Posted in Action, Comedy, Fanfiction, Nc, Romance

My Girlfriend is Agent Part 3

My Girlfriend is Agent Part 3

my girlfriend is agent 3 copy

Author : Lee midah (Kyulhae4ever)

Cast : Lee Donghae, Kwon Yuri

Othercast : find yourself

Lenght : chapter?

Genre : romance, comedy, action ( mungkin )

P/G        : +17

Authot note  : Tulisan yang di bold berarti bahasa rusia.

Gak apa2 sih jadi siders tapi alangkah baiknya tolong dicomment karena itu sebuah penghargaan bagi author. Plagiator go awaaaay!!!!!!!!!!

Happy Reading or all !!!!

Review part 2

Tampak Dr. Lee sedang duduk dibangku taman hiburan menunggu seseorang, Donghae yang sedang membuntuti Victor yang duduk dibangku sebelahnya lagi kini duduk dibangku tempat Dr. Lee duduk dan pura – pura membaca peta. Dr. Lee dan Victor tukar pandang seperti memberikan kode tak lama mereka pun berdiri dan pergi kearah yang berhadapan. Namun tiba – tiba Victor melihat Donghae sedang menatapnya kemudian berbalik arah.  Dr.Lee yang merasa aneh juga beralik arah dan pergi kearah yang berbeda. Donghae yang tau Victor pergi langsung mengejarnya. Yuri yang mendapat perintah mengikuti Dr.Lee segera bergerak dengna berpakaian layaknya orang hamil. Donghae juga hampir kena tembak dari pistol Victor yang merasa diikuti. Saat Yuri dang Donghae saling mengejar tak sengaja mereka bertemu. Keduanya sangat kaget sekali apalagi Donghae yang melihat Yuri dengan keaadaan hamil.

Part 3 :

Saat Donghae menunjuknya Yuri langsung lari mengejar Dr.Lee, dan Donghae juga harus mengejar Victor yang mulai menjauh, dan Donghae melihat Victor masuk ke museum tentara. Dr. Lee yang lari masuk ke rumah hantu, saat Yuri mau masuk kerumah hantu penjaga melarang dan menahannya karena keadaannya terlihat seperti orang hamil. Yuri yang takut kehilangan jejak Dr. Lee mencabut perut palsunya lalu masuk kedalam rumah hantu tersebut. Penjaganya hanya bengong dan terheran – heran. Yuri akhirnya masuk ternyata didalam sudah ada danniel henney yang menunggu, mereka berkelahi danniel menembakan sebuah pistol pada Yuri namun dengan lincah Yuri bisa menghindar. Yuri berhasil menendang tangan danniel sehingga pistol itu jatuh. Saat danniel melempar tubuh Yuri, ternyata Yuri jatuh tepat didekat pistol lalu Yuri mengambil pistol itu dan menodongkannya pada danniel namun tiba – tiba segerombolan pengunjung datang sambil berteriak – teriak sehingga menyeret Yuri keluar dari rumah hantu itu dan kehilangan jejak Dr. Lee dan Danniel henney juga. Yuri keluar dengan lunglai dalam  keaadaan berantakan, dan membuat penjaga yang tadi heran dan menanyakan keaadaannya.

Donghae yang masuk ke museum tentara membuntuti Victor, saat dengan hati – hati Donghae masuk dan dia berdiri disamping patung, pistol yang ada dipatung mengenai kepala Donghae sehingga membuat Donghae refleks mengangkat tangat. Saat Donghae menengok kesamping ternyata disana ada patung lalu Donghae menurunkan tangannya namun tiba – tiba ada tembakan melesat dan mengenai kaca yang ada di belakang Donghae. Donghae yang kaget langsung menunduk dan ternyata tembakan tersebut datang dari Victor.

Victor terus menembakan pistolnya pada Donghae, Donghae terus menghindar. Semua yang ada didalam sana hancur berantakan. Saat berkelahi pistol Victor jatuh dan menyatu dengan pistol palsu yang berserakan. Sehingga saat akan mengambil pistolnya tertukar, Victor menembaki Donghae dengan pistol palsu. Mereka berdua saling mencari dan menembaki pistol yang ada dilantai. Ternyata pistol sungguhan berada ditangan Donghae, Victor langsung kabur melarikan diri. Donghae mencoba menembakannya namun semuanya meleset. Dan Victor pun berhasil kabur melarikan diri.

