Posted in Comedy, Fanfiction

Sexy Teacher

sexy teacher copy

Author :

 Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

Kwon Yuri

Kris Wufan

Xi Luhan

Kim Jong-in / Kai

Support Cast :

Lee Donghae

Lee Eunhyuk

Choi Siwon

Tiffany Hwang

Suho

Park Chanyeol

Special Cast :

Cho Kyuhyun

Rated :

 + 17

Lenght:

 Oneshoot

Genre :

Love, Schoollife, Comedy/ Humor (dikit) sisanya pilih sendiri

Disclaimer : Cerita Pure milik sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita yang muncul dengan tiba – tiba diotak author. Cerita error tapi jangan bikin Readers jadi error juga ya ^___^

Leave a Comment After Read!!!

 

Happy Reading All!!!!

Sekolah Chang Ahn Highschool adalah salah satu sekolah khusus untuk para namja yang namanya  cukup terkenal dikalangan masyarakat Seoul. Namun di sekolah itu ada sebuah kelas yang selalu membuat masalah, bahkan kelas tersebut dijuluki Neraka Chang Ahn  oleh para guru disana. Tidak ada satu pun Guru yang ingin menjadi wali kelas itu, karena jika guru yang mulai mengajar mereka selalu meminta berhenti hari itu juga. Kelas 3D, itulah nama kelas tersebut yang di gawangi 3 murid ternakal . Kris Wufan, murid yang menjadi pemimpin dikelas itu. Semua murid menjulukinya Prince of fighter karena suka berkelahi. Semua murid takut padanya, makanya dia sering mencari lawan disekolah lain untuk diajak berkelahi. Xi Luhan, sama  hal nya dengan Kris namun Luhan memiliki penampilan anak teladan yang membuat orang berpikir dia murid baik. Terakhir Kim Jong in atau sering dipanggil Kai, dia satu geng dengan Kris dan Luhan. Kai memiliki sifat jahil dan selalu mengerjai para guru yang masuk sampai mereka  berhenti.

“ Yeorobeun…. mereka bilang guru kita yang baru sudah datang!!! “, teriak Luhan didepan kelas membuat semua orang menatapnya.

“ Benarkah? ”, Tanya Chanyeol yang juga murid dikelas itu.

“  seperti apa guru baru itu? “, tanya Suho yang duduk disamping Chanyeol.

“ aku tidak tahu, tapi kudengar dia seorang wanita. Paling juga Perawan tua  yang berkaca mata tebal “, kata Kai membuat semua murid di kelas tertawa.

“ Kita lihat berapa lama dia akan bertahan di Neraka Chang Ahn “, kata Kris sambil tersenyum menyeringai.

“ Kai, kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk menyambut guru baru itu kan? “, tanya Kris pada Kai.

“ Tentu saja “, jawab Kai ikut tersenyum menyeringai.

***

Di Ruang guru semua berkumpul, sekaligus untuk memperkenalkan guru baru. Semua guru bertanya – tanya siapa yang akan menjadi korban 3D selanjutnya.

“ Aku harap dia orang yang tangguh “, kata Donghae merupakan seorang guru olahraga.

“ Neh, aku khawatir jika dia  seorang wanita “, kata Eunhyuk yang merupakan seorang guru sejarah.

“ Mungkin kita akan lihat seberapa kuat dia akan bertahan dengan kelas pembawa masalah itu “, kata Siwon seorang guru matematika yang juga ikut bergabung.

“ Semoga saja dia benar – benar bisa meredam mereka “, harap Tiffany merupakan  guru sastra.

Saat para guru itu sedang asyik bergosip menebak  siapa guru malang itu, dari arah pintu muncul lah seorang wanita cantik, berambut lurus panjang terurai, kulit yang kecoklatan menambah kesempurnaan pada bentuk tubuhnya yang langsing namun berisi. Dia terlihat sexy .Semua guru namja menatapnya tak berkedip melihat wanita itu perlahan masuk ke ruangan .

“ Anyeonghaseyo, Kwon Yuri Imnida bangapseumida “, kata wanita yang bernama Yuri itu sambil membungkuk memberi hormat pada semua orang yang ada disana.

“ Apakah seorang dewi yang turun kesini? “, tanya Donghae dengan  tak berkedip.

“ Sungguh kecantikan yang luar biasa “, jawab Eunhyuk yang melakukan hal sama dengan Donghae.

Siwon mencoba terlihat keren dengan tidak berkomentar apapun padahal Siwon juga terpesona oleh Yuri.

“ Anyeong, aku Tiffany Hwang “, kata Tiffany sambil menjabat tangan Yuri.

“ Ada apa dengan para Guru itu? “, tanya Yuri melihat tingkah Donghae dan Eunhyuk yang terlihat aneh.

“ Acuhkan saja mereka, aku Siwon senang bertemu denganmu “, kata Siwon lalu menjabat tangan Yuri.

“ Aku Donghae “, kata Donghae yang ikut menjabat tangan Yuri.

“ Aku Eunhyuk “, giliran Eunhyuk yang tidak mau kalah untuk berjabat tangan.

“  Kwon Sosaengnim , kau sudah datang?  “, sapa Kim Taeyeon yang merupakan Kepala sekolah Chang Ahn Highschool.

“ Neh, Anyeonghaseyo  Kim Sosaengnim “, sapa Yuri sambil membungkuk tanda hormat.

“  Kwon Sosaengnim , Mulai hari ini kau akan menjadi wali kelas 3D “, kata Teyeon pada Yuri yang membuat semua Guru kaget.

“ Mwo? Dia akan menjadi wali kelas 3D? “, tanya Donghae.

“ Neh “, jawab Taeyeon.

“ Tapi kenapa harus dia? Sungguh disayangkan jika dia harus berhenti dengan cepat “, kata Eunhyuk yang merasa cemas.

“ Eunhyuk sosaengnim!!! “, kata Taeyeon menekankan nama Eunhyuk agar tidak terus berkomentar.

