Posted in Angst, Fanfiction, Friendship, Romance

Cause Him… chapter 5

cause him 5 Kyuri

 

Annyeong readers, aku kembali lagi dengan part 5, mianhae lama ngepostnya soalnya idenya kadang – kadang hilang dengan tiba – tiba jadi butuh waktu untuk merangkum semunya🙂 .

Title                 : Cause Him… chapter 5

Author              :  Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                 :  Cho Kyuhyun, Super Junior

Kwon Yuri, SNSD

Other cast       : Im Yoona, Lee Donghae, Choi Siwon, Lee Eunhyuk

Lenght             : Chapter

Genre              : Romace, Love, Accident sisanya katagoriin sendiri ya ^^

Rated               : +17 th

Disclaimer       : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Ceritanya pure hasil imajinasi author yang koplak. Jadi Don’t bashing! Don’t Plagiat! Don’t be siders! Baca dulu baru comment. Sepatah kata atau dua patah kata lebih baik daripada tidak sama sekali ^^

Happy Reading all ^_^ !!!!

Setelah baca baru comment OK! J mian jika masih ada miss typo, typo is art hahaha ^.^

“ Bagaimana hasilnya? “, tanya Kyuhyun

“ Ya~ mana ku tahu, aku belum membukanya “, jawab Yuri. Saat Yuri akan membuka hasil test itu, dadanya berdebar – debar dengan hasil yang akan dia lihat. Begitu juga dengan Kyuhyun yang sama berdebarnya dengan Yuri. Yuri yang menginginkan hasil negatif sedangkan Kyuhyun sebaliknya menginginkan hasil positif.

“ Cepatlah buka! “, suruh Kyuhyun tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.

“ Sabarlah sedikit, aku juga sedang mencoba membukanya “, kata Yuri kesal dan mencoba membuka kertas hasil test itu.

“ Negatif! “, kata Yuri dengan nada senang.

“ Mwo?! “, tanya Kyuhyun sambil merebut kertas test itu lalu melihatnya sendiri.

“ Syukurlah, ternyata aku tidak hamil “, kata Yuri sambil tersenyum lebar.

“ Jadi kau tidak hamil? “, kata Kyuhyun lemas dan tidak bersemangat.

“ Neh, jadi aku tidak perlu ada yang harus kukhawatirkan lagi  “, kata Yuri yang masih merasa senang dengan hasil itu.

“ Waeyo? Kenapa kau jadi lemas seperti itu? Bukankah harusnya kau senang? Jadi kau tidak perlu bertanggung jawab padaku lagi “, kata Yuri heran melihat perubahan raut wajah dan  sikap Kyuhyun.

“ Ania, gwenchana. Kau benar, aku tidak perlu bertanggung jawab lagi padamu “, jawab Kyuhyun dan mencoba bersikap seperti biasa.

“ Geurae, setidaknya aku tidak harus berurusan denganmu lagi “, kata Yuri sambil menyilangkan tangannya di dadanya.

“ Ya~ memangnya kenapa berurusan denganku?! “, tanya Kyuhyun.

“ Kau pikirkan saja sendiri “, kata Yuri sambil mencoba meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri terpaku disana. Karena dia tidak ingin berakhir seperti ini, Kyuhyun berharap bisa lebih sering bertemu dengan Yuri.

“ Jakkaman, aku antar pulang! “, tawar Kyuhyun sambil berjalan menyusul Yuri.

“ Tidak usah, kuharap ini pertemuan terakhir kita. Jadi kita pura – pura saja tidak mengenal satu sama lain setelah ini. Arraseo!  “, tolak Yuri .

“ Apa kau sebegitu tidak sukanya bersamaku? Aku kau sangat membenciku? “, tanya Kyuhyun membuat Yuri berhenti sejenak.

“ Aku memang sangat tidak menyukaimu, tapi aku sudah tidak membencimu “. Kata Yuri langsung pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih menatap kepergiannya.

