Posted in Comedy, Comfort, Dramalife, Family, Fanfiction, Friendship, Nc, Romance

Cause Him chapter 10

Cause him 10 copy

Author             :  Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                   :  Cho Kyuhyun, Super Junior Kwon Yuri, SNSD

Other cast       :    Choi Siwon, Super Junior   Tiffany Hwang , SNSD   Im Yoona, SNSD   Nickhun Horvejkul, 2PM    SNSD    Super Junior

Lenght             : Chapter

Genre               : Family, Dramalife, Romace, Love, Accident sisanya katagoriin sendiri ya ^^

Rated               : +17 Nc

Disclaimer      : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Ceritanya pure hasil imajinasi author yang koplak. Jadi Don’t bashing! Don’t Plagiat! Don’t be siders! Baca dulu baru comment.” Sepatah kata atau dua patah kata lebih baik daripada tidak sama sekali “ ^^ Mian klo masih ada Typo, Typo is art hehehe J untuk masalah karakter Mohon jangan dibash karena ini hanya ada dalam cerita saja. Jika tidak suka Pairingannya atau karakter tokohnya lebih baik pikir – pikir dulu deh sebelum baca yak! Mian jika ada kata – kata Nc ya, cos author lagi error jadi masukin sedikit bahasa – bahasa Nc gitu hehehe ^^v

Siders Go Away!!!!

Plagiator Go Die!!!!

Happy reading!!! ^__^

“ Tiffany?! “, panggil Kyuhyun yang heran mengapa Tiffany ada di Apartement Siwon.

“ Tiffany? Nuguseyo? “, tanya Yuri yang penasaran dengan yeoja ini.

“ Oh, dia yeojacingu Siwon “, jawab Kyuhyun. Yuri hanya meng – oh – kan, dan sekarang dia mengerti kenapa Tiffany marah padanya? Rupanya Tiffany salah paham pada hubungannya dan Siwon.

“ Anyeong Kyu! “, sapa Tiffany dengan eye smilenya tapi saat melirik Yuri tatapan menjadi sinis.

 Yuri hanya membiarkannya karena mungkin dia memang masih salah paham padanya.

“ Oh Anyeong! Kenapa kau bisa disini Fany-a? “, tanya Kyuhyun.

“ Aku ingin menemui NAMJACINGUKU “, Jawab Tiffany sambil menekankan kata namjacingu, berharap Yuri tahu bahwa Siwon adalah miliknya.

“ Kau tidak tahu kalau Siwon pulang telat hari ini? Dia bilang ada urusan penting yang harus dia selesaikan “, tanya Kyuhyun.

“ Jinjja?! “, tanya Tiffany tidak percaya karena tidak tahu tentang ursuan penting apa?

“ Neh, memangnya dia tidak memberitahumu? Apa kau sudah berjanji bertemu disini? “, tanya Kyuhyun.

“ Ani, nan Molla “, jawab Tiffany.

“ Kyu, aku ingin kekamar dulu “, ucap Yuri yang sedari tadi hanya mendengar Kyuhyun dan Tiffany berbicara.

“ Mianhae, kajja! “, jawab Kyuhyun sambil memapah Yuri, Tiffany yang melihatnya merasa kesal.

“ Huh?! Mencari perhatian rupannya “, pikir Tiffany sambil melirik sinis pada Yuri.

Kyuhyun mengantar Yuri kekamarnya lalu membantu Yuri berbaring ditempat tidur.

“ Aku akan menunggumu disini, jika kau butuh apa – apa bilang saja padaku “, ucap Kyuhyun sambil menyelimuti tubuh Yuri.

“ Tidak usah, kau keluar saja. Lagian aku hanya butuh istirahat saja “, tolak Yuri.

“ Aku tidak mau melihatmu pingsan lagi seperti tadi, untung saja aku mengikuti kalian tadi “, ujar Kyuhyun.

“ Mengikuti? “, tanya Yuri.

“ Neh, saat kulihat kau digendong oleh Nickhun lalu kau pergi dengan Yoona. Ya! Sudah kubilang kau harus menghubungiku, kenapa kau tidak melakukannya? Lihatkan sekarang, jadinya seperti ini! “, marah Kyuhyun pada Yuri membuat Yuri merasa heran, ini pertama kalinya Kyuhyun marah padanya, biasanya Yuri lah yang sering marah pada Kyuhyun.

“ Jangan buat aku khawatir Yuri, jebal …“, Ucap Kyuhyun melembut sambil mengusap rambut Yuri. Yuri merasa tersentuh dengan perlakuan dan kata – kata Kyuhyun. Didalam lubuk hatinya yang terdalam ada perasaan senang.

“ Semua perhatian dan perlakuanmu padaku membuatku lupa dengan rasa benciku padamu. Kau membuatku semakin tidak bisa untuk menghadapi semua ini sendiri.

Akankah kau selalu disisiku jika seandainya anak ini tidak ada? “, batin Yuri menatap Kyuhyun dia ingin berharap pada Kyuhyun, namun dia juga tidak ingin berharap terlalu tinggi karena mungkin suatu saat Yuri akan jatuh dan lebih merasakan sakit.

***

Kyuhyun keluar dari kamar Yuri setelah memastikan Yuri sudah terlelap. Tenyata Tiffany masih menunggu Siwon diruang tengah.

“ Kau masih disini? “, tanya Kyuhyun pada Tiffany.

“ Neh, aku ingin menunggu Siwon pulang “, jawab Tiffany.

“ Oia Kyu, yeoja tadi itu apa dia tinggal disini? “, tanya Tiffany penasaran.

“ Namanya Yuri, neh dia tinggal disini “, jawab Kyuhyun membuat Tiffany ingin bertanya lebih.

“ Lalu siapa sebenarnya dia itu? Maksudku apa hubunganmu dan Siwon dengan Yuri? “, tanya Tiffany hati – hati.

Namun saat Kyuhyun akan menjawab terdengar pintu terbuka dan menampakkan sosok Siwon yang baru pulang.

