Posted in Fanfiction, Friendship, Romance

I Love You, You Love Me chapter 4

ILUYLM4 Kyuhyun Yuri Donghae

Title                 : I Love You, You Love Me chapter 4

Author             : Lee Midah ( Kyulhae4ever )

Cast                 : Cho Kyuhyun

Kwon Yuri

Lee Donghae

Other cast       :   SNSD

Super Junior

PG                    : + 15

Lenght             : chapter 4/?

Genre              : Romance, Love , Triangle

Disclaimer       : Cast milik theyself dan God, Story milikku jadi jangan mengcopypaste atau Plagiat! Karena aku tidak mengijinkannya. Jadi please respect to me with RCL ^^

Happy reading!!!

 

Beberapa minggu ini  adalah hari – hari yang sibuk untuk para member SNSD, bagaimana tidak dalam sehari mereka harus pindah dari satu tempat ke tempat yang lain mengisi beberapa acara. Apalagi dengan adanya comeback, mereka harus tampil kesana – kesini walaupun terkadang lelah menyelimuti mereka tapi dengan dukungan para Sone yang membuat mereka tetap semangat menjalaninya. Bahkan saat mereka sakit pun jika belum merasa susah berdiri mereka memaksakan agar tidak mengecewakan semua orang yang mendukung mereka. Saat ini waktu menunjukan pukul 2 dini hari, para member SNSD baru pulang dari jadwalnya.

“ Huft… lelahnya “, keluh Sooyoug sambil merebahkan badannya di Sofa.

“  Neh, aku ingin segera tidur “, kata Sunny sambil duduk di samping Sooyoung.

“ Ok, semuanya istirahatlah sekarang. karena pukul 6 nanti kita akan mengisi suatu acara “, kata Taeyeon mengingatkan semua membernya.

“ Huh! Hari ini juga tidurku kurang dari 10 jam “, keluh Jessica.

“ Ya~ kau ini selalu ingin tidur lebih lama “, kata Tiffany pada Jessica.

“ Sudahlah cepat istirahat “, perintah Taeyeon.

“ Neh… “, kata semua member serempak merekapun menuju kamar masing – masing untuk istirahat.

Pukul 5 pagi Yuri sudah bangun dari tidurnya, dia berencana untuk melakukan olahraga pagi. Karena memang sudah menjadi kebiasaan bagi Yuri untuk melakukan lari pagi.

“ Eonni, kau mau kemana? “, tanya Yoona setengah sadar saat mendengar Yuri sedang bersiap – siap lari pagi.

“ Aku mau lari pagi “, kata Yuri sambil memakai sepatu olahraganya.

“ Tapi kau kan baru tidur 3 jam, tidakah kau masih ngantuk ?”, tanya Yoona lagi sambil sedikit membuka matanya.

“ Anio, 3 jam cukup untukku kau lanjutkan saja tidurmu nanti aku bangunkan “, kata Yuri lalu meninggalkan kamarnya.

***

Saat aku sedang lari pagi aku melihat seorang yeoja yang familiar denganku. Dia juga sama denganku sedang melakukan lari pagi. Aku pun mengikutinya dari belakang dan benar saja dia yeoja yang ku kenal.

“ Hai Blackpearl! “, sapaku sambil menepuk pundaknya.

“ Omo!! Oppa kau mengagetkanku saja “, katanya kaget saat melihatku.

“ Kau sendiri? “, tanyaku padanya yang sekarang lari sejajar dengannya.

“ Tentu saja apa kau lihat ada yang bersamaku? “, kata Yuri yang tanya balik padaku.

“ Anio “, jawabku.

“ Tapi sekarang ada kau Oppa jadi aku tidak sendiri “, katanya sambil terkekeh.

“ Kau bisa saja “, kataku yang juga ikut terkekeh.

“ Oia Oppa sedang apa disini? “, tanya Yuri padaku.

“ Aku… sedang mencari sesuatu “, jawabku sambil pura – pura berpikir yang membuatnya penasaran.

“ Mencari apa? “, tanyanya penasaran, aku berhasil kan.

“ Hmm… mencari cinta “, kataku sambil tertawa.

“ Aish! Aku serius Oppa “, katanya sambil memukul pelan lenganku.

“Oia Yul, tentang  janjimu waktu itu, kapan akan kau tepati? Kau sudah menundanya selama beberapa minggu “, tanyaku mengingatkan janji kami yang akan pergi berdua.

