Posted in Dramalife, Family, Fanfiction, Friendship, Romance

Cause Him Chapter 12

Cause him 12 copy

Author            :  Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                 :  Cho Kyuhyun, Super Junior

    Kwon Yuri, SNSD

Other cast       :  Seohyun , SNSD

    Jung Yonghwa, CN Blue

    Im Yoona, SNSD

    Nickhun, 2PM

    SNSD

    Super Junior

Lenght             : Chapter

Genre              : Family, Dramalife, Romace, Love, Accident sisanya katagoriin sendiri ya ^^

Rated               : +17 Nc

Disclaimer      : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Ceritanya pure hasil imajinasi author yang koplak. Jadi Don’t bashing! Don’t Plagiat! Don’t be siders! Baca dulu baru comment.” Sepatah kata atau dua patah kata lebih baik daripada tidak sama sekali “ ^^ Mian klo masih ada Typo, Typo is art hehehe🙂 untuk masalah karakter Mohon jangan dibash karena ini hanya ada dalam cerita saja. Jika tidak suka Pairingannya atau karakter tokohnya lebih baik pikir – pikir dulu deh sebelum baca yak!

  Siders Go Away!!!

Plagiator Go Die!!!

Happy Reading !!!! ^__^

 

Kini Suasana terasa mencekam, seperti perang yang akan dimulai. Yuri merasakan harap – harap cemas karena dia tahu Kyuhyun belum pernah melakukan ini sedangkan Appanya cukup mahir dengan kendo.

“ Kyu, menyerahlah. Kau tidak akan bisa melawannya! “, ucap Yuri cemas.

“ Ania, sebagai seorang namja aku tidak akan kalah. Walaupun aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya tapi aku yakin kekuatan cinta yang akan membantuku “, ucap Kyuhyun tanpa rasa takut.

Yuri merasa tersentuh dengan kata – kata Kyuhyun, Apa sebesar itukah cintanya pada Yuri? Atau hanya bayi ini saja? Kini kedua namja itu saling bertatap seolah sedang menghadapi musuh. Yuri merasa merinding berada diruangan itu namun dia tidak mungkin meninggalkan Appanya yang akan membunuh Kyuhyun.

“ Kuakui nyalimu besar juga, anak muda “, kata Appa Yuri sambil tersenyum menyerigai.

“ Kuanggap itu sebagai pujian, Abeoji “, jawab Kyuhyun.

“ Bersiap – siaplah! “, peringat Appa Yuri.

“ Appa, Geumanhae. Kau bisa membunuhnya “, usaha Yuri terakhir untuk menghentikan pertarungan tak beralasan ini.

“ Tenanglah Yuri, kau tidak usah khawatir aku akan baik – baik saja. Sekarang minggirlah… “, ucap Kyuhyun.

“  Karena kau pemula, aku akan memberimu keringanan. Kau hanya butuh menyentuh tubuhku menggunakan pedangmu itu dan aku akan menganggapmu menang “, kata Appa Yuri.

“ Geurae, itu terlalu mudah untukku “, Appa Yuri tersenyum menyeringai mendengar ucapan dari Kyuhyun.

Kyuhyun mulai menyerang namun dengan mudah Appa Yuri menghindar dan memukulkan pedang kendo pada Kyuhyun membuat Kyuhyun tersungkur dan pelindung kepalanya pun jatuh. Yuri yang melihatnya merasa semakin cemas. Kyuhyun mencoba bangkit, kini dia bertarung tanpa pelindung kepala. Kyuhyun mencoba menyerang lagi, dengan mudah Appa Yuri memukulkan pedangnya pada perut Kyuhyun membuatnya mengeluarkan darah.

“ Omo! Appa Geumanhae! “, teriak Yuri yang ingin menghampiri Kyuhyun.

“ Jangan kesini Yuri! Biarkan aku menyelesaikannya “, ucap Kyuhyun bangkit dan mencoba berdiri lagi.

“ Kau bisa mati Kyu “, lirih Yuri.

Kyuhyun mnecoba terus menyerang namun dia semakin banyak terkena pukulan, Yuri sudah tidak kuat melihatnya.

“ Appa, kumohon hentikan! “, kata Yuri.

Kyuhyun mencoba bangkit lagi dan berdiri sambil memegang perutnya, dia sudah mendapat banyak luka dan lebam namun dia tidak menyerah. Kyuhyun sudah berdiri tegak dan sekarang Appa Yuri siap memukulnya lagi namun dengan cepat Yuri lari menghampiri Kyuhyun dan kini air matanya mengalir melihat Kyuhyun yang berusaha keras. Yuri memeluk Kyuhyun membuat Kyuhyun kaget seketika itu Appa Yuri yang hendak melayangkan pedangnya pada Kyuhyun berhenti melihat Yuri yang memeluk Kyuhyun. Kyuhyun masih kaget dengan apa yang dilakukan Yuri namun dia sadar saat Yuri mengatakan sesuatu.

“ Saatnya, palli “, bisik Yuri dan Kyuhyun mengerti apa maksud dari Yuri.

Dengan segera Kyuhyun melayangkan pedangnya setelah Yuri melepaskan pelukannya dan pedang Kyuhyun pun tepat mengenai perut Appa Yuri. Walau tidak keras tetapi pedang Kyuhyun telah mengenai tubuh Appa Yuri. Yuri pun tersenyum akhirnya pertandingan ini berhenti.

“ Haaaaah… baiklah. Kau menang anak muda “, pasrah Appa Yuri yang harus memegang kata – katanya.

“ Jinjja? Sekarang kau akan menyerahkan putrimu padaku? “, tanya Kyuhyun.

“ Kalau kau masih bertanya lagi, aku tidak akan mengatakan iya “, ucap Appa Yuri meninggalkan ruangan itu.

****

Terlihat wajah kepanikan dari kediaman keluarga Seo. Mereka semua merasa khawatir saat mendengar kabar dari Leeteuk sang menajer Seohyun bahwa Seohyun belum pulang. Dan Seohyun pun belum sempat kembali ke rumahnya setelah pulang dari New York. Hal itu membuat Tuan dan Nyonya Seo kelabakan. Mereka berusaha menghubungi Kyuhyun, berharap Seohyun bersama Kyuhyun sekarang.

“ Apa kau sudah menghubungi Kyuhyun? Siapa tahu Seohyun sedang bersamanya sekarang? “, kata Tuan Seo pada Leeteuk.

“ Sudah saya lakukan, bahkan saya sudah mengecek kerumahnya tapi saya belum menemukannya sama sekali “, jawab Leeteuk.

“ Dan saya juga sudah mencoba ke Apartement temannya yang menurut penjanga rumah Cho tempat Kyuhyun tinggal sekarang. Tapi Apartement itu kosong “, tambah Leeteuk.

Nyonya Seo semakin menangis takut terjadi apa – apa dengan Seohyun, anak semata wayang mereka.

“ Dimana Seohyun sekarang yeobo? “, tanya Nyonya Seo sambil terisak.

“ Apa kita harus lapor polisi? “, usul Tuan Seo.