“ Kau sudah pulang Siwon? “, tanya Kyuhyun saat dia melihat Siwon.

“ Neh ”, jawab Siwon, namun Siwon heran melihat Tiffany ada disini.

“ Fany-a, sejak kapan kau ada disini? “, tanya Siwon.

“ Sejam yang lalu, karena aku kangen sekali denganmu “, jawab Tiffany sambil memeluk Siwon, namun sepertinya Siwon sedang punya pikiran jadi dia tidak terlihat antusias saat Tiffany memeluknya.

Tiffany merasa aneh dengan sikap Siwon yang menurutnya dingin namun dia tetap memegang lengan Siwon dengan manja.

“ Dimana Yuri? “, tanya Siwon pada Kyuhyun yang membuat Tiffany kesal dan melepaskan tangannya dari lengan Siwon.

“ Dia sedang istirahat dikamarnya, karena tadi dia sempat pingsan “, jawab Kyuhyun memberitahu keadaan Yuri.

“ Pingsan? Bagaimana bisa? “, tanya Siwon yang sungguh tidak sadar Tiffany semakin kesal mendengar Siwon yang perhatian pada Yuri.

“ Dokter bilang dia hanya kecapean…. ( drtt drttt drttt suara ponsel Kyuhyun bergetar ) “, sebelum Kyuhyun menjawabnya dia merasakan ponselnya bergetar disakunya dan melihat siapa yang meneleponnya.

“ Jakkaman! Aku angkat telepon ini dulu “, pamit Kyuhyun keluar dari apartement Siwon. Siwon kemudian melihat kearah Tiffany yang terlihat kesal.

“ Waeyo? Mengapa wajahmu seperti itu? “, tanya Siwon melihat Tiffany cemberut.

“ Wonie, kenapa sepertinya kau perhatian sekali pada yeoja yang bernama Yuri itu? Dan kau melupakan aku disini? “, tanya Tiffany manja dan kesal.

“ Perhatian? Ani, aku hanya menanyakan keadaannya saja “, jawab Siwon tenang.

“ Bukankah itu perhatian? Sebenarnya siapa dia dan ada hubungan apa kau dengannya? “, tanya Tiffany menyelidik.

“ Aku tidak ada hubungan apa – apa dengannya, dia hanya… “, Siwon tidak meneruskan kata – katanya karena teringat janjinya pada Kyuhyun dan Yuri, tentang keadaan Yuri sebenarnya.

“ Kenapa kau diam?! Apa dia yeojacingu barumu?! “, tanya Tiffany sambil menatap Siwon tajam.

“ Fany-a, sudahlah kita tidak perlu membahas sesuatu yang tidak penting seperti ini “, ucap Siwon yang sedang tidak ingin berdebat.

“ Tidak perlu membahas?! Ya! Wonie, kenapa kau tidak menjawabnya? Berarti benar kau dan dia memiliki hubungan, Iya kan?!! Jawab aku!!! “, tanya Tiffany dengan nada tinggi membuat Siwon merasa marah karena sekarang pikirannya sedang kalut oleh masalahnya ditambah kecemburuan Tiffany yang menurutnya tidak beralasan.

“ Cukup! Kenapa kau tetap bertanya?! Aku sudah menjawabnya dan kau tidak percaya padaku huh?!!! “, bentak Siwon membuat Tiffany meneteskan air matanya karena ini pertama kalinya Siwon marah padanya seperti ini.

Siwon sadar kalau dia keterlaluan pada Tiffany. Saat dia ingin menyentuh pundak Tiffany, Tiffany menangkisnya.

“ Kau marah padaku  karena yeoja itu?! Arraseo, aku mengerti sekarang “, ucap Tiffany terisak dan marah.

“ Mianhae, Fany. Aku tidak bermaksud marah padamu, aku sedang banyak pikiran “, kata Siwon menyesal namun sepertinya Tiffany terlanjur sakit hati oleh Siwon.

Tiffany lari keluar dari apartement Siwon sambil menangis. Siwon yang menyesal langsung duduk dan mengacak rambutnya Frustasi.

***

Aku yang mendengar pertengkaran Tiffany dan Siwon terbangun dari tidurku, Aku tahu kalau mereka bertengkar pasti karenaku, karena Tiffany memang sepertinya salah paham padaku. Aku keluar dari kamar dan melihat Siwon duduk sambil bersandar memejamkan matanya.

“ Siwon-ssi… “, panggilku pelan sambil menghampiri Siwon yang duduk di sofa. Dia pun menoleh kearahku sambil bangkit dari sandarannya.

“ Yuri-a, Gwenchana? Apa aku mengganggu istirahatmu? “, tanya Siwon padaku namun kujawab dengan gelengan kepalaku.

“ Gwenchana, aku dengar tadi kau dan Tiffany-ssi bertengkar. Apa itu karena aku? “, tanyaku pada Siwon.

“ Ani, aku hanya sedang banyak pikiran dan aku melampiaskannya pada Tiffany “, jawab Siwon sambil mencoba tersenyum namun kulihat wajahnya kusut sekali (?)

“ Kenapa kau tidak menjelaskan tentang keadaanku dan Kyuhyun? Kupikir dia akan mengerti? “, tanyaku karena kudengar Siwon memang tidak mengatakan apapun kenapa aku tinggal disini?

“ Bukankah aku sudah berjanji pada kalian untuk menjaga rahasia ini, termasuk pada Tiffany? “, jawab Siwon, ah dia benar.

“ Tapi aku merasa bertanggung jawab dengan pertengkaran kalian “, jawabku merasa menyesal.

“ Ania, Yuri. Lagi pula pikiranku sedang kalut sekarang. Tadi orang tuaku ingin aku untuk meneruskan bisnis mereka  sehingga mengharuskanku untuk berhenti menjadi dokter “, curhat Siwon padaku.

