Posted in Fanfiction, Romance, Sad

(Sequel Love First sight) Run Away To You

Chapter 1

Run Away to you copy

Author :

Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast :

   Kwon Yuri

Lee Donghae

Lee Jae Hoon

Go Hara

PG :

 + 15

Lenght :

?

Genre  :

Romance, Love, Sad

Disclaimer : Castnya Cuma minjem, ceritanya murni dan asli buatanku jadi jangan coba – coba menjiplak ya…..😄

“ Your imagination, your dream “

Berhubung banyak requestan sequel dari  Love First Sight , Aku buatin FF ini sebagai lanjutan dari Love First sight. Tadi ada yang request juga untuk FF Yulhae dan idenya langsung muncul di otakku😉 Awalnya pengen Oneshoot tapi kayaknya kepanjangan jadi entah aku bikin 2shoot atau 3shoot atau bahkan chapter hehehe ^_^ Jangan lupa sudah baca Comment ya ^_^ or RCL jg gpp J

Happy Reading !!!

Seorang namja yang masih muda kira – kira berumur 27 tahun sedang gelisah menunggu kabar dari anak buahnya tentang keberadaan calon istrinya. Memang bukan sekali atau dua kali calon istrinya itu kabur tapi berkali – kali. Namun terkadang dia kembali dengan sendirinya, tapi yang membuatnya khawatir jika calon istrinya itu di culik oleh orang jahat. Saat dia sedang duduk di sofa rumah calon istrinya dengan wajah cemas, terbukalah pintu rumah mewah itu yang mirip sekali dengan istana karena rumah itu memiliki tekstur yang megah dan besar. Masuklah seorang yeoja cantik yang di kawal oleh dua orang namja berbadan besar yang tak lain adalah anak buah dari sang namja. Sang namja pun berdiri menghampri yeoja itu.

“ Darimana saja kau seharian ini? Dan kenapa bajumu basah seperti itu? “, tanya namja itu melihat keadaan sang yeoja yang memakai pakaian basah kuyup padahal di luar tidak hujan sama sekali.

“ Bukan urusanmu kemana aku pergi “, kata Yeoja cantik itu dengan cuek.

“ Yuri-a, aku ini calon suamimu. Setidaknya kau harus memberitahu aku kemana kau pergi sehingga aku tidak akan khawatir seperti ini “, kata namja itu mencoba bersikap lembut pada yeoja cantik yang bernama Yuri.

“ Lee Jae Hoon, Appaku memang menjodohkanku denganmu tapi bukan berarti aku mau menikah denganmu “, kata Yuri menatap namja yang bernama Lee Jae Hoon itu.

“ Tapi Appamu sudah menyerahkan tanggung jawabnya padaku, jadi kau harus mengikuti kata – kataku “, kata  Jae Hoon dengan nada tinggi membuat Yuri kesal. Entah kenapa Jae Hoon berubah setelah Yuri menolaknya dulu.

“ Berhenti memperlakukan aku sebagai anak kecil, walaupun kau orang kepercayaan Appa kau tidak berhak mengatur hidupku “, bentak Yuri tak mau kalah dan langsung meninggalkan  Jae Hoon untuk pergi masuk ke kamarnya.

“ Ya! Kwon Yuri kita belum selesai bicara “, kata  Jae Hoon berteriak pada Yuri namun seperti biasa Yuri mengacuhkannya.

“ Aish! Yeoja ini benar – benar! Kalian berdua jaga dia, jangan sampai dia pergi keluar tanpa ijin lagi, jika dia sampai kabur lagi kalian yang akan ku pecat. Arraseo?!!! ‘, kata  Jae Hoon yang melampiaskan kekesalannya pada dua orang pengawal yang tadi membawa Yuri.

“ Neh, Tn. Lee “, kata kedua pengawal itu sambil menganggukan kepalanya.