“ Tidak bisakah kita memulainya dari awal, Yuri? “, kata Kyuhyun lirih namun tentu saja Yuri sudah menghilang dan tidak bisa mendengarnya.

***

Aku sungguh merasa lega sekarang, dan aku tidak usah khawatir lagi dengan kelanjutan hidupku dan kuliahku. Namun kenapa hatiku merasa tidak karuan seperti ini saat Kyuhyun bertanya kalau aku membencinya? Ada apa denganku? Aish! Kwon Yuri seharusnya kau senangkan sekarang? Aku pun berjalan menuju rumah Yoona, karena mungkin dia khawatir denganku yang pulang sendiri tanpa menunggunya. Aku pun mengetuk pintu rumahnya.

“ Neh, jakkaman? “, kata suara yang kuyakini itu suara Yoona dari dalam rumahnya. Aku mendengar suara pintu yang di buka.

“ Anyeong! “, sapaku saat dia membukakan pintunya sambil tersenyum lebar.

“ Kau?! Ya~ kenapa kau meninggalkanku tanpa bilang apa – apa padaku? “, tanyanya kesal.

“ Mian, tadi mendadak aku ada urusan penting dan aku lupa menghubungimu “, kataku menyesal.

“ Urusan penting apa? Kenapa tidak bilang padaku? “, kata Yoona sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“ Mian aku tidak bisa bilang, pokoknya penting. Mian cingu-a “, kataku sambil menggunakan aegyoku.

“ Aish! Hentikan Kwon Yul, aegyomu membuatku ingin muntah saja “, kata Yoona sadis yang memang selalu tidak tahan dengan aegyoku.

“ Jadi kau memaafkanku? “, tanyaku lagi.

“ Siapa yang tahan dengan aegyomu itu “, kata Yoona sambil tersenyum.

“ Gomawo cingu-a “ kataku sambil memeluknya.

“ Sepertinya kau senang sekali, waeyo? Apa kau sudah jadian dengan Nickhun sunbae? “, tanya Yoona padaku.

“ Mwo?! Ya~ apa yang kau bicarakan Im Yoona? Mana mungkin aku jadian dengan Nickhun sunbae? Kau ini ada – ada saja “, kataku menyangkal.

“ Lalu kenapa kau sesenang ini? “, tanya Yoona penasaran.

“ Tidak bolehkah aku senang? “, tanya Yuri.

“ Kau tidak mungkin sesenang ini jika tidak terjadi sesuatu? “, tanyanya lagi sambil memicingkan matanya.

“ Tidak ada “, kataku yang membuatnya semakin penasaran.

“ Ayolah Yul! Ceritakan padaku “, kata Yoona yang terus memaksaku.

“ Jinjja anio, aku tidak bisa berbohong padamu Yoona-a. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Bye! “, kataku meninggalkan kamar Yoona.

“ Ya~ Aish Kwon Yuri “, umpatnya kesal yang masih bisa ku dengar.

***

Kenapa aku kecewa seperti ini? Kupikir aku bisa memperbaiki kesalahanku pada Yuri? Yuri-a, apakah semua ini akan berakhir disini? Aku pun menghembuskan nafas panjang. Lalu aku mulai menyalakan mesin mobilku dan mengemudikannya menuju ke apartement Siwon. Semoga saja dengan bertemu mereka bertiga membuat perasaanku membaik. Aku pun sampai di apartement Siwon dan masuk seperti biasanya. Kulihat ketiga temanku yang sedang duduk di sofa melihat ke arahku.

“ Kau sudah kembali? “, tanya Siwon padaku, dengan lemas aku duduk di sofa samping Donghae.

“ Otte? “, tanya Eunhyuk penasaran.

“ Ya~ kau tega sekali meninggalkanku dan menyuruhku naik taxi “, kata Donghae kesal. Namun aku tidak menjawab pertanyaan mereka, aku hanya menatap mereka dengan tatapan lemas. Mereka hanya berpandangan satu sama lain.

