Posted in Angst, Fanfiction, Romance, Sad

Cause Him… chapter 6

Cause him 6Yuri Kyuhyun

 

Annyeong readers, aku kembali lagi dengan part 6, Ada yang nunggu FF ini kah?? Mian kalau lama, karena idenya yang lama muncul di otak author. Hehehe ^_^

Author            :  Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                 :  Cho Kyuhyun, Super Junior

Kwon Yuri, SNSD

Other cast     : SNSD

Super Junior

Lenght            : Chapter

Genre              : Romace, Love, Accident sisanya katagoriin sendiri ya ^^

Rated              : +17 th

Disclaimer      : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Ceritanya pure hasil imajinasi author yang koplak. Jadi Don’t bashing! Don’t Plagiat! Don’t be siders! Baca dulu baru comment. Sepatah kata atau dua patah kata lebih baik daripada tidak sama sekali ^^ Mian klo masih ada Typo, Typo is Art   hehehe🙂

Happy Reading all ^_^ !!!!

 

Yuri masih diam tanpa mengeluarkan kata sedikitpun, dia hanya memandang kosong kearah jendela. Hal itu membuat Kyuhyun merasa tidak enak, dia lebih suka Yuri yang selalu kesal dan marah padanya. Tapi kali ini sudah setengah jam Yuri diam tanpa mengeluarkan satu kata pun. Kyuhyun terus melirik Yuri yang masih larut dalam pikirannya.

“ Hmm… Yuri-a, kau tenang saja ne. Aku janji akan mempertanggung jawabkannya. Kalau perlu aku akan menikahimu hari ini juga “, kata Kyuhyun mencoba meyakinkan Yuri. Yuri hanya menoleh ke arah Kyuhyun sekilas namun kembali memandangi jendela lagi.

“ Ya! Kenapa kau tidak mengatakan apapun? Setidaknya kau marah padaku seperti tadi, rasanya aneh melihatmu diam seperti ini “, kata Kyuhyun kesal Yuri tidak meresponnya.

“ Apa dengan marah akan mengubah semuanya? “, tanya Yuri datar, membuat Kyuhyun diam dan melanjutkan menyetirnya. Mereka pun diam selama perjalanan. Sesampainya di rumah Yuri, Yuri keluar dengan lemas dan tidak mengatakan apapun pada Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun keluar dari mobilnya dan menahan tangan Yuri.

“ Apa lagi? “, tanya Yuri saat Kyuhyun memegang tangannya.

“ Aku akan berbicara pada Appamu “, kata Kyuhyun.

“ Kau tidak tahu seperti apa Appaku, jadi kau pulang saja “, kata Yuri menyuruh Kyuhyun pulang.

“ Ania, aku tetap akan menemuinya. Sebagai seorang namja aku harus berani bertanggung jawab “, kata Kyuhyun membuat Yuri kehilangan kesabarannya padahal dia sedang memikirkan cara untuk memberitahu Appanya.

“ Ya! Biarkan aku yang urus, kau tidak tahu apa yang akan kita hadapi selanjutnya? Jangan bersikap seperti anak kecil begini. Kau bahkan tidak memikirkan apa yang harus kau lakukan nanti?! “, kata Yuri dengan nada tinggi.

“ Aku tahu apa yang harus aku lakukan, Aku akan menikah denganmu dan membesarkan anak kita “, jawab Kyuhyun polos membuat Yuri ingin sekali memukulnya dengan sepatu.

“ Kau…. “, kata Yuri geram. Namun tiba – tiba ada suara yang memanggilnya membuat Yuri dan Kyuhyun menoleh.

“ Yuri-a! “, kata seseorang yang ternyata adalah Appa Yuri.

“ Appa?! “, kata Yuri kaget.

“ Kenapa kau berteriak – teriak seperti itu? Dan siapa namja ini? “, tanya Appa Yuri, sebelum Yuri menjawab Kyuhyun sudah menjawab duluan.