***

Dia pikir siapa dia? Seenaknya mengatur hidupku. Appa kenapa kau menyerahkanku padanya? Aku bisa menjaga diriku sendiri, semenjak kau bilang akan menjodohkanku dengannya dia mulai bersikap seolah – olah aku ini barang miliknya. Jika saja Donghae yang menjadi calon suamiku? Ya! Apa yang aku pikirkan? sekarang kau memikirkan orang yang baru kau temui Yuri? Tapi… hatiku sungguh berdebar – debar saat aku menciumnya tadi, apalagi saat dia membalasnya. Apa aku bisa bertemu lagi dengannya? Aku pun langsung mengganti pakaianku dan membersihkan badanku, Aku pun langsung loncat ke tempat tidurku. Hari yang melelahkan tapi menyenangkan untukku, aku pun mulai menutup mataku sambil tersenyum.

“ Agashi Kwon, bangunlah hari sudah pagi “, kudengar suara yang sudah tidak asing lagi bagiku.

“ Sebentar lagi, Hara-a “, kataku sambil menutupi tubuhku dengan selimut.

“ Agashi Kwon, ini sudah jam 10 pagi. Tuan  Lee sudah menunggu anda di ruang tamu “, kata Hara lagi, dia adalah assistant pribadiku.

“ Biarkan saja dia menunggu, Aku ngantuk! “, kataku yang masih menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.

“ Tapi… “, katanya lagi yang langsung kupotong.

“ Jadi kau tidak mau pergi?! “, kataku dengan nada yang mulai tinggi.

“ Mianhae Agashi “, katanya dengan nada menyesal lalu pergi meninggalkanku. Sebenarnya aku tidak ingin marah padanya namun aku sangat malas sekali bertemu dengan Jae Hoon.

“ Jadi kau tidak mau bangun? “, tanya namja menyebalkan itu yang sekarang masuk ke kamarku setelah kepergian Hara.

“ Ya! Ini kamarku, kau tidak bisa sembarangan masuk kesini “, kataku marah karena dia masuk tanpa ijin ke kamarku.

“ Apa kau Lupa? Bukankah besok adalah hari pernikahan kita? jadi kau tidak seharusnya marah padaku. Karena nanti kamar ini akan menjadi kamar kita “, katanya dengan senyum. Aish! namja ini benar – benar menyebalkan. Benar besok adalah hari pernikahan kami, tapi aku tidak pernah menginginkannya.

“ Huh?! Kamar kita? Jangan bermimpi Lee Jae Hoon! aku tidak akan pernah menikah denganmu “, kataku kesal padanya. Dia hanya tersenyum mendengar ucapanku.

“  Apapun perkataanmu tidak akan mengubah apapun Kwon Yuri, karena kau akan segera menjadi istriku “, katanya dan sambil tersenyum dia keluar dari kamarku. Aku pun melepar bantal ke arah pintu yang tertutup. Otteokeh? Sekarang aku harus membuat rencana, pokoknya aku harus pergi dari sini atau aku akan menikah dengannya. Kenapa aku tidak meminta Donghae untuk membawaku kemarin? Aish! Aku ingat namja itu lagi, tapi Donghae tiba – tiba saja muncul dipikiranku.

***

Hari ini aku bersiap – siap dengan semua kelengkapanku, pokoknya hari ini aku harus kabur dari sini sebelum aku menikah dengannya. Kita lihat dompet, beberapa foto Omma dan Appa, boneka micky mouse, dan Lollipop. Semuanya lengkap, aku sudah siap untuk pergi sekarang. Aku pun keluar dari kamarku dan mendapati Hara di depan pintu kamar.

“ Omo! Kau mengagetkanku saja! “, kataku kaget melihat Hara.

“ Jeoseowamida Agashi, aku tidak bermaksud untuk mengagetkanmu “, kata Hara menyesal sambil menunduk.

“ Gwenchana, kau tidak perlu menyesal seperti itu “, balasku sambil tersenyum.

“ Agashi mau kemana? “, tanyanya sambil melihatku dari ujung rambut sambil kaki.

“ Oh itu… hmmm Aku mau jalan – jalan “, kataku berusaha tidak terlihat mencurigakan.