“ Aku bingung karena Appa sedang sakit sekarang, dan perusahaannya harus di pegang oleh seseorang sedangkan lusa adalah ujian dimana aku akan lulus test masuk dunia kedokteran atau tidak “, ucapnya lagi, ternyata masalah yang dihadapi cukup berat karena dia harus memilih jalan hidupnya yang akan menentukan masa depannya.

Sepertinya aku harus berbicara dengan Tiffany karena Siwon mungkin belum bisa menenangkan pikirannya.

“ Aku yakin kau bisa memilih yang terbaik untuk semua orang dan dirimu sendiri“, ucapku berharap memberinya semangat.

“ Jinjja?! “, tanyanya yang seperti ingin lebih yakin.

“ Neh, pilihan itu memang sulit. Tapi jika kita berpikir dengan pikiran dan hati yang tenang, kurasa ada jalan keluar yang akan kita temukan “, kataku lagi. Kulihat wajahnya mulai menampakan senyum.

“ Gomawo, Yuri. Kau memberiku semangat untuk menentukannya “, ucap Siwon sambil memeluk Yuri.

“ Tentu saja, itulah gunanya seorang teman “, jawabku sambil tersenyum dan membalas pelukannya.

***

Aku kembali setelah aku selesai menerima telepon dari Seohyun, dia bilang dia akan pulang 3 hari lagi. Ini adalah kesempatanku untuk mengatakan yang sejujurnya kalau aku hanya menganggapnya sebagai dongsaeng saja. Saat aku masuk dan menutup pintu, kulihat pemandangan yang tidak kusukai. Yuri berpelukan dengan Siwon? Dimana Tiffany? Tiba – tiba saja darahku mulai naik, rasa kesal dan marah merasuki dadaku. Choi Siwon apa yang kau lakukan pada Yuri? Dengan tergesa – gesa aku menghampiri mereka, kutarik tubuh Siwon dan aku memukul tepat diwajahnya.

Bukkk!!!!

Yuri terlihat kaget dan kini Siwon tersungkur. Nafasku memburu rasa kesal dan marah mempengaruhiku.

“ Apa yang kau lakukan?!!! “, teriak Yuri sambil membantu Siwon berdiri, aku semakin mengepal tanganku dengan kuat.

“ Berani – beraninya kau memeluk Yuri! “, ucapku dengan penuh emosi.

“ Ya! Kau tidak tahu apapun! Hentikan segera cemburumu itu atau aku tidak ingin berbicara padamu lagi! “, ancam Yuri dengan nada tinggi.

 Yuri membantu Siwon duduk disofa dan terlihat Siwon mengeluarkan sedikit darah di ujung bibirnya.

“ Apa kau akan berdiri terus disana?! Bawakan handuk dan air es! “, suruh Yuri padaku.

“ Mwo?! Untuk apa akau membawanya? “, tanyaku dengan nada masih emosi.

Yuri menatapku tajam membuatku menelan ludah dan langsung pergi kedapur.

***

Kyuhyun membawa handuk dan air es yang diminta Yuri dan meletakkannya dimeja. Yuri memasukan handuk kedalam air es dan memerasnya untuk mengompres wajah Siwon namun sebelum Yuri melakukannya Kyuhyun langsung merebutnya.

“ Biar aku yang melakukannya “, tawar Kyuhyun.

“ Kau itu kenapa melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu? Harusnya kau tanya dulu apa yang terjadi? “, marah Yuri pada Kyuhyun namun dengan nada yang biasa.

“ Ya mana kutahu, aku hanya kesal saja melihatnya memelukmu “, jawab Kyuhyun polos.

“ Aish! “, desis Yuri kesal.

“ Sudahlah Yuri, memang Kyuhyun tidak bersalah dia hanya cemburu saja. Akhirnya aku merasakan apa yang dirasakan Eunhyuk dulu “, ucap Siwon sambil mencoba tersenyum namun dia malah meringis karena sakit.

Kyuhyun mengompres luka Siwon dan menekan – nekannya kasar.

“ Aaaaw… pelan – pelan Kyu “, rintih Siwon karena Kyuhyun terlalu keras menekannya.

“ Ya! Jangan kasar sepeti itu, itu semua gara – gara cemburu bodohmu itu “, ujar Yuri.

“ Mianhae, Siwon “, ucap Kyuhyun menyesal.

“ Gwenchana, aku tahu apa yang ada dipikiranmu “, jawab Siwon membuat Kyuhyun tersenyum lega karena Yuri pasti akan memaafkannya.

@kamar Yuri

Yuri duduk di tempat tidur sambil memeluk kedua kakinya, dia berpikir tentang hidupnya nanti. Apakah dia akan selalu membuat masalah untuk orang lain? Kejadian yang menimpa Siwon membuatnya merasa bersalah. Kyuhyun masuk kekamar dan melihat Yuri sedang murung. Kyuhyun pun menghampiri Yuri dan duduk disampingnya.

“ Kyu, Aku merasa kesalahan apa yang aku perbuat sehingga membuat hidupku seperti ini? Dan memberikan masalah pada orang lain? “, tanya Yuri yang tahu Kyuhyun sedang disampingnya.

“ Ini bukan salahmu Yuri, jika ada yang harus disalahkan itu adalah aku “, jawab Kyuhyun mencoba membuat Yuri untuk tidak menyalahkan dirinya.

“ Neh, memang seharusnya aku menyalahkanmu, seharusnya aku membencimu tapi semua itu sia – sia saja. Hidupku dan hidupmu akan tetap seperti ini “, ujar Yuri yang kini meneteskan air matanya.

Kyuhyun merasa sedih melihat Yuri seperti ini, dia pun memeluk Yuri berharap Yuri tahu bahwa Dia tidak sendiri, Kyuhyun ada untuknya. Yuri menangis dipelukan Kyuhyun, menumpahkan semua rasa yang ada didalam hatinya. Kyuhyun pun semakin mempererat pelukannya. Cukup lama Yuri menangis dan dia pun tertidur akibat kelelahan. Kyuhyun yang tahu Yuri tidur membaringkan Yuri dengan hati – hati dan setelah dia menyelimuti Yuri, Kyuhyun mencium kening Yuri dengan penuh kasih.

