Posted in Comfort, Fanfiction, Romance

(Sequel Love First sight) Run Away To You

Chapter 3

Run Away To You 3 copy

Author :

Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

  Lee Donghae

 Kwon Yuri

Lee Jaehoon

Son Eunseo

Goo Hara

Choi Jinhyuk

PG :

 + 15

Lenght :

Chapter

Genre  :

Romance, Love, Rivaly, Comfort

Disclaimer : Castnya Cuma minjem, ceritanya murni dan asli buatanku jadi jangan coba – coba menjiplak ya…..😄 Typo is Art ^__^ Don’t Plagiat!!! Don’t Silent Reader! Leave Comment after read!!! Please Respect to me with RCL !!!!

“ Your imagination, your dream !!! “

“ Eunseo-a, kau tidak seharusnya bersikap seperti itu. Kita harus menolongnya saja “, ucap Jinhyuk.

“ Tapi Oppa dia itu orang asing, bagaimana mungkin kau membiarkannya tinggal disini? “, ujar Eunseo yang masih keberatan.

“ Tapi sepertinya dia yeoja yang baik, lagi pula Donghae sudah mengenalnya jadi itu tidak masalah untuk kita kan? “ tanya Jinhyuk.

“ Justru itu Oppa, aku tidak ingin dia dekat – dekat dengan Donghae Oppa! “, batin Eunseo.

“ Ya Sudah, tidak usah diperdebatkan lagi.  kajja! Kita siap – siap membuka Restoran ini. Hari sudah semakin siang “, ajak Jinhyuk pada Eunseo dengan berat Eunseo pun menerimanya.

Eunseo dan Jinhyuk kembali ke meja makan dimana Donghae dan Yuri menunggu. Eunseo semakin marah saat melihat Donghae bercanda dengan Yuri. Dia sungguh cemburu melihat kedekatan mereka.

“ Yuri-a, lihat kau meninggalkan makanan dipipimu! “, kata Donghae.

“ Jinjja? Eodiseo? “, tanya Yuri sambil mencari – cari disekitar pipinya.

“ Sini! “, kata Donghae sambil membersihkan pipi Yuri.

Yuri pun tersenyum dengan perlakuan Donghae.

“ Kulitnya lembut sekali “, ujar Donghae dalam hati.

“ Aish! Belum apa – apa dia sudah menggoda Donghae Oppa! Menyebalkan! “, runtuk Eunseo dalam hatinya melihat kejadian tadi.

“ Ehem… Yuri-a, kau boleh tinggal disini. Dan untukmu Donghae, jangan macam – macam selama dia disini. Arra?! “ kata Jinhyuk yang datang dan langsung duduk di tempatnya tadi.

“ Jinjja Oppa?! Gomapshimida…. “, kata Yuri dengan senyum cerah diwajahnya.

“ Ya! Hyung memangnya apa yang akan aku lakukan? “, Protes Donghae.

Eunseo hanya duduk diam tak bersuara. Dia menatap sinis pada Yuri yang tersenyum senang.

“ Aish, tadi pagi kau sudah bertingkah yang macam – macam kan? “, sindir Jinhyuk mengingatkan kejadian tadi pagi.

“ Ya! Hyung itu kan tidak sengaja! “ sangkal Donghae, Jinhyuk hanya menatapnya tajam.

“ Memangnya apa yang dilakukan Donghae? “, tanya Yuri penasaran.

“ Aaanio, tidak usah kau pikirkan. Kajja! Kita buka sekarang restorannya “, ajak Jinhyuk dan mereka semua pun bersiap – siap membuka toko.

Yuri meminta ijin untuk membantu karena dia ingin sekali melakukannya walaupun Donghae sudah melarangnya namun Yuri adalah Yuri, apapun yang ingin dia lakukan pasti akan dilakukan. Yuri mencoba menurunkan kursi yang tadinya berada diatas meja namun sepertinya kursi itu terlalu berat untuk Yuri, wajarlah memang Yuri tidak pernah mengangkat barang – barang berat. Donghae yang melihat Yuri kesusahan pun menghampiri Yuri dan membantunya.

“ Donghae, apa yang kau lakukan? Kenapa kau diam saja? “, tanya Yuri yang melihat Donghae terdiam saat tangannya menyentuh tangan Yuri.

“ Aaanio, aku mencoba membantumu. Sudah kubilangkan untuk tidak mengangkat barang – barang berat “, jawab Donghae yang kali ini menurunkan kursi itu.

“ Lalu aku harus melakukan apa? Aku juga kan ingin membantu “, tanya Yuri sambil cemberut.

“ Lebih baik kau diam dulu, nanti saat ada pelanggan kau baru mencatat pesanan mereka. Otte? “, saran Donghae, Yuri terlihat berpikir dan menganggukan kepalanya.

