tahu pantai adalah tempat favoritku “, ucap Donghae membuat Yuri menoleh kearahnya.

“ Jinjja? Ini juga tempat favoritku “, Ucap Yuri membuat Donghae tersenyum.

“ Ternyata kita memiliki tempat favorit yang sama ya “, kekeh Donghae sambil menggenggam tangan Yuri.

Saat Yuri dan Donghae menikmati indahnya dan sejuknya angin pantai. Tiba – tiba ada seorang anak kecil menarik tangan Donghae membuat Donghae dan Yuri menatapnya.

“ Aaaaah… Neomu Kyeopta!!! “, ucap Yuri melihat anak kecil itu.

“ Hyung! Bisakah kau buatkan aku istana pasir? “, pinta anak kecil itu.

“ Istana pasir? “, Donghae menatap pada Yuri dan Yuri pun menganggukan kepalanya tanda Donghae harus mengatakan iya.

“ Neh “,

“ Jinjja? Gomawo Hyung!!! “, senang anak kecil itu.

“ Namamu siapa? “, tanya Yuri.

“ Kim Yongguk Imnida, Bangapseumida Noona “, ucap anak kecil itu membuat Yuri semakin gemas.

Donghae dan Yuri juga Yongguk mulai membangun sebuah istana dari pasir. Terlihat mereka bertiga bahagia sekali. Tawa, canda dan saling menjahili pun terjadi. Namun mereka senang melakukannya. Donghae pun mengabadikan moment itu dengan kameranya setelah istana pasir itu selesai.

“ Waaaaahhhh… istananya bagus Hyung! “, kagum Yongguk.

“ Joa? “, tanya Yuri.

“ Neh, Noona. Neomu Joahaeyo “, senang Yongguk.

Donghae pun tersenyum senang melihat Yuri dan Yongguk yang terlihat akrab.

“ Yongguk-a, sudah sore kita pulang! “, ucap seorang yeoja paruh baya yang sepertinya Omma Yongguk.

“ Neh, Omma! “, jawab Yongguk.

“ Hyung, Noona aku pulang dulu ya. Gomawo ! “, kata Yongguk sambil melambaikan tangannya.

“ Neh, jaljja! “, ucap Yuri sambil melambaikan tangannya juga.

Yongguk pun pergi meninggalkan Yuri dan Donghae berdua.

“ Yuri-a, waktunya kita juga untuk pulang! “, ajak Donghae.

“ Aku ingin disini lebih lama “, pinta Yuri.

“ Tapi sebentar lagi gelap, tidakkah kau merasa dingin? “, tanya Donghae.

“ Ani, entah kenapa aku merasa ingin lebih lama disini bersamamu “, ucap Yuri yang membuat Donghae tersenyum dan menghampiri Yuri.

“ Jadi kau ingin lebih lama bersamaku, huh?! “, goda Donghae, Yuri hanya terkekeh.

Sebenarnya Yuri merasa tidak enak hati jika harus pulang cepat, dia merasa seperti ingin bersama Donghae semalaman disini. Ada perasaan takut kehilangan Donghae yang entah kenapa langsung menghantui pikirannya. Mereka duduk di pasir dan melihat sunset, Donghae memeluk tubuh Yuri dari samping. Dan Yuri juga menyenderkan kepalanya di bahu Donghae.

“ Kau tahu kita bisa meluapkan perasaan kita disini? “ ucap Donghae yang membuat Yuri menoleh.

“ Otte? “, tanya Yuri tidak mengerti.

Donghae pun berdiri membuat Yuri semakin heran. Donghae menarik nafasnya panjang dan berteriak.

“ SARANGHAE KWON YURIIIII!!!!!!!!!!!!!!! “, teriak Donghae membuat Yuri langsung berdiri.

“ Apa yang kau lakukan? Tidakkah kau malu kalau dilihat orang? “, tanya Yuri sambil memukul lengan Donghae pelan.

“ Tidak akan ada yang lihat, lihatlah disini tidak ada orang “, ucap Donghae dan Yuri pun melihat kiri kanannya, benar saja semua orang sudah pergi pulang ke rumahnya masing – masing.

“ Aku selalu meneriakan perasaanku disini, entah itu kesal, bahagia, sedih dan banyak lagi “, ucap Donghae.

“ Dan ajaibnya perasaanku menjadi lebih baik. Saat sedih aku pun merasa baikan dan saat senang aku semakin merasakan kebahagiaan “, ujar Donghae.

“ Jinjja?! “, tanya Yuri.

