Posted in Fanfiction, Mystery, Psycology

Obssesion

OBSESSION

Author            :

 Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

Kwon Yuri

Lee Donghae

Yoon Doojoon

Park Luna

Lee Chunji

Rated :

 + 17

Lenght:

 Oneshoot

Genre  :

Psychology, Love, Crime, Mystery

Disclaimer : Cerita Pure milik sendiri, Castnya pinjam sebentar. Cerita yang muncul dengan tiba – tiba diotak author. Sudah lama sih namun baru author bereskan ^_^

Leave a Comment After Read!!!

Happy Reading All!!!!

 

Seorang yeoja bertubuh tinggi dan berambut panjang kecoklatan sedang menyaksikan acara televisi untuk mengawali harinya sebelum kesibukannya di mulai. Saat sedang mencari – cari chanel dia terpaku pada sebuah chanel yang sedang menyiarkan sebuah berita pembunuhan pada seorang namja yang merupakan seorang idol. Dia terus menyaksikan siaran itu sampai dia merasa tidak percaya apa yang sedang di saksikannya. Seorang namja idol ditemukan tewas di apartementnya, dan yang membuatnya kaget namja itu adalah namja yang di kenalnya bahkan namja yang dekat dengannya.

“ Park Taejun di temukan tewas di apartementnya sekitar pukul 4 dini hari. Kematiannya  nya diakibatkan oleh tusukan benda tajam yang merobek perutnya. Kemungkinan dia di bunuh dan kehabisan darah. Polisi sedang menyelidiki kasus ini lebih lanjut “, kata reporter dalam siaran itu. Yeoja itu benar – benar tidak menyangka kalau namja itu meninggal padahal kemarin dia dan namja itu masih saling berhubungan. Kakinya lemas dan dia tidak dapat menahan tubuhnya yang langsung ambruk jatuh terduduk di lantai sambil menangis.

“ Mengapa semua ini terjadi padamu Oppa! Padahal kita masih saling menelepon satu sama lain kemarin “, kata yeoja itu terisak – isak.

“ Mengapa kau meninggalkanku Oppa! “, kata yeoja itu yang terus saja menangis. Datanglah seorang namja dan menghampiri yeoja itu.

“ Ada apa Yuri-a, kenapa kau menangis? “, tanya namja itu khawatir sambil mendekati yeoja yang di panggil Yuri itu.

“ Oppa… Taejun Oppa, dia… dia telah pergi meninggalkanku Oppa “, kata Yuri yang terus menangis.

“ Mwo?!! Apa maksudmu Yuri-a? Dia meninggalkanmu? “, tanya namja itu tidak percaya.

“ Dia di bunuh oleh seseorang Oppa… “, kata Yuri yang masih terisak. Lalu namja itu memeluknya dan mencoba menenangkannya.

“ Sudahlah Yuri-a ini memang sudah Takdir, Uljima “, kata namja itu sambil mengusap – usap punggung Yuri.

“ Tapi Donghae Oppa, ini sudah ketiga kalinya namjacinguku meninggal “, kata Yuri pada Donghae yang masih memeluknya.

“ Mungkin semua itu hanya kebetulan saja, atau mungkin ada fansmu yang tidak rela kau pacaran dengan namja lain makanya dia nekat “, kata Donghae yang langsung membuat Yuri menatapnya.

“ Fans? Tapi bagaimana dia tahu aku dan Taejun Oppa pacaran, bukankah kami sudah merahasiakannya? “, tanya Yuri heran sambil menatap Donghae.

“ Mungkin saja dia selalu mengikutimu makanya dia tahu kau pacaran dengan Taejun, bukankah sekarang itu banyak fans yang menjadi stalker pada idolanya “, kata Donghae sambil memegang bahu Yuri.

“ Jika memang seperti itu, aku takut Oppa, aku takut sekali! “, kata Yuri dengan wajah takut.

“ Tenanglah Yuri-a, Oppa akan selalu bersamamu. Kau tidah usah khawatir… “, kata Donghae sambil memeluk Yuri.

“ Yakseok Oppa? “, tanya Yuri.

“ Neh Yakseok! “, Kata Donghae sambil menganggukkan kepalanya.

***

Tak lama terdengar suara bel apartement Yuri. Donghae melepaskan pelukannya pada Yuri lalu berdiri untuk membukakan pintunya. Saat Donghae membuka pintunya datang lah 2 orang namja dan 1 orang yeoja.

“ Kami dari pihak kepolisian datang untuk bertemu dengan Nona Kwon. Bisakah kami bertemu dengannya? “, tanya seorang namja yang paling depan.

“ Maaf, sepertinya dia masih Syok dengan kabar tentang kematian Park Taejun. Mungkin ada bisa datang lagi nanti setelah dia tenang “, kata Donghae yang sepertinya masih khawatir dengan keadaan Yuri.

