Posted in Comfort, Dramalife, Family, Fanfiction, Romance

Cause Him chapter 13

 

Cause him 13 copy

Author             :  Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                   :  Cho Kyuhyun, Super Junior

                              Kwon Yuri, SNSD

Other cast       :  SNSD

   Super Junior

   Nickhun, 2PM

   Jung Yonghwa, CN Blue ( dikit )

Lenght             : Chapter

Genre              : Family, Dramalife, Romace, Love, Accident sisanya katagoriin sendiri ya ^^

Rated          : +17

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Ceritanya pure hasil imajinasi author yang koplak. Jadi Don’t bashing! Don’t Plagiat! Don’t be siders! Baca dulu baru comment.” Sepatah kata atau dua patah kata lebih baik daripada tidak sama sekali “ ^^ Mian klo masih ada Typo, Typo is art hehehe J untuk masalah karakter Mohon jangan dibash karena ini hanya ada dalam cerita saja. Jika tidak suka Pairingannya atau karakter tokohnya lebih baik pikir – pikir dulu deh sebelum baca yak!🙂

 

Happy Reading !!!! ^__^

Dokter masuk ke ruangan Yuri membawa hasil test tentang kandungan Yuri.

“ Bagaimana Dok? “, tanya Kyuhyun harap – harap cemas, Yuri menatap tidak mengerti kenapa Kyuhyun terlihat cemas.

“ Hasilnya sudah keluar dan kandungannya… “, kata Dokter sambil membetulkan kaca matanya membuat Kyuhyun gugup mendengar lanjutan dari Dokter, Yuri menelan ludahnya mendengar kata kandungan dan kini dia juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan Dokter itu.

“ Apa kandungannya tidak apa – apa Dok? “, tanya Kyuhyun.

Yuri merasa tidak tenang melihat raut wajah Dokter, Kyuhyun pun menggenggam tangan Yuri untuk menenangkannya.

“ Hmmm… kandungannya cukup baik, hanya saja… “, jawab Dokter ragu semakin membuat jantung Yuri dan Kyuhyun dag dig dug tidak karuan (?)

“ Hanya saja apa Dok? “, ucap Yuri masih tegang.

“ Ada kelainan pada janin bayi “, ucap Dokter.

“ Kelainan? “, ucap Yuri dan Kyuhyun bersamaan.

Yuri dan Kyuhyun tidak mengerti maksud Dokter itu, dan masih menatapnya tidak mengerti.

“ Apa itu karena kejadian dia jatuh dan masuk rumah sakit Dokter? “, tanya Kyuhyun khawatir.

“ Anio, Tuan dan Nyonya Cho, Menurut pemeriksaan Nyonya Cho akan melahirkan secara premature, anda akan melahirkan di usia 7 atau 8 bulan kandungan anda “, jelas Dokter yang kini membuat Kyuhyun dan Yuri mengerti.

“ Jadi bayi itu akan lahir sebelum 9 bulan Dok? “ tanya Kyuhyun senang karena dia sungguh tidak sabar dengan kehadiran bayi itu.

Namun sepertinya tidak dengan Yuri, dia hanya takut terjadi apa – apa pada bayinya.

“ Apa itu berbahaya Dok? “, tanya Yuri yang membuat senyum Kyuhyun hilang.

“ Hmm… tergantung dari masukan gizi dan kondisi anda. Hal itu sangat menentukan keadaan bayi anda. Tapi anda tidak usah khawatir, anda cukup menjaga kesehatan anda untuk kesehatan bayi anda dan jangan terlalu stress atau lelah hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan janin bayi anda “, ucap Dokter itu sambil tersenyum membuat Yuri bernafas lega dan Kyuhyun tersenyum kembali.

****

Nickhun dan Yoona kembali ke kamar dimana Yuri berada sambil bergandengan tangan. Yuri pun melihat itu dan merasa heran juga penasaran.

“ Hmmm… sepertinya ada yang aneh nih “, sindir Yuri membuat Nickhun dan Yoona sadar dengan kondisi tangan mereka, dengan cepat mereka melepaskan tangan mereka.

“ Aneh? Waeyo? “, tanya Kyuhyun.

Yuri tidak menjawab, dia hanya tersenyum pada Yoona dan Nickhun membuat keduanya makin salah tingkah. Kyuhyun yang tidak mengerti hanya menoleh kearah Yuri dan pasangan baru itu.

“ Ya! Ceritakan padaku, ada apa ini? “, Tanya Kyuhyun kesal.

“ Aish! Sudahlah kau tidak usah tahu. Aku ingin pulang sekarang juga “, ucap Yuri pada Kyuhyun.

“ Memangnya kau sudah boleh pulang, Yul? “, tanya Yoona.

“ Aku hanya tidak ingin lama – lama disini “, jawab Yuri.

“ Andweh! Kau harus dirawat dulu disini Yuri-a “, kata Kyuhyun melarang Yuri.

“ Ya! Aku hanya luka memar jadi tidak perlu dirawat “,

“ Lalu bagaimana dengan bayimu Yul? “, sekarang giliran Nickhun yang bertanya.

“ Dokter bilang baik – baik saja kok “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Syukurlah kalau begitu “, ucap Nickhun sambil tersenyum juga.

“ Kyu, cepat urus sana. Aku sudah tidak tahan disini”, suruh Yuri dan Kyuhyun tidak bisa melarangnya.

“ Geurae, Nyonya Cho “, Kyuhyun pun meninggalkan ruangan itu.

Selang beberapa detik Nickhun pamit untuk ke toilet meninggalkan Yoona dan Yuri di ruangan itu.

“ Ada apa kau dengan Nickhun sunbae? “, tanya Yuri.

“ Anio, tidak ada apa –apa kok “, sangkal Yoona namun wajahnya langsung memerah.