Eunhyuk pun merasa takut dan diam.

“ Selamat datang di Chang Ahn dan selamat mengajar  Kwon Sosaengnim “, kata Taeyeon sebelum kembali ke ruangannya.

“ Neh, kamshamida  Kim Sosaengnim “, balas Yuri dengan senyu manisnya.

“ Yuri-ssi, apa kau baik – baik saja dengan keputusan kepala sekolah? “, tanya Siwon.

“ Tentu saja  Choi Sosaengnim, aku sangat bersemangat sekali karena hari ini pertama aku mengajar “, kata Yuri dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.

“ Kau tidak tahu seperti apa 3D itu, Kwon Sosaengnim “, kata Victoria merupakan seorang pengurus ruang kesehatan.

“ Aku tidak peduli dengan hal itu, karena mereka semua adalah murid pertama saya “, kata Yuri sambil tersenyum meninggalkan ruang guru menuju kelas 3D.

“ Semoga saja dia tidak berhenti dengan cepat “, harap Eunhyuk melihat kepergian Yuri.

“ Neh “, jawab Donghae yang juga menatap ke arah Yuri.

***

“ Hey dia datang!!!! “, teriak Luhan yang mengintip di jendela pada semua murid di kelas .

Semua murid menatap pintu dengan serius, menunggu apa yang disiapkan Kai untuk menyambut guru baru mereka. Luhan bersiap – siap dengan memegang sebuah kamera untuk memotret wajah guru itu saat masuk. Saat Yuri membuka pintu dan bersiap masuk, semua murid terlihat tegang berharap sesuatu yang menarik akan terjadi.

Ceklek!

Bunyi pintu terbuka. Namun sebelum Yuri masuk ada seseorang yang memanggilnya.

“ Kwon Sosaengnim! “, panggil seseorang membuat Yuri menoleh ke arah suara itu dan

Byuuuur!!!!

Seember air dan tepung terigu jatuh dari atas pintu. Namun berkat seseorang yang memanggil Yuri, air dan tepung itu jatuh ke lantai tidak mengenai Yuri sedikit pun.

“ Neh, Hwang sosaengnim “, kata Yuri yang langsung menoleh ke arah Tiffany..

“ Aku hanya ingin mengatakan hati – hati dan Hwaiting!!! “, kata Tiffany menyemangati Yuri dengan menaikan kepalan tangannya.

“ Gomawo “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Sial! Kenapa bisa gagal?!! “, umpat Kai yang rencananya gagal total untuk mengerjai Yuri.

“ Ya! Bagaimana kau bisa gagal seperti itu? “, tanya Kris kesal pada Kai.

“ Jangan salahkan aku, Guru itu tidak jadi masuk  “, kata Kai membela diri.

“ Yah, hari ini tidak ada gambar lucu yang bisa aku ambil “, kecewa Luhan yang merasa percuma menyiapkan kameranya.

Saat Yuri pun masuk dan  dia merasa kaget melihat air dan tepung terigu berserakan di lantai.

“ Waaaahh…. yeppeunda!!!! “, komentar semua murid yang melihat Yuri masuk ke kelas.

Kris, Kai dan Luhan yang sedang berada depan pintu pun merasa terpesona saat melihat Yuri.Saat Yuri melangkahkan kakinya masuk , seketika itu kakinya terpeleset, namun untung ada Kris didepannya yang langsung menangkapnya sehingga Yuri kini berada dipelukan Kris. Kris langsung diam terpaku melihat Yuri yang wajahnya hanya beberapa centi dari wajah Yuri, Kai dan Luhan yang berdiri disamping kini hanya terdiam tidak bergerak melihat kearah Yuri. Semua murid yang duduk menatap iri pada Kris.

“ Ah… Gomawo “, kata Yuri saat menyadari dirinya tidak jatuh namun di tangkap oleh seseorang.  Yuri mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Kris, namun sepertinya Kris tidak mau melepaskan pelukannya pada Yuri.

“ Hey! Kau bisa melepaskan aku sekarang! “, pinta Yuri mencoba menyadarkan Kris namun sepertinya Kris sudah tersihir oleh pesona Yuri dan masih tak bergerak.

“ Bisakah kau melepaskanku sekarang?!!! “, Pinta Yuri dengan nada lebih tinggi yang kini membuat Kris sadar dan dengan berat hati melepaskan pelukannya pada Yuri.

“ Sekali lagi gomawo “, kata Yuri membuat wajah Kris mulai memerah.

“ Hmmm… boleh aku tahu  apa yang terjadi disini? Kenapa ada air dan tepung berserakan disini? “, tanya Yuri pada semua murid dan langsung menatap tiga murid yang berada didepannya.

“ Oh… itu… Hmm…. tadi… kami merayakan ulang tahun Luhan, iyakan Luhan? “, jawab Kai yang mencari alasan karena tidak mungkin dia mengakui kalau dia ingin memberi kejutan pada Yuri lalu Kai langsung merangkul Luhan berharap Luhan akan menjawab iya.

“ Ne…neh “, jawab Luhan gugup.

“ Jinjja? Wah kalau begitu saengil chukae “, kata Yuri mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Luhan. Namun sebelum Luhan menerima uluran tangan Yuri, Kai yang berdiri disamping Luhan langsung menyambar tangan Yuri.

“ Heh? Bukannya Luhan yang berulang tahun? “, tanya Yuri heran pada Kai.

“ Oh… Aku hanya ingin mengucapkan selamat datang padamu sosaengnim “, jawab Kai sambil tersenyum malu.

“ Sekali lagi Luhan, saengil  Chukae “, kata Yuri yang kini berjabatan dengan Luhan, Luhan pun merasa senang karena dia merasa tangan Yuri begitu lembut.

“  Tolong kalian berdua bersihkan ini ya? “, pinta Yuri pada Kai dan Luhan sambil tersenyum.

“ Tentu saja sosaengnim! “, jawab Kai bersemangat.