“ Nugu Oppa? “, kata Yuri yang menyusul Donghae untuk melihat siapa yang datang.

“ Anyeonghasseo Nona Kwon, Kami dari pihak kepolisian ingin bertanya tentang kasus yang menimpa Park Taejun untuk membantu penyelidikan. Apakah anda punya waktu sebentar? “, tanya salah satu polisi itu.

“ Wah… ini benar Kwon Yuri. Idol masa kini, kau benar – benar seperti Bidadari seperti yang dikatakan orang “, kata salah satu polisi namja yang tadi hanya diam di belakang.

“ Ya~ kita kesini bukan jumpa fans, tapi penyelidikkan “, kata polisi Yeoja sambil memukul kepala polisi namja itu. Membuat Yuri tersenyum melihat tingkahnya.

“ Yuri-a jika kau tidak siap untuk ditanyai oleh mereka, kita bisa melakukannya nanti “, kata Donghae yang khawatir dengan keadaan Yuri.

“ Anio Oppa. Gwenchana… aku juga ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya pada Taejun Oppa “, kata Yuri pada Donghae.

“ Baiklah kalau begitu, silahkan masuk “, kata Donghae sambil mempersilahkan ketiga polisi itu masuk.

“ Kenalkan saya Yoon Doojoon, dan ini rekan – rekan saya Park Luna dan… “ kata salah satu namja yang sepertinya merupakan ketua team polisi tersebut dan di potong oleh namja satu lagi.

“ Aku Lee Chunji dan aku salah satu penggemarmu Yuri-ssi “, kata namja Satu lagi bernama Chunji yang membuat Yuri tersenyum padanya.

“ Aku Lee Donghae manager Yuri “, kata Donghae menjabat tangan Doojoon.

“ Bisakah kita mulai? “, tanya Doojoon pada Yuri.

“ Yuri-ssi aku hanya ingin bertanya, apakah kemarin anda bertemu dengan Park Taejun? kami mendengar bahwa anda dekat dekan Park Taejun makanya kami kesini untuk bertanya lebih lanjut ? “, tanya Doojoon pada Yuri.

“ Aku memang belum bertemu dengannya karena aku baru pulang dari Jepang, karena kami hanya berhubungan lewat telepon kemarin “, jawab Yuri.

“ Neh, Yuri memang baru menyelesaikan Shownya di Jepang “, kata Donghae mengiyakan.

“ Kalau kami boleh tahu apa hubungan anda dengan Park Taejun? “, Tanya Doojoon Lagi.

“ Mianhae pak polisi, tidakkah itu privasi? “, kata Donghae yang sepertinya keberatan dengan pertanyaan Doojoon.

“ Gwenchana Oppa. Dia adalah namjacinguku “, Aku Yuri.

“ Jadi kau benar pacaran dengannya Yuri-ssi?! “, kata Chunji kaget yang lansung kena jitakan dari Luna.

“ Ya~ kau diam saja, biarkan Doojoon-ssi yang bertanya “, kata Luna pada Chunji yang sedang meringis kesakitan.

“ Neh, . Kami sudah pacaran selama 3 bulan, tapi tiba – tiba saja ku melihat ditelevisi bahwa dia sudah tewas “, kata Yuri yang mulai menangis lagi. Donghae yang duduk di sampingnya langsung memeluk Yuri.

“ Coba aku yang duduk di dekat Yuri, pasti aku yang memeluknya “, Gumam Chunji yang iri dengan Donghae dan didengar oleh Luna membuat Luna menatapnya tajam.

“ Mianhae, tapi apakah anda kenal dengan musuhnya atau orang yang membencinya? “, tanya Doojoon lagi.

“ Anio, selama ini yang aku tahu dia tidak punya musuh atau orang yang membencinya karena dia selalu menjaga perasaan orang lain “, kata Yuri yang masih di peluk Donghae.

“ Mungkinkah ada seseorang yang kau curigai? “, tanya Doojoon lagi.

“ Mollaseoyo… tapi mungkin kah ini ulah seorang Fans? “ kata Yuri yang langsung teringat kata Donghae tadi.

“ Fans ?! ”, tanya mereka bertiga.

“ Maksudmu Fans fanaticmu? “, tanya Luna.

“ Neh, Donghae Oppa bilang mungkin ini ulah fans yang tidak menyukai aku pacaran dengan namja lain. Iya kan Oppa? “, kata Yuri sambil memandang pada Donghae. Dan ketiga Polisi itu juga memandangnya.

“ Itu hanya perkiraanku saja, karena bukankah sekarang banyak sekali fans – fans yang nekat kan? “, kata Donghae menjawab tatapan mereka.

“ Mungkin saja benar apa yang di katakan Donghae-ssi, tapi kita butuh informasi lebih banyak “, kata Doojoon sambil berpikir.