“ Aish! Wajahmu tidak bisa membohongiku Yoona – a “,

“ Hmmm… sebenarnya tadi Nickhun Oppa… “

“ What? Oppa?!!! “

“ Jangan bilang kalian… “,

“ Kau benar Yuri, kami mencoba menjalin hubungan dan sebenarnya aku menyukainya dari dulu “, aku Yoona.

“ Kau menyukainya? Sejak kapan? “,

“ Sejak dulu saat kita melihat pertandingan basket dimana Nickhun Oppa mulai menyapa kita “, jawab Yoona.

“ Mwo?! Selama itu?! Dan kau malah menjodohkannya denganku? “

“ Karena kulihat dia sangat menyukaimu Yuri-a, jadi aku hanya ingin melihatnya bahagia denganmu “, Yoona mulai menunduk.

“ Mianhae Yoong, aku tidak menyadarinya “, ucap Yuri menyesal.

“ Ani, Gwenchana. Lagian sekarangkan aku sudah bersamanya “, ucap Yoona tersenyum senang.

“ Neh, syukurlah kalau begitu. Aku juga ikut senang mendengarnya “,

“ Lalu kau dengan Kyuhyun? “

“ Apanya? “,

“ Apa kau mencintainya? “,

“ Mungkin, tapi… aku tidak pernah mendengarnya menyatakan perasaannya padaku “, ucap Yuri cemberut.

“ Tapi aku lihat dia perhatian sekali padamu, Aku yakin dia sangat mencintaimu “,

“ Dia perhatian pada bayi ini, bukan aku… “, jawab Yuri kesal.

“ Ya! Kwon Yuri, babo! Kalau dia tidak mencintaimu bagaimana bisa dia cemburu pada Nickhun Oppa dan bagaimana dia menyalahkan dirinya sampai – sampai tangannya terluka itu untuk siapa? “,

“ Jadi tangan itu? “

“ Neh, dia menghukum tangannya karena melukaimu dan hampir membayakan bayimu “,

“ Tapi tetap saja dia tidak pernah bilang mencintaiku “,

“ Aish! “, umpat Yoona dengan sikap Yuri yang menjadi kekanak – kanakan seperti ini.

****

Kyuhyun selesai mengurus administrasi Yuri dan akan kembali ke ruangan Yuri namun Nickhun mengajaknya untuk berbicara.

“ Waeyo? “, tanya Kyuhyun datar.

“ Aku hanya ingin memastikan apa kau benar – benar mencintai Yuri? “, tanya Nickhun.

“ Apa hakmu bertanya seperti itu? “, tanya Kyuhyun dengan nada sinis.

“ Memangnya kenapa kalau aku bertanya? Lagian aku juga masih menyukai Yuri, jika kau tidak benar – benar mencintainya. Kurasa aku masih bisa memperjuangkannya “, ucap Nickhun.

“ Mwo?! Ya! Sebentar lagi Yuri akan menikah denganku! Dan kau tahu dia mengandung anakku! Jadi jangan coba – coba mendekatinya lagi! “, kesal Kyuhyun sambil mencengkram kerah Nickhun.

“ Lalu kenapa kau tidak bilang kalau kau mencintainya? “,

“ Aku mencintainya sangat mencintainya. Jadi jangan bermimpi untuk mendapatkannya!!! “, bentak Kyuhyun.

“ Geurae, aku tenang sekarang. Tapi jagalah cemburumu itu, kalau kau tidak ingin Yuri pergi darimu “, Ucap Nickhun sambil tersenyum.

 “ Apa maksudmu? “ tanya Kyuhyun tidak mengerti sambil melepaskan cengkramannya.

“ Kau akan tahu sendiri nanti “, jawab Nickhun lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih tidak mengerti.

“ Cih! Sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan? “, umpat Kyuhyun lalu kembali ke ruangan Yuri.

Saat Nickhun dan Kyuhyun masuk, Yuri dan Yoona pun langsung menoleh kearah mereka.

“ Sudah selesai Kyu? “, tanya Yuri.

“ Neh, kau bisa pulang sekarang “,

“ Oia Sunbae, Chukae! Akhirnya kau mendapatkan yeoja yang lebih baik sekarang “, ucap Yuri sambil melirik Yoona pada Nickhun yang dijawab senyuman.

“ Gomawo “, jawab Nickhun.

“ Wae? Kenapa kau memberinya ucapan selamat? “, tanya Kyuhyun seperti orang bingung.

“ Kau juga harus memberi ucapan selamat, karena mereka sudah resmi pacaran “, jawab Yuri.

“ Jinjja?! Jadi itu maksudmu? “, tanya Kyuhyun pada Nickhun namun Nickhun hanya mengangkat bahunya.

“ Maksud apa? “, tanya Yuri.

“ Anio, gwenchana. Kajja bukankah kau sudah ingin pulang? “, ajak Kyuhyun membuat Yuri mendecak kesal.

“ Kalau begitu kami juga akan pulang duluan, Kyu ingat kata – kataku dengan baik ya “, ucap Nickhun masuk ke mobilnya bersama Yoona.

“ Neh, pasti “, jawab Kyuhyun mantap.

“ Bye, Yong! “

“ Bye, Yul “,

Mereka pun pulang ke arah yang berbeda.

****

Aku pun pulang dari rumah sakit, walaupun kurasakan memar diwajahku tapi aku sudah tidak merasa sakit lagi.

“ Mianhae Yuri… “, ucap Kyuhyun padaku dengan penuh penyesalan.

“ Soal pukulanmu? Gwenchana, setidaknya tidak ada pertumpahan darah antar kau dan Nickhun sunbae “,  candaku mencoba merubah seidkit suasana yang terasa aneh.