“ Ya~ ada apa denganmu? “, tanya Donghae heran.

“ Huft… negative… “, kataku lemah sambil menghembuskan nafas panjang.

“ Negative? “, tanya mereka bingung.

“ Negative apa maksudmu? “, tanya Siwon penasaran.

“ Ya~ bicara yang jelas kami tidak mengerti “, kata Donghae kesal.

“ Dia negative “, kataku yang masih enggan berbicara.

“ Dia? Yuri? “, tanya Siwon yang ku jawab dengan anggukan kepalaku.

“ Maksudmu Yuri negative? “, tanya Eunhyuk lagi dan tetap ku jawab dengan anggukan kepala. Dan mereka pun sekarang mengerti apa yang ku maksud.

“ Bukankah itu bagus jika Yuri tidak hamil? “, kata Donghae yang membuatku menatapnya.

“ Neh memang “, jawabku masih dengan nada yang sama.

“ Tapi kenapa kau sepertinya kecewa sekali? “, tanya Siwon heran.

“ Molla, aku juga bingung dengan diriku sendiri “, jawabku.

“ Jangan bilang kau berharap dia positif? “, tanya Eunhyuk yang ku jawab dengan mengangkat kedua bahuku.

“ Apa kau benar – benar menyukainya? “, tanya Donghae yang membuatku memandanginya.

“ molla, tapi aku benar – benar tidak bisa berhenti memikirkanya karena dia selalu muncul di otaku “, kataku sambil bersandar di sofa.

“ Lalu bagaimana dengan Seohyun? “ tanya Siwon yang membuatku baru ingat dengannya.

“ Aku bahkan lupa dengan keberadaan Seohyun, karena otakku benar – benar di penuhi oleh Yuri akhir – akhir ini “, jawabku.

“ Rupanya kau memang benar – benar jatuh cinta padanya “, kata Donghae sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.

“ Sungguh aku kagum sekali dengan yeoja itu membuat seorang Kyuhyun seperti ini “, kata Siwon memuji Yuri.

“ Terlebih lagi yeoja itu yang baru bertemu dengannya hanya sekali “, tambah Eunhyuk. Aku hanya mendengarkan komentar – komentar mereka dengan pikiranku yang masih pada Yuri.

***

Seminggu berlalu setelah pertemuan Yuri dan Kyuhyun. Dan selama itu pula mereka tidak pernah bertemu. Yuri kembali menjalani aktivitasnya seperti sedia kala begitu pun Kyuhyun kembali dengan kehidupannya. Hanya satu hal yang membuat mereka berbeda yaitu merindukan satu sama lain. Yuri memang selalu menyangkal pada dirinya sendiri kalau dia selalu memikirkan Kyuhyun, padahal selalu terlintas bayangan namja itu di pikirannya, namun dia tidak ingin ambil pusing karena dia tahu jika Kyuhyun sudah bahagia dengan kehidupannya. Yuri bersiap – siap untuk kuliah dan sekarang dia sedang menuju meja makan untuk sarapan. Di tempat makan Appa dan Omma Yuri sedang menunggunya. Saat Ommanya menghidangkan sebuah soup yang di dalamnya terdapat kimchi tiba – tiba saja Yuri merasakan mual saat mencium bau kimchi.

“ Huk… Huek… huek.. “, Yuri langsung berlari ke kamar mandi. Dia pun muntah – muntah namun tidak ada yang keluar dari dalam mulutnya hanya air liur saja.

“ Gwenchana Yuri-a? “, tanya Omma Yuri yang menyusulnya kekamar mandi.

“ Neh Omma, aku hanya sedikit mual saja “, jawab Yuri sambil menghapus air yang ada dibibirnya.

“ Apa kau sakit? “, tanya Omma sambil memegang dahi Yuri untuk memastikan Yuri tidak demam.

“ Molla Omma, aku hanya merasa tidak enak badan saja. Mungkin aku masuk angin “, kata Yuri lemas.

