Posted in Comfort, Fanfiction, Romance, Sad

(Sequel Love First sight) Run Away To You 2

Chapter 2

Run Away to you 2 copy

Author :

Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

  Lee Donghae

 Kwon Yuri

Lee Jaehoon

Go Hara

Choi Jinhyuk

Son Eunsoo

PG :

 + 16

Lenght :

Chapter

Genre  :

Romance, Love, Rivaly, Little Comedy

Disclaimer : Castnya Cuma minjem, ceritanya murni dan asli buatanku jadi jangan coba – coba menjiplak ya…..😄

Your imagination, your dream, your Creative

Saat aku membuka mataku aku kaget dan membulatkan mataku saat aku melihat orang yang aku tabrak barusan.

“ Dong… hae?! “

***

Aku sedang menuju perjalanan pulang setelah aku melakukan aktivitasku, yah apalagi selain fotografi. Karena aku sibuk mengamati gambar – gambar yang aku ambil sehingga aku tidak memperhatikan arah jalanku. Tiba – tiba saja ada seseorang yang menabrak tubuhku membuatku dan orang itu terjatuh dengan posisi dia tepat ada di atas tubuhku.

“ Aw… Appo! “,ringisku kesakitan namun aku belum melihat siapa orang itu. Dan kudengar dia memanggil namaku membuatku heran lalu menatapnya.

“ Dong… hae?! “, katanya kaget sontak aku menatap orang itu dan ternyata dia adalah seorang yeoja. Dan lebih mengagetkan lagi yeoja itu

“ Yuri?!!! “, kataku tidak percaya, yeoja yang selama ini aku ingin bertemu, yeoja yang selalu mengisi pikiranku, yeoja yang selalu masuk kedalam mimpiku dan yeoja yang membuatku jatuh cinta padanya hanya dalam waktu sehari. Tiba – tiba saja dia langsung memelukku dan menangis dalam posisi tubuhnya yang masih menindihku.

“ Donghae…. hiks… hiks… hiks…. “, katanya sambil terisak dan membenamkan wajahnya ke dadaku.

“ kenapa kau menangis Yuri-a? Dan Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini? Dengan pakaian pengantin? “, kataku saat kami berdua mulai berdiri.

“ Aku… Aku…. takut. Hachimmmm! “, jawabnya namun sepertinya dia kedinginan lihat saja hidungnya sudah merah seperti buah ceri. Aku pun membuka jaket yang aku pakai dan memakaikannya pada Yuri.

“ Pakailah ini! “, kataku. Kami pun duduk di bangku taman dekat tempat itu setelah aku membelikan minuman kaleng hangat untuknya.

“ Igeo! “, kataku sambil memberikan satu kaleng minuman yang sudah  aku buka tutupnya. Dia pun mengambilnya dan meminumnya.

“ Huwaaaah… hangatnya… “, katanya tersenyum bahagia sambil menempelkan kaleng minuman itu ke pipinya. Dia memang benar – benar lucu sekali. Tanpa sadar aku pun tersenyum melihat tingkahnya.

“ Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi padamu Yuri-a? Bagaimana kau sampai ketempat ini? Apa yang kau lakukan dengan pakaian pengantin malam – malam seperti ini? “, tanyaku yang sungguh penasaran apa yang terjadi dengannya? Namun setelah aku mengatakan itu, tiba – tiba wajahnya berubah seperti saat pertama kali kami bertemu. Aku merasa sedikit menyesal untuk bertanya sesuatu yang membuat senyumannya itu menghilang. Kami pun terdiam beberapa menit lamanya.

“ Apa kau tidak suka bertemu denganku? “, tanyanya yang membuatku menoleh kearahnya.

“ Eh?! “, kataku heran dengan pertanyaannya. Dia pun menoleh ke arahku membuat kami saling bertatapan.

“ Ten… tentu saja aku senang! “, jawabku yang membuatnya tersenyum kembali.

“ Kalau begitu bawa aku ke rumahmu “, katanya yang membuatku kaget.

“ Neh?! “, pekikku kaget.