“ Tapi karena aku kau terluka seperti itu “ ucapnya lagi dengan nada yang sama.

“ Aku ingin bertanya kenapa kau cemburu seperti itu? Dulu Siwon sekarang Nickhun sunbae? “, tanyaku penasaran.

“ Itu karena aku tidak suka kau dekat dengan namja lain atau melihat namja lain yang menyentuhmu “, ucapnya lirih.

“ Kenapa kau harus tidak suka?! Lagian kita ini bukan kekasih kan? Kau tidak pernah mengatakan kau menyukaiku atau mencintaiku?! “, tanyaku yang langsung sadar dan menutup mulutku.

Tiba – tiba Kyuhyun mengerem mobilnya dan menatapku dengan tatapan yang aku tidak tahu.

“ Apa yang kau katakan tadi? “, tanyanya penasaran.

“ Ani, aku tidak mengatakan apapun “, elakku.

“ Apa kau ingin aku mengatakannya padamu? “, tanyanya

Dasar namja babo! Tentu saja aku ingin! Tapi tidak mungkin aku yang memintanya, harusnya dia mengerti itu.

“ Mengatakan apa? “, tanyaku pura – pura tidak tahu.

“ Mengatakan kalau sebenarnya aku…. “, jantungku mulai berdegup kencang, apa dia akan mengatakannya sekarang?

“ Kalau aku me…. “ ucapnya yang membuatku menelan ludahku namun tiba – tiba berhenti karena  ada suara ketukan dari luar.

Kyuhyun menoleh kearah luar dan membuka kaca mobilnya. Terlihat seorang polisi lalulintas menyuruh Kyuhyun keluar. Terdengar sayup – sayup Kyuhyun mencoba meminta maaf pada polisi itu. Dan tak berapa lama dia pun masuk lagi kedalam mobil.

“ Waeyo? “, tanyaku.

“ Polisi itu menilangku karena berhenti ditempat larangan parkir “, jawabnya dan memang benar kulihat ada rambu – rambu bertuliskan huruf p yang di coret. Aish! Polisi itu mengganggu saja.

“ Sudahlah, aku lelah. Kita pulang saja “, kami pun kembali ke rumah orang tuaku karena di apartement Siwon kosong. Aku takut, tidak bisa mengontrol diriku lagi saat didekatnya.

****

Mereka tiba di rumah orang tua Yuri, namun Yuri merasa aneh saat ada sebuah mobil yang asing terlihat di halaman rumahnya.

“ Apa ada tamu? “, tanya Yuri.

“ Waeyo? “,

“ Kau lihat mobil itu? Aku belum pernah melihatnya “, ucap Yuri.

Kyuhyun merasa familiar dengan mobil itu.

“ Tidak mungkin! “, gumam Kyuhyun namun ternyata Yuri juga mendengrnya.

“ Apanya yang tidak mungkin, eoh? “, tanya Yuri.

“ Ini… mobil ini milik Appa “

“ Mwo?!!! “

Mereka pun segera masuk kedalam rumah karena penasaran. Benar saja kalau ternyata Tuan Cho ada disana sedang berbicara dengan orang tua Yuri.

“ Kalian sudah pulang? “, tanya Omma Yuri yang melihat mereka datang.

“ Neh “,

“ Appa? Apa yang kau lakukan disini? “, tanya Kyuhyun heran.

“ Aku hanya berkunjung ke rumah besanku saja, apa tidak boleh? “, jawab Tuan Cho yang sekarang wajahnya terlihat lebih cerah dari biasanya.

“ Sekalian kami merencanakan untuk pernikahan kalian minggu depan “, ucap Omma Yuri membuat Kyuhyun dan Yuri kaget.

“ Mwo?!!! Menikah minggu depan?! “,

“ Anak muda, tidakkah kau lihat perut Yuri yang semakin membesar itu? “, tanya Appa Yuri dengan nada wibawanya.

“ Ah neh “, jawab Kyuhyun, Yuri tidak berkomentar apapun dan mereka melanjutkan pembicaraan mereka.

****

“ Appa! “, panggil Kyuhyun saat melihat Appanya yang mau masuk ke mobil.

Tuan Cho pun menoleh kearah suara yang memanggilnya.

“ Gomawo… “, ucap Kyuhyun saat berada didepannya.

“ Apa aku tidak salah dengar? Putra yang membenciku kini berterima kasih padaku? “, goda Tuan Cho.

“ Ani, Dan Mianhae tentang sikap dan tingkah lakuku yang selalu membuatmu susah “

“ Yeoja itu benar – benar luar biasa bisa menghancurkan batu yang ada dikepalamu “, kekeh Tuan Cho yang membuat Kyuhyun tertawa.

“ Mianhae, Appa juga yang selalu memikirkan pekerjaan tanpa memperhatikanmu dan Ommamu dulu “, ucap Tuan Cho.

Kyuhyun langsung memeluk Appanya yang sudah dia rindukan selama belasan tahun begitu pun sebaliknya. Yuri pun yang melihat dari jendela kamarnya merasa bahagia dengan Appa dan anak itu yang mulai saling membuka hati masing – masing.

“ Tapi bagaimana dengan perjodohan itu Appa? “, tanya Kyuhyun saat mereka melepaskan pelukannya.

“ Perjodohan itu sudah dibatalkan “

“ Mwo?! Dibatalkan?! “

“ Neh, karena Seohyun sendiri yang meminta orang tuanya untuk membatalkan perjodohan itu “, 

“ Seohyun? “

“ Neh, itulah yang dikatakan Seo Insung padaku. Ya! Jangan pikirkan yeoja lain lagi, pikirkanlah calon anae dan bayimu “, kata Tuan Cho sambil tersenyum.

“ Neh, tentu saja Appa “, jawab Kyuhyun.