“ Ya sudah istirahatlah, hari ini kau tidak usah ke kampus nanti Omma akan bilang pada Yoona bahwa kau tidak bisa kuliah “, kata Omma Yuri menyuruhnya istirahat.

“ Neh Omma “, kata Yuri meninggalkan Ommanya dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

“ Ada apa dengan Yuri? “, tanya Appa Yuri yang melihat istrinya kembali ke meja makan.

“ Mungkin dia masuk angin dan telat makan kemarin “, jawab Omma Yuri yang membuat Appa Yuri hanya mengangguk pelan.

***

Sementara itu Kyuhyun pergi ke sebuah restoran untuk menemui Appanya, walaupun dia tidak ingin datang tapi akhirnya dia datang juga. Dia tidak tahu apa yang akan dibicarakan Appanya, karena dia dipaksa untuk datang. Kyuhyun memasuki pintu restoran dan di sambut senyum ramah oleh para pelayan disana, bahkan ada beberapa pelayan yeoja yang mencoba mencari perhatian Kyuhyun namun Kyuhyun hanya menanggapinya dengan dingin. Dia masuk ke sebuah ruangan khusus yang telah di pesan Appanya. Setelah dia masuk ternyata Appanya sudah menunggu di dalam. Kyuhyun pun langsung duduk di depan Tuan Cho tanpa menatapnya, wajahnya pun tidak memperlihatkan keramahan sama sekal walau Kyuhyun tidak langsung berbicara.

“ Kupikir kau tidak akan datang “, kata Tuan Cho membuka pembicaraan.

“ Jangan basa – basi, Apa yang ingin kau bicarakan? “, tanya Kyuhyun dingin.

“ Kau? Kau memanggil Appamu dengan sebutan kau? “, kata Tuan Cho mencoba menahan emosinya.

“ Waeyo kau tidak terima? “, tanya Kyuhyun lagi dengan nada yang sama

“ Kyuhyun-a, sampai kapan kau akan seperti ini pada Appamu? “, tanya Tuan Cho yang sudah meredam amarahnya mencoba untuk tenang.

“ kalau tidak ada yang penting aku pergi! “, kata Kyuhyun mencoba bangkit dari duduknya.

“ Tunggu! Aku hanya ingin membicarakan tentang hubunganmu dan Seohyun “, kata Tuan Cho mencegah anaknya untuk pergi.

“ Hubunganku dengan Seohyun? “, tanya Kyuhyun sambil duduk kembali.

“ Neh, Aku sudah membicarakannya dengan Tuan Seo, bahwa kau dan Seohyun akan bertunangan minggu depan “, kata Tuan Cho yang berharap Kyuhyun senang dengan keputusan ini.

“ Mwo?! Tunangan? “, tanya Kyuhyun kaget dan tidak percaya.

“ Iya kami melihat kalian saling mencintai, makanya kami ingin mengadakan pertunangan kalian. Dan setelah itu perusahaan kita berdua bisa menyatu “, jelas Tuan Cho membuat Kyuhyun sedikit emosi karena dia memang tidak setuju dengan hal ini terutama Kyuhyun mengira pertunangan ini hanya untuk kerja sama orang tua mereka saja.

“ Kau merencanakan hal ini tanpa menanyakan persetujuanku?! “, tanya Kyuhyun emosi.

“ Bukankah kau dan Seohyun sudah lama pacaran? Jadi tidak ada salahnya kalian akan bertunangan? “, tanya Tuan Cho heran.

“ Jangan pernah memutuskan sesuatu tentang hidupku, karena aku akan memilih jalan hidupku sendiri “, kata Kyuhyun yang mulai lebih emosi.

“ Tapi aku melakukan ini untuk kebaikanmu “, kata Tuan Cho.

“ Kebaikanku? Atau kebaikan perusahaanmu? “, tanya Kyuhyun sinis.

“ Cho Kyuhyun!!! Jaga bicaramu!!! “, kata Tuan Cho yang sudah tidak bisa menahan emosinya.