“ Molla Oppa, kau tahu sendiri jadwal SNSD sedang padat akhir – akhir ini. Bahkan awal febuari kami harus Promo di Jepang “, kata Yuri sambil berhenti untuk mengatur nafasnya.

“ Aish! Lee Sooman itu benar – benar keterlaluan pada kalian “, kesalku karena aku tidak bisa mengajaknya pergi jadi ku salahkaan saja si tu bangka itu ( klo terdengar Lee Sonmannya aku pasti di rebus idup -idup😄 #abaikan ).

“ Memangnya kita mau pergi kemana Oppa? “, tanyanya padaku, aku juga bingung sebenarnya mau mengajaknya kemana.

“  Molla, tapi jika kau ingin ke suatu tempat aku bisa menemanimu “, kataku padanya.

“ Hmm… sepertinya sabtu nanti aku bisa pergi denganmu Oppa, karena jadwalku hanya pagi saja. Sisanya hanya member yang lain yang memiliki jadwal masing – masing “, katanya yang membuatku senang.

“ Jinjja? Klo begitu sabtu siang nanti aku akan menjemputmu di dormmu “, kataku semangat.

“ Tapi apa Oppa tidak punya jadwal? “, tanyanya padaku.

“ Anio “, jawabku dengan senang akhirnya aku bisa pergi berdua dengannya. Akupun kembali ke dorm dengan wajah senang.

“ Ya~ Lee Donghae kenapa kau tersenyum sendiri seperti orang gila begitu? “, tanya Eunhyuk padaku.

“ Kau tahu akhirnya aku bisa pergi dengan Yuri “, kataku tanpa menghilangkan senyuman dari wajahku.

“ Jinjja? Bukankah mereka sedang sibuk dengan jadwalnya? “, tanyanya kaget.

“ Anio, Yuri bilang dia hanya punya jadwal pagi jadi siangnya bisa pergi denganku “, jawabku.

***

Aku merasa perutku sedang lapar sehingga dengan terpaksa aku harus bangun sekarang, padahal aku baru tidur selama 2 jam karena jadwalku. Saat aku berjalan menuju dapur aku mendengar Donghae hyung dan Eunhyuk hyung sedang berbicara. Aku pun penasaran saat Donghae hyung menyebut nama Yuri. Ketika aku mulai mendengarkannya ternyata Donghae hyung akan pergi berdua dengan Yuri. Andweh! Aku tidak boleh membiarkan mereka hanya jalan berdua. Aku harus tahu kemana mereka akan pergi. Saat aku masih sibuk menguping tiba – tiba Yesung hyung sudah ada di belakangku.

“ Sedang apa kau Kyu? “, tanyanya membuatku kaget.

“ Ya~ hyung bisakah kau tidak mengagetkanku? “, kataku sambil mengusap – usap dadaku.

“ Kau sedang apa? “, tanyanya lagi.

“ Aku… aku hanya sedang mencari angin saja “, jawabku asal.

“ Mencari angin? Kenapa kau mencari angin? Memangnya disini ada angin? “, tanya Yesung hyung bertubi – tubi sambil melihat kanan kiri atas bawah namun tidak jelas apa maksud pertanyaannya.

“ Aish kau ini hyung! “, kata kesal dengan hyung yang satu ini.

“ Apa kau sudah menemukan anginnya? “, tanya Yesung hyung yang masih membahas angin.

“ Ania, oia hyung, sabtu ini kita punya jadwal KRY tidak? “, tanyaku padanya agar aku bisa tahu kemana Donghae hyung mengajak Yuri.

“ Kurasa tidak, waeyo? “, tanya Yesung hyung lagi.

“ Aku hanya bertanya saja, ya sudah hyung aku lapar mau makan dulu “, kataku meninggalkan Yesung hyung menuju dapur.

***

“ Yul, hari ini kau tidak punya jadwal lagi? “, tanya Jessica pada Yuri saat mereka selesai mengisi sebuah acara pagi.

“ Anio, jadwalku hanya barusan saja sisanya aku free “, jawab Yuri dengan senyum mengembang.

“ Enak sekali kau bisa istirahat, aku ingin free juga huhuhu “, keluh Sica.

“ Bukankah bagus kau punya jadwal jadi kau tidak tidur melulu “, ledek Yuri membuat Jessica cemberut.