“ Dan kau… “, kata Yuri pada Kris.

“ Kris, namaku Kris “, kata Kris memperkenalkan diri.

“ Kris, gomawo telah menangkapku sehingga aku tidak jatuh. Bisakah kau kembali ketempat dudukmu? “, suruh Yuri yang langsung membuat Kris duduk kembali di kursinya.

“ Ok, Yeoreobeun Kwon Yuri imnida. Mulai hari ini aku akan menjadi wali kelas kalian “, kata Yuri pada semua murid 3D.

“ Horeeeee!!!!!! “, sorak semua murid mendengar perkataan Yuri.

“ Jadi kalian harus menjadi anak  yang baik, Arraseo?! “, kata Yuri sambil tersenyum.

“ Neh!!!! “, jawab seluruh murid membuat Yuri tersenyum.

***

“ Wah… lembutnya masih terasa…  “, kata Luhan sambil mengelus  tangannya ke pipinya yang senang saat berjabat tangan dengan Yuri.

“ She is so sexy… “, kata Kai sambil membayangkan Yuri.

“ Jantungku masih berdegup kencang “, kata Kris yang memegang dadanya. Kai dan Luhan yang mendengarnya memandang Kris dengan tatapan aneh, Kris yang sadar ditatap dua orang di sampingnya merasa tidak nyaman.

“ Wae? “, tanya Kris pada kedua temannya.

“ Bagaimana rasanya berpelukan dengannya? Ah… kau beruntung sekali “, iri Kai pada Kris.

“ Apanya yang bagaimana? “, tanya Kris yang pura – pura tidak mengerti maksud Kai.

“ Dasar byeonte! “, kata Luhan memukul kepala Kai yang tahu maksud Kai.

“ Ya! Aku hanya bertanya! “, tanya Kai memegang kepalanya yang dipukul Luhan. Datanglah Suho dan Chanyeol ke meja Kris, Kai dan Luhan.

“ Kai, jadi apa yang akan kau lakukan pada Yuri sosaengnim? “, tanya Chanyeol saat duduk disamping Luhan.

“ Memangnya apa yang harus aku lakukan? “, tanya Kai balik.

“ Biasanya kau kan selalu membuat wali kelas kita berhenti? “, kata Suho.

“ Guru ini sangat berbeda “, kata Luhan sambil tersenyum tidak jelas.

“ Neh, kita tidak ingin dia berhenti “, ucap Kris setuju membuat Chanyeol dan Suho merasa aneh dengan mereka bertiga.

“ Ada apa dengan mereka? “, tanya Chanyeol menoleh ke arah Suho.

“ Molla “, jawab Suho sambil mengangkat bahunya.

***

Yuri berjalan di koridor sekolah dengan sangat anggun, semua pria yang melihatnya pasti tidak berkedip bukan hanya siswa tapi para guru pria juga . Karena hari ini Yuri memakai rok putih di atas lutut yang sedikit memperlihatkan paha mulusnya, atasannya Yuri memakai kaos biru dilapisi blazer putih senada dengan warna roknya membuatnya terlihat sexy namun tetap sopan. Yuri pun masuk ke ruang guru.

“ Bagaimana dengan murid kelas 3D, Kwon sosaengnim? “, tanya Donghae saat Yuri duduk di kursinya.

“ Mereka anak – anak yang baik “, jawab Yuri dengan senyuman dibibirnya membuat Donghae merasa berdebar.

“ Wah Yuri sosaengnim Daebak! Bisa menaklukan para monster  kelas 3D “, puji Eunhyuk pada Yuri membuat Yuri tertawa.

“ Mereka bukan monster, Eunhyuk sosaengnim. Apalagi Kris, Kai da Luhan mereka adalah anak yang baik “, ucap Yuri pada Eunhyuk. Membuat semua guru diruangan itu heran.

“ Kalau begitu saya permisi, mau mengajar dulu “, pamit Yuri pada semua guru disana.

“ Ketiga anak itu baik ? Sungguh menakjubkan! “, tanya Siwon tidak percaya.

“ Tapi memang semenjak Yuri menjadi waali kelas mereka, Aku tidak pernah mendengar mereka berbuat masalah lagi “, jawab Tiffany yang juga merasa tidak percaya. Taeyeon yang tidak sengaja mendengarnya tersenyum senang.

***

“ Pelajaran hari ini kita cukupkan dan ingat besok kita akan mengadakan test jadi kalian harus belajar dengan baik. Arra? “, kata Yuri mengakhiri pelajarannya.

“ Neh, sosaengnim “, Jawab semua siswa serempak, Yuri pun tersenyum mendengarnya. Lalu Yuri keluar dari kelas 3D. Namun ketika Yuri berjalan meninggalkan kelas tiba – tiba Luhan memanggilnya.

“ Sosaengnim! “, panggil Luhan pada Yuri. Yuri pun menoleh dan mendapati Luhan menuju ke arahnya.

“ Neh, Luhan waeyo? “, tanya Yuri berbalik menghadap Luhan.

“ Sosaengnim aku belum mengerti pelajaran tadi “, ucap Luhan pada Yuri.

” Yang mana yang tidak kamu mengerti? “, tanya Yuri.

” Semuanya “, jawab Luhan.

“ Geurae, kalau begitu selesai jam pelajaran sekolah aku akan menunggumu di perpustakaan. Kita akan membahasnya disana “, kata Yuri membuat Luhan tersenyum senang.

“ Gomawo sosaengnim “, kata Luhan sambil membungkukkan badannya.

“ Neh, Cheonma. Jika tidak ada yang kau mengerti bilang saja padaku, Arra?! “, kata Yuri dijawab anggukan oleh Luhan.

***

Selama pelajaran Siwon, Luhan tampak senyum – senyum membayangkan berduaan dengan Yuri diperpustakaan.

“ Ya! Kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu? “, tanya Kai merasa heran pada Luhan.