“ Aku benarkan? “, kata Kyuhyun sambil tersenyum sinis.

“ Kyuhyun-a, masalah aku dengan Ommamu itu tidak seperti yang kau pikirkan, jadi jangan terus membawa masalah itu pada hal sekarang ini . Kita disini untuk membahas masa depanmu “, kata Tuan Cho yang mencoba untuk mengalah.

“ Masa depanku akan aku jalani dengan caraku sendiri “, kata Kyuhyun meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari Appanya.

“ Kyuhyun-a, kau salah menilaiku “, kata Tuan Cho melihat putra satu – satunya itu pergi.

“ Kenapa dia memutuskan masa depanku tanpa meminta persetujuanku, berbicara dengannya selalu saja membuatku emosi “, umpat Kyuhyun sambil menaiki mobilnya lalu mengemudikannya dengan kecepatan tinggi.

***

Anio tidak mungkin, ini semua pasti kesalahan. Bagaimana bisa hasilnya seperti ini? Pasti ada yang salah dengan testnya. Tapi dokter itu bilang hasilnya benar – benar positif.

Flashback :

Aku merasa aneh dengan diriku beberapa hari ini, aku selalu saja mual jika mencium makanan. Aku benar – benar tidak mengerti, bahkan aku sering pusing tanpa sebab. Aku juga tidak bisa mengikuti klub danceku dengan kondisiku yang seperti ini. Aku pun ingin memastikan keadaanku sebenarnya, aku pergi ke dokter untuk memeriksakan diriku.

“ Jadi apa yang terjadi padaku Dok? “, tanyaku setelah Dokter itu memeriksaku.

“ Selamat anda hamil, Nona Kwon “, kata Dokter itu dengan senyum lebar yang membuatku kaget.

“ Mwo?!!! Hamil?!!! “, kataku kaget.

“ Neh, usia kehamilan anda 5 minggu “, kata Dokter itu lagi.

“ Itu tidak mungkin, saat aku periksa ke sebuah Klinik kandungan beberapa hari yang lalu hasilnya negative “, kataku yang masih tidak percaya.

“ Jinjja? Tapi semua tanda – tanda yang terjadi pada anda itu gejala hamil “, kata Dokter itu heran.

“ Tapi bagaimana bisa? “ tanyaku lagi yang memang sulit untuk mempercayainya.

“ Mungkin saja hal ini bisa terjadi pada kehamilan muda sulit untuk di ketahui jika memang belum berumur sebulan lebih, apalagi jika itu kehamilan pertama “, jelas Dokter itu yang membuatku merasa lemas. Apa aku benar – benar hamil? Terus Apa yang akan aku lakukan sekarang?

Flashback End

Aku sangat bingung sekarang, kuliahku dan masa depanku apakah akan berakhir seperti ini? Otteokeh? Apa kata orang tuaku nanti? Aku seperti orang yang kehilangan arah, aku berjalan menyusuri jalanan dengan pikiranku yang kacau sekali.  Saat aku menyebrang aku tidak sadar jika lampu lalulintas sudah hijau, karena aku memang bingung sekarang. Aku berjalan tanpa melihat kanan dan kiriku. Tiba – tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menghampiriku, Mobil itu membunyikan klaksonnya yang membuatku diam di tengah jalan dan menoleh ke arah mobil itu. Aku pun kaget dan aku hanya bisa membulatkan mataku melihat mobil itu yang semakin dekat denganku. Lalu aku menutup mataku dan wajahku dengan kedua tanganku seperti tidak ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya?