“ Geurae “, jawab Yuri sambil tersenyum dan Donghae pun ikut tersenyum. Eunseo yang memperhatikan mereka dari jauh semakin kesal melihat keakraban Donghae dan Yuri.

“ Aish! Mereka malah semakin dekat lagi “. Kesal Eunseo yang sedang memotong sayuran, tiba – tiba tangan Eunseo terkena pisau membuatnya meringis.

“ Aw! Appo! “, ringis Eunseo melihat tangannya yang mengeluarkan darah.

“ Kenapa kau tidak hati – hati? Cepat obati dulu sana, nanti infeksi ! “, perintah Jinhyuk dan Eunseo pun pergi mengambil plester untuk tangannya.

“ Neh “, jawab Eunseo.

***

Sebulan berlalu Yuri tinggal bersama Donghae, Jaehoon pun belum pernah sekalipun menerima kabar tentang keberadaan Yuri. Jaehoon semakin frustasi dibuatnya, Jaehoon memutuskan untuk mencari Yuri lewat media iklan siapa yang menemukan Yuri akan mendapat imbalan 1juta won. Hara selalu mendoakan untuk keselamatan Yuri, namun Hara semakin cemas jika Jaehoon menemukannya . Eunseo semakin hari semakin tidak menyukai Yuri, Apalagi dengan kedekatan Yuri dan Donghae membuatnya semakin cemburu. Eunseo mengajak Yuri kebelakang setelah mereka selesai membereskan restoran. Yuri yang tidak tahu apa yang akan dikatakan Eunseo padanya hanya menurutinya saja.

“ Ada apa kau mengajakku kesini? “, tanya Yuri sambil mencoba tersenyum.

“ Berhenti bersikap baik seperti itu! “, jawab Eunseo dengan kasar membuat Yuri terdiam.

“ Apa kau marah padaku? “, tanya Yuri.

“ Aku memang marah padamu, kenapa kau datang kesini? Kenapa kau masuk ke kehidupan Donghae Oppa? Kau tahu kedatanganmu kesini tidak diharapkan? “, tanya Eunseo berturut – turut dengan nada tinggi.

“ Apa maksudmu? Aku… aku tidak mengerti “, tanya Yuri.

“ Jangan berlagak bodoh, Yuri! Kau datang kesini untuk mendekati Donghae Oppa kan? Kau ingin menggodanya kan?! “, teriak Eunseo.

“ Ani, aku tidak mencoba menggoda Donghae. Aku hanya butuh tempat tinggal saja “, jawab Yuri.

“ Kenapa tempat ini yang kau pilih? Kau pikir kau bisa seenaknya tinggal disini? Apa kau tidak malu menumpang dan tinggal dengan seorang namja? Kau tahu apa yang semua tetangga bicarakan tentang Donghae Oppa? “, tanya Eunseo kesal dengan sikap polos Yuri.

“ Tapi di Amerika seorang namja boleh tinggal dengan seorang yeoja “, jawab Yuri.

“ Kau memang tidak tahu tentang kebudayaan di Korea huh?!. Jangan kau samakan Korea dan Amerika. Disini tuh berbeda, kau tahu?! “, kata Eunseo lagi.

“ Tapi tetangga senang dengan kehadiranku, buktinya mereka semua baik padaku “, jawab Yuri lagi.

Eunseo kehabisan akal bagaimana menghadapi yeoja seperti Yuri? Dia pun berpikir mencoba mencari alasan agar Yuri menurutinya untuk pergi menjauhi Donghae.

“ Lebih baik kau pergi dari sini , kau tidak inginkan Donghae Oppa di usir dari sini gara – gara kau? “ , saran Eunseo yang mungkin bisa membuat Yuri pergi.

“ Diusir? “, tanya Yuri.

“ Neh, Donghae Oppa bisa diusir dari sini dan semua itu salahmu. Apa kau mau seperti itu? “, kata Eunseo sambil menunjuk wajah Yuri.

“ Anio “, jawab Yuri.

Yuri memang yeoja yang tidak bisa melihat orang – orang yang dia sayangi menderita, membayangkan Donghae akan diusir karena dia. Hal itu sungguh membuatnya takut, takut jika Donghae menderita karenanya. Yuri pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu demi kebaikan Donghae.

“ Baiklah jika itu yang harus kulakukan, aku akan menuruti semua perkataanmu “, jawab Yuri sedih. Terlihat Eunseo tersenyum menyeringai mendengar perkataan Yuri.

“ Satu lagi, jangan katakan apapun pada Donghae Oppa lebih baik kau pergi saat Donghae Oppa tertidur. Karena Donghae Oppa terlalu baik sehingga dia tidak akan tega melihatmu pergi “, kata Eunseo sambil pergi meninggalkan Yuri tersenyum kemenangan berharap Yuri pergi jauh dari kehidupan Donghae.