“ Jangan menangis lagi Yuri, kau tahu hal itu akan membuatku juga ikut menangis… “, gumam Kyuhyun memandang wajah sembab Yuri.

 Terlihat masih ada tetesan air mata yang mengalir dan Kyuhyun menghapusnya dengan ibu jarinya lembut.

“ Aku akan selalu melindungimu, menjagamu dan menghapus air mata kesedihanmu. Aku janji! “, batin Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun meninggalkan Yuri dan tidur di sofa ruang tengah seperti hari – hari sebelumnya.

***

Tuan Cho mengadakan pertemuan dengan Tuan Seo dalam acara makan Siang. Mereka melakukan itu karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu, selain itu juga Tuan Seo ingin membicarakan tentang kelanjutan hubungan Kyuhyun dan Seohyun yang akan mereka resmikan. Terlihat Tuan Cho yang baru sampai di sambut hangat oleh Tuan Seo.

“ Seo In sung-a, lama tak berjumpa “, sapa Tuan Cho sambil menghampiri Tuan Seo. Tuan Seo pun menghampiri Tuan Cho dan mereka saling berpelukan.

“ Neh, Cho Yujin, bagaimana kabarmu? “, tanya Tuan Seo.

“ Seperti yang kau lihat Aku baik sekali, mana Eunji? “, tanya Tuan Cho tentang istri dari Tuan Seo.

“ Dia sedang ada urusan jadi dia tidak ikut “, jawab Tuan Seo dan mereka pun mulai berbincang – bincang mengenai banyak hal.

Sampai akhirnya Tuan Seo bertanya tentang kelanjutan hubungan anak mereka.

“ Jadi kapan pertunangan mereka dilaksanakan? “, tanya Tuan Seo membuat Tuan Cho terdiam.

“ Yujin-a, kita ini sudah tua. Tentunya kita sama – sama ingin menimang cucu kan? “, tanya Tuan Seo mengingatkan akan keadaan Yuri yang sedang hamil.

Tuan Cho bingung menjawabnya namun dia tidak ingin membuat sahabatnya bertanya – tanya.

“ Hmm… Aku menunggu persetujuan dari Kyuhyun karena dia sibuk sekali dengan kuliahnya akhir – akhir ini. Mungkin menunggu Seohyun dan Kyuhyun yang memutuskannya sendiri “, jawab Tuan Cho.

“ Ah… geurae, Seohyun juga sekarang memang sedang di New York. Baiklah kita bahas setelah mereka bertemu “, ucap Tuan Seo yang pasrah saja.

Mereka pun melanjutkan obrolan mereka tentang bisnis.

***

Yuri meminta Yoona untuk menemaninya pergi ke Universitas Seoul dimana Kyuhyun dan kawan – kawannya kuliah begitu juga dengan Tiffany. Dia bukan ingin menemui Kyuhyun tapi Tiffany, untuk menjelaskan kesalahpahamannya saat ini.

“ Yoong, bisakah kau menemaniku ke Universitas Seoul? “, pinta Yuri.

“ Universitas Seoul? Ada urusan apa kau disana? “, tanya Yoona.

“ Aku ingin menemui seseorang disana, bisakah? “, jawab Yuri.

“ Tentu saja, untuk sahabatku apa sih yang nggak? “, ucap Yoona sambil merangkul Yuri.

“ Oia bagaimana dengan kandunganmu? “, tanya Yoona membuat Yuri langsung menutup mulut Yoona.

“ Ssttttt… jika ada yang dengar bagaimana? “, tanya Yuri sambil berbisik.

“ Mianhae, aku hanya penasaran “, jawab Yoona.

“ Untuk sekarang baik, berkat obat yang diberikan dokter aku sudah jarang mual “, ucap Yuri.

“ Haaaah… sebentar lagi aku memiliki keponakan, rasanya seperti mimpi “, ujara Yoona sambil tersenyum.

“ Neh, apalagi untukku “, ucap Yuri membuat Yoona menatapnya lalu memeluknya.

“ Kau pasti kuat Yuri-a… “, ucap Yoona memberi semangat, Yuri benar – benar beruntung memiliki sahabat seperti Yoona.

Tiba – tiba ada suara dari belakang yang membuat mereka membalikkan badannya.

“ Yuri-a…. “, panggil Nickhun sambil memperlihatkan senyumannya, membuat Yuri mebalas senyumannya dengan canggung.

“ Bagaimana keadaanmu? “, tanya Nickhun.

“ Gwenchana, Gomawo sunbae sudah membantuku “, jawab Yuri sambil berterima kasih pada Nickhun.

“ Cheonma, hmmm Yoona-ssi bisakah aku berbicara dengan Yuri sebentar? “, pinta Nickhun pada Yoona membuat Yoona menatap Yuri.

Yuri memberi kode Yoona untuk tidak pergi namun Yoona hanya ingin Yuri membereskan masalahnya dengan Nickhun, Yoona tahu Yuri harus memberikan kejelasan pada Nickhun agar Nickhun tidak berharap banyak pada Yuri.

“ Geurae, aku tunggu di mobil Yuri-a “, jawab Yoona sambil beranjak pergi.

Kini hanya tinggal Yuri dan Nickhun yang duduk di sebuah bangku taman dengan canggung.

“ Jadi Yuri, apa keputusanmu? “, tanya Nickhun langsung, mencoba memecahkan keheningan diantara mereka.

“ Neh?! “, jawab Yuri pura – pura tidak tahu.

“ Apa kau mau menjadi yeojacinguku? “, pinta Nickhun to the point.

“ Eh?! “, pekik Yuri menatap Nickhun yang meminta jawaban.

“ Aku… Aku… belum siap sunbae “, jawab Yuri yang kini menunduk. Apa yang harus kukatakan lagi? Pikir Yuri.