“ Tolong tangkap penjahat itu, karena aku takut akan ada korban lagi seperti sebelumnya… “, kata Yuri yang langsung melepaskan pelukan Donghae. Membuat ketiga polisi itu kaget mendengarnya.

“ Maksudmu Yuri-ssi? “, tanya Luna penasaran.

“ Sebelum Taejun Oppa, 2 orang mantan namjacinguku juga meninggal . Jadi kumohon tangkap pelaku itu secepatnya “, kata Yuri berharap.

“ Jadi ini bukan pertama kali? “, tanya Doojoon sambil berpikir.

“ Neh, Nickhun Oppa dan Yunho Oppa juga sebelumnya mengalami hal sama. Tapi kematian mereka yang berbeda “, kata Yuri sambil menangis mengingatnya.

“ Jadi Yuri-ssi pacaran dengan Nickhun dan Yunho juga ?”, tanya Chunji takjub namun tak dihiraukan.

“ Jadi mereka juga masih dalam kasus yang sama? Kenapa kepolisian menutupinya? “, tanya Luna yang juga berpikir.

“ Saat itu Yuri sedang dalam sorotan media jadi pihak agency tidak memperbolehkan Yuri untuk memberikan informasi lebih banyak, selain untuk karirnya untuk mentalnya juga “, kata Donghae sambil mencoba menenangkan Yuri.

“ Baiklah kalau begitu, jika ada perkembangan atau apapun yang mencurigakan tolong hubungi kami secepatnya “, kata Doojoon sambil memberikan kartu namanya.

“ Neh, kami pasti menghubungi kalian jika kami tahu sesuatu “, kata Donghae sambil mengambil kartu namanya.

“ Terima kasih atas kerja samanya, kami pasti akan menemukan pelakunya “, kata Doojoon menjabat tangan Yuri dan Donghae begitu juga Luna dan Chunji.

“ Yuri-ssi bisakah aku meminta tanda tanganmu? “, pinta Chunji.

“ Neh, tentu saja “, kata Yuri sambil menandatangi Kaos Chunji. Mereka Bertiga pun pamit dan meninggalkan apartement Yuri.

“ Sepertinya pelakunya orang yang sama ,iya kan kijangnim? “, tanya Luna pada Doojoon.

“ Neh, ternyata kasus yang terjadi pada Nickhun dan Yunho juga berkaitan dengan ini “, kata Doojoon.

“ Menurutku pasti ulah fans, karena melihat Yuri dengan namja lain juga membuatku cemburu “, kata Chunji yang langsung mendapat jitakkan dari Luna.

“ Tidak ada yang bertanya pendapatmu “, Kata Luna sambil berjalan meninggalkan Chunji di belakang.

 

***

Seminggu berlalu setelah kejadian itu, namun Yuri belum mendapat kabar dari kepolisian tentang tertangkapnya pelaku kejahatan itu. Yuri merasa takut jika ada namja yang mencoba mendekatinya, dia selalu menjaga jarak agar tidak merasa jatuh cinta lagi. Kini dia duduk menatap jendela dengan pandangan kosong. Dia selalu bertanya kenapa hal ini terjadi? Tiga namja yang dia cintai sudah tiada. Apakah selamanya akan seperti ini? Donghae pun masuk kedalam kamar Yuri dan melihatnya sedang melamun.

“ Yuri-a tidakkah disini dingin? Kau bisa sakit Yuri-a “, kata Donghae sambil menyelimuti tubuh Yuri dengan selimut.

“ Kenapa Semua ini terjadi padaku Oppa? Apakah karena aku pembawa sial sehingga semua namjacinguku meninggalkanku? “ kata Yuri yang masih dengan tatapan kosong tanpa menoleh pada Donghae.

“ Yuri-a tidak ada orang pembawa sial di dunia ini, semuanya terlahir murni. Begitu juga denganmu “, kata Donghae yang mulai memeluk Yuri dari belakang.

“ Tapi kenapa mereka pergi setelah mereka jadi namjachinguku? “, tanya Yuri yang masih dalam posisi yang sama. Donghae membalikan badan Yuri agar menghadap ke arahnya.