“ Neh, cobalah! “, suruh Donghae.

Yuri pun mulai menghirup nafasnya dengan panjang.

“ APPA!!!OMMA!!! BOGOSHIPOSOYO!!! “, teriak Yuri dan sekarang nafasnya tersengah – engah namun ada perasaan aneh dalam hatinya, yaitu kenyamanan.

“ Otte? “, tanya Donghae dan Yuri pun tersenyum sambil mengangguk.

“ YA! KWON YURI!!! KENAPA KAU BEGITU CANTIK???!!! “, teriak Donghae yang membuat Yuri tersipu malu.

“ KAU MEMBUATKU SEPERTI ORANG GILA!!! KAU MEMBUATKU TIDAK BISA HIDUP TANPAMU!!!SARANGHAEYO!!! “,

Wajah Yuri semakin memerah mendengarnya.

“ YA! LEE DONGHAE!!! KAU JUGA TAMPAN!!! NADOO SARANGHAEYO!!! “,teriak Yuri membalas Donghae membuat Donghae tertawa.

Donghae pun memeluk tubuh Yuri dengan erat, rasanya seperti tidak akan ada lagi kesempatan untuknya melakukan itu. Yuri pun melakukan hal yang sama.

“ Aku ingin ini selamanya “, ucap Yuri.

Donghae melepaskan pelukannya dan memegang kedua sisi kepala Yuri. Donghae mendekatkan wajahnya pada Yuri. Yuri menutup matanya dan tahu kalau Donghae akan melakukan sesuatu padanya. Donghae mencium bibir Yuri lembut, Yuri pun membalasnya. Terjadinya saling menghisap pelan dan lidah mereka saling terpaut namun tetap lembut. Mereka berhenti karena Yuri kehabisan nafasnya.

“ Wae? “, tanya Donghae.

“ Aku butuh Oksigen “, jawab Yuri.

“ Aku akan memberikannya untukmu “, ucap Donghae mulai mencium Yuri lagi.

Cukup lama mereka berciuman, mungkin karena mereka saling menyampaikan rasa sayang dan kasih mereka lewat ciuman itu. Tiba – tiba ciuman mereka berhenti karena terdengar suara petir membuat mereka kaget. Yuri yang takut dengan suara petir langsung memeluk Donghae erat.

“ Arghhhh!!!! “, teriak Yuri membenamkan wajahnya didada Donghae.

“ Waeyo Yuri-a? “, tanya Donghae dan petir berbunyi lagi membuat tubuh Yuri bergetar.

“ Aku… aku takut petir “, lirih Yuri dan Donghae pun mengusap – usap punggungnya.

“ Tenanglah Yuri, ada aku. Kau tidak usah takut lagi “, ucap Donghae menenangkan Yuri.

“ Lebih baik kita pergi dari sini, sepertinya sebentar lagi akan hujan “, ucap Donghae dan Yuri pun menurutinya.

****

Yuri dan Donghae pun pulang dengan bus umum. Yuri menyenderkan kepalanya di bahu Donghae karena dia sepertinya sangat lelah. Donghae mengusap – usap kepala Yuri lembut, perasaan Donghae mulai merasa tidak enak ketika bus mendekati restoran tempat mereka tinggal.

“ Kenapa rasanya seperti ini terakhir kalinya aku bersamamu Yuri-a? “, gumam Donghae sambil mencium kening Yuri.

“ Semoga hanya perasaanku saja “, batin Donghae.

Beberapa menit berlalu mereka pun sampai di terminal dekat restoran Jinhyuk. Donghae enggan membangunkan Yuri sehingga dia pun menggendong Yuri. Sepanjang perjalanan Donghae selalu tersenyum, dia masih merasakan bahagia saat Yuri menjadi yeojacingunya. Tubuh Yuri bergerak – gerak pertanda dia telah bangun.

“ Kau sudah bangun? “, tanya Donghae namun masih menggendongnya.

“ Neh, kenapa kau tidak bangunkan aku? “,tanya Yuri.

“ Karena kau terlihat sangat lelah sekali. Aku tidak tega membangunkanmu “, jawab Donghae.

“ Geurae, turunkan aku sekarang “, pinta Yuri.

“ Shirheo, aku ingin menggendongmu sampai restoran “, tolak Donghae.

“ Aish! Geurae. Kajja! Lebih cepat!Hyak!!! “, ucap Yuri sambil berpura – pura naik kuda dan semakin mempererat pelukannya di leher Donghae.