“ Geurae, bisakah aku menunggu sampai kau siap? “, tanya Nickhun yang sepertinya ingin kepastian dari Yuri. Yuri menelan ludahnya sebelum menjawabnya.

“ Aku tidak yakin sunbae, mengapa kau tidak mencari yeoja yang lebih baik dariku? “, tanya Yuri pada Nickhun membuat Nickhun tersenyum dengan pertanyaan Yuri.

“ Jika aku sudah menemukan yang terbaik untuk apa aku mencari yang lebih baik? “, jawab Nickhun.

Deg! Jantung Yuri berdegup kencang. Ini pertama kalinya dia mendengar kata – kata seperti itu, apalagi diucapkan oleh seorang Nickhun Horvejkul. Namun tetap Yuri tidak ingin memberikan harapan palsu pada Nickhun.

“ Aku tidak ingin memberikan harapan kosong padamu sunbae “, ucap Yuri lagi.

“ Jika kau belum yakin, aku akan menunggumu sampai kau benar – benar yakin “, kata Nickhun bersikeras.

“ Aish! Keras kepala sekali namja ini! Sama dengan Kyuhyun! Tapi… aku tidak sebaik kau pikir Sunbae “, batin Yuri.

“ Kalau begitu aku permisi sunbae, tidak enak pada Yoona yang menunggu lama “, kata Yuri yang merasa ingin segera pergi secepatnya dari tempat itu.

Karena Yuri sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa?

“ Neh, hati – hati! “, jawab Nickhun sambil tersenyum lebar.

“ Otte? “, Tanya  Yoona setelah Yuri naik mobilnya. Yuri hanya menatap Yoona sekilas dan menghembuskan nafas dengan berat. Yoona sepertinya tahu apa yang terjadi.

“ Aku lebih setuju kau dengan Nickhun sunbae dibanding dengan Kyuhyun itu “, comment Yoona namun Yuri tidak mendengarkannya hanya menatap jalan dengan tatapan kosong.

***

 Yuri menyuruh Yoona untuk menunggunya dimobil karena takut kejadian tempo hari terulang jika Yoona bertemu dengan Tiffany. Awalnya Yoona menolak, namun Yuri meyakinkan Yoona bahwa dia tidak akan apa – apa. Yuri pun masuk dan bertanya pada beberapa mahasiswa disana tentang keberadaan Tiffany. Akhirnya dia menghampiri kantin dimana Tiffany berada bersama Jessica dan Gyuri.

“ Tiffany-ssi! “, sapa Yuri saat dia sudah dekat membuat Tiffany menoleh, Tiffany langsung menatap Yuri sinis.

“ Untuk Apa kau datang kesini, Yeoja sialan?! “, tanya Tiffany dengan arogant namun Yuri berusaha untuk tersenyum.

“ Nuguseyo Fany-a? “, tanya kedua teman Tiffany.

“ Dia yeoja yang aku ceritakan pada kalian “, jawab Tiffany dengan sinis.

“ Mian, mengganggu waktumu. Aku hanya ingin menjelaskan kesalahpahamanmu terhadap Siwon-ssi dan aku “, kata Yuri mencoba bersikap tenang.

“ Cih! Menjelaskan?! Maksudmu menjelaskan kalau kalian punya hubungan special?! Dan mejelaskan kalau kau ini yeojacingunya yang baru?! “, bentak Tiffany membuat semua orang dikantin menatap mereka. Yuri memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya panjang.

“ Ania, bukan seperti itu. “, jawab Yuri.

“ Sudahlah karena kau yeoja murahan, Siwon berani membentakku! Karena kau dia bersikap dingin padaku! “, kata Tiffany jengkel sambil mendorng tubuh Yuri dengan lumayan keras membuat Yuri hampir terjatuh namun untung saja ada seseorang yang menangkapnya kalau tidak mungkin akan berakibat fatal untuk calon bayinya (mian untuk para fans Karakter Tiffany seperti ini, kebutuhan cerita #bow ) Saat Yuri menatap orang yang menangkapnya ternyata Kyuhyun diikuti oleh Siwon, Donghae dan Eunhyuk dibelakangnya.

“ Gwenchana? “, tanya Kyuhyun khawatir yang dijawab anggukan oleh Yuri.

“ Fany-a, apa yang kau lakukan?! “, tanya Siwon tidak percaya.

“ Apa yang aku lakukan? Harusnya kau tanya yeoja murahan itu! “, jawab Tiffany sambil menunjuk Yuri.

“ Jaga mulutmu Fany-a, jika kau mengatakannya lagi aku bersumpah akan menampar mulutmu itu! “, ancam Kyuhyun namun Yuri segera mencengkram tangannya supaya Kyuhyun tidak terbawa emosi.

“ Fany-a, jangan keterlaluan seperti itu “, kata Donghae yang ikut membela Yuri.

“ Iya, lagian kalian tidak lihat semua orang menatap kearah sini? “, giliran Eunhyuk yang bicara.

“ Tenanglah Fany, kau salah paham padaku “, kata Siwon mencoba menenangkan Tiffany.

“ Lihatlah !!! kalian semua membelanya?! Jinjja, hebat sekali kau Kwon Yuri! “, puji Tiffany sambil tersenyum sinis.

“ Mianhae untuk semuanya, kalian tidak usah ikut campur aku datang kesini hanya untuk menjelaskan pada Tiffany. Jadi ini semua bukan salahnya “, ucap Yuri menenangkan semua orang.

“ Diam kau! Semua ini terjadi karena kau! “, bentak Tiffany, Kyuhyun yang tidak terima hampir maju namun Yuri menariknya.

“ Tiffany-ssi, bisakah kita bicara hanya berdua saja. jebal “, mohon Yuri mencoba bersikap setenang mungkin.

Tiffany yang ditatap semua orang merasa kalau dia menolaknya pasti dia yang akan dibilang jahat karena terus – menerus menghina Yuri, sedangkan Yuri akan terus dibela karena sikap yang seperti teraniaya.