“ Yuri-a dengarkan aku, mereka meninggal bukan karena salahmu itu salah mereka sendiri “, kata Donghae menatap mata Yuri. Lalu Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Yuri, kini bibir mereka hanya berjarak beberapa centi. Yuri tidak bergerak karena bingung dengan apa yang akan di lakukan Donghae. Donghae mulai mendaratkan bibirnya di bibir Yuri, menciumnya dengan lembut. Awalnya Yuri kaget namun tidak tahu kenapa dia membalasnya sambil menutup matanya. Donghae yang merasa Yuri membalasnya kini mulai menciumnya lebih ganas, Yuri yang terus terbawa oleh permainan Donghae hanya bisa menerima apa yang di lakukan Donghae padanya. Lalu Donghae membawa Yuri kedalam kamarnya tanpa melepaskan ciumannya, Donghae membaringkan Yuri di tempat tidur. Semakin lama ciuman Donghae turun ke leher jenjang Yuri meninggalkan bekas – bekas merah disana namun tidak terlalu jelas karena Donghae tahu Yuri seorang idol . Saat Donghae akan membuka Kemeja Yuri, Yuri tersadar apa yang akan di lakukan Donghae.

“ Oppa!!! “, kata Yuri kaget lalu menghetikan tangan Donghae.

“ Waeyo Yuri-a? “ , tanya Donghae sambil menatap Yuri.

“ Anio Oppa, kita tidak seharusnya melakukan ini Oppa “, kata Yuri yang berusaha bangun.

“ Mengapa tidak  bisa? Yuri-a, Apakah kau tahu selama ini Oppa menyukaimu bukan sebagai Dongsaeng tapi sebagai seorang Yeoja “, aku Donghae pada Yuri.

“ Mwo? Oppa menyukaiku? Bagaimana bisa? “, tanya Yuri kaget.

“ Neh, sudah lama Oppa menyukaimu tapi Oppa tidak bilang padamu karena kau sibuk dengan namja lain “, kata Donghae sambil menunduk.

“ Tapi kenapa Oppa tidak jujur padaku? “, tanya Yuri.

“ Karena Oppa takut kau akan membenci Oppa, dan kau memilih orang lain sebagai managermu “, kata Donghae masih menunduk.

“ Oppa aku tidak akan membenci Oppa, Oppa adalah manager terbaik untukku “, kata Yuri sambil tersenyum dan memegang pundak Donghae. Donghae pun mengangkat kepalanya dan menatap Yuri dalam – dalam.

“ Jinjja Yuri-a? “, tanya Donghae tidak percaya. Yuri hanya mengangguk sambil tersenyum.

“ Jadi kau mau jadi Yeojacingu Oppa? “, Kata Donghae lagi. Senyuman di wajah Yuri hilang seketika.

“ Mianhae Oppa, aku tidak bisa “, kata Yuri sedih.

“ Waeyo? “, tanya Donghae heran.

“ Aku tidak mau kehilangan Oppa, aku takut jika Oppa jadi namjacinguku Oppa akan bernasib sama dengan Nickhun Oppa, Yunho Oppa dan Taejun Oppa. Aku tidak mau itu terjadi “, kata Yuri mulai menangis.

“ Jadi kau takut Oppa meninggalkanmu? Jika itu yang kau takutkan kau tenang saja, Oppa janji Oppa tidak akan meninggalkanmu “, kata Donghae sambil memeluk Yuri.

“ Aku takut Oppa! Takut pembunuh itu datang “, kata Yuri sambil terisak

“ Tenanglah Yuri-a, Oppa tidak akan apa – apa. Oppa janji! “, kata Donghae sambil memeluk Yuri lebih erat.

 

***

Sementara itu Doojoon, Luna dan Chunji masih menyelidiki tentang pelakunya. Mereka juga mencari data tentang apa yang terjadi pada Nickhun dan Yunho sebelumnya.

“ Kijangnim, Lihat ini! “, kata Luna sambil memperlihatkan sebuah berkas pada Doojoon.

“ Nickhun meninggal karena kecelakaan mobil, namun disini di tuliskan dia mengendarai mobilnya pada keadaan mabuk. Padahal bukankah kita sudah mengecek mobil yang di pakainya bahwa rem mobil itu rusak “, kata Luna.

“ Dan ini juga Yunho meninggal karena bunuh diri terjun dari apartementnya, tapi tidak ada catatan kenapa dia bunuh diri? Tidakkah itu sedikit janggal? “, kata Chunji sambil terus mengamati berkas kematian Yunho.

“ Kita harus mengecek sekali lagi ke apartement Park Taejun, siapa tahu di sana ada petunjuk “, kata Doojoon sambil beranjak pergi diikuti oleh Luna dan Chunji. Mereka bertiga pun sampai di apartement Park Taejun. Mereka mulai mencari sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk. Setelah berkeliling mencari petunjuk ketiga polisi itutidak menemukan apapun yang mereka cari.

“ Kita sudah hampir sejam disini, tapi belum juga mendapatkan sesuatu “, keluh Chunji.

“ Neh, sepertinya dia sudah merencanakannya dengan matang sehingga dia tidak meninggalkan jejak apapun “, kata Doojoon sambil terus berkeliling ruangan.

“ Kijangnim, kesinilah! “, teriak Luna dari kamar Taejun.

“ Ada apa? “, tanya Doojoon yang menghampiri Luna diikuti Chunji.