“ Ya! Memangnya aku seekor kuda?! “, tanya Donghae.

“ Neh “, jawab Yuri sambil tertawa dan Donghae pun ikut tertawa.

Donghae menurunkan Yuri tepat di didepan restoran, terlihat nafasnya tidak beraturan karena lelah.

“ Kau lelah? “

“ Anio, hanya saja badanmu terlalu berat. Sepertinya kau bertambah gemuk “, goda Donghae.

“ Mwo?!!! Ya! Siapa yang gemuk?!!! “, tanya Yuri tidak terima.

Donghae yang melihat Yuri seperti ingin memukulnya langsung lari masuk kedalam.

“ Ya! Jangan lari! “, ucap Yuri mengejar Donghae namun Yuri menabrak tubuh Donghae yang tiba – tiba berhenti.

Dukkk!!!

“ Aw! Ya! Kenapa kau berhenti mendadak? “, tanya Yuri sambil mengusap – usap keningnya.

Namun Yuri merasa aneh kenapa Donghae terdiam?, Dia mencoba melihat apa yang dilihat Donghae. Mata Yuri terbelalak melihat apa yang dilihatnya.

****

Gayoung pergi ke rumah Jaehoon ( rumah Yuri ) dengan sebuah surat ditangannya. Dia ingin memberi tahu Jaehoon tentang sesuatu yang penting. Saat Gayoung mengetuk pintu, terlihatlah Hara yang membukakan pintu.

“ Mana Jaehoon?! “, tanya Gayoung dingin.

“ Tuan Lee sedang ada keperluan di luar “, jawab Hara sambil menunduk karena dia masih takut dengan sikap Gayoung padanya.

“ Jangan bohong padaku! Katakan dimana dia?! “, tanya Gayoung dengan nada tinggi.

“ Saya tidak bohong, Tuan Lee sedang ada urusan di Luar  “, jawab Hara, Gayoung yang kesal melayangkan tangannya membuat Hara menutup matanya takut namun Gayoung tidak jadi menamparnya.

“ Geurae, kalau begitu aku akan menunggunya didalam “, ucap Gayoung yang langsung menyelonong masuk.

Hara tidak bisa berbuat apa – apa dia hanya menghela nafasnya berat.

****

“ Jaehoon?!!! “, ucap Yuri kaget.

Donghae terdiam karena dia melihat beberapa orang dengan jas hitam dan salah satu dari mereka memakai Jas biru. Jaehoon tersenyum melihat Yuri lagi, betapa rindunya dia dengan sosok Yuri.

“ Akhirnya aku menemukanmu Yuri-a “, ucap Jaehoon sambil tersenyum senang.

Yuri langsung bersembunyi dibalik tubuh Donghae dan memegang tangannya erat membuat Donghae heran. Lalu Donghae menatap Jaehoon lagi.

“ Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? “, tanya Donghae pada Jaehoon.

“ Aku kesini hanya untuk membawanya pulang “, jawab Jaehoon angkuh.

“ Pulang? “, tanya Donghae lalu menatap Yuri, Yuri menggelengkan kepalanya seperti tidak ingin pulang bersama Jaehoon.

“ Apa hak mu membawanya pulang?! “, tanya Donghae mencoba melindungi Yuri.

“ Hakku? Kau bilang apa hakku?! Tentu saja aku berhak melakukannya “, jawab Jaehoon tertawa meremehkan.

“ Shirheo! kubilang aku tidak mau!!! “, teriak Yuri dibalik tubuh Donghae.

“ Kau lihat sendiri kan dia tidak mau, jadi kau jangan memaksanya “, ucap Donghae.

“ Aku berhak memaksanya karena… “, sebelum Jaehoon membereskan ucapannya Yuri memotongnya.

“ Sudah kubilang aku tidak mau!!! Pulang saja sendiri!!! “, teriak Yuri yang langsung dipeluk oleh Donghae.

Melihat itu Jaehoon merasa marah dan cemburu melihat yeoja yang dia cintai di peluk namja lain.

“ Mau tidak mau kau harus pulang bersamaku! “, ucap Jaehoon menghampiri Yuri dan menariknya dari pelukan Donghae.

“ Shirheo!!! “, teriak Yuri mencoba melepaskan genggaman Jaehoon dari tangannya.

Donghae sudah tidak tahan lagi, dia pun mencoba melepaskan tangan Yuri namun kedua orang suruhan Jaehoon langsung memukulnya.

“ Donghae!!! “, teriak Yuri melihat Donghae yang tersungkur.