“ Tidak bisa, karena Seohyun belum hilang selama 24 jam. Yang kita bisa sekarang hanya berdo’a untuk keselamatan Seohyun “, jawab Leeteuk  psrah.

“ Apa yang harus kita lakukan yeobo? “, isak Nyonya Seo yang membuat Tuan Seo memeluknya sekarang.

****

Kyuhyun yang terluka parah dibopong Yuri menuju kamarnya. Dia mendudukan Kyuhyun ditempat tidurnya dan pergi mengambil kotak P3K untuk mengobati luka memar diwajah dan lebam ditubuh Kyuhyun.

“ Sudah kubilang jangan melawannya, dia bukan orang yang mengenal kata ampun. Kau tahu? “, ucap Yuri sambil menyiapkan obat merah.

“ Tapi saat kau tadi memelukku dan menangis apa karena khawatir padaku? “, tanya Kyuhyun sambil tersenyum.

“ Ya! Siapa yang menangis? Lagian aku memelukmu untuk mencegah Appa membunuh orang. Jadi kau tidak usah kegeeran! “, sangkal Yuri  yang mulai menempelkan obat merah pada memar Kyuhyun.

“ Awww!!! Apooo!!! “, ringis Kyuhyun merasakan perih dilukanya.

“ Tahan sedikit, kalau tidak diobati nanti akan semakin parah “, ucap Yuri sambil memelankan tangannya.

“ Kau khawatir sekali ya padaku? “, tanya Kyuhyun.

“ Tentu saja, jika terjadi apa – apa denganmu bagaimana nasib bayi ini? “, ucap Yuri sambil menunjuk perutnya yang mulai membesar.

Kyuhyun tersenyum lalu mengelus – ngelus perut Yuri dengan lembut.

“ Semoga kau bisa menjadi namja hebat seperti Harabeojimu… “, kata Kyuhyun lalu mencium perut Yuri dengan penuh kasih sayang. Yuri tersenyum melihat wajah perhatian Kyuhyun pada bayi dalam perutnya, dia merasakan kasih sayang Kyuhyun yang begitu besar pada anaknya. Hatinya merasa berbunga – bunga sekarang. Omma dan Appa Yuri juga ikut tersenyum melihat dari luar kamar. Mereka bahagia kini putrinya terlihat bahagia juga. Mereka pun kembali kekamarnya dan membiarkan Yuri dan Kyuhyun berdua.

“  Sudahlah , sekarang lepaskan pakaianmu! “, perintah Yuri membuat Kyuhyun kaget.

“ Mwo?!!!“

“ Palli! “

“ Kau yakin? Disini? Sekarang? “, tanya Kyuhyun.

“ Tentu saja, memang mau dimana lagi? “, ucap Yuri sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun.

“ Baiklah kalau begitu “, kata Kyuhyun yang tanpa basa – basi lagi langsung membuka seluruh pakaiannya.

“ Celananya juga? “, tanya Kyuhyun yang berniat menggoda Yuri.

“ Neh “, jawab Yuri membuat Kyuhyun terlihat senang apa hari ini dia bisa melakukan sesuatu dengan Yuri? Kini Kyuhyun selesai membuka semua pakaian dan celanya hanya meninggalkan boxernya yang masih melekat di tubuhnya. Yuri pun kaget melihat keadaan Kyuhyun yang hanya memakai boxer saja. Tapi bukan kaget melihat Kyuhyun tubuh Kyuhyun yang hanya memakai boxer saja namun kaget melihat luka lebam diseluruh tubuh Kyuhyun.

“ Ommona!!! “

“ Pasti dia kaget karena melihat tubuhku yang gagah ini “, batin Kyuhyun senang sambil mencoba bersikap gentleman.

“ Lihatlah! Tubuhmu penuh lebam seperti ini! “, ucap Yuri sambil melihat seluruh bagian tubuh Kyuhyun yang dipenuhi lebam biru – biru.

“ Eh? Jadi dia hanya melihat lebamku”, batin Kyuhyun kecewa sambil melihat seluruh tubuhnya dan dia pun  kaget melihatnya.

“ Aigo! Appamu memang tidak main – main “, ucap Kyuhyun.

“ Berbaringlah! “, suruh Yuri.

“ Eh?! “

“ Palli! “

Kyuhyun mulai berbaring di tempat tidur.

****

Aku sungguh kaget melihat semua luka lebam di sekujur tubuhnya dan semua itu demi aku. Aku menyuruhnya berbaring di tempat tidur agar aku lebih leluasa mengobati lebam ditubuhnya. Aku mulai mengolesi salep yang sering dipakai Appa ketika dia mengalami luka seperti ini. Namun saat aku memakaikannya dia tidak mau berhenti bergerak, seperti menahan geli.

“ Ya! Berhenti bergerak seperti itu, aku sulit untuk mengolesi salepnya! “, ucapku kesal.

“ Aku merasa geli Yuri, tanganmu terlalu lembut “, ucapnya yang masih bergerak liar.

“ Aish! Jinja! Apa aku harus mengikatmu biar kau diam Huh?! “, ancamku yang mulai kehilangan kesabaranku.

Tapi saat aku mengolesi bagian perutnya dia langsung diam, namun dengan begini aku merasa mudah mengobatinya. Walaupun absnya tidak terlalu menonjol tapi aku masih bisa merasakannya dengan tanganku. Tubuhnya sangat gagah sekali, apalagi kalau… Omo! Apa yang aku pikirkan?! Ani, aku tidak boleh berpikir macam – macam. Aku masih fokus mengolesi bagian perutnya, tanpa sadar aku menoleh kearah boxernya. Terlihat ada sesuatu yang menonjol keatas. Aku heran apa itu? Dan aku melihat kearah wajah Kyuhyun yang sekarang merem melek seperti sedang menikmati sesuatu.

“ Terus Yuri-aa…. “, lirihnya lalu memegang tanganku yang sedang mengusap – usap perutnya.

 Kyuhyun mulai menggerakan tanganku dan mengarahkannya turun semakin turun membuatku heran. Kini tanganku mendekati sesuatu yang kulihat tadi dibalik boxernya dan aku sadar itu… itu “ milik Kyuhyun “!!!, dengan cepat aku menarik tanganku menjauh. Kyuhyun langsung membuka matanya dan langsung menatapku. Wajahku kini mulai memanas dan pasti memerah, entah itu malu atau marah. Atau mungkin keduanya…

“ Ya! Apa yan coba kau lakukan?! “, tanyaku marah namun sebenarnya aku lebih merasakan malu sekarang ini.

“ Mianhe Yuri-a, aku… aku terlalu keenakan “, jawabnya polos sambil tersenyum malu yang membuatku ingin tertawa melihat ekspresinya itu.

“ Ais! Jinjja! “ kataku kesal namun rasanya bibirku sudah tidak kuat ingin tertawa.

“ Kenapa kau tersenyum? “, tanyanya aneh melihatku.

“ Ani, siapa yang tersenyum? “, sangkalku sambil pura – pura melihat kearah lain.