Yuri berpikir tentang apa yang dikatakan Eunseo. Dia terkadang memandang pada Donghae saat makan malam. Donghae sedikit aneh dengan sikap Yuri yang sedikit pendiam. Biasanya Yuri selalu mencairkan suasana. Donghae menoleh kearah Yuri yang kini memandanginya.

“ Yuri-a, waeyo? “, tanya Donghae membuat Jinhyuk dan Eunseo kini menatap Yuri juga.

“ A…anio gwenchana “, jawab Yuri kemudian melanjutkan makannya lagi.

“ Apa kau sakit? Kau terlihat murung sejak tadi? “, tanya Donghae sambil menyentuh kening Yuri dengan tangannya namun dengan segera Yuri melepaskan tangan Donghae dari keningnya.

“ Aku bilang gwenchana, jadi kau tidak usah khawatir “, jawab Yuri membuat Donghae semakin aneh dengan sikapnya. Yuri bukan yeoja dingin tapi kali ini dia bersikap dingin pada Donghae.

“ Mungkin saja dia kelelahan karena tadi semakin banyak pelanggan yang datang, sehingga Yuri bekerja ektra iya kan? “, tebak Jinhyuk dengan keadaan Yuri.

“ Neh, mungkin saja “, jawab Donghae sambil tetap menatap Yuri yang menunduk.

“ Aish! Mau pergi saja masih mencari perhatian “, batin Eunseo kesal.

***

Jaehoon terlihat sangat stress dengan kepergian Yuri dan sebulan sudah kejadian itu namun anak buahnya belum mendapatkan kabar apapun. Dan iklan pun belum memperlihatkan adanya hasil. Jaehoon lebih sering menemui Gayoung hanya untuk menghilangkan rasa streesnya. Gayoung merasa Jaehoon sudah ada ditangannya, dengan tidak adanya kabar dari Yuri membuatnya merasa jika Jaehoon sudah tidak bisa hidup tanpanya. Bahkan sekarang Gayoung sudah berani sering pergi kekediaman Jaehoon (rumah Yuri). Hara merasa sangat perihatin dengan Yuri jika seandainya Jaehoon menemukan Yuri. Gayoung pun semena – mena terhadap Hara dan pelayan lainnya.

“ Buatkan aku teh! “, suruh Gayoung pada Hara sambil menopang kakinya diatas meja.

“ Mianhae, tapi Tn. Lee sedang tidak ada dirumah “, kata Hara memberitahukan Gayoung bahwa Jaehoon sedang tidak dirumah, jadi Gayoung seharusnya cepat pergi dari rumah itu.

“ Mwo?! Apa kau mengusirku?! Ya! Pembantu sialan! Kau tahu sebentar lagi aku akan menjadi nyonya rumah disini. Jadi ada atau tidak ada Jaehoon kau harus menurutiku. Arra?! “, tanya Gayoung dengan nada tinggi.

“ Mianhae, Nona. Tapi aku hanya melayani Nona Yuri disini “, kata Hara namun

Plakkk!!!

Sebuah tamparan mendarat dipipi mulus Hara karena Gayoung menamparnya dengan keras.

“ Kau bilang apa? Ya! Pembantu sialan! Nona tersayangmu itu tidak akan pulang, jadi kau harus menurutiku sekarang. Jika dia pulang pun aku berjanji akan membuat hidupnya menderita “, kata Gayoung sambil menjambak rambut Hara.

 Hara hanya diam menahan sakit akibat jambakan dari Gayoung, dia  juga memegangi pipinya yang sakit akibat tamparan keras Gayoung.

“ Sekarang buatkan aku teh, cepat! “, suruh Gayoung sambil melepaskan tangannya dirambut Hara dengan keras.

Hara hanya mengikutinya dan pergi menuju dapur.

“ Nona, kuharap kau tidak mengalami hal ini. Dan jangan pulang karena Nona pasti akan semakin menderita “, lirih Hara menitikan Air matanya.

***

Yuri melihat Donghae yang terbaring di lantai, semenjak Yuri tinggal disini Donghae memang tidur dibawah kerena tempat tidurnya dia berikan pada Yuri. Yuri menghampiri Donghae dan duduk didekatnya. Yuri mulai mebelai wajah Donghae dengan lembut.

“ Aku tidak ingin kau diusir karena aku “, lirih Yuri sambil meneteskan air matanya.

“ Terima kasih karena kau selalu ada untukku selama aku disini, Aku juga terlanjur mencintaimu Donghae. Aku senang saat bersamamu, tapi untuk kebaikanmu aku harus pergi dari sini. Saranghae… “, gumam Yuri sambil mencium kening Donghae dan berdiri lalu Yuri berjalan menuju kearah pintu.