“ Geurae, jika itu yang kau ingin “, jawab Tiffany yang akhirnya membuat Yuri tersenyum. Saat Yuri akan pergi dengan Tiffany, Kyuhyun seperti enggan melepaskan Yuri namun Yuri tersenyum manis seakan dia akan baik – baik saja.

Dengan berat Kyuhyun pun melepaskan tangan Yuri membiarkan Yuri pergi dengan Tiffany. Siwon pun tidak berbuat apa – apa karena dia tidak ingin terpancing lagi. Biarkan mereka menyelesaikan secara baik – baik.

***

“ Apa yang ingin kau katakan? ”, tanya Tiffany sinis.

“ Aku hanya ingin kau mendengarkan apa yang aku katakan? Setelah itu terserah padamu kau mau terus membenciku atau tidak itu hakmu. Dan apa yang akan aku katakan ini bukan untuk memintamu percaya atau mengasihaniku. Aku hanya merasa bertanggung jawab dengan pertengkaranmu dengan Siwon-ssi “, ujar Yuri.

“ Jangan basa – basi, cepat katakan! “, perintah Tiffany.

“ Baiklah! “, jawab Yuri sambil menarik nafasnya dalam – dalam dan Yuri pun mulai bercerita semua tentang masalahnya dan masalah Siwon sekarang tanpa ada yang dia tutup – tutupi lagipula semua itu akan tersebar pada saatnya nanti, dan dia ingin masalah Tiffany dan Siwon cepat selesai.

Tiffany yang mendengarkannya dengan saksama mulai merasa sedikit turun emosinya, bahkan dia mulai merasa bersalah pada Yuri dan Siwon. Cemburunya sudah membutakan matanya sehingga dia pun menunduk merenungkan apa yang telah dia perbuat.

“ Betapa dangkalnya pikiranku… “, batin Tiffany.

“ Begitulah cerita sebenarnya, sekali lagi mianhae karena sudah menyebabkan masalah untuk kalian berdua  “, ucap Yuri yang selesai menceritakan semua masalahnya.

Yuripun membungkukkan badannya pertanda dia meminta maaf dengan tulus.

 “ Anio, Yuri-ssi. Aku yang seharusnya minta maaf padamu. Aku telah berburuk sangka dan mencoba mempermalukanmu. Harusnya aku mendengar penjelasan dari Siwon. Dan untuk Siwon aku merasa menjadi yeojacingu yang tidak berguna. Bukannya memberi semangat padanya malah menambah masalah untuknya “, Ujar Tiffany yang kini meneteskan air matanya, menangisi kebodohannya.

“ Gwenchana, setidaknya itu membuatku tenang melihatmu kembali membaik dengan Siwon. Dan mianhae atas perlakuan temanku waktu itu padamu “, ucap Yuri sambil tersenyum ramah, Tiffany pun ikut tersenyum dan mereka pun saling berpelukan.

“ Yuri-ssi, gwenchana? Bayimu? “, tanya Tiffany khawatir dan ingat tadi dia sempat mendorong Yuri cukup keras.

“ Gwenchana, untung ada Kyuhyun yang menahanku, mungkin jiwa seorang appanya keluar “, jawab Yuri sambil tersenyum. Tiffany ikut merasa lega mendengarnya.

“ Kajja, kita kembali! Mereka pasti khawatir dan mengira kita akan berkelahi “, canda Tiffany dan keduanya tertawa bersama. Semua orang penasaran apa yang terjadi pada kedua yeoja itu? namun saat mereka kembali dengan tersenyum layaknya seorang teman membuat semua orang heran melihatnya.

“ Bukankah tadi mereka seperti musuh? “, tanya Eunhyuk tidak percaya.

“ Sekarang mereka seperti teman?! “, ucap Donghae.

“ Wanita memang sulit diprediksi “, ucap Siwon. Kyuhyun langsung menghampiri Yuri melihat apakah ada apa – apa dengan Yuri?

“ Yuri-a, Gwenchana? “, tanya Kyuhyun sambil memeriksa seluruh tubuh Yuri.

“ Ya! Cho Kyuhyun memangnya apa yang akan aku lakukan padanya? “, tanya Tiffany sambil mengerucutkan bibirnya.

“ Mungkin saja kau ingin melakukan sesuatu padanya! Tadi saja kau hampir membahayakan… “, kata Kyuhyun yang langsung menutup mulutnya agar tidak sembarangan lagi mengatakan tentang kehamilan Yuri pada orang lain.

Membuat Yuri dan Tiffany tertawa. Tiffany pun menghampiri Siwon.

“ Mianhae Wonie, aku meragukanmu “, ucap Tiffany menyesal.

“ Gwenchana, Mianhae juga telah membentakmu waktu itu, setidaknya sekarang kau mengerti kan? “, jawab Siwon sambil tersenyum dan memeluk tubuh ramping Tiffany.

“ Ah… aku juga ingin berpelukan “, kata Donghae menghampiri Jessica dan memeluknya.

 Eunhyuk yang bingung memeluk siapa karena Hyeoyeon tidak satu Universitas dengannya menoleh kearah Gyuri namun Gyuri langsung menatapnya tajam. Akhirnya Eunhyuk pun memeluk tiang yang ada disampingnya ( #poor Eunhyuk )

***

“ Haaaaaah… Akhirnya lega juga… “, ucap Yuri sambil duduk bersandar disofa.

“ Memangnya apa yang kau katakan pada Tiffany tadi, hingga merubahnya menjadi baik seperti itu? “, tanya Kyuhyun penasaran dan ikut bersandar disamping Yuri.

“ Dia memang yeoja yang baik, hanya karena terlalu cemburu jadi seperti itu. Lagian aku hanya menceritakan yang sebenarnya “, jawab Yuri.