“Tidak bisakah kalian melakukan pekerjaan dengan benar! Jika barangnya sampai ke luar negeri setengah penduduk Seoul akan meninggal! Jika sampai retak, itu akan menjadi senjata biokimia! Pakai otak kalian! “ bentak Kangta yang marah pada Yuri dan Tiffany yang gagal dalam misinya untuk menangkap Dr. Lee. Yuri dan Tiffany hanya bisa menunduk dan memang bersalah karena misinya gagal.

Sementara itu ditempat Tim Superjunior

“Kau…, aku sudah perintahkan untuk diam!Ya ‘Kan! “ bentak Leeteuk pada Donghae yang membuat Donghae kaget dan terlonjak.

“Ini masalahnya mendesak Pak. Lihat ini !!!” ucap Donghae sambil mengeluarkan pistol milik Victor. Ternyata hal itu membuat anggota tim yang lain sontak menodongkan pistol pada Donghae. Donghae yang melihat itu marah karena hanya dia satu – satuna anggota yang tidak memiliki pistol.

“Anda bilang tidak mempunyai senjata!” ucap Donghae kesal

“Apa ini?” Leeteuk malah bertanya sambil memegang pistol milik Victor.

“Kalian semua mempunyai senjata! Kenapa saya tidak punya! Saya hampir meninggal, hari ini! Saya seorang Super junior!Kenapa saya tidak bisa miliki senjata.” Ucap Donghae membetak karena sangat marah.

“seorang Super junior?kau?” tanya Leeteuk dengan nada merendahkan sambil mendorong bahu Donghae.

“Itu benar. Saya seorang Super junior!” ucap Donghae lantang dan tegas.

“ arraseo…pakai ini “ ucap Leeteuk sambil menggambil sebuah baju didalam laci dan  memberikan pada Donghae.

“Kau memakainya? “ tanya Leeteuk pada Donghae yang sudah memakai baju yang diberikan Leeteuk tadi.

“Ya Pak “ jawab Donghae sambil membetulkan kemejanya.

“Kau merasa sudah siap menghadapi medan lapangan?” tanya Leeteuk lagi yang sekarang duduk saling berhadapan dengan Donghae.

“Tentu saja Pak! “ jawab Donghae mantap.

“Baik. Siapa yang berhasil merebut senjata dan menembaknya duluan adalah pemenangnya. Kalau kau menang, aku akan pergi dari sini. Jika aku menang, Kau mati” ucap Leeteuk sambil menyimpan sebuah pistol diatas meja.

“Baik Pak “ ucap Donghae percaya diri. Lalu Yesung berperan sebagai wasit saat Donghae bersiap siap menambil pistol diatas meja dengan cepat Leeteuk memukul kepala Donghae dan mengambil pistolnya. Dan Leeteuk menembakkannya tepat didada Donghae yang terjatu akibat dipukul tadi, untung saja Donghae memakai baju anti peluru jadi dia tidak terluka.

“Aku sudah bilang padamu! Jika aku menang, kau mati. Jangan minta ke medan lapangan lagi. Rekan tidak terlatih lebih berbahaya daripada musuh. Baju anti peluru tidak berguna melawan pisau. Tapi masih bisa menahan pisau.Jadi pakai saja!!!” ucap Leeteuk memperingatkan Donghae. Donghae yang meringis kesakitan dengan tembakan itu dan merasa kesal berakhir dengan hasil yang sia – sia.

***

Yuri pulang diantar Siwon setelah mereka makan malam untuk merayakan ulang tahun Yuri.

“Terima kasih. Aku tidak membawa payung “ ucap Yuri yang sudah sampai didepan gedung apartementnya dan kebetulan hujan semakin deras.

“Kau kelihatan kecapean. Ada masalah? “ tanya Siwon khawatir.

“Hanya beberapa Client menjengkelkan… Sampai ketemu lagi. “ jawab Yuri sekenanya dan mencoba untuk memuka pintu mobil.

“ jakkaman!!” ucap Siwon menahan Yuri lalu memegang tangannya erat dan mulai mendekatkan wajahnya pada Yuri,  setelah beberapa centi kemudian Yuri menahan dada Siwon  agar Siwon tidak melakukan sesuatu seperti menciumnya.

“ mianhaeyo “ ucap Yuri meninggalkan Siwon keluar dari mobil Siwon.

Lalu Yuri masuk kedalam apartementnya. Ternyata didalam sudah ada kue tart besar di atas meja. Yuri duduk lalu memandang kosong kue yang ada didepannya. Dia merasa kosong dan sendiri di hari ulang tahunnya, bahkan makan malam dengan Siwon tidak memiliki kesan yang mendalam untuknya. Tiba – tiba hp nya bunyi saat Yuri mengangkatnya ternyata itu dari Donghae.