Sebelum keluar dari pintu Yuri menoleh kearah Donghae yang masih tertidur, lalu dia pun beranjak keluar dari restoran di mana Donghae tinggal. Dengan berat dan air mata yang mengalir dipipinya Yuri meninggalkan Donghae, orang yang dia sayangi. Beberapa waktu kemudian Donghae terbangun karena seperti ada sesuatu yang membisikannya untuk bangun. Perlahan dia membuka matanya dan melihat langit – langit kamarnya. Kenapa seperti ada sesuatu yang membuatku aku harus bangun? Pikir Donghae. Donghae pun mengubah posisinya menjadi duduk karena dia tidak bisa memejamkan matanya lagi. Donghae mencoba melihat ke arah tempat tidur, namun Yuri tidak ada disana. Donghae berdiri dan mencoba mencari Yuri, dikamar mandi dan di dapur namun Yuri tidak ditemukan. Perasaan Donghae menjadi tidak enak dan hatinya mulai dihinggapi rasa khawatir. Donghae segera mengambil jaketnya dan keluar untuk mencari Yuri.

***

Yuri yang berjalan sendiri ditengah malam merapatkan kedua tangannya karena angin malam ini sangat dingin walaupun cuaca musim dingin hampir berakhir namun tetap saja masih terasa dingin. Yuri kini bingung harus kemana, tak ada tujuan tak ada tempat lagi. Sesekali Yuri meniup kedua tangannya agar merasa sedikit hangat.

“ Kemana aku harus pergi? “, tanya Yuri pada dirinya.

Yuri berjalan kembali namun tiba – tiba ada tiga orang namja yang menghadangnya, Yuri merasa takut namun dia mencoba untuk tidak terlihat takut. Yuri berjalan sambil menunduk melewati tiga namja itu namun ada seorang namja yang menahannya.

“ Tunggu dulu, ada yeoja yang berkeliaran malam – malam disini “, kata Seorang namja yang menahan Yuri.

“ Lepaskan aku! “, hardik Yuri namun ketiga namja itu malah tertawa.

“ Kau mau kemana? Lebih baik kau temani kami saja “, kata Namja yang satunya lagi sambil mencoba memegang dagu Yuri.

“ Jakkaman! Yeoja ini mirip sekali dengan yang ada di koran tadi “, kata namja tiga sambil memperhatikan wajah Yuri dengan seksama.

“ Lepaskan aku!!! “, teriak Yuri namun ketiga namja itu tidak menghirukannya. Salah seorang dari namja itu mengeluarkan sebuah kertas seperti halaman koran.

“ Jinjja? Coba aku lihat? “, tanya namja yang memegangi Yuri.

“ Benar, dia yeoja ini! “, kata namja kedua yang ikut melihat kertas koran itu.

“ hahaha… kita bisa mendapatkan satu juta won “, tawa namja yang mengeluarkan koran tadi.

“ Kita bisa bersenang – senang dengan uang itu “, senang namja pertama yang dari tadi memegangi Yuri.

“ Kajja! Kita bawa dia, dan kita akan mendapatkan uang banyak “, ajak namja ketiga.

Yuri yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan mencoba berontak, namun Yuri bukanlah yeoja kuat. Dia hanya seorang yeoja lemah yang butuh perlindungan dan kasih sayang. Namun sekarang Yuri harus berjuang menyelamatkan dirinya sendiri karena sekarang tak ada siapapun yang bisa dia andalkan dan tidak ada Donghae yang selalu membuatnya merasa nyaman. Namja itu menyeret Yuri untuk mengikutinya namun Yuri terus bertahan dengan berontak. Yuri menggigit tangan namja yang memeganginya dan dia langsung berlari.

“ Aw! Sial! Kita kejar dia! “, kata namja pertama yang tangannya digigit oleh Yuri.

Yuri berlari sekuat tenaga sampai dia merasa tidak kuat untuk berlari lagi. Dia mencoba mencari tempat bersembunyi dan akhirnya dia bersembunyi disebuah bangunan tua yang terlihat kosong.

“ Aish! Kemana yeoja itu? “ tanya namja kedua yang sudah dekat dengan persembunyian Yuri.

Yuri menahan nafasnya agar tidak ketahuan. Jantungnya sungguh berdegup kencang.

“ Kau kesana! Aku kesini! Dan kau disana! “, perintah namja pertama pada kedua temannya.

“ Omma… Appa… Donghae… Tolong aku! “, lirih Yuri sambil menahan ketakutannya, karena dia benar – benar takut sekarang.

“ Kau lihat?! “, tanya namja kedua pada teman – temannya.

“ Ani, kenapa dia bisa menghilang begitu saja? “ tanya namja ketiga.

“ Jakkaman! Apa mungkin dia di dalam gedung ini? “, kata namja pertama memperhatikan gedung tempat Yuri bersembunyi, Yuri yang mendengarnya semakin gemetar jantungnya berpacu dengan cepat.

Namja itu mulai mendekati selangkah demi selangkah membuat Yuri menelan ludahnya, keringat dingin mengalir didahinya.