“ Apa kau akan membiarkan seorang yeoja sendirian malam – malam begini? “, tanyanya sambil memajukan bibirnya membuatya semakin menggemaskan.

“ Tapi… tapi… “, kataku namun dia memotongnya.

“ Jadi kau tidak mau, Ya sudah aku mau pergi saja dari sini! “, katanya marah mencoba untuk pergi, namun aku segera memegang tangannya. Aku tidak tahu kenapa? Tapi hatiku mengatakan aku tidak boleh membiarkannya pergi.

“ Baiklah, kau pulang bersamaku “, kataku yang membuatnya tersenyum lebar dan memelukku.

“ Gomawo “, katanya senang. Setelah itu kami berdua jalan bersama menuju tempat tinggalku. Dia memegang tanganku sepanjang perjalanan dengan wajah yang tak henti – hentinya tersenyum kami seperti sepasang kekassih yang pulang kencan.

***

Sementara itu di kediaman Yuri terlihat sekali wajah seorang namja yang sedang frustasi, siapa lagi kalau bukan Jaehoon. Karena sampai sekarang dia belum mendapatkan kabar tentang keberadaan Yuri, calon pengantinnya.

“ Kwon Yuri, kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dariku. Lihatlah aku pasti akan menemukanmu “, kata Jaehoon penuh amarah. Jaehoon pun keluar dari rumah itu untuk menghilangkan stressnya. Hara yang melihat Jaehoon keluar merasakan sedikit lega, dia takut jika Jaehoon akan mengetahui bahwa dialah yang membantu Yuri.

“ Agashi, semoga kau baik – baik saja “, do’a hara sambil mengeratkan kedua tangannya.

Jaehoon pergi ke club malam, karena disinilah menurutnya bisa menghilangkan stress. Setiap ada masalah dia selalu menghabiskan malamnya disini. Hal itu sudah menjadi kebiasaannya semenjak dia selalu di tolak oleh Yuri. Yuri adalah yeoja pertama yang dia sukai, mereka sudah saling mengenal sejak Jaehoon berumur 15 tahun dan Yuri 7 tahun. Saat Jaehoon menyatakan cintanya pada Yuri, Yuri menolaknya dengan alasan dia sudah menganggap Jaehoon sebagai Oppanya. Jaehoon tidak menerima begitu saja dengan alasan Yuri dan terus berusaha membuat Yuri agar menerimanya. Namun semua itu berakhir dengan menjadi obsessi. Yuri yang mulai merasa jengah dengan sikap Jaehoon dan mulai menghindarinya namun membuat Jaehoon semakin dan semakin terobsessi dengan Yuri.

“ Akhirnya kau datang lagi, kupikir setelah menikah kau tidak akan kesini lagi? “, tanya seorang yeoja pada Jaehoon.

“ Huh?! Kau menyindirku? “, kata Jaehoon sinis, yeoja itu malah tertawa.

“ Kasihan sekali, kalau begitu aku akan membuatmu lupa masalahmu malam ini “, kata yeoja itu yang mebawa Jaehoon ke private room di club itu yang biasa mereka pakai.

***

Aku membawa Yuri ke tempat tinggalku, awalnya aku ragu tapi aku juga tidak tega membiarkannya sendirian di luar dalam cuaca dingin seperti ini. Apalagi dengan gaun pengantin, ngomong – ngomong mengapa dia memakai gaun pengantin? Hal itu masih mengganjal di kepalaku.

“ Kita sampai! “, kataku yang memang sudah tiba ditempat tinggalku.

“ Lho ini kan?! “, kata Yuri kaget melihat tempat itu.

“ Kau tau tempat ini? “, tanyaku padanya.

“ Ani, hanya saja tadi aku sempat kesini. Jadi kau tinggal direstoran ini? “, tanya Yuri.

“ Neh, ini tempat milik hyungku. Karena kau tahu kan aku pergi dari rumah untuk mengejar impianku? “, jawabku, dia hanya mengangguk – anguk.

“ Kajja! kita masuk di luar sangat dingin “, ajakku dan kamipun masuk kedalam. Kami naik menuju kamarku,  kusuruh dia duduk di tempat tidur sementara aku menyiapkan air hangat untuknya mandi.