“ Anyeonghaseyo Abonim, Kyuhyun imnida “, kata Kyuhyun sambil membungkukkan badannya.

***

 

Mereka pun masuk kedalam rumah, dan sekarang Kyuhyun duduk berhadapan dengan orang tua Yuri. Yuri duduk disamping Kyuhyun, Omma Yuri juga duduk disamping Appa Yuri.

“ Apa hubunganmu dengan putriku? “, tanya Appa Yuri dengan nada tegas. Membuat Kyuhyun sedikit takut.

“ Hmmm… Aku… aku… “, jawab Kyuhyun gugup sambil menoleh kearah Yuri dan Yuri pun menoleh ke arah Kyuhyun.

“ Ya! Seorang namja harus menjawabnya dengan tegas! “, kata Appa Yuri dengan nada tinggi membuat Kyuhyun kaget dan hampir loncat. Omma Yuri tidak bisa berbuat apa – apa saat Appa Yuri besikap seperti ini pada namja yang mendekati putri – putrinya.

“ Pantas saja Yuri galak, Appanya juga galak “, pikir Kyuhyun.

“ Appa, sudahlah dia hanya…. “, belum Yuri menyelesaikan kata – katanya Kyuhyun sudah menjawabnya.

“ Aku namjacingu Yuri “, Aku Kyuhyun membuat Yuri menatapnya tajam.

“ Mwo? Namjacingu? “  Tanya Appa Yuri sambil melirik Yuri, membuat Yuri menunduk.

“ Neh Abonim, dan aku ingin mengatakan sesuatu padamu “, jawab Kyuhyun mantap membuat Yuri menoleh pada Kyuhyun dan semakin menatap tajam ke arahnya.

“ Katakanlah “, perintah Appa Yuri, membuat Yuri deg – degan. Apakah namja ini akan mengatakannya sekarang juga? Pikirnya. Kyuhyun juga sebenarnya merasa deg – degan sama dengan Yuri, namun tekadnya sudah bulat.

“ Anio, Appa dia ingin mengatakan kalau dia akan pulang sekarang. Iya kan? “, kata Yuri sambil memegang tangan Kyuhyun seakan berbicara jangan katakan sekarang. Appa Yuri merasa aneh melihat sikap Yuri dan juga namja ini.

“ Apa itu benar anak muda? “, tanya Appa Yuri membuat Yuri semakin kencang memegang tangan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Yuri dan Appanya bergantian namun sepertinya tekad Kyuhyun sudah mantap untuk mengakuinya.

“ Aku… Ijinkan Aku menikah dengan putrimu “, kata itu keluar dari mulut Kyuhyun membuat Yuri langsung melepaskan tangannya dari Kyuhyun.

“ Apa yang kau bicarakan anak muda? “, tanya Appa Yuri heran karena biasanya namja yang datang ke rumah Yuri hanya meminta ijin untuk pacaran bukan menikah.

“ Aku ingin menikahi putri anda “, ulang Kyuhyun.

“ Menikah bukan hal yang mudah, kau masih muda dan kau masih harus belajar tentang hidup “, kata Appa Yuri bijak.

“ Aku ingin bertanggung jawab dengan anak yang dikandung putri anda “, kata Kyuhyun sontak membuat semua orang kaget, bahkan Yuri tidak mengira dia akan mengatakannya sekarang.

“ Mwo?!!!! “, kata Appa dan Omma Yuri bersamaan.

“ Neh, Mianhamnida. Aku telah menghamili putri anda “, kata Kyuhyun lagi sambil berdiri dan membungkukkan badannya. Appa Yuri kaget dan dengan amarah, Appa Yuri bangkit dan langsung memukul Kyuhyun membuat Kyuhyun jatuh tersungkur.