“ Jebal… jebal… jebal… “, lirih Yuri berharap dia tidak ketahuan.

“ Sudahlah, lebih baik besok kita kesini lagi dan kita cari dia lagi “, kata namja kedua yang membuat namja yang pertama berbalik dan menghentikan langkahnya.

 Terdengar suara langkah kaki yang mulai menjauh membuat Yuri mengeluarkan nafasnya lega.

“ Kamshamida Tuhan… “, syukur Yuri menyenderkan kepalanya pada bangku yang ada disana namun tiba – tiba ada sebuah tangan yang membekap mulutnya. Membuat Yuri membulatkan matanya.

***

Jaehoon pulang dari kantornya disambut oleh Gayoung, Jaehoon bingung apa yang dilakukan Gayoung disini. Dia pun menatap Gayoung penuh tanya.

“ Apa yang kau lakukan disini? “, tanya Jaehoon heran.

“ Waeyo? Memangnya aku tidak boleh? Bukankah kemarin – kemarin kau sering mengajakku kesini? “, tanya Gayoung sambil duduk disamping Jaehoon dan memeluknya.

“ Hari ini aku sedang pusing jadi lebih baik kau pulang saja, aku tidak ingin diganggu “, kata Jaehoon datar melepaskan pelukannya dari Gayoung.

“ Apa kau ingin aku pijat? “, tawar Gayoung sambil mencoba memijat bahu Jaehoon dengan lembut.

“ Sudah kubilang pulanglah, aku sedang tidak ada mood denganmu sekarang “, kata Jaehoon meninggalkan Gayoung menuju kamarnya.

“ Aish! Pasti memikirkan Kwon Yuri lagi! Sampai kapan kau akan mengharapkannya?! “, kesal Gayoung.

***

Yuri merasa lemas dan pasrah dia tidak bisa berontak lagi, namun sedikit membuatnya terkejut saat orang yang membekapnya itu orang yang dia kenal.

“ Stttt… mereka masih ada diluar “, kata Orang itu berbisik ditelinga Yuri, Yuri yang tidak percaya orang yang membekapnya tadi itu adalah Donghae.

“ Bagaimana ada tidak? “, tanya namja kedua.

“ Ani, sepertinya dia memang sudah menghilang “, jawab namja pertama yang tadi sempat berhenti untuk memberi sinyal bahwa mereka sudah pergi untuk memancing Yur keluar.

“ Kita kembali besok saja “, kata namja ketiga, dan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.

“ Sepertinya mereka sudah pergi “, kata Donghae melepaskan tangannya dari mulut Yuri.

“ Gwenchana? “kata Donghae membuat Yuri berbalik menatap Donghae, Yuri mulai menangis kemudian memeluk Donghae erat.

Donghae yang melihatnya membalas pelukan Yuri membiarkan Yuri menuangkan perasaan takutnya dengan menangis.

“ Aku… aku takut. Hiks hiks hiks “, isak Yuri membenamkan wajahnya didada Donghae.

“ Gwenchana, aku ada disini sekarang. Kau tidak usah takut lagi “, kata Donghae sambil mengusap – ngusap punggung Yuri.

“ Darimana kau tahu aku disini? “, tanya Yuri yang sepertinya sudah tenang.

“ Aku melihatmu lari dan pergi kegedung ini, tak lama kulihat beberapa namja mengejarmu dan aku tahu bahwa mereka mengincarmu “, jawab Donghae.

“ Lalu kenapa kau pergi dari restoran? “, tanya Donghae membuat Yuri menunduk, Donghae memegang dagu Yuri mengangkatnya agar melihat kepadanya.

“ Wae? “, tanya Donghae lembut.

“ Aku tidak ingin melihatmu diusir “, jawab Yuri sambil berkaca – kaca dan mulai terisak lagi.

“ Diusir? Maksudmu? “, tanya Donghae sambil mengerutkan keningnya.

“ Neh, kau pasti diusir karena aku tinggal bersamamu. Tetangga akan menganggapmu berbuar yang tidak – tidak denganku. Makanya aku pergi ”, jawab Yuri.

Donghae tersenyum dengan alasan konyol Yuri meninggalkannya.

“ Siapa yang mengatakan hal itu padamu? “, tanya Donghae, Yuri diam enggan untuk memberitahunya dan Donghae sepertinya mengerti dan tidak memaksanya untuk menjawab.

“ Dengar Yuri, aku tidak mungkin diusir dengan alasan itu. Bukankah kau tahu semua tetangga sudah mengenalmu kan? jadi mana mungkin mereka berpikir yang tidak – tidak. Lagipula aku tidak bisa tenang jika kau diluar seperti ini, aku sungguh khawatir “, kata Donghae sambil memegang pipi Yuri.

“ Jinjja? “, tanya Yuri sambil menatap wajah Donghae.