“ Tapi Agashi, bukankan Tuan Lee tidak memperbolehkan Anda untuk pergi keluar sampai pernikahan Anda besok? “, katanya yang membuatku mengerutkan kening.

“ Mwo?! Sejak kapan ada peraturan seperti itu? “, tanyaku heran dan mulai kesal.

“ Tadi pagi saat Agashi tertidur “, jawab Hara jujur. Aish! Lee Jae Hoon!

“ Aku kan hanya ingin jalan – jalan saja! “, kataku sambil mencoba untuk pergi namun Hara menahanku.

“Jeoseowamida Agashi, tapi ini perintah langsung dari Tuan Lee “, kata Hara dengan wajah yang takut, kasihan dia. Sebenarnya bukan salahnya, hanya saja dia terlalu patuh pada majikannya. Memang Hara ini adalah assistant pribadiku dari Jae Hoon, namun dia sudah kuanggap sebagai temanku. Walaupun dia memanggilku Agashi tapi kami sudah berteman baik, dan dia juga sangat mengerti keadaanku.

“ Ya sudahlah, klo begitu. Aku ingin menemuinya sekarang “, kataku mencoba keluar dari rumah namun ada beberapa pengawal yang menghalangiku. Apa – apaan ini? Dia pikir aku tahanan?

“ Ya! Biarkan aku keluar! “, kataku menyuruh mereka namun mereka tetap tidak menuruti kata – kataku.

“Jeoseowamida Agashi, tapi Tuan Lee mengatakan kami tidak boleh membiarkan anda pergi keluar “, kata salah satu pengawal itu.

“ Aku ingin pergi untuk menemui orang yang menyuruh kalian, cepat biarkan aku menemuinya! “, kataku kesal sekali.

“ Baiklah tapi kami akan tetap mengawalmu Agashi “, kata Pengawal itu lagi.

“ Whatever “, kataku lalu memasuki mobil diikuti oleh dua pengawal berbadan besar. Setelah sampai aku langsung masuk menuju ruangannya tanpa bertanya pada sekertarisnya dulu. Kubuka pintu ruangannya dengan kasar dengan wajah yang marah.

Brukkk

Pintu itu terbuka dan didalam ternyata Lee Jae Hoon sedang mengadakan pertemuan dengan seseorang lalu menatapku kaget.

“ Yuri?! “, katanya dengan langsung berdiri. Aku hanya menatapnya marah.

“ Tuan Cho sepertinya pembicaraannya kita lanjutkan nanti saja, karena sepertinya tunanganku ingin membahas tetang pernikahan kami besok “, kata Jae Hoo pada orang tadi berbicara dengannya dengan tersenyum. Aish! Siapa yang mau membicarakan tentang pernikahan?

“ Oh Gwenchana, Anda seharusnya sudah tidak bekerja lagi hari ini karena pernikahan Anda dilaksanakan besok. Ya sudah kita bisa melanjutkannya nanti. Permisi “, kata Orang itu pada Jae Hoon sambil membungkuk dan tersenyum padaku tapi aku mengacuhkannya Jae Hoon membalas tersenyum sambil menunduk.

“ Apa maksudmu melarangku pergi keluar? “, tanyaku langsung tanpa basa – basi.

“ Kau duduklah dulu, supaya kita bisa bicara dengan tenang “, katanya mempersilahkan aku duduk.

“ Tidak usah berpura – pura baik padaku, sekarang jawab pertanyaanku?! “, kataku menatapnya tajam. Dia mulai berjalan mendekatiku.

“ Karena aku tidak ingin kau lari sebelum pernikahan kita “, jawabnya sambil berbisik di telingaku.

“ Sudah kubilang beribu – ribu kali, aku tidak ingin menikah denganmu! “, kataku dengan nada tinggi tidak peduli orang di luar mendengar suaraku.

“ Dan sudah kukatakan beribu – ribu kali juga kita tetap akan menikah, apapun yang terjadi “, katanya yang membuatku kesal. Aku pun mengeluarkan nafasku dengan berat, karena aku tidak mengerti dengan pikiran namja ini.