“ Kau beraninya menghamili Putriku! “, kata Appa Yuri emosi, Omma Yuri menahan Appanya yang marah. Sedangkan Yuri membantu Kyuhyun untuk berdiri.

“ Sudah kubilang jangan bicara sekarang “, bisik Yuri kesal sambil membantu Kyuhyun berdiri.

“ Keluar dari rumahku sekarang! dan Kau juga Yuri keluar!!! “, Kata Appa Yuri mengusir Kyuhyun dan juga Yuri. Membuat Yuri menatap Appanya yang sedang marah.

“ Yeobo, kau tidak bermaksud mengusir putri kita kan? “, tanya Omma Yuri pada Nampyeonnya itu.

“ Keluar kalian berdua! Sekarang! “, kata Appa Yuri dengan nada tinggi.

“ Appa! Kau mengusirku?! “, tanya Yuri tidak percaya.

“ Keluarlah! Sebelum aku menyeret kalian berdua keluar! “, perintah Appa Yuri.

“ Yeobo, tenanglah! Jangan begini! “, kata Omma Yuri mencoba berbicara pada nampyeonnya.

“ Sudahlah Omma, Aku akan pergi dari sini. Ini memang salahku “, kata Yuri dengan air mata yang mengalir dipipinya dan beranjak keluar rumah diikuti Kyuhyun. Meninggalkan rumahnya dan kedua orang tuanya.

“ Yeobo, kenapa kau mengusirnya? Anak kita memang bersalah tapi kita tahu hal ini juga pasti berat untuknya “, kata Omma Yuri terisak dengan kepergian Yuri.

“ Kita mengajarkan mereka untuk hidup dengan baik. Biarkan mereka akan belajar dari kesalahan mereka “, jawab Appa Yuri dingin dan langsung masuk kekamarnya.

***

Yuri yang keluar dengan terburu – buru tidak dapat menahan tangisnya, dia pun menangis sambil terisak. Semua memang salahnya dan dia juga tidak dapat memohon pada Appanya untuk tidak mengusirnya. Kyuhyun yang mengikutinya merasa bersalah dan dia sungguh tidak akan mengira semuanya akan berakhir seperti ini. Akibat kecerobohannya Yuri diusir dari rumahnya, dan semua itu salahnya.

“ Yuri-a, Mianhae. Aku tidak tahu kalau Appamu akan marah seperti ini “, kata Kyuhyun membuat Yuri berbalik dengan wajah yang marah juga sembab karena tangisannya.

“ Kau… Sudah kubilang jangan, tapi kenapa kau masih mengatakannya?! “ kata Yuri menghampiri Kyuhyun lalu memukul – mukul dada Kyuhyun dengan tangannya.

“ Sudah kubilang biarkan aku yang berbicara, tapi kau masih bersi keras mengatakannya “, kata Yuri membuat Kyuhyun membiarkan Yuri memukul dadanya supaya Yuri bisa tenang dan merasa lega setelah memukulnya.

“ Tidakkah kau tahu Appa orang yang sangat keras? “, kata Yuri yang pukulannya mulai melemah dan dia pun menundukan kepalanya dan berhenti memukul Kyuhyun. Kyuhyun langsung memeluknya dengan erat. Yuri sudah tidak bisa berontak lagi, dia membiarkan Kyuhyun memeluknya. Setelah puas Kyuhyun membawa Yuri untuk masuk kedalam mobilnya. Yuri pun hanya mengikutinya karena dia terlalu lelah menerima semua ini.

 

***

 “ Yeobo, Apa kau berniat mengusir Yuri seperti ini? Mengapa kau tidak mendengar penjelasannya dahulu? Kau tahu hanya dia satu – satunya putri kita disini “, tanya Omma Yuri yang masih terisak.

“ Itu untuk kebaikan mereka, biarkan mereka mempertanggung jawabkan kesalahan mereka. Anak muda itu, walaupun kita tidak tahu asal usulnya dan dia masih sangat muda tapi keberaniannya untuk bertanggung jawab membuatku salut “, kata Appa Yuri membuat Omma Yuri menatapnya tidak mengerti, seakan tahu anaenya tidak mengerti Appa Yuri pun berbicara lagi.