“ Neh, Jinjja. Jika nanti kau ada masalah bicarakan dulu denganku, siapapun orang yang bilang padamu itu mungkin dia hanya iri denganmu “, kata Donghae membuat Yuri berpikir, Apa Eunseo iri dengannya?

“ Bukankah aku sudah berjanji akan melindungimu, jika kau jauh dariku bagaimana bisa aku melindungimu? “, tanya Donghae tulus.

“ Apa karena kau kasihan padaku sehingga kau mengatakan seperti itu? “, tanya Yuri sambil menatap wajah Donghae.

“ Aku mengatakan hal itu bukan karena kasihan, tapi aku mengatakannya karena aku menyukaimu “, jawab Donghae.

“ Kau menyukaiku? “, tanya Yuri.

“ Neh, Neomu neomu Joaheyo “, ucap Donghae sambil mencubit kedua pipi chubi Yuri.

Yuri merasa terharu dengan perkataan Donghae, dia merasa nyaman jika dekat Donghae. Dan Yuri sangat senang bersama Donghae. Dan sekarang Donghae bilang menyukainya, hati Yuri benar – benar bahagia.

“ Omma… Appa… Aku bahagia sekali. Aku tidak ingin menyusul kalian secepat ini, karena aku sudah memiliki seseorang yang sangat aku sayangi… “, batin Yuri yang masih menatap Donghae.

“ Jadi jangan pergi lagi dariku, arraseo? “, kata Donghae membuat Yuri menganggukan kepalanya.

“ Gomawo… “ ucap Yuri sambil tersenyum.

“ Ya sudah kajja kita kembali, sebelum kau terkena flu lagi “, kata Donghae mengajak Yuri pulang. Dia membantu Yuri berdiri dan mereka menuju kembali ke restoran.

 Saat didepan restoran Yuri berhenti membuat Donghae menatapnya heran lalu menghadap Yuri.

“ Waeyo? “, tanya Donghae.

Perlahan Yuri mendekat pada Donghae berdiri tepat didepan Donghae.

“ Nan nadoo Joaheyo…. “, ucap Yuri sambil mengecup bibir Donghae kilat dan berlari masuk kedalam meninggalkan Donghae yang terpaku sambil memegang bibirnya.

Walaupun kiss ini berbeda dengan kiss pertama mereka namun rasanya Donghae sangat senang apalagi dengan kata – kata Yuri yang mengungkapkan perasaan padanya. Donghae tersenyum dan menyusul Yuri masuk. Donghae melihat Yuri yang berbaring ditempat tidurnya sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“ Apa kau tidak ingin mendengar jawaban dariku? “, tanya Donghae membuat Yuri mengintip dibalik selimut.

“ Mwo? Bukannya tadi kau bilang menyukaiku? “, tanya Yuri tanpa membuka selimutnya.

“ Hmmm… Tapi kau belum tahu kalau aku mau jadi namjacingumu kan? “, jawab Donghae yang akhirnya membuat Yuri membuka selimutnya sedikit demi sedikit.

Donghae yang melihat Yuri, semakin memperlambat ucapannya.

“ Na…. “, kata Yuri yang akhirnya bangun menatap Donghae menunggu jawaban dari Donghae.

“ Aku senang menjadi namjacingumu “, jawab Donghae sambil menghampiri Yuri dan mencium bibirnya lembut.

 Yuri awalnya membulatkan matanya namun lama kelamaan Yuri menutup matanya untuk menikmati ciuman hangat dari Donghae, Yuri mulai melingkarkan tangannya dipunggung Donghae. Donghae pun mencium Yuri sambil membaringkan tubuh Yuri sehingga kini mereka berciuman sambil tiduran. Yuri melepaskan ciumannya karena kehabisan nafas.

“ Aku tidak bisa bernafas… “, ucap Yuri sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.

“ Aku juga “, jawab Donghae yang namun setelah itu Donghae mencium Yuri lagi. Dan mereka berpelukan satu sama lain.

“ Saranghaeyo “, Bisik Donghae ditelinga Yuri.

“ Nadoo “, jawab Yuri.

***

Jaehoon mendapat kabar ada beberapa orang yang ingin menemuinya untuk memberitahukan keberadaan Yuri. Dengan cepat Jaehoon langsung menuju kantornya saat dia sedang dalam rapat dengan semua pengusaha. Karena perannya sungguh penting dan sangat dibutuhkan dalam proyek yang dirapatkan itu dia tidak mendapat kesulitan untuk pergi dari sana. Dengan tergesa – gesa dia menemui tiga orang yang mengaku telah menemukan Yuri.

“ Dimana mereka? “, tanya Jaehoon pada sekertarisnya.

“ Mereka didalam Tuan “, jawab sekertarisnya.

Jaehoon masuk keruangannya yang disana sudah berada tiga orang namja dengan pakaian lusuh seperti seorang preman menunggunya.