“ Igeo! “, kata Luna menyerahkan sebuah benda.

“ Ini sebuah lencana?! “, kata Chunji yang juga melihatnya.

“ Sepertinya terjatuh saat pelaku mencoba membunuh korban “, kata Doojoon.

“ Sepertinya orang ini berada di satu agency dengan Yuri “, kata Luna menyimpulkan.

“ Pikiranku juga mengatakan seperti itu, kita kesana sekarang dan mencari bukti lagi “, Kata Doojoon. Dan mereka pun pergi dari apartement Park Taejun.

 

***

Hubungan Yuri dan Donghae pun menjadi lebih dekat setelah pernyataan cinta Donghae malam itu. Yuri bahkan tidak mengira selama ini Donghae hanya memendam perasaannya tanpa memberitahu Yuri. Saat Yuri pulang dari syuting CF, Yuri pulang sendiri karena Donghae memiliki urusan untuk jadwal comeback Yuri. Seperti biasa Yuri langsung ke kamarnya karena dia sungguh lelah hari ini, sebelum Syuting CF dia harus rekaman dulu untuk album terbarunya jadi yang Yuri butuhkan sekarang adalah tidur. Yuri memejamkan matanya dan pergi ke alam bawah sadarnya.

 

***

Di SM Entertaiment Doojoon, Luna dan Chunji mencari informasi dan menanyakan tentang lencana yang mereka temukan.

“ Bisakah kami minta waktu sebentar? “, kata Luna pada seorang karyawan yang sedang berjalan di gedung Agency tempat Yuri bernaung.

“ Kami dari pihak kepolisian yang sedang menangani kasus yang terjadi pada Park Taejun. Dan kami menemukan sebuah lencana yang berlambang Agency ini. Ini buktinya! “, kata Doojoon sambil memperlihatkan lencananya. Karyawan itu memperhatikan lencana itu.

“ Lencana ini memang berasal dari sini, tapi setahuku hanya beberapa orang yang memilikinya. Anda bisa bertanya pada Park sajangnim “, kata karyawan itu.

“ Bisakah kami menemuinya? “, tanya Doojoon.

“ Neh, beliau sedang berada di ruangannya “, kata karyawan itu sambil membawa Doojoon bertemu Park Jongsoo yang merupakan  CEO SM Entertaiment.

 

***

Donghae lupa memberitahukan management tentang kelanjutan comeback Yuri. Kemudian Donghae pun menghubungi Jinki untuk memberitahukannya pada pihak SM.

“ Yeoboseyo, Jinki-a ini aku Donghae “, kata Donghae setelah dia mendengar Jinki mengucapkan halo.

“ Oh hyung, waeyo? “, tanya Jinki.

“ Tolong kau bilang pada Jongsoo hyung kalau comecack Yuri sudah di persiapkan, aku harus mengecek keadaan Yuri dulu sebelum kesana “, pesan Donghae.

“ Oh neh hyung akan aku  beritahu kan pada Jongsoo Hyung. Sekarang dia sedang ada pertemuan dengan para polisi “, kata Jinki yang membuat Donghae kaget.

“ Mwo??? Polisi? Untuk apa mereka kesana? “, tanya Donghae dengan nada yang benar – benar kaget.

“ Mereka bilang ini kasus yang berhubungan dengan Park Taejun “, jawab Jinki.

“ Memangnya apa yang mereka ingin tahu? “, tanya Donghae semakin penasaran kenapa polisi – polisi itu pergi ke SM.

“ Yang aku dengar mereka menemukan sebuah lencana berlambang SM, mereka sedang menyelidikinya sekarang “, jawab Jinki yang membuat Donghae tambah kaget. Donghae pun bergegas pergi ke apartement menemui Yuri. Saat Dongahe masuk ke apartementnya dia  melihat Yuri sedang menonton televisi.

“ Yuri-a, kita harus pergi dari sini sekarang! “, kata Donghae yang langsung berkemas.

“ Waeyo Oppa? “, tanya Yuri heran.

“ Sepertinya Pembunuh itu ingin menemuimu “, bohong Donghae.

“ Jinjja Oppa?!! “, kata Yuri kaget dan terpancar ketakutan di wajahnya.

“ Makanya sekarang aku akan membawamu pergi jauh dari sini untuk sementara waktu “, kata Donghae yang masih berkemas.

“ Tapi bagaimana dengan Comebackku Oppa? “, tanya Yuri.

“ Kita pikirkan nanti saja, yang terpenting sekarang adalah keselamatanmu “, Donghae pun membawa Yuri keluar dari apartement itu dan pergi dengan mobilnya. Setelah 20 menit kepergian Donghae dan Yuri ketiga polisi itu datang ke apartement Yuri namun mendapatinya sudah kosong.