“ Aish kau ini Kwon Yuri! “, kata Jessica kesal lalu Jessica pergi meninggalkan Yuri karena ada jadwal yang menunggunya.

“ Eonni, kau tidak punya jadwal lagi ya? “, tanya Yoona pada Yuri.

“ Neh, hari ini aku bebas “, jawab Yuri.

“ Eonni, apa kau mau pergi dengan Donghae Oppa? “ tanya Yoona yang membuat Yuri mengerutkan kening.

“ Dari mana kau tahu? Apa semua member juga tahu? “, tanya Yuri heran.

“ Eonni apa kau menyukai Donghae Oppa? “, tanya Yoona yang tidak menjawab pertanyaan Yuri.

“ Huh? Hmm… neh aku menyukainya, hajiman sebagai uri oppa “, kata Yuri.

“ Jinjja eonni? Tapi sepertinya Donghae Oppa menyukaimu? “, kata Yoona dengan wajah kaget namun setelah mendengar kata Yuri yang terakhir dia merubah ekspresinya.

“ Kau tahu sendiri Yoong, Donghae Oppa itu senang sekali menggodaku. Mungkin karena kedekatan kami kalian semua menyangka dia menyukaiku. Jangan bilang kau menyukainya Yoona? “, kata Yuri, namun Yuri menyadari sesuatu ada yang aneh dengan Yoona lalu dia bertanya dengan nada menyelidik.

“ Anio, Eonni aku kan hanya bertanya saja “, sangkal Yoona gugup membuat Yuri dapat menebaknya.

“ Hahaha wajar saja kau menyukainya, karena kalian banyak sekali di pairingkan oleh para fans “, kata Yuri menertawakan dan meledek Yoona.

“ Eonni… lebih baik aku pergi saja daripada kau goda terus “, kata Yoona meninggalkan Yuri yang masih tertawa.

“ Seandainya hari ini aku bisa pergi dengan Kyuhyun bukan Donghae Oppa “, kata Yuri menghela nafas. Tak berapa lama saat semua member pergi untuk jadwal selanjutnya bel dorm SNSD berbunyi, Yuri membukakan pintu.

“ Anyeong, apa kau siap? “ tanya Donghae dengan senyum mengembang dibibirnya.

“ Tentu Oppa “, jawab Yuri membalas senyum.

“ Pakai ini! “, kata Donghae memberikan masker dan topi pada Yuri. Yuri menerimanya lalu memakainya.

“ Kita seperti teroris saja Oppa”, kata Yuri sambil memperhatikan pakaiannya.

“ Biar saja, kajja kau ingin pergi kemana? “, tanya Donghae pada Yuri.

“ Ke Taman bermain, aku sudah lama tidak kesana “, kata Yuri sambil menggunakan sedikit aegyonya.

“ Aigo! Baiklah kajja!”, ajak Donghae dan mereka pun pergi ke taman bermain. Tanpa mereka sadari bahwa ada seseorang yang mengikuti mereka.

“ Aish! Aku seperti penguntit saja. Mengikuti sepasang kekasih yang berkencan. Tapi aku juga tidak bisa diam saja di dorm membayangkan apa yang mereka lakukan. Kenapa aku rela melakukan hal ini hanya untuk seorang Kwon Yuri? “, kata orang itu yang tak lain adalah Kyuhyun. Mereka pun sampai di taman bermain.

“ Wah… sudah lama aku tidak kesini “, kata Yuri senang.

“ Kau senang? “, tanya Donghae yang di jawab anggukan dari Yuri.

“  Tapi Oppa, apakah baik – baik saja? Disini banyak sekali orang ? “, kata Yuri sedikit cemas.

“ Kau tenang saja, bukankah kita sudah menyamar? Let’s Go kita bersenang – senang! “, kata Donghae mengajak Yuri naik wahana yang ada disana. Saat turun dari roller coster rupanya masker Donghae jatuh sehingga dia tidak menutupi wajahnya.

“ Lihat! Bukankah itu Lee Donghae Super Junior?”, teriak seorang pengunjung menunjuk pada Donghae.

“ Jinjja? Dengan siapa dia? “, tanya pengunjung lainnya. Yuri dan Donghae merasa kaget melihat semua pengunjung yang menatap mereka sekarang.

“ Oppa, maskermu?! “, kata Yuri membuat Donghae menyadari kalau maskernya sudah tidak ada.