“ Kubilang lepaskan dia!!! “, perintah Donghae mencoba berdiri namun dia malah semakin dipukuli.

“ Hentikan!!! Ku mohon hentikan!!! “, Yuri tidak kuat melihat Donghae yang babak belur sekarang meneteskan air matanya.

Jaehoon memerintahkan orang – orangnya untuk berhenti memukuli Donghae.

“ Baiklah aku akan  melepaskannya, asalkan kau mau ikut pulang bersamaku “, tawar Jaehoon.

Yuri menatap sedu Donghae yang terluka, terlihat darah di ujung bibirnya. Yuri merasa bersalah karena dia menyebabkan  Donghae terluka. Yuri semakin meneteskan air matanya dengan deras. Donghae pun tidak ingin kehilangan Yuri. Dia mencoba bangkit namun tidak bisa, seluruh tubuhnya terluka.

“ Baiklah jika itu yang kau ingin ! “, ucap Yuri.

“ Yuri… “, lirih Donghae mendengar keputusan Yuri.

“ Kau membuat keputusan yang tepat, Chagi “, ucap Jaehoon mencoba memeluk Yuri namun Yuri menangkisnya dengan kasar.

“ Yuri-a, Andweh! Kau tidak bisa pergi bersamanya..uhukk… uhukkk “, ucap Donghae namun langsung terbatuk.

“ Mianhae, Donghae “, ucap Yuri sambil terisak.

“ oia Yuri-a, aku lupa mengatakan sesuatu. Orang yang mengatakan kau disini adalah… dia, Lee Donghae “, ucap Jaehoon membuat Yuri menatapnya lalu menatap Donghae.

“ Aku? “, tanya Donghae.

“ Neh, kau meneleponku dan memberitahu Yuri ada disini. Jadi kau bisa mendapatkan 1 juta won dariku “,

“ 1 juta won? “, ucap Yuri tidak percaya.

“ Dalam koper ini berisi 1 juta won, dan kau bebas menggunakannya sesuai keinginanmu “, ucap Jaehoon memberikan satu buah koper pada Donghae.

Yuri menatap Donghae tidak percaya. Apa benar dia yang memberitahu Jaehoon?

“ Ania, Yuri-a itu bukan aku. Aku tidak tahu menahu soal uang dan aku tidak mengenalnya sama sekali “, jelas Donghae berharap Yuri percaya.

Namun Yuri sepertinya bingung antara percaya atau tidak.

“ Yuri-a, percayalah padaku “, pinta Donghae yang masih meringgis.

“ Apa kita bisa pulang sekarang? “, pinta Yuri membuat Donghae kaget.

“ Baiklah, kau pasti lelah “, ucap Jaehoon sambil membawa Yuri pergi meninggalkan restoran itu dan Donghae, Donghae masih menatapnya tidak percaya.

“ Gomawo Donghae-ssi, sampai jumpa! “, ucap Jaehoon sambil tersenyum menyeringai.

Entah kekuatan darimana Donghae keluar menyusul Yuri yang  sudah masuk ke mobil Jaehoon.

“ Yuri-a, bukan aku Yuri-a. Kau tahu aku sangat mencintaimu? Yuri-a!!! “, teriak Donghae sambil menggedor – gedor jendela mobil Jaehoon namun Yuri tidak menatapnya sama sekali.

“ Yuri-a…!!!! “

Setelah mobil berjalan, Yuri mulai menangis terisak. Dia meluapkan semua kesedihannya berpisah dengan Donghae. Dalam hati Yuri percaya Donghae tidak mungkin melakukan hal itu. Namun demi keselamatan Donghae, Yuri pergi meninggalakn Donghae. Jaehoon hanya tersenyum kemenangan, Akhirnya Yuri kembali menjadi miliknya lagi.

****

Donghae terduduk setelah gagal mempertahankan Yuri. Dengan lemas dia kembali kedalam dan duduk di tangga. Donghae melihat koper yang katanya berisi uang. Saat Donghae membukanya ternyata memang benar kalau koper itu berisi uang 1 juta won. Namun Donghae merasa hampa karena Yuri sudah pergi darinya. Apakah ini yang membuatnya tidak ingin pulang dengan cepat? Tapi Kenapa Jaehoon mengatakan kalau Donghae yang menghubunginya. Eunseo yang baru datang kaget melihat wajah Donghae yang babak belur.

“ Omo! Oppa! ada apa dengan wajahmu? “, tanya Eunseo kaget sambil menghampiri Donghae.