***

Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi, aku sungguh tidak peduli lagi dengan apapun karena aku benar – benar emosi sekarang. Dengan beginilah perasaanku akan membaik dengan sendirinya. Saat aku sedang dalam kecepatan yang lumayan tinggi aku melihat seorang yeoja yang sedang menyebrang. Apa dia tidak lihat bahwa lampu untuk kendaraan sudah hijau? Aku mencoba untuk mengklakson mobilku agar dia menyadari bahwa aku akan lewat. Kukira dengan mendengar klaksonku dia akan menghindar tapi dia malah diam berdiri disana, hal ini membuatku panik. Apa yang harus aku lakukan? Aku pun mulai membanting setirku agar tidak menabraknya, untung saja aku sudah ahli dalam hal ini. Setelah mobilku berhenti aku pun keluar sambil membanting pintu mobilku dengan emosi untuk menghampiri yeoja itu. Apa dia gila? Atau dia ingin bunuh diri? Kulihat dia masih berdiri di tempat yang sama. Aish! Yeoja ini benar – benar gila.

“ Ya~ NEOL MICHEOSEO!!! Kau tidak lihat lampu sudah berubah?!!! Atau kau ingin mati huh?!!! “, tanyaku marah padanya yang masih terdiam sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Namun dia masih menutupi wajahnya tanpa menghiraukan kata – kataku.

“ Ya~ aku bicara denganmu Agashi!!! “, kataku lagi yang masih emosi. Kenapa hari ini semuanya membuatku kehabisan kesabaranku. Dia pun akhirnya menurunkan tangannya dan melihat apa yang terjadi? Setelah dia menurunkan tangannya aku kaget sekali dengan yeoja ini.

“ Yuri?! “, tanyaku kaget.

“ Apa aku sudah mati? “, tanyanya sambil melihat keadaannya.

“ Apa yang kau lakukan disini? “, tanyaku lagi. Namun dia masih mengecek tubuhnya apa ada yang luka atau tidak.

“ Aku belum mati? “, tanyanya sambil memperhatikan tangannya.

“ Tentu saja kau belum mati, untungnya aku bisa menghindarimu “, jawabku yang membuatnya menoleh padaku.

“ Kau?! Sedang apa kau disini? “, tanya Yuri heran melihatku ada disana.

“ Harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau menyebrang saat lampu kendaran hijau? “, tanyaku yang memang heran kenapa dia tidak bisa melihat lampu lalu lintas?

“ Aku… “, jawabnya namun dia tidak meneruskan kata – katanya. Sepertinya dia sedang ada masalah, apa aku harus bertanya padanya?

“ Jangan bilang kau ingin bunuh diri? “, tanyaku menyelidik.

“ Bunuh diri? Kau ini gila, bagaimana mungkin aku melakukan hal itu “ katanya dengan nada kesal.

“ Terus kenapa kau berjalan seperti orang linglung seperti itu? Apa kau diputuskan oleh namjacingumu? “, tanyaku lagi ragu namun kata itu keluar dari mulutku begitu saja.

“ Enak saja, kau pikir aku yeoja yang diputuskan langsung kehilangan pikiranku huh?! “ tanyanya dengan nada tinggi.

“ Lalu apa yang terjadi denganmu? “, tanyaku yang membuat wajahnya berubah menjadi lemas.

“ Jika ini semua bukan karenamu aku tidak mungkin seperti ini “, katanya sambil menatapku sinis.

“ Mwo?! Karena aku? Memangnya apa yang aku lakukan? Ku pikir semua urusan kita sudah selesai “, kataku tidak mengerti apa yang dia maksud?

“ Dulu saja dia memaksaku ingin bertanggung jawab, sekarang dia bilang seperti ini. Nappeun namja! “, katanya yang pelan namun bermakna tajam di telingaku.

“ Apa maksudmu ? “, tanyaku tidak mengerti.

“ Sudahlah namja sepertimu tidak akan mengerti, lebih baik jangan temui aku lagi “, katanya mencoba untuk pergi namun aku menahan tangannya.

“ Jelaskan dulu apa maksudmu? “, tanyaku sambil tetap menahan tangannya.

“ Lepaskan aku! “, katanya sambil mencoba melepaskan tangannya dariku.