“ Kenapa kau melakukan ini padaku? “, tanyaku yang mulai menurunkan nada bicaraku.

“ Karena aku mencintaimu “, jawabnya simple.

“ Tapi ini bukan cinta, kau memaksaku dan cinta tidak pernah memaksa “, kataku.

“ Itu dalam kamusmu, tapi dalam kamusku berbeda “, katanya yang membuatku merasa percuma untuk berbicara dengannya.

“ Sudahlah Yuri-a kau menyerah saja, Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kita menikah “, katanya yang mulai memelukku dari belakang. Aku mencoba meronta untuk melepaskan pelukannya namun dia semakin mempererat pelukannya.

“ Aku tidak mencintaimu dan tidak akan menikah denganmu “, jawabku sambil terus mencoba melepaskan diri.

“ Kalau begitu kau tidak punya pilihan “, katanya lalu melepaskan pelukannya dari tubuhku.

“ Diamlah di kamarmu sampai besok kita menikah, Arraseo! “, katanya padaku.

“ Pengawal bawa Yuri pulang dan kunci di kamarnya. Jangan sampai dia kabur! “, perintahnya yang membuatku kaget. Lalu kedua pengawal itu membawaku dengan paksa untuk pulang.

“ Ya! Lee Jae Hoon, kau tidak bisa memaksaku. ya!!!! “, teriakku namun dia tidak mendengarkannya. Aku hanya bisa pasrah dengan semua ini. Appa, kenapa kau melakukan ini padaku? Tidakkah kau mengerti perasaanku? Aku pun mulai meneteskan air mataku.

***

Sejak bertemu dengan Yuri aku tidak bisa menghilangkannya dari ingatanku. Yuri-a, bogoshipoh. Apa kau baik – baik saja? Aku sungguh ingin bertemu lagi denganmu. Aku hanya bisa memandang foto – fotonya yang ku ambil dengan kameraku. Kau terlihat polos dan cantik, apa kau masih terlihat seperti anak kecil? Aku pun tertawa sendiri mengingatnya saat dia sedang kesal atau cemberut. Dia benar – benar lucu. Dan sepertinya hatiku memang telah direbut olehnya

“ Ya! Sampai kapan kau mau memandangi fotomu itu? “, kata seseorang dari arah pintu kamarku.

“ Oh kau hyung, sedang apa kau disana? “, tanyaku yang melihat hyungku berdiri di depan pintu yang terbuka.

“ Kau ini tidak lihat? Restoranku sedang penuh dan aku sangat sibuk, jadi kau harus bantu aku sekarang. Lagian foto apa yang kau pandangi sedari tadi? “, katanya panjang lebar.

“ Ah… bukan apa – apa, ya sudah aku akan membantumu “, kataku sambil menyimpan foto – foto Yuri di tasku.

“ Palliwa, pelangganku sudah menunggu! “, katannya lagi.

“ Neh “, jawabku langsung keluar dari kamarku. Oia sekarang aku tinggal bersama dengan Hyungku, sebenarnya dia adalah seniorku saat kuliah dulu. Hubungan kami sangatlah dekat, sejak aku memilih keinginanku menjadi seorang fotografer aku pergi dari rumah karena tidak ingin mendapat paksaan lagi dari orang tuaku. Choi Jin Hyuk, dialah pemilik restoran Jepang ini dan sekaligus orang yang memberikanku tempat tinggal. Sebagai balasan atas bantuannya terkadang aku membantunya melayani pelanggannya, memang restoran ini masih terbilang kecil makanya Hyung tidak memiliki pegawai kecuali sepupunya Eunseo yang juga membantunya. Setiap jam – jam makan siang seperti ini restoran ini pasti banyak pengunjungnya.

“ Lee Donghae, apa yang kau lakukan? Antarkan pesanan ini ke meja no.3 ! “, kata Jin Hyuk hyung padaku.

“ Neh, hyung! “, kataku sambil menghampirinya.