“ Oia apa ingin meminta satu hal padamu. Setelah kau menikah nanti Appa akan mengurus perusahaan yang ada di luar negri. Dan kau urus perusahaan yang ada disini ya “,

“ Hanya disini? Tapi perusahaan yang diluar negri kan banyak Appa? “

“ Appa menyuruhmu mengurus hanya disini karena kau juga harus mengurus anae dan anakmu nanti. Appa tidak ingin semua yang Appa lakukan padamu terjadi pada anakmu “, ucap Tuan Cho.

“ Tenang saja Appa, itu tidak akan pernah terjadi “, ucap Kyuhyun mantap.

“ Ya sudah Appa pulang dulu, oia kau tidak ikut pulang? “, tanya Tuan Cho dan Kyuhyun menoleh kearah jendela dimana Yuri sedang memandangi mereka.

“ Arraseo, kau pasti ingin bersamanya kan? “, senyum Tuan Cho melihat tingkah putra semata wayangnya.

“ Kau tahu saja Appa “, ucap Kyuhyun malu – malu.

“ Jaga dirimu, son “

“ Kau juga Appa, jaga kesehatanmu dan jangan terlalu lelah bekerja. Nanti tidak ada tempat untuk menampung uangmu yang sudah menumpuk itu “, canda Kyuhyun membuat Tuan Cho tertawa dan masuk ke mobilnya.

****

Setelah Appa pergi, aku pun masuk kedalam rumah Yuri dan menghampirinya yang sedang berada dikamarnya..

“ Aku senang sekali melihatmu sudah baikan dengan Appamu “, ucapnya sambil tersenyum padaku.

“ Neh, dan semua ini berkatmu “

“ Aku? Aku tidak merasa melakukan apapun? “, tanya Yuri polos, Aish! Yeoja ini selalu merendah diri.

“ Mungkin kau tidak sadar melakukannya “, ucapku lalu tertawa.

“ Ya! “ katanya sambil memukul lenganku pelan.

“ Gomawo “, ucapku sambil mengusap rambutnya.

“ Walaupun aku tidak tahu kau berterima kasih untuk apa? Tapi Cheonma “, jawabnya.

“ Gomawo juga sudah membiarkan aku disampingmu dengan bayi ini “, aku pun mengusap perutnya.

“ Itu sudah tanggung jawabmu “, katanya yang langsung terkekeh.

“ Istirahatlah. Dokter bilang kan kau harus banyak istirhat dan tidak boleh terlalu lelah “, ucapku dan dia pun mengangguk.

“ Terasa aneh sekali melihat sikapmu gentle seperti ini “, ucapnya yang membuatku tersenyum.

Aku memang ingin menjadi seorang namja yang lebih bertanggung jawab padamu Yuri-a… Aku membawanya ketempat tidurnya. Setelah dia berbaring aku menyelimutinya dan mencium keningnya dengan lembut.

“ Tidurlah “, kataku sambil beranjak dari tempat tidur.

“ Neo, Eodiseo? “, tanyanya heran melihatku yang mau keluar dari kamar.

“ Bukankah kau tidak mau tidur bersamaku sebelum kita menikah? Makanya aku akan tidur di sofa “, jawabku.

“ Waeyo? Apa kepalamu terbentur? Biasanya kau yang memaksa ingin tidur denganku? “, tanyanya heran.

“ Aku hanya tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman “, jawabku.

“ Coba kau kesini! “

“ Mwo?”  tanyaku bingung.

“ Dekatkan kepalamu! “, suruhnya lagi dan aku pun menurutinya dengan mendekatkan kepalaku.

Yuri menempelkan telapak tangannya dikeningku dan membandingkan dengan miliknya.

“ Apa yang kau lakukan? “, tanyaku heran.

“ Aku hanya memeriksa apakah kau demam atau tidak? Tapi suhumu normal “, ucapnya heran.

Lalu Yuri memegangi kepalaku dan memperhatikan tiap sudut kepalaku seperti mencari sesuatu.

“ Tidak ada bekas benturan? “, gumamnya.

“ Ya! Aku tidak apa – apa. Bukankah kau sendiri yang meminta untuk tidak tidur bersama sebelum menikah? Iya kan? “, tanyaku sedikit kesal dengan tingkah lakunya sekarang.

“ Huh? “

“ Aku hanya ingin kau tidur dengan nyaman tanpa aku yang selalu mengganggumu “, ucapku memelankan suaraku.

“ Tapi aku ingin tidur denganmu! “, ucapnya yang membuatku kaget.

“ Eh? “, dia langsung menutup mulutnya sendiri.

“ Hmmm… maksudku anakmu ingin dekat denganmu “, ralat Yuri yang wajahnya mulai memerah.

“ Jika kau yang ingin juga tidak apa – apa, Yul “, ucapku membuatnya semakin salah tingkah.

“ Aku bilang anakmu bukan aku. Dia hanya ingin tidur dengan Appanya “, ucapnya sambil cemberut. Kyeopta!

“ Geurae. Son, Gomawo “, bisikku sambil mencium perut Yuri dan aku pun berbaring disampingnya.

****

Yuri-a, neo baboya?! Apa yang aku katakan tadi? Aish! Kenapa juga aku ingin tidur denganya? Kulihat Kyuhyun berbaring disampingku tapi dia tidak menyentuhku atau tanganku seperti biasanya. Aish! Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku jadi byeontae seperti ini sih? Aku menatap wajah Kyuhyun yang sudah menutup matanya, apa dia sudah tidur?

“ Kyu… “, panggilku pelan namun tidak ada respon.

Apa dia tidur secepat ini?

“ Kyu… “, panggilku lagi namun tetap sama.