“ Aish! Sial! “, umpat Dongahae

“ Oppa sebaiknya kita lari sekarang “, usul Yuri yang di jawab anggukan oleh Donghae. Merekapun lari dari tempat itu, karena banyaknya pengunjung yang mengejar mereka, Yuri dan Donghae berlari ke arah yang berbeda. Saat Yuri lari dari kejaran para fans, ada sepasang tangan kokoh menarik tangannya dan bersembunyi di sebuah ruangan kecil yang mengharuskan mereka berdua berdesak – desakan.

***

Saat aku lari dari kejaran fans aku merasakan ada sepasang tangan yang menarikku kesebuah ruangan kecil. Aku kaget karena sekarang posisiku dengan orang asing itu sungguh dekat sekali, aku bisa mendengar suara jantungnya karena pipikuku tepat menempel di dadanya. Siapa dia sebenarnya? Apakah dia tahu identitasku? Karena aku merasa tidak nyaman aku sedikit menggerakan badanku dari badannya.

“ Kau diam dulu mereka masih ada di luar “, kata orang itu yang merasakan aku menggerak – gerakan badanku. Suara itu?! Suara yang tidak asing di telingaku, aku pun mencoba menatap wajah orang yang ada di hadapanku ini.

“ Omo! Kyuhyun sunbae! “, kataku kaget menutup mulutku.

“ Stttttt….. “, katanya sambil menaruh telunjuk dibibirnya. Tiba – tiba saja jantungku berdetak kencang mengetahui orang itu adalah Kyuhyun Oppa.

“ Sepertinya dia tidak ada disini “, kudengar suara dari orang di luar sana.

“ Neh, dia seperti menghilang, padahal aku yakin dia kesini “, kata orang satunya lagi. Setelah itu kami tidak mendengar suara mereka lagi.

“ Sepertinya mereka sudah pergi “, kata Kyuhyun. Lalu dia menyadari bahwa sekarang posisi kami sangat dekat sekali. Dengan refleks dia mundur dan kami keluar dari ruangan itu.

“ Oppa, bagaimana kau bisa ada disini? “, tanyaku padanya saat kami sudah keluar dari ruangan itu.

“ Hmmm… Anu… aku sedang ingin jalan – jalan saja “, jawabnya yang seperti orang gugup.

“ Tapi bagaimana bisa kau mengenaliku, padahal aku memakai penyamaran? “, tanyaku lagi penasaran.

“ Hmm… Itu, karena aku merasa itu kau saja hehehe “, jawabnya sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya.

“ Gomawo Oppa. Kalau tidak ada kau, besok aku mungkin sudah menjadi headline di media “, kataku berterima kasih padanya.

“ Cheonma, lagian aku juga tidak sengaja lewat “, katanya dengan senyuman yang khas.

“ Setelah ini apa rencanamu Oppa? “, tanyaku padanya.

“ Aku? Molla, tapi sepertinya disini sudah tidak aman “, jawabnya.

“ Neh, sepertinya kita tidak boleh lama – lama disini “, kataku setuju dengannya.

“ Bagaimana kalau kau ikut aku ke suatu tempat? “, tawarnya padaku dengan wajah ceria.

“ Eodiseo Oppa? “, tanyaku penasaran kemana dia akan mengajakku.

“ Kau ikut saja, pasti kau akan menyukainya “, katanya yang sekarang menarik tanganku untuk mengikutinya ke parkiran.

***

“ Wah… Oppa jeongmal areumdaunmida “, kata Yuri senang karena aku mengajaknya ke tempat dimana aku sering menjernihkan pikiranku di sela – sela kesibukan Super Junior. Sebuah Bukit pinggiran Kota Seoul.

“ Aku juga bereaksi sama sepertimu saat aku pertama kali kesini. Disinilah tempatku menenangkan diri saat aku merasa stress “, kataku sambil tersenyum melihat wajahnya yang senang.

“ Bukit ini jauh dari perkotaan sehingga udaranya benar – benar segar. Membuat hatiku tenang dan damai “, katanya yang masih mengagumi tempat itu.

“ Ini adalah salah satu tempat rahasiaku “, kataku memberitahunya.

“ Rahasia? “, tanyanya heran.

“ Neh “, jawabku singkat.

“ Kenapa kau membawaku kesini Oppa? “, tanyanya penasaran sambil menatap ke arahku menunggu jawaban dariku. Aku sungguh menyukai saat dia menatapku dengan tatapan polos seperti itu.