“ Anyeong, Oppa! “, sapa Eunseo padaku

“ Oh Anyeong “, jawabku sambil tersenyum, lalu aku pun mengantarkan pesanan ke meja no.3 .

“ Maaf sudah lama menunggu “, kataku sambil meletakan pesanan di meja itu. Ternyata pemesannya adalah anak – anak sekolah. Mereka saling berbisik saat melihatku, namun aku hanya tersenyum pada mereka. Mereka pun berteriak histeris yang membuatku tertawa.

“ Oppa, hari ini kau tidak memotret? “, tanya Eunseo padaku saat kami mencuci peralatan makan.

“ Anio, karena sepupumu itu menyuruhku membantunya “, jawabku.

“ Oppa, bisakah aku ikut denganmu nanti jika kau ingin memotret lagi? “, pintanya.

“ Tentu saja “, jawabku sambil tersenyum padanya.

***

Tibalah hari pernikahan Yuri dengan Jae Hoon, Yuri tidak dapat lari karena pengawalan terhadap dirinya sungguh ketat. Jae Hoon memang mencintai Yuri namun karena Yuri selalu menolaknya dia  melakukan segala cara untuk mendapatkannya, termasuk mendekati Appa Yuri sebelum meninggal. Appa Yuri adalah seorang Pengusaha kaya yang memiliki perusahaan lebih dari satu, semua perusahaannya berkembang pesat. Jae Hoon menjadi orang kepercayaan Appa Yuri setelah bergabung dengan perusahaannya. Setelah Appa Yuri meninggal karena serangan jantung, semua aset kekayaannya di serahkan pada Yuri sebagai anak tunggal. Jadi dengan tidak langsung Jae Hoon bisa mendapatkan Yuri sekaligus kekayaannya dengan cara menikahi Yuri. Sebelum Appa Yuri meninggal dia menitipkan Yuri pada Jae Hoon karena menurutnya Jae Hoon pantas untuk Yuri. Yuri melihat dirinya di cermin dengan gaun pengantin berwarna putih, dia melihat wajahnya yang sama sekali tidak merasa bahagia.

“ Appa, apakah aku akan menikah seperti ini? “, tanya Yuri pada Appanya seakan – akan Appanya mendengarkan. Dengan tatapan nanar pada refleksi wajahnya di cermin, Yuri meneteskan air matanya.

“ Agashi, sudah waktunya “, kata Hara yang masuk ke ruang rias Yuri. Namun Hara tertegun saat melihat Yuri menangis.

“ Hara-a… “, kata Yuri sambil memeluk Hara erat. Hara membalas pelukannya merasa tidak tega melihat majikannya sekaligus temannya sedih seperti ini.

“ Agashi, Jangan menangis “, kata Hara yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

“ Tapi aku tidak ingin menikah dengannya “, kata Yuri semakin terisak. Tiba – tiba Hara mendapat ide untuk membantu Yuri lari dari penikahan ini, karena Hara ingin melihat Yuri bahagia dia memberanikan diri untuk membantu Yuri.

“ Agashi, aku punya ide agar kau bisa lari dari pernikahan ini “, kata Hara membuat Yuri menatapnya penasaran.

“ Ide? Tapi bagaimana denganmu nanti jika Jae Hoon mengetahuinya? “, kata Yuri

“ Tenang saja, aku tidak akan apa – apa. Yang penting Agashi bahagia itu sudah cukup untukku “, kata Hara sambil tersenyum. Yuri merasa terharu dengan assistant sekaligus temannya itu.

“ Gomawo Hara-a “, kata Yuri sambil tersenyum dan memeluk Hara.

“ Cheonma Agashi, begini rencananya “, kata Hara sambil membisikan rencananya, Yuri mengangguk mengerti.

Hara mulai melaksanakan rencananya, dia memanggil semua pengawalnya untuk pergi keruangan rias. Setelah aman Yuri akan keluar dari toilet dan kabur dengan tidak adanya pengawal yang melihatnya keluar.