“ Eits! Lihatlah bibirmu sudah tersenyum seperti itu” katanya yang kali ini membuatku tertawa karena aku sudah tidak kuat menahannya.

“ Hahahahaha…. Ekspresimu itu lucu sekali! “, tawaku terbahak – bahak sampai aku merasakan sakit di perutku dan kini dia juga ikut tertawa.

****

Aku senang melihatnya bisa tertawa lepas seperti ini, dan ini pertama kalinya aku melihat tawa itu semenjak aku bertemu dengannya. Wajahnya terlihat sangat cantik saat dia tertawa dan seakan wajahnya bebas dari semua beban hidup yang dia tanggung. Mungkin juga dia bahagia karena telah berkumpul lagi dengan orang tuanya. Yuri-a, aku ingin sekali menjaga tawa itu agar tetap menghiasi wajahmu. Dia pun berhenti tertawa dan langsung memandangiku.

“ Pakailah bajumu lagi! “, suruhnya padaku.

“ Neh “,

Aku pun menurutinya memakai pakaianku lagi.

“ Apa kau mau menginap disini? “, tanyanya.

“  Apa kau ingin aku disini? “, tanyaku balik.

“ Aish! Aku yang bertanya duluan, jadi jawab dulu pertanyaanku “, katanya kesal.

“ Dimana kau berada, disitulah aku ada “, jawabku.

“ Geurae, kalau begitu kau tidur disini dan aku di kamar Boa Eonni “, ucapnya.

“ Lho, kenapa kita tidak tidur bersama disini saja? “, tanyaku yang membuatnya langsung menatapku tajam.

“ Ya! Aku sudah bilang kalau…. “, katanya yang langsung kupotong.

“ Kalau kita belum menikah dan seharusnya tidak sekamar. Kalau begitu kita menikah saja lagian Appamu sudah merestui kita? “, potongku.

“ Lalu Appamu? “,

“ Tidak usah pikirkan dia, kita tidak butuh restu darinya “

“ Kyu, kau tidak seharusnya berbicara seperti itu. Setidaknya kau harus lebih mendekatkan dirimu dengannya “, ucap Yuri lembut.

Namun tiba – tiba ponselku berbunyi dan kulihat Leeteuk hyung yang meneleponku.

“ Yeoboseyo “, sapa ku, kini Yuri menatapku.

“ Akhirnya kau angkat juga, dari tadi aku mencoba meneleponmu tapi tidak kau angkat juga “, kata Leeteuk hyung.

“ Mianhae hyung, tadi aku sedang sibuk. Waeyo? “, tanyaku.

“ Apa Seohyun bersamamu? “, tanya Leeteuk hyung.

“ Seohyun? Ania, waeyo? “, tanyaku lagi.

“ Dia belum pulang sampai sekarang “

“ Mwo?!!! Belum pulang?! “, kataku kaget karena tidak biasanya Seohyun belum pulang jam segini. Yuri pun menatapku seolah bertanya ada apa?

“ Neh, kami belum mendapat kabar apa – apa tentangnya “, ucap Leeteuk hyung.

“ Aku akan ikut mencarinya “, tawarku dan aku pun menutup teleponnya.

Aku memandang Yuri seolah meminta ijin untuk pergi.

“ Pergilah! “, ucapnya yang sepertinya mengerti.

“ Mianhae, tapi aku akan segera kembali setelah menemukannya “, kataku dan dia pun tersenyum. Aku pun langsung pergi dari sana.

****

Seohyun merasa bersyukur bisa bertemu Yonghwa disaat hatinya bersedih. Dia diajak ke tempat – tempat yang menyenangkan. Ini pertama kalinya dia jalan – jalan ke tempat seperti itu karena jika bersama Kyuhyun paling dia hanya pergi ke mall saja. Tapi Yonghwa mengajak ke taman bermain, ke sungai Han ke Namsan Tower dan ke Laut tempat dimana dia bisa menenangkan dan menghibur hatinya yang sedang lara.

“ Gomawo. Yonghwa-ssi “, kata Seohyun saat mereka menaiki bus umum dalam perjalanan pulang.

Karena sudah malam busnya sepi hanya tinggal Seohyun dan Yonghwa yang menaikinya.

“ Cheonma, jika itu membuatmu lebih baik dan tenang “, ucap Yonghwa.

Seohyun pun tertidur karena lelah, dia pun tidak sengaja menyenderkan kepalanya pada Yonghwa yang duduk di sampingnya. Yonghwa melihat ada air mata yang mengalir dipipi Seohyun, dengan lembut Yonghwa menghapusnya.

“ Aku benci padamu, Oppa…. “, rancau Seohyun dalam tidurnya.

“ Kau tidak pantas untuk menangis Seohyun-a “, gumam Yonghwa sambil mencium kening Seohyun.

Mereka pun sampai di rumah Seohyun, Seohyun sebenarnya merasa sungkan saat Yonghwa ingin mengantarkannya namun dengan memaksa, Yonghwa membuat Seohyun tidak punya pilihan selain mengijinkannya mengantar sampai rumah.

“ Kenapa kau mau repot – repot mengantarku? Tidakkah kau lelah juga? “, tanya Seohyun.

“ Ani, Aku ingin kau sampai dengan selamat di rumahmu “, jawab Yonghwa membuat Seohyun tersenyum.

Sejak bersama dengan Yonghwa, Seohyun senang dan bahagia bahkan dia lupa kalau dia baru saja diputuskan. Saat tiba di rumah Yonghwa pun pamit pada Seohyun.

“ Kau tidak akan masuk dulu? “, tawar Seohyun.

“ Ani, ini sudah malam. Kapan – kapan saja aku mampir “, jawab Yonghwa.

“ Geurae, sekali lagi gomawo “, Yonghwa tersenyum dan tiba – tiba Seohyun mencium pipinya dan lari masuk ke rumahnya. Yonghwa hanya tersenyum sambil memegang pipinya dan meninggalkan tempat itu.

Seohyun sudah tiba didepan pintu namun dia berhenti saat mendengar seseorang memanggilnya.

“ Hyun-a…. “, panggil Kyuhyun membuat Seohyun merasakan sedih lagi.

“ Untuk apa Oppa kesini?”, tanya Seohyun dingin saat menoleh kearah Kyuhyun yang dari tadi menunggunya.

“ Aku khawatir karena… “

“ Khawatir?! Untuk apa Oppa khawatir?! Bukankah Oppa sudah memutuskanku?! Kenapa Oppa masih khawatir?! “, tanya Seohyun dengan nada tinggi.

“ Aku khawatir karena aku sudah menganggapmu sebagai dongsaengku “

“ Dongsaeng?! Lebih baik Oppa , mulai sekarang jangan temui aku lagi karena aku sudah membencimu Oppa! “, kata Seohyun dingin dan tajam.

“ Mianhae… “

“ Sudah cukup! Lebih baik kau pulang sekarang, kasihan yeojacingu barumu itu “, sindir Seohyun membuat Kyuhyun tambah merasa bersalah.

“ Mianhae… “

Seohyun langsung masuk ke dalam rumahnya menahan air mata kesedihannya lagi. Kyuhyun menatap nanar pada pintu yang tertutup setelah beberapa menit dia pun pergi dari rumah Seohyun karena Seohyun sudah pulang dengan selamat.