“ Karena… aku melihatmu yang sekarang benar – benar sibuk dengan jadwalmu. Aku ingin kau bisa releks saja di hari kosongmu ini “, jawabku padanya tapi tentu saja sejujurnya karena kau adalah orang istimewa untukku Yuri-a.

“ oh… “, jawabnya dengan mulut membentuk huruf o membuatnya terlihat cute.

“ Yuri-a kau mau main di sungai itu? “, tawarku padanya karena di sekitar bukit ini terdapat sungai kecil yang airnya sungguh jernih.

“ Bisakah? “, tanyanya.

“ Tentu saja. Kajja! “, kataku. Lalu kami berjalan ke dekat sungai kecil itu kemudian kami melepaskan sepatu kami.

“ Pegang tanganku “, kataku menyuruhnya saat kami akan masuk ke sungai kecil itu.

“ neh “, katanya sambil memegang tangaku kami pun berjalan menyusuri sungai.

“ Menyenangkan sekali Oppa! “, katanya dan terlihat wajahnya bahagia sekali, semua beban yang kulihat sudah tidak ada lagi di raut wajahnya.

“ Jinjja? Kau tahu apa yang lebih menyenangkan? “, tanyaku padanya.

“ Apa Oppa? “, tanyanya polos.

“ Igeo! “, kataku sambil memercikan air kepadanya.

“ Ya~ Oppa kenapa kau melakukan itu?!  Awas ya akan kubalas! “ katanya memasang senyum evil. Ya~ itu milikku Yuri-a. Dan dia pun membalas memercikan air sungai padaku, kami pun saling membalas sambil tertawa. Tuhan hentikan waktu sekarang juga, aku ingin merasakan kebahagiaan ini lebih lama.

“ Kau lelah? “, tanyaku saat kami duduk di sebuah batu besar dengan pakaian yang basah.

“ Neh, tapi ini benar – benar menyenangkan Oppa. Dalam hidupku aku baru merasakan hal seperti ini “, katanya dengan senyum lebar. Ah… senyum itu selalu membuatku terpesona olehnya.

“ Jinjja? “ tanyaku tidak percaya.

“ Neh Oppa, hari ini hari terindah yang pernah aku alami selama aku hidup “, katanya sambil memandang ke langit. Bagiku juga hari ini adalah terindah dalam hidupku bersamamu tentunya.

“ Kau lapar ya? Kudengar perutmu sudah berbunyi seperti itu? “, tanyaku padanya, dengan seketika wajahnya memerah karena malu.

“ Ya~ Oppa! “, katanya dengan malu.

“ Tapi sebelum itu kita harus mengganti  pakaian dulu jika kita tidak ingin sakit “, kataku padanya.

“ Berganti? Tapi kita tak punya baju ganti Oppa? “, tanyanya bingung.

“ Kau ikut aku Kajja! “, kataku bangkit lalu menarik tangannya. Kami memasuki sebuah toko pernak – pernik kecil dekat daerah itu. Aku pun berjalan mendekati penjaga toko, tentu saja dengan kacamataku agar dia tak mengenaliku. Yuri juga ikut masuk dan dia langsung melihat boneka patung tokoh kartun.

“ Chogiyeo? Apakah disini menjual kaos? “, tanyaku pada penjaga toko.

“ Mungkin ada beberapa lagi, sebentar aku ambilkan “, kata penjaga toko itu sambil masuk ke dalam. Aku melihat Yuri sedang memegang boneka patung Micky dan Minny mouse. Ah aku baru ingat kalau dia suka dengan tokoh kartun itu, aku pun tersenyum melihatnya yang terlihat sedang bermain dengan boneka patung itu. Aigo Kyeopta!!! Lalu penjaga toko itu pun keluar membawakan sepasang kaos yang aku minta.

“ Mianhae, hanya ini yang tersisa. Tapi sepertinya ini cocok untuk kalian “, kata penjaga toko itu membawakan kaos yang sama, yaitu kaos couple.

“ Tidak apa – apa. Berapa harganya? Dan juga patung Micky dan Minny yang di pegang yeoja itu? “, kataku menanyakan harganya.

“ 65.000 Won “, katanya dan aku pun memberikan uang selembar 100 ribu won.

“ Kalian pasangan yang serasi, pakaian itu pasti sangat cocok dengan kalian “, kata penjaga itu yang membuatku tersenyum senang sambil memberikan uang kembalianku.