“ Gwenchana? “, tanya Eunseo sambil mencoba menyentuh wajah Donghae namun Donghae menahannya.

“ Waeyo Oppa? kenapa kau bersedih seperti ini? “, tanya Eunseo.

“ Yuri pergi, dia meninggalkan aku “, lirih Donghae.

“ Jadi karena Yuri, Oppa kau tidak perlu sedih. Yuri kembali pada tunangannya sudah kubilang kan dia…. “

“ Mwo? Tunangan?! “ tanya Donghae kaget.

“ Neh, kau tahu kenapa saat Yuri datang kesini memakai gaun pengantin? Itu karena dia lari di hari pernikahannya “, jelas Eunseo.

“ Darimana kau tahu? “,

“ Beberapa hari yang lalu ada beberapa orang yang menanyakan tentang Yuri padaku dan mereka bilang seperti itu “,

“ Apa kau tahu tentang siapa yang menemukan Yuri akan mendapat uang? “, tanya Donghae membuat Eunseo gugup.

“ Nnn… neh “,

“ Kau tahu siapa yang menghubungi mereka atas namaku? “, tanya Donghae lagi.

“ A… anio “, jawab Eunseo membuat Donghae lemas lagi.

“ Sudahlah Oppa, biar aku obati dulu lukamu ya “, tawar Eunseo dan mengambil kotak P3K.

****

Saat tiba dirumah Yuri langsung keluar dari mobil tanpa menunggu Jaehoon dulu, Jaehoon tidak peduli jika Yuri menerimanya atau tidak. Yang jelas Yuri sudah menjadi miliknya sekarang. Hara membukakan pintu dan kaget melihat Yuri didepannya.

“ Nona? “, ucap Hara sambil mengedip – ngedipkan matanya tidak percaya.

“ Hara, bogoshipeosoyo “, ucap Yuri sambil memeluk Hara.

“ Nadoo, Nona. Tapi mengapa kau kembali? “, tanya Hara.

“ Karena aku yang membawanya pulang, tidakkah kau senang dia kembali? “, tanya Jaehoon yang sudah ada di belakang Yuri.

“ Nnn…neh “, jawab Hara gugup.

“ Bawa dia kekamarnya, sepertinya dia sangat lelah “, suruh Jaehoon dan Hara pun mengikutinya.

Saat masuk tiba – tiba Gayoung muncul dan ingin menyambut Jaehoon.

“ Jaehoon-a, aku punya kabar baik untukmu! “, ucap Gayoung sambil menghampiri Jaehoon dengan tersenyum lebar. Namun senyumnya menghilang saat melihat Yuri di belakang Jaehoon.

“ Apa yang kau lakukan disini? “, tanya Jaehoon dingin.

“ Jadi yeoja manja ini sudah kembali rupanya “, ucap Gayoung tersenyum sinis.

“ Sudahlah lebih baik kau pulang sekarang! “, suruh Jaehoon.

“ Ani, ada yang harus aku sampaikan padamu. Mungkin dia juga harus mendengarnya kalau aku ini sedang ha… “, sebelum Gayoung melanjutkan kata – katanya Jaehoon sudah menariknya keruangan kerjanya.

“ Ikut aku! Hara kau bawa Yuri ke kamarnya “,

“ Neh, Tuan. Nona ayo! “ ajak Hara pada Yuri.

Yuri hanya membiarkan Jaehoon begitu saja, karena tidak penasaran dengan hubungan Jaehoon dan Gayoung. Dia hanya ingin istirahat, dari lelah hatinya.

“ Lepas! “,

“ Jangan macam – macam denganku Lee Gayoung! Awas kalau kau mencoba merusak hubunganku dengan Yuri, aku tidak akan tinggal diam! “, ancam Jaehoon.

“ Huh? Kau masih memikirkan yeoja itu? Dan kau bilang aku merusak hubunganmu dengannya? Sementara aku mengandung anakmu? “, ucap Gayoung membuat Jaehoon kaget.

“ Jangan mengada – ngada “, ucap Jaehoon.

“ Aku tidak mengada – ngada. Lihatlah hasil test ini! “, kata Gayoung memberikan sebuah surat dari dokter.

“ Lalu apa buktinya jika anak itu adalah anakku? “, tanya Jaehoon datar.

“ Mwo?!!! “

“ Kau tidak bisa membuktikannya kan? “, Jaehoon tersenyum menyeringai.