“ Mungkin saja dia sudah gila “, ucap Kris asal.

“ YA! Memangnya tidak boleh aku tersenyum? “, tanya Luhan kesal lalu kembali pada khayalannya lagi.

Kris dan Kai pun sepakat untuk mencari tahu tentang keanehan Luhan. Saat bel pulang berbunyi, Luhan terlihat terburu – buru membereskan peralatannya dan langsung pergi tanpa memberitahu pada Kris dan Kai dahulu. Kris dan Kai saling bertatapan lalu mengejar Luhan dan mengikutinya.

“ Perpustakaan? Apa aku tidak salah lihat? “, tanya Kai tidak percaya karena mereka bertiga anti sekali dengan perpustakaan.

“ Pasti ada sesuatu yang membuatnya ke tempat ini “, tebak Kris dan mereka pun masuk  dengan diam – diam agar tidak ketahuan.

“ Kau sudah datang, Luhan? “, tanya Yuri yang sedang duduk sambil membaca buku.

“ Neh, sosaengnim “, jawab Luhan sambil tersenyum.

“ Kau duduk disini “, perintah Yuri membuat Luhan duduk disampingnya.

“ Mana yang kau tidak mengerti? “, tanya Yuri mendekatkan tubuhnya pada Luhan, membuat Luhan merasa jantungnya berdegup kencang apalagi melihat paha mulus Yuri yang terlihat karena roknya terangkat saat duduk disampingnya. Luhan semakin salah tingkah dengan jarak mereka yang sangat dekat, bahkan Luhan bisa merasakan nafas Yuri ditelinganya.

“ I…i… Ini “, jawab Luhan dengan gugup.

“ Kau kenapa? Apa kau sakit? “, tanya Yuri heran melihat tingkah Luhan lalu menyentuh kening Luhan dengan tangannya membuat wajah Luhan semakin memerah.

“ Kenapa wajahmu merah sekali? “, tanya Yuri semakin heran dan memegang pipi Luhan dengan tangannya.

Luhan merasa hari ini sungguh indah untuknya diperlakukan seperti itu oleh Yuri.

“ Aish! Jadi ini yang membuatnya tersenyum tidak jelas dari tadi?!! “, umpat Kai kesal.

“ Jadi dia ingin berduaan dengan Yuri sosaengnim? “, Kata Kris yang juga ikut kesal.

“ Gwe… gwenchan sosaengnim “, Jawab Luhan.

“ Geurae, kalau begitu kita lanjutkan “, kata Yuri Luhan pun mengangguk.

Luhan terus saja tersenyum karena seharian ini dia bisa bersama Yuri.

***

Yuri mampir ke supermaket dekat rumahnya setelah pulang dari sekolah, dia membeli keperluannya pribadinya. Setelah selesai membeli semua yang dia butuhkan Yuri pun memutuskan untuk pulang, namun dalam perjalanan pulang Yuri melihat beberapa  pelajar sedang berkelahi. Sebagai seorang guru Yuri merasa memiliki tanggung jawab untuk menghentikan perkelahian itu walaupun mereka bukan siswa dari sekolah tempat dia mengajar. Ketika Yuri mendekati para siswa itu, dia sepertinya melihat salah satu siswa yang familiar dengannya yang ternyata adalah Kris sedang melawan 6 siswa lainnya.

“ Kris?!! “, panggil Yuri saat Kris mencoba memukul murid yang sudah tidak berdaya.

“ Yuri sosaengnim!!! “,  Kris kaget karena hampir melayangkan pukulannya namun tidak jadi dia pun melepaskan siswa yang hampir saja dia pukul. Keenam siswa itu pun lari setelah Kris berhenti memukul temannya.

“ Omo! Apa yang terjadi padamu? “, tanya Yuri melihat wajah Kris yang terluka di bagian pelipis matanya.

“ A…anu… itu… Aku hanya membela diri “, jawab Kris mencari alasan padahal dia yang menantang keenam murid itu untuk berkelahi.

“ Aigo! Lihat wajahmu sampai terluka seperti itu, Kau ikut ke rumahku. Aku akan mengobati lukamu “, kata Yuri mengajak Kris ke apartementnya.

“ Ke rumah sosaengnim? “, tanya Kris tidak percaya.

“ Neh, rumahku tidak jauh dari sini. Kajja! “, ajak Yuri, Kris pun dengan senang hati ikut Yuri kerumahnya.

***

Yuri menyuruh Kris menunggu di sofa sementara dia berganti pakaian. Kris melihat sekeliling apartement Yuri. Dia pun mulai tersenyum karena merasa beruntung bisa ke rumah Yuri. Yuri keluar dari kamarnya dengan menggunakan tanktop putih dan celana pendek dengan kotak P3K ditangannya. Kris yang melihatnya terpana sambil menelan ludahnya. Melihat Yuri dengan pakaian minim seperti itu membuat jantungnya berdegup kencang seperti mau keluar. Yuri mendekati Kris yang masih menatapnya membuat Kris semakin salah tingkah.

“ Seharusnya kau tidak berkelahi, lihatlah wajah tampanmu jadi terluka seperti ini “, kata Yuri yang mempersiapkan obat merah untuk dioleskan pada luka Kris. Kris hanya menjawabnya dengan senyuman, namun tatapannya masih pada tubuh Yuri yang terlihat sungguh sexy. Saat Yuri menempelkan kapas yang sudah ditetesi obat merah ke pelipis Kris yang terluka, Kris langsung meringis.

“ A…aapppo! “, ringis Kris merasakan perih di lukanya.

“ Appayo? “, tanya Yuri lalu meniupi luka Kris membuat Kris merasakan kesejukan  nafas Yuri yang menerpa wajahnya.

“ Selesai “, kata Yuri sambil menempelkan plester di luka Kris. Kris merasa kecewa karena dia tidak berdekatan lagi dengan Yuri.

“ Kau sudah makan? “, tanya Yuri yang dijawab gelengan kepala oleh Kris.