“ Semoga kau bahagia, Seohyun-a… “, lirih Kyuhyun sebelum pergi. Seohyun mendengar kata terakhir Kyuhyun dia pun mulai meneteskan air matanya lagi.

“ Semoga kau juga bahagia Oppa… “, batin Seohyun yang berat merelakan Kyuhyun namun dia tetap harus melakukannya.

“ Seohyun-a, Omo! Kau baik – baik saja kan? “, tanya Nyonya Seo yang melihat anaknya kembali langsung memeluknya.

“ Mianhae, tadi aku mampir ke rumah cinguku “, jawab Seohyun sambil menghapus air matanya.

“ Aigo! Kami sudah cemas, kenapa kau tidak menguhubungi kami atau Leeteuk? “, tanya Tuan Seo.

“ Mian, aku lupa membawa ponselku “, jawab Seohyun.

“ Tadi Kyuhyun sudah mencoba mencarimu ke rumah teman – temanmu tapi kau tidak ada disana. Lebih baik kau meneleponnya dan bilang kalau kau sudah pulang, biar dia tidak khawatir “, saran Nyonya Seo.

“ Omma, Appa aku dan Kyuhyun Oppa sudah berpisah. Jadi tolong batalkan perjodohan ini “, kata Seohyun membuat kedua orang tuanya kaget.

“ Mwo?! Pisah?! Bagaimana bisa?! “, tanya mereka.

Namun Seohyun enggan menjawab, dia hanya meninggalkan orang tuanya dan masuk ke kamarnya sendiri.

****

Yuri tidak bisa tidur, dia mencoba menutup matanya namun  tetap tidak bisa. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan – jalan di halaman rumahnya. Dia duduk di bangku yang ada dihalamannya sambil melihat bintang dan bulan yang bersinar. Walaupun udara terasa dingin, tapi Yuri tidak terpengaruh oleh itu. Dia masih mengagumi langit yang indah malam ini.

“ Anakku, lihatlah bintang dan bulan itu sungguh indah. Omma sudah tidak sabar ingin melihatmu lahir “, ucap Yuri sambil mengelus – elus perutnya sambil tersenyum.

“ Kira – kira wajahmu seperti Omma atau Appa? “, tanya Yuri sambil berpikir, kemudian dia tekekeh mendengar pertanyaan bodohnya sendiri.

Tiba – tiba Yuri merasakan ada sebuah jaket yang menutupi tubuhnya, membuat Yuri menoleh kepada pemilik jaket itu.

“ Kyu? Kau sudah pulang? “, tanya Yuri yang ternyata Kyuhyunlah yang memakaikan jaket itu.

“ Neh “, jawab Kyuhyun yang sekarang duduk disamping Yuri.

“ Kenapa kau diluar malam – malam seperti ini? Nanti kau masuk angin, tanpa jaket lagi “,tanya Kyuhyun.

“ Aku tidak bisa tidur “, jawab Yuri sambil menatap Kyuhyun.

“ Apa kau mengkhawatirkan aku? “, goda Kyuhyun namun Yuri bisa melihat bahwa Kyuhyun sedang memikirkan sesuatu.

Kyuhyun merasa aneh kenapa Yuri tidak kesal saat dia menggodanya barusan? Dan Kyuhyun menyadari Yuri yang kini sedang memandangnya.

“ Dia membenciku, dia sudah membenciku “, ucap Kyuhyun tersenyum getir.

“ Jika kau ingin kembali kau…. “, ucap Yuri yang terpotong saat Kyuhyun menutup mulutnya dengan bibirnya.

Kyuhyun mencium Yuri  seakan ingin melampiaskan semua masalah dalam dirinya seperti yang terjadi tempo hari. Yuri tidak memberontak atau melepaskannya karena tahu Kyuhyun hanya ingin melupakan masalahnya. Bahkan Yuri membalasnya, seakan dalam ciuman itu mereka saling menenangkan satu sama lain. Kyuhyun menciumnya lembut tanpa ada nafsu sedikit pun walau dia menghisap pelan bibir bawah Yuri namun ciuman itu tetap lembut membuat Yuri pun merasa nyaman. Kyuhyun melepaskan ciumannya pada Yuri dan menatapnya lekat.

“ Gomawo Yuri, Karena kau telah hadir dalam hidupku… “, ucap Kyuhyun.

“ Bukan aku yang hadir dalam hidupmu, tapi kau yang memaksa menarikku masuk ke duniamu “, jawab Yuri yang membuat keduanya pun tertawa.

“ Kajja! Kita masuk, kasihan bayi kita nanti dia kedinginan “, ajak Kyuhyun dan Yuri pun mengangguk.

Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.

“ Apa orang tuamu sudah tidur? “, tanya Kyuhyun.

“ Neh, mereka tidak pernah tidur melewati jam 10 “, jawab Yuri dan Kyuhyun hanya meng – oh – kan saja.

Saat Yuri akan masuk ke kamar Boa, Kyuhyun menarik tangan Yuri menuju kamar Yuri membuat Yuri kaget.

“ Apa yang kau lakukan? “, tanya Yuri.

“ Aku ingin tidur denganmu “

“ Mwo?! Shirheo! “

“ Ayolah aku ingin kau ada disampingku sekarang, aku janji tidak akan berbuat macam – macam padamu “ kata Kyuhyun sambil mengacungkan jarinya membentuk huruf v.

“ Jinjja?! “ tanya Yuri meyakinkan dan Kyuhyun menganggukan kepalanya mantap.

“ Geurae, kalau begitu. Tapi ingat jika kau macam – macam aku tidak segan – segan menendangmu. Arra?!

“ Algeusimida, Nyonya Cho “, Yuri merasa aneh dan geli mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan Nyonya Cho  namun ada rasa senang yang dia rasakan pada hatinya.

“ Nyonya Cho? “

Kyuhyun dan Yuri kini berbaring di tempat tidur. Kyuhyun menatap wajah Yuri begitu pun sebaliknya. Mereka berbaring saling memandang. Terlihat keduanya memperlihatkan lengkungan di bibir mereka berdua.

“ Selamat malam, Yul “, ucap Kyuhyun sambil mencium kening Yuri lembut, Yuri tidak protes bahkan dia menutup matanya merasakan rasa nyaman dan tenang dalam dirinya.

“ Selamat malam… “, jawab Yuri setelah Kyuhyun melepaskan ciumannya. Mereka pun tertidur sambil menggenggam tangan satu sama lain.

****

Suasana pagi dikediaman Kwon kini terlihat tegang, Kyuhyun duduk berhadapan dengan Appa Yuri. Kini mereka akan sarapan bersama. Yuri masih merasakan suasana mencekam antara Appanya dan Kyuhyun.

“ Hmm…Hmmm “, suara Appa Yuri memecah keheningan di ruangan itu terlihat wajah Kyuhyun mulai tegang.

“ Jadi apa rencanamu anak muda? “, tanya Appa Yuri yang kini memulai pembicaraan.