“Di mana kau? “ tanya donhae diseberang telepon.

“ di apatement “ jawab Yuri.

Setelah beberapa menit Donghae menemui Yuri diapartementnya.

“ saengil chukae!!!! “ ucap Donghae saat Yuri keluar dan menyalakan petasan kecil.

“ gomawo “ ucap  Yuri singkat.

“Ayo mulai dari awal lagi …” ucap Donghae yang berharap untuk balikan dengan Yuri.

“Mereka bilang hanya 3%… peluang orang yang sudah putus untuk bersama lagi. “ ucap Yuri yang merasa tidak ingin terluka lagi.

“Aku tidak ingin pergi, ‘karna aku mengharapkan itu.  Aku pergi karena kau” ucap Donghae yang masih berharap dengan Yuri.

“Apa tidak cukup dengan percaya padaku? “ tanya Yuri yang mulai merasa disalahkan.

“Tapi kau membuat hal ini terjadi. “ ucap Donghae terus saja bersikukuh.

“Baiklah kalau begitu. Pergi saja “ ucap Yuri mengusir Donghae dengan cara halus.

“Yuri~ya, bukan itu yang ingin aku coba katakan. “ ucap Donghae mencoba bertahan.

“Seperti itulah yang kau katakan. “ ucap Yuri dingin.

“Ini salahmu! “ ucap Donghae membentak Yuri karena kesal. Lalu mereka berdua terdiam sejenak.

“Aku pacaran sama seseorang. Dia orang baik. Aku akan menikah dengannya “ ucap Yuri berusaha tetap tenang. Setelah mengatakan itu  Yuri masuk kedalam apartementnya meninggalkan Donghae sendiri mematung ditempatnya berdiri. Yuri melihat pedang anggar yang dulu mereka pakai untuk latihan.

Flashback

“Aku akan mengajarimu yang sebenarnya.Kau tidak pernah melupakannya. Serang! Offensif! “ ucap Yuri yang mengajarkan Donghae memakai pedang anggar dengan arah menyerang.

“ Defensif “ lalu mereka mundur sambil mencoba menahan serangan.

“Contre offensif! “ ucap Yuri lalu menghadap kerah Donghae dan mereka saling bertatapan. Lalu mereka menari – nari sambil memegang pedang yang sama seperti berdansa.

Donghae pun diluar mengigat kejadian itu setelah beberapa lama kehujanan Donghae memutuskan untuk masuk kedalam apartement Yuri.

“Aku hampir mati! Saat kukira aku sudah mati… semua yang terpikirkan hanyalah dirimu!mianhae ! jeongmal mianhae. Aku bahkan tidak bisa mengatakan ini. Saranghae Yuri !!” teriak Donghae masuk kedalam apartementnya dan  melihat Yuri yang tebaring di karpet dengan memeluk boneka teddybear pemberian Donghae. Yuri pun menghampiri Donghae dan memeluk Donghae karena teharu. Setelah itu mereka berciuman, lama kelamaan ciuman mereka menjadi panas dan saling bernafsu mungkin karena mereka merindukan satu sama lain. Saat tangan Donghae mencoba meraba paha Yuri, Yuri teringat dia menyimpan pistol dipahanya. Lalu dia berusaha menghentikan ciumannya namun donghea tidak menghiraukan Yuri, Donghae terus menciumi Yuri penuh nafsu. Lalu Yuri menghentakan tubuh Donghae ke tembok.

“ jakkaman!!! Aku harus ke kamar mandi. “ ucap Yuri setelah Donghae berhenti menciumnya. Lalu Yuri  kekamar  mandi lalu menyimpan pistolnya didalam closet dan membuka pakaianya sehingga menyisakan baju dalam. Begitu juga yang dilakukan Donghae di dalam kamar. Sekarang mereka berdua duduk diatas kasur dengan hanya memakai pakaian dalam saja. Namun sekarang mereka bingung satu sama lain.

“Mengapa kau pergi ke Taman Hiburan? “ tanya Yuri memecah keheningan karena mereka sekarang saling canggung.

“Sedang bersama salah satu Client. “ jawab Donghae.

“ bagaimana denganmu ??” sekarang giliran Donghae yang bertanya.

“Lagi manggung. “ jawab Yuri

“ tapi perutmu…?” tanya Donghae sambil menunjuk perut Yuri.