“ Kalau begitu tunggu sebentar, akan ku masakkan sesuatu. Setelah makan kau baru pulang. Arra? “, tanya Yuri.

“ Neh, sosaengnim “, jawab Kris dengan senyum. Setelah selesai makan Kris pulang dengan tersenyum bahagia. Hari ini sungguh hari keberuntungan bagi Kris.

***

Kai sedang berlatih dance di ruang klub, kebiasaan Kai memang selalu berlatih sendiri setelah pulang sekolah. Yuri yang tidak sengaja lewat merasa tertarik mendengar musik yang berbunyi di ruangan itu. Yuri pun penasaran dan masuk, dia melihat Kai sedang menari dengan power yang luar biasa membuat Yuri kagum. Dia mengingat dirinya dulu saat masuk klub dance bersama Hyoyeon teman di highscool. Setelah musik berhenti Yuri menghampiri Kai sambil bertepuk tangan membuat Kai menoleh kearah Yuri.

“ Daebak!!! Kau pandai sekali menari “, puji Yuri membuat Kai merasa tersanjung.

“ Gomapshimida sosaengnim “, jawab Kai sambil menggaruk kepalanya malu.

“ Aku jadi ingat masa sekolah dulu saat ikut klub dance “, ucap Yuri.

“ Jinjja?! Sosaengnim juga ikut klub dance? “, tanya Kai .

“ Neh “, jawab Yuri.

“ Sosaengnim, bisakah kau perlihatkan padaku sedikit tarianmu? “, pinta Kai yang ingin melihat Yuri menari.

“ Aku tidak terlalu ingat, tapi baiklah akan ku coba “, kata Yuri, Kai pun memutar lagu Sircus dari Britney. Yuri pun mulai menari sesuai bit membuat Kai termangu melihat Yuri menari sexy sekali. Saat musik berganti Yuri menghampiri Kai dengan wave yang sangat sexy seperti meminta Kai untuk menari bersamanya. Dengan senang hati Kai pun menari bersama Yuri, Kai merasa tidak percaya dia melakukan dance couple dengan Yuri. Menyentuh Yuri membuat dadanya berdegup kencang namun terasa menyenangkan. Gerakan terakhir Yuri di pangku oleh Kai. Yuri pun tersenyum setelah melakukannya.

“ Rasanya sudah empat tahun aku tidak melakukannya “, kata Yuri sambil mengelap keringat didahinya.

“ Jeongmal daebak sosaengnim!!! Aku baru pertama kali melihat yeoja menari sexy sepertimu “, puji Kai membuat Yuri tertawa.

“ Kau pintar sekali merayu, Kai “, kata Yuri sambil tertawa lagi.

“ Sosaengnim, lain kali bisakah kita menari lagi seperti tadi? “, tanya Kai penuh harap.

“ Hmmm… Mungkin “, jawab Yuri sambil tersenyum meninggalkan Kai dan keluar dari ruangan itu. Hari yang sangat beruntung untuk Kai, Kai berharap Yuri akan menari lagi bersamanya.

***

Sudah setengah semester Yuri menjadi wali kelas 3D dan selama itu juga tidak pernah ada keluhan lagi tentang kelas 3D . Kris mengancam seluruh temannya untuk tidak menyulitkan Yuri begitu juga dengan Kai dan Luhan.

“ Kwon sosaengnim, anda hebat bisa bertahan dengan kelas 3D selama satu semester “, puji Donghae saat mereka semua berkumpul diruang rapat.

“ Biasanya guru sebelumnya hanya bertahan satu minggu, itu sudah rekor paling lama “, tambah Eunhyuk membuat Yuri tersenyum.

“ Mereka semua anak yang baik dan aku senang mengajar mereka “, ucap Yuri. Dan Taeyeon pun datang ke ruang rapat membuat semua guru diam.

“ Sebentar lagi kita akan mengadakan ujian kelulusan untuk kelas 3, jadi diharapkan semua wali kelas bisa menyampaikan pada semua siswanya untuk belajar dengan lebih serius “, kata Taeyeon pada semua guru yang ada diruangan itu.

“ Terutama untuk Kelas 3D dan tiga murid dikelas itu Kris Wu. Kim Jong in dan Xi Luhan “, tambah Taeyeon sambil menatap Yuri, Yuri hanya tersenyum membalasnya.

“ Kalian mengerti! “, kata Taeyeon lagi.

“ Neh “, jawab semua guru.

“ Kwon sosaengnim, Aku harap mereka semua lulus diujian kali ini “, kata Taeyeon pada Yuri dengan nada menantang.

“ Tentu saja sosaengnim, serahkan padaku “, jawab Yuri dengan sangat yakin.

“ Baiklah, aku percayakan padamu “, kata Taeyeon dan rapat pun diakhiri.

***

Saat Yuri masuk kekelas 3D, semua siswa yang tadinya ribut menjadi tertib.

“ Anyeong anak – anak! “, sapa Yuri pada semuanya.

“ Anyeonghaseyo Kwon sosaengnim “, jawab semua siswa .

“ Aku ingin mengumumkan pada kalian semua, karena sebentar lagi akan ujian kelulusan jadi kalian harus belajar dengan giat. Arra?! “, kata Yuri bersemangat.

“ Arraseo, sosaengnim “, jawab semua murid.

“ Aku yakin kalian semua pasti akan lulus “, kata Yuri yakin dan pelajaran pun dimulai.

***

Luhan menghampiri Yuri diperpustakaan, karena dia tahu Yuri memang sering berada diperpustakaan pada  jam ini. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya Luhan berniat mengajak Yuri untuk pergi berkencan. Sebenarnya dia ragu, namun sebelum didahului oleh Kris dan Kai dia berinisiatif untuk mengajaknya duluan.

“ Sosaengnim “, kata Luhan  malu.

“ Luhan? Ada perlu apa? Apa ada yang kau tidak mengerti lagi ? “, tanya Yuri heran melihat Luhan pun menghampirinya.