“ Maksudmu? Tentang keadaanmu? Tapi bukankah kau bilang aku harus merahasiakannya dari orang lain?! “, tanya Kyuhyun tidak terima. Karena Yuri melarangnya untuk bercerita pada orang lain sedangkan Yuri menceritakannya pada Tiffany.

“ Situasinya kan berbeda denganmu, lagian ini untuk memperbaiki hubungan seseorang “ jawab Yuri tidak mau kalah. Kyuhyun merasa jika perdebatan ini diperpanjang pasti akan berlangsung lama.

“  Geurae, Jika berdebat denganmu aku pasti kalah “, pasrah Kyuhyun, membuat Yuri tersenyum kemenangan.

“ Sekarang apa yang akan kita lakukan? “, tanya Kyuhyun.

“ Memangnya apalagi yang akan kita lakukan, lagian Siwon tidak akan pulang malam ini. Jika tahu akan seperti itu, lebih baik aku mengajak Yoona menginap disini tadi “, keluh Yuri sambil menopang dagunya.

“ Ya! Jadi kau tidak suka berdua denganku? Kau lebih suka ada Siwon dibandingkan aku?! “, tanya Kyuhyun kesal.

Yuri langsung menatap pada Kyuhyun melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang sedang cemburu membuatnya ingin tertawa namun ia menahannya.

“ Aish! So jealous huh?! Sudahlah lebih baik kita nonton saja, daripada mendengar cemburumu itu “, Jawab Yuri sambil berjalan kedepan Tv dan menyalakan DVD.

Yuri melihat semua film – film yang ada disana.

“ Kenapa hanya film horror semua? “,tanya Yuri sambil memilih – milih film yang akan diputar.

“ Memangnya kenapa dengan film horror? Kau takut? “, tanya Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“ A…anio, siapa bilang aku takut? “, sangkal Yuri gugup, namun dalam hatinya memang dia takut untuk menonton film horror.

 Terakhir menonton film horror bersama Yoona membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Namun karena gengsinya pada Kyuhyun Yuri merasa tertantang. Yuri dan Kyuhyun duduk diatas lantai yang beralaskan karpet sambil bersandar pada sofa, Kyuhyun mematikan lampu agar suasana seram lebih terasa, tapi membuat Yuri semakin takut. Saat film mulai berputar Yuri menelan ludahnya dan wajahnya pun terlihat tegang sekali. Kyuhyun yang melihat hal itu ingin sekali tertawa namun dia menahannya. Kyuhyun mendekatkan dirinya pada Yuri membuat mereka duduk berdempetan. Saat muncul adegan hantu difilm Yuri yang kaget langsung mencengkram paha Kyuhyun yang dekat sekali dengan “milik Kyuhyun” membuat tubuh Kyuhyun merasakan sengatan listrik. Yuri terus mencengkram paha Kyuhyun lagi dan lagi ketika hantu muncul bergantian, sehingga Kyuhyun merasakan ada sesuatu yang mengeras dibalik celananya (?) Kyuhyun pun mendesah didalam pikirannya. Saat adegan puncak hantu itu muncul, Yuri hampir mencengram “ milik Kyuhyun” yang sudah mengeras. namun dengan cepat Kyuhyun menutup “miliknya “ itu dengan tangannya. Yuri yang merasa ada sebuah tangan hangat dibawah tangannya lalu menoleh kearah Kyuhyun.

“ Jangan disitu Yuri, jebal…. “, bisik Kyuhyun yang masih memegangi miliknya.

Yuri langsung menatap dimana tangannya sekarang berada lalu menatap Kyuhyun lagi.

“ Neh, disitu… Jika kau melakukannya aku tidak bisa menahannya lagi “, Ujar Kyuhyun sambil menganggukan kepalanya.

Yuri yang kaget langsung menarik tangannya dan langsung lari meninggalkan Kyuhyun dengan wajah yang memerah, ya Yuri sedang malu sekarang. Dia pun masuk kekamarnya dan mengunci pintunya.

“ Apa yang aku lakukan tadi? Bagaiman bisa aku tidak menyadarinya? “, tanya Yuri sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.

Kyuhyun yang melihat Yuri pergi masuk kekamarnya terkekeh.

“ Dia pasti sedang malu sekarang “, ucap Kyuhyun tertawa membayangkan wajah Yuri sekarang.

***

Yuri tidak bisa tidur sekarang, Dia terlihat gelisah sekali. Bayang – bayang hantu difilm tadi masih terngiang dikepalanya. Berulang kali dia mencoba memejamkan matanya namun tetap tidak bisa tidur. Yuri pun memutuskan untuk keluar karena sekarang dia merasa haus. Saat keluar dari kamarnya dia tidak melihat sosok Kyuhyun yang biasanya tidur disofa.

“ Dimana dia? “, tanya Yuri heran namun dia pun pergi kedapur untuk mengambil minum.

Saat berada didapur Yuri teringat lagi dengan adegan film dimana hantu itu muncul didapur. Yuri menengok kearah kanan dan kiri lalu bernafas lega, setelah dia mengambil gelas yang sudah dituangi air untuk diminum tiba – tiba Yuri melihat bayangan putih seperti sedang terbang, Yuri menjerit karena berhalusinasi bayangan putih itu berubah menjadi hantu dan menghampirinya seketika itu Yuri menjerit dan melepaskan gelas yang ada ditangannya sampai jatuh dan pecah.

“ Aaaaaaaaa!!!! “, teriak Yuri sambil memejamkan matanya lalu jongkok dan menutup telinganya.

Kyuhyun yang mendengar jeritan Yuri dan gelas pecah kaget, dia pun segera keluar dari salah satu kamar dimana dia tidur barusan. Kyuhyun kaget melihat gelas pecah dan Yuri yang berjongkok masih dengan menutup telinga dan matanya yang terpejam sambil menangis.

“ Yuri-a, waeyo? “, tanya Kyuhyun panik lalu dengan hati – hati Kyuhyun mendekati Yuri.