“ Jika anak muda itu benar – benar ingin bertanggung jawab. Biarkan dia belajar caranya menjadi seorang kepala rumah tangga “, kata Appa Yuri lagi.

“ Jadi kau mengusir mereka… “, kata Omma Yuri yang tidak meneruskan kata – katanya.

“ Kita lihat sejauh apa mereka bisa menjalani hidup dengan kesalahan yang mereka perbuat “, jawab Appa Yuri. Sambil melihat ke arah jendela dimana Kyuhyun memeluk Yuri.

***

 

Aku tidak tahu semuanya akan menjadi seperti ini, kukira dengan mengatakan pada orang tuanya akan menjadi solusi terbaik. Tapi aku malah memperburuk keadaan melihatnya seperti ini membuat rasa bersalahku bertambah besar padanya. Mianhae Yuri-a, Aku berjanji tidak akan membiarkanmu menanggung semua ini sendiri. Aku janji! Tapi sekarang aku harus kemana membawanya? Kasihan Yuri, dia pasti butuh istirahat apalagi dengan keadaannya yang sedang mengandung. Hmmm… Biar saja aku akan membawanya ke rumahku untuk malam ini, besok aku akan memikirkannya lagi. Kulihat Yuri yang sepertinya sangat lelah, dia juga tertidur setelah lama menangis. Setelah sampai dirumah aku pun menggendongnya dengan hati – hati, Apakah Appa ada dirumah? Ah peduli apa aku dengannya. Saat aku masuk kulihat Shin Ajushi membukakan pintu untukku.

“ Tuan muda, siapa Agashi ini? Ada apa dengannya? Dan kenapa dengan wajah Tuan muda “, tanyanya yang sudah seperti polisi. Dan dia juga melihat lebab dwajahku akibat pukulan Appa Yuri. Dia mencoba membantuku membawa Yuri namun aku menahannya untuk tidak membantuku.

“ Apa Appa sudah pulang? “, tanyaku tanpa menjawabnya.

“ Ani, hari ini dia berangkat ke NewYork dan mungkin lusa baru pulang “, jawab Shin Ajushii selaku pengurus rumah tangga keluarga Cho.

“ Baguslah kalau begitu “, jawabku lalu berjalan menuju kamarku.

“ Tapi kenapa dengan Agashi ini? Dan wajah Tuan Muda?  “, tanya Shin Ajushi yang dari tadi tidak kujawab.

“ Dia hanya tidur, dan aku akan membawanya kekamarku. Kau tidak usah khawatir dengan wajahku “, jawabku yang mulai menaiki tangga.

“ Biar kusiapkan air hangat untuknya, dan untuk Tuan muda juga “, kata Shin Ajushii yang kujawab dengan anggukkan. Setelah sampai dikamarku aku pun menidurkan Yuri di kasurku. Kutatap wajahnya yang pulas namun masih menyimpan kesedihan.

“ Mianhae, Yuri-a “, gumamku sambil mengusap pipinya. Shin Ajushi datang dengan membawa air hangat dan handuk kecil.