“ Disini tidak ada orang, kijangnim “, kata Luna yang tidak melihat seorangpun.

“ Sepertinya mereka sudah melarikan diri, jadi Yuri sudah dibawa lari “, Kata Chunji. Doojoon melihat lemari yang terbuka dan disana ada sebuah kotak yang menarik perhatiannya. Doojoon pun menghampirinya dan mengambil kotak itu. Saat mereka semua membukanya, mereka kaget karena disana terdapat foto Nickhun, Yunho dan Taejun yang sobek dan penuh darah dan disana juga ada sebuah pisau yang masih berlumuran darah.

“ Ini?!! “, kata Luna yang masih mencerna apa yang terjadi.

“ Ini bukti semua pembunuhannya “, kata Doojoon sambil memakai sarung tangannya dan mengamati satu persatu barang yang ada disana.

“ Jadi sekarang Yuri dalam bahaya Kijangnim? “, kata Chunji panik.

“ Kita harus segera mengejarnya sekarang! “, perintah Doojoon dan mereka semua bergegas menuju mobil dan mengejar Yuri dan Donghae.

 

***

“ Oppa, apa kita akan baik – baik saja? “, tanya Yuri.

“ Tentu saja Yuri-a, selama ada aku kau pasti aman “, kata Donghae berusaha menenangkan Yuri.

“ Bagaimana kalau mereka menemukan kita? “, tanya Yuri lagi, Donghae pun memegang tangan Yuri kemudian menciumnya.

“ Mereka tidak akan bisa menemukan kita. Arra? “, kata Donghae, Yuri pun mengangguk dan bersandar pada bahu Donghae. Sementara itu Doojoon dan timnya masih mengejar Donghae dan Yuri, mereka melaporkan kesemua kesatuan polisi untuk tidak membiarkan Donghae dan Yuri ke luar kota  atau ke luar negri.

“ Oppa, disana ada Polisi “, kata Yuri menunjuk beberapa polisi yang melakukan razia.

“ Kita seharusnya berbalik arah Yuri-a “, kata Donghae mencoba membelokan mobilnya. Sebenarnya Yuri bingung dengan sikap Donghae namun dia percaya bahwa Donghae sedang melindunginya.

“ Lihat, mobil itu berbalik arah ! “, kata Seorang polisi melihat mobil Donghae.

“ Kejar mereka! “, kata Polisi yang lain.

“ Ya! Mobil didepan, berhentilah sekarang juga! “, perintah polisi pada Donghae namun Donghae mengacuhkannya. Doojoon dan timnya mendapat laporan kalau ada sebuah mobil yang mencurigakan. Dengan kecepatan tinggi mereka semua menuju arah yang dilaporkan. Donghae melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menghindari kejaran polisi. Saat melaju tiba – tiba mobil Doojoon sudah ada didepannya menghalangi mobilnya.

“ Oppa Awas!!! “, teriak Yuri, Donghae yang kaget membanting setirnya sehingga menabrak pohon. Dengan sigap Doojoon, Chunji dan Luna menghampirinya. Yuri tidak sadarkan diri. Donghae langsung di tangkap oleh Doojoon dan Chunji sementara Luna mengecek keadaan Yuri.

“ Yuri-a!!! Yuri-a!!! “, teriak Donghae melihat Yuri pingsan.

“ Ya! Donghae-ssi menyerahlah, kau ditangkap karena tuduhan pembunuhan dan penculikan Kwon Yuri “, kata Doojoon. Donghae pun di bawa ke penjara sedangkan Yuri di bawa kerumah sakit.

 

***

“ Donghae-ssi, sekarang bicaralah. Ceritakan mengapa kau membunuh mereka? “, tanya Doojoon di ruang interogasi.

“ Bagaimana keadaan Yuri? “, tanya Donghae tanpa menjawab pertanyaan Doojoon. Karena pikirannya dipenuhi oleh Yuri

“ Kau jawab dulu pertanyaanku “, kata Doojoon.

“ Aku bertanya bagaimana keadaan Yuri? “, kata Donghae bersikeras dengan nada tinggi.

“ Dia baik – baik saja, hanya Syok. Sekarang jawab pertanyaanku “, jawab Doojoon.

“ Mereka pantas mati “, jawab Donghae singkat. Setelah kata – kata itu keluar dari mulut Donghae, dia diam tidak menjawab apa – apa lagi.

 

***

Yuri mulai sadar dan dia mendapati dirinya berada di rumah sakit.

“ Hmmm… Apa yang terjadi? “, tanyanya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.

“ Yuri-ssi kau sudah sadar? “, tanya Luna yang menungguinya dari semalam.

“ Neh, kepalaku pusing “, jawab Yuri yang masih memijit – mijit keningnya.