“ Apa maksud dari namja sepertiku tidak akan mengerti? “, tanyaku yang tidak perduli dengan perintahnya untuk melepaskan genggamanku dari tangannya.

“ Memang namja sepertimu tidak akan mengerti, karena kau hanya bisa membuat masalah. Kata – katamu tentang tanggung jawab semuanya bohong “, jawabnya sambil berteriak.

“ Bertanggung jawab? Apa yang kau maksud itu… “, kataku yang sudah mulai mengerti namun di potong olehnya.

“ Neh, aku hamil “, katanya sambil menunduk dan menangis.

“ Bagaiman dengan hidupku sekarang? Masa depanku? Kuliahku? Orang tuaku? “, katanya yang mulai terisak.

“ Tapi bukankah waktu itu hasilnya negative? “, kataku heran.

“ Neh, kupikir juga begitu tapi aku sering mengalami mual – mual dan pusing makanya aku periksa ke Dokter. Dan Dokter bilang aku hamil “, katanya yang masih terisak, tidak tahu kenapa setiap melihatnya menangis, aku ingin selalu membuatnya tenang. Tanpa sadar aku mulai memeluknya erat. Awalnya dia menolak namun akhirnya dia menumpahkan tangisannya dalam pelukanku.

“ Aku bingung Kyu, bagaimana aku memberitahu orang tuaku? “, katanya disela – sela tangisannya.

“ Sudahlah kau tenang saja, aku tidak akan membiarkanmu menanggungnya sendiri “, kataku sambil mengusap – ngusap punggungnya. Aku merindukan hal ini J

***

Setelah Yuri merasa puas menagis di pelukan Kyuhyun, dia pun sadar bahwa namja yang memeluknya ini adalah Kyuhyun. Sontak Yuri melepaskan pelukannya dari Kyuhyun.

“ Ya~ jangan mencari kesempatan! Neol byeontae! “, kata Yuri sambil menatap Kyuhyun tajam.

“ Siapa yang mencari kesempatan? Aku hanya ingin menenangkanmu saja “, sanggah Kyuhyun pada tuduhan Yuri.

“ Apa yang harus kita lakukan sekarang? “ tanya Yuri.

“ Bagaimana kalau kita kembali ke klinik dulu, siapa tahu hasil test waktu itu tertukar? “, saran Kyuhyun membuat Yuri berpikir sebentar lalu menyetujuinya. Mereka berdua pun pergi ke klinik yang sama saat mereka pertama kali memastikan apa Yuri hamil atau tidak. Sampailah mereka di klinik tersebut lalu masuk ke dalam.

“ Ada yang bisa aku bantu? Oh! kalian pasangan muda waktu itu ya? “, tanya Suster Suzy yang masih mengenali mereka berdua.

“ Neh, kami kesini ingin menanyakan sesuatu. Apa saat itu ada seorang yeoja yang juga memeriksa kehamilannya disini? “, tanya Kyuhyun pada Suster Suzy.

“ Sebentar ya aku cek dulu “, kata Suster Suzy sambil melihat buku administrasi.

“ Bagaimana Sus? “, tanya Yuri penasaran.

“ Oh iya, saat itu Suster Min melakukan kesalahan saat memasukan hasil test itu “, kata Suster Suzy.

“ Kesalahan? Maksud Suster? “, tanya Yuri semakin penasaran.

“ Neh, pasangan Kim Yoojin dan Kim HyunJoong sebenarnya memiliki hasil negative dan kemarin mereka komplain pada kami. Jeoseowamida, sebenarnya yang positif itu hasil test anda “, kata Suster Suzy sambil membungkukan badannya. Kyuhyun dan Yuri saling menukar pandangan.

“ Jadi hasil testnya tertukar? “, tanya Kyuhyun, dan Suster Suzy pun menganggukan kepalanya.

“ Jeoseowamida sekali lagi “, kata Suster Suzy menyesal.

“ Gwenchana “, kata Yuri memaksakan senyum.