“ Wah… kamarmu rapi sekali! “, puji Yuri kagum memandangi sekeliling kamarku. Aku hanya tersenyum dengan komentarnya. Setelah aku menyiapkan air hangat, aku kembali kekamarku dan melihat Yuri sedang mencoba membuka sebuah album. Omo! Disana kan foto – foto Yuri, aku segera lari mengambilnya sebelum dia membukanya.

“ Hup! Airnya sudah siap lebih baik kau mandi dulu! “, kataku mengambil album foto dari tangannya.

“ Ya! Kenapa kau merebutnya? Aku kan ingin lihat “, kata Yuri sambil cemberut.

“ Nanti saja, lebih baik kau mandi dulu sana. Nanti airnya keburu dingin “, kataku menyuruhnya kekamar mandi. Hampir saja! Dia pun pergi menuju kamar mandi. Tapi apa yang akan dia pakai nanti? Apa aku punya pakaian yang pantas untuknya? Aku mencoba mencari – cari sesuatu yang bisa dipakai Yuri didalam lemariku. Sepertinya kemeja ini cocok untuknya, aku mengambil kemeja putih untuk Yuri pakai.

“ Yuri-a, bajunya kusimpan disini ya “, kataku saat aku akan menyimpan kemeja putihku di luar.

“ Sini berikan padaku? “, pintanya yang ternyata dia sudah selesai mandi. Kulihat dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya. Aku menelan ludahku menatapnya dalam keadaan seperti itu. Dia sungguh cantik dan tubuhnya sungguh mulus sekali, aku tidak percaya apa yang aku lihat ini.

“ Donghae-a, sampai kapan kau akan menatapku seperti itu? Palli! “, tanyanya yang melihatku tidak juga  segera memberikan kemeja itu.

“ Oh… i.. ini “, kataku gugup lalu memberikannya, lalu aku segera meninggalkannya disana. Keadaan ini sungguh membuatku tidak nyaman. Aku pun menunggunya dikamarku dan aku mencoba menghapus bayangannya saat dia keluar hanya memakai handuk saja yang masih berputar dipikiranku.

“ Kau kenapa? “, kudengar suara Yuri yang mulai berjalan kearahku.

“ Oh? Gwenchana tidak apa – ap…..a “, jawabku sambil berbalik, dan lagi – lagi aku dibuat terpana oleh penampilannya yang hanya memakai kemeja putih dengan shortpant membuatku menelan ludah lagi. Oh Tuhan apakah aku akan benar – benar kuat melihatnya terus seperti ini.

“ Waeyo? Apa ada yang salah dengan pakaianku? “, tanyanya polos sambil memperhatikan tubuhnya dari bawah sampai keatas,

“ A… anio “, aku langsung menggeleng – geleng kepalaku. Kemudian dia datang mendekatiku dan duduk disampingku. Jantungku benar – benar tidak terkendali sekarang.

“ Jadi apa kau ingin cerita padaku, mengapa kau diluar dengan pakaian pengantin? Atau tentang dirimu “, tanyaku yang mulai mengalihkan perhatianku agar pikiranku tidak aneh – aneh lagi.

“ cerita tentang diriku? “, tanyanya yang terlihat berpikir.

“ Neh, tentangmu atau keluargamu “, kataku dan kini kulihat wajahnya berubah menjadi tidak ceria. Apa aku salah bicara?

“ Aku… aku tidak punya keluarga. Omma meninggal saat aku berumur 5 tahun dan Appa meninggal sebulan yang lalu “, jawabnya dengan nada sedih. Jadi dia tidak punya keluarga?

“ Mianhae… “, ucapku menyesal.

“ Gwenchana, mereka sudah bahagia dialam sana dan aku ingin sekali berkumpul dengan mereka disana “, ujarnya sambil mencoba tersenyum.

“ Apa yang kau bicarakan? Mereka pasti akan sedih, jika mereka mendengarmu berbicara seperti itu “, kataku sambil menatapnya iba. Bukan mengasihani, tapi kulihat dia butuh seorang penyemangat.