Aku mencoba mengibas – ibaskan tanganku didepan wajahnya namun tidak ada respon. Dia pasti sudah tertidur. Kutatap wajahnya dengan lekat sekali. Kenapa sekarang dia terlihat lebih tampan? Aku memberanikan diri untuk menyentuh wajahnya dengan tanganku lembut. Mulai dari mata, hidung, pipi, bibir sampai dagunya. Aku sungguh mengagumi kesempurnaan wajahnya. Apakah anak kita akan memiliki sesempurna wajahmu Kyu? Mataku kini tertuju pada bibirnya, bibirnya terlihat sexy. Aish! Apa yang aku pikirkan? Aku tersenyum sendiri memikirkan diriku sekarang yang bahkan aku juga tidak mengerti. Tanpa sadar aku mulai mendekatkan wajahku pada wajahnya. Semakin dekat dan dekat sampai akhirnya aku mencium bibirnya dengan lembut. Kurasakan aku ingin berlama – lama seperti ini, aku memejamkan mataku dan menikmatinya sendiri. Walaupun dia tidak membalasku namun seperti ini lebih nyaman untukku sekarang. Setelah cukup lama aku pun melepaskan ciuman itu dan membuka mataku, alangkah kagetnya aku saat mendapati mata Kyuhyun yang terbuka dan menatapku balik. Jantungku mulai berdebar kencang, aku menelan air ludahku. Gugup, ya sekarang aku gugup. Apa yang akan aku katakan padanya?

“ Aku… aku…. “, aku bingung harus bicara apa sekarang? Otteoke?

Kyuhyun tidak mengatakan apapun padaku, dia malah memegang kedua sisi kepalaku lalu mendekatkannya pada wajahnya. Kyuhyun menciumku lembut seperti yang aku lakukan padanya tadi. Entah mengapa aku merasakan kupu – kupu yang terbang diperutku dan aku merasa melayang saat itu juga. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan menatapku.

“ Apa anakku juga memintamu untuk menciumku? “, tanyanya yang seketika itu langsung membuat wajahku memerah. Aku ingin sekali lari dan menyembunyikan wajahku ini tapi Kyuhyun masih memegang kepalaku.

“ Mu… mungkin… “, jawabku gugup.

Kyuhyun tersenyum dan membenamkan wajahku didadanya yang kini membuatku tidur didadanya. Kurasakan debar jantungnya sama seperti milikku. Apa kami memiliki perasaan yang sama?

“ Son, dengarkan Appamu. Jangan menyuruh Ommamu untuk melakukan hal yang tidak dia ingin lakukan. Walaupun Appa sangat bersyukur dengan hal itu tapi kau tidak boleh memaksa Omma, Arrachi? “, ucap Kyuhyun mengelus perutku lembut. Apakah ini memang keinginan anak ini atau Aku sendiri? Jika ini hanya keinginanku, Mianhae anakku Omma tidak bermaksud mengkambing hitamkanmu. Tapi Gomawo, Omma senang sekali sekarang.

“ Tidurlah Yuri-a “, kata Kyuhyun sambil mengusap rambutku.

“ Neh “, jawabku sambil tersenyum dan akhirnya memejamkan mataku.

****

Sekarang apartement Siwon sangat ramai, karena disana Kyuhyun, Siwon, Donghae dan Eunhyuk membawa pasangan mereka untuk merayakan pesta kecil – kecilan sebelum Kyuhyun menikah dengan Yuri. Tidak lupa juga Yoona dan Nickhun yang datang sedikit terlambat karena ada urusan yang harus mereka selesaikan.

“ Anyeong Yeorobeun! “, sapa Eunhyuk yang datang dengan Hyoyeon karena dia harus menjemput Hyoyeon dulu sebelum datang kesini.

“ Kau telat, Monkey! “, ucap Donghae.

“ Mian, kami terlambat karena Hyuk menungguku dulu “, ucap Hyoyeon meminta maaf.

“ Gwenchana, lagian kami masih belum mulai “, jawab Siwon dengan senyum khasnya.

“ Kemana Kyu dan Yuri? “, tanya Eunhyuk.

“ Mereka membeli bahan – bahan untuk makanan kita, karena Yuri ingin memasaknya langsung “, jawab Donghae.

“ Jessica dan Tiffany belum datang? “, tanya Hyoyeon.

“ Mungkin sebentar lagi “, jawab Siwon dan kini mereka semua berkumpul di ruangan tengah.

“ Anyeong, apa kami telat? “, ucap Tiffany yang datang bersama Jessica.

Siwon dan Donghae menghampiri yeojacingu  masing – masing dan memeluknya. Tak lama Yuri dan Kyuhyun datang dengan membawa semua bahan – bahan masakan yang dibawa oleh Kyuhyun karena Kyuhyun tidak membiarkan Yuri untuk membawa barang – barang yang berat.

“ Akhirnya mereka sampai juga! “, ucap Donghae menyambut pasangan itu.

“ Ya! Jangan diam saja! Bantu aku membawa barang – barang ini “, ucap Kyuhyun pada teman – temannya yang hanya melihat saja.

“ Anyeong Yuri! “, sapa Tiffany dengan eye smilenya.

“ Neh, Anyeong. Jessica juga “, ucap Yuri membalas senyumannya.

“ Wah… Yuri-a, perutmu sudah terlihat membesar sekarang “, ucap Jessica sambil melihat perut Yuri.

“ Neh, sudah 5 bulan “, jawab Yuri sambil mengusap perutnya.

“ Yuri?! “, panggil Hyoyeon membuat Yuri menatapnya kaget.

“ Hyoyeon?! “,

“ Kalian saling kenal? “, tanya Tiffany sambil melihat Yuri dan Hyoyeon.

“ Kami satu Grup dalam team dance di kampus “, jawab Hyoyeon.

“ Wah dunia ini sempit ya? “, ucap Jessica.