“ Ya! Lee Jaehoon! Aku melakukanya hanya denganmu dan kau bilang butuh bukti?Jinjja! “,

“ Tentu saja, aku akan mengakuinya jika kau bisa membuktikannya kalau anak yang kau kandung adalah anakku? “, tantang Jaehoon.

“ Huh?! Baik kalau itu yang kau mau, aku akan mengatakannya pada Kwon Yuri kalau aku mengandung anakmu! Kalau kau masih tidak percaya kita akan melakukan test DNA “, ancam Gayoung.

“ Silahkan saja jika kau bisa “,

“ Geurae, aku akan menemuinya sekarang! “ saat Gayoung keluar dari ruangan itu sudah ada dua orang pengawal menantinya dan membawanya keluar dengan paksa.

“ Ya! Lee Jaehoon! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Aku bersumpah akan menghancurkanmu!!! “, teriak Gayoung sambil diseret keluar oleh orang suruhan Jaehoon.

Orang – orang itu melempar Gayoung diluar pagar membuatnya jatuh cukup keras.

“ Aw! “, ringis Gayoung sambil memegang perutnya yang terasa sakit.

****

Setelah tiga hari berlalu, Pagi – pagi sekali Donghae menghampiri rumah Yuri, dia berniat untuk memberikan uang yang diberikan oleh Jaehoon padanya. Dia tidak ingin Yuri beranggapan kalau dialah yang memberitahu keberadaan Yuri hanya untuk uang. Jaehoon yang mndapat kabar kalau Donghae ingin menemuinya pun menghampiri Donghae di ruang tamu.

“ Ada apa lagi kau kesini? Bukankah sudah jelas? Atau uang yang kau dapatkan masih kurang? “, tanya Jaehoon datar sambil menatap Donghae.

“ Aku hanya ingin mengembalikan uang ini, karena aku memang tidak pernah melakukan apa yang katakan “, ucap Donghae sambil meletakkan kopernya diatas meja.

“ Jadi kau berpikir dengan mengembalikan uang ini, kau bisa mendapatkan Yuri kembali? Jangan bermimpi “, ucap Jaehoon sambil tertawa menyeringai.

“ Ani, setidaknya dengan mengembalikannya aku tidak merasa terbebani, dan aku bisa membuktikan kalau aku tidak bersalah  “, ucap Donghae.

Yuri yang keluar dari kamarnya mendengar suara Donghae. Dia sangat rindu sekali dengan sosok Donghae dihidupnya. Yuri sudah terbiasa dengan adanya Donghae saat dia terbangun dari tidurnya, tiga hari ini membuatnya sungguh tersiksa . Yuri mencoba mendekati ruang tamu namun tanpa membuat mereka tahu dia ada disana.

“ Geurae, jika sudah selesai kau bisa kembali “, ucap Jaehoon mengusir Donghae.

“ Biasakah aku bertemu dengannya untuk yang terakhir kali? “, pinta Donghae.

“ Ania, aku tidak ingin kau mengacaukan hatinya lagi. Pergilah sekarang! Sebelum aku menyuruh orang – orangku untuk mengusirmu “, kata Jaehoon.

Donghae melihat bayangan dibalik tembok yang dia yakini itu adalah Yuri.

“ Yuri-a, jika kau mendengarku. Aku hanya ingin mengatakan aku sangat mencintaimu Yuri-a “, ucap Donghae membuat Jaehoon tersenyum meremehkan.

Setelah itu Donghae keluar dari rumah itu. Yuri yang mendengarnya merasa sedih. Dia ingin sekali mengejar Donghae dan memeluknya tapi Jaehoon pasti melarangnya. Dengan memberanikan diri Yuri menghampiri Jaehoon yang duduk di sofa.

“ Lee Jaehoon, bisakan kau membiarkan aku menemuinya sebentar saja? “, pinta Yuri.

“ Anio “, jawab Jaehoon singkat.

“ Jebal, aku tidak akan lari lagi. Aku sudah lelah, tapi kumohon sekali saja biarkan aku menemuinya “, mohon Yuri.

Jaehoon tidak pernah melihat Yuri memohon seperti ini, hatinya sungguh sakit. Tapi dengan janji Yuri yang tidak akan lari darinya lagi. Jaehoon pun tidak memiliki pilihan lain , akhirnya Jaehoon mengijinkan Yuri untuk menemui Donghae terakhir kalinya.

“ Baiklah, tapi ini terakhir kali kau bertemu dengannya “,

“ Gomawo, Lee  Jaehoon “, ucap Yuri tersenyum.