“ Donghae, bisakah kau memelukku? Aku sangat rindu sekali dengan Appaku “, pinta Yuri padaku dengan tatapan sedunya.

“ Tentu saja “ jawabku dan dia langsung memelukku erat. Kami berpelukan sangat lama, dan aku pun sadar kalau dia tertidur dipelukkanku. Dengan hati – hati kubaringkan dia ditempat tidurku. Dan kuselimuti tubuhnya karena memang cuaca sedang dingin. Aku menatap wajah polosnya, sangat cantik. Aku pun beranjak pergi untuk tidur disofa namun kurasakan ada yang menahan tanganku saat aku berbalik ternyata Yuri yang memegang tanganku.

“ Kajima… “, rancaunya.

“ Appa, bogoshipheo… “, gumamnya yang sekarang menitikkan air matanya. Apa beban ini yang dia rasakan sekarang? Merasa kesepian. Aku pun menghapus air matanya dengan ibu jariku. Aku mengusap rambutnya lembut.

“ Tidurlah yang nyenyak, aku tidak akan meninggalkanmu “, gumamku. Tanpa sadar aku pun tertidur disampingnya.

***

Jaehoon terbangun saat merasakan cahaya matahari mengenai wajahnya. Dia pun membuka matanya perlahan – lahan. Setelah kesadarannya pulih dia melihat seorang yeoja yang tertidur disampingnya. Dia tahu siapa yeoja itu, dan kenapa dia tidur bersamanya? Jaehoon mengambil bajunya yang berserakan dilantai. Saat dia akan memakai bajunya tiba – tiba dia merasa ada yang memeluknya dari belakang.

“ Kenapa terburu – buru? Santailah dulu “, bisik yeoja itu pada Jaehoon.

“ Aku ada meeting pagi ini “, jawab Jaehoon singkat.

“ Tidak bisakah kau tinggal sebentar lagi, setidaknya kita sarapan bersama “, ucap yeoja itu manja.

“ Gayoung-a, Aku tidak bisa. Aku benar – benar ada meeting “, jawab Jaehoon yang memang ingin pergi sekarang juga.

“ Ada rapat atau kau mau mengurusi yeoja manja itu? “, tanya Gayoung dengan nada tidak suka.

“ Ya! Lee Gayoung, sejak kapan kau menuntutku seperti ini? “, tanya Jaehoon yang mulai kesal saat Gayoung membahas tentang Yuri.

“ Kenapa kau selalu mengharapkan yeoja manja itu? Dia sudah menolakmu, bahkan dia lari dari pesta pernikahan kalian. Tidakkah kau sadar dia tidak mencintaimu Lee Jaehoon! “, bentak Gayoung yang sudah tidak tahan lagi karena dia ingin memiliki Jaehoon seutuhnya.

“ Cukup! Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu! Jadi kau jangan membahas hal ini lagi, Arra?!!! “, Kata Jaehoon yang memakai bajunya dengan terburu – buru dan langsung menyambar jasnya yang berada disofa. Dia pun keluar dari ruangan itu, dan membanting pintunya dengan kasar.

“ Aish! Lihat saja Kwon Yuri, selama aku masih hidup takkan kubiarkan Jaehoon menikah denganmu “, Umpat Gayoung kesal melihat kepergian Jaehoon.

***

Di Restoran tempat Donghae tinggal masih terasa sunyi belum terlihat tanda – tanda kehidupan. Donghae yang tertidur disamping Yuri semalam sekarang malah sekarang tidur sambil memeluk Yuri. Karena saat ini musim dingin, tanpa sadar dan masih dalam keadaan tidur Donghae naik ketempat tidur dan berbaring diamping Yuri. Donghae pun memeluk Yuri untuk merasakan kehangatan dan benar sekali dengan Yuri dipelukannya membuat tubuhnya lebih hangat.

“ Anak itu pasti belum bangun! “, ujar Jinhyuk saat memasuki restorannya.

“ Ya! Lee Donghae sampai kapan kau akan tidur?!!! “, teriak Jinhyuk dari bawah.

“ Donghae Oppa belum bangun, Oppa? “, tanya Eunseo yang ikut masuk kerestoran itu.