“ Neh, sosaengnim. Ada yang ingin aku tanyakan “, jawab Luhan gugup. Yuri pun menatap Luhan menunggu apa yang akan dikatakan Luhan.

“ Sosaengnim, maukah kau pergi kencan bersamaku? “, pinta Luhan membuat Yuri kaget.

“ Neh?! “, kata Yuri kaget.

“ Sosaengnim, aku ingin pergi kencan bersamamu “, ucap Luhan lagi, Yuri tidak pernah berpikir akan mendapatkan pernyataan cinta dari siswanya. Yuri terlihat berpikir apa yang harus dia jawab. Namun tetap saja melihat Luhan seperti ini dia harus memberikan jawabannya sekarang juga.

“ Apakah kau mau sosaengnim? “, tanya Luhan lagi. Sepertinya Yuri tahu apa yang harus dia katakan.

“ Hmmm… jika kau lulus ujian dengan nilai diatas 90 mungkin aku akan mempertimbangkannya “, jawab Yuri hati – hati. Karena jika benar dia harus menepati janjinya.

“ Jinjjayo?Jeongmalyeo? “, tanya Luhan kaget.

“ Neh “, jawab Yuri yakin.

“ Kalau begitu sosaengnim aku pasti akan lulus dengan nilai 90 “, kata Luhan optimis, Yuri hanya tersenyum melihat semangatnya.

***

Bel pintu apartement Yuri berbunyi, Yuri yang sedang menonton tv menuju pintu apartementnya untuk melihat siapa yang datang. Saat dia melihat di layar samping pintunya, dia heran melihat Kris berdiri di depan pintu apartementnya.

“ Apa yang dilakukan anak ini jam segini? “, tanya Yuri pada dirinya sendiri. Yuri pun membukakan pintu untuk Kris.

“ Anyeong sosaengnim “, sapa Kris dengan tersenyum.

“ Anyeong, kenapa kau kesini larut malam seperti ini ? “, tanya Yuri setelah mempersilahkan Kris masuk.

“ Sosaengnim, Aku ingin… Aku ingin… “, kata Kris gugup membuat Yuri menatapnya heran.

“ Tenangkan dirimu dulu, baru kau katakan “, kata Yuri yang melihat Kris gugup.

“ Maukah kau pergi berkencan denganku? “, pinta Kris membuat Yuri kaget.

“ Neh?! “, tanya Yuri kaget.

“ Neh, sosaengnim aku ingin kau pergi kencan denganku “, pinta Kris lagi dengan jelas. Yuri nampak berpikir namun sebuah ide muncul dipikirannya.

“ Baiklah, jika dalam ujian kau lulus dengan nilai diatas 90 , aku akan mempertimbangkannya “, kata Yuri.

“ Jinjja?! “, tanya Kris tidak percaya.

“ Neh “, jawab Yuri menganggukan kepalanya.

“ Geurae, aku pasti akan lulus dengan nilai 90 “, kata Kris yakin dan bersemangat membuat Yuri tersenyum.

***

Yuri menemani Kai latihan dance, sesuai dengan janjinya dulu untuk menemani Kai dance lagi. Setelah latihan selesai Yuri duduk untuk istirahat sambil minum air mineral dari botolnya. Kemudian Kai duduk disamping Yuri.

“ Sosaengnim, mau kah kau pergi kencan denganku? “, pinta Kai tanpa gugup seperti Luhan dan Kris membuat Yuri tersedak oleh minumannya.

“ Ohok… ohhok…. Neh?! “, tanya Yuri yang tersedak dengan pengakuan Kai padanya.

“ Kau mau kan sosaengnim? “, pinta Kai penuh harap.

“ Hmm… baiklah jika kau lulus ujian dengan nilai diatas 90 aku akan mempertimbangkannya “, jawab Yuri yang sama dengan jawabannya pada Luhan dan Kris membuat Kai menatapnya heran dan tidak percaya.

“ Jinjja? “, tanya Kai tidak percaya.

“ Neh “, jawab Yuri sambil tersenyum.

“ Aku yakin pasti lulus dengan nilai 90,  kau harus bersiap untuk berkencan denganku sosaengnim “, kata Kai sambil loncat kegirangan membuat Yuri tertawa pada tingkah siswanyanya itu.

***

Ujian semakin dekat, ketiga murid Yuri menjadi rajin tiba – tiba. Dimanapun dan kapanpun mereka selalu menyertai buku sambil membacanya. Mereka semua bekerja keras untuk lulus dengan nilai  90, tentu saja alasan mereka ingin pergi berkencan dengan Yuri. Semua murid dikelas heran melihat ketiga murid ini menjadi rajin bahkan guru – guru yang lain pun dibuat kaget dengan kerajinan mereka yang tiba – tiba.

“ Yuri sosaengnim, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka? “, tanya Tiffany heran menujuk pada Kris, Kai dan Luhan.

“ Memangnya ada yang salah dengan mereka? “, tanya Yuri balik.

“ Tentu saja, dalam sejarah sejak mereka masuk kesini. Mereka sama sekali tidak pernah belajar apalagi membawa buku sambil dibaca seperti itu “, kata Tiffany.

“ Bukankah itu bagus? “, tanya Yuri.

“ Iya sih, tapi tetap saja ini aneh “, kata Tiffany yang benar – benar penasaran.

“ Mungkin mereka ingin lulus dengan nilai yang bagus “, jawab Yuri meninggalkan Tiffany yang masih larut dalam pikirannya. Yuri sering memperhatikan Luhan, Kris dan Kai sedang membaca buku, bahkan saat dikelas mereka aktif bertanya jika merasa tidak mengerti. Dalam hatinya dia merasa sangat bersyukur walaupun maksud mereka yang salah yaitu ingin kencan dengannya. Namun Yuri tidak ambil pusing, yang penting mereka semua lulus dengan nilai yang baik.