Ini pertama kalinya dia melihat Yuri tersenyum lagi padanya. Tapi kenapa Jaehoon malah merasakan kalau itu senyuman Yuri terakhir untuknya. Yuri pun lari keluar mengejar Donghae. Ternyata Donghae sudah cukup jauh, dan Yuri melihatnya diseberang jalan. Yuri mencoba memanggil – manggil Donghae.

“ Donghae!!! Jakkaman!!! Donghae!!! “, teriak Yuri namun karena jarak mereka terlalu jauh. Yuri pun semakin mempercepat larinya tanpa peduli dengan sekitarnya.

“ Donghae!!!! “, kali ini Donghae mendengar ada yang memanggilnya menoleh kebelakang. Dilihatlah Yuri yang sedang berlari kearahnya. Donghae tersenyum karena dia sangat ingin bertemu dengan Yuri. Jaehoon pun mengikuti Yuri karena perasaannya sungguh tidak enak. Saat Yuri mulai menyeberang tiba – tiba sebuah mobil berkecepatan tinggi datang ke arahnya. Donghae dan Jaehoon yang melihatnya pun memanggil Yuri.

“ Yuri!!!! “, teriak mereka berlawanan arah namun sayang mobil itu sudah menghantam keras tubuh Yuri.

Bruakkk!!!!

Tubuh Yuri terpental mengeluarkan banyak darah. Donghae segera lari secepat mungkin menghampiri Yuri yang tergeletak di aspal.

“ Yuri!!! “,

Donghae lalu mengangkat kepala Yuri di pangkuannya.

“ Yuri, jangan tinggalkan aku! Kumohon sadarlah! “, ucap Donghae panik.

“ Dong… Hae…. “, ucap Yuri masih sadar.

“ Yuri-a, bertahanlah! “

“ Yuri-a! “, teriak Jaehoon setelah dekat dengan Yuri.

“ Panggilkan ambulan sekarang juga!!! “, teriak Jaehoon pada orang – orang yang berkumpul disekitar kecelakaan.

“ Yuri-a, kumohon bertahanlah!!! “, ucap Donghae.

Yuri tersenyum lemah pada Donghae, karena dia begitu senang bisa berada di pangkuan Donghae walaupun untuk terakhir kalinya.

“ Saranghaeyo… Donghae…. “, lirih Yuri.

“ Yuri-a Kumohon tetap bangun, jangan tidur Yuri-a…. “, ucap Donghae tak lama ambulan pun datang membawa tubuh Yuri kerumah sakit.

“ Huh! Sudah kubilang ini pembalasanku padamu Jaehoon karena kau telah membunuh anak kita “, ucap Gayoung sambil menatap tajam dari balik spion.

Yuri dibawa keruang gawat darurat, terlihat kecemasan diwajah kedua namja yang menungguinya sekarang. Wajah panik, tidak tenang dan takut kehilangan. Itulah yang dirasakan dua namja itu.

To Be Continue….

Aduh… aduh… ini cerita jadi kemana – mana ya… hehehe :p readers gimana nih tanggapannya? Mian, kalau  Author lama ngepostnya. Soalnya selain idenya yang lagi stuck author juga masih memiliki urusan yang lain. Semoga part ini tidak mengecewakan walaupun pasti ada yang merasa kecewa hehehe :)  tapi tetep RCL ya seperti biasa Don’t Plagiator!!! Don’t be Silent Reader!!!! Respect to me Okay!!! ^^d

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

46 thoughts on “(Sequel Love First sight) Run Away To You

  1. Bagian akhirnya bikin tegang thor…. Asik”nya baca eh.. Jdi TBC —

    Ditunggu kelanjutannya thor😀 jangan lama” ne

  2. Udah lama nunggu chapter 4,akhrnya diposting jg… Sebenarnya jae hoon itu mecintai yuri atau hanya mecintai harta yuri? O jd yang menabrak yuri it gayoung! Bener2 nappeun yeoja..kalau mau membuat jae hoon hancur knp hrus mencelakakan yuri sih? Harusnya kan bs satu misi dg donghae.. Utk mdptkan kembli orang2 yg mereka cintai..fighting thor.