“ Molla, tapi sepertinya memang belum bangun. Akan aku bangunkan “, jawab Jinhyuk yang beranjak ke kamar Donghae. Setelah masuk kekamar Donghae, Jinhyuk melihat Donghae yang masih tertidur lelap dengan selimut yang menutupi semua bagian tubuhnya.

“ Ya! Lee Donghae! Sampai ka… “, kata Jinhyuk sambil menarik selimut Donghae namun tertegun melihat Donghae yang sedang tidur memeluk seorang Yeoja.

“ Ehmmmm…. “, Gumam Donghae yang merasa sinar matahari menerpa wajahnya. Perlahan – lahan Donghae membuka matanya dan dia kaget melihat Jinhyuk yang terpaku tak bergerak melihat pada Donghae.

“ Omo! Hyung kau menakutiku saja “, kaget Donghae. Namun Jinhyuk masih pada posisinya tanpa bergerak sedikit pun. Donghae pun melihat kearah sampingnya dan mendapati Yuri masih tertidur lelap.

“ Hyung! Aku bisa menjelaskannya, ini tidak seperti yang kau kira “, Kata Donghae panik dan takut Jinhyuk akan marah padanya.

***

Jaehoon pulang kekediamannya untuk mengganti pakaiannya karena memang diperusahaan akan mengadakan rapat direksi. Saat masuk kedalam rumah, ternyata didalam Hara menyambutnya.

“ Anyeonghaseo Tuan “, sapa Hara pada Jaehoon.

“ Neh “, jawab Jaehoon singkat sambil duduk disofa.

“ Hmmm… Apakah Tuan sudah mendapat kabar tentang Agashi? “, tanya Hara yang penasaran apa Jaehoon sudah menemukan Yuri? Jaehoon langsung menatap Hara membuat Hara menunduk.

“ Jeosowamida Tuan, Jika saya Lancang “, ujar Hara yang takut Tuannya marah.

“ Ani, Gwenchana. Aku tahu kau pasti khawatir dengannya. Tapi aku belum mendapatkan kabar apapun tentang Yuri “, jawab Jaehoon dan kembali menyandarkan tubuhnya.

“ Semoga Agashi baik – baik saja “, guman Hara pelan.

“ Tuan, Apakah anda ingin saya buatkan Teh? “, tawar Hara pada Jaehoon.

“ Neh “, jawab Jaehoon singkat karena dia juga butuh untuk menjernihkan pikirannya. Hara pun langsung pergi kedapur dan saat dia kembali, dia melihat Jaehoon sedang berbicara dengan orang suruhannya.

“ Apa kalian sudah menemukannya? “, tanya Jaehoon dingin.

“ Jeosowamida Tuan, Kami belum mendapatkan kabar tentang Agashi Yuri “, jawab Orang suruhannya, membuat Jaehoon menatapnya tajam.

“ Neo Baboya!!! Apa kerja kalian? Menemukan seorang yeoa saja tidak becus?!!! “, bentak Jaehoon membuat Orang – orang suruhannya itu menunduk.

“ Kami sudah memperbanyak orang untuk mencarinya Tuan “, kata orang itu lagi.

“ Jika kalian tidak bisa menemukannya, akan kubunuh Kalian! Arra?! “, Bentak Jaehoon lagi yang kini matanya seperti memancarkan amarah.

“ Geurae, jika kalian mengerti. Pergilah! “, suruh Jaehoon.

“ Neh, permisi Tuan “, pamit orang – orang itu.

“ Huft untung saja Agashi belum ditemukan, tapi bagaimana jika mereka menemukan Agashi? Semoga Agashi bisa hidup bahagia disana “, pikir Hara dan berharap untuk keselamatan Yuri.

***

Saat Donghae akan menjelaskannya, terlihat tubuh Yuri yang mulai bergerak sedikit demi sedikit.

“ Hmmm…. “, guman Yuri yang sepertinya terbangun dari tidurnya. Dia pun mulai membuka matanya membuat Donghae dan Jinhyuk menatap kearahnya. Yuri melihat Donghae dan Jinhyuk yang sedang melihat kearahnya langsung tersenyum.