Hyoyeon pun mendengar cerita dari Yuri apa yang terjadi padanya dan kenapa dia mulai tidak aktif di klub.

“ Jadi Hyoyeon dan Yuri satu kampus? “, tanya Eunhyuk tidak percaya begitupun yang lainnya.

“ Neh, kami juga sama – sama memenangkan juara dance nasional “, jawab Hyoyeon bangga.

“ Wah… bagaimana bisa aku tidak tahu? “, tanya Eunhyuk lagi.

“ Karena kau sibuk dengan urusanmu sendiri “, jawab Hyoyeon kesal.

“ Kau tidak pernah bilang kau ikut klub dance? “, tanya Kyuhyun pada Yuri.

“ Kau tidak bertanya “, jawab Yuri singkat.

“ Ya! Kyu, kau itu beruntung karena selama ini Yuri selalu menolak seorang namja yang mengajaknya kencan. Kau itu namja pertama, walaupun kau langsung menghamilinya “, ucap Hyoyeon pada Kyuhyun.

“ Jinjja?! “

“ Aish! Sudahlah jangan dibahas, aku akan memasak dulu “, ucap Yuri mengalihkan perhatian karena dia tidak ingin mendengar tentang hal itu.

“ Aku bantu ya! “, kata Tiffany dan Jessica bersamaan.

“ Aku juga ikut! “ ucap Hyoyeon sambil berdiri.

“ Yuri-a, ingat jangan terlalu lelah dan jangan mengangkat barang – barang berat. Kalau saja kau mengijinkan aku membantumu “, ucap Kyuhyun overprotective.

“ Andweh!!! Kau hanya akan menghancurkan masakanku saja. Mereka semua sudah cukup membantuku! “, ujar Yuri dengan tatapan mautnya membuat Kyuhyun kikuk.

Semenjak malam itu Kyuhyun selalu saja over pada Yuri, entah itu tentang makanan atau apapun yang dilakukan Yuri. Para yeoja pergi kedapur meninggalkan para namja di ruang tengah.

****

“ Kyu, aku tidak menyangka kau akan menikah yang pertama kali “, Ucap Donghae saat mereka berempat menonton televisi.

“ Neh, kau itu kan maknae diantara kita. Tapi kau selalu duluan dalam segala hal “, setuju Eunhyuk.

“ Kalau kalian merasa iri menikah saja “, jawab Kyuhyun enteng.

“ Menikah itu tidak segampang yang diucapkan, jadi kau juga Kyu jangan menganggapnya terlalu mudah “, ucap Siwon bijak.

“ Aku sudah yakin ko, lagian aku yakin Yuri adalah wanita yang Tuhan ciptakan untukku “, jawab Kyuhyun.

“ Eh… Bukankah Itu Seohyun? “, tanya Donghae melihat ke arah layar televisi.

Membuat Kyuhyun dan yang lainnya menatap televisi.

“ Dia bersama Yonghwa dari CN Blue? “,tanya Eunhyuk namun tidak mendapat jawaban dari siapapun.

“ Kyu, kau dan Seohyun? “, ucap Siwon menatap Kyuhyun.

“ Kami sudah berpisah, dan aku senang dia bisa mendapatkan namja yang lebih baik dariku “, jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

Tidak lama bel pun berbunyi dan Yuri tahu siapa yang datang.  Yuri pun pergi membukakan pintu dan benar saja Yoona dan Nickhun sudah ada disana.

“ Yul “, sapa Yoona.

“ Kau sudah datang? “

“ Apa kami terlambat? “, tanya Nickhun.

“ Ania, kami baru memasak makanannya “, jawab Yuri.

Dan mereka semua pun masuk kedalam, Yuri memperkenalkan Yoona dan Nickhun pada semuanya. Dan Yoona pun ternyata sudah mengenal Hyoyeon karena mereka memang berteman dengan Yuri. Makanan pun siap di hidangkan.

“ Wah…. wanginya enak sekali! “, puji Eunhyuk sambil mencium aroma masakannya.

“ Neh, coba ini “, kata Hyoyeon memberikan semangkuk sup pada Eunhyuk.

“ Aku juga ingin! “, ucap Donghae yang langsung mendapatkannya dari Jessica.

Setelah semua makan, Yuri mencuci piring dan dihampiri oleh Kyuhyun.

“ Ya! Sudah kubilang jangan bekerja yang berat – berat! “, kata Kyuhyun sambil mengambil piring yang sedang Yuri cuci.

“ Aish! Ini hanya mencuci piring saja. Kau ini selalu berlebihan! “, jawab Yuri yang merebutnya kembali.

“ Andweh! Biar aku saja! “, kata Kyuhyun merebut kembali terjadilah aksi saling rebut merebut yang membuatnya piring itu jatuh

Prang!!!!

Semua orang yang diruangan tengah kaget lalu menghampiri mereka berdua.

“ Waeyo?! “, tanya mereka chorus.

Yuri dan Kyuhyun hanya menatap mereka semua dengan heran.

“ Anio, Gwenchana. Kami hanya bermain – main saja “, jawab Kyuhyun

Mereka semua hanya meng – oh – kan aja  dan mereka semua kembali ke ruang tengah.

Saat Yuri akan mengambil pecahan piring tangannya tergores.

“ Aww!!! “

“ Waeyo? Gwenchana? “, tanya Kyuhyun khawatir.

“ Gwenchana hanya tergores sedikit “

“ Mwo?! Ya! Itu berdarah! “, ucap Kyuhyun yang langsung menghisap jari Yuri yang berdarah.