  3. eunseo sama gayoung dasar yeoja iblis…haduuuuhhh bikin kesel bgt sih sumpah,,
    lama bgt nunggu chap4 d post, hehe

    jaehoon sbnernya hatinya baik,, cuman karena dia ga mau kehilangan yuri jadinya kaya gitu overprotective sama yuri..

    aku kira ini mau ending,, soalnya pas yuri ijin.sama jaehoon,, jaehoon.ngerasa klo ini terakhir Kali dia liat senyum yuri,
    abis itu yuri ketabrak lagi..kirain yuri meninggal..
    ternyata masih TBC
    syukurlaaaaah msh lanjut..haha

    cepet lanjut lagiiiiiii ^^

  4. Wah unnie ⓖⓞⓜⓐⓦⓞ uda di lanjutin
    Äq lgi sedih neh eon taemin kenapa di wgm kan sama naeun TT . TT nnti sulli kyk mana wgm selalu buat nyesek wktu itu wgm nichkhun dan yonghwa buat nyesek terus lee joon untung aja joon uda berhenti skrng taemin sama naeun pula tuh klu emang harus dari apink kenapa ga sama bomi atau namjoo kenapa meski dia diantara wgm emang yg paling enak tuh pasangan sunhwa sama kwanghee selalu buat tertawa terus ga kyk wgm yonghwa liat nya ngantuk pdhl uda lama beli setengah pun äq belum ada nntn #mian kok jd curcol gini ya TT . TT
    Kapan ya kyuhyun sama yuri di wgm kan pdhl uda berharap bngt

    1. Iya kelamaan kasihan yang udah nungguin hehehe😛
      mungkin memang mereka ingin mencari hal baru, lumayan buat popularitas kan? Sabar aja ^___^
      Kyuri WGM? moga tahun depan hehehe #ngarep mode on

  5. Jadi yang menghubungi jaehoon menggunakan nama donghae itu eunsoo ya chingu ???
    Temannya donghae yang laki2 dimana chingu ???
    Waaaa gimana nih yuri !!!!! ;'(
    Waaaa gak sabar buat baca kelanjutannya >.<
    Jangan lama2 ya chingu😀
    Hehehehe

  6. Eunsoo kenapa jahat bget? Waktu donghae ngmbaliin uang dan ngmg cinta ke yuri itu lhoo.. Bikin nyesek.. Abis yuri cuma bisa ngintipin..

  7. aaaahhhh eonni aku makin sebel aja nih sama si eunso, udah aslinya aku sebel sama dia eh nambah sebel aja pas baca ff ini. iiiissshhhh nenek sihir tuh emang. yul eonni kasian sampe ketabrak gitu mudah2an yul eonni ga apa2😥. eonni masa yul eonni ada banyak sih musuhnya? kan kasian eon😥. tapi bagus eon ceritanya kaya sinetron gitu😀. lanjut ya eon.

    1. sebenarnya bukan musuh si, tapi kelihatan seperti itu ya hehehe😛
      iya kali ya korban sinetron, padahal udah gak pernah nonton sinetron lagi semenjak 2 tahun yang lau hehehe😛
      Gomawo🙂

  8. author…
    yuri unnienya kasian bgt sih
    kasian jga sma si jae sih
    gayoung ckckck
    gak tau maluh tuh yeoja #esmosi
    haha lanjut thor

      1. huaa aku gdi inget gayoung di Fashion King sbnernya gak trima aku Lee Jee Hoon gak sma yul eonnie
        ktany forever love anna #curhat lgi readers ini hahha

      2. bener thor hahaha
        msih ada kyupa sma haepa
        ini aku lgi dieomelin mereka ber2 krna ngetweet lee jee hoon love yuri hahaaha

  9. deg-degan banget min yaampunnnn kirain yurinya mati ternyata masih TBC. masih ada harapan yuri hidup lah:D btw gomawo minnnn udah dilanjutin chapternya hihihi:*:* ditunggu kelanjutannya ya minn:))

  10. Yuri Unnie, itu cuma slah paham!!
    huaa,, Yuri nya kecelakaan, aduh bagaimana ini? kasian liat Donghae..

    sedih, plus deg-degan.. segera di next yaa… ff favorit saya ini, hehehe..
    semangat terus ya Unn!

  11. Aduh ga tau mau coment apa lg. Terlarut dalam kesedihan dan kekesalan ToT…

    Yul eonni gwenchana ya. GWS, jgn buat ff ini sad ending, dan jgn buat Donghae oppa menjomblo lagi (Apa ini? #plak)

    Itu eunseo eonni pasti deh yg ngaku jd Donghae oppa pas nelpon si Jaehoon oppa.
    Eunseo eonni sama Gayong eonni harus di musnahkan! Nanti aku rebus?! Atau goreng?! Tinggal milih. Xixixixi

    Aku lanjut ke part akhit deh, udh penasaran akut…

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s