“ Biar aku yang melakukannya “, kataku mengambil handuk kecil dan air hangat itu dan aku menyuruh Shin Ajushii keluar dari kamarku. Aku mulai membersihkan wajahnya yang cantik mulus dengan make up tipis yang dia pakai. Setelah selesai membersihkannya aku lupa bahwa aku tidak memiliki pakaian yang pas untuknya. Namun aku teringat dengan pakaian Seohyun yang ada disini karena dia memang sering menginap dirumah ini. Aku pun mengambil salah satu pakaian yang ku pikir muat untuk Yuri. Jakkaman, Siapa yang akan menggantikannya? Tidak mungkin aku menyuruh Shin Ajushii kan? Min Ajumha tidak disini, tapi apa tidak apa – apa aku yang memakaikannya? Tapi siapa lagi yang bisa? Dengan ragu aku mulai membuka pakaian Yuri satu persatu. Aku bahkan mencoba menutup mataku, tapi dengan mata tertutup aku tidak bisa melakukannya. Aku mulai membuka mataku yang kanan untuk melihat sampai dimana aku mengganti pakaian Yuri. Namun tetap kesulitan, Aku sungguh gugup sekali. Walau pun aku pernah tidur dengannya tapi kali ini sungguh berbeda. Sekarang keadaan Yuri hanya memakai pakaian dalam saja, sejenak aku kagum dengan tubuhnya. Ada rasa rindu dalam diriku untuk menyentuhnya. Sebulan lebih aku hanya bisa membayangkan untuk melakukannya lagi dan sekarang dia berada dihadapanku tapi andweh… Aku pun mempercepat memakaikan pakaiannya. Agar pikiran gilaku itu tidak mempengaruhiku lagi. Akhirnya selesai juga aku mengganti pakaiannya, keringat bercucuran jatuh dikeningku. Yuri-a, kau benar – benar membuatku gila!!! Setelah aku membersihkan Yuri dan mengompres lebab diwajahku, dengan lelah aku membaringkan diriku di sofa, karena aku tidak mungkin tidur di sampingnya.

***

 

 Aku merasakan silau cahaya yang menerpa wajahku, perlahan – lahan aku membuka mataku. Kurasakan tempat tidur ini nyaman sekali berbeda dengan tempat tidur yang biasa aku rasakan. Setelah kesadaranku sudah pulih sepenuhnya, aku bangun dan melihat sekelilingku. Tempat apa ini? Kenapa terasa asing sekali denganku? Dan pakaianku? Ini bukan pakaianku… Kuarahkan pandanganku kesemua penjuru kamar ini dan kulihat seorang namja yang sedang tertidur di sofa. Nuguseyo? Aku pun mencoba mendekatinya, semakin dekat aku dengan namja itu, semakin jelas wajah namja itu. Dan ternyata namja itu adalah Cho Kyuhyun?!!!

“ Aaaaaaaakkkkkk….!!!!!!! “,  Aku pun berteriak membuatnya kaget dan terjatuh ke lantai.

“ Waeyo? Waeyo? “, katanya sambil mencoba berdiri.

“ Kau?!! Kau?!! “, kataku sambil menunjuknya.

“ Waeyo? Kenapa kau berteriak? “, tanyanya sambil mengucek – ngucek matanya.

“ Apa yang kau lakukan semalam padaku?! “, tanyaku emosi padanya.

“ Aku? Aku hanya mengganti pakaianmu saja “, jawabnya dengan polos. Bisa – bisanya dia tenang seperti ini.

“ Mwo?!!! Mengganti pakaianku? “, tanyaku sambil menutupi tubuhku dengan kedua tanganku.

“ Neh, karena kau pasti tidak nyaman dengan pakaianmu yang kotor itu “, jawabnya dengan tenang.

“ Ya! Apalagi yang kau lakukan padaku huh?!! “, tanyaku menatapnya tajam.

“ Aku tidak melakukan apa – apa lagi “, jawabnya singkat.

“  Geojimar! “, kataku sambil menatapnya tajam.

“ Anio, aku tidak bohong “, jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.

“ Apa yang dikatakan tuan muda benar Agashii, dia tidak melakukan apapun padamu. Kau lihat sendiri kalau tuan muda tidur di sofa “, kata seorang namja paruh baya yang kira – kira berumur 60 tahun.

“ Tuh kan, aku tidak bohong “, katanya yang berusaha meyakinkanku.

“ Arraseo, klo tidak ada Ajushii ini aku tidak akan percaya padamu “, kataku padanya.