“ Eh?! “

“ Eh? Kau itu serius tidak pada Yuri? Jika tidak lebih baik kau pergi saja! “, kata Appa Yuri tegas.

“ Appa! “, ucap Yuri yang sepertinya merasa Appanya keterlaluan.

“ Tentu saja aku serius Abeoji! , kata Kyuhyun tegas.

“ Baiklah setelah selesai makan kita bicara berdua antara namja “

“ Appa, kau mau melakukan apa lagi? “, tanya Yuri khawatir.

“ Tenanglah Yuri, ini urusan antara seorang namja “, jawab Appanya.

Setelah selesai Yuri membantu Ommanya mencuci piring, dan Kyuhyun pergi dengan Appa Yuri ke sebuah ruangan untuk berbicara. Yuri merasa khawatir apa yang akan dilakukan Appanya kali ini.

“ Kau jangan terlalu khawatir seperti itu, Yuri-a. Kyuhyun akan baik – baik saja “, ucap Omma Yuri melihat kekhawatiran diwajah puterinya.

“ Tapi Omma, kau lihatkan kemaren. Apa yang dilakukan Appa pada Kyuhyun? “

“ Omma tahu, tapi Appamu ingin melihat kalau namja itu pantas dan bisa melindungimu seperti dirinya “, jawab Omma.

“ Yuri-a, apa kau bahagia? “,

“ Eh?! “ pekik Yuri kaget.

“ Nan Molla Omma, tapi aku selalu merasa nyaman saat bersamanya dan aku senang saat dia memperhatikan bayi ini “, jawab Yuri sambil tersenyum dan mengelus perutnya.

“ Dia sangat menyayangi bayi ini “

“ Geurae, Omma yakin dia juga sangat menyayangimu “, Yuri tersenyum mendengarnya.

Setelah selesai Yuri penasaran dan pergi menuju ruangan dimana Appanya dan Kyuhyun berada. Yuri mencoba menguping apa yang mereka bicarakan.

“ Abeoji, jangan seperti ini. Kau bisa mematahkannya! “ ucap Kyuhyun seperti memohon.

“ Diamlah! Dan jangan Protes! “

“  AaaaAbeoji, Kau bisa merusaknya !“, suara Kyuhyun berteriak namun tidak terlalu kencang.

“ Ya! Aku baru menyentuhnya saja! Jangan berteriak seperti itu! “

“ Sebenarnya apa yang mereka lakukan? “ batin Yuri.

Yuri semakin khawatir dengan apa yang mereka lakukan? Dengan penuh keberanian Yuri pun membuka pintu dengan kasar.

“ Appa, apa yang kau laku….kan?! “ tanya Yuri namun terdiam saat melihat Appanya dan Kyuhyun duduk bersampingan dan Appa Yuri sedang memegang PSP Kyuhyun. Kyuhyun dan Appanya juga kaget melihat Yuri.

“ Mainan anak sekarang susah sekali tidak seperti dulu! “, kata Appa Yuri sambil memberikan PSP pada Kyuhyun dan pergi meninggalkan ruangan itu.

“ Jadi tadi kalian hanya bermain PSP?! “, tanya Yuri tidak percaya.

“ Memang kau pikir kami melakukan apa? “, Yuri tersenyum garing berpikir kalau Appanya akan menghajar Kyuhyun lagi.

****

Kyuhyun menarik nafasnya dalam saat berada didepan ruangan kantor Tuan Cho. Dia merasa canggung sekali. Namun karena dia sudah berjanji dengan Appa Yuri, yang menyuruh Appanya bertemu dengan Appa Yuri untuk membicarakan tentang  pernikahan Kyuhyun dengan Yuri. Dengan ragu dia mengetuk pintunya dan terdengar perintah untuk masuk.

Ceklek!

Saat pintu dibuka Tuan Cho kaget, ini pertama kalinya Kyuhyun datang sendiri ke kantornya tanpa disuruh.

“ Kau?! “

“ Neh “

“ Duduklah! “, perintah Tuan Cho pada Kyuhyun.

“ Aku datang kesini, untuk memintamu bertemu dengan Tuan Kwon “, ucap Kyuhyun to the point yang menampakan wajah dinginnya namun sebenarnya dia gugup.

Ini juga pertama kalinya dia meminta pada Appanya karena semenjak insiden waktu kecilnya Kyuhyun tidak pernah meminta apapun lagi pada Tuan Cho. Kyuhyun memang memprediksi kalau Appanya pasti menolak dan lebih mementingkan pekerjaannya tapi demi janjinya dia pun memberanikan diri.

“ Geurae, kapan dan dimana? “, tanya Tuan Cho membuat Kyuhyun kaget dan menatap Appanya.

“ Jinjja?! Kau akan datang?! “, tanya Kyuhyun tidak percaya.

“ Tentu saja, apa aku tidak ingin mengenal besanku? “, tanya Appa Kyuhyun dengan nada tenang.

Kyuhyun masih diam tidak percaya dengan apa yang didengarnya? Sampai keluar dikantor pun dia masih berpikir bagaimana bisa Appanya menyetujui tanpa pikir panjang?

“ Apa dia tidak terbentur kepalanya? “, batin Kyuhyun.

Kyuhyun memajukan mobilnya menuju kampus Yuri. Karena sebelum bertemu Appanya dia mengantarkan Yuri untuk mengurus cuti kuliahnya karena perutnya yang sudah berusia 4 bulan jalan ke 5. Semakin hari perutnya akan semakin membesar membuatnya harus mengajukan cuti sekarang.

****

Yuri selesai mengurus cutinya, padahal tinggal 1 setengah semester lagi tapi dia harus tetap mengajukan cutinya.

“ Haaaaa…… nak, kau harus menjadi anak yang baik ya “, gumamnya pelan.

“ Yuri-a…. “, terdengar seseorang memanggil Yuri dan Yuri tahu siapa orang itu.

“ Nickhun sunbae…. “ lirih yuri.

Kini Yuri dan Nickhun duduk di bangku taman kampus Chuang Ang. Terlihat dari jauh seseorang memperhatikan mereka yang sepertinya mentap sedu.

“ Kapan kau akan melihatku? “, gumam orang itu sedih.

“ Bagaimana kabarmu? “, tanya Nickhun.

“ Aku baik – baik saja, Sunbae sendiri? “

“ Aku baik – baik saja. Kudengar kau akan cuti? Waeyo? “, tanyanya membuat Yuri gugup.

“ Neh, aku ada urusan penting yang mengharuskan aku mengajukan cuti “,

“ Urusan penting? Urusan apa yang membuatmu harus cuti? Bukankah kuliahmu tinggal satu setengah semester lagi? “

“ Urusan yang tidak bisa aku katakan padamu Sunbae, Mianhae “, jawab Yuri.

“ Anio, harusnya aku yang bilang mianhae, karena aku terlalu ingin tahu tentangmu “, ucap Nickhun sambil memandang keatas langit.

“ Anio, Sunbae… Kumohon carilah yeoja yang baik untukmu yang pantas menerima cintamu yang tulus “, ucap Yuri membuat Nickhun menatapnya.