“ Donghae Oppa, bagaimana dengannya? “, tanya Yuri yang langsung teringat Donghae.

“ Dia… dia ada di penjara “, jawab Luna sedikt ragu.

“ Mwo? Waeyo? “, tanya Yuri penasaran.

“ Dari bukti yang kita dapatkan, Dia adalah tersangka pembunuhan ketiga mantan kekasihmu Yuri-ssi “, jawab Luna dengan hati – hati.

“ Mwo?!! Donghae Oppa, membunuh?!! Tidak mungkin “, kata Yuri kaget dan tidak percaya.

“ Tapi semua bukti mengarah padanya “, kata Luna. Yuri mulai meneteskan air matanya.

“ Donghae Oppa, kenapa kau melakukan ini?!!! Hiks… hiks… hiks… “, kata Yuri mulai menangis, rasa kecewa, sedih dan tidak percaya.

 

***

Sehari setelah Yuri keluar dari rumah sakit, dia kembali ke apartementnya di antar oleh Park Joongsoo CEO SM.

“ Yuri-a, ini pasti berat untukmu. Aku juga tidak tahu jika Donghae akan berbuat senekat ini “, kata Joongsoo menyesal.

“ Gwenchana, Oppa. Kau tidak usah khawatir “, kata Yuri mencoba tersenyum pada Joongsoo.

“ Geurae, aku akan mencari manager yang baru untukmu. Jika kau butuh sesuatu bilang saja padaku. Sekarang istirahatlah “, kata Joongsoo sambil memegang pundak Yuri.

“ Gomawo, Oppa “ jawab Yuri. Kemudian Park Joongsoo pergi dari apartement Yuri. Yuri melihat – lihat kembali isi apartementnya yang sedikit berantakan. Dia mencoba merapikan semua barang – barangnya. Saat Yuri akan menyimpan barang – barang yang ada digudang dia melihat sebuah kardus tertutup rapat. Dia merasa asing dengan kardus itu, dengan rasa penasaran dia pun membuka dan dia mendapati sebuah gaun yang dilumuri oleh darah. Dan dia ingat apa yang terjadi dengan gaun itu.

“ Oppa, kenapa kau melakukan ini? “, gumam Yuri memeluk gaun itu dan mulai meneteskan air matanya.

Flash back :

Yuri berniat memberi kejutan pada Taejun namjacingunya karena mereka jarang sekali bertemu dengan jadwal Yuri yang padat. Karena nama Kwon Yuri sedang meroket kala itu. Dia membawa sebuah jam tangan mahal yang akan dia hadiahkan pada Taejun. Namun saat dia masuk ke apartement Taejun, Yuri melihat  Taejun sedang berciuman dengan seorang yeija yang dia tidak kenal. Hatinya sakit dan marah saat itu juga, Dia teringat 2 mantan namjacingunya yang melakukan hal yang sama yaitu selingkuh di belakangnya. Yuri dikenal sebagai mutiara hitam sexy namun pure itulah imagenya di entertaiment, namun siapa sangka bahwa dia punya sisi gelap yang tidak akan pernah di sangka – sangka oleh seseorang. Pada malam itu juga amarah yang ada didalam dirinya muncul dan saat seperti itulah dia tidak ingat apapun, seperti kerasukan iblis yang tidak kenal ampun. Yuri membunuh Taejun dengan tangannya sendiri. Menusuk dan merobek isi perut Taejun dengan pisau yang entah kapan dia miliki. Yuri pulang ke apartementnya dengan lunglai, berhubung pada waktu itu masih pukul 2 pagi sehingga jalan sepi. Yuri memijit bel apartementnya dengan tatapan kosong. Tak berapa lama Pintu terbuka dan keluarlah Donghae dengan wajah Syok.

“ Yuri-a, wae geurae? “, tanya Donghae yang melihat baju Yuri penuh darah segar dan ditangannya ada sebuah pisau yang masih dia pegang.

“ Aku menuliskan kata cinta di hati Taejun Oppa “, kata Yuri sambil terkikik lalu diam sejenak. Namun tak lama dia sadar dan menjerit melihat keadaan tubuhnya yang penuh darah.

“ Aaaakkkkk… kenapa ada darah Oppa? “, kata Donghae mengusap – usap tubuhnya seperti ingin membersihkan dirinya dari darah itu. Donghae yang melihat Yuri teriak – teriak histeris pun memeluk Yuri.

“ Tenanglah Yuri-a, Gwenchana “, kata Donghae menenangkan Yuri. Yuri pun pingsan dipelukan Donghae. Donghae membersihkan seluruh tubuh Yuri sampai bersih dan menidurkannya di kamar Yuri.