“ Perkenalkan saya Shin Junghwan Imnida, pengurus keluarga Cho “, kata Ajushii itu sambil membungkukkan tubuhnya.

“ Kwon Yuri Imnida bangapseumida “, kataku yang juga memperkenalkan diri sambil membungkukkan tubuhku.

“ Tuan muda, Nona Kwon sarapan sudah siap. Silahkan menuju ruang makan “, kata Shin Ajushii pada kami berdua.

“ Jangan panggil Nona panggil saja aku Yuri “, kataku pada Shin Ajushii. Shin Ajushii hanya tersenyum padaku.

“ Silahkan , tuan muda dan Nona Yuri “, kata Shin Ajushii.

“ Tidak usah pakai Nona Yuri saja “, kataku yang lagi – lagi dibalas senyuman olehnya.

“ Sudahlah kajja, kita makan “, kata Kyuhyun menarik tanganku, namun aku mencoba melepaskannya. Tapi dia malah semakin kuat memegangnya.

“ Anakku juga butuh makan “, bisiknya yang membuatku menatapnya tajam, mau tidak mau aku ikut dengannya. Saat keluar didalam kamarnya aku dibuat takjub dengan seisi rumah ini. Rumah yang sangat megah bak istana kerajaan, tata letak barang – barangnya pun sungguh rapih sekali. Saat tiba di meja makan kulihat banyak sekali makanan yang tersedia, apa ini makanan untuk satu kampung?

“ Banyak sekali! “, kataku sambil menatap meja makan ini dengan tidak percaya.

“ Karena kami tidak tahu makanan kesukaan Nona Yuri, jadi kami menghidangkan semuanya “, kata Shin Ajushii yang masih memanggilku dengan sebutan Nona.

“ Kau makanlah yang banyak, karena aku tidak mau kau kekurangan gizi “, kata Kyuhyun yang mendudukanku dikursi dengan memegang bahuku.

“ Ya! Aku bisa duduk sendiri! “, kataku padanya dengan kesal. Dia pun duduk di sampingku karena meja ini cukup panjang jika dia duduk dihadapanku. Aku pun mulai mengambil beberapa makanan, sejujurnya aku lapar sekali karena kemarin aku memang tidak sempat makan siang. Saat aku mulai memasukan makanan ke mulutku rasanya benar – benar enak sekali. Ini pertama kalinya aku makan seenak ini. Aku pun mulai memakannya dengan lahap.

“ Hati – hati nanti kau tersedak “, kata Kyuhyun yang memandangiku sambil tersenyum.

“ Ya! Kenapa hanya aku yang makan? “, tanyaku dengan mulut yang penuh makanan.

“ Aku senang melihatmu makan dengan lahap “, jawabnya yang masih memandangiku.

“ Berhenti memandangiku! Kau membuatku malu “, kataku yang merasakan panas diwajahku karena dia hanya menatapku dengan senyumannya.

“ Kau lucu sekali saat wajahmu memerah “, godanya yang membuatku tambah malu. Shin Ajushii juga ikut tersenyum melihat kami.

“ Ya! Kau juga makan. Jangan hanya memandangiku “, kataku sambil menyuapkan makanan kemulutnya. Kulihat wajahnya yang kaget membuatku ingin tertawa.

“ Ya! Jangan menyuapkan makanan kemulutku dengan tiba – tiba “, katanya kesal. Aku hanya menjulurkan lidahku dan meneruskan makanku. Dia hanya tersenyum dan melanjutkan makan. Saat kami sedang asyik makan ada seseorang yang memanggil namanya

“ Kyuppa!!! “, teriaknya yang membuatku dan Kyuhyun menoleh ke arah suara.

~*** To Be Continue ***~

Berhubung ada yang request jadi aku lanjutin sesuai dengan ide yang ada didalam otakku, mian klo mengecewakan. Karena hanya ini yang ada dipikiran Author sekarang hehehe ^_^.