“ Tolong!Tolong! “, kata Hara menghampiri para pengawal yang berjaga – jaga cukup jauh dengan ruangan rias Yuri.

“ Waeyo Hara-ssi? “, tanya salah satu pengawal.

“ Agashi, dia tidak ada di ruang rias,. Kalian tolong cek, aku sudah mencarinya kemana – mana tapi dia tetap tidak ada “, jelas Hara dengan aktingnya yang meyakinkan. Para pengawalpun pergi menuju ruang rias Yuri dan disinilah kesempatan bagi Yuri untuk kabur.

“ Agashi, jaga diri baik – baik. Kalau butuh bantuanku, hubungi aku secepatnya “, kata Hara sambil memegang tangan Yuri.

“ Neh, gomawo Hara. Aku tidak akan melupakanmu “, kata Yuri merasa bersyukur dia memiliki teman seperti Hara.

“ Cepatlah pergi, sebelum mereka menyadarinya “, kata Hara dan Yuri pun menganggukan kepalanya. Dan pergi dari tempat itu. Hara kembali ke ruang rias Yuri untuk memulai lagi aktingnya lagi.

“ Semoga kau baik – baik saja Agashi “, kata Hara penuh harap.

“ Apa kalian menemukan Agashi? “, tanya Hara pada para Pengawal yang masih mencoba mencari Yuri.

“ Eopseo, disana juga tidak ada “, kata pengawal itu. Jae Hoon yang mendengar Yuri hilang, merasa benar – benar marah. Pernikahannya secara langsung dibatalkan, padahal semua tamu penting sudah datang.

“ Babo! Kalian semua! “, bentak Jae Hoon sambil memukul para pengawal itu.

“ Kalian tidak becus menjaga seorang yeoja saja? Huh!!! “, bentak Jae Hoon lagi.

“ Joseowamida Tuan, kami… “, sebelum salah satu pengawal itu menyelesaikan perkataannya Jae Hoon sudah memukul dan menendangnya.

“ Jangan beralasan, kalian lihat? Aku malu pada semua tamu pentingku! “, Amarah Jae Hoon sudah tidak terkontrol lagi.

“ Pokoknya kalian harus menemukannya apapun yang terjadi. Jika kalian gagal, kalian akan mati. Arraseo?!!!! “, teriak Jae Hoon pada semua pengawalnya.

“ Arraseo Tuan!!! “, jawab pengawalnya serempak langsung pergi dari hadapan Jae Hoon. Dengan lemas Jae Hoon duduk di sofa sambil menekan – nekan keningnya.

“ Yuri-a, kenapa kau kabur? Aku ini mencintaimu Yuri-a, bagaimana bisa kau melakukan ini? “, kata Jae Hoon lirih.

“ Tuan, minumlah teh ini. Teh ini bisa membuat Tuan merasa tenang “, kata Hara sambil memberikan secangkir teh pada Jae Hoon. Jae Hoon manatap Hara, membuat Hara merasa gugup dan takut.

“ Kau benar – benar tidak tahu kemana dia pergi? “, tanya Jae Hoon dengan tegas.

“ A… Anio Tuan, sa… saat aku keruangannya Agashi sudah tidak ada “, jawab Hara gugup.

“ Kemana dia? “, kata Jae Hoon lagi sambil bersandar lagi ke dinding sofa. Hara pun bernafas lega karena Jae Hoon tidak mencurigainya.