“ Tapi hatiku hanya mencintaimu Yuri “

“ Tapi aku bukan yeoja yang pantas menerimanya Sunbae, Aku… aku bukan yeoja yang kau pikirkan selama ini “,

“ Maksudmu? “, tanya Nickhun.

“ Aku…. “, suara Yuri terpotong seseorang memanggilnya membuat Yuri dan Nickhun menoleh ke arah sumber suara itu.

“ Kyu… “, gumam Yuri yang melihat Kyuhyun menghampiri mereka, terlihat ekspresi cemburu diwajah Kyuhyun.

“ Apa yang kau lakukan disini? “, tanya Kyuhyun setelah dekat dan melirik ke arah Nickhun dengan tatapan tidak suka.

“ Bukankah kau namjacingu Seohyun yang bertemua direstoran waktu itu kan? “, tanya Nickhun mengenali Kyuhyun lalu menatap Yuri seakan bertanya apa hubungan mereka?

“ Aku sedang berbicara dengan Nickhun Sunbae “, jawab Yuri.

“ Geurae, kau sudah mengurus cutimu kan? Kajja! Kita pulang “, ajak Kyuhyun mengajak Yuri pergi dengan menarik tangannya.

“ Jakkaman, siapa kau menyuruh Yuri ikut bersamamu? “, tanya Nickhun yang menahan tangan Yuri yang satunya.

“ Ini bukan urusanmu, jadi kau tidak usah ikut campur! “, ucap Kyuhyun menahan emosinya.

“ Tentu saja ini urusanku karena ini menyangkut Yuri dan aku sedang berbicara dengannya  “, jawab Nickhun tidak mau kalah.

Bukkk!!!

Kyuhyun yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung memukul Nickhun membuatnya jatuh. Yuri kaget dan menutup mulutnya. Nickhun pun berdiri dan membalas pukulan Kyuhyun. Terjadilah aksi saling pukul memukul antara Nickhun dan Kyuhyun yang menarik perhatian semua orang disana. Yuri yang sudah tidak tahan akhirnya berada ditengah kedunya namun terkena pukulan Kyuhyun yang sedang melayangkan tangannya tepat diwajahnya.

Bukk!!!

Seketika itu Yuri jatuh dan  pingsan tak sadarkan diri.

“ Yuri-a!!! “, panggil Yoona yang melihat Yuri pingsan entah datang dari mana.

Kyuhyun kaget begitu juga Nickhun. Dengan segera Kyuhyun membopong tubuh Yuri untuk pergi kerumah sakit diikuti Nickhun dan Yoona. Wajahnya sangat khawatir takut terjadi apa – apa dengan Yuri dan terutama bayi yang dikandung Yuri. Kyuhyun terburu – buru menuju ruang gawat darurat dan menyuruh Dokter memeriksanya. Terlihat wajahnya yang tidak sabaran menunggu hasil pemeriksaan.

“ Ini semua salahmu! Membuatnya seperti ini! “, ucap Nickhun sambil mencengkram kerah Kyuhyun dan menyudutkannya kedinding.

Kyuhyun tidak melawan karena yang dipikirannya sekarang hanyalah keselamatan Yuri. Yoona pun menahan tangan Nickhun untuk tetap tenang.

“ Tenanglah Sunbae, sekarang bukan waktunya untuk menyalahkan siapapun. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah keadaan Yuri “, kata Yoona membuat Nickhun melepaskan cengkramannya dari kerah Kyuhyun.

Tidak berapa lama Dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan Yuri. Membuat ketiganya menghampiri Dokter itu.

“ Bagaimana keadaannya Dok? Apa dia baik – baik saja? “, tanya Kyuhyun khawatir.

“ Soal lukanya mungkin hanya memar saja tapi untuk kandungannya kita harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut “, kata Dokter membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah, jika ada apa – apa dengan bayinya dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.

“ Kandungan? “, Nickhun merasa tidak percaya apa yang didengarnya namun Yoona seakan mengerti karena dia juga kaget saat pertama mengetahui Yuri hamil.

“ Kami akan memindahkan ke ruang perawatan, kalian bisa menjenguknya disana “, kata Dokter meninggalkan mereka.

“ Kamshamida Dokter “, ucap Yoona karena Kyuhyun masih diam merasa bersalah dan Nickhun masih tidak percaya apa yang didengarnya.

Yoona mengajak Nickhun dan mencoba berbicara padanya tentang situasi Yuri, bagaimanapun Nickhun harus tahu tentang Yuri karena dia memang terlanjur tahu. Kyuhyun masih menyalahkan dirinya sendiri pergi ke atap gedung rumah sakit. Kyuhyun memukul tembok berulang – ulang seakan menghukum tangannya yang telah menyakiti Yuri dan membahayakan bayinya. Terlihat darahnya yang bercucuran dari tangan kanan Kyuhyun namun sepertinya Kyuhyun tidak merasakan apapun karena yang dia rasakan sakit hatinya melihat Yuri terbaring lemah di tempat tidur. Setelah puas, Kyuhyun kembali ke ruangan Yuri dirawat. Dia duduk disamping Yuri, dan membelai rambut Yuri dengan tangan kirinya.

“ Mianhae Yuri…. Aku tidak bermaksud melukaimu… “, ucap  Kyuhyun dengan penuh penyesalan terlihat ada cairan bening yang jatuh dari matanya.

“ Aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padamu dan anak kita…. “, ucapnya lagi.

Nickhun dan Yoona pun kembali dan mendengar apa yang Kyuhyun katakan. Nickhun pun merasa itu salahnya setelah tahu semua cerita dari Yoona. Ternyata Yuri menolaknya memang ada alasan yang kuat. Perlahan – lahan Yuri membuka matanya dan melihat Kyuhyun disampingnya dengan air mata yang mengalir dan wajah yang penuh penyesalan.

“ Kyu…. “, lirih Yuri membuat Kyuhyun sadar kalau Yuri sudah bangun.

“ Kau bangun Yuri-a? Syukurlah …. “, ucap Kyuhyun senang menghapus air matanya.

Yoona dan Nickhun yang melihatnya pun langsung menghampiri Yuri.

“ Yuri-a, Gwenchana? “, tanya Yoona yang dijawab anggukan kecil dari Yuri.

“ Syukurlah kau baik – baik saja Yuri “, ucap Nickhun sambil tersenyum dan Yuri membalas tersenyum.

Yuri melihat tangan kanan Kyuhyun yang penuh darah kaget, apa yang terjadi dengannya?

“ Kyu, ada apa dengan tanganmu? “, tanya Yuri khawatir membuat Yoona dan Nickhun menatap tangan kanan Kyuhyun.

“ Ani. Gwenchana “, jawab Kyuhyun sambil menyembunyikan tangannya.

“ Omo! Kau berdarah Kyu! Kajja kita ke minta suster untuk mengobatinya! “, ajak Yoona membawa Kyuhyun pergi namun sepertinya Kyuhyun enggan untuk meninggalkan Yuri.