Yuri hanya menatap wajah panik Kyuhyun sambil menghisap jarinya. Kyuhyun yang sadar Yuri menatapnya, membalas tatapan Yuri. Kini Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yuri yang lumayan dekat menjadi semakin dekat. Saat bibir mereka akan bersentuhan tiba – tiba…

“ Apa kalian sudah sele….sai? “, tanya Yoona yang menghampiri Yuri membuat Kyuhyun dan Yuri kaget dan langsung saling menjauh.

“ Mianhae, aku mengganggu “, ucap Yoona canggung yang kembali meninggalkan mereka berdua.

Yuri dan Kyuhyun saling menatap canggung dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

“ Sudahlah biar aku yang bereskan, kau duduklah! “, suruh Kyuhyun dan kali ini Yuri tidak protes.

“ Neh “

****

Kini mereka semua berkumpul di ruang tengah bersama – sama.

“ Oia untuk merayakan menyambut pernikahan Kyuhyun, kita minum Champange, Otte? “, usul Donghae.

“ Neh, Aku setuju! “, ucap Siwon dan yang lainnya pun setuju.

Donghae mengambil beberapa botol campange dan sepuluh gelas. Dia menuangkannya ke tiap gelas. Saat Yuri akan mengambil gelas yang terisi champange Kyuhyun menahan tangannya.

“ Andweh! Kau sedang hamil! Kau minum Jus saja ! “, ucap Kyuhyun yang ditatap oleh semua orang.

“ Protective Kyuhyun! Eoh! “, goda Eunhyuk yang langsung membuat semuanya tertawa.

“ Aku juga ingin meminumnya, satu gelas saja neh? “, pinta Yuri.

“ Anio “, tolak Kyuhyun.

“ Benar Yuri-a, dengan kondisimu yang sedang mengandung kau tidak boleh meminumnya. Cafein tidak baik untuk janin “, ucap Siwon.

“ Sudahlah Yuri minum Jus saja, ini untuk bayimu juga “, kata Tiffany.

“ Arraseo “, Yuri menyerah membuat Kyuhyun tersenyum.

“ Ayo bersulang untuk Yuri dan Kyuhyun!!!! “, teriak Donghae sambil memajukan gelasnya.

“ Bersulang!!! “, ucap yang lainnya dan kini mereka mengaduka gelasnya.

Yuri hanya cemberut karena dia meminum jus saja.

****

Yuri dan Kyuhyun kini melakukan fitting pakaian pengantin. Karena kondisi Yuri yang sedang hamil dia memesan baju khusus yang dibuat oleh desainer ternama sesuai permintaan Appa Kyuhyun. Kini keduanya masuk ke sebuah bangunan milik Desainer Kim Wong ( asal ngambil nama ).

“ Oh Kyuhyun-ssi, kau sudah datang? “, tanya seorang namja yang agak – agak feminin yang sudah pasti itu Kim Wong.

“ Neh, Appa menyuruhku langsung kesini “,

“ Apa dia calon anaemu? “,

“ Neh “,

“ Anyeonghaseyo, Yuri imnida “, ucap Yuri.

“ Kau cantik sekali, mungkin jika kau tidak sedang mengandung. Aku akan menawarimu jadi model desainku “, puji Kim Wong pada Yuri yang membuatnya tersipu.

“ Jinjja? Kamshamida “, Yuri membungkukkan badannya.

“ Neh, kau cocok sekal menjadi model. Tinggimu dan badanmu proposional jika tidak mengandung tentunya “, goda Kim Wong lagi.

“ Aish! Berhenti berbicara tentang model, sekarang kita ingin melihat pakaiannya “, kata Kyuhyun kesal karena bagaimanapun dia tidak ingin membayangkan Yuri menjadi seorang model.

“ Tidak sabaran ya, kajja! “, ajak Kim Wong dan memperlihatkan pakaian pengantinnya.

“ Waaaa…. Neomu Yeppeunda! “, ucap Yuri melihat gaun itu dengan mulut ternganga.

“ Akan lebih indah jika kau mencobanya “, ucap Kim Wong.

Dan Yuri pun mencoba gaun itu dibantu oleh salah satu pegawai Kim Wong. Yuri tidak percaya dengan bayangannya sendiri di cermin.

“ Apa ini aku? “, tanyanya tidak percaya.

“ Neh Agashii, anda terlihat sangat cantik. Pasti calon pengantin anda sangat beruntung dan senang melihat anda“, jawab pegawai itu yang juga takjub melihat Yuri.

“ Gomawo “,

Yuri pun keluar dengan gaun itu untuk melihat pendapat Kyuhyun dan Kim Wong. Saat Kyuhyun melihat Yuri, Kyuhyun terpaku melihatnya. Mulutnya ternganga seakan melihat seorang bidadari dari langit. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, apakah yeoja ini benar – benar calon anaenya?

“ Waw… aku tahu gaun itu cocok sekali untukmu Yuri-ssi “, ujar Kim Wong yang juga kagum dengan Yuri.

“ Kamshamida “, jawab Yuri.

Kyuhyun mulai sadar dari lamunannya dan menghampiri Yuri.

“ Kau cantik sekali “, puji Kyuhyun membuat pipi Yuri memerah.

“ Geurae, sekarang aku akan mengambil foto dulu untuk kenang – kenangan “, kata Kim Wong yang membawa kamera untuk memotret Yuri dan Kyuhyun.

 Setelah selesai mereka pun pergi dari tempat itu.

“ Kau lapar Yuri? “, tanya Kyuhyun saat didalam mobil.

“ Neh “,

“ Kalau begitu Kajja! Kita makan. Son, kau juga pasti lapar ya? “, tanya Kyuhyun pada perut Yuri, Yuri hanya tersenyum melihatnya.