“ Neh, kamsahamida “, kataku pamit.

“ Neh, semoga kalian terus bersama selamanya “, kata penjaga itu sambil tersenyum aku pun membalas tersenyum juga. Aku menghampiri Yuri yang masih sibuk dengan Micky dan Minnynya.

“ Yuri-a kajja! “, kataku mengajaknya keluar.

“ Neh “, katanya sambil menyimpan kembali boneka patung Micky dan Minny itu. Aku pun mengambilnya dan menyembunyikannya sebelum aku memberikannya pada Yuri. Setelah keluar dari toko itu aku memberikan kaos yang aku beli.

“ Mian, hanya ini yang tersisa “, kataku memberikan kaos itu.

“ Gwenhana Oppa, ini sudah cukup “, katanya sambil tersenyum. Setelah memakai kaos couple itu aku benar – benar merasa bahwa kami ini adalah sepasang kekasih. Senyuman yang  terukir dibibirku rasanya sulit sekali menghilang.

“ Yuri-a igeo “, kataku memberi boneka patung kecil yang tadi Yuri mainkan.

“ Omo! Bukankah itu boneka patung yang di toko tadi? Apa kau mencurinya Oppa? “, tanyanya dengan wajah kaget. Tapi kenapa dia menyangka aku yang mencurinya?

“ Enak saja, masa Seorang member  Super Junior yang paling tampan mencuri sebuah boneka patung dari toko pernak – pernik. Apa kata dunia? “, kataku sedikit narsis padanya.

“ Aish! Sejak kapan kau narsis seperti itu Oppa? Lagian yang tertampan di Super Junior itu Siwon Oppa “, katanya meledekku. Jadi menurutnya Siwonlah yang tertampan? Yuri-a kenapa bukan aku?

“ hahaha kenapa wajahmu jadi cemberut begitu Oppa “, katanya sambil menertawakanku.

“ Menurutmu aku ada di urutan berapa? “, tanyaku serius padanya. Dia pun berpikr sejenak.

“ Hmmm… kau ada di urutan ke 3 setelah Donghae Oppa “, katanya yang membuatku kecewa. Jadi aku hanya ke 3 di matamu Yuri-a.

“ Tapi suramu no 1 untukku Oppa “, katanya lagi dengan senyum membuatku juga ikut tersenyum. Setidaknya aku masih bisa jadi no 1 di hatimu Yuri-a.

“ Bukankah Yesung Hyung suara No 1 untukmu? “ tanyaku memancingnya.

“ Memang suara Yesung Oppa itu lebih bagus, tapi bagiku kau lah no 1 “, katanya yang benar – benar membuatku melayang.

“ Oppa kau pegang Micky dan aku Minny jadi kita sama memiliki kenang – kenangan dari toko itu “, katanya sambil memberikan boneka patung Micky Mouse padaku. Setelah kaos couple ini dan sekarang boneka patung ini, tidakkah kami seperti pasangan kekasih? Kami pun sampai di sebuah restoran terdekat karena kulihat Yuri sudah mulai lapar sekali.

“ Wah kebetulan sekali kita kesini, aku suka sekali masakan Jepang apalagi takoyaki “, katanya girang karena restoran yang kami datangi adalah restoran Jepang.

“ Jinjja? Kebetulan sekali ya “, kataku ikut senang melihat wajahnya yang cerah seperti itu. Kami pun masuk. Setelah kami merasa kenyang sepertinya waktu sudah hampir gelap, dan perjalanan dari sini ke Seoul cukup jauh sepertinya kita akan sampai malam hari.

***

Kami pun sampai di Seoul, Kyuhyun Oppa mengantarkanku ke dorm SNSD.

“ Gomawo Oppa hari ini benar – benar hari yang menyenangkan untukku “, kataku saat kami masih berada di mobil.

“ Neh, cheonma. Hari ini juga berarti untukku “, jawabnya sambil senyum padaku. Dia benar – benar tampan sekali.

“ Ya sudah Oppa, aku masuk dulu ya “, kataku pamit padanya namun tiba – tiba dia memegang tanganku.

“ Jakkaman! “, katanya membuatku berbalik padanya saat aku hampir membuka pintu mobilnya.