“ Pergilah! Obati tanganmu, kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu! “, ancam Yuri membuat Kyuhyun mau tidak mau harus menurutinya.

Yoona sengaja meninggalkan Yuri dan Nickhun untuk bicara. Setidaknya itu agar membuat hubungan mereka tidak comlicated (?) lagi.

“ Mianhae Yuri, aku tidak tahu apapun tentangmu “, ucap Nickhun.

“ Kau tidak perlu minta maaf Sunbae, karena aku yang harusnya minta maaf padamu karena tidak jujur dan membuatmu berharap padaku “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Apakah kau mencintainya? “, tanya Nickhun.

“ Pertanyaan itu sudah diajukan oleh beberapa orang tapi belum pernah sekalipun aku menjawabnya. Aku tidak tahu apa itu cinta atau bukan yang jelas aku nyaman dan bahagia bersamanya “, jawab Yuri membuat Nickhun sadar kalau dia sudah tidak memiliki kesempatan lagi.

“ Geurae, dengan berat aku akan melepaskanmu. Karena kurasa dia juga merasakan hal yang sama sepertimu. Namun kau harus hati – hati dengan sifat cemburunya itu yang membuatmu masuk rumah sakit “, kata Nickhun bijak dan membuat mereka tertawa dengan perkataannya yang terakhir.

“ Apa yang kalian tertawakan? “, tanya Kyuhyun yang sudah selesai di obati.

“ Eopseo “, jawab Yuri.

“ Jinjja?! Ya! Jangan menyembunyikan apapun dariku! “, kata Kyuhyun kesal lalu menghampiri Yuri.

“ Aku tidak “, elak Yuri.

Terlihat perdebatan terjadi di antara mereka berdua, membuat Nickhun meninggalkan Kyuhyun dan Yuri. Yoona mengikuti Nickhun dan berjalan ke luar ruangan itu. Membiarkan pasangan itu saling adu mulut.

****

Nickhun duduk di bangku taman rumah sakit, Yoona ikut duduk disampingnya.

“ Hidup ini memang tidak terduga ya “, ucap Nickhun memandang langit yang mulai gelap.

“ Neh, hidup ini sungguh penuh Mysteri “,

“ Terkadang ada saat dimana kita harus berjuang dan ada saat dimana kita harus berkorban “,

“ Ada saat kita membiarkan orang yang kita sayangi bahagia “, ucap Yoona yang membuat Nickhun menoleh kearahnya.

“ Kau benar Yoona, saatnya untuk Move on “, ucap Nickhun.

“ Sunbae, apa kau menyerah pada Yuri? “, tanya Yoona.

“ Tetap berjuang pun tidak akan membuatnya memilihku, karena takdir sudah mengikat mereka dengan anak itu “, Nickhun tersenyum getir.

“ Lalu jika ada seorang yeoja yang ingin membatumu melupakannya, apa kau akan menerimanya? “, tanya Yoona membuat Nickhun menatapnya.

“ Aku menyukaimu Sunbae, namun aku tahu kau hanya menyukai Yuri. Makanya aku mencoba membantumu untuk dekat dengannya “, aku Yoona membuat Nickhun semakin menatap Yoona.

“ Mianhae, aku tahu ini bukan waktu yang tepat tapi aku benar – benar menyukaimu Sunbae “, kata Yoona lagi.

“ Ania, kau datang disaat waktu yang tepat. Apa kau tidak keberatan untuk menggantikan Yuri di hatiku? Walau butuh waktu, aku hanya butuh kesabaranmu “, kata Nickhun sambil tersenyum. Yoona pun tersenyum senang dan mengangguk mantap.

“ Tentu saja Sunbae “,

“ Jangan panggil aku Sunbae, panggil aku Oppa “

“ Neh, Oppa “, kata Yoona sambil menyenderkan kepalanya dibahu Nickhun.

****

 Dokter masuk ke ruangan Yuri membawa hasil test tentang kandungan Yuri.

“ Bagaimana Dok? “, tanya Kyuhyun harap – harap cemas, Yuri menatap tidak mengerti kenapa Kyuhyun terlihat cemas.

“ Hasilnya sudah keluar dan kandungannya… “, kata Dokter sambil membetulkan kaca matanya membuat Kyuhyun gugup mendengar lanjutan dari Dokter, Yuri menelan ludahnya mendengar kata kandungan dan kini dia juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan Dokter itu.

To Be Continue……

Akhirnya part 12 selesai juga hehehe😛 detik – detik mau Ending selalu bikin galau. Readers gimana nih tanggapannya? Pasti pada protest kenapa belum nikah? Hehehe asalnya mau dinikahin disini tapi ceritanya udah kepanjangan. Part selanjutnya aja ya kekekeke😄 #pinjem senyum evil dulu. Readers jangan lupa RCL ya, kritik dan Saran juga ditunggu lho ^___^ Don’t Plagiator!!! Don’t be Silent Reader!!!! Respect to me Okay!!! ^^d

                                  

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

89 thoughts on “Cause Him Chapter 12

  1. Akhirx ff yg di tunggu” keluar jg (?)

    Sudah di tebak kalau bgian akhir sblum dokternya menjawab pasti TBC *pouts*

    Omo! Kalau kyu lgi cemburu benar” menyeramkan kasihan banget yuri nya TT

    Di tunggu kelanjutannya thor!!

    1. Seneng deh banyak yang nungguin FF ini hahaha😄
      Biasa bagian akhir harus bikin penasara hehehe😛
      iya tuh Kyu emang da #padahal mah Author suka bgt karakter Kyu kaya gitu hahaha😄
      Ok!

  2. bkin deg-degan kndungan ny ga papa kan? apa jgn2 ank ny kembar? #khayalbgtreadersatuini
    eonni paling bsa bkin readers penasaran🙂 baiklah eonni ditunggu part selanjutnya, keep writing dn gomawo🙂

  3. widihhh, endingnya unexpected bgt ya TBC wakakakakakaka XP

    berantem mulu nih perasaan evil couple #plak
    aaaaaa YoonKhun? weeesss couple baru, biasanya jg KhunFany #eh

    bener kan, akhirnya kyu bs ngalahin bokapnya yuri, hanya dengan ucapan yuri yg ngebuat kyu jd kuat huaseeekkk xdd

    gilaaaakk ini ff udah mau ending aja, ditunggu ff midah dengan judul yg lain🙂

    1. Iya Eon, klo gak tbc kan end hehehehe😀
      iya, tapi bikin mesra kan? xixixixi
      Iya, terlanjur masukin Khun jadi aja ma Yoona hehehe😄
      iya Eon, sebenarnya masih banyak jalan ceritanya tapi kalau dibanyakin lagi tar kaya tersanjung dah hahaha😀
      Ok! Gomawo Eon🙂

  4. aaaaaaahhhhhh semoga kandungan yuri baik” aja..
    kalaupun ga baik,, hubungan kyu sama yuri harus ttep baik..hehe
    yeyeyey akhirnya dapet restu dr org tua msing”,, senangnya..
    cepet nikah..nikah..nikah ^^
    muncul pasangan baru d part ini,, yoona ama nickhun..hihihi

    di lanjuuutt..makin seruuu

  5. huuwwaaa
    akhirnya dipost jg part 12 na..
    gk nyesel lah nunggu berhari2 tp hasilnya keren kyk gini..hehee
    suka sm sifat cemburunya kyuppa,next chap ditambah yyah momen cemburu nya kyuppa..=D
    gomawoo sebelumnya