“ Yuri-a, ini aku. Tenanglah… “, ucap Kyuhyun. Yuri membuka matanya dan melepaskan tangannya yang menutupi telinga, sontak Yuri langsung memeluk Kyuhyun dengan erat.

“ Aku takut… ada hantu…hiks hiks “, isak Yuri didada Kyuhyun.

“ Hantu? Dimana? Disini tidak ada hantu Yuri-a… “, ucap Kyuhyun sambil mengusap – usap punggung Yuri.

“ Aku melihatnya disana! “, jawab Yuri sambil menunjuk kearah Jendela namun masih membenamkan wajahnya didada Kyuhyun.

“ Tidak ada, kau pasti salah lihat! Lihatlah hanya ada gordeng saja “, ucap Kyuhyun, sedikit demi sedikit Yuri melirik kearah jendela dan benar saja yang terbang itu hanya gordeng.

“ Tapi tadi… “, isak Yuri yang masih menangis.

“ Sttttt… tenanglah disini ada aku kau tidak usah takut, lebih baik kau istirahat sekarang. Arrachi? “, kata Kyuhyun sambil menuntun Yuri kekamarnya.

Kyuhyun melihat Yuri yang sangat ketakutan mungkin memang tidak seharusnya Yuri menonton film horror, pikir Kyuhyun. Kyuhyun membantu Yuri berbaring ditempat tidur dan menyelimutinya.

“ Kau tidur sekarang, sudah malam. Kasihan calon bayi kita “, ucap Kyuhyun lembut, Yuri hanya mengangguk saja. Saat Kyuhyun akan pergi Yuri menahan tangannya dan membuat Kyuhyun menoleh kearahnya.

“ Bisakah kau temani aku disini? Aku takut sekali “, ucap Yuri pelan namun masih terdengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun pun heran namun melihat raut wajah Yuri yang seperti memohon membuatnya tidak bisa menolak, lagian jika tidak dimintapun kalau Yuri mengijinkan Kyuhyun ingin terus tidur disampingnya.

“ Neh “, jawab Kyuhyun dengan tersenyum. Kyuhyun membaringkan tubuhnya disamping Yuri. Yuri merapatan dirinya pada Kyuhyun, Kyuhyun benar – benar tidak percaya apa yang dialaminya malam ini?

“ Jika akan jadi seperti ini, kuajak saja dia menonton film horror tiap malam kekeke “, pikir Kyuhyun tekekeh ala evil yang mulai berubah pikiran dari sebelumnya.

Kyuhyun pun memeluk tubuh Yuri dengan ragu namun melihat Yuri tidak protes dia pun semakin mempererat pelukannya. Kyuhyun memejamkan matanya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Saat bangun Yuri merasakan ada sesuatu yang berat melingkar diperutnya, Yuri pun membuka matanya dengan perlahan dan melihat Kyuhyun yang tertidur dengan wajah mereka yang sangat dekat satu sama lain.

“ Tampan… “, gumam Yuri namun lama kelamaan dia sadar bahwa kini dia tidak tidur sendiri. Yuri membulatkan matanya dan langsung mendorong tubuh Kyuhyun hingga jatuh.

Dukkkk!!!

Bunyi tubuh Kyuhyun yang menyentuh tanah, membuat sang punya terbangun.

“ Aw!!! Appoooo! “, rintih Kyuhyun.

“ Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidur disampingku? “, tanya Yuri sambil menatap tajam pada Kyuhyun.

“ Bukankah kau yang memintaku untuk menemanimu? “, tanya Kyuhyun balik sambil mengusap – usap pantatnya yang sakit.

“ Aku? “, tanya Yuri sambil menunjuk dirinya sendiri.

“ Neh, karena kau berhalusinasi melihat hantu, lagian kenapa kau menontonnya jika takut? “, tanya Kyuhyun.

Yuri pun berpikir sedikit demi sedikit, dia mengingat kejadian semalam tapi bukan kejadian dia melihat hantu yang teringat tapi kejadian yang membuat wajahnya memerah semerah tomat.

“ Itu… itu karena hantunya saja yang terlalu sering muncul “, alasan Yuri, namun Kyuhyun melihat wajah Yuri yang memerah dan dia tahu apa yang dipikirkan Yuri.

“ Apa kau ingat kejadian saat menonton? “, tanya Kyuhyun sambil tersenyum menggoda, wajah Yuri semakin panas dan memerah lagi yang tidak mampu ditahannya.

Yuri pun lari menuju kamar mandi dan menguncinya. Kyuhyun yang melihat itu hanya tertawa dengan reaksi Yuri yang menurutnya sangat lucu.

***

 Yuri dan Yoona keluar dari kampus setelah menyelesaikan jam kuliah mereka. Saat sampai didepan pintu gerbang ada beberapa orang berpakaian jas hitam menghampiri mereka membuat Yuri dan Yoona heran.

“ Nona Kwon, bisakah anda ikut kami sekarang? “, tanya salah seorang yang berpakaian jas hitam itu.

“ Neh?! “, tanya Yuri kaget.

“ Tuan kami ingin bertemu dengan anda “, kata Orang itu lagi.

“ Tuanmu? Ingin bertemu denganku? “, tanya Yuri.

To be Continue….

Akhirnya part 10 selesai juga hehehe😛, so para readers seperti biasa Author ingin mengingatkan untuk RCL nya. Walaupun terkadang bosen mengingatkan karena masih banyak silent reader berkeliaran, tapi Author tetap berharap kalian bisa mencurahkan perasaan, pikiran kalian semua setelah membaca FF Auhtor yang gaje ini >.< Comment adalah sebuah penghargaan dan semangat bagi para Author, Siders so respect to me Now!!! ^___^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

96 thoughts on “Cause Him chapter 10

  1. tiffany salah paham, yuri hebat *.*
    wkwkwkwk eunhyuk kasihan peluk tiang😄 LOL
    aissshhh yuri salah megang(?) .-.
    lucu ih sama adegan eunhyuk yg meluk tiang LOL
    jangan” tua n cho mau ketemu yuri :O

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s