“Bagian dari kostum beruang. “ jawab Yuri lagi.

“ omong – omong…” ucap mereka bersamaan.

“Kau duluan. “ ucap Yuri pada Donghae.

“Sejujurnya, mengetahui banyak rahasia adalah bagian dari pekerjaanku.” Ucap Donghae berusaha ingin jujur namun tetap tidak mengatakan yang sebenarnya.

“Tentu saja. Kau seorang Akuntan. “ ucap Yuri menanggapi perkataan Donghae.

“Yang aku maksud adalah… Jika ada sesuatu yang salah, aku bisa berakhir seperti ini.” Ucap Donghae menjelaskan sambil memperlihatkan luka memar akibat tembakan dari Leeteuk.

“Apapun itu, aku akan mengerti. “ ucap Yuri yang berusaha mengerti.

“ jinja??? “ tanya Donghae tidak percaya.

“Ya, tapi kau harus mengerti aku juga. Apapun yang kulakukan, tidak seperti apa yang terlihat.” Ucap Yuri meyakinkan Donghae.

“ arraseo “ ucap Donghae.

“ jinja?? Yakseok?” ucap Yuri sambil mengangkat kelingkingnya menandakan janji.

“ yakseok “ jawab Donghae sambil melingkarkan kelingkingnya di kelingking Yuri. Namun tiba – tiba handphone Donghae berbunyi. Donghae memandang Yuri seperti meminta ijin untuk mengangkatnya Yuri pun mengangguk tanda setuju.

“ jakkaman ! ucap Donghae sambil mengangkat telponnya.

“ neh sajangnim “ ucap Donghae setelah mengangkat teleponnya.

“ target keluar “ ucap Leeteuk diseberang telepon.

“ sekarang??” tanya Donghae

“ iya, sekarang “ ucap Leeteuk lagi, kemudian Donghae menutup teleponnya.

“ Arrageusimida “ ucap Donghae lalu menutup teleponnya.

“Kantor… menelepon. “ ucap Donghae ragu pada Yuri.

“Kau harus pergi? Di saat-saat penting seperti ini? “ tanya Yuri tidak percaya.

“Sepertinya mendesak “ ucap Donghae meyakinkan Yuri.

“Menurutmu mendesak itu penting atau penting itu mendesak? “ ucap Yuri mulai kesal. Namun tiba –  tiba telepon Yuri pun berbunyi. Dengan kesal Yuri mengangkat teeponnya.

“ eonni, Aku sedikit sibuk “ ucap Yuri yang tau Tiffany yang meneleponnya.

“Dr. Lee! Kode Merah! “ ucap Tiffany diseberang telepon.

“ mwooh??” ucap Yuri kaget.

“ palliwa “ ucap Tiffany mendesak.

“ arraseo!” ucap Yuri sambil menutup teleponnya.

“Sesuatu yang mendesak itu penting. kau harus pergi” ucap Yuri pada Donghae dengan wajah berubah ramah pura – pura mencoba mengerti Donghae.

“Kau yakin? “ tanya Donghae tak percaya.

“ aku yakin,  Aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu. Pakai bajunya “ jawab Yuri lagi sambil mengambil baju Donghae yang ada dilantai dan memakaikannya pada Donghae .

“ keunde Yuri~ya, saranghae!!” ucap Donghae sambil memakai bajunya terburu – buru.

“ saranghae “ ucap Yuri sambil tersenyum membantu Donghae.

“ jinja saranghae “ ucap Donghae lagi dan pergi keluar dari apartement Yuri.

“ nado “ balas Yuri saat Donghae pergi.

Donghae sekarang berada didepan sebuah club dimana targetnya Victor berada. Sebelum masuk Donghae memasangkan headphonenya.

“Di mana kau? “ tanya Leeteuk melalui headphone.

“di lokasi si Target. Aku dekat.” Jawab Donghae sambil memasuki club.

“ Babo! Kenapa kau di sana! “ tanya Leeteuk kesal pada Donghae karena pergi ke club tanpa komando darinya.

“Video pemancar di tempatnya. “ ucap Donghae sambil memasangkan cctv agar dapat mengetahui apa yang terjadi diluar. Lalu masuk keruangan kemudian memantaunya lewat i-phone

“Dasar kau idiot! Jika kau mengacaukan lagi, Kau mati! “ bentak Leeteuk mengancam.