“ Anyeonghaseyo Tuan Lee “, sapa salah seorang dari mereka pada Jaehoon.

“ Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian, jadi katakanlah apa yang kalian ketahui “, kata Jaehoon mencoba bersikap tenang.

“ Oh… santailah Tuan, tidakkah kau ingin menawarkan kami minuman dulu? “, tanya namja lain mencoba basa – basi, namun Jaehoon hanya menatapnya seolah cepat katakan.

“ Jika kalian tidak akan mengatakan apapun, aku akan memanggil security sekarang juga untuk mengusir kalian “, Ancam Jaehoon mencoba menekan mereka.

“ Aaa…anio, baiklah kami akan mengatakan tentang yeoja dikoran itu “, kata namja ketiga yang sepertinya kena oleh gertakan Jaehoo. Terlihat Jaehoon tersenyum menyeringai.

“ Kami melihatnya kemarin malam didaerah Yonggwang, kami tidak berhasil menangkapnya karena kami kehilangan jejak yeoja itu “, jelas namja ketiga.

“ Yonggwang? “, tanya Jaehoon meyakinkan, padahal dia berpikir bagaimana mungkin Yuri sampai ketempat itu?

“ Neh, dan sekarang apa kami akan mendapat imbalan? “, tanya namja kedua.

“ Tidakkah kalian melihatnya dengan jelas, aku akan memberikan uang untuk orang yang membawanya padaku. Lagipula aku belum tahu kalau kalian melihatnya atau tidak kan? “, kata Jaeohoon arogant.

“ Mwo? Setidaknya Tuan, kami sudah jauh – jauh kesini untuk memberitahukannya padamu “, Protest namja ketiga.

“ Itu masalah kalian, yang jelas aku membayar untuk seseorang yang membawanya padaku bukan hanya melihat dimana kalian bertemu dengannya tanpa membawanya padaku “, kata Jaehoon lalu memanggil security untuk mengusir mereka.

Jaehoon langsung menyuruh anak buahnya pergi kedaerah Yonggwang untuk mencari Yuri. Dia yakin kali ini pasti dia bisa menemukan Yuri.

***

Eunseo merasa kesal karena rencananya menyuruh Yuri tidak berhasil. Malah dia semakin marah saat tahu bahwa Donghae dan Yuri sudah resmi pacaran.

“ Aish! Kenapa mereka malah resmi pacaran? Seharusnya Yuri sudah menghilang dari sini “, batin Eunseo kesal.

Sekarang Eunseo malah sudah tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Donghae lagi.

“ Yuri-a, lihatlah kau berkeringat sekali kau pasti lelah? “, tanya Donghae saat mereka duduk di bangku depan restoran.

Hari ini restoran tutup cepat karena Jinhyuk ada urusan selama 3 hari kedepan, jad selama tiga hari itu restoran tidak akan dibuka karena Jinhyuk satu – satunya koki disana.

“ Anio, Donghae bukankah tiap hari aku berkeringat? “, tanya Yuri sambil tertawa.

“ Hmm… Yuri-a, kenapa kau tidak memanggilku Oppa? sekarangkan aku sudah menjadi namjacingumu? “, tanya Donghae pada Yuri.

“ Karena aku sudah terbiasa, dan aku senang memanggilmu Donghae daripada Oppa “, jawab Yuri sambil terseyum.

“ Aku ingin mendengar kau memanggilku Oppa, sekali saja “, pinta Donghae.

“ Hmm…Op… Aku tidak bisa “, kata Yuri.

“ Ya! Cobalah sekali saja, kalau kau tidak mau aku akan menciummu “, ancam Donghae.

“ Shirheo! “, kata Yuri sambil berlari menghindari Donghae.

“ Jadi kau memilih untuk aku cium huh?! “,tanya Donghae yang mulai mengejarnya.

Mereka saling mengejar dan tertawa membuat Eunseo yang melihatnya semakin terbakar cemburu. Eunseo berjalan meninggalkan restoran dengan kesal dan jengkel. Saat Eunseo sudah cukup jauh berjalan tiba – tiba ada dua orang memakai jas hitam menghampirinya dan bertanya.

“ Nona, apa kau pernah melihat yeoja ini? “, tanya orang itu sambil memperlihatkan sebuah foto pada Eunseo.

Eunseo melihat dengan hati – hati foto itu, dan dia mengenal yeoja itu.

“ Yuri ? “ batin Eunseo saat melihat gambar Yuri.

“ Apa aku harus mengatakannya? “, tanya Eunseo pada dirinya sendiri.

“ Tapi kenapa mereka mencari Yuri? Apa Yuri seorang Kriminal? Tapi tidak mungkin, wajah polos seperti dia tidak mungkin seorang kriminal “, Pikir Eunseo menebak – nebak.

“ Agashii, apa kau pernah melihatnya? “, tanya orang itu membuyarkan Eunseo dari lamunannya.

“ Aaanio “, jawab Eunseo.