“ Tapi Chuakae untuk kalian yang sebentar lagi mempunyai seorang bayi “, kata Suster Suzy tersenyum. Kyuhyun dan Yuri membalas senyuman Suster Suzy.

“ Kamshamida “, kata Yuri dan Kyuhyun lalu mereka pun keluar dari klinik itu. Yuri duduk di kursi mobil Kyuhyun dengan lemas dan Kyuhyun hanya menatapnya. Entah apa yang dirasakan Kyuhyun? Bahagia atau tidak? Tapi dalam hatinya dia merasa lega. Sedangkan Yuri masih bingung dengan apa yang akan terjadi jika orang tuanya tahu? Bagaiman dengan kuliahnya? Bagaimana dengan masa depannya? Apa yang akan terjadi dengan kehidupannya nanti? Memiliki seorang bayi? Dia belum siap untuk itu.

To Be Continue….

Akhirnya part 5 selesai juga. Aku ingin membuatnya lebih cepat tapi karena sekarang2 lagi gak ada waktu jadi lama deh. Mian readers yang sudah menunggu – nunggu part 5 ini, Semoga tidak mengecewakan. Jangan Lupa RCL ya, Author mencoba yang terbaik untuk meneruskan semua FF yang author buat. Jadi hargai tulisan Author ya ^_^

Don’t Be SIDERS!!! Don’t Be Plagiator!!!

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

56 thoughts on “Cause Him… chapter 5

  1. Wah… Thor di tunggu kelanjutannya….
    Udh nggak sabar nih baca kelanjutannya ^^
    Oh ya , gomawo ne thor udh kasih tau passx ^^

  2. omo yuri bneran hamil?? brrt keinginanny kyu trkabul dong…wah bkal mkin seru nih eon…
    aplgi appa nya kyuhyun udh mau tunangin kyu sma seo,,pst dy ga bkal stuju sma yuri…
    ksian yuri pst bingung bgt deh eon…
    next part ny ditunggu eon…ga sbar pngn tau kyu bkal ngapain ntr buat tnggung jwab sma yuri…

  3. jangan bilang yuri mikir aborsi wakakaaka #otakgue -_-

    ya kalo bisa karna kyu mau tanggung jawab ya yuri, seharusnya anteng, nerimo gitu wkwkwk
    jalo udah pny baby ya kyuri harus bersatu, gmn autho wkwkwk XDD

  4. Kyuri.. Kyuri ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ
    Akhirnya di post jga part 5-nya..
    Yul diem2 naksir kyu jga.. ː̗̀=Dː̖́ƗƗαƗƗαƗƗα ƗƗαƗƗαƗƗαː̗̀=))ː̖́

    Next partnya bnyakin kyuri momentnya yah,, hehe.. Mian telat coment..

  5. Wah hampir sama dgn tebakan q tp q kra ketahuan yuri hamil msh lama ternyata cepat jga ketahuannya aq tunggu next part nya ya

  6. Yeiy,akhrnya kebenaran terungkap jg! Unnie hanya sekedar saran, sebaiknya partnya jgn trlalu banyak,cz kalau kbnyakan takutnya nanti endingnya malah gk ngeh gt,gk sebagus part awal, cz aq pernah bc di salah satu blog dan endingnya mengecewakam… Semoga tdk trjadi pada cause him…ok mian kebanyakan bicara! Sukses trus buat unnie

    1. waaaah Gomawo atas sarannya🙂
      aku berencana mpe belasan sih yah paling banyak 20 chpterlah hehehe😛
      Semoga aja para readers tidak kecewa hehehe😛

  7. kirain yuri nga bkl hamil ,,, itu bru nm.a namja yg b’tanggung jawab salut gue ama kyuhyun
    lanjut k’part 6 ,,,,

  8. Whoah.. Disaat yuri mengetahui klo dia hamil dan kyu jg tau. Kyu sdh dijodohkan sm seohyun. Astaga.. Apa kyu berani ngambil resiko?
    Lanjut ah penasaran

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s