“ Selamat pagi… “, sapa Yuri sambil melebarkan senyumannya.

“ Ya! Kau, ikut aku! “, suruh Jinhyuk pada Donghae, dan mereka pun keluar dari kamar membuat Yuri menatapnya heran.

“ Ya! Lee Donghae! Apa yang kau lakukan? Tidur dengan seorang yeoja disini? “, tanya Jinhyuk saat mereka turun sedikit menjauh dari kamar Donghae.

“ Mwo?!!! Oppa tidur dengan seorang Yeoja?! “, tanya Eunseo kaget yang muncul entah darimana  tidak sengaja mendengarnya.

“ Ania, bukan begitu. Dengarkan dulu penjelasanku “, sangkal Donghae.

“ Oppa, kau benar – benar tidur dengan seorang yeoja?! “, tanya Eunseo lagi.

“ Neh, tapi kami tidak melakukan apapun “, jelas Donghae.

“ Tapi kenapa Dia memakai kemejamu? “, tanya Jinhyuk selidik.

“ Itu karena dia tidak punya pakaian “, jawab Donghae.

“ Dia memakai kemejamu? “, Tanya Eunseo lagi. Tiba – tiba saja Yuri turun dari kamar Donghae menghampiri mereka.

“ Selamat Pagi… “, sapa Yuri sambil tersenyum polos seperti tidak terjadi apa – apa. Membuat 3 orang yang ada disana menoleh kearahnya.

“ Oppa, jadi benar apa yang dikatakan Jinhyuk Oppa? “, tanya Eunseo pada Donghae.

“ iya, tapi kalian dengar dulu penjelasanku “, kata Donghae yang berniat menjelaskan kesalahpahaman ini.

“ Oh… Ajushii, masih ingat aku?! “, tanya Yuri pada Jinhyuk.

“ Ajushii?! “, ucap Donghae dan Eunseo bersamaan.

“ Oh… kau yeoja yang kemarin makan disini dengan gaun pengantin dan terharu dengan masakanku kan? “, tanya Jinhyuk yang mengingat Yuri.

“ Neh, tapi Mian Ajushii aku menangis bukan karena terharu tapi aku tidak punya uang untuk membayarnya. Mianhae Ajushii “, jawab Yuri polos sambil menjulurkan lidahnya dan membungkuk.

“ Neh?! “, pekik Jinhyuk mendengar jawaban Yuri.

“ Dia ini Yuri, aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu saat kami berada disungai Han. Semalam kami bertemu dan kulihat dia kedinginan dan tidak tahu harus tinggal dimana? Makanya aku membawanya kesini “, jelas Donghae saat mereka berempat berada di meja makan.

“ Jinjja? “, tanya Jinhyuk.

“ Apa yang dikatakan Donghae benar Ajushii, kau tahu aku tidak punya tempat tinggal dan hidupku luntang – lantung sekarang. Bolehkah aku tinggal disini? “, jelas Yuri sambil memohon dan memperlihatkan wajah sedihnya membuat Jinhyuk tidak tega.

“ Siapa yang akan membiarkan yeoja sepertimu hidup dijalanan, baiklah kau boleh tinggal disini “, kata Jinhyuk tanpa pikir panjang membuat Yuri bahagia.

“ Jinjja? Gomawo Ajushii… “, kata Yuri memamerkan senyum termanis yang dia miliki.

“ Tapi bisakah kau memanggilku Oppa, karena Ajushii terlalu tua untukku “, pinta Jinhyuk.

“ Geurae, Oppa “, jawab Yuri dengan wajah ceria.

“ Oppa? “, gumam Donghae yang sepertinya keberatan dengan sebutan itu pada Jinhyuk.

“ Andweh!!! Aku tidak setuju!!! “, kata Eunseo tiba – tiba sambil menggebrak meja membuat mereka semua menatapnya.

“ Maksudku, kita tidak tahu kan dia ini siapa? Kenapa Oppa langsung mengijinkannya tinggal disini tanpa berpikir? “, ujar Eunseo yang sepertinya keberatan dengan keputusan Jinhyuk.