  6. aishhh… TBC ~~ kau menghancurkan bayangannku(?) yg udh ngefly😄 pk Dokter pakek betulin kacamata lg -_-

    waahh,, Disini Yoona couple an sama Nickhun ye!! ditunggu next partnya thor! ikut tegang sama hasilnya ><

  7. Waaa akhirnya keluar juga part 12 nya😀 hehehehe
    Makin seru ceritanya >.<
    Anak nya kenapa ??? Mudah2 baik2 aja ,,,, / penasaran /
    Next part 13 chingu😉

  8. authooorrrr yah udh TBC aja kira” gmn kandungannya yuri ya? next part ditunggu ya thor jebal jgn lama”😀

      1. huhu author bikin penasaran aja nih >,< ok siaapp thor pasti sabar ko nunggu publishnya😀

  9. makasih eonni dah publish,,,😀
    seneng bgt moment kyuppa ma yuri eonni banyak banget di part ini…
    semoga di part selanjutnya appa yuri ma kyuppa setuju & kandungan yuri eonni baik2 aja…
    ditunggu part selanjutnya eonni

  10. ahh yull malu2 ajh ni dajag tdur bdua ,hahaha
    ngbyangin muka kyu kgeliian bkin ngakak tuh ..
    smga gpp dh kndungn ny .

  11. eonni jahat iiisshh selalu bikin penasaran aja. pokoknya harus cepet2 part selanjutnya eonni >,< *maksa hihihihihihi😀. eonniiiiii makasih ya udah ada yongseo momentnya part yg ini daebak deh. udah kyuri momentnya kena, ada yongseo moment lagiiiiii. makasiiiihhhh eonni😀 *hug. lanjut secepatnya pokoknya ga mau tau. udah bikin orang penasaran siiiihhhh :p

  12. duh thor TBC nya ganggu ja!!!!
    kndngan yuri gugg knpa2 kn thor?????hwa

    tuh dkternya pke btulin kca mata mlah bkin deg2 an,,,,,,,,

    Next chap jngan lma2 ya thor,,,,,,
    .,

  13. ya! ini ff nya dewasa bgt. tpi malah aku baca,
    hm aku bacanya ngintip2 loh thor. kakaka xD
    tetep bagus kok! jgn bosan2 yah bikin ff Kyuri😀 mian bru baca-__-

  14. pemenggalan yang sangat teramat mengganggu chingu,bisa aja ..btw seru bacanya.
    lanjut chingu,jangan pake lama ya??hehehe..

  15. Tuuh kan tuuh kaaan.. Tbc.. —
    Nyesek banget dah kalo uda ada kata ‘tbc’.. Pas seru-seru nya lagi.. Ah author hobi bener bikin readers penasaran setengah idup (?).. *nah loh?
    Enakan banget disini nichkhun bisa nerima kenyataan dan gak ada aksi aneh” (?) *emang mau ngapain?
    Demi apadeh.. Itu appanya yuri kenapa.. -_- pantesan kyu sampe tereak gitu.. Yang dipegang selingkuhannya sih.. #plakk

  16. kyaa.. tbc. bikin penasaran banget.
    mudahan kandungan yuri baik” aja dan kyu kpn mau nikahin yuri ??
    kan sudah dpat restu dr ortu masing”.
    kalo kyuri menikah jgn lupa kasih undangan ne??😀
    ditunggu part 13 nya. jgn lama2 ne. hee

    oh ya, aku riders baru. jd salam kenal aja. I’m SparKYuRisistable. ditunggu juga ff kyuri Lee Midah selanjutnya🙂

  17. hahaha..
    akhirnya nemu ff kyuri yang seru banget,
    hai author salam kenal q riders baru disini..
    hehe..
    slam kenal yakk..
    ditunggu ff kyuri lagi..🙂

  18. Huaahh.. ː̗̀(☉,☉)ː̖́ segitu cintanya Kyu sma Yuri smpe rela lebam gituh.. Wuahh Kyuri di sini bikin gemes ajah.. YoonKhund jga moga langgeng ne ^^

    Cuman 1 aja yg krang eonnie,

    T
    B
    C

    Tiga huruf di atas bner2 bkin gregetan deh..

    Di tunggu next partnya.. ( ื▿ ืʃƪ)

  19. yey udh dipost niatnya mau baca habis UN eon tapi ffmu menggoda utk dibaca wkwk
    makin seru,menarik,penasaran semua dicampur jd satu..
    mau ending ya eon ditunggu project ff kyuri yang lain eonni🙂

  20. Semoga kandungan yuri baik2 saja liat kyu klu cemburu bahaya jga ya kyu jgn cemburu gtu yuri pasti akan selalu berada ∂ï sampingmu dia pasti tdk akan meninggalkanmu aq yakin itu hehehe ok tetap semangat eon buaf ff nya

  21. Semoga kandungan yuri baik2 saja liat kyu klu cemburu bahaya jga ya kyu jgn cemburu gtu yuri pasti akan selalu berada ∂ï sampingmu dia pasti tdk akan meninggalkanmu aq yakin itu hehehe ok tetap semangat eon buaf ff nya
    Hwaiting !!!

  22. Hahaha.. Aku ga trkejut dg ending nya.. Ah tp aku jg ga bisa nebak apa kta doktr slanjut nya.. Jd penasaran nh.. Yongseo, cek. Yoonickh, cek. Sifany, tdk hdr. Eunhae tdk hdr. Nice. Lanjuut. KyuRi jjang!

  23. akhirnya keluar juga hehe…
    makin seru thor ga sabar pas mereka menikah bagaimana sama pas anaknya lahir keke..
    ditunggu ya thor part selanjutnya

  24. wow! appa Yuri ternyata ga marah yaa, hmm orangtua yang baik hatidan pengertian. yuhuu.. keren lah pokoknya ff Unnie mah hihi,
    semoga yuri gpp yaa,🙂 ohh iya unn, kendo teh sejenis beladiri kan? tapi yg kaya gimana?

  25. Hehe ternyata lanjutannya udah ada. Penasaran sama next nya nii. Lanjut baca dulu cussss~ part ini keren dan romantis sangat hehe

  26. Aish.. Jinjja! Tuh dokter bikin deg deg kan aja..
    Seru bgt! Keren! Daebak! Haha.. Suka bgt
    bs bikin senyum2 gaje sendirian hahahahhhhh
    lanjut yah chingu

  27. yeyeyeye kyuhyun berhasil *.*
    aisshhhh jangan bahas abs kyu ><
    akhirnya seohyun udah move on berkat yonghwa wkwkwkwk
    ayahnya kyu setuju, syukur deh :")
    nickhun mau mive in berkat bantuab yoona '-')/
    terus kandungan yuri gimana ?:/

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s