Ternyata di waktu bersamaan Yuri juga ada di club itu. Saat mulai penyelidikannya Yuri melihat seorang yeoja rusia keluar dari ruangan didekatnya.

“ Ikuti yeoja itu. “ suruh Tiffany pada Yuri melalui headphone. Saat Yuri akan mengikuti yeoja itu tiba – tiba pelayan club menariknya masuk keruangan yang sudah ada namja hidung belang yang menunggunya.

Sementara yeoja rusia itu berjalan, ternyata Donghae sudah menghadangnya di depan ruangan yang Donghae masuki tadi.

Kecantikan yang mempesona, Tak ada peribahasa yang bisa menggambarkan seorang gadis Rusia. Hanya kesempurnaan yang bisa memperoleh kecantikan itu “ ucap Donghae dengan bahasa rusia saat yeoja rusia itu melewatinya.

Tak ada peribahasa Rusia seperti itu “ ucap yeoja rusia itu yang mengerti apa yang Donghae katakan.

Tak seorangpun laki-laki… bisa menolak kecantikan wanita itu.” Ucap Donghae lagi yang berhasil menarik perhatian yeoja rusia itu.

“Apa-apan dia, Yesung ??” tanya Leeteuk yang mengawasi Donghae pada Yesung disampingnya.

Apa yang kau inginkan? “ ucap gadis rusia itu pada Donghae.

Yuri keluar dari ruangan yang dia masuki setelah menghajar namja hidung belang itu.

Donghae yang mencoba merayu, akhirnya bisa membawa yeoja rusia itu keruangan yang telah dia sewa di club itu. Donghae mengajak yeoja itu minum dan bersulang.

siapa namamu “ tanya Donghae menggunakan bahasa rusia agar Leeteuk bisa mencari datanya lewat nettbook milik Donghae.

Natasha Valleschkova. “ ucap yeoja rusia itu menyebutkan namanya. Kemudian Yesung dan Leeteuk mengetikan namanya di nettbook milik Donghae tapi sebelum inormasi yeoja rusia itu keluar, mereka harus memasukan password yang hanya Donghae yang tau.

“sialan, password lagi! “ umpat Leeteuk yang kesal karena Donghae menpassword semua informasinya.

Aku tidak bisa hidup tanpamu. “ ucap Donghae dengan bahasa rusia yan tenyata itu adalah paswordnya.

“Apa? “ tanya Leeteuk yag tidak mengerti.

Aku tidak bisa hidup tanpamu. “ ucap Donghae lagi masih dalam bahasa rusia.

“Magu vesch… apa? “ tanya Leeteuk yang masih belum jelas apa yang diucapkan Donghae.

Oh, kau telah tersakiti oleh cinta. “ ucap Natasha yang menganggap Donghae berbicara padanya.

“Sial! dia bilang apa! “ umpat Leeteuk yang masih tidak mengerti.

Aku tidak bisa hidup tanpamu. “ ucap dongae lagi yang mencoba memperjelas kata –katanya dalam bahasa rusia.

Aku tahu bagaimana rasanya. Orang terluka karena cinta. “ kata Natasha yang masih menganggap Donghae berbicaa padanya.

“Bicara yang pelan dan jelas! “ bentak Leeteuk yang kesal sekali.

Aku tidak bisa hidup tanpamu. “ sambil menekankan kata – katanya.

Itu takkan membuat dia kembali. Lupakan saja dia.  dan mendekatlah. “ ucap Natasha mencoba menenangkan Donghae dan menarik wajah Donghae kearah dadanya. Itu membuat Donghae kehilangan kendali lalu Donghae menggesek – gesekan kepalanya kedada natahsha. Tiba – tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah pelayan itu

“Halo Pak. persembahkan yang cantik terseksi di Club kami!  Tubuh yang sempurna… “ ucap pelayan itu dan membawa seorang yeoja dan ternyata yeoja itu adalah Yuri….

To be continue….

Wah…. gimana nasib Donghae selajutnya???bagaimana hubungan Donghae dan Yuri???

Reader janga lupa RCL nya ya ^^

Penulis:

Anyeong my name is Midah, You call me Midah Just a simple girl ^__^ ilove yulhae, Kyuri, dan Hanyul Just Kwon Yuri My bias, i don't care what people say but i like her :)

20 thoughts on “My Girlfriend is Agent Part 3

  1. penasaran.. penasaran..
    langsung baca deh part 4 nya…
    maaf yah aku bingung mau komen apa, soalnya partnya sudah lengkap🙂

Respect To Me with Your Comment ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s