Inget RCL ya buat bantu Author berinspirasi, karena comment dari readers membantu Author untuk kelangsungan FF ini. Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiat!!!

Dan terakhir bagi yang belum berpartisipasi, Author minta dukungan Readers pada FF Author di Kyuri Competiton. FF author berjudul  My Love Not Lie So jangan lupa comment tentang alur, plot, saran, kritik atau tokohnya sebagai dukungan buat Author Kamshamida #booooow

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

54 thoughts on “Cause Him… chapter 6

  1. Keren thor!!!
    Wah.. Aku kirain appa yuri bener” marah tapi ternyata cuma ngetes aja -_-”
    Di tunggu kelanjutannya thor😀 udh nggak sabar nih :3

  2. yeeeeaaay akhirnya ada lanjutannya…
    waah kyu kasian d pukul ama appanya yuri,,yuri jg kasian d usir dr rumahnya..
    Tpi untg masih ada yg mau nampung # ???
    itu yg baru dtg pasti seohyun deh..siap” pingsan aja ya liat yuri Lgii makan brdua ama kyu # muka setan
    makiiinnn seru,, cpet d lanjut yaaa ^^

    btw,, my love not lie jga udh aku baca Dan aku komen..seru..

  3. siapa yang dateng?
    Seohyun-kah??

    bayangin kyuri sarapan berdua kayak gitu bikin senyum2 sendiri..
    lucu kali ya..
    kekeke

    wah..
    appanya Yul main pukul aja tuh..
    kasian Kyu, apalagi pake acara ngusir juga
    tapi kalo buat kebaikan mereka sih its ok😀

    lanjuuut eon

  4. huaa akhirny post jg nih lnjutannya eon…
    duh appanya yuri main pukul aja,,kasian tuh kyu sma yuri..kirain bneran mrah ,eh ga taunya ngetes mreka aja…
    aish untung tuh kyuhyun ga mcem2 lg pas gntiin baju nya yuri…tp lucu jg ngebayangin ekspresinya kyu eon…hehe
    omo sarapan berdua aj ud so sweet gt…aish lcu deh,,bkin senyum2 sndri…
    aish pst seo lg tuh yg ganggu ya eon???
    lanjut ya eon,,n smngat buat lombanya

    1. Iya, idenya suka muncul tiba2 disaat yg tidak disangka2 hahaha ^_^
      Sebenarya bukan ngtes, Appa yuri itu cm nguji aja #apa bedanya thor plakkkk
      Iya mungkin Seo, biasa ujian buat cinta mereka🙂
      Gomapshimida🙂

  5. Aigoo wajah cwok gtu ya klu mau gantiin baju cwek sampe berkeringat gtu sih seo ne ganggu2 moment kyuri aja hush hush pergi sana #sambil nyanyikan lagu a pink
    Ok penasaran gmna nasibnya yuri unnie di depannya aq tunggu ya unnie kelanjutan ^^

  6. kebayang wajah Kyu pas berhadapan dengan appa yuri , pasti pucat n ketakutan banget >,<
    Kyuri moment ny manis apa lagi pa Kyu gantiin baju Yuri , waw itu pasti ujian berat bagi Kyu wkwkwkwk!
    ehmm itu yang manggil pasti seo yaaa?hmmmmmm….ganggu za mba seo mah !huh !

  7. Aigo.. Hahahhh
    lagi enak2 makan tiba-tiba ‘kyupa!!!’ #jedeerrrrr
    hu…. Mantap
    wah semakin keren dan jd histeris sendiri bacanya kekeke
    lanjut ya

  8. Aigo.. Hahahhh
    lagi enak2 makan tiba-tiba ‘kyupa!!!’ #jedeerrrrr
    hu…. Mantap
    wah semakin keren dan jd histeris sendiri bacanya kekeke
    lanjut ya…

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s