***

Ujian pun dimulai, semua murid menyiapkan kertas dan penanya. Yuri membagikan kertas ujian pada semua murid.

“ Anak – anak, Hwaiting!!! “. Kata Yuri memberi semangat. Kris, Luhan dan Kai menatap Yuri dengan senyum penuh arti. Yuri hanya terkekeh melihat ketiga muridnya itu.

“ Tunggulah Yuri sosaengnim, aku pasti mendapatkan nilai 90 “, kata Luhan dalam hati.

“ Siap – siaplah Yuri sosaengnim, kau pasti akan kencan denganku “, kata Kris dalam hati.

“ Aku tidak sabar berkencan denganmu, sosaengnim “, kata Kai. Mereka semua mulai mengerjakan soal ujian dengan lancar. Begitu seterusnya sampai soal ujian yang terakhir.

“ Kalian sudah bekerja keras anak – anak “, kata Yuri sambil membawa kertas ujian ke ruang guru.

“ Haaaaahhhh… Akhirnya berakhir juga “, kata Kris sambil menghembuskan nafasnya lega.

“ Iya, hari – hari buruk telah terlewati “, setuju Luhan dengan Kris.

“ Tidak sabar ingin melihat hasilnya “, kata Kai yang dia jawab serempak oleh Kris dan Luhan.

“ Neh “, kata Luhan dan Kris membuat mereka bertiga saling menatap curiga namun mereka enggan mengatakan yang sejujurnya.

***

“ Yuri sosaengnim, Chukae karena akhirnya mereka mendapatkan nilai yang memuaskan  “, kata Taeyeon memberi selamat pada Yuri.

“ Jinjja? “, tanya Yuri tidak percaya.

“ Neh, dan ketiga anak itu mendapatkan nilai sempurna “, kata Taeyeon sambil tersenyum.

“ Itu karena kerja keras mereka dalam belajar “, kata Yuri bersyukur.

“ Neh, aku melihat perubahan mereka dan semua itu karenamu Yuri sosaengnim “, puji Taeyeon pada Yuri.

“ Anio, mereka memang murid berbakat. Hanya saja mereka tidak memiliki dukungan sehingga mereka tidak memperlihatkannya “, kata Yuri merendah.

“ Sekali lagi selamat “, kata Taeyeon lalu meninggalkan Yuri.

“ Waaaa… Yuri sosaengnim daebak!! “, puji Donghae yang diikuti anggukan kepala oleh Eunhyuk.

“ Aku tidak menyangka mereka lulus dengan nilai terbaik, bahkan dibandingkan dengan kelas A pun tetap lebih tinggi “, kata Siwon, Yuri hanya tersenyum dengan komentar guru – guru. Dia merasa berhasil dan bahagia menjadi seorang guru. Tiba – tiba saja ponsel Yuri berbunyi tanda sms masuk. Saat Yuri membukanya dia merasa bingung karena sms itu datang dari ketiga muridnya yang menagih janji.

From : Kris

Sosaengnim, Kapan kita akan berkencan? Kau tahukan nilaiku diatas 90.

From : Luhan

Sosaengnim, Aku sudah melakukan apa yang kau suruh sekarang tinggal janjimu.

From : Kai

Aku akan menyiapkan rencana kencan kita.

Yuri bingung sekarang, bukannya dia tidak mau menepati janji. Tapi janji adalah janji yang harus ditepati. Dia pun akhirnya memiliki ide bagaimana cara untuk menepati janjinya.

From : Yuri

Arraseoyo, tapi kalian harus datang ke rumahku karena aku akan merayakan keberhasilan ini dengan memasakan sesuatu yang enak. Otte?

Balas Yuri pada mereka bertiga, dan semuanya setuju. Membuat Yuri merasa tenang dan sekarang yang dia butuhkan hanya menyiapkan masakan special untuk mereka bertiga, dia juga mengirimkan alamat dan waktunya. Walaupun Kris sudah mengetahuinya, tapi Kris tidak memperdulikannya.

***

Tibalah hari dimana mereka bertiga bersiap – siap untuk pergi kerumah Yuri. Mereka berdandan layaknya bagi seseorang yang akan pergi untuk kencan pertamanya. Tidak lupa juga mereka membeli setangkai mawar merah untuk Yuri. Kris datang pertama karena dia memang sudah tahu tempatnya. Bel apartement Yuri pun berbunyi, Yuri membukakan pintunya dan dilihatlah Kris yang berpenampilan layaknya seorang Idol. Kris melihat Yuri dengan dress crem dan rambut terurai menambah kecantikannya dengan make up yang tipis. Kris merasa beruntung bisa kencan dengan gurunya itu.

“ Ini untukmu sosaengnim “, kata Kris memberikan setangkai mawar  merah pada Yuri.

“ Gomawo “, kata Yuri mengambil mawar merah itu dari Kris. Kris pun masuk dan kaget melihat hidangan yang dibuat Yuri.

“ Sosaengnim apakah ini tidak terlalu banyak? “, tanya Kris melihat banyak makanan tersedia.

“ Anio “, jawab Yuri, lalu bel berbunyi lagi.

“ Jakkaman “, kata Yuri meninggalkan Kris di ruang tamunya. Datanglah Luhan dengan bunga mawar ditangannya dan memberikannya pada Yuri.

“ Gomawo “, kata Yuri mempersilahkan Luhan masuk. Kris dan Luhan kaget melihat satu sama lain.

“ Kau sedang apa disini? “, tanya Kris.

“ Kau sendiri sedang apa? “, tanya Luhan pada Kris.

“ Sudah kalian duduk dulu “, kata Yuri dan bel berbunyi lagi datanglah Kai dengan setangkai mawar merah untuk Yuri.

“ Bunga yang cantik untuk orang yang cantik “, kata Kai sambil memberikan bunga mawar itu pada Yuri, membuat Yuri tertawa dengan rayuannya.