****

Saat tiba disebuah restoran Kyuhyun dan Yuri duduk di tempat yang ditunjukan oleh pelayan restoran dan mereka pun pesan makanan. Terlihat seorang pelayan yang sepertinya melirik – lirik pada Kyuhyun. Yuri menyadari dari awal mereka datang kalau pelayan itu terpesona oleh Kyuhyun namun sepertinya Kyuhyun biasa saja. Pelayan itu terus menatap Kyuhyun yang sedang melihat daftar menu. Yuri mulai merasa jengkel dan kesal dibuatnya.

“ Yeobo, kau mau pesan apa? “, tanya Yuri dengan mesra membuat Kyuhyun kaget mendengarnya. Karena ini pertama kalinya dia mendengar Yuri seperti ini.

“ Yeobo? “

“ Ayolah pesan sekarang juga, aku sudah lapar Yeobo “, pinta Yuri lagi dengan nada manja.

Terlihat pelayan itu melirik Yuri sinis, namun Yuri hanya tersenyum lebar menanggapinya.

“ Geurae, aku pesan seafood dan Dubboki, salad juga. Minumnya orange jus dan cappucino late “, ucap Kyuhyun pada pelayan.

Pelayan itu mencatat pesanan Kyuhyun dan tersenyum manis pada Kyuhyun berharap Kyuhyun tertarik padanya. Kyuhyun membalas senyuman pelayan itu membuat pelayan itu semakin lebar tersenyum. Yuri merasa kesal karena Kyuhyun seolah tebar pesona dengan yeoja lain.

“ Ehem… Ehem… “, suara Yuri menyadarkan pelayan itu dan Kyuhyun langsung menatap kearahnya.

“ Kau kenapa Yuri-a? “, tanya Kyuhyun khawatir.

“ Ania, hanya sedang tidak enak tenggorokkan saja “, jawab Yuri.

Pelayan itu pergi dengan kesal karena Yuri mengganggu prosesnya menarik perhatian Kyuhyun.

“ Ya! Apa kau selalu bersikap seperti itu pada semua yeoja? “, tanya Yuri dengan kesal.

“ Maksudmu? “,

“ Apa kau selalu tebar pesona seperti itu pada mereka? “, Kyuhyun mengernyitkan keningnya tanda tidak mengerti.

“ Aish! Lupakan! “, ucap Yuri kesal karena Kyuhyun tidak mengerti.

“ Aku mau ke toilet dulu “, pamit Yuri.

Kyuhyun merasa aneh dengan sikap Yuri karena baru saja dia bersikap manis sekarang mulai jutek lagi.

“ Kyuhyun Nappeun! Kenapa dia tidak sadar pelayan itu mencoba menggodanya. Aish! “, umpat Yuri di toilet.

“ Setidaknya jangan memberi senyuman itu padanya “, kesalnya lagi namun Yuri tidak berani untuk mengatakannya langsung karena dia belum mendengar dari mulut Kyuhyun kalau dia mencintainya.

Yuri kembali dari toilet tapi dia melihat pemandangan yang sangat membuatnya lebih marah. Pelayan itu mencoba menggoda Kyuhyun dengan pura – pura jatuh setelah dia meletakkan makanan dimeja membuat Kyuhyun menangkapnya.

“ Gwenchana? “, tanya Kyuhyun.

“ Neh, gomawo “, ucap Pelayan itu malu – malu.

Yuri yang marah pun menghampiri mereka dan melepaskan tangan Kyuhyun yang masih memegang tubuh pelayan itu.

“ Aku sudah tidak lapar, kajja! “, ajak Yuri sambil menarik Kyuhyun keluar.

“ Kau kenapa Yuri? Jakkaman aku bayar dulu! “, kata Kyuhyun sambil menyimpan beberapa lembar uang puluhan ribu won.

“ Kau kenapa? Tiba – tiba menarikku seperti ini?  “, tanya Kyuhyun saat mereka menaiki mobilnya.

“ Kau tidak lihat pelayan itu hanya mencoba menggodamu?! “, ucap Yuri kesal.

“ Menggoda? Apa maksudmu? Dia terjatuh dan aku menangkapnya “, ucap Kyuhyun.

“ Dia itu pura – pura untuk menarik perhatianmu! Babo! “, bentak Yuri karena Kyuhyun mencoba membelanya.

Kyuhyun menatap Yuri aneh, namun akhirnya dia sadar kalau sekarang Yuri sedang cemburu. Tiba – tiba dia tersenyum melihat wajah Yuri yang kesal. Yuri yang menyadarinya pun menoleh ke arah Kyuhyun.

“ Mwo?! Kenapa kau tersenyum?! “, tanya Yuri ketus.

“ Apa kau cemburu Yuri-a? “, tanya Kyuhyun yang masih tersenyum.

“ Aku cemburu? Untuk apa aku cemburu? “, sangkal Yuri sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“ Kau tidak usah menyangkal, aku tahu kok rasanya seperti apa? “, tanya Kyuhyun lagi dengan nada menggoda.

“ Aku tidak! “, elak Yuri namun Kyuhyun menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“ Aish! Sudahlah aku ingin pulang! “, ucap Yuri mengalihkan perhatiannya.

“ Geurae “, namun terlihat Kyuhyun tersenyum penuh arti.

To Be Continue….

 

Mian Readers Part ini sepertinya agak garing hehehe ^^v, author bingung pas ngetiknya Sumpah deh!. Mau masukin acara nikahannya eh gak jadi, part selanjutnya aja deh. Mian yang nunggu – nunggu mereka merit. Author belum bisa nikahin mereka hahaha😄 Tapi janji deh di part selanjutnya mereka nikah kok tenang aja, secara gitu Yuri udah bunting gede #bahasanya bo! Hehehe :p tapi tetep RCL ya seperti biasa Don’t Plagiator!!! Don’t be Silent Reader!!!! Respect to me Okay!!! ^^d

 

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

111 thoughts on “Cause Him chapter 13

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s