“ Waeyo Oppa? “, tanyaku heran padanya namun dia tidak menjawabnya dia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Apa yang akan dia lakukan? Jangan – jangan dia mau… aku merasa jantungku berdetak kencang sekali seperti meminta untuk keluar dari tempatnya. Kyuhyun Oppa semakin dekat dan memperkecil jarak di antara kami. Aku sungguh bingung sekarang, Apa yang harus aku lakukan?! Saat jarak kami tinggal beberapa centi lagi dengan perlahan aku menutup mataku, tidak tahu kenapa aku melakukan itu? Setelah beberapa waktu berlalu aku tidak merasakan apapun. Aku pun membuka mataku dan melihat Kyuhyun Oppa tersenyum padaku.

“ Ternyata ada saos takoyaki di bibirmu “, katanya sambil mengusap bibirku.

“ Mwo?! “, kataku kaget.

“ Neh, Tapi kau tenang saja aku sudah menghapusnya ”, katanya sambil tersenyum, tiba – tiba saja aku merasa malu sekali pada diriku sendiri kenapa aku berpikir kalau dia akan menciumku? Dengan tergesa – gesa aku pun keluar dari mobilnya membuatnya kaget namun aku tidak perduli karena sekarang wajahku pasti sudah memerah.

“ Aku masuk dulu Oppa “, kataku sambil membungkukkan badanku tanpa melihat wajahnya dan mendengar jawaban darinya. Aku langsung berbalik dan lari masuk ke dalam gedung apartement SNSD. Aku benar – benar babo, apa yang akan Kyuhyun Oppa pikirkan saat melihatku menutup mataku tadi? Saat aku berjalan masuk ke apartement aku mendengar seseorang memanggilku.

“ Yuri-a!!! “, kata orang itu membuatku berbalik melihat ke arahnya. Donghae Oppa!

“ Donghae Oppa! “, kataku kaget melihatnya karena setelah kami berpisah di taman bermain itu aku benar – benar lupa padanya karena sedang bersama Kyuhyun Oppa. Dia datang menghampiriku dan menatapku tajam. Otteoke? Apa dia marah padaku? Sepertinya dia terlihat marah sekali?

To Be Continue….

Akhirnya part 4 selesai juga, setelah berpikir keras untuk melanjutkannya selesai juga. Para readers tolong hargai tulisanku, tulis kritik dan saran atau pemikiran  kalian tentang tulisanku. Aku berpikir cerita ini memang hanya perpart saja soalnya cerita ini memang berlanjut tergantung dari ide yang ada di kepalaku. Jadi untuk menambah imaginasiku melanjutkan part selanjutnya tolong kerjasamanya. Aku sebenarnya ingin mempassword tapi mengingat ada reader yang baik yang meminta untuk tidak di password makanya aku tidak memberi password pada tulisanku. Be Good Reader!!! Don’t Siders!!! Don’t Plagiatrism!!!!!!!! ^^v

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

35 thoughts on “I Love You, You Love Me chapter 4

  1. thor tambah seru ceritanya..
    penasaran sm donghae apa dia liat kyu sm yuri yah ?
    updatenya jgn lama” thor slnya dah penasaran ^^

  2. thor ceritanya tambah seru ^^
    uptadenya jngan terlalu lama ya thor…. udh penasaran banget nih….
    di tunggu kelanjutannya

  3. Annyoeng.. Reader baru.. *gaknanya
    Maap bru komen di part 4.. ._.v
    Daebak dh thor ff’ny!! Lanjut terus thor.. Yg lebih tegang lagi konfliknya..😀

  4. Omo unnie uda ada lanjutannya aseeek ɑ̤̈̊ƙʊ̈̇ tunggu next part Йyȃ Ƴɑ̤̥̈̊ unnie

  5. yeah makasih thor udah tak mempasswors, berharap kyu dan yuri saling terbuka dan mengukapkan perasaannya. berharap jg donghae oppa tak mengganggu mereka. aish jahat sekali aku😄

  6. Ya~aq kira kyuppa bkalan nyium yul eonni hahaha,gk kbyang tuh muka yul eonni kayak kepiting rebus..bgmn dg haeppa?apkh dia marah?ok lanjt

  7. hai,,
    aq reader baru,,
    maaf ya baru komen d part ke 4,,
    aq suka cerita a,,
    lucu,,
    aq fans banget a yuri,, hehehehehe,, and suju donghae oppa,,
    gomawo, ud buat cerita yg bagus, yang enak d baca,,
    salam kenal

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s