“ Gomawo “, jawab Yuri dan mempersilahkan Kai masuk. Mereka bertiga pun kaget melihat satu sama lainnya yang berkumpul disatu tempat.

“ Kenapa mereka ada disini? “, tanya Kai melihat Luhan dan Kris. Mereka semua menatap Yuri seakan bertanya ada apa sebenarnya.

“ Arraseo, aku akan menjelaskannya “, kata Yuri merasa tidak nyaman ditatap tiga namja didepannya.

“ Karena aku sudah berjanji dengan kalian jika kalian lulus dengan nilai diatas 90 aku akan mempertimbangkannya. Nah, kalian semua lulus dengan nilai tinggi makanya sekalian saja kita kencan bertiga “, kata Yuri dengan senyuman terpancar di wajahnya.

“ Kupikir kita akan berkencan berdua? “, kata Luhan yang diikuti anggukan oleh Kris dan Kai.

“ Jadi ternyata sosaengnim janji dengan kami semua? “, tanya Kai dengan nada kecewa.

“ Sudahlah, lebih baik kita makan sekarang. Aku memasakkan banyak makanan untuk kalian “, kata Yuri walau pun kecewa mereka pun makan masakan Yuri.

“ Sosaengnim daebak!!! Ini sungguh enak! “, puji Kai setelah mencoba masakan Yuri lupa dengan kekecewaannya.

“ Jeongmal masista! “, kata Luhan sambil tersenyum senang.

“ Ini sungguh tidak ada duanya “, kata Kris. Yuri pun tersenyum melihat ketiga muridnya makan dengan lahap. Tiba – tiba bel berbunyi lagi membuat mereka menatap Yuri.

“ Lho siapa lagi yang datang? “, tanya Yuri heran. Yuri pun pergi membukakan pintu dan dia sangat kaget melihat siapa yang datang.

“ Oppa?! “, tanya Yuri tidak percaya.

“ Anyeong, dear. Bogoshipoh “, kata Namja itu yang langsung dipeluk oleh Yuri.

“ Nadoo. Kapan kau kembali Oppa? “, tanya Yuri yang mempererat pelukannya.

“ Baru saja, dari bandara aku langsung kesini karena aku sangat merindukanmu chagi “, kata namja itu sambil melepaskan pelukannya.

“ Bagaimana kabarmu? “, tanya Namja itu.

“ Aku baik – baik saja Oppa, dan aku senang menjadi seorang guru “, jawab Yuri dengan bahagia. Yuri pun masuk dengan menggandeng tangan namja itu. Kris, Kai dan Luhan kaget melihat Yuri menggandeng seorang namja masuk. Mereka terlihat penasaran siapa namja itu sebenarnya.

“ Oppa, kenalkan ini murid – muridku. Kris, Kai dan Luhan “, kata Yuri memperkenalkan mereka.

“ Anyeonghaesyo, bangapseumida “, kata Kris, Kai dan Luhan bersamaan.

“ Dan kalian semua, kenalkan ini Cho Kyuhyun. Tunanganku “, kata Yuri memperkenalkan namja itu adalah Cho Kyuhyun tunangannya.

“ Anyeonghaseyo, bangapseumida “, kata Kyuhyun sambil tersenyum.

“ Tunangan?!!!!!! “, kata mereka bertiga kaget.

~*** The End ***~

FF ancur bgt ni hahaha😄 biarlah iseng – iseng hehehehe😛 Jangan lupa RCL ya Readers, walaupun Ff ini gak mutu tetep harus di Comment.

Don’t Siders!!!

Don’t Plagiat!!!

Jangan Lupa dukungan buat Author di Kyuri Competition ya ^^ dengan Vote di Vote Ff terfavorit  author Lee Midaah

Gomapsimida #boooooow

Sosaengnim

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

110 thoughts on “Sexy Teacher

  1. wakaka🙂 ….
    ngakak segaban,, bener” kocak.. hemeh si kai-sep, lulu, keris… kena dech.. untung yul udh pnya kyu… he he
    keren eon ep ep nya

  2. Lucu kok,ngeayngin wajah imut mreka bertga pas liat yuri dah punya tunangan, senaday aq bsa jdi guru kyk yuri, trus ngajar murid2 cpek kyk exo, akkkkkk ga pngen pensiun dah,

  3. Daebak thor!! aku dri tdi senyum nahan ktawa gara* baca ff ini, apalagi yg endingnya, ngakak abis sumpah!!
    Fighting thor!! Ditunggu ff lainnya

  4. baca malam2 mau ngakak gak bisa ntar ketauan sma ortu bloom tidur. haruanya endingnya mereka ngerjain Yuri sampai Yuri kluar jd guru di 3D

  5. keren bgt, thor cetitanya. seru dan mengundang gelak tawa😀

    shock bgt tuh mreka, tahu klo Yuri eonni pnya tunangan, hahaha

    keren deh pokoknya

  6. Wkwkwkwkwk,,,, ceritanya bgus Thorr,,, wkwkwkwkwk,,, kyknya Luhan, Kris, sma Kai to the JLEB bgt kyknya :3
    Untung Yul udh sma Kyuppa, jdi gk jdi pacar ketiga-tiganya :3,
    ff mu yg lain d tunggu Thor,,, Keep Writing nee,,, ^_^

  7. Ada eunhae. Hehehe walau cuma nyempil.

    Ngakak bgt ngeliat tokoh Kris, Luhan sama Kai di ff ini. Daebak deh eon ^^
    Awalnya ngira Yuleon bakal pacaran sma Kris. Ternyataaaa…
    .
    .
    .
    KYURI forever deh. Hehehe
    Kyuri Jjang!!!

  8. suka paz bagian akhirnya, kyuppa dateng n ternyata tunangan yuri mereka langsung kaget, mereka udh keduluan ama kyuhyun… kyuri forever dahh seneng bgt yuri ternyata udh pcar n itu kyuppa coba ada sequelnya #kode .. ehehehe

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s