“ Eunseo-a, kasihan dia kalau harus tinggal diluar. Kita kan tidak tahu tempat tinggalnya. Untuk sementara disini lebih aman kan? “, kata Jinhyuk menenangkan Eunseo.

“ Justru itu, kenapa kita harus mengijinkannya tinggal disini? Memangnya apa hubungannya dengan kita?! “, tanya Eunseo bersikeras.

“ Eunseo-a, Yuri tidak punya tujuan kemana dia akan pergi. Jadi kita patut menolongnya “, kata Donghae membujuk Eunseo, Eunseo tidak bisa menolak saat Donghae yang memintanya. Eunseo langsung duduk kembali dan diam dengan wajah tertekuk.

“ Terserah! “, ucap Eunseo kesal dan dia pun langsung pergi dari sana. Jinhyuk menyusulnya untuk melihat keadaannya.

“ Sepertinya dia tidak menyukaiku? “, ucap Yuri sedih.

“ Tidak usah dipikirkan, dia hanya sulit untuk bergaul dengan orang baru “, kata Donghae menghibur Yuri.

“ Neh “, Yuri menganggukkan kepalanya.

“ Dia pasti sengaja mendekati Donghae Oppa, aku tidak akan membiarkannya merebut Donghae Oppa dariku. Lihat saja! “, gumam  Eunseo saat berada didapur.

To be Continue….

Part 2 Comming hehehe :P  lama ya? Ada yang nunggu kelanjutannya ff inikah? Mian abis author sulit menemukan ide yang cocok jadi terkadang masih berbelit – belit. Mian kalo miss typo masih berkeliaran dan lolos dalam editing. Typo is Art :)  Reader jangan lupa RCL ya, hal itu bisa membanti Author mendapatkan ide dengan gampang.

Don’t Siders!!!

Don’t Plagiat!!!

 

Jangan Lupa dukungan buat Author di Kyuri Competition ya ^^ dengan Vote di   Vote Ff terfavorit   Author Lee Midaah

Gomapsimida #boooooow

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

42 thoughts on “(Sequel Love First sight) Run Away To You 2

  1. ini castnya saling berhubungan yaa. hmm arra2 *ngangguk2*
    hadooh dua orang tuh yeoja yang debdam sama Yuri. kasian Yuri -___-

    keren Unn ceritanya, banget malah ehehe… semngat terus yaa!!

  2. kurang pendek ini thorrrrrr… aku suka banget sama ff ini sumpah!!! jangan lama lama dong thor bikin chapter selanjutbya udah bgga sabar bangetttttt!!!!!! ditunggu ya thor^^

  3. waaaahhh yuri dlm bahaya,,
    ada 2 yeoja yg Ga suka bgt sama yuri, gayoung sama enseo..Di tambah masalahnya sama jae hoon blm selesai,,
    Semoga hae bisa jagain yuri,,

  4. semua ff mu bagus thor!mau kyuri m yulhae …is the best deh >,<
    jaehoon mulai nakutin ah , donghae oppa hati2 yaaa n jaga yuri dgn baik , itu eunseo juga huh ,,,,cemburu yaa mba?wkwkkwkwkw

  5. Lagi2 yulhae so sweet… Yuri lucuuu… Waaah mulai memanaaas, konflik segera dimulai dan tetep seperti biasa gak sbar buat nunggu next part.. Hhhihi

  6. ada yang cemburu nih
    *lirik eunso*
    Hehehe…
    Bagaimanakah nasib jonhee ?
    Penasaran nih…
    Lanjut thor,,,!
    Fighting !

  7. Jaehoon oppa cinta sama Yul eonni bahkan mau nikah. Tp kenapa berbuat ‘itu’ sama yeoja lain?! Arrrggghhh

    Lee Gayong? Itu Shin Se Kyung ver. Fashiong King ya eonni?

    Aduuuh eunseo ada” aja nih. Biarkanlah YulHae bersatu. Eunseo sma Jinhyuk oppa aja, kan mantan. Heheh
    Tp disini mereka saudara -_-

    Aku lanjut ke part selanjutnya yaa

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s