“ Yuri-a, sudah kubilang jangan mencintai namja lain. Aku yang bisa menjagamu dan tidak akan membiarkanmu menjadi seperti ini “, bisik Donghae sambil mengusap – usap kening Yuri lalu mencium keningnya. Ini ketiga kalinya Donghae melihat Yuri dengan keadaan seperti ini berubah menjadi seorang iblis karena rasa cemburu, sakit hati dan obsesi pada namjacingunya. Dan selalu Donghae yang membereskan semua perbuatan Yuri. Menghilangkan bukti – bukti, membersihkan jejak Yuri bahkan Donghae pun menghapus video CCTV yang menangkap gambar Yuri. Semua itu dia lakukan karena rasa cintanya yang begitu besar pada Yuri.

Flash back End

 

 ~*** The End ***~

Huwaaa… Akhirnya selesai juga Cerita ini. Kupikir tidak akan selesai hehehe ^_^

Readers jangan lupa RCLnya ya ^___^ . Inget Don’t Plagiat!!! Don’t Siders!!!!

 

Oia author juga minta Dukungannya dari readers semua untuk karya Author di Kyuri Competition FF author berjudul  My Love Not Lie , jangan Lupa commentnya tentang jalan cerita, plot, alur dan tokoh  ya sebagai bukti dukungan kalian semua. Kamshamida #booowww

 

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

52 thoughts on “Obssesion

  1. Omo! Kirain donghae beneran yg bunuh taejun.. o.O
    Dri judulnya kirain donghae yg terobsesi sama yul..
    Sumpah eon ni ff daebak banget (?).. Cetar membahana badai hingga negara api menyerang menghasilkan hujan coklat di ladang gandum dan terciptalah koko crunch #plakk
    Pokoknya ni ff bagus banget dah unn.. *liat atas panjang banget ya komen saya
    Ya sudahlah.. Buat ff selanjutnya fighting.. ^^

  2. Jdi pembunuh sbnrnya Yuri…Waah..dri start baca dah sangka Donghae tpi x Sangka Yurilah killernya…Yuri bunuh sbb obses dgn namjachingu2nya,Donghae sanggup di penjara krana terlalu obses pda Yuri…Daebak Thor…

  3. Huwaaaaaa !! Ternyata oh ternyataaa yuri sendiri pelakunyaa.. Ckck

    Wah author daebak, jalan ceritanya sulit ditebak…
    Sequel bisa kali thor.. Kekeke

    1. Gomawo ^_^
      memang mysteri mysteri jeongmal mysteri # sambil joged mysteri nya Beast plakk abaikan
      Kayaknya untuk buat sequel agak sulit jadi author nyerah deh hehehe😛

  4. Kirain donghae yang bunuh semua namjachingu yuri tapi ternyata itu yuri sendiri :O
    Thor , cause him & i love you , you love kelanjutanx jangan lama” ne. Di tunggu thor !😉

  5. Ternyata pembunuhnya sendiri yuri aq kra hae tp kok yuri bsa lupa ya dia bunuh 3 mantan pacarnya ada chunji ama doojoon
    Unnie nnti lain kali buat lagi ya perannya chunji ama doojoon lagi ^^

    1. Yuri itu disini tuh kaya punya kepribadian lain gitu, makanya dia tidak ingat🙂
      iya waktu liat gambar doojon di iris 2 jadi pengen pake dia buat cast, Chunji juga ^__^

  6. Donghae oppa so sweet…😥 td aq sempet nebak cey yuri yg bunuh tp blik k donghae lg. eh, trnyt bneran yuri killerx. heee…

  7. wahhhhhhh aku ngga nyangka ternyata selama ini yuri yang punya kepribadian ganda….. kasian donghae oppa. akhirnya dia yang dipenjara:((((

  8. ihhh sereeem nggak nyangka banget ternyata yuri yg bunuh , padahal awal2nya aku kira donghae yg bunuh ,,hhhhhiiiiiiiiii sereeemmmm

  9. Donghae oppa… -____-
    itu karena Yuri terlalu terobsesi sampai gak sadar yaa, aduh aku kira Donghae yang bunuh pacar-pacar Yuri. Donghae Oppa.. -____-
    keren ceritanya!!

  10. Aq kira beneran donghae oppa yg ngebunuh mereka trnyata pmbunuh sbnarnya adalah yuri.. Tdk qu sangka pengorbanan donghae oppa sebesar itu!
    Eonni ff mu makin keren aja…you’re number 1 ^_^

  11. Author..,… Kau tega!! Hiks…. Ini benar daebak…. Q ga nyangka trnyata pembunuh itu yul…. Ga percaya…. Soalny aku terbuai(?) dg alurnya…. Daebakk!!!

  12. Sejak awal aq curiga donghae yg bunuh … Eh, gak taunya Yuri sendiri pelakunya ..
    Kasian donghae hrs menanggung hal yg tdk dilakukannya .
    Bagus bgt ceritanya thor.😀

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s