***

Aku berlari dan bersembunyi di sebuah mobil bak terbuka, Sial! Kenapa aku tidak mengganti bajuku dulu tadi. Sekarang aku berkeliaran dengan gaun pengantin ini. Aku juga lupa membawa uang, bagaimana aku bisa bertahan hidup?  Eh kenapa mobilnya bergerak? Eh… aku mau di bawa kemana? Aku mencoba melihat jalan ternyata mobil ini memang berjalan. Kemana mobil ini akan membawaku? Tapi walaupun begitu setidaknya aku tidak akan menikah dengan Jae Hoon lagi. Mobil itu pun berhenti di tempat yang sungguh aku tidak tahu. Aku memang tidak begitu kenal dengan kota Seoul ini. Karena selama ini aku tinggal di New York sejak Omma meninggal dulu. Appa mengirimku kesana agar aku bisa melupakan kesedihanku karena kehilangan Omma makanya sekarang aku tidak tahu daerah Seoul. Hari ini adalah genap 3 minggu aku berada di Korea. Appaku meninggal saat aku pertama menginjakkan kakiku di Negara Kelahiranku ini. Dan sekarang aku bingung harus kemana? Aku tidak punya tempat untuk pergi. Tak terasa perutku lapar sekali, aku lupa kalau aku tidak makan sarapanku. Saat berjalan semua orang memandangiku aneh karena mengenakan gaun pengantin. Aku berpura – pura saja tidak menyadarinya. Kruyuk… kruyuk… kruyuk… Perutku benar – benar lapar sekali! Sabarlah wahai perut kita akan mencari makanan sekarang. Tiba – tiba aku melihat sebuah restoran Jepang, memang tampatnya tidak besar tapi mungkin aku bisa mendapatkan makanan di sana. Aku pun masuk ke restoran itu, tapi kenapa sepi ya? Ah aku lupa sore – sore begini pasti semua orang sudah pulang.

“ Anyeonghaseyo! “, sapa seorang Namja tinggi padaku.

“ Oh Anyeong! “, balasku sambil menundukkan kepalaku.

“ Eh?! “, katanya kaget melihat penampilanku dengan gaun pengantin.

“ Ah ini, aku sedang Cosplay “, kataku bohong sambil tersenyum.

“ Oh begitu, hahaha silahkan duduk “, katanya sambil mempersilahkan aku duduk.

“ Mau pesan apa? “, katanya sambil memberikan daftar menunya padaku. Aku pun melihat semua daftar menunya, waaah… sepertinya makanannya sungguh enak!

“ jadi anda mau pesan apa? “, tanyanya lagi.

“ Aku ingin ini dan ini “, kataku sambil menunjukan takoyaki dan stampfood.

“ Baiklah, ada yang lain? “, tanyanya lagi aku pun menggelengkan kepalaku. Lalu Dia pergi ke dapur untuk menyiapkan pesananku. Tak lama dia membawakan makanan yang aku pesan. Wah akhirnya datang juga, aku pun tersenyum senang. Dan mulai melahapnya, makanan yang enak sekali! Namun aku teringat kalau aku tidak memiliki uang sepeser pun. Tiba – tiba saja aku menangis sambil terus mencoba memakannya satu persatu. Bagaimana aku membayarnya? Aku pun terisak, dan namja pemilik itu menghampriku.

“ Agashi, gwenchana? “, tanyanya khawatir. Aku pun mengangguk sambil terisak dengan mulutku yang penuh makanan.

“ Baru kali ini ada yang menangis memakan masakanku “, katanya senang dan terharu. Aku pun menganggukan kepalaku dan masih terisak.

“ Baiklah agashi, berhubung kau pelanggan terakhirku dan kau begitu terharu dengan masakanku. Ku beri kau makan gratis hari ini “, katanya dengan senyuman yang membuatku senang. Dan aku pun mulai menghabiskan makanannya. Syukurlah aku tidak harus membayarnya.

“ Gomawo, atas makanannya “, kataku pamit setelah selesai makan.

“ Neh, Cheonma, kapan – kapan kembali lagi dan mencoba menu lain ya “, kata Namja itu. Sekarang perutku sudah sangat kenyang sekali, tapi aku harus kemana? Hari sudah semakin gelap saja. Aku bingung mau tidur dimana? Aku terus menelusuri jalan, aku melewati jalanan yang sangat sepi. Aku pun melirik kekanan dan ke kiri. Hari sudah gelap dan aku merasa ada seseorang yang mengikutiku, Apa hanya perasaanku saja ya? Aku semakin mempercepat langkahku, dan langkah di belakangku juga semakin cepat. Aku sudah ketakutan sekali, aku pun lari secepat yang aku bisa tanpa melihat ke arah jalan didepanku. Aku benar – benar takut sekali  Omma, Appa Tolong aku!