“ Geurae, kalau begitu kami permisi “, kata orang itu.

“ Ajushii, kalau boleh tahu kenapa kalian mencari yeoja itu? “, tanya Eunseo penasaran.

“ Yeoja ini adalah tunangan bos kami, dan bos kami akan memberikan uang yang besar jika ada yang memberitahu keberadaannya “, jawab Orang itu

“ Tunangan?! “, tanya Eunseo kaget.

“ Neh, dia lari dihari pernikahannya. Dan bos kami sedang mencarinya sekarang “, jawab orang itu kemudian pamit meninggalkan Eunseo.

“ Yuri sudah bertunangan? “, Gumam Eunseo.

“ Pantas saja dia datang dengan pakaian pengantin “, pikir Eunseo.

To Be Continue…

Part 3 selesai ^___^, ok mulai tegang lagi. Apa Eunseo akan memberitahu yang sebenarnya tentang Yuri? Atau dia akan melindungi Yuri? Apa kali ini Jaehoon akan menemukan Yuri? Bagaimana hubungan Donghae dan Yuri? Tunggu di part 4 #alah lebay ala sinetron banget Plakkk. Oia Run Away To You kayaknya akan selesai dipart 4 atau 5 jadi readersnim jangan lupa RCL nya ya :)  Kamshamida ^____^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

44 thoughts on “(Sequel Love First sight) Run Away To You

  1. aaaahhh awas ya klo eunseo smpe ngasih tau yuri ada dimana…eeuuuuhh
    eunseo nyebelin,,

    hae sama yul akhirnya jadian juga,,
    jaehoon katanya cinta sama yuri,, tpi masih aja suka maen” sama gayoung..huuuhh

    seneng part nya di lanjut,,
    lanjut lagi dong jgn lama”..

      1. ksempatan buat eunseo tpi pnderitaan buat yuri..haha
        kasian ntar yul susah mau kmana” kan.pasti jaehoon gak akan ngbiarin yul.pergi lagi..
        blm lagi ada gayoung yg siap nglakuin apapun sama yul demi dptin jaehoon..sinetron bgt ini,, bkin gemes..hahaha

  2. Aish… Disaat ada kebahagian buat Donghae & Yuri bersatu slalu aja ada mslh *pouts*

    Ditunggu kelajutannya thor!
    Ffnya author keren” apa lgi yg NC

  3. Chingu,keren ne kelanjutanyya..
    tp q masih penasaran sm yang cause him,cepet dilanjut yyaahh..
    q tunggu..hehee

  4. Kya.. Part ini bikin gemes aja Yulhae.. Romance banget, smpe senyum2 geje bacanya.. Hehe.. Di tunggu next partnya ^^ mian komentnya gkk sepanjang dulu..

    Cause him jga di lanjutin yah.. ( ื▿ ืʃƪ)

  5. Kkk~ yulhae romantis.. Bikin eunsoo galau aja..😀 eunsoo.nya baikin aja thor.. Kasian yuri polos gitu.. u,u
    Lindungin yuri aja biar yulhae momennya banyak..😀

  6. waaaaaa akhirnya part selanjutnya keluar^^ gue selalu nungguin ff ini thor, nggatau kenapa suka sama ceritanya:DD next part ditunggu ya thorr jangan lama lama^^

  7. aduhh eunseo nyebelin deh hehe ^^
    tapi YulHae semakin romance2 hihi, suka dehh..

    gomawo Unn ff yg ini udah di next, selalu ditunggu ff yang ini sama saya hehe
    semangat terus Unn

  8. omo, omo…
    Jangan sampe eunsoo kasi tau..
    Jangan, jangan,,,,,
    Aku setuju banget kalo yuri jodohnya dengan donghae…
    Hehehehe
    author : emangnya elu mak comblang ?

    Ff nya bagus !
    Fighting !

  9. wahhhh ini yg setiap hari q tungguin akhirnya keluar jga
    yahuu… di chapter ini yuri sma donghae udh jadian,next part jangan lama2 : )

  10. eonni ff, eonni yg ini juga bagus tenyata hihihihi😀. aku baru baca eon soalnya aku ga terlalu suka sama yluhae couple aku sukanya sama yunri, yulwon, kyuri couple eon. eh pas baca ff ini seru juga banyak konflik. lanjut eon. yg cause him jangan lama2 kek eon lanjutnya. aku nungguin dari kemaren tauuuu >,<. eonni mah sengaja aja😦

  11. Gayoung jahat banget, kasian sama hara >.<

    Donghae oppa nembak kok di gedung tua? Cara barukah? Jadinya kan anti mainstream. Hahaha

    Jjang YulHae bersatu, please jgn ada yg ganggu mereka. Terutama Eunseo sama Jaehoon.

    Lanjut ke part 4 deh. Aaakkh dikit lg end (udh end sih -_-)

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s