Brukkk…

Aku menabrak seseorang dan jatuh tepat berada di atasnya, karena mataku yang tertutup aku tidak melihat siapa yang aku tabrak itu.

“ Aw… Aduh! “, kata Orang itu yang sepertinya suara seorang namja. Aku pun memberanikan membuka mataku untuk melihat siapa orang itu, baik atau jahat ya? Saat aku membuka mataku aku kaget dan membulatkan mataku saat aku melihat orang yang aku tabrak barusan.

“ Dong… hae?! “

To Be Continue….

Don’t Leave Comment After You Read!!! Don’t Plagiator!!!

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

45 thoughts on “(Sequel Love First sight) Run Away To You

  1. Wah, hara oennie baik bgt😀 , Dan… Dan…. Dan Yuri bertabrakan dgn.. Donghae? Yeeey ~

    Oh ya, thanks thor, udh d kasih sequel! Gomawo ^^

  2. Wuah.. Akhirnya ada jga sequelnya.. Heheh.. Jdi tau apa masalah yul, crita sbelumnya kan cman dri sdut pandang donghae jdi rada bingung, cman krna bca sequel ini jdi ngerti.. Mian telat komen, di tunggu next partnya.. ( ื▿ ืʃƪ)

  3. Wah yuri enak jga ya dpt makanan gratis ^^
    tp sebenarnya kasian jga liat jae hoon yuri nya langsung kabur gitu aja jae hoon sebenarnya cinta ama yuri atau hanya mau mengambil hartanya aja kasian jga aq liat hara gmna nasibnya klu jae hoon tau klu dia menyuruh yuri kabur aq tunggu next partnya ya

  4. uuwwwwaaaahhh daebakkkkk,,,,
    5f brhuw commeent thor,
    Akhirnya yuLha ktemu Lgiee,,,
    Jngan lupa lanjut thor,,,,
    #nice ff

  5. uuwwwwaaaahhh daebakkkkk,,,,
    5f brhuw commeent thor,
    Akhirnya yuLha ktemu Lgiee,,,
    Jngan lupa lanjut thor,,,,
    #nice ff…..

  6. huaaa…
    nikah paksa,
    Kayaknya ada yang ganjil nil,
    Joon he kok ngoto banget ya nikah sama yuri,
    Apa karna hartanya ?
    Ah,,, molla, mollaso…
    Bikin pusing aja….
    Ffnya bagus thor !
    Fighting !

  7. ini cerita bagus_beneran
    tapi berhubung saya langsung lompat ke sequel jadi penasaran sma love first sightnya
    author saya minta ijin buat ubek-ubek isi blognya hehe😀 maklumin new reader…..

  8. I am comeback! Jjang!

    Banyak bgt yg mau di coment.
    1. Awalnya aku kira Hara itu bakalan jd pengganggu yg suka sama Donghae oppa dan jahat sama Yuri eonni. Tp ternyata ga. Heheh
    2. Tuan Cho yg ditemuin Jae Hoon oppa itu Kyuhyun oppa kah? Soalnya ff eonni tdk pernah jauh dari sosok Cho Kyuhyun walau cuma nyempil (?).
    3. Ada Choi Jin Hyuk dan Son Eun Seo? Bertambur aktor dan aktris nih.
    4. Tapi knp Eunseo eonni sama Jinhyuk oppa jd sodara? Pasti eunseo eonni jd calon pengganggu hubungan Yulhae deh?! (Apaan sih? Sotoy bgt aku ya? #Mianhe)

    Jae Hoon oppa nikah sama aku aja deh, biarkan Yulhae bahagia. Wkwkwk
    YulHae jjang!
    KYURI JJANG!!!
    Kyulhae saranghae!
    Midah eonni hwaiting!

    Aku next ke part selanjutnya deh